b a Gambar 171. Aplikasi warna panas (a) dan warna dingin (b)c. Dimensi Warna Jumlah warna diperkirakan kurang lebih ada 30.000 jenis. Setiapwarna sesungguhnya mengandung tiga aspek yaitu : Hue, Value danIntensity. Perbedaan warna disebabkan oleh ketiga aspek tersebut dansetiap aspek memiliki peran khusus dan berinteraksi satu dengan lainnya. Hue adalah nama warna pada lingkaran warna dan keberadaannyaditentukan oleh adanya sinar langsung maupun tak langsung. Hue murniintensitasnya tinggi dan biasanya hue sangat kuat menarik perhatian. Value merupakan istilah untuk menunjukkan terang gelapnya hue.Hue yang mumi jika ditambah putih disebut tint dan bila hue murniditambah hitam disebut shade. Aplikasi dari kedua hal ini tampak dalammembuat tone warna terutama gelap terang untuk ilusi tiga dimensionalpada lukisan realis begitu pula pada karya-karya jenis lainnya yang datarseperti pada karya grafis, dekorasi interior dan sebagainya. Intensity adalah cerah suramnya wama. Warna yang cerah memilikiintensitas yang tinggi, sedangkan warna suram memiliki intensitasrendah. Hitam, putih dan abu-abu adalah warna suram yang tidakmemiliki intensitas hue. Oleh sebab itu warna abu-abu dapat berperan 190
sebagai warna netral yang dapat menyatukan warna lainnya terutamawarna kontras. Warna hitam dapat mengikat warna-warna kontras olehkarena hitam menyerap cahaya, karena warna-warna kontras yangintensitasnya tinggi kekuatan refleksi cahayanya dikurangi oleh warnahitam jika digunakan sebagai latar belakang, atau sebagai kontur garistepi bentuk. Putih adalah sebaliknya dari hitam karena memantulkanseluruh gelombang spektrum warna, sehingga warna kelihatan lebihcerah di atas putih. Sedangkan abu-abu memantulkan setengah darisetiap spektrum warna.Untuk lebih memahami bagaimana peran warna dalam seni rupaperhatikanlah karya-karya berikut. Perhatikan cerah suramnya,gelap terangnya dan bagaimana perannya dalam ruang dan bentuk ? a Gambar172. (a) Aplikasi warna- warna intesitas tinggi, (b) Aplikasi warna-warna intesitas rendah. b 191
Tugas Latihan Gambar 173 . Aplikasi warna primerUntuk dapat memahamipotensi warna lakukanlahlatihan berikut ini:x Ambil selembar kertas gambar, lalu buatIah bentuk-bentuk geo- metris dengan ukuran yang bervariasi, guna- kan pensil.x Pertimbangkan dan ra- sakan susunannya, jika dirasa sudah baik te- rapkanlah warna-warna panas pada bentuk dan latar be-lakangnya . Gunakan warna cat posterx Dengan prosedur yang sama buatIah bentuk- bentuk organis dengan warna-warna dinginx Bandingkan kedua ha- sil karya itu dan rasa- kan temperatur war- nanya!Perhatikan warna-warna yang ada di alam disekeliling anda. Apakahada kombinasi warna yang tidak menyenangkan? Alam sangatbijaksana, lihatlah warna-warna bunga, walaupun kontras dengandaunnya yang hijau tetapi tetap menyenangkan. Pelajarilah itu !d. Skema warna Bagaimana caranya mengkombinasikan warna? Walaupun seleradalam memilih dan mengkombinasikan warna itu sifatnya sangat pribadi,pertanyaan tadi maksudnya untuk mengetahui apakah ada pedomandalam penyusunan kombinasi warna. Skema warna memberikan suatukunci bagaimana mendapatkan susunan warna serasi yang dapatditerapkan ke dalam karya seni rupa dan kriya. Namun demikian kunciskema warna ini bukanlah harga mati, ini hanyalah suatu tuntunan jika 192
menemui kebuntuan dalam upaya mendapatkan warna yang diharapkan.Hal yang sangat menentukan adalah suasana hati berupa ketajamanrasa dalam menentukan warna. Sumber penggunaan skema warna iniadalah lingkaran warna. Ada beberapa kunci untuk mendapatkan warnayang serasi yaitu monokromatik, analogus dan komplementer.Monokromatik, susunan warna ini berdasarkan satu hue; 'mono' berartisatu dan 'kromatik' berarti warna. Dalam kombinasinya menggunakansatu nada warna, yaitu hue murni ditambah dengan tint dan shade.Keharmonisan mudah dicapai, namun perlu variasi dalam unsur lainnyaagar tidak membosankan. Pada gambar berikut motif divariasikanukurannya, dan susunan pengulangan motif secara acak, walaupunmotifnya sejenis terasa tidak membosankan. Pada gambar 175 susunanwarna monokromatik diberi aksen merah, sehingga merah menjadidominan dan pusat perhatian. Warna merah memiliki intensitas yang kuatsehingga mengalahkan warna lainnya, selain itu merah dalam bentuksegitiga bersifat kontras dengan bentuk bulat dengan warna abu-abudengan tiga variasinya sehingga susunan sangat menarik perhatiandengan latar belakang hitam. Susunan bentuk bulat sangat menarikwalaupun dalam satu nada, oleh karena ukuran dan susunannya yangdinamis seakan bentuk bulat tersebut bergerak-gerak seperti gelembung-gelembung di udara. Penyusunan dengan cara demikian sangat baikmenghindari kejemuan karena bentuk dan nada warna yang monotone.Gambar 174. Penerapan warna monokromatik 193
Gambar175 . Warna monokromatik dengan aksen warna primer merahGambar 176. Penggunaan warna monokromatik 194
Analogus, susunan warna yang terdiri dari dua sampai empat warnayang bersebelahan dalam lingkaran warna dengan satu warna primer.Susunan warna ini juga mudah untuk mendapatkan harmoni karenahampir semuanya memiliki nada warna yang sama, misalnya ungumemiliki unsur biru, ungu biru memiliki unsur yang sama pula. Padasusunan berikut biru merupakan aksen yang tidak kontras sehinggaharmoni tidak sulit untuk didapat. Sedangkan latar belakang abu-abusebagai warna netral juga menyatukan warna dan bentuk yang agakberbeda dalam kualitasnya. Susunan analogus lebih menarik karena adasalah satu warna pokok yang menonjol sebagai penekanan perhatian.Hal ini berbeda dengan warna monokromatik karena semua warnasenada. Pada susunan berikut, warna dan bentuk saling berinteraksi,misalnya bentuk ungu dalam garis spiral geometris berhubungandengan bentuk biru dalam garis spiral organik namun kontras dalamkualitasnya, yaitu sifat geometris dan organisnya dari kedua jenis garissehingga hubungannya tidak menjadi monotone walau warnanya senada. Gambar 177. Penerapan warna analogusKomplementer, yaitu susunan warna yang berhadapan dalam lingkaranwarna. Skema warna ini terdiri beberapa macam. Perhatikan tabelberikut. Warna komplemen pada dasarnya adalah warna kontras, apabiladisusun secara tepat dapat sangat menarik perhatian, namun sebaliknyajika kontras tidak dapat dikontrol dapat menyebabkan tidak nyaman padapenglihatan. Dalam susunan warna berikut, kontras diikat dengan latar 195
Gambar 178 . Penerapan warna komplementerbelakang hitam sehingga dapat menjadi harmoni. Susunan terlihatdinamis karena karena warna-warna yang diterapkan pada bentuk-bentuk kontras memancar dari satu titik pusat di sudut kiri bawah.Dengan demikian hitam sangat kuat menyatukan unsur-unsur yangberbeda.Gambar 179. Penggunaan warna komplementer. 196
Bagan 5. Skema Warna Sumber: Marial L. Davis.e. Makna Warna Hal yang perlu juga diketahui dalam menggunakan warna adalahtentang bahasa warna. Walaupun sesungguhnya bahasa warna sangatsubyektif dalam mengartikan dan menggunakannya, namun secaraumum warna dingin dan gelap dengan intensitas yang rendah kelihatanlebih tenang, meditatif dan introspektif. Sebaliknya warna panas denganintensitas tinggi dapat memberi kesan cerah, kelihatan dinamis, lincahdan menonjol. Dengan demikian kedua jenis warna ini memiliki sifatkontras, jika digunakan dengan tepat proporsinya dapat memberikankesan perasaan yang menyenangkan. Sebagai acuan, para ahli telah mengartikan warna sebagai tabelberikut . 197
Tabel 3 . Makna WarnaNama Warna Makna WarnaMerah : cinta, nafsu, kekuatan, semangat, tenaga, ketertarikan, bahaya, kemarahan.Merah – Orange : spirit, enerji, kekuatan, berani dan tindakan.Orange : hangat, ceria, muda, kenikmatan.Kuning – orange: kebahagiaan, kemakmuran, keramahan, optimisme, dan keterbukaan.Kuning : terang, pintar, bijaksana, hangat .Kuning - hijau : persaudaraan, muda, hangat, baru.Hijau : muda, belum berpengalaman, tumbuh, kaya, kesegaran, kalem dan istirahat.Biru - hijau : diam, santai, halus, setia.Biru : damai, setia, tertahan, konservatif, pasif hormat, kesedihan, kelembutan.Biru - ungu : spiritualisme, kerendahan hati, kedewasaan, kehor- matan, kelelahan.Ungu : keajegan, keagungan, dramatis, dominan, misteri, formal, melankoli, tenang.Merah - ungu : tegang, terasing, dramatis.Cokelat : tidak formal, hangat, alamiah, persahabatan, kemanusiaan, seperti tanah.Hitam : kehormatan, berduka, formal, kematian, muram, tak menentu, sedih, misteri.Abu-abu : ketenangan, penyerahan, keagungan, netral.Putih : kesenangan, harapan, kemurnian, mustahil, kebersihan, spiritualisme, kenikmatan, pemberian maaf, pencerahan, kesucian.Sumber: Marian L. Davis 198
Tugas A : Studi Observasi Warna di LingkunganAgar lebih dapat mengahayati bagaimana arti sebuah warna cobaamati lingkungan anda di rumah, di sekitar rumah dan di kampunganda. Warna apa yang dominan dalam lingkungan itu dan bagai-mana perasaan anda tentang warna tersebut? Selain itu amati warnapakaian dari teman-teman anda, warna apa yang dominandikenakannya lalu tanyakan kenapa mereka menyukai warna ter-sebut! Kemudian untuk melatih perasaan anda lihatlah warna langityang biru bersih, warna api yang menyala, warna tanah, warna daundari pepohonan, resapi betul warna-warna itu dan apakah adaperbedan rasa yang dimiliki olek setiap warna itu? Tuliskan hasilpengamatan itu sebagai laporan sebanyak 3 halaman A4, satusetengah spasi.Tugas B : Latihan Pengembangan Motif dan Penerapan WarnaUntuk dapat memahami bagaimana menyusun warna serasi yangmenurut kunci skema warna sebaiknya lakukanlah latihan berikut :x Pergilah ke kebun, pilih sebuah pohon besar, pohon bunga atau sejenis rerumputan. Amati dengan cermat batangnya, daunnya, bunganya mungkin juga ada buahnyax Mulailah membuat sket dari beberapa bagian pohon tersebut secara terpisah-pisah. Gambar ini merupakan studi dari pohon itu yang nantinya akan dipindahkan menjadi sebuah motif sederhana.x Dengan kertas lain buatlah lima buah motif berdasarkan bentuk- bentuk dari pohon yang telah digambar tadix Pilih salah satu motif yang paling disenangi kemudian beri warna monokromatik dengan warna poster atau cat air.x Dengan prosedur yang sama buatlah gambar studi dari berbagai obyek, dapat binatang atau benda-benda lainnya yang ada disekitar anda, kentudian terapkan pula skema-skema warna lainnya : analogus dan kontplementer.x Gunakan contoh-contoh di atas sebagai acuan. 199
5. Unsur Tekstur Perhatikanlah tekstur berikut, bagaimana anda melihat danmerasakan permukaannya? Untuk lebih nyata lagi lihatlah permukaanlantai di bawah anda, sepatu anda, kaca jendela, almari dan kalau bisalihat permukaan sebuah karya seni rupa atau kriya. Bagaimanakelihatannya? Bagaimana pula, rasanya kalau diraba ? Semua itumenunjukkan kepada kondisi permukaan suatu benda. Dapatkah andamendefinisikan tekstur itu lebih jelas? Gambar 180. Tekstur dengan teknik mar- bling karya peserta Diklat Dasar Seni Rupa/Kekriyaan Tekstur sangat menentukan keberhasilan sebuah karya seni rupa dankriya, karena bersamaan dengan warna, tekstur menentukan kualitaspermukaan yang terlihat paling awal. Dalam seni rupa dan kriya teksturdapat dianalisa melalui dua aspek, yaitu kualitas raba suatu permukaandan kualitas visual suatu benda. Oleh sebab itu, tekstur dapatdibedakan menjadi dua, yaitu tekstur kasar dan tekstur semu. Gambar 181 . Tekstur semu dengan teknik cipratan 200
Karya mahasiswa Poliseni Yogyakarta Tekstur kasar bereaksi terhadap cahaya dengan memancarkan,menyerap dan memantulkannya. Oleh sebab itu tekstur dapat sebagaipenetralisir unsur-unsur yang tidak serasi, misaInya warna-warna yangsaling bertentangan dapat serasi di atas tekstur kasar. Hal itu disebabkankarena permukaan tekstur kasar tidak rata. Karena tonjolan permukaanmenyebabkan ada bayangan hitam yang sifatnya mengikat danmenyerap cahaya sehingga warna menjadi harmonis. Gambar 183. Tekstur kasar dengan teknik batik/lilin dan cipratan 201
Tugas latihanAgar berhasil menggunakan tekstur dalam karya seni rupa dankerajinan lakukanlah latihan berikut:x Ambil selembar kertas gambar A4x Keluarkan beberapa warna cat air dari tubenya secukupnya dan taruh di palet, kemudian beri air dan aduk hingga rata.x Ambil warna dengan kuas cat air no. 4 lalu cipratkan ke atas kertas berulang-ulang.x Untuk mendapatkan tekstur semu yang unik, semasih cat belum kering dapat ditimpa atau kertas dimiring-miringkan sehingga cat meleleh membentuk tekstur semu secara spontan.x Gunakan kertas yang lain kuaskan lem kertas di atasnya secara tipis Ambil kertas tisu, basahi dan tempelkan pada permukaan kertas yang sudah diberi lemx Pada waktu menempel dapat dibuat kerut-kerut yang membentuk tekstur kasar kemudian dikeringkan.x Setelah kering, permukaan yang telah bertekstur itu dapat diberi warna. Gunakan warna kontras untuk mengetahui bagaimana tekstur kasar itu dapat menetralisirnya.x Perhatikan karya tekstur yang telah dibuat itu, rasakan ! Bagaimana perbedaan antara tekstur nyata dan tekstur semu ? Untuk memperkaya perbendaharaan tekstur lakukanlah percobaan yang banyak !B. Prinsip Pengorganisasian Unsur Seni Rupa Suatu kalimat akan mudah dimengerti jika susunan kata-katanyamenggunakan tata bahasa yang baik. Begitu pula dengan karya seni rupadan kriya, akan nyaman dilihat jika menerapkan prinsip-prinsippengorganisasian dengan mantap. Prinsip pengorganisasian unsur senirupa dan kriya adalah tuntunan dasar dalam mengatur suatu komposisidari unsur-unsur tersebut. Karena itu dalam penerapannya tidak kakuatau terpaku dengan contoh yang ditawarkan dalam buku ini. Contoh-contoh tersebut harus digunakan sebagai acuan, dikembangkan dandijelajahi kemungkinan-kemungkinannya. Secara umum ada tiga tipeprinsip pengorganisasian, yaitu bersifat mengarahkan, memusatkan danmenyatukan. Prinsip yang mengarahkan menuntun perhatian dari satu tempat ketempat lainnya, membuat klimaks dan menekankan arah dalam suatukomposisi. Prinsip ini terdiri dari pengulangan, selang-seling, rangkaian, 202
transisi, gradasi, irama dan radiasi. Prinsip yang bersifat memusatkancenderung menonjolkan dan memfokuskan perhatian kepada suatubagian yang khusus dalam komposisi. Prinsip ini terdiri dari konsentrasi,kontras dan penekanan. Prinsip menyatukan menuntun perhatian kepadaseluruh bagian dari kornposisi, menghubungkan dan menyatukan unsur-unsur serta prinsip-prinsip yang digunakan. Oleh karenanya prinsip inipaling rumit dibandingkan dengan lainnya. Seluruh jenis prinsip dapat diterapkan secara struktural maupundekoratif, namun ada yang lebih cocok diterapkan secara dekoratif,seperti selang-seling dan konsentrasi. Prinsip pengorganisasian mempe-ngaruhi struktur, fungsi dan hiasan sebuah karya. Oleh sebab itu seorangpekerja seni rupa dan kriya harus mengetahui betul karakter dan potensisetiap, prinsip pengorganisasiannya agar dapat mengembangkan dalammenerapkannya ke dalam karyanya dengan baik.1. Prinsip Mengarahkana. Pengulangan Prinsip pengulangan merupakan bprinsip pengorganisasian unsur yangpaling sederhana dan paling men-dasar. dalam penerapannya prinsipini menggunakan unsur yang samaberulang-ulang dalam lokasi yangberbeda. Dengan prinsip ini per-hatian dituntun mengikuti suatu arahsusunan unsur dalam komposisi dancepat mendapatkan harmoni dankesatuan. Namun karena mengulanghal yang sama dapat cepat mem-bosankan. Pengulangan ada duamacam yaitu pengulangan teraturdan pengulangan tak teratur. Peng-ulangan teratur menerapkan unsursama dalam segala hal sedangpengulangan tak terratur ada sedikitvariasi sehingga, kelihatan lebih me-narik. Perhatikan contoh gambar gu-nakan sebagai acuan untuk latihan. Bagan 5. Prinsip Pengulangan (a) Pengulangan Teratur, (b) Pengulangan tak teratur 203
b a Gambar 184 . (a) Pengulangan tak teratur, (b) pengulangan teratur.Tugas LatihanLakukanlah latihan berikut ini agar dapat menghayati bagaimanamenerapkan unsur-unsur seni rupa secara berulang-ulang.x Buatiah satu jenis bentuk geometris dan susun secara berulang dengan ukuran yang sama, gunakan pensil dengan goresan tipis.x Setelah dirasa susunannya baik terapkanlah warna yang sama pada setiap bentuk itu. Gunakan warna cat posterx Dengan kertas yang lain gambarlah sebuah bentuk organis dan susun secara berulang dengan variasi ukuran, selanjutnya beri warna dengan tone yang berbeda.x Amati hasilnya, apakah bisa diterapkan ke dalam karya seni rupa dan kerajinan? 204
b. Selang-SelingPrinsip selang-seling me-nerapkan dua jenis unsuryang berbeda dan di-susun secara bergantian.Meskipun prinsip ini me-ngarahkan perhatian, te-tapi tidak selancar prinsippengulangan,karena adatempo perhatian yangtertahan oleh perbedaanunsur yang di-susun. Bagan 6. Selang-seling bentuk dan warnaPerbedaan unsur biasa-nya dalam satu jenismisalnya; unsur bentuk.Dalam susunan itu hanyaada bentuk geometrisyang berbeda, seperti se-gitiga dan bulatan. Prin-sip ini lebih kuat bilawarna-warna pada ben-tuknya juga selang-se-lingnya sama. Perhati-kanlah contoh (gb.185)bagaimana bentuk danwarna di-susun secarabergantian. Gambar 185 . Penerapan Prinsip Selang-Seling, karya mahasiswa DIII Poliseni YogyakartaTugas Latihanx Resapi latihan berikut ini dan lakukanlah dengan penuh perhatian :x Buatah kolom-kolom persegi dengan pensil pada kertas gambar anda.x Pilih dua jenis bentuk binatang kemudian pada kolom-kolom tersebut gambarlah kedua bentuk binatang itu dengan menempatkannya secara selang-seling.x Selanjumya terapkanlah warna yang berbeda pada bentuk binatang itu.x Perhatikanlah hasilnya, amati dan rasakan. Jika ada yang kurang sempurna perbaiki. Pikirkan apakah prinsip ini dapat diterapkan dalam seni rupa dan kerajinan ? 205
c. Rangkaian Bagan 7. Prinsip Rangkaian Rangkaian merupakansatu unit susunan unsuryang disusun secara ber-ulang dalam satu kom-posisi. Susunan dari unit-unit itu menuntun dan me-ngarahkan perhatian kepa-da suatu klimaks. Unitunsur-unsur itu tidak harusselalu sama, mungkin da-lam satu unit ada beberapaunsur, misalnya satu unitterdiri dari garis dan bentukdan gabungan dari unit itudapat membentuk motifPerhatikanlah contoh (gb.186) gunakan sebagai acu-an dalam latihan. Gambar 186 . Penerapan Prinsip RangkaianTugas LatihanLakukanlah latihan ini agar dapat menyusun unsur denganprinsip rangkaian.x Buatlah kolom-kolom segi-empat pada kertas gambar dengan pensil.x kemudian dengan tinta hitam dan alat pena isilah kolom- kolom itu dengan berbagai jenis unsur, terutama garis dan bentukx Setiap kolom terdapat unsur-unsur yang berbeda.x Perhatikan hasilnya, pikirkan apakah dapat diterapkan dalam seni rupa dan kerajinan ? 206
d.Transisi a Transisi disebut seba- bgai perubahan dari satukondisi ke kondisi yang clain. Dalam seni rupa dankerajinan, ini merupakan Bagan 8. Prinsip transisi: (a) Transisi garis, (b) Transisiprinsip yang mengarah- ruang, (c) Transisi warna dan teksturkan secara halus melaluiperubahan yang ditampil-kan. Tidak ada tingkatanperubahan, tidak ada per-bedaan kondisi dalamproses perubahannya, ti-dak disadari ada per-ubahan karena kehalus-annya. Kekuatan prinsipini justru pada kehalusanperubahannnya sehinggadalam beberapa hal, prin-sip termasuk prinsip yangmenyatukan hal-hal yangberbeda. Biasanya tran-sisi dikonotasikan hanyaterhadap warna, tetapisebenamya dapat dite-rapkan kepada setiap un-sur. Perhatikan ( gb. 187)gunakan sebagai acuandalain praktek. Gambar 187 . Kehalusan gradasi dapat memunculkan transisi warna. 207
Tugas LatihanPrinsip ini sangat penting dalam seni rupa dan kerajinan terutamadalam menyerasikan unsur-unsur yang tidak sama. Oleh sebab itulakukanlah latihan berikut ini untuk lebih menguasai potensinya. x Letakkan kertas gambar dalam posisi melintang, di sebelah kiri taruh cat poster warna merah, dan di sebelah kanan taruh warna poster kuning. x Secara perlahan lelehkan kedua warna itu menuju ke tengah dengan kuas, setelah kedua warna bertemu gunakan kuas untuk mencampur warna tersebut dengan menguasnya secara berulang sehingga pertemuan warna itu betul-betul tercampur dengan halus. x Lakukanlah ladhan transisi ini terhadap unsur yang lain, gunakan contoh gb. sebagai acuan.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 e. Gradasi a Tingkatan merupakan ciri b khas prinsip gradasi. Ting- katan tersebut adalah satu C perubahan dari sebuah un- sur. Karena merupakan ting- Bagan 5. Prinsip Gradasi katan maka unsur tersebut sama dalam segala hal ke- cuali ukuran pada unsur garis, ruang, dan bentuk, dan value dalam warna. Tanpa kita sadari gradasi ini sering digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari, misalnya tingkatan dalam belajar di se- kolah, tingkatan dalam la- pisan masyarakat, dalam ku- alitas benda produk indus-tri dan sebagainya. Dalam seni rupa prinsip ini sangat kuat mengarahkan perhatian. Un- tuk membuat gradasi di-per- lukan lebih dari dua tingka- tan. Prinsip ini jika digunakan dalam tingkatan yang pan- jang, yang dapat menim- bulkan ilusi ruang tiga dimen- sional. 208
Gambar 188 . Penerapan Prinsip Gradasi warna aTugas Latihanx Gunakan kertas gambar A4, tentukan sebuah bentuk organis untak digambar.x Buatlah perubahan bentuk itu dalam lima tingkatan dalam lima kolom, sehingga perubahannya dari besar ke kecil bisa dari atas ke bawah atau sebaliknyax Gunakan dua warna dan terapkan secara bertingkat pula.x Setelah selesai pikirkan bagaimana menerapkannya ke dalam karya anda.f. lrama a Di dalam seni rupa dan seni bkerajinan irama merupakan susunankesan gerakan dari unsur visual. Bagan 9. (a) Irama Berombak, (b) Irama ZigzagKesan gerakan itu mungkin mengalirbergelombang, putus-putus, zig-zagdan sebagainya. Irama akan lebihkuat efeknya bila dilakukan secaraberulang. Irama dalam seni rupadapat dianalogikan dengan iramadalam seni musik. Unsur-unsur visual 209
seperti garis, bentuk dan warna dapatdiulang, dikelompokkan, dibe-sarkandikecilkan disusun dalam suatubidang dapat memberi kesan irama.Irama mempengaruhi ukuran bidangmenjadi lebih besar karena sifatnyayang dinanis. Penerapan garislengkung lebih mudah untuk men-dapatkan kesan irama, diban-dingkanunsur-unsur lainnya. Walaupun iramadapat juga dicapai dengan unsurbentuk dan ruang. Gerakan iramadapat ke berbagai arah dapat dimulaidari pinggir maupun tengah. Per-hatikan contoh gb.189 (a,b) dangunakan sebagi acuan dalam latihan. b Gambar 189. (a) Penerapan Irama berombak, (b) penerapan irama Zigzag aDalam kedua karya ini yang palingjelas terlihat adalah irama garis.Kedua gambar memiliki irama yangkontras; gambar (189a) irama ga-risnya zig-zag oleh karenanya kesanyang disampaikan tajam, gambar (189b) irama garisnya mengalun begitupula susunan bentuk mengikuti iramagaris sehingga kesannya lembutmenyenangkan. 210
Tugas LatihanLakukanlah latikan berikut ini agar dapat memahami potensi prinsipIrama sebagai pedoman untuk menyusun unsur seni rupa.x Gunakan kertas gambar A4, buatlah garis-garis bergelombang dari sisi kiri ke sisi kanan.x Buatiah susunan bentuk geometis dengan mengikuti gerak garis tersebutx Berilah warna-warna analogus pada bentuk itu dan warna netral pada latar belakangnyax Dengan kertas lain dengan prosedur yang sama, buatlah susunan bentuk organis dengan jenis irama yang lain.x Perhatikan hasilnya , pikirkan tentang penerapannya ke dalam karya seni rupa dan kriya.g. Radiasi Perhatikanlah matahari yang baru terbit di ufuk timur, perhatikan pulabunga yang berhelai daun lancip. Keduanya memiliki sifat pancaranmenuju titik pusat. Prinsip radiasi mengikuti sifat pancaran itu. Dalarnmenyusun unsur-unsur seni rupa penampilannya menyampaikan kesangerakan memancar dari suatu titik pusat ke segala arah. Titik pusat dapatnampak secara nyata maupun tidak kelihatan, dan dapat dimulai darisetiap sisi atau dari tengah. Prinsip ini sangat kuat mengarahkanperhatian jika penerapannya tepat. Misalnya bentuk-bentuk yang kecildiletakkan dekat dengan titik pusat pancaran dan bentuk-bentuk yangbesar menjauh dari titik pusat. Begitu pula value warna terang dekat titikpusat dan yang gelap jauh dari titik pusat.Bagan 10. Prinsip Radiasi 211
ab Gambar 190 . Penggunaan Prinsip RadiasiTugas Latihanx Gunakan kertas gambar A4 dan buadah garis-garis yang memancar dari satu titik pusat di tengah kertas.x Buatlah bentuk-bentuk geometris yang mengikuti gerak garis yang memancar, dimana bentuk yang kecil didekatkan ke titik pusat pancaran dan yang besar jauh dari titik pusat itu.x Dengan warna pastel terapkanlah warna-warna panas pada bentuk-bentuk itu dan warna netral pada latar belakang.x Dengan prosedur yang sama buatIah pancaran titik pusatnya tidak kelikatan dan posisinya tidak harus ditengah kertas. Terapkan bentuk organis, warna dingin dan warna netral.x Pikirkan tentang aplikasinya ke dalam karya seni rupa dan kria.2. Prinsip Memusatkan Bagan 11. Prinsip konsentrasi 212
a. Konsentrasi Prinsip ini merupakan susunan dari perkembangan satu bentuk yangmemiliki satu pusat. Prinsip ini mirip prinsip radiasi. Jika radiasimemancar dari satu titik pusat, sedangkan konsentrasi membesar darisatu bentuk atau bentuk-bentuk ber-putar mengarah kepada satu titik.Bentuk-bentuk itu dapat geometris atau organis. Konsentrasi sangat kuatmemfokuskan perhatian, sehingga penerapannya harus dipertimbangkandengan matang. Unsur-unsur yang dapat diterapkan dengan prinsip inihanya garis, ruang dan bentuk, sedangkan tekstur dan warna hanyamendukung efektifitasnya. aGambar 191 . Penggunaan Prinsip Konsentrasi b 213
Tugas Latihanx Ambilah kertas gambar A4, buatlah sebuah bentuk geometris.x Besarkanlah ukuran bentuk itu dengan menarik garis yang identik dengan kontur bentuk tersebut. Lakukanlah hal ini beberapa kali.x Buat bentuk lain di sebelah bentuk yang pertama itu lalu besarkanlah ukuran bentuk itu dengan cara yang sama dengan sebelumnya.x Buat bentuk-bentuk yang sama sehingga susunannya dirasa sudah baik lalu terapkan warna-warna panas dan dingin pada bentuk itu dengan gradasi dari tua ke muda mulai dari tepi bentuk.x Pikirkanlah tentang penerapannya ke dalam karya seni rupa dan kriab. Kontras Kehidupan ini terjadi karena kontras: ada siang-malam, pria-wanita,panas-dingin, sedih-bahagia dan seterusnya. Dalam seni rupa banyakyang menghindari penerapan kontras, padahal dapat memberikan dayatarik yang luar biasa bagi penglihatan.Perhatikanlah pohon bunga, lihat warna daunnya hijau, lihat warnabunganya yang merah, itu merupakan susunan unsur warna kontrasantara daun dan bunga tentu menyenangkan untuk dilihat. Kenapabisa demikian ? Kontras adalah suatu perasaan tentang perbedaan sesuatu. Dalamseni rupa, kontras justru digunakan untuk memperlihatkan hal-hal yangtidak sama atau untuk tujuan fokus perhatian. Jika kontras digunakansecara bijaksana akan menghasilkan susunan unsur yang menarik.Tetapi sebaliknya jika terlalu banyak kontras dapat menyebabkan su-sunan menjadi kacau. Kontras juga dapat digunakan untuk menim-bulkanilusi mengurangi ukuran, apabila bentuk terlihat terlalu tinggi, garishorizontal ditempatkan pada pada bentuk itu dapat mengurangi kesanyang tinggi. Kontras juga dapat memberikan keseimbangan, misalnyadalam suatu komposisi jika terlalu berat ke kanan dapat diseimbangkandengan menempatkan sesuatu di sebelah kiri dengan posisi mengarah keluar sebelah kiri. Dengan demikian komposisi yang tadinya mengarah kekanan ditarik ke kiri oleh sesuatu yang ditempatkan mengarah ke kiri. 214
Bagan 12. Prinsip KontrasGambar 192 . Penerapan Prinsip Kontras: Kontras warna dan bentuk. 215
Gambar 193 . Penerapan Prinsip Kontras: Kontras warna dan bentuk. Perhatikan gambar 192 ada dua unsur kontras, yakni unsur bentukdan warna. Bentuk segitiga dan bentuk organik bergelombang adalahkontras begitu pula warna biru pada bentuk segi tiga dan warna orangepada bentuk lainnya. Masih mirip dengan gambar 192, pada gambar 193ada dua jenis kontras bentuk dan warna, namun pada unsur warna adaempat warna kontras yaitu biru dan orange, serta kuning dan ungu.Fungsi kontras yang paling kuat jika digunakan tidak berlebihan dapatmembuat susunan tidak membosankan.Temukan unsur-unsur apa saja yang kontras dalam karya ini?Bagaimana pendapatmu tentang kontras dalam karya tersebut,diskusikan dengan teman anda ! 216
Gambar 194 . Stuart Davis, Seme, 1953, (sumber: Paul Zelanski ).Tugas Latihanx Gunakan kertas gambar A4, susunlah dua jenis bentuk geometris yang bertentangan, gunakan pensil untuk membentuknya.x Setelah dirasa susunan sudah baik maka selanjutnya gunakan pastel dan terapkan warna komplementer pada bentuk tersebut serta warna netral pada latar belakang.x Gunakan kertas yang lain, berilah tekstur pada kertas itu dengan cipratan-cipratan cat air.x Setelah kering buatIah susunan bentuk-bentuk geometris dan organis di atas tekstur itu.x Terapkan warna komplemen triad pada bentuk-bentuk tersebut Perhatikan hasilnya dan pikirkan bagaimana kontras diterapkan ke dalam karya seni rupa dan kerajinan baik dalam struktur dan hiasannya.x Gunakan contoh berikut sebagai acuan. 217
c. Penekanan ab Gambar 195 . Penerapan Prinsip Penekanan c Perhatikanlah gambar 195 di atas ! Dimana perhatian anda dipusatkan? Kenapa demikian? Diskusikan dengan teman! Penekanan sebagai salah satu prinsip yang memusatkan perhatianberbeda dengan dua prinsip sebelumnya. Prinsip ini lebih bebas karenadalam menempatkan 'centre of interest' dalam komposisi tidak terikatdengan gerakan arah garis, tetapi dapat dilakukan dengan berbagai caraseperti mengelompokan bentuk, memberikan warna yang berbeda darisekitarnya, memberikan hiasan atau motif sehingga perhatian tertujukepada tempat yang ingin ditonjolkan. Selain itu dapat pula salah satu 218
unsur diisolasi untuk mendapat perhatian khusus dan klimaks pada karyayang dibuat. Prinsip ini sering juga disebut sebagai prinsip dominan atauprinsip subordinasi, yang mana ada satu aspek yang mendominasilainnya. Apabila dalam suatu komposisi ada lebih dari satu fokusperhatian harus diperhatikan kekuatannya jangan membuat fokusperhatian dengan kekuatan sama, karena hal tersebut dapat membuatkekacauan. Namun demikian tidak semua karya seni rupa dan kriya ataukerajinan memiliki penekanan perhatian, biasanya hal tersebut ada padakarya-karya desain tekstil yang motif-motifnya disusun secara berulangdalam ukuran yang sama memenuhi ruang.Selanjutnya perhatikan pula aplikasi prinsip pengorganisasian pada gambar 196 ! Bagaimana prinsip yang diterapkan? Gambar 196 . Agus Djaja, Dalam Taman nirwana (sumber: koleksi Presiden Soekarno 219
Gambar 197 . Henri Rousou, The Dream (sumber: Paul Zelanski)Tugas LatihanLakukanlah latihan berikut agar mengetahui bagaimana potensiprinsip penekanan dapat digunakan untuk menyusun unsur-unsurseni rupa.x Gunakan kertas gambar A4, berilah tekstur yang lembut dengan warna-warna yang intensitasnya lemah.x Buatlah susunan bentuk segi empat sama sisi dengan menerapkan prinsip penekanan, dapat dengan mengelompokan, membedakan warna, atau memberikan motif.x Terapkan warna-warna dingin pada bentuk-bentuk tersebut.x Perhatikan hasiInya dan pikirkan bagaimana menerapkan ke dalam karya seni rupa dan kerajinan.x Gunakan contoh berikut sebagai acuan. 220
3. Prinsip Menyatukana. Proporsi Salah satu cara membuat susunan nampak menyenangkan adalahmelalui penerapan prinsip proporsi. Prinsip ini tidak hanya terdapat dalamseni rupa, yang menakjubkan proporsi terdapat pada semua benda yangada di alam ini. Pada tubuh manusia misalnya, tubuhnya dapat terlihatmenarik jika proporsinya tepat antara bagian tubuh yang satu denganlainnya antara kepala dengan seluruh badan, anatara telapak tangandengan lengan, antara hidung dan tinggi kepala dan seterusnya. Proporsi merupakan hasil dari hubungan perbandingan antara jarak,jurnlah, tingkatan, dan bagian disebut sebagai proporsi atau hubungansatu bagian dengan bagian lain dan keseluruhan dalam suatu susunan.Sebuah karya seni rupa dan seni kerajinan dikatakan berhasil jika unsur-unsurnya disusun berdasarkan suatu proporsi. Proporsi dapat diterapkanpada karya nirmana datar maupun nirmana ruang. Dengan proporsi da-pat ditelaah bagian-bagian dari sebuah karya atau keseluruhan dari karyaitu. Pada dasarnya proporsi dapat dilihat dari empat tingkatan, yaitu :1. Di dalam satu bagian, seperti perbandingan antara panjang dan lebar.2. Di antara bagian-bagian, perbandingan antara satu bentuk dengan bentuk lainnya dalam satu susunan.3. Bagian dengan keseluruhan, perbandingan antara bentuk-bentuk dalam susunan dengan keseluruhannya.4. Keseluruhan dengan sekitarnya, perbandingan antara seluruh susunan dengan apa yang ada disekitarnya Perhatikanlah gambar bagan di bawah ini !ab c Bagan 13. Beberapa jenis proporsi 221
Dari suatu test yang dilakukan oleh Patrick Carpenter terhadapbeberapa kelompok orang yang berbeda pekerjaannya, ternyata hasilnyamenunjukkan bahwa pembagian bidang (bagan 13c) yang disenangi olehsebagian besar partisipan. Pembagian bidang itu berdasarkan proporsiGolden Section atau proporsi emas. Proporsi ini berasal dari YunaniKuno yang berpijak kepada pembagian secara matematik yaitu bagianyang kecil cukup menarik perhatian dan bagian yang besar cukup keciluntuk menjadi pembandingnya kira-kira perbandingannya 3 : 5 atau 5 : 8.Misalnya pada pembagian bidang di atas lebarnya dua pertiga daripanjangnya. Dari percobaan itu menunjukkan bahwa proporsi yangmenarik adalah pembagian yang secukupnya dan tidak berlebihan.Pembagian yang sama kurang menarik karena statis, begitu pulapembagian yang berlebihan yang membuat salah satu menjadi dominan. Oleh karena itu, proporsi (bagan13c) merupakan proporsi alami.Secara tidak disadari pertumbuhan mahluk hidup proporsi fisiknyamengikuti proporsi ’emas’ tersebut. Selanjutnya perhatikan pula analisa proporsi terhadap hasil lukisan di bawah ini! b Gambar 198 . (a) Pemandangan di Pegunungan (b) Pemandangan di Cina (sumber: Koleksi Presiden Soekarno a 222
Tugas LatihanKarena Proporsi sangat penting dalam kegiatan penyusunankomposisi maka untuk memahaminya lakukanlah latihan berikut ini.x Ambilah sebuah benda seni rupa dan kerajinan.x Analisalah proporsi benda tersebut. Bagaimana pembagian bidangnya ?x Gunakan kertas A4, buatlah tiga buah segi empat panjang dengan pensil.x Bagilah ketiga bidang itu berdasarkan ketiga proporsi tersebut di atas, selanjutnya berilah warna kepada bidang-bidang tersebut.x Dengan kertas gambar yang lain buatlah tiga buah gambar benda pakai yang masing-masing menerapkan ketiga jenis proporsi tersebut di atas.x Amati hasilnya, bagaimana menurut anda penerapan proporsi tersebut ?b. KeseimbanganBagaimana pendapatmu tentang keseimbangan dalam seni rupa?Konsep tentang keseimbangan menyangkut hal berat, ukuran, dankepadatan yang ada pada perasaan kita jika melihat sebuah karya.Keseimbangan tercapai jika ada suatu perasaan akan kesamaan,keajegan dan kestabilan. Ada tiga jenis keseimbangan yaitu: keseimbangan mendatar,keseimbangan tegak lurus dan keseimbangan radial. Keseimbanganmendatar unsur yang disusun mengikuti arah garis mendatar bagan 14a,begitu pula keseimbangan tegak lurus mengikuti posisi garis vertikalbagan 14b, dan keseimbangan radial mengikuti arah garis ke segala arahbagan 14c. Tipe keseimbangan ada dua, yaitu keseimbangan formal atau simetrisdan keseimbangan informal atau asimetris. Dalam keseimbangan formalkedua bagian dari pusat keseimbangan identik dalam segala hal satudengan lainnya. Keseimbangan ini lebih mudah dicapai, tetapi sifatnyalebih statis, sedang pada keseimbangan informal atau asimetris bagian-bagian di sebelah pusat keseimbangan berbeda tetapi dapat memberikanperasaan kesetaraan. Tentu hal ini memerlukan interaksi yang lebih rumitdi antara unsur yang disusun. Hasilnya lebih dinamis dibanding kese-imbangan formal. 223
ba Gambar 199. Penerapan prinsip keseimbangan mendatar, vertikal dan radial.c 224
Bagan 14 . Jenis Prinsip Keseimbangan: a. Keseimbangan mendatar, b. Keseimbangan tegak lurus, c. Kseimbangan radial ab cLihatlah karya seni rupa berikut, jelaskan tentang prinsipkeseimbangan yang diterapkan masing-masing dalam karyatersebut. Carilah garis porosnya di tengah dengan demikian akanlebih mudah melihat kanan-kiri, atas- bawah untuk menentukan jeniskeseimbangan yang diterapkan. 225
ab cdGambar 200 . Penerapan prinsip keseimbangan pada lukisan , patung dan relief: (a) Nyoman Gunarsa,penari (foto: Agung Suryahadi), (b) Botticeli, The Birth of Venus (sumber: Paul Zelanski), (c) Henry Moore,The Reclining Figure (sumber: Gombrich), Relief di Candi Surawana, Arjuna Wiwaha (sumber:Soekmono). a b Bagan 15. Tipe Prinsip Keseimbangan: a. Keseimbangan simetris, b. Keseimbangan asimetris 226
Gambar 201 . Thomas Gainsborough, Mr. And Mrs Andrew, (sumber: Paul zelanski). Perhatikan gambar 201, diskusikan dengan teman ! Keseimbangan apa yang diterapkan dalam lukisan itu?Tugas LatihanKeseimbangan dalam suatu karya seni rupa dan kerajinan jugamenentukan keberhasilannya. Jika tidak ada keseimbangan,perasaan menjadi tidak puas melihat karya tersebut Untuk itulakukanlah latihan ini agar mengalami langsung bagaimanamenyusun unsur seni rupa agar seimbang dan menarik perhatian.x Tentukanlah jenis dan tipe keseimbangan apa yang akan di- praktekan.x Gunakan pensil dan buatlah susunan bentuk-bentuk organis pada kertas gambar A4.x Selanjunya jika dirasa keseimbangan susunan bentuk itu sudah tercapai, terapkanlah warna berdasarkan skema warna komplemen 'single split' (lihat skema warna).x Dalam menerapkan warna harus hati-hati, pertimbangkan dan rasakan betul keseimbangannyax Selanjunya pikirkan tentang penerapannya dalam seni rupa. 227
c. Harmoni Untuk memahami tentang harmoni atau keselarasan coba perhatikanjari-jari anda. Perhatikan bentuknya, warnanya, garis-garisnya, teks-turnya. Apakah ada kesamaan? Apakah anda senang melihatnya?Kemudian jelaskan bagaimana unsur rupa yang terdapat pada jari andaitu! Harmoni merupakan suatu perasaan kesepakatan, kelegaan suasanahati, suatu yang menyenangkan dari kombinasi unsur dan prinsip yangberbeda, namun memiliki kesamaan dalam beberapa unsurnya. Semuaunsur, semua bagian dikompromikan, bekerja sama satu dengan lainnyadalam suatu susunan yang memiliki keselarasan. Dalam (gb. 202 a) ke- ab Gambar 202 . Penerapan Prinsip Harmoni karya peserta Diklat Dasar Seni Rupa/Kriyasamaan bentuk dan warna dasar hitam mengikat unsur warna yangberbeda, dan dikompromikan, diarahkan oleh prinsip yang memusatsehingga harmoni dan kesatuan dapat dicapai. Berbeda dengan (gb.202b) yang hanya terdiri dari hitam putih dengan bentuk dominan segiempat. Kontras terjadi dengan adanya sedikit lingkaran dan bentuk segiempat hitam dan putih. Perbedaan tersebut juga diikat dengan warnahitam. Keunikannya terletak pada adanya empat pusaran bentuk yangmembuat empat pusat perhatian, namun, tiga pusaran itu memilikikesamaanyang diimbangi oleh pusaran bentuk hitam pada latarbelakang. 228
Tugas LatihanLatihan ini sangat penting dilakukan untuk mengasah kepekaan rasaanda dalam menyusun suatu komposisi yang selaras.x Gunakan kertas gambar A4, lalu susunlah bentuk-bentuk organis dan geometis.x Upayakan bentuk-bentuk itu dapat dikompromikan satu dengan lainnya Boleh menggunakan dua atau lebih prinsip pengorganisasianx Setelah itu terapkanlah tekstur dan warna analogus.x Perhatikan dan perbaiki hal-hal yang belum selaras dan pertimbangkan tentang penerapannya dalam karya seni rupa dan kerajinan.d. Kesatuan Kesatuan merupakan perasaan adanya kelengkapan, menyeluruh,intergrasi total, kualitas yang menyatu dan selesai. Dalam kesatuan adahubungan dari seluruh bagian dalam susunan bekerjasama untukkonsistensi, kelengkapan dan kesempumaan. Ini adalah puncaknya dariseluruh prinsip pengorganisasian unsur seni rupa setelah prinsip har-moni. Kesatuan dicapai dalam suatu komposisi menciptakan suatuhubungan yang kuat antar unsur yang disusun (gb, 203 ), dapat karenasetiap unsur saling sentuh satu dengan lainnya atau berdialog satudengan lainnya, dapat karena adanya ketegangan saling tarik menarikantar bagian. Jadi kesatuan secara skematik dapat terlihat nyata dapatpula hanya tersirat karena hanya persepsi kita yang merasakan adanyakebersamaan. Perbedaan utama antara keserasian dan kesatuan adalah bahwapada harmoni semuanya berhubungan secara indah tetapi belum tentuutuh. Kesatuan memberikan sentuhan akhir, perasaan yang lengkap danselesai. Dalam suatu susunan kemungkinan ada keserasian tanpakesatuan, tetapi kesatuan tidak bisa diperoleh jika tanpa adanya ke-serasian. Misalnya, sekuntum bunga merupakan satu kesatuan yangserasi tetapi jika salah satu helai bunganya rontok kesatuannya tidak adatetapi masih ada keserasian. Oleh karena itu kesatuan tidak bisa adasalah satu dari unsur atau bagian yang hilang. Setiap bagian terkaitdengan bagian lainnya untuk menjadi keseluruhan yang utuh. 229
Perhatikan dua kuntum bungaini, pada bunga a terlihatbunganya masih utuh, setiapbagian mengandung unsuryang sama dan terkait satusama lainnya. Pada bunga bsatu helai daun bunganyahilang sehingga kesatuan darisusunan daun bunga yangindah itu menjadi rusak. b a Gambar203 . Penerapan Prinsip Kesatuan 230
Selanjutnya Perhatikan karya-karya berikut ini. Diskusikan dengan teman tentang kesatuannya ! abGambar 204. (a) A. Agung Suryahadi, The Zipped Lady, (b) Yudiantoro, Kuda-Kuda Binal, (c) Basuki Sumartono, Apa yang di dalam, (d) Heri Dono, Unttitled (sumber: (a) Agung Suryahadi, b,c,d (Katalog pameran Rekreasi 80) 231
ab Gambar 205. (a) Dani Daoed, Crossing, (b) Dunadi, Embarang (sumber: Katalog Pameran Patung Yogya).Tugas LatihanIni adalah tugas terakhir dari latihan menyusun prinsip peng-organisasian, oleh karena itu lakukanlah latihan ini dengan sebaik-baiknya.x Ambil selembar kerlas gambar A 4, dengan pensil buatlah susunan bentuk geometis dan organis.x Dalam menyusun bentuk-bentuk ita terapkanlah dua sampai tiga prinsip pengorganisasian sekaligus.x Setelah selesai membuat bentuk-bentuk berdasar tiga prinsip itu, selanjutnya terapkanlah warna-warna monokromatik dengan satu hue tambahan.x Dengan prosedur yang sama terapkan empat prinsip sekaligus dan gunakan pula warna ganda komplemen ditambah warna netral.x Setelah selesai perhatikan bagaimana prinsip kesatuan itu dapat diterapkan ke dalam karya seni rupa? 232
e. Ekonomi Prinsip ekonomi merupakan salah satu prinsip menyatukan denganmembuang hal-hal detail yang dirasa kurang esensial sehinggavisualisasi yang ditampilkan sesedikit mungkin tetapi dapat memberikannilai yang paling penting dari apa yang dimaksud oleh senimannya.Prinsip ini dapat memberi kelegaan perasaan karena persepsi tidakdisibukkan oleh banyak hal. Hal ini banyak diterapkan di dalam seni rupaJepang klasik karena pengaruh dari ajaran Zen Budisme dan pada saatini banyak mempengaruhi seni dan arsitektur modern dalam istilah yangberbeda yaitu minimalis. Prinsip ini juga diterapkan dalam Bauhaus suatulembaga pendidikan seni di Jerman terutama mengenai desain yaituLess is more , maksudnya suatu kemungkinan mensugestikan ide-ideyang kompleks dalam seni rupa atau desain dengan hanya menampilkansedikit visualisasi. b aGambar 206. (a) Vas bunga produk dinasti Ch’ing di Cina (sumber: Paul Zelanski), (b)Hasegawa Tohaku, Hutan Pinus (sumber: Joan Stanley Baker) Prinsip ekonomi yang ditampilkan dalam kedua karya ini nampakdengan jelas, pada gambar (206 a) vas bunga tidak ada hiasan danhanya menampilkan warna merah sehingga perhatian tertumpu padabentuk vas secara keseluruhan, pada gambar (206 b) Hasegawa dalammenggambarkan hutan finus hanya menekankan lepada beberapa pohondi latar depan dan beberapa pohon dengan tone warna lebih lemah dilatar belakang. Namun dapat mensugestikan bahwa itu adalah gambarhutan. 233
f. Hubungan dengan Lingkungan Salah satu hal yang perlu diketahui oleh seniman adalah untuk apadan siapa karya seni itu diciptakan. Apakah karya seni itu sebagai karyaseni murni ? Berarti yang akan menikmati adalah terbatas kepadamasyarakat yang paham dan mencintai seni, karya tersebut tentu akandisimpan sebagai koleksi pribadi, galeri atau museum. Apabila karya senitersebut diciptakan untuk memenuhi kebutuhan fungsional bagi masya-rakat, maka karya tersebut perlu mempertimbangkan segmentasi ataulapisan masyarakat yang menjadi sasaran? Karya ini dalam prosesnyamemerlukan beberapa pertimbangan, antara lain jenis ke-butuhan setiaplapisan masyarakat yang menjadi sasaran karya seni, kemudian per-timbangan kenyamanan, keamanan, kekuatan dan seba-gainya. Apabilakarya seni itu untuk diposisikan di tempat umum atau di suatu lingkungantertentu, karya seni tersebut perlu dipertimbangkan bahwa keber-adaannya serasi dengan lingkungan sekitarnya. Kesesuaian tersebutmeliputi ukuran, bentuk dan warnanya juga daya tahan jika beradaditempat terbuka. Pertimbangan ukuran perlu menjadi perhatian seperti luas atau ukuranruang yang tersedia untuk sebuah karya seni, sehingga tidak terlalubesar dan tidak pula terlalu kecil. Maka dalam hal ini pertimbanganproporsi ruang dengan bentuk sangat diperlukan. Selanjutnya pertim-bangan bentuk, warna, dan tekstur adalah untuk menyesuaikan rupakarya seni dengan lingkungan agar dapat menyatu, tidak lepas, danberfungsi dengan baik sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Untukitu unsur-unsur seni harus dapat ’berdialog’ dengan unsur-unsurlingkungannya. Maksudnya aspek karya seni memiliki hubungan yangserasi dengan aspek sekitarnya, dapat dinikmati dengan baik oleh orang-orang yang berada di lingkungan karya seni tersebut. 234
abGambar 204. (a) A. Agung Suryahadi, The Zipped Lady, (b) Yudiantoro, Kuda-Kuda Binal, (c) Basuki Sumartono, Apa yang di dalam, (d) Heri Dono, Unttitled (sumber: (a) Agung Suryahadi, b,c,d (Katalog pameran Rekreasi 80) 278
ab Gambar 205. (a) Dani Daoed, Crossing, (b) Dunadi, Embarang (sumber: Katalog Pameran Patung Yogya).Tugas LatihanIni adalah tugas terakhir dari latihan menyusun prinsip peng-organisasian, oleh karena itu lakukanlah latihan ini dengan sebaik-baiknya.x Ambil selembar kerlas gambar A 4, dengan pensil buatlah susunan bentuk geometis dan organis.x Dalam menyusun bentuk-bentuk ita terapkanlah dua sampai tiga prinsip pengorganisasian sekaligus.x Setelah selesai membuat bentuk-bentuk berdasar tiga prinsip itu, selanjutnya terapkanlah warna-warna monokromatik dengan satu hue tambahan.x Dengan prosedur yang sama terapkan empat prinsip sekaligus dan gunakan pula warna ganda komplemen ditambah warna netral.x Setelah selesai perhatikan bagaimana prinsip kesatuan itu dapat diterapkan ke dalam karya seni rupa? 279
e. Ekonomi Prinsip ekonomi merupakan salah satu prinsip menyatukan denganmembuang hal-hal detail yang dirasa kurang esensial sehinggavisualisasi yang ditampilkan sesedikit mungkin tetapi dapat memberikannilai yang paling penting dari apa yang dimaksud oleh senimannya.Prinsip ini dapat memberi kelegaan perasaan karena persepsi tidakdisibukkan oleh banyak hal. Hal ini banyak diterapkan di dalam seni rupaJepang klasik karena pengaruh dari ajaran Zen Budisme dan pada saatini banyak mempengaruhi seni dan arsitektur modern dalam istilah yangberbeda yaitu minimalis. Prinsip ini juga diterapkan dalam Bauhaus suatulembaga pendidikan seni di Jerman terutama mengenai desain yaituLess is more , maksudnya suatu kemungkinan mensugestikan ide-ideyang kompleks dalam seni rupa atau desain dengan hanya menampilkansedikit visualisasi. b aGambar 206. (a) Vas bunga produk dinasti Ch’ing di Cina (sumber: Paul Zelanski), (b)Hasegawa Tohaku, Hutan Pinus (sumber: Joan Stanley Baker) Prinsip ekonomi yang ditampilkan dalam kedua karya ini nampakdengan jelas, pada gambar (206 a) vas bunga tidak ada hiasan danhanya menampilkan warna merah sehingga perhatian tertumpu padabentuk vas secara keseluruhan, pada gambar (206 b) Hasegawa dalammenggambarkan hutan finus hanya menekankan lepada beberapa pohondi latar depan dan beberapa pohon dengan tone warna lebih lemah dilatar belakang. Namun dapat mensugestikan bahwa itu adalah gambarhutan. 280
f. Hubungan dengan Lingkungan Salah satu hal yang perlu diketahui oleh seniman adalah untuk apadan siapa karya seni itu diciptakan. Apakah karya seni itu sebagai karyaseni murni ? Berarti yang akan menikmati adalah terbatas kepadamasyarakat yang paham dan mencintai seni, karya tersebut tentu akandisimpan sebagai koleksi pribadi, galeri atau museum. Apabila karya senitersebut diciptakan untuk memenuhi kebutuhan fungsional bagimasyarakat, maka karya tersebut perlu mempertimbangkan segmentasiatau lapisan masyarakat yang menjadi sasaran? Karya ini dalamprosesnya memerlukan beberapa pertimbangan, antara lain jenis ke-butuhan setiap lapisan masyarakat yang menjadi sasaran karya seni,kemudian pertimbangan kenyamanan, keamanan, kekuatan dan seba-gainya. Apabila karya seni itu untuk diposisikan di tempat umum atau disuatu lingkungan tertentu, karya seni tersebut perlu dipertimbangkanbahwa keberadaannya serasi dengan lingkungan sekitarnya. Kesesuaiantersebut meliputi ukuran, bentuk dan warnanya juga daya tahan jikaberada ditempat terbuka. Pertimbangan ukuran perlu menjadi perhatian seperti luas atau ukuranruang yang tersedia untuk sebuah karya seni, sehingga tidak terlalubesar dan tidak pula terlalu kecil. Maka dalam hal ini pertimbanganproporsi ruang dengan bentuk sangat diperlukan. Selanjutnya pertim-bangan bentuk, warna, dan tekstur adalah untuk menyesuaikan rupakarya seni dengan lingkungan agar dapat menyatu, tidak lepas, danberfungsi dengan baik sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Untukitu unsur-unsur seni harus dapat ’berdialog’ dengan unsur-unsurlingkungannya. Maksudnya aspek karya seni memiliki hubungan yangserasi dengan aspek sekitarnya, dapat dinikmati dengan baik oleh orang-orang yang berada di lingkungan karya seni tersebut. 281
KEPUSTAKAANAbdulah, Irwan (2006) Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta, Pustaka Pelajar.Appellof, Marian Ed. (1992) Everything You Ever Wanted to Know About Water Color, New Cork, Watson-Guptil Publication.Ave, Joop et.al (1978) Puri Bhakti Rena Tama, Museum Istana Kepresidenan.Baker, Joan Stanley (1984) Japanese Art, London, Tahmes and HudsonBangun, Sem C. (2001) Kritik Seni Rupa. Bandung, Penerbit ITB.Barnes, Rob (1987) Teaching Art to Young Children, London, Unwin Hyman.Barrer, Chris (2005) Cultural Studies: Teori & Praktik. Terj. Nurhadi. Yogyakarta, Kreasi Wacana.Birk, Tony (1979) Pottery, London, A Pan Original Books Ltd.Broudy, Harry S. (1987) “Theory and Practice in Aesthetic Education. Studies in Art Education, Chicago, Rand McNally & Co.Christy, Greraldine and Sara Pearch (1991) Step by Step Art School Ceramic, London, The Hamlyn Publishing Group Limitted.Darby, Max (1986) Image in Life, Victoria, Ministry of education (School Division).Dewantara, Ki Hadjar ( 1994) Karya Ki Hadjar Dewantara Bagian II Kebudayaan, Yogyakarta, Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.Dunkelberg, Klaus (1984) Drawing The Nude: The Body, Figures, Forms,New York, Van Nostrand Reinhold Company.Eberly, Bob (1989) Scamper On, Australia, Hawker Brownlow Education.Eisner, Elliot W. & David W. Ecker ( 1970) ‘Some Historical Development in Art Education’ dalam George Papas Concept in Art Education an Anthology of Current Issues, Florida: The MacMillan Company.Feldman, Edmund Burke (1967) Art As Image and Idea, Englewood Cliffs, Prentice-Hall, INC.Fischer, Joseph (1994) The Folk Art of Java, Oxford, Oxford University Press.Gardner, Howard ( 1983) A cognitive View of the Art. Artistic Intelligences, Art Education, Oxford, Pergamon PressGeertz, Clifford (1973) Interpretation of Culture, New Cork, Basic Books, Inc., Publisher.Gombrich, E.H (1978) The Story of Art, London, Phaidon.Guilford, J.P (1968) Intelligence, Creativity and Their Educational Implications California: Robert R.Knapp,Publisher.Haer, Debbie Guthrie , Juliete Morrilot, Irene Toh, Ed. (2000) Bali a Travellers’s Companion, Singapore, Archipelago Press. A1
Search
Read the Text Version
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
- 50
- 51
- 52
- 53
- 54
- 55
- 56
- 57
- 58
- 59
- 60
- 61
- 62
- 63
- 64
- 65
- 66
- 67
- 68
- 69
- 70
- 71
- 72
- 73
- 74
- 75
- 76
- 77
- 78
- 79
- 80
- 81
- 82
- 83
- 84
- 85
- 86
- 87
- 88
- 89
- 90
- 91
- 92
- 93
- 94
- 95
- 96
- 97
- 98
- 99
- 100
- 101
- 102
- 103
- 104
- 105
- 106
- 107
- 108
- 109
- 110
- 111
- 112
- 113
- 114
- 115
- 116
- 117
- 118
- 119
- 120
- 121
- 122
- 123
- 124
- 125
- 126
- 127
- 128
- 129
- 130
- 131
- 132
- 133
- 134
- 135
- 136
- 137
- 138
- 139
- 140
- 141
- 142
- 143
- 144
- 145
- 146
- 147
- 148
- 149
- 150
- 151
- 152
- 153
- 154
- 155
- 156
- 157
- 158
- 159
- 160
- 161
- 162
- 163
- 164
- 165
- 166
- 167
- 168
- 169
- 170
- 171
- 172
- 173
- 174
- 175
- 176
- 177
- 178
- 179
- 180
- 181
- 182
- 183
- 184
- 185
- 186
- 187
- 188
- 189
- 190
- 191
- 192
- 193
- 194
- 195
- 196
- 197
- 198
- 199
- 200
- 201
- 202
- 203
- 204
- 205
- 206
- 207
- 208
- 209
- 210
- 211
- 212
- 213
- 214
- 215
- 216
- 217
- 218
- 219
- 220
- 221
- 222
- 223
- 224
- 225
- 226
- 227
- 228
- 229
- 230
- 231
- 232
- 233
- 234
- 235
- 236
- 237
- 238
- 239
- 240
- 241
- 242
- 243
- 244
- 245
- 246
- 247
- 248
- 249
- 250
- 251
- 252
- 253
- 254
- 255
- 256
- 257
- 258
- 259
- 260
- 261
- 262
- 263
- 264
- 265