y menurunkan produksi pada 6.4. Gangguan Penyakit prestasi kerja.Beberapa penyakit yang 6.4.1. Gangguan Penyakitdisebabkan oleh parasit luar pada Sistimyang umum terjadi pada ternak Pencernaanruminansia, seperti penyakitscabies, kudis, Pediculosis dan Proses pencernaan makanansurra. pada hewan meliputi proses pengambilan pakan, pencernaan6.3. Penyakit Tidak Menular yang berlangsung di mulut dan di lambung dan penyerapanBerdasarkan penyebabnya, serta pembuangan sisa-sisa yang tidak berguna lagi bagimaka penyakit tidak menular tubuh.dapat dibedakan menjadi :y penyakit yang tidak menular Pencernaan didalam mulutkarena infeksi, sebagai dilakukan dengan jalancontoh penyakit Foot Rot pengunyahan, pemberian air liur(pododermatitis necrotica), dan penelanan. Sedangkanbronkhitis, pneumonia, pada ternak ruminansia, prosesendometritis, kalbasilosis. pencernaan makanan bersifaty penyakit yang tidak menular lebih kompleks karena hewan-karena gangguan hewan tersebut masih harusmetabolisme, contohnya melakukan proses ruminansi.ketosis (acetonaemia), milkfever (Partuient paresis), Gangguan patologik pada organ pencernaan yang sering terjadikolik, indegesti, tetani pada ternak adalah penyakit pada rongga mulut seperti gigirumput, gondok, icterus, aus, radang mulut, difteri pada pedet, radang lidah maupunanemia dan avitaminosis radang kelenjar ludah. Jenis gangguan pada daerah tekaky penyakit tidak menular dan kerongkongan sebagai contoh radang tekak, sumbatankarena keracunan, pada tekak, kelumpuhan tekak, sumbatan kerongkongan dancontohnya keracunan HCN, kejang kerongkongan.ke racunan Pb (timah hitam),keracunan pestisida,batulisme dan keracunanarseny penyakit tidak menularkarena lain-lain, sebagaicontoh displasia abomasum,prolapsus uteri dan Gangguan pada lambung pada ternak ruminansia adalahsumbatan usus indigesti akut, indigesti vagus, parakeratosis rumen, lambung sarat dan sumbatan pilorus dll. Gangguan pada usus adalah penyakit radang usus dan sumbatan usus. Gangguan 91
patologik pada hati seperti penyakit pencernaan,ikterus, busung air, radang hatiakut pada kuda dan abses hati. pernafasan, kelamin, muskulo-Demikian juga bermacam-macam penyakit kolik pada skeletal dan kulit.ternak kuda. Penyakit sistim urinasia, kardio6.4.2. Gangguan Penyakit vaskuler, darah, limfoid dan pada Sistem Pernafasan syaraf adalah jarang dijumpai. Hal ini disebabkan olehPernafasan adalah proses beberapa faktor dan salah satupertukaran zat, metabolisme dari alasan adalah ternak dipotonggas zat asam atau oksigen yang dalam umur yang masih muda.diambil dari udara oleh paru-paru yang setelah mengalami 6.4.4. Ganguan Penyakit Padaproses biokimiawi di dalam Kelenjar Susujaringan tubuh dibebaskan lagike alam bebas dalam bentuk gas Kelenjar susu atau ambingkarbon dioksida. merupakan kelenjar di bawah kulit. Pada umumnya padaJenis gangguan pada sistem ternak terletak di daerah selangkangan yaitu di daerahpernafasan seperti gangguan inguinal. Pada ternak babi terletak di daerah ventral daripada saluran pernafasan atas, daerah dada dan perut.sebagai contoh mimisan, radangmukosa hidung, radang hidung Gangguan penyakit padaatrofik pada babi, radang sinus kelenjar susu diantaranyamaksilaris dan frontalis dan radang ambing (mastitis).radang kantong hawa pada Radang ambing khusus yangternak kuda. Gangguan pada disebabkan oleh infeksi kuman-paru-paru seperti radang paru- kuman strepto kokus,paru kataralkuprosa-aspirasi staphylococus, kuman koliform,atau radang paru-paru dan seterusnya. Demikian jugabernanah. Gangguan yang dapat disebabkan olehterjadi pada daerah toraks gangguan lain seperti adanyasebagai contoh radang pleura puting tambahan, air susu tidakdan pneumotoraks. turun, busung ambing, akne puting, dll.6.4.3. Gangguan Penyakit 6.4.5. Gangguan Penyakit pada Sistem Urine pada KulitPenyakit sistim urinaria pada Kulit terdiri atas dua lapis utamaternak belum banyak ditemukan. yaitu epitel sebelah luarPenyakit yang paling banyak (epidermis) dan lapisan jaringandijumpai adalah menyangkut ikat di bawahnya (korium atautubuh secara keseluruhan, baru dermis). Dibawah kulit terdapatkemudian diikuti oleh penyakit- 92
tedapat jaringan longgar bawah 6.5. Mencegah Penyakitkulit yang biasa disebut jaringansub kutis atau hipodermis. Seperti telah diketahui bahwa pencegahan lebih baik dari padaHal-hal yang perlu diperhatikan mengobati. Hal ini berarti bahwadalam pemeriksaan kulit yang peternak harus sadar betulmengalami kelainan patologik bahwa kontrol terhadap kondisimeliputi perubahan dalam warna ternak adalah suatu keharusan.kulit dan rambut, status Peternak harus mengetahuipertumbuhan rambut, sifat-sifat perubahan-perubahan yangfisik rambut, kualitas dan terjadi pada ternak, Karenakonsistensi kulit serta adanya perubahan yang terjadiperubahan yang berupa lesi merupakan indikasi terjadinyaprimer, sekunder atau penyimpangan dari normal.perubahan patologik lainnya. 6.5.1. Dasar-dasar Pencegahan CaraGangguan-gangguan pada kulit Pemberantasan Penyakitdiantaranya adalah gangguan Tujuan akhir dari suatu usahapada epidermis dan dermis, dibidang peternakan adalah mendapatkan keuntungan yanggangguan pada sub kutis, maksimal dari usaha tersebut. Keuntungan maksimal akandermatomikosis, radang kulit dan dicapai apabila semua ternaknya dalam keadaan sehat. Suatugangguan dari ektoparasit pada ternak dikatakan sehat apabila dalam kondisi istirahat makakulit. semua proses fisiologis tubuh dalam keadaan normal danPenyakit Epidermis dan sebaliknya apabila prosesDermis : fisiologisnya tidak normal berartiy pityriasis (ketombe) ternak tersebut sakit.y parakeratosisy hiperkeratosisy impetigoGangguan Patologik Sub Kotis Ada dua faktor gangguan yangy Oedema angioneurotiky Urtikaria (biduren) menyebabkan ternak sakit, yaituy Limfangitisy Sela karangDermatomikosis faktor gangguan dari dalamy Kadasy Hifomikosis tubuhnya sendiri dan faktor gangguan dari luar tubuhnya. Untuk dapat melindungiRadang Kulit gangguan yang berasal dari luary dermatitisy luka bakar tubuh, tubuh memiliki kemampuan untuk menolak penyebab gangguan tersebut.Penyakit Ektoparasit Pada Kulit Kemampuan individu untukKudis. 93
menolak sebab penyakit, sangat y mengetahui dan ikuttergantung dariy kehidupan pada masa membantu melaksanakan embrional tindakan guna mencegahy kehidupan setalah di lahirkan menjalarnya penyakit atau neonataly adanya zat penolak yang menular. dibekalkan oleh induknya y Membakar atau mengubury keadaan lingkungan dimana bangkai hewan yang mati individu tumbuhy tersedianya makanan secara karena penyakit menular kualitatif dan kuantitatif Disamping tindakan-tindakan diy adanya agen noksius atas, masih ada beberapa disekitar individu yang bersangkutan kegiatan dalam rangkay adanya faktor stressy sifat faktor bawaan yang pencegahan penyakit ternak diturunkan yang harus diperhatikan, seperti : 6.5.3. Pencegahan Melalui Bibit Pencegahan penyakit melaluiMempertahankan agar ternak bibit ternak dapat dilakukanyang kita pelihara sehat dandapat menguntungkan, adalah dengan pemilihan bibit yangharapan bagi peternak. Apabilaternak yang kita pelihara sakit terbebas dari penyakit menular.maka harapan diatas akan sulitdidapat. Ini sebabnya maka Langkah-langkah yang dapatprogram pencegahan danpemberantasan penyakit perlu dilakukan :diperhatikan terutama yangmenyangkut bibit, pakan dan y hanya membeli bibit ternakpengelolaannya. dari agen yang benar-benar dapat dipercaya kesehatannya. y menempatkan bibit ternak yang masih muda terpisah dari ternak yang sudah tua (besar) karena bibit ternak6.5.2. Program Pencegahan yang masih muda sangatPenyakit peka terhadap penyakit yangBeberapa tindakan yang dapat ditularkan oleh ternakdilakukan dalam usaha dewasa.pencegahan dan pemberantasan 6.5.4. Pencegahan Melalui Makanan yang Memadaipenyakit menular pada ternakdiantaranya:y mengetahui tanda-tanda atau Pencegahan penyakit juga dapat dilakukan dengan pemberiangejala-gejala penyakit yang ransum atau pakan yang berkualitas tinggi dan cukupmenular jumlahnya. Pemberian pakan yang bermutu tinggi harusy mengerti tentang caramenularnya masing-masingjenis penyakit 94
diberikan sejak ternak baru lahir menimbulkan stress dansampai dengan saat panen. akibatnya akan menimbulkanPemberian pakan yang baik sifat kanibalisme, hysteriaakan mampu memberikan daya dan gangguan lainnya.tahan tubuh yang baik pula. y pakan dan air minum harusApabila pakan yang diberikan tersedia dalam jumlah cukup,kurang baik serta kurang sesuai dengan kebutuhanjumlahnya maka ternak yang baik kuantitas maupundipelihara akan mengalami kualitasnyakekurangan gizi dan ternak tidak y sediakan tempat pakan danakan tumbuh secara maksimal. air minum sesuai denganHal ini berakibat ternak tersebut kebutuhan.tidak dapat berproduksi (secaraoptimal). 6.5.6. Pencegahan Melalui Sanitasi Kandang dan6.5.5. Pencegahan Melalui Lingkungan Tatalaksana (Bio-Security). Pengelolaan yang BaikPencegahan penyakit melalui Sanitasi adalah tindakan menjaga kebersihan ternak dankontrol manajemen merupakan lingkungan sekitarnya, yaitu berbagai kegiatan yang meliputiupaya pencegahan ternak dari penjagaan dan pemeliharaan kebersihan kandang danstress/cekaman yang dapat sekitarnya, peralatan dan perlengkapan kandang.mengakibatkan penurunankesehatan ternak. Beberapapedoman yang dapat digunakandalam program pencegahanpenyakit adalah : langkah-langkah pencegahany pilih bibit dengan teliti yang penyakit yaitu: tindakan sanitasiterjamin kesehatannya. Oleh dan bio-security secara teratursebab itu seorang peternak dan berkala. Tindakan sanitasiharus mengenal ciri-ciri dari dan bio-security mutlakternak yang sehat. dilakukan dalam pemeliharaany usahakan membeli bibit dari ternak. Dengan adanya sanitasipeternak atau pembibit yang dan biosecurity maka bibitbenar-benar penyakit yang berasal darimemprioritaskan kualitas lingkungan kandang maupun dibibit sehingga diharapkan dalam kandang dapat dimatikan.dapat diperoleh bibit ternak Kegiatan sanitasi kandang dansesuai dengan keinginan bio-security adalahkita. y melakukan kegiatany hindarkan ternak dari stress pencucian danpanas, hujan deras, dingin, penyemprotan kandang danangin kencang dll peralatannya dengan airy kandang tidak terisi terlalu sabun (detergen) danpadat, hal ini dapat antiseptik secara teratur. 95
y mengubur atau membakar • Tidak berbahaya bagi ternak ternak terutama pada maupun manusia penyakit yang menular dan berbahaya seperti penyakit • Mempunyai daya bunuh Anthrax. yang tinggi terhadap bakteri, protozoa dan mikroba lainBeberapa istilah yang perlu serta telurnya.diketahui dalam bio-sekurityadalah • Efek residunya pendekDesinfestasi • daya penetrasinya tinggiDesinfestasi adalah merupakan • Stabil bila dilarutkan atauproses pemusnahan hama kontak dengan bahanpenyakit untuk membunuh organic lainparasit, terutama parasit-parsitdiluar tubuh ternak (ektoparasit). • Tidak merusak alat yangBahan kimia yang digunakan digunakan dan mudahuntuk desinfestasi disebut digunakandesinfestan. Bahan yang umumdigunakan adalah formalin. • Tidak mengeluarkan bauDesinfestan disemprotkan pada atau sedikit berbau dan tidakkandang dan perlengkapannya terserap bahan pakansetelah diencerkan dengan air.Pengenceran yang dilakukan • Tidak mencemari lingkungantergantung tingkat kepekatan baik udara maupun air.yang dikehendaki oleh peternak. 6.5.7. Pencegahan Penyakit melalui VaksinasiDesinfeksi y vaksin inaktif atau vaksin mati yaitu vaksin yang dibuatDesinfeksi adalah merupakan dengan membunuh biakan jasad renik seluruhnya atauproses pemusnahan hama toksinnya saja dan hasil panenan jasad renikdengan membebaskan segala kemudian diproses untuk dijadikan vaksin adjuvan.bentuk jasad renik dengan jalan y vaksin hidup atau vaksin aktifmembunuh kuman (bakterisida) yaitu vaksin yang dibuat tanpa membunuh. Bibitdan atau menghambat penyakit tersebut harus terdiri dari jasad renik yangpertumbuhan kuman tidak jahat (avirulen) atau disebut “ attanuated strain”.(bakteriostatik) denganmenggunakan bahan kimia.Bahan kimia yang digunakan Vaksinasi adalah suatu tindakandisebut desinfektan, seperti dimana hewan dengan sengajakreolin, lisol dsb. dimasuki agen penyakit (antigen)Desinfestan dan desinfektan yang telah dilemahkan denganyang baik harus memenuhi tujuan merangsangpersyaratan sebagai berikut : pembentukan daya tahan atau 96
daya kebal terhadap penyakit yang diperoleh akibat daritertentu, dan aman untuk tidak vaksinasi dan kekebalan aktifmenimbulkan penyakit. alamiah yang di peroleh akibat sembuh dari penyakitTujuan vaksinasi tidak hanya menular tertentu. y kekebalan pasif adalah suatumengebalkan ternak yang kekebalan yang di peroleh secara pasif dimana tubuhbersangkutan, tetapi juga ternak yang disuntik tidak mem bentuk antibodi sendiri,mengebalkan anak-anaknya tetapi telah terkandung dalam antisera atau antiyang baru lahir secara pasif. toksin dan kolostrumnya. Kekebalan pasif di golongkanVaksinasi selain bertujuan untuk juga menjadi kekebalan pasif buatan yaitu yang diperolehpencegahan, dapat juga dari suntikan antisera atau anti toksin dan kekebalandigunakan untuk tujuan pasif alamiah diperoleh dari susu kolostrum induk yangpengobatan atau terapi. telah divaksinasi.Vaksinasi akan merangsang Kekebalan individu ternakmekanisme pertahanan tubuh sangat ditentukan oleh faktor-untuk menghasilkan antibodi faktor :sampai suatu ketika dapatdigunakan melawan serangan Jenis dan Mutu Vaksinpenyakit. Untuk kepentingankeselamatan terhadap resiko Telah diterangkan di atas bahwatimbulnya penyakit, dapat ada dua macam vaksin yaitumenggunakan virus yang telah vaksin hidup dan vaksin mati.dimatikan. Vaksin hidup akan menimbulkan kekebalan yang lebih sempurnaTindakan vaksinasi merupakan dari pada vaksin mati. Mutusalah satu usaha agar hewan suatu jenis vaksin akanyang divaksinasi memiliki daya dipengaruhi oleh :kebal sehingga terlindung dari y bibit jasad renik yangserangan penyakit. Kebal atauimun adalah suatu keadaan dipergunakandimana tubuh tahan atau kebal y jenis media pem biakanterhadap serangan penyakit. y metode pengem bangbiakanAda dua macam kekebalan y masa antigedilihat dari cara terbentuknya y cara inaktifikasi dan adjuvanyaitu :y kekebalan aktif yaitu 97 kekebalan yang diperoleh secara aktif oleh tubuh yang dihasilkan oleh pabrik antibodi akibat rangsangan vaksin dan masa kekebalan berlangsung lama sesuai dengan jenis vaksinnya. Kekebalan aktif di golongkan menjadi kekebalan buatan
Penanganan Vaksin Vaksin dapat diberikan dengan cara melalui air minum,Setiap vaksin akan mengalami makanan, melalui alatproses penurunan kekuatan ataumempunyai waktu kedaluwarsa pernafasan yaitu dengan caradan mempunyai persyaratantertentu seperti : penyemprotan atau dengan caray vaksin virus sebaiknya diteteskan kedalam rongga disimpan dalam suhu -80 Cy vaksin bacteri dan toksoid hidung. Selain cara-cara di atas, disimpan dalam ruangan vaksinasi dapat juga dilakukan yang sejuk (+ 150 C) atau lebih baik dalam refrigator (2- dengan melalui penyuntikan baik 100 C), sebaiknya di lindungi terhadap pengaruh langsung secara intra kutan, intra sub sinar matahari dan sebaiknya disimpan dalam tempat yang kutan maupun intra muskuler gelap. ataupun melalui intra peritoneal (kedalam rongga perut). Cara yang harus dipilih, tergantung dari petunjuk dari pembuatan vaksin yang telah dicantumkan dalam etiket/label.Keadaan Ternak Ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi akibatTernak yang sakit defisiensi dan vaksinasi seperti : y sepsis yaitu kesalahan teknisternak yang mengidap penyakit yang bisa memungkinkanparasit yang parah bila timbulnya infeksi dengan mikroba dari luar yangdivaksinasi tidak akan patogen y abses yaitu borok akibat darimemperoleh kekebalan yang kesalahan vaksinasi y udema yaitu pembengkakansempurna dan bahkan dapat lokal akibat dari pengaruh komponen vaksinmenyebabkan kematian. y concurrent disease. Akan terjadi pada ternak yangVaksinasi yang diberikan pada sedang sakit atau jelek kondisinya.ternak yang sedang dalam masa y Reaksi anafilaktik. Akibat sampingan dari vaksinasiinkubasi penyakit, maka bisa menyebabkan shock.bukannya kekebalan yang akandiperoleh tetapi ternak akanmenjadi lebih sakit, bahkandapat menimbulkan kematian.Tingkat Serangan PenyakitTingkat serangan penyakit pada 6.5.8. Lingkungan yangkejadian wabah penyakit sangat Bersihdipengaruhi oleh keganasan darijasad renik penyebab penyakit Jika ternak akan ditempatkandan dosis jasad renik yang pada kandang yang pernahmasuk dalam tubuh. digunakan maka perlu dilakukan: 98
y pembersihan dan sterilkan dipisahkan dan dikandangkan dalam suatu kandang khususkandang dan peralatan yang disebut kandang karantina.kandang sertapengistirahatkan kandangy pembersihan lingkungan 6.5.11. Program Kontrol Parasitkandang termasuk rumput Program kontrol parasitliar harus dipotong, serta air merupakan upaya pencegahan berjangkitnya serangan penyakit,yang menggenang di sekitar baik parasit eksternal seperti pencegahan berkembangnyakandang harus dihilangkan. serangga dan kutu di dalam kandang dan sekitarnya maupun6.5.9. Menghindarkan Stres parasit internal yang bertujuan mencegah masuknya parasit keStres adalah tekanan jiwa yang dalam tubuh misalnya cacing. Secara praktis, kontrol parasitmenimpa ternak akibat pengaruh dilakukan dengan cara : y pembuangan kotoran secaralingkungan yang buruk. teratur untuk mencegahPengaruh lingkungan itu berupa: berkembang biaknya larva. y pemberian larvicida dalamy suhu udara yang tidak stabil pakan untuk mencegah perkembang biakan larva(terlalu panas/ terlalu dingin). dalam kotoran y penyemprotan kotoran dany kepadatan ternak yang ruangan kandang dengan pestisida dan insektisida.terlampau tinggi.y kelembaban didalamkandang yang meningkat.y akibat bunyi-bunyian kerasyang mengagetkan.y pindah kandang.Hal-hal tersebut diatas dengandemikian sedapat mungkinmenghindarkan stress. Stresdapat mengganggu 6.6. Pengobatan Penyakitpertumbuhan ternak karena Pengobatan berasal dari katadengan stres hidup ternak jadi obat yang berarti suatu sediaantidak nyaman, nafsu makan yang diberikan untuk tujuanterganggu, metabolisme penyembuhan serangan suatumakanan akan terganggu penyakit dengan jalansehingga hasil akhir yang membunuh jasad renik/kumandiharapkan tidak tercapai. penyakit penyebab penyakit6.5.10. Isolasi Ternak tersebut atau denganIsolasi terhadap ternak adalah memperbaiki kerja alat tubuh.suatu usaha untuk mengisolasiatau memisahkan ternak yang Obat dapat membahayakansedang sakit atau mengalamikelainan dari ternak yang sehat ternak sehingga penggunaandan normal. Ternak yang sakit obat harus sesuai dosis dan sesuai petunjuk. Pemberian obat dapat dilakukan denagn berbagai cara yaitu ; 99
6.6.1. Pencekokan (drenching) Jenis-jenis alat suntik.Pengobatan dengan cara ini Alat untuk menyuntik disebut alat suntik atau secara umum disebutdilakukan dengan ” Syringe/Spuit” adalah suatu alat yang biasanya dilengkapimempergunakan alat pencekok dengan jarum yang berfungsi untuk memasukkan obat melalui(drenching gun). Ternak yang pembuluh darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh.akan diobati sebaiknya Ada beberapa jenis alat suntik,dimasukkan dalam kandang jepit diantaranya: Alat suntik rekord (Recordsupaya mudah menanganinya. syringe). Jenis alat suntik ini merupakanKepala agak diangkat sehingga alat suntik yang sederhana, yang tertera pada gambar 29. Alatobat akan mudah masuk ke suntik rekord, terdiri atas : • Tabung suntikdalam tenggorokan. Alat - terbuat dr gelas, plastik/pencekok tertera pada gambar nylon atau metal28 - ukuran : 1,2,5,10,20,sampai 50 ml6.6.2. Pil atau bolus • Penghisap dan tangkainyaTernak ditempatkan seperti pada - terbuat dari gelas, plastik/pencekokan atau dapat nylon atau metaldipegang. Setelah mulut (oral)dibuka, pil/bolus dimasukan ke • jarum suntikdalam mulut (oral) bagianbelakang. Mulut untuk beberapasaat tetap dipegang agar tidakmembuka.Sumber. Koleksi Vedca, 2008 Gambar 28. Drenching Gun6.6.3. Suntikan (injeksi)Menyuntik adalah kegiatan Sumber.Koleksi Vedca, 2008. Gambar. 29memasukkan obat yang Alat suntik rekordberbentuk cairan (dengantekanan) ke dalam jaringan Alat suntik semi otomatistubuh, rongga tubuh, organtubuh yang berongga dengan Alat suntik jenis ini bentuknyamenggunakan alat suntik. sama dengan alat suntik record tetapi dilengkapi dengan 100
komponen untuk mengatur dosis Sumber. Soeraji, 1987yang terdapat pada tangkai Gambar 31.penghisapnya. Pada tangkaipenghisap terdapat skala dosis Alat suntik otomatisdan sekrup pengatur dosis.Setiap suntikan cukup dengan Alat suntik “ Rautmann”memutar sekrup pengatur dosis,maka akan diperoleh dosis Alat suntik ini juga termasuktertentu. Alat suntik semi dalam alat suntik multi dosis.otomatis tertera pada gambar dosis sudah ditetapkan yakni30. 0,1 ml. Canullanya berukuran pendek sekali dan lubangnyaSumber. Soeraji, 1987 bukan pada ujungnya melainkan Gambar 30. pada bagian sisinya. Alat suntik routmann biasa digunakan Alat suntik semi otomatis. untuk tuberkulinasi. Alat suntik Rautmann tertera pada gambarAlat suntik multi-dosis 32.(Multidose-Syringe) Sumber. Soeraji, 1987Alat suntik ini baik sekali untuk Gambar 32.melakukan suntikan masal.Ukuran besarnya : 30,50 ml. Alat suntik RautmannObat suntik yg disedot dapatuntuk beberapa dosis, dilengkapi 6.6.4. Metode menyuntikdengan alat pengatur dosis Ada beberapa metode yang bisaAlat suntik otomatis (auto digunakan dalam mencegahmatic syringe) dan mengobati suatu penyakit melalui pemberian obat. ObatAlat suntik ini sama dengan alat dapat diberikan kepadasuntik multi dosis, hanya alat penderita dengan melaluisuntik ini dapat mengisi sendiri berbagai cara seperti melalui(self filling) obat yang akandisuntikkan. Alat suntik ini hanyatidak cocok digunakan untukternak-ternak besar. Alat suntikotomatis tertera pada gambar31. 101
penyuntikan, pemberiobat kemudian amati terlebih dahulu apakah jarum masuk ke dalammelalui mulut atau enternal dan pembuluh darah atau tidak. Apabila keluar darah dari lubangpemberian obat melalui jarum berarti jarum masuk pembuluh darah, maka jarumparenteral. Penggunaan metode harus dipindah ke lokasi lain sampai tidak berdarah.tergantung pada cepat ataulambatnya hasil yangdikehendaki, lama kerja dalamtubuh, bentuk atau macam obat,sifat fisis atau kimiawi obat danderajat absorbsi terhadap obat. Suntikan intravenaSalah satu yang sering dipakaiadalah pengobatan dengan Penyuntikan intravena adalahmenggunakan suatu obat penyuntikan yang berbahayatertentu dengan metode lewat sehingga pelaksanaannya harusalat suntik. keberhasilan hati-hati dan terus-menerusmenyuntik ditentukan oleh : memperhatikan denyut• cara penyuntikan jantungnya. Lokasi penyuntikan• hewan yang disuntik biasanya di vena jugularis yang• alat dan obat yang terletak didaerah pangkal leher.digunakan. 6.6.5. Pengobatan Terhadap Suatu GangguanAda beberapa macam dalammetode menyuntik yaitu : Sakit adalah suatu keadanSuntikan subcutan dimana tubuh, bagian tubuh atau organ tubuh mengalamiPenyuntikan subcutan dilakukan gangguan fungsi. Gangguan iniuntuk mendeposisikan onbat bisa bersifat fisiologis ataupundibawah kulit. Jarum yang mekanis. Gangguan yangdigunakan adalah jarum suntik bersifat mekanis misalnya terjadiukuran kecil. Sebelum karena pukulan atau perlukaan.penyuntikan, lokasi tempat Sedangkan gangguan yangpenyuntikan diolesi alcohol 70 % bersifat fisiologis misalnyaagar steril. karena kelainan hormonal. Pengobatan terhadap gangguan-Suntikan intramuskular gangguan tersebut dapat dilakukan dengan tindakan untukPenyuntikan intramuskuler menghilangkan keadaan tidakdilakukan dengan cara normal tersebut. Ada berbagaimendeposisikan obat didalam pengobatan yang dapatjaringan daging. Penyuntikan dilakukan terhadap baikmetode ini mempunyai tujuan gangguan fisiologis maupunagar obat lebih cepat terserap. gangguan mekanis, beberapaLokasi penyuntikan harus diantaranya :disterilkan dulu dengan alcohol70 %. Setelah jarum ditusukan, 102
6.6.6. Pengobatan Tujuan GMP adalah: Simptomatis • Menjamin produk yang amanPengobatan ini merupakanpengobatan yang digunakan dan bermutu baikuntuk menghilangkan gejalapenyakit. Pada pengobatan ini, • Meningkatkan penggunaangejala-gejala penyakit yang adaakan hilang tetapi penyebab sumberdaya alam,penyakit mungkin masih ada.Sebagai contoh pada penyakit kesehatan tenaga kerja dangatal hanya gejala gatalnya yangdihilangkan, bukan penyebab kondisi kerjagatalnya sendiri. • Menciptakan peluang pasar6.6.7. Pengobatan Causalis baru bagi petani dan exportirPengobatan cusal adalahpengobatan yang dilakukan dari negara berkembanguntuk menghilangkan penyebabmunculnya gejala penyakit. Pada • Menangkap keuntungancontoh diatas penyakit gataldianalisis terlebih dahulu pasar dengan memodufikasipenyebab gatalnya, baru diobati.Misalnya karena jamur, maka mata rantai suplaidiobati dengan anti jamur. Pada bidang peternakan7. Prinsip Good Management terdapat 5 komponen yang Practices (GMP) mempengaruhi GMP yaitu: kesehatan ternak, kesehatanGood Management Practice pemerahan, pakan dan air(GMP) adalah prosedur untuk minum, kesejahteraan ternakmembuat suatu produk yang dan lingkungan. Masing-masingbaik, aman dan tidak merusak komponen dijelaskan sbb:lingkungan. Menurut organisasipangan dunia yang dikenal 7.1. Kesehatan ternakdengan Food AgricultureOrganization (FAO) GMP Kesehatan ternak sangat pentingdiadaptasi menjadi praktek agar ternak dapat berproduksipengelolaan pertanian yang dengan optimal dan produk yangbaik. Hal ini bertujuan untuk dihasilkan berkualitas baik. Padamenjaga kelestarian lingkungan, kesehatan ternak terdapat 4 halsosial dan hasil produk pangan – yang disarankan untuk menujunon pangan yang aman dan GMP, masing-masing dijelaskanberkualitas baik. sebagai berikut: Mencegah penyakit masuk ke farm, Memiliki program pengelolaan kesehatan yang efektif, Menggunakan obat- obatan sesuai dengan saran dokter hewan atau sesuai aturan yang tertera pada label kemasan obat, dan Melatih orang yang sesuai. 103
7.1.1. Mencegah Penyakit orang dan kendaraan yang Masuk Ke Farm (Usaha Ternak) memasuki farm. Batasi pengunjung dan kendaraan sesedikit mungkin.• Membeli Ternak yang Sehat Perlakukan pengunjunguntuk Dipelihara dan untuk meminimalkanMengontrol Kesehatan Sapi penyakit, misalnya jagaSetelah Masuk Kandang. kebersihan kendaraan dariSebelum masuk ke usaha kotoran sapi. Pengunjung diternak kita, sapi harus persilahkan menggunakandiperiksa kesehatannya pakaian dan sepatuterutama untuk sapi yang pelindung dan catat semuadidatangkan dari daerah pengunjung, karenayang terjangkit penyakit. Bila pengunjung dan hewan liardimungkinkan kita bisa dapat menyebarkanmencari surat keterangan penyakit.sehat dari dinas peternakan. • Memiliki Program untuk• Menjamin Agar Alat Angkut Mengendalikan Binatangyang Membawa Sapi ke Pengganggu . BinatangUsaha Ternak Kita Tidak pengganggu antara lainMembawa Bibit Penyakit. Hal tikus, burung dan seranggaini bisa dilakukan dengan dapat menyebarkan penyakitmenghindari alat angkut ke sapi. Pastikan kitayang habis dipakai mempunyai programmembawa ternak mati atau pengendalian binatangternak sakit. Bisa juga tersebut. Hal yang perludiakukan dengan dijaga antara lain tempatmenyemprot dengan bahan pemerahan, tempatdesinfektan semua penyimpanan pakan,kendaraan yang masuk farm kandang dll.kita. • Gunakan Peralatan yang• Memiliki Pembatas Bersih. Peralatan yangKeamanan / Pagar. Pagar digunakan pada budidayamembatasi ternak, hewan liar sapi harus dijaga kebersihan.memasuki farm kita. Ternak Untuk alat yang disewa daridari luar farm dan hewan liar luar harus dipastikan bahwaberpotensi membawa bibit peralatan tersebut bersih danpenyakit jika memasuki farm bebas penyakit. Perlakukankita. dengan hati-hati peralatan• Membatasi Orang dan yang dipinjam dari luar.Hewan Liar Memasuki Farm.Orang dan kendaraan yangmengunjungi beberapa farmdapat menyebarkan bibitpenyakit ke ternak. Jikadiperlukan semprot terhadap 104
7.1.2. Memiliki Program anus, pengamatan tingkah Pengelolaan Kesehatan yang Efektif laku sapi, kondisi tubuh, dan pengujian susu. Jika hasil diagnosis menunjukkan• Membuat Sistem Identifikasi penyakit harus diperlakukanTernak. Sapi dapat dengan baik.diindentifikasi oleh orang • Ternak Sakit Harus ditanganiyang datang untuk dengan Baik Secepatmelakukan tugas tertentu. Mungkin. Perlakukan ternakIdentifikasi harus dibuat yang sakit, luka dan kondisipermanen dan unik sehingga kesehatannya jelek setelahsetiap ternak dapat mendapat hasil diagnosis.diidentifikasi dari lahir sampai Tindakan diperlukan untukmati. Identifikasi yang mengurangi akibat infeksibanyak digunakan adalah dan meminimkan sumbermemasang anting telinga patogen.(ear tag), tato, freeze • Isolasi Ternak Sakit danbranding dan microchips. Pisahkan Produksi Susu dari• Mengembangkan Ternak Sakit atau ternakPengelolaan Kesehatan yang sedang Diobati. Untukberfokus pada Pencegahan. mengurangi penyebaranProgram pencegahan penyakit, isolasi ternak sakitmeliputi semua aspek yang pada tempat khusus.berkaitan dengan Gunakan prosedur yang adapengelolaan farm. untuk memisahkan susu dariPencegahan kesehatan yang ternak sakit agar tidakpaling lazim adalah tercampur dengan susu darimelakukan vaksinasi ternak. ternak sehat.Obat-obatan pencegah • Buatlah Catatan terhadappenyakit dapat digunakan semua Perlakukan danjika tidak ada strategi lain Ternak yang Pernah Diobati .untuk mencegah penyakit, Catatan ternak yang pernahmisalnya penggunaan diobati perlu dibuat agarantibiotika dengan dosis semua orang yangtertentu. berkepentingan mengetahui• Memeriksa Kesehatan perlakukan apa saja yangTernak jika ada Gejala pernah diberikan. GunakanPenyakit. Amati ternak cara untuk menandai ternaksecara reguler untuk yang sakit, misalnyamendeteksi adanya gejala menggunakan cat untukpenyakit. Gunakan metode menandai sapi yangyang akurat untuk terserang penyakit mastitis.mendeteksi dan • Menjaga Penyakit yangmendiagnosis penyakit. dapat Menular ke manusiaBeberapa cara dapat (Zoonosis) . Peternak harusmenggunakan termometer menjaga penyakit yang dapat 105
menulari manusia pada level mampu untuk mengobati ternakyang tidak berbahaya. sakit, misalnya dokter hewanProduk ternak harus dijaga atau teknisi kesehatan hewan.agar tidak terkontaminasipenyakit, misalnya anthrax, 7.2. Kesehatan Pemerahanbakteri pada susu, dll Pemerahan merupakan kegiatan7.1.3. Gunakan Bahan Kimia yang penting dalam budidaya dan Obat-Obatan yang diperbolehkan sapi perah. Konsumen menghendaki susu yang berkualitas tinggi, sehinggaBahan kimia yang banyak pengelolaan pemerahandigunakan seperti deterjen, ditujukan untuk meminimalkandesinfektan, pembunuh kontaminasi mikroba, bahanserangga dll. Peternak harus kimia dan kotoran lainnya.menjaga agar produknya (susu Pemerahan yang baik disampingdan daging) tidak tercemari akan menghasilkan susu yangbahan tersebut. Obat-obatan berkualitas tinggi dan menjagadigunakan untuk mengobati kesehatan sapi.penyakit. Peternak harusmenjamin dosis dan jenis obat 7.2.1. Pemerahan tidak Melukai Sapi danyang sesuai, penyalahgunaan Mengotori Susudapat menyebabkan ternak mati,penyakit resisten dan produkternak tercemar. Bahan kimia Sapi yang diperah harus memiliki identifikasi, untukdan obat harus disimpan dengan mengetahui statusnya apakah sapi laktasi, kering, sedangbaik agar tidak rusak atau diobati, susunya abnormal karena penyakit, atau sedangmencemari produk. Limbah obat, diberi antibiotik. Jadi identifikasi diperlukan untuk menentukanbahan kimia dan peralatan langkah selanjutnya.kesehatan harus dibuang padatempat khusus agar tidakmencemari ternak danlingkungan.7.1.4. Melatih Orang yang 7.2.2. Persiapan Ambing Sesuai sebelum PemerahanMemiliki prosedur tertulis untuk Bersihkan dan keringkan putingmendeteksi dan menanganiternak sakit dan bahan sapi yang kotor. Ambing dankesehatan, sehingga peternakpeduli pada pengelolaan puting yang basah haruskesehatan farm. Petugas farmharus mendapat pelatihan yang dikeringkan. Harus tersedia aircukup agar dapat melaksanakantugasnya. Pilihlah orang yang bersih selama kegiatan pemerahan. Periksalah ambing dan puting sebelum pemerahan, apakah ada indikasi mastitis atau penyakit lainnya. 106
7.2.3. Menggunakan Teknik 7.2.5. Pastikan Peralatan Pemerahan yang Pemerahan dipasang Konsisten dan dirawat dengan BenarPemerahan harus menggunakanteknik pemerahan yang baik, Pabrik pembuat peralaran mesin perah harus merekomendasikankesalahan teknik dapat cara konstruksi, instalasi, kinerja dan perawatan peralatan yangmenyebabkan sapi terserang digunakan untuk pemerahan. Bahan pembersih harus dipilihmastitis dan cedera atau melukai yang tidak mempengaruhi kualitas susu.sapi. Teknik pemerahan yangbenar:• Siapkan sapi dengan baiksebelum pemerahan• Untuk pemerahan denganmesin, usahakan udara yang 7.2.6. Pastikan Tersedia Cukup Air Bersihmasuk sesedikit mungkin,pasang dan lepas cup mesinperah dengan halus Persediaan air bersih harus cukup untuk proses pemerahan• Untuk pemerahan dengan dan pembersihan peralatan pemerahan. Jaringan suplai airtangan, tangan pemerah harus harus diperiksa secara rutin, hindari kebocoran jaringan airbersih, dan dapat yang dapat menyebabkan ternak kekurangan suplai air.menggunakan sedikit paslinatau minyak untuk menghidariputing lecet,• Minimumkan pemerahanberlebihan• Semprotkan larutan Iodium 7.2.7. Tempat Pemerahan Harus Bersihsetelah pemerahan7.2.4. Pisahkan Susu dari Bangunan pemerahan harus Sapi Sakit dan Sapi yang Sedang Diobati memiliki saluran air (drainase) dan ventilasi yang baik untuk mengindari sapi cedera. UkuranSapi yang menghasilkan susu tempat pemerahan harus sesuaiyang tidak layak dikonsumsimanusia harus dipisahkan dengan ukuran sapi. Tempatdengan susu yang baik.Buanglah susu yang abnormal pemerahan harus dijagadengan cara yang benar agartidak menulari sapi yang lain. kebersihannya dari kotoran sapi, tanah dll. Lingkungan tempat pemerahan harus dijaga kebersihannya. Rancangan bangunan harus mudah dibersihkan, memiliki suplai air bersih, tersedia fasilitas penanganan limbah, dan cukup cahaya. 107
7.2.8. Pemerah Mengikuti 7.3.1. Menjamin Pakan dan Air Aturan Kesehatan Kualitasnya BaikPemerah harus mengenakan Pakan dan air yang diberikanpakaian yang sesuai dan bersih, harus sesuai dengan kebutuhanmenjaga kebersihan tangan dan fisiologis ternak. Suplai air haruslengan selama pemerahan, jika disediakan, diperiksa danmemiliki luka harus dibalut, dan dirawat secara reguler. Gunakantidak menderita penyakit infeksi. peralatan yang berbeda untuk menangani bahan kimia dan7.2.9. Susu yang Habis di bahan pakan. Bahan kimia yang perah Harus Ditangani digunakan pada padang rumput dengan Baik dan hijauan harus sesuai. Gunakan bahan kimia untukSegera setelah susu diperah pakan pakan sesuai dengan yang direkomendasikan.harus didinginkan, sesuaidengan aturan yang berlaku,misal 5°C. Lingkungan 7.3.2. Mengontrol Kondisi Tempat Penyimpananpenyimpanan susu harus dijaga Pakankebersihannya. Peralatanpenyimpanan susu harus bisa Usahakan tidak ada binatangmenjaga temperatur susu sesuai yang masuk ke gudang pakandengan yang dikehendaki. Jalan untuk menghindari kontaminasiuntuk mengambil susu harus pakan. Gudang harusdirancang untuk memudahkan berventilasi baik. Pakan haruskendaraan tangki pengangkut dilindungi dari kontaminasi.susu. Simpan dan tangani dengan baik7.3. Pakan Dan Air Minum bahan pestisda, biji-bijian, pakan Ternak yang diberi obat, dan pupuk. Herbisida harus dipisahkan dariProduktivitas sapi tergantung bahan kimia dan pupuk. Jeramidari kualitas pakan dan air dan pakan kering harusminum yang tersedia. Hal yang dilindungi dari kondisi lembab.perlu diperhatikan adalah pakan Silase dan pakan fermentasidan air minum kualitasnya baik, harus disimpat dalam kondisimengontrol kondisi gudang tertutup. Bahan pakan yangpakan dan mengontrol bahan berjamur harus dibuang ataupakan yang dibeli dari luar farm. tidak diberikan ke sapi.Masing-masing dijelaskansebagai berikut: 108
7.3.3. Bahan Baku Pakan untuk menjamin ketercukupan Harus Bisa Dilacak pakan hijauan dan pakan Sumbernya tambahan. Lindungi ternak dari pakan beracun dan bahan yangJika kita membeli bahan pakan, membahayakan.pastikan penjual (supplier),memiliki program penjaminan 7.4.2. Ternak Harus Nyamanmutu. Buatlah pembukuan(catatan) bahan pakan dan Konstruksi kandang dan tempatpakan yang dibeli. pemerahan harus aman, tidak membahayakan ternak dan7.4. Kesejahteraan Ternak cukup ventilasi. Hindari jalan buntu dan lantai yang licin. AlasPeternak harus menjaga kandang harus bersih dan ruang gerak sapi cukup. Ternak haruskesejahteraan ternak agar terlindung dari pengaruh iklim yang dapat menyebabkanmereka dapat berproduksi kepanasan atu kedinginan.dengan baik. Konsumenmenghargai kesejahteraanternak yang tinggi sebagai 7.4.3. Ternak Sehat, Bebas Nyeri dan Cederaindikator pangan yang aman,sehat dan berkualitas baik. Ternak harus diperiksa secaraTerdapat lima hal yang harus reguler untuk mendeteksidiperhatikan yaitu : adanya cedera atau sakit.• Ternak tidak haus, lapar dan Kandang dan tempat pemerahansalah makan lantainya tidak boleh licin untuk• Ternak harus nyaman mengurangi peluang cedera• Ternak sehat, bebas nyeri dan sapi. Sapi yang laktasi haruscedera diperah secara reguler. Jangan• Ternak harus bebas ketakutan menggunakan prosedur dan• Tingkah laku ternak relatif proses yang menyebabkannormal ternak nyeri misal padaMasing-masing aspek tersebut di dehorning (penghilanganatas dijelaskan sebagai berikut: tanduk), kastrasi dll.7.4.1. Ternak tidak Haus, Menyediakan fasilitas beranak Lapar dan Salah Makan yang nyaman, dan memeriksaPeternak harus menyediakan secara reguler apakah sapipakan dan air dengan jumlah memerlukan bantuan pada saatyang cukup setiap hari. melahirkan. ProsedurPemberian berdasarkan kondisi pemasaran pedet harus baik,fisiologi ternak yaitu umur, berat penjualan dilakukan setelahbadan, tahap laktasi, tingkat lepas sapih, dan menggunakanproduksi, pertumbuhan, alat transportasi yang memadai.kebuntingan, aktivitas dan iklim. Jika ternak harus dibunuh difarmMengatur kapasitas padang karena sakit parah, harusrumput dan pakan tambahan dgunakan cara yang tidak 109
menyakitkan. Hindari cara • Lantai kandang harus tidakpemerahan yang salah karena licin, tangani sapi denganbisa menyebabkan sapi cedera. hati-hati, jika sapi yang jatuh lebih dari 2% menunjukkan7.4.4. Ternak Harus Bebas pengangan yang kurang Ketakutan baikPeternak harus terampil • Pada saat memindahlan sapi sebaiknya dari sampingmengelola ternaknya dan bahu sapi, hindari alat bantu yang menyakitkan sepertimenerima pelatihan yang sesuai. cambuk, alat kejut listrik, batang besi dllMenjamin ternak berperilaku 7.4.6. Pemasaran Ternakrelatif normal, salah satunya Pada umumnya ternak dijualdengan menyediakan ruang dalam kondisi sehat dan phisiknya bagus. Ternak yanggerak yang cukup untuk betina, akan dijual dikumpulkan pada kandang khusus (pen) yangpejantan dan pedet. Peternak dekat dengan loading ramp (tangga untuk menaikkan sapi keharus mampu: truk). Pada saat menggiring dari kandang ke pen tanpa• Mengenali ternaknya sehat menyebabkan stress. Truk yang digunakan harus dirancangatau sakit khusus untuk keselamatan peternak dan sapi. Sapi• Memahami perubahan dinaikkan, dipindahkan dan diturunkan dengan hati-hati dantingkah laku ternak sabar agar tidak menimbulkan stres. Daya angkut sapi• Paham kapan perlu tindakan ditentukan dengan ukuran dan berat sapi, pastikan rung dalampengobatan truk tidak terlalu padat. Jika truk tidak penuh harus diberi sekat• Mengimplementasikan pembatas agar sapi tenang dan truk stabil. Pintu kendaraan danprogram pengelolaan pintu gerbang loading ramp harus cukup besar untuk dilewatikesehatan sapi tanpa menimbulkan luka. Tidak ada jarak antara bak truk• Mengimplementasikan dengan loading ramp, jika ada jarak dapat menyebabkan sapiprogram pemberian pakan terperosok dan sapi menderita cedera.dan pengelolaan padang 110rumput• Mengenali iklim untukmempromosikan kesehatandan kesejahteraan ternak• Mempu mengelola produksiternak• Menangani ternak denganbaik dan dengan cara yangbenar, mengantisipasipenyebab masalah dantindakan pencegahan.7.4.5. Penanganan Ternak• Menyiksa ternak pada kondisi apapun tidak diperbolehkan
7. 5. Lingkungan cairan silase, lumpur, dan bahan polutan lainnya harus diletakkanKonsumen makin sadar bahwa pada tempat yang aman untukproduksi makanan harusseimbang dengan lingkungan. menjaga agar tidak mencemariuntuk itu peternak dalammemproduksi susu dan daging lingkungan lokal. Hindarimemilih cara yang mengurangikerusakan lingkungan . Masalah membuang limbah pertanianutama adalah polusi dari kotoransapi, cairan, cairan silase dll. atau bahan kimia pada tempatSaran untuk GMP adalahmemiliki sistem pengelolaan yang dapat terkena drainase, airlimbah yang baik, dan menjaminpengelolaan ternak tidak permukaan atau aiur tanahmemberikan dampak terhadaplingkungan lokal. Masing-masing dapat menghanyutkan dandijelaskan sebagai berikut: mencemari suplai air lokal. Gunakan bahan kimia (pupuk, obat, pestyisida dll) dengan benar untuk menghindari pencemaran lingkungan. Menjamin penampilan usaha peternakan agar bersih dan terawat untuk menciptakan kesan tempat memproduksi susu7.5.1. Memiliki Sistem dan daging yang berkualitas Pengelolaan Limbah yang Baik baik. 8. Aplikasi konsepLimbah peternakan harusditampung pada tempat khusus Coba amati suatu usahauntuk meminimumkan peternakan dilingkungan sekolahpencemaran. Tempat siswa, apakah sudahpenampungan harus diperiksa melaksanakan GMP denganapakan sudah penuh, atau ada baik. Hal-hal yang di amatikebocoran. Limbah lain seperti meliputi:plastik harus dibuang pada • Mencegah Penyakit Masuktempat yang sesuai untuk Ke Farm (Usaha Ternak)mencegah polusi. Kotoran sapi • Memiliki Programdapat disemprotkan ke padang Pengelolaan Kesehatan yangrumput. Efektif7.5.2. Menjamin Pengelolaan Pemerahan tidak Melukai Ternak tidak Memberikan Dampak Sapi dan Mengotori Susu Terhadap Lingkungan Lokal • Menjamin Pakan dan Air Kualitasnya Baik • Ternak Harus Nyaman • Memiliki Sistem PengelolaanMenjaga agar usaha peternakan Limbah yang Baiktidak memberi dampak terhadaplingkungan lokal. Fasilitas • Ternak tidak Haus, Lapar danpenyimpanan untuk limbah oli, Salah Makan 111
9. Pemecahan masalah 1. Jenis sapi asli Indonesia adalah9.1. Sapi perah yang dipelihara a. Brahmandidataran rendah produksinya b. Sahiwalkebih rendah dari sapi perah c. Baliyang dipelihara didataran tinggi. d. AngusDiskusikan dengan teman-temansiswa 2. Jenis ternak perah yang ada di Indonesia adalah9.2. Selandia Baru menyilangkan a. Sahiwal Crosssapi FH dengan dapi sahiwal. b. FHHasil silangan tersebut Sahiwal c. Kerbau Murrahcross di kespor ke Indonesia. d. Semua benarDiskusikan apa tujuanpenyilangan tersebut? 3. Cara mengetahu umur sapi yang paling tepat adalah9.3. Australia menyilangkan sapi a. Dari catatanShort horn dengan sapi b. Dari cincin tandukBrahman. Hasil silangan BX c. Wawancarakemudian diekspor ke Indonesia. d. Dari pertumbuhan gigiDiskusikan dengan teman-teman, apa tujuan penyilangan 4. Pengetahuan tingkah lakutersebut. ternak diperlukan untuk a. Mempermudah9.4. Kandang didataran rendah penanganan sapi b. Menyakiti sapisebaiknya tidak menggunakan c. Menendang sapi d. Mengikat sapiatap dari bahan seng atau 5. Pada pakan sapi, bungkilasbes, tetapi disarankan kedelai termasuk bahan sumbermenggunakan genteng. a. Energi b. ProteinDiskusikan dengan teman-teman c. Lemak d. Mineralapa tujuan tersebut? 6. Dedak padi merupakan bahan9.5. Disuatu peternakan sapi pakan sumber a. Energipotong banyak didapati sapi b. Protein c. Mineralyang pincang, sehingga d. Vitaminpertumbuhan terganggu.Diskusikan dengan teman-temanapa kemungkinanpenyebabnya?10. PengayaanJawablah pertanyaan di bawahini, dengan memilih satujawaban yang paling benar 112
7. Defisiensi Ca (Calsium) pada 10. Upaya mencegah penyakit sapi menyebabkan masuk ke Farm sapi a. Riketsia, adalah b. Pertumbuhan terhambat, c. Tidak ada koordinasi otot. a. Mengontrol kendaraan d. Semua benar yang masuk8. Fungsi kandang sapi adalah b. Mengontrol orang yang a. Mengontrol iklim mikro masuk b. Memberi kenyamanan sapi c. Menjaga keamanan ternak c. Membuat pagar pembatas d. Semua benar d. Semua benar9. tujuan vaksinasi sapi adalah Kunci Jawaban a. Mengobati sapi sakit 1.c b. Menciptakan kekebalan 2.d tubuh 3. a c. Menambah vitamin 4. a d. Menyuntikkan antibiotika 5. b 6. a 7. d 8. d 9. b 10. d 113
BAB 3MENERAPKAN KAIDAH DAN ATURAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)1. Persyaratan K3Pada prinsipnya tanggung jawab Sistem manajemen (K3) adalahterhadap keselamatan dan bagian dari sistem manajemenkesehatan kerja (K3) berada secara keseluruhan yangpada setiap orang. Setiap orang meliputi : strukturatau karyawan yang bekerja organisasi, perencanaan,dalam suatu perusahaan tanggung jawab, pelaksanaanpeternakan khususnya ternak prosedur, proses, dan sumberruminansia besar, harus daya yang dibutuhkan bagiberpartisifasi dalam setiap pengembangan, penerapan,kegiatan keselamatan dan pencapaian, pengkajian dankesehatan kerja, serta pemeliharaan kebijakanbertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatankeselamatan dan kesehatan kerja dalam rangkadirinya masing-masing pengendalian resiko yangdilingkungan kerjanya. Karena berkaitan dengan kegiatan kerjadalam suatu perusahaan guna terciptannya tempat kerjapeternakan khususnya ternak yang aman, efesien dan efektif.ruminansia besar senantiasa Tempat kerja adalah, setiapterdapat kegiatan-kegiatan ruangan atau lapangan tertutupteknis yang melibatkan juga atau terbuka, bergerak atauberbagai peralatan teknis dan tetap, dimana tenaga kerjasumber daya manusia. Maka bekerja atau yang seringsecara keseluruhan beban dimasuki tenaga kerja untuktanggung jawab atas operasinya keperluan suatu usaha dansuatu perusahaan peternakan dimana terdapat sumber atauakan berada pada pimpinan sumber-sumber bahaya baikperusahaan peternakan didarat, didalam tanah,tersebut. dipermukaan air, didalam air,Penerapan sistem manajemen diudara, yang berada di dalam(K3) dapat menjaminkeselamatan dan kesehatan wilayah kekuasaan hukumtenaga kerja maupun orang yangberada di tempat kerja. Menurut Republik Indonesia,peraturan menteri Tenaga KerjaNo: Per. 05/Men/1996, tentang Perusahaan adalah setiapsistem keselamatan dankesehatan kerja. bentuk usaha yang mempekerjakan pekerja dengan tujuan mencari laba/keuntungan atau tidak, baik milik swasta mapun milik negara. 115
bagian dari perencanaan.Tenaga kerja adalah tiap orang Sebagaimana alur proses sistemyang mampu melakukanpekerjaan baik didalam maupun manajemen keselamatan dandiluar hubungan kerja gunamenghasilkan jasa atau barang kesehatan kerja, maka untukuntuk memenuhi kebutuhanmasyarakat. dapat menetapkan dan memelihara program kerja K3 perusahaan perlu adanya tahapan-tahapan diantaranya: pemahaman terhadap dasarPengusaha adalah : hukum pelaksanaan program• Orang atau badan hukum K3, adanya komitmen danyang menjalankan suatu kebijakan dariusaha milik sendiri dan untuk pengusaha/pemilik perusahaan,keperluan itu menggunakan dan akhirnya perencanaan,yangtempat kerja. di dalamnya termasuk program• Orang atau badan hukum kerja.yang secara berdiri sendiri 3. Dasar Hukum Pelaksanaan Program K3menjalankan sesuatu usahabukan miliknya dan untukkeperluan itu Bagi suatu perusahaan, tenagamempergunakan temapat kerja merupakan aset yangkerja. sangat berharga. Agar dapatAdapun tujuan dan sasaran melakukan tugasnya secarasistem manajemen K3 efektif dan efisien, makaperusahaan peternakan kesejahteraan tenaga kerja perlukhususnya ternak ruminansia diperhatikan. Salah satu bentukbesar adalah menciptkan suatu kesejahteraan bagi tenaga kerjasistem keselamatan dan adalah perlindungan terhadapkesehatan kerja di tempat kerja keselamatan dan kesehatandengan melibatkan unsur kerja-nya. Untuk menjaminmanajemen, tenaga kerja, keselamatan dan kesehatankondisi dan lingkungan kerja tenaga kerja maupun orang lainyang terintegrasi dalam rangka yang berada di tempat kerja,mencegah dan mengurangi serta menjamin keamanankecelakan dan penyakit akibat terhadap sumber prouksi, proseskerja serta terciptanya tempat produksi dan dan lingkungankerja yang aman, efisien, dan kerja, perlu penerapan sistemproduktif. manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.2. Kaidah dan peraturan Penerapan sistem manajemen mengenai K3 keselamatan dan kesehatan kerja ini sesuai denganDalam sistem manajemen peraturan perundangan yangkeselamatan dan kesehatankerja, Program K3 merupakan berlaku di Indonesia. Peraturan 116
perundangan yang dimaksud seperti peledakan, kebakaran,adalah: pencemaran, dan penyakit akibat kerja wajib menerapkan3.1. Pasal 27 ayat (2), UUD sistem manajemen K3.tahun 1945. ”Setiap warga Sistem manajemen K3negara berhak atas sebagaimana dimaksut wajibpekerjaan dan dilakasanakan oleh pengurus,penghidupan yang layak perusahaan dan seluruh tenagabagi kemanusiaan”. kerja sebagai satu kesatuaan.3.2. Undang-Undang No. 13 Dalam penerapan sistemtahun 2003 tentang manajemen K3 perusahaan”Ketenaga kerjaan” Pasal peternakan ruminansia besar,86 wajib melaksanakan ketentuan-y Setiap pekerja mempunyai ketentuan sebagai berikut:hak untuk memperoleh y Menerapakan kebijakanperlindungan atas: keselamatan dan kesehatankeselamatan dan kesehatan kerja dan menjaminkerja , Moral dan kesusilaan komitmen terhadapdan perlakuan yang sesuai penerapan sistemdengan hak-hak dan manajemen K3.martabat manusia serta nilai- y Merencanakan pemenuhannilai agama. kebijakan, tujuan dany Untuk melindungi sasaran penerapankeselamatan pekerja guna keselamatan dan kesehatanmewujudkan produktifitas kerjakerja yang optimal y Menerapkan kebijakandiselenggarakan upaya K3 keselamatan dan kesehatany Perlindungan sebagaimana kerja secara efektif dengandimaksud pada ayat (2) mengembangkandilaksanakan sesuai dengan kemampuan dari mekanismeperaturan perundang- pendukung yang diperlukanundangan yang berlaku. mencapai kebijakan, tujuan dan sasaran keselamatan4. Penerapan Sistem dan kesehatan kerja. Manajemen K3 y Mengukur, memantau danSetiap perusahaan peternakan mengevaluasi kinerjaruminansia besar yang keselamatan dan kesehatanmempekerjakan tenaga kerja kerja serta melakukansebanyak seratus (100) orang tindakan perbaikan danatau lebih dan atau mengandung pencegahannya.potensi bahaya yang ditimbulkan y Meninjau secara teratur danoleh karakteristik dari proses meningkatakan pelaksanaanproduksi yang dapat sistem manajemen K3mengakibatkan kecelakaan kerja secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan 117
kinerja keselamatan dan 5.3. Keamanan Peralatankesehatan kerja.5. Memelihara Infrastruktur Semua peralatan yang akan K3 dalam Perusahaan digunakan atau yang sudah Peternakan Ruminansia dipasang, hendaknya dilakukan Besar evaluasi ulang atau dicek ulang. Apakah peralatan tersebut5.1. Keselamatan Kerja sudah benar-benar layak atau aman digunakan atau belum ?Keselamatan kerja dalamperusahaan peternakan 5.4. Pemasangan Instalasi Pengamanruminansia besar adalahkeselamatan kerja yangmenyangkut dengan unsur Setiap kali peralatan akan dipergunakan, kita harus selalumanusia, mesin/peralat, bahan memeriksa apakah alat pengamannya sudah terpasangyang dikerjakan dan ternak yang dengan benar sesuai dengan buku manualnya. Apakah alatdiusahakan. Adapun fungsi pengaman yang dipasang sudah sesuai dengan standar nasionalkeselamatan kerja adalah untuk katagori alat tertentu.mencegah terjadinya kecelakaandi tempat kerja. Yang perludiperhatikan dalam keselamatandan kesehatan kerja adalahterciptanya keamanan danlingkungan yang sehat di 5.5. Pemasangan Kabelperusahaan peternakanruminansia besar untuk semua Kondisi yang sama harus diperhatikan untuk peralatanpekerja tanpa harus yang membutuhkan arus dari sumbernya, jenis kabel yangmembedakan jenis atau dipasang harus memenuhi standar yang ditentukan.klasifikasi pekerjaan.Adapun faktor-faktor yang harusdiperhatikan dalamkeselamatan kerja : 5.5.1. Pengaman Listrik5.2. Keselamatan atau Petugas atau pemakai alat yang Keamanan Personal (manusia) berhubungan dengan listrik harus memeriksa kondisi pengaman listrik, untukSetiap orang yang bekerja di mengetahui kelayakan dariperusahaan peternakan semua pengaman listrik yangruminansia besar harus ada, apakah semua pengamanmenggunakan peralatan K3 yang ada telah memenuhipada waktu bekerja sesuai syarat teknis.dengan spesifikasipekerjaannya. 118
5.5.2. Pemadam Kebakaran alat pencacah rumput ( copper) yang ada di perusahaanSemua gedung baik yang peternakan ruminansia besartermasuk dalam instansi perlu alat penutup telinga ataupemerintah maupun swasta pelindung telingga. Disampingsebaiknya dilengkapi dengan alat tersebut masih ada alat –alat pemadam kebakaran yang alat pelindung badan lainnyasesuai dengan kebutuhan seperti : ( alat pelindung mata,bangunan. Alat pemadam alat pelindung , kepala alatkebakaran dapat ditempatkan di pelindung tangan, alat pelindunglaboratorium, bengkel, pabrik kaki, alat pelindung hidung danpakan, gudang pakan , gedung mulut dan lain sebagainya).atau kantor perusahaanpeternakan ruminansia besar. 6. Pedoman Penerapan DanAlat pemadam kebakaran secara Sistem Manajemen K3periodik harus dicek apakah Perusahaan Peternakanberfungsi dengan baik atau Ruminansia Besartidak. 6.1. Komitmen dan Kebijakan5.5.3. Kesehatan Kerja PimpinanHal-hal yang perlu diperhatikan 6.1.1. Kepemimpinan danyang berhubungan kesehatan Komitmenkerja dalam perusahaanpeternakan ruminansia besar Pengurus atau pemimpinadalah : perusahaan peternakan5.5.4. Sirkulasi Udara yang Baik ruminansia besar harusUntuk menjaga agar udara menunjukan kepemimpinannyadalam ruangan kantor, kandangternak , pabrik pakan tetap dan komitmennya terhadapbersih dan nyaman perludipasang peralatan seperti ( keselamatan dan kesehatansistem penyedot atau pengisapdebu, kipas angin , AC dan kerja dengan menyediakanpenanaman pohon pelindungdan lain-lai ) sumberdaya yang memadai.5.5.5. Kebisingan Setiap tingkat pimpinan diUntuk mengantisipasi kebisingan perusahaan peternakandalam bekerja di pabrik pakanatau pada saat mengoperasikan ruminansia besar harus menunjukan komitmen terhadap K3, sehingga penerapan sistem manajemen K3 di perusahaan peternakan ruminansia besar dapat berhasil dengan baik dan mudah dikembangkan. Setiap tenaga kerja atau karyawan perusahaan peternakan ruminansia besar 119
dan orang lain yang berada kegiatan perusahaan peternakanditempat kerja harus berperan ruminansia secara menyeluruhserta dalam menjaga dan yang bersifat umum dan ataumengendalikan pelaksanaan k3. operasional.6.1.2. Wujud Komitmen Kebijakan K3 suatu perusahaan peternakan ruminansia besar,Komitmen pimpinan perusahaan sebaiknya dalam pembuatannyaberkaitan dengan keselamatan melalui proses konsultasii antaradan kesehatan kerja dilakukan pengurus/pengelola dan wakildengan cara menyediakan tenaga kerja atau karyawansumberdaya yang memadai, dan suatu perusahaan tersebut, yangdiwujudkan dalam bentuk: kemudian harus dijelaskan,y Membentuk Organisas dan disebarluaskan kepada seluruhmenempatkan organisasi warga atau tenagakeselamatan dan kesehatan kerja/karyawan yang ada dikerja pada posisi yang dapat perusahaan tersebut.menentukan keputusanperusahaan Kebijakan K3 yang disusun dan disepakati bersifat dinamik dany Menyediakan anggaran, selalu ditinjau ulang, dalam rangka peningkatan kinerja K3.y Menyediakan tenaga kerjayang berkualitasy Menyediakan sarana lainyang diperlukan untuk K3 6.2. Perencanaany Menetapkan tanggungjawab, wewenang, dan Perusahan peternakankewajiban yang jelas dalam ruminansia besar haruspenanganan K3 membuat perencanaan yangy Membangun dan memelihara efektif untuk mencapaikesadaran, motivasi dan keberhasilan penerapan danketerlibatan seluruh pihak di kegiatan sistem manajemen K3perusahaan dengan sasaran yang jelas dan dapat diukur.6.1.2.1. Kebijakan K3Kebijakan K3 suatu perusahaan Perencanaan harus memuat tujuan, sasaran, dan indikatorpeternakan ruminansia besar kinerja yang diterapkan dengan mempertimbangkan identifikasiadalah suatu pernyataan tertulis sumber bahaya, penilaian dan pengendalian reksiko sesuaiyang ditanda tangani oleh dengan persyaratan perundang- undangan yang berlaku.pengusaha dan atau pengurusperusahaan peternakanruminansia besar, yang memuatkeseluruhan visi dan tujuanperusahaan, komitmen dantekad melaksanakan K3 , danprogram kerja yang mencakup 120
6.2. Penerapan y Kegiatan pendukungDalam mencapai tujuan K3 Kegiatan pendukung dariperusahaan peternakan sistem manajemen K3ruminansia besar harus antara lain; komunikasi,menunjuk personal yang pelaporan danmempunyai kualifikasi yang pendukumentasian semuasesuai dengan sistem yang kegiatan yang beradaditerapkan. disuatu peruhaan peternakan ruminansia besary SDM, Sarana dan Dana tersebut.Perusahaan harus 7. Menyimpan Alat- Alat Produksi Bahan Kimia danmempunyai personal yang Biologismemiliki kualifikasi , sarana,dana yang memadai sesuaidengan sistem manajemen Alat-alat produksi seperti cangul,K3 ember, sapu, sekop, copper, kereta dorong, tali tambang, alat-y Tanggung Jawab alat kesehatan, dan peralatan lainnya disimpan di tempat yangDalam peningkatan K3 , aman, baik itu dari pencurianakan efektif apabila semua maupun keamanan awetanpihak dalam suatu ataupun keberfungsian alatperusahaan tersebut tersebut. Untuk menyimpan alat-didorong untuk berperan alat produksi perlu saranaserta dalam penerapan dan pendukung seperti gudangpengembangan sistem memenuhi persyaratan.manajemen K3 serta Sedangkan untuk peralatanmemiliki budaya perusahaan kesehatan perlu juga disimpanyang mendukung dan pada ruangan tertentu dan alat-memberikan kontribusi bagi alat kesehatan sebaiknyasistem manajemen K3 dipisahkan dengan alat-alat untuk kegiatan produksi.y Pelatihan dan Kompetensi Bahan – bahan kimia kerja sebaiknya disimpan padaPengembangan dan ruangan khusus, tidak dicampurpenerapan sistem dengan bahan-bahan biologismanajemen K3 perusahaan maupun alat–alat produksi.peternakan ruminansia besar Ruangan untuk menyimpanyang efektif ditentukan oleh bahan kimia diusahakankompetensi kerja dan sedemikian rupa jauh dari ruangpelatihan dari setiap tenaga dapur. Pada intinya pada saatkerja diperusahaan tersebut. menyimpan semua alat-alat produksi, bahan kimia dan 121
biologis sebaiknya sesuai menyebabkan cidera baik itu ternak maupun peternaknya ?dengan standard operatingProcedure ( SOP). 10. Pengayaan8. Aplikasi KonsepMengidentifikasi K3 pada 1. Kepanjangan dari K3 adalahperusahaan peternakan sapi a. Kesehatan danpotong: keselamatan kerja b. Keselamatan dan8.1. Lakukan identifikasi sumber kesehatan kerjabahaya yang berkaitan c. Kesehatan keselamatandengan kegiatan kerjapenggemukan sapi potong d. Keselamatan kesehatanyang meliputi : kerjay Kegiatan persiapan 2. Keselamatan kerja dalam kandang perusahaan peternakany Kegiatan pemilihan bibit ruminansia besar adalah atau pengadaan bibit keselamatan kerja yangy Kegiatan pemberian menyangkut dengan unsur : pakan a. manusia, mesin/peralat,y Kegiatan penanganan bahan yang dikerjakan kesehatan dan ternak yangy Kegiatan pemanenan diusahakan.8.2. Lakukan Identifikasi b. manusia, mesin/peralat,dampak yang ditimbulkan dan bahan yangakibat dari kegiatan tersebut dikerjakan8.3. Carilah solusi atau alternatif c. manusia, mesin/peralat,pemecahan dari masing- dan ternak ternak yangmasing dampak tersebut diusahakan.8.4. Buatkan program K3 nya. d. Tenaga kerja, alat, bahan9. Pemecahan Masalah dan lingkunganSeorang peternak sapi akan 3. Kebijakan K3 suatumelakukan kegiatan perusahaan peternakanpenanganan ternak ( ruminansia besar sebaiknyamemandikan ternak) kebetulan memuat tentang :ternaknya sulit dikendalikan. a. visi dan tujuanPada hal kegiatan memandikan perusahaan danitu merupakan program komitmen dan tekadpenanganan kesehatan. Apa melaksanakan K3saran anda agar kegiatan b. visi dan tujuanmemandikan ternak tersebut perusahaan dan programberjalan lancar tanpa kerja K3 c. visi dan tujuan perusahaan dan 122
komitmen dan tekad b. Peraturan menterimelaksanakan K3 , dan Tenaga Kerja No: Per.program kerja yang 05/Men/1998mencakup kegiatan c. Peraturan menteriperusahaan peternakan Tenaga Kerja No: Per.ruminansia secara 05/Men/1997menyeluruh yang bersifat d. Peraturan menteriumum dan atau Tenaga Kerja No: Per.operasional. 05/Men/1996,d. visi dan targetperusahaan dan 6. Undang - undang yang mengatur tentangkomitmen dan tekad Ketenagakerjaan adalah a. Undang-Undang No. 13melaksanakan K3 tahun 2003 b. Undang-Undang No. 134. Pada prinsipnya tanggung tahun 2004 c. Undang-Undang No. 12jawab terhadap keselamatan tahun 2004 d. Undang-Undang No. 12dan kesehatan kerja (K3) tahun 2003berada pada:a. Setiap perusahaanpeternakanb. Setiap organisasic. Setiap instansipemerintah Kunci Jawaban 1. bd. Setiap orang 2. a 3. c5. Peraturan Menteri Tenaga 4. d 5. dKerja yang mengatur tentang 6. asistem keselamatan dankesehatan kerja ( K3) adalah:a. Peraturan menteriTenaga Kerja No: Per.05/Men/1999 123
Search
Read the Text Version
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
- 50
- 51
- 52
- 53
- 54
- 55
- 56
- 57
- 58
- 59
- 60
- 61
- 62
- 63
- 64
- 65
- 66
- 67
- 68
- 69
- 70
- 71
- 72
- 73
- 74
- 75
- 76
- 77
- 78
- 79
- 80
- 81
- 82
- 83
- 84
- 85
- 86
- 87
- 88
- 89
- 90
- 91
- 92
- 93
- 94
- 95
- 96
- 97
- 98
- 99
- 100
- 101
- 102
- 103
- 104
- 105
- 106
- 107
- 108
- 109
- 110
- 111
- 112
- 113
- 114
- 115
- 116
- 117
- 118
- 119
- 120
- 121
- 122
- 123
- 124
- 125
- 126
- 127
- 128
- 129
- 130
- 131
- 132
- 133