Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Jan-23 Newsletter

Jan-23 Newsletter

Published by Bayu Adiputra, 2023-02-03 08:54:52

Description: Jan-23 Newsletter

Search

Read the Text Version

EDISI 01/2023 MEDICAL NEWSLETTER Siloam Hospitals Group Clinical and Ancillary Newsletter HARI GIZI NASIONAL 2023: KONTEN BULAN INI SEJARAH DAN TUJUANNYA HARI GIZI NASIONAL 2023: SEJARAH Hari Gizi Nasional jatuh setiap tahunnya pada tanggal 25 Januari. Sejak DAN TUJUANNYA Indonesia merdeka pada tahun 1945, ada upaya dalam meningkatkan perbaikan gizi pada masyarakat. Pada 1950 Menteri Kesehatan yang menjabat saat itu dokter MARI MENGENAL SUSU Leimena mengangkat Profesor Poorwo Soedarmo sebagai Kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR) atau Instituut Voor Volksvoeding (IVV). Saat itu, IVV masih JANGAN MEREMEHKAN CEREBRAL bagian dari Lembaga Penelitian Kesehatan yang dikenal sebagai Lembaga VASCULAR DISEASE Eijckman. ANCAMAN RESISTENSI Lalu, pada 25 Januari 1951, LMR memulai pengkaderan tenaga gizi ANTIMIKROBIAL DAN PENTINGNYA Indonesia dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan. Kehadiran sekolah IMPLEMENTASI ANTIMICROBIAL ini disusul dengan munculnya pendidikan tenaga gizi di perguruan tinggi di STEWARDSHIP DI RS Indonesia. Tanggal tersebut kemudian dipilih sebagai hari peringatan dalam upaya perbaikan gizi masyarakat Indonesia lewat Hari Gizi Nasional yang PROFIL DR SPESIALIS DAN PENULIS: disepakati bersama. Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR) pada pertengahan tahun 1960-an, kemudian dilanjutkan DR. CHRISTOPHER ANDRIAN M.GIZI, oleh Direktorat Gizi Masyarakat sejak tahun 1970-an hingga saat ini seperti SP.GK MEmDeICnAgLutNipEWlaSmLEaTnTrEeRsmHAi LK.e1 menterian Kesehatan. DR. LOTHAR MATHEUS MANSEN, M.SC, SP.N APT. BENNY SETIAWAN M.FARM- KLIN OUR EVENT: GRAND LAUNCHING KIDNEY TRANSPLANT

EDISI 01/2023 mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan. Berbicara stunting memang erat kaitannya Adanya Hari Gizi Nasional bisa jadi momentum dengan asupan protein hewani. Dalam banyak literatur disebutkan asupan protein hewani yang cukup sesuai usia bagi banyak pihak untuk galang kepedulian serta anak bisa mencegah terjadinya stunting. meningkatkan komitmen berbagai pihak untuk bangun gizi bangsa Indonesia seperti disampaikan Plt. Direktur \"Studi yang dilakukan oleh Headey et.al (2018) Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kementerian menyatakan bahwa ada bukti kuat hubungan antara Kesehatan Ni Made Diah. stunting dan konsumsi pangan hewani pada balita 6-23 bulan, seperti susu/produk olahannya, daging/ikan dan TEMA HARI GIZI NASIONAL 2023 telur,\" kata Made Diah. Setiap tahun, Kementerian Kesehatan Maka dari itu, HGN kali ini mengangkat tema mengangkat tema yang jadi perhatian penting. Untuk tersebut agar asupan protein hewani anak-anak Indonesia tahun 2023 ini, tema yang diambil Hari Gizi Nasional ke-63 naik. Berdasarkan Susenas 2022 masih cukup rendah adalah Protein Hewani Cegah Stunting. untuk protein hewani. Berikut rinciannya yaitu kelompok ikan/udang/cumi/kerang 9,58 gram; daging 4,79 gram; \"Terkait Hari Gizi Nasional 2023, Kemenkes telur dan susu 3,37 gram. bersama lintas sektor dan organisasi seperti POGI, Persagi, Pergizi Pangan juga kementerian lembaga lain Data Food and Agriculture Organization (FAO) sudah sepakat tahun in tema HGN adalah Protein Hewani juga menunjukkan konsumsi telur, daging, susu dan Cegah Stunting,\" kata Made Diah. produk turunannya di Indonesia termasuk yang rendah di dunia. Berikut rinciannya: konsumsi telur antara 4-6 Alasan mendasar tema tersebut diambil lantaran kg/tahun; konsumsi daging kurang dari 40 g/orang, serta masih tingginya kasus stunting di Indonesia. Berdasarkan konsumsi susu dan produk turunannya 0-50 data Riset Kesehatan Dasar 2018 ada 30 persen anak RI kg/orang/tahun. yang stunting. Lalu, lewat intervensi pada 2021 terjadi penurunan angka stunting di 24,4 persen berdasarkan Mendukung Hari Gizi Nasional 2023 ini, Siloam survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI). terus melakukan peningkatan pelayanan terkati gizi terutama gizi pada pasien anak agar dapat tumbuh dan Namun, angka 24 persen itu masih dalam kategori berkembang lebih sehat tinggi. Maka itu pemerintah menargetkan bisa mencapai di bawah 14 persen pada 2024 PROFIL SPESIALIS dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK (Siloam Hospitals TB Simatupang) dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK merupakan seorang dokter yang menamatkan pendidikan spesialisasinya di Universitas Indonesia pada tahun 2017. Selain bekerja di Siloam Hospital TB Simatupang, beliau pernah menjabat sebagai dokter konsultan di Nutrigenomic untuk “Nutri-Gen-Me”, “Prodiagenomic”, dan “NalaGenetics” pada 2018- 2002 lalu. Beliau juga merupakan Koordinator Bidang Pelayanan Profesi Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Jaya (PDGKI-Jaya), anggota European Society for Clinical Nutrition and Metabolism, anggota Indonesian Society for Enteral and Parenteral Nutrition, serta bagian dari Tim Onkologi Terpadu Siloam Hospitals TB Simatupang MEDICAL NEWSLETTER HAL.2

EDISI 01/2023 MARI MENGENAL SUSU pemanasan yang dikombinasi dengan proses sterilisasi pengemasan. Proses tersebut bertujuan untuk dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK menghilangkan bakteri beserta sporanya agar tidak mampu tumbuh berkembang di dalam kemasan Sekarang ini banyak sekali produk susu maupun produk tertutup pada suhu normal ruang. Suhu yang olahan susu yang mudah untuk dikonsumsi. Secara umum digunakan dalam proses UHT yaitu 135–1500C selama susu memiliki peran sebagai pelengkap nutrisi apabila kita beberapa detik. Hasil dari pengolahan jenis UHT dapat tidak dapat memperolehnya dari sumber bahan makanan menghasilkan susu full cream(lemak susu minimal sehari-hari. Susu mengandung karbohidrat, protein, 3,25%), low-fat milk (lemak 1%), juga skim milk (lemak lemak, juga vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh 0,1%), dengan kandungan nutrisi berbeda- tubuh lho! Manfaat kesehatan lain yaitu terhadap densitas beda. Setelah melalui proses UHT, tidak terjadi mineral tulang. Beberapa jenis susu yang ada di pasaran: perbedaan nilai nutrisi pada lemak, protein kasein, laktosa, garam mineral dibandingkan susu sapi perah, 1. Susu jenis pasteurisasi namun beberapa jenis vitamin hilang akibat pemanasan UHT seperti vitamin B1, B6, B9, B12, Pasteurisasi merupakan proses pengolahan susu sapi vitamin C. Susu kental manis / SKM berupa pemanasan. Pemanasan tersebut bertujuan untuk mengurangi jumlah bakteri/mikro-organisme Susu kental manis adalah produk susu yang berasal yang bersifat merugikan bagi tubuh manusia (patogen) dari proses penguapan (evaporasi) sebagian dari susu, sehingga tidak lagi membahayakan kesehatan. Suhu dengan tambahan gula. Susu kental manis ini memiliki pemanasan berkisar 63–720C selama 15–30 detik. Hasil konsistensi kental (akibat evaporasi) dan berwarna dari pengolahan jenis pasteurisasi dapat menghasilkan kekuningan. Menurut Codex Alimentarius WHO, susu full cream(lemak susu minimal 3,25%), low-fat milk komposisi minimum yang harus terdapat di dalam (lemak 1%), juga skim milk (lemak 0,1%), dengan susu kental manis, yaitu lemak susu minimum 8%, kandungan nutrisi berbeda-beda solid susu minimum 28%, dan protein susu minimum 34%. Secara umum, susu kental manis memiliki 2. Susu jenis UHT kandungan protein rendah dan gula tambahan yang tinggi sehingga susu kental manis sebaiknya tidak UHT merupakan singkatan dari ultra high temperature. diberikan pada bayi dan anak. Bagi bayi, Proses UHT merupakan pengolahan susu sapi berupa direkomendasikan ASI atau ASI donor, atau susu formula bayi. Bagi bayi/anak berusia lebih dari 1 tahun, MEDICAL NEWSLETTER HAL.3 selain ASI, dapat diberikan susu sapi pasteurisasi atau UHT atau susu formula pertumbuhan, yang sudah dikonsultasikan dengan dokter spesialis. Perlu diingat, bagi bayi/anak >1 tahun, pemberian susu sapi/formula hanya berfungsi sebagai pelengkap nutrisi, karena sebagian besar kebutuhan nutrisi anak berasal dari sumber bahan makanan.

EDISI 01/2023 JANGAN REMEHKAN CEREBRAL hemoragik SMALL VESSEL DISEASE CSVD merupakan sebuah spektrum dan serial dr. Lothar Matheus Manson Vanende Silalahi, M.Sc, Sp.N secara klinis, simtomatik maupun radiologi akibat penyebab tertentu yang mengganggu ateriol, kapiler Siloam Hospitals Group selalu memberikan dan venula pada otak2. Kondisi ini terjadi secara edukasi secara masif kepada masyarakat tentang progresif dan pada fase awal pada umumnya pentingnya deteksi dini penyakit melalui medical check up. asimtomatik3. Secara neuroimaging MRI kepala, Dalam bidang neurologi, pemeriksaan pencitraan otak biomarker dari CSVD dapat berupa leukoaraiosis melalui MRI Kepala merupakan salah satu pilihan medical (WMH), silent brain infarction, small subcortical infarct, check up yang dapat diakses masyarakat secara luas. lakunar infark dan cerebral microblees (CMB)4. Pada usia lanjut (>60 tahun), sering ditemukan Berdasarkan metanalisis dan review sistematis, gambaran leukoaraiosis/White Matter Hyperintensities CSVD telah terbukti menjadi risiko terjadinya demensia (WMH) pada orang tanpa gejala neurologis spesifik baik itu demensia alzheimer, demensia vaskular (asimtomatik) pada saat medical check up MRI kepala. WMH maupun campuran keduanya. Adanya gangguan merupakan salah satu gambaran pencitraan penanda sirkulasi akibat kerusakan arteriol dan venula adanya Cerebral Small Vessel Disease (CSVD). CSVD yang merupakan penyebab terjadinya gangguan fungsional pada awalnya dianggap tidak berbahaya, sekarang sudah neuron yang berkontribusi terjadinya gangguan dikenal sebagai salah satu faktor risiko gangguan vaskular kognitif. Selain faktor sirkulasi tersebut, CSVD juga untuk terjadinya demensia, stroke iskemik maupun berhubungan dengan terjadinya gangguan patologi MEDhICemALoNraEgWikSLETTER HAL.4

EDISI 01/2023 degeneratif pada otak yang berkontribusi terhadap Sumber: kejadian Alzheimer5. 1. Telgte, A. et al. Cerebral small vessel disease: From a focal to Stroke iskemik juga sangat berkaitan dengan a global perspective. Nature Reviews Neurology vol. 14 387–398 CSVD dan telah banyak terbukti dari banyak penelitian. Preprint at https://doi.org/10.1038/s41582-018-0014-y (2018). Pada CSVD terjadi hipoperfusi serebral secara kronis dan 2. Wang, Z., Chen, Q., Chen, J., Yang, N. & Zheng, K. Risk dapat menjadi faktor predisposisi kondisi iskemia pada factors of cerebral small vessel disease: A systematic review stroke. Temuan CSVD pada pencitraan otak perlu menjadi and meta-analysis. Medicine (United States) vol. 100 E28229 perhatian lebih untuk pencegahan primer terhadap Preprint at https://doi.org/10.1097/MD.0000000000028229 kejadian stroke iskemik6. (2021). 3. Mustapha, M., Nassir, C. M. N. C. M., Aminuddin, N., Safri, A. Stroke hemoragik berhubungan secara langsung A. & Ghazali, M. M. Cerebral Small Vessel Disease (CSVD) – dengan CSVD karena stroke hemoragik paling banyak Lessons From the Animal Models. Frontiers in Physiology vol. terjadi akibat CSVD dengan angiopati amilodi dan 10 Preprint at https://doi.org/10.3389/fphys.2019.01317 (2019). arterosklerosis hipertensif. Secara tidak langsung adanya 4. Cannistraro, R. J. et al. CNS small vessel disease: A clinical CSVD, terutama gambaran CMB, dapat menjadi risiko review. Neurology vol. 92 1146–1156 Preprint at komplikasi perdarahan pada kondisi stroke iskemik yang https://doi.org/10.1212/WNL.0000000000007654 (2019). diterapi dengan antiplatelet maupun antikoagulan7. 5. Liu, Y., Braidy, N., Poljak, A., Chan, D. K. Y. & Sachdev, P. Cerebral small vessel disease and the risk of Alzheimer’s Temuan gambaran CSVD di MRI kepala, apalagi disease: A systematic review. Ageing Research Reviews vol. 47 pada subjek asimtomatik harus menjadi alarm bagi kita 41–48 Preprint at https://doi.org/10.1016/j.arr.2018.06.002 untuk dapat melacak kondisi lain yang menjadi faktor (2018). risiko CSVD. Hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia 6. Han, F. et al. Association between large artery stenosis, dan merokok adalah faktor risiko klasik yang juga cerebral small vessel disease and risk of ischemic stroke. Sci berhubungan dengan CSVD8. Temuan ini juga dapat China Life Sci 64, 1473–1480 (2021). menjadi edukasi untuk pasien untuk terus konsisten 7. Gurol, M. E., Sacco, R. L. & McCullough, L. D. Multiple Faces menerapkan pola gaya hidup sehat untuk pencegahan of Cerebral Small Vessel Diseases. Stroke vol. 51 9–11 Preprint komplikasi neurologis. Selain itu temuan CSVD dapat at https://doi.org/10.1161/STROKEAHA.119.027969 (2020). menjadi panduan bagi klinisi untuk melakukan screening 8. 8.Wang, Z., Chen, Q., Chen, J., Yang, N. & Zheng, K. Risk dan monitoring fungsi kognitif secara berkala dan teratur factors of cerebral small vessel disease: A systematic review and meta-analysis. Medicine (United States) vol. 100 E28229 Preprint at https://doi.org/10.1097/MD.0000000000028229 (2021). PROFIL SPESIALIS dr. Lothar Matheus Manson Vanende Silalahi, M.Sc, SpN (Siloam Hospitals Yogyakarta) dr. Lothar Matheus Manson Vanende Silalahi, M.Sc, SpN merupakan seorang dokter yang menamatkan pendidikan spesialisasinya di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2019. Banyak publikasi yang telah diterbitkan beliau seperti 3 journal terbaru beliau pada tahun 2020 dengan judul International Journal Of Medical Reviews and Case Report, Rare Case of Simultaneous Diabetic and Trocheal Nerve Neuropathy: Case Report, Callosum Neurology, Peran Pemeriksaan Elektrofisiologi dalam Diagnosis Sindrom Miller-Fisher, dan Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana, Diffuse-Weighted Magnetic Resonance Imaging (DW MRI) For Cryptogenic Stroke Diagnosis in Young Adult Female: A Case Report MEDICAL NEWSLETTER HAL.5

EDISI 01/2023 ANCAMAN RESISTENSI ANTIMIKROBA DAN PENTINGNYA IMPLEMENTASI ANTIMICROBIAL STEWARDSHIP RUMAH SAKIT apt. Benny Setiawan, M.Farm-klin Sembilan puluh tahun sejak pasien pertama sering muncul adalah Pseudomonas aeruginosa, dirawat antibiotik sulfa, sekali lagi mikroba menjadi Acinetobacter baumannii, dan Klebsiella pneumoniae. ancaman serius bagi dunia kesehatan.(Spellberg and Dalam studi cohort yang dilakukan oleh Karakonstantis Gilbert, 2014) Resistensi antimikroba telah muncul sebagai et al., PDR Acinetobacter baumannii signifikan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama abad ke-21 meningkatkan kematian di rumah sakit dalam 30 hari yang mengancam efektivitas terapi berbagai infeksi. (cause-specific hazard ratio (csHR): 3.10; 95% CI: 1.33–7.21), Besarnya masalah resistensi sangat mendesak terkait dan menurunkan laju angka keluar dari rumah sakit resistensi antibiotik oleh bakteri. Selama beberapa dekade (csHR: 0.24; 95% CI: 0.08–0.74) serta meningkatkan lama bakteri patogen telah mengembangkan resistensi terhadap rawat inap. setiap antibiotik baru yang masuk ke pasar (Gambar 1). Peningkatan resistensi antimikroba menyebabkan pilihan pengobatan semakin sedikit, serta peningkatan morbiditas dan mortalitas. Saat ini kita menghadapi infeksi yang lebih berat, membutuhkan perawatan lebih ekstensif dan durasi rawat yang lebih lama. Ini telah secara dramatis meningkatkan biaya perawatan kesehatan terkait dengan infeksi.(Reygaert, 2018) Saat ini, dunia kesehatan juga melawan mikroorganisme pandrug resistant (PDR), yang resisten terhadap semua agen antimikroba.(Magiorakos et al., 2012; Ventola, 2015) PDR telah dilaporkan pada 25 negara, terutama di ICU, dengan mikroorganisme paling MEDsIeCrAiLngNEmWuSnLcEuTlTaEdRalHaAhLP. s6eudomonas aeruginosa,.

EDISI 01/2023 dan menurunkan laju angka keluar dari rumah sakit pasien dan publik, pembuatan antibiogram, autorisasi (csHR: 0.24; 95% CI: 0.08–0.74) serta meningkatkan lama antibiotik restriksi, dan melakukan pemeriksaan alergi rawat inap .(S. Karakonstantis et al., 2020) antibiotik yang komprehensif. Intervensi setelah peresepan meliputi 4 intervensi: Audit penggunaan Resistensi merupakan usaha pertahanan diri antibiotik prospektif, Penilaian kembali antibiotik yang mikroba terhadap antibiotik, sehingga munculnya diresepkan “antibiotic timeout”, optimasi dosis antibiotik, resistensi merupakan hal yang alamiah.(Reygaert, 2018) dan optimasi durasi antibiotik.(World Health Organization. Peningkatan laju resistensi antimikroba erat kaitannya Regional Office for Europe, 2021) CDC merumuskan 7 dengan peningkatan konsumsi antibiotik(Schechner et al., elemen kunci aksi AMS seperti pada Gambar 2.(CDC, 2019) 2013). Overprescribing atau pemberian antibiotik tanpa indikasi beresiko mempercepat proses resistensi ini.(Llor WHO melakukan berbagai hal untuk mendorong and Bjerrum, 2014) Namun penelitian dari Versporten et implementasi AMS. WHO membuat policy guideline al. dalam Data Global Point Prevalence Survey (Global-PPS) terkait AMS (World Health Organization, 2021). WHO pada tahun 2015 yang dikumpulkan dari 303 rumah sakit di merilis 3 kategori antibiotik sebagai pertimbangan 53 negara, menunjukkan hanya 76,9% peresepan antibiotik peresepan: access, watch, dan reserve (AWaRe) dan merilis disertai alasan yang tercatat di rekam medis. Hanya 38,3% guideliene peresepan yang mengintegrasikan kategori catatan resep antibiotik yang direview kembali atau AWARE.(“2021 AWaRe classification,” n.d.; WHO, 2022). dihentikan. Kepatuhan terhadap guideline tercatat 77,4%. WHO turut serta merumuskan defined daily dose, sebagai Sebab dari rendahnya kepatuhan terhadap guideline tidak salah satu metode perhitungan konsumsi antibiotik pasti dan multifaktor, seperti pola resistensi lokal, universal. (“Defined Daily Dose (DDD),” n.d.) Institusi ketidakpastian kondisi klinis, dan ketakutan akan dunia lain juga mendorong implementasi AMS, seperti kegagalan terapi.(Versporten et al., 2018) Joint Commission International (JCI) memasukkan AMS menjadi salah satu standar akreditasi pada bab Medication Mengingat bahwa ketidaktepatan penggunaan Management and Use (MMU) 1.1. (JCI, 2020) antibiotik di dunia kesehatan adalah salah satu faktor kunci yang dapat dimodifikasi, intervensi terkoordinasi untuk mempromosikan penggunaan antibiotik optimal melalui antimicrobial stewardship (AMS) dilakukan.(World Health Organization. Regional Office for Europe, 2021). Stewardship berarti pengelolaan yang hati-hati dan bertanggung jawab atas sesuatu yang dipercayakan. Antimicrobial stewardship (AMS) mengacu pada pemilihan,penentuan dosis, dan durasi pengobatan antimikroba optimal yang menghasilkan hasil klinis terbaik dengan efek samping minimal pada pasien serta memiliki dampak minimal pada resistensi. (Shrestha et al., 2022). Aktivitas AMS terdiri dari setidaknya 10 intervensi. Intervensi yang dapat dilakukan sebelum peresepan meliputi 6 intervensi: edukasi klinisi, edukasi MEDIpCaAsLieNnEdWaSnLpEuTbTlEiRk HAL.7

EDISI 01/2023 Pemerintah Indonesia sendiri turut berperan Montreal Protocol.(“Ozone layer recovery is on aktif dalam mendorong implementasi AMR. Kementerian track, due to success of Montreal Protocol | UN News,” Kesehatan menerbitkan PMK 8 No 15 tentang Program 2023; Rubin, 2019) Keberhasilan ini menjadi contoh bahwa Pengendalian Resistensi Antimikroba Di Rumah Sakit yang AMS membutuhkan aksi kolektif setiap pemangku menjadi landasan hukum Komite Pengendalian Resistensi kesehatan dalam memerangi resistensi mikroba adalah Antimikroba (KPRA).Pedoman Penggunaan Antibiotik juga mungkin. Melalui dukungan pemerintah, manajemen diterbitkan melalui PMK No 28 tahun 2021 yang rumah sakit, klinisi , serta tenaga kesehatan lain yang mengikorporasikan klasifikasi AWaRe. Pemangku terkait ancaman resistensi antimikroba dapat diselesaikan kebijakan dunia kesehatan beserta pihak lain pernah bersama. melakukan terobosan dalam melindungi lapisan ozone melalui PROFIL PENULIS apt. Benny Setiawan, M.Farm-klin (Pharmacy Executive Siloam Hospitals Group – Head Office) Pak Benny Setiawan menyelesaikan pendidikan profesinya sebagai apoteker pada tahun 2013 sebelum menamatkan Magister –nya di Universitas Surabaya pada tahun 2015. Sejak 2015, beliau bekerja di berbagai unit Siloam seperti Siloam Hospitals Lippo Village dan Siloam Hospitals Kelapa Dua sebelum bergabung dengan Head Office. Banyak jurnal penelitian yang telah diterbitkan beliau seperti Pharmacist Intervention to Medication Reconciliation Improve Patient Safety dan Antibiotic Prescription After Restricted Antimicrobial Program di tahun 2017. MEDICAL NEWSLETTER HAL.8

EDISI 01/2023 OUR EVENT GRAND LAUNCHING SCAN ME KIDNEY TRANSPLANT 19 JANUARI 2023 MEDICAL NEWSLETTER HAL.9

“LET THY FOOD BE THY MEDICINE, WHICH MEANS OUR FOOD SHOULD BE OUR MEDICINE AND VICE VERSA” NATIONAL NUTRIONAL DAY 2023 25th Jan-23


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook