Modul Ajar BIOLOGI Kelas XII Pertumbuhan dan Perkembangan
PENGENALAN GURU MATA PELAJARAN PENYUSUN MODUL PEMBELAJARAN Gita Permatasari adalah nama yang diberikan pasangan suami istri, Moch. Hatta dan Ipah Syarifah pada penulis. Penulis lahir di Bandung pada tanggal 3 Februari 1992. Anak kedua dari dua bersaudara ini mengawali jenjang pendidikan di SDN 4 Lembang dan lulus pada tahun 004. Pada jenjang berikutnya, penulis berhasil menyelesaikan pendidikan di SMPN 1 Lembang pada tahun 2007. Setelah lulus SMP, penulis melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Lembang dan lulus pada tahun 2010. Selanjutnya penulis berhasil diterima di jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pasundan Bandung dan lulus pada tahun 2014.
PENGENALAN GURU MATA PELAJARAN PENYUSUN MODUL PEMBELAJARAN Rinrin Yuniasari merupakan anak kedua dari empat bersaudara menyelesaikan S1 jurusan pendidikan biologi di Universitas Pendidikan Indonesia pada tahun 2002 dan S2 PKLH Pasca sarjana Universitas Negeri Jakarta pada tahun 2010. Pengalaman pertama menulis pada saat kelas 5 SD dan tulisannya menjadi salah satu tulisan terbaik seprovinsi Jawabarat. Tulisan selanjutnya mendapatkan penghargaan tingkat provinsi dalam rangkaian kegiatan peringatan ke-66 Hari TNI pada tahun 2011. Juara lomba keberhasilan guru dalam pembelajaran pada tahun 2013. Juara Olimpiade Guru Biologi tingkat Kabupaten pada tahun 2015. Juri Lomba Karya Ilmiah Siswa tingkat Kabupaten pada tahun 2015. Juara lomba kreatifitas guru dalam pembelajaran tingkat kabupaten pada tahun 2016. Guru Pembimbing Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia tingkat Nasional pada tahun 2016. Bersama tim mengikuti Penelitian Seaqis Research Grant pada tahun 2021. Menulis buku dongeng ajaib dan Didaktika Jurnal Ilmiah Pendidikan tahun 2023.
DAFTAR ISI Halaman Judul 1 Pengenalan Guru Penyusun 2 Daftar Isi 4 Glosarium 5 1. PENDAHULUAN 7 1.1 Tema Pembelajaran 7 1.2 Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi 8 1.3 Deskripsi Singkat Materi 8 1.4 Petunjuk Penggunaan Modul 9 1.5 Literasi dan Numerasi 10 2. KEGIATAN PEMBELAJARAN 13 2.1 Pembelajaran 1 13 2.2 Pembelajaran 2 20 2.3 Pembelajaran 3 22 2.4 Penugasan 24 2.5 Evaluasi Diri 28 2.6 Latihan Soal 29 3. PEDOMAN PENSKORAN 34 4. DAFTAR PUSTAKA 35
Growing BEANS What will students learn? There's nothing like setting up a fun experiment in the classroom such as growing beans, which is an easy activity to complete using household items. There are several skills that growing beans will provide children. They will learn how to observe a process and to be patient for achieving great things! How long will it take? It takes around 4 weeks for the beans to fully grow. What do you need? Steps Clear glass, jar or plastic cup Put a handful of cotton wool into the glass. Place the bean into the glass Bean seed nestled to one side so that you can Cotton wool see the root growth when it begins. Daylight Once placed, add a little water and then wait for the root to come out of Water the bean in the forthcoming days. Soon enough, you will start to see the beans sprout and the root growth start to appear. Make sure that the cotton wool is kept moist for further growth. Once the root is established, you will start to see the plant growing out of the other side of the bean. From the moment that you see the plant appear from the bean, it won’t take much longer before the plant is growing outside of the glass and heading towards the sunlight. Don't forget to keep the beans watered too often. Good luck!
1.Pendahuluan 1.1 Tema Pembelajaran Perkecambahan Perkecambahan adalah proses penting dalam perkembangan tumbuhan. Prudente & Paiva (2018) mengungkapkan kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai proses perkecambahan termasuk faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya. Pengetahuan tentang biologi perkecambahan penting dipelajari untuk menghasilkan strategi yang tepat bagi upaya konservasi dan restorasi tumbuhan (Khurana & Singh, 2001a; Khurana & Singh, 2001b). Informasi mengenai biologi perkecambahan juga dapat dijadikan sebagai dasar untuk menyusun protokol perkecambahan tumbuhan endemik, langka, dan terancam yang merupakan langkah awal konservasi tumbuhan (Di Cecco et al., 2017).
1.3 Deskripsi Singkat Materi Pada modul ini untuk pelajaran biologi peminatan dan Lintas minat peserta didik belajar untuk menganalisis faktor internal dan faktor eksternal terhadap pertumbuhan dan perkembangan mahluk hidup dan Peserta didik mampu menyusun laporan hasil percobaan virtual tentang pengaruh faktor eksternal terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman
1.4 Petunjuk Penggunaan Modul 1. Modul ini dapat dipelajari secara mandiri dalam waktu yang disesuaikan dirumah kalian 2. Bacalah seluruh uraian materi pada setiap bagian pembelajaran yang ada dalam modul ini secara utuh agar memiliki pemahaman yang baik tentang materi yang akan dipelajari. Kamu dapat juga mencari sumber sumber materi di tempat lainnya, seperti internet, buku bahasa Indonesia, dan lainnya. 3. Lakukan semua penugasan yang ada pada modul untuk mendapatkan pemahaman mengenai materi modul dengan baik. 4. Dalam pengumpulan penugasan atau soal kamu diperlukan alat penunjang seperti gawai atau komputer yang terhubung internet. Oleh karena itu, mohon selalu menyiapkannya. Namun jika memilki kendala saat pengumpulan tugas kamu dapat menghubungi langsung guru yang bersangkut (identitas guru terdapat pada halaman awal ) 5. Bila ada kesulitan untuk memahami materi modul, kamu dapat meminta bantuan teman, tutor, atau memanfaatkan bertanya saat melakukan pertemuan dengan guru secara virtual sesuai jadwal yang telah ditentukan 6. Selamat membaca dan mempelajari modul
1.5 Literasi dan Numerasi
Balitsa Luncurkan Tips Produksi Benih Botani REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bawang merah merupakan komoditas unggulan Tanah Air. Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementan RI memiliki tips dalam meningkatkan kualitas benih bawang merah. Peneliti dari Balitsa Lembang Prof Suwandi menyebutkan, ada tiga aspek yang harus diperhatikan petani dalam meningkatkan mutu benih botani (true shallot seed) atau TSS. Pertama, mutu benih botani (biji TSS) yang diproduksi harus matang secara fisiologis. Cirinya, berwarna hitam bernas. Penanganan benih itu, papar dia, akan memengaruhi daya tumbuh. Benih TSS bawang merah, papar dia, sebelum disemai, harus terlebih dulu direndam dalam air hangat 50 derajat celcius. ‘’Atau diberi larutan fungisida Previcur N (2 cc/l) selama tiga jam,’’ ujar Suwandi kepada Republika, Rabu (4/10). Aspek selanjutnya, papar dia, yakni pada sesi persemaian. Kata dia, benih harus disemai dengan cara disebar merata 20 gram per meter persegi. Setelah itu, sambung Suwandi, harus dipelihara melalui penyiraman dan pengendalian dari rumput liar Pembibitan bawang merah asal TSS, imbuh dia, dipelihara secara intensif di persemaian. ‘’Lakukan penyiraman, pemberian pupuk tambahan dengan larutan pupuk NPK Mutiara dosis 1,5 - 2,0 g/l air disiramkan pada umur empat minggu,’’ tambahnya. Kata Suwandi, harus dilakukan proteksi terhadap kemungkinan serangan hama dan penyakit di persemaian. Umbi bibit, lanjut dia, siap dipindah ke lahan setelah berumur enam minggu. Pada kondisi lingkungan tanam yang berbeda dengan tempat persemaian, sebaiknya dilakukan aklimatisasi lebih dulu selama satu minggu, sebelum pemindahan.n
Aspek ketiga, lanjut dia, yakni proses budidaya TSS di lapangan sesuai dengan SOP, yaitu dari mulai penanaman, pemupukan dan pengendalian dari serangan hama dan penyakit. Pada proses penanaman, imbuh dia, harus diperhatikan jadwal musim tanam. Musim tanam bawang merah off-season dilaksanakan pada musim hujan dan terdapat variasi tergantung lokasinya, yaitu mulai Oktober-Maret. Untuk penanaman di luar musim tersebut, perlu menerapkan teknologi off-season dengan memperhatikan kondisi lingkungan pertanaman dan proteksi. Dengan memerhatikan tips tersebut, pihaknya optimistis para petani akan mendapatkan hasil yang maksimal. Informasi tentang upaya peningkatan kualitas benih itu, sambung dia, menjadi salah satu implementasi program nasional, berupa penelitian dan pengembangan teknologi terutama untuk komoditas utama, seperti cabe, bawang merah, dkentang dan bawang putih. ‘’Para peneliti sengaja mengundang kepada stakeholder untuk menggunakan teknologi dalam negeri,’’ tandasnya. Sumber :News.republika.co.id/berita/oxaiuu371/balitsa-luncurkan- tips-produksi-benih-botani Setelah kalian membaca artikel berjudul “Balitsa Luncurkan Tips Produksi Benih Botani” di atas, tulislah pendapat dan tanggapan kalian terhadap artikel tersebut! Adapun yang kalian harus perhatikan sebagai berikut : 1. Tulis tanggapan kalian dibuku kalian 2. Fotokan tanggapan kalian dan swafoto kalian ketika membaca artikel tersebut dan kumpulkan di GoogleClassroom
2. Kegiatan Pembelajaran Pembelajaran Pertama Tujuan Pembelajaran Setelah melakukan kegiatan pembelajaran 1 ini , diharapkan kalian mampu : 1. Menjelaskan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan, 2. Menjelaskan macam-macam perkecambahan pada biji juga 3. Menjelaskan tahap pertumbuhan primer dn sekunder
My name's ALL .............................. ABOUT Draw your family members or paste a family photo here. ME Write about them, too. Draw yourself or paste a photo of yourself here. My Hobbies ............................................................................ ............................................................................ ............................................................................ .............................................................................. .......................................................................... ............................................................................ My Favorite Things ............................................................................ ............................................................................ .............................................................................. ............................................................................ .......................................................................... ............................................................................ ............................................................................ .............................................................................. ............................................................................ .......................................................................... ............................................................................ ............................................................................ ............................................................................ ............................................................................
BACK TO SCHOOL Gaya Belajarku My goals this year Ingin Belajar Biologi dengan cara : My favorite subjects
Pertumbuhan dan Perkembangan Materi 1
Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya tinggi, volume, atau massa tubuh pada makhluk hidup yang bersifat kuantitatif (bisa diukur dan dihitung dengan angka). Proses pertambahan biomassa atau ukuran (berat, volume, atau jumlah) yang sifatnya tetap dan irreversible (tidak dapat balik ke kondisi semula) Pertumbuhan ini bisa dilihat dengan melihat tampilan fisik makhluk hidup tersebut. Pekembangan merupakan suatu proses differensiasi, organogenesis, dan diakhiri dengan terbentuknya individu baru yang lebih lengkap dan lebih dewasa yang bersifat kualitatif (tidak dapat dituliskan dengan angka) Perkembangan tidak terbatas pada usia, ini berarti makhluk hidup akan terus berkembang seiring pertambahan usianya Perkecambahan biji merupakan serangkaian proses penting yang dimulai sejak dorman (periode diam) sampai menjadi bibit yang sedang tumbuh. Perkecambahan meliputi peristiwa-peristiwa fisiologis dan morfologis sebagai berikut: 1. Imbibisi dan absorpsi 2. Hidrasi jaringan 3. Absorpsi oksigen 4. Pengaktifan enzim dan pencernaan 5. Transport molekul yang terhidrolisis ke sumbu embrio 6. Peningkatan respirasi dan similasi 7. Munculnya embrio
Macam-Macam Perkecambahan
Pertumbuhan pada tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu 1.Pertumbuhan primer 2.. Pertumbuhan sekunder Pertumbuhan Primer terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang. Pertumbuhan primer pada batang Pertumbuhan sekuder merupakan hasil aktivitas jaringan meristem sekunder berupa kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan sekunder akan mengakibatkan bertambahnya diameter batang. Pertumbuhan sekunder pada batang
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 Tujuan Pembelajaran Melalui kegiatan pembelajaran kedua ini, ini diharapkan kalian mampu dan menjabarkan faktor internal maupun factor eksternal.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ada 2 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Yuk, kita pelajari lebih lanjut mengenai faktor- faktor pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan! 1. Faktor dalam (internal) Faktor dalam (internal) yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman meliputi faktor genetis dan fitohormon. Gen merupakan faktor hereditas atau pembawa sifat yang terdapat dalam tubuh tanaman. Hormon pertumbuhan merupakanzat organik yang dihasilkan oleh jaringan tertentudan diedarkan ke jaringan lainnya,yang dalam jumlah sedikit dapat mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Fitohormon adalah sekumpulan zat yang membantupertumbuhan, sering disebutsebagai zat penumbuhatau hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan pada tumbuhan ada bermacam-macam diantaranya (1) auksin; (2) giberelin (3)sitokinin; (4) asam absisat, (5) etilen 2. Faktor Luar(eksternal) Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhanmerupakan faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan. Faktor eksternal tersebut antara lain nutrisi, cahaya, suhu, kelembapan dan aerasi. Materi 2
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 Tujuan Pembelajaran Menyusun laporan hasil percobaan tentang pengaruh faktor eksternal terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman
Materi 3 Laporan Hasil Percobaan meliputi : 1. Judul Percobaan 2. Tujuan 3. Alat dan Bahan 4. Landasan Teori 5. Cara Kerja 6. Data Hasil Percobaan 7.Jawaban Pertanyaan 8. Pembahasan 9. Kesimpulan 10. Daftar Pustaka
2.4 Penu gasan LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Tujuan : Setelah mengikuti kegiatan belajar ini, Anda diharapkan akan mampu: 1. Memahami penggunaan eksperimen virtual perkecambahan pada tautan: https://askabiologist.asu.edu/experiments/vpocketseeds. 2. Merancang kerangka percobaan virtual faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan kecambah. 3. Melakukan percobaan perkecambahan secara virtual untuk melihat pengaruh faktor-faktor eksternal terhadap perkecambahan pada tanaman kacang Kapri (Pisum sativum). 4. Merencanakan dan mengkomunikasikan percobaan pengaruh faktor-faktor eksternal terhadap perkecambahan Lembar Kerja 1. Akses situs web dengan tautan https://askabiologist.asu.edu/experiments/vpocketseeds kemudian pelajarilah instruksi yang ada pada laman situs tersebut. Lanjutkan eksplorasi pada bagian “Overview of the Experiment” kemudian pelajari kembali. Fitur percobaan virtual apa sajakah yang Anda temukan dalam tautan-tautan tersebut? 2. Setelah Anda mempelajari tautan situs web percobaan virtual tersebut, lakukanlah eksplorasi pada bagian-bagian “Data Card” dan amati faktor-faktor/ perlakuan pertumbuhan perkecambahan apa sajakah yang dapat dilakukan?
3. Mengingat Anda akan melakukan percobaan secara virtual dan perlu menyesuaikan dengan data-data/ perlakuan yang tersedia di situs Eksperimen Virtual, mofidikasilah rancangan percobaan yang telah Anda susun sebelumnya dengan perlakukan yang tersedia (A1- D2) pada laman https://askabiologist.asu.edu/data-card-sets!
4. Setelah merancang percobaan virtual, kemudian kalian melakukan percobaan secara virtual, hasil percobaan secra virtual dicatat dalam kartu hasil pengamatan dan tabel hasil pengamatan. Tabel Hasil Pengamatan
5. Analisis Data hasil percobaan, buatlah dalam bentuk Grafik! 6. Jawablah pertanyaan berikut ini: 1) Apakah peranan air dalam menginisiasi proses perkecambahan ? 2) Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi proses perkecambahan berdasarkan hasil percobaan ? Jelaskan!
2.5 Evaluasi Diri Setelah kalian belajar di rumah, dan sebagai bahan penilaian proses belajar di rumah. Berikut yang harus kalian lakukan ketika belajar di rumah: 1. Fotokan dan dokumentasikan pembiasaan yang sering lakukan sebelum melaksanakan pembelajaran dan kumpulkan di GC 2. Pembiasaan yang dimaksud adalah kalian melakukan berdoa sebelum belajar, membaca, dan pembiasaan yang menunjang kalian selama belajar dari rumah. 3. Merefleksi diri dari pembelajaran dalam tautan GC
2.6 Latihan Soal Sumber: https://infografis.sindonews.com/ No. 1 Berdasarkan infografis “fakta hidroponik”, untuk menunjang pertumbuhan daun hal yang harus diperhatikan adalah… A. tanaman tidak diberikan pestisida atau obat lainnya. B.tanaman harus mendapatkan paecahayaan 15-18 jam C. tanaman harus ditumbuhkan pada set power 4 susun. D. menggunakan air bersih atau sumur dengan nilai pH lebih dari 6,5. E. penggunaan pupuk berupa unsir hara mikro berupa N, P, dan K.
No. 2 PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L) PADA BERBAGAI POLA JAJAR LEGOWO DAN JARAK TANAM Padi merupakan komoditas tanaman pangan penghasil beras yang memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi Indonesia dengan cara tanam yang bermacam-macam. Cara tanam dengan sistem legowo mempunyai beberapa keuntungan yaitu tanaman berada pada bagian pinggir sehingga mendapatkan sinar matahari yang optimal yang menyebabkan produktivitas tinggi, memudahkan dalam pengendalian gulma dan hama/penyakit, penggunaan pupuk lebih efektif dan adanya ruang kosong untuk pengaturan saluran air (Sirrapa, 2011). Sistem tanam jajar legowo merupakan sistem tanam yang memperhatikan larikan tanaman, sistem tanam jajar legowo merupakan tanam berselang seling antara dua atau lebih baris tanaman padi dan satu baris kosong. Keuntungan dari sistem tanam jajar legowo adalah menjadikan semua tanaman atau lebih banyak tanaman menjadi tanaman pinggir. Tanaman pinggir akan memperoleh sinar matahari yang lebih banyak dan sirkulasi udara yang baik, unsur hara yang lebih merata, serta mempermudah pemeliharaan tanaman (Mujisihono dan Santosa., 2001). Menurut Suparwoto (2010) jarak tanam pada budidaya padi dengan sistem tanam pindah merupakan salah satu faktor produksi yang sangat penting sebagai penentu tercapainya peningkatan produksi. Dengan jarak tanam yang sangat rapat biaya produksi meningkat dan apabila sangat ebar populasi tanaman menurun pada akhirnya mengakibatkan hasil panen menurun. Penggunaaan jarak tanam pada dasarnya adalah memberikan kemungkinan tanaman untuk tumbuh dengan baik tanpa mengalami banyak persaingan dalam hal mengambil air, unsur-unsur hara, dan cahaya matahari. Jarak tanam yang tepat penting dalam pemanfaatan cahaya matahari secara optimal untuk proses fotosintesis. Dalam jarak tanam yang tepat, tanaman akan memperoleh ruang tumbuh yang seimbang (Warjido et al. 1990).
Sistem tanam padi sawah sampai saat ini umumnya dilakukan petani menggunakan sistem tanam pindah (tapin). Sistem ini selain tidak banyak membutuhkan persyaratan khusus juga tidak banyak resiko. Namun, masih banyak petani yang menggunakan bibit dengan jumlah bibit yang relatif banyak (7 - 10 batang per rumpun, bahkan lebih dari 10 batang per rumpun). Padahal rekomendasi yang umum untuk penggunaan jumlah bibit padi sawah adalah 3 batang per rumpun. Bahkan pada teknologi SRI (The System of Rice Intensification), jumlah bibit yang diterapkan adalah satu batang per rumpun (Kasim, 2004). Sumber : http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/AGROLAND/article/viewFile/8569/6801 Berdasarkan teks di atas, manakah pernyataan berikut ini yang benar tentang pola pertumbuhan tanaman padi? A. Tanaman padi berada pada bagian tengah sehingga mendapatkan sinar matahari yang optimal yang menyebabkan produktivitas tinggi B. Sistem tanam padi merupakan tanam berselang seling antara dua atau lebih baris tanaman padi dan satu baris kosong sehingga sirkulasi udara yang baik, unsur hara yang lebih merata, serta mempermudah pemeliharaan tanaman C. Sistem tanam padi sampai saat ini umumnya dilakukan petani menggunakan sistem tanam pindah (tapin) yang membutuhkan prasyrat khusus. D. Jarak tanam padi yang sangat rapat biaya produksi meningkat dan populasi tanaman meningkat pada akhirnya mengakibatkan hasil panen meningkat. E. Menggunakan bibit dengan jumlah bibit yang relatif banyak (7 - 10 batang per rumpun, bahkan lebih dari 10 batang per rumpun) menghasilkan varietas unggul.
No. 3 Pengaruh Komposisi Media Tanam dan ZPT Air Kelapa terhadap Pertumbuhan setek pucuk Jeruk Kacang (Citrus reticulata Blanco). Bahan dan Metode Alat yang digunakan antara lain pisau okulasi, cangkul, sekop kecil, paku, timbangan, gembor, handsprayer, meteran, gunting, gelas ukur, thermometer, kamera, mistar, alat tulis. Bahan yang akan digunakan antara lain tanaman jeruk yang diambil bagian pucuk, aquades, tanah andosol, kompos, polibag ukuran 15x20 cm, kertas label, Curater 3GR, fungisida Dithane M45, Plastik Hitam, plastik transparan, paranet dan kayu bulat. Rancangan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 4 x 2. Faktor pertama (A) yaitu macam-macam media tumbuh stek (A) dan faktor kedua (B) adalah konsentrasi air kelapa. Adapun perlakuan pada percobaan ini adalah: 1. Media tumbuh stek (A), yang terdiri dari 4 macam A1 = Media Tanah A2 = Media Campuran tanah dan sekam perbandingan 2:1 A3 = Media Campuran tanah dan pupuk kandang perbandingan 1:1 A4 = Media Campuran tanah dan pasir perbandingan 2:1 2. Konsentrasi air kelapa (B), yang terdiri dari 2 taraf B0 = Tanpa zat pengatur tumbuh air kelapa B1 = Dengan zat pengatur tumbuh air kelapa 25 %. Dalam percobaan ini terdiri dari 8 perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 24 plot percobaan. Setiap perlakuan terdiri dari 5 stek sehingga jumlah seluruhnya 120 stek.
No. 3 Seorang siswa merubah Rancangan Acak Kelompoknya (RAK) faktorial menjadi 3 X 2, setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Berarti percobaan siswa tersebut. adalah…. A. Dalam percobaannya terdiri dari 6 perlakuan B. Dalam prcobaannya terdiri dari 12 perlakuan C. Plot percobaan yang yang harus disiapkan oleh siswa tersebut 12 D. Plot percobaan yang yang harus disiapkan oleh siswa tersebut 18 E. Plot percobaan yang yang harus disiapkan oleh siswa tersebut 24
3. Pedoman Penskoran Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar Nilai = ������������������������������ℎ ������������������������ ������������������������������������ℎ������������ x 100 % ������������������������������ℎ ������������������������ ������������������������������������������������ Konversi tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar berikutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar1, terutama bagian yang belum dikuasai.
DAFTAR PUSTAKA Aryulina, Diah dkk. 2007. BIOLOGI 3. Jakarta:ESIS Campbell, N.A., J.B. Reece & L.G. Mitchell. 1502.2008. Biologi Jilid 1. Edisi Kedelapan.Jakarta: Erlangga Karmana, Oman. 2007. Cerdas Belajar Biologi. Bandung: Grafindo Media Pratama Purnamasari, Apon. 2020. Modul Pembelajaran SMA BIOLOGI. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Karakter dapat dibentuk salah satunya dengan pendidikan. Pendidikan merupakan perbuatan fundamental karena pendidikan mengubah dan mengonstruksi perbuatan manusia, karena mendidik itu memanusiakan manusia (muda), karena mendidik itu perbuatan hominisasi dan humanisasi. Ki Hajar Dewantara
Search
Read the Text Version
- 1 - 36
Pages: