KKN-IK IAIN Kudus 2021 begitu baik, ramah, sopan, dan tentunya sangat istimewa. Guru adalah orang tua kedua dari murid-murid di Sekolah, Seperti semboyan “Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya” Hal tersebut membuktikan bahwasannya guru-guru di sana selalu mengajarkan prilaku yang baik dan berakhlaqul karimah. Begitupun juga dengan Bapak H. Noor Wahid,S.Ag., beliau adalah Kepala Madrasah Ibtidaiyyah Matholiul Falah Bungo yang berwawasan tinggi serta mempunyai etika yang sangat sopan santun serta ramah tamah. Keistimewaan dari Madrasah ini juga terdapat pada metode pengajaran dalam menghafalkan surat-surat dalam Tahfidznya. Hal tersebut terbukti bahwa telah di terapkannya hafalan Tahfidz oleh ustadz-ustadzah yang telah mendidik murid-murid agar selalu menjaga hafalannya. Madrasah ini mewajibkan kepada siswa-siswi nya untuk selalu setoran hafalannya kepada guru Tahfidz yang ada di Madrasah tersebut. Adapun saat pelaksanaannya dilakukan selama seminggu dua kali yaitu setiap hari jum’at dan sabtu pagi sekitar pukul 07.00 sampai selesai, dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyyah Matholiul Falah Bungo. Sebelumnya siswa-siswi di kumpulkan jadi satu di halaman sekolah tepatnya di lapangan depan kelas, dan siswa-siswi akan di uji satu persatu hafalannya oleh ustadz-ustadzah yang yang sudah di tugaskan disana. Dan setiap kelulusan siswa atau wisuda akhir, siswa di wajibkan untuk di uji semua hafalannya dan di lihat langsung oleh orang tuanya. Hal ini menjadikan Madrasah Ibtidaiyyah Matholiul Falah Bungo ini menjadi Madrasah yang unik serta patut untuk di apresiasikan keunggulannya. Di sisi lain juga, hal yang unik dari desa Bungo ini juga terletak Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 101 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 pada sikap masyarakatnya. Desa Bungo ini dikenal sebagai desa yang memiliki akan keamanan dan kesejahteraannya. Hal ini bisa di buktikan bahwa saat malam hari atau bisa di bilang tengah malam setiap kendaraan yang dimiliki warga tidak pernah di masukkan ke dalam rumahnya, hal tersebut di karenakan tidak ada seseorang yang ingin mencuri kendaran tersebut, karena masyarakat di Desa Bungo selalu menerapkan prinsip bahwa megambil barang milik orang lain atau mencuri tidak dibolehkan dalam islam, maka dari itu masyarakat desa Bungo selalu menerapkan hal tersebut. Ini mencerminkan bahwa di balik keindahan desa Bungo terdapat masyaratnya yang memiliki akhlak yang baik, yang dapat menjadikan panutan untuk di terapkan di masyarakat desa lainnya. Islam kerap kali menekankan pentingnya bagaimana Akhlak seorang Muslim seharusnya. Bahkan tak tanggung- tanggung, manusia yang dijadikan teladan dalam perkara akhlak adalah Rasulullah SAW. Akhlak sebagaimana diterangkan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin, merupakan suatu perangai yang menetap kuat dalam jiwa. Karakter akhlak dalam jiwa itu timbul lantaran perbuatan-perbuatan tertentu yang dilakukan setiap orang. Imam Al-Ghazali membagi akhlak ke dalam dua syarat, yakni stabilitas dan spontanitas. Adapun stabilitas akhlak merupakan karakter yang memungkinkan pelakunya melakukan perbuatan baik yang konsisten, permanen, serta berkelanjutan. Sedangkan akhlak yang sifatnya spontan hadir di saat muncul kesempatan dan juga dilakukan tanpa paksaan. Menurut beliau, orang yang berakhlak setidaknya dapat mengendalikan empat hal yang cukup sulit dikendalikan di berbagai aspek hidup, antara lain nafsu, 102 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Gambar 9 Penguatan Literasi Agama Kepada Anak-anak amarah, pengetahuan, dan keadilan. Dengan demikian, akhlak bukanlah hanya mengatur laku kata, namun juga laku sikap. Akhlak yang baik akan selalu melekat pada jiwa yang baik, “The most complete of the believers in faith, is the one with the best character among them; Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” Dan harapannya semoga di Desa Bungo Kecamatan Wedung Kabupaten Demak ini dapat selalu menjadi generasi bangsa yang memiliki jiwa-jiwa yang baik, sopan dan santun dan tentunya berakhlaqul karimah. Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 103 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 104 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 SYAWALAN YANG MELEGENDA Oleh: Amira Khoirina Bungo merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Demak atau yang sering dikenal dengan Demak ‘’Kota Wali’’. Desa ini kaya akan hasil laut dan buminya kebanyakan masyarakat desa bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Desa Bungo termasuk desa religius yang kental dengan ajaran agamanya selain dikenal sebagai desa yang religius masyarakatnya juga sangat menjaga hubungan sosial, tradisi dan menjunjung tinggi adat kebudayaan tentunya sangat berbeda jika dibandingkan dengan masyarakat yang ada di kota. Kebudayaan adalah suatu hal yang berkaitan dengan akal dan budi pekerti manusia yang meliputi pandangan, sikap, perilaku, nilai, moral, tujuan dan adat istiadat. Beberapa adat kebudayaan di desa Bungo yang masih dilestarikan oleh masyarakat yaitu sedekah bumi, sedekah laut (syawalan), kirab budaya dan masih banyak lagi. Maka dari itu saya akan sedikit membahas tentang salah satu adat tradisi syawalan. Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 105 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Syawalan biasanya dilaksanakan pada bulan syawal tujuh hari setelah lebaran idul fitri atau biasa disebut bodo kupat karena biasanya masyarakat desa membuat ketupat di hari itu. Tujuan syawalan yaitu sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas segala rezeki yang didapat dari hasil laut dan juga sebagai hiburan untuk masyarakat. Bukan hanya masyarakat desa Bungo saja yang mempunyai tradisi syawalan beberapa daerah seperti Semarang, Jepara, Kudus juga menggelar tradisi tersebut tetapi berbeda prosesnya. Di desa Bungo syawalan dilaksanakan selama 2 hari dengan berbagai runtutan acara terhitung mulai malam harinya masyarakat desa menggelar selametan kemudian pada pagi hari masyarakat berkumpul di sekitar sungai atau yang biasa dikenal dengan ‘’kali gede’’ untuk dilakukan larungan kepala kerbau yang akan dibawa ke laut lepas. Ini merupakan bentuk terima kasih masyarakat atas limpahan berkah dan sebagai bentuk berbagi/ sedekah kepada ikan ataupun makhluk yang ada di laut. Selesai acara larungan biasanya masyarakat pergi dengan rombongan masing-masing menggunakan perahu atau sepeda motor beberapa ada yang ke pantai tirangan, pantai kartini atau tempat-tempat lain yang ingin dikunjungi. Dilanjut malam harinya masyarakat menggelar ketoprak atau wayangan sebagai hiburan. Hiburan dimeriahkan berbagai kalangan dari beberapa desa mulai orang tua, anak-anak, remaja dan juga pemuda untuk menonton atau sekedar mengunjungi jajanan dan mainan yang berjejeran. Tradisi syawalan atau sedekah laut sudah ada sejak dulu berlangsung secara turun-temurun tetapi mungkin dari proses atau acaranya tidak semeriah sekarang. Dua tahun 106 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Gambar 10 Kegiatan Kirab Budaya Syawalan Desa Bungo lalu syawalan dilakukan secara sederhana dikarenakan adanya pandemi covid 19 yang tidak memperbolehkan adanya kerumunan. Jadi acara tidak semeriah tahun- tahun sebelumnya yang mempertontonkan hiburan ketoprak atau wayangan, acara yang dilaksanakan hanya selametan dan larungan kepala kerbau yang diikuti oleh beberapa orang saja. Ini merupakan bentuk timbal balik masyarakat terhadaap alama. Dengan adanya tradisi syawalan atau sedekah laut masyarakat meyakini bahwa hasil yang diperoleh nantinya jauh lebih banyak dan lebih berkah untuk kesejahteraan masyarakat desa. Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 107 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 108 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 BUNGO IS BEAUTIFUL Oleh: Dewi Ismayawati Desa Bungo terdapat penduduk sekitar 6745 jiwa,3482 laki- laki dan 3263 perempuan. Desa bungo adalah desa yang luas, dan ada dua bagian yaitu Bungo Kidul dan Bungo lor yang dibatasi dengan sungai. Desa Bungo mempunyai 8 Rukun Warga, 5 RW di Bungo kidul dan 2 RW di Bungo lor. Desa Bungo disebut juga dengan Desa Wisata. Dimana terdapat wisata religi dan wisata alam. Wisata religi yang sudah dikenal masyarakat maupun pendatang yaitu Makam Mbah Panji Kusumo. Dan wisata alamnya yang ada di Desa Bungo yaitu Hutan Jati. Wisata religi Makam Mbah Panji Kusumo yang selalu ramai diziarahi oleh pendatang dari luar daerah maupun luar Kabupaten. Di Makam itu sendiri tiap hari tertentu selalu ramai. Lokasi Makam Mbah Panji Kusumo sendiri di Desa Bungo bagian kidul. Hutan jati adalah salah satu wisata alam yang ada di Desa Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 109 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Gambar 11 Wisata Hutan Jati Desa Bungo Bungo. Hutan jati merupakan salah satu destinasi wisata yang menyatu dengan alam. Hutan jati sendiri terletak di bawah jembatan sebelah sungai perbatasan antara Bungo kidul dan Bungo lor. Awal mula sebelah utara persawahan itu dulunya adalah lapangan sepak bola. Karena sering tergenang banjir dan kurang terawat akhirnya lapangan tersebut menjadi alas. Kemudian Suudi menanam pohon jati di area tersebut. Suudi membeli bibit pohon jati di Kabupaten Blora. Pada penanaman pohon jati tersebut Suudi mengajak penjual bibit pohon jati tersebut untuk membantu merawat pohon jati sampai tumbuh. Penanaman pohon jati sendiri itu dilaksanakan sejak tahun 2005. Tanah untuk penanaman pohon jati sendiri itu adalah tanah irigasi. Dinas juga menyatakan akan meluncurkan dana dan 110 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 memberikan sk apabila tanah sudah atas nama tanah desa. Gubernur juga memberikan bantuan dana untuk Desa Bungo, yang rencananya digunakan sebagai status tanah namun dialihkan ke Gapura Makam Mbah Panji Kusumo. Dengan adanya Hutan Jati tersebu Bungo akhirnya diajukan sebagai lokasi wisata dan mendapatkan SK setelah sekian perjalanan akhirnya muncul. Apabila Desa tidak mampu mendanai maka akan mencari mitra. Salah satu pemuda mengajukan kepada Masudi mengenai hutan jati dan direspon dengan baik. Masudi memiliki rencana mengajak tim komunitas jetski tanjung emas konvoi dari tanjung emas ke jepara dan transit di hutan jati untuk mengisi bahan bakar minyak. Pemerintah Desa Bungo memiliki permintaan kepada Masudi dan kemudian ada misi untuk mengonsep dan mendesain jalan. dan melakukan revitalisasi dengan pemberian tanah putih di sekitar jalan hutan jati. Pada tahun 2019 Dinas Pariwisata Demak berkunjung di Desa Bungo. Memberikan sosialisasi mengenai program mengangkat potensi desa untuk dijadikan tempat wisata. Dinas Pariwisata . perangkat Desa menyampaikan kepada Dinas Pariwisata ada beberapa tempat untuk kunjungan wisata. Wisata Religi di Desa Bungo adalah Makam Mbah Panji Kusumo yang sampai saat ini masih banyak pendatang dari luar untuk ziarah. Dinas Pariwisata mengangkat tempat wisata alam untuk dikembangkan yang kebetulan suasananya enak dan nyaman. Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 111 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 112 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 PERMATA TERSEMBUNYI DI UTARA DEMAK Oleh : Amalia Muthoharoh & Faizatus Sholekhah Inilah salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang begitu kuat nuansa keagamaannya, membuatnya lekat dengan julukan “Kota Wali”. Ya apalagi kalau bukan Kabupaten Demak, setiap pengunjung dapat merasakan nuansa agamisnya yang kental. Mulai dari masjid-masjid besar yang mulai bersahutan dalam jarak yang begitu dekat, hingga gerakan pemerintah yang cukup unik yakni “Maghrib Matikan TV, Ayo Mengaji”. Jika terus di telusuri menuju ujung pesisirnya, akan ditemui suatu Desa yang terpisah oleh sungai besar, dimana setiap harinya tidak absen dari aktivitas sholawatan. Bungo, desa yang terletak di Kabupaten Demak kecamatan Wedung ini memiliki luas wilayah 795,8 ha, yang terbagi menjadi 2 dusun yaitu dusun Bungo Lor dan dusun Bungo Kidul. Warga desa memiliki beragam mata pencaharian mulai dari perdagangan, pekerja industri dan berbagai macam Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 113 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 pekerjaan lainnya. Namun wilayahnya yang berada di dekat pantai menjadikan nelayan laut sebagai matapencaharian utama masyarakat desa, hal ini membuat desa menjadi surga bagi para pemasuk ikan dan hasil laut lainnya. Setiap harinnya, masyarakat Bungo menghasilkan berbagai jenis hasil laut mulai dari kerang, kepiting, ikan bandeng, cumi-cumi, udang dan lain sebagainya. Tidak jarang saat musim kerang melimpah banyak hasil laut di jadikan oalahan berupa kerupuk, yang dapat di konsumsi meskipun tidak pada musim kerang, hal ini pula yang membuat Bungo tumpah ruah akan kuliner yang menggiurkan. Seperti halnya usaha yang dirintis Dian sejak tahun 2020, salah satu warga yang menekuni usaha olahan daging kerang untuk dijadikan kerupuk. Memiliki hobi yang bisa dikembangkan menjadi usaha memang talenta yang tidak semua orang miliki. Dian yang memiliki hobi mencoba berbagai resep olahan makanan ringan. Berupa olahan kerupuk sriping merupakan salah satu hobi yang digelutinya saat ini, dia mulai menekuni untuk di jadikan usaha. Kerupuk yang dibuatnya ini merupakan salah satu cara pengolahan hasil laut berupa kerang yang berjenis kerang sriping. Jika berakhirnya musim kerang, maka bergantinya bahan olahan yang berupa udang. Selain olahan makanan Bungo terdapat hasil olahan sampah cangkang kerang menjadi sesuatu yang bernilai jula tinggi, dengan memanfaatkan potensi sumber daya manusia Bungo terdapat suatu kerajinan dari cangkang kerang. Desa Bungo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak merupakan desa yang penuh akan potensi sumber daya alamnya terutama kerang. Cangkang kerang yang dulunya hanya sampah, kini berubah nilainya dan dapat bermanfaat. 114 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Raya Craft merupakan salah satu UMKM yang ada di Desa Bungo, Wedung, Demak. Raya Craft yang di Owner i oleh Roisul Umam Salah satu pemuda di Desa Bungo, uasaha ini mulai dirintis pada tahun 2017. Roisul Umam dengan Raya Craft nya ini merupakan usaha yang berproduksi memanfaatkan berupa sampah cangkang kerang. Pada awalnya sampah cangkak kerang hanya menjadi sampah yang terletak di belakang rumah warga desa Bungo, sampah cangkang kerang ini merupakan hasil dari usaha yang digeluti Ibu-ibu yaitu sebagai pengupas kerang, sebelum Ibu-ibu megetahui bahwa sampah cangkang kerang dapat diperjualbelikan, sampah cangkang kerang tersebut biasa di manafatkan oleh masyarakat sebagai subtitusi agregat kasar pada jalan. Semakin canggihnya teknologi dan semakin kreatif dan berkembangnya sumber daya manusia, kerang diperjualbelikan sampai ke luar kota untuk dijadikan berbabagi kerajinan. Roisul umam menyadari mengapa hanya diperjual belikan cangkang kerangnya saja, tetapi kita juga bisa memanfatkan sampah cangkang kerang untuk dijadikan suatu kerajinan. Sebagai pemuda kreatif dan sadar akan peluang, Roisul Umam berdiskusi dengan kelompok Karang Taruna Desa Bungo untuk melakukan pemanfaatan sampah cangkang kerang yang ada di desa Bungo tercinta ini untuk dijadikan kerajinan, terkumpulah niatan baik ini, dan pihak karang taruna menyalurkan aspirasi tersebut dan usul serta mememinta kepada kepala desa Bungo untuk diadakannya pelatihan guna memanfaatkan sampah cangkang kerang ini. Untuk selanjutnya di proses dan berubah menjadi berbagai macam kerajinan. Usulan di terim oleh bapak kepala desa dan mengajukan surat untuk meminta bantuan pelatihan kepada Dinas Tenaga Kerja Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 115 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 dan Perindustrian Kabupaten Demak. Selanjutnya pengajuan pelatihan disetujui oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Demak dan siap melakukan pelatihan pengolahan sampah cangkang kerang untuk dijadikan kerajinan. Pelatihan tersebut di ikuti oleh kelompok karang taruna dan pemuda desa Bung. Setelah di berikannya pelatihan pengolahan sampah cangkang kerang untuk dijadikan kerajinan, pemuda di berikan pilihan untuk di lanjut mendirikan usaha atau hanya menyimpan ilmunya untuk di amalkan. Karena juga tidak mudah dalam mendirikan dan merintis usaha ini butuh tenaga, waktu dan biaya yang tidak sedikit. Dan yang berniat dan bertahan untuk menerapkan ilmu dari pelatihan pengolahan sampah cangkang kerang untuk dijadikan kerajinan tersebut yaitu Roisul Umam. Berkat adanya niat yang sungguh Roisul Umam dalam menjalankan usaha tahap awal dibantu berupa alat mesin untuk proses pembuatan kerajinan cangkang kerang oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Demak. Usaha ini berjalan dengan bantuan keluarga, karang taruna dan masyarakat sekitar. Dengan berjalannya usaha kerajinan cangkang kerang Roisul Umam dapat membuka peluang kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Selain membuka lapangan pekerjaan bagi masyaakat sekitar dan dapat mengurangi sampah cangkang kerang, Roisul Umam juga memanfat kan potensi yang ada di desa Bungo. Sampah yang di manfaatkan dalam produksi kerajinan cangkang kerang tidak sembarang jenis cangkang karang, adapun sampah cangkang karang tertetu yang digunakan anatara lain; cangkang kerang seriping, cangkang kerang dara, cangkang keong Unem, 116 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 cangkang keong macan, cangkang kerang mata tuju. Roisul Umam mendapatkan bahan utama produksi berupa sampah cangkang kerang tersebut dari membeli pada perkumpulan ibu-ibu pengupas kerang dengan ketentuan tidak semua jenis kerang. Selain itu Roisul Umam juga mengambil dan memilah sampah cangkang kerang yang terdapat di lingkungan sekitar. Respond masyarakat dengan adanya usaha pemanfaatan sampah cangkang kerang tersebut sangat positif, masyarakat merasa di untungkan dimana usaha ini menambah peluang usaha kerja untuk masyarakat sekitar, merubah lingkungan sekitar menjadi lebih bersih, dan sampah cangkang kerang yang dahulunya tak berharga sekarang berubah nilainya dan dapat menjadi tambahan perekonomian masyarakat. Harapan dengan adanya kerajinan cangkang kerang tersebut masyarakat bisa mengenal lebih luas tentang pemnfaatan samapah cangkang kerang, Desa Bungo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak merupakan desa yang penuh akan potensi sumber daya alamnya terutama kerang, dengan ini kerajinan kerang juga dapat dijadikan bagian dari icon dari desa Bungo. Bungo juga menyimpan sejarah leluhur yang masih terpelihara secara mendalam mulai dari sejarah religi kewalian serta sejarah peninnggalan-peninggalan, seperti makam eyang Panji Kusumo dan istrinya Dewi Kubro (Kebro’), makam eyang Citro Moyo dan istrinya Dewi Karsi (Sukesi), makam eyang Nur Salim Al-Hafidl keluarga kesultanan kasunanan Cirebon, makam eyang Cirebon (Sabdodadi/Syekh Abdul Karim) putra Syekh Abdul Jalil Mantingan, makam Petilasan eyang Bagus Santri (Sunan Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 117 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Ngadilangu) Putra Sunan Muria. Peninggalan yang ada di Bungo terdapat pintu ukiran bermakna yang ada disalah satu masjid bersejarah di Bungo, yang di bawa oleh santri dari sunan Kalijaga yang disebut eyang Bagus Santri. Tidak hanya dari segi religinya, Bungo menyimpan panorama alam yang memanjakan mata dan mampu merilekskan otot serta pikiran, mulai dari hamparan sawah yang mengelilingi desa dan jajaran pohon jati yang membentuk hutan jati yang teduh dan menenangkan jiwa berpayung dahan dan dedaun yang lebat sukses membuat mata yang memandangnya sejuk. Pasar bean pasar berbagai macam kerang di pinggir sungai wulan, susur sungai wulan yang hijau nan eksotis dengan kapal, mampu memberikan sensasi menyatu dengan alam yang langka. Tak lupa keindahan jembatan panjang diatas sungai wulan menjadi tempat yang nyaman untuk berlama- lama hingga senja tiba. Begitulah keindahan surgawi yang di titipkan Tuhan untuk di pelihara di Bungo, harmoni antara alam dan manusia adalah modal utama berikutnya bagi majunya desa ini. sekarang saatnya mengasah potensi- potensi tersebut agar cahaya permata surgawi yang sesungguhnya dapat terpancar dari Bungo Sejahtera. 118 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Gambar 12 Kerajinan Limbah Kulit Kerang Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 119 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 120 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 TONGGAK PEREKONOMIAN WARGA BUNGO Oleh : Moh Ihan Hari Yanto & Min Amrina Rosyada Demak, 20/09/2021, Tanggal 27/09/2021 dan Tanggal 02/10/2021 kami melakukan kerjasama atau survey lapangan dengan UMKM di Desa Bungo, Kec, Wedung, Kab, Demak. Yang mana menjadi bagian dari program kerja inti, dengan adanya kegiatan ini yaitu untuk pengembangan dan pemasaran hasil produksi UMKM yang ada di Desa Bungo, ini, salah satu UMKM yang kami kunjungi atau survey dan kami pilih yaitu UMKM yang memproduksi kerajinan Kerang ( Craft ) 02/09/2021, Bandeng Presto 27/09/2021 dan Kerupuk Seriping 20/10/2021. Kerajinan kerang ( craft ) merupakan olahan dari bahan kulit kerang yang sudah di buang dan dapat di daur ulang kembali menjadi sebuah kerajinan. Kulit kerang yang sudah dibuang tersebut nantinya akan di daur ulang menjadi sebuah hiasan atau kerajinan yang sangat indah dan menarik. Bandeng Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 121 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Presto merupakan makanan sekaligus oleh-oleh yang di buru dari kecamatan Wedung khususnya Ds. Bungo dan sekitarnya. Sebenarnya,BandengPrestoberasaldaridaerahJuwana,Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Meskipun pada awalnya berasal dari Juwana tapi makanan ini popular di Demak khususnya di kecamatan wedung dan sekitarnya. Untuk mengatasi gangguan tulang pada ikan Bandeng Presto atau bolu digunakan pengolahan dengan cara presto atau bandeng duri lunak. Pemrestoan merupakan proses memasak dengan cara di kukus atau menggunakan uap panas. Proses memasak dengan Presto lebih cepat dan lebih simple. Sedangkan kerupuk seriping ini dibuat dengan bahan dasar kerang seriping dan bahan bumbu dapur tambahan lainya. Kerupuk seriping ini memiliki rasa yang khas, karena kerupuk seriping ini mempunyai bumbu khusus yang tidak semua penjual kerupuk seriping ini tau,kebetulan di tempat kami wawancara ini si pembuat kerupuk seriping ini mempunyai resep tersendiri dalam pembuatan kerupuknya dengan bumbu yang khas dari keluarganya. Dalam pendataan UMKM yang kami ambil yaitu kerajinan kerang ( Craft ), Bandeng Presto, dan Kerupuk Seriping, di desa Bungo, Kecamatan Wedung Kabupaten Demak ini banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa hasil alam mereka bisa diolah dan memiliki harga jual tinggi seperti daur ulang dari kulit kerang yang bisa di jadikan sebagai kerajinan, dari permasalahan tersebut salah satu warga asli Bungo yang biasa dipanggil pak Umam yang mengolah kulit kerang menjadi olahan atau kerajinan kerang ( craft ), Bu Sholikati membuat olahan Presto pada dasarnya ikan Bandeng biasa dijadikan Bandeng Presto yang lezat. Pada dasarnya ikan nya beli dipasar, terkadang 122 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 mencari ikan di laut sendiri. Dan Mbak Dian yang membuat olahan makanan yaitu kerupuk seriping yang bahan dasarnya dari kerang seriping. Proses pembuatan kerupuk seriping ini yaitu yang pertama dilakukan dengan mencuci dan merebus kerang seriping proses selanjutnya kemudian menumbuk kerang seriping sampai halus untuk diambil sari pati dan kemudian dicampur dengan kaldu dan bumbu rahasia yang dimiliki oleh keluarga mbak Dian tersebut. Selain itu proses selanjutnya adalah memberikan bumbu khas yang sudah diracik sedemikian rupa sebagai pelengkap cita rasa kerupuk seriping. Proses pembuatan dan cita rasanya menjadi daya tarik tersendiri bagi kami, karena berbeda dengan kerupuk yang ada di daerah lainnya. Harga jual yang di tentukan mbak Dian sangatlah murah yaitu Cuma dengan harga Rp. 10.000 sudah bisa mendapatkan 1 bungkus kerupuk seriping ( Mentah ). Sedangkan pembuatan kerajinan kerang yang di kelola oleh pak Umam itu biasanya di mulai dari membersihkan kulit kerang yang sudah tidak di pake kemudian di cuci dengan air dan dihaluskan supaya kulit kerang tersebut menjadi halus dan jika mau di hias bisa dengan mudah di kerjakan. Setelah itu biasanya pak umam menunggu beberapa hari lagi untuk bisa membuat kerajinannya. Kerajinan yang di hailkan pak Umam itu biasaya Seperti (bros, lampu hias, tempat tissue, jam, gantungan kunci, Dsb). Harga jual yang di tawarkan pak Umam sangatlah Standar yaitu mulai dengan kisaran Harga Rp.15.000-2.000.000. Biasanya Pak umam memasarkan produknya melalui (Ig, Fb, Wa dan shoppe) sehingga dapat dengan mudah jika konumen mau memesan hasil Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 123 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 karya pak umam melalui sosial media tersebut. Sedangkan proses pembuatan Bandeng Presto, Pertama sisihkan ikannya, lalu bersihkan selanjutnya panaskan minyak goreng, lalu goring ikannya, tumis bumbu halus hingga harum dan masukkan bumbu yang lain, selanjutnya letakkan ikan di panic presto. Masukkan bumbu yang sudah di tumis, kemudian beri sedikit air hingga ikan sedikit terendam, jangan lupa garam, gula, dan penyedap, bandeng presto siap disajikan. Ada juga bukan hanya ikan presto aja melainkan Bandeng Pepes, bandeng goring tepung, dan itu cara membuatnya berbeda beda. Sebelum pandemi per hari bisa beli ikan dipasar untuk di olah mencapai 40 kg, tapi untuk sekarang ini masa pandemi hanya bisa membeli ikan kulakan hanya 15 kg. harga per kg 30 ribu atau bisa 22 ribu tergantung besar kecilnya. Yang besar jika sudah diolah mencapai 35 ribu dapat 2 butir ikan, dan yang kecil hanya 5 ribu, ada lagi bu Sholikati menjual petis buat lalapnya bandeng presto harga petisnya Cuma 3 ribu. Alhamdulillah dari usaha tersebut Omset penjualan per bulan bisa mencapai 3/4 jutaan. Untuk pemasarannya bisa lewat instagram dan facebook ataupun WA. Sebagai masyarakat yang dianugerahi kekayaan dengan hasil alam yang luar biasa tentunya kita bisa mengelola dan menjaganya dengan sebaik mungkin, dan tetap melestarikannya dengan menjaga kebersihannya agar bisa di teruskan oleh generasi muda selanjutnya. Dan alhamdulilah kami merasa puas adanya UMKM mudah-mudahan bisa menjadi pebisnis seperti UMKM yang ada di Bungo Wedung Demak. 124 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 KEKAYAAN BIOTA LAUT BUNGO NAN INDAH Oleh: Azkal Muna & Rikiana Desa Bungo merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Secara geografis Desa Bungo merupakan daerah yang dekat dengan wilayah laut dan pesisir, di mana penduduk Desa Bungo memanfaatkan sumber daya alam tersebut sebagai mata pencaharian. Di samping itu, pasti saja ditemukan pencaharian lain seperti petani, pedagang, guru, pegawai, dan lain sebagainya. Keragaman hayati (biodiversity) yang cukup tinggi, seperti; terumbu karang, hutan mangrove, hasil perikanan, udang, dan macam- macam kerang merupakan kekayaan sumber daya alam pesisir. Ekosistem laut dan pesisir yang menyediakan sumber daya alam saling berkaitan satu sama lain. Ekosistem terumbu karang misalnya, hidup berbagai jenis ikan serta biota laut lainnya yang dibutuhkan manusia. Sama halnya pertanian, perikanan juga memiliki musim- Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 125 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 musim tersendiri. Tetapi, musim-musim seperti itu tidak dapat diprediksi, seperti musim cumi-cumi yang terkadang hanya muncul satu kali dalam satu tahun, dan musim kerang yang hampir sering muncul dalam satu tahun. Berdasakan kondisi yang ada, maka dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan keluarga nelayan tidak cukup hanya dalam bentuk pemberdayaan nelayan, misalnya dalam bentuk peningkatan kemampuan tangkapan ikan, akan tetapi juga harus menyentuh potensi anggota rumah tangga nelayan lain, seperti isteri. Oleh karena itu, program pemberdayaan yang lebih logis justru mengembangkan aktivitas ekonomi isteri nelayan, melalui pelatihan sehingga memiliki kemampuan untuk melakukan aktivitas ekonomi yang lebih berdaya guna dan berhasil guna. Menghadapi hal tersebut dibutuhkan pemikiran yang kreatif dan inovatif untuk mengolah biota laut tersebut, agar bisa dimakan walaupun tidak di musimnya. Misalnya ketika kerang melimpah, sebagian dari warga ada yang mengolahnya menjadi kerupuk, sehingga bisa lebih awet dan dapat dirasakan walaupun bukan musim kerang. Musim-musim kekayaan hayati tersebut tentunya menimbulkan dampak yang negative terhadap limbah. Seperti saat musim kerang akan ditemukan limbah cangkang kerang yang berserakan di tepi-tepi jalan, bahkan bau busuk yang ditimbulkan cukup mengganggu pengguna jalan yang lewat. Berdasar hal tersebut, muncul pula pemikiran seorang warga yang bermaksud memilah limbah tersebut untuk dijadikan sebuah kerajinan. Kerajinan tersebut biasanya berupa tirai, gantungan kunci, tempat tisu, gelang, dan lain sebagainya. 126 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Gambar 13 Hasil Laut Desa Bungo Pemikiran inovatif di atas menunjukkan bahwa warga desa Bungo selain pandai mengolah kekayaan hayatinya, juga pandai menjaga lingkungan sekitar. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan yang dimiliki warga desa Bungo sebagai mayoritas pencaharian nelayan tentang perawatan lingkungan sudah terpenuhi. Berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat pesisir, yang lebih penting adalah adanya pemahaman secara eksternal terutama internal mengenai pranata-pranata tradisional dalam pengelolaan sumberdaya alam yang dipraktekkan masyarakat desa Bungo. Pranata ini penting dicermati khususnya yang berkaitan dengan organisasi dan peraturan pemilikan dan pemanfaatan sumberdaya yang ada. Para nelayan harus dibekali dengan pengetahuan tentang pemeliharaan ekosistem laut. Hal ini tentunya bertujuan agar Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 127 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 ekosistem laut tetap terjaga, dan tetap memberikan kekayaan hayatinya kepada masyarakat. Salah satu pengetahuan yang dimaksud adalah tentang penggunaan alat pencari biota. Salah satu alat yang bisa menjaga ekosistem laut adalah jala, karena jala hanya akan menjaring ikan-ikan yang besar dan melewatkan ikan-ikan yang kecil agar bisa tetap berkembang biak di alamnya. Dan jika didapati biota yang belum layak diambil maka nelayan harus mengembalikannya ke laut. Dari kesediaan sumber daya alam tersebut, warga bungo memanfaatkannya untuk dikonsumsi maupun diperjual belikan. Setiap warga ingin memenuhi kebutuhan hidupnya baik material, spiritual maupun sosial. Pemenuhan kebutuhan ini memiliki prioritas karena dalam mencapainya manusia memiliki keterbatasan. Keterbatasan inilah yang memunculkan tingkat kepentingan kebutuhan manusia yang harus segera dipenuhi. Bila manusia dapat memenuhi semua kebutuhan hidupnya maka manusia itu dapat dikatakan hidup dalam kondisi sejahtera. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Bungo menjadi penampungan hasil tangkapan nelayan tersebut. TPI tersebut ditempati puluhan penjual yang merupakan warga Bungo sendiri, sedangkan pembelinya beragam, ada yang untuk dikonsumsi sendiri dan ada yang menjualkannya kembali. Berdasar hasil survei kami, bahwa pembeli-pembeli tersebut tak lain adalah masyarakat sekitar kecamatan Wedung sendiri. 128 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 TANAH BUNGO NAN LUAS Oleh: Liya Faliha Desa Bungo merupakan desa yang memiliki luas tanah sekitar 795,8 ha yang terbagi menjadi dua dusun yaitu Bungo Lor dan Bungo Kidul, pembagian tersebut bedasar atas munculnya sungai di tengah- tengah desa yang dijuluki dengan sungai gejug. Menurut cerita yang tersebar di masyarakat, sungai tersebut muncul karena Syekh Panji Kusumo yang merupakan leluhur desa bungo menghentakkan kakinya dan akhirnya muncul mata air dan membentuk sungai yang bernama sungai gejug. Warga yang berada di dua dusun tersebut sebagian ada yang mewakafkan tanahnya untuk di jadikan masjid, mushola dan lain-lain, kata warga setempat warga Bungo salah satu tanah wakaf yang menjadi tempat ibadah adalah mushola yang berada di Bungo Lor yaitu Mushola Baitul Mu’min, Mushola Miftahul Huda, Mushola Al- Ikhlas. Saat ini Desa Bungo belum ada organisasi pengelola wakaf Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 129 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 yang melaksanakan manajemen yang efektif dan efesien dalam penanganan pengelolaan harta wakaf sehingga harta wakaf belum bisa berfungsi secara maksimal untuk kemaslahatan umat. Dengan itu ibu Lina Kushidayati,S.HI, M.A mengadakan acara FGD Analisis Kesadaran Hukum Masyarakat Tentang Seterfikat Tanah Wakaf agar para pengelola Wakaf di desa Bungo Kecamatan Wedung Kabupaten Demak sadar akan Hukum tentang Wakaf dengan menseterfikatkan tanah wakaf yang dikelola. Secara etimologi, wakaf berasal dari Bahasa “al-waqfu” yang berarti “al-hasbu” merupakan kata yang membentuk Masdar (invinitive noun) yang pada dasarnya berarti menahan, berhenti, atau diam. Apabila kata tersebut dihubungakan dengan harta seperti tanah, binatang dan yang lain, ia berarti pembekuan hak milik untuk faedah tertentu. Sedangkan menurut istilah, wakaf adalah menahan harta yang dapat di ambil manfaatnya tanpa menghabiskan atau meneruskan bendanya dan digunakan untuk kebaikan. Penjelasan dari Ibu Lina Kushidayati, S.HI, M.A selaku narasumber FGD Analisis Kesadaran Hukum Masyarakat Tentang Seterfikat Tanah Wakaf menjelaskan bahwa Kabupaten Demak adalah Kabupaten yang mempunyai aset terbanyak di tingkat Provinsi yang mempunyai lebar sekitar kurang lebih 18 Hektar, dari tanah tersebut tanah yang berseterfikat adalah sekitar 14 hektar dan tanah yang belum berseterfikat sekitar 4 hektar, oleh sebab itu pemerintah mendorong agar para nadzir untuk menseterfikatkan tanah wakaf. Menurut pasal 49 Undang-Undang Wakaf Nomor 41 Tahun 2004 di jelaskan bahwa: Wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan sebagian benda miliknya, untuk 130 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 dimanfaatkan selamanya atau dalam jangka waktu tertentu sesuai kepentingannya guna keperluan ibadah dan atau kesejahteraan umum menurut syari’ah. Berdasarkan Undang-Undang nomor 41 tahun 2004 tentang wakaf, bahwa wakaf dilaksanakan dengan memenuhi unsur wakaf sebagai berikut: a. wakif, b. nazhir, c. harta benda wakaf, d. ikrar wakaf, e. peruntukan harta benda wakaf, dan jangka waktu wakaf. Ada beberpa persoalan besar dalam pengembangan wakaf, hampir di setiap daerah yaitu Pertama, persepsi wakaf masih terbatas pada tempat ibadah atau makam dan belum dikembangkan ssecara produktif. Sehingga tidak memiliki nilai ekonomi. Kedua, kemampuan pengelola wakaf juga masih sangat terbatas. Selain itu, masih dihadapkan pada keterbatassan dana investasi wakaf produktif. Karena itu, perlu adanya perombakan cara berfikir hingga tata kelola sehingga wakaf bisa menjadi asset produktif. Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 131 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 WONDERLAND BUNGO Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib 132 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 BIODATA PENULIS Hasan Bastomi, M.Pd.I Lahir di desa Mutih Wetan Kecamatan Wedung Kabupaten Demak, 28 September 1988. Menamatkan sekolah dasar di MI Ma’hadul Ulum Mutih Wetan pada tahun 2001 dan siang hari di Madrasah Ma’hadul Ulum Mutih Wetan. Setelah lulus MI melanjutkan belajar di MTs dan MA di I’anatuth Thullab selesai pada tahun 2007. Tahun 2008 mulai melanjutkan studi S1 di Fakultas Tarbiyyah dan Ilmu Keguruan mengambil program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang dan lulus pada tahun 2013. Berbekal kemauan yang tinggi dan restu kedua orang tua, pada tahun 2013 melanjutkan studi strata – 2 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengambil program studi Pendidikan Islam (PI) konsentrasi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) dan mendapatkan gelar Magister Pendidikan Islam (M.Pd.I) pada tahun 2016. Pernah mengajar di SMKN 3 Yogayakarta, Volunteer di Griya Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 133 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Asa PBKI Kota Semarang, dan sekarang menjadi dosen tetap di Institut Agama Islam Negeri Kudus (IAIN Kudus). Selain itu penulis juga aktif di organisasi keagamaan. Saat ini menjadi Pengurus Cabang Ikatan Sarjana NU (ISNU) Demak dan Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (NU) Demak. Di sela-sela kesibukan, sosok yang terlihat santai ini juga aktif dalam dunia tulis menulis, beberapa karya telah diterbitkan dalam berbagai jurnal Nasional, diantaranya; Menuju Bimbingan Konseling Islami (Jurnal Konseling Edukasi), Konseling Rational Emotif Behaviour Theraphy (Rebt)-Islami (Sebuah Pendekatan Integrasi Keilmuan) (Jurnal Konseling Edukasi), Cyber Konseling: Sebuah Model Konseling Pada Konteks Masyarakat Berbasis Online (Jurnal Konseling Edukasi)Pandangan Holistik Manusia Sebagai Akar Pengembangan Inovasi Konseling (Jurnal Komunika), Dakwah Bi Al-Hikmah Sebagai Pola Pengembangan Sosial Keagamaan Masyarakat (Jurnal Ilmu dakwah), Perilaku Keagamaan Anak Dalam Keluarga; Belajar Dari Tingkah Laku Sufistik Anak Desa Mutih Wetan Wedung Demak (Esoterik: Jurnal Akhlak Tasawuf), Pengembangan Dakwah Melalui Pengelolaan Wisata Dalam Tradisi Buka Luwur Makam Sunan Kudus (Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah), Pernikahan Dini Dan Dampaknya (Tinjauan Batas Umur Perkawinan Menurut Hukum Islam Dan Hukum Perkawinan Indonesia) (Yudisia: Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam), Dakwah Melalui Gerakan Bersedekah: Tinjauan Implementasi Program Pada Pppa Darul Qur’an (Jurnal MD: Jurnal Manajemen Dakwah), Pendidikan Keluarga melalui Keterampilan Mendengar: Studi Kasus di Wedung, Demak (Buana Gender: Jurnal Studi Gender Dan Anak), Character Education In The Formation Of Pre- 134 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 School Children’s Akhlak (Elementary: Islamic Teacher Journal), Keteladanan Sebagai Dakwah Kontemporer Dalam Menyongsong Masyarakat Modern (Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi), Optimalisasi Potensi Zakat: Sebuah Upaya Peningkatan Kesejahteraan Umat (Jurnal MD: Jurnal Manajemen Dakwah), Subjective Well Being Masyarakat Margorejo Kabupaten Kudus Dalam Pelaksanaan Sedekah Bumi (Esoterik: Jurnal Akhlak Tasawuf), Belajar Toleransi Di Pondok Pesantren Gontor Ponorogo (Edudeena: Journal of Islamic Religious Education), Filosofi Gusjigang Dalam Dakwah Pengembangan Masyarakat Islam Kudus (Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam), Pendidikan Pesantren Dalam Pandangan KH. Ma’shum Ahmad Lasem (Insania: Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan), dan Fenomena Perundungan Di Media Sosial: Telaah Dampak Perundungan Bagi Remaja (At Tabsyir Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam) Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 135 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 136 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Ahmad Faiz Yahya lahir di Desa Mojodemak RT 03 RW 03 Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak pada Jumu’ah Wage, 20 Oktober 2000 dari pasangan M. Salman dan Kilmiyatun. Sejak kecil ia dididik oleh ayahnya dan saat menginjak 5 tahun ia sekolah di TK Budi Pakerti Mojodemak, dan melanjutkan di SDN III Mojodemak, kemudian ia melanjutkan sekolah di MTs Darul Ulum Kerangkulon. Pada tahun 2015 ia melanjutkan ke jenjang lebih atas di MA Negeri Kudus dan lulus pada tahun 2018. Kemudian ia melanjutkan studinya di IAIN Kudus Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam sampai sekarang. Pendidikan non formal ia dapat dari Madrasah Diniyyah Miftahush Shibyan Mojodemak, dan Ponpes Al-Ishlah Sempalwadak Bintoro Demak. Dari sejak MTs ia sudah aktif dalam organisasi Gerakan Pramuka sampai sekarang. Selain itu ia Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 137 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 juga aktif di organisasi IPNU, Karang Taruna, IRMAS, Komunitas Film Kampus. Ia juga merupakan salah satu penerima Djarum Beasiswa Plus Tahun 2020/2021. Ia dapat dihubungi melalui: Facebook : Ahmad Faiz Yahya Instagram : yahya_alfaiz Email : [email protected] WA : 083843218695 138 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Namanya Amalia Muthoharoh, lahir di Demak, 30 April 2000. Sekarang saya masih tinggal di Kabupaten Demak tepatnya di Desa Betokan Kecamatan Demak. Ia tengah menempuh Pendidikan di IAIN Kudus Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam. Adapun Pendidikan formal yang pernah ia tempuh yaitu lulusan tahun2012 dari SD N Bintoro 13, tahun 2015 ia lulus dari SMP N 3 Demak dan tahun2018 saya lulus dari SMK N 1 Demak. Buku ini dibuat guna memenuhi syarat akhir mata kuliah Kuliah Kerja Nyata tahun 2021 yang dilaksanakan pada tanggal 6 September sampai 6 Oktober, ia KKN bertempat di Desa Bungo Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Teman-teman bisa mengunjungi Instagramnya di @amalia_3004 atau menghubungi email di [email protected] terimakasih. Namanya Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 139 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 140 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Miya Wijiyanti lahir di Demak pada tanggal 27 Agustus 2000, ia merupakan anak tunggal, baginya itu adalah hal yang tidak mudah karena ia mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap pendidikan. Untuk saat ini ia kuliah di kampus hijau IAIN Kudus di jurusan Ushuluddin prodi Aqidah dan Filsafat Islam. Untuk saat ini ia tinggal di desa Harjowinangun kecamatan Dempet Kabupaten Demak. Pendidikan formal yang pernah ia tempuh yaitu RA Qodiriyah, MI Qodiriyah, MTs Qodiriyah, MA Qodiriyah, disinilah ia mencari ilmu. Selain itu ia juga pernah mondok di pondok pesantren Darul Falah jekulo kudus, dan dulunya juga pernah sekolah di MA NU Nurul Ulum Jekulo Kudus tidak lama pindah sekolah Di MA Qodiriyah Harjowinangun Dempet Demak. Selain itu ia juga pernah belajar di Pondok Pesantren Manbaul Qur’an Harjowinangun Dempet Demak. Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 141 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Dari semenjak masih sekolah MTs ia mempunyai keinginan untuk Kuliah Bisnis akan tetapi Allah SWT mempunyai rencana yang lebih indah. Ia keterima di prodi AFI yang selama ini orang tua inginkan. Media Sosial: Facebook : Miya Wijiyanti Instagram : Miya_Wijiyanti Email : [email protected] 142 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Aulia Rahmawati lahir di Demak, 29 Maret 2000. Untuk saat ini, ia bertempat tinggal di Dukuh Ngleles Desa Karangrowo RT. 01/RW. 04 Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak. Pendidikan formal yang pernah ia tempuh yaitu RA Siti Khadijah Karangrowo pada tahun 2005-2006, SDN 2 Karangrowo pada tahun 2006-2012, MTs Miftahussalam 2 pada tahun 2012- 2013, ia melanjutkan di MAN Demak pada tahun 2015-2018. Setelah lulus MA ia melanjutkan pendidikannya di IAIN Kudus Fakultas Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam pada tahun 2018-Sekarang. Pendidikan non-formal yang ia tempuh yaitu Madrasah salafiyah Karangrowo juga mondok di Pondok Pesantren Roudlotus Sholihati selama 4 tahun, ketika bersekolah di MAN Demak ia mondok di Pondok Pesantren Al Falah Jogoloyo sampai lulus MA. Setelah ia lulus MA lalu pindah di Pondok Pesantren Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 143 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Nurul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus selama 1 tahun dan dilanjut ke pondok dosen sendiri yaitu abah Yusrun Nafi’ sampai sekarang yang berlokasi di belakang kampus barat IAIN Kudus. Ia dapat dihubungi melalui: Facebook : Rahma Lia Instagram : _aul29 Email : [email protected] WhatsApp : 085868509174 144 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Namanya Rikiana, lahir di Demak 18 Juli 1999, sekarang ia masih tinggal di Kabupaten Demak tepatnya di Desa Cabean Kecamatan Demak. Ia tengah menempuh Pendidikan di IAIN Kudus Fakultas Tarbiyah, Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam. Adapun Pendidikan formal yang pernah ia tempuh yaitu lulusan tahun 2011 dari SD N Bintoro 7, tahun 2014 ia lulus dari MTs NU Demak dan tahun 2017 lulus dari SMA N 2 Demak. Buku ini dibuat guna memenuhi syarat akhir mata kuliah Kuliah Kerja Nyata tahun 2021 yang dilaksanakan pada tanggal 6 September sampai 6 Oktober, ia KKN bertempat di Desa Bungo Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Teman-teman bisa mengunjungi Instagramnya di @rikiana48 atau menghubungi email di [email protected] terimakasih teman-teman. Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 145 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 146 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Namanya Moh Ihan Hari Yanto, Lahir di Demak, 02 Januari 1998. Mahasiswa di IAIN KUDUS Jurusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS). Ia sekarang bertempat tinggal di desa Tugu Lor, Kec. Karanganyar, Kab. Demak. Adapun jenjang pendidikan yang ia tempuh yaitu, dari ( TK Mardi Utama, SD Tugu lor Demak, MI Qudsiyyah, MTs Qudsiyyah, MA Qudsiyyah, Mahasiswa IAIN KUDUS ). Waktu itu saya pas masuk di Qudsiyyah mau daftar MTs tidak berani, sebab zamanku waktu masuk di Qudsy ada yang bilang, Qudsiyyah itu kalau tidak pintar maka kamu mengulang di kelas 3 MI. Nah saya kaget, trauma, bahkan aku tidak ingin sekolah di Qudsy, namun akhirnya aku yakin bahwa tidak ada yang sia-sia jika mau berusaha. Akhirnya aku mengulang di Qudsy cuma 1 tahun. (6 MI ). Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 147 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Saya ingin mempunyai bisnis sendiri namun saya harus mempunyai prinsip yang beda dari yang lain yaitu “kejarlah akhiratmu maka kelak dunia akan mengikutimu”, banyak pebisnis yang mengutamakan dunia saja, bahkan akhirat pun mudah dilupakan cuma gara-gara mengejar harta, namun saya tidak, saya akan kejar akhirat dulu, pasti masalah dunia akan mengikutiku. Jejak saya bisa kalian lihat di akun Instagram @Ihanput, akun Facebook “Moh Ihan Hari Yanto”. Email : ihanhariyanto6@gmail. com…Syukron Jazila. 148 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Eva Syafa’atul Usna, biasa di panggil Eva. Ia lahir di kota Demak, 02Agustus 2000. Ia bertempat tinggal di Dukuh Tompe Desa Karangrejo RT.04/RW. 01 Kecamatan Dempet Kabupaten Demak. Pendidikan formal yang pernah ia tempuh yaitu TK Pamardisiwi pada tahun 2005-2006, SDN Karangrejo 01 pada tahun 2006-2012. Setelah tamat SD ia meneruskan mondok di pondok pesantren Hidayatussholihin dan bersekolah di MTs Al- Hamidiyyah yang berlokasikan di ds. Wringinjajar, Mranggen, Demak pada tahun 2013-2015, setelah itu ia melanjutkan di MAN 01 Kudus pada tahun 2016-2018. Lulus MA ia melanjutkan pendidikannya di IAIN Kudus Fakultas Tarbiyah Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah pada tahun 2018- Sekarang. Pendidikan non-formal yang ia tempuh yaitu di Madrasah Miftahul Huda karangrejo 01. Wonderland Bungo; Kisah Sebuah 149 Pengabdian di Desa Nan Ajaib
KKN-IK IAIN Kudus 2021 Moto hidup : “Mengeluh tanpa rapuh, Terjatuh tanpa lusuh” Jika ada kepentingan bisa menghubungi melalui: Instagram : evsyfft_ Email : [email protected] WhatsApp : 085771004243 150 Wonderland Bungo; Kisah Sebuah Pengabdian di Desa Nan Ajaib
Search
Read the Text Version
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
- 50
- 51
- 52
- 53
- 54
- 55
- 56
- 57
- 58
- 59
- 60
- 61
- 62
- 63
- 64
- 65
- 66
- 67
- 68
- 69
- 70
- 71
- 72
- 73
- 74
- 75
- 76
- 77
- 78
- 79
- 80
- 81
- 82
- 83
- 84
- 85
- 86
- 87
- 88
- 89
- 90
- 91
- 92
- 93
- 94
- 95
- 96
- 97
- 98
- 99
- 100
- 101
- 102
- 103
- 104
- 105
- 106
- 107
- 108
- 109
- 110
- 111
- 112
- 113
- 114
- 115
- 116
- 117
- 118
- 119
- 120
- 121
- 122
- 123
- 124
- 125
- 126
- 127
- 128
- 129
- 130
- 131
- 132
- 133
- 134
- 135
- 136
- 137
- 138
- 139
- 140
- 141
- 142
- 143
- 144
- 145
- 146
- 147
- 148
- 149
- 150
- 151
- 152
- 153
- 154
- 155
- 156
- 157
- 158
- 159
- 160
- 161
- 162
- 163
- 164
- 165
- 166
- 167
- 168