Kumpulan Cerita Kelas 6A Bagian 3
Kisah Pertemanan Kita Nasywa Aufa.
Pagi hari yang sangat cerah, Keisha baru saja membangunkan dirinya dari kasur tempat tidurnya itu, ia bergegas untuk mandi dan sarapan untuk pergi kesekolah, setelah melakukan semua itu, Keisha pamit ke bundanya terlebih dahulu \"bunda, aku pamit, ya. Assalamualaikum \" lalu bundanya membalas salam dari Keisha \" Waalaikumsallam, hati hati ya nak\" Keisha menuju sekolahnya dengan memakai sepeda. Saat ia sedang menikmati udara, Tiba tiba ada satu siswi yang berlarian seperti terburu-buru sehingga terdapat barang milik siswi tersebut jatuh. \"Eh?\" Tanya Keisha \"hey, barangmu jatuh tuh!\" tidak ada jawaban dari siswi tersebut. Keisha segera mendatangi barang milik siswi tersebut dan ternyata barang itu adalah buku, lalu Keisha mengambilnya dan mendatangi siswi tersebut. Keisha sudah semakin dekat.. dan Keisha sudah bertemu oleh siswi tersebut
maaf, sepertinya bukumu terjatuh\" siswi tersebut membalas perkataan Keisha, \"oh, ya? Makasih dan maaf sudah merepotkan \" Keisha tertawa kecil.. \"haha gapapa kok, kamu mau kemana? Kok buru buru\" \" ah, iya. Aku mau ke sekolah ada rapat\" \" ohh oke deh, hati hati ya\" \" oke, maaf ya sudah merepotkan, dadah!\" Percakapan sudah berakhir, Keisha melanjutkan perjalanannya tersebut menuju sekolah \" huh, akhirnya sampai\" Keisha menjalankan pembelajarannya. Saat istirahat… \" Oh iya anak tadi tuh sekolah dimana ya?\" Keisha menyimpan banyak pertanyaan untuk siswi tersebut, tiba tiba siswi tadi pagi itu jalan dihadapkan Keisha. \"eh, itu anak yang barangnya jatuh saat tadi pagi, kah?\" Keisha kebingungan. Siswi tersebut menatap kepada Keisha. \" eh, kamu yang membantu aku tadi pagi ya?\" Tanya siswi tersebut.
\"Eh iya hehe, tidak tersangka kita satu sekolah ya\" \"Oh ya, Kamu kelas berapa?\" Keisha membalas pertanyaan siswi tersebut \"aku kelas 6A\" \"Ohh, aku kelas 6D hehe, apakah kamu mau makan dikantin bersamaku?\" Keisha menerima tawarannya. \" boleh, um nama kamu siapa?\" Ternyata.. nama siswi tersebut adalah nia. 6 bulan berjalan, Keisha dan Nia semakin dekat, sehingga suatu hari… Nia berkata \" halo Keisha, mau bikin gelang bersamaku, tidak?\" Keisha membalas ajakan Nia \"boleh\" Nia dan Keisha telah membuat gelang yang bagus. \"Gelang buatan kita bagus ya..\" ucap Keisha \" iya, oh ya Keisha, aku mempunyai ide\" Keisha bertanya \"wahh, apa itu?\" Nia berkata \" gelang buatan kita ini.. mau dijual tidak?\" Keisha setuju \" wah ide bagus, ayo\"
Nia dan Keisha menjalankan usahanya tersebut, tetapi pelanggannya sepi. Ternyata, di kelas lain terdapat siswi yang bernama Naya, Naya berjualan gelang juga dan pelanggannya sangat ramai. Suatu hari.. Naya datang kepada Keisha , lalu berkata \" kamu jualan gelang juga? Kok sepi sih, hahaha\" Keisha masih sabar dan membalasnya. \"Ya aku jualan gelang. Oh iya kalau jualan aku sepi, memang kenapa? Lagian aku tidak putus asa kok\" Naya menjawab. \"Haha, mending kamu berhenti jualannya deh, buat apa jualan kalau ga laku?\" Tiba tiba Nia telah datang. \" ada apa ini? \" tanya Nia. \"Entah, Naya sombong sekali\" jawab Keisha Nia menghampiri Naya dan berkata \"Naya, aku tau kok kamu pelanggannya banyak, tetapi kamu tidak boleh sombong\" Naya membalas perkataan Nia \" aku ga sombong, ini memang fakta kok. Pelanggan aku banyak, gak seperti kalian. Dah ya, aku mau jualan lagi, dadah!\"
Keisha dan Nia masih tetap bersabar. Nia mempunyai ide \"Kei, kita bikin gelang yang lebih istimewa yuk, kita hias lebih bagus lagi\" Keisha lagi lagi menerima ajakannya \"wah, ayok. Nanti kita tunjukkan gelang yang sudah dibuat kita kepada teman teman ya\" . Setelah membuat gelang tersebut, Keisha dan Nia mulai mempromosikan hasil gelangnya ke teman temannya. Makin lama, pelanggan Nia dan Keisha semakin banyak dan ramai sehingga duit yang terkumpulkan sudah banyak. Keisha, lihat lah duit kita sudah terkumpul banyak\" \"Iya Nia. Berkat ide kamu kita bisa mendapatkan semuanya, terimakasih\" \"Tidak apa apa, Keisha. Ini berkat usaha kita\" jawab nia. \" Nia, kabar usahanya Naya gimana ya?\" Tanya Keisha Nia membalas pertanyaan Keisha \" pelanggan Naya sudah sepi sekarang\" Tiba tiba terdengar suara langkah kaki dan ternyata itu adalah Naya.
\" hai Nia dan Keisha, kalian sudah mulai mempunyai banyak pelanggan ya. Aku mau minta maaf karena dulu aku sombong dan sekarang aku terkena batunya. Maaf ya\" Keisha membalas perkataan Naya \" Naya, gapapa kok kita berdua sudah memaafkanmu. Kita mau bikin usaha ber3 gak? Nia dan Naya setuju. Usaha mereka tidak sia sia dan sekarang pelanggannya semakin ramai, dan sekarang hubungan Keisha,Nia dan Naya semakin dekat. Tamat
School Fair by: Naura Nazneen 6A
Ringgg.. bel sekolah berbunyi, meira dan lovy berlari menuju lapangan basket. \"Huftt.., kita telat gak sih lov? Enggak kan?\" Tanya meira yang sedang meminum jus yang di bekalkan ibunya, \"semoga aja enggak sih, kalo iya.. bersihin toilet lagi dong? Eww\" jawab Lovy yang jijik karena ia pernah di suruh Pak Ares untuk membersihkan toilet, \"AHAHAHA mau lagi?\" canda meira. Di saat Meira don Lovy tengah bercanda, tiba tiba Pak Ares membunyikan peluit nya yang menandakan pelajaran olahraga dimulai, pada kali ini mereka akan bermain basket,
*TAPP TAPP TAPP suara sepatu meira yang sedang membawa basket, dan.. YESS basket yang tadi di bawa meira berhasil memasuki ring dan mencetak poin 2-0, tim meira yang berisi Lovy, Meira, Marcello, Malio dan Revan memenangi pertandingan tersebut, sedangan kelompok Cleo, Syra, Milan, Revan dan cyla yang mendapat kan poin 0 sangat sebal, terutama Cleo yang selalu kalah bersaing di kelas, Cleo itu murid yang pintar, kok, namun orang tua nya saja yang sering kali mengbanding- bendingkan nya dengan Meira yang selalu meraih peringkat 1 di kelas.
Glup glup.. Cleo yang sedang minum, lalu tiba tiba Meira dan Lovy menghampiri untuk bersalaman, \"good game\" ucap mereka sambil mengulurkan tangan, \"tch\" ucap Cleo sambil menepis tangan nya, Syra dan Cyla yang merupakan teman Cleo juga, menertawakan Meira dan Lovy yang tengah kebingungan, \"kenapa sih kamu selalu merebut segalanya, bisa nggak sih kasih sedikit saja peluang bagi aku?\" Tanya Cleo sambil mengerungkan alis nya, \"Cle, hidup ini penuh persaingan kamu kan bisa berjuang, kayak.. belajar lebih giat gitu?\"
\"UDAH MEI, UDAH AKU UDAH BELAJAR, KURSUS SANA SINI, SAMA SAJA!\" Amuk Cleo, \"tapi-..\" belum sempat menyelesaikan kalimat nya, ucapan meira sudah terpotong oleh Cleo \" oke, besok kita daftar lomba memasak, kita lihat siapa pemenang nya,\" . School fair \"DOR!\" Suara Revan, Marcello dan malio yang baru selesai tanding basket, mereka bertiga memang seperti saudara yang jarang sekali berpisah, \"ih apaan sih? Kaget tau!\" Ucap Lovy dengan nada marah,
\"HAHAHA ampun, kita masuk final nihh, tapi besok tanding nya.\" Kata Malio yang sedari tadi menenteng tas berisi peralatan basket, \"wiss keren, ribet banget sih Cell, bawa apaan dah?\" Ucap Meira sambil menunjuk tas Marcello, \" HAHA iya, kalian sendiri gimana? Udah lomba nya?\" Tanya Marcello, \"belum nih palingan 5 menitan lagi mulai.\" NGUNGG.. suara toa yang dinyalakan, \"PERHATIAN, BAGI SELURUH PESERTA LOMBA MEMASAK HARAP BERKUMPUL DI AULA, TERIMAKASIH.\" \"nah tuh, udah mulai, kita duluan ya Rev, Cel, Mal?\" Ucap Lovy sambil berlari di tarik oleh Meira.\" \"Iya iya semangat ya kalian!\" Jawab Malio.
Lomba masak yang menegangkan BLUK BLUK BLUK.. suara puding mendidih yang dimasak oleh kelompok Meira dan Lovy, mereka hendak membuat tart buah, ronde kali ini bertema dessert. \"Mei, aku potong potong buah nya ya?\" Tanya lovy sambil memegang strawberry. \"Iya iya, aku angkat puding nya\" jawab meira yang terburu buru membawa panci yang berisi puding.
Pada 30 menit terakhir, kelompok cleo dan syra memasak sesuatu yang sangat wangi, tak heran mengapa para juri mengerumuni kelompok mereka, sedangkan meira dan lovy sedang platingkue tart mereka yang tampak segar, KRIIINGGG.. bel yang menunjukan waktu sudah habis berbunyi, juri tampak memegang mangkuk berisi kertas digulung kecil yang berisi nomor nomor kelompok peserta. Kak helga mengambil salah satu gulungan kertas tersebut, \"kelompok 2 dipersilahkan maju ke depan!\" Teriak kak helga, Meira dan Lovy sontak kaget karena mereka adalah kelompok kedua, mereka berjalan pelan menuju meja juri. \"Mmmm enak! Buahnya sangat segar!\" Ucap kak helga yang sedang memegang garpu di tangan nya, \"iya, plating nya juga bagus.\" Ucap kak dirga membalas ucapan kak helga. \"Hehe terimakasih, kakak kakak juri!\" Ucap Lovy sambil kembali ke meja memasak.
\"Berikutnya.. kelompok 7!\" Teriak kak helga sambil mengecek nomor yang ia ambil. Cleo menatap sinis meira dan lovy yang tengah merapikan mejanya, \"woow wangi sekali, kalian memasak apa?\" Tanya kak helga, \"kita memasak cupcake, Kak.\" Jawab syra sambil menunjuk cupcake buatan mereka, \"WAH! ENAK SEKALI !\" tekstur kue yang lembut dan krim yang meleleh di mulut berhasil membuat juri menyukai cupcake mereka. Setelah beberapa kelompok di panggil, sekarang adalah penentuan juara di babak pertama. \"Oke, sekarang adalah penentuan juara babak pertama! Kami telah mencoba makanan dari semua kelompok, untuk saat ini, juara pertama nya adalah…. KELOMPOK CLEO DAN SYRAA!\" Ucap kedua juri yang di sahuti seruan para penonton, meira menatap lovy dengan tatapan sedih, \"
\" tidak apa apa mei, kan masih ada 2 babak lagi, yang penting kita masuk semifinal, kan? Ucap lovy sambil mengelus punggung meira, \"eh, Mei? Itu ibu kamu kan?\" Ucap Lovy sambil menunjuk tante Aywa yang sedang melambai kan tangan ke meira. \"Oh iya Lov! Itu ibuku, ayo!\" DRAP, DRAP suara kaki lovy yang tangan nya sedang ditarik Meira untuk mengarah ke ibunya, \"mama ngapain disini ma? Nontonin mei aja?\" Tanya meira, \"iya, sama mama mau memberi kamu ini\" ucap tante Aywa yang menyodorkan buku resep rahasia keluarga meira, \"di jaga ya!\" Perintah tante Aywa ke meira, \"siap maa! \" jawab meira, \"yaudah tante kita duluan ya\" Lovy berpamitan sambil menyimpan buku di meja. \"Ayo mei kita cari cello and friends!\".
Beberapa menit kemudian bel final mulai berbunyi. DRINGGGGG… drap! Drap.. murid peserta lomba masak yang tersisa 5 kelompok di ruangan itu telah bersiap di meja masing masing, lovy kebingungan karena sebelumnya ia merasa ia menyimpan bukunya di meja, bukan di kursi, tetapi ia berusaha berpikir positif dan mengira meira yang memindahkannya, \"oke, kali ini tema dari masakan kalian adalah… MASAKAN JEPANG!\" Perintah para juri. \"Huft untung ibuku sempat tinggal di jepang 9 tahun, hampir setengah dari buku ini adalah masakan jepang!\" Ucap meira, \"horee selamat kita!, kita mau bikin apa?\" Tanya lovy \"mmm.. gimana kalo miso soup!
Nenekku sering lho membuat itu di rumah! Pasti ada di halaman in- HAH?! Lovy!\" meira yang memotong kalimatnya sendiri, \"KENAPE MEI- OMG KOK BISA ROBEK SETENGAH GITU?\" Tanya lovy yang sedang kaget melihat halaman tinggal setengah itu, \"aduh gimana ya? Perasaan ada di halaman ini..\" meira berkata sambil melihat sekitar. \"Lov, LOV! Itu.. punya kita gak sih? Teriak meira yang mengejutkan kelompok cleo, \"apaan sih? Berisik banget !\" Kata syra yg terganggu, \"siapa yang ambil ya? Kan tadi cleo sama kita di kantin, syra juga tadi di kantin..\" tanya lovy bingung dam gelisah, mereka pun mencari resep lain yaitu mentai rice, lovy membuat bagian nasi dan lauk, meira membuat saus mentai dan membantu lovy membuat lauk.
30 menit kemudian, babak final sudah selesai, plating mentai rice yang cantik terpampang jelas di meja nomor dua, sedangkan kelompok cleo masih kebingungan dan heboh sendiri, \"SYRA! Setelah ini apa lagi? Cepetan dong!\" Cleo memarahi syra yang berusaha membaca kalimat resep bumbunya yang tertinggal di buku resep meira, \"waktu nya 2 menit lagi! Ngasal aja ya?\" Ucap cleo terburu buru membawa bumbu dan memasukan nya satu persatu tanpa mengetahui resep aslinya, alhasil sup yang mereka buat sangat asin, sayangnya waktu sudah habis dan juri mulai mengocok lembaran kertas yang di gulung, \"kelompok 2 dipersilahkan untuk menuju meja juri\" teriak Kak Helga sambil melihat meira dan lovy yang menuju meja juri. \"Silahkan Kak.\" Meira menyimpan mentai rice itu di meja juri. \"Mmm.. ini sih enak nya keterlaluan! Kamu tahu resep ini darimana?\" Tanya kak dirga ke meira dan lovy.
\"Itu resep keluarga ku, Kak\" meira menjawab pertanyaan kak dirga, sudah 3 kelompok di pangbil oleh juri, sekarang giliran cleo dan syra, mereka tampak gugup dan pasrah, dan benar saja, juri tidak menyukai hidangan yang mereka buat, \"asin banget? Kalian menambahkan garam kebanyakan, deh?\" Ucap kak Helga yanb badan nya bergetar keasinan, \"iya deh kayak nya iya..\" cleo meminta maaf kepada juri.
Sesi pengunguman pemenang Semua peserta lomba sedang menunggu juri yang berdiskusi, Lovy dan Meira sedang berdoa agar mendapat kan juara 1, cleo dan syra menatap sinis, mereka kesal karena kelompok Meira mendapatkan banyak sekali pujian sedangkan kelompok Cleo mendapatkan kritik dari juri. Tanpa di sadari, juri juri sudah selesai berdiskusi. \"Assalamu'alaikum semuanya, kita semua sudah memutuskan juara 1 sampai 3 nya, sudah siap?\" Tanya kak helga, \"Sudahh!\" Semangat para peserta di aula. \"Juara 1 adalah….. kelompok 2!\"
\"WAAAAH HOREE ALLHAMDULILLAH! KITA JUARA SATU LOV!\" sorak Meira. \"Iyaaa alhamdulillah!\" Jawab lovy. Cleo dan syra sangat pesimis dari awal, mereka sama sekali tidak mendapatkan juara 1, 2 ataupun 3, tetapi walau begitu Meira dan Lovy tidak sombong, dan mengajak untuk bersalaman setelah persaingan yang menegangkan itu, dan tetap saja, Cleo enggan bersalaman dengan Meira dan Lovy, \"berisik deh kalian, iya aku tau kok kalian mau mengejekku karena sudah mencuri salah satu halaman dari buku resepmu.\" cleo membuang pandangannya karena malu sekaligus kesal.
Pertandingan Marcello, Malio dan revan. WOOOOO! sorak para penonton di lapangan basket sekolah SMP 05, cello berhasil memasukan bola kedalam ring sebanyak 3 kali, dan klub mereka meraih juara 1 dalam pertandingan tersebut. \"halooo\" revan memanggil Lovy, \"eh kalian, udah selesai? maaf kita ga bisa nonton ya hehe\". Lovy menggaruk garuk lehernya, \"iya tidak apa apa kok, santai saja, kita tadi berhasil meraih juara 1 loh!\" Cello mengacungkan jempol, \"YAAAYY KEREN SEKALI !\" Meira bertepuk tangan sangat kencang sampai orang orang melihatnya heran. \"oh iya, kalian kemarin gimana? aku kan belum sempat nanya\" Malio bertanya kepada Lovy dan Meira, \"oh kita belum memberi tahu ya?
kita kemarin juara 1 juga lho hehe, tapi.. Cleo tidak mau berdamai sama sekali..\" jawab Meira sedih \"tidak apa apa Meira, kamu tidak salah kok, dia itu hanya iri, biarkan saja!, ada kita kok hehe\" Lovy berusaha menyemangati Meira, \"yaudah deh, dari pada kalian sedih, mending kalian aku traktir di kantin, gimana?\" Revan mencairkan suasana. \" BENERAN NIH? AYO! TERIMAKASIH, REVAN!\" Lovy berlompat lompat karena senang, mereka pun berjalan menuju kantin sekolah. TAMAT~`
DREAM Nayra
Pada suatu hari, hiduplah seorang anak gadis cantik bermata biru bernama Celine A. dan ayahnya bernama pak Anton. Ia memiliki kemampuan yang hanya diketahui oleh ayah dan dirinya sendiri. Pada siang hari yang cerah Celine ingin bermain ke taman, ia meminta izin kepada ayahnya. Ayahnya mengizinkan celine bermain ke taman tetapi jika matahari sudah tenggelam, Celine harus segera pulang ke rumah. Celine pun senang dan langsung pergi bermain ke taman, saat Celine sedang asyik bermain sendiri, tiba-tiba ada 2 pemuda yang mengenakan sepasang baju putih dan berkacamata. 2 pemuda itu mendekati celine karena merasa celine adalah anak yang spesial dan memiliki aura yang berbeda dari anak lain. Salah satu pemuda itu berkata kepada temannya \"hey! Lihat deh anak yang bermata biru\" temannya menjawab \"Ya, apa kau memperhatikannya? Ia sangat aneh\" pemuda itu pun menjawab \"Sepertinya ia memiliki kemampuan yang unik! Ayo coba kita jadikan eksperimen!\" Temannya setuju dan 2 pemuda itu diam-diam menculik celine tanpa sepengetahuan siapapun. Celine meminta pertolongan tetapi disitu tidak ada orang kecuali mereka bertiga.
Matahari sudah tenggelam, tetapi celine tak kunjung pulang ke rumah. Ayahnya cemas, pak Anton sudah mencari kemana-mana, tetapi celine tetap tidak ditemukan. Saat malam tiba, celine belum juga ditemukan, pak Anton segera mengambil ponselnya dan menelepon polisi. Setelah polisi datang dan mencari, celine tidak dapat di temukan, ayahnya sangat sedih. *** 12 tahun pun berlalu, pada suatu pagi pergilah seorang gadis bangsawan berambut coklat bersama teman-teman nya untuk pergi bermain ke hutan di dekat perumahan warga tua. Gadis berambut coklat itu bernama Myra. Myra dikenal sebagai gadis yang penurut dan penyayang, ia disukai banyak orang. Myra dan teman-temannya bermain sampai sore tiba. Lalu, tiba-tiba ada bayangan putih yang lewat secepat kilat, setelah itu salah satu teman Myra ada yang berlagak aneh. Dengan tatapan kosong, teman Myra berkata “ayo ikut aku, Myra” Myra pun bertanya-tanya “kamu kenapa? aneh!” temannya menjawab “tidak apa-apa, ayo ikuti saja aku” Myra pun mengikutinya, temannya hanya berjalan tegak, lurus.
Sambil menyusuri perumahan warga, Myra bergumam “sepertinya ia hanya ingin mengajakku makan malam di rumahnya”. Ternyata, yang dipikir Myra salah, ia dibawa ke suatu gedung tua yang berisi kuburan orang zaman dahulu. Myra sangat takut ia bekata kepada temannya “Hey! tempat apa ini? apa ini kuburan? mengapa kau mengajakku kesini?!” temannya tidak menjawab dan terus berjalan ke suatu kamar tua, disitu terdapat kuburan anak kecil, terukir nama Celine A. di batu nisan tersebut. Myra kaget, “HAH ini kan nama anak kecil yang telah hilang 12 tahun yang lalu? tidak ada berita kalau dia telah meninggal!” kata myra sambil menatap temannya. Temannya yang awalnya aneh menjadi normal kembali tetapi ia kebingungan, lalu berkata “hei Myra, kenapa kita ada disini? bukannya ini gedung tua?, dan lihat! kenapa ada kuburan disini? disini menyeramkan, ayo pulang! pasti orangtua kita akan mencari kita” ucapnya. Myra pun setuju dan langsung pulang kerumah mereka masing-masing.
Diperjalanan pulang Myra bertemu anak kecil cantik bermata biru berjalan sendiri di pinggir hutan, ia mendekati anak itu dan bertanya dengan nada lembut “hei adik kecil, mengapa kamu bermain di dekat hutan pada sore hari? pamali !, ayo cepat pulang kerumahmu, mau kakak antar?” anak tersebut tersenyum manis dan jawab “emmm iya kak! tolong temani aku kerumah’ Myra pun mengantarkan anak itu sampai di depan rumahnya, anak kecil itu berterima kasih “makasih kak udah antar aku sampe rumah!” anak tersebut tersenyum dan masuk ke rumah. Myra menepuk punggung anak tersebut, anaknya pun menoleh dan Myra bertanya “Dek, namamu siapa?” anak itu menjawab “namaku celine”. Myra kaget dan bingung mendengarnya dan langsung menyuruh anak itu untuk memanggil kedua orangtuanya yang ada di dalam rumah.
Yang keluar hanya nenek dan kakek, ternyata selama ini celine dirawat oleh kakek & nenek baik hati itu. Myra bertanya “selamat sore nek! apakah celine ini… anak yang hilang 12 tahun yang lalu?” nenek itu menjawab dengan lembut “ya.. dia awalnya diculik oleh ilmuwan untuk melakukan eksperimen, lalu kami menolongnya diam-diam tetapi ketahuan dan dikejar, untung kami selamat dan langsung melindungi celine dari para ilmuwan jahat” Myra berkata “nek, mengapa kau tidak mengembalikan anak ini kepada ayahnya? dia sangat khawatir!” tukasnya, nenek nya menjawab “hm.. celine tidak ingin ia diculik lagi katanya ayahnya kurang perhatian, celine lebih senang sama kami walau dia rindu ayah” Myra tetap bingung dan bertanya “lalu, kenapa celine masih tampak seperti anak kecil padahal ia sudah 12 tahun setelah hilang” “karena efek dari eksperimen ilmuwan itu” ucap kakeknya tiba-tiba. “dan kenapa ada nama Celine A. di batu nisan yang berada di gedung tua itu?” tanya Myra “apa? para ilmuwan itu pasti memalsukan kematian celine dan meminta polisi untuk tidak menyebarkan kematian palsu celine itu!” tegas si kakek
Myra menawarkan celine untuk diadopsi olehnya agar celine bisa hidup dengan tenang dan lebih enak dibanding bersama nenek & kakek itu. Dengan berat hati, nenek & kakeknya setuju demi kebaikan celine dan celine pun diadopsi oleh Myra. Celine berjanji ia akan sering mengunjungi kakek & dan nenek nya. Celine dan Myra senang bisa hidup tenang bersama. Mereka sampai di rumah Myra, lalu Myra langsung memperkenalkan celine kepada ayah dan ibu serta adik tirinya. ibu & adik tirinya tidak suka dengan kedatangan celine di rumah tersebut . Setiap ayah & Myra sedang pergi keluar, mereka selalu memperlakukan celine seperti pembantu. Celine kesal tetapi ia tidak bisa membantah, \"kalo aku membantah, aku bisa saja dibuang!\" Pikirnya sedih. ***
Di siang hari yang cerah, Myra pergi ke kampus dan meninggalkan Celine di rumah besarnya bersama ibu dan adik tirinya, ibu tirinya senang mendapatkan kesempatan agar celine menjadi pembantu pribadinya dan memperlakukan celine tidak adil. \"Hei celine! Sini kamu\" celine dipanggil olehnya. \"Ya!\" Celine jawab \"Bersihkan kamar ku dan setrika baju ini!\" Celine langsung menurut Setelah beberapa saat adik tirinya memanggil celine \"Woi celine sini aku punya hadiah untukmu\" celine mendekat lalu \"lihat baju ini, pasti cocok denganmu\" ucap adik tiri Myra sambil mengeluarkan baju bekas yang sudah jelek dan kusut. Celine di paksa untuk memakai baju itu. Myra pulang lebih cepat dari kampus, ia kaget melihat celine memakai baju jelek dan diperlakukan jahat oleh ibu dan adik tirinya.
\"Celine! Ada apa denganmu?\" Teriaknya. Sambil terisak celine menjawab \"hiks hiks a- aku gapapa kak\". Myra tahu pasti ada sesuatu dengan ibu dan adik tirinya, ia pun langsung menanyakan kepada mereka \"ibu, adik, kenapa celine? Apa yang membuat ia menangis? Apa karena kalian?\" Ibunya menjawab dengan keras \"Ya, dia tidak cocok berada disini, aku ingin dia keluar!, ngapain sih kamu ajak anak kampung ini kemari! Myra marah tetapi langsung pergi ke Celine, tetapi saat ia ingin berbicara dengan Celine, Celine tidak di temukan, Myra berpikir kalau mungkin Celine pergi kembali ke rumah nenek dan kakeknya. Myra pun bergegas ke rumah nenek dan kakek tapi ternyata tidak ada, Myra bertanya \"siang nek,, apakah celine ada di dalam? Aku mencarinya\" nenek kebingungan \"apa,, dia tidak datang kematian nak, apa celine pergi keluar lagi?\" Myra panik neneknya menenangkan dia \"tenang nak dia mungkin pergi ke hutan, ia sering bermain di dalam hutan\"
Myra bergegas ke hutan untuk mencari Celine \"Celine! Celine!\" Teriaknya. Ibu dan adik tirinya pun ikut mencari Celine terpaksa, saat ibu tirinya berjalan ke semak-semak penuh dengan pohon, tiba- tiba ia seperti tertelan ke dalam hutan itu “AAAAAAAA” teriaknya dengan penuh ketakutan dan dimuntahkannya lagi berupa tulang-belulang setelah beberapa saat. Semua orang yang melihat kejadian tersebut kaget dan heran. Lalu munculah Celine dari antara semak-semak di hutan itu sambil tersenyum lebar, matanya berubah merah. Myra langsung menghampiri Celine dan menanyakan “Celine?! kau dari mana saja?” Celine hanya tersenyum dan melirik adik tiri Myra dengan sinis “Apa kamu yang melakukan hal kejam itu pada ibukku?!” ucap adik tirinya dengan rasa takut. Celine terdiam dan senyumanya pun memudar ia menangis sejadi-jadinya. Saat Myra hendak memeluk Celine, Celine mendorongnya hingga ia terjatuh ke tanah, Myra merasakan ada hal yang aneh.
“Ce-Celine maaf jika aku selama ini sangat jahat padamu! aku sungguh menyesal!, aku tidak akan mengulanginya lagi.. aku berjanji! te-tetapi jangan buat aku menjadi tulang-belulang” ucap adik tirinya diselimuti rasa sedih dan ketakutan. Celine mengangguk, ia juga merasa bersalah melakukannya, matanya pun berubah menjadi biru kembali. *** Mereka kembali kerumah, tetapi saat Myra berputar balik kekanan, dunia aneh! kini Myra berada di tempat dimana banyak kendaraan modern dan gedung-gedung pencakar langit didirikan. Hutan yang lebat itu menghilang seketika, Myra pusing tujuh keliling, “sungguh, dunia yang aneh!” gumamnya super bingung. Kini ia ada di pinggir jalan lebar tempat kendaraan modern lalu-lalang bersama teman- temannya. salah satu temannya berkata “hei Myra ayo kita pergi ke mall untuk berbelanja!” Myra mengangguk dan mereka pun berjalan menuju ke mall.
Saat perjalanan ke mall, mata Myra tertuju kepada gadis berbanju ungu bermata biru indah sedang tergesa-gesa dengan menggenggam tas koper hitam dengan erat. Myra menyapa “eh-h- heyy,,” gadis berbaju ungu itu menoleh tetapi ia tetap berjalan tergesa-gesa seperti akan ada hal yang akan terjadi. Sesampainya di mall, Myra memasuki pintu utama mall besar itu. Myra asyik berbelanja sampai saat jarum jam menunjukkan angka 2, dari bagian pintu kiri mall ada kebakaran dan semua orang berlari ketakutan. Gadis berbaju ungu itu memperingatkan semua orang untuk keluar dari pintu masuk utama. Setelah beberapa saat api terpadam, ternyata yang terbakar adalah hiasan natal di pintu masuk mall tersebut. Saat orang-orang kembali masuk ke dalam mall itu, Myra memperhatikan gadis berbaju ungu itu pergi, ternyata gadis berbaju ungu itu sedang menyelipkan bom kecil dari tas kopernya yang ia bawa ke dalam semak rumput tinggi di dalam mall tersebut, ia pun menyelipkan di bom di bagian belakang mall juga sisi kiri dan kanan mall
Myra berteriak “SEMUA ORANG DISINI HARUS CEPAT KELUAR! AKAN ADA BOM YANG MELEDAK!” syukurlah semua orang percaya dan menuruti apa kata Myra. Mereka keluar lewat pintu utama dan sebagian ke pintu darurat. Teman-teman Myra membantu semua orang keluar dari mall itu secepatnya, sedangkan Myra dan satu temannya berusaha mematikan bom yang hanya ada sisa 5 menit untuk meledak. Gadis berbaju ungu itu keluar mall dengan santai, ia tidak tampak ketakutan sama sekali. 1 menit berlalu, Myra berhasil menaklukan 1 bom di semak dan ia sekarang ia harus mematikan 5 bom lagi. Berusaha sekuat mungkin ia telah mematikan 3 bom dalam 3 menit. Dengan rasa tegang ia berusaha mematikan 2 buah bom yang masih aktif, tetapi sisa waktu hanya 1 menit dan BOOM!! 2 bom itu meledak bersamaan karena Myra telat mematikannya. Mall runtuh dan reruntuhan itu hampir mengenai orang-orang sekitar. “SEMUA ORANG, KESINI! DISINI AMAN!” teriak Myra dan teman-temanya di sebuah jembatan tinggi yang dibawahnya ada hutan lebat.
Getaran bom dari mall itu sampai ke jembatan, jembatan itu pun retak hampir runtuh. “HEY KAMU SINI! DISITU BERBAHAYA” teriak teman Myra kepada gadis berbaju ungu. Gadis berbaju ungu itu hanya menatap dingin dengan mata biru indahnya dan berjalan perlahan-lahan. Myra menarik tangan gadis itu, gadis itu menepisnya dengan kuat dan matanya berubah menjadi merah. “KAU MENGGAGALKAN RENCANAKU!” teriak gadis berbaju ungu dengan penuh kemarahan. “SEMUA ORANG DISINI HARUS MATI!” ucapnya lagi, gadis itu mulai melayang di udara dan rambut ke atas. Jembatan hampir runtuh, semua orang ketakutan. Ditariknya Myra oleh temannya untuk turun dari jembatan itu, tetapi Myra menolak “kau turun saja duluan, aku akan selesaikan masalah ini” ucapnya. Temannya terus menariknya tetapi jembatan itu semakin runtuh, jadi ia berlari menuruni jembatan.
Jembatan runtuh, orang-orang panik melihat Myra dan gadis itu akan terjatuh, tetapi nyatanya tidak, Myra melayang di udara seperti ia memiliki kekuatan untuk terbang. Gadis itu menembakan laser merah dari tangannya ke orang-orang tetapi Myra segera melindungi mereka dengan kekuatan pelindungnya melingkar menutupi serangan gadis itu. Gadis itu turun, Myra juga mengikutinya, gadis itu memeluk Myra dan berkata “ka-kak Myra?” Myra heran dan menjawab “iya,, apa kamu celine?” gadis menjawab ‘Ya! aku Celine! sudah lama kita tidak bertemu!” Myra hanya terdiam dan memandang Celine kesal “kenapa kau menaruh bom-bom itu? aku kira kamu anak yang baik!” tanyanya marah. Celine menjawab “itu, orang-orang itu telah merusak tempat tinggalku dahulu!, mereka merusak hutan dan mendirikan gedung- gedung tinggi dan kendaraan bau asap itu!” ucapnya geram. Myra menyuruh Celine untuk meminta maaf kepada semua orang dan mereka memaafkan. semua orang itu pun meminta maaf kepada Celine karena sudah merusak tempat tinggalnya.
Myra bertanya kepada Celine “Celine.. kamu memberi aku kekuatan tadi ya?” “Iya kak! aku memberimu kekuatanku itu karena aku tahu!, kalau kakak adalah orang yang peduli dan menyayangi sesama! lagian aku juga badanku sudah penuh dengan kekuatan itu akibat eksperimen ilmuwan jahat yang memperlambat pertumbuhan ku!” diperjelas oleh Celine dengan sangat antusias. Myra tersenyum tulus lalu memeluk Celine, dan Celine pun terbang kembali ke dalam hutan kecil itu dimana ia tinggal. -TAMAT-
Memilih Klub Olahraga -Sabina Anum -
Pagi ini, Bu Guru berkata bahwa kami harus memilih klub yang diinginkan, lalu tulis di kertas yang sudah dibagikan. Kalimat bu guru tadi pagi membuatku berpikir sampai istirahat siang sekarang, cukup lama bukan? Kertas formulir pendaftaran kegiatan klub itu pun belum dikumpulkan. Semua pertanyaan yang ada belum dijawab, kecuali nama dan kelas. ••• \"Fina !\" Teriakan temanku, Chika, yang membuatku terkejut. Setelah membuatku terkejut, ia langsung bertanya \"Kamu mau ikut klub apa ?\". Aku pun menjawab sembari memasang wajah menyerah \"Belum tahu sih, kalau kamu ?\". Ia pun menjawab dengan bangga \"Klub basket dong ! Ayo kamu juga ikut !!\".
Chika pun terlihat kesal dan berkata kepada Maira \"Fina belum menjawab pertanyaanku, kenapa kamu malah tiba- tiba memotong pembicaraan orang ? Lihat kan, Fina jadi tidak ingin mengikuti klub ?!\" Kalimat Chika barusan itu membuat Maira kesal dan berkata \"Alasan Fina tidak ingin mengikuti klub olahraga kan hanya Fina yang tahu ?! Ga usah sok tau deh !!\". Karena itu, terjadilah pertengkaran yang membuat ramai orang berdatangan. bergabung ke klub voli saja!\". Aku pun berkata bahwa aku tidak ingin mengikuti klub. Anak-anak kelas sebelah yang sedang melihat-lihat ruang klub pun riuh berdatangan. Bu Guru dan ketua klub basket dan voli yang sedang berdiskusi pun menjadi ikut datang melihat pertengkaran mereka.
Setelah pertengkaran berhasil dihentikan, ketua klub basket menjelaskan \"Sebenarnya, tidak apa-apa mau bergabung ke klub apapun, tidak bergabung pun tidak apa-apa\". Setelah itu, ketua klub voli pun menegaskan bahwa kita harus saling menghormati pendapat, bukannya malah bertengkar. Bu Guru hanya tersenyum kecil dan merapikan rambut Chika yang berantakan. ••• Chika pun terlihat kesal dan berkata kepada Maira \"Fina belum menjawa Akhirnya, aku pun memutuskan untuk mengikuti klub atletik, Chika mengikuti klub basket, dan Maira mengikuti klub voli.b pertanyaanku, kenapa kamu malah tiba-tiba memotong pembicaraan orang ? Lihat kan, Fina jadi tidak ingin mengikuti klub ?!\"
Kalimat Chika barusan itu membuat Maira kesal dan berkata \"Alasan Fina tidak ingin mengikuti klub olahraga kan hanya Fina yang tahu ?! Ga usah sok tau deh !!\". Karena itu, terjadilah pertengkaran yang membuat ramai orang berdatangan. \"Teng… teng… teng…\" bel sekolah berbunyi. Setelah itu semua kembali seperti semula. Hanya menyisakan sedikit ingatan tentang pertengkaran saat istirahat siang. ••• TAPI \"HAH !? SERIUS BU ?\" Kataku saat tahu bahwa batas pengumpulan kertas formulir pendaftaran klub itu sudah lewat. Ya ampun, harusnya aku kumpulkan kemarin, tapi aku lupa. Sayang sekali, 'kan ? Aku pun menghela nafas sembari memasang wajah menyerah.
Akhirnya, aku pun memutuskan untuk mengikuti klub atletik, Chika mengikuti klub basket, dan Maira mengikuti klub voli. ••• Amanat : Kita tidak boleh memotong pembicaraan orang lain, harus meminta maaf kalau ada salah, harus berbicara dengan lembut, pelan-pelan, sopan, dll. ★彡˙ᵕ˙ Sekian, terima kasih
Hari pertama ku di sekolah Yuland s Shiddiq Bagassakho Kresnodhewanto 6A
Selamat datang di masa damai dimana 79% populasi nya memiliki kekuatan super opening: Star maker (https://youtu.be/vk0iPWFxQ9w) Sekarang: musim panas 2016,Slovakia, Falandryt suara alarm digital berbunyi \"nak apakah kamu sudah bangun?\"ucap Ibu sambil memasak. \"jangan sampai telat ya, ini kan hari pertamamu masuk SMA.\"tegas ibu Aku menguap sambil berkata \"baiklah\". Aku pun mengambil segelas air lalu meminumya setelah habis, aku pun melaklukan peregangan ringan. Setelah mengumpulkan jiwa & ragaku aku pun membuka pakaianku lalu mengoleskan pelembab ke seluruh tubuhku, akupun memakai seraga lalu mengambil kaos kaki & dan tas.
Search