Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Dari Ibu Susi Melalui Lautan Untuk Indonesia

Dari Ibu Susi Melalui Lautan Untuk Indonesia

Published by SD NEGERI JAWISARI, 2023-05-22 13:32:13

Description: Dari Ibu Susi Melalui Lautan Untuk Indonesia

Keywords: Tokoh Pahlawan

Search

Read the Text Version

Bacaan untuk Anak Tingkat SD Kelas 4, 5, dan 6



MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Tuti Adhayati dan Tanti Amalia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Dari Susi Melalui Lautan untuk Indonesia Penulis : Tuti Adhayati dan Tanti Amelia Penyunting : Wenny Oktavia Ilustrator : Tanti Amelia Penata Letak : Andre Haribawa Diterbitkan pada tahun 2018 oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Jalan Daksinapati Barat IV Rawamangun Jakarta Timur Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Isi buku ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit, kecuali dalam hal pengutipan untuk keperluan penulisan artikel atau karangan ilmiah. PB Katalog Dalam Terbitan (KDT) 398.209 598 Adhayati, Tuti dan Tanti Amalia ADH Dari Ibu Susi melalui Lautan untuk Indonesia/ d Tuti Adhayati dan Tanti Amelia; Penyunting: Wenny Oktavia; Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018 x; 69 hlm.; 21 cm. ISBN 978-602-437-442-6 1. CERITA ANAK-INDONESIA 2. KESUSASTRAAN ANAK-INDONESIA

Sambutan Sikap hidup pragmatis pada sebagian besar masyarakat Indonesia dewasa ini mengakibatkan terkikisnya nilai-nilai luhur budaya bangsa. Demikian halnya dengan budaya kekerasan dan anarkisme sosial turut memperparah kondisi sosial budaya bangsa Indonesia. Nilai kearifan lokal yang santun, ramah, saling menghormati, arif, bijaksana, dan religius seakan terkikis dan tereduksi gaya hidup instan dan modern. Masyarakat sangat mudah tersulut emosinya, pemarah, brutal, dan kasar tanpa mampu mengendalikan diri. Fenomena itu dapat menjadi representasi melemahnya karakter bangsa yang terkenal ramah, santun, toleran, serta berbudi pekerti luhur dan mulia. Sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat, situasi yang demikian itu jelas tidak menguntungkan bagi masa depan bangsa, khususnya dalam melahirkan generasi masa depan bangsa yang cerdas cendekia, bijak bestari, terampil, berbudi pekerti luhur, berderajat mulia, berperadaban tinggi, dan senantiasa berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, dibutuhkan paradigma pendidikan karakter bangsa yang tidak sekadar memburu kepentingan kognitif (pikir, nalar, dan logika), tetapi juga memperhatikan dan mengintegrasi persoalan moral dan keluhuran budi pekerti. Hal itu sejalan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu fungsi pendidikan adalah mengembangkan kemampuan dan membangun watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Penguatan pendidikan karakter bangsa dapat diwujudkan melalui pengoptimalan peran Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang memumpunkan ketersediaan bahan bacaan berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Bahan bacaan berkualitas itu dapat digali dari lanskap dan perubahan sosial masyarakat perdesaan dan perkotaan, kekayaan bahasa daerah, pelajaran penting dari tokoh-tokoh Indonesia, kuliner Indonesia, dan arsitektur tradisional Indonesia. Bahan bacaan yang digali dari sumber-sumber tersebut mengandung nilai-nilai karakter iii

bangsa, seperti nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Nilai-nilai karakter bangsa itu berkaitan erat dengan hajat hidup dan kehidupan manusia Indonesia yang tidak hanya mengejar kepentingan diri sendiri, tetapi juga berkaitan dengan keseimbangan alam semesta, kesejahteraan sosial masyarakat, dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Apabila jalinan ketiga hal itu terwujud secara harmonis, terlahirlah bangsa Indonesia yang beradab dan bermartabat mulia. Salah satu rangkaian dalam pembuatan buku ini adalah proses penilaian yang dilakukan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuaan. Buku nonteks pelajaran ini telah melalui tahapan tersebut dan ditetapkan berdasarkan surat keterangan dengan nomor 13986/H3.3/PB/2018 yang dikeluarkan pada tanggal 23 Oktober 2018 mengenai Hasil Pemeriksaan Buku Terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Akhirnya, kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Kepala Pusat Pembinaan, Kepala Bidang Pembelajaran, Kepala Subbidang Modul dan Bahan Ajar beserta staf, penulis buku, juri sayembara penulisan bahan bacaan Gerakan Literasi Nasional 2018, ilustrator, penyunting, dan penyelaras akhir atas segala upaya dan kerja keras yang dilakukan sampai dengan terwujudnya buku ini. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi khalayak untuk menumbuhkan budaya literasi melalui program Gerakan Literasi Nasional dalam menghadapi era globalisasi, pasar bebas, dan keberagaman hidup manusia. Jakarta, November 2018 Salam kami, ttd Dadang Sunendar Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa iv

Sekapur Sirih Bismillahirahmanirrahim. Asalamualaikum Wr. Wb. Puji syukur saya panjatkan kepada Allah Swt. atas segala inspirasi, hikmah, dan karunia-Nya selama penulisan buku ini. Tanpa bantuan-Nya, buku ini akan sulit untuk diselesaikan. Sosok Susi Pudjiastuti adalah sosok yang sangat penting untuk dikenal generasi milenial. Saat anak- anak dan remaja begitu gandrung dan terinspirasi oleh penyanyi atau artis, mereka harus dikenalkan pada satu sosok yang nyata yang telah memberi dampak dan perubahan besar bagi alam dan masyarakat Indonesia. Kiprah Susi Pudjiastuti yang konsisten terhadap apa yang diyakininya, tentang kerja keras, dan selalu belajar hal baru harus menjadi suri teladan generasi Indonesia masa kini dan masa yang akan datang. Jika informasi yang beredar luas menampilkan sosok Susi Pudjiastuti yang kontroversi, sebaiknya informasi v

tersebut diimbangi dengan informasi jalan hidup sang menteri perikanan dan kelautan yang penuh inspirasi. Buku ini dikemas ringan dan menarik bagi anak- anak usia SD, dilengkapi dengan foto dan ilustrasi. Gaya bahasa yang ringan tetapi langsung pada intinya membuat buku ini mudah dipahami. Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan- rekan yang sudah berkenan menyumbangkan foto dan ilustrasinya, yaitu Ibu Tanti Amelia untuk ilustrasi dan Bapak Gparto untuk foto-fotonya. Harapan saya, buku ini dapat bermanfaat dan menginspirasi anak-anak Indonesia. Kemudian, buku ini dikenang hingga mereka dewasa. Saya memohon maaf untuk kekurangan dan kekeliruan yang ada dalam buku ini. Terima kasih. Selamat membaca. Jawa Barat, Oktober 2018 Tuti Adhayati vi

Daftar Isi Sambutan .......................................................................iii Sekapur Sirih .................................................................v Daftar Isi ........................................................................vii Susi dan Lautan.............................................................1 Susi dan Buku-Bukunya ...............................................3 Susi dan Sekolahnya......................................................7 Susi Sang Bakul Ikan yang Kreatif ..............................15 Susi dan Tsunami ..........................................................25 Susi dan Nelayan ...........................................................29 Susi dan Pelestarian Alam ............................................33 Susi dan Pesawatnya.....................................................37 Susi dan Prestasinya .....................................................41 Susi dan Keluarganya ...................................................45 Susi dan Kementerian Kelautan Perikanan ................49 Daftar Pustaka...............................................................57 Biodata Penulis I............................................................59 Biodata Penulis II dan Iustrator...................................61 Biodata Penyunting .......................................................63 vii

viii

Semua orang pasti mengenal siapa Ibu Susi Pudjiastuti. Wanita berambut ikal yang energik dan nyentrik ini adalah salah satu menteri wanita di Kabinet Kerja, kabinet yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Sebelum menjadi menteri, Ibu Susi adalah seorang pengusaha di bidang perikanan dan penerbangan. Orang-orang melihat Ibu Susi yang sudah sukses, tidak tahu perjuangan panjangnya. Ibu Susi memiliki kata-kata ajaib, yaitu kerja keras, berani, disiplin, gigih berusaha, tidak putus asa, dan terus belajar hal baru. Jadilah Ibu Susi bisa seperti sekarang. Kata-kata ajaib itu tidak hanya milik Ibu Susi, tetapi bisa digunakan juga dalam kehidupan kita sehari-hari untuk masa depan yang lebih baik. Ingin tahu cerita seru perjalanan Ibu Susi? Ayo! Jangan berhenti membaca sampai halaman terakhir! ix

x

Susi dan Lautan Gadis remaja itu berlari lincah di tepi pantai. Butiran pasir menempel di kakinya. Rambutnya yang ikal dan kemerahan melayang-layang tertiup angin. Awalnya, permainannya menyenangkan, tetapi dia berubah jadi panik saat melihat adiknya yang terapung- apung di atas ban sudah menjauhi pantai.1 Gadis itu langsung berlari dan berenang sekuat tenaga, menyelamatkan bocah yang kerap bertengkar dengannya tapi sebenarnya sangat dia sayangi itu. Gadis pemberani itu adalah Susi Pudjiastuti yang tidak pernah kenal rasa takut. Dia lahir di Pangandaran tanggal 15 Januari 1965. Lahir dan tumbuh di kota pesisir menjadikan laut dan pantai adalah dunianya sejak kecil. Susi pernah meninggalkan Kota Pangandaran untuk bersekolah di Yogyakarta selama dua tahun. Namun, 1 Untold Story Susi Pudjiastuti Hal. 232 1

akhirnya dia kembali lagi ke kota kelahirannya. Ia kembali mengakrabi lautan dan ikan-ikan yang menjadi fokus hidupnya hingga kini. Di Pangandaran Susi memulai segalanya. Melalui lautan dia berkarya untuk kepentingan orang banyak, berbakti pada bangsa dan pelestarian alam. 2

Susi dan Buku-Bukunya Haji Ahmad Karlan, ayah Susi kerap membelikan anak-anaknya buku bacaan. Fasilitas itu tidak disia-siakan begitu saja oleh Susi. Susi membaca dan semakin suka membaca, mulai dari majalah anak-anak hingga buku ilmu pengetahuan. Susi beberapa kali melanggar jam tidur yang ditetapkan ibunya. Dia masuk ke dalam selimut sambil membawa senter, lalu Susi melanjutkan membaca hingga malam dengan cara seperti itu. Pernah juga Susi menyelimuti guling, seolah dia sedang tidur. Lalu, ia melanjutkan membaca di kolong tempat tidur. 3

Di sekolah, Susi suka menghabiskan waktu di perpustakaan. Padahal, buku-buku yang tersimpan di rak perpustakaan sudah penuh debu dan jamur.2 Susi tetap senang membaca buku-buku yang sudah lama tidak dibuka itu. Saat anak-anak lain bermain, Susi membaca. Saat anak-anak lain tidak tahu tentang hal-hal baru, Susi sudah tahu lebih banyak dari anak-anak seusianya. Sumber Foto : Pixabay.com 2 https://www.jawapos.com/read/2017/10/16/162894/hobi-unik-men teri-susi-gemar-baca-sampai-ke-kolong-tempat-tidur (tanggal akses 18 Maret 2018) 4

Kemampuan bahasa Inggris Susi sudah bagus sejak SMP karena Susi sering bermain ke pantai dan mengobrol dengan wisatawan asing.3 Kepandaian berbahasa Inggris itu membuat dia lebih bersemangat membaca. Susi semakin mudah membaca buku dengan berbagai tema dan berbahasa Inggris. Saat sekolah di Yogyakarta, buku-buku Susi tersimpan rapi di rak buku di dalam kamar indekosnya. 6XVL EDQ\\DN PHPEDFD EXNX EHUWHPD ÀOVDIDW VHMDUDK politik, negara, hingga pemerintahan.4 Susi memahami setiap buku yang dia baca. Jika berdiskusi dengan teman sekolahnya, Susi memiliki referensi yang banyak dari buku yang dibacanya. Kesuksesan Susi saat ini, salah satunya karena dia memiliki pengetahuan yang luas. Pengetahuan itu didapatkan dari buku yang dibacanya. Sekarang Susi tidak pernah berhenti membaca meski kesibukannya terus bertambah. Setidaknya, Susi membaca 10--15 artikel dalam satu hari.5 3 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 237 4 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 25 5 https://www.jawapos.com/read/2017/10/16/162894/hobi- unik-menteri-susi-gemar-baca-sampai-ke-kolong-tempat-tidur 5

6

Susi dan Sekolahnya Susi dikenal sebagai murid yang cerdas sejak awal. Hampir setiap semester dia menjadi juara, kecuali saat sedang sakit. Para guru SD Negeri 8 Pangandaran masih ingat sosok Susi hingga sekarang, yaitu sebagai anak tomboi yang cerdas. Selain pandai dalam pelajaran, jiwa kepemimpinan Susi sudah muncul sejak kecil. Dia selalu jadi ketua dalam kegiatan sekolah seperti pramuka. Susi adalah pemimpin yang bertanggung jawab dan memperhatikan semua anggotanya.6 Setelah SD, Susi bersekolah di SMP Negeri 1 Pangandaran. Dari hari ke hari prestasinya semakin 6 Untold Story Susi Pudjiastuti7hal 244

bagus, didukung oleh ayahnya yang selalu membantu kebutuhan sekolah. Pekerjaan sampingan ayahnya adalah pemborong, membantu membangun sarana dan prasarana yang dibutuhkan sekolah.7 Selain pandai dan memiliki jiwa kepemimpinan, Susi juga tidak pelit dalam hal pelajaran. Rumahnya yang luas sering dijadikan tempat belajar bersama.8 “Kita belajar bersama di rumahku habis magrib. Kalau enggak datang, awas ya!” kata Susi kepada kawan- kawannya. Oleh karena itu, sekitar 20 orang datang ke rumah Susi setelah magrib untuk belajar bersama. Karena jika tidak datang, kadang dimarahi Susi. Susi ingin semua temannya bisa mengerti pelajaran sekolah. Kedermawanan Susi itu membuat dia memiliki teman yang banyak dan setia hingga sekarang. Pada saat sekolah Susi menjalani hari-harinya dengan penuh disiplin. Ia sekolah sejak pagi hingga pukul 7 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 22 8 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 22 8

12 siang, lantas beristirahat di rumah. Jam main Susi dimulai pukul 15.00 hingga sore. Ibunya terbiasa membangunkan Susi dan saudara- saudaranya pada pukul 3 pagi. Mereka bersama-sama mengulang pelajaran dan mempersiapkan keperluan sekolah. Jika pergi sekolah, Susi jarang membawa uang jajan yang banyak, padahal orang tua Susi dikenal berkecukupan. Susi terbiasa makan dan minum yang disediakan oleh orang tuaya di rumah.9 Kesuksesan yang Susi dapatkan adalah hasil kedisiplinannya. Kedisiplinan yang ditanamkan orang tuanya sejak kecil dan terus ia lakukan hingga sekarang. Susi masih sering mengenang semua kebiasaan baik yang diajarkan kedua orang tuanya. Setelah lulus SMP, Susi ingin melanjutkan ke sekolah terbaik. Meskipun jaraknya jauh dari rumah, Susi pun mencoba untuk merantau jauh dari keluarganya hingga ke Yogyakarta. 9 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 232 9

Saat itu SMA 1 Teladan di Yogyakarta adalah salah satu SMA terbaik yang ada di Indonesia, yang diidam- idamkan banyak pelajar dari berbagai kota, termasuk Pangandaran. Untuk bisa masuk ke sekolah unggulan, persaingannya pun cukup ketat. Namun, Susi mampu menempati rangking ke-3 teratas dalam seleksi calon siswa.10 Setelahnya, Susi tidak mendapatkan kendala untuk bisa menyesuaikan diri dengan pelajaran di sekolah tersebut. Beberapa orang temannya mengingat Susi sebagai murid pandai di banyak pelajaran, termasuk pelajaran Kimia, pelajaran yang menurut teman-temannya sangat sulit. Pelajaran yang paling Susi sukai adalah pelajaran Biologi dan eksperimennya. Hal ini cukup berkaitan dengan kegiatan Susi saat ini di dunia perikanan dan lingkungan laut. Susi juga dikenal aktif dan berani ketika diminta guru untuk tampil ke depan kelas. Dia bisa menjelaskan 10 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 23 10

pelajaran di hadapan teman-temannya. Selain itu, Susi berani bertanya kepada guru jika merasa belum mengerti pelajaran. Kepandaian Susi di sekolah ternyata tidak bertahan lama karena Susi sering jatuh sakit saat kelas 2 SMA. Susi sering kali pingsan. Jika mendengar suara kencang, Susi mudah terkejut dan jatuh pingsan. Kondisi itu sangat mengkhawatirkan, hingga akhirnya Susi harus pulang ke Pangandaran untuk berobat.11 Susi berobat hingga sembuh. Namun, setelah sembuh dia menolak untuk kembali ke Yogyakarta untuk meneruskan sekolahnya. Keputusan untuk berhenti sekolah sempat menjadi masalah antara Susi dan orang tuanya. Bagaimanapun, orang tua Susi menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan terbaik.12 Orang tua Susi sangat ingin Susi bisa sekolah hingga selesai, bahkan hingga ke perguruan tinggi. Banyak yang menyayangkan, Susi yang pandai nan cerdas memutuskan berhenti sekolah. 11 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 236 12 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 236 11

Akan tetapi, Susi mampu membuktikan bahwa dia telah cukup mendapatkan ilmu di sekolah. Selama sekolah Susi mampu menjadi murid paling pintar, berhasil masuk sekolah terbaik. Telah tiba saatnya Susi ingin mencari ilmu dan pelajaran dalam kehidupan yang nyata. Setelah berhenti sekolah hingga saat ini, Susi tidak pernah berhenti belajar. Apa pun yang dia hadapi adalah pelajaran baru yang harus Susi kuasai. Sekolah bagi Susi adalah sepanjang hidupnya saat ia harus menyelesaikan berbagai masalah dan mengabdikan diri pada negara. Bertahun-tahun Susi fokus bekerja dan mengabdikan diri kepada masyarakat. Baru pada tanggal 13 Juli 2018 Susi mendapatkan ijazah SMA. Susi mengikuti ujian Paket C dan mendapatkan nilai 429 untuk 7 mata pelajaran. Nilai tersebut termasuk tinggi untuk seseorang yang sudah lama meninggalkan bangku sekolah. 12

Kemauan Susi mengikuti ujian Paket C meskipun dia sudah menjadi orang yang sukses menjadi contoh bagi masyarakat bahwa pendidikan tetap penting. Program Belajar 12 Tahun yang dianjurkan pemerintah sudah Susi laksanakan dengan baik. 13

14

Susi Sang Bakul Ikan yang Kreatif Ketika Susi kecil, ia keliling kampung untuk berjualan kue dadar gulung. Dia tidak pernah gengsi ataupun malu. Susi melakukan itu bukan karena kekurangan uang, melainkan jiwanya yang kreatif membuat Susi selalu ingin melakukan sesuatu. Susi juga pernah mengajak teman-temannya berjualan ikan yang dibeli dari nelayan, lalu dijajakan ke wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pangandaran. Ikan-ikan yang berlimpah dan kunjungan wisatawan menjadi potensi Kota Pangandaran. Potensi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Susi. 15

Susi memimpin teman-temannya yang mau berjualan dengan membagi wilayah jualan mereka supaya tidak bentrok atau berebut pembeli. Sejak SMP Susi suka diam-diam membeli ikan dari nelayan untuk dijual lagi. Karena untuk bisa membeli ikan di pelelangan, ia harus memiliki kartu anggota, sedangkan Susi dianggap terlalu kecil untuk menjadi anggota bakul ikan. Kedua orang tua Susi bisa disebut salah satu orang kaya di Pangandaran. Ayahnya bekerja di departemen pertanian, sekaligus seorang pemborong. Ibunya berprofesi sebagai perias pengantin. Meskipun berkecukupan, orang tua Susi tidak pernah mendidik anak-anaknya untuk manja atau mengabulkan semua keinginannya. Orang tua Susi selalu memberi contoh kepada anak- anaknya untuk bekerja keras dan gigih berusaha. Sikap tersebut menjadi teladan bagi anak-anaknya sejak mereka kecil hingga sekarang. 16

Semua Berawal dari Bakul Ikan Jiwa wirausaha Susi kembali bangkit setelah dia memutuskan berhenti sekolah. Susi membawa gelang, kalung, dan cincin emasnya ke pasar lalu menjualnya. Uang hasil menjual emas, sebanyak 750 ribu, menjadi modal awal Susi memulai usahanya.13 Pada tahun 1983 Susi memilih menjadi bakul ikan di pasar pelelangan. Ia merintis usahanya benar-benar dari bawah. Di pelelangan ikan tidak sembarangan orang bisa menjadi bakul ikan. Orang itu harus menjadi bakul resmi terlebih dahulu. Caranya dengan menjadi anggota Koperasi Minasari, koperasi yang membantu mengelola keuangan, bantuan pemerintah, dan kegiatan nelayan, bakul ikan, dan para pengepul ikan. Sejak awal jadi bakul ikan, kehadiran Susi selalu dinantikan para nelayan. Pelelangan ikan tidak akan dimulai jika Susi belum datang.14 13 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 29 14 Untold Story Susi Pudjiastuti 217 17

Susi selalu membeli ikan dengan harga yang menguntungkan bagi nelayan. Sejak awal usahanya, Susi selalu berprinsip Jangan mengambil untung terlalu banyak, Jangan merugikan nelayan. Susi menurunkan prinsip itu kepada pegawainya hingga saat ini. Susi jeli melihat peluang usaha. Saat sedang sepi menjadi bakul ikan, Susi pernah berjualan sprei dan bedcover. Bahkan, pada tahun 1990 Susi pernah berjualan sarang burung walet.15 Akan tetapi, Susi kembali fokus pada usahanya dalam berjualan ikan. Setelah membeli ikan dari nelayan, Susi menjualnya langsung ke konsumen dan pasar-pasar. Susi juga menjual ikan ke restoran-restoran. Awalnya, sulit mendapatkan restoran yang percaya bahwa ikan yang dijual Susi segar dan bagus. Namun, berkat kegigihannya, akhirnya Susi mendapatkan kepercayaan itu. Hingga akhirnya, banyak restoran yang langganan ikan dan lobster dari Susi, bahkan hingga ke luar kota, seperti Jakarta.16 15 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 207 16 https://www.finansialku.com/kisah-sukses-ibu-susi-pudjiastusi-pendi ri-susi-air-dan-susi-brand/ (tanggal akses 21 Maret 2018)

Susi sadar sejak awal bahwa kecepatan adalah modal utama dalam berjualan ikan laut. Kesegaran dan kualitas ikan cepat berubah. Jadi, Susi berpacu dengan waktu. Ikan yang masih segar bisa dijual dengan harga tinggi. Akan tetapi, ikan yang sudah tidak segar, harganya akan jatuh. Berkat kerja keras dan kegesitannya dalam berdagang ikan, Susi dapat menambah aset dengan memiliki truk untuk pengiriman ikan. Tahun 1988 Susi sudah memiliki empat buah truk. Sebelum memiliki pegawai, Susi kerap mengendarai truknya sendiri untuk berjualan ikan ke beberapa kota, bahkan sampai ke Jakarta. Susi sangat menjaga kualitas ikan dagangannya. Dulu Susi memilih sendiri ikan, udang, atau lobster yang bagus. Setelah memiliki karyawan, Susi mengarahkan mereka cara memilih ikan yang bagus. Tidak ada yang tidak bisa bagi Susi. Apa pun yang orang lain bisa lakukan, Susi selalu yakin bahwa dia bisa melakukannya juga. 19

Suatu saat Susi ingin memperluas dagangan ikannya hingga Jakarta. Pusat perdagangan ikan di Jakarta adalah Muara Angke dan Muara Baru. Sementara itu, banyak orang mengatakan bahwa keamanan di kedua pasar tersebut sangat rawan. Preman-preman kedua pasar itu sangat berkuasa. Pernah terjadi ikan-ikan milik pedagang yang baru datang tiba-tiba hilang atau diambil. Bahkan, ada pedagang yang kehilangan ikan beserta mobil baknya. Susi tidak takut dengan keadaan itu. Dia datang ke Muara Angke dan Muara Baru. Ia berkenalan dengan ketua preman di sana, lalu mengundangnya ke Pangandaran.17 Pada kesempatan itu Susi berbicara bahwa dia akan berdagang ikan di Jakarta. Dengan pendekatan yang tepat, para preman itu setuju untuk menjaga dagangan Susi. Susi bisa berdagang dengan aman dan ikan dagangannya belum pernah hilang atau dicuri satu kali pun. 17 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 207 20

21

PT ASI Pudjiastuti Marine Indonesia Pada tahun 1996 Susi mendirikan perusahaan pengolahan dan pengemasan ikan yang diberi nama PT Andika Samudra Indonesia Pudjiastuti Marine atau biasa disingkat menjadi PT ASI Pudjiastuti Marine. Produknya berbagai jenis ikan, tetapi unggulannya adalah lobster dengan merek “Susi Brand”.18 Usaha Susi semakin berkembang, produk yang dihasilkan dari perusahaan Susi berhasil menembus pasar internasional. Susi mengimpor produknya sampai ke pasar Asia, terutama Jepang, dan ke pasar Amerika. Meskipun perusahaan terus berkembang dan Susi sebagai pimpinannya, Susi tidak pernah berdiam diri. Dia sering turun ke lapangan untuk memeriksa lobster atau ikut pelelangan di tempat pelelangan ikan. Perusahaan Susi sering berkendala dengan pengangkutan ikan melalui jalan darat dan pengiriman ke 18 https://news.okezone.com/read/2014/12/09/17/1076725/susi-pudjias tuti (tanggal akses : 21 Maret 2018) 22

luar negeri. Oleh karena itu, beberapa kali Susi meminjam pesawat milik IPTN.19 Hingga akhirnya, Susi ingin memiliki pesawat sendiri yang bisa mengangkut hasil laut dan bisa mendarat di kota-kota pesisir Indonesia. Pada tahun 2002 Susi berencana memiliki pesawat. Namun, Susi kesulitan mendapatkan dananya. Keinginan tersebut baru terwujud pada tahun 2004, atas bantuan seorang pengusaha dan Pak Solihin G.P., mantan gubernur Jawa Barat. Pesawat Cessna Caravan seharga dua puluh miliar rupiah akhirnya dapat dimiliki Susi dan perusahaannya. Sejak itu pengambilan ikan segar dan lobster di pantai berbagai kota dapat dilakukan dengan cepat. Pengiriman ke Jakarta dan ke luar negeri pun menjadi lebih lancar. Satu demi satu impian Susi tercapai. Kerja keras, pantang menyerah, dan kegigihan dalam berusaha, semua yang Susi contoh dari kedua orang tuanya adalah modal awal kemajuan usahanya di kemudian hari. 19 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 92 23

Sumber Foto: GPARTO Bentang Waktu 24

Susi dan Tsunami Kejadian bencana tsunami tahun 2004 yang meluluhlantakkan Aceh dan sebagian Sumatra membangkitkan jiwa sosial Susi sejak berita itu tersebar. Maka itu, ketika orang lain masih memikirkan hendak mengirim bantuan apa dan bagaimana caranya, Susi bersama pilotnya sudah menerbangkan Cessna Caravan miliknya. Mereka menembus daerah bencana. Susi membawa makanan dan tenda-tenda besar yang mampu memuat 100 orang dengan pesawatnya. Susi mendarat pertama kali di daerah Simeuleu untuk memberikan bantuan. Pada perjalanan tersebut, saat transit di Medan, Susi berinisiatif menurunkan bantuan makanan yang 25

dibawanya dari Jakarta. Kemudian, Susi menaikkan berdrum-drum bensin ke dalam pesawat.20 Semula hal itu membuat bingung orang-orang yang ikut dengannya. Mengapa makanan dan bantuan yang sudah jauh-jauh dibawa, malah diturunkan di Medan? Ternyata Susi sudah mendapat informasi bahwa di daerah Aceh bahan bakar sudah sangat langka. Keputusan Susi tersebut ternyata tepat karena bantuan dan evakuasi tidak akan bisa dilakukan jika tanpa bahan bakar. Karena setelah terjadi bencana, bahan bakar sulit didapatkan. Di Simeuleu, Susi mendirikan tenda di tepi pantai. Oleh orang-orang setempat yang masih trauma dengan bencana tsunami, Susi dianggap aneh.21 Namun, lama-kelamaan setelah pengumuman bahwa tidak terjadi gempa dan tsunami susulan, yang Susi lakukan membangkitkan semangat penduduk setempat. Pesawat Cessna Carawan milik Susi dijadikan alat transportasi bantuan yang masuk ke Aceh, sekaligus transportasi pendistribuasian bantuan ke daerah-daerah. 20 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 86 21 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 195 26

Pesawatnya bolak-balik antara Meulaboh, Banda Aceh, dan daerah lainnya. Nama Susi sangat dikenal di Aceh sejak saat itu. Bencana tsunami pun menimpa kota Susi sendiri, Pangandaran pada tahun 2006. Masyarakat banyak yang mengungsi ke Masjid Agung, masjid yang dibangun Susi dan keluarganya. Tanpa berpikir lama, Susi segera membuka rumahnya untuk para korban bencana, sekaligus menyediakan bahan makanan dan membuka dapur umum. Karena semua serba darurat, Susi pun merelakan beberapa freezer yang biasa digunakan untuk tempat penyimpanan ikan digunakan sebagai tempat penyimpanan jenazah korban tsunami yang belum ditemukan oleh keluarganya. Freezer tersebut tidak digunakan lagi setelah itu.22 22 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 208 27

Sumber Foto: GPARTO Bentang Waktu 28

Susi dan Nelayan Susi sangat peduli terhadap nelayan. Susi ingin para nelayan memiliki kehidupan yang lebih baik lagi. Susi selalu menganggap nelayan adalah mitra para pedagang ikan. Tanpa nelayan, ikan-ikan tidak akan sampai ke darat. Namun, tanpa pengepul dan bakul ikan, nelayan pun tidak akan bisa menjual hasil tangkapannya. Susi dianggap ibu para nelayan karena Susi mengerti kesulitan-kesulitan mereka dan selalu berusaha mencarikan jalan keluarnya. Susi tidak segan memberi pinjaman uang atau jaring kepada nelayan yang membutuhkan bantuannya.23 Para nelayan selalu menantikan kehadiran Susi saat hendak melakukan pelelangan ikan karena Susi tidak 23 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 217 29

pernah membeli hasil tangkapan mereka dengan harga murah. Saat krisis moneter tahun 1997 perusahaan Susi termasuk perusahaan yang mampu bertahan. Harga ikan di pasaran jatuh. Bahkan, ikan layur sangat tidak berharga. Jika nelayan menangkap ikan layur, ikan tersebuthanya dihargai Rp1000 per kg. Banyak nelayan yang membuang lagi ikan layur yang mereka tangkap ke laut untuk mengurangi beban produksi. Melihat kejadian itu, Susi mengekspor ikan layur ke pasar internasional sehingga harga ikan layur naik menjadi Rp10.000 per kg. Perekonomian nelayan pun membaik.24 Saat terjadi bencana tsunami, Susi mendorong nelayan daerah Simeuleu untuk kembali melaut. Kebanyakan dari mereka merasa trauma. Susi membawa para nelayan dari Pangandaran untuk membimbing nelayan Simeuleu. Susi membawakan perahu-perahu beserta peralatan untuk mencari ikan. Bahkan, ia memberikan bensin gratis. 24 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 91 30

Saat nelayan Simeuleu mendapatkan lobster, harganya yang semula Rp40.000 per kg, dibeli oleh perusahaan Susi dengan harga Rp80.000 per kg. Kenaikan harga itu membuat para nelayan kembali semangat untuk melaut.25 Sejak itu Susi menjalin kerja sama dengan nelayan di daerah tersebut. 25 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 196 31

Sumber Foto: GPARTO Bentang Waktu 32

Susi dan Pelestarian Alam Susi sering memberi tahu nelayan untuk tidak menangkap ikan atau lobster yang sedang bertelur. Susi juga meminta para nelayan untuk menggunakan jaring yang bolongnya besar-besar agar ikan atau lobster yang masih kecil tidak ikut terjaring. Hal itu dilakukan untuk kelangsungan hidup ikan- ikan dan lobster agar tidak cepat berkurang. Meski begitu, tetap saja masih ada nelayan yang menangkap ikan atau lobster yang sedang bertelur. Jika hal itu sudah terjadi, Susi biasanya membeli lobster tersebut dari nelayan, lalu melepaskannya kembali ke tengah laut. 33

Suatu saat, Susi melihat ada nelayan yang menangkap hiu langka yang disebut hiu naga bintang. Susi membeli hiu tersebut dari nelayan dengan harga cukup tinggi. Kemudian, ia melepaskan kembali hiu itu ke laut. Pada tahun 2000-an pemerintah pusat membuat rencana akan membangun sodetan Sungai Citanduy, Susi aktif bersuara. Susi mendukung gerakan penolakan pembangunan sodetan tersebut. Sodetan Sungai Citanduy dibuat agar tidak terjadi banjir karena luapan Sungai Citanduy. Akan tetapi, dari sisi lingkungan, sodetan tersebut akan merusak muara sungai karena terjadi pengendapan. Hal itu akan mengubah habitat ikan dan merugikan nelayan. Sekitar dua tahun Susi memperjuangkan agar sodetan Sungai Citanduy itu tidak dilakukan. Ia membawa fakta- fakta yang akan merugikan Pangandaran ke pemerintah. Hasilnya cukup membahagiakan, sodetan tersebut tidak jadi dilaksanakan.26 26 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 91 34

Selain untuk pelestarian alam yang wilayahnya luas, Susi juga tidak lupa membuat lingkungan perusahaannya bebas dari sampah dan pencemaran. Susi membuat jadwal rutin gerak jalan setiap hari Selasa dan Jumat, kemudian ditutup dengan membersihkan sampah bersama-sama di tepi pantai. Selain itu, di area kantornya Susi memasang tulisan “Buang Sampah Sembarangan, Denda Rp200.000”. Hal itu memperlihatkan bahwa Susi sangat serius mengajak karyawannya untuk peduli pada kesehatan dan kebersihan. 35

36

Susi dan Pesawatnya Hikmah yang Susi dapatkan setelah menolong korban tsunami di Aceh datang sangat cepat. Setelah banyak orang yang ingin ikut menumpang pesawat Susi untuk pergi dari Aceh atau datang ke Aceh, Susi disarankan untuk membuka rute penerbangan. Pada tahun 2005, Susi menambah pesawatnya menjadi 3 buah. Kemudian, ia membuka penerbangan komersial dari Kota Medan ke beberapa kota lainnya. Susi Air tidak lagi membawa lobster dan produk ikan saja, tetapi juga membawa penumpang. Seterusnya, Susi Air membuka rute penerbangan perintis dari pangkalan 37

utamanya di Medan, Jakarta, Kendari, Balikpapan, Bandung, Cilacap, Pangandaran, dan Papua. Dengan nama PT ASI Pudjiastuti Aviation, perusahaan yang mengoperasikannya, pada tahun 2014 Susi Air sudah memiliki 49 pesawat jenis Cessna Caravan, Pilatus Porter, Air Tractor, dan lain-lain. Ia membuka 43 rute penerbangan komersial perintis, kargo, dan pesawat carter.27 Susi selalu menekankan pada kru pilot dan kopilotnya agar melayani penumpang sebaik mungkin. Saat pesawat tidak memiliki kru seperti pesawat komersial umumnya, pilot dan kopilot di Susi Air merangkap tugas lainnya. Seorang pilot di Susi Air harus bersedia menjadi mekanik, pramugara, sekaligus porter atau petugas yang mengangkut barang ke bagasi. Susi juga menekankan agar tidak mengecewakan penumpang. Jika penumpang hanya satu orang pun, pesawat harus tetap terbang. Saat ini Susi Air memiliki sekitar 175 pilot asing dan hanya 4 pilot lokal. Hal itu dikarenakan Susi kesulitan mendapatkan pilot lokal yang bersedia bekerja di Susi Air. 27 Untold Story Susi Pudjiastuti hal 43 38


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook