Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore 11. MK Literasi Dasar

11. MK Literasi Dasar

Published by Anik Sigit, 2023-02-06 22:44:15

Description: 11. MK Literasi Dasar

Keywords: Christina book

Search

Read the Text Version

c) Pemahaman Membaca Memahami makna dari apa yang dibaca adalah langkah terakhir untuk mengembangkan keterampilan literasi. Hal ini melibatkan kemampuan membuat kesimpulan dari teks, mengidentifikasi pola, dan petunjuk untuk membuat prediksi. Misalnya, jika seorang anak membaca tentang karakter tokoh yang mengenakan gaun dan mahkota, mereka harus dapat menyimpulkan bahwa karakter tersebut adalah kalangan bangsawan; mungkin seorang putri atau ratu. 2. Literasi Berimbang Sementara itu literasi berimbang merupakan pendekatan pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan memahami dan menghasilkan informasi. Pendekatan literasi yang seimbang berfokus pada dua bidang penting, membaca dan menulis. Pendekatan ini melibatkan anak-anak dalam berbagai pengalaman membaca dan menulis yang otentik. Pendekatan ini bermanfaat bagi siswa dalam banyak hal diantaranya siswa mengembangkan berbagai kemampuan membaca dan menulis, baik dengan secara berkelompok maupun individu. Siswa tidak hanya mempelajari informasi dan keterampilan dasar tetapi mereka juga mengembangkan strategi yang akan membantu mereka untuk menerapkan pengetahuan mereka dalam berbagai konteks membaca dan menulis (Pinnel, 2000) Literasi berimbang menggabungkan ide-ide dari seluruh bahasa dan instruksi berbasis keterampilan. National Reading Panel (2000) mencatat bahwa instruksi keaksaraan terbaik menggabungkan keterampilan pemahaman strategis dan keterampilan pengenalan kata otomatis. Istilah ‘berimbang’ mengacu pada pandangan bahwa siswa belajar menjadi pembaca yang memerlukan berbagai kesempatan berbeda untuk belajar. Keseimbangan diperoleh melalui gabungan berbagai strategi pembelajaran dengan tujuan menghasilkan pembelajar yang kompeten dan literat. Secara singkat, literasi berimbang memiliki ciri-ciri sebagai berikut. a. Mengembangkan kompetensi semua siswa dengan memanfaatkan berbagai bahan ajar, sarana, dan strategi. 16 | PPG Pra jabatan 2022

b. Menekankan perkembangan bahasa lisan, kemampuan berpikir dan berkolaborasi sebagai dasar pembelajaran literasi. Menggunakan asesmen formatif sebagai panduan pembelajaran dan untuk menentukan tingkat dukungan yang perlu diberikan kepada siswa. c. Memberikan instruksi yang eksplisit untuk keterampilan memecahkan masalah dan berpikir strategis. d. Memberikan waktu khusus tanpa interupsi untuk pembelajaran literasi. e. Memenuhi kebutuhan pembelajaran dan literasi secara individu. Komponen Literasi Berimbang Gambar 1. 4 Literasi Berimbang Literasi Dasar | 17

Tabel 1. 7 Komponen Literasi Berimbang No. Komponen Deskripsi Keterampilan membaca Membaca nyaring Membacakan dengan lantang, pembaca menggabungkan 1 variasi dalam nada, nada, kecepatan, volume, jeda, kontak mata, pertanyaan, dan komentar untuk menghasilkan penyampaian yang lancar dan menyenangkan Membaca bersama Membaca interaktif terjadi ketika siswa bergabung atau 2 berbagi membaca buku atau teks lain yang dibimbing dan didukung oleh seorang guru 3 Membaca terpandu Membaca dengan dibantu oleh guru atau orang lain Membaca mandiri Membaca teks anak-anak — seperti buku, majalah, dan 4 surat kabar — sendiri, dengan sedikit atau tanpa bantuan orang dewasa Keterampilan menulis 6 Menulis dengan pemodelan Mempraktikkan cara menulis yang baik di depan siswa Menulis bersama Menulis secara berkelompok (kegiatan yang dilakukan 7 adalah, Menulis ejaan, bentuk huruf, kata, atau kalimat secara bergantian) 8 Menulis terpandu Menulis dengan dibantu guru atau orang lain Menulis mandiri Kegiatan menuangkan gagasan dalam bentuk tulis yang 9 dilakukan secara individual oleh siswa Tabel 1. 8 Tugas Mandiri 2 Tugas Mandiri Untuk memeroleh gambaran nyata tentang komponen keterampilan membaca dan menulis, lakukan kegiatan berikut: Pilihlah salah satu komponen keterampilan membaca dan menulis 1. Praktikan keterampilan yang Saudara pilih dengan teman sekelas Saudara 2. Saudara bertindak sebagai guru dan teman-teman menjadi siswa. 18 | PPG Pra jabatan 2022

C. Ruang Kolaborasi Setelah Anda mengeksplorasi konsep literasi di sekolah dasar, tentu Anda lebih memahami bagaimana “idealnya” pembelajaran literasi di sekolah masing-masing. Anda dapat merefleksikan pengalaman Anda dengan konsep literasi dasar yang seharusnya. Sudah sesuaikah? Untuk membuktikan hal tersebut, mari kita lakukan kegiatan berikut. 1. Kegiatan 1 (Kelompok 3 orang) a. Diskusikan dengan teman satu kelompok tentang dua bacaan tersebut. https://journal.unesa.ac.id/index.php/jpd/article/view/6390 https://www.tribunnews.com/nasional/2019/12/21/tingkatkan-literasi-anak- dengan-cara-menyenangkan-ala-komix-kid b. Buatlah laporan hasil diskusi kelompok Anda dalam bentuk mind map. Selamat berdiskusi! 2. Kegiatan 2 (Individu) Dengan menggunakan hasil diskusi dengan kelompok di Kegiatan 1, ceritakan temuan Anda tentang pelaksanaan literasi di sekolah secara menarik dan informatif dalam bentuk infografis. D. Demonstrasi Kontekstual 1. Kegiatan 3 (Kelompok 3 orang) Setelah menyelesaikan kegiatan 1 pada ruang kolaborasi, Anda akan mencermati hasil diskusi kelompok lain. Masing-masing kelompok dipersilakan untuk mempresentasikan hasil diskusinya yang berupa mind map dan infografis. Silakan saling memberi tanggapan dan menambah informasi Saudara. 1. Adakah temuan menarik dari presentasi kelompok lain? 2. Adakah hal yang berbeda dari temuan Saudara? 3. Buatlah laporan kegiatan presentasi ini dalam bentuk poster. Literasi Dasar | 19

Tabel 1. 9 Rubrik Penilaian Produk Kelompok Aspek yang Kriteria dan Skor No. 321 Dinilai 1 Analisis konten Mahasiswa mampu Mahasiswa mampu Mahasiswa mampu artikel ilmiah menuliskan menuliskan menuliskan isi artikel pelaksanaan program pelaksanaan namun tidak fokus literasi beserta faktor- program literasi. pada pelaksanaan faktor yang dan faktor-faktor memengaruhinya. yang memengaruhinya. 2 Analisis konten Mahasiswa mampu Mahasiswa mampu Mahasiswa surat kabar menuliskan cara menuliskan cara menyebutkan daring membuat kegiatan membuat kegiatan kegiatan literasi yang literasi yang literasi yang menyenangkan. menyenangkan dan menyenangkan. mengarah pada solusi pemecahan masalah literasi dalam artikel ilmiah yang dibaca. 3 Elaborasi isi Mahasiswa mampu Mahasiswa mampu Mahasiswa mampu artikel ilmiah mengaitkan isi artikel mengatakan isi menuliskan isi artikel dan surat kabar ilmiah dengan isi artikel ilmiah ilmiah dan isi surat daring. surat kabar daring dengan isi surat kabar daring. sebagai solusi kabar tanpa pelaksanaan literasi. menyatakan hal tersebut menjadi solusi pelaksanaan literasi. 4 Refleksi isi Mahasiswa mampu Mahasiswa mampu Mahasiswa belum bahan bacaan merefleksikan isi merefleksikan isi mampu dengan kondisi bacaan dengan bacaan dengan merefleksikan isi nyata. kondisi nyata yang kondisi nyata yang bahan bacaan dihadapi di lapangan dihadapi di dengan kondisi nyata secara rinci. lapangan di lapangan. 20 | PPG Pra jabatan 2022

Aspek yang Kriteria dan Skor No. 321 Dinilai 5 Kreativitas mind Mahasiswa mampu Mahasiswa kurang Mahasiswa tidak mapping menyajikan mind menyajikan mind menyajikan mind mapping yang kreatif mapping yang mapping yang kreatif dari segi alur, kreatif dari segi dari segi alur, kepadatan isi, alur, kepadatan isi, kepadatan isi, bahasa, dan bahasa, dan bahasa, dan tampilan. tampilan. tampilan. Skor = (Perolehan Skor/ 15) x 100 Rentang skor 81 – 100 = A 80 – 75 = B 74 – 60 = C 59 – 10 = D E. Elaborasi Pemahaman Setelah Anda mempresentasikan produk dan berdiskusi, saatnya untuk mengenal lebih jauh pemahaman tentang strategi keterampilan literasi dan praktiknya. Silakan kembali berdiskusi secara pleno dengan berpandu pada pertanyaan berikut. 1. Pernahkah Anda melihat seorang guru yang memandu kegiatan literasi di sekolah? Bagaimanakah tanggapan Anda tentang hal tersebut? 2. Cobalah untuk mencari berbagai referensi tentang kegiatan literasi yang menarik dan menyenangkan. 3. Jika Anda diminta untuk merancang program literasi, kegiatan apakah yang Anda pikirkan? Ceritakan skenario kegiatan tersebut secara rinci dengan teman sejawat Saudara. Literasi Dasar | 21

4. Anda dapat mengajukan pertanyaan tentang topik terkait untuk menjadi bahan diskusi pleno. F. Koneksi Antarmateri Setelah Anda melewati beberapa tahapan belajar, Anda telah sampai pada tahap mengkoneksikan materi literasi dasar dengan berbagai hal. Silakan koneksikan pemahaman konsep literasi Anda dengan diri sendiri, lingkungan, media, dan lingkungan (sempit & luas)! Berikut ini skema yang dapat membantu Anda dalam proses identifikasi! Tabel 1. 10 Temuan Saudara (Pelaksanaan di lapangan yang kurang ideal Kondisi Ideal (Pelaksanaan sesuai konsep literasi di sekolah) dasar) Faktor Penyebab (Mengapa ada perbedaan antara kondisi ideal dan temuan Anda?) Solusi temuan Anda dengan memanfaatkan beberapa potensi berikut: Tabel 1. 11 Diri Sendiri Lingkungan Media Dunia Global 22 | PPG Pra jabatan 2022

G. Aksi Nyata Setelah Anda mengkoneksikan antar materi, mencermati ketimpangan realita dan kondisi ideal, serta mengidentifikasi berbagai potensi yang ada, Anda diminta untuk menyusun aksi nyata. Aksi nyata ini dapat direalisasikan dengan kegiatan berikut. 1. Mencari teks sastra atau nonsastra yang dapat digunakan untuk pembelajaran. 2. Anda akan menggunakan teks tersebut untuk menyusun rencana aksi kegiatan literasi yang menyenangkan di kelas. 3. Menyusun rencana aksi dalam bentuk draft kegiatan yang berupa nama kegiatan, tujuan kegiatan, strategi/metode kegiatan, dan langkah-langkah kegiatan. Diskusikan aksi nyata Anda dengan teman sejawat Saudara. Selain itu, Anda juga harus melakukan konsultasi dengan dosen Saudara. Selamat merancang aksi nyata untuk menjawab berbagai problematika pembelajaran literasi. Tabel 1. 12 Profil kemampuan membaca siswa Kelas 1-3 1. Kosa kata terus bertambah 2. Kefasihan membaca meningkat 3. Menggunakan fonik dan analisis struktural untuk pengenalan kata 4. Menggunakan konteks untuk mempelajari kata-kata dan artinya 5. Menggunakan berbagai strategi pemahaman 6. Memiliki sikap positif tentang membaca 7. Mulai menggunakan sumber teks di semua mata pelajaran Kelas 2-5 1. Menggunakan semua strategi pengenalan kata 2. Memiliki tingkat membaca instruksional setidaknya di tingkat kelas 3. Terus meningkatkan penggunaan strategi pemahaman 4. Senang membaca secara mandiri dalam genre yang berbeda untuk tujuan yang berbeda 5. Membaca dalam hati tumbuh 6. Mengembangkan keterampilan meneliti melalui berbagai media dan teks Literasi Dasar | 23

Kelas 5-12 1. Menyesuaikan bacaan untuk memenuhi tujuan membaca 2. Memahami dan membaca genre yang berbeda 3. Menggunakan berbagai strategi pemahaman 4. Senang membaca 5. Memperluas keterampilan penelitian Tabel 1. 13 Profil kemampuan menulis siswa Kelas 1-3 1. Mendemonstrasikan tulisan yang tersebar luas 2. Bagikan tulisan 3. Menulis dalam genre yang berbeda untuk tujuan yang berbeda 4. Menggunakan proses menulis 5. Mendapatkan kendali atas konvensi penulisan Kelas 2-5 1. Menulis untuk tujuan dan audiens yang berbeda 2. Menggunakan bentuk dan genre tulisan yang berbeda 3. Evaluasi diri menulis 4. Bagikan tulisan 5. Menggunakan umpan balik dalam revisi 6. Tumbuh dalam pengetahuan dan penggunaan konvensi penulisan 7. Membuat hubungan antara membaca dan menulis Kelas 5-12 1. Terus memperluas tujuan menulis 2. Menggunakan rubrik tulisan dan evaluasi diri untuk menilai tulisan 3. Menggunakan proses menulis 4. Menggunakan teknik yang berbeda untuk pra-menulis dan merevisi 5. Mendemonstrasikan suara dan gaya dalam tulisan 6. Terus membuat hubungan antara membaca dan menulis genre yang berbeda 24 | PPG Pra jabatan 2022

Topik 2. Strategi Pengembangan Keterampilan Literasi Durasi 3 pertemuan Capaian pembelajaran Setelah mempelajari topik ini, mahasiswa dapat: 1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi pembelajaran keterampilan literasi di SD 2. Mahasiswa mampu menganalisis strategi pengembangan keterampilan literasi 3. Mahasiswa mampu menyusun rancangan strategi pengembangan keterampilan literasi A. Mulai dari Diri Keterampilan literasi yang meliputi menyimak, berbicara, membaca dan menulis merupakan fondasi atau dasar penentu keberhasilan kegiatan belajar siswa. Sebagai keterampilan yang mendasari keterampilan lainnya, pembelajaran literasi perlu mendapat perhatian serius dari para guru. Dalam melaksanakan pembelajaran literasi ini, guru harus memperhatikan kebutuhan, minat, latar belakang, serta usia siswa. Selanjutnya, kita akan melakukan kegiatan-kegiatan berikutnya untuk lebih memahami konsep keterampilan literasi dan strategi pengembangannya. Kita akan mulai topik pertama dengan menyimak tayangan video berikut! Literasi Dasar | 25

Gambar 2. 1 Talkshow Halo Indonesia, Kegiatan Literasi Yang Menyenangkan https://www.youtube.com/watch?v=86pl8Rz5PgQ Setelah mengamati video tersebut, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini: 1. Apa saja yang dapat Anda identifikasi dalam video tersebut terkait dukungan pada pengembangan keterampilan literasi? 2. Bagaimana pendapat Anda tentang temuan tersebut? Video tersebut menceritakan potret pegiat literasi di daerah. Meski dalam keterbatasan, tokoh tersebut dapat menjadi inspirasi bagi guru untuk mengembangkan kegiatan literasi di sekolah. Setelah mengamati video tersebut, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini: 1. Apa saja yang dapat Anda identifikasi dalam video tersebut terkait dukungan pada pengembangan keterampilan literasi? 2. Bagaimana pendapat Anda tentang temuan tersebut? Setelah itu, isilah kolom TAHU dan INGIN di awal pembelajaran modul ini. Kemudian, isilah kolom PELAJARI di akhir pembelajaran modul. 26 | PPG Pra jabatan 2022

Tabel 2. 1 TAHU INGIN PELAJARI Bagaimanakah desain Strategi apa yang dapat Saya ingin membuat desain kegiatan literasi yang saya saya gunakan dalam kegiatan literasi seperti …. jalankan selama ini? kegiatan literasi agar menarik dan variatif? B. Eksplorasi Konsep Sekarang kita akan mempelajari konsep strategi pengembangan kompetensi literasi. 1. Strategi Pengembangan Keterampilan Literasi a. Literasi Membaca Dalam mengembangkan keterampilan membaca siswa, guru dapat menggunakan berbagai strategi pembelajaran membaca yang tepat. Beberapa strategi pembelajaran yang dapat dipilih dan digunakan guru dalam rangka mengembangkan keterampilan membaca siswa adalah sebagai berikut. b. Membaca bersama Membaca bersama dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satu caranya adalah guru membaca terlebih dahulu, kemudian siswa bergantian melanjutkan membaca. Pada saat guru membaca, siswa bersama-sama menyimak sambil melihat bacaan pada buku, kemudian siswa membaca kelanjutannya secara bergiliran. Kegiatan membaca bersama ini dapat Literasi Dasar | 27

disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Pada siswa yang belum lancar membaca, kegiatan ini dapat dilakukan dengan membaca satu kata secara bergiliran. Kegiatan membaca bersama juga dapat dilakukan dengan cara siswa sebagai pembaca pertama. Setelah siswa pertama membaca, siswa lain sebagai pembaca kedua melanjutkannya, kemudian kegiatan membaca dilakukan oleh guru sebagai pembaca ketiga, dan seterusnya. Dengan demikian, membaca bersama dapat dilakukan antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, atau guru dengan beberapa siswa dalam kelompok kecil. Membaca Bersama memberikan peluang yang sangat baik untuk mendemonstrasikan konsep tentang cetakan dan fitur buku dan tulisan, untuk memodelkan strategi berpikir keras dan strategi pemahaman tambahan. Alasan penting untuk melakukan membaca bersama adalah agar anak-anak dapat belajar memahami diri mereka sendiri sebagai pembaca di lingkungan yang bebas risiko dan menikmati pengalaman membaca. Salah satu kriteria untuk pemilihan buku bersama adalah bahwa buku tersebut memiliki kemungkinan beberapa bacaan untuk kesenangan. Awalnya, ini akan digunakan untuk memodelkan strategi yang digunakan pembaca yang baik. Dalam bacaan berikutnya, ketika anak-anak merasa berhasil membaca buku, keterampilan yang lebih spesifik pada berbagai tingkat dapat ditangani (misalnya menyapu kembali, dari mana harus mulai membaca, bagaimana menggunakan tanda baca dan bagaimana mengenali dialog. Selama membaca bersama, anak-anak harus dikumpulkan di area yang mampu mendekatkan mereka dengan buku dan melihatnya dengan mudah sehingga dapat merasakan komunitas bersama. Guru harus menggunakan penunjuk untuk memandu bacaan, menunjuk kata-kata yang dibaca. 28 | PPG Pra jabatan 2022

Tabel 2. 2 Diskusi Reflektif 1 Diskusi Reflektif 1 Ceritakan pengalaman Saudara sebagai pembaca. 1. Apakah ada alasan tertentu untuk membaca? 2. Apa saja yang terjadi saat Saudara sedang membaca? 3. Apakah Saudara memiliki pengalaman “membaca di lingkungan yang bebas risiko”? c. Membaca terbimbing Menurut Abidin (2012: 90), membaca terbimbing adalah metode pembelajaran terbimbing untuk membantu siswa dalam menggunakan strategi belajar membaca secara mandiri. Metode ini merupakan metode pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif selama pembelajaran membaca. Agar proses membaca yang dilakukan dapat efektif, maka guru sebaiknya memberikan pedoman bagi siswa dalam membaca. Pedoman tersebut dapat berupa pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab siswa berdasarkan isi bacaan. Tujuan membaca terbimbing adalah agar guru mendukung anak-anak dalam bahan bacaan yang tidak dapat mereka baca secara mandiri sepenuhnya. Ini dapat dilakukan secara individu atau dengan kelompok kecil (tidak lebih dari enam) untuk mendukung pemahaman tentang setiap aspek membaca. Membaca terbimbing memberikan kesempatan yang diperlukan bagi guru untuk mengajarkan strategi membaca secara eksplisit pada tingkat individu siswa. Instruksi khusus didasarkan pada pengamatan tentang apa yang dapat atau tidak dapat dilakukan anak untuk membangun makna. Guru memperkuat strategi dan menentukan perilaku yang digunakan pembaca yang baik, saat siswa membaca. Siswa harus tahu apa yang mereka lakukan dengan baik dan apa yang perlu mereka pelajari untuk menjadi dewasa sebagai pembaca. Semakin banyak siswa Literasi Dasar | 29

dapat mengartikulasikan kekuatan dan tujuan mereka, semakin mahir mereka dalam membaca. Agar tujuan individu siswa ditetapkan, guru perlu mengamati dan berunding dengan pembaca. Pengamatan siswa selama membaca terbimbing, konferensi membaca individu, dan catatan lari membantu guru menentukan kekuatan siswa dan apa yang masih perlu mereka pelajari. Guru mengatur kelompok membaca terbimbing sesuai dengan kebutuhan siswa tertentu dan tingkat teks tertentu yang dengannya siswa dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan individu mereka. Kelompok dapat dibentuk oleh tingkat membaca atau oleh kebutuhan untuk instruksi keterampilan khusus. Kelompok membaca terpandu harus lancar, berubah kapan pun diperlukan. Penilaian dan pengamatan terus-menerus terhadap pembaca diperlukan untuk menjaga agar pengelompokan tetap fleksibel. Anak-anak dapat bergabung atau meninggalkan grup jika diperlukan. Langkah-langkah membaca terbimbing (Gail E., 2011:348) adalah sebagai berikut. 1) Memilih buku yang tepat (setiap siswa memiliki buku/teks yang sama). 2) Mengenalkan buku. 3) Meminta satu siswa untuk membaca buku, yang lain mengulangi bacaan. 4) Guru memberikan masukan terhadap bacaan yang kurang tepat. 5) Memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk membaca mandiri. d. Membaca interaktif Membaca interaktif merupakan aktivitas membaca bersama dengan tujuan melibatkan anak secara interaktif dalam memahami isi bacaan. Artinya, membaca menjadi aktivitas bersama untuk mendapatkan pengalaman sosial, memperkaya kosakata, menggali isi bacaan, dan memperkaya wawasan dalam bacaan. Mengapa membaca interaktif penting untuk dilakukan? Dalam pembelajaran literasi, membaca dengan cara interaktif penting untuk dilakukan karena beragam alasan, diantaranya adalah: 1) dapat mengembangkan kosakata siswa, 2) dapat melatih siswa dalam mengucapkan kata dengan benar, 30 | PPG Pra jabatan 2022

3) dapat mengaktifkan siswa, 4) dapat mengembangkan cara berpikir kritis, 5) dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa, dan 6) dapat mengembangkan keterampilan membaca secara lebih cepat. Membaca interaktif merupakan sebuah pembelajaran kontekstual yang dapat membuat siswa aktif mendengarkan dan merespon apa yang dibaca dari sebuah teks. Selama membaca interaktif, guru dan siswa melakukan aktivitas bersama. Aktivitas guru di antaranya adalah berikut ini. 1) mengajak siswa memahami maksud penulis, 2) bersama siswa menemukan arti suatu kata, persamaan, atau lawan kata, 3) mengajak siswa menghubungkan apa yang dibaca dengan yang diketahui siswa, dan 4) mengajak siswa untuk memvisualisasikan kata atau bagian dari cerita. Contoh hasil membaca interaktif. Gambar 2. 2 Siswa memvisualisasikan tokoh cerita ke dalam bentuk gambar Gambar di atas merupakan salah satu hasil karya siswa dalam kegiatan membaca interaktif. Setelah membaca interaktif, siswa diminta untuk memvisualisasikan tokoh yang ada dalam cerita. Saat menggambar tokoh cerita, siswa harus memahami siapa tokoh yang dimaksud oleh penulis. Alternatif lain dari kegiatan di atas adalah mengajak siswa mendramakan sebagian cerita atau hanya sekadar melakukan gerakan salah satu tokoh yang ada dalam Literasi Dasar | 31

cerita. Misalnya, dalam cerita yang dibaca terdapat tokoh kupu-kupu, siswa diminta oleh guru untuk memodelkan gerakan kupu-kupu sesuai dengan interpretasi mereka. e. Membaca pemahaman Membaca pemahaman adalah kegiatan membaca yang dilakukan oleh seseorang untuk memahami isi bacaan secara menyeluruh. Membaca pemahaman dilakukan dengan menghubungkan skemata atau pengetahuan awal yang dimiliki pembaca dan pengetahuan baru yang diperoleh saat membaca, sehingga proses pemahaman terbangun secara maksimal. Hal ini sesuai dengan pandangan teori skemata bahwa pembaca dalam membaca pemahaman tidak saja bergantung pada informasi yang dibaca, tetapi juga pada struktur mental (kognisi) yang relevan yang telah dimiliki pembaca sebelumnya (Widdowson dalam Grabe, 1988: 56). Dalam membaca pemahaman terjadi proses penghubungan informasi baru yang didapat dengan pengetahuan sikap yang telah ada. Teori lain yang sejalan adalah teori reader response (respon pembaca) adalah teori menurut Rosenblatt. Ia menyatakan bahwa “reading is a transaction, a two way process, involving a reader and a text in a particular context “(1993: 268). Dalam pandangannya, membaca merupakan proses dua arah yang meliputi pembaca dan teks. Dengan kata lain, teori respons pembaca menyatakan bahwa makna dibangun berdasarkan interaksi antara pembaca dengan teks. Sebagai contoh, setiap pembaca akan melahirkan respons yang berbeda walaupun membaca teks yang sama karena setiap pembaca membawa pikiran dan perasaan masing-masing ketika membaca. Dengan demikian, pembaca aktif itu sesungguhnya membangun makna. Di samping itu, teori lain yang mendukung membaca pemahaman adalah teori sosiokultural. Snow (2002) mengatakan ‘reading occurs in the context that shapes and is shaped by readers’. Ini artinya, membaca terjadi dalam konteks sosiokultural yang membentuk dan dibentuk pembaca. Dengan kata lain, aktivitas membaca diasosiasikan dengan interaksi sosial, seperti halnya antara guru dan siswa ketika membangun makna melalui interaksi satu sama lain dan teks. 32 | PPG Pra jabatan 2022

Interaksi ini berdasarkan pengalaman sebelumnya, situasi saat ini, dan implikasi di masa yang akan datang. Menurut Afflerbach, Pearson, & Paris (2008) seperti dikutip oleh Tompkin (2011: 206), ‘comprehension strategy is thoughtful behaviors that readers use to facilitate their understanding’. Maksudnya, strategi pemahaman merupakan tindakan berpikir yang digunakan pembaca untuk membantu mencapai pemahaman. Pembaca menggunakan strategi pemahaman ini untuk mempertajam pemahaman mereka atas teks yang telah mereka baca dan untuk memecahkan masalah. Setiap strategi pemahaman ini harus diajarkan kepada mahasiswa melalui instruksi eksplisit agar proses membaca pemahaman yang sebenarnya merupakan proses mental yang tidak terlihat, menjadi lebih hidup. Pada akhirnya mahasiswa pun akan mempelajari bagaimana mengintegrasikan beberapa strategi tersebut dalam pembelajaran membaca pemahaman. Berikut ini disajikan beberapa strategi pemahaman. 1) Strategi Mengaktifkan Pengetahuan Pembaca diajak untuk menghubungkan apa yang telah mereka ketahui sebelumnya dengan informasi yang ada di dalam teks. Semakin banyak pengetahuan dan pengalaman pembaca tentang topik yang dibacanya, semakin mudah pembaca memahami teks tersebut. Misalnya, dengan menggunakan buku “Main Bersama, Yuk!” anak dapat digali pengetahuannya melalui proses tanya- jawab. Gambar 2. 3 Buku “Main Bersama, Yuk!” (Sumber: https://literacycloud.org/stories/463-let-s-play-together/) Literasi Dasar | 33

Contoh-contoh pertanyaan yang bisa diajukan untuk menerapkan “Strategi Mengaktifkan Pengetahuan” adalah berikut ini. a) Siapa yang ada di gambar ini? b) Apa yang sedang dilakukannya? c) Bacalah teks tersebut melalui tautan yang tersedia? d) Bersama dengan siapakah dia? e) Mengapa anak itu tidak mendengar bunyi bel sepeda? f) Bagaimana jika kamu sedang bermain bersamanya? Apa yang akan kamu lakukan untuk menolongnya? 2) Strategi Menghubungkan Melalui strategi ini, pembaca membuat hubungan antara: (1) teks dengan dirinya sendiri, (2) teks dengan dunia anak, dan (3) teks dengan teks lain. Pembaca menghubungkan teks yang sedang mereka baca dengan pengetahuan mereka sebelumnya. Contoh-contoh pertanyaan yang dapat dikembangkan untuk mendorong pembaca melakukan kegiatan “menghubungkan”, antara lain sebagai berikut. Pertanyaan-pertanyaan yang bisa diajukan untuk menerapkan strategi: a) Menghubungkan teks dengan dirinya sendiri • Apakah kamu pernah bermain bersama teman? • Apa permainan yang paling kamu suka? • Mengapa kamu suka permainan itu? b) Menghubungkan teks dengan dunia anak • Apakah kamu pernah melihat permainan lain? Coba ceritakan! c) Menghubungkan teks dengan teks • Apakah kamu pernah membaca buku tentang bermain bola? • Adakah persamaan dengan cerita ini? 34 | PPG Pra jabatan 2022

3) Strategi Menduga Dalam strategi ini, pembaca menggunakan pengetahuan sebelumnya dan petunjuk dalam teks untuk membaca antarbaris. Manfaat dari strategi ini adalah pembaca berpikir melebihi apa yang tertulis dalam teks. Artinya, pembaca bisa memahami apa yang tidak tertulis dalam teks. Dengan kata lain, pembaca dituntut untuk bisa menarik makna tersirat dari informasi-informasi yang tidak dinyatakan secara tersurat. Contoh pertanyaan yang bisa diajukan untuk menerapkan ‘strategi menduga’: Mengapa Fafa selalu tampak diam ketika bermain? 4) Strategi Memprediksi Strategi ini menuntut pembaca untuk membuat prediksi tentang apa yang akan terjadi dan mengonfirmasi prediksi tersebut dalam aktivitas membaca yang dilakukannya. Manfaat dari strategi ini adalah pembaca menjadi lebih terlibat dalam pengalaman membaca dan selalu berhasrat untuk terus membaca. Contoh pertanyaan yang bisa diajukan untuk menerapkan ‘strategi memprediksi’, antara lain: a) Apa yang akan terjadi kemudian? b) Bagaimana cerita selanjutnya? 5) Strategi Mempertanyakan Strategi ini mengharuskan pembaca untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan di seputar teks itu agar pembaca tetap membaca. Manfaat yang bisa dipetik dari strategi ini ialah pembaca akan menggunakan pertanyaan-pertanyaan untuk menuntun mereka pada bacaan, mengklarifikasi kebingungan mereka, dan membuat pemahaman awal. Contoh-contoh pertanyaan yang bisa diajukan untuk menerapkan ‘strategi mempertanyakan’ antara lain: a) Mengapa Fafa senang bermain bola? b) Mengapa Jojo mau bermain bola bersama Fafa? Literasi Dasar | 35

6) Strategi Menyimpulkan Strategi ini menuntut pembaca untuk memparafrasekan ide dalam bentuk pernyataan yang ringkas. Manfaat dari strategi ini ialah pembaca memiliki pemahaman yang lebih baik ketika mereka membuat kesimpulan atas apa yang dibacanya. Contoh-contoh pertanyaan yang bisa diajukan untuk menerapkan ‘strategi menyimpulkan’ antara lain: a) Apa kegemaran Jojo? b) Kapan dan dimana Jojo dan Fafa bermain bola? c) Mengapa Fafa tidak mendengar bunyi bel sepeda? Setelah siswa menjawab seluruh pertanyaan, guru mengajak siswa untuk menggabungkan jawaban tersebut. Jadi, Fafa … karena … 7) Strategi Memvisualisasikan Pembaca menggambarkan pikiran dalam benaknya tentang apa yang mereka baca melalui bentuk komunikasi yang berbeda. Penggambaran itu bisa dilakukan melalui gambar-gambar atau kata-kata verbal bergantung pada tujuan. Intinya, gambaran yang dibuat pembaca akan memperkaya pemahaman mereka. Dengan demikian, pembaca menggunakan pikiran mereka untuk membuat teks lebih bermakna. Contoh-contoh pertanyaan yang bisa diajukan untuk menerapkan ‘strategi memvisualisasikan’ antara lain: a) Bisakah kalian gambarkan tentang Fafa? b) Bisakah kalian menceritakan tentang cara bermain bola Ali? 36 | PPG Pra jabatan 2022

Tabel 2. 3 Tugas Mandiri 1 Tugas Mandiri Saudara telah memahami 7 strategi membaca pemahaman. Lakukan kegiatan berikut. 1. Carilah 1 bahan bacaan di portal https://literacycloud.org/ atau https://www.letsreadasia.org/ . 2. Pilih dua strategi membaca pemahaman untuk memandu kegiatan membaca isi teks yang Anda pilih. 3. Bandingkan dua strategi tersebut! Apa kelebihan dan kekurangannya? Kapan masing-masing strategi tersebut dapat digunakan? f. Membaca mandiri Membaca mandiri merupakan kegiatan menggali informasi dari sumber tulis yang dilakukan secara mandiri. Siswa dimotivasi untuk memilih sendiri bahan bacaannya, sesuai dengan topik yang disenanginya. Pada kegiatan ini, guru memfasilitasi dengan menyediakan berbagai jenis bacaan. Buku-buku bacaan dapat direkomendasikan oleh guru atau oleh siswa. Bacaan bisa berbentuk buku, teks bacaan, atau ringkasan pendek. Membaca mandiri bermanfaat untuk memperhalus kemampuan membaca pemahaman, memperkaya kosa kata, memperluas pemahaman, serta menumbuhkan sikap membaca sebagai aktivitas seumur hidup pada siswa. Pada kegiatan membaca mandiri, siswa dimotivasi membaca di perpustakaan atau di taman baca sekolah. Mereka dapat memilih bacaan sesuai dengan topik yang mereka senangi. Pada tahap awal kegiatan membaca mandiri, guru memiliki peranan yang sangat penting untuk membimbing dan memantau kegiatan siswa. Literasi Dasar | 37

Berikutnya, tanggung jawab guru semakin berkurang manakala siswa telah mulai mampu memahami isi bacaan yang dibacanya. Fountas and Pinnell (2008) menjelaskan bahwa membaca mandiri adalah suatu proses berperannya dua orang, peran siswa dan peran guru, dimana kedua belah pihak saling menguntungkan. Tugas guru menjadi lebih ringan karena siswa dapat melakukan kegiatan membaca secara mandiri, walaupun mereka masih perlu bimbingan. Guru perlu mempertimbangkan macam-macam buku, pengaturan ruang kelas atau lingkungan, serta kebutuhan dan hasrat siswa ketika guru menganjurkan siswa untuk membaca. Setiap pertimbangan diperinci seperti di bawah ini. 1) Memilih topik bacaan berdasarkan kesukaan, keperluan, dan tujuan-tujuan kurikulum. 2) Menyiapkan pengelolaan program dengan menyediakan bahan bacaan yang efektif dengan menggunakan contoh-contoh dari teks-teks nyata atau teks fiksi. 3) Mengingatkan siswa untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam membaca mandiri. 4) Menyediakan buku-buku yang akan dibaca siswa. 5) Membantu memilih buku-buku yang tepat. 6) Memantau dan menganalisis tanggapan dari hasil membaca mandiri siswa. Fountas and Pinnell (2008) menjelaskan bahwa dalam membaca mandiri siswa harus belajar mengenai cara memilih buku yang cocok, menyenangkan, dan mempunyai kekuatan untuk dibaca sesuai dengan kebutuhan mereka. Oleh karena itu, siswa harus diberi lebih banyak pilihan jenis buku yang dapat dibaca. Perpustakaan, taman baca, atau ruang kelas perlu ditata sedemikian rupa sehingga dapat menyajikan bacaan berupa cerita nyata maupun bacaan yang mengundang daya khayal siswa. Bacaan-bacaan tersebut sebaiknya pula yang akrab atau dekat dengan lingkungan siswa. Cerita nyata bisa berupa biografi, otobiografi, dan topik- topik terkait ilmu pasti dan ilmu sosial. Sedangkan bacaan tipe khayalan di antaranya adalah fiksi sejarah, fiksi ilmiah, fantasi, khayalan 38 | PPG Pra jabatan 2022

realistis, cerita- cerita tradisional (cerita rakyat, dongeng, mitos, dan legenda). Bacaan juga dapat berupa Big Book. Guru memiliki peranan yang penting dalam membantu meningkatkan kemampuan siswa membaca mandiri. Berikut beberapa peran guru dalam membaca mandiri. 1) Menjadi model atau contoh dalam membaca. Guru bisa menjadi bagian dari kelas saat program membaca dilakukan dengan ikut membaca buku. 2) Membimbing siswa saat memilih buku. 3) Berdiskusi tentang jenis buku yang berbeda. 4) Membangun komunitas pembaca yang mengikutsertakan siswanya menjadi bagian dari komunitas tersebut. 5) Guru meminta siswa menuliskan refleksinya. Tabel 2. 4 Diskusi Reflektif 2 Diskusi Reflektif 2 Setelah memahami lima teknik membaca, jawablah pertanyaan berikut. 1. Teknik membaca manakah yang berpeluang diterapkan di kelas? 2. Bisakah dua teknik membaca digunakan sekaligus untuk pembelajaran di kelas? 3. Teknik membaca apakah yang paling ingin Saudara coba? Mengapa? g. Literasi Menulis 1) Menulis Bersama Menulis bersama merupakan aktivitas menulis yang dilakukan antara guru dan siswa, siswa dengan siswa, atau siswa dengan orang tua. Pada menulis bersama, kegiatan yang dilakukan adalah menulis kata atau kalimat secara bergantian. Siswa secara bergiliran menulis kata atau kalimat yang saling berkaitan. Bagi siswa yang sudah mampu menulis, salah satu bentuknya adalah menulis berantai, sedangkan bagi siswa yang belum mampu menulis, menulis bersama dapat dilakukan antara guru dengan siswa. Guru berinteraksi dengan siswa untuk memberikan motivasi sekaligus berpartisipasi aktif dalam kegiatan menulis Literasi Dasar | 39

bersama. Dengan demikian, guru berperan sebagai teman belajar sekaligus pendamping bagi siswa, sehingga siswa bersemangat untuk terus menulis. Sebagai contoh, berikut langkah-langkah menulis bersama di kelas awal. a) Guru menyiapkan alat/bahan yang dibutuhkan, yaitu: 1. pensil 2. kertas/buku tulis. b) Guru menuliskan cerita di papan tulis dengan cara memulainya menulis satu kalimat. c) Siswa melanjutkan kalimat yang ditulis guru dengan cara menambahkan satu kalimat yang berkaitan dengan kalimat tersebut. d) siswa lain juga dapat menambahkan. Begitu seterusnya. e) Setelah cerita tersusun, guru memberikan masukan tentang tanda baca, ejaan, dan hal-hal lain terkait cerita tersebut. f) Setelah cerita selesai ditulis, guru dan siswa membaca bersama. g) Sebagai latihan, guru dapat meminta setiap kelompok membuat cerita bersama dengan cara yang telah dicontohkan, misalnya mereka diminta membuat cerita tentang salah satu benda yang ada di meja mereka, misalnya buku. 2) Menulis Terbimbing Parsons (2001:12) menyatakan bahwa menulis terbimbing adalah proses guru mengembangkan dan membimbing tulisan siswa melalui diskusi, mengonstruksi teks bersama, dan mengevaluasi tulisan independen mereka. Penulisan terbimbing melibatkan seorang guru yang bekerja dengan sekelompok siswa pada saat menulis. Itu tujuan tugas didasarkan pada apa yang telah mereka pelajari sebelumnya proses penulisan. Tulisan terbimbing digunakan untuk membimbing siswa menulis sesuatu. Oczkus (2007: 7) mengatakan bahwa menulis terbimbing adalah alat penting dalam kurikulum menulis berimbang, langkah tambahan yang didukung menuju penulisan mandiri. Melalui tulisan terbimbing, siswa didukung selama berbagai tahap proses penulisan. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan yang 40 | PPG Pra jabatan 2022

akan membantu siswa untuk meningkatkan tulisan mereka dan untuk bekerja meningkatkan kemandirian. Menulis terbimbing menurut Ontario (2005) adalah strategi yang memberikan siswa kesempatan untuk menerapkan keterampilan menulis yang telah diajarkan. Menulis terbimbing memberi guru dan siswa kesempatan untuk berdiskusi lebih terbuka tentang bagaimana cara menulis, hambatan, dan mencari solusinya. Ini adalah waktu yang tepat bagi guru untuk memberikan strategi kepada siswa yang akan membantu mereka menyelesaikan tugas dengan kemampuan terbaik mereka. Kegiatan menulis yang terbimbing juga membantu guru untuk memantau kemajuan dan melihat cara siswa bekerja secara langsung dalam menulis. Langkah-langkah menulis terbimbing (Ontario, 2005) adalah sebagai berikut. a) Guru membimbing siswa menulis (ejaan, bentuk huruf). b) Siswa menulis sebuah teks secara berkelompok. c) Guru memandu siswa menulis sebuah teks secara mandiri. d) Siswa berbagi tulisan dengan teman secara berkelompok, berpasangan, atau dengan guru. 3) Menulis Interaktif Menulis interaktif merupakan kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan anak dalam hal literasi. Anak-anak mengembangkan kemampuannya dalam berbagi, mengekspresikan ide-ide, dan berbagi menulis dengan cara pengalaman, pemahaman tentang sesuatu. Guru membantu proses tersebut sehingga pembelajaran menjadi bermakna (McCarrier, Pinnell, Fountas, 2000). Dalam menulis interaktif terjadi peristiwa kerjasama antara guru dan siswa ketika bersama-sama menyusun dan menulis teks. Mereka tidak hanya bersama-sama memutuskan tentang apa yang akan ditulis, tetapi juga berbagi tugas siapa yang harus menulis. Dengan demikian, guru telah melibatkan siswa dalam menciptakan teks. Menulis interaktif menurut Pinell & McCarrier (1994: 4) adalah praktik penting karena dapat menumbuhkan suasana kolaborasi dan mendukung tumbuhnya kemampuan menulis siswa dalam konteks yang autentik dan bermakna. Dalam Literasi Dasar | 41

konteks pembelajaran, menulis interaktif merupakan kegiatan berbagi pena yang dilakukan antara guru dan siswa untuk mengolaborasikan karangan dan menyusun sebuah pesan. Tujuannya adalah membantu siswa belajar memahami bahasa ditulis sehingga siswa mampu menjadi penulis mandiri. Selain itu, menulis interaktif yang disajikan di kelas awal sangat membantu dalam memotivasi siswa yang enggan menulis. Pada praktiknya, menulis interaktif dapat diajarkan dalam kelompok-kelompok besar atau kecil. Tujuan pengelompokan tersebut adalah agar terjadi interaksi maksimal antara siswa, sehingga kemampuan menulis siswa tergali dengan baik. Berikut ini adalah lima tahapan dalam menulis interaktif. Guru Guru Guru Guru Pesan memilih bersama bersama bersama tersebut pokok siswa siswa akan pembelaj siswa membua merevisi menjadi menentu Gambar 2. 4 Tahapan Menulis Interaktif Secara rinci, aktivitas guru dan siswa terlihat pada tabel berikut. Tabel 2. 5 Rincian Aktivitas Menulis Interaktif GURU SISWA Menentukan fokus pembelajaran. Turut merumuskan fokus pembelajaran. Menggunakan petunjuk dan isyarat untuk Siswa diminta menulis kata atau kalimat di atas mendorong siswa menerapkan kemampuan kertas yang disesuaikan dengan dan strategi baru. perkembangannya Menggunakan strategi untuk membantu siswa Membaca pesan dalam teks. menghubungkan tulisan dan bunyi. 42 | PPG Pra jabatan 2022

Mengedit teks Merevisi teks secara mandiri Mendorong siswa untuk menyelesaikan teks. Merangkai kata atau kalimat untuk membangun sebuah pesan yang utuh, kemudian praktik membaca teks tersebut. Memajang teks di papan pajangan. Siswa merespons teks yang terpajang. 4) Menulis Mandiri Menulis mandiri merupakan kegiatan menuangkan gagasan dalam bentuk tulis yang dilakukan secara individual oleh siswa. Seperti halnya dengan membaca mandiri, dalam menulis mandiri siswa juga diarahkan untuk dapat terampil dalam menulis dan tumbuh kebiasaan untuk menulis. Penawaran-penawaran writing independent (menulis mandiri) memberi peluang tambahan pada siswa untuk menulis. Agar siswa menjadi terampil menulis, siswa harus dilengkapi dengan banyak peluang menulis. Pada saat menulis mandiri, siswa meneruskan berlatih apa yang mereka telah pelajari pada saat Modeled/Shared/Guided Writing. Ontario dalam bukunya Guide to Effective Instruction in Writing, Kindergarten to Grade 3 menjelaskan bahwa “Independent writing gives students opportunities to do their own writing using both self-selected and assigned topics and forms. As they write independently, students take risks, probe meaning, develop fluency, think creatively and critically, solve problems, express personal ideas, and enjoy writing”. Pernyataan di atas menyebutkan bahwa pembelajaran menulis mandiri memberikan kepada melakukan menulis dengan menggunakan materi yang dipilih dan bahan serta bentuk yang telah dipersiapkan. Dengan proses menulis secara mandiri ini, siswa akan berani mengambil risiko, menentukan makna, mengembangkan kecakapan, berpikir kreatif dan kritis, memecahkan masalah, mengungkapkan ide masing- masing, dan menulis dengan gembira. Menulis mandiri memberi keleluasaan kepada siswa untuk menentukan topik serta memberi kesempatan kepada siswa untuk berbagai jenis tulisan. Bentuk tulisan siswa dapat berupa cerita, menceritakan kembali, komik, daftar. Literasi Dasar | 43

Penerapan menulis mandiri pada siswa dimulai dengan melatihkan menulis sederhana. Anak sudah mulai diajak untuk berlatih mengekspresikan pikiran, perasaan, keinginan, gagasan, dan sebagainya, sebagai perwujudan kemampuan personalnya. Penilaian terhadap latihan jenis ini, di samping harus memperhatikan kebenaran, keterbacaan, kerapian, keserasian bentuk dan ukuran tulisan, juga harus memperhatikan keaslian gagasan dan daya tulisan. Dengan menulis mandiri siswa dapat menganggap dirinya sebagai seorang penulis sungguhan. Menulis mandiri pun memberi kesempatan kepada siswa untuk menulis lintas kurikulum. Karya siswa di samping ini merupakan tulisan siswa yang berhubungan dengan matematika. Untuk mendukung peningkatan kemampuan menulis mandiri ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru, yaitu a) menyediakan waktu setiap hari bagi siswa untuk membaca, memeriksa, dan mengevaluasi teks naratif dan eksposisi secara kritis, b) membahas isi teks yang diikuti dengan memberikan respon untuk mengasah keterampilan berpikir siswa, c) membimbing siswa bagaimana menentukan ide suatu cerita, d) mendorong siswa agar lebih sering menggunakan media tulis untuk berpikir e) kreatif, f) memperluas pengetahuan siswa tentang kaidah bahasa, g) menekankan pentingnya ejaan dalam menulis, dan h) menciptakan komunitas penulis. Langkah-langkah Menulis Mandiri a) Siswa diberi stimulasi dengan tema atau topik yang akan dijadikan bahan untuk menulis. b) Siswa diberi petunjuk oleh guru bagaimana cara menulis dengan kaidah yang baik. c) Siswa diminta mengembangkan topik/tema menjadi tulisan sesuai dengan gagasannya sendiri. Pada latihan ini, siswa sudah mulai diajak untuk berlatih mengekspresikan pikiran, perasaan, keinginan, dan sebagainya sebagai perwujudan kemampuan personalnya. d) Siswa diminta membacakan hasil tulisannya di depan kelas. 44 | PPG Pra jabatan 2022

e) Siswa memajang hasil tulisannya di papan pajang kelas. f) Guru memberikan umpan balik dan penghargaan. g) Guru memberikan penilaian terhadap hasil latihan menulis yang dilakukan selama proses belajar-mengajar. Penilaian terhadap produk tulisan sebaiknya memperhatikan kebenaran, keterbacaan, kerapian, kreativitas, dan keaslian gagasan. 5) Menulis Kreatif Menulis kreatif adalah menulis yang ditujukan untuk menyampaikan ide, perasaan, dan emosi bukan sekedar menyampaikan informasi saja. Creative writing is writing that expresses the writer’s thoughts and feelings in an imaginative, often unique, and poetic way. (Sil.org – What is Creative Writing?) Writing is a form of personal freedom. It frees us from the mass identity we see all around us. In the end, writers will write not to outlaw heroes of some underculture but mainly to save themselves, to survive as individuals. (Don DeLillo) Menurut pernyataan di atas, menulis kreatif adalah tulisan yang berisi pikiran dan perasaan penulis dengan menggunakan imajinasinya, unik, dan ditulis secara puitis. Menulis kreatif tidak mudah, membutuhkan waktu cukup lama untuk membangkitkannya. Akan tetapi, karena dalam kegiatan menulis kreatif siswa dapat menemukan kesenangannya, maka menulis kreatif ini perlu dibiasakan dan dipupuk secara terus-menerus. Siswa memiliki imajinasi yang tidak terbatas. Oleh karena itu, guru dapat memanfaatkan imajinasi mereka untuk dituangkan ke dalam tulisan. Motivasi dari orang di sekitar untuk membuat mereka menulis harus dilakukan secara konsisten. Media tulis yang bervariasi serta sumber ide yang mudah didapat akan membantu siswa untuk menuangkan segala imajinasinya ke dalam tulisan kreatif. Seringkali dalam pembelajaran menulis kreatif siswa mengalami kesulitan untuk menemukan ide dan gagasan menulis baik dalam menulis puisi maupun tulisan lainnya. Keterampilan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang sifatnya Literasi Dasar | 45

produktif, menghasilkan, memberikan, atau menyampaikan. Hal ini berarti siswa sebagai subjek (penulis) menyampaikan informasi, pikiran, dan perasaan kepada orang lain atau pembaca. Penulis berfungsi sebagai komunikator dan pembaca sebagai komunikan. Berikut adalah beberapa media atau cara yang dapat membantu siswa menuangkan ide dalam tulisan kreatif. a) Menulis Berdasarkan Pengalaman Media tulis diary (catatan harian) akan membantu siswa dalam menuangkan pengalamannya. Apa yang mereka alami dapat menjadi sumber ide menulis. Berikut adalah pengalaman pribadi siswa kelas 1 yang dituangkan ke dalam diari. Gambar 2. 5 Contoh catatan diary siswa Menulis diary bermanfaat bagi siswa karena (1) sumber tulisan berasal dari pengalaman pribadi sehingga siswa tidak merasa kesulitan untuk mencari ide, (2) siswa termotivasi karena tulisannya bisa dinikmati oleh temannya saat kegiatan berbagi tulisan, dan (3) memberi kebebasan dalam menuangkan ide. Guru dapat meminta siswa untuk menulis diary seminggu sekali di hari Senin untuk menceritakan pengalamannya di hari Sabtu atau Minggu. Kebiasaan 46 | PPG Pra jabatan 2022

menulis seminggu sekali akan memberikan dorongan bagi siswa untuk melanjutkan pengalamannya menulis. b) Menulis Berdasarkan Pengamatan Gambar 2. 6 Contoh Tulisan Karya Siswa Ide menulis berikutnya yang cukup mudah bagi siswa adalah dengan menuliskan hasil pengamatannya. Siswa diminta untuk menggunakan panca inderanya dalam mengamati dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Di samping adalah contoh tulisan karya siswa kelas 1. Hasil pengamatan merupakan sumber menulis yang sangat kaya ide. Selain berbentuk tulisan seperti di samping, siswa bisa menuliskan hasil pengamatannya dalam bentuk puisi. Latihan menemukan fakta dalam mengamati akan memperkaya ide untuk penulisan. c) Menulis Berdasarkan Imajinasi Menulis kreatif dengan menggunakan imajinasi anak dapat dibimbing melalui pertanyaan yang diajukan guru. Jawaban siswa kemudian dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Berikut adalah tulisan siswa kelas 2 berupa puisi tentang rumah impiannya. Faktor gambar cukup berpengaruh terhadap pemahaman ide tulisannya. Karya siswa tersebut merupakan gabungan antara kemampuan siswa dalam mendeskripsikan benda dengan imajinasinya. Banyaknya buku bacaan yang dibacanya sangat membantu siswa dalam menghasilkan tulisan kreatif. Dalam menghasilkan tulisan tersebut, siswa sudah menggabungkan antara imajinasi Literasi Dasar | 47

dengan pengalaman dan pengetahuannya yang diperoleh dari beragam buku bacaan. d) Menulis Apa Yang Disukai Gambar 2. 7 Contoh Karya Puisi 1 Cara lain untuk menggiatkan siswa menulis kreatif adalah dengan memintanya menulis apa yang disukainya, misalnya bermain sepeda, games, dan membaca. Berikut adalah tulisan siswa yang menggambarkan apa yang disukainya. Selain berbentuk tulisan, siswa juga bisa menulis dalam bentuk puisi. e) Menulis dari Apa Yang Dibaca Gambar 2. 8 Contoh Karya Puisi 2 48 | PPG Pra jabatan 2022

Setelah siswa membaca buku cerita, banyak yang bisa dihasilkannya dalam bentuk tulisan kreatif. Menulis puisi tentang salah satu karakter dalam cerita menjadi salah satu alternatifnya. Berikut adalah puisi karya siswa kelas 3 setelah ia membaca buku cerita. Puisi tentang Jalu, salah satu karakter dari buku cerita ‘ Aku dan Si Jalu’ Untuk memotivasi siswa dalam menulis, guru dapat memajang karya siswa di papan pajangan agar bisa dibaca oleh siswa lainnya. Tabel 2. 6 Tugas Mandiri 2 Tugas Mandiri Pilihlah salah satu strategi antara menulis interaktif atau menulis kreatif untuk Saudara pelajari lebih dalam! 1. Menurut Saudara, apa perbedaan dari dua kegiatan menulis tersebut? 2. Apakah bisa dua kegiatan menulis tersebut dikolaborasikan? Jika bisa, bagaimanakah ide Saudara? C. Ruang Kolaborasi 1. Kegiatan 1 (Kelompok 3 orang--60 menit) Setelah Anda mengeksplorasi konsep strategi pengembangan keterampilan literasi, Anda memiliki referensi tambahan tentang strategi yang dapat digunakan. Anda juga dapat mengevaluasi dan mengkritisi kegiatan literasi yang selama ini Anda jalankan. Cermatilah pelaksanaan kegiatan literasi dalam multiteks berikut, kemudian berikan respons terkait strategi yang digunakan. Literasi Dasar | 49

Gambar 2. 9 Modul Literasi dan Numerasi Kelas 1 SD https://www.youtube.com/watch?v=teuY0cmEAe8 Diskusikanlah dengan teman kelompok Saudara! Berikut beberapa pertanyaan yang dapat membantu analisis Saudara. a. Strategi apa yang digunakan dalam kegiatan literasi tersebut? b. Apakah kegiatan literasi yang dijalankan sesuai dengan strategi yang digunakan? c. Apa kelebihan dan kekurangan strategi tersebut? d. Bagaimana rekomendasi Anda terhadap kegiatan literasi dalam tayangan tersebut? Anda juga dapat menggunakan beberapa data hasil penelitian berikut untuk pembanding kegiatan literasi di sekolah dasar. a. https://jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/1209 b. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/auladuna/article/view/20279 c. https://journal.upy.ac.id/index.php/lppm/article/view/1781/0 d. http://ejournal.staimadiun.ac.id/index.php/annuha/article/view/453 Setelah Anda membaca data hasil penelitian tersebut, lakukan aktivitas berikut dalam kelompok yang sama. 50 | PPG Pra jabatan 2022

a. Ceritakan temuan Anda tentang pelaksanaan kegiatan literasi dari artikel tersebut. b. Strategi-strategi apakah yang Anda temukan? c. Sajikan hasil diskusi Anda dalam bentuk infografis yang berisi pelaksanaan kegiatan literasi, strategi-strategi yang ditemukan, dan kelebihan-kelemahan strategi tersebut. Selamat berdiskusi! Tabel 2. 7 Rubrik Penilaian Aspek yang 3 Kriteria dan Skor 1 No. 2 Dinilai 1 Deskripsi Mahasiswa mampu Mahasiswa mampu Mahasiswa mampu pelaksanaan mendeskripsikan mendeskripsikan mendeskripsikan kegiatan dan mengkritisi dan mengkritisi pelaksanaan literasi pelaksanaan pelaksanaan kegiatan literasi. kegiatan literasi kegiatan literasi secara rinci. namun kurang rinci. 2 Deskripsi Mahasiswa mampu Mahasiswa mampu Mahasiswa mampu strategi- mendeskripsikan mendeskripsikan mendeskripsikan strategi tiga atau lebih dua strategi satu atau lebih pelaksanaan strategi pelaksanaan literasi strategi pelaksanaan literasi pelaksanaan literasi literasi 3 Refleksi isi Mahasiswa mampu Mahasiswa mampu Mahasiswa belum bahan merefleksikan isi merefleksikan isi mampu bacaan bacaan dengan bacaan dengan merefleksikan isi dengan kondisi nyata yang kondisi nyata yang bahan bacaan kondisi dihadapi di dihadapi di lapangan dengan kondisi nyata nyata. lapangan secara di lapangan. rinci. Literasi Dasar | 51

4 Kreativitas Mahasiswa mampu Mahasiswa kurang Mahasiswa tidak infografis menyajikan menyajikan infografis menyajikan infografis infografis yang yang kreatif dari segi yang kreatif dari segi kreatif dari segi alur, kepadatan isi, alur, kepadatan isi, alur, kepadatan isi, bahasa, dan bahasa, dan bahasa, dan tampilan. tampilan. tampilan. Skor = (Perolehan Skor/ 12) x 100 Rentang skor 81 – 100 = A 80 – 75 = B 74 – 60 = C 59 – 10 = D D. Demonstrasi Kontekstual 1. Kegiatan 2 (Individu--40 menit) Setelah memahami konsep dan menganalisis beberapa contoh kegiatan literasi, kini giliran Anda mencoba salah satu strategi kegiatan literasi di kelas. Pilihlah satu strategi, kemudian praktikan strategi tersebut untuk kegiatan literasi di kelas Saudara. Setelah praktik, buatlah catatan refleksi berdasarkan pertanyaan berikut! a. Bagaimana pelaksanaan kegiatan literasi dengan strategi yang Anda pilih? b. Bagian mana yang sudah berjalan baik? Bagian mana yang perlu diperbaiki? c. Keterampilan apa yang perlu ditingkatkan dalam diri Anda agar pelaksanaan kegiatan literasi menggunakan strategi tersebut dapat berjalan lebih baik? Selamat mencoba! 52 | PPG Pra jabatan 2022

E. Elaborasi Pemahaman Elaborasi pemahaman dalam modul kedua ini akan diisi dengan curah gagasan hasil praktik strategi yang Anda lakukan sebelumnya. Buatlah laporan sederhana yang interaktif untuk menyampaikan hasil praktik Saudara. Setelah itu, menurut Anda strategi bagaimanakah yang baik untuk kegiatan literasi di sekolah dasar? F. Koneksi Antarmateri Cermatilah infografis tentang manfaat membaca berikut! Literasi Dasar | 53

Menurut Saudara, benarkah keterampilan literasi memengaruhi proses pembelajaran siswa? Bagaimanakah cara supaya proses pembelajaran siswa berbasis literasi? Setelah membaca infografis tersebut, tentu Anda sepakat bahwa keterampilan literasi berpengaruh dan berhubungan dengan pembelajaran siswa. Nah, kini waktunya Anda mencermati LK pembelajaran berikut. Gunakan panduan pertanyaan: (1) Apakah kegiatan pembelajaran tersebut sudah berbasis literasi? (2) Mengapa kegiatan tersebut sudah atau belum berbasis literasi? Diskusikanlah hal tersebut dengan teman sejawat Saudara! 1. Lembar Kerja Daring untuk Pembelajaran Puisi Berbasis Kasus a. Kasus 1 54 | PPG Pra jabatan 2022

Kasus 2 Literasi Dasar | 55

Kasus 3 G. Aksi Nyata Pada akhir pembelajaran topik tentang strategi pengembangan keterampilan literasi, Anda diminta menyusun kegiatan pembelajaran literasi menggunakan salah satu strategi. Silakan Anda menyusun kegiatan tersebut berdasarkan sintak yang sesuai. Gunakanlah format Lembar Kerja (LK) berikut untuk menyusun pembelajaran literasi dengan strategi yang Anda pilih! 56 | PPG Pra jabatan 2022

Tabel 2. 8 LK Penyusunan Kegiatan Pembelajaran Literasi Menggunakan Strategi LK Penyusunan Kegiatan Pembelajaran Literasi Menggunakan Strategi Alokasi Waktu : Materi : Kelas : Langkah-langkah kegiatan : Kegiatan Uraian Kegiatan Alokasi Keterampilan Literasi Pembelajaran Waktu yang Dikembangkan Kegiatan Membuka pembelajaran Pendahuluan dengan berdoa. dst Kegiatan Inti Sintak 1: Sintak 2: Kegiatan dst Penutup Guru membuka forum diskusi akhir. dst Diskusikan aksi nyata Anda dengan teman sejawat Saudara. Selain itu, Anda juga harus melakukan konsultasi dengan dosen Saudara. Selamat merancang aksi nyata untuk menjawab berbagai problematika pembelajaran literasi. Literasi Dasar | 57

Topik 3. Asesmen Literasi-AKM Durasi 3 pertemuan Capaian pembelajaran Setelah mempelajari topik ini, mahasiswa dapat 1. Mahasiswa mampu memahami asesmen literasi dan AKM 2. Mahasiswa mampu menganalisis penggunaan asesmen literasi dan AKM 3. Mahasiswa mampu menyusun asesmen literasi dan AKM A. Mulai dari Diri Seperti disinggung pada modul pertama, kita akan belajar tentang Asesmen Literasi. Asesmen Literasi yang diselenggarakan di Indonesia yaitu Asesmen Nasional. Sebelum mengeksplorasi lebih jauh, jawablah beberapa pertanyaan berikut. Tabel 3. 1 Pre-test Asesmen Literasi Pre-test Asesmen Literasi 1. Apa yang Anda ketahui tentang asesmen? 2. Pernahkah Anda melakukan asesmen? 3. Coba ceritakanlah pengalamanmu ketika melakukan asesmen! (Jika belum pernah, ceritakan apa yang Saudara ingin tahu tentang asesmen!) 58 | PPG Pra jabatan 2022

Coba simaklah tayangan film pendek berikut dengan memindai QR Code atau klik tautan di bawah gambar. Selamat menyimak. Gambar 3. 1 Galau mikirin hasil Asesmen Nasional? https://www.youtube.com/watch?v=BmzNO-ZM4XU Nah, mari kita mengeksplorasi konsep asesmen literasi di sekolah dasar! B. Eksplorasi Konsep Sekarang kita akan mempelajari konsep asesmen literasi dan kaitannya Asesmen Kompetensi Minimum. 1. Asesmen/Penilaian Literasi Penilaian literasi lebih dari sekadar tes. Kegiatan tersebut merupakan proses yang mengintegrasikan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Serafini (2001) menggambarkan kegiatan penilaian merupakan proses inkuiri yang diterapkan oleh guru dalam rangka memperoleh informasi kemajuan belajar siswa. Guru harus memahami bahwa keterampilan membaca dan menulis diperoleh dari serangkaian kegiatan membaca dan menulis itu sendiri serta pengaplikasian keterampilan dan strategi dalam kegiatan tersebut. Oleh karena itu, saat melakukan penilaian terhadap menulis dan membaca, guru harus memperhatikan tujuan berikut ini. Literasi Dasar | 59

a. Memonitor proses belajar siswa. b. Mengidentifikasi tingkat keterampilan membaca siswa. c. Mendiagnosa permasalahan dalam membaca. d. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam menulis. e. Mengidentifikasi perkembangan ejaan siswa. f. Mendokumentasikan hasil proses belajar siswa. g. Menunjukkan hasil terbaik dari pekerjaan siswa. Penilaian proses dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dalam kegiatan belajar-mengajar. Dalam proses pembelajaran tersebut, guru hendaknya memperhatikan aktivitas, respon, kegiatan, minat, sikap, dan upaya-upaya siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, perkembangan, kemajuan, masalah, dan kesulitan belajar siswa akan diketahui. Informasi yang harus terekam melalui proses ini meliputi tiga ranah, yakni ranah kognisi, afeksi, dan psikomotor. Oleh karena itu, untuk mendapatkan informasi tentang ketiga ranah tersebut dalam proses belajar dibutuhkan berbagai macam bentuk penilaian baik tes maupun non-tes. a. Observasi Catatan Anekdot Mengamati perilaku literasi siswa saat mereka berpartisipasi dalam pengajaran literasi atau kegiatan terkait adalah cara yang efektif untuk menilai kemajuan literasi. Observasi berguna untuk menjawab pertanyaan literasi seperti: Langkah- langkah apa dalam proses menulis yang digunakan siswa? Bagaimana siswa mendiskusikan tulisan mereka dalam kelompok menulis mereka? Seberapa akurat siswa membuat prediksi tentang bacaan mereka? Untuk menjawab pertanyaan ini dan pertanyaan literasi lainnya, dorong guru untuk melakukan pengamatan terhadap peristiwa dan aktivitas literasi yang sebenarnya dan mencatat pengamatan tersebut. Tujuan dan instruksi membaca dan menulis berdasarkan kurikulum literasi sekolah dapat berfungsi sebagai panduan untuk apa yang harus diamati dan dicatat oleh guru. Jenis lain dari perilaku kelas juga dapat menjadi dasar untuk observasi guru (Acheson, 1997). Ini dapat mencakup perilaku siswa di kelas, interaksi mereka dengan siswa lain, dan seberapa baik mereka menyelesaikan tugas yang 60 | PPG Pra jabatan 2022

diberikan. Guru dapat menggunakan pengamatan mereka untuk menilai pembelajaran siswa serta keefektifan pembelajaran instruksi mereka sendiri. Pengamatan mereka dapat menginformasikan rencana untuk rencana selanjutnya. Berdasarkan observasi disusunlah catatan anekdot. Catatan anekdot merupakan catatan singkat dan informal yang ditulis guru. Tulisan ini mencakup bagaimana sikap siswa dalam belajar, pertanyaan yang diajukan siswa, serta strategi dan keterampilan yang diaplikasikan maupun yang tidak. Catatan ini pun memuat sikap atau keterampilan yang diharapkan muncul di kegiatan berikutnya. Catatan anekdot sangat baik dilakukan karena akan mencatat informasi yang bermanfaat untuk disampaikan kepada orang tua. Catatan ini bisa dimasukkan ke dalam portofolio sehingga guru bisa melihat perjalanan belajar siswa. Contoh pada gambar terlampir merupakan catatan guru saat siswa sedang melakukan suatu kegiatan. Apabila dilihat dari komentar guru, kita dapat mengetahui bahwa siswa sedang mengerjakan tugas yang dilakukan setiap hari; ada keterkaitan antara hari pertama dengan hari berikutnya. Catatan anekdot dapat dilakukan tanpa persiapan dan perencanaan. Guru bisa saja belum mengetahui akan mencatat siswa yang mana. Guru dapat secara spontan mencatat perilaku yang dominan dan menganggap apa yang diamati atau yang terjadi di dalam kelas, patut untuk didokumentasikan. Untuk kebutuhan catatan anekdot, guru bisa menulisnya di media kertas yang dipotong kecil (satu kertas HVS bisa dibagi empat bagian besar atau sesuai kebutuhan) atau menggunakan kartu katalog yang bisa dibeli (bisa juga dibuat sendiri). Literasi Dasar | 61

Gambar 3. 2 Contoh teks anekdot b. Tugas kinerja Gambar berikut menunjukkan hasil tulisan siswa setelah ia membaca suatu teks. Siswa diminta untuk menggambar dan menuliskan tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita. Bagaimana guru menilainya. 62 | PPG Pra jabatan 2022

Gambar 3. 3 Tugas kinerja siswa Untuk menilai produk di atas, guru menggunakan rubrik berikut. Tabel 3. 2 Rubrik Penilaian Sudah Sedang Membutuhkan Kriteria/level berkembang berkembang bantuan Gambar dan Seluruh gambar Sebagian besar Sebagian kecil gambar gambar detail dan detail dan diwarnai warna detail dan diwarnai diwarnai. penuh. Penulisan Kata yang Menuliskan beberapa Tidak ada kata yang kata dirangkai sudah kata, namun belum ditulis lengkap. menyerupai menjadi satu kalimat. kesatuan. Ejaan Seluruh kata ditulis Sebagian kata ditulis Sebagian kecil kata dengan benar. dengan ejaan yang yang ditulis dengan benar. ejaan yang benar. Literasi Dasar | 63

c. Rubrik Apa yang dimaksud dengan rubrik? Apa manfaatnya? Rubrik adalah suatu instrumen yang digunakan untuk menilai sikap, keterampilan, dan pengetahuan siswa melalui suatu produk atau kinerja. Di dalam rubrik terdapat kriteria yang harus dinilai. Selain itu juga, di dalam rubrik terdapat level yang menunjukkan tingkatan pencapaian. Rubrik memberikan manfaat saat guru akan menilai suatu produk atau kinerja yang tidak bisa dinilai melalui tes. Rubrik dapat memperlihatkan kelemahan dan kekuatan setiap siswa di area tertentu. Hal ini sangat membantu guru dalam membuat program pembelajaran selanjutnya. Bagaimana mengembangkan rubrik? 1) Menentukan tujuan pembelajaran. 2) Menggunakan bahasa yang jelas, singkat, dan sederhana. 3) Satu rubrik digunakan hanya untuk satu penugasan. Akan tetapi, ada pula rubrik yang sifatnya generik, artinya bisa digunakan untuk penugasan dengan keterampilan yang sama, misalnya diskusi dan presentasi. Hal-hal yang dinilai untuk kedua kegiatan tersebut sama. 4) Menentukan kriteria yang akan dinilai (sesuai dengan kompetensi yang diharapkan). 5) Apabila memungkinkan, buatlah rubrik hanya satu halaman saja. 6) Mengevaluasi rubrik. Rubrik yang baik berisi elemen-elemen yang akan dinilai dan skala penilaian untuk menentukan seberapa baik elemen-elemen tersebut telah dilakukan/dicapai. Misalnya,istilah yang bisa digunakan dalam level/tingkatan antara lain. 1) Menggunakan angka (1, 2, 3, 4). 2) Menggunakan kata: berkembang dengan baik, berkembang, masih membutuhkan bantuan atau kata-kata lainnya yang menunjukkan gradasi. Selain itu, ada juga rubrik yang digunakan dengan tugas menulis mungkin mengidentifikasi lima elemen yang perlu ditangani untuk menyelesaikan tugas dengan sangat baik: isi, organisasi, struktur kalimat, kosakata, dan mekanika. 64 | PPG Pra jabatan 2022

Setiap elemen pada rubrik memiliki seperangkat indikator yang menggambarkan apa yang harus ditemukan dalam tulisan. Skala penilaian menunjukkan seberapa baik penulis telah memasukkan indikator dalam setiap elemen. Tabel 3. 3 Diskusi Reflektif 1 Diskusi Reflektif 1 Cermatilah rubrik penilaian menulis cerita berikut. Berilah komentar tentang kelebihan dan kelemahan rubrik tersebut! Aspek yang Dinilai Kriteria Tema Kemenarikan Penggunaan Bahasa 1 Tema dan isi (pokok Sama sekali tidak Penggunaan bahasa sama persoalan) tergambar menantang sekali tidak terampil sedikit dalam cerita 2 Tema dan isi (pokok Agak menantang Penggunaan bahasa agak persoalan) tergambar terampil dalam setengah keseluruhan cerita 3 Tema dan isi (pokok Cukup menantang Penggunaan bahasa cukup persoalan) tergambar terampil dalam sebagian besar cerita 4 Tema dan isi (pokok Sangat menantang Penggunaan bahasa sangat persoalan) tergambar terampil dalam keseluruhan cerita Banyak rubrik penilaian untuk tugas membaca dan menulis, serta formula untuk membantu guru membuat rubrik penilaian mereka sendiri, dapat ditemukan di Internet. Dua sumber internet yang bagus dan gratis untuk rubrik literasi adalah www.rubistar.4teachers.org dan www.rubrics4teachers.com. Rubrik bisa digunakan untuk mengukur suatu produk atau bentuk kinerja lainnya seperti tulisan, puisi, membaca puisi, presentasi, membaca cerita/menceritakan kembali, gambar, diskusi, dan debat. Literasi Dasar | 65


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook