["Pekerjaan menggambar pola busana memerlukan peralatan tertentu, spesifikasi dan berkualitas. Alat yang diperlukan untuk menggambar pola busana banyak jenisnya antara lain. 1. Pita ukuran (cm) Pita ukuran (cm), digunakan untuk mengambil ukuran badan seseorang yang akan membuat busana atau ukuran model, disamping itu pita ukuran juga dipakai untuk menggambar pola pakaian dan juga digunakan pada waktu penyesuaian pola. Pita ukuran (cm) ada beberapa macam yakni ada yang menggunakan ukuran centimeter dan ada yang ukuran inchi bahkan ada yang menggunakan kedua ukuran tersebut. Pita ukuran (cm) yang baik terbuat dari serbuk kaca atau terbuat dari bahan yang lemas seperti plastik, tepinya tidak bertiras, tidak boleh meregang, garis-garis dan angka kedua permukaan memiliki ukuran yang dicetak dengan jelas, dan letak garis ukuran tepat pada tepi pita ukuran. Desain dan Konsentrasi Busana\u2013 Fase F Elemen 5 Hal 51 dari 67","2. Penggaris Untuk menggambar pola busana diperlukan penggaris\/rol dressmaker dengan bentuk yang berbeda- beda. Penggaris lurus, digunakan untuk membuat garis lurus. Penggaris lengkung digunakan untuk membuat garis-garis melengkung seperti garis lingkar leher, lingkar kerung lengan, krah dan garis sisi rok. Sedangkan penggaris segi tiga siku-siku digunakan untuk membentuk garis sudut, seperti garis badan dan tengah muka, garis badan dan tengah belakang serta garis lebar muka dan garis lebar punggung. 3. Kertas Pola (buku pola atau buku kostum) Kertas pola (buku pola atau buku kostum) merupakan tempat menggambar pola. Kertas pola merupakan alat penting untuk menggambar pola. Kertas yang biasa digunakan untuk menggambar pola dengan ukuran centimeter adalah kertas dorslag, kertas karton manila atau kertas koran. Buku pola digunakan untuk menggambar pola busana dengan ukuran skala. Buku pola yang baik berukuran folio kertasnya bewarna putih, tebal dan halaman terdiri dari kertas bergaris dan kertas polos dengan letak yang berselang-seling. Lembar halaman bergaris diperlukan untuk mencatat ukuran dan mencatat keterangan pola yang dibuat. Lembaran halaman tidak bergaris (polos) digunakan untuk menggambar pola dengan ukuran skala. 4. Skala Skala atau ukuran perbandingan, adalah alat ukur yang digunakan untuk menggambar pola di buku pola. Skala ada beberapa macam yakni ada yang menggunakan ukuran satu berbanding dua, satu berbanding empat, satu berbanding enam dan satu berbanding delapan. Skala yang baik terbuat dari kertas yang agak tebal seperti kertas karton dan berbentuk segi panjang, dan letak garis ukuran Desain dan Konsentrasi Busana\u2013 Fase F Elemen 5 Hal 52 dari 67","tepat pada tepi skala. Tepinya tidak bertiras, kedua permukaan memiliki ukuran skala yang berbeda salah satu diantaranya ukuran skala satu berbanding empat, karena skala ukuran ini sering digunakan didalam menggambar pola busana. 5. Pensil dan bool point Pensil digunakan untuk menggambar pola di buku pola atau di kertas pola. Pensil yang baik digunakan untuk menggambar pola ada beberapa macam yakni pensil terbuat dari graphite, pensil ini bagus digunakan dan mempunyai ukuran yang berbeda. Untuk yang agak keras dengan kode H \/ HB pensil ini tulisannya jelas dan mudah dihapus jika terjadi kesalahan. Pensil ini digunakan untuk menggambar garis-garis pola, setelah polanya selesai dibuat, garis dengan pensil ini dipertajam dengan pensil bewarna. Pensil bewarna merah untuk garis pola bagian muka dan pensil bewarna biru untuk garis pola bagian belakang. Garis bantu pola di pertajam dengan bollpoin warna hitam. 6. Penghapus (Eraser) Penghapus perlu disediakan sewaktu menggambar pola, penghapus digunakan untuk membersihkan goresan pola yang salah. Penghapus yang baik adalah yang bewarna hitam terbuat dari karet yang lemas, dengan menggunakan penghabus ini goresan-goresan yang salah akan menjadi hilang dan tidak meninggalkan bekas sampai mendapatkan hasil yang memuaskan. 7. Jarum Jarum pentul yang baik terbuat dari baja dan berukuran panjang 3 s.d 4 cm. Bentuk jarum pentul jarum penyemat yang dipergunakan pada pembuatan pola adalah jarum pentul yang baik yaitu ujungnya runcing dan terdapat pegangan mutiara dipangkalnya, sehingga mudah dalam menggunakannya. Desain dan Konsentrasi Busana\u2013 Fase F Elemen 5 Hal 53 dari 67","I. Pola Dasar Badan Wanita Desain dan Konsentrasi Busana\u2013 Fase F Elemen 5 Hal 54 dari 67","Desain dan Konsentrasi Busana\u2013 Fase F Elemen 5 Hal 55 dari 67","J. Pembuatan Blus Desain dan Konsentrasi Busana\u2013 Fase F Elemen 5 Hal 56 dari 67","Desain dan Konsentrasi Busana\u2013 Fase F Elemen 5 Hal 57 dari 67","Desain dan Konsentrasi Busana\u2013 Fase F Elemen 5 Hal 58 dari 67","Desain dan Konsentrasi Busana\u2013 Fase F Elemen 5 Hal 59 dari 67","Desain dan Konsentrasi Busana\u2013 Fase F Elemen 5 Hal 60 dari 67","Desain dan Konsentrasi Busana\u2013 Fase F Elemen 5 Hal 61 dari 67","Desain dan Konsentrasi Busana\u2013 Fase F Elemen 5 Hal 62 dari 67","Desain dan Konsentrasi Busana\u2013 Fase F Elemen 5 Hal 63 dari 67","Desain dan Konsentrasi Busana\u2013 Fase F Elemen 5 Hal 64 dari 67","Langkah kerja pembuatan blus 12. Jahit semua kup bagian depan dan bagian belakang blus 13. Menjahit bagian model\/ variasi blus 14. Sambungkan sisi blus bagian belakang dengan bagian depan 15. Sambungkan bagian bahu 16. Sambungkan lengan sehingga membentuk pipa lengan 17. Sambungkan bagian badan dengan bagian lengan 18. Selesaukan bagian leher (juka berkerah pasang kerah, jika tidak pasangkan lapisan) 19. Penyelesaian akhir \u25aa Kelim bagian bawah blus sebesar 3 \u2013 4 cm dengan menggunakan tusuk flannel. \u25aa Pasang kancing hias pada masing-masing ujung bukaan bagian depan dengan menggunakan tusuk balut \u25aa Buat lubang kancing sepanjang diameter kancing + 0.2 cm Desain dan Konsentrasi Busana\u2013 Fase F Elemen 5 Hal 65 dari 67","RANCANGAN HARGA PEMBUATAN BLUS Desain dan Konsentrasi Busana\u2013 Fase F Elemen 5 Hal 66 dari 67","Daftar Pustaka 1. Dra. Astuti, M.Pd, Konstruksi Pola Busana Pengetahuan Piranti Menjahit, Program Studi Pendidikan Tata Busana, Jurusan Pendidikan Kesejahtearaan Keluarga, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 2010. 2. Ernawati, Et all, Tata Busana Jilid 2, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, 2008 3. Ernawati, Et all, Tata Busana Jilid 3, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, 2008 Desain dan Konsentrasi Busana\u2013 Fase F Elemen 5 Hal 67 dari 67"]
Search