Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore MA Diferensiasi & KSE_DPB XII Busana Elemen 5_Persiapan Pembuatan Busana_Naili A

MA Diferensiasi & KSE_DPB XII Busana Elemen 5_Persiapan Pembuatan Busana_Naili A

Published by Naili Amrina, 2023-08-14 12:52:40

Description: MA Diferensiasi & KSE_DPB XII Busana Elemen 5_Persiapan Pembuatan Busana_Naili A

Search

Read the Text Version

MODUL AJAR INTEGRASI DIFERENSIASI DAN KSE MATA PELAJARAN DESAIN DAN KONSENTRASI BUSANA FASE F ELEMEN 5. PERSIAPAN PEMBUATAN BUSANA Oleh : NAILI AMRINA, S.Pd SMK NEGERI 1 BREBES 2023

HASIL PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR PESERTA DIDIK BERDASARKAN KESIAPAN BELAJAR Pada akhir fase F, peserta didik dapat mengimplementasikan penciptaan desain dan produk busana sehingga mampu menumbuhkan kreativitas di bidang busana yang sesuai dengan kebutuhan industri Elemen Persiapan Pembuatan Busana Capaian Pembelajaran Pada akhir fase F, peserta didik mampu menyiapkan pembuatan busana yang meliputi pembuatan lembar kerja sesuai dengan spesifikasi desain, membuat langkah kerja produksi, mengambil ukuran, membuat pola, memotong bahan, menghitung biaya dan menentukan harga produk. Materi Pokok Merencanakan proyek pembuatan blus, mempresentasikan persiapan pembuatan blus secara berkelompok yaitu membuat desain blus casual, menganalisis desain blus, membuat langkah kerja produksi. Kompetensi Awal Sebelum memulai kegiatan pembelajaran dalam modul ini, peserta didik sudah mampu memahami konsep busana wanita dan mampu mengopersikan mesin jahit. Kesiapan Belajar Peserta Didik memiliki Peserta Didik memiliki Peserta Didik memiliki Nama Murid pemahaman awal yang pemahaman awal yang pemahaman awal baik tentang blus cukup blus. yang kurang tentang blus 1. YUNIA NISAUL 1. PUTRI NABILA 1. ULFI LUTFIATUL FASIKHAH 2. ARDIANA FRISKA 2. AZZAHRA AGNINDIA ARISTIA FUADAH 2. AFIFAH INDAR V 3. SITI KHODIJAH SARI 3. NAYSELA AZZAHRA 4. ALICIA NURUL 4. SINTA WULANDARI AGUSTIN 3. IKA PON AMELIA 4. NABILA WIDIA 5. LATIFATUL AKFA 5. WARYUNI LESTARI 6. AMELIA 6. AYU FALIYANI 7. FINKA AYUNDA 7. KHIASYA MARIANNA 5. NUR ALFI SEPTIANI PUTRI A. 8. NURUL ZAHRO 6. WIDIYA PRATIWI 7. EKA RUCI 9. AAN KUROTUL AEN 8. NIA RAHMADANI 10. AYU FALIYANI 11. NURUL AMALIA DINI 9. DIYFA CAHYANINGRUM 12. SITI NUR AISAH 10. DINA AGUSTIN 13. DEA TITA NUR MARISA 11. MAULIDIA SYAFITRI 14. DESI ANGGREANI 12. LAELA PERMATA 15. RINA NUR ASIH SARI Proses Peserta didik diberikan soal Peserta didik diberikan Peserta didik diberikan soal pre tes dignostik pre tes dignostik kognitif soal pre tes dignostik kognitif interaktif awal interaktif awal kognitif interaktif awal menggunakan game show, mengerjakan soal menggunakan game show, menggunakan game mengerjakan soal show, mengerjakan soal

berjumlah 10 dalam waktu berjumlah 10 dalam waktu berjumlah 10 dalam maksimal 20 menit, tiap maksimal 20 menit, tiap waktu maksimal 20 butir soal bobot nilainya 10. butir soal bobot nilainya menit, tiap butir soal Pada kolom tabel ini 10. Pada kolom tabel ini bobot nilainya 10. Pada merupakan kelompok merupakan kelompok kolom tabel ini dengan hasil nilai rentang dengan hasil nilai rentang merupakan kelompok 85-100. 70-84. dengan hasil nilai di bawah 70 1. Kelompok A Adalah para peserta didik memiliki pemahaman awal yang baik tentang blus 2. Kelompok B Adalah para peserta didik memiliki pemahaman awal yang cukup tentang blus 3. Kelompok C Adalah para peserta didik memiliki pemahaman awal yang kurang tentang blus

HASIL PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR MURID BERDASARKAN PROFIL BELAJAR PESERTA DIDIK Elemen Persiapan Pembuatan Busana Capaian Pembelajaran Pada akhir fase F, peserta didik mampu menyiapkan pembuatan busana yang meliputi pembuatan lembar kerja sesuai dengan spesifikasi desain, membuat langkah kerja produksi, mengambil ukuran, membuat pola, memotong bahan, menghitung biaya dan menentukan harga produk. Materi Pokok Merencanakan proyek pembuatan blus, mempresentasikan persiapan pembuatan blus secara berkelompok yaitu membuat desain blus casual, menganalisis desain blus, membuat langkah kerja produksi Kompetensi Awal Sebelum memulai kegiatan pembelajaran dalam modul ini, peserta didik sudah mampu memahami konsep busana wanita dan mampu mengopersikan mesin jahit. Profil Visual Auditori Kinestetik Belajar Peserta • SINTA WULANDARI • YUNIA NISAUL • . AMELIA ARISTIA • LATIFATUL AKFA FASIKHAH • SITI KHODIJAH Didik Nama Murid • WARYUNI. • AZZAHRA AGNINDIA • AYU FALIYANI • SITI KHODIJAH V • KHIASYA • NAYSELA AZZAHRA • NURUL AMALIA DINI MARIANNA PUTRI • ALICIA NURUL AGUSTIN • SITI NUR AISAH A. • DEA TITA NUR • MAULIDIA MARISA SYAFITRI • DESI ANGGREANI • FINKA AYUNDA • RINA NUR ASIH • PUTRI NABILA AMELIA • ARDIANA FRISKA • ALICIA NURUL AGUSTIN • LAELA PERMATA • WIDIYA PRATIWI • EKA RUCI • NIA RAHMADANI • DIYFA • CAHYANINGRUM • DINA AGUSTIN • NURUL ZAHRO • AAN KUROTUL AENI Produk Peserta didik diperbolehkan berekspresi dalam mendesain/merancang desain Proses busana berupa blus dengan tema casual sesuai dengan sumber ide tiap-tiap kelompok. Hasil rancangan tersebut akan dipresentasikan di depan kelas, kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Pada saat menjelaskan guru Peserta didik diberikan Guru memberikan meminta peserta didik untuk kesempatan untuk kesempatan kepada

melihat dan memperhatikan bertanya langsung peserta didik untuk video fashion show busana kepada guru mengenai mencari informasi dan casual. Peserta didik dengan hal yang belum mereka sumber ide dari seksama menyimak dengan fahami dan ingin mereka beberapa sudut mencatat hal – hal penting ketahui secara lebih jelas. belajar misalnya dari dalam video tersebut antara alam, buku, majalah lain desain, kesempatan, atau mengakses jenis, warna dan motif informasi melalui bahan. internet dengan smartphone. Guru mendiferensiasikan pembelajaran dengan mempertimbangkan perbedaan gaya belajar

IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN DIFERENSIASI KEDALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN Strategi Diferensiasi Penerapan Strategi Diferensiasi Ke Dalam Kegiatan Pembelajaran Diferensiasi Konten 1. Memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk (Materi yang harus dipelajari mencari informasi dari beberapa sudut/sumber belajar peserta didik atau semisal membaca buku atau mengakses informasi melalui bagaimana siswa akan internet dengan smartphone di taman. mengakses kontent tersebut) Diferensiasi Proses 1. Memvariasikan waktu yang dibutuhkan siswa dalam (Aktivitas dalam mengerjakan tugas pembelajaran dimana siswa 2. Menggunakan pengelompokan yang fleksibel terlibat dalam pembelajaran 3. Merencanakan kegiatan belajar yang bervariasi untuk menguasai konten 4. Kegiatan yang berjenjang dengan berpedoman pada pembelajaran) seberapa banyak bantuan /scafolding yang akan diberikan 5. Membuat daftar tugas siswa, baik itu tugas kelompok, maupun tugas individual. Disesuaikan dengan profil/gaya belajar murid. Diferensiasi Produk 1. Memberikan siswa pilihan dalam hal bentuk (Hasil tugas atau hasil unjuk penugasannya, (Memberikan kebebasan kepada peserta kerja peserta didik yang didik untuk mengekpresikan dalam mendesain/merancang tentunya bersifat tangible desain busana berupa blus dengan tema casual sesuai atau ada wujudnya) dengan sumber ide tiap-tiap kelompok, misalnya dalam menentukan bagian-bagian busana yaitu model lengan, krah, saku, belahan, kombinasi bahan dll. 2. Menggunakan rubrik yang didesain sesuai dengan kebutuhan atau kemampuan siswa yang bervariasi. 3. Memberikan keleluasaan dalam mengerjakan tugas secara individu atau kelompok.

TEKNIK PEMBELAJARAN KOMPETENSI SOSIAL DAN EMOSIONAL (KSE) Ruang Kompetensi Teknik Pembelajaran KSE Durasi Lingkup Sosial - ( Sesuai dengan Jenjang Pendidikan Waktu Terintegrasi Emosional Peserta Didik) Dalam KSE Pembelajaran Kesadaran diri – 1. Implementasi KSE dalam 5 Menit Kesadaran religius Pembelajaran: pembelajaran / Terintegrasi Kegiatan Awal Dalam Pendahuluan Pembelajaran 2. Teknik: Identifikasi Perasaan dan Emosi 3. Penjelasan tentang apa yang dilakukan oleh guru : a) Guru mengucapkan salam dan pemberian motivasi awal pembelajaran. b) Guru membimbing peserta didik untuk memulai pembelajaran dengan berdoa terlebih dahulu yang dipimpin oleh salah satu peserta didik. 4. Penjelasan tentang apa yang dikatakan kepada peserta didik : a) Assalamualaikum.wr.wb, semangat pagi semuanya semoga di pagi hari ini pembelajaran kita hari ini akan lebih bermakna bagi kalian saat ini maupun di masa depan. b) “Sebelum belajar hari ini kita mulai, silahkan ketua kelas untuk memimpin doa terlebih dahulu semoga belajar kita hari ini diberikan kelancaran dan kemudahan.” 5. Penjelasan tentang tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi perasaan yang dialami/dirasakan. Kesadaran diri – 1. Implementasi KSE dalam 15 Menit Pengenalan Emosi Pembelajaran: dan Perasaan Kegiatan Awal pembelajaran / Pendahuluan 2. Teknik: Identifikasi Perasaan dan Emosi 3. Penjelasan tentang apa yang dilakukan oleh guru : a) Guru ingin mengidentifikasi kesiapan belajar peserta didik mengenai

perasaan dan emosinya saat ini melalui asesmen diagnosis non kognitif melalui aplikasi moodtracker atau dengan menggunakan lembar asesmen diagnosis non kognitif yang sudah disediakan. b) Guru menanyakan kesiapan belajar peserta didik untuk belajar. 4. Penjelasan tentang apa yang dikatakan kepada peserta didik : a) Bagaimana keadaan kalian hari ini, masih semangat?. b) Baiklah, sebelum pembelajaran kita mulai ada yang bapak/ibu ingin mengetahui terlebih dahulu mengenai keadaan kalian hari ini yaitu mengenai kesiapan kalian untuk menerima pembelajaran hari ini yaitu dengan melakukan asesmen diagnosis non kognitif mengenai perasaan dan emosi kalian hari ini yang dapat kalian lakukan dengan membuka smartphone kalian masing-masing. c) Kemudian silahkan seperti biasanya kalian curahkan semua perasaan dan emosi kalian hari ini ke dalam jurnal harian kalian yang terdapat pada aplikasi moodtracker atau dengan lembar asesmen diagnosis non kognitif yang sudah disediakan. 5. Penjelasan tentang tujuan: Peserta didik mampu mengidentifikasi perasaan yang dialami/dirasakan. Terintegrasi Ketrampilan Sosial - 1. Implementasi KSE dalam 30 Menit Dalam Resiliensi Pembelajaran: Pembelajaran (Kemampuan Kerja Kegiatan inti pembelajaran / Proses Diskusi sama dan resolusi Kelompok. konflik) 2. Teknik: Diskusi dan bekerjasama dalam kelompok. 3. Penjelasan tentang apa yang dilakukan oleh guru: Guru mengajak siswa untuk diskusi dan bekerjasama dalam kelompok. 4. Penjelasan tentang apa yang dikatakan kepada peserta didik : a) Silahkan kalian berkumpul dan duduk sesuai dengan kelompoknya masing-

masing kemudian diskusikan permasalahan pada LKPD yang sudah ibu bagikan. b) Sebuah pekerjaan akan terasa ringan jika dikerjakan bersama-sama. 5. Penjelasan tentang tujuan: Peserta didik mampu memahami pentingnya berkerjasama/berkolaborasi bersama dengan peserta didik lainnya. Terintegrasi Kesadaran Sosial – 1. Implementasi KSE dalam 30 Menit Dalam Empati Pembelajaran: Pembelajaran (Menghargai Kegiatan inti pembelajaran / Proses Diskusi Terintegrasi persamaan dan Kelompok. Dalam perbedaan Pembelajaran pendapat) 2. Teknik: Menghargai persamaan dan perbedaan pendapat dalam diskusi kelompok dan presentasi. 3. Penjelasan tentang apa yang dilakukan oleh guru: untuk Guru mengajak peserta didik dalam diskusi dan bekerjasama kelompok. 4. Penjelasan tentang apa yang dikatakan kepada peserta didik : a) Silahkan kalian berkumpul dan duduk sesuai dengan kelompoknya masing- masing kemudian diskusikan permasalahan pada LKPD yang sudah ibu bagikan. b) Pekerjaan akan terasa ringan jika dikerjakan bersama-sama. 5. Penjelasan tentang tujuan: Peserta didik mampu memahami pentingnya berkerjasama/berkolaborasi bersama dengan peserta didik lainnya. Pengelolaan diri – 1. Implementasi KSE dalam 10 Menit Emosi dan Fokus Pembelajaran: mencapai Tujuan Kegiatan inti pembelajaran / Proses Diskusi (kemampuan Kelompok. menghilangkan stres) 2. Teknik: Grounding/Earthing Langkah-Langkah Teknik Grounding : 1. Notice. Yaitu mengenali terlebih dahulu pikiran dan perasaan yang menganggu.

2. Slowing Down. Yaitu mencoba tenang dan lakukan pola pernapasan 4-7-8. ▪ Tutup mulut dan tarik napas melalui hidung hingga hitungan ke 4 kali. ▪ Tahan napas hingga hitungan ke 7 kali. ▪ Buang napas sepenuhnya melalui mulut hingga hitungan ke 8 kali. 3. Connect. Yaitu mengkoneksikan diri dengan tubuh sendiri. 4. Refocus. Yaitu mefokuskan pikiran kepada lingkungan di sekitar dengan menggunakan lima indra yang di miliki.

5. Engaging, Yaitu melatih otak agar mudah beradaptasi dan memberikan atensi penuh pada apa yang sedang dikerjakan. 3. Penjelasan tentang apa yang dilakukan oleh guru: Guru mengajak peserta didik untuk berhenti sejenak dari kegiatan diskusi dan mengajak peserta didik untuk menghilangkn kepenatan dan stress dengan teknik grounding/earthing. 4. Penjelasan tentang apa yang dikatakan kepada peserta didik : Baiklah, untuk menghilangkan rasa penat, tidak focus, dan stress dalam pembelajaran kita hari ini, alangkah baiknya kita berhenti sejenak untuk berfikir dan melakukan kegiatan Grounding/earthing untuk merefresh otak kita agar lebih baik. 5. Penjelasan tentang tujuan: Peserta didik mampu memahami pentingnya mengenali pikiran dan perasaan yang terganggu, memfokuskan diri kembali (refokus) ketika kegiatan belajar sedang berlangsung, mudah beradaptasi dan memberikan atensi penuh pada apa yang sedang dikerjakan. Terintegrasi Kesadaran Diri - 1. Implementasi KSE dalam 5 Menit Dalam Pengenalan Emosi Pembelajaran: Pembelajaran Diri Kegiatan Penutup / Optimistic Closure 2. Teknik: Refleksi diri / Evaluasi diri 3. Penjelasan tentang apa yang dilakukan oleh guru:

Guru meminta murid untuk merefleksikan pembelajaran yang telah diikuti sebagai acuan untuk pembelajaran berikutnya. 4. Penjelasan tentang apa yang dikatakan kepada peserta didik : ▪ Apakah bagian yang paling menarik dari pembelajaran hari ini ? Mengapa? ▪ Apa manfaat mempelajari aplikasi pengolah angka (spreadsheet) dalam kehidupan sehari-hari? ▪ Kesulitan apa yang masih kamu temui dalam mempelajari materi kita hari ini? ▪ Apa harapan kalian terhadap pembelajaran kita berikutnya? 5. Penjelasan tentang tujuan: Peserta didik mampu mengekspresikan/mengenali emosi dan perasaan serta fokus untuk mempelajari untuk mempelajari materi selanjutnya.

MODUL PEMBELAJARAN INFORMASI UMUM Identitas Penulis Satuan Pendidikan Naili Amrina SMKN 1 Brebes Program Keahlian Judul Modul Tata Busana Persiapan Pembuatan Busana Fase Alokasi Waktu Jumlah Pertemuan Fase F 270 Menit 1 x Pertemuan @ 8 x 45 Menit Elemen Persiapan Pembuatan Busana Capaian Pembelajaran Pada akhir fase F, peserta didik mampu menyiapkan pembuatan busana yang meliputi pembuatan lembar kerja sesuai dengan spesifikasi desain, membuat langkah kerja produksi, mengambil ukuran, membuat pola, memotong bahan, menghitung biaya dan menentukan harga produk. Materi Pokok Merencanakan proyek pembuatan blus, mempresentasikan persiapan pembuatan blus secara berkelompok yaitu membuat desain blus casual, menganalisis desain blus, membuat langkah kerja produksi. Kompetensi Awal Sebelum memulai kegiatan pembelajaran dalam modul ini, peserta didik sudah mampu memahami konsep busana wanita dan mampu mengopersikan mesin jahit. Profil Pelajar Pancasila Sarana dan Prasarana 1. Dimensi 1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan ▪ ATK Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia. ▪ Laptop, Smartphone, Tablet, Proyektor LCD ▪ Prasarana (Materi dan Sumber bahan ajar): 2. Dimensi 2. Berkebhinekaan Global ▪ Presentasi Powerpoint 3. Dimensi 3. Bergotong Royong ▪ Pinteres 4. Dimensi 4. Mandiri 5. Dimensi 5. Bernalar Kritis 6. Dimensi 6. Kreatif

Target Peserta Didik Model Pembelajaran Peserta didik : 1. Model Pembelajaran : 1. Reguler/tipikal Pembelajaran tatap muka (PTM), Project 2. Pencapaian tinggi Based Learning (PjBL) 2. Pendekatan : (Science, STEAM Technology, Engineering, Art, dan Mathematics) 3. Metode : Diskusi, Tanya jawab, Simulasi dan demonstrasi KOMPONEN INTI A. CAPAIAN PEMBELAJARAN Pada akhir fase F, peserta didik dapat mengimplementasikan penciptaan desain dan produk busana sehingga mampu menumbuhkan kreativitas di bidang busana yang sesuai dengan kebutuhan industri Elemen 5 Capaian Pembelajaran Persiapan Pembuatan Pada akhir fase F, peserta didik mampu menyiapkan pembuatan busana Busana yang meliputi pembuatan lembar kerja sesuai dengan spesifikasi desain, membuat langkah kerja produksi, mengambil ukuran, membuat pola, memotong bahan, menghitung biaya dan menentukan harga produk. B. TUJUAN PEMBELAJARAN a. Peserta Didik mampu merencanakan projek pembuatan blus secara berkelompok dengan baik, teliti, sesuai dengan SOP b. Peserta Didik dapat mempresentasikan persiapan pembuatan blus secara berkelompok dengan baik, aktif dan sesuai dengan SOP C. PEMAHAMAN BERMAKNA a. Berpikir Kritis dapat dimanfaatkan dalam memecahkan masalah yang muncul dikemudian hari b. Pemahaman tentang prinsip dasar dalam membuat blus dapat membantu Peserta Didik untuk dapat mengukur tubuh sesuai etika D. PERTANYAAN PEMANTIK a. Apakah kamu pernah melihat proses pembuatan blus pada butik, konveksi atau garment baik di youtube atau melihat secara langsung ? b. Apa yang kamu lihat pada proses pembuatan blus tersebut ? c. Apakah ada perbedaan proses pembuatan blus pada butik, konveksi dan garment?

E. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Syntax Aktivitas Alokasi Penerapan 1. Pendahulua (Project Waktu Pembelajaran n Based 10 Menit Diferensiasi Learning dan ) Kompetensi Sosial Emosional 1.1. Guru mengucapkan Penerapan salam pembuka Strategi kegiatan pembelajaran. Pembelajaran 1.2. Guru membimbing Diferensiasi : peserta didik untuk ▪ Strategi memulai pembelajaran Diferensiasi dengan berdoa terlebih Konten: dahulu yang dipimpin Mengelompo oleh salah satu peserta kan peserta didik. didik 1.3. Guru ingin berdasarkan mengidentifikasi kebutuhan kesiapan belajar peserta belajar siswa didik mengenai yang meliputi perasaan dan emosinya : kesiapan saat ini melalui asesmen belajar diagnosis non kognitif (readiness) melalui aplikasi siswa, minat moodtracker atau siswa, dan dengan menggunakan profil belajar lembar asesmen siswa. - diagnosis non kognitif (Aktivitas yang sudah disediakan. 1.7) 1.4. Motivasi: Guru membimbing salahsatu Penerapan KSE : peserta didik untuk ▪ Kesadaran membacakan tujuan diri – Kesadaran pembelajaran yang religius terdapat pada tayangan (Aktivitas 1.1 dan 1.2) slide powerpoint yang sudah ditayangkan. 1.5. Peserta didik diminta untuk mencermati materi yang ▪ Kesadaran diri – disampaikan pada saat Pengenalan pembelajaran Emosi dan berlangsung untuk Perasaan (Aktivitas penyampaian materi 1.3 dan 1.5) lebih lanjut.

1.6. Guru mempersilahkan ▪ Keterampilan peserta didik untuk membentuk Sosial – kelompoknya Resiliensi berdasarkan profil (Kemampuan belajar mereka (visual, Kerja sama auditorik, kinestetik) dan resolusi konflik) (Aktivitas 1.7) 2. Kegiatan Syntax 2.1.Guru mengaitkan 15 Penerapan Inti PjBL: Menit materi/tema/kegiatan Strategi Questionin pembelajaran yang akan Pembelajaran g Diferensiasi : (Menyiapka dilakukan dengan a) Strategi n pengalaman peserta didik Diferensiasi pertanyaan Proses: dengan menanyakan ▪ Membuat atau kesiapan belajar peserta pertanyaan penugasan didik (readiness) untuk pemandu belajar dengan membuat (pemantik) proyek) pertanyaan pemantik / (Aktivitas pemandu antara lain : 2.1) ▪ Merencanaka • Apakah kamu pernah melihat proses n kegiatan pembuatan blus pada belajar yang butik, konveksi atau bervariasi garment baik di (Aktivitas youtube atau melihat 2.2, 2.4, secara langsung ? dan 2.3) • Apa yang kamu lihat pada proses pembuatan blus tersebut? • Apa sajakah yang perlu b) Strategi dipersiapkan? Diferensiasi (Difernsiasi Konten) Konten: 2.2.Guru membagikan ▪ Membuat Lembar Kerja Peserta tantangan atau Didik (LKPD) mengenai pertanyaan materi yang sedang penelitian yang diidentifikasi. merangsang siswa untuk 2.3.Guru mengajak peserta menggali didik untuk berdiskusi lebih dalam tentang dan bekerjasama dalam suatu konsep kelompoknya masing- yang diajarkan. masing. menunjukkan 2.4.Guru kepada peserta didik sebuah tayangan berupa foto/gambar/video yang berkaitan dengan

materi mengenai (Aktivitas 2.1) Persiapan Pembuatan ▪ Menyajikan materi Blus. Peserta didik dengan mengamati berbagai moda foto/gambar/video pembelajaran (Aktivitas yang ditunjukkan oleh 2.2 sd. Aktivitas guru. (Diferensiasi 2.7) Konten) Penerapan 2.5.Selanjutnya, peserta didik KSE : diberikan kebebasan ▪ Kesadaran untuk mencari informasi Sosial: dari sudut belajar yang Empati (Menghargai berbeda-beda (di dalam persamaan ruang kelas atau di luar dan perbedaan kelas, misanya di gasebo pendapat (Aktivitas sekolah ataupun di 2.1, 2.2, 2.3, 2.4, 2.5 taman, menggunakan dan 2.6) media informasi offline atau online di internet/smarphone, atau dengan membaca buku- buku bacaan yang relevan. (Diferensiasi Konten) 2.6. Peserta didik melakukan proses mendiskusikan permasalahan- permasalahan sebagai berikut: ▪ Rancangan desain busana pastinya akan berbeda beda disesuaikan dengan jenis dan kesempatan, bagaimanakah desaian blus casual yang sesuai untuk remaja putri? tuangkan inspirasi dan ide kalian secara bebas dalam sebuah gambar desain blus tersebut. ▪ Analisislah dari desain blus yang sudah kalian gambar, sesuai dengan hasil inspirasi

dan ide yang sudah kalian buat. ▪ Bagaimanakah menentukan pemilihan bahan untuk pembuatan blus? ▪ Bagaimanakah prosedur langkah kerja pembuatan blus?. 2.7.Guru juga memberikan anjuran kepada peserta didik untuk mencari informasi dari buku, majalah maupun dari internet dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah. (Diferensiasi Konten) Syntax 2.8.Guru memastikan setiap 100 Penerapan PjBL: peserta didik dalam Menit Strategi Planning kelompok memilih dan Pembelajaran Diferensiasi : (Mendesain mengetahui rumusan ▪ Strategi atau masalah yang akan Diferensiasi Proses: membuat dihasilkan dari prediksi Merencanaka perencanaa kelompoknya masing- n kegiatan belajar yang n untuk masing. bervariasi (Aktivitas proyek) 2.9.Peserta didik berdiskusi 2.8, 2.9, dalam kelompok untuk 2.10, 2.11) mencari ide atau inspirasi ▪ Diferensiasi Produk : mengenai desain blus Menuliskan yang sesuai untuk hasil prediksinya kesempatan melalui media yang santai/casual, serta di inginkan peserta didik mendiskusikan langkah (Aktivitas kerja pembuatan blus 2.12) tersebut. 2.10. Peserta didik diberi tugas untuk menggali informasi dari sumber belajar seperti majalah mode, pinteres, maupun media referensi lainnya yang relevan tentang persiapan pembuatan blus.

2.11. Guru mengajak Penerapan peserta didik untuk KSE : ▪ Kesadaran berhenti sejenak dari Sosial: kegiatan diskusi dan Empati mengajak peserta didik (Menghargai persamaan untuk menghilangkn dan perbedaan kepenatan dan stress pendapat dengan teknik (Aktivitas grounding/earthing 2.7, 2.8, dengan langkah-langkah 2.9, 2.10, 2.12 dan sebagai berikut: 2.13) a) Notice. Yaitu ▪ Pengelolaa mengenali terlebih n diri/Manaje dahulu pikiran dan men diri: perasaan yang Emosi dan Fokus menganggu. mencapai b) Slowing Down. Tujuan Yaitu mencoba (Kemampuan menghilangk tenang dan lakukan an stress) (Aktivitas pola pernapasan 4-7- 2.11) 8. ▪ Tutup mulut dan tarik napas melalui hidung hingga hitungan ke 4 kali. ▪ Tahan napas hingga hitungan ke 7 kali. ▪ Buang napas sepenuhnya melalui mulut hingga hitungan ke 8 kali. c) Connect. Yaitu mengkoneksikan diri dengan tubuh sendiri.

d) Refocus. Yaitu mefokuskan pikiran kepada lingkungan di sekitar dengan menggunakan lima indra yang di miliki. e) Engaging, Yaitu melatih otak agar mudah beradaptasi dan memberikan atensi penuh pada apa yang sedang dikerjakan.

(KSE: Pengelolaan diri/Manajemen diri Durasi Waktu : 10 Menit) 2.12. Kemudian masing- masing peserta didik juga diberikan kebebasan untuk menuliskan hasil prediksinya melalui media yang mereka inginkan (buku catatan, kertas plano, catatan di smartphone, Word di laptop). (Diferensiasi Produk) 2.13. Masing-masing peserta didik memberikan penjelasan (explain) kepada kelompoknya masing-masing mengenai prediksi yang sudah dirumuskannya untuk menentukan prosedur hasil desain blus dan langkah kerja pembuatan blus casual sebagai proyek dari masing- masing kelompok. Syntax 2.14. Guru dan peserta 45 Menit Penerapan PjBL: Strategi Reseachin didik membuat Pembelajaran kesepakatan tentang Diferensiasi : g ▪ Strategi (Menyusun jadwal pembuatan proyek Diferensiasi jadwal rancangan desain blus Proses: pelaksanaa Merencanaka casual dan prosedur n kegiatan n langkah kerja pembuatan belajar yang penyelesaia bervariasi n proyek) blus. (Aktivitas 2.8, 2.9, (Diferensiasi Proses) 2.10, 2.11) 2.15. Peserta didik ▪ Diferensiasi Produk : mengumpulkan informasi Menuliskan hasil dan melakukan observasi prediksinya dari sumber lingkungan melalui sekitarnya maupun melalui internet untuk membangun ide mereka sendiri dalam memecahkan masalah mengenai rancangan desain blus casual dan

prosedur langkah kerja media yang pembuatan blus. di inginkan (Diferensiasi Proses) peserta didik (Aktivitas 2.16. Masing-masing 2.12) anggota kelompok harus ikut serta dalam observasi Penerapan agar memahami tentang KSE : rancangan desain blus ▪ Kesadaran casual dan prosedur langkah kerja pembuatan Sosial: blus. Empati (Menghargai 2.17. Guru memberikan persamaan waktu diluar jam dan perbedaan pelajaran kepada peserta pendapat (Aktivitas didik untuk melakukan 2.7, 2.8, konsultasi dan arahan 2.9, 2.10, (schafolding) kepada 2.12 dan peserta didik yang 2.13) mengalami kesulitan ▪ Pengelolaa dalam melakukan n diri/Manaje pengamatan yang relevan men diri: Emosi dan untuk mencapai sasaran Fokus yang sesuai konsep. mencapai Tujuan (Diferensiasi Proses) (Kemampuan menghilangk an stress) (Aktivitas 2.11) ▪ Pengambila n keputusan yang bertanggun g jawab (mengumpul kan informasi dan melakukan observasi, Aktifitas 2.15)

Syntax 2.18. Peserta didik 45 Menit Penerapan PjBL: melakukan pembuatan KSE : Creating ▪ Pengambila (Memonito proyek sesuai jadwal, r kegiatan n dan mencatat setiap tahapan, keputusan perkemban menganalisa masalah yang gan bertanggun proyek) yang muncul selama g jawab: (peserta didik penyelesaian proyek membuat dengan guru. proyek sesuai jadwal, 2.19. Guru memantau Aktifitas keaktifan peserta didik 2.18) selama melaksanakan proyek, memantau realisasi perkembangan dan membimbing peserta didik jika mengalami kesulitan ketika proses pelaksanaan proyek. 2.20. Guru dapat melaksanakan asesmen formatif untuk memeriksa kemajuan dan perkembangan hasil pembelajaran selama proses pelaksanaan proyek. Syntax 2.21. Setiap kelompok 30 Menit Penerapan PjBL: Improving memaparkan laporan dan Strategi and membahas kelayakan Pembelajaran proyek yang telah Presenting dibuatnya dalam bentuk Diferensiasi : (Menguji presentasi kelompok dan hasil) media presentasi yang Diferensiasi Produk : Membuat dikuasainya seperti Ms media-media Word, Slide PPT, Google hasil kegiatan slide, Canva, Video, MPI, pembelajaran dll sebagai laporan dengan media- produk/karya untuk media yang dipaparkan kepada guru dikuasai peserta dan kelompok lainnya. didik. (Diferensiasi Produk) 2.22. Guru dan peserta Penerapan didik dari kelompok KSE : ▪ Kesadaran lainnya ikut menanggapi Sosial: paparan / presentasi dari Empati setiap kelompok tentang (Menghargai prototipe proyek, serta persamaan dan memantau keterlibatan peserta didik, mengukur ketercapaian standar.

2.23. Peserta didik dan perbedaan guru membuat pendapat) rangkuman/kesimpulan materi pembelajaran mengenai poin-poin penting yang muncul dari kegiatan pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Syntax 2.24. Guru dan peserta 10 Menit Penerapan PjBL: KSE : Evaluating didik melakukan refleksi Kesadaran Diri - (Mengevalu Pengenalan asi kegiatan terhadap aktivitas dan atau hasil proyek yang sudah Emosi Diri pengalaman (Aktivitas 2.24 dilakukan baik secara s.d Aktivitas ) 2.25) individu maupun kelompok pada akhir penyelesaian proyek. 2.25. Peserta didik diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan proyek dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : ▪ Apakah bagian yang paling menarik dari pembelajaran hari ini ? Mengapa? manfaat ▪ Apa mempelajari materi persiapan pembuatan blus dalam kehidupan sehari-hari? ▪ Kesulitan apa yang masih kamu temui dalam mempelajari materi kita hari ini? ▪ Apa harapan kalian terhadap pembelajaran kita berikutnya? (KSE : Kesadaran Diri - Pengenalan Emosi Diri) 2.26. Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan tes sumatif secara online sudah

disediakan link testnya pada Whatsapp Group. 3. Penutup 3.1. Guru menutup 5 Menit Penerapan pembelajaran dengan KSE : ▪ Kesadaran berdoa bersama diri – peserta didik agar Kesadaran pembelajaran yang sudah religius (Aktivitas dilaksanakan dapat 3.1 dan 3.2) bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. 3.2. Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam penutup. F. ASESMEN Asesmen yang dipergunakan dalam modul ini adalah : 1. Asesmen diagnostik Merupakan penilaian yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan peserta didik dalam menguasai materi atau kompetensi tertentu serta penyebabnya. Hasil asesmen diagnostik dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan tindak lanjut berupa perlakuan (intervensi) yang tepat dan sesuai dengan kelemahan peserta didik. Asesmen diagnostik bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar siswa dan mengetahui kondisi awal siswa. Tujuan Asesmen Diagnostik Asesmen Diagnostik Non Kognitif Kognitif • Untuk mengetahui kesejahteraan • Mengidentifikasi capaian kompetensi psikologis dan sosial emosi peserta peserta didik didik • Untuk mengetahui aktivitas peserta • Menyesuaikan pembelajaran di kelas didik selama belajar di rumah dengan kompetensi rata-rata peserta didik • Untuk mengetahui kondisi keluarga • Memberikan kelas remidial atau dan pergaulan siswa pelajaran tambahan kepada peserta • Untuk mengetahui gaya belajar, didik yang kompetensinya dibawah rata- karakter, serta minat peserta didik rata. 2. Asesmen formatif Asesmen formatif merupakan asesmen yang dilakukan guru selama proses pembelajaran untuk memberikan informasi mengenai perkembangan penguasaan kompetensi peserta didik pada setiap tahap pembelajaran. Hasil asesmen formatif

berguna bagi guru untuk mengambil tindakan dan memastikan bahwa setiap peserta didik mencapai penguasaan yang optimum. 3. Asesmen sumatif Asesmen sumatif merupakan asesmen yang dilakukan guru setelah menyelesaikan proses pembelajaran. Asesmen sumatif tidak selalu dilakukan di akhir pembelajaran. Hasil asesmen sumatif digunakan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik, mengukur konsep dan pemahaman peserta didik, serta mendorong untuk melakukan aksi dalam mencapai kompetensi yang dituju. G. PENGAYAAN DAN REMIDIAL 1. Pengayaan Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Pengayaan diberikan segera setelah peserta didik diketahui telah mencapai KKM berdasarkan hasil penilaian harian. Biasanya hanya diberikan sekali, tidak berulang kali sebagaimana pembelajaran remedial. 2. Remidial Bagi peserta didik setelah melakukan tes tertulis pada akhir pembelajaran yang belum memenuhi pencapaian yang optimal, maka akan diberikan pembelajaran tambahan (Remidial Teaching). Kemudian diberikan tes tertulis pada akhir pembelajaran lagi dengan ketentuan: 2.1. Soal yang diberikan berbeda dengan soal sebelumnya namun setara. 2.2. Nilai akhir yang akan diambil adalah nilai hasil tes terakhir 2.3. Peserta didik yang sudah mencapai nilai optimal diberikan kesempatan untuk mengikuti kembali bagi yang berminat untuk memperbaiki nilai. H. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik a. Modul Utama : Modul pembuatan busana wanita b. Modul Pendukung : Modul Pembuatan Busana Industri, Pembuatan busana Customemade. I. Glosarium a. Blus : Busana wanita yang dmenutupi badan bagian atas b. Busana sesuai kesempatan: Pemakaian busana disesuaikan dengan kesempatan misalnya busana kerja, busana rumah, busana pesta, dll c. Garis hias Princes : garis hias pada busana yang arahnya vertikal d. Garis hias empire : garis hias pada busana yang arahnya horisontal e. Bahan utama : bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan busana yaitu jenis kain apa yang digunakan f. Moodboard : kumpulan berbagai macam gambar yang disusun untuk membuat ide dalam mendesain busana

J. Daftar Pustaka ▪ Djati Pratiwi, dkk. 2001. Pola Dasar dan Pecah Pola Busana. Yogyakarta : Kanisius ▪ Ernawati, dkk. 2008. Tata Busana jilid 2, Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan ▪ Sugiyem. 2019. Modul Pola Busana. Yogyakarta : Jurusan Pendidikan Teknik Busana FT UNY Verifikator Brebes, Juni 2023 Waka Kurikulum Guru Mata Pelajaran Noval Ariyanto, S.Kom Naili Amrina, S.Pd NIP.19811028 200904 1 002 NIP. 19810404 202221 2 018 Mengetahui, Kepala Sekolah Dra. Bejo, M.Pd NIP. 19660708 199512 1 001

LAMPIRAN-LAMPIRAN : LAMPIRAN LEMBAR ASESMEN DIAGNOSTIK NON KOGNITIF Sebelum pembelajaran ini dimulai, coba amati lingkungan rumahmu saat ini, lalu pilih emoji berikut yang mewakili perasaanmu. Isilah penilaian diri ini dengan sejujur-jujurnya dan sebenar-benarnya sesuai dengan perasaan kalian ketika kalian belajar di rumah! 1. Bubuhkanlah tanda centang (√) pada salah satu gambar yang dapat mewakili perasaan kalian ketika kalian belajar di rumah ! ☐ ☐☐ ☐ ☐ No Pertanyaan Jawaban 1 Apakah kamu tadi sarapan ………………………………………… sebelum berangkat ke sekolah ? ………………………………………… ………………………………………… 2 Lalu apa yang kalian gunakan ………………………………………… saat berangkat sekolah ? ………………………………………… ………………………………………… 3 Apa yang kamu rasakan ………………………………………… beberapa hari ini, hal apa ……………………………………………..…… yang sedang kalian sukai? ………………………………… 4 Apa harapanmu saat kamu ………………………………………… mempelajari tentang materi ……………………………………………..…… busana (blus) ? ………………………………… ………………………………………… Tindak lanjut : a. Identifikasi siswa dengan ekspresi emosi negatif dan ajak berdiskusi empat mata b. Menentukan tindak lanjut dan mengomunikasikan dengan siswa serta orang tua bila diperlukan c. Ulangi pelaksanaan asesmen non-kognitif pada awal pembelajaran

LAMPIRAN LEMBAR ASESMEN DIAGNOSTIK KOGNITIF 1. Asesmen Pengetahuan (Knowlegde) Materi Persiapan Pembuatan Blus 1) Saat melihat tayangan video persiapan dan proses pembuatan blus apa yang kamu lihat ? 2) Saat melihat tayangan video persiapan dan proses pembuatan blus apa yang kamu rasakan ? 3) Saat melihat tayangan video persiapan dan proses pembuatan blus apa yang kamu pikirkan ? 4) Saat melihat tayangan video persiapan dan proses pembuatan blus apa yang akan kamu lakukan ? 5) Setelah melihat video persiapan dan proses pembuatan blus apa yang kalian harapkan? LAMPIRAN LEMBAR ASESMEN FORMATIF 1. Soal Pengetahuan (Knowlegde) Gameshow Quiz No Soal Pengetahuan Kunci Jawaban (Knowlegde) 1 D. Blus Gambar disamping merupakan jenis busana wanita yang menutupi badan bagian atas, biasa disebut apa? A. Dadter B. Kebaya C. Piyama D. Blus E. Baby Doll 2 Busana yang dipakai A. Casual untuk kesempatan santai disebut apa? A. Casual B. Formal C. Resmi D. Party E. Sporty

3 B. Princes Potongan garis hias pada gambar blus disamping disebut dengan istilah apa? A. Empire B. Princes C. Kerut D. Lipit E. Kupnad yang C. Kancing Hias 4 Jenis kancing digunakan pada blus dengan model belahan muka menggunakan kancing apa? A. Kancing jins B. Kancing cetit C. Kancing Hias D. Kancing batok E. Kancing Jepang 5 Jenis resleting yang paling tepat digunakan untuk pembuatan blus dengan B. belahan pada bagian belakang adalah… A. B. C. D. E.

6 Pemilihan bahan utama A. Katun untuk pembuatan blus casual adalah bahan apa? A. Katun B. Satin C. Sifon D. Strimin E. Drill 7 Kombinasi bahan yang C.Tenun dan katun digunakan untuk blus dari bahan utama batik tulis adalah... A. Organdi B. Organza C. Tenun dan katun D. Nagata E. Jins B. Kerja 8 Gambar disamping merupakan jenis blus yang dipakai pada kesempatan apa? A. Casual B. Kerja C. Shoping D. Rekreasi E. Rumah 9 Kerut dan lipit pada blus C. Kelonggaran fungsinya selain untuk hiasan juga untuk.... A. Rumah kancing B. Hak C. Karet D. Kelonggaran E. Mengunci jahitan

10 B. Lengan Puncak Model lengan pada gambar disamping disebut lengan apa? A. Lengan Licin B. Lengan puncak C. Lengan Tulip D. Lengan setali E. Lengan jas Penskoran soal Pengetahuan (Knowlegde) Gameshow Quiz No Kriteria asesmen Skor 1 Jika jawaban benar 10 2 Jika jawaban benar 10 3 Jika jawaban benar 10 4 Jika jawaban benar 10 5 Jika jawaban benar 10 6 Jika jawaban benar 10 7 Jika jawaban benar 10 8 Jika jawaban benar 10 9 Jika jawaban benar 10 10 Jika jawaban benar 10 Total Skor 100 2. Soal Keterampilan/Praktek ( Skills) a. Instruksi Soal : 2. Buatlah desain blus casual sesuai dengan inspirasi dan ide masing-masing kelompok 3. Kerjakan desain sketsa pada sebuah kertas HVS penyelesaian arsir 4. Proporsi bagian muka dan belakang 5. Lengkapi dengan analisis desain yang sudah dibuat 6. Buatlah langkah kerja persiapan pembuatan blus sesuai dengan desain yang sudah kalian rancang secara berkelompok

c. Lembar Penilaian Keterampilan ( produk) Aspek penilaian No Nama Perencanaan Proses ( Hasil ( Sikap ( Waktu Nilai Perbaikan (maks 10) Peserta (maks 10) maks 40 ) maks 30 ) maks 10) Didik 1 2 3 LAMPIRAN LEMBAR ASESMEN REMIDIAL Peserta didik melakukanhal-hal sebagai berikut : 1. Melakukan resume materi persiapan pembuatan blus 2. Menyebutkan contoh jenis blus sesuai dengan kesempatan LAMPIRAN LEMBAR ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP PENILAIAN OBSERVASI Rubrik: Indikator sikap aktif dalam pembelajaran: 1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran 2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum ajeg/konsisten 3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum ajeg/konsisten 4. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok. 1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok. 2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok tetapi masih belum ajeg/konsisten. 3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok tetapi masih belum ajeg/konsisten. 4. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten. Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif. 1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif. 2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten 3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten. 4. Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan. Na Sikap m Tanggung Na Jawab Jujur Peduli Kerjasama Santun Percaya diri Disiplin o Sis K C B S K C B S K C B S K C B S K C B S KCBS KCBS w RKABRKABRKABRKABRKAB RKAB RKAB a 12341234123412341234 1234 1234 1 2 3 4 5 K : Kurang C: Cukup B: Baik SB : Baik Sekali REKAPITULASI PENILAIAN SIKAP – OBSERVASI Sikap Skor No Nama Siswa Tanggung Jujur Pedul Kerja Santun Percaya Disiplin Rata- Jawab Sama Diri rata 1 2 3 4 Lembar Penilaian Sikap - Observasi pada Kegiatan Praktikum Mata Pelajaran : ………….. Kelas/Semester : ………….. Topik/Subtopik : ………….. Indikator : Peserta didik menunjukkan perilaku ilmiah disiplin, tanggung jawab, jujur, teliti dalam melakukan …………………………………….. No Nama Disiplin Tanggung Kerja Teliti Kreatif Peduli Keterangan Siswa Jawab sama Lingkungan 1 2 ,,,, Kolom Aspek perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut. 4 = sangat baik 3 = baik 2 = cukup 1 = kurang

Lembar Penilaian Sikap - Observasi pada Kegiatan Diskusi Mata Pelajaran : ………….. Kelas/Semester : ………….. Topik/Subtopik : ………….. Indikator : Peserta didik menunjukkan perilaku kerja sama, santun, toleran, responsif dan proaktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan. No Nama Kerja sama Rasa Ingin Santun Komunikatif Keterangan Siswa Tahu 1 2 ,,,, Kolom Aspek perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut. 4 = sangat baik 3 = baik 2 = cukup 1 = kurang LEMBAR PENILAIAN SIKAP - JURNAL Nama Siswa : ……………….. Kelas : ……………… No. Hari/Tanggal Sikap/Perilaku Keterangan Positif Negatif Kesimpulan : ……………………………………………………………………………………………………………

Lembar Penilaian Presentasi Peserta Didik Mata Pelajaran : ……………… Kelas / Semester : ……………… Kompetensi : ……………… Dasar Indikator Soal : ……………… Butir Soal : ……………… Dimensi / Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Aspek < 20 ( 21 – 40 ) ( 41 – 60 ) ( 61 – 80 ) Skor ≥ 81 Penilaian Tidak ada Cukup fokus, Presentasi Terorganisasi Terorganisasi Organisasi organisasi namun bukti mempunyai dengan baik dengan yang jelas. fokus dan dan menyajikan Fakta tidak kurang menyajikan fakta yang menyajikan fakta digunakan mencukupi beberapa bukti meyakinkan yang didukung untuk untuk yang untuk oleh contoh yang mendukung digunakan mendukung mendukung telah dianalisis pernyataan. dalam menarik kesimpulan - kesimpulan- sesuai konsep kesimpulan kesimpulan. kesimpulan. Isi Isinya tidak Isinya kurang Isi secara Isi akurat dan Isi mampu akurat atau akurat, karena umum akurat, lengkap. Para menggugah terlalu umum. tidak ada data tetapi tidak pendengar pendengar untuk Pendengar faktual, tidak lengkap. Para menambah mengembangkan tidak belajar menambah pendengar wawasan baru pikiran. apapun atau pemahaman bisa tentang topik kadang pendengar mempelajari tersebut. menyesatkan beberapa fakta yang tersirat, tetapi mereka tidak menambah wawasan baru tentang topik tersebut. Gaya Presentasi Pembicara Berpatokan Secara umum Pembicara Berbicara cemas dan pada catatan, pembicara tenang dan dengan tidak ada ide semangat, tidak nyaman, tenang, tetapi menggunakan menularkan dan membaca yang dengan nada intonasi yang semangat dan dikembangkan yang datar dan antusiasme pada berbagai di luar catatan, tepat, pendengar catatan suara monoton cukup berbicara daripada sering berbicara. bergantung tanpa Pendengar pada catatan. bergantung sering Kadang-kadang pada catatan, diabaikan. kontak Tidak terjadi mata dengan dan kontak mata pendengar berinteraksi karena diabaikan. secara intensif pembicara lebih banyak dengan melihat ke pendengar. papan tulis atau layar LCD

Tabel diatas kemudian dapat ditabulasikan seperti : Dimensi/Aspek yang Dinilai No Nama Organisasi Isi Gaya Skor Nilai Presentasi 1 2 3 4 5 Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 – 100 , dengan pedoman sebagai berikut : ������������������������������������ℎ������������ ������������������������ ������������������������������ ������������ℎ������������ = ������������������������������ ������������������������ ���R������u���������b×ri1k00P%enilaian Proyek (Produk) ASPEK KRITERIA DAN SKOR 32 1 PERSIAPAN Jika memuat tujuan, Jika memuat tujuan, Jika memuat tujuan, topik, alasan, topik, alasan, topik, alasan, tempat penelitian, responden, tempat penelitian, tempat penelitian, daftar pertanyaan tidak lengkap responden, daftar responden, daftar pertanyaan dengan pertanyaan kurang PENGUMPULAN Jleiknagkap. daftar lJeiknagkap. daftar Jika pertanyaan tidak DATA pertanyaan dapat pertanyaan dapat terlaksana semua dan dilaksanakan semua dilaksanakan data tidak tercatat PENGOLAHAN dan data tercatat dengan rapi. DATA semua, tetapi data dengan rapi dan Jika sekedar melaporkan lJeiknagkapp. embahasan tidak tercatat hasil penelitian tanpa data sesuai tujuan dJieknaganpemrabpai hadsaann membahas data penelitian dleantgakap. kurang menggambarkan tujuan penelitian PELAPORAN Jika sistimatika Jika sistimatika Jika penulisan kurang TERTULIS penulisan benar, penulisan benar, sistimatis, bahasa memuat saran, memuat saran, kurang komunikatif, bahasa komunikatif. namun bahasa kurang memuat saran kurang komunikatif

LAMPIRAN LEMBAR REFLEKSI Refleksi Guru Guru dapat mengajukan pertanyaan kepada siswa, dengan minta pendapat tentang cara mengajar, suasana pembelajaran,pemahaman pembelajaran.ataupun meminta kritik dan saran kepada siswa terhadap pembelajaran dan dirinya.hal ini dapat dilakukan menjelang pembelajaran berakhir sehingga tidak menggangu pembelajaran. No. Pertanyaan Refleksi Jawaban Peserta Didik 1. Apakah kegiatan membuka pelajaran yang saya lakukan dapat mengarahkan dan mempersiapkan Iya Tidak siswa mengikuti pelajaran dengan baik? ☐☐ 2. Bagaimana tanggapan siswa terhadapt materi atau ☐☐ bahan ajar yang saya sajikan sesuai yang diharapkan? ☐☐ (Apakah sudah sesuai dengan kemampuan awal ? ) ☐☐ 3. Bagaimana respon siswa terhadap media ☐☐ pembelajaran yang digunakan? apakah media sesuai dan mempermudah siswa menguasai kompetensi atau materi yang diajarkan ? 4. Bagaimana tanggapan siswa terhadap kegiatan belajar yang telah saya rancang ? 5. Bagaimana tanggapan siswa terhadap metode atau teknik pembelajaran yang saya gunakan? Refleksi Peserta Didik Agar pembelajaran semakin menyenangkan dan bermakna untuk kalian, yuk sejenak berefleksi tentang aktivitas pembelajaran kali ini. Isilah penilaian diri ini dengan sejujur- jujurnya dan sebenar-benarnya sesuai dengan perasaan kalian ketika mengerjakan suplemen bahan materi ini! 2. Bubuhkanlah tanda centang (√) pada salah satu gambar yang dapat mewakili perasaan kalian setelah mempelajari materi ini! ☐ ☐☐ ☐ ☐ No Pertanyaan Jawaban 1 Apa yang sudah kalian …………………………………………….. pelajari? …………………………………………….. ……………………………………………..

2 Apa yang kalian kuasai dari …………………………………………….. materi ini? …………………………………………….. …………………………………………….. 3 Bagian apa yang belum …………………………………………….. kalian kuasai? ……………………………………………..…………… ……………………………….. 4 Apa upaya kalian untuk menguasai yang belum …………………………………………….. kalian kuasai? Coba ……………………………………………..…………… diskusikan dengan teman ……………………………….. maupun guru kalian ……………………………………………..

Uraian Materi Modul PERSIAPAN PEMBUATAN BLUS A. Pengertian Blus Blus adalah bagian busana yang dipakai kaum wanita untuk menutupi badan bagian atas sampai dibawah pinggang. Menurut Ernawati, dkk (2008) Blus merupakan pakaian yang dikenakan pada batas badan atas sampai batas pinggang atau kebawah panggul sesuai dengan yang diinginkan. B. Macam-macam blus 1) Blus dalam adalah blus yang pemakaiannya dimasukkan ke dalam rok atau celana 2) Blus luar adalah blus yang pemakaiannya diluar rok atau celana A B (contoh gambar blus luar) (contoh gambar blus dalam) C. Memilih desain blus yang sesuai si pemakai 1) Garis leher Garis leher mempengaruhi bentuk muka, misalnya : • Blus dengan garis leher V dan U membuat muka dan leher kelihatan lebih panjang. • Blus dengan garis leher bulat, garis leher bentuk perahu (bateau), dan garis leher persegi memberikan kesan bertambah bulat (contoh gambar garis leher bulat) (contoh gambar garis leher V) 2) Kerah Kerah mempengaruhi bentuk muka, misalnya : • Kerah lebar (cape), kerah tinggi (board) memberi kesan muka kelihatan lebar dan leher bertambah pendek

(contoh gambar blus krah tegak) (contoh gambar blus krah rebah) 3) Lengan Lengan puff, lengan raglan, lengan setali menjadikan bagian-bagian busana yang menambah kesan gemuk. (contoh gambar blus lengan licin) (contoh gambar blus lengan puncak) 4) Garis hias Arah garis pada desain busana antara lain : • Mendatar (horizontal) Garis hias arah melebar memberi kesan memendekkan / menggemukkan. Contoh : garis empire, garis basque, long torso • Memanjang / tegak lurus (vertikal) Garis hias arah memanjang memberi kesan meninggi atau melangsingkan. Contoh : garis princess, garis A-line (contoh blus garis hias princes) (contoh blus garis hias empire)

D. Memilih desain blus sesuai dengan waktu dan kesempatan 1) Desain blus santai/casual 2) Desain blus untuk sekolah, kerja/kantor 3) Desain blus untuk rekreasi

4) Desain blus untuk pesta E. Ciri-ciri dari blus 1) Blus tidak selalu menggunakan kancing penuh pada bagian depannya 2) Blus tidak selalu menggunakan manset 3) Beberapa blus ada yang dilengkapi dengan kerah namun ada juga yang tidak 4) Bentuk kerah yang ada pada blus sangat beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan 5) Lengan yang diaplikasikan pada blus bisa berupa lengan pendek, lengan panjang bahkan ada juga yang tidak berlengan 6) Model lengan blus juga dapat dibuat dalam berbagai variasi model dan ukuran 7) Bagian bawah blus menggantung F. Langkah kerja pembuatan blus 1. Mendisain blus sesuai model 2. Menganalisis blus 3. Mengambil ukuran 4. Membuat pola 5. Merubah pola sesuai dengan desain yang sudah dibuat 6. Menggunting pola 7. Meletakkan pola di atas bahan 8. Menggunting bahan 9. Memberi tanda pola pada bahan 10. Melalukan pressing pada bagian yang dilengkapi dengan bahan penunjang (vislin, kain keras dll) 11. Menjahit blus, dengan urutan sebagai berikut: a) Jahit semua kup bagian muka dan bagian belakang blus b) Menjahit bagian model/ variasi garis hias blus c) Sambungkan sisi blus bagian muka dan belakang dengan penyelesaian kampuh buka obras warna d) Sambungkan bagian bahu kanan dan kiri dengan penyelesaian kampuh buka obras warna e) Sambungkan sisi lengan sehingga membentuk pipa lengan dengan penyelesaian kampuh buka obras warna f) Sambungkan kerung lengan dengan kerung pada bagan blus dengan penyelesaian kampuh tutup obras warna g) Selesaikan bagian leher (jika berkerah pasang kerah, jika tidak pasangkan lapisan garis leher blus) h) Penyelesaian akhir ▪ Kelim bagian bawah blus sebesar 3 – 4 cm dengan menggunakan tusuk flannel. ▪ Buat lubang kancing sepanjang diameter kancing + 2 cm ▪ Pasang kancing hias pada masing-masing ujung bukaan bagian depan dengan menggunakan tusuk balut ▪ Setrika blus sesuai dengan SOP ▪ Kemas blus menggunakan plastik kemas berperekat.

G. Memahami Pengambilan Ukuran Pada waktu mengambil ukuran, model atau orang yang diukur harus berdiri dengan sikap tegak lurus supaya ukuran yang diambil tepat. Sebelumnya ikatlah tali ban (peter ban) atau ban elastik kecil dengan lebar tidak lebih dari 2 cm pada pinggang sebagai batas badan dan bawah. Perhatikan benar agar letak tali tepat di tempatnya dan tidak berkelok-kelok. Ukuran-ukuran yang diperlukan ialah: 1. Lingkar badan (Li.Ba) Diukur pada bagian badan belakang, melalui ketiak hingga melingkari payudara, diambil angka pertemuan meteran dalam keadaan pas. Tambahkan 4 cm pada hasil ukurannya. (Diukur dari titik A – B – C – A). 2. Lingkar pinggang (Li.Pi) Diukur pada bagian pinggang yang terikat vetter-band, diambil angka pertemuan meteran dalam keadaan pas, tambahkan 2 cm pada hasil ukurannya. (Diukur dari titik D – E – F – D). 3. Lingkar leher (LL) Diukur sekeliling leher, diambil angka pertemuan meteran pada lekuk leher depan bagian bawah. (Diukur dari titik H – I). 4. Lebar dada (LD) Dibawah lekuk leher turun sekitar 5 cm, diukur mendatar ati kerung lengan sebelah kiri sampai kerung lengan seebelah kana. ( Diukur dari titik H – I). 5. Panjang dada (PD) Diukur dari titik G ke bawah sampai dengan batas pinggang. (yang terikat Vetter ban) 6. Panjang sisi (PS) Diukur dari bawah kerung lengan ke bawah sampai ke batas pinggang. (Diukur dari titik B-E) 7. Lebar bahu (LB) Diukur dari batas leher sampai ke bagian bahu yang terendah (pangkal lengan). (Diukur dari titik K-J) 8. Panjang lengan (PL) a. Lengan pendek, Diukur dari ujung bahu / pangkal lengan ke bawah, sampai 5cm diatas siku atau sepanjang yang diinginkan. (Diukur titik K-L). b. Lengan panjang, Diukur dari ujung bahu/ pangkal lengan ke bawah, sampai cm di bawah ruas pergelangan tangan atau sepanjang yan diinginkan. (diukur dari titik K-L-M). 9. Lingkar kerung lengan (LKL) Diukur pada keliling kerung lengan dalam keadaaan tambahkan 4 cm pada hasil ukurannya. (diukur dari titik I- Q- T- K) 10. Lingkar pangkal lengan (LPL) Diukur tepat di bawah ketiak pada pangkal lengan dalam keadaan pas, tambahkan 4 cm pada hasil ukurannya. (diukur dari titik R-S ditambah 4 cm ).

11. Tinggi kepala lengan (TKL) Meteran tidak dilepas dan diukur dari batas kerung lengan (ujung bahu) sampai pangkal lengan (tepat di tempat lingkar pangkal lengan ). (diukur dari titik S-K). 12. Lingkar lengan (LL) Ukur keliling lengan dalam keadaan pas , tambahkan 4 cm pada hasil ukurannya. (diukur dari titik V-L-V di tambah 4 cm) 13. Lingkar pergelangan lengan (LPL) Ukur keliling pergelangan tangan dalam keadaan pas ditambah 2cm atau sesuai dengan model lengannya. (diukur dari titik M-W-M). 14. Jarak payudara (JPD) Diukur dari puncak payu dara sebelah kiri ke sebelah kanan. (diukur dari titik X-Y). 15. Tinggi puncak (TP) Diukur dari pinggang ke atas sampai kurang 2 cm da puncak payu dara. ( diukur dari titik Z-Y). 16. Ukuran pemeriksa (UP) Diukur dari pertengahan pinggang bagian depan, ser melelui payudara ke bahu terendah, kemudian teruskan k pertengahan pinggang belakang. (diukur dari titik D-K – P) 17. Panjang punggung (PP) Diukur pada bagian punggung, dari ruas tulang leher yan menonjol di pangkal leher, turun ke bawah sampai bt pinggang bagian belakang.(diukur dari titik O-P) 18. Lebar punggung (LP) Dari ruas tulang leher turun 8cm, diukur dari kerung lengan sebelah kiri sampai kerung lengan sebelah kanan. (diukur dari titik T-U). 19. Panjang rok (PR) Diukur dari batas pinggang ke bawah sampai panjang rok yang diinginkan. (diukur dari titik a-b). 20. Lingkar pinggul (LP) Diukur bagian panggul terbesar, dari ukuran pas di tambah 4 cm, (diukur dari titik d-e-d diatambah 4 cm). 21. Tinggi panggul (TP) Diukur dari pinggul yang terbesar ke atas sampai batas pinggang. (di ukur dari titik t-r). 22. Lingkar pinggang rok (LPR) Diukur pada bagian pinggang yang terikat vetterban, diambil angka pertemuan pada pita meteran dalam keadaan pas. (diukur dari titik F-E-F). 23. Panjang Celana Diukur dari ban pinggang sebelah kanan kebawah sam sekitar 3 cm di bawah mata kakai atau sesuai keinginan. (Diukur dari titik A sampai B) 24. Lingkar pesak Diukur pada bagian pinggang (diatas ban pinggang celana), diambil keliling pinggang hingga pada pertem meterannya. (Diukur dari titik C – D – C). 25. Lingkar pinggul Diukur pada bagian pinggul terbesar, diambil angka pertemuan pada meterannya dalam keadaan pas. (Diukur dari titik E – F – E).

26. Lingkar pesak Diukur dari ban pinggang bagian depan ke bawah melal selagkang melingkar keatas sampai pada akhir ban pinggang bagian belakang. (Diukur dari titik G sampai H). 27. ½ lingkar paha a. Diukur pada keliling pahanya, diambil ½ lingkaran pahanya ditambah sekitar 2 cm. (model polos) b. Diukur pada bagian paha yang terbesar ari lipatan celananya bagian belakang sampai bagian depan. (Diukur dari titik I sampai J). 28. ½ lingkar lutut Diukur pada sekeliling lutut, dari lipatan celana bagian Bagi hasilnya menjadi 2, lalu tambahkan 3 cm. (Diukur dari titik K sampai L). 29. ½ lingkar kaki Diukur pada kakinya, dari lipatan celana bagian belakang sampai depan (besar kecilnya hasil disesuaikan dengan permintaan pemesan). (Diukur dari titik M sampai N) 30. Panjang lutut Diukur dari ban pinggang sebelah kanan ke bawah sampai batas lututnya. (Diukur dari titik A samapi O). Daftar Ukuran Wanita Dewasa No Nama ukuran Dalam Sentimeter 1 Lingkar badan S M L 2 Lingkar pinggang 80 86 86 90 92 98 3 Lingkar leher 64 66 68 72 74 78 4 Panjang dada 33 34 35 36 37 38 5 Lebar dada 30 31 32 33 33 34 6 Panjang punggung 30 31 32 33 34 35 7 Lebar punggung 34 35 36 37 38 39 8 Lebar bahu 32 33 34 35 35 36 9 Panjang sisi 11 11,5 12 12,5 13 13,5 10 Panjang lengan 15 16 16 17 17 18 11 Lingkar kerung lengan 20/50 21/52 22/54 23/55 23/56 24/57 12 Lingkar lengan 40 42 43 44 46 48 13 Lingkar pergelangan 30 32 33 34 34 35 14 Tinggi puncak 16 17 18 19 20 21 15 Jarak payudara 12 12,5 12,5 13 13 13,5 16 Panjang rok 17 17,5 17,5 18 18,5 19 17 Tinggi panggul 50 55 60 65 65 70 18 Lingkar panggul 16 17 17 18 19 20 19 Lingkar pinggang 84 88 90 96 98 108 20 Panjang celana 64 66 68 70 72 78 21 Lingkar pesak 86 90 92 94 98 102 22 ½ lingkar paha 60 63 65 69 70 75 23 ½ lingkar lutut 25/28 26/29 28/31 29/31 30/33 31/34 24 ½ lingkar kaki 20/21 21/22 22/23 23/24 24/25 25/26 16/17 17/18 18/19 19/20 20/21 21/22

H. Memahami Pembuatan Pola Pola sangat penting artinya dalam membuat busana. Baik tidaknya busana yang dikenakan dibadan seseorang (kup) sangat dipengaruhi oleh kebenaran pola itu sendiri. Tanpa pola, memang suatu pakaian dapat dibuat, tetapi hasilnya tidaklah sebagus yang diharapkan. Dapat pula diartikan bahwa pola-pola pakaian yang berkualitas akan menghasilkan busana yang enak dipakai, indah dipandang dan bernilai tinggi, sehingga akan tercipta suatu kepuasan bagi sipemakai. Kualitas pola pakaian akan ditentukan oleh beberapa hal, diantaranya adalah: 1). Ketepatan dalam mengambil ukuran tubuh sipemakai, hal ini mesti didukug oleh kecermatan dan ketelitian dalam menentukan posisi titik dan garis tubuh serta menganalisa posisi titik dan garis tubuh sipemakai; 2) kemampuan dalam menentukan kebenaran garis-garis pola, seperti garis lingkar kerung lengan, garis lekuk leher, bahu, sisi badan, sisi rok, bentuk lengan, kerah dan lain sebagainya, untuk mendapatkan garis pola yang luwes mesti memiliki sikap cermat dan teliti dalam melakukan pengecekan ukuran; 3) Ketepatan memilih kertas untuk pola, seperti kertas dorslag, kertas karton manila atau kertas koran; 4) kemampuan dan ketelitian memberi tanda dan keterangan setiap bagianbagian pola, misalnya tanda pola bagian muka dan belakang, tanda arah benang/serat kain, tanda kerutan atau lipit, tanda kampuh dan tiras, tanda kelim dan lain sebagainya; 5) kemampuan dan ketelitian dalam menyimpan dan mengarsipkan pola. Agar pola tahan lama sebaiknya disimpan pada tempat-tempat khusus seperti rak dan dalam kantong-kantong plastik, diarsipkan dengan memberi nomor, nama dan tanggal serta dilengkapi dengan buku katalog. Desain dan Konsentrasi Busana– Fase F Elemen 5 Hal 47 dari 67

Ada beberapa macam pola yang dapat digunakan dalam membuat busana, diantaranya ialah pola konstruksi dan pola standar. Masing-masing pola ini digambar dengan cara yang berbeda, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, untuk lebih jelasnya akan diuraikan satu persatu: a. Pola Konstruksi Pola konstruksi adalah pola dasar yang dibuat berdasarkan ukuran badan sipemakai, dan digambar dengan perhitungan secara matematika sesuai dengan sistem pola konstruksi masing- masing. Pembuatan pola konstruksi lebih rumit dari pada pola standar disamping itu juga memerlukan waktu yang lebih lama, tetapi hasilnya lebih baik dan sesuai dengan bentuk tubuh sipemakai. Ada beberapa macam pola konstruksi antara lain : pola sistem Dressmaking, pola sistem So-en , pola sistem Charmant, pola sistem Aldrich, pola sistem Meyneke dan lain-lain sebagainya. b. Pola standar Pola standar adalah pola yang dibuat berdasarkan daftar ukuran umum atau ukuran yang telah distandarkan, seperti ukuran Small (S), Medium (M), Large (L), dan Extra Large (XL). Pola standar di dalam pemakaiannya kadang diperlukan penyesuaian menurut ukuran sipemakai. Jika sipemakai bertubuh gemuk atau kurus, harus menyesuaikan besar pola, jika sipemakai tinggi atau pendek diperlukan penyesuaian panjang pola. Menyesuaikan pola standar tidak dapat dilakukan dengan hanya mengecilkan pada sisi badan atau pada sisi rok, atau menggunting pada bagian bawah pola, pada pinggang atau bagian bawah rok, karena hal tersebut akan membuat bentuk pola tidak seimbang atau akan menyebabkan bentuk pola tidak sesuai dengan proporsinya masing-masing. Cara yang paling mudah dan cepat untuk menyesuaikan pola standar, adalah dengan cara mengetahui ukuran badan sendiri dan memilih pola standar yang ukurannya hampir mendekati dengan ukuran badan dengan mempedomani ukuran lingkar badan, kemudian membuat daftar ukuran badan seseorang dan ukuran pola standar dalam bentuk tabel. Daftar ukuran tersebut ialah sejumlah ukuran yang diambil dari badan seseorang (ukuran sebenarnya). Bagi seseorang yang baru belajar menyesuaikan pola standar, cukup menggunakan ukuran yang penting, misalnya ukuran lingkar badan, lingkar pinggang, panjang muka dan panjang punggung. Disamping hal di atas seseorang yang ingin menyesuaikan pola standar dengan ukurannya, mesti dapat memilih pola yang ukurannya mendekati dengan ukuran badannya. Untuk memudahkan pekerjaan penyesuaian pola standar, berikut dapat dilihat pola standar dengan ukuran S,M dan L baik pola badan, pola lengan dan pola rok dengan ukuran sbb; Desain dan Konsentrasi Busana– Fase F Elemen 5 Hal 48 dari 67

Penyesuaian Pola Standar Desain dan Konsentrasi Busana– Fase F Elemen 5 Hal 49 dari 67

Desain dan Konsentrasi Busana– Fase F Elemen 5 Hal 50 dari 67


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook