Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore PSE Koneksi antar materi

PSE Koneksi antar materi

Published by Nurul Husna, 2023-08-12 09:11:44

Description: PSE Koneksi antar materi

Search

Read the Text Version

NURUL HUSNA KOneksi Antar Calon Guru Penggerak Materi Angkatan 8 Kab. Pidie Modul 2. 2 Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)

Perkenalan Diri ATIE NINGSIH NOLISMA SARI NURUL HUSNA Fasilitator Pangajar Praktik CGP Angkatan 8

Apakah Pembelajaran Sosial Emosional itu???

Pernahkah bapak/ibu mengalami kekecewaan, rasa marah atau kemunduran yang berdampak tingkat stress meningkat ? Atau pernahkah Bapak/Ibu merasakan kecemasan, kesal, rasa lelah dan amarah saat menghadapi murid ataupun menghadapi pekerjaan/tugas yang menumpuk harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan ? Jika pernah, apa yang Bapak/Ibu lakukan dalam mengatasinya ? Pada Modul kali ini, Kita diharapkan dapat mengatasi masalah yang kita hadapi dengan memahami pembelajaran sosial emosional. Kita sebagai guru diharapkan agar dapat mengatasi persoalan dengan baik, baik itu permasalahan kita dengan siswa maupun permasalahan pribadi

PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL Pembelajaran sosial emosional atau dikenal 5 (lima) Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE) juga dengan nama social emotional learning (SEL) adalah sebuah metode yang dapat 1. Kesadaran Diri: kemampuan untuk memahami perasaan, emosi, membantu siswa dalam mengembangkan dan nilai-nilai diri sendiri, dan bagaimana pengaruhnya pada perilaku diri dalam berbagai situasi dan konteks kehidupan. kesadaran diri, pengendalian diri, dan 2. Manajemen Diri: kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan keterampilan interpersonalnya. perilaku diri secara efektif dalam berbagai situasi dan untuk mencapai tujuan dan aspirasi Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) 3. Kesadaran Sosial: kemampuan untuk memahami sudut pandang adalah Pembelajaran yang dilakukan secara dan dapat berempati dengan orang lain termasuk mereka yang kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah. berasal dari latar belakang, budaya, dan konteks yang Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan berbeda-beda. pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah 4. Keterampilan Berelasi: kemampuan untuk membangun dan memperoleh dan menerapkan pengetahuan, mempertahankan hubungan-hubungan yang sehat dan suportif. keterampilan dan sikap positif mengenai 5. Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab: kemampuan untuk mengambil pilihan-pilihan membangun yang berdasar atas aspek sosial dan emosional. kepedulian, kapasitas dalam mempertimbangkan standar- standar etis dan rasa aman, dan untuk mengevaluasi manfaat dan konsekuensi dari bermacam-macam tindakan dan perilaku untuk kesejahteraan psikologis (well-being) diri sendiri, masyarakat, dan kelompok.

WELL BEING Well-Being Well-being adalah kondisi nyaman, sehat, dan bahagia. Kondisi individu yang memiliki sikap yang positif terhadap diri sendiri dan orang lain, dapat membuat keputusan dan mengatur tingkah lakunya sendiri, dapat memenuhi kebutuhan dirinya dengan menciptakan dan mengelola lingkungan dengan baik, memiliki tujuan hidup dan membuat hidup mereka lebih bermakna, serta berusaha mengeksplorasi dan mengembangkan dirinya.

Ruang Lingkup Pembelajaran Sosial Emosional Pembelajaran sosial emosional dapat diberikan dalam 3 ruang lingkup, yaitu: 1.kegiatan rutin diluar 2.Terintegrasi 3. Protokol pembelajaran dalam (budaya atau akademik (apel Kesepakatan yang pagi, literasi, kerja pembelajaran sudah disepakati bakti, dll) bersama

MODUL 1. 1 MODUL 1. 2 MODUL 1.3 FILOSOFI NILAI DAN VISI GURU PERAN GURU PENGGERAK PENDIDIKAN PENGGERAK PRAKARSA KHD PERUBAHAN BERPIHAK PADA MURID MODUL 2. 2 (PROFIL PELAJAR PANCASILA MODUL PEMBELAJA 1.4 RAN SOSIAL MODUL 2.1 EMOSIONAL PEMBELAJARAN BUDAYA BERDIFERENSIASI POSITIF

KONEKSI MATERI MODUL 1. 1 DENGAN MODUL 2.2 Modul 1.2 Pembelajaran Sosial Emosional dengan Filosofi Pendidikan KHD Dari filosofi pendidikan KHD – Guru sebagai Pamong, guru membutuhkan pemahaman dan penguasaan terhadap KSE yang matang. Mampu menciptakan ekosistem sekolah yang mendorong pertumbuhan budi pekerti selain aspek intelektual. Harus paham benar dengan situasi lahir batin dirinya sendiri dan muridnya. Murid diajak untuk menyadari, melihat, mendengarkan, merasakan, mengalami pengalaman belajar yang dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosionalnya

KONEKSI MATERI MODUL 1. 2 DENGAN MODUL 2.2 Modul 1.2 Pembelajaran Sosial Emosional dengan Nilai dan Peran Guru Penggerak Guru dapat menumbuhkan nilai dan peran pada guru dan murid dalam pengelolaan emosi sehingga nilai kemandirian dan pembelajaran yang berpusat pada murid serta peran guru penggerak sebagai pemimpin pembelajaran dan mendorong kolaborasi dapat tercapai dan berjalan seimbang.

KONEKSI MATERI MODUL 1. 3 DENGAN MODUL 2.2 Modul 1.3 Prakarsa Perubahan Visi Guru Penggerak dengan Pembelajaran Sosial Emosional Guru dapat mewujudkan visi yang diharapkan dengan melakukan prakarsa perubahan dengan memberikan pembelajaran kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, kemampuan berelasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab sehingga diharapkan dapat mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

KONEKSI MATERI MODUL 1.4 DENGAN MODUL 2.2 Modul 1.4 Pembelajaran Sosial Emosional dengan Budaya Positif Guru dan murid dapat mengenali dan memahami emosi masing- masing sehingga mampu mengontrol diri dan dapat menciptakan suasana yang menyenangkan, aman, dan nyaman yang berpengaruh dalam penerapan budaya positif baik berupa disiplin positif maupun keyakinan kelas dengan sebaik mungkin sesuai dengan kesadaran diri dan manajemen diri.

KONEKSI MATERI MODUL 2.1 DENGAN MODUL 2.2 Modul 2.1 Pembelajaran Sosial Emosional dengan Pembelajaran Berdiferensiasi Guru dapat melakukan pembelajaran dengan mengidentifikasi perasaan dan emosi. Hal ini sejalan dengan pembelajaran berdiferensiasi yang memetakan kebutuhan murid diantaranya kesiapan murid, minat, dan profil belajar murid dengan menggunakan strategi diferensiasi konten, proses, dan produk, sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan murid agar pembelajaran semakin menyenangkan dan dapat mewujudkan merdeka belajar.

SEBELUM MEMPELAJARI MODUL INI SAYA BERFIKIR BAHWA Sebelum mempelajari modul 2.2, saya berpikir bahwa kompetensi sosial dan emosional akan terbentuk dengan tersendirinya bersamaan dengan pembelajaran di kelas sehingga saya hanya fokus pada proses penyampaian materi (kognitif) sesuai dengan kurikulum. Saya berfikir kesejahteraan psikologis (well being) tidak ada hubungannya dengan kesiapan belajar anak.

SETELAH SAYA MEMPELAJARI MODUL INI Setelah mempelajari modul ini, saya menyadari bahwa pembelajaran sosial emosional sangat penting untuk diterapkan di sekolah, dan jika mengabaikan pengembangan ketrampilan sosial dan emosional akan membawa dampak buruk secara akademik untuk diri sendiri dan murid yang sedang berkembang secara sosial dan emosional bersamaan dengan berkembangnya secara akademik.

Berkaitan dengan kebutuhan belajar dan lingkungan yang aman dan nyaman untuk memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat meningkatkan kompetensi akademik maupun kesejahteraan psikologis (well-being), 3 (tiga) hal mendasar dan penting yang saya pelajari adalah, Peningkatan 5 (lima) kompetensi sosial emosional, yaitu kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggungjawab. Kesadaran penuh (mindfulness) sebagai dasar penguatan 5 (lima) kompetensi sosial dan emosional. Penerapan PSE berbasis kesadaran penuh yang terhubung, terkoordinasi, aktif, fokus dan eksplisit dapat mendukung terwujudnya well-being ekosistem sekolah.

Berkaitan dengan tiga hal mendasar di atas, perubahan yang saya terapkan di kelas dan sekolah bagi murid-murid: Pengajaran eksplisit, yaitu dengan melakukan pengajaran eksplisit sebagai implementasi PSE ke pengajaran eksplisit memastikan murid memiliki kesempatan yang konsisten dalam menumbuhkan, melatih dan berefleksi tentang 5 KSE dengan cara yang sesuai dan terbuka dengan ragam budaya. Pembelajaran akademik terintegrasi KSE, yaitu dengan mengintegrasikan KSE ke dalam konten pembelajaran dan strategi pembelajaran pada materi pembelajaran. Keterlibatan murid, yaitu mengajak warga sekolah menghormati dan meningkatkan persepektif dan pengalaman murid dengan melibatkan murid sebagai pemimpin, pemecah masalah, dan pembuat keputusan.

Perubahan yang saya terapkan di kelas dan sekolah bagi rekan sejawat: Menjadi teladan, yaitu menerapkan KSE dalam peran dan tugas, menciptakan budaya saling memberi apresiasi, dan menumbuhkan rasa peduli dengan teman sejawat. Belajar, yaitu membiasakan melakukan refleksi KSE pribadi, berkolaborasi antar rekan sejawat, mengembangkan pola pikir bertumbuh, memahami tahapan perkembangan murid, meluangkan waktu untuk berintropeksi (self-care) dan mengagendakan sesi berbagi praktik baik. Berkolaborasi, yaitu membuat kesepakatan bersama-sama, membuat komunitas belajar profesional, membuat sistem mentoring rekan sejawat, dan mengintegrasikan KSE dalam pelaksanaan rapat guru.

KESIMPULAN “Besok, di manapun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda. Apapun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.“ (Nadiem Makarim) Setelah mempelajari modul ini, saya menyadari bahwa pembelajaran sosial emosional sangat penting untuk diterapkan di sekolah, karena dengan mengabaikan pengembangan ketrampilan sosial dan emosional akan membawa dampak buruk secara akademik dan Psikis terhadap diri sendiri dan murid yang sedang berkembang secara sosial dan emosional bersamaan dengan berkembang akademiknya. Dengan pembelajaran sosial emosional kita akan mampu menerapkan sebuah perubahan dan pembiasaan budaya positif dengan merujuk visi dan peran kita sebagai GP yang sesuai dengan tuntunan filosofi KHD.

SekianTERIMA KASIH Salam Guru Penggerak #Tergerak#Bergerak#Menggerakan


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook