Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore ARI PDF

ARI PDF

Published by ARI KURNIAWAN, 2023-07-29 16:19:07

Description: ARI PDF

Search

Read the Text Version

LAPORAN STUDI LAPANGAN (STULA) PELAYANAN PUBLIK Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur Tanggal, 02 Agustus 2023 PELATIHAN KEPEMIMPINAN PENGAWAS Angkatan II Tahun 2023 Disusun Oleh : ARI KURNIAWAN, SE Widyaiswara Pendamping : ………………………… BADAN PENGEMBANGN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Jalan Ais Nasution Nomor 2 Palangka Raya Tahun 2023

LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN INDIVIDU STUDI LAPANGAN (STULA) PELAYANAN PUBLIK LOCUS Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur Disusun Oleh : ARI KURNIAWAN, SE Surabaya, Menyetujui dan Mengesahkan Widyaiswara Pendamping : ………………………..

KATA PENGANTAR Puji Syukur Kehadirat Allah SWT yang telah menganugrahkan rahmad, karunia serta hidayahNya, kepada penulis atas berkatNya penulis dapat menyelesaikan Laporan Studi Lapangan sebagai rangkaian kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan II Tahun 2023 BANDIKLAT Provinsi Kalimantan Tengah yang dilaksanakan di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur. Tujuan pelaksanaan studi lapangan ini adalah untuk membuka wawasan serta menambah pengetahuan kami para peserta agar pola fikir yang lebih professional dalam memberikan pelayanan publik, berinovasi serta berkaloborasi dengan mengadopsi maupun mengadaptasi hasil tersebut ke dalam laporan perubahan masing masing peserta. Penulis mengucapakan terimakasi kepada : 1. Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur 2. …………………..Kepala Badan Pengembagan Sumber daya Manusia Provinsi Kalimantan Tengah. 3. …………………..Selaku Widyaiswara Pendamping, yang telah memberika arahan, masukan serta motivasi dalam membimbing dan menyelesaikan laporan ini. 4. Semua rekan rekan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angakatan II Tahun 2023. Penulis menyadari bahwa dalam laporan ini masih terdapat kekurangan, oleh kerena itu kritikan dari semua pihak sangat diharapkan untuk kesempurnaan laporan ini, namun demikian semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Surabaya………. ………… ……….

DAFTAR ISI i ii Sampul iii Lembar Pengesahan…………………………………………... Kata Pengantar………………………………………………... Daftar Isi………………………………………………………….. BAB I DESKRIPSI LOKUS A. Profil Instansi / Unit Kerja Lokusi…………………. B. Bast Practices Pelayanan Publik………………………………. 1 Jenis Pelayanan Publik 2. Sasaran Dan Kemanfatan Pelayanan (DO) 3. Petugas dan SOP Pelayanan 4. Alur/Mekanisme Pelayanan 5. Pemanfaatan IT 6. Keberlangusngan dan Pengembangan Pelayanan 7. Keungulan Pelayanan BAB II DESKRIPSI LEASSON LEARNT 1. Cakupan Manfaat 2. Membangun Dukungan Pimpinan 3. Pemberdayaan Staf 4. SOP Pelayanan,Alut/ Mekanisme Pelayanan 5. Pemanfaatan IT 6. Pemberdayaan Masyarakat 7. Keberlangsungan Pelayanan 8. Pengembangan Pelayanan 9. Keungulan Pelayanan BAB III DESKRIPSI ACTION PLAN DAN ADAPTASI DI TEMPAT KERJA 1. Kewenangan Jabatan 2. Permasalahan Pelayanan 3. Gagasan Perubahan 4. Cakupan Manfaat 5. Sasaran Pelayanan 6. Membangun Tim Pelaksana Pelayana 7. Penyempurnaan SOP Pelayanan 8. Penyempurnaan Alur /Mekanisme Pelayanan 9. Pemanfatan Atau Pengembangan IT 10. Menjaga Kelangusngan Pelayanan Lampiran Gambar Objek Locus…………………………………………………

BAB I DESKRIFSI LOKUS I. Profil Instansi/ Unit Kerja Lokus Jawa Timur adalah sebuah provinsi dibagian timur Pulau Jawa, Ibu kotanya terletak di Surabaya dengan luas wilayah 48.033 KM2 dan Jumlah penduduk sebanyak 41.149.974 jiwa (hasil sensus tahun 2022) dan kepadatan penduduk 857 jiwa/km 2. Hampir seperempat dari jumlah penduduk Jawa Timur bermukim di wilayah metropolitan Surabaya. Jawa Timur memiliki wilayah terluas diantara 6 provinsi di pulau jawa, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Barat. Jawa Timur dikenal sebagai pusat Kawasan Tengah dan Timur Indonesia, dan memiliki signifikasi perekonomian yang cukup tinggi yaitu berkontribusi 15 % Terhadap domestic bruto nasional. Letak Geografis Jawa Timur terletak antara 110,0n hingga 114 BT dan garis lintang 7,12 Is dan 8,48 Ls, dengan luas wilayah 48.033 KM2. Secara giografis Provinsi Jawa Timur berbatsan dengan Utara Laut Jawa, Timur Selat Bali, Selatan Samudera Hindia, Barat Provinsi Jawa Tengah Panjang Bentangan Barat- Timur sekita 400 KM. Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Jawa Timur Visi :

” Kerja Bersama Untuk Jawa Timur Sejahtera dan Bermartabat Dengan Semangat Gotong Royong, Religius, Dan Berkeadilan Sosial Dengan Tata Kelola Pemerintahan Yang Partisiptoris dan Inklusif ” Misi :  Mewujudkan keseimbangan pembanguna ekonomi, baik antar kelompok, antar sector, maupun antar wilayah dengan tujuan terciptanya ” Kesejahteraan yang berkeadilan social dengan memperhatikan kelompok masyarakat yang rentan ”;  Menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat Jawa Timur yang meliputi jaminan kesehatan, jaminan pendidikan, ketersediaan dan keadulatan pangan, terkelola transportasi umum yang efektif dan efisien, serta kemudahan akses terhadap lapangan pekerjaan;  Membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, terbuka dan partisipatoris sehingga terwujud kebijakan yang inklusif, di atas landasan kepemimpinan yang meritokrtatik, inovatif, tegas dan mengayomi;  Memperkuat demokrasi yang berwawasan untuk menghadirkan ruang sosial yang menghargai prinsip kebhinekaan;  Mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan untuk menjamin ruang ekologi, ruang social, ruang ekonomi dan ruang budaya;

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu Satuan Keja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang bertanggung jawab dalam bidang pembangunan Koperasi dan UKM. Moto pelayanan publik Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur ” KAMI MELAYANI DENGAN EMPATI ”, yaitu : - Kami melayani dengan sopan dan hormat - Penuh perhatian terhadap orang lain - Tidak menyinggung perasaan orang lain - Selalu bersedia membantu - Memiliki toleransi yang tinggi - Dapat mengendalikan emosi Sejalan dengan Visi dan Misi Gubernur, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur mengemban tugas tercapainya misi 1, yakni ”Mewujudkan Keseimbangan Pembangunan Ekonomi, Baik Antar Kelompok, Antar Sektor Maupuna Antar Wilayah ” Tujun dari misi pertama ini adalah ”Meningkatkan Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi Yang Didukung Konektivitas Antar Wilayah”

Dokumen Rancangan Strategis (Renstra) Dinas Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 merupakan rencana strategis yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur, serta berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024, Undang Undang Nomor 25 Tahun 2024 Tentang Sistim Perencanaan Pembangunan Nasional yang menyatakan bahwa setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah menyususn Rencana Strategis yang selanjutnya disebut Rencana Strategis Satuan Kerja Peragkat Daerah. Dokumen Renstra ini juga merupakan rencana pembangunan jangka menengah Dinas Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur yang didalamnya menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur yang disusun setiap tahun sebagai Rencagan Pembangunan Tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah, selanjutnya ditetapkan sebagai Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur. Berkaitan dengan penerapan sistim Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang merupakan instrument pertanggung jawaban, Renstra Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur merupakan langkah awal untuk melaksanakan program

kegiatan, sebagaimana ketentuan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Jawa Timur Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Rencana Pembagunan Jangka Mengeha (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024.(Lembar Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2021 Nomor 2 Seri D, Tambahan Lembar Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 105); Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur menjabarkan arahan RPJMD dimaksud sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, yang mendukung Misi 1, yakni ” Mewujudkan Keseimbangan Pembangunan Ekonomi, Baik Antar Kelompok, Antar Sektor Manapun Antar Wilayah ” Tujun dari misi pertama ini adalah ” Meningkatkan Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi Yang Didukung Konektivitas Antar Wilayah ” Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah; Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 86 Tahun 20216 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Mengah Provinsi

Jawa Timur; Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 4 Tahun 2007, Tentang Pemberdayaan Koperasi, Usaha Kecil dan Mengeah; Penjelasan Atas Peraturan daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menegah; Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 44 Tahun 2018 Tentang Nomenklatur, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur; Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur mempunyi tugas membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi di Bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Mengah. Dalam melaksanakan tugas tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur menyelengarakan fungsinya : 1. Perumusan kebijakan teknis di bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Mengah; 2. Penyelengaraan kebijakan di bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Mengah; 3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Mengah; 4. Pelaksana administrasi Dinas di Bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Mengah;

5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur terkait dengan tugas dan fungsinya; Struktur Organisasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur Tujuan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur

Tujuan pelaksanaan pembangunan yang akan dicapai Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur pada kurun waktu 5 (lima) tahun yang ingin dicapai yaitu : 1. Meningkatnya nilai tambah Bruto K-UKM 2. Meningkatnya Akuntabilitas kinerja perangkat daerah Sasaran Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur Adapun Sasaran pembangunanya dari Misi ke 1 Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, adalah Mewujudakan Keseimbangan Pembangunan ekonomi, Baik Antar Kelompok, Atar Sekor Maupun Antar Wilayah”, dengan tujuan yang akan dicapai adalah meningkatnya PDRB Koperasi dan UMKM di Jawa Timur. Yaitu : 1. Sasaran pertama yakni Meningkatnya Nilai Tambah Bruto K-UKM yang mempersentasikan kinerja dan fungsi dalam melaksanakan urusan Koperasi dan UKM dengan indicator Nilai Tambah bruto Atas Dasar Harga Baku (ADHB) yang nilainya diperoleh dari hasil survey terhadap Koperasi dan UKM Binaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Mengah Provinsi Jawa Timur 2. Saran Kedua yaitu meningkatnya akuntabilitas kinerja perangkat daerah merepresentasikan akuntabilitas kinerja perangkat daerah dan menjalankan tugas dan fungsinya dengan indicator evaluasi implementasi system akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Standar Pelayanan Publik Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur - Layanan Penanganan Pengaduan Masyarakat - Mayanan Keberatan Atas Informasi Publik - Layanan Penerima Tamu - Layanan Pengadaan Barang dan Jasa - Layanan Pemeliharaan Aset - Layanan Magang - Layanan KerjasamaStakeholder - Layanan SertifikasiNomer Induk Koperasi (NIK) - Layanan Penyuluhan atau Sosialisasi - Layanan Penyelesaian Permasalahan Koperasi - Fasilitasi Perijinan Usaha Simpan Pinjam - Layanan Fasilitasi Pembukaan Kantor Cabang - Layanan Fasilitasi Pembukaan Kantor Cabang - Layanan Fasilitasi Merk - Layanan Sertifikasi GMP dan HACCP - Layanan Fasilitasi Pembukaan Kantor Kas - Layanan Pemeriksaan Kesehatan Koperasi - Layanan Uji Laboratorium Produk - Layanan Sertifikasi SNI Layanan Sertifikasi Halal Bagi K-UKM - Layanan Sertifikasi ISO 9001 : 2015 - Layanan Penguatan Restrukturisasi Usaha K-UKM

- Layanan BDC (Klinik K-UKM) - Layanan Pengajuan Kredit Dana Bergulir - LayananPembiayaan Melalui Program Bantuan Wirausaha - Layaan Ekonomi Berbasis Pesantren (EKO TREN). II. Best Practices Pelayanan Publik 1. Jenis Pelayanan Publik Melalui penerapan salah satu pelayanan public oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menjadi Best Practices adalah pelayanan publik Ekonomi Berbasis Pesantren (EKO TREN). Mengahasilan pelayanan public dalam rangka meningkatkan kepuasan masyarakat yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat. 2. Sasaran Dan Kemanfatan Pelayanan (DO) a. Sasaran Sasaran pengembangan ekonomi masyarakat berbasisi pesanteren (Eko Tren) Provinsi Jawa Timur adalah sebagai berikut :  Peningkatan kemandirian ekonomi pesanteren dimana sasaran ini mencakup beberapa hal pengembangan usaha ekonomi yang berkelanjutan di pesantren, seperti usaha pertanian, perikanan, kerajinan dan sector sector ulainya yang bertujuan agar pesanteren dapat menghasilkan

pendapatan sendiri dan mengurangi ketergantungan pada pinjaman atau dana dari pihak luar.  Pemberdayaan ekonomi santri tujuan dari sasaran ini untuk memberdayakan ekonomi santri di pesantren dengan dilakukannya keterampilan elatihan, pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM), atau melalui pendampingan dalam memulai usaha agar santri memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup untuk menciptakan lapangan kerja sendiri dan pengerak ekonomi di masyarakat  Pengembangan ekonomi local, bertujuan untuk mengembangkan ekonomi local di sekitar pesantren dalam hal ini dapat mencakup pemberdayaan masyarakat sekitar pesantren melalui pelatihan, pendampingan dan bantuan modala untuk memulai usaha dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar pesantrean serta memperkuat ekonomi local secara keseluruhan.  Peningkatan akse kepasar, yang betujuan untuk meningkatkan akses pesantren dan masyarakat sekitar pesantren ke pasar, dalam hal ini mencakup pengembangan distribusi jaringan, promosi produk, kerjasama dengan pihak swasta atau pemerinath dalam memasarakan produk produk pesantren dengan tujan untuk meningkatkan penjualan produk dan pendapatan peluang pasart yag lebih luas.

 Peningkatan kualitas produk dan layanan yang bertujuan untuk mengkatkan kualitas dan layanan yang dihasilkan oleh pesantren mencakup pelatihan dalam manajemn usaha, penegmbangan kualitas produk atau sertifikasi produk dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing produk pesantren di pasar dan memberikan kepuasan kepada konsumen. b. Kemanfaatan Pelayanan (DO) Kemanfatan pelayanan Ekonomo Masyarakat Berbasis Pesantren (Eko Tren ) Provinsi Jawa Timur memiliki beberapa manfaat, yaitu : - Peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan adanya Eko Tren masayarakat sekitar pesantren dapat mengembangkan usaha dan meningkatkanpendapatan hal ini berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, termasuk akses terhadap pendidikan, kesehatan dan kebutuhan lainya. - Pemberdayaan masyarakat ekonomi, Pelayanan Eko Tren memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat sekitar pesantren delam mengembangkan usaha , untuk menjadi pengusaha mandiri dan mengurangi tingkat aksi di aderah Provinsi Jawa Timur. - Peningkatan kualitas produk dan layanan. Pelayanan Eko Tren berfokus pada pengembangan kualitas produk dan

layanan yang dihasilkan oleh pesantren dan masyarakat sekitar, dalam upaya meningkatkan daya saing produk local dan memberikan kepuasan kepada konsumen. - Eko Tren mendorong diversifikasi ekonomi di Provinsi Jawa Timur dengan mengembangkan berbagai sector usaha, seperti pertanian, perikanan, kerajinan dan lainya, dalam rangka menciptakan peluang kerja baru dan mengurangi ketergantungan pada sector ekonomi tertentu. - Peningkatan akses pasara. Eko Tren membantu pesantren dan masyarakat sekitar dalam mengakses pasar yang lebih luas yang dapat dilakukan melalui penegmbanganjaringan distribusi, promosi produk local, atau kerjasama dengan pihak swasta atau pemerintah. Dengan meningkatnya akses pasar pesantren dan masyarakat sekitar dapat meningkatkan penjualan produk dan mendapatkan peluang bisnis yang lebih baik. - Peningkatan peran serta pesantren dalam pembangunan ekonomo, Eko Tren dapat memainkan peran yag lebih aktif dalm pembangunan ekonomi . Pesantren bukan hanya menjadi tempat pendidikan agama tetapi juga menjadi pusat pengembangan ekonomi yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah Provinsi jawa Timur.

3. Petugas dan SOP Pelayanan a. Petugas Eko Tren Petugas ekonomi masyarakat berbasisi pesantren (Eko Tren) Provinsi Jawa Timur, melibatkan berbagai pihak, yaitu : - Tim pengembangan ekonomi pesantren Tim ini Tediri dari para ahli ekonomi, pengusaha, dan praktisi lain yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan usaha ekonomi. Mereka bertugas memberikan pendampingan, pelatihan dan konsultasi kepada pesantren dan masyarakat sekitar dalam mengembangkan usaha. - Pendandampingan Ekonomi Pendampingan ekonomi adalah induvidu yang ditugaskan untuk memberikan bimbingan dan dukungan kepada pesantren dan masyarakat sekitar dalam mengembangkan usaha. Mereka membantu dalam perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, pemasaran dan aspek aspek lain yang terkait dengan pengembangan usaha. - Konsultan bisnis Konsultan bisnis dapat disimpulkan untuk memberikan saran dan rekomendasi kepada pesantren dan masyarakat sekitar terkait strategi pengembangan usaha, manajemen operasional, dan aspek-aspek lain yang berhubungan dengan keberhasilan usaha.

- Tim Ahli Ahli ekonomi. ahli pertanian, perikanan, atau kerajinan dan lain lain dapat dilibatkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan khusus kepada pesantren dan masyarakat sekitar dalam mengembangkan usaha di sektor-sektor tersebut. Mereka dapat memberikan pelatihan, petunjuk teknis, dan saran terkait pengelolaan usaha. - Tenaga pendidik Tenaga pendidik di pesantren juga dapat berperan dalam pelayanan Eko Tren dengan memberikan pelatihan keterampilan atau pendidikan ekonomi kepada santri dan masyarakat sekitar. Mereka dapat memberikan pemahaman tentang manajemen usaha, keuangan, dan keterampilan lain yang diperlukan dalam mengembangkan usaha. - Pemerintah daerah Pemerintah daerah juga memiliki peran penting dalam pelayanan Eko Tren. Mereka dapat memberikan dukungan kebijakan, fasilitas, dan sumber daya lain yang diperlukan untuk mendukung pengembangan ekonomi pesantren dan masyarakat sekitar. Kolaborasi antar semua pihak ini akan membantu dalam memberikan pelayanan yang komprehensif dan efektif dalam

pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pesantren (Eko Tren) di Provinsi Jawa Timur. b. SOP Pelayanan Eko Tren SOP Eko Tren ini menjadi panduan bagi petugas pelayanan dalam menjalankan kegiatan pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pesantren (Eko Tren) pada Provinsi Jawa Timur. SOP ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi spesifik di lapangan, berikut adalah SOP (Standard Operating Procedure) pelayanan pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pesantren (Eko Tren) di Provinsi Jawa Timur: 1. Identifikasi Pesantren dan Masyarakat Sekitar a. Identifikasi pesantren di Provinsi Jawa Timur yang memiliki potensi pengembangan ekonomi. b. identifikasi masyarakat sekitar pesantren yang dapat terlibat dalam agama ekonomi. 2. Pendataan Potensi Ekonomi a. Melakukan survei dan pendataan terhadap potensi ekonomi pesantren dan masyarakat sekitar. b. Melakukan analisis terhadap potensi ekonomi yang ada, termasuk sektor usaha yang potensial untuk dikembangkan. 3. Pelatihan Sasaran dan Strategi Pengembangan

a. Menentukan sasaran pengembangan ekonomi yang spesifik dan realistis. b. Merumuskan strategi pengembangan ekonomi berbasis potensi dan kebutuhan pesantren dan masyarakat sekitar. 4. Penyusunan Rencana Pengembangan a. Menyusun rencana pengembangan ekonomi yang mencakup langkah-langkah spesifik, target, dan jadwal pelaksanaan. b. Mengukur keberhasilan indikator untuk mengukur tujuan pengembangan ekonomi. 5. Pelaksanaan Pelayanan Eko Tren a. Melakukan pendampingan dan pelatihan kepada pesantren dan masyarakat sekitar terkait pengembangan usaha. b. Memberikan konsultasi dan bimbingan dalam perencanaan usaha, manajemen, pemasaran, dan aspek lain yang terkait dengan pengembangan ekonomi. c. Melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan usaha yang sedang dikembangkan. 6. Kolaborasi dengan Pihak Terkait a. Melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pihak swasta dalam

mendukung pengembangan ekonomi pesantren dan masyarakat sekitar. b. Mengkoordinasikan kegiatan dengan pihak terkait untuk memaksimalkan manfaat dan sumber daya yang tersedia. 7. Pemantauan dan Evaluasi a. Melakukan monitoring terhadap perkembangan usaha yang sedang dikembangkan. b. Melakukan evaluasi secara berkala terhadap serangan tujuan dan efektivitas pelayanan Eko Tren. c. Menganalisis hasil evaluasi untuk perbaikan dan pengembangan kegiatan selanjutnya. 8. Pelaporan dan Dokumentasi a. Menyusun laporan berkala tentang perkembangan dan hasil pelayanan Eko Tren. b. Mencatat dan mendokumentasikan kegiatan, pelatihan, dan bimbingan yang dilakukan. 4. Alur/Mekanisme Pelayanan Alur Mekanisme pelayanan Ekonomi Masyarakat Berbasis Pesantren (Eko Tren) di Provinsi Jawa Timur yaitu : 1. Identifikasi dan Pendataan a. Identifikasi pesantren di Provinsi Jawa Timur yang memiliki potensi pengembangan ekonomi.

b. Pendataan potensi ekonomi pesantren dan masyarakat sekitar. 2. Analisis Potensi Ekonomi a. Melakukan analisis terhadap potensi ekonomi yang ada, termasuk sektor usaha yang potensial untuk dikembangkan. b. Menolak kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh pesantren dan masyarakat sekitar dalam pembangunan ekonomi. 3. Perumusan Strategi Pengembangan a. Menentukan sasaran pengembangan ekonomi yang spesifik dan realistis. b. Merumuskan strategi pengembangan ekonomi berbasis potensi dan kebutuhan pesantren dan masyarakat sekitar. 4. Pendampingan dan Pelatihan a. Memberikan pendampingan kepada pesantren dan masyarakat sekitar terkait pengembangan usaha. b. Melakukan pelatihan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengembangkan usaha. 5. Bimbingan Manajemen Usaha a. Memberikan bimbingan dalam perencanaan usaha, manajemen operasional, pengelolaan keuangan, dan aspek- aspek lain yang berhubungan dengan keberhasilan usaha. b. Membantu pesantren dan masyarakat sekitar dalam mengelola usaha secara efektif dan efisien.

6. Akses Pembiayaan dan Pemasaran a. Membantu pesantren dan masyarakat sekitar dalam mengakses pembiayaan yang diperlukan untuk pengembangan usaha. b. Membantu dalam pengembangan jaringan distribusi, promosi produk, dan kerjasama dengan pihak swasta atau pemerintah untuk meningkatkan akses pasar. 7. Pemantauan dan Evaluasi a. Melakukan monitoring terhadap perkembangan usaha yang sedang dikembangkan. b. Melakukan evaluasi secara berkala terhadap serangan tujuan dan efektivitas pelayanan Eko Tren. 8. Kolaborasi dengan Pihak Terkait a. Melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pihak swasta dalam mendukung pengembangan ekonomi pesantren dan masyarakat sekitar. b. Mengkoordinasikan kegiatan dengan pihak terkait untuk memaksimalkan manfaat dan sumber daya yang tersedia. 9. Pelaporan dan Dokumentasi a. Menyusun laporan berkala tentang perkembangan dan hasil pelayanan Eko Tren. b. Mencatat dan mendokumentasikan kegiatan, pelatihan, dan bimbingan yang dilakukan.

5. Pemanfaatan IT Pemanfaatan teknologi informasi (IT) dalam pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) di Provinsi Jawa Timur dapat memberikan banyak manfaat dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas pelayanan tersebut. Berikut adalah beberapa contoh pemanfaatan IT dalam Eko Tren : - Sistem Informasi Manajemen: Implementasikan sistem informasi manajemen yang terintegrasi untuk mengelola data dan informasi terkait pelayanan Eko Tren. Sistem ini dapat mencakup manajemen inventaris, keuangan, penjualan, dan pelanggan. Dengan adanya sistem informasi yang baik, pengelolaan pelayanan dapat lebih terstruktur, akurat, dan efisien.. - Aplikasi Mobile: Kembangkan aplikasi mobile yang memudahkan pengguna untuk mengakses informasi dan melakukan transaksi terkait pelayanan Eko Tren. Misalnya, aplikasi untuk pemesanan produk, pembayaran online, atau pelaporan masalah. Aplikasi mobile dapat meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi pengguna serta memperluas jangkauan pelayanan. - E-commerce: Manfaatkan platform e-commerce untuk mempromosikan dan menjual produk-produk Eko Tren secara online. Dengan memanfaatkan e-commerce, pesantren dan pelaku usaha ekonomi berbasis pesantren dapat mencapai pasar

yang lebih luas, baik di dalam maupun di luar Provinsi Jawa Timur. - Media Sosial: Gunakan media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran dan komunikasi dengan pelanggan. Dengan memanfaatkan platform seperti Facebook, Instagram, atau YouTube, pesantren dan pelaku usaha Eko Tren dapat mempromosikan produk dan layanan mereka, berinteraksi dengan pelanggan, serta mendapatkan umpan balik yang berharga. - Pelatihan Online: Sediakan pelatihan dan kursus online bagi lesson learner dan masyarakat terkait. Dengan menggunakan platform e-learning, pelatihan dapat diakses secara fleksibel dan mandiri oleh peserta. Hal ini memungkinkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan dalam pelayanan Eko Tren tanpa harus berkumpul secara fisik. - Analisis Data: Manfaatkan analisis data untuk memahami tren pasar, perilaku pelanggan, dan kinerja usaha. Dengan menganalisis data yang dikumpulkan, pesantren dan pelaku usaha Eko Tren dapat mengambil keputusan yang lebih cerdas, mengidentifikasi peluang, serta mengoptimalkan strategi pemasaran dan operasional. - Keamanan Data: Pastikan keamanan data yang terkait dengan pelayanan Eko Tren. Terapkan langkah-langkah keamanan

yang tepat, seperti enkripsi data, perlindungan dari serangan siber, dan kebijakan 6. Keberlangsungan dan Pengembangan Pelayanan Dalama konsteks berfikir kreatif, kualitas manajemen dan manajemen pengawasan pada pelayanan ekonomi berbasis pesantren (eko Tren) terdapat beberapa hala yang dapat dilakukan untuk memastikan keberlangsungan dan pengembangan pelayanan, yaitu : - Berfikir kreatif dalam inovasi produk dan layanan. Berfikri kereatif menjadi penting dalam mengasilkan inovasi produk dan layanan yang menarik dan relevan bagi pelanggan. Denga berfikir kreatif pesantren dan pelaku usaha Eko Tren dapat mengidentifikasi peluag baru, meciptakan solusi dan memperbaiki pelayanan. - Menerapkan manajemen mutu yang terintegrasi.. manajemen mutu yang baik mejadi landasan untuk keberlangsungan dan pengembangan eko tren yang mencakup proses pengendalian, pengukuran kinerja dan peningkatan berkelanjutan. - Pengunaan Teknologi untuk memperkuat manajemen pengawasan. Manajemen pengawasan yang kuat dan berkelanjutan menjadi kunci untuk meastikan kualitas. Di era digitalisasi teknologi digunakan untuk memperkuat manajemen

pengawasan . pengunaan system informasi, aplikasi seluler dan analisa data dengan teknologi dapat dilakukan secara real time untuk lebih efisien dan masalah dapat di identifikasi dan di tangani dengan cepat - Pelibatan masyarakat dalam pengawasan. Selain pengawasan internal eko tren juga melibatka masyarakat dalam proses pengawasan melalui pengaduan umpan balik eko tren melibatkan masyarakat dalam memberikan masukan, mengevaluasi kualitas pelayanan serta memberikan saran perbaikan. - Pembelajaran dan pengembanga berkelanjutan. Keberlangsungan eko tren membutuhkan pembelajaran dan pengembangan berkelanjutan. Pesantren dan pelaku usahadapat meibatkan staf dan pelaku usaha dalam pelatihan, seminar, atau loka karya untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan dan kompetensi. 7. Keungulan Pelayanan Beberapa keungulan yang dicapai pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren dilihat dari konteks manajemen mutu, pengendalian pengawasan serta berfikir kreatif, yaitu : - Kualitas produk dan layanan yang ungul memiliki kualitas dapat kepercayaan dan memenagkan persaingan pasar.

- Penerapan system manajemen mutu yang tersetruktur dalam meningkatkan kinerja pelayanan secara berkelanjutan dengan pengelolaan proses lebih efisien dan efektif. - Manajemen Pengawasan meliputi pemantauan terhadap proses oprasional, umpan balik pelanggan serta analisa data untuk mengidentifikas kelemahan dan peluang perbaikan dengan mengambil tindakan perbaikan yang tepat waktu dan meningkatkan kualitas pelayanan secara berkesinambungan. - Peningkatan kualitas melalui pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan dan pengetahuan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. - Melakukan Komunikasi yang efektif dengan keterbukaan dan transparansi serta membangun hubungan dan membangun kepercayaan yang kuat dengan pelanggan. - Resfonsif terhadap masalah dan keluhan untuk meastikan bahwa pelanggan merasa di dengar diperhatikan dan mendapat solusi yang memuaskan.

BAB II DESKRIPSI LESSON LEAREN Deskripsi lesson Learen (Penjelasan atau gambaran tentag apa yang dipelajari atau dicapai) pada studi lapangan di Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Diskripsi lesson learen memberikan informasi dengan tujuan pembelajaran serta mendapatkan hasil dari pembelajaran, mencakup beberapa komponen, yaitu : 1. Cakupan Manfaat Studi lapangan ke Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur memberikan manfaat yang luas dalam pengembangan sektor koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM). Berikut adalah beberapa manfaat cakupan yang dapat diperoleh dari studi lapangan tersebut: - Identifikasi Potensi dan Tantangan: Studi lapangan dapat membantu mengidentifikasi potensi dan tantangan yang dihadapi oleh sektor koperasi dan UKM di Provinsi Jawa Timur. Hal ini dapat membantu Dinas Koperasi dan UKM dalam merumuskan kebijakan dan program yang tepat untuk mendukung pengembangan sektor ini. - Pengumpulan Data dan Informasi: Studi lapangan dapat membantu dalam pengumpulan data dan informasi terkait dengan koperasi sektor dan UKM di Provinsi Jawa Timur. Data ini dapat digunakan

sebagai dasar untuk analisis lebih lanjut dan pengambilan keputusan yang lebih baik dalam pengembangan sektor ini. - Evaluasi Program dan Kebijakan: Studi lapangan dapat membantu dalam evaluasi program dan kebijakan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UKM. Evaluasi ini dapat memberikan wawasan tentang efektivitas dan efisiensi program yang ada, serta memberikan masukan untuk perbaikan dan penyesuaian kebijakan di masa mendatang. - Identifikasi Kebutuhan Pelatihan dan Pendampingan: Studi lapangan dapat membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pendampingan yang diperlukan oleh pelaku usaha koperasi dan UKM. Hal ini dapat membantu Dinas Koperasi dan UKM dalam merancang program pelatihan dan pendampingan yang sesuai untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pelaku usaha. - Peningkatan Akses Pembiayaan: Studi lapangan dapat membantu dalam mengidentifikasi kendala dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha koperasi dan UKM dalam mengakses pembiayaan. Dinas Koperasi dan UKM dapat menggunakan data dan informasi dari lapangan studi untuk menyusun program dan kebijakan yang dapat meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha. - Pengembangan Jaringan dan Kerjasama: Studi lapangan dapat membantu dalam mengidentifikasi potensi kerjasama antara pelaku usaha koperasi dan UKM di Provinsi Jawa Timur. Dinas Koperasi

dan UKM dapat memfasilitasi pengembangan jaringan dan kerjasama antara pelaku usaha untuk meningkatkan akses pasar, berbagi sumber daya, dan saling mendukung dalam pengembangan usaha. - Penyusunan Rencana Aksi: Studi lapangan dapat menjadi dasar penyusunan rencana aksi yang komprehensif dalam pengembangan sektor koperasi dan UKM di Provinsi Jawa Timur. Rencana aksi ini dapat mencakup pengembangan strategi, pelatihan program, pembiayaan program, dan upaya kolaborasi dengan pihak terkait. 2. Membangun Dukungan Pimpinan Untuk membangun dukungan pimpinan dari hasil studi lapangan ke Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan : - Komunikasi Efektif: Komunikasikan temuan dan rekomendasi dari studi lapangan secara jelas dan komprehensif kepada pimpinan Dinas Koperasi dan UKM. Sampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami dan jelaskan manfaat serta potensi dampak positif yang bisa diperoleh dari rekomendasi implementasi tersebut. - Penyampaian Laporan yang Terstruktur: Menyediakan laporan hasil studi lapangan yang terstruktur dan rapi kepada pimpinan Dinas Koperasi dan UKM. Pastikan laporan mencakup ringkasan temuan, analisis, rekomendasi, dan tindakan yang diusulkan.

Laporan yang terstruktur akan membantu pimpinan dalam memahami dan mengevaluasi hasil belajar dengan lebih baik. - Pertemuan dan Presentasi: Ajukan permintaan mengadakan pertemuan dengan pimpinan Dinas Koperasi dan UKM guna menyampaikan secara langsung temuan dan rekomendasi dari studi lapangan. Sediakan penyajian yang menarik dan fokus pada poin- poin kunci yang perlu diperhatikan. Pastikan untuk menjawab semua pertanyaan dan keraguan yang mungkin dimiliki oleh pimpinan. - Demonstrasi Nilai Tambah: Jelaskan secara rinci bagaimana rekomendasi implementasi dari studi lapangan dapat memberikan nilai tambah dan manfaat bagi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Sampaikan contoh kasus atau studi kasus yang relevan untuk mengilustrasikan potensi dampak positif yang bisa diperoleh. - Buat Rencana Tindak Lanjut: Usulkan rencana tindak lanjut yang jelas dan terperinci untuk rekomendasi penerapan dari studi lapangan. Jelaskan langkah-langkah yang akan diambil, sumber daya yang dibutuhkan, dan garis waktu yang direncanakan. Rencana tindak lanjut yang terstruktur akan memberikan keyakinan kepada pimpinan bahwa langkah-langkah yang diusulkan dapat dilaksanakan dengan baik. - Kolaborasi dan pemecahannya: Ajak pimpinan Dinas Koperasi dan UKM untuk terlibat langsung dalam proses implementasi rekomendasi dari kuliah lapangan. Berikan kesempatan kepada

mereka untuk memberikan masukan, mengajukan pertanyaan, dan berkolaborasi dalam merancang strategi dan program yang akan dijalankan. Dengan melibatkan pimpinan secara aktif, mereka akan merasa memiliki dan mendukung penerapan rekomendasi tersebut. - Evaluasi dan Pelaporan: Setelah implementasi dimulai, lakukan evaluasi secara berkala terhadap kemajuan dan hasil yang dicapai. Buatlah laporan kemajuan yang teratur kepada pimpinan Dinas Koperasi dan UKM untuk mengungkapkan dampak positif yang telah dicapai dan manfaat yang diperoleh dari rekomendasi implementasi studi lapangan. 3. Pemberdayaan Staf Dengan memberdayakan staf pelayanan Eko Tren, diharapkan mereka dapat menjadi tenaga yang kompeten dan berdedikasi dalam memberikan pelayanan ekonomi berbasis pesantren yang berkualitas. Hal ini akan berkontribusi pada keberhasilan dan keberlanjutan pelayanan Eko Tren di Provinsi Jawa Timur. Pemberdayaan staf pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) di Provinsi Jawa Timur untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan pelayanan tersebut. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memberdayakan staf pelayanan Eko Tren : - Pendidikan dan Pelatihan: Sediakan pendidikan dan pelatihan yang komprehensif kepada staf pelayanan Eko Tren. Ini meliputi pengetahuan tentang konsep ekonomi berbasis pesantren,

manajemen bisnis, pemasaran, keuangan, inovasi, dan teknologi terkait. Pelatihan ini dapat dilakukan melalui program pelatihan reguler, lokakarya, atau kursus khusus. - Pengembangan Keterampilan: Identifikasi keterampilan yang diperlukan oleh staf pelayanan Eko Tren dan berikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan tersebut. Misalnya, keterampilan komunikasi, negosiasi, kepemimpinan, dan manajemen waktu. Dukung mereka dalam menghadiri pelatihan atau seminar yang relevan untuk meningkatkan keterampilan mereka. - Penyediaan Sumber Daya: Pastikan staf pelayanan Eko Tren memiliki akses yang memadai terhadap sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan tugas mereka. Sumber daya ini dapat mencakup akses ke informasi, teknologi, perangkat lunak, peralatan, dan bahan referensi yang relevan. - Pendampingan dan Mentoring: Berikan pendampingan dan mentoring kepada staf pelayanan Eko Tren. Ini dapat dilakukan oleh manajer atau staf yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas dalam bidang ekonomi berbasis pesantren. Pendampingan ini dapat membantu staf dalam mengatasi tantangan, mengembangkan potensi, dan meningkatkan kinerja mereka. - Penghargaan dan Pengakuan: Berikan penghargaan dan pengakuan kepada staf pelayanan Eko Tren yang berhasil mencapai target atau

memberikan kontribusi yang signifikan. Ini dapat berupa penghargaan formal, insentif, atau promosi yang sesuai dengan pencapaian mereka. Penghargaan dan pengakuan ini dapat memotivasi staf untuk terus berkinerja dengan baik dan meningkatkan pelayanan mereka. - Kolaborasi dan Pertukaran Pengetahuan: Fasilitasi kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara staf pelayanan Eko Tren. Ini dapat dilakukan melalui rapat rutin, diskusi kelompok, atau platform online yang memungkinkan mereka untuk berbagi pengalaman, ide, dan pengetahuan terbaik. - Evaluasi Kinerja: Lakukan evaluasi kinerja secara berkala terhadap staf pelayanan Eko Tren. Evaluasi ini dapat membantu mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan area pengembangan bagi masing-masing staf. Berikan umpan balik konstruktif dan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja mereka. 4. SOP Pelayanan, Alur/ Mekanisme Pelayanan SOP pelayaana, alur mekanisme pelayanan bertujuan untuk memastikan bahwa pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyaraka Berikut ini adalah SOP (Standard Operating Procedure) untuk pelayanan dan alur mekanisme pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) di Provinsi Jawa Timur:

a. Pendaftaran - mengisi formulir pendaftaran yang disediakan oleh pihak pesantren. - melampirkan dokumen-dokumen yang diperlukan seperti identitas diri, riwayat pendidikan, dan sertifikat kursus atau pelatihan terkait. b. Seleksi - Pihak pesantren melakukan seleksi terhadap pendaftar berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. - Yang lolos seleksi akan diberitahu melalui email atau telepon untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. c. Pelatihan Konsep dan Prinsip Eko Tren: - mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh pesantren untuk mempelajari konsep dan prinsip pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren). - Pelatihan meliputi materi tentang metode pembelajaran, prinsip ekonomi, manajemen bisnis, dan penerapan IT dalam pelayanan ekonomi. d. Pengembangan Aplikasi atau Sistem Informasi: - Diberikan tugas untuk mengembangkan aplikasi atau sistem informasi yang mendukung pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren).

- Bekerjasama dengan tim pengembangan yang terdiri dari peserta pelatihan lainnya dan dibimbing oleh instruktur pelatihan. e. Implementasi Aplikasi atau Sistem Informasi: - Aplikasi atau sistem informasi yang dikembangkan dan diuji coba dan diimplementasikan dalam pelayanan ekonomi berbasis pesantren di Provinsi Jawa Timur. - Penggunaan aplikasi atau sistem informasi ini melibatkan kerjasama antara pesantren, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah. f. Monitoring dan Evaluasi: - Pihak pesantren melakukan monitoring terhadap penggunaan aplikasi atau sistem informasi dalam pelayanan ekonomi berbasis pesantren. - Evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi keberhasilan dan efektivitas aplikasi atau sistem informasi tersebut. - Perbaikan dan penyesuaian dilakukan jika ditemukan kekurangan atau masalah dalam penggunaan aplikasi atau sistem informasi. g. Pelatihan dan Sosialisasi: - Anggota atau tim pengembangan memberikan pelatihan kepada pesantren dan masyarakat terkait tentang penggunaan dan manfaat aplikasi atau sistem informasi yang dikembangkan.

- Sosialisasi dilakukan untuk memperkenalkan pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaatnya. 5. Pemanfaatan IT Pemanfaatan IT dalam pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) di Provinsi Jawa Timur dapat membantu meningkatkan aksesibilitas, efisiensi, dan efektivitas pelayanan, serta memperluas jangkauan pesantren dalam memberikan kontribusi ekonomi kepada masyarakat Pemanfaatan teknologi informasi (IT) dalam pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) di Provinsi Jawa Timur dapat mengoptimalkan efisiensi dan efektivitas proses pelayanan serta meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat. Berikut adalah alur mekanisme pemanfaatan IT pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) di Provinsi Jawa Timur: - Masyarakat atau individu yang belajar tentang konsep dan prinsip pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) melalui pelajaran atau kursus yang disediakan. - Pemahaman konsep IT dengan mempelajari konsep dan prinsip pemanfaatan IT dalam pelayanan ekonomi berbasis pesantren, seperti penggunaan aplikasi mobile, website, atau sistem informasi yang terintegrasi. - Pengembangan aplikasi atau sistem informasi dapat mengembangkan atau berkontribusi dalam pengembangan aplikasi

atau sistem informasi yang mendukung pelayanan ekonomi berbasis pesantren. - Implementasi aplikasi atau sistem informasi yang dikembangkan dapat diimplementasikan dalam pelayanan ekonomi berbasis pesantren di Provinsi Jawa Timur. Hal ini dapat melibatkan kerjasama antara pesantren, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah. - Pelatihan dan sosialisasi bagi yang terlibat dalam pengembangan aplikasi atau sistem informasi dapat memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada pesantren dan masyarakat terkait tentang cara menggunakan dan memanfaatkan aplikasi atau sistem informasi tersebut. - Pelayanan ekonomi berbasis pesantren, Pesantren dan masyarakat di Provinsi Jawa Timur dapat memanfaatkan aplikasi atau sistem informasi yang dikembangkan untuk memperoleh layanan ekonomi, seperti informasi produk, pemesanan, pembayaran, dan pengiriman barang atau jasa. - Evaluasi dan perbaikan: Setelah implementasi, aplikasi atau sistem informasi dapat dievaluasi untuk mengetahui keberhasilan dan efektivitasnya dalam meningkatkan pelayanan ekonomi berbasis pesantren. Perbaikan dan penyesuaian dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

6. Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan masyarakat dari Pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) di Provinsi Jawa Timur dapat dilakukan melalui beberapa mekanisme berikut: a. Pelatihan dan Keterampilan: - Pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) memberikan pelatihan kepada masyarakat sekitar. - Pelatihan ini dapat meliputi keterampilan bisnis, manajemen keuangan, pemasaran, dan penggunaan teknologi informasi (IT). b. Pendampingan Bisnis: - Ekonimoi berbasis Pesantren (Eko Tren) memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam pengembangan bisnis dapat memberikan pendampingan kepada masyarakat yang ingin memulai usaha atau mengembangkan bisnis mereka. - Pendampingan ini meliputi bimbingan dalam perencanaan bisnis, manajemen operasional, dan strategi pemasaran. c. Kolaborasi dan Kemitraan: - Ekonimoi berbasis Pesantren (Eko Tren) telah mengembangkan aplikasi atau sistem informasi dapat menjalin kerjasama dan kemitraan dengan pesantren dan pelaku usaha di Provinsi Jawa Timur. - Kolaborasi ini dapat berupa penyediaan platform atau marketplace online untuk memperluas jangkauan pemasaran

produk pesantren dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren). d. Pemberian Modal Usaha: - Ekonimoi berbasis Pesantren (Eko Tren) membantu masyarakat dalam memperoleh akses modal usaha melalui kerjasama dengan lembaga keuangan atau program pemerintah yang mendukung UMKM. - Ekonimoi berbasis Pesantren (Eko Tren) memberikan saran dan bimbingan dalam pengelolaan keuangan dan penggunaan modal usaha dengan efektif. e. Pengembangan Jaringan dan Pemasaran: - Ekonimoi berbasis Pesantren (Eko Tren) membantu masyarakat dalam memperluas jaringan dan pemasaran produk atau jasa mereka melalui jejaring yang telah mereka bangun selama proses pembelajaran. - Ekonimoi berbasis Pesantren (Eko Tren) memberikan masukan tentang strategi pemasaran online, penggunaan media sosial, dan teknik promosi yang efektif. 7. Keberlangsungan Pelayanan Dengan mengimplementasikan langkah-langkah ini, pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) dapat tetap berjalan dan berkembang secara berkelanjutan di Provinsi Jawa Timur.

Keberlanjutan ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pesantren, masyarakat, dan ekonomi lokal secara keseluruhan.Untuk memastikan keberlangsungan pelayanan dari lesson learner ke pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) di Provinsi Jawa Timur, beberapa langkah penting dapat dilakukan dengan : a. Pembinaan dan Pelatihan Kontinu: - Pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) di Provinsi Jawa Timur terus menerima pembinaan dan pelatihan secara berkala untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka dalam pelayanan ekonomi berbasis pesantren. - Pelatihan dapat mencakup perkembangan terbaru dalam teknologi informasi, tren bisnis, manajemen keuangan, dan aspek lain yang relevan dengan Eko Tren. b. Kolaborasi dengan Pihak Terkait: - Pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) di Provinsi Jawa Timur perlu menjalin kolaborasi yang kuat dengan pesantren, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan dukungan dan keberlanjutan pelayanan. - Kolaborasi ini dapat meliputi kerjasama dalam pengembangan aplikasi atau sistem informasi, penyediaan pelatihan, akses modal usaha, dan promosi bersama.

c. Monitoring dan Evaluasi: - Pihak pesantren dan pemerintah daerah perlu melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap keberlangsungan pelayanan Eko Tren. - Evaluasi ini dapat meliputi penilaian terhadap kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, pertumbuhan bisnis, dan dampak sosial ekonomi yang dihasilkan. d. Pengembangan Sumber Daya Manusia: - Pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) di Provinsi Jawa Timur sehingga memastikan adanya kelangsungan transfer pengetahuan dan keterampilan. - Pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) di Provinsi Jawa Timur melakukan pengembangan sumber daya manusia dalam bidang pelayanan ekonomi berbasis pesantren juga perlu dilakukan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten. e. Pemasaran dan Promosi yang Efektif: - Pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) di Provinsi Jawa Timur dan pihak terkait perlu mengembangkan strategi pemasaran dan promosi yang efektif untuk meningkatkan visibilitas dan keberlanjutan pelayanan Eko Tren. - Penggunaan media sosial, website, dan jaringan pemasaran yang luas dapat membantu mencapai target pasar yang lebih besar.

f. Kerjasama dengan Komunitas dan Organisasi Terkait: - Pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) di Provinsi Jawa Timur dan pihak terkait dapat menjalin kerjasama dengan komunitas dan organisasi terkait yang memiliki minat dan tujuan yang sejalan dengan Eko Tren. - Kolaborasi ini dapat memperkuat dukungan, sumber daya, dan jaringan yang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan. 8. Pengembangan Pelayanan Untuk mengembangkan pelayanan lesson learner ke pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) di Provinsi Jawa Timur, beberapa langkah penting dapat dilakukan: a. Identifikasi Potensi dan Kebutuhan: - Lakukan identifikasi terhadap potensi dan kebutuhan masyarakat di Provinsi Jawa Timur dalam pelayanan ekonomi berbasis pesantren. - Melakukan survei atau studi untuk mengetahui jenis usaha yang potensial dan membutuhkan pengembangan di wilayah tersebut. b. Pelatihan dan Pembinaan: - Melakukan pelatihan dan pembinaan yang intensif kepada lesson learner untuk meningkatkan keterampilan dan

pengetahuan mereka dalam mengembangkan pelayanan ekonomi berbasis pesantren. - Fokus pelatihan pada aspek-aspek yang relevan seperti manajemen bisnis, pemasaran, keuangan, dan penggunaan teknologi informasi. c. Pengembangan Riset dan Inovasi: - Pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) melakukan riset dan inovasi dalam pengembangan pelayanan ekonomi berbasis pesantren. - Dukung dan fasilitasi pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) dalam melakukan penelitian tentang kebutuhan pasar, tren bisnis terkini, dan pengembangan produk atau layanan baru. d. Kolaborasi dengan Pihak Eksternal: - Jalin kerjasama dengan lembaga pendidikan, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pelaku bisnis terkait untuk mendukung pengembangan pelayanan ekonomi berbasis pesantren. - Kolaborasi ini dapat meliputi akses ke sumber daya, dana, dan jaringan yang dapat membantu dalam pengembangan pelayanan. e. Pengembangan Aplikasi atau Sistem Informasi: - Pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) mendorong untuk mengembangkan aplikasi atau sistem informasi yang

dapat mempermudah dan meningkatkan efisiensi pelayanan ekonomi berbasis pesantren. - Pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) memberikan dukungan teknis dan pembiayaan dalam pengembangan aplikasi atau sistem informasi tersebut. f. Pelatihan dan Sosialisasi kepada Masyarakat: - Selain pelatihan kepada Pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren), lakukan juga pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait manfaat dan cara menggunakan pelayanan ekonomi berbasis pesantren. - Sosialisasi ini dilakukan melalui workshop, seminar, atau kegiatan lain yang melibatkan masyarakat. g. Monitoring dan Evaluasi: - Pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pengembangan pelayanan ekonomi berbasis pesantren. - Pelayanan ekonomi berbasis pesantren (Eko Tren) mengevaluasi membantu untuk mengidentifikasi keberhasilan, kendala, dan perbaikan yang perlu dilakukan dalam pengembangan pelayanan. 9. Keunggulan Pelayanan - Pelayanan ekonomi berbasis masyarakat ( Eko Tren ) tidak terlepas dari 3 pilar, pertama pesantrenpreneur atau pemberdayaan

ekonomi pesantren, melalui koperasi pondok pesantren dan badan usaha lainnya. Kedua santripreneur atau pemberdayaan santri menjadi entrepreneur melalui laboratorium kewirausahaan dan vokasion skill Ketiga sosiopreniur atau pemberdayaan usaha alumni pesantren melalui sinergi dan kolaborasi dengan usaha ponpes dan masyarakat Dari tiga pilar tersebut Pelayanan ekonomi berbasis masyarakat ( Eko Tren ) memiliki keunggulan yaitu : 1. Mewujudkan 4.125 lapangan kerja 2. Menurunkan jumlah penduduk miskin pada tahun 2021 sebesar 13.240 orang 3. BAB III DESKRIPSI ACTION PLAN ADOPSI DAN ADAPTASI DI TEMPAT KERJA Pelaksanaan studi Lapangan (STULA) yang dilaksanakan pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur merupakan factor yang sangat penting untuk memperoleh pengalaman belajar dalam

mengidentifikasi dan memahami permasalah yang ada. Hasil dan dampak yang dirasakan dari studi lapangan (Stula) menjadikan inovasi dan diharapkan mampu memberikan perubahan yang positif . Hasil dari identifikasi dan yang didapat dari Lokus Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur bermanfaat dan digunakan sebagai bahan modifikasi dan perbandingan dalam penyempurnaan reformer melaksankan aksi perubahan yang lebih efektif dan efisien. Melalui : 1. Kewenangan Jabatan Berdasarkan pembelajaran hasil studi lapangan (Stula) pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur, Kewenangan jabatan memainkan peran yang sangat penting dan sangat siknipikan dalam terwujudnya peningkatan kerja OPD dengan mendorong adanya inovasi inovasi yang mendukung. Kepemimpina transformasional di Provinsi Jawa Timur berlangsung dengan baik dimulai dari adanya visi yang jelas mengenai apa yang ingin dicapai dan penjabaran pada misi, tujuan dan sasaran serta indicator untuk pengukurannya, Dalam meningkatkan kinerja pelayanan dan untuk meraih keberhasilan dalam kewenangan jabatan dengan peran pemimpin pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur terletak pada adanya hubungan kerja yang baik saling mengormati, komunikatif dan kooperatif, koloborasi dengan rekan kerja, bekerja sama dengan rekan kerja atau anggota tim, bertanggung jawab dengan serius dan menjalankan dengan penuh

dedikasi. Kewenangan jabatan mempengaruihi untuk memotivasi, menginspirasi dan membagun hubungan kerja, arahan yang jelas, petunjuk yang tepat dan tugas tugas dilaksanakan sesuai kebijakan dan prosedur yag berlaku serta wewenang dengan bijak dan bertanggung jawab untuk mencapai tujuan organisasi. 2. Pemasalah Pelayanan Proses dan sturktur system administrasi pelayanan pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu pelayanan terbaik. Standar pelayanan maksimal berkualitas cepat mudah terjangkau dan teratur setidaknya batas minimum komponen komponen pelayanan di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Timur sudah terstandarisasi. Pelayanan yang prima transparansi, akuntabel, kondisional dan partisipatif. Membuka peluang partisipasi masyarakat untuk pelayanan yang lokalitas namun dengan mutu global. Dengan adanya studi lapangan reformer melakukan Inovasi dan perbaikan terus menerus dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan public mengedepankan etika dan profesionalisme yang tinggi untuk selalu responsif, empati dan penegertian serta meningkatkan keterampilan dan kompetensi. komitemen untuk memenuhi kebutuhan dan harapan dalam upaya memberikan pelayanan yang memadai, ramah dan responsive. 3. Gagasan perubahan


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook