Di akhiratlah berlang- sung hari pembalasan atas semua perilaku manusia selama di dunia. Bagi yg tak cukup bekal mereka akan menyesal.
Disebutkan dalam QS Al-Fajr: 24
Mereka mengatakan: “Alangkah baiknya kira-nya aku dahulu menger-jakan (amal saleh) untuk hidupku ini.”
Cakupan amal sholih meliputi ibadah ritual semacam sholat, puasa, haji. Maupun amal sholih yg bersifat sosial, misalnya membantu pendidikan anak miskin yg sedang kesusahan,
membangun perpus- takaan utk masjid, memberi kesadaran kpd masyarakat ttg membuang sampah pada tempatnya, me- nanam pohon, dsb.
Bapa dan Ibu yang dimuliakan oleh Allah
3
Ringankan beban bawaan karena lereng bukit sulit dilalui.
Pesan intinya adalah untuk mengurangi beban duniawi yg bakal menghambat perjalanan akhirat. Jangan sampai fokus urusan dunia, sampai meninggalkan urusan akherat.
Nabi mendorong umatnya agar tak terlalu terpukau pd kehidupan dunia, karena semakin banyak semakin banyak pula beban yg bakal ditanggung.
Karena di akhirat adalah tempat menghisab segala yang dimiliki. Termasuk hal-hal yg bersangkut paut haqul adami, seperti hutang serta berbuat kesalahan terhadap orang lain yg belum termaafkan.
4
Ikhlaslah beramal karena Allah Maha Teliti
Akhlishil ‘amal, murnikanlah berbuat hanya untuk tujuan mencari ridha Allah. Ikhlas memang bukan menjadi rukun dari suatu amal.
Tapi ikhlas adalah “ruh” yg menentukan apakah suatu amal memiliki harga di sisi Allah SWT. Raga akan bermakna jika ada Ruh dalam raga tersebut.
Raga tanpa ruh merupakan raga yg mati. Demikian juga amal tanpa ada keikhlasan tidak ternilai.
Penutup
Bapa dan Ibu yang berbahagia
Demikian Mutiara Wasiat Rasulullah kepada Abu Dzar yg tidak lain juga untuk kita sebagai ummat Nabi Muhammad SAW.
Semoga kita senantasa dikaruniai kebaikan, kesehatan, kelancaran, dan keberkahan. Amal kita diterima dan dosa- dosa kita diampuni oleh Allah SWT.
Terima Kasih
Search