Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore EMPAT WASIAT NABI KEPADA ABU DZAR

EMPAT WASIAT NABI KEPADA ABU DZAR

Published by MUHITUL HIMAM, 2023-08-27 15:17:50

Description: EMPAT WASIAT NABI KEPADA ABU DZAR

Search

Read the Text Version

EMPAT WASIAT NABI KEPADA ABU DZAR Oleh: Muhitul Himam

Pengantar





Marilah kita bersyukur kepada Allah Rabbun Ghofur atas nikmat yang tiada terukur. Kalau kita bersyukur, insya Allah hidup kita akan subur makmur sepanjang umur.

Syukur yang bisa kita jadikan “bekal” untuk meningkatkan kadar ketaqwaan kita, karena taqwa merupakan unsur penentu keber- hasilan hidup didunia serta kebahagiaan kelak di akherat.

Semoga kita semua diberikan Hidayah untuk senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah. Aamiin ya Robbal ‘alamin.

Shalawat ma’a salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, serta kepada semua pengikut beliau sampai akhir zaman.

Semoga kita semua memperoleh syafaat kanjeng Rasul. Khususnya syafaatul udzma besok pada Yaumul Qiyamah. Aamiin Ya Robbal Aamiin

Pembahasan

Abu Dzar

Salah satu shahabat Rasul yg masyhur adalah Abu Dzar. Nama asli beliau adalah Jundub bin Junadah bin Sufyan Al Ghifari. Beliau berasal dari suku Ghifar.

Sebelum datangnya Islam suku Ghifar terkenal sebagai sarang penyamun, beringas, kejam, tak segan-segan untuk membunuh bila yg dirampok tidak dikawal dengan ketat.

Ghifar terletak di jazirah Arab pada jalur perlintasan perdagangan yang cukup ramai. Beliau dipanggil Abu Dzar, karena memiliki putra bernama “Dzar”.

Ketika pertama kali Abu Dzar mendengar kenabian Muhammad, ia mengirimkan saudaranya ke Makkah untuk memastikan berita itu. Saudaranya pulang membenarkan berita itu.

Akhirnya dia sendiri langsung pergi ke Makkah. Pertama ia menuju ka’bah. Waktu itu di sekitar ka’bah masih banyak patung sesembahan orang- orang Kafir Qurais.

Ketika hari sudah mulai gelap, Sayyidina Ali karromallahu wajhah melihat ada seorang musafir asing. Akhirnya Sayyidina Ali mengajak Abu Dzar ke rumah dan menjamunya.

Sayyidina Ali dan Abu Dzar belum komuniasi tentang tujuannya datang ke Makkah. Pada malam ketiga, akhirnya Abu Dzar mengutarakan maksudnya untuk ber- temu Nabi Muhammad.

Sayyidina Ali berkata: “Sungguh Nabi Muhammad utusan Allah”. Ikutilah aku besok, aku akan mengan- tarmu kepada beliau. Karena suasana perten- tangan masih panas.

Jika selama di perjalanan, berpapasan dg orang yg mencurigai perjalanan kita, aku akan berpura-pura membetulkan telompah. Hendaknya engkau terus berjalan, jangan menungguku

agar orang tersebut tidak mengetahui perjalanan kita. Akhirnya Abu Dzar diantar Sayyidina Ali sampai di tempat Nabi Muhammad SAW. Abu Dzar bertanya kepada nabi:

”Bacakanlah kepadaku syair gubahanmu?” “Ini bukan syair yg dapat digubah, tetapi Al-Quran al karim (yg mulia)” kata Rasulullah, kemudian membacakan wahyu Allah.

Mendengarnya bergetar- lah hati Abu Dzar dan ia masuk Islam. Setelah itu, ia mengajukan pertanyaan kapada nabi. “Wahai Rasulullah, apa yang sebaiknya aku kerjakan menurutmu?

\"Kembalilah kapada kaummu sampai ada perintahku nanti.\" jawab Rasulullah. Abu Dzar berkata: \"Demi Allah yg menguasai jiwaku, Aku takkan kembali sebelum meneriakkan syahadat

di depan Ka'bah. Sebelum pulang, ia pun menuju ka’bah dan menyerukan syahadat dengan suara yang lantang. Akibatnya ia dipukuli dan disiksa oleh orang-orang yang

sedang berkumpul di sana. Berkat pertolongan Abbas bin Abdul Muththolib (paman Nabi). Ia mengatakan: “Dia orang Ghifar” 3x.

Akhirnya Abu Dzar selamat. Dan orang- orang Quraisy membe- baskannya setelah mereka mengetahui bahwa orang yg dipukuli berasal dari suku Ghifar.

Singkat cerita sekemba- linya Abu Dzar ke suku Ghifar, akhirnya semua- nya masuk Islam. Tidak lain berkat perjuangan dakwah Abu Dzar. Ia termasuk shahabat yg awal memeluk Islam.

Bapak dan Ibu Rahimakumullah

Empat Wasiat Nabi kepada Abu Dzar

Suatu Ketika Rasulullah SAW berpesan kepada Abu Dzar al-Ghifari, Pesan Rasulullah dalam hadits disampaikan dalam makna tersirat atau makna tersebunyi.

Pesan Rasul dalam kata kiasan yg penuh dg makna. Nasihat itu sejatinya tak hanya ditujukan kepada Abu Dzar melainkan juga kepada ummat beliau sepanjang zaman.

Nasihat Rasulullah itu memuat empat hal yg harus diperhatikan ketika hidup di dunia, sekaligus jadi bekal di akhirat.

Marilah kita cermati wasiat Rasulullah tsb: Hai Abu Dzar

1

Perbaharuilah kapalmu karena laut itu dalam

Perbaharuailah kapalmu maksudnya tata niatmu (kuatkan niatmu) dalam amal ibadah.

Karena laut itu dalam artinya dalam mengarungi dunia itu penuh dengan cobaan dan tantangan yg dapat menenggelamkan keimanan dan taqwaan kita kpd Allah.

Menata niat menjadi hal yang penting. Terlebih dalam urusan beribadah. Sesungguhnya sahnya setiap amal perbuatan adalah dengan niat.

Setiap orang hanya memperoleh dari apa yang ia niatkan. Niat adalah pekerjaan hati. Dalam fiqih niat menjadi bagian dari rukun qolbi atau rukun hati.

Karena niat bersifat tersembunyi. Yang tahu adalah Allah dan dirinya sendiri. Itulah sebabnya ibadah sebagus apa pun apabila tak disertai dg niat yang baik maka akan menjadi sia-sia.

Tetapi perbuatan yg sekilas terlihat “remeh” dg niat yg tertata dan baik maka akan menjadi memiliki nilai. # Dlm kitab Ta’limul Muta’allim:



Banyak perbuatan yg tampak sebagai perbuatan duniawi, lantaran niat yg bagus berubah menjadi perbuatan ukhrawi



Banyak pula perbuatan yg terlihat sebagai perbuatan ukhrawi, bergeser menjadi perbuatan duniawi lantaran niat yg buruk.

2

Ambilah bekal yg cukup karena perjalanannya jauh

Perjalanan panjang itu maksudnya perjalanan akhirat yg penuh jerih payah melebihi perjalan dunia yg fana ini.

Karena perjalanan tsb adalah perjalanan akhirat, maka kita perlu memperkuat bekalnya akherat, yaitu bekal amal sholih (amal kebaikan)


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook