1 BUKU PANDUAN KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI PENGENDALIAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian 2022 BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
2 PANDUAN KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI PENGENDALIAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian 2022 Buku Panduan Komunikasi, Informasi dan Edukasi Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku ini diterbitkan oleh Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk kalangan terbatas yang dapat berfungsi sebagai acuan nasional dalam melakukan komunikasi, penyebaran informasi dan edukasi terkait pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
3 Penasihat: Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Penanggung Jawab: Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Pengarah: Koordinator Perencana Editor: Sub Koordinator Kerjasama dan Humas Penyusun: Staf Sub Kelompok Kerjasama dan Humas BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
4 Kata Pengantar Penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit hewan menular yang paling ditakuti oleh semua negara di dunia. Penyakit ini dapat menyebar dengan sangat cepat dan mampu melampaui batas negara serta dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat tinggi. Saat ini, kondisi PMK di dunia dan utamanya di kawasan Asia Tenggara masih tetap merupakan ancaman nyata. Perdagangan lintas batas yang semakin intensif dapat menjadi potensi masuknya penyakit hewan dari luar negeri, seperti PMK . Di Indonesia, PMK telah ditetapkan sebagai salah satu penyakit hewan menular strategis (PHMS) melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4026/Kpts/OT.140/4/2013. PMK juga termasuk PHMS yang bersifat eksotik yang berpotensi muncul dan menimbulkan kerugian ekonomi yang disebabkan adanya kematian ternak dan tingginya angka kesakitan, adanya hambatan perdagangan, terganggunya industri turisme, operasional pemberantasan penyakit, serta gangguan terhadap aspek sosial budaya dan keresahan masyarakat. PMK dinyatakan kembali mewabah di Indonesia sejak bulan Mei 2022 berdasarkan Surat Rekomendasi Pejabat Otoritas Veteriner Nasional Nomor: 07002/PK.300/F4/OS/2002 Tanggal 7 Mei 2022. Oleh karena itu untuk memitigasi risiko kesehatan hewan dan Iingkungan serta pengaruhnya pada aspek ekonomi, sosial, dan budaya yang disebabkan terjadinya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disease), maka perlu dilakukan Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Desease) termasuk melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi kepada masyarakat terkait Penyakit Mulut dan Kuku ini. Pemerintah telah membentuk Gugus Tugas (Task Force) Penanganan Penyakit Mulut Dan Kuku (Foot and Mouth Disease) melalui Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 405/KPTS/OT.050/M/05/2022. Adapun Bidang Sosial, Budaya, dan Kehumasan Gugus Tugas PMK mempunyai tugas untuk memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat dampak Penyakit Mulut dan Kuku serta penanganannya, melakukan koordinasi dengan lembaga keagamaan terkait pelaksanaan pemotongan hewan qurban; dan melaksanakan penugasan lain sesuai arahan pimpinan. Sehubungan dengan hal tersebut, dibuatlah sebuah buku panduan untuk melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi terkait Penyakit Mulut dan Kuku. Buku ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi pejabat di pusat maupun daerah atau stakeholder lainnya yang akan turut membantu pelaksanaan KIE pengendalian PMK ini. Buku ini juga berfungsi sebagai panduan dalam pemanfaatan bahan-bahan KIE dengan efektif untuk upaya penyadaran dan menanamkan nilai-nilai perubahan yang lebih responsive dikalangan peternak, pelaku usaha dan masyarakat secara umum. Kepada penyusun naskah dan semua pihak yang berperan dalam pembuatan buku panduan ini, disampaikan ucapan terima kasih atas upaya dan kerja kerasnya dalam melakukan penyusunan dan penyesuaian/penyempurnaan isi buku panduan ini. Semoga hal ini dapat mendukung upaya kita mewujudkan Indonesia bebas PMK. Jakarta, ………. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. Ir. Nasrullah, MSc BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
5 DAFTAR ISI Kata Pengantar 4 Daftar Isi 6 BAB 1 Pendahuluan 8 8 A. Pengantar 8 12 B. Pengertian 13 13 C. Kategori KIE 15 D. Tujuan KIE Pengendalian PMK 15 17 E. Khalayak Sasaran KIE Pengendalian PMK 17 17 BAB II. Penggunaan Materi KIE Untuk Pengendalian 17 PMK 18 A. Pesan Utama KIE 29 B. Menentukan Pilihan Media KIE yang Efektif 31 C. Langkah-Langkah Penyusunan Produk KIE D. Proses Pelaksanaan KIE E. Prinsip Pelaksanaan KIE F. Jenis-Jenis Kegiatan dan Media Yang Bisa Digunakan Untuk KIE Pengendalian PMK BAB III. Identifikasi Pesan, Khalayak Sasaran dan Media Yang Digunakan • Matriks Materi KIE Berdasarkan Substansi Teknis BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
6 • Matriks Materi KIE Berdasarkan Output/ Tujuan 43 45 BAB IV. Petunjuk Teknis Penggunaan Anggaran KIE 47 BAB V. Monitoring dan Evaluasi 48 Daftar Pustaka 49 Lampiran BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
7 BAB I Pendahuluan A.Pengantar Penyakit mulut dan kuku atau disingkat PMK merupakan penyakit hewan menular yang menyerang hewan berkuku belah baik hewan ternak maupun hewan liar seperti sapi, kerbau, domba, kambing, babi, rusa/kijang, onta dan gajah. Penyakit ini menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat tinggi. Di dunia internasional, penyakit PMK disebut Foot and Mouth Disease yang disingkat dengan FMD. Penyakit PMK atau FMD disebabkan oleh virus yang dinamai virus penyakit mulut dan kuku (virus PMK) atau Foot and Mouth Diseases Virus (FMDV). Virus ini masuk dalam famili Picornaviridae dan genus Aphtovirus (MacLachlan & Dubovi 2017). PMK dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat jika tidak ditangani dengan komprehensif. Oleh karena itu komunikasi, informasi dan edukasi harus gencar dilakukan agar masyarakat tidak salah persepsi atau menerima informasi yang tidak benar. Informasi yang tepat sangat dibutuhkan oleh para peternak dan pelaku usaha di bidang peternakan dan kesehatan hewan serta masyarakat umum. Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian membuat strategi komunikasi untuk PMK yang dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap SOS, temporary dan permanen. Masing-masing tahapan menyesuaikan dengan rencana aksi pengendalian PMK yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian. B. Pengertian 1. Komunikasi Komunikasi adalah penyampaian pesan secara langsung atau tidak langsung melalui saluran komunikasi kepada penerima pesan untuk mendapatkan tanggapan. Tanggapan (respon) diperoleh karena telah terjadi penyampaian pesan yang dimengerti oleh masing-masing pihak. Syarat komunikasi antara lain adalah adanya: i. Komunikator: seseorang yang sedang menyampaikan pesan. ii. Komunikan: seseorang yang menerima pesan tersebut. iii. Pesan: informasi yang disampaikan. iv. Media: sarana komunikasi. v. Adanya umpan balik/respon dari komunikan terhadap pesan yang telah ia terima. Macam-macam komunikasi dapat dibedakan menjadi: i. Komunikasi berdasarkan cara penyampaiannya terdiri dari dua yaitu komunikasi verbal dan komunikasi tertulis. ii. Komunikasi berdasarkan maksud. Contohnya seperti komunikasi pidato, pemberian saran atau trik, memberikan perintah, memberikan ceramah dan wawancara. BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
8 iii. Komunikasi berdasarkan ruang lingkup ada dua, yaitu komunikasi internal dan komunikasi eksternal iv. Komunikasi berdasarkan aliran informasi terdiri dari komunikasi satu arah, komunikasi dua arah, komunikasi ke atas, komunikasi ke bawah dan komunikasi ke samping Berdasarkan pengertian diatas, maka sesuatu dapat dikatakan sebagai komunikasi jika ada seseorang yang mengirimkan pesan kepada orang lain menggunakan media tertentu dan orang yang menerima kemudian memberikan umpan balik atau respon terhadap pesan yang diterimanya. 2. Informasi Secara etimologi, informasi berasal dari bahasa Perancis informacion yang memiliki arti konsep, ide, atau garis besar. Informasi sendiri merupakan kata benda yang berarti aktivitas dalam pengetahuan yang dikomunikasikan. Informasi sangat erat kaitannya dengan komunikasi. Informasi merupakan sesuatu yang tidak pernah berdiri sendiri. Informasi merupakan kunci atau peluru dalam proses komunikasi, dan juga sekaligus sebagai bahan mentah dari pendapat umum atau opini public (Unde, 2014:109) Kualitas sebuah informasi dapat dilihat dari ciri-ciri informasi yang bersifat terbaru, tepat waktu, relevan, konsisten dan penyajian informasi itu dalam bentuk yang sederhana. Informasi yang dibutuhkan dalam sebuah proses komunikasi tentunya berorientasi pada kebutuhan dengan penyajian yang up to date. Jika informasi itu tidak tepat waktu dalam artian sudah ‘basi’, maka keakuratan sebuah informasi menjadi berkurang Jenis-jenis Informasi Informasi dapat ditemukan dalam format dan bentuk yang bermacam-macam, baik di media cetak, media elektronik maupun media online. Sebuah data dapat dikatakan sebagai informasi ketika benar-benar berfungsi atau bisa benar-benar digunakan. Seperti dikutip dari Arkansas State University, ada beragam jenis informasi yang bisa kita temui, seperti informasi nyata, analisis, subjektif, dan objektif. Informasi nyata atau faktual adalah informasi yang hanya berhubungan dengan fakta. Biasanya, jenis informasi ini jarang memberikan latar belakang yang mendalam tentang suatu topik tertentu. Contoh informasi nyata atau faktual adalah rilis atau artikel di media cetak, media elektronik atau media online yang berisi informasi peristiwa yang up to date. Adapun informasi analisis ialah sebuah informasi yang biasanya dihasilkan peneliti dalam studi tertentu. Contoh informasi analisis dapat dilihat pada jurnal jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga akademis atau in dept report pada media. Sementara itu, informasi subjektif adalah informasi yang hanya dilihat dari satu sudut pandang. Biasanya, informasi ini berisi tentang pendapat atau argumentasi dari pihak tertentu. Contoh informasi subyektif adalah artikel opini pada media cetak atau online, sedangkan informasi objektif merupakan informasi yang dapat dipahami dari berbagai sudut pandang. Media diharapkan dapat memberikan informasi yang obyektif, meskipun pada kenyataannya sangat sulit untuk membuat informasi yang benar benar obyektif di media. Fungsi Informasi Informasi mempunyai beberapa fungsi yaitu: a. Sumber Pengetahuan BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
9 Informasi menyediakan peristiwa dan kondisi dalam masyarakat tertentu, menunjukkan hubungan kekuasaan, serta memudahkan berbagai macam inovasi. Dengan begitu, masyarakat umum bisa memperoleh informasi yang yang berkaitan dengan kebutuhan dan kepentingannya dan sebagai sumber pengetahuan baru. b. Sebagai Hiburan Media elektronik memiliki posisi paling tinggi dalam memberi hiburan dibandingkan dengan fungsi lainnya. Umumnya, masyarakat menggunakan televisi sebagai hiburan. Sedangkan, media cetak menempatkan informasi pada posisi teratas. Informasi hiburan biasanya muncul untuk pengalihan perhatian dan sebagai sarana relaksasi serta meredakan ketegangan sosial bagi masyarakat. Sementara itu, hiburan juga sebagai sarana untuk melepaskan beban atau permasalahan hidup bagi setiap individu. c. Fungsi Mempengaruhi Fungsi informasi berikutnya ialah untuk mempengaruhi khalayak. Banyak masyarakat yang terpengaruh oleh informasi yang diberikan media massa, baik artikel maupun iklan-iklan yang sering ditayangkan. Fungsi mempengaruhi ini dianggap paling penting dalam komunikasi massa. Di samping itu, fungsi mempengaruhi sendiri bisa muncul dari beragam bentuk, yakni memperkenalkan etika, menggerakkan seseorang, mengubah sikap, serta memperkuat sikap. Dengan begitu, informasi memiliki peran penting dalam mengubah keadaan suatu masyarakat. Jenis-Jenis Informasi Jenis-Jenis Informasi dapat dibedakan melalui berbagai hal antara lain: a. Berdasarkan persyaratan yang diperlukan, informasi dibagi menjadi; 1. Informasi yang terpercaya 2. Informasi yang tepat waktu 3. Informasi yang bernilai Dalam manajemen, suatu informasi harus dapat dipercaya. Tingkat kepercayaan informasi memberi dampak pada hasil keputusan yang diambil. Apabila informasi yang diterima oleh pengelola merupakan informasi yang benar maka keputusan yang diambil dapat tepat dan optimal. Tingkat kepercayaan informasi dapat didasarkan kepada sifat dari individu yang menjadi narasumber. Informasi yang terpercaya berasal dari individu yang memiliki sifat jujur dalam menyampaikan data. Informasi yang tepat waktu merupakan informasi yang telah tersedia ketika dibutuhkan. Tingkat ketepatan waktu bagi pengelola informasi dapat berbeda-beda. Perbedaan terletak dari tingkat kebutuhan pengelola informasi terhadap keberadaan informasi dalam tenggat waktu tertentu. Informasi yang bernilai ialah informasi yang berharga dan memberi manfaat dalam suatu pengambilan keputusan. Suatu keputusan yang berharga, yaitu keputusan yang diperoleh dari pilihan-pilihan yang memiliki risiko paling kecil. Manfaat bagi suatu pengambilan keputusan sangat ditentukan oleh nilai informasi. b. Berdasarkan dimensi waktu, informasi dibagi menjadi: 1. Informasi masa lalu; yaitu informasi yang membahas mengenai peristiwa yang telah berlalu. Penggunaan informasi masa lalu sangat jarang, tetapi tetap diperlukan sewaktu-waktu. Penyimpanan informasi masa lalu bersifat rapi dan teratur. BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
10 2. Informasi masa kini; yaitu informasi yang memiliki data bersifat aktual. Isi informasi berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada masa sekarang. c. Informasi berdasarkan sasaran pengguna dibagi menjadi: 1. Informasi individual; yaitu informasi yang digunakan oleh pembuat keputusan dan kebijakan. Selain itu, informasi individu juga ditujukan kepada seseorang yang diharapkan dapat memberi tanggapan terhadap informasi yang diperolehnya. 2. Informasi komunitas; yaitu informasi yang ditujukan kepada publik, organisasi, atau suatu kelompok tertentu di masyarakat. Sasaran pengguna informasi komunitas disesuaikan dengan tujuan dari penyampaian informasinya. Media yang digunakan untuk penyebaran informasi komunitas dapat berupa surat kabar, majalah, radio, televisi, poster, spanduk, leaflet, atau folder. d. Berdasarkan tujuan penggunaan, informasi dibagi menjadi: 1. Informasi pengumpulan data, merupakan informasi untuk menjawab pertanyaan melalui pengumpulan data. 2. Informasi pengarahan perhatian, merupakan informasi yang menyelesaikan perilaku menyimpang. 3. Informasi pemecahan masalah, merupakan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan atau kebijakan. Penggunaan informasi ini dilakukan pada pengambilan keputusan atau kebijakan yang belum pernah ada sebelumnya. 3. Edukasi Berdasarkan KBBI, pengertian edukasi adalah upaya mengubah sikap dan perilaku seseorang ataupun kelompok dalam bentuk pendewasaan melalui proses latihan maupun melalui proses pembelajaran. Edukasi memiliki beberapa tujuan, antara lain: 1. Meningkatkan kecerdasan. 2. Merubah kepribadian manusia suapaya memiliki akhlak yang terpuji. 3. Menjadikan mampu untuk mengontrol diri. 4. Meningkatkan keterampilan. 5. Bertambahnya kreativitas pada hal yang dipelajari. 6. Mendidik manusia menjadi lebih baik dalam bidang yang ditekuni. Ada tiga bentuk edukasi yaitu: 1. Edukasi Formal Sebuah kegiatan dikatakan sebagai edukasi formal ketika cara memperoleh edukasi tersebut disampaikan secara terstruktur. Salah satunya lewat pendidikan berjenjang dari Paud, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. 2. Edukasi Non-Formal Edukasi nonformal adalah edukasi yang dilakukan lewat jalur di luar pendidikan formal, namun tetap diperoleh secara terstruktur dan berjenjang. Edukasi non formal adalah edukasi yang memiliki kesetaraan dengan edukasi formal, asalkan sudah dilakukan penyetaraan oleh lembaga dan sudah terstandarisasi secara nasional. BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
11 Bentuk edukasi non formal di sini bisa berupa ekstrakurikuler, mengikuti organisasi, mengikuti pelatihan dan masih banyak lagi, dimana sifat dari edukasi nonformal jika ditekuni dan diseriusi mampu melahirkan keterampilan dasar. Jadi edukasi formal bertolak belakang dengan edukasi nonformal. Dimana jika edukasi nonformal output yang diperoleh bisa berbentuk keterampilan dan bakat. Maka pada edukasi formal lebih menonjolkan keunggulan secara kognitif dan akademik. 3. Edukasi Informal Edukasi informal adalah edukasi pendidikan yang dapat dipelajari di luar formal maupun informal. Edukasi informal adalah pendidikan yang diberikan keluarga ataupun orangtua kepada anak-anak mereka. Termasuk lingkungan tempat tinggal juga sebagai edukasi informal. Lebih jelas melihat perbedaannya lihat tabel dibawah ini : Pendidikan formal Pendidikan non-formal Pendidikan informal • Tempat pembelajaran di • Tempat pembelajarannya • Tempat pembelajaran gedung sekolah. bisa di luar gedung bisa di mana saja. • Ada persyaratan khusus • Kadang tidak ada • Tidak ada persyaratan untuk menjadi peserta didik. persyaratan khusus. • Tidak berjenjang • Kurikulumnya jelas. • Umumnya tidak memiliki jenjang yang jelas. • Tidak ada program yang • Materi pembelajaran bersifat direncanakan secara akademis. • Adanya program tertentu formal yang khusus hendak • Proses pendidikannya ditangani. • Tidak ada materi tertentu yang harus tersaji secara memakan waktu yang lama • Bersifat praktis dan khusus. formal. • Ada ujian formal • Pendidikannya berlangsung • Tidak ada ujian. singkat • Penyelenggara pendidikan • Tidak ada lembaga adalah pemerintah atau • Terkadang ada ujian sebagai penyelenggara. swasta. • Tenaga pengajar memiliki • Dapat dilakukan oleh klasifikasi tertentu. pemerintah atau swasta • Diselenggarakan dengan administrasi yang seragam Berdasarkan pengertian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan komunikasi harus terjadi secara dua arah (two ways communication). Adapun penyampaian informasi mayoritas dilakukan satu arah (one way communication), sedangkan edukasi adalah kegiatan komunikasi dan pemberian informasi yang dilakukan berulang ulang dengan tujuan untuk mengubah perilaku menjadi lebih baik. C.Kategori Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kegiatan KIE dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian : a) KIE individu : Suatu proses KIE yang timbul secara langsung antara petugas KIE dengan individu sasaran, misalnya KIE yang terjadi antara petugas dengan peternak, atau petugas dengan BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
12 konsumen dan lain lain. Media KIE yang digunakan bisa merupakan alat peraga, bahan bacaan, leaflet, brosur, poster atau merchandise tertentu. b) KIE kelompok : Suatu proses KIE yang timbul secara langsung antara petugas KIE dengan kelompok (2-15) orang, misalnya melalui diskusi kelompok (FGD). Media yang digunakan bisa berupa alat peraga, video, buku panduan, leaflet, brosur dan lain lain. c) KIE massa : Suatu proses KIE tentang sesuatu program yang dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat dalam jumlah besar. Penyampaian pesan kepada kelompok besar/ sebagian besar populasi bisa dilakukan dalam bentuk seminar, kempanye akbar, seruan moral/pernyataan sikap, dll. Media yang digunakan bisa melalui; stiker, poster, siaran radio, TV, surat kabar, leaflet/brosur, media sosial, dll Menurut media yang digunakan, kegiatan kie dapat diperinci sebagai berikut : 1. Radio 2. Televisi 3. Penerbitan/ Publikasi 4. Pers/ Surat Kabar 5. Film 6. Kegiatan Promosi 7. Pameran D.Tujuan KIE Pengendalian PMK Komunikasi yang dilakukan untuk pengendalian PMK minimal mempunyai tujuan untuk: 1. Mengklarifikasi suatu isu yang kurang tepat atau informasi yang negative terkait PMK 2. Mengumpulkan dukungan terhadap kegiatan kegiatan pengendalian PMK 3. Mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang untuk melakukan pengendalian PMK 4. Menambah Pengetahuan, mengubah sikap , kepercayaan, nilai-nilai dan perilaku individu atau kelompok. 5. Meletakan dasar bagi mekanisme sosio-kultural yang dapat menjamin berlangsungnya proses penerimaan masyarakat terhadap Langkah-langkah pengendalian PMK 6. KIE mendidik individu dan masyarakat serta meningkatkan keterampilan manyarakat dalam mengendalikan PMK E. Khalayak Sasaran KIE Pengendalian PMK Salah satu hal yang harus dilakukan agar KIE dapat berjalan dengan optimal adalah dengan menentukan khalayak sasaran KIE. Dengan menentukan khalayak sasaran yang tepat, maka tujuan KIE dapat tercapai dengan lebih mudah. Adalah beberapa khalayak sasaran untuk KIE Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku ini antara lain: 1. Pejabat yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan; terdiri dari Pejabat Instansi Pusat, Pejabat di Unit Pelaksana Teknis, dan Pejabat di Instansi Daerah 2. Petugas dan penyuluh pusat dan daerah 3. Peternak; pemilik ternak komersial dan pemilik ternak skala kecil BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
13 4. Pelaku usaha bidang peternakan dan kesehatan hewan, misalnya pelaku usaha perbibitan, pelaku usaha penggemukan ternak, pelaku usaha bidang obat hewan, pengusaha industri makanan dan lain-lain. 5. Komunitas/ Asosiasi Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan; misal pendukung kesejahteraan hewan, akademisi kedokteran hewan, dokter hewan swasta yang bekerja dengan produsen hewan besar 6. Konsumen 7. Akademisi 8. Masyarakat Umum BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
14 BAB II Penggunaan Materi KIE Untuk Pengendalian PMK A.Pesan Utama KIE Sejak awal PMK ditemukan Kembali di Indonesia, Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian telah membuat strategi komunikasi pengendalian wabah PMK yang meliputi tiga agenda atau tahap. Ketiga tahap tersebut adalah tahap SOS, tahap Temporary dan tahap Permanen. Tahapan ini bertujuan untuk mengontrol pemberitaan terkait PMK agar tidak menyimpang dan menimbulkan persepsi negative di masyarakat yang berakibat gagalnya usaha pengendalian PMK ini. 1. Tahap SOS Narasi utama dalam tahap ini adalah bahwa Kementan berada di Sisi Peternak, PMK tidak berbahaya bagi manusia, dan hadapi PMK dengan kebersamaan. Beberapa informasi yang disampaikan pada tahap SOS adalah: 1. Penetapan wabah oleh Menteri Pertanian 2. Stamping Out (potong paksa) ternak yang terkonfirmasi positif PMK 3. Penutupan (Lockdown) zona wabah pada tingkat Kecamatan/Kabupaten di setiap wilayah dengan radius 3-10 km dari wilayah terdampak PMK 4. Penutupan pengeluaran ternak dari zona merah ke zona kuning dan hijau, serta pembatasan pemasukan ternak pada zona kuning dan hijau 5. Pembentukan gugus tugas tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota 6. Sosialisasi dan edukasi masyarakat terkait SOP Pencegahan dan Pengendalian PMK 7. Penyiapan vaksin PMK secara darurat, obat-obatan, disinfektan, APD, handsprayer, dll 8. Pemberian multivitamin untuk penguat dan antibiotik untuk mencegah infeksi bakteri 9. Pembatasan, pengetatan, sampai penutupan lalulintas ternak, pasar hewan dan rumah potong hewan, serta masuknya ternak hidup di wilayah perbatasan negara yang belum bebas PMK 10. Penghentian sementara pelayanan inseminasi buatan dan pemeriksaan kebuntingan di daerah wabah PMK 11. Lalu lintas ternak antar provinsi yang diatur oleh pemerintah pusat, lalu lintas antar Kab/Kota diatur oleh Gubernur, dan lalu lintas antar Kecamatan diatur oleh Bupati/Walikota BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
15 2. Tahap Temporary Pada tahap temporary, beberapa informasi di tahap SOS dapat terus dilakukan ditambah dengan informasi terkait progress pengadaan vaksin nasional dan progress penanganan PMK di setiap daerah. Narasi Utama pada tahap ini antara lain adalah bahwa PMK dapat disembuhkan, Angka kematian rendah, PMK tidak mengganggu stok daging nasional, Idul Adha Aman. Beberapa informasi yang disampaikan antara lain: 1. Inventarisasi isu harian 2. Membuat executive summary 3. Menentukan unofficial spokes person (pengamat, ahli, tenaga kesehatan) untuk memperkuat pernyataan official spokes person 4. Stok daging untuk memenuhi kebutuhan nasional 5. Liputan khusus testimoni peternak yang hewan ternaknya telah sembuh, testimoni tenaga medis dilapangan bahwa PMK bisa disembuhkan 6. Pengaturan lalu lintas hewan ternak : karantina dan polri 7. Proses pembuatan vaksin pusvetma 8. Target vaksin PMK yang dibuat pusvetma 9. Press conference penemuan vaksin PMK dengan nama ??? Oleh pusvetma 10. Jaminan keamanan hewan kurban jelang Idul Adha 11. Angka kesembuhan meningkat, angka kematian rendah 12. Sinergi menjaga lalu lintas hewan ternak 13. Bantuan untuk peternak terus berjalan 14. Proses pembuatan vaksin 15. Penetapan vaksin PMK yang ditemukan pusvetma 16. Penerapan biosekuriti 3. Tahap Permanen Pada tahap permanen, informasi yang disampaikan adalah terkait penggunaan vaksin nasional, kegiatan vaksinasi massal dan kegiatan surveillans secara rutin. Narasi Utama yang disampaikan antara lain tentang Vaksin ditemukan dan siap didistribusikan, Penanganan PMK di Indonesia berjalan baik, dan targetnya adalah Indonesia bebas PMK. Adapun beberapa informasi untuk KIE antara lain: 1. Inventarisasi Isu Harian 2. Membuat Executive Summary 3. Membuat acara penyuntikan vaksin pmk pertama di daerah terdampak pertama PMK di jawa timur dan pelepasan vaksin untuk didistribusikan ke seluruh wilayah terdampak 4. Menentukan unofficial spokes person (pengamat, ahli, tenaga kesehatan) untuk Memperkuat Pernyataan Official Spokes Person Terkait Penanganan PMK di Indonesia yang berjalan sangat baik BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
16 5. Maksimalkan media nasional dan internasional 6. Indonesia mampu meraih kembali predikat bebas PMK B.Menentukan Pilihan Media KIE Yang Efektif Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memilih media KIE yang efektif antara lain: 1. Melakukan Identifikasi terkait isu yang sedang dikembangkan/ topik KIE yang ingin disampaikan 2. Memetakan segmentasi terhadap kelompok-kelompok yang ada di masyarakat/ khalayak sasaran 3. Menentukan kelompok sasaran yang menjadi target kerja atau kempanye 4. Melakukan penelitian untuk mengetahui media yang cocok untuk khalayak sasaran tersebut 5. Membuat strategi dan pesan yang akan dikemas sesuai dengan media KIE yang dipilih 6. Monitoring dan evaluasi, memastikan bahwa bahan KIE yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sasaran, bermanfaat serta sejauh mana berdampak pada perubahan perilaku dalam masyarakat sasaran C.Langkah-Langkah Penyusunan Produk KIE 1. Mempertajam analisa sasaran, difokuskan pada sasaran yang akan mendapatkan informasi (apakah kelompok peternak, asosiasi, akademisi, masyarakat, atau aparat desa, dll) 2. Penetapan Strategi, cara yang tepat dalam penyampaian pesan 3. Memperbesar arus komunikasi, mengefektifkan semua jenis media KIE untuk memperbesar arus komunikasi ke semua pihak 4. Penyusunan Isi Pesan, menyusun materi dan isi terkait pesan yang akan disampaikan 5. Desain Media, merancang media yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sasaran dengan memilih penentuan gambar, cover serta memperhatikan estetika yang bisa menarik perhatian masyarakat 6. Pelaksanaan KIE, KIE yang sudah disusun dan didesain dengan tepat didistribusikan ke kelompok masyarakat sasaran. 7. Evaluasi, melihat/mengamati, menilai kembali bahan KIE yang sudah dihasilkan dan yang sudah didistribusikan. Sejauh mana memberi manfaat bagi masyarakat serta berdampak pada perubahan sikap dan perilaku pada masyarakat. D.Proses Pelaksanaan KIE 1. Mempersiapkan pesan, informasi yang disampaikan 2. Menentukan dan mempersiapkan saluran, sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan KIE 3. Menentukan siapa penerima, audiens atau kelompok masyarakat yang mendapatkan informasi 4. Meminimalisie gangguan, hambatan dalam penyampaian informasi/pesan BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
17 5. Menentukan pengirim atau pihak yang memberikan informasi/komunikator 6. Menghimpun / mengumpulkan Umpan Balik, ada respon atau tanggapan balik dari masyarakat tentang informasi yang disampaikan. E. Prinsip Pelaksanaan Prinsip yang harus dipilih dalam penggunaan/pelaksanaan KIE adalah : 1. JELAS, menggunakan alat peraga yang menarik perhatian dan atau mengambil contoh dari kehidupan sehari-hari 2. LENGKAP, informasinya lengkap dan utuh, menyesuaikan materi KIE dengan latar belakang kelompok sasaran 3. SINGKAT/SEDERHANA,memberikan penjelasan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami 4. BENAR/TEPAT ; memahami, menghargai dan menerima kedaan kelompok sasaran (status pendidikan, sosial ekonomi dan situasi emosional) sebagaimana adanya 5. SOPAN ; memperlakukan kelompok sasaran dengan sopan, baik dan ramah F. Jenis-Jenis Kegiatan dan Media Yang Bisa Digunakan Untuk KIE Pengendalian PMK 1. Advokasi Menurut Teori Johns Hopkins, advokasi ini menjelaskan usaha untuk memengaruhi kebijakan publik melalui berbagai macam bentuk komunikasi persuasif yang bertujuan untuk mengendalikan perilaku individu, masyarakat, dan lembaga. Advokasi melibatkan komunikasi publik untuk mendukung tujuan tertentu. Proses tersebut melibatkan berbagai khalayak, komunitas, dan juga pembuat kebijakan (pemerintah) untuk mendapatkan suatu dukungan sosial. Advokasi dapat dilakukan menggunakan komunikasi interpersonal (antara dua orang) atau komunikasi kelompok. Advokasi dapat dilakukan oleh pejabat dari pusat kepada pejabat di daerah, atau petugas kesehatan hewan di daerah kepada peternak, kepala desa, pemuka agama, tetua adat atau kelompoknya. Media pendukung yang dapat digunakan adalah buku saku, leaflet, poster, tayangan, atau merchandise tertentu dengan pesan tentang pengendalian PMK. Sebelum melakukan advokasi, sebaiknya petugas yang akan melakukan advokasi melakukan analisis dan melengkapi diri dengan ketersediaan informasi yang akurat, pemahaman mendalam mengenai permasalahan yang ada, termasuk pemahaman seputar khalayak sasaran, kebijakan kebijakan yang selama ini dianut, organisasi pendukung serta jalur jalur pembuat keputusan. Selain itu, diperlukan strategi dengan memposisikan issue/ topik yang ditawarkan kepada pengambil keputusan sebagai sesuatu yang unik dan menguntungkan. 2. Kegiatan Seminar/ Sosialisasi/ Bimbingan Teknis BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
18 Kegiatan KIE untuk pengendalian PMK juga dapat dilakukan melalui seminar, sosialisasi atau bimbingan teknis. Komunikasi yang dilakukan biasanya menggunakan komunikasi kelompok atau komunikasi massa, tergantung jumlah khalayak sasarannya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), seminar adalah pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah di bawah pimpinan ahli (Guru Besar, Pakar, dan sebagainya). Definisi yang lebih umum dari seminar adalah sebuah bentuk pengajaran yang diberikan secara khusus untuk membahas suatu topik tertentu yang mana pelaksanaannya bisa dilakukan oleh sebuah lembaga profesional ataupun oleh organisasi komersil lainnya. Adapun definisi sosialisasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah upaya memasyarakatkan sesuatu sehingga menjadi dikenal, dipahami, dihayati oleh masyarakat. Bimbingan Teknis adalah suatu kegiatan yang dimaksudkan untuk memberikan bantuan yang biasanya berupa tuntunan dan nasehat untuk menyelesaikan persoalan/masalah yang bersifat teknis. Bimbingan Teknis merupakan kegiatan pelatihan dan pengembangan pengetahuan serta kemampuan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh setiap individu maupun institusi tertentu. Sehingga dengan mengikuti Bimbingan Teknis diharapkan setiap individu maupun institusi tertentu, baik swasta maupun lembaga pemerintahan, dapat mengambil sebuah manfaat dengan berorientasi pada kinerja. Kegiatan Sosialisasi, Seminar, dan Bimtek dapat dilakukan oleh Dinas di daerah, UPD maupun pemerintah pusat. Sosialisasi, Seminar, dan Bimtek juga dapat dilakukan dengan menggandeng stakeholder lain seperti kementerian lain, organisasi internasional (FAO), Lembaga Swadaya Masyarakat dan lain-lain. 3. Buku Buku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Balai Pustaka adalah lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong. Sedangkan menurut Oxford Dictionary, buku adalah hasil karya yang ditulis atau dicetak dengan halaman-halaman yang dijilid pada satu sisi atau hasil karya yang ditujukan untuk penerbitan. Seiring dengan perkembangan dalam bidang dunia informatika, kini dikenal pula istilah e-book atau buku- e (buku elektronik), yang mengandalkan perangkat seperti komputer meja, komputer jinjing, komputer tablet, telepon seluler dan lainnya, serta menggunakan perangkat lunak tertentu untuk membacanya. Penggunaan buku sebagai salah satu media KIE dapat digunakan untuk memberikan informasi terkait peraturan atau panduan yang diperlukan oleh petugas di lapangan. Buku-buku peraturan dan panduan mengenai Penyakit Mulut dan Kuku dapat dikeluarkan oleh pihak berwenang dan ditujukan untuk sasaran yang lebih spesifik. 4. Poster Poster adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar atau kecil. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin. Karena itu poster biasanya dibuat dengan warna- warna kontras dan kuat (Wikipedia). Kelebihannya : 1. Dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman masyarakat terhadap pesan yang disajikan 2. Dapat dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik perhatian masyarakat BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
19 3. Bentuknnya sederhana tanpa memerlukan peralatan khusus dan mudah penempatannya 4. Permbuatannya mudah dan harganya murah Kelemahan Poster : 1. Membutuhkan ketrampilan khusus dalam pembuatannya 2. Penyajian pesan hanya berupa unsur visual Penggunaan poster dalam pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ini dapat dilakukan sebagai bagian dari kegiatan kampanye yang bertujuan untuk menginformasikan langkah-langkah yang harus dilakukan, memotivasi masyarakat, ajakan untuk melakukan sesuatu yang positif dan penanaman nilai sosial budaya untuk penanganan wabah dan semacamnya. 5. Sticker Stiker adalah jenis label: selembar kertas cetak, plastik, vinil, atau bahan lain dengan perekat peka tekanan di satu sisi (Wikipedia). Sticker dapat digunakan sebagai label kegiatan, promosi kegiatan, promosi slogan atau sebagai media informasi kepada masyarakat. Bentuk sticker dapat bermacam- macam sesuai kreatifitas yang bisa menarik perhatian khalayak sasaran. Sticker juga dapat digunakan untuk menandai area tertentu yang memerlukan perlakukan khusus, seperti penggunaan sticker untuk menandai zonasi seperti pembagian wilayah zona merah, zona kuning atau zona hijau pada pengendalian PMK. Sticker juga dapat digunakan sebagai media iklan luar ruang dengan cara menempelkannya pada kendaraan umum seperti bis, angkot, taksi, kereta, mobil dinas dan sebagainya. Terdapat empat model stiker iklan yang biasanya terpasang di badan mobil, yaitu partial (hanya sebagian), side (sisi pintu), full body (seluruh badan mobil), dan rear windshield (kaca belakang). Sticker semacam ini juga efektif untuk melakukan KIE terkait pengendalian PMK jika ditempelkan pada kendaraan pengangkut ternak dan kendaraan umum di daerah pedesaan. 6. Brosur Brosur pada umumnya didesain dalam ukuran kertas yang standar dan dapat dilipat, baik dilipat bagi dua atau dibagi tiga. Kelebihan : 1. Dapat didistribusikan dengan lebih luwes dibandingkan poster 2. Dapat digunakan untuk mempromosi tempat, program dan aktifitas-aktifitas social 3. Cocok di daerah yang menjadi target kempanye 4. Sifatnya sangat informatif Kelemahan : Karena sifatnya untuk promosi langsung kepada masyarakat, maka jangkauannya tidak luas kecuali dicetak dalam jumlah yang sangat banyak. 7. Leaflet BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
20 Leaflet memiiki ukuran yang lebih kecil daripada brosur akan tetapi memiliki desain yang lebih rumit dan berwarna. Leaflet pada umumnya dibaca dengan cepat. Sekilas leaflet memiliki fungsi dan definsi yang sama dengan selebaran. Leaflet didesain lebih rumit dan memiliki susunan yang teratur. Informasi yang ditawarkan lebih detil. Tujuannya adalah sebagai bahan follow up ketika seorang petugas menyampaikan informasi tentang pengendalian PMK. Kelebihan Leaflet : 1. Dapat dikatakan dengan ringkas dan simple 2. Dapat didistribusikan dalam berbagai kesempatan 3. Karena desainnya simple, masyarakat atau pengguna tidak membutuhkan banyak waktu untuk membacanya Kekurangan: 1. Informasi yang disajikan sifatnya terbatas dan lebih spesifik 2. Tidak menuangkan banyak tulisan 3. Hanya memuat sedikit gambar pendukung 8. Banner Banner adalah media informasi yang hampir sama persis dengan spanduk. Yaitu rentangan yang berisi slogan, propaganda, atau berita yang perlu diketahui oleh masyarakat umum. Perbedaan antara spanduk dan banner hanya ada pada bahan pembuatan dan cara mencetaknya saja, untuk spanduk terbuat dari bahan kain dengan cara disablon dan untuk banner terbuat dari bahan banner dengan cara di print (cetak), sehingga tampilan banner biasanya lebih halus dan lebih bagus dibandingkan dengan spanduk. 9. Spanduk Spanduk adalah media promosi luar ruangan yang terbuat dari kain berdimensi landscape dan pemasangannya ditumpangkan dengan tali pada bangunan atau konstruksi lain yang telah ada. Perbedaannya adalah bahwa spanduk tidak melibatkan pembuatan konstruksi sama sekali baik permanen atau semi permanen. Spanduk juga banyak digunakan sebagai media pemberitahuan, pengumuman lokal untuk kawasan tertentu seperti RT atau RW hingga kata sambutan untuk menyambut tamu penting. 10.Billboard Billboard adalah media informasi yang hampir mirip dengan baliho, yang dipasang dengan ukuran yang sangat besar dan dipasang ditempat-tempat umum. Billboard merupakan media iklan luar ruang (outdoor advertising) yang paling banyak digunakan. Reklame jenis Billboard bentuknya seperti poster berukuran besar yang sering diletakkkan tinggi di tempat yang ramai dilewati orang. Seiring dengan kemajuan teknologi maka desain billboard mengalami banyak perubahan untuk menjaga fungsinya sebagai marketing tool. Apabila dulu hanya memakai media cetak kini telah berubah menjadi desain multimedia seperti video dan animasi. Bahkan dengan semakin banyak perusahaan advertising melakukan transformasi digital maka penggantian materi iklan yang ditayangkan pada billboard digital sudah dapat dilakukan secara online. BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
21 11. Baliho Khusus di Indonesia selain media outdoor billboard pada dunia advertising dikenal juga istilah baliho. Kata baliho ini berasal dari bahasa arab yang artinya menyampaikan. Baliho juga dikenal sebagai media informasi atau publikasi yang berlebih-lebihan ukurannya agar menarik perhatian masyarakat (biasanya dengan gambar yang besar di tempat-tempat ramai). Persamaan dari billboard, baliho dan spanduk adalah dari segi tujuan dan fungsinya yaitu sebagai bagian dari marketing tool atau sarana promosi untuk menyampaikan pemberitahuan, informasi, pesan promosi, iklan dan reklame hingga tentang kegiatan event atau acara kepada masyarakat luas. Perbedaan utamanya terletak pada permanen atau tidaknya konstruksi tempat bedirinya. Bila konstruksinya bersifat semi permanen atau sementara tetapi tidak mobile maka billboard disebut baliho. Baliho karena sifatnya yang semi permanen maka bahan yang digunakan juga ikut menyesuaikan seperti kayu, bambu dan kain sablon. 12. TV Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata televisi merupakan gabungan dari kata tele (jauh) dari bahasa Yunani dan visio (penglihatan) dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan. Sebagai media informasi televisi memiliki kekuatan yang ampuh untuk menyampaikan pesan karena media ini dapat menghadirkan pengalaman yang seolah-olah di alami sendiri dengan jangkauan yang luas dalam waktu yang bersamaan. Dalam media massa televisi, penyampaian isi pesan seolah-olah langsung antara komunikator dengan komunikan sehingga informasi atau pesan yang disampaikan oleh televisi tersebut akan mudah di mengerti oleh khalayak karena jelas terdengar secara audio dan terlihat secara visual. Sebagai media audio visual, media televisi bisa digunakan sebagai media KIE untuk memberikan informasi terkait pengendalian PMK. Meskipun demikian, ada kelebihan dan kekurangan dari televisi yang harus diperhatikan. Adapun kelebihan dari televisi adalah: 1. Lebih Menarik Perhatian Sebuah televisi yang memadukan audio dan video meningkatkan presentasi. Akibatnya, dapat disimpulkan bahwa orang lebih tertarik pada televisi ini daripada bentuk media informasi lainnya. 2. Media Informasi yang Praktis Televisi, selain sebagai media hiburan, kini mengalami sejumlah kemajuan, dengan perannya yang semakin beragam. Dari media periklanan hingga distribusi informasi, semuanya menjadi lebih mudah. Akan lebih mudah bagi individu untuk memahami apa yang ingin mereka ungkapkan dengan menggunakan informasi yang disampaikan melalui televisi ini. Menurut penelitian, individu menerima informasi melalui penggunaan indera mereka. Indera penglihatan adalah salah satu yang paling kuat. 3. Bersifat Langsung (Live) dan Up to date BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
22 Dengan media televisi ini, kita dapat memperoleh informasi, khususnya berita, dari dalam dan luar negeri secara real time (live). Item seperti ini akan membantu kita mengikuti berita atau informasi terbaru dari manapun. Sebagai hasilnya, pemahaman dan keahlian kita akan berkembang. Kita juga dapat merekam tayangan di televisi untuk kita tonton kemudian. Perkembangan teknologi digital juga memungkinkan kita untuk melihat tayangan ulang siaran di televisi karena stasiun televisi akan menayangkan ulang secara berkala atau menyimpan siarannya di media social untuk dapat ditonton berkali-kali. 4. Jenis Tayangan yang Beragam Televisi dapat menyajikan kepada pemirsa berbagai tayangan untuk dipilih. Musik, film, bahkan berita dan informasi lainnya dapat diakses dengan menonton televisi ini. Cukup dengan duduk, kita bisa mendapatkan semua informasi yang kita inginkan dan dapat disesuaikan dengan preferensi masing- masing individu. 5. Bersifat Non Stop Waktu istirahat setiap orang mungkin berbeda dan sudah ditentukan masing-masing. Namun, karena berbagai faktor seperti tanggung jawab pekerjaan dan lainnya, pola sisanya mungkin terbalik. Akibatnya, ketika beberapa individu tidur, yang lain tetap terjaga dan membutuhkan televisi sebagai “pendamping”, dan tentu saja tidak ada alasan untuk khawatir karena pada umumnya televisi ini nonstop, dengan acara yang tayang setiap jam. Kekurangan Televisi Selalu ada negatif di mana ada positif. Termasuk juga televisi, yang dapat menghasilkan kerugian tanpa kita sadari. Kekurangan televisi tersebut antara lain: 1. Segmen Luas; Ada beberapa jenis program televisi. Beberapa ditujukan untuk anak-anak, remaja, dan orang tua. Di sinilah masalah muncul ketika tayangan semacam ini ditampilkan secara acak. Akibatnya, tidak jarang anak muda menonton acara televisi yang tidak sesuai dengan usianya. Akibatnya, situasi seperti ini harus dihindari. 2. Komunikasi Satu Arah; Televisi, seperti radio, hanya memungkinkan komunikasi satu arah. Ini menyiratkan bahwa publik hanya dapat mendengarkan apa yang dikatakan media di televisi dan tidak dapat menanggapinya secara langsung. 3. Jaringan Penyebaran; Tidak semua stasiun televisi di Indonesia dapat menjangkau semua daerah, terutama tempat-tempat yang jauh dan terpencil. Hal inilah yang menyebabkan informasi tersebar tidak merata dan menjadi salah satu kelebihan dan kekurangan televisi yang terus dikeluhkan masyarakat. Orang-orang di kota-kota besar sadar akan masalah penjangkauan. Beberapa saluran televisi, terutama yang baru, tidak ditangkap oleh antena. Akibatnya, program tersebut tidak stabil atau mudah hilang di tengah-tengahnya. BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
23 4. Bergantung dengan Listrik; Jika listrik padam, televisi juga padam, dan penonton kehilangan informasi dari acara yang mereka tonton. Generator dapat membantu dalam hal ini, tetapi tidak semua orang memilikinya, dan penggunaannya juga dibatasi. 5. Tidak Dapat Mencari Informasi Sesuai Waktu yang Diinginkan; Apa yang telah lewat tidak dapat diulang (kecuali menunggu waktu tayang) dan tidak dapat mencari informasi berdasarkan waktu yang diinginkan Selain televisi nasional, ada juga televisi local yang menjangkau khalayak di daerah tertentu. Stasiun televisi local ini banyak menayangkan program program lokal dengan bahasa daerah masing-masing sehingga terkesan lebih dekat dengan audiens. Strategi KIE menggunakan saluran dari stasiun televisi lokal terkadang lebih efektif untuk menjangkau khalayak peternak di daerah-daerah terpencil. Minimnya jaringan internet di wilayah wilayah tertentu membuat televisi masih menjadi media populer yang ditonton oleh masyarakat. Televisi juga mempunyai kekuatan KIE yang besar karena dapat berfungsi sebagai media komunikasi, penyampaian informasi dan juga edukasi. Program Talkshow ditelevisi atau wawancara dengan narasumber di televisi dapat menjadi media komunikasi untuk mengklarifikasi satu isu tertentu. Selain itu televisi juga dapat menjadi media penyampai informasi, dan biasanya hal itu dilakukan melalui skema Kerjasama dengan media seperti halnya jika kita ingin menayangkan iklan layanan masyarakat sebagai sarana edukasi terkait pengendalian PMK. 13. Radio Dilansir dari buku Broadcast Journalism Panduan menjadi Penyiar, Reporter& Script Writer (2010) karya Asep Syamsul M. Romli, radio disebut sebagai kekuatan kelima atau the fifth estate setelah Lembaga eksekutif (pemerintah), legislative (parlemen), yudikatif (peradilan), dan pers. Hal ini dikarenakan radio memiliki kekuatan langsung, tidak mengenal jarak dan rintangan, juga memiliki daya tarik tersendiri seperti suara, musik dan efek. Ciri khas audio adalah bersifat auditif, yakni dikonsumsi oleh telinga atau pendengaran. Selain itu radio juga memiliki karakteristik, kelebihan dan kekurangan. Radio memiliki karakteristik yang membuatnya berbeda dengan media massa lainnya. Karakteristik tersebut adalah: a. Auditori; Radio adalah suara untuk didengar dan tidak dapat diulang b. Theatre of Mind; siaran radio menggunakan kekuatan kata dan suara untuk menciptakan imajinasi c. Transmisi; pesan yang disebarluaskan kepada pendengar dilakukan melalui pemancar atau transmisi d. Identik dengan musik; Radio menyuguhkan berbagai lagu sebagai hiburan bagi pendengar Radio memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut: a. Sederhana; pengelola maupun pendengar radio tidak rumit dan tidak memiliki banyak Pernik b. Cepat dan langsung; radio merupakan media massa yang bisa lebih cepat disbanding televisi maupun surat kabar, tanpa melalui proses yang rumit sehingga proses penyampaian pesannya tidak membutuhkan waktu yang banyak seperti televisi atau media cetak c. Murah; Pendengar tidak dipungut biaya sepeserpun untuk mendengarkan radio d. Tanpa batas; Siaran radio menembus batas geografis, demografis, suku, ras, hingga kelas sosial untuk menyampaikan pesan dan menghibur pendengarnya BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
24 e. Suara penyiar seakan akan hadir di dekat pendengar, pembicaraannya pun kerap kali langsung menyentuh aspek pribadi Selain kelebihan yang telah disebutkan, radio juga memiliki kelemahan, yakni: a. Selintas; Pendengar tidak bisa mengulang pesan yang disampaikan melalui radio b. Sajian informasi radio bersifat tidak detail, misalnya angka yang disebutkan pada siaran radio selalu dibulatkan c. Beralur linier; program yang disajikan dalam radio diurutkan untuk dinikmati pendengar d. Mengandung gangguan; siaran radio kerap kali mengandung gangguan teknis seperti channel noise factor dan tenggelam atau fading Untuk menjangkau audiens yang lebih luas, stasiun radio membuat siaran radio berjaringan. Jaringan radio adalah radio yang memiliki stasiun transmisi di beberapa daerah sekaligus dengan tujuan untuk menjangkau pendengarnya dalam cakupan siar yang luas. Program siaran radio dengan system berjaringan ini bervariasi di tiap tempatnya agar dapat sesuai dengan segmentasi khalayak yang di masing-masing tempat berbeda karakteristiknya baik secara demografi, geografi atau psikografi. Sistem radio berjaringan pada awalnya diterapkan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) saja. RRI hingga saat ini memiliki 90 stasiun penyiaran dan 1 stasiun khusus penyiaran ke luar negeri (Voice of Indonesia). Beberapa radio jaringan di Indonesia saat ini antara lain adalah Elshinta, BBC World Service, KBR, Radio Rodja, Sonora FM, Smart FM, MNC Trijaya, RDI, dan I-Radio. Penggunaan Radio sebagai salah satu media KIE masih efektif untuk menjangkau khalayak sasaran di pelosok daerah. Sistem radio berjaringan ini juga dapat menghemat biaya dan usaha yang harus dikeluarkan untuk melakukan KIE menggunakan media televisi. 14. Surat kabar Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), surat kabar atau koran ini memiliki makna lembaran- lembaran kertas bertuliskan kabar (berita) dan sebagainya, terbagi dalam kolom-kolom (biasanya 8-9 kolom) yang terbit setiap hari atau secara periodik.. Fungsi surat kabar adalah: a. Mengabarkan informasi pada public b. Mendidik pembaca c. Hiburan bagi pembacanya d. Mempengaruhi pembacanya Kelebihan Surat Kabar: 1. Segmentasi pembacanya jelas dan memiliki harga yang lebih terjangkau 2. Fleksibel (mudah dibawa dan disesuaikan dengan mobilitas masyarakat 3. Informasi yang dimuat dalam surat kabar bisa dibaca berulang kali dan semakin lama terbitannya bisa dijadikan sumber data informasi yang berguna untuk penelitian social dan sejarah 4. Penyajian tulisannya dapat dibuat lebih detail dan mendalam Kekurangan surat kabar: BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
25 1. Bahan baku yang digunakan untuk pembuatannya tidak tahan lama dan akan rusak jika terkena air 2. Kurang aktual jika dibandingkan dengan media elektronik yang pergerakan informasinya sangat cepat. 3. Kolom atau rubriknya terbatas 4. Butuh waktu cukup lama untuk proses penerbitan atau pencetakkannya. Surat kabar tentu saja memiliki perbedaan dengan media massa cetak lain seperti buku dan majalah. Aspek utama yang menjadi pembeda adalah bentuk dan kertas yang digunakan. Dalam sebuah surat kabar memiliki bentuk ukuran yang besar dan dapat dilipat supaya mudah dibawa kemana-mana. Selain itu, ada beberapa aspek lain yang menjadi pembeda, di antaranya pada pengikatan, regularitas isi, dan ketepatan waktu. Dalam sebuah surat kabar, biasanya kertas-kertasnya tidak direkatkan satu sama lain, sehingga jelas berbeda dengan buku dan majalah. Kertas-kertas dalam surat kabar tidak direkatkan supaya pembacanya merasa mudah untuk melihat topik-topik berita yang termuat di dalamnya dan dapat dilipat. Lalu, pada aspek regularitas, sebuah surat kabar biasanya membahas isu-isu yang terjadi dalam masyarakat. Mulai dari isu sosial, ekonomi, budaya, agama, dan lain-lain. Sementara itu, pada sebuah buku biasanya hanya membahas satu isu saja dan pada sebuah majalah setidaknya membahas kurang lebih empat isu. Selanjutnya, pada aspek ketepatan waktu. Pada sebuah surat kabar biasanya lebih mengutamakan ketepatan waktu untuk terbit, sementara buku tidak. Surat kabar bisa digunakan sebagai media KIE ketika kita bisa memanfaatkan ruang/space tertentu dan pada waktu tertentu untuk menginformasikan isu- isu PMK. Surat kabar juga sering memuat berita berita kegiatan atau press release yang disampaikan oleh instansi. Saat ini keberadaan surat kabar mulai digantikan oleh media online seperti situs berita yang mempunyai kecepatan lebih tinggi. Akan tetapi untuk wilayah-wilayah tertentu diluar kota, surat kabar masih menjadi media yang dicari oleh masyarakat dan menjadi salah satu sumber informasi yang penting di masyarakat. 15. Media Online Dilansir dari akudigital.com, disebutkan bahwa Media Online adalah sebuah sarana untuk berkomunikasi secara online melalui website dan aplikasi yang hanya bisa diakses dengan internet. Berisikan teks, suara, foto dan video. Pengertian media online secara umum mencakupi semua jenis situs website dan aplikasi, termasuk situs berita, situs perusahaan, situs lembaga/instansi, blog, forum komunitas, media social, situs jualan (e- commerce/online store) dan aplikasi chattingan Ciri-ciri Media Online 1. Kecepatan Informasi Peristiwa / kejadian yang terjadi dilapangan dapat di upload secara langsung dalam hitungan menit atau detik. Dengan demikian mempercepat distribusi informasi ke media, dengan jangkauan global via jaringan internet, dan dalam waktu beriringan 2. Informasi Bisa Di-Update Updating informasi bisa dikerjakan dengan gampang serta cepat, baik berupa perbaikan isi, data dan tata bahasa, ataupun berupa perkembangan tebaru sebuah isu atau momen. Ketika ada update BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
26 informasi terkait informasi lama, maka bisa dilakukan perubahan. Proses pembaruan/ update ini bisa dikerjakan secara realtime. 3. Berinteraksi dengan audience Salah satu kelebihan media online adalah ada nya fungsi interaktif. Berbagai fitur media online seperti email, chat, games online, dan survey. Audience bahkan bisa memberi tahu keluhan, anjuran, tanggapan ke bagian redaksi dan segera bisa dibalas. 4. Personalisasi Pengguna atau pembaca bisa memutuskan informasi mana yang diperlukan. Media online memberikan kesempatan kepada tiap-tiap pembaca cuman mengambil informasi yang relevan bagi dirinya, dan menghapus informasi yang tak dia butuhkan. 5. Kapasitas Muatan Dapat Ditambah Tiap-tiap informasi media disupport oleh penyimpanan data yang ada di server computer. Informasi yang sudah di publish, akan tetap tersimpan dan dapat ditambah kapan aja dan dapat dicari dengan mesin pencari 6. Terhubung dengan sumber lain (hyperlink) Pada media online seluruh informasi yang disampaikan bisa dihubungkan dengan sumber yang relevan, baik dari sumber yang sama atau bahkan dari sumber yang berbeda. Dengan pemakaian Hyperlink, maka pengguna bisa membuka info lain dengan satu klik aja. Fungsi dan Manfaat Media Online Pada praktiknya, fungsi media online ini sama saja dengan media massa pada biasanya. Berikut ini ialah beberapa fungsi media online: • Fungsi Informasi • Fungsi Sosialisasi • Fungsi Diskusi dan Perdebatan • Fungsi Pendidikan • Fungsi Memajukan Kebudayaan • Fungsi Hiburan • Fungsi Integrasi Macam-macam Media Online dan Contohnya Berdasarkan yang sudah disebutkan pada pengertian media online, cara kerja penyebaran info media online ialah memakai internet. Berdasarkan cara publikasinya, media online bisa dibagi menjadi berbagai macam. Berikut adalah macam-macam media online: • Situs Berita Online (Cnnindonesia.com, Kompas.com, Detik.com) • Situs Pemerintah ( Kemkes.go.id, Kemdikbud.go.id) • Situs Perusahaan (Telkom.co.id) • Situs E-commerce (Shopee.co.id, Tokopedia.com, Lazada.com) • Situs Media Sosial (Instagram.com, Facebook.com, YouTube.com, TikTok) • Situs Blog (Maxmanroe.com) BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
27 • Situs Forum Komunitas (Kaskus.co.id) • Aplikasi Chatting (Whatsapp, Telegram, Line) Kelebihan dan Kekurangan Media Online Penggunaan media online mempunyai sebagian kelebihan dan kekurangan yang semestinya disikapi dengan bijaksana oleh para penggunanya. Berikut ini ialah beberapa kelebihan dan kekurangan media online: 1. Kelebihan Media Online • Cara kerja penyebaran informasi sungguh-sungguh cepat • Informasi atau data lama bisa dibuka kembali dengan gampang sewaktu-waktu • Bentuk konten yang disajikan sangat bermacam-macam, yaitu teks, foto, audio, video • Bisa diakses dengan gampang dari mana saja dan kapan saja, serta penggunaannya praktis dan fleksibel • Para pengguna media online bisa saling berinteraksi 2. Kekurangan Media Online • Informasi yang dimuat tak selalu akurat dan kurang komplit sebab lebih mengutamakan aktualisasi • Pengguna seharusnya mempunyai perangkat yang mensupport dan koneksi internet yang stabil • Penggunaan media online dalam jangka panjang dapat menyebabkan mata lelah dan gangguan kesehatan mata Media online ini dapat digunakan untuk melakukan KIE Pengendalian PMK, tergantung pada materi yang ingin disampaikan dan siapa khalayak sasarannya. Media social bisa digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan masyarakat secara real time. Hal ini juga dapat digunakan untuk mengetahui feedback dari masyarakat terkait pengendalian PMK. Sarana penyampaikan informasi dan edukasi juga dapat dilakukan dengan mengunggah infografis atau videografis di laman media social. BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
28 BAB III IDENTIFIKASI PESAN, KHALAYAK SASARAN DAN MEDIA YANG DIGUNAKAN Dalam melakukan identifikasi pesan, khalayak sasaran dan media KIE yang digunakan, sda beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu: 1. Cara kerja KIE adalah untuk menciptakan kesadaran, meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap dan menggerakkan orang untuk mengubah atau melanjutkan perilaku mereka atau mengadopsi suatu inovasi. 2. Sangat jarang seseorang membuat keputusan sendirian. Untuk membuat perubahan yang langgeng pada satu individu, ada orang-orang yang memiliki pengaruh utama yang juga harus didorong untuk mendukung perubahan ini. 3. Media massa membantu menciptakan agenda publik. Media massa ini menjangkau banyak orang dan biayanya tidak terlalu mahal. Namun agar efektif, media massa harus didukung oleh komunikasi antarpribadi dan kelompok. 4. Saluran komunikasi yang digunakan sebaiknya juga memiliki ketersediaan mekanisme umpan balik. Hal ini penting untuk penguatan dan juga untuk mengklarifikasi pertanyaan serta masalah. 5. Kesaksian pribadi dari orang-orang yang terkena dampak jauh lebih menarik daripada bentuk komunikasi lainnya. 6. Ketika program komunikasi dirancang dan dilakukan oleh praktisi ahli, kemungkinan besar akan berhasil. 7. Sebuah program komunikasi massa yang menangani isu-isu sensitif secara sosial dapat memvalidasi diskusi terbuka tentang isu-isu ini, sehingga lebih efektif menjangkau khalayak sasaran. 8. Agar kampanye KIE berhasil, infrastruktur layanan sosial yang relevan harus disiapkan untuk memenuhi peningkatan permintaan layanan yang diciptakan oleh kampanye. 9. Elemen penting dalam kampanye KIE adalah perpaduan yang memadai antara hiburan dan pesan sosial. 10. Beberapa hambatan yang mengganggu keberhasilan intervensi KIE adalah sumber daya yang terbatas dan harapan yang tidak realistis. Pesan pesan yang disampaikan terkait Penyakit Mulut dan Kuku untuk kegiatan KIE harus mencakup pesan-pesan dari hulu sampai ke hilir. Mulai dari pesan-pesan PMK terkait perbibitan dan produksi ternak, terkait pakan, kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner sampai pada pengolahan dan pemasaran hasil ternaknya. Selain itu berlu juga dipetakan pesan-pesan PMK berdasarkan output yang diinginkan. Selain materi dan pesan kunci yang ingin disampaikan, dalam buku panduan ini juga dipetakan khalayak sasaran dari masing-masing materi dan juga pilihan media yang bisa digunakan. BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
29 Adapun materi untuk KIE dapat dibagi menjadi : A. Berdasarkan substansi teknis 1. KIE untuk kegiatan penandaan dan pendataan ternak 2. KIE untuk bantuan kompensasi penggantian ternak 3. KIE untuk sosialisasi terkait pakan untuk hewan terkena PMK dan hewan yang dalam masa pemulihan 4. KIE untuk pencegahan penyebaran PMK di padang penggembalaan, Kawasan integrasi sapi sawit dan Kebun Hijauan Pakan ternak. 5. KIE untuk pengenalan PMK, cara pencegahan dan pengobatannya 6. KIE untuk kegiatan vaksinasi PMK 7. KIE untuk pemotongan pengolahan dan perdagangan produk dari hewan ternak terkena PMK 8. KIE untuk pencegahan dan pengendalian PMK pada pasar ternak dan alat angkut ternak B. Berdasarkan Output/Tujuan: 1. Advokasi tentang kehati hatian terkait penyakit mulut dan kuku 2. Manajemen Komunikasi Krisis untuk mengendalikan isu negative di masyarakat 3. Edukasi dan keterlibatan pemangku kepentingan 4. Hubungan masyarakat untuk meningkatkan empati dan memperkuat kepercayaan masyarakat Matriks identifikasi pesan, khalayak sasaran dan pilihan media yang digunakan dapat dilihat pada matriks dibawah. BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
MATRIKS MATERI KIE BERDA Materi Output/Tujuan Pesan Kunci K No S Perbibitan dan Produksi Ternak 1 Sosialisasi pentingnya Meyakinkan kepada Ternak yang Pete diberi eartag pen penandaan ternak masyarakat khususnya lebih unggul pem mas menggunakan eartag peternak tentang umu dan pendataan ternak pentingnya penandaan dan pendataan ternak pasca vaksinasi, kelebihan ternak yang sudah ada penandaaan, mempunyai kelebihan mendapatkan pelayanan keswan, reproduksi dll Sosialisasi terkait cara Melatih petugas penandaan dan petu Penandaan dan kabupaten/kota untuk pendataan Kab 2 Pendataan Ternak pelaksanaan ternak itu a penandaan dan mudah pendataan ternak
30 ASARKAN SUBSTANSI TEKNIS Khalayak Jumlah Bentuk Media Keterangan Sasaran Khalayak Sasaran ernak, personal, komunikasi Buku saku njual dan kelompok interpersonal, pelaksanaan mbeli ternak, komunikasi kelompok penandaan dan syarakat di kelompok ternak pendataan um atau komunitas, ternak dapat menggunakan Leaflet menjadi sumber (dalam proses), buku untuk membuat saku pelaksanaan pesan kunci di penandaan dan media KIE pendataan ternak ugas di OPD kelompok (proses), spanduk, bupaten/Kot iklan layanan masyarakat di radio, kerjasama dengan content creator di youtube videografis (tersedia), Poster (dalam proses), infografis, buku saku pelaksanaan penandaan dan pendataan ternak BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
Materi Output/Tujuan Pesan Kunci K No S Bimtek cara Melatih petugas Aplikasi OPD penginputan ke aplikasi kabupaten/kota untuk memudahkan Kab 3 identik PKH dapat melakukan penginputan a penginputan data ke data SOP Perusahaan aplikasi Identik PKH sem Peternakan Penerapan biosekuriti Penerapan peru 4 di perusahaan Biosecurity pete peternakan menjamin SOP Perusahaan keamanan sem Pembibitan Penerapan biosekuriti ternak dari peru 5 di perusahaan penyakit pem pembibitan Penerapan SOP TE IB dan PKB Biosecurity sem Penerapan SOP untuk menjamin TE, I 6 petugas TE, IB dan PKB keamanan di masa wabah PMK ternak dari Was Pakan penyakit prov 1 Sosialisasi tentang Menyampaikan strategi Dengan UPT pencegahan perlakuan UPT pemberian pakan untuk penyebaran PMK tertentu, Indo ternak yang terkena melalui manajemen aktifitas TE, IB Asso PMK dan ternak pada pakan, termasuk dan PKB dapat dan masa pemulihan strategi pemberian tetap dilakukan pakan untuk ternak yang terkena PMK dan PMK dapat dicegah
31 Khalayak Jumlah Bentuk Media Keterangan Sasaran Khalayak Sasaran videografis (tersedia), D leaflet, buku saku, bupaten/Kot kelompok poster, infografis mua kelompok, videografis (tersedia), dapat diredesign usahaan massa infografis, poster, agar lebih ernakan sticker penanda sederhana dan mudah dipahami mua kelompok, videografis (tersedia), oleh staf usahan massa infografis, poster, perusahaan mbibitan sticker penanda dapat diredesign mua petugas kelompok, videografis (tersedia), agar lebih IB dan PKB massa infografis, poster, sederhana dan leaflet mudah dipahami oleh staf perusahaan dapat diredesign sesuai unit pelaksana teknis atau perusahaan agar lebih mudah dipahami stukan 700 orang PPT, video, infografis, Infografis vinsi dan (offline dan video grafis, leaflet, strategi T, Kepala online) poster, pemberian T seluruh pakan untuk onesia dan ternak yang osiasi Pakan sakit dan pada n Peternakan masa pemulihan BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
Materi Output/Tujuan Pesan Kunci K No S ternak pada masa Pemulihan 2 SOP pencegahan Mitigasi pencegahan PMK dapat Pete penyebaran PMK di penyebaran PMK di dicegah mem padang penggembalaan padang pad Penggembalaan PMK dapat pen 3 SOP Pencegahan PMK di Mitigasi pencegahan dicegah Pete Kawasan Integrasi Sapi penyebaran PMK di u us Sawit Kawasan Integrasi Sapi PMK dapat inte Sawit dicegah saw 4 SOP Pencegahan PMK Mitigasi pencegahan Pete Kebun Hijauan Pakan penyebaran PMK di PMK adalah u us Ternak (HPT) HPT salah satu HPT penyakit hewan Kesehatan Hewan sosialisasi dan edukasi yang tidak peja Mengenal PMK tentang PMK berbahaya bagi petu manusia pen 1 akad PMK adalah pete Penyebab PMK sosialisasi dan edukasi salah satu pen 2 tentang PMK penyakit hewan mas yang tidak umu peja petu pen akad pete
32 Khalayak Jumlah Bentuk Media Keterangan Sasaran Khalayak Sasaran ernak yang kelompok dan Leaflet, Baliho, Materi dapat di manfaatkan massa di 8 spanduk, videografis, redesign dang Provinsi infografis nggembalaan menggunakan kelompok dan Leaflet, Baliho, bahasa daerah ernak/pelak massa di 14 spanduk, videografis, atau elemen saha Provinsi infografis egrasi sapi- tradisional wit kelompok dan Leaflet, Baliho, wilayah tertentu massa 33 spanduk, videografis, ernak/pelak Provinsi infografis saha kebun T abat terkait, individu, Infografis sudah publish ugas dan kelompok dan Infografis sudah publish nyuluh, massa demisi, ernak, individu, ngusaha, kelompok dan syarakat massa um abat terkait, ugas dan nyuluh, demisi, ernak, BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
Materi Output/Tujuan Pesan Kunci K No S berbahaya bagi pen manusia mas umu Sejarah Indonesia Bebas sosialisasi dan edukasi Indonesia peja PMK tentang PMK berpengalaman petu menangani PMK pen 3 akad pete pen mas umu Pernyataan Wabah PMK sosialisasi dan edukasi Pemerintah peja tentang PMK bertindak petu pen 4 akad pete pen mas umu Kerugian Penyakit PMK sosialisasi dan edukasi PMK harus peja tentang PMK diwaspadai petu pen 5 akad pete pen mas umu
33 Khalayak Jumlah Bentuk Media Keterangan Sasaran Khalayak Sasaran ngusaha, syarakat um abat terkait, individu, Infografis sudah publish ugas dan kelompok dan Infografis sudah publish nyuluh, massa Infografis sudah publish demisi, ernak, individu, ngusaha, kelompok dan syarakat massa um individu, abat terkait, kelompok dan ugas dan massa nyuluh, demisi, ernak, ngusaha, syarakat um abat terkait, ugas dan nyuluh, demisi, ernak, ngusaha, syarakat um BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
Materi Output/Tujuan Pesan Kunci K No S Kenali Penyakit PMK sosialisasi dan edukasi PMK harus peja 6 petu tentang PMK diwaspadai pen akad Tanda Klinis Penyakit sosialisasi dan edukasi PMK harus pete PMK pen tentang PMK diwaspadai mas 7 umu Penularan Penyakit PMK sosialisasi dan edukasi PMK harus peja petu tentang PMK diwaspadai pen akad 8 pete pen Potensi Masuknya sosialisasi dan edukasi PMK harus mas Penyakit PMK umu tentang PMK diwaspadai 9 peja petu pen akad pete pen mas umu peja petu pen akad pete pen mas umu
34 Khalayak Jumlah Bentuk Media Keterangan Sasaran Khalayak Sasaran Infografis sudah publish abat terkait, Infografis sudah publish ugas dan individu, Infografis sudah publish nyuluh, kelompok dan Infografis sudah publish demisi, massa ernak, ngusaha, individu, syarakat kelompok dan um massa abat terkait, ugas dan individu, nyuluh, kelompok dan demisi, massa ernak, ngusaha, individu, syarakat kelompok dan um massa abat terkait, ugas dan nyuluh, demisi, ernak, ngusaha, syarakat um abat terkait, ugas dan nyuluh, demisi, ernak, ngusaha, syarakat um BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
Materi Output/Tujuan Pesan Kunci K No S Prinsip Dasar sosialisasi dan edukasi pemerintah peja Pengendalian dan tentang PMK hadir dan petu Pemberantasan berusaha pen 10 sosialisasi dan edukasi menangani PMK akad tentang PMK pete Implementasi Prinsip PMK dapat pen Dasar FMD sosialisasi dan edukasi dikendalikan mas tentang PMK umu 11 PMK dapat sosialisasi dan edukasi dikendalikan peja Mencegah Kontak tentang PMK petu Hewan Peka dan Virus PMK dapat pen PMK dikendalikan akad 12 pete pen Metode Menghentikan mas Produksi Virus PMK umu 13 peja petu pen akad pete pen mas umu peja petu pen akad pete pen mas umu
35 Khalayak Jumlah Bentuk Media Keterangan Sasaran Khalayak Sasaran Infografis sudah publish abat terkait, Infografis ugas dan individu, Infografis sudah publish nyuluh, kelompok dan Infografis demisi, massa sudah publish ernak, ngusaha, individu, syarakat kelompok dan um massa abat terkait, ugas dan individu, nyuluh, kelompok dan demisi, massa ernak, ngusaha, individu, syarakat kelompok dan um massa abat terkait, ugas dan nyuluh, demisi, ernak, ngusaha, syarakat um abat terkait, ugas dan nyuluh, demisi, ernak, ngusaha, syarakat um BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
Materi Output/Tujuan Pesan Kunci K No S Vaksinasi PMK sosialisasi dan edukasi PMK dapat peja petu 14 tentang PMK dikendalikan pen akad Kebijakan dan strategi sosialisasi dan edukasi PMK dapat pete PMK pen 15 tentang PMK dikendalikan mas umu Apa Itu PMK sosialisasi dan edukasi PMK dapat peja 16 tentang PMK dikendalikan petu pen Cegah PMK - Segera sosialisasi dan edukasi PMK dapat akad Vaksinasi pete 17 tentang PMK dikendalikan pen mas umu peja petu pen akad pete pen mas umu peja petu pen akad pete pen mas umu
36 Khalayak Jumlah Bentuk Media Keterangan Sasaran Khalayak Sasaran Infografis abat terkait, Infografis ugas dan individu, Poster nyuluh, kelompok dan Poster demisi, massa ernak, ngusaha, individu, syarakat kelompok dan um massa abat terkait, ugas dan individu, nyuluh, kelompok dan demisi, massa ernak, ngusaha, individu, syarakat kelompok dan um massa abat terkait, ugas dan nyuluh, demisi, ernak, ngusaha, syarakat um abat terkait, ugas dan nyuluh, demisi, ernak, ngusaha, syarakat um BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
Materi Output/Tujuan Pesan Kunci K No S 3 Langkah Biosekurity sosialisasi dan edukasi Biosecurity peja untuk Petugas tentang PMK sangat penting petu 18 untuk pen sosialisasi dan edukasi pencegahan akad Mencegah PMK masuk tentang PMK PMK Prov Peternakan PMK dapat peja dicegah petu pen 19 akad pete Animasi Penyakit PMK sosialisasi dan edukasi PMK harus pen 20 mas tentang PMK diwaspadai umu Prov Pemeriksaan Klinis PMK sosialisasi dan edukasi PMK harus 21 tentang PMK diwaspadai peja petu Tanda Klinis Penyakit sosialisasi dan edukasi PMK harus pen 22 PMK Prov tentang PMK diwaspadai peja Tanda Klinis Diagnosa Pengenalan PMK PMK harus petu 23 Sampel PMK diwaspadai pen Prov Pengumpulan Sampel Pengenalan PMK PMK harus 24 Diagnostik PMK diwaspadai peja petu pen Prov peja petu pen Prov peja petu
37 Khalayak Jumlah Bentuk Media Keterangan Sasaran Khalayak Sasaran Poster abat terkait, Poster ugas dan individu, nyuluh, kelompok Videografis demisi di 34 Videografis vinsi individu, Videografis abat terkait, kelompok, Videografis ugas dan massa Videografis nyuluh, demisi, individu, ernak, kelompok, ngusaha, massa syarakat um di 34 individu, vinsi kelompok, abat terkait, massa ugas dan nyuluh di 34 individu, vinsi kelompok, abat terkait, massa ugas dan nyuluh di 34 individu, vinsi kelompok, abat terkait, massa ugas dan nyuluh di 34 individu, vinsi kelompok, abat terkait, massa ugas dan nyuluh di 34 vinsi abat terkait, ugas dan BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
Materi Output/Tujuan Pesan Kunci K No S pen Prov 25 Biosekuriti Menyampaikan Biosecurity 34 P sangat penting (pilo informasi pentingnya untuk Bali) pencegahan penerapan biosekuriti PMK Petu pete kandang di tingkat Vaksinasi adalah salah satu cara Petu peternak jitu mencegah PMK Pete 26 Lalu lintas hewan masih menunggu Petu Permentan Pelaporan Petu sangat penting dan 27 Vaksinasi Menyampaikan untuk pengendalian informasi kepada PMK peternak pentingnya Ternak terinfeksi PMK tidak ternak harus di vaksin semua harus dipotong untuk mencegah PMK, Untuk Petugas terkait dengan cara vaksinasi Pelaporan Menyampaikan informasi kepada 28 petugas untuk pentingnya pelaporan ke ISIKHNAS Kesehatan Masyarakat Veteriner Prosedur Pemotongan Menyampaikan Bersyarat Ternak informasi Prosedur 1 Terinfeksi Penyakit Pemotongan Bersyarat Mulut dan Kuku Ternak Terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku
38 Khalayak Jumlah Bentuk Media Keterangan Sasaran Khalayak Sasaran nyuluh di 34 vinsi Provinsi Peternak Infografis, poster, Masih proses ot project di ) sticker dan videografis ugas dan 24 Provinsi Poster, Infografis, Masih proses ernak videografis masih proses ugas 24 Provinsi Infografis Masih proses ernak, 24 Provinsi Infografis, videografis, Semua Materi ugas Dinas, ugas RPH poster, leaflet tersedia di link n BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
Materi Output/Tujuan Pesan Kunci K No S Daging Ternak Aman Menyampaikan Daging ternak Mas terkena PMK Dikonsumsi informasi Produk aman Mas dikonsumsi 2 Hewan dari hewan Mas yang terinfeksi PMK PMK dapat dicegah Mas tidak membahayakan Pela kesehatan manusia usah Petu Cegah Penyebaran Virus Menyampaikan dan RPH PMK di Lingkungan informasi Produk Mas Hewan dari hewan 3 yang terinfeksi PMK tidak membahayakan kesehatan manusia Tips Penanganan Daging Edukasi tentang Tips PMK tidak 4 Segar dan Jeroan dari Penanganan Daging berbahaya bagi manusia Pasar Tradisional Segar dan Jeroan dari Pasar Tradisional Tips Menjual Daging Edukasi tentang Tips/ PMK tidak 5 Aman di Pasar cara menjual Daging berbahaya bagi Tradisional yang aman di Pasar manusia Tradisional Tips Penanganan Produk Menyampaikan PMK tidak 6 Hewan untuk Industri informasi tips berbahaya bagi Penanganan Produk manusia Hewan untuk Industri Pemotongan Ternak di Menyampaikan PMK tidak 7 RPH saat Wabah PMK informasi Pemotongan berbahaya bagi Ternak di RPH saat manusia Wabah PMK Panduan Berkurban di Menyampaikan PMK tidak 8 Tengah Wabah PMK informasi panduan berbahaya bagi berkurban manusia
39 Khalayak Jumlah Bentuk Media Keterangan Sasaran Khalayak Sasaran Infografis https://bit.ly/ku syarakat bankmv2 34 Provinsi syarakat 34 Provinsi Infografis https://drive.go ogle.com/drive/ folders/1oo4oA 80Necrm8v- MvUFoya9btJWx nRw4?usp=shari ng syarakat 34 Provinsi Infografis syarakat 34 Provinsi Infografis aku 34 Provinsi Infografis ha/Industri Infografis Infografis ugas Dinas, 34 Provinsi n Petugas H syarakat 34 Provinsi BUKU PANDUAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU
Materi Output/Tujuan Pesan Kunci K No S Penanganan Limbah Cair Menyampaikan PMK dapat Mas dan Limbah Padat di Informasi penanganan dicegah Mas Mas 9 Tempat Pemotongan Limbah Cair dan Mas Mas Luar RPH Limbah Padat di Mas Mas Tempat Pemotongan Luar RPH Panduan Tempat Menyampaikan PMK dapat 10 Penjualan Hewan Kurban informasi panduan dicegah di Tengah Wabah PMK tempat penjualan hewan kurban Indikasi Terinfeksi PMK Menyampaikan PMK dapat (Daerah Wabah, Daerah informasi terkait hewan dikendalikan 11 Terduga, Daerah Bebas) - kurban > Keputusan Panduan Pemusnahan Menyampaikan PMK dapat dicegah 12 Bangkai Hewan Kurban informasi terkait tatacara pemusnahan PMK dapat dicegah bangkai hewan kurban PMK dapat Panduan Penanganan Menyampaikan dicegah 13 Daging bagi Penerima informasi PMK dapat dicegah Daging Kurban penyelenggaraan kurban Panduan Menyampaikan 14 Penyelenggaraan Kurban informasi di Tengah PMK penyelenggaraan kurban Panduan Panitia Menyampaikan 15 Penyelenggara Kurban di informasi Tengah PMK penyelenggaraan kurban
Search