Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Modul Kelas 4 Tema 5. Pahlawanku

Modul Kelas 4 Tema 5. Pahlawanku

Published by prasetyaandikawijaya, 2020-10-10 09:29:21

Description: Modul Kelas 4 Tema 5. Pahlawanku

Keywords: Modul Kelas 4 Tema 5

Search

Read the Text Version

M ODUL PEM B EL A JA R A N K EL A S IV Dinas PENDIDIKAN KEBUDAYAAN KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA KABUPATEN SEMARANG TEMA 5 PAHLAWANKU KKG KELAS IV M A SA SS KECAMATAN Mandiri UNGARAN TIMUR Aktif Senang Antusias Semarang - Serasi

1

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat serta karunia-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Modul ini. Dengan terselesainya Bahan ajar ini, kami mengucapkan terimakasih kepada MM. Siti Listyari, S.Pd., M.Pd. selaku koordinator wilcam bidang pendidikan Kecamatan Ungaran Timur, yang telah mensosialisasikan hingga Bahan ajar ini dapat terselesaikan. Teman-teman KKG Kelas IV Kecamatan Ungaran Timur yang telah mendukung, bekerja sama, serta memberikan motivasi sehingga laporan ini terselesaikan. 3. Kedua orang tua kami yang telah memberikan fasilitas dan motivasi. Dalam penulisan modul ini kami selaku penulis merasa masih banyak kekurangan - kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi mengenai pembelajaran tematik luring pandemi kelas 4 tema 5 kurikulum 2013. Selanjutnya, kritik dan saran sangat kami perlukan. Demikianlah sekelumit kata yang dapat kami sampaikan, semoga modul ini dapat barmanfaat untuk dunia pendidikan, baik digunakan oleh siswa dan atau digunakan sebagai tambahan bahan ajar oleh guru. Kabupaten Semarang, 8 Oktober 2020 Penulis 2

DAFTAR ISI Protokol kesehatan........................................................................................................... 1 Kata pengantar................................................................................................................. 2 Daftar isi............................................................................................................................ 3 Penggunaan modul........................................................................................................... 4 Pemetaan Kompetensi Dasar.......................................................................................... 5 Subtema 1.......................................................................................................................... 6 Subtema 2.......................................................................................................................... 33 Subtema 3.......................................................................................................................... 44 3

PENGGUNAAN MODUL Bagi Kerabat Siswa  Modul ini disusun untuk belajar mandiri secara luring.  Modul ini disusun dengan tata urutan perpembelajaran yang sesuai dengan KD essensial pembelajaran masa pandemi.  Modul ini memuat penilaian autentik yang match dengan keefektifan tujuan pembelajaran. Bagi Siswa 1. Melakukan pembelajaran luring dengan protokol kesehatan 2. Memperhatikan tujuan pembelajaran 3. Membaca dengan seksama materi yang telah disediakan 4. Membaca perintah sebelum mengerjakan 5. Mengerjakan sebisa kemampuanmu 6. Mengerjakan dengan tertib 7. Mendokumentasikan pengerjaan dengan foto/video sebagai bahan laporan 8. Meminta bantuan orang tua / kerabat untuk merekam Tujuan Modul 1. Membuat anak belajar secara mandiri 2. Mengasah keterampilan berkreatifitas 3. Memupuk kedisiplinan diri sendiri 4

Pemetaan KD KD Uraian Muatan Pelajaran PPKn 3.1 Memahami makna hubungan simbol dengan sila-sila Pancasila Bahasa Indonesia 3.7 Menggali pengetahuan baru yang terdapat pada teks nonfiksi Bahasa Indonesia 3.8 Membandingkan hal yang sudah diketahui dengan yang baru diketahui dari teks nonfiksi Ilmu Pengetahuan Alam 3.7 Menerapkan sifat-sifat cahaya dan keterkaitannya dengan indera Ilmu Pengetahuan Sosial penglihatan Mengidentifikasi kerajaan Hindu dan/atau Buddha dan/atau Islam di 3.4 lingkungan daerah setempat, serta pengaruhnya pada kehidupan masyarakat masa kini Seni Budaya dan Prakarya 3.2 Mengetahui tanda tempo dan tinggi rendah nada Muatan Pelajaran KD Uraian PPKn 4.1 Menjelaskan makna hubungan simbol dengan sila-sila Pancasila Bahasa Indonesia sebagai satu kesatuan dalam kehidupan sehari-hari Bahasa Indonesia 4.7 Menyampaikan pengetahuan baru dari teks nonfiksi ke dalam tulisan dengan bahasa sendiri 4.8 Menyampaikan hasil membandingkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru secara tertulis dengan bahasa sendiri Ilmu Pengetahuan Alam 4.7 Menyajikan laporan hasil percobaan tentang sifat-sifat cahaya Ilmu Pengetahuan Sosial Menyajikan hasil identifikasi kerajaan Hindu dan/atau Buddha 4.4 dan/atau Islam di lingkungan daerah setempat,serta pengaruhnya pada kehidupan masyarakat masa kini Seni Budaya dan Prakarya 4.2 Menyanyikan lagu dengan memperhatikan tempo dan tinggi rendah nada 5

MODUL TEMA 5 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1 Tujuan Pembelajaran 1. Setelah membaca teks tentang Raja Purnawarman, siswa mampu menjawab pertanyaan dengan benar. 2. Setelah menjawab pertanyaan berdasarkan teks, siswa mampu menceritakan kembali isi cerita dengan menggunakan bahasanya sendiri secara rinci. 3. Setelah mengamati gambar, siswa mampu mengidentifikasi peninggalan kerajaan di masa Hindu, Budha dan Islam serta pengaruhnya bagi wilayah setempat dengan benar. 4. Setelah berdiskusi, siswa mampu mengomunikasikan peninggalan kerajaan di masa Hindu, Budha dan Islam dan pengaruhnya di wilayah setempat dengan menggunakan peta pikiran. 5. Setelah melakukan percobaan tentang cahaya , siswa mampu menyimpulkan sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan benar. 6. Setelah melakukan percobaan tentang cahaya, siswa mampu menulis laporan tentang sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan rinci dan benar. Indikator 1. menjawab pertanyaan dengan benar. 2. menceritakan kembali isi cerita dengan menggunakan bahasanya sendiri secara rinci. 3. mengidentifikasi peninggalan kerajaan di masa Hindu, Budha dan Islam serta pengaruhnya bagi wilayah setempat dengan benar. 4. mengomunikasikan peninggalan kerajaan di masa Hindu, Budha dan Islam dan pengaruhnya di wilayah setempat dengan menggunakan peta pikiran. 5. menyimpulkan sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan benar. 6

6. menulis laporan tentang sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan rinci dan benar. Bahasa Indonesia Tujuan Pembelajaran 1. Setelah membaca teks tentang Raja Purnawarman, siswa mampu menjawab pertanyaan dengan benar. 2. Setelah menjawab pertanyaan berdasarkan teks, siswa mampu menceritakan kembali isi cerita dengan menggunakan bahasanya sendiri secara rinci. Indikator 1. menjawab pertanyaan dengan benar. 2. menceritakan kembali isi cerita dengan menggunakan bahasanya sendiri secara rinci. 7

Setelah membaca teks di atas, jawablah pertanyaan berikut ini dengan benar ! 1. Raja Purnawarman selalu berjuang untuk rakyatnya. Beliau membangun saluran air di daerah Cirebon. Selain itu, apa yang dilakukan beliau dalam berjuang untuk rakyatnya ? Jelaskan ! 2. Selain memperbaiki Sungai Gangga, Beliau memperbaiki sungai lain. Apa dampak perjuangan beliau ? Jelaskan ! 3. Bagaimana wujud sikap kepemimpinan Raja Purnawarman dalam berjuang ? Jelaskan ! 4. Bagaimana dampak sikap kepemimpinan Raja Purnawarman dalam berjuang ? Jelaskan ! 5. Setelah menjadi Raja Tarumanegara yang selalu berjuang untuk rakyatnya, bagaimana wujud kecintaan rakyat kepada Raja Purnawarman ? Jelaskan ! Kotak Keterampilan : Ceritakan kembali perjuangan Raja Purnawarman dengan bahasamu sendiri ! Rekam kegiatanmu sebagai bahan evaluasi kegiatan. IPS Tujuan Pembelajaran 1. Setelah mengamati gambar, siswa mampu mengidentifikasi peninggalan kerajaan di masa Hindu, Budha dan Islam serta pengaruhnya bagi wilayah setempat dengan benar. 2. Setelah berdiskusi, siswa mampu mengomunikasikan peninggalan kerajaan di masa Hindu, Budha dan Islam dan pengaruhnya di wilayah setempat dengan menggunakan peta pikiran. Indikator 1. mengidentifikasi peninggalan kerajaan di masa Hindu, Budha dan Islam serta pengaruhnya bagi wilayah setempat dengan benar. 2. mengomunikasikan peninggalan kerajaan di masa Hindu, Budha dan Islam dan pengaruhnya di wilayah setempat dengan menggunakan peta pikiran. 8

Tokoh-Tokoh yang Berpengaruh Pada Zaman Hindu, Budha, dan Islam 1. Raja Mulawarman Raja Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu kudungga. Nama Mulawarman cukup kental dengan pengaruh bahasa Sansekerta. Raja Mulawarman merupakan raja dari kerajaan Hindu pertama di Indonesia, Kerajaan Kutai. Selama masa pemerintahannya, rakyat Kerajaan Kutai hidup makmur dan sejahtera. Dirinya merupakan raja yang taat dengan agamanya, yaitu Hindu. Raja Mulawarman menyembah Dewa Siwa. 2. Raja Punawarman Raja Punawarman merupakan salah satu raja yang terkenal dari Kerajaan Tarumanegara. Dirinya terkenal sebagai raja yang bijaksana. Disamping pemerintahan yang baik, Punawarman memeluk agama Hindu dan taat menyembah Dewa Wisnu. 3. Raja Hayam Wuruk Raja Hayam Wuruk menjadi raka Majapahit yang paling terkenal dibanding raja-raja lainnya. Bergelar Rajasanegara dan didmapingi oleh Patih Gajah Mada. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Majapahit mencapai kejayaan yang tinggi dan mengusarai seluruh wilayah Nusantara, ditambah wilayah Tumasik yang sekarang Singapura dan Semenanjung Malaya. 4. Raja Balaputradewa Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia: Edisi Revisi (2019) karya Edi Hernadi, Raja Balaputradewa merupakan raka yang terkenal dari Kerajaan Sriwijaya. Dirinya memerintah sekitar abad ke-9 Masehi. Pada masa pemerintahannya, Sriwijaya berkembang pesar dan mencapai zaman keemasan. Balaputradewa adalah keturunan dari Dinasti Syailnedra. Berkat dirinya pula, Kerajaan Sriwijaya masyhur sebagai kerajaan maritim dan pusat perdagangan di Asia Tenggara. Di kerajaan ini juga dikenal sebagai pusat pendidikan dan penyebaran agama Buddha. 5. Sultan Iskandar Muda Sultan Iskandar Muda memerintah Kerajaan Aceh pada 1607-1636. Pada masa itu, Kerajaan Aceh mencapai puncak masa kejayaan dan memiliki wilayah kekuasaan hingga ke Semanjung Malaya. Sejak kecil, Sultan Iskandar Muda didik orangtuanya dengan pengetahuan agama dan kepemimpinan yang sangat kental. Tata pemerintahan masyarakat Aceh yang dikembangkan oleh Sultan Iskandar Muda masih berlaku hingga sekarang. Baca juga: Empat Serangkai: Tokoh, Sejarah Terbentuk, dan Kiprahnya Sultan Iskandar Muda dikenal sebagai pemimpin yang taat beragam adab selalu memikirkan rakyatnya. Beliau wafat pada tahun 1636, karena sakit yang diderita. Salah satu peninggalan penting kerajaan Aceh yang begitu terkenal adalah masjid baiturrohman. Masjid ini sudah mengalami perbaikan beberapa kali sejak pembangunan tahun 1291 M. Selain masjid yang satu ini, kerajaan Aceh juga meninggalkan makam Sultan, loncen Cakradonya dan taman Putroe Phang. 6. Sultan Agung Hanyokrokusumo 9

Sultan Agung Hanyokrokusumo adalah raja Kerajaan Mataram, yang lahir di Yogyakarta pada tahun 1591. Kebenciannya dengan Belanda membuat dirinya mengerahkan tentara Mataram untuk menyerang Batavia. Meski gagal karena persenjataan tidak lengkap, Sultan Agung tidak menyerah begitu saja. Beliau meninggal pada tahun 1645. Peninggalan kerajaan ini adalah makam imogiri yang berisi makam raja-raja Kerajaan Mataram Islam. Peninggalan lainnya adalah Masjid Agung Negara. Masjid ini dibangun pada tahun 1763-1768 dengan hasil yang tidak mengecewakan. 7. Sultan Ageng Tirtayasa Kerajaan Banten didirikan pertama kali oleh Sunan Gunung Jati. Kerajaan ini pernah mencapai masa kejayaannya pada kepemimpinan Sultan Agung Tirtayasa. Sedangkan peninggalannya adalah menara Banten. Menara ini sudah cukup tua karena sudah di bangun sejak abad ke 16. Selain sebuah menara, kerajaan ini juga meninggalkan keraton Surosowan. Sultan Ageng Tirtayasa dikahirkan di Banten pada tahun 1631. Pada tahun 1655, dua buah kapal dagang belanda berhasil dirusak oleh rakyat Banten berkat pimpinannya. Akibat hal tersebut, Belanda mulai menjalankan politik adu domba. Sehingga pada tahun 1680 terjadi perang antara Sultan Ageng Tietayasa dengan Belanda. Kemudian tahun 1683, beliau tertangkap dan dipenjara di Jakarta. Tahun 1692, Sultan Agung Tirtayasa meninggal dunia dalam penjara dan dimakamkan di dekat Masjid Agung Banten. 8. Sultan Hasanuddin Sultan Hasanuddin adalah raja dari Kerajaan Gowa Tallo, Makassar. Pada masa pemerintahannya, dirinya berjuang untuk merangkul raja-raja di Indonesia Timur untuk menentang Belanda. Pada tahun 1660, terjadi perang antara Gowa dan Belanda. Sultan Hasanuddin mengalami kekalahan akibat dari pengkhianatan Raja Aru dari Bone. Berkat keberaniannya tersebut, Sultan Hasanuddin dijuluki Ayam Jantan dari Timur. Selanjutnya adalah peninggalan kerajaan Makassar. Dalam hal ini kerajaan tersebut juga bisa di katakan memiliki beberapa peninggalan penting. Diantaranya adalah sebuah benteng yang memiliki nama Benteng Somba Opu. Selain itu ada juga lontaraq yang menggambarkan tradisi tulis mereka karena kerajaan ini memang memiliki kebudayaan yang sudah sangat maju. \"Tokoh-Tokoh Sejarah pada Masa Hindu, Buddha, dan Islam di Indonesia\", https://www.kompas.com/skola/read/2020/09/23/160000269/tokoh-tokoh-sejarah-pada-masa- hindu-buddha-dan-islam-di-indonesia 10

Peninggalan Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia No Nama Raja Nama Kerajaan Peninggalan Contoh Sikap kepahlawanan 11

Setelah mengamati Tokoh-tokoh dan peninggalan kerajaan Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia beserta peninggalannya, identifikasilah dalam tabel berikut ini ! Kotak Keterampilan : Setelah mengidentifikasi dalam kolom, lengkapilah peta pikiran di bawah ini dengan mengisi nama kerajaan dan peninggalannya ! Komunikasikanlah dengan Bapak/Ibu guru dengan cara merekam dalam gawai sebagai laporan IPA Tujuan Pembelajaran 1. Setelah melakukan percobaan tentang cahaya , siswa mampu menyimpulkan sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan benar. 2. Setelah melakukan percobaan tentang cahaya, siswa mampu menulis laporan tentang sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan rinci dan benar. Indikator 12

1. menyimpulkan sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan benar. 2. menulis laporan tentang sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan rinci dan benar. Cahaya merupakan suatu pancaran elektromagnetik yang bisa terlihat oleh mata manusia. Atau juga definisi cahaya yang lainnya ialah merupakan suatu radiasi elektromagnetik, baik itu dengan panjang gelombang kasat mata atau pu juga yang tidak. Sedangkan benda yang memancarkan cahaya itu disebut dengan sebutan sumber cahaya. Percobaan Sifat-Sifat Cahaya 13 1. Cahaya merambat lurus Percobaan menggunakan tiga karton tebal dan lilin. Lubangi bagian tengah ketiga karton tersebut. Letakkan karton-karton dengan posisi tiga lubang tersebut sejajar dengan cahaya lilin tepat di belakang lubang. Perhatikan apa yang terjadi! Lalu coba menggeser posisi setiap karton sehingga setiap lubang menjadi tidak sejajar. Perhatikan perbedaannya! 2. Cahaya menembus benda bening Percobaan menggunakan cahaya matahari / cahaya senter, gelas/benda-benda transparan/bening, benda-benda berwarna gelap, dan benda-benda bening, tetapi berwarna. Letakkan peralatan seperti pada gambar. Arahkan cahaya ke tembok berwarna putih. Perhatikan apa yang terjadi. 3. Cahaya dapat dipantulkan Percobaan menggunakan dua cermin datar dan senter. Coba pantulkan cahaya senter menggunakan cermin. Coba berbagai posisi cermin yang berbeda dan gunakan lebih banyak cermin. Amatilah apa yang terjadi pada cahaya pantul? 4. Cahaya dapat dibiaskan Percobaan menggunakan pensil yang setengah bagian panjangnya berada di dalam gelas berisi air. Amati pensil dari sisi samping luar gelas. Bagaimana penampakan dan besar

Lakukan 4 percobaan sesuai teks diatas dengan mengisi tabel dibawah ini dengan melihat gambar sesuai kemampuanmu. Dokumentasikan percobaan dengan foto dan cuplikan video sebagai bahan laporan kepada Bapak/Ibu Guru di sekolah ! Sifat-Sifat Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3 Percobaan 4 Cahaya Nama Percobaan Mengetahui Mengetahui sifat Mengetahui Pensil dalam (melihat sifat cahaya cahaya ketika sifat cahaya air gambar) ketika …. …. ketika Tujuan diarahkan ke Mengetahui Percobaan cermin sifat cahaya ketika …. Alat dan Bahan Langkah Kerja 1. Menyiapkan alat dan bahan (tulis langkah- (senter, benda bening dan langkah benda tak bening) percobaan 2. Menata benda sesuai teks bening dan benda tak sebisamu) bening 3. Menghidupkan senter 4. Mengarahkan cahaya senter 14

pada benda bening/benda tak bening 5. Mengamati apa yang terjadi Hasil Cahaya lilin Cahaya akan …. Cahaya akan Cahaya akan Pengamatan akan terlihat … …. jika lubang kertas jika posisi lubang lurus Sifat-sifat cahaya 1. Cahaya merambat lurus Cahaya itu merambat lurus, itu bisa dilihat dari cahaya matahari yang masuk lewat celah-celah atau juga dengan melalui jendela yang terdapat di rumah kamu. Serta Apabila kamu amati lampu sebuah kendaraan di waktu malam hari,cahaya lampu kendaraan itu akan merambat lurus. Banyak sekali kejadian-kejadian yang terjadi didalam kehidupan yang bisa membuktikan bahwa cahaya ini mempunyai sifat yang dapat merambat lurus. 2. Cahaya dapat menembus benda bening Sifat cahaya selanjutnya, cahaya ini juga dapat masuk ke dalam sebuah rumah dengan melalui jendela yang memiliki kaca. Kaca dari jendela yang bening ini dapat ditembus oleh cahaya matahari, apabila kaca jendela itu di tutup dengan menggunakan kain warna hitam maka cahaya itu tidak dapat menembus kaca jendela tersebut, peristiwa tersebut bisa membuktikan sifat dari cahaya yang kedua adalah dapat menembus benda bening. 3. Cahaya dapat dipantulkan Sifat keempat dari cahaya yang lainnya ialah dapat di pantulkan, terdapat 2 jenis pemantulan cahaya diantaranya pemantulan baur serta juga pemantulan teratur. Pemantulan baur ini terjadi apabila cahaya mengenai permukaan yang tidak rata, biasanya pemantulan dari sinar ini menghasilkan pemantulannya tak beraturan. Dan pemantulan teratur tersebut terjadi apabila cahaya mengenai permukaan yang rata, mengkilap atau juga licin seperti contohnya cahaya yang menganai cermin yang datar serta sinar hasil yang dipantulkannya mempunyai arah yang teratur. 4. Cahaya dapat dibiaskan Pembiasan merupakan suatu peristiwa pembelokan arah rambat dari cahaya pada saat melewati medium rambatan yang berbeda. Kalau cahaya yang datang itu berasal dari zat yang kurang kerapatannya, ke zat lebih kerapatannya maka cahaya itu akan dibiaskan mendekati garis normal. contoh nya Seperti cahaya dari udara ke air. Sebaliknya kalau cahaya yang datang itu dari zat yang lebih kerapatannya ke zat yang kurang kerapatannya, maka cahaya itu juga akan dibiaskan menjauhi garis normal. contohnya Seperti cahaya dari air ke udara. 15

https://pendidikan.co.id/pengertian-cahaya-sifat-jenis-beserta-manfaatnya/ Setelah menyimpulkan hasil percobaan lengkapilah kolom pernerapan sifat cahaya dalam kehidupan sehari-hari. Isilah sesuai pengetahuan dan pengalamanmu. Dokumentasikan dalam foto untuk dilaporkan kepada Bapak/Ibu Guru ! No Sifat Cahaya Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari 1 Cahaya pada laser yang lurus tidak berbelok-belok Merambat Lurus 2 Menembus 3 benda bening 4 Dapat dipantulkan Air dikolam renang tampak dangkal Dapat 5 dibiaskan PEMBELAJARAN 2 Tujuan Pembelajaran 1. Seletah berdiskusi, siswa mampu menjelaskan hubungan simbol dengan makna sila ke empat Pancasila dengan benar 2. Setelah berdiskusi, siswa mampu memberikan contoh pengamalan dari sila ke empat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan benar 3. Setelah mengamati teks lagu, siswa mampu mengidentifikasi tinggi rendah nada dari teks lagu maju tak gentar dengan benar 4. Setelah diberikan contoh, siswa mampu menyanyikan notasi lagu maju tak gentar sesuai dengan tinggi rendah nada dengan benar 16

Indikator Pembelajaran 1. menjelaskan hubungan simbol dengan makna sila ke empat Pancasila dengan benar 2. memberikan contoh pengamalan dari sila ke empat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan benar 3. mengidentifikasi tinggi rendah nada dari teks lagu maju tak gentar dengan benar 4. menyanyikan notasi lagu maju tak gentar sesuai dengan tinggi rendah nada dengan benar PPKn Tujuan Pembelajaran 1. Seletah berdiskusi, siswa mampu menjelaskan hubungan simbol dengan makna sila ke empat Pancasila dengan benar 2. Setelah berdiskusi, siswa mampu memberikan contoh pengamalan dari sila ke empat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan benar Indikator Pembelajaran 1. menjelaskan hubungan simbol dengan makna sila ke empat Pancasila dengan benar 2. memberikan contoh pengamalan dari sila ke empat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan benar Kepemimpinan - Kerakyatan Raja Purnawarman adalah contoh seorang raja yang mempunyai sikap kepemimpinan. Sikap kepemimpinan Beliau sesuai dengan sila ke-4 Pancasila. Beliau mengutamakan tujuan dan kepentingan bersama rakyatnya dengan bermusyawarah, dan bijak dalam menyelesaikan masalah. Sila ke-4 Pancasila Berbunyi : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan Sila ke-4 disimbolkan dengan kepala banteng Lambang kepala banteng dijadikan sebagai dasar pada sila ke empat Pancasila karena Banteng merupakan binatang yang suka berkumpul. Sama seperti manusia dalam pengambilan keputusan harus dilakukan secara musyawarah. Salah satunya dengan berkumpul dan diskusi 17

Penerapan Sila keempat “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawarataan/perwakilan” yang dilambangkan dengan Kepala Banteng : 1. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. 2. Tidak memaksakan kehendak orang lain. 3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. 4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. 5. Dengan tekad baik dan bertanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah. 6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Setelah memahami makna dan penerapan sila ke-4, hubungkanlah kedalam perilaku sehari-hari di Sekaolah dan Masyarakat. Lengkapi tabel berikut sesuai contoh. Dokumentasikan dengan foto sebagai bahan pelaporan kepada Bapak/Ibu Guru. No Penerapan sila ke-4 Pancasila Di Sekolah Di Masyarakat 1 Mengutamakan kepentingan Menyelesaikan tugas Ikut membantu kerja negara dan masyarakat. dahulu baru beristirahat bakti sesuai kemampuan baru bermain dengan teman 2 Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. 3 Tidak memaksakan kehendak orang lain. 4 Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. 5 Melaksanakan hasil keputusan musyawarah. 6 Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur https://pancasila.weebly.com/penerapan-sila-sila-pancasila.html Pembelajaran 3 Tujuan Pembelajaran 1. Setelah berdiskusi, siswa mampu menyebutkan sifat-sifat cahaya terkait dengan cakram warna. 2. Setelah melakukan percobaan dengan cakram warna, siswa mampu mengomunikasikan hasilnya dengan detail. 18

3. Setelah membaca teks tentang Raja Balaputradewa, siswa mampu menjawab pertanyaan dengan benar. 4. Setelah menjawab pertanyaan tentang teks Raja Balaputradewa, siswa mampu menceritakan teks dengan Bahasa sendiri secara detail Indikator 1. menyebutkan sifat-sifat cahaya terkait dengan cakram warna. 2. mengomunikasikan hasilnya dengan detail. 3. menjawab pertanyaan dengan benar. 4. menceritakan teks dengan Bahasa sendiri secara detail IPA Tujuan Pembelajaran 1. Setelah berdiskusi, siswa mampu menyebutkan sifat-sifat cahaya terkait dengan cakram warna. 2. Setelah melakukan percobaan dengan cakram warna, siswa mampu mengomunikasikan hasilnya dengan detail. Indikator 1. menyebutkan sifat-sifat cahaya terkait dengan cakram warna. 2. mengomunikasikan hasilnya dengan detail. Lakukanlah percobaan berikut. Dokumetasikan dengan foto dan cuplikan video sebagai bahan laporan kepada Bapak/Ibu Guru ! Judul Kegiatan : Penggabungan Cahaya 7 Warna Tujuan Kegiatan : Untuk Membuktikan Bahwa Cahaya Putih Matahari Terdiri Atas Tujuh Warna Alat dan bahan : 1. Kardus 2. Kertas warna warni (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila/yg lain dan ungu ) 3. Jarum besar 4. Pensil 5. L em 6. P isau Cutter 7. Gunting 8. Benang kasur 9. Penggaris 19

Cara pembuatan :Membuat pola lingkaran pada sebuah kardus, lalu potong 1. Membagi kardus berbentuk lingkaran itu menjadi 7 bagian juring lingkaran 2. Memotong kertas warna warni mengikuti pola juring lingkaran dan tempelkan dimasing masing juring 3. Apabila sudah tertempel semua, maka Menunggu lem yang digunakan sedikit mengering dan berikan dua lubang kecil ditengah untuk memasukkan benang (seperti pada gambar) 4. Memasukan benang kasur melalui kedua lubang dan ikat kedua unjung tali 5. Setelah semuanya selesai, sekarang waktunya untuk mencapai tujuan percobaan, dengan cara memutar carkram dalam kecepatan tinggi, hingga akan terlihat warna putih. Cara Penggunaan : Pegang kedua ujung tali dan putar-putarkan cakram sehingga tali memendek, setelah tali menguat lepaskan kedua ujung tali sehingga cakram warna berputar dengan sendirinya. Apabila ingin agar putaran cakram lebih lama, maka ketika lilitan tali mulai habis putarannya maka agak sedikit dekatkan tangan sebelah kanan dan kiri lalu tarik lagi agar cakram kembali berputar.Pada saat berputar ini 7 warna pada cakram akan berubah menjadi putih. Dan tujuan pun terpenuhi. http://catatansihas.blogspot.com/2016/09/membuat-cakram-warna.html Jawablah pertanyaan berikut ini ! 1. Sumber cahaya di bumi adalah …. 2. Cahaya matahari berwarna …. 3. Ketika cahaya matahari sampai ke bumi, cahaya tersebut dapat terlihat oleh mata dengan 7 warna pokok. Tujuh warna cahaya matahari yang dapat kita antara lain …. 4. Percobaan di atas untuk membuktikan bahwa 7 warna pokok bila digabungkan (diputar cepat) akan menjadi 1 warna yaitu warna …. 5. Hal yang membuatmu kesusahan dalam melakukan percobaan di atas adalah …. Bahasa Indonesia Tujuan Pembelajaran 1. Setelah membaca teks tentang Raja Balaputradewa, siswa mampu menjawab pertanyaan dengan benar. 2. Setelah menjawab pertanyaan tentang teks Raja Balaputradewa, siswa mampu menceritakan teks dengan Bahasa sendiri secara detail 20

Indikator 1. menjawab pertanyaan dengan benar. 2. menceritakan teks dengan Bahasa sendiri secara detail Bacalah teks berikut ini dengan seksama ! Sultan Hasanuddin Sultan Hasanuddin adalah Raja Gowa ke-16 dan juga sebagai pahlawan nasional Indonesia yang terlahir dengan nama \"Muhammad Bakir I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape\". Ia lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, 12 Januari 1631 dan meninggal di umur yang terbilang muda yaitu 39 tahun, Sultan Hasanuddin meninggal di Gowa, Sulawesi selatan, 12 Juni 1670. Sultan Hasanuddin merupakan putera dari Raja Gowa ke-15. Sultan Hasanuddin juga pernah memerintah di Kerajaan Gowa mulai tahun 1653 sampai dengan 1669. Sultan Hasanuddin juga dikenal sebagai pahlawan yang berani, berkat keberaniannya, ia dijuluki \" De Haantjes Van Het Osten\" oleh Belanda yang memiliki arti Ayam Jantan dari Timur. Pada abad ke-17, VOC berusaha memonopoli perdagangan rempah-rempah di maluku setelah berhasil mengadakan perhitungan dengan Spanyol dan Portugis. VOC memaksa orang negeri menjual rempah-rempahnya dengan harga yang ditetapkan oleh Kompeni Belanda. Maka Sultan Hasanuddin tidak menerima keputusan dari Belanda, sebab itu bertentangan dengan kehendak Allah katanya. Pada tahun 1660, VOC menyerang Makassar, tetapi belum bisa menaklukkan kerajaan Gowa. Kemudian tahun 1667, VOC beserta sekutunya kembali menyerang Makassar. Pertempuran terjadi dimana-mana, hingga Kerajaan Gowa terdesak dan semakin lemah. Sehingga dengan terpaksa Sultan Hasanuddin menandatangani Perjanjian Bungaya pada tanggal 18 november 1667 di Bungaya. Karena Kerajaan Gowa merasa dirugikan, Gowa kemudian melakukan perlawanan kembali. Pertempuran kembali terjadi pada tahun 1668. Tetapi Kompeni Belanda dapat menguasai benteng terkuat yang dimiliki oleh Gowa yaitu Benteng Sombaopu pada tanggal 24 juni 1669. Kemudian pada tanggal 12 juni 1670 Sultan Hasanuddin meninggal. https://www.kompasiana.com/fiannurd/5cc19df2cc528343957967d3/sultan-hasanuddin- merupakan-pahlawan-yang-berani Jawablah pertanyaan berikut sesuai teks di atas dengan benar ! 1. Siapakah Sultan Hasanuddin ? 21

2. Apa julukan yang melekat pada diri Sultan Hasanuddin ? 3. Apa yang dilakukan VOC setelah mengadakan perhitungan dengan Spanyol dan Portugis ? 4. Mengapa Sultan Hasanuddin terpaksa menandatangani perjanjian Bungaya ? 5. Apa yang terjadi setelah Kerajaan Goa merasa dirugikan ? Ceritakan kembali kisah perjuangan Sultan Hasanuddin dengan bahasamu sendiri. Dokumentasian dengan merekam menggunakan gawai sebagai bahan pelaporan kepada Bapak/Ibu Guru ! Pembelajaran 4 Tujuan Pembelajaran 1. Setelah membaca teks, siswa mampu mengidentifkasi informasi dari teks non fiksi yang dibaca dengan terperinci. 2. Setelah membaca teks, siswa mampu menuliskan informasi dari teks non fiksi dengan terperinci. 3. Setelah berdiskusi, siswa mampu menjelaskan sikap dari tokoh yang sesuai dengan makna sila ke 4 dengan terperinci. 4. Setelah berdiskusi, siswa mampu menceritakan refleksi diri dalam melaksanakan sila ke 4 Pancasila dengan terperinci. Indikator 1. mengidentifkasi informasi dari teks non fiksi yang dibaca dengan terperinci. 2. mampu menuliskan informasi dari teks non fiksi dengan terperinci. 3. menjelaskan sikap dari tokoh yang sesuai dengan makna sila ke 4 dengan terperinci. 4. menceritakan refleksi diri dalam melaksanakan sila ke 4 Pancasila dengan terperinci. Bahasa Indonesia Tujuan Pembelajaran 1. Setelah membaca teks, siswa mampu mengidentifkasi informasi dari teks non fiksi yang dibaca dengan terperinci. 2. Setelah membaca teks, siswa mampu menuliskan informasi dari teks non fiksi dengan terperinci. Indikator 1. mengidentifkasi informasi dari teks non fiksi yang dibaca dengan terperinci. 2. mampu menuliskan informasi dari teks non fiksi dengan terperinci 22

Sultan Hasanuddin Sultan Hasanuddin Sultan Hasanuddin adalah Raja Gowa ke-16 dan juga sebagai pahlawan nasional Indonesia yang terlahir dengan nama \"Muhammad Bakir I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape\". Ia lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, 12 Januari 1631 dan meninggal di umur yang terbilang muda yaitu 39 tahun, Sultan Hasanuddin meninggal di Gowa, Sulawesi selatan, 12 Juni 1670. Sultan Hasanuddin merupakan putera dari Raja Gowa ke-15. Sultan Hasanuddin juga pernah memerintah di Kerajaan Gowa mulai tahun 1653 sampai dengan 1669. Sultan Hasanuddin juga dikenal sebagai pahlawan yang berani, berkat keberaniannya, ia dijuluki \" De Haantjes Van Het Osten\" oleh Belanda yang memiliki arti Ayam Jantan dari Timur. Pada abad ke-17, VOC berusaha memonopoli perdagangan rempah-rempah di maluku setelah berhasil mengadakan perhitungan dengan Spanyol dan Portugis. VOC memaksa orang negeri menjual rempah-rempahnya dengan harga yang ditetapkan oleh Kompeni Belanda. Maka Sultan Hasanuddin tidak menerima keputusan dari Belanda, sebab itu bertentangan dengan kehendak Allah katanya. Pada tahun 1660, VOC menyerang Makassar, tetapi belum bisa menaklukkan kerajaan Gowa. Kemudian tahun 1667, VOC beserta sekutunya kembali menyerang Makassar. Pertempuran terjadi dimana-mana, hingga Kerajaan Gowa terdesak dan semakin lemah. Sehingga dengan terpaksa Sultan Hasanuddin menandatangani Perjanjian Bungaya pada tanggal 18 november 1667 di Bungaya. Karena Kerajaan Gowa merasa dirugikan, Gowa kemudian melakukan perlawanan kembali. Pertempuran kembali terjadi pada tahun 1668. Tetapi Kompeni Belanda dapat menguasai benteng terkuat yang dimiliki oleh Gowa yaitu Benteng Sombaopu pada tanggal 24 juni 1669. Kemudian pada tanggal 12 juni 1670 Sultan Hasanuddin meninggal. https://www.kompasiana.com/fiannurd/5cc19df2cc528343957967d3/sultan-hasanuddin- merupakan-pahlawan-yang-berani 23

Identifikasi teks di atas dengan melengkapi bagan di bawah ini. Ambilah informasi berdasarkan teks di atas. Dokumentasikan dengan foto dalam gawai sebagai bahan laporan kepada Bapak/Ibu Guru ! Nama lahir Sikap .... Tempat Jelaskan kepada Kepahlawanan tanggal lahir teman- Sultan ..... Hasanuddin .... temanmu informasi dalam Kejadian tak Perjuangan Kedudukan terlupakan .... teks non fiksi Menandatngani secara daring .... dengan merekam melalui gawai sebagai bahan laporan kepada Bapak/Ibu Guru .... PPKn Tujuan Pembelajaran 1. Setelah berdiskusi, siswa mampu menjelaskan sikap dari tokoh yang sesuai dengan makna sila ke 4 dengan terperinci. 2. Setelah berdiskusi, siswa mampu menceritakan refleksi diri dalam melaksanakan sila ke 4 Pancasila dengan terperinci. Indikator 1. menjelaskan sikap dari tokoh yang sesuai dengan makna sila ke 4 dengan terperinci. 2. menceritakan refleksi diri dalam melaksanakan sila ke 4 Pancasila dengan terperinci. Analisislah sikap tokoh dalam cerita “Sultan Hasanuddin” yang sesuai dengan penerapan sikap sila ke-4 Pancasila. Dokumentasikan kedalam foto sebagai bahan pelaporan kepada Bapak/Ibu Guru ! No Penerapan sila ke-4 Pancasila Sikap Sultan Hasanuddin dalam cerita Mengutamakan kepentingan Membela kepentingan rakyat dalam sistem 1 negara dan masyarakat. perdagangan rempah-rempah pada zaman kedudukan spanyol dan portugis Mengutamakan kepentingan 2 negara dan masyarakat. 24

Tidak memaksakan kehendak 3 orang lain. No Penerapan sila ke-4 Pancasila Hal yang sulit dan bisa kamu selesaikan Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat 4 kekeluargaan. Melaksanakan hasil keputusan 5 musyawarah. Musyawarah dilakukan dengan 6 akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur Dalam pengalamanmu bersikap sesuai sila ke-4 Pancasila, pasti terdapat hal-hal yang menyulitkan. Tuliskan dan ceritakan hal menyulitkan yang kamu alami ketika kamu melaksanakan pengamalan sikap sila ke-4 Pancasila ! Laporkan dengan file foto dan cuplikan video kepada Bapak/Ibu Guru ! 25

1 Mengutamakan kepentingan Hal yang sulit adalah banyaknya kepentingan negara dan masyarakat. dari teman-teman yang membuat perdebatan. Tapi saya bisa melakukannya 2 Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. 3 Tidak memaksakan kehendak orang lain. 4 Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. 5 Melaksanakan hasil keputusan musyawarah. 6 Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur Pembelajaran 5 Tujuan Pembelajaran 1. Dengan membaca teks, dan berdiskusi, siswa mampu menjelaskan perjuangan tokoh yang sangat berpengaruh di zaman Hindu Budha. 2. Dengan mengamati gambar, membaca teks, dan berdiskusi, siswa mampu menceritakan perjuangan tokoh yang sangat berpengaruh di zaman Hindu Budha. 3. Setelah mempelajari mengenal notasi dan mengamati contoh yang diberikan guru, siswa mampu mengidentifikasi tinggi rendah nada dan tempo pada lagu Maju Tak Gentar dengan benar. 4. Setelah mempelajari mengenal notasi dan mengamati contoh yang diberikan guru, siswa mampu menyanyikan lagu Maju Tak Gentar dengan tinggi rendah nada dan tempo yang tepat. Indikator 1. menjelaskan perjuangan tokoh yang sangat berpengaruh di zaman Hindu Budha. 2. menceritakan perjuangan tokoh yang sangat berpengaruh di zaman Hindu Budha. 3. mengidentifikasi tinggi rendah nada dan tempo pada lagu Maju Tak Gentar dengan benar. 4. menyanyikan lagu Maju Tak Gentar dengan tinggi rendah nada dan tempo yang tepat. Bahasa Indonesia Tujuan Pembelajaran 1. Dengan membaca teks, dan berdiskusi, siswa mampu menjelaskan perjuangan tokoh yang sangat berpengaruh di zaman Hindu Budha. 2. Dengan mengamati gambar, membaca teks, dan berdiskusi, siswa mampu menceritakan perjuangan tokoh yang sangat berpengaruh di zaman Hindu Budha. Indikator 1. menjelaskan perjuangan tokoh yang sangat berpengaruh di zaman Hindu Budha. 26

2. menceritakan perjuangan tokoh yang sangat berpengaruh di zaman Hindu Budha. Tokoh yang Sangat Berpengaruh di Zaman Hindu-Budha 1. Raja Mulawarman Raja Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu kudungga. Nama Mulawarman cukup kental dengan pengaruh bahasa Sansekerta. Raja Mulawarman merupakan raja dari kerajaan Hindu pertama di Indonesia, Kerajaan Kutai. Selama masa pemerintahannya, rakyat Kerajaan Kutai hidup makmur dan sejahtera. Dirinya merupakan raja yang taat dengan agamanya, yaitu Hindu. Raja Mulawarman menyembah Dewa Siwa. 2. Raja Punawarman Raja Punawarman merupakan salah satu raja yang terkenal dari Kerajaan Tarumanegara. Dirinya terkenal sebagai raja yang bijaksana. Disamping pemerintahan yang baik, Punawarman memeluk agama Hindu dan taat menyembah Dewa Wisnu. 3. Raja Hayam Wuruk Raja Hayam Wuruk menjadi raka Majapahit yang paling terkenal dibanding raja-raja lainnya. Bergelar Rajasanegara dan didmapingi oleh Patih Gajah Mada. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Majapahit mencapai kejayaan yang tinggi dan mengusarai seluruh wilayah Nusantara, ditambah wilayah Tumasik yang sekarang Singapura dan Semenanjung Malaya. 4. Raja Balaputradewa Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia: Edisi Revisi (2019) karya Edi Hernadi, Raja Balaputradewa merupakan raka yang terkenal dari Kerajaan Sriwijaya. Dirinya memerintah sekitar abad ke-9 Masehi. Pada masa pemerintahannya, Sriwijaya berkembang pesar dan mencapai zaman keemasan. Balaputradewa adalah keturunan dari Dinasti Syailnedra. Berkat dirinya pula, Kerajaan Sriwijaya masyhur sebagai kerajaan maritim dan pusat perdagangan di Asia Tenggara. Di kerajaan ini juga dikenal sebagai pusat pendidikan dan penyebaran agama Buddha. \"Tokoh-Tokoh Sejarah pada Masa Hindu, Buddha, dan Islam di Indonesia\", https://www.kompas.com/skola/read/2020/09/23/160000269/tokoh-tokoh-sejarah-pada- masa-hindu-buddha-dan-islam-di-indonesia?page=all. Rangkum dan ceritakan dengan bahasamu sendiri satu tokoh yang berpengaruh yang ada pada teks di atas. Dokumentasikan kedalam foto dan video sebagai bahan pelaporan kepada Bapak/Ibu Guru SBdP Tujuan Pembelajaran 1. Setelah mempelajari mengenal notasi dan mengamati contoh yang diberikan guru, siswa mampu mengidentifikasi tinggi rendah nada dan tempo pada lagu Maju Tak Gentar dengan benar. 27

2. Setelah mempelajari mengenal notasi dan mengamati contoh yang diberikan guru, siswa mampu menyanyikan lagu Maju Tak Gentar dengan tinggi rendah nada dan tempo yang tepat. Indikator 1. mengidentifikasi tinggi rendah nada dan tempo pada lagu Maju Tak Gentar dengan benar. 2. menyanyikan lagu Maju Tak Gentar dengan tinggi rendah nada dan tempo yang tepat. Lingkarilah notasi lagu tinggi (nada tinggi) dan notasi lagu rendah (nada rendah) pada lagu dibawah ini ! Warnailah nada tinggi dengan pensil warna merah dan nada rendah dengan pensil warna biru. Dokumentasikan dengan foto sebagai bahan laporan kepada Bapak/Ibu Guru ! 28

Kotak Keterampilan Nyanyikanlah lagu “Maju Tak Gentar” dengan lantang dan notasi yang benar ! Dokumentasikan dengan cuplikan video sebagai bahan laporan kepada Bapak/Ibu Guru ! Pembelajaran 6 Tujuan Pembelajaran 29

1. Setelah berdiskusi, mengamati gambar, dan membaca teks, siswa mampu menyebutkan informasi yang diketahui tentang salah satu pahlawan nasional Indonesia. 2. Setelah berdiskusi, mengamati gambar, dan membaca teks, siswa mampu mempresentasikan informasi yang diketahui tentang salah satu pahlawan nasional Indonesia. 3. Setelah berdiskusi, mengamati gambar, dan membaca teks, siswa mampu menjelaskan kaitan sikap kepahlawanan dengan makna sila Pancasila 4. Setelah berdiskusi, mengamati gambar, dan membaca teks, siswa mampu menceritakan kaitan antara sikap kepahlawanan dengan makna sila Pancasila. Indikator 1. menyebutkan informasi yang diketahui tentang salah satu pahlawan nasional Indonesia. 2. mempresentasikan informasi yang diketahui tentang salah satu pahlawan nasional Indonesia. 3. menjelaskan kaitan sikap kepahlawanan dengan makna sila Pancasila 4. menceritakan kaitan antara sikap kepahlawanan dengan makna sila Pancasila. Bahasa Indonesia Tujuan Pembelajaran 1. Setelah berdiskusi, mengamati gambar, dan membaca teks, siswa mampu menyebutkan informasi yang diketahui tentang salah satu pahlawan nasional Indonesia. 2. Setelah berdiskusi, mengamati gambar, dan membaca teks, siswa mampu mempresentasikan informasi yang diketahui tentang salah satu pahlawan nasional Indonesia. Indikator 1. menyebutkan informasi yang diketahui tentang salah satu pahlawan nasional Indonesia. 2. mempresentasikan informasi yang diketahui tentang salah satu pahlawan nasional Indonesia. 30

Jenderal Sudirman Jenderal Sudirman lahir di Jawa Tengah, tepatnya di Bodas, Karangjati, Purbalingga pada tanggal 24 Januari 1916. Beliau memulai pendidikannya di sekolah bernama hollandsch inlandsche school (HIS). Setelah lulus, beliau melanjutkan pendidikannya ke Taman Siswa, dan masuk ke sekolah guru HIK Muhammadiyah Surakarta. Beliau tidak menyelesaikan sekolahnya, namun ia mengajar sebagai guru di HIS Muhammadiyah Cilacap. Karir militernya dimulai pada tahun 1943 dan bergabung dalam pasukan Pembela Tanah Air (PETA). Setelah pelatihan, beliau dijadikan komandan battalion PETA di Kroya, Jawa Tengah. Setelah Indonesia merdeka, Pak Sudirman bergabung dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Saat itu, Pak Sudirman berhasil merebut senjata pasukan Jepang dalam pertempuran di Banyumas, Jawa Tengah. Karena kepiawaiannya, beliau pun diangkat menjadi panglima TKR dengan pangkat kolonel. Pertempuran besar yang dipimpin beliau pertama kali adalah pertempuran Palagan Ambarawa, di mana Indonesia menang melawan tentara sekutu (Inggris) dan NICA (Belanda). Akhirnya, pada 18 Desember 1945, Pak Sudirman dilantik menjadi Jenderal. Hingga kini beliau dikenal dengan naman Jenderal Sudirman. Salah satu kiprah Jenderal Sudirman dalam mempertahankan Indonesia adalah perang gerilya yang berlangsung pada akhir Desember 1948 awal Juli 1949. Gerilya adalah cara berperang sembunyi-sembunyi dan menyerang dengan tiba-tiba. Selama perang gerilya, pasukan yang dipimpin Jenderal Sudirman melalukan penyerangan ke pos-pos yang dijaga Belanda atau saat konvoi. Pada 14 Desember 1948, Belanda kembali masuk ke Indonesia dan melakukan penyerangan di beberapa wilayah, terutama di Jawa. Belanda menyerang ibu kota Indonesia saat itu, Yogyakarta, dimulai dari Pangkalan Udara Maguwo. Mereka berhasil menguasai Yogyakarta pada 19 Desember 1948. Hingga pada 22 Desember 1948, Jenderal Sudirman memutuskan untuk meninggalkan Yogyakarta untuk memulai gerilya. Sebenarnya, saat itu, Jenderal Sudirman sedang mengalami sakit tuberkulosis (TBC). Bersumber dari Kompas.com, keterangan dalam situs Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemdikbud) menyebutkan bahwa kondisi itu membuat paru-paru beliau hanya berfungsi 50 persen. Memang sebelumnya saat Jenderal Sudirman berdiskusi dengan Presiden Soekarno, Presiden memintanya untuk beristirahat karena kondisinya yang sedang sakit. Namun, menurut ahli sejarah, Jenderal Sudirman justru menjawab “Tidak, Bung! Saya tetap bersatu dengan rakyat. Karena sesuai dengan ucapan saya, saya harus bergabung dengan rakyat, menentukan kemerdekaan Indonesia.” Perang gerilya membutuhkan perjalanan panjang di mana Jenderal Sudirman dan pasukannya harus keluar masuk hutan dan melewati jalur pedesaan. Sampai akhirnya saat kondisi kesehatan Jenderal Sudirman memburuk dan tidak kuat berjalan. Jenderal Sudirman ditandu oleh para prajuritnya yang setia. 31 (Penulis: Sarah Nafisah/Avisena Ashari)

Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai teks di atas ! dokumentasikan dengan foto sebagai bahan laporan kepada Bapak/Ibu Guru. 1. Bagaimana perjalanan pendidikan yang ditempuh oleh Jenderal Sudirman ? Jelaskan ! 2. Bagaimana Jenderal Sudirman memulai karir militernya ? Jelaskan ! 3. Bagaimana awal cerita Jendral Sudirman mendapatkan gelar “Jenderal” ? Jelaskan ! 4. Apa yang dimaksud perang gerilya ? Jelaskan ! 5. Tuliskan bagian dari kisah Jenderal Sudirman yang paling kamu sukai dalam 3 kalimat ! Bagan Keterampilan Sikap Nama Tempat Jelaskan kepada Kepahlawanan lahir tanggal lahir teman- .... ..... .... temanmu Jendral informasi dalam Kejadian tak Sudirman terlupakan teks non fiksi Kedudukan secara daring .... .... dengan Perjuangan merekam .... melalui gawai sebagai bahan laporan kepada Bapak/Ibu Guru PPKn Tujuan Pembelajaran 1. Setelah berdiskusi, mengamati gambar, dan membaca teks, siswa mampu menjelaskan kaitan sikap kepahlawanan dengan makna sila Pancasila 2. Setelah berdiskusi, mengamati gambar, dan membaca teks, menceritakan kaitan antara sikap kepahlawanan dengan makna sila Pancasila. Indikator 1. menjelaskan kaitan sikap kepahlawanan dengan makna sila Pancasila 2. menceritakan kaitan antara sikap kepahlawanan dengan makna sila Pancasila. 1. Apa yang dapat kamu teladani dari Jenderal Sudirman ? Jelaskan ! 2. Apakah sikap pantang menyerah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ? Jelaskan ! 3. Apakah kamu pernah bekerja sama dengan teman-temanmu untuk mencapai tujuan bersama dengan baik ? Tuliskan pengalamanmu ! 4. Presentasikan jawabanmu kepada teman-temanmu dengan merekamnya32 dengan gawai sebagai laporan kepada Bapak/Ibu Guru !

SUBTEMA 2 PEMBELAJARAN 1 Tujuan pembelajaran 1. Setelah membaca teks tentang Sultan Hasanuddin, siswa mampu menyebutkan informasi yang sudah diketahui dan yang ingin diketahui dengan benar. 2. Setelah mengumpulkan informasi yang sudah dan ingin diketahui lebih lanjut, siswa mampu mempresentasikannya melalui Bahasa lisan dan tulisan. 3. Setelah mengamati gambar, siswa mampu mengidentifikasi peninggalan kerajaan Islam serta pengaruhnya bagi wilayah setempat dengan benar. 4. Setelah berdiskusi, siswa mampu mengomunikasikan peninggalan kerajaan di masa Islam dan pengaruhnya di wilayah setempat dengan menggunakan peta pikiran. 5. Setelah melakukan percobaan tentang cahaya dan cermin, siswa mampu menyimpulkan sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan benar. 6. Setelah melakukan percobaan tentang cahaya dan cermin, siswa mampu menulis laporan tentang sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan rinci dan benar. Indikator 1. menyebutkan informasi yang sudah diketahui dan yang ingin diketahui dengan benar. 2. mempresentasikannya melalui Bahasa lisan dan tulisan. 3. mengidentifikasi peninggalan kerajaan Islam serta pengaruhnya bagi wilayah setempat dengan benar. 4. mengomunikasikan peninggalan kerajaan di masa Islam dan pengaruhnya di wilayah setempat dengan menggunakan peta pikiran. 5. menyimpulkan sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan benar. 6. menulis laporan tentang sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan rinci dan benar. 33

Tema 5 Pahlawanku Sub.Tema 2 Pahlawanku Kebanggaanku Tujuan Pembelajaran ke-1 : 1. Siswa mampu menyebutkan informasi yang sudah diketahui dan yang ingin diketahui dengan benar. 2. Siswa mampu mempresentasikan melalui bahasa lisan dan tulisan. 3. Siswa mampu mengidentifikasikan peninggalan kerajaan Islam serta pengaruhnya bagi wilayah setempat dengan benar. 4. Siswa mampu mengkomunikasikan peninggalan kerajaan di masa Islam dan pengaruhnya di wilayah setempat dengan menggunakan peta pikiran. 5. Siswa mampu menyimpulkan sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan benar. 6. Siswa mampu menulis laporan tentang sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan rinci dan benar. Muatan IPA Tujuan :  Mampu menyimpulkan sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan benar.  Mampu menulis laporan tentang sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan rinci dan benar. Indikator :  Menerapkan sifat-sifat cahaya dan keterkaitannya dengan indera pendengaran.  Menyajikan laporan hasil percobaan-percobaan tentang sifat-sifat cahaya. 34

Uraian Materi IPA Cermin merupakan benda-benda yang banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Cermin memantulkan kembali hampir semua cahaya yang diterimanya. Berdasarkan bentuk permukaannya cermin terdiri dari dua jenis, yaitu cermin datar dan cermin lengkung. Cermin lengkung terdiri dari dua macam, yaitu cermin cembung dan cermin cekung. Cermin datar adalah cermin yang permukaan pantulannya datar. Contoh, cermin yang ada di meja rias. Cermin cekung adalah cermin yang permukaan pantulannya berupa cekungan. Contoh, senter dan lampu mobil. Cermin cembung adalah cermin yang permukaan pantulannya berupa cembungan. Contoh, spion mobil dan sepeda motor. Sifat-sifat bayangan cermin :  Cermin datar : maya, tegak, dan sama besar  Cermin cembung : maya, tegak, dan diperkecil  Cermin cekung : maya, tegak, dan diperbesar, nyata, dan terbalik Sifat-sifat Cahaya :  Cahaya merambat lurus. Contoh, cahaya matahari menembus jendela, lampu sorot di lapangan, cahaya dari proyektor ke layar, dan cahaya senter.  Cahaya menembus benda bening. Contoh, ikan yang terlihat dari luar akuarium, air dalam gelas yang terlihat bening. Ada benda yang tidak dapat ditembus cahaya, yang disebut benda gelap. Contoh, buku, papan, dan cermin.  Cahaya dapat dipantulkan  Pemantulan baur: jika cahaya mengenai permukaan benda yang kasar dan bergelombang. Bayangan benda yang dihasilkan tidak serupa dengan aslinya.  Pemantulan teratur: jika cahaya mengenai permukaan benda yang mengkilap dan rata. Bayangan benda yang dihasilkan serupa dengan aslinya. Contoh, pemantulan cermin( datar,cekung, dan cembung).  Cahaya dapat dibiaskan  Cahaya dapat mengalami pembelokan karena melalui dua medium yang berbeda.  Contoh: pensil terlihat patah di dalam air dan kolam renang yang terlihat lebih dangkal.  Cahaya dapat diuraikan  Cahaya dapat terurai menjadi beberapa macam warna.  Benda-benda yang dapat mengurai cahaya adalah prisma dan titik-titik air.  Contoh, pelangi setelah hujan. 35

Lembar Kerja Nama : No.Absen : Kelas : Pasangkan sifat-sifat cahaya berikut ini dengan ilustrasi yang tepat ! Merambat lurus Dapat terurai Dapat dibiaskan Menembus benda bening Dapat dipantulkan A. B. Jawab…………………………… Jawab…………………………… C. D. Jawab…………………………… Jawab…………………………… E. A. Jawab…………………………… Jawab……………………………. 36

Muatan Bahasa Indonesia Tujuan : Mampu menyebutkan informasi yang sudah diketahui dan yang ingin diketahui dengan benar. Mampu mempresentasikan melalui bahasa lesan dan tulisan Indikator : Mencermati tokoh-tokoh yang terdapat pada teks fiksi. Menyampaikan hasil identifikasi tokoh-tokoh yang terdapat pada teks fiksi secara lisan, tulisan, dan visual. Uraian Materi Bahasa Indonesia Tokoh Teks Fiksi  Tokoh adalah pemegang peran dalam sebuah cerita yang memiliki emosi, sifat, dan karakter tersendiri.  Tokoh memiliki fungsi untuk membangun dan mengembangkan jalan cerita.  Di dalam teks fiksi, tokoh dapat berupa manusia, hewan, tumbuhan, bahkan benda-benda.  Berdasarkan fungsinya, tokoh dibedakan menjadi dua macam, yaitu tokoh sentral (utama) dan tokoh bawahan (tambahan).  Informasi adalah keterangan, pemberitahuan, atau berita yang sifatnya menambah pengetahuan dan wawasan seseorang.  Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan untuk mendapatkan informasi yang akurat. 1. Sumber informasi terpercaya: untuk mendapatkan informasi yang akurat, hal pertama yang harus diperhatikan adalah sumber informasi itu sendiri. Contohnya, memilih buku terbitan penerbit yang terdaftar, mengunjungi situs yang terpercaya, dan membaca artikel dari penulis yang ternama. 2. Kesesuaian antara kebutuhan informasi dan informasi yang dicari: untuk membantumu memahami kebutuhan informasi dengan lebih baik, susun kebutuhan informasimu dalam bentuk kalimat pertanyaan. 3. Proses pemindahan informasi dari sumber informasi ke penerima: bias terjadi memalui prosese melihat, mendengar, atau membaca. Oleh karena itu, amatilah dengan saksama, dengarkanlah dengan teliti, dan bacalah dengan cermat. Ada berbagai teknik membaca yang dapat kamu gunakan untuk menggali informasi dari suatu teks, yaitu membaca cepat, membaca sekilas, mambaca memindai, membaca intensif, dan membaca ekstensif. 37

Lembar Kerja Nama : No.Absen : Kelas : Lengkapilah peta pikiran di bawah ini, dengan mencari informasi mengenai Sultan Hasanuddin dari berbagai sumber teks bacaan! 38

Muatan IPS Tujuan :  Mampu mengidentifikasi peninggalan kerajaan Islam serta pengaruhnya bagi wilayah setempat.  Mampu mengkomunikasikan peninggalan kerajaan di masa Islam dan pengaruhnya di wilayah setempat dengan menggunakan peta pikiran. Indikator :  Mengidentifikasi kerajaan Hindu/Budha/Islam di lingkungan daerah setempat dan pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat masa kini.  Menyajikan hasil identifikasi kerajaan Hindu/Budha/Islam di lingkungan daerah setempat serta pengaruhnya pada kehidupanmasyarakat masa kini. Uraian Materi :  Peninggalan sejarah kerajaan Islam di Indonesia : 1. Kerajaan Samudra Pasai: kerajaan Islam pertama di Indonesia yang berdiri pada abad ke-13 Masehi di Aceh. Peninggalan: Hikayat Raja Pasai, Lonceng Cakra Donya, dan makam Sultan Malik as-Saleh. 2. Kerajaan Demak: kerajaan Islam pertama di Jawa yang berdiri pada abad ke-15 Masehi. Peninggalan: Masjid Agung Demak dan Pintu Bledeg. 3. Kerajaan Aceh: berdiri pada abad ke-16 Masehi di tepi Selat Malaka. Pusat kerajaan terletak di Kutaraja ( Banda Aceh). Peninggalan: Masjid Raya Baiturrahman, Benteng Indraprata, dan makam Iskandar Muda. 4. Kerajaan Banten: berdiri pada abad ke-16 Masehi di Banten. Peninggalan: Masjid Agung Banten, Istana Keraton Kaibon, dan Istana Surosowan. 5. Kerajaan Gowa dan Tallo terletak di Sulawesi. Peninggalan: Benteng Ford Rotterdam, Benteng Somba Opu, makam Sultan Hasanuddin, dan Masjid Katangka. 6. Kerajaan Ternate dan Tidore: berdiri pada abad ke-16 Masehi di Maluku. Peninggalan: makam Sultan Baabullah, Masjid Ternate, dan Keraton Tidore. 39

Lembar Kerja Nama : Kelas : No.Absen : Lengkapilah peta pikiran di bawah ini ! Kerajaan Islam Kerajaan Peninggalan Demak Kerajaan Peninggalan Banten Kerajaan Aceh Peninggalan 40

Tema 5 Pahlawanku Sub.Tema 2 Pahlawan Kebanggaanku Tujuan Pembelajaran ke 2 1. Siswa mampu menjelaskan hubungan simbol dengan makna sila ke lima Pancasila dengan benar. 2. Siswa mampu memberikan contoh pengalaman dari sila ke lima Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan benar. 3. Siswa mampu mengidentifikasi tinggi rendah nada dari teks lagu Maju Tak Gentar dengan benar. 4. Siswa mampu menyanyikan lagu maju tak gentar sesuai dengan tinggi rendah nada, tempo, dan sikap tubuh yang sesuai. Muatan PPKn Tujuan :  Mampu menjelaskan hubungan simbol dengan makna sila ke lima Pancasila dengan benar.  Mampu memberikan contoh pengalaman dari sila ke lima Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan benar. Indikator :  Memehami makna hubungan simbol dengan sila-sila Pancasila.  Menuliskan makna hubungan simbol dengan sila-sila Pancasila sebagai satu kesatuan dalam kehidupan sehari-hari. 41

Uraian Materi Makna Simbol Pancasila  Bintang bercahaya (sila pertama): melambangkan sifat Tuhan yang selalu membimbing manusia.  Rantai (sila kedua): melambangkan ikatan yang kuat antara laki-laki dan perempuan sebagai unsur generasi penerus.  Pohon beringin (sila ketiga): melambangkan tempat bernaung rakyat Indonesia yang terdiri atas berbagai macam suku bangsa dan budaya.  Kepala banteng (sila keempat): banteng merupakan hewan yang suka berkumpul. Seperti halnya rakyat Indonesia yang suka berkumpul dan mencari jalan keluar bersama dengan bermusyawarah.  Padi dan kapas (sila kelima): melampangkan pangan dan sandang sebagai kebutuhan dasar manusia untuk mencapai kemakmuran. Pengalaman Pancasila  Pengamalan Sila Pertama 1. Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. 2. Saling menghormati dan bekerja sama antarpemeluk agama. 3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.  Pengalaman Sila Kedua 1. Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban antarsesama manusia. 2. Mengembangkan sikap tenggang rasa. 3. Menjungjung tinggi nilai kemanusiaan. 4. Saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.  Pengalaman Sila Ketiga 1. Menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. Rela berkorban demi bangsa dan Negara. 3. Mengembangkan sikap cinta tanah air.  Pengalaman Sila Keempat 1. Menggutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. 2. Tidak memaksakan kehendak orang lain. 3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan. 4. Melaksanakan kegiatan dengan semangat kekeluargaan.  Pengalaman Sila Kelima 1. Menerapkan sikap adil terhadap sesama. 2. Menghormati dan menghargai hak-hak orang lain. 3. Menghargai orang lain dan menolong sesama. 4. Melaksanakan kegiatan yang berguna bagi kepentingan bersama. 42

Lembar Kerja Nama : No.Absen : Kelas : Pasangkanlah simbol-simbol Pancasila sesuai dengan contoh pengalamannya ! 1 . Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan 2 Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 3 Menerapkan sikap adil terhadap sesama 4 Rela berkorban demi bangsa dan negara 5 Tidak memaksa kehendak kepada orang lain 43

Muatan SBdP Tujuan :  Mampu mengidentifikasi tinggi rendah nada dari teks lagu Maju Tak Gentar dengan benar.  Mampu menyanyikan lagu maju tak gentar sesuai dengan tinggi rendah nada, tempo, dan sikap tubuh yang sesuai. Indikator:  Mengetahui tanda tempo dan tinggi rendah nada.  Menyanyikan lagu dengan memperhatikan tempo dan tinggi rendah nada. Uraian Materi SBdP Tempo lagu adalah ukuran kecepatan dalam birama lagu. Tempo pada lagu berfungsi untuk memperlambat atau mempercepat sebuah lagu saat dimainkan. Berikut ini adalah jenis-jenis tempo: 1. Tempo lambat a. Adagio : lambat, lebih lambat dari andante b. Largo : lambat, lebar, dan lurus c. Grave : lambat, berat, dan tenang 2. Tempo sedang a. Andante : sedang, langkah santai b. Andantino : sedang, lebih cepat dari andante c. Moderato : sedang, lebih cepat dari andantino 3. Tempo cepat a. Allegro : riang, cepat b. Di Marcia : seperti orang berbaris c. Vivace : lincah, gembira d. Presto : sangat cepat Dengan adanya tempo, kita dapat menyanyikan sebuah lagu dengan mudah. Lalu kita dapat menyebutkan jumlah ketukan pada setiap jenis tanda tempo tersebut. Contoh : A. Moderato : sedang (92-104 ketuk/menit). B. Andantino : sedang (76-84 ketuk/menit). C. Andante : sedang (69-76 ketuk/menit). Kemudian pada lagu “Maju Tak Gentar” terdapat angka 4/4. Artinya, tiap birama terdiri atas empat ketukan. Ketukan inilah yang mempengaruhi cepat lambatnya irama dalam sebuah lagu. 44

Lembar Kerja SBdP Nama : No.Absen : Kelas : Lengkapilah pernyataan-pernyataan rumpang berikut dengan pilihan yang telah disediakan! 1. Lagu wajib nasional “Maju Tak Gentar” menggunakan tempo………………….dalam memainkannya. 2. Jenis tempo………………….. lebih cepat dari jenis tempo andante tetapi termasuk tempo sedang. 3. Lagu wajib nasional…………………menggunakan tempo grave dalam memainkannya. 4. Jenis tempo……………….dimainkan dengan sangat cepat. 5. Jenis tempo allegro dimainkan seperti suasana………………………. Bagimu Negeri di marcia riang presto andantino 45

Tema 5 Pahlawanku Sub.Tema 2 Pahlawanku Kebanggaanku Tujuan Pembelajaran ke- 3 :  Siswa mampu menyimpulkan sifat-sifat cahaya dab hubungannya dengan penglihatan dengan benar.  Siswa mampu menulis laporan tentang sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan rinci dan benar.  Siswa mampu menambah informasi terhadap yang sudah diketahui dan yang ingin diketahui dengan benar.  Siswa mampu mempresentasikannya melalui Bahasa lisan dan tulisan. Muatan IPA Tujuan :  Mampu menyimpulkan sifat-sifat cahaya dab hubungannya dengan penglihatan dengan benar.  Mampu menulis laporan tentang sifat cahaya dan hubungannya dengan penglihatan dengan rinci dan benar. Indikator :  Menerapkan sifat-sifat cahaya dan keterkaitannya dengan indera penglihatan.  Menyajikan hasil percobaan-percobaan tentang sifat-sifat cahaya. 46

Uraian Materi IPA Alat Optik : o Periskop : digunakan pada kapal selam untuk melihat objek di atas air, menggunakan dua cermin datar, dan menggunakan prinsip pemantulan cahaya. o Lup : untuk memperbesar banyangan benda dan menggunakan lensa cembung. o Kacamata : membantu penglihatan rabun dekat atau jauh dengan menggunakan lensa cembung atau cekung. o Kamera : menggunakan dua lensa cembung sehingga menghasilkan banyangan yang diperkecil dan nyata. Cara Membuat Lup Sederhana  Alat dan bahan : 1. Kantong plastic bening atau botol bening dengan permukaan rata 2. Air 3. Kertas dengan tulisan-tulisan yang kecil  Langkah kerja : 1. Isi kantong plastic dengan air. 2. Ikat kantong plastik. 3. Letakkan kertas di bawah kantong plastik. 4. Bandingkan tulisan asli dengan tulisan yang terlihat dari plastik. 5. Ulangi dengan kantong plastik berukuran seperlima kali lebih besar atau lebih kecil. 6. Bandingkan hasilnya. 47

Lembar Kerja Nama : No.Absen : Kelas : Buatlah laporan percobaannmu pada table yang telah disediakan. Laporan Kegiatan Percobaan Nama Percobaan Tujuan Percobaan Alat - alat Langkah kerja Kesimpulan 48

Muatan Bahasa Indonesia Tujuan :  Mampu menambah informasi terhadap yang sudah diketahui dan yang ingin diketahui dengan benar.  Mampu mempresentasikannya melalui Bahasa lisan dan tulisan. Indikator :  Mencermati tokoh-tokoh yang terdapat pada teks fiksi.  Menyampaikan hasil identifikasi tokoh-tokoh yang terdapat pada teks fiksi secara lisan, tulis, dan visual. Uraian Materi Mengolah informasi dari teks dalam bentuk tabel KW KW merupakan singkatan dari know (apa yang diketahui) dan what do yo want to know (apa yang ingin diketahui lebih lanjut). Dengan kata lain, tabel KW merupakan tabel atau kolom yang berisikan sejumlah informasi terkait apa yang diketahui dan apa yang ingin diketahui lebih lanjut. Dengan tabel KW, kamu dapat dengan mudah menggali informasi dalam suatu bacaan, baik yang tersurat (tertulis) maupun yang tersirat (tersembunyi). Bacalah bacaan berikut dengan saksama! 49


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook