PENILAIAN KINERJA (PERFORMANCE APPRAISAL) MPP Ns. Nina Kurniawati, S.Kep., MM
Penilaian Kinerja Penilaian kinerja adalah proses yang dilakukan organisasi untuk mengevaluasi hasil kerja para karyawannya. (Werther & Davis 1996) Penilaian kinerja adalah sistem formal untuk meninjau dan mengevaluasi kinerja para individu atau tim dalam menjalankan tugasnya. (Mondy 2008) Penilaian kinerja melibatkan evaluasi kinerja yang didasarkan pada penilaian dan pendapat dari para bawahan, rekan kerja, atasan, manajer lainnya, dan bahkan karyawan itu sendiri. (Schuler & Jackson 2006) Merupakan proses yang digunakan untuk Mengidentifikasi, Mendorong, Mengukur, Mengevaluasi, Meningkatkan dan Memberi Penghargaan Terhadap Kinerja Karyawan. Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit
Manfaat dari Penilaian Kinerja 1. Perbaikan Kinerja 2. Keputusan administrasi 3. Pemberian penghargaan 4. Kompensasi 5. Promosi 6. Pemberhentian 7. Pengurangan, PHK 8. Pengembangan Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit
Manfaat Penilaian Kinerja (Werther & Davis 1996) 1. Perbaikan kinerja 2. Penyesuaian kompensasi 3. Penempatan karyawan 4. Kebutuhan pelatihan dan pengembangan 5. Perencanaan dan pengembangan karir 6. Mendeteksi kelemahan proses staffing 7. Mendeteksi ketidaktepatan informasi 8. Mendeteksi kesalahan desain jabatan 9. Menjamin kesempatan kerja yang setara 10.Mendeteksi faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja 11.Memberikan umpan balik bagi departemen SDM Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit
Syarat Penilaian Kinerja Suatu sistem penilaian kinerja harus mampu menggambarkan secara akurat kinerja yang tipikal dari seorang karyawan. Untuk itu sistem penilaian kinerja harus: 1. Job-related:Mengevaluasi berbagai perilaku kritikal yang dapat menghasilkan kinerja yang sukses. 2. Praktis:Dapat dipahami dengan mudah oleh para evaluator dan karyawan. 3. Terstandarisasi:Memungkinkan terwujudnya praktik penilaian kinerja yang seragam. Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit
Standar Kinerja • Standar kinerja (performance standards) adalah tolak ukur (benchmark) yang digunakan untuk mengukur kinerja. • Agar efektif, standar tersebut harus terkait dengan hasil yang diharapkan dari suatu jabatan. • Standar-standar kinerja yang terkait dengan suatu jabatan (job-related) bisa diperoleh melalui proses analisis jabatan. Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit
Lanj……Standar Kinerja Prinsip SMART dalam penetapan standar kinerja: • Specific: Jelas dan rinci • Measurable: Dapat diukur • Achievable: Dapat dicapai (berdasarkan kesepakatan antara karyawan dengan atasannya). • Result oriented: Berorientasi pada hasil • Time framed: Jelas jangka waktu pencapaiannya. Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit
Ukuran Kinerja • Ukuran kinerja (performance measures) adalah nilai atau peringkat yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja. • Ukuran kinerja harus mudah digunakan, dapat diandalkan (reliable), dan mampu melaporkan perilaku-perilaku kritikal yang menentukan kinerja. Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit
Dua Komponen Kunci Penilaian Kinerja Mengambarkan aspek hasil kerja Aspek Results Penilaian Kinerja (results) MPP. Pengukuran hasil (Key Performance MPP (Performance kerja dilakukan melalui penyusunan key performance Indicators) Appraisal) indicators MPP. Mengambarkan aspek kompetensi Aspek Kompetensi (kecakapan) yang perlu dimiliki (Kompetensi dan oleh MPP mampu menghasilkan kinerja (results) yang optimal. Perilaku) Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit
Komponen 1 : KPI (Key Performance Indicators) • Job Area Kinerja Utama Description • Work Flow Key Performance • Expected Indicators Identifying Results Defining Measuring Monitoring Hasil kerja Reporting MPP dapat di-ukur secara lebih obyektif Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit
Manfaat Komponen KPI dalam Performance Appraisal Kinerja MPP dapat dievaluasi secara Organisasi yang lebih obyektif dan terukur, sehingga lebih responsif : dapat mengurangi unsur subyektivitas performance- Setiap MPP juga menjadi lebih based culture memahami mengenai hasil kerja akan terbangun kunci (key results) yang diharapkan darinya. Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit 11
KOMPETENSI Nilai dengan skala 1 – 5, dimana : 5 = Outstanding 4 = Good performance 3 = Standard performance 2 = Need Improvements 1 = Unacceptable Angka 72 didapat dari total skor = 18 / 5 (jumlah kompetensi) x 20. Dikalikan 20, supaya hasil nilai sebanding dengan skala nilai KPI (maks 100) Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien12Rumah Sakit
Dua Komponen Kunci Penilaian Kinerja Aspek Results Skor Total • Bonus (Key Performance Penilaian Kinerja • Kenaikan Gaji • Promosi Indicators) Karyawan • Training Plan Bobot : 60% (Performance Aspek Kompetensi Appraisal) (Kompetensi dan Perilaku) Bobot : 40 % Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien13Rumah Sakit
Kesalahan dalam penilaian : 1. Standar yang berbeda/ Kurang jelas 2. Efek Resensi 3. Kecendrungan memusat/ sentral 4. Efek Hello 5. Terlalu Longgar/ Terlalu Ketat 6. Prasangka 7. Kesalahan Kontras Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit
CONTOH Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit
Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit
Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit
Search
Read the Text Version
- 1 - 17
Pages: