Tampak atas Gedung RSA UGM 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 51 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
MENGABDI UNTUK NEGERI dr. Arief Budiyanto, Ph.D, Sp.KK(K) Direktur RSA UGM Tingkatkan Kapasitas, Tumbuhkan Inovasi Sejakditetapkan sebagai rumah sakit rujukan COVID-19, 17 Maret 2020 hingga 6 Juni 2020, tecatat sebanyak 1.197 pasien dirawat di RSA UGM. Awalnya, karena keterbatasan ruang isolasi, RSA UGM juga merujuk 9 WNA asal India yang dinyatakan positif COVID-19 ke RS Dr. Sardjito. 5 2 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
Tampak dari sudut Gedung Yudhistira dan Gedung Arjuna KAPASITAS masing memiliki 5 lantai dengan kapasitas Saat itu, RSA UGM masih menggunakan total 107 tempat tidur. Setiap gedung dua lantai di salah satu gedungnya sebagai dilengkapi dengan ruang isolasi kritis, area penanganan dan perawatan pasien ruang perawatan PDP, ruang ganti medis, COVID-19. Bukan hanya ruang isolasi yang ruang istrihata tenaga kesehatan dan ruang terbatas, kapasitas ruang rawat pasiennya poliklinik COVID-19. juga terbatas, yaitu hanya terdiri dari 16 tempat tidur. “Kehadiran kedua gedung ini meningkatkan kapasitas RSA UGM dalam menangani Karena itu, dibangunlah dua gedung RSA pasien COVID-19. Ruang perawatannya pun UGM untuk menangani pasien COVID-19 di dibangun sesuai standar yang ditetapkan DIY dan sekitarnya. Gedung baru masing- Kemenkes RI dan internasional,” ujar Arief. 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 53 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
MENGABDI UNTUK NEGERI Arief sangat mengapresiasi upaya yang Mendamping kunjungan kerja Menteri PUPR dilakukan Pemerintah untuk membantu M. Basuki Hadimuljono penanganan COVID-19 di DIY melalui pembangunan dua gedung RSA UGM. pengerjaan kedua gedung, standarnya “Pembangunannya berlangsung cepat dan adalah 8 bulan hingga 1 tahun. Namun, durasi pengerjaan ditargetkan hanya 30 hari,” ternyata setelah diinformasikan tentang imbuhnya. sistem sandwich panel yang digunakan, Arief dan tim pun menjadi optimis. Menurut Arief, awalnya sempat ragu dengan target pekerjaan yang hanya berdurasi 30 hari. Karena berdasarkan kalkulasi waktu 5 4 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
“Benar saja, hasilnya luar biasa. Ibaratnya, Menyaksikan penandatanganan dokumen oleh cerita Badung Bondowoso yang membangun Kepala BPPW DIY, Tri Rahayu seribu candi hanya dalam waktu semalam. Bukan hanya cepat, kualitasnya pun bagus, ruang yang dapat berubah. “Dengan fasilitas malah lebih bagus dari yang lama. Intinya, yang mumpuni ini, menjamin rasa percaya ini lebih dari apa yang kami bayangkan,” aku diri kami sebagai tenaga kesehatan untuk Arief. melayani masyarakat,” lanjutnya. Tak hanya teknologi sandwich panel, gedung ini juga dilengkapi smart system yang dapat mengontrol suhu udara dan kelembapan 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 55 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
MENGABDI UNTUK NEGERI Tak ayal, kedua gedung pun selesai dibangun hanya dalam waktu 37 hari dan telah diresmikan pada 8 Juni 2020. Keduanya juga langsung difungsikan sebagai fasilitas penanganan dan perawatan pasien COVID-19. Arief menambahkan, bahwa gedung juga telah diserahterimakan kepada RSA UGM melalui Kementerian PUPR. INOVASI Di balik masifnya penularan COVID-19, pandemi justru mendorong kreativitas manusia untuk berinovasi dan memanfaatkan teknologi. Menurut Arief, RSA UGM telah menghadirkan sejumlah inovasi dalam layanannya. Di antaranya, menyediakan layanan One Stop Service dan telemedicine atau layanan pengobatan secara online. “Inovasi ini menjawab kekhawatiran masyarakat yang akan berobat ke RSA UGM. Karena sebelumnya, penanganan pasien COVID-19 belum dilakukan secara terpisah (tempat) sehingga timbul kekhawatiran tertular,” jelas Arief. Untuk itu, selain membangun gedung baru, RSA UGM juga memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan inovasi tersebut, pasien non-COVID-19 bisa menikmati 5 6 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
layanan kesehatan secara terpadu di RSA UGM dan, tentunya tanpa harus merasa khawatir lagi akan risiko tertular COVID-19. Pandemi COVID-19 dan juga proyek pembangunan ini telah memberikan sebuah pembelajaran berharga. “Semua hal bisa kita kerjakan dan selesaikan dengan lebih cepat jika fokus dalam mengerjakannya dan tergantung pula dengan niat kita dalam melakukannya,” aku Arief. Arief mewakili insitusi RSA UGM pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Tim Pelaksana, Tim MK, dan seluruh tenaga kerja konstruksi yang telah mengupayakan proyek ini dapat berjalan dan selesai tepat waktu. Tentunya, dengan tetap mengutamakan kualitas. “Saya berharap pandemi ini segera berakhir. Fasilitas kesehatan yang terbangun ini bisa kami gunakan sebaik-baiknya untuk melayani masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan akibat penyakit infeksi,” pungkas Arief. Selasar ruang rawat inap 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 57 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
5 8 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
Lobby sekaligus berfungsi sebagai ruang informasi 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 59 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
MENGABDI UNTUK NEGERI Arief Wahyu S. ST. Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman DIY Pengalaman Pertama Sarat Pembelajaran Pembangunan fasilitas penanganan COVID-19 di RSA UGM merupakan proyek rumah sakit pertama yang ditangani Satker DIY. Proyek ini pun sarat akan pembelajaran berharga yang dapat menjadi bekal pengalaman untuk menjalankan proyek serupa di masa mendatang. DESIGN AND BUILD Tujuan dari pembangunan RSA UGM ini adalah menyelesaikan bangunan gedung eksisting yang akan dijadikan rujukan rumah sakit COVID-19. Untuk itu, Satker DIY segera mengambil sejumlah 6 0 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
langkah untuk melaksanakan pembangunan kontraktor maupun MK. Koordinasi juga rumah sakit, mengingat pembangunan dilakukan dengan Kementerian Kesehatan ditargetkan selesai hanya dalam waktu 30 terkait perencanaan dan desainnya. hari. “Mengingat, yang dibangun adalah rumah Adapun langkah yang diambil, antara lain, sakit khusus penanganan pasien infeksius, ada melakukan koordinasi dengan Pemerintah aturan, batasan, ataupun standar yang harus Pusat, Pemerintah Provinsi, dan UGM selaku dipenuhi. Hal inilah yang kami konsultasikan pemilik rumah sakit. Kemudian, melakukan dengan Kementerian Kesehatan,” sahut pembahasan dengan tim pelaksana, baik Kepala Satker DIY, Arief Wahyu S. ST. Bersama Kepala BPPW DIY memeriksa hasil pembangunan 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 61 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
MENGABDI UNTUK NEGERI Arief menambahkan, desain bangunan pun mendapat masukan dari para dokter. Salah satu hal yang menjadi perhatian utama para dokter adalah terkait tata udara dalam gedung. Dalam hal ini, saluran udara di seluruh gedung harus terkontrol dan dibuat kedap. Dengan begitu, udara disaring, diserap, dan dibuang, terutama terhadap kuman, bakteri, dan virus. “Inilah salah satu tantangan terberatnya, yaitu ketika pekerjaan sudah dilaksanakan, tiba-tiba ada perubahan desain. Memang, dalam proyek ini, desain dilakukan sambil pekerjaan berjalan sehingga setiap perubahan yang terjadi harus segera dituntaskan sehingga seluruh bangunan bisa rampung hanya dalam waktu satu bulan,” kisah Arief. Hal ini lantaran pembangunannya dilaksanakan dengan sistem design and build. Untuk mempercepat proses pembangunan, tidak dilakukan perencanaan ulang. Melainkan, dengan me-review desain yang ada. Kemudian, hasil review disampaikan ke Kemenkes untuk memastikan desainnya telah memenuhi standar rumah sakit. 6 2 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
Selasar ruang perawatan 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 63 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
MENGABDI UNTUK NEGERI TANTANGAN harus benar-benar diperhatikan dan setiap Selain berkoordinasi dengan berbagai prosedurnya dilaksanakan secara disiplin. pihak, Satker juga menggandeng pelaksana Misalnya saja, mencuci tangan, pengecekan yang sudah berpengalaman di bidang suhu tubuh, serta pengecekan kesehatan. pembangunan rumah sakit. Melalui justifikasi terhadap sejumlah BUMN, Satker pun “Pasalnya, satu saja pekerja terkena wabah ini, memilih PT Adhi Karya sebagai pelaksana maka seluruhnya akan dikarantina. Otomatis, kegiatan. pekerjaan akan berhenti total ,” ujar Arief. Justifikasi didasari pada pengalaman Adhi Dengan adanya risiko bekerja di tengah Karya dalam membangun rumah sakit. pandemi, cukup sulit untuk membujuk Alasan kuat lainnya adalah fakta bahwa orang untuk bekerja. Kemudian, kondisi bangunan eksisting yang pembangunannya pekerjaan yang mengejar target waktu juga terhenti di tahun 2010, dulunya, merupakan mengharuskan pekerja bekerja dalam 3 proyek yang dikerjakan Adhi Karya. shift—pagi, siang, malam; bersedia bekerja di hari Sabtu dan Minggu, bahkan di Hari Raya “Adhi Karya sudah punya pengalaman Idul Fitri. di pembangunan rumah sakit. Meskipun bukan rumah sakit khusus penyakit infeksi, Dengan rampungnya pembangunan Gedung paling tidak mereka mengetahui cara untuk Yudhistira dan Arjuna, diharapkan asetnya menyelesaikan bangunan rumah sakit,” jelas bisa segera diserahterimakan dari Pemerintah Arief. Pusat kepada RSA UGM sehingga rumah sakit bisa dikelola, dioperasionalkan, dan Tantangan lain dihadapi saat melakukan dipelihara sepenuhnya oleh RSA UGM. perekrutan tenaga kerja. Di tengah pandemi, cukup sulit mencari tenaga kerja “Setelah semua ini (pandemi) selesai, fasilitas bangunannya. Keamanan dan keselamatan diharapkan bisa tetap dimanfaatkan dan para pekerja adalah hal yang utama. Karena dijaga sebaik mungkin,” pungkas Arief. itu, implementasi protokol COVID-19 6 4 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 65 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
6 6 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
IGD Gedung Yudistira 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 67 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
MENGABDI UNTUK NEGERI Affi Triato, ST., MT. PPK Penataan Bangunan dan Lingkungan BPPW DIY Adaptasi Ritme dan Budaya Kerja Baru Proyek Penyelesaian/Lanjutan Pembangunan Gedung Yudistira dan Gedung Arjuna RSA UGM untuk Menjadi Rumah Sakit Rujukan COVID-19 menjadi sebuah pengalaman baru bagi Affi Triato. Bukan hanya menjadi proyek rumah sakit pertama yang digarapnya, tetapi proyek ini juga merupakan pekerjaan yang luar biasa dengan ritme kerja yang belum pernah dijalani Affi selama ini. 6 8 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
Menerima masukan dari berbagai pihak RITME KERJA “Saat Bu Direktur (Direktur Bina Penataan Memang, tak mudah bagi Affi dan juga semua Bangunan) telepon, saya masih di Blora. tim yang terlibat untuk menuntaskan proyek Kebetulan saya baru saja menyelesaikan RSA UGM. Selain target waktu penyelesaian karantina mandiri di rumah selama 14 hari yang sangat ketat, pekerjaan harus berjalan karena menjadi ODP. Setelah ditelepon, di tengah merebaknya pandemi COVID-19. sore hari itu juga saya berangkat ke Yogya Di kala sebagian besar pekerja “dirumahkan” dan keesokan harinya langsung bertugas alias WFH, Affi justru harus terjun di lapangan, mempersiapkan proyek RSA UGM,” ujar Affi. tepat setelah Affi menjalani masa karantina sebagai ODP selama 14 hari di kediaman orang tua di Blora, Jawa Tengah. 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 69 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
MENGABDI UNTUK NEGERI Minggu pertama menjadi minggu yang atau sebelum pekerjaan fisik dimulai. Tetapi, cukup berat. Affi harus beradaptasi dengan di sini, proses tersebut dipadatkan karena cepat karena proyek ini memiliki ritme dan memang kondisinya tanggap darurat. Kami pola kerja yang berbeda dengan proyek- diinstruksikan untuk langsung bekerja, proyek yang pernah digarap Affi sebelumnya. penyedia jasa melakukan pekerjaan dengan metode pekerjaan konstruksi terintegrasi Selain itu, Affi juga harus mempelajari hal-hal rancang bangun, Design and Build,” papar Affi. barudengancepat.Iniadalahproyekrumahsakit pertama yang digarapnya. Sedikit demi sedikit, “Jadi, proyek ini memang sesuatu yang dengan diniatkan bekerja sebagai ibadah, Affi baru, di luar ritme kerja kami selama ini pun mulai mengikuti dan memahami alur yang sifatnya reguler. Proyek ini merupakan pekerjaan bangunan rumah sakit. langkah tanggap darurat Pemerintah terhadap kondisi pandemi, sehingga harus Bukan hanya pekerjaan secara teknisnya segera dimulai dan segera selesai sehingga saja yang luar biasa, tetapi juga dari sisi dapat segera dimanfaatkan. Buat kami, ini administrasinya. Pekerjaan RSA UGM sebuah pembelajaran baru yang berharga,” merupakan pekerjaan penanganan darurat lanjutnya. yang berbeda dengan pekerjaan reguler pada umumnya. Sebagai PPK yang terbiasa Adaptasi juga harus dilakukan terhadap dengan pekerjaan reguler yang runut cara kerja. Situasi pandemi telah mengubah mulai penyiapan dokumen perencanaan, budaya kerja menjadi serba digital. Bahkan, pelelangan, berkontrak kemudian masuk koordinasi dan komunikasi, seperti rapat- tahap pelaksanaan; mengerjakan pekerjaan rapat atau diskusi yang biasanya dilakukan penanganan darurat merupakan hal yang baru tatap muka, dilakukan secara virtual. dimana penyedia jasa diperintahkan langsung bekerja agar hasil pembangunannya dapat Digitalisasi memang mampu menganulir segera dimanfaatkan untuk mendukung batas ruang dan waktu sehingga koordinasi penanganan pandemi COVID-19. bisa dilakukan lebih cepat dan kapan saja. Pengambilan keputusan pun menjadi lebih “Penyiapan dokumen perencanaan pada cepat. Namun, di sisi lain, kadang terjadi umumnya dilakukan sebelum pelelangan distorsi akibat gangguan jaringan. 70 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
Mengutamakan koordinasi dan komunikasi 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 71 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
MENGABDI UNTUK NEGERI Protokol kesehatan tetap dijaga 72 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
PROTOKOL PUPR. Setiap pekerja datang, dilakukan rapid Menurut Affi, tantangan utama pekerjaan ini test terlebih dahulu. adalah waktu. Bukan hanya singkat, tetapi juga bertepatan dengan awal Ramadhan Kemudian, dilanjutkan dengan safety 1441 H. Belum lagi, waktu pengerjaan yang morning talks harian dengan tetap menjaga terpotong libur Lebaran Idul Fitri 1441 H. jarak dan dilakukan pembagian masker serta “Kalau kami di manajemen diinstruksikan disediakan banyak fasilitas cuci tangan. pimpinan untuk tidak mudik. Jadi, personil Pekerja juga diwajibkan untuk berpakaian inti proyek tidak mudik. Saat lebaran tetap lengan panjang. Alhasil, hingga proyek bekerja di lokasi,” jelas Affi. selesai, dari total pekerja hampir 520 orang, tak satu pun yang terpapar COVID-19. “Tapi, kami tidak bisa membatasi dan menahan para pekerja untuk tidak mudik. “Dalam pekerjaan konstruksi sulit untuk jaga Kami sudah berikan imbauan juga dengan jarak. Selain jumlah pekerja yang banyak, pertimbangan aspek kesehatan, sesuai beberapa jenis pekerjaan juga harus dilakukan imbauan Pemerintah juga untuk menunda bersama, seperti saat mengangkat barang. mudik. Bahkan penyedia jasa juga telah Tapi, alhamdulillah, sampai akhir pekerjaan tak menawarkan reward bagi pekerja yang bisa satupun yang terpapar COVID-19,” aku Affi. menunda mudiknya. Kami memaklumi ketika akhirnya banyak yang memilih untuk mudik. Disamping itu, pekerjaan ini berada di komplek Setelah bekerja selama hampir sebulan RSA UGM yang mana telah difungsikan penuh di lapangan, melewatkan berbuka, sebagai rumah sakit rujukan COVID-19 di sahur dan beribadah dengan keluarga, Yogyakarta, jadi tim harus lebih extra dalam pastinya mereka ingin momen lebaran bisa menjalankan protokol pencegahan COVID-19. berkumpul bersama keluarga,” ungkap Affi. “Terkadang timbul rasa shock mendalam di hati, pada saat bekerja sering melihat Untuk mengantisipasi penularan COVID-19, ambulans dengan petugas mengenakan protokol kesehatan diterapkan di lokasi APD medis lengkap menurunkan pasien pekerjaan, sesuai Instruksi Menteri PUPR No. atau bahkan mengeluarkan jenazah pasien 2 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 COVID-19 dari rumah sakit” ujar Affi. Pada Pekerjaan Konstruksi di Kementerian 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 73 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
BASELINE baseline-nya. Kemudian, baseline DED Dari sisi teknis, untuk pengerjaan tersebut disesuaikan menjadi rumah sakit bangunannya sendiri, bisa dilaksanakan rujukan penyakit infeksi (COVID-19). “Untuk dengan lebih cepat karena sistem sandwich itu, kami berkoordinasi intensif dengan pihak panel yang digunakan. Material sandwich Kementerian Kesehatan. Jika masih ada yang panel bisa langsung dipasang dengan cepat kurang atau belum memenuhi peraturan dan rapi sebagai substitusi dinding bata yang Kementerian Kesehatan, mereka langsung konvensional. beri catatan, dan langsung kami perbaiki sesuai arahan mereka,” jelas Affi. Sedangkan untuk perencanaan, menggunakan DED rumah sakit umum dari RSA UGM yang disusun pada 2019 sebagai 74 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
Fasilitas kesehatan yang lengkap Kini, Pembangunan Gedung Yudistira dan Suatu hal yang luar biasa bagi tim BPPW DIY Gedung Arjuna RSA UGM untuk Menjadi dapat berpartisipasi dan berkontribusi dalam Rumah Sakit Rujukan COVID-19 telah pekerjaan penanganan pandemi COVID-19, rampung, bahkan langsung dioperasikan sejalan dengan yang dinasehatkan para tetua beberapa hari setelah peresmian. Keberadaan “khoirunnas anfauhum linnas” yang artinya fasilitas ini diharapkan dapat membantu sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat penanganan pasien COVID-19 di RSA UGM bagi sesama. sehingga para pasien dapat cepat sembuh dan kembali ke keluarga serta beraktivitas kembali. 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 75 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
Tim lapangan yang solid 76 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 77 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
MENGABDI UNTUK NEGERI Mohammad Basri Yuwono Deputy Project Manager Semangat Berjuang demi Kemanusiaan Kala harus berpacu dengan waktu, semangat berjuang demi kemanusiaan mampu mendorong langkah menjadi lebih cepat dan menghempas segala tekanan yang menghimpit batin. Itulah yang dirasakan Basri. Kendati terlibat dalam proyek strategis dengan target waktu yang sangat singkat, tak sekalipun Basri merasa tertekan. Kuncinya adalah bekerja untuk kemanusiaan, untuk melepaskan saudara se-Tanah Air dari belenggu pandemi COVID-19. 78 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
Memastikan bahan material terpasang dengan baik dan benar SEMANGAT BERJUANG “Proyek ini meninggalkan kesan cukup dalam Dari sekian banyak proyek yang pernah bagi saya. Meskipun harus berpacu dengan ditanganinya, baru kali ini Basri merasakan waktu, berjibaku di tengah pandemi, tak suatu hal yang berbeda. Semangat mengabdi sedikit pun ada perasaan tertekan. Kami untuk negeri telah menyatukan seluruh tim menjalaninya dengan bahagia dan penuh hingga tercipta kekompakan dan sinergi semangat kebersamaan. Kolaborasi tim di yang luar biasa solid. Rasa kemanusiaan sini sangat luar biasa, dari tingkat bawah memiliki andil sangat besar hingga mampu hingga puncak pimpinan. Inilah kekompakan mengeliminasi ego dan kengerian akan di tengah kondisi darurat,” tutur Basri. target waktu pembangunan yang—seolah tak masuk akal, yaitu hanya 1 bulan. 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 79 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
MENGABDI UNTUK NEGERI Bersama tim, mengupdate progres terkini Menurut Basri, kekompakan yang terjalin Proyek ini juga mengajarkan suatu hal didorong oleh rasa yang sama, yang muncul baru bagi Basri. Dalam hal ini, proyek yang akibat pandemi COVID-19 yang melanda dilaksanakan di masa pandemi COVID-19 negeri ini. “Mungkin, rasa senasib inilah yang tetap harus taat dan patuh pada protokol menyatukan dan menguatkan kami, untuk kesehatan, selain aspek K3L. Adanya risiko bersama menghadapi COVID-19,” imbuhnya. tertular COVID-19 menjadi momok tersendiri 8 0 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
Pemberlakukan waktu kerja 3 shift agar pekerja tidak kelelahan bagi setiap pekerja. Sebagai antisipasi, Adhi pulang. Kemudian, jam kerja juga dibagi Karya telah menyiapkan sejumlah langkah. ke dalam tiga shift dengan personel yang berbeda untuk menghindari kelelahan Selain melakukan rapid test terhadap seluruh berlebih pada pekerja. Karena saat lelah, pekerja, dilakukan pula pengecekan suhu dikhawatirkan kondisi kesehatan tubuhnya tubuh saat pekerja datang dan hendak akan turun (drop). 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 81 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
MENGABDI UNTUK NEGERI “Untuk mengontrol dan memantau PRODUK DALAM NEGERI kesehatan pekerja, kami memiliki aplikasi Mendapat kesempatan untuk berpartisipasi Adiman Power. Melalui program aplikasi ini, aktif dalam proyek RSA UGM menjadi tim terdata serta akan terpantau suhunya dan pengalaman berkesan lainnya bagi Basri. terlihat jika timbul gejala. Sampai dengan Pasalnya, tidak seperti proyek rumah sakit proyek ini selesai, tak satupun pekerja yang yang pernah ditanganinya, proyek ini tertular COVID-19. Meski sempat ditemukan merupakan pembangunan rumah sakit dua pekerja yang reaktif, hasil pemeriksaan khusus yang memiliki spesifikasi khusus pula. lanjutannya berupa test swab sebanyak dua Pada rumah sakit ini, juga sudah disematkan kali menunjukkan hasil negatif,” ungkap Basri. teknologi terkini, yaitu smart system yang diimplementasikan di ruang isolasi. Upaya pencegahan penularan COVID-19 adalah dengan meminimalkan pekerja tinggal “Di RSA UGM, juga sudah dilengkapi exhaust di luar lokasi proyek. Sebanyak 90% pekerja fan 12 ACH, yang mampu menyerap virus tinggal di dalam lokasi proyek. Di sini, sudah dari droplet sehingga tak ada lagi virus ada yang menyiapkan kebutuhan pekerja. beterbangan di udara. Hal ini membuat Misalnya saja, untuk makanan, bekerja sama tenaga kesehatan dan pasien lebih terjamin dengan rumah sakit untuk menyediakan kesehatannya,”sahut Basri. makanan higienis. Hal menarik lainnya dari proyek ini, menurut Begitu pun, dengan penyediaan APD dan Basri, adalah concern Pemerintah terhadap rapid test yang diselenggarakan bekerja sama penggunaan produk lokal. Pemerintah dengan rumah sakit. Termasuk, penyediaan mendorong penggunaan produk dalam layanan laundri, penyemprotan disinfektan, negeri hingga 100%. “Kami memilih barang pengaturan tempat tidur pekerja agar tidak dalam negeri semua, nonimpor. Tapi, ada bergerombol, serta pemberian vitamin bagi beberapa barang kecil-kecil yang ternyata pekerja. “Semuanya telah diatur sebagai tidak ada sehingga harus menggunakan langkah memutus mata rantai penyebaran produk asing. Jadi, secara total, penggunaan COVID-19,” ujar Basri, produk dalam negeri mengisi porsi sebesar 94%,” ujar Basri. 8 2 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
Fasilitas alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 83 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
MENGABDI UNTUK NEGERI 8 4 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
Desk petugas medis Dengan kondisi tanggap darurat ini, Basri masyarakat. “Jadi, meskipun fasilitasnya mengapresiasi semangat seluruh tim yang sudah terbangun, kalaupun sepi ya tidak bekerja atas nama kemanusiaan sebagai apa-apa. Karena, itu berarti masyarakat wujud pelayanan terhadap sesama. Begitu dalam keadaan sehat. Kami tidak berharap pun dengan semangat untuk mencintai rumah sakit ini penuh pasien, jangan sampai. produk-produk dalam negeri, Basri berharap Dengan fasilitas terbangun, harapannya dapat diteruskan dengan lebih banyak pasien bisa terlayani dengan baik sesuai memanfaatkan produk dalam negeri. hak-haknya, kualitas pengobatannya bagus sehingga pasien bisa cepat sembuh” harap Pembangunan fasilitas RSA bertujuan untuk Basri. meningkatkan layanan kesehatan kepada 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 85 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
8 6 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
Selasar RSA UGM yang steril 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 87 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
MENGABDI UNTUK NEGERI Daryanto PT Virama Karya Jangan Pernah Lupakan Jasa Kuli Bangunan Keberadaan rumah sakit khusus penanganan pasien COVID-19 tak lepas dari jasa para pekerja atau kuli bangunan. Mereka berada di garda terdepan sekaligus menjadi motor penggerak sektor konstruksi dalam pembangunan rumah sakit COVID-19. Mereka pun harus menghadapi risiko terpapar COVID-19, bahkan melewatkan momen Lebaran bersama keluarga di rumah, demi membantu membebaskan masyarakat dari belenggu pandemi COVID-19. 8 8 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
Monitoring pembangunan bersama Kepala BPPW DIY dan tim Adhikarya PEMBELAJARAN proyek ini bukan semata mengejar materi. Bagi Daryanto, proyek pembangunan RSA Melainkan, bekerja dengan mengedepankan UGM memberikan banyak pembelajaran. sisi kemanusiaan serta memanfaatkan Salah satunya, proyek ini mengingatkan kesempatan untuk dapat berbuat kebaikan bahwa masih banyak orang baik di negeri ini, bagi orang lain. yang memiliki kepedulian terhadap sesama. Seluruh tim dan pekerja yang terlibat di 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 89 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
MENGABDI UNTUK NEGERI “Kesempatan ini tidak didapat semua Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri orang. Komitmen telah menguatkan kami dalam pelaksanaan proyek di tengah di sini sehingga kami pun rela melewatkan pandemi. Kendati demikian, semua berjalan berlebaran bersama keluarga di rumah,” ujar sebagaimana mestinya hingga proyek bisa Daryanto. rampung tepat waktu dengan kualitas yang baik dan, tentunya bisa dimanfaatkan sebaik Kondisi tersebut mampu menyatukan seluruh mungkin oleh user. orang yang ada di lingkungan proyek. Di mana, mereka saling menjaga, saling Adapun kunci keberhasilan proyek ini, memperhatikan, dan saling mengingatkan menurut Daryanto, adalah komunikasi dan satu dengan yang lainnya. “Di sini, semua koordinasi yang baik dan tak bersekat antar melebur jadi satu. Baik PM, Direktur, setiap lini, baik penyedia jasa/kontraktor, MK sampai tukang sekalipun melebur, saling (Manajemen Konstruksi), maupun user, yang mengingatkan, saling menjaga, dan saling didasari pada satu visi dan satu pandangan. peduli. Guyub,” tuturnya. “Misalnya saja, dari pihak user, yakni Direktur Jika di sektor kesehatan, tenaga medis RSA UGM, yang selalu memantau pekerjaan. berada di garda terdepan dalam melawan Setiap dua hari sekali, beliau keliling COVID-19, maka mereka yang terjun di jasa memantau proyek,” ungkap Daryanto. konstruksi—terutama kuli bangunan pun menjadi ujung tombak dalam menghadapi “Ketika beliau melihat ada sesuatu yang pandemi. “Mereka rela jauh dari keluarga tidak sesuai dengan kaidah rumah sakit, akan demi membangun fasilitas rumah sakit langsung disampaikannya. Sebuah tantangan COVID-19 dalam waktu yang sangat singkat. tersendiri untuk menyesuaikannya dalam Risiko tertular, pasti ada. Apalagi, kami waktu yang cepat dan tepat. Jadi, proyek ini bekerja di zona merah. Tidak bisa dipungkiri, sangat dinamis,” lanjutnya. jika 500 orang berkumpul dalam gedung, social distancing pun pasti sulit diterapkan,” aku Daryanto. 9 0 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
Memastikan keselamatan tenaga konstruksi dengan APD yang lengkap 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 91 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
Ruang isolasi RSA UGM menggunakan aplikasi Smart System KAIDAH Aplikasi smart system sesuai dengan standar RSA UGM dibangun dengan mengikuti Kemenkes untuk ruang infeksius/isolasi. pedoman teknis pembangunan rumah sakit Aplikasi ini untuk mengatasi jarak ideal yang penyakit infeksius emerging yang diterbitkan belum terpenuhi antara ruang Arjuna sebagai Kementerian Kesehatan pada April 2020 lalu. ruang isolasi dan Ruang Parikesit untuk Inilah yang menjadi keunggulan RSA UGM ruang rawat anak. Jarak ideal adalah 30m, dibanding RSA lainnya. Selain itu, di RSA sedangkan kedua ruangan hanya berjarak UGM juga telah diaplikasikan smart system 15m. Dengan smart system, dapat mencegah untuk control negative pressure di ruang penyebaran kuman/virus keluar dari dalam isolasinya. ruangan isolasi. 9 2 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
Setiap ruangan disiapkan sesuai dengan pedoman dari Kemenkes “Dalam memahami pedoman dari Kemenkes, pembangunannya. Lantaran, bangunan kami senantiasa berkoordinasi dengan user. eksisting terhenti pembangunannya sejak 10 Di sisi lain, kami sebagai MK harus dapat tahun lalu. Dengan mengacu pada pedoman memastikan semua berjalan sesuai dengan Kemenkes, pembangunan RSA UGM kaidah dan koridor yang benar, secara mutu, diharapkan dapat memberikan manfaat budgeting, maupun waktu,” ujar Daryanto. sesuai dengan fungsi sebagai fasilitas penanganan penyakit infeksi emerging Yang tak kalah penting, melakukan justifikasi COVID-19. dan memastikan kondisi rumah sakit eksisting masih layak untuk dilanjutkan 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 93 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19
9 4 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
RSA UGM tampak dari atas 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 95 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus Covid-19
04 MELIHAT DARI DEKAT FASILITAS PENAMPUNGAN/ KARANTINA/OBSERVASI BAGI PENYAKIT INFEKSI EMERGING/VIRUS CORONA DI RSA UGM
Melihat dari Dekat Fasilitas Penampungan/Karantina/Observasi Bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus Corona di RSA UGM Berawal dari 2 (dua) gedung yang Masterplan tampak luar Gedung Arjuna dan terhenti pembangunannya, di tengah Gedung Yudhistira pandemi COVID-19 yang terus menyebar kelanjutan pembangunan Gedung Yudhistira dan Gedung Arjuna memberi harapan baru bagi tim medis RSA UGM dan masyarakat pada umumnya. Tindakan yang cepat dan tepat dari Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya mampu membuat gedung mangkrak ini menjadi gedung yang sangat dibutuhkan masyarakat Kota Yogyakarta. Hanya dalam waktu singkat, RSA UGM dapat berfungsi sebagai fasilitas penampungan/karantina/observasi bagi penyakit infeksi emerging/virus corona yang mumpuni. Ruang perawatannya dibangun sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan RI serta Internasional. Inilah portrait perencanaan, pelaksanaan dan hasil pembangunannya. 9 8 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
Gedung Arjuna Gedung Yudhistira 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 99 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus Covid-19
Melihat dari Dekat Fasilitas Penampungan/Karantina/Observasi Bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus Corona di RSA UGM Denah RSA UGM Covid-19 100 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi
Search
Read the Text Version
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
- 50
- 51
- 52
- 53
- 54
- 55
- 56
- 57
- 58
- 59
- 60
- 61
- 62
- 63
- 64
- 65
- 66
- 67
- 68
- 69
- 70
- 71
- 72
- 73
- 74
- 75
- 76
- 77
- 78
- 79
- 80
- 81
- 82
- 83
- 84
- 85
- 86
- 87
- 88
- 89
- 90
- 91
- 92
- 93
- 94
- 95
- 96
- 97
- 98
- 99
- 100
- 101
- 102
- 103
- 104
- 105
- 106
- 107
- 108
- 109
- 110
- 111
- 112
- 113
- 114
- 115
- 116
- 117
- 118
- 119
- 120
- 121
- 122
- 123
- 124
- 125
- 126
- 127
- 128
- 129
- 130
- 131
- 132
- 133
- 134
- 135
- 136
- 137
- 138
- 139
- 140
- 141
- 142
- 143
- 144
- 145
- 146
- 147
- 148
- 149
- 150
- 151
- 152
- 153
- 154
- 155
- 156
- 157
- 158
- 159
- 160
- 161
- 162
- 163
- 164