Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore RSA UGM: TUMBUH DAN BERINOVASI DI TENGAH PANDEMI

RSA UGM: TUMBUH DAN BERINOVASI DI TENGAH PANDEMI

Published by Dagu Komunika Bookcases, 2022-09-20 13:28:54

Description: Sebuah kebanggaan karena telah dipercaya untuk melaksanakan amanah negara dengan menyelesaikan pembangunan Gedung Arjuna dan Gedung Yudhistira RSA UGM sebagai salah satu upaya peningkatan kuantitas dan kualitas layanan RSA UGM sebagai rumah sakit rujukan COVID-19.
Di sisi lain, tantangan yang harus kami hadapi cukup berat, mengingat target
waktu yang diberikan hanya 1 bulan untuk menyelesaikan pembangunan hingga fasilitas siap beroperasi.
Akhirnya, semangat dan kerja keras semua pihak berbuah manis. Pembangunan
Fasilitas Penampungan/Karantina/Observasi dapat diselesaikan tepat waktu dan mulai beroperasi 8 Juni 2020. Kehadiran fasilitas
ini diharapkan mampu berkontribusi dalam penanganan COVID-19 di Tanah Air sekaligus meningkatkan kemampuan Pemerintah dalam menangani penyakit-penyakit infeksi emerging di masa kini maupun mendatang. Dengan demikian, akan terwujud pelayanan kesehatan yang prima bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI).

Search

Read the Text Version

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA RSA UGM Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus Covid-19

SAMBUTAN Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

RSA UGM Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 3 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19

SAMBUTAN Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M. Basuki Hadimuljono Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pembangunan Fasilitas Penampungan/ Karantina/Observasi dapat diselesaikan tepat waktu dan mulai beroperasi 8 Juni 2020 4 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

Dalam upaya tersebut, Kementerian waktu yang diberikan hanya 1 bulan untuk Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyelesaikan pembangunan hingga fasilitas (PUPR) berkomitmen untuk mendukung siap beroperasi. segala kebijakan dan program yang digulirkan Pemerintah untuk menanggulangi Akhirnya, semangat dan kerja keras semua COVID-19. pihak berbuah manis. Pembangunan Fasilitas Penampungan/Karantina/Observasi Maka, ketika kami diamanahkan tugas dapat diselesaikan tepat waktu dan mulai pembangunan fasilitas Penampungan/ beroperasi 8 Juni 2020. Kehadiran fasilitas Karantina/Observasi bagi Penyakit Infeksi ini diharapkan mampu berkontribusi dalam Emerging/Virus Corona di RSA UGM, kami penanganan COVID-19 di Tanah Air sekaligus pun siap melaksanakannya dengan segenap meningkatkan kemampuan Pemerintah jiwa dan raga. Sebuah kebanggaan sekaligus dalam menangani penyakit-penyakit infeksi tantangan bagi kami untuk melaksanakan emerging di masa kini maupun mendatang. tugas tersebut. Dengan demikian, akan terwujud pelayanan kesehatan yang prima bagi seluruh Warga Sebuah kebanggaan karena telah dipercaya Negara Indonesia (WNI). untuk melaksanakan amanah negara dengan menyelesaikan pembangunan Gedung M. Basuki Hadimuljono Arjuna dan Gedung Yudhistira RSA UGM Menteri Pekerjaan Umum dan sebagai salah satu upaya peningkatan Perumahan Rakyat kuantitas dan kualitas layanan RSA UGM sebagai rumah sakit rujukan COVID-19. Di sisi lain, tantangan yang harus kami hadapi cukup berat, mengingat target 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 5 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19

KATA PENGANTAR Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Danis H. Sumadilaga Direktur Jenderal Cipta Karya Dengan fasilitas terbangun, diharapkan mampu membantu penanganan pasien COVID-19 sekaligus memutus mata rantai penyebaran COVID-19, khususnya di wilayah DIY. 6 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

Guna mendukung upaya percepatan menyatukan elemen-elemen penting dalam penanganan COVID-19 yang dilakukan pembangunan. Pemerintah, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya kembali Buku ini hadir merangkai setiap kisah di membangun fasilitas penanganan COVID-19 balik pembangunan RSA UGM. Melalui buku di RSA UGM, Yogyakarta. Kegiatan yang ini pula, kami sampaikan apresiasi tertinggi dilaksanakan melalui Badan Prasarana kami kepada seluruh tim yang terlibat Permukiman Wilayah (BPPW) DIY ini dalam pembangunan. Hanya dalam waktu berupa peningkatan kapasitas Rumah 37 hari, mereka berhasil merampungkan Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada pembangunan gedung RSA UGM yang (RSA UGM) melalui pembangunan lanjutan dilandasi rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap dua bangunan eksisting. terhadap saudara se-Tanah Air. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk Dengan fasilitas terbangun, diharapkan dukungan Pemerintah Pusat kepada Daerah mampu membantu penanganan pasien dalam upaya penanganan COVID-19 di COVID-19 sekaligus memutus mata Yogyakarta. Sebagaimana diketahui, RSA rantai penyebaran COVID-19, khususnya UGM telah ditetapkan Gubernur DIY sebagai di wilayah DIY. Yang pada akhirnya, akan salah satu rumah sakit rujukan bagi pasien membebaskan bangsa ini dari pandemi COVID-19. yang memburuk. Keberhasilan tim di lapangan dalam Danis H. Sumadilaga menyelesaikan pembangunan sesuai Direktur Jenderal Cipta Karya target waktu yang ditetapkan menjadi wujud kolaborasi sinergis dan harmonis antar kementerian/lembaga serta badan usaha. Adanya komitmen untuk mencapai satu tujuan yang sama mampu 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 7 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19

DAFTAR ISI SAMBUTAN RSA UGM TUMBUH & • Sambutan Milestone BERINOVASI Menteri PUPR Sebuah Layanan • Kata Pengantar dan Pendidikan Tingkatkan Dirjen Cipta Karya Kesehatan Kapasitas dan Layanan RSA UGM 04 11 23 8 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

MENGABDI MELIHAT DARI PENUTUP UNTUK NEGERI DEKAT 153 Testimoni Fasilitas Penampungan/ Karantina/Observasi 37 Bagi Penyakit Infeksi Emerging/Virus Corona di RSA UGM 97 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 9 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19



01 RSA UGM Milestone Sebuah Layanan dan Pendidikan Kesehatan Berdiri di tahun 2010 lalu, Rumah Sakit Akademik Universitas Gajah Mada (RSA UGM) hadir sebagai rumah sakit akademik pertama di Indonesia yang menjadi tempat pendidikan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UGM.

Milestone Ketika berdiri di tahun 2010 lalu, Rumah Sakit Akademik Universitas Gajah Mada Sebuah Layanan (RSA UGM) hadir sebagai rumah sakit dan Pendidikan akademik pertama di Indonesia yang menjadi Kesehatan tempat pendidikan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UGM. Selain sebagai tempat pendidikan calon dokter dan dokter spesialis, RSA UGM juga memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum. 1 2 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

Instalasi Rawat Jalan RSA UGM Mangkuyudan, dan Jenggotan. Rumah sakit-rumah sakit tersebut menjadi tempat pendidikan calon dokter dan dokter spesialis. UNGGUL Kemudian, rumah sakit milik UGM yang Kehadiran Rumah Sakit Akademik tersebar itu pun digabungkan menjadi satu Universitas Gajah Mada (RSA UGM) tak ke dalam RS Dr. Sardjito yang berlokasi di terlepas dari keberadaan beberapa rumah dalam Kampus UGM, dekat dengan FK UGM. sakit milik Universitas Gajah Mada (UGM) Dengan adanya penggabungan tersebut, RS yang tersebar di beberapa lokasi, yaitu Dr. Sardjito pun diresmikan sebagai RS Umum Pugeran, Mangkubumen, Mangkuwijayan, Pusat Dr. Sardjito pada 8 Februari 1982. 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 13 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19

RSA UGM, Milestone Sebuah Layanan dan Pendidikan Kesehatan Penggabungan ini merupakan wujud dari gagasan Prof. Dr. Sardjito untuk mendirikan rumah sakit yang bisa memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus sebagai tempat mendidik calon dokter dan dokter spesialis yang berada dekat dengan kampus UGM. Seiring waktu, RSUP Dr. Sardjito berkembang dengan pesat hingga kini telah menjadi rumah sakit kelas A yang besar dan megah. RSUP Dr. Sardjito memiliki kapasitas 750 tempat tidur dengan 3.000 karyawan sebagai motor penggerak operasional rumah sakit. Di sisi lain, sebagai tempat pendidikan, RSUP Dr. Sardjito juga mengalami perkembangan yang sangat pesat, yakni menjadi tempat pendidikan bagi calon dokter, dokter spesialis, dokter subspesialis/spesialis konsultan, ners, dietisien, dan apoteker. Namun, peningkatan jumlah peserta didik yang menempuh pendidikan profesi di rumah sakit ini membuat RSUP Dr. Sardjito tak lagi mencukupi daya tampungnya. Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran akan berdampak pada mutu lulusan bidang profesi kedokteran dan kesehatan yang tidak mampu mendukung visi UGM sebagai World Class Research University. 1 4 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

Ruangan Perawatan RSA UGM Disamping persoalan daya tampung rumah sakit yang tak lagi seimbang dengan jumlah mahasiswa, layanan rumah sakit juga mengalami perkembangan yang mengarah pada pelayanan terpadu, multiprofesional, dan komprehensif. Berangkat dari kedua latar belakang tersebut, maka diperlukan penambahan rumah sakit yang mampu menjawab tantangan tersebut. Dalam hal ini, rumah sakit yang terintegrasi dan unggul, baik dari sisi pelayanan, pendidikan, maupun riset. Maka, berdasarkan Peraturan Rektor UGM No. 69/P/SK/HT/2010 tanggal 4 Januari 2010, didirikanlah RS UGM yang diberi nama Hospital Akademik. Nama “Hospital” mewakili idealisme rumah sakit sebagai sebuah tempat yang nyaman bagi orang sakit karena layanan bagi orang sakit diberikan oleh tenaga-tenaga medis yang ramah. Kemudian, juga menjadi tempat yang nyaman bagi siapa pun yang bekerja dan berkunjung ke RS UGM. 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 15 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19

RSA UGM, Milestone Sebuah Layanan dan Pendidikan Kesehatan Ruangan Tunggu RSA UGM 1 6 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

Sedangkan nama “Akademik”, mencerminkan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu rumah sakit didirikan untuk memberikan pelayanan unggul kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang didukung dengan aktivitas pendidikan dan riset yang unggul pula. Untuk dapat memberikan layanan unggul dan prima, harus didukung oleh dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang berkualitas unggul pula. TAHAP PEMBANGUNAN RS UGM dibangun di atas lahan seluas 44.637m2 yang terletak di Jl Kabupaten Lingkar Utara, Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Bangunan rumah sakit terdiri atas lima lantai yang luasan kapling bangunannya mencakup sekitar 20,8% dari luas tanah keseluruhan atau seluas 9.282,5m2. Pembangunan RS UGM berlangsung secara bertahap yang selaras dengan strategi pertumbuhannya. Dengan pembiayaan APBN dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pembangunan RS UGM mengusung konsep pelayanan kesehatan yang terpadu dan terintegrasi. Konsep tersebut dikembangkan dalam klaster-klaster dengan multiprofessional team work dan sistem pendidikan klinik “interprofessional and transprofessional”. 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 17 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19

Salah satu fasilitas terbaru dari pelayanan kesehatan primer dan spesialistik, Rumah Sakit Akademik UGM, rawat jalan, gawat darurat, laboratorium, Yogyakarta radiologi, farmasi, dan penunjang nonmedik. Guna mengakomodasi konsep tersebut, Tahap Kedua, meliputi pembangunan pembangunan RS UGM dibagi dalam tiga lanjutan rawat jalan dan rawat inap untuk tahap. Tahap Pertama, pembangunan meliputi seluruh klaster. Dengan demikian, saat gedung selesai dibangun seluruhnya, layanan rawat jalan spesialistik terpadu 1 8 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

dapat dipindahkan ke klaster masing- untuk keluarga pasien dan gedung untuk masing sehingga menghasilkan pelayanan manajemen rumah sakit. terintegrasi secara lebih nyata. Adapun izin pendirian rumah sakit diterbitkan Tahap Ketiga, pembangunan meliputi oleh Dinas Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta. pengembangan gedung pendidikan dan Pada Maret 2011, nama Hospital Akademik riset yang canggih dari dasar sampai diubah menjadi Rumah Sakit Akademik UGM. komunitas. Kemudian, juga pembangunan Perubahan nama berdasarkan Peraturan fasilitas penunjang lainnya, seperti wisma Rektor no. 245/P/SK/HT/2011. 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 19 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19

2 0 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

MILESTONE 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 21 OObbsseerrvvaassiibbaaggiiPPeennyyaakkiittIInnffeekkssiiEEmmeerrggiinngg//VViirruussCCOOVVIIDD--119



02 TUMBUH & BERINOVASI Tingkatkan Kapasitas dan Layanan RSA UGM Berdasarkan penunjukkan Pemerintah, RSA UGM merupakan satu dari 32 rumah sakit yang ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk penanggulangan penularan dan penyebaran COVID-19.

TUMBUH & Setelah mangkrak selama 10 tahun, BERINOVASI dua gedung berlantai lima itu pun kini telah siap beroperasi sebagai fasilitas Tingkatkan khusus penanganan pasien COVID-19. Pembangunan kedua gedung milik RSA Kapasitas dan UGM yang sempat tertunda pengerjaannya Layanan RSA tersebut merupakan upaya peningkatan UGM kapasitas dan fasilitas RSA UGM sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien COVID-19. Berdasarkan penunjukkan Pemerintah, RSA UGM merupakan satu dari 32 rumah sakit yang ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk penanggulangan penularan dan penyebaran COVID-19. 2 4 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

Tampak dari Atas langkah guna meningkatkan kapasitas serta Rumah Sakit Akademik UGM, Yogyakarta kualitas layanannya. Upaya tersebut salah satunya didorong oleh adanya kekhawatiran TINGKATKAN KAPASITAS masyarakat yang hendak berobat ke RSA Sejak ditetapkan sebagai RS rujukan UGM. COVID-19 pada 17 Maret 2020 berdasarkan Keputusan Gubernur DIY No. 61/KEP/2020, Masyarakat yang hendak berobat khawatir RSA UGM telah mengambil sejumlah akan tertular COVID-19. Tak ayal, jumlah pasien non-COVID-19 pun mengalami 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 25 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19

TUMBUH & BERINOVASI, Tingkatkan Kapasitas dan Layanan RSA UGM penurunan drastis selama masa pandemi. yang, kemudian mendapat respon positif Memang, untuk merawat dan menangani hingga pembangunannya pun bisa segera pasien COVID-19, pihak RSA UGM terealisasi. menggunakan dua lantai di salah satu gedungnya. Maka, terbitnya Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) pada 20 Keterbatasan prasarana gedung membuat April 2020 menandakan dimulainya proses penanganan pasien COVID-19 tidak bisa pembangunan. Pembangunannya sendiri dilokalisasi. Selain itu, keterbatasan ruang, hanya membutuhkan waktu 37 hari, tepatnya seperti ruang isolasi, membuat RSA harus rampung pada 27 Mei 2020 dan diresmikan merujuk 9 WNA India yang dinyatakan positif pada 8 Juni 2020. Gedung baru ini pun COVID-19 ke RS Dr. Sardjito. telah diserahterimakan Pemerintah melalui Kementerian PUPR kepada RSA UGM. Sebagai solusi, RSA UGM menyediakan layanan “One Stop Service”, yaitu mulai dari “One Stop Service”, yaitu pendaftaran, rontgen, apotek dilakukan mulai dari pendaftaran, di satu tempat sehingga lebih aman bagi rontgen, apotek dilakukan pasien non-COVID-19 yang berobat ke di satu tempat sehingga RSA. Kemudian, RSA UGM juga berencana lebih aman bagi pasien membuka layanan pengobatan secara online non-COVID-19 yang atau telemedicine. berobat ke RSA. Sementara itu, untuk mengatasi Proses Pembangunan keterbatasan prasarana, muncul gagasan Rumah Sakit Akademik UGM, Yogyakarta untuk merenovasi kedua gedung milik RSA (kanan) yang terhenti pembangunannya. Nantinya, gedung tersebut digunakan sebagai fasilitas penanganan COVID-19. Untuk itu, pihak universitas (UGM) mengajukan proposal permohonan kepada Presiden RI untuk penyelesaian pembangunan kedua gedung 2 6 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 27 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19

TUMBUH & BERINOVASI, Tingkatkan Kapasitas dan Layanan RSA UGM Proses pengerjaan interior Rumah Sakit Akademik UGM, Yogyakarta FASILITAS TERBANGUN Adapun pekerjaan perbaikan struktur yang Memang, tak butuh waktu lama untuk dilakukan berupa screed beton (lapisan halus pembangunan gedung baru RSA UGM. di atas beton/plester), perkuatan baja, dan Lantaran, pembangunan dilakukan pada perbaikan membran. Selain itu, dilaksanakan bangunan eksisting yang dibangun 10 tahun pula pekerjaan mekanikal elektrikal dan lalu. Bangunan eksisting berupa struktur plumbing yang meliputi pekerjaan kabel tray, beton bertulang yang setelah dilakukan uji pipa conduit, hidran, serta instalasi air minum teknis, beberapa strukturnya memerlukan dan listrik. penguatan. 2 8 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

107 tempat tidur bagi pasien COVID-19, dari sebelumnya yang hanya dapat menampung 16 pasien. Jumlah tempat tidur tersebut terdiri atas 80 tempat tidur rawat inap, 2 tempat tidur ruang tindakan, dan 25 tempat tidur ruang isolasi. Adapun pemanfaatan gedung dibedakan untuk setiap lantainya. Pada Gedung Arjuna, lantai 5 diperuntukkan bagi pasien kritis yang dilengkapi dengan 15 tempat tidur pasien dan ruangan isolasi negative pressure. Ruang isolasi negative pressure menggunakan mekanisme tekanan negatif untuk menahan/ menekan virus atau bakteri berukuran mikroskopis agar tidak dapat keluar dari ruangan. Dengan demikian, pasien non- COVID-19 tidak perlu merasa khawatir akan penyebaran virus saat berobat ke RSA UGM. Hanya dalam waktu 37 hari, dua gedung Lalu, lantai 4 ditujukan bagi Pasien dalam baru yang bernama Gedung Yudhistira dan Pengawasan (PDP) yang berkapasitas 23 Gedung Arjuna tersebut selesai dibangun. tempat tidur, sedangkan, lantai 3 untuk ruang Gedung berlantai lima ini memiliki luas 4.177 istirahat tenaga medis dan lantai 2 untuk m2 untuk Gedung Yudhistira dan 4.505 m2 ruang ganti tenaga medis. Untuk mobilitas untuk Gedung Arjuna. vertikal dalam gedung, disediakan bed lift. Sementara itu, Gedung Yudhistira memiliki Dengan luasan gedung baru tersebut, RSA kapasitas 23 tempat tidur di lantai 5 untuk UGM kini memiliki kapasitas total sebanyak PDP, 24 tidur di lantai 4 untuk PDP, 23 tempat tidur di lantai 3 untuk PDP, dan lantai 1 untuk penyimpanan logistik. 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 29 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19

TUMBUH & BERINOVASI, Tingkatkan Kapasitas dan Layanan RSA UGM 3 0 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

Tampak dari Atas Rumah Sakit Akademik UGM, Yogyakarta 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 31 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19

TUMBUH & BERINOVASI, Tingkatkan Kapasitas dan Layanan RSA UGM BERINOVASI DAN BERTUMBUH COVID-19. Dalam hal ini, penanganan pasien Pembangunan dua gedung baru RSA UGM COVID-19 dapat dilakukan secara terpisah dilaksanakan atas pembiayaan APBN dengan serta pelayanannya dapat diberikan secara alokasi sebesar Rp 66,8 miliar. Adapun tugas terpadu. pengawasan dan pelaksanaan diamanatkan kepada Ditjen Cipta Karya Kementerian Di sisi lain, pandemi telah memberikan PUPR melalui Badan Prasarana Permukiman banyak pembelajaran sekaligus kesempatan Wilayah (BPPW) Provinsi DIY. untuk melakukan lompatan kemajuan yang sulit diselesaikan dalam kondisi biasa. Dalam pelaksanaannya, Ditjen Cipta Karya Pandemi telah mendorong dan memberi menggandeng PT Adhi Karya sebagai kesempatan pada bangsa ini untuk kontraktor dan PT Virama Karya sebagai berkembang, berinovasi, dan bertumbuh Manajemen Konstruksi. Ruang lingkup sekaligus mempererat persatuan dan pekerjaannya meliputi pekerjaan struktur, toleransi antarumat manusia. arsitektur, mekanikal elektrikal, dan plumbing. Keberhasilan pembangunan ini adalah Kendati dikerjakan di tengah pandemi dan buah sinergi dan kolaborasi yang harmonis dalam waktu yang relatif cepat, pekerjaan antara seluruh elemen terkait, mulai dari pembangunan tetap patuh dan ketat pada Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, protokol pencegahan COVID-19. Disamping Badan Nasional Penanggulangan Bencana itu, kualitas bangunan yang dihasilkan (BNPB), serta Kementerian/Lembaga lainnya. tetap terjaga melalui pelaksanaan dengan Dengan demikian, ke depannya, penanganan metodologi kerja yang lebih cepat dan sesuai COVID-19 diharapkan dapat terlaksana standar yang telah ditetapkan Kementerian dengan sistem kerja yang baru, yang Kesehatan RI maupun badan kesehatan lebih cepat, efisien, serta mengedepankan internasional. teknologi. Kelak, ketika pandemi COVID-19 telah berlalu, gedung baru ini pun akan Dengan beroperasinya kedua gedung baru dimanfaatkan untuk penanganan penyakit ini, diharapkan mampu meningkatkan menular di RSA UGM. kapasitas RSA UGM dalam menangani pasien 3 2 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

Rumah Sakit Akademik UGM, Yogyakarta 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 33 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19

TUMBUH & BERINOVASI, Tingkatkan Kapasitas dan Layanan RSA UGM Peresmian secara virtual Rumah Sakit Akademik UGM, Yogyakarta 3 4 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 35 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19



03 MENGABDI UNTUK NEGERI Testimoni

MENGABDI UNTUK NEGERI Ir. Diana Kusumastuti, M.T. Direktur Bina Penataan Bangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya Pembangunan Lanjutan, Tingkatkan Layanan dan Kapasitas RSA UGM Bermula dari surat Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) kepada Presiden Joko Widodo, pembangunan RSA UGM pun terlaksana. Melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Presiden menginstruksikan kepada Kementerian PUPR c.q. Ditjen Cipta Karya untuk segera menyelesaikan pembangunan RSA UGM yang telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien COVID-19. 3 8 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

Peresmian secara virtual Rumah Sakit Akademik UGM, Yogyakarta IDENTIFIKASI Tentunya, dilakukan pengecekan dan evaluasi Keterbatasan dana membuat pembangunan terlebih dahulu terhadap kondisi eksisting Gedung Yudhistira dan Arjuna di RSA UGM gedung. “Untuk itu, kami meminta bantuan terhenti pada tahun 2010 lalu. Secara struktur, teman-teman di Puslitbang. Kami juga diskusi bangunannya telah mencapai 50%. Namun, dengan berbagai pihak, termasuk dengan secara keseluruhan bangunannya baru kepala rumah sakit untuk mengetahui 20%. Maka, dalam rangka meningkatkan kebutuhannya terkait desain rumah sakit,” layanan kesehatan—khususnya bagi pasien ujar Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen COVID-19, pembangunan kedua gedung itu Cipta Karya, Ir. Diana Kusumastuti, M.T. pun dilanjutkan. 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 39 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19

MENGABDI UNTUK NEGERI Disamping mengidentifikasi kondisi gedung, Kementerian PUPR juga menggali berbagai informasi lain terkait RSA UGM. Dari proses tersebut, diketahui informasi tentang pelaksana pembangunan yang sebelumnya, sebelum akhirnya terhenti di tahun 2010. “Kami ketahui, bahwa yang membangun pada waktu itu adalah PT Adhi Karya. Akhirnya, atas dasar pertimbangan tersebut dan setelah kami komunikasikan, kami pun mengganti WIKA dengan Adhi Karya. Karena pembangunan ini sifatnya melanjutkan, sedangkan mereka memiliki datanya,” terang Diana. PENINGKATAN LAYANAN Dalam penugasan ini, Kementerian PUPR hanya melaksanakan pembangunan gedungnya saja. Sedangkan, penyediaan alat-alat kesehatan dilakukan pihak RSA UGM. Pembangunan ditargetkan selesai pada 29 Mei 2020. “Begitu selesai proyek di Pulau Galang, lalu terbit surat dari Mensesneg, kami pun langsung melanjutkan ke RSA UGM,” kata Diana. Ruang Pendaftaran Rumah Sakit Akademik UGM, Yogyakarta 4 0 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 41 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19

MENGABDI UNTUK NEGERI Ruang Tenaga Medis Rumah Sakit Akademik UGM, Yogyakarta Serupa dengan pembangunan di Pulau Hanya dalam waktu 27 hari, pembangunan Galang, Kementerian PUPR menggandeng lanjutan Gedung Yudhistira dan Arjuna pun Kementerian Kesehatan, LKPP, dan BPKP rampung. Bangunan gedung yang mangkrak dalam pembangunan rumah sakit. Bedanya, itu pun telah bertransformasi menjadi jika di Pulau Galang turut menggandeng TNI, bangunan yang siap dimanfaatkan sebagai sedangkan di proyek ini menggandeng UGM tempat rujukan penanganan COVID-19. selaku pemilik rumah sakit. 4 2 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

Ruang Tunggu Apotik Meskipun berstatus Rumah Sakit Akademik, sekaligus kapasitas RSA UGM sebagai rumah RSA UGM melayani seluruh masyarakat sakit rujukan penangan COVID-19 hingga yang membutuhkan layanan kesehatan, tak terwujud kesehatan masyarakat. terbatas hanya bagi kalangan civitas UGM. Dengan demikian, keberadaan dua gedung baru ini pun akan meningkatkan layanan 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 43 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19

4 4 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

Selasar menuju Gedung Arjuna dan Gedung Yudhistira 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 45 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19

MENGABDI UNTUK NEGERI Tri Rahayu Kepala BPPW DIY Jalankan Amanah : \" Kita Pasti Bisa\" Pebelum proyek RSA UGM, belum pernah sekalipun Tim BPPW menggarap proyek pembangunan rumah sakit. Sekalinya mengerjakan proyek rumah sakit, Tim BPPW tidak hanya harus memahami seluk belum pembangunan rumah sakit infeksius. Melainkan, juga harus berpacu dengan waktu dan kondisi darurat COVID-19 yang tengah melanda negeri ini. Hal ini, tentunya menghadirkan pengalaman dan pembelajaran tersendiri bagi Tim BPPW DIY. 4 6 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

ANDAL & TEPERCAYA harus selesai hanya dalam waktu satu bulan. Ketika diberi penugasan terkait proyek Sementara itu, Tim BPPW masih minim RSA UGM ini, terbersit dalam benak dan pengalaman untuk pembangunan rumah pikiran Tri Rahayu akan tantangan yang siap sakit. “Tetapi, namanya amanah, kami menghadang timnya. Dengan melihat volume harus tetap melaksanakannya semaksimal pekerjaan dan target waktu pembangunan, mungkin dan, pasti ‘Kita Bisa!’,” yakin Tri yang terbayang betapa luar biasanya proyek ini: mengepalai BPPW DIY. pembangunan 2 gedung berlantai 5 yang Kunjungan kerja Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 47 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19

MENGABDI UNTUK NEGERI “Bersyukur, saya memiliki tim yang kompak. Menteri PUPR M Basuki Hadimuljono dalam Apalagi, saya sungguh mengapresiasi tim kunjungan kerjanya di RSA UGM didampingi PPK dan jajarannya yang selalu standby Kepala BPPW DIY, Tri Rahayu. setiap hari di lapangan,” ucap Tri. Keyakinan Tri pun semakin menguat ketika dan mudah. Selain itu, tim pelaksana—PT mengetahui metode pembangunan yang Adhi Karya dan MK—PT Virama Karya sudah menggunakan sandwich panel sehingga tepercaya keandalannya. pengerjaan konstruksi menjadi lebih cepat 4 8 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi

Penandatanganan dokumen oleh Kepala bangunannya pun memenuhi kualitas dan BPPW DIY, Tri Rahayu dan Rektor UGM, segala ketentuan rumah sakit infeksius. Panut Mulyono Selain persyaratan terkait rumah sakit Hingga akhirnya, pembangunan fasilitas infeksius, pembangunan juga dilaksanakan penanganan COVID-19 di RSA UGM pun sesuai arahan Menteri PUPR. Di mana, seluruh bisa selesai tepat waktu, sesuai target material pembangunan menggunakan yang ditetapkan. Tak hanya tepat waktu, produk lokal dengan nilai TKDN-nya mencapai 100%. 37 hari PUPR membangun Fasilitas Penampungan/ Karantina/ 49 Observasi bagi Penyakit Infeksi Emerging/ Virus COVID-19

MENGABDI UNTUK NEGERI REWARD pekerja yang mudik saat Lebaran. Tapi, masih Kunci keberhasilan pembangunan sesuai ada yang tidak mudik sehingga pekerjaan target waktu dan kualitas, menurut Tri, masih berjalan. Dari tim kami sendiri, tidak adalah komunikasi dan koordinasi. Meskipun ada yang mudik,” ungkap Tri. kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan rapat ataupun diskusi secara Tri menambahkan bahwa saat mengimbau langsung, komunikasi dan koordinasi tetap para pekerja agar tidak mudik, para pekerja berjalan intensif secara virtual/online. juga ditawarkan reward bagi yang tidak mudik. “Reward berupa penambahan gaji. Semua media digunakan untuk kelancaran Kami mengerti, bahwa keputusan untuk komunikasi. Mulai dari WhatsApp Group, tetap bekerja, meninggalkan momen Lebaran video call, hingga berbagai aplikasi meeting/ bersama keluarga, tentu berat bagi mereka. teleconference. Dengan begitu, pengambilan Apalagi, di tengah kondisi pandemi seperti keputusan pun bisa dilakukan dengan cepat. sekarang. Makanya, kami tawarkan reward bagi mereka yang bersedia sebagai bentuk “Kemudian, yang tak kalah penting adalah apresiasi kepada mereka,” lanjutnya. disiplin dengan timeline. Semua harus berjalan sesuai timeline. Lalu, tidak terlepas Kini, kendala dan tantangan tersebut pula dari pelaksananya. Di sini, pelaksananya telah berhasil dilalui dan diatasi. Fasilitas sudah sangat berpengalaman dan biasa penanganan pasien COVID-19 RSA UGM menangani proyek seperti ini,” jelas Tri. pun telah berdiri dan siap melayani pasien. Tri berharap, pandemi ini segera berlalu dan Meskipun menjelang Lebaran, Tim BPPW rumah sakit ini tetap bisa bermanfaat untuk cukup kesulitan membujuk para pekerja agar memberikan layanan kesehatan masyarakat, tidak mudik, pekerjaan tetap berjalan selama khususnya masyarakat Yogyakarta. libur Lebaran. “Memang, banyak dari para 5 0 RSA UGM: Tumbuh & Berinovasi ditengah Pandemi


RSA UGM: TUMBUH DAN BERINOVASI DI TENGAH PANDEMI

The book owner has disabled this books.

Explore Others

Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook