Mereka Mencari Air di Bawah Terik Matahari-Muhaimin El Lawi
Dia dengarkan dengan cermat ledakan bom yang menghentak dunia, bunyi mesiu yang menerobos nyawa seseorang dan kesepakatan gencatan senjata yang selalu gagal. Dia merasa lelah dengan semua ini. Semua kenikmatan pesta terasa hambar. Dia mulai mencurahkan perasaan pada Hasut: “Sayang, kita sudah renta. Tak terhitung generasi yang kita lewati. Bau anyir darah pertikaian telah kita kecap tak terhitung kali.” Kemudian mendongak ke langit, bertanya-tanya: “Tuhan, apakah tugasku sudah selesai?”
Kutipan cerpen "Hasud (t) " dalam kumpulan cerita "Mereka Mencari Air di Bawah Terik Matahari"
Like this book? You can publish your book online for free in a few
minutes!