1367 REVIEW ARTICLE: PENGARUH KECANDUAN BERMAIN MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA Fatma Indriani1, Diva Nada Rizki Nuzlan2, Hilma Shofia3, Jihan Putri Ralya4 Email: [email protected] Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara Medan1,2,3,4 Abstrak Remaja yang mengalami kecanduan bermain media sosial akan lebih sering menghabiskan waktunya untuk bermain media sosial dibanding dengan membangun interaksi dengan keluarga, teman bahkan kerabat lainnya. Hal tersebut mengarah pada mengecilnya lingkaran sosial dengan kuantitas yang menurun dan membuat tingkat stress menjadi lebih tinggi. Perilaku pengunaan media sosial yang berlebihan dikalangan remaja tanpa pemahaman yang cukup dapat menyebabkan tindak body shaming dan hate speech yang dapat berujung hingga menyebabkan kelainan mental pada penggunanya. Penelitian ini menggunkan metode literature review. Tolok ukur jurnal yang dipilih yaitu jurnal dengan terbitan antara tahun 2020-2022 terdiri dari jurnal nasional dan beberapa website resmi. Pengambilan data dilakukan sekitar bulan April-Juni 2022. Berdasarkan dari hasil dan pembahasan yang ada didapatkan bahwa terdapat huubungan antara kecandan bermain medsos (media sosial) terhadap kesehatan mental pada remaja. Hal tersebut berkaitan dengan frekuensi atau durasi penggunaannya, seperti kurang tidur, produktivitas kerja berkurang, lebih sedikit waktu yang dihabiskan dengan orang lain, dan perasaan yang muncul saat tidak menggunakan internet, seperti perasaan depresi, suasana hati yang murung, kebodohan, dan kekosongan. Kesimpulan yang diperoleh adalah terbukti adanya hubungan diantara hal tersebut. Oleh sebab itu, disarankan kepada para orang tua untuk lebih memperhatikan sang anak ketika menggunakan HP dan bermain media sosial agar tidak mempengaruhi kondisi mental bagi remaja. Kata Kunci: Kesehatan Mental, Kecanduan, Media Sosial, Remaja Abstract Teenagers who are addicted to playing social media will spend more time playing social media than building interactions with family, friends and even other relatives. This leads to a smaller social circle with a decreased quantity and a higher level of stress. Excessive use of social media among teenagers without sufficient understanding can lead to body shaming and hate speech which can lead to mental disorders in users. This research uses the literature review. The benchmark of the selected journal is a journal with publications between the years 2020-2022 consisting of national journals and several official websites. Data collection was carried out around April-June 2022. Based on the results and discussions, it was found that there is a relationship between addiction to playing social media (social media) on mental health in adolescents. This relates to the frequency or duration of use, such as lack of sleep, reduced work productivity, less time spent with other people, and feelings that arise when not using the internet, such as feelings of depression, low mood, stupidity, and emptiness. The conclusion obtained is that there is a proven relationship between these things. Therefore, it is recommended for parents to pay more attention to their children when using cellphones and playing social media so as not to affect the mental condition of teenagers. Keywords: Mental health, Addiction, Social media, Adolescent PENDAHULUAN menyebabkan masa remaja disebut dengan Masa remaja merupakan masa masa labil.Berdasarkan Data Kemetrian Komunikasi dan Infromatika pada tahun peralihan dari masa kanak-kanak menuju 2013, menyatakan bahwa 95% masyarakat masa dewasa dan pada masa remaja juga Indonesia menggunakan internet untuk mencakup semua perkembangan yang mengakses jejaring sosial dan sebagian dialami dalam persiapan menuju ke masa besar dari penggunaan internet itu sendiri dewasa. Kondisi inilah yang Jurnal Psikologi Konseling Vol. 20 No. 1, Juni 2022
1368 adalah remaja berusia 10-15 tahun. berbagi pikiran dan gagasan. Di sisi lain, Berdasarkan penelitian dinyatakan bahwa kehadiran media sosial memberikan durasi/lamanya remaja menggunakan dampak negatif yang serius bagi remaja, media sosial mencapai 53,3%. Penelitian bahkan dalam hal berisiko kecanduan dan lainnya juga menyatakan hal serupa, gangguan mental seperti kecanduan. bahwa sekitar 80%dari remaja menghabiskan banyak waktu online, Remaja yang mengalami kecanduan dengan rata-rata 20% remaja tersebut bermain media sosial akan lebih sering menggunakan internet untuk mengakses menghabiskan waktunya untuk bermain media sosial (Pratama & Sari, 2020). media sosial dibanding dengan interaksi dengan keluarga, teman bahkan kerabat Tingkat keseriusan penggunaan lainnya, hal tersebut mengarah pada media sosial yang tidak terbatas mengecilnya lingkaran sosial dengan mengakibatkan remaja menjadi lebih kuantitas yang menurun dan membuat acuh tak acuh dan tidak peduli terhadap tingkat stress menjadi lebih tinggi. kondisi lingkungan sekitarnya. Dampak Keadaan seperti inilah yang bisa lain yang mungkin dirasakan dalam menyebabkan seseorang berada pada kecenderungan bermain media sosial, kondisi sama sekali tidak ada yaitu menjadi lebih sering interaksidengan masyarakat atau makhluk membandingkan dirinya dengan sosial lainnya yang bisa menyebabkan keberhasilan yang diperoleh orang lain. depresi (Gorain, Mondal, Ansary & Saha, Penggunaan media sosial pada saat ini di 2018). dominasi oleh kalangan para remaja. Remaja lebih sering menggunakan media Menurut Organisasi Kesehatan sosial untuk membagikan tentang Dunia (WHO) depresi adalah gangguan kegiatan pribadinya, seperti curhatannya mental yg generik terjadi pada bahkan hasil foto bersama teman- masyarakat. Hal ini tidak jarang ditandai temannya.Menurut studi Pew Research dengan kesedihan yg terus-menerus, dan Center, media sosial hampir erat kaitannya kurangnya minat ataupun kesenangan dengan kehidupan remaja. Kehadiran pada saat melakukan aktifitas yang media sosial sangat membantu para sebelumnya menyenangkan.depresi juga remaja untuk mengembangkan minat dan dapat mengganggu tidur, mengurangi bakatnya, mengembangkan kemampuan nafsu makan seorang, bahkan dapat berkomunikasi, menjalin pertemanan dan membuat orang tersebut gampang kelelahan dan mempunyai konsentrasi Jurnal Psikologi Konseling Vol. 20 No. 1, Juni 2022
1369 yang buruk. Hubungan sosial di dunia artikel yang didapatkan melalui internet maya diantaranya: Instagram, Facebook, danWhatsApp cukup berpengaruh pada berupa artikel penelitian yang membahas kesehatan mental seseorang, khususnya kesehatan mental pada kalangan remaja. tentang pengaruh media sosial pada Menurut para peneliti, hubungan antara kecanduan media sosial dan depresi kesehatan mental remaja. Data penelitian berkaitan dengan frekuensi atau durasi penggunaannya, seperti kurang tidur, tentang pengaruh media sosial pada produktivitas kerja berkurang, lebih sedikit waktu yang dihabiskan dengan kesehatan mental remajadiperoleh orang lain, dan perasaan yang muncul saat tidak menggunakan internet, seperti sebanyak 10 artikel yang terdiri dari jurnal perasaan depresi, suasana hati yang murung, kebodohan, dan kekosongan. nasional dan juga beberapa website resmi. METODE PENELITIAN Seluruh artikel penelitian yang sudah di Penelitian ini menggunkan metode critical review. Guna menghasilkan satu dapat ini dijadikan sampel guna artikel yang berkaitan dengan satu topik tertentu dengan membaca berbagai buku, melengkapi pembahasan pada artikel. jurnal, ataupun terbitan-terbitan lain yang berkenaan dengan topik penelitian yang Kata kunci yang dipakai dalam pencarian dibahas, merupakan pengertian dari critical review/literature review. Tolok artikel, yaitu; kesehatan mental, media ukur jurnal yang dipilih yaitu jurnal dengan terbitan antara tahun 2020-2022 sosial, pengaruh media sosial pada terdiri dari jurnal nasional dan beberapa website resmi. Penelitian dengan kesehatan mental remaja. Pengambilan menggunakan metode ini, dilakukan dengan membandingkan metode data dilakukan sekitar bulan April-Juni penelitian, cara pengolahan serta hasil yang sudah didapatkan dari setiap artikel. 2022. Sumber data penelitian ini berasal dari HASIL DAN PEMBAHASAN Media sosial Media sosial adalah media yang membuat penggunanya bisa mempresentasikan dirinya maupun berinteraksi, kerja sama,sharing, berkomunikasi dengan pengguna lain dan membentuk ikatan sosial secara virtual (Nasrullah, 2015).Media sosial merupakan platform media yang fokus memfasilitasi pengguna dalam beraktifitas (Riyanti, 2016). Media sosial bagaikan ajang untuk mengekspresikan diri bahkan memamerkan kegiatan sehari-hari bagi penggunanya. Dengan demikian dapat mendatangkan rasa iri atau tidak suka Jurnal Psikologi Konseling Vol. 20 No. 1, Juni 2022
1370 antar sesama pengguna. Rasa tidak suka Kecanduan disebut sebagai perilaku tersebut dapat menimbulkan gangguan ketergantuan terhadap suatu hal yang mental berupa depresi kepada disenangi. Biasanya seseorang secara penggunanya. Media sosial yang paling langsung akan melakukan apa yang banyak digunakan oleh remaja di disukainya dalam setiap kesempatan yang Indonesia adalah Instagram, Facebook, ada. Jika seseorang mengalami Twitter dan WhatsApp. (Pratama, 2014) kecanduan, maka ia akan sulit terlepas remaja menggunakan media sosial dari hal tersebut membuat orang tersebut tersebut untuk mempesentasikan dirinya kurang mampu untuk mengendalikan dengan cara berbagi semua aktivitas dirinya sendiri dalam hal melakukan sehari-hari dengan berbagai media seperti kegiatan tertentu yang disukainya (Cooper foto, video bahkan audio. 2000). Kecanduan Media Sosial Kesehatan mental Kecanduan media sosial dapat Menurut Darajat (1983) (dalam diartikan sebagai gannguan psikologis Rosmalina, Khaerunnisa, 2021) Kesehatan yang penggunanya mengahabiskan mental adalah suatu pengetahuan yang banyak waktu dengan mengakses media bertujuan untuk membentuk segala sosial akibat dari rasa ingin tahu yang potensi, minat bakat yang ada dengan tinggi. Hal lain yang menyebabkan sebaik mungkin, sehingga dapat seseorang kecanduan media sosial yaitu memberikan perasaan bahagia bagi diri karena kurangnya kegiatan produktif di sendiri bahkan orang sekitar, kemudian kehidupannya serta tidak pandai mampu terhindar dari masalah gangguan mengontrol dirinya dan memanajemen jiwa. waktu (Rizki&Netrawati,2020) Menurut WHO, pengertian Seperangkat aplikasi pada jaringan kesehatan mental merupakan keadaan internet berguna untuk mempermudah sejahtera pada seseorang, ketika orang penggunananya untuk berpartisipasi untuk tersebur sadar akan kemampuan dirinya, membagi berita, pemberian informasi, dan beradaptasi dengan baik serta mampu konten kepada banyak orang dengan mengendalikan stres yang ia alami, menghabiskan waktu yang cukup lama berkontribusi untuk lingkungannya dan merupakan pengertian dari kecanduan mampu ekerja secara produktif. Dasar media sosial. yang pentingg bagi seseorang karena kesehatan metal memengaruhi bagaimana Jurnal Psikologi Konseling Vol. 20 No. 1, Juni 2022
1371 orang tersebut memandang dirinya, mereka tidak dibekali ilmu tentang lingkungan dan memahami lingkungan bagaimana sosial media ini dapat sekitarnya merupakan pengertian mengganggu kesehatan mental mereka kesehatan mental. secara tidak sadar, terbukti beberapa dari mereka tidak bisa lepas dari media sosial Orang yang mengalami gangguan dan terobsesi ingin selalu terlihat mental, akan menganggu cara seseorang “sempurna” di media sosialnya. dalam berinteraksi, menangani stress, membuat pilihan serta memicu hasrat Menurut psikolog klinis Linda seseorang untuk melakukan tindakan Setiawati, penggunaan media sosial secara menyakiti diri sendiri dan berujung tidak tepat dan berlebihan dapat dengan mengakhir hidup. Kesehatan memberikan dampak negatif baik dari segi mental dipengaruhi oleh banyak faktor, fisik, psikologis, dan sosial. Terbukti di salah satunya disebabkan oleh kejadian akhir penyuluhan didapat hasil bahwa dari dalam kehidupan seseorang yang 7 orang remaja tersebut ada yang meninggalkan dampak cukup besar dalam mengalami dampak negatif dari media perilaku dan kepribadiannya. Berdasarkan sosial berupa bullying, bahkan mereka data surver Global Health Date Exchange juga mengetahui berita artis yang bunuh tahun 2017 menyatakan bahwa, 27,3 juta diri akibat cyber bullying yang diberikan orang Indonesia terkena gangguan mental. oleh netizen sehingga membuat mereka depresi dan akhirnya nekat bunuh diri. Dalam penelitian Rizki Aprilia dkk Pengaruh Media Sosial Terhadap (2020) tingkat kecanduan media sosial Kesehatan Mental Remaja pada 72 orang remaja yang dinilai dari 4 unsur penilaian menunjukkan hasil Melalui proses pemilahan artikel, sebanyak 37 siswa (51,4%) remaja peneliti mendapatkan sepuluh naskah merupakan pecandu media sosial rendah artikel namun hanya delapan artikel yang dan sebanyak 35 siswa (48,6%) remaja akan dibahas dalam hasil pada jurnal. merupakan pecandu media sosial tinggi. Kedelapan artikel yang dipakai dalam penelitian adalah penelitian Ratu Nadya et Ratu Nadya W dkk (2020) yang al (2020), Ni Komang Trisna et al (2021), melakukan penelitian berupa penyuluhan Nila Zaimatus (2021), Asriyanti webinar pada siswa SMP usia 12-13 Rosmalina et al (2021), Bangkit Ary tahun, dimana usia ini dinilai sudah Pratama et al (2020), Rizki Aprilia et al paham dalam menggunakan sosial media (2020), Bagus Condro (2020), dan karna sudah dibekali smartphone, tetapi Jurnal Psikologi Konseling Vol. 20 No. 1, Juni 2022
1372 Murandari(2021) yang terdapat dalam Denpasar. Riset yang sudah dilakukan tabel 1 dibawah ini. oleh Indra (2018) didapatkan hasil yang sama, dimana mayoritas responden Semua artikel yang digunakan mengalami kecanduan internet sedang adalah artikel yang menggunakan bahasa yaitu sebesar 70,2%. Indonesia. Informasi yang tercakup pada tabel 1 berisikan tentang biodata penulis Artikel ketiga yang digunakan artikel beserta tujuan dan hasil yang dalam penelitian ini memakai pendekatan didapat melalui penelitiannya yang kuantitatif dengan explanatory design. berguna dalam kajian literartur. Artikel- Penelitian ini juga memakai analisis data, artikel tersebut kemudian dijabarkan lalu dari analisis regresi linier sederhana dan dikritik sehingga didapatkan hasil bahwa analisis MANOVA. Sehingga pada pengunaan media sosial memang dapat kegiatan ini ditemukannya pengaruh mempengaruhi kesehatan mental remaja. penggunaan media sosial pada kesehatan mental serta kesejahteraan sosial remaja Pada artikel pertama menggunakan selama pandemi Covid-19. metode penelitian dengan teknik penyuluhan melalui google meet dengan Dalam artikel keempat dari 20 siswa yang hadir pada webinar penelitian yang membahas penggunaan tersebut. Artikel ini membahas tentang media sosial mempengaruhi kesehatan mencegah timbulnya gangguan mental mental pada remaja ini. Memperoleh hasil pada siswa yang menggunakan media penelitian, bahwa media sosial ini benar sosial. Dari hasil yang ada, didapatkan adanya memiliki pengaruh pada kesehatan sebagian besar siswa merupakan mental remaja pada dewasa ini. pengguna media sosial dan sering Penggunaan media sosial ini sendiri mengakses internet namun mereka tidak sebenarnya juga dapat memberikan paham dengan masalah mental yang akan keuntungan bagi penggunanya, namun timbul karena media sosial. juga menimbulkan masalah pada kesehatan mental. Pada artikel kedua, penelitian dilakukan dengan desain deskriptif Pada artikel kelima yang korelatif melalui pendekatan cross- menggunakan metode penelitian sectional. Hasil yang diperoleh dari observasional analitik melalui pendekatan penelitian ini adalah terdapat hubungan potong lintang (cross-sectional). dari kecanduan internet terhadap gejala Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui depresi pada remaja di SMAN 2 tingkat pengaruh sosial yang ditimbulkan Jurnal Psikologi Konseling Vol. 20 No. 1, Juni 2022
1373 akibat penggunaan media sosial yang penelitian ini yaitu menjelaskan hubungan menyebabkan timbulnya sikap apatis pada adiksi media sosial dengan depresi pada lingkungan masyarakat. Adapun hasil remaja di masa pandemi Covid-19, yang diperoleh menunjukkan bahwa sehingga hasil yang didapat setelah intensitas penggunaan media sosial benar melakukan penelitian ini adalah adanya memiliki dampak sosial pada remaja, korelasi dari adiksi media sosial dan salah satunya dengan timbulnya gangguan gangguan kesehatan mental adalah kesehatan mental dan jiwa yang ditandai kecemasan dan depresi. dengan adanya sikap apatis pada remaja. Tabel 1. Hasil Hubungan Media Sosial Mempengaruhi Kesehatan Mental Pengumpulan data atau sampel N Penulis, Tujuan Hasil pada artikel keenam menggunakan metode o Tahun, dan Penelitian Judul total sampling yang kemudian dianalisis 1. Ratu Nadya Untuk Sebagian W., Ratu mengetahui dari siswa dengan analisis deskriptif yang memiliki Laura apakah mengguna M.B.P, dengan kan tujuan untuk melihat tingkat kecanduan Windhi T menggunaka internet media sosial pada remaja, oleh karena itu, Saputra n sosial dan (2020). media yang memiliki didapatkan hasil penelitian yang Penggunaan sehat dapat media Media mencegah sosial. menunjukkan bahwa hingga 51,4% remaja Sosial Sehat gangguan Akan Untuk mental.. tetapi, mengalami kecanduan media sosial Mencegah masih Gangguan minimnya tingkat rendah dan 48,6% lainnya Mental pemahama merupakan pecandu media sosial tingkat n para siswa itu tinggi.sehingga sendiri tentang Penulis artikel ketujuh kelainan mental membagikan pemikirannya tentang efek yang diakibatka negatif yang timbul dari penggunaan n oleh media sosial, berdasarkan pengalaman penggunaa n sosial pribadi penulis yang sendirinya media. 2. Ni Komang Pada Terdapat mengalami gangguan kesehatan mental Trisna penelitian ini hubungan Prihayanti, bertujuan antara akibat penggunaan media sosial. Putu Oka guna kecanduan Yuli mengetahui bermain Artikel kedelapan menggunakan Nurhesti, apakah internet metode literature review, ini merupakan Kadek Eka terdapat dengan Swedarma hubungan gejala artikel dengan rentang tahun terbit 2011- (2021). antara depresi Hubungan kecanduan pada 2021 yang berasal dari jurnal luar dan Kecanduan bermain remaja di Internet internet SMAN 2 dalam negeri. Sehingga tujuan dari Dengan dengan Denpasar. Gejala gejala Jurnal Psikologi Konseling Vol. 20 No. 1, Juni 2022
1374 Depresi depresi pada Tingkat remaja Pada remaja di Kecanduan atau Remaja di SMAN 2 Media sebanyak SMAN 2 Denpasar Sosial Pada 51,4% Denpasar. Remaja. mengalami 3. Nila Untuk Hasil yang kecanduan Zaimatus mengetahui didapatkan media Septiana, apakah benar sosial (2021). penggunaan adanya tingkat Dampak media sosial bahwa rendah, Penggunaan mempengaru penggunaa sedangkan Media hi kesehatan n media hampir Sosial mental dan sosial setengah Terhadap kesejahteraa dapat dari remaja Kesehatan n pada memengar atau Mental dan remaja uhi sebanyak Kesejahtera dimasa kesehatan 48,6% an Sosial pandemi mental mengalami Remaja di covid-19. serta kecanduan Masa kesejahtera media Pandemii an remaja sosial Covid-19 dimasa tingkat pandemi tinggi. covid-19. 7. Bagus Untuk Terdapat 4. Asriyanti Mengetahui Bahwa Condro mengetahui dampak Rosmalina, bermain memang Baskoro adakah negatif Tia media sosial adanya (2020). pengaruh yang Khaerunisa memengaruh hubungan Pengaruh media sosial ditimbulka (2021). i kesehatan antara Media Instagram n akibat Penggunaan mental pada kesehatan Sosial terhadap penggunaa Media remaja. mental Instagram kesehatan n sosial Sosial dengan Terhadap mental media dalam penggnaan Kesehatan sebagai ide yang Kesehatan media Mental pengkaryaan. berasal Mental sosial pada Sebagai Ide juga dari Remaja. remaja. Pengkaryaa pengalama 5. Bangkit Ary Untuk Hasil yang n. n pribadi si Pratama, mengetahui diperoleh penulis. Defie apakah menyataka 8. Murandari, Untuk Terdapat Septiana penggunaan n bahwa Ahmad mengetahui korelasi Sari (2020). media sosial penggunaa Gimmy P. hubungan dari adiksi Dampak memiliki n media Siswadi, Adiksi media Sosial dampak sosial Nur Octavia Media Sosial sosial Intensitas sosial berupa memberika H. (2021). Dengan dengan Penggunaan sikap apatis n dampak Adiksi Depresi Pada gangguan Media terhadap sosial Media Remaja Di kesehatan Sosial lingkungan berupa Sosial Masa mental Terhadap sekitar. sikapt Dengan Pandemi yaitu Kesehatan apatis Depresi Covid-19. kecemasan Mental terhadap Pada dan Berupa lingkungan Remaja Di depresi. Sikap sekitar Masa Apatis di pada Pandemi Sukoharjo. remaja. Covid-19: A 6. Rizki Mengetahui Hasil yang Literature Aprilia, Aat tingkat didapakan Review. Sriati, Sri kecanduan bahwa Hendrawati media sosial sebagian (2020). pada remaja. besar Jurnal Psikologi Konseling Vol. 20 No. 1, Juni 2022
1375 PENUTUP Internet DenganGejalaDepresi Pada Dari data yang didapatkan bahwa RemajaRemaja Di SMAN 2 Denpasar. Vol. 9, Issue 3. memang terdapat hubungan antara bermain media sosial dengan kesehatan Lim, R. P., Purnomo, D., Dewi, D., & mental pada remaja. Semakin lama remaja Sari, K. 2021. PengaruhPenggunaan bermain media sosial, hal itu akan Instagram Terhadap Kesehatan berpengaruh pada kesehatan mental, Mental Instagramxiety Pada Remaja karena para emaja akan fokus dengan Di Kota Salatiga.Vol.13, No.1, 1-20. dunianya sendiri dan tidak peduli dengan keadaan sekitar dan ketika sang remaja Marcelina, R. N. 2021. Pentingnya tidak bermain media sosial, remaja akan Menjaga Kesehatan Mental. Diakses merasa stresss karna mereka sudah 23 Juni 2022. Avaliable from: kecanduan dalam menggunakan media http://ners.unair.ac.id/site/index.php/ sosial. Untuk itu, diperlukan kontrol orang news-fkp-unair/30-lihat/1070- tua dan diperlukannya pemberian pentingnya-menjaga-kesehatan- pemahaman kepada para remaja dalam mental mengurangi durasi bermain media sosial, guna menghindari kecanduan dalam Murandari., Siswadi, A. G. P., & Octavia, bermain media sosial. N. H. 2021. Adiksi Media DAFTAR PUSTAKA SosialDenganDepresi Pada Remaja Di Masa Pandemi Covid-19: A LITERATURE REVIEW. Vol 10, No.2, 1-10. Pratama, B. A., & Sari, D. S. 2020. DampakSosialIntensitasPenggunaan Media SosialTerhadap Kesehatan Mental BerupaSikapApatis di SMP KabupatenSukoharjo.Vol. 18, No. 1, 65. Aprilia, R., Sriati, A., &Hendrawati, S. Rantilia, R. 2020. Apa Itu Kesehatan 2020. Tingkat Kecanduan Media Sosial pada Remaja.Fakultas Mental?.Diakses 23 Juni 2022. Keperawatan Universitas padjajran. Vol. 3, 1-13. Available on: https://itjen.kemdikbud.go.id/webne w/covid19/apa-itu-kesehatan- Baskoro, B. C., &Afatara N. 2020. mental/ Pengaruh Media Sosial Instagram Terhadap Kesehatan Mental Sebagai Ratu, N. W., Laura, R., &Saputra, W. T. Ide Pengkaryaan. Vol. 3, No.2, 1-11. 2020. Penggunaan Media SosialSehatUntukMencegahGanggu Hermansyah, H.2020. an Mental. UPN Veteran Jakarta. Vol. 3, No. 3, 1-9. PengaruhPenggunaan Media SosialBagi Kesehatan Mental Anak Riau, U. S. 2018. Kecanduan Media Remaja. Sosial. Journal of Chemical Komang, N., Prihayanti, T., Eka Information and Modeling, Vol. 53, Swedarma, K., Oka, P., &Nurhesti, No. 9, 1689–1699. Y. 2021. HubunganKecanduan Jurnal Psikologi Konseling Vol. 20 No. 1, Juni 2022
1376 Rosmalina, A., &Khaerunnisa, T. 2021. Penggunaan Media Sosialdalam Kesehatan Mental Remaja. Vol.4, No. 1, 49–58. Septiana, A. Z. 2021. DampakPenggunaan Media SosialTerhadap Kesehatan Mental Dan KesejahteraanSosialRemaja Dimasa Pandemi Covid-19. Vol 8, 1–13. Wulandari, R., & Netrawati, N. 2020. Analisis Tingkat Kecanduan Media Sosial pada Remaja. Vol. 5, No. 2, 41–46. Jurnal Psikologi Konseling Vol. 20 No. 1, Juni 2022
Search
Read the Text Version
- 1 - 10
Pages: