Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore GE Kelas 7 Gasal

GE Kelas 7 Gasal

Published by Hero Rojaul Khoir, S.S, 2021-02-25 13:51:34

Description: GE Kelas 7 Gasal

Search

Read the Text Version

3. Sampah Lembut. Terdiri dari partikel-partikel kecil, ringan dan mempunyai sifat mudah beterbangan, yang dapat membahayakan dan mengganggu pernafasan serta mata, misal: debu dari penyapuan lantai rumah atau gedung, debu pengrajin kayu, debu pabrik kapur, pabrik semen, pabrik tenun, dan lain-lain. Abu berasal dari sisa Sumber: care2.com pembakaran kayu, abu rokok, abu - Sampah patogen, berupa sampah yang berasal dari sekam, sampah yang terbakar, rumah sakit dan klinik. dan lain-lain. - Sampah beracun, berupa sisa- sisa pestisida, insektisida, 4. Sampah Besar (Bulky Waste). kertas bekas pembungkus bahan beracun,baterai bekas, Merupakan sampah yang dan lain-lain. berukuran besar, misal: bekas - Sampah radioaktif, berupa sampah bahan-bahan nuklir. furnitur (kursi dan meja), peralatan - Sampah ledakan, berupa rumah tangga (kulkas dan TV), petasan, mesiu dari sampah perang, dan sebagainya. dan lain-lain. 5. Sampah Berbahaya dan Beracun (Hazardous Waste). Merupakan sampah yang berbahaya baik terhadap manusia, hewan maupun tanaman, yang terdiri dari: Tugas Siswa Lakukanlah kegiatan menganalisis jenis-jenis sampah berdasarkan ciri fisik dan kimia pada sampah di sekolah dan di rumahmu. Tulislah hasil pengamatanmu dalam bentuk tabel! Jenis-jenis Sampah di Sekolahku dan di Rumahku No. Nama Benda Ciri Fisik Ciri Kimia Jenis Sampah 1. Kulit jeruk Mengandung air Cepat membusuk Organik dan sampah basah 2. 3. 4. 44 Green Education SMP Kelas 7

Manajemen Sampah di Perkotaan Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 2 ½ juta jiwa, Surabaya menghadapi permasalahan- permasalahan seperti tekanan penduduk terhadap daya dukung lingkungannya. Masalah itu antara lain meluasnya permukiman kumuh, menumpuknya sampah, terbatasnya fasilitas umum seperti prasarana air minum dan ruang terbuka hijau, pedagang kaki lima, transportasi, pencemaran udara, meningkatnya kriminalitas dan berbagai masalah kependudukan yang lain. Salah satu masalah pelik yang sulit dipecahkan adalah masalah sampah, mengingat volume sampah yang cenderung terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan permukiman serta keterbatasan lahan untuk pembuangan akhir. Berbagai sumber sampah yang memberikan kontribusi terhadap timbunan sampah kota Surabaya antara lain berasal dari permukiman, perkotaan, pasar, layanan kesehatan, fasilitas umum. 60-80% sampah kota berasal dari permukiman atau rumah tangga. Timbunan sampah rumah tangga rata- rata di Kota Surabaya sebesar 319 gram per orang per hari, yang terdiri dari sampah organik 250 gram per orang (75,58%) dan sampah anorganik sebesar 61 gram per orang per hari (24,42%). Menurut Tim Studi Japan International Coorperation Agency, (JICA) sebagaimana dilaporkan Departemen Pekerja Umum (1993) antara tahun 1992-2010 bahwa sampah rumah tangga Kota Surabaya mengalami pertumbuhan 5% setiap tahunnya yang disebabkan kenaikan jumlah penduduk sekitar 1,6% per tahun, peningkatan timbulan sampah per kapita 3,4% per tahun. Sampah telah menjadi salah satu permasalahan Kota Surabaya yang serius. Pemandangan kota Surabaya terlihat kumuh dan semakin parah dengan tumpukan-tumpukan sampah diberbagai sudut kota dan telah mengganggu kenyamanan lingkungan. Pengelolaan sampah di kota Surabaya masih sebatas mengumpulkan dan menumpuknya pada tempat (lahan) pembuangan akhir (TPA), dan belum melakukan proses pengolahan misalnya menjadi kompos. Pengolahan lanjut sampah yang ada selama ini masih sebatas pemusnahan melalui mesin pembakar (incinerator). Disisi lain, permasalahan sampah di Kota Surabaya menjadi semakin berat, mengingat makin meningkatnya jumlah penduduk dan makin kompleknya permasalahan. Dalam konteks manajemen kota, hampir setiap kota mempunyai permasalahan, seperti minimnya lahan pembuangan akhir, budaya membuang sampah sembarang tempat, serta keterlibatan sektor informal. Manajemen pengelolaan sampah yang masih terbatas dan tidak Green Education SMP Kelas 7 45

sustainable cukup meresahkan bagi warga Surabaya dan cukup menyita perhatian dari berbagai kalangan. Pemandangan kota Surabaya yang terlihat kumuh semakin parah dengan tumpukan-tumpukan sampah disudut-sudut kota yang menambah ketidaknyaman lingkungan. Sampah yang bertumpuk dimana-mana, saat ini bukan saja menjadi beban Pemkot Surabaya tetapi juga masalah bagi semua warga kota Surabaya. Pengelolaan sampah di Indonesia khususnya kota-kota besar seperti Surabaya masih menggunakan paradigma lama yaitu cara kumpul-angkut- buang. Source reduction (reduksi mulai dari sumbernya) atau pemilahan sampah tidak pernah berjalan dengan baik. Meskipun telah ada upaya pengomposan dan daur ulang, tapi masih terbatas. Berkaitan dengan sistem pengelolaan persampahan, dasar pengelolaan mesti mengedepankan pada minimasi sampah dan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. Keberhasilan penanganan sampah tersebut juga harus didukung oleh tingkat kesadaran masyarakat yang tinggi mengingat perilaku masyarakat merupakan variabel penting. Kebijaksanaan dalam pengelolaan persampahan memiliki landasan kuat agar sampah yang dihasilkan dapat dikelola dengan baik. Kebijakan dapat dilakukan meliputi penurunan senyawa beracun yang terkandung dalam sampah sejak pada tingkat produksi, minimasi jumlah sampah, peningkatan daur ulang sampah, pembuangan sampah yang masih memiliki nilai energi dikurangi secara signifikan, dan pencemaran lingkungan dicegah sedini mungkin. Berdasarkan landasan tersebut, kebijaksanaan pengelolaan sampah antara lain meliputi pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah secara mandiri, pengelolaan sampah dengan menggunakan sanitary landfill yang sesuai dengan ketentuan standar lingkungan, dan pengembangan teknologi tinggi pengolahan sampah untuk sumber energi. Sebagian besar sampah kota yang dihasilkan tergolong sampah hayati. Rata-rata sampah yang tergolong hayati ini adalah di atas 65 % dari total sampah. Melihat komposisi dari sumber asalnya maka sebagian besar adalah sisa-sisa makanan dari sampah dapur, maka jenis sampah ini akan cepat membusuk, atau terdegradasi oleh mikroorganisme yang berlimpah di alam ini, dan berpotensi pula sebagai sumberdaya penghasil kompos, metana dan energi. Dari sedikit gambaran sampah tersebut, kita dapat menelaah dan membuat suatu rangkaian proses bagaimana sampah yang dihasilkan dapat di kelola menjadi sampah yang lebih ramah lingkungan dan bahkan dimanfaatkan lagi untuk kegunaan yang lain. Sumber: ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/01/10/manajemen-sampah-di-perkotaan-studi- kasus-masalah-sampah-di-surabaya. 46 Green Education SMP Kelas 7

Diskusi 1. Berdasarkan artikel di atas, analisislah mengapa pengolahan sampah di perkotaan belum terpecahkan? 2. Analisislah cara penanggulangan sampah di perkotaan tersebut! 3. Tulislah pendapatmu mengenai sampah di perkotaan! 3. Buatlah kesimpulan mengenai upaya penanggulangan sampah di perkotaan! 4. Buatlah cerita tentang pemecahan masalah dari artikel tersebut dan kaitkan dengan filosofinya! C. Dampak Sampah bagi Kesehatan Manusia Tumpukan sampah yang menggenangi sungai menjadi tempat yang nyaman bagi bakteri, kuman dan virus untuk berkembang biak dan menyebarkan penyakitnya. Penyebaran penyakit tersebut selanjutnya dikenal sebagai infeksi yang menyerang manusia. Infeksi merupakan kolonisasi (penyerbuan) yang dilakukan oleh spesies asing Sumber: kaskus.co.id terhadap organisasi inang dan terbentuk saat kehamilan. Selanjutnya, di dalam tubuh manusia, bersifat membahayakan inang, dalam organisme patogen tersebut akan melakukan penyerangan terhadap hal ini adalah manusia. Spesies asing sel dan jaringan. Setelah melakukan penyerangan, jaringan yang akan atau organisme penginfeksi diserang akan mengalami kerusakan dan pada akhirnya, menimbulkan menggunakan sarana yang dimiliki penyakit. oleh inang untuk dapat Seperti yang diterangkan di atas, tumpukan sampah yang menumpuk memperbanyak diri. Spesies asing di saluran air sungai atau genangan karena hujan, berpotensi sebagai tersebut dapat berupa bakteri, penyimpan organisme patogen yang dapat menginfeksi organ tubuh. Di parasit, fungi, virus, prion dan viroid. antara penyakit yang disebabkan organisme patogen saat musim Organisme patogen ini tidak hujan adalah sebagai berikut: tampak secara klinis dan dapat menyebabkan cedera atau luka. Organisme patogen yang berupa vi- rus, bakteri dan organisme lainnya dapat menginfeksi ke dalam tubuh manusia dalam berbagai cara, yaitu melalui kulit, saluran gastrointestinal, pernapasan, urogenital dan jalur yang Green Education SMP Kelas 7 47

Mikograf dari Closttridium tetani Sumber: id.wikipedia.org Tetanus menghilang dalam beberapa minggu. Tetanus merupakan penyakit yang Kedua, tetanus general yaitu jenis tetanus yang paling sering dialami disebabkan oleh bakteri Clostridium seseorang. Gejala yang dialami tetani. Bakteri ini banyak ditemukan adalah bulu kuduk kaku, trismus, di tanah, kotoran manusia dan hewan gelisah, mudah tersinggung dan peliharaan. Bakteri Clostridium tetani dalam waktu singkat konstruksi masuk ke dalam tubuh manusia somatik meningkat. Ketiga, jenis teta- melalui luka terbuka, lecet dan nus yang jarang menimpa adalah terkontaminasi tanah yang tetanus segal, jenis tetanus ini mengandung bakteri itu. Pada saat merupakan tetanus lokal yang jarang banjir, tetanus gampang menyebar terjadi. Masa inkubasi antara 1 hingga dikarenakan bakteri tersebut terbawa 2 hari, terjadi sesudah otitis media oleh kotoran dan sampah yang atau luka pada kepala. hanyut oleh air. Apabila saat itu kita mengalami luka terbuka dan terkena Disentri kotoran atau sampah yang terbawa Di musim penghujan, banyak air, maka bakteri itu akan mudah menginfeksi ke dalam tubuh. makanan yang tidak higienis dan tidak steril. Hal itu karena saat musim Dalam waktu satu atau dua penghujan banyak orang yang tidak minggu, Clostridium tetani akan mempedulikan kebersihan tangan menyerang jaringan tubuh terutama setelah melakukan aktivitas di luar urat saraf dan otot kita. Jaringan otot rumah. Makanan yang yang terinfeksi dan saraf yang rusak akan oleh parasit Entamoeba hystolytica menyebabkan kejang selama tiga hari tadi akan masuk dan menular kepada pertama. 10 hari berikutnya kejang orang lain melalui makanan dan air akan mulai berkurang frekuensinya. yang sudah terkontaminasi kotoran Secara umum, tetanus terbagi dan lalat. Infeksi parasit ini bisa menjadi tiga jenis yaitu. Tetanus lokal, menyebabkan peradangan pada jenis ini menyebabkan otot terasa usus besar yang ditandai dengan sakit, timbul rebiditas. Gejala ini akan 48 Green Education SMP Kelas 7

Mikograf dari Shigella sp. DBD (Demam Berdarah Dengue) Sumber: id.wikipedia.org Penyakit ini disebabkan oleh sakit perut dan buang air besar yang nyamuk Aedes aegypti yang sering encer atau yang lebih dikenal dengan berkembang biak dalam genangan air panyakit disentri. di atas tumpukan sampah, ember, bahkan di dalam bak mandi yang Mengenai jenis disentri basiler, jarang di bersihkan. Selanjutnya, biasanya menyerang secara tiba-tiba nyamuk Aedes aegypti ini sekitar dua hari setelah tubuh menginfeksi tubuh manusia. Tubuh dimasuki bakteri Shigella. Gejala seseorang yang diinfeksi oleh yang dialami berupa demam, mual nyamuk Aedes aegypti akan dan muntah-muntah, diare dan tidak menunjukkan gejala panas tiba-tiba nafsu makan. Bila tidak segera kemudian sakit kepala berat. Otot diatasi, dua atau tiga hari kemudian dan persendian juga diserang oleh keluar darah, lendir atau nanah dalam virus yang dibawa oleh nyamuk, feses penderita. Pada disentri akibatnya seseorang yang terkena basiler, penderita mengalami diare penyakit ini mengalami nyeri sendi yang hebat yaitu mengeluarkan feses (myalgia dan arthalagia). yang encer hingga 20-30 kali sehari sehingga menjadi lemas, kurus dan Satu ciri khusus yang mata cekung karena kekurangan menandakan penyakit DBD dengan cairan tubuh (dehidrasi). Hal itu tidak penyakit lainnya adalah munculnya bisa dianggap remeh, karena bila bintik-bintik berwarna merah terang tidak segera diatasi dehidrasi dapat yang biasanya muncul di bagian mengakibatkan kematian. Gejala bawah tubuh. Kondisi ini diperparah lainnya yaitu perut terasa nyeri dan dengan diare akut disertai sakit perut, mengejang. rasa mual, muntah dan pilek. Jika sudah dalam kondisi demikian, tidak ada cara lain kecuali melakukan pemeriksaan ke dokter setempat atau menjalani rawat inap. Link Temukan ulasan lebih lanjut tentang disentri di link: id.wikipedia.org/wiki/ Disentri Sumber: dengueawareness.blogspot.com Green Education SMP Kelas 7 49

D. Meminimalisir Sampah Sumber: alamendah.wordpress.com Melalui 3R 3R atau Reuse, Reduce, dan Re- flashdisk. Menggunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis. cycle sampai sekarang masih menjadi Menggunakan email (surat elektronik) cara terbaik dalam mengelola dan untuk berkirim surat. Menjual atau menangani sampah dengan berbagai memberikan sampah yang terpilah permasalahannya. Penerapan sistem kepada pihak yang memerlukan. 3R menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di samping Contoh kegiatan reduce sehari- mengolah sampah menjadi kompos hari dapat berupa pemilihan produk atau memanfaatkan sampah menjadi dengan kemasan yang dapat didaur sumber listrik (PLTSa; Pembangkit ulang dan menghindari pemakaian Listrik Tenaga Sampah). Keistimewaan dan pembelian produk yang pengelolaan sampah dengan sistem menghasilkan sampah dalam jumlah 3R adalah dapat dilaksanakan oleh besar. Menggunakan produk yang setiap orang dalam kegiatan sehari- dapat diisi ulang (refill), misalnya alat hari. tulis yang bisa diisi ulang kembali. Mengurangi penggunaan bahan 3R terdiri atas reuse, reduce, dan sekali pakai. Menghindari membeli recycle. Reuse berarti menggunakan dan memakai barang-barang yang kembali sampah yang masih dapat kurang perlu. digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti Contoh kegiatan recycle sehari- mengurangi segala sesuatu yang hari. Memilih produk dan kemasan mengakibatkan sampah. Recycle yang dapat didaur ulang dan mudah berarti mengolah kembali (daur ulang) terurai. Mengolah sampah kertas sampah menjadi barang atau produk menjadi kertas atau karton kembali. baru yang bermanfaat. Melakukan pengolahan sampah organik menjadi kompos. Melakukan Contoh kegiatan reuse sehari-hari pengolahan sampah nonorganik dapat berupa pemilihan wadah, menjadi barang yang bermanfaat. kantong atau benda yang dapat digunakan berulang-ulang, misalnya memilih menggunakan serbet kain daripada tisu dan menggunakan baterai yang dapat di charge kembali. Menggunakan kembali wadah atau kemasan yang telah kosong untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya, seperti botol bekas minuman digunakan kembali sebagai tempat minyak goreng. Menggunakan alat- alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali seperti 50 Green Education SMP Kelas 7

Kegiatan Produk 3R Kamu dapat mendaur ulang kertas bekas menjadi binder, buku harian, atau jurnal yang berbentuk unik. Selanjutnya, hasil karyamu dapat kamu pakai sendiri atau dijual. Apa yang Harus Dilakukan? 1. Bentuklah kelompok yang beranggotakan 4 orang. 2. Lakukanlah pengolahan sampah dengan menggunakan konsep 3R sehingga kamu dapat membuat 3 produk dari olahan sampah secara 3R. 3. Jualah hasil karyamu di sekolah! 4. Buatlah laporan hasil penjualanmu dan laporan kegiatan kepada ustadz/ustadzahmu! Tugas Siswa - Bentuklah kelompok yang beranggotakan 4 orang. - Buatlah pupuk kompos dari sampah yang ada di sekolahmu! - Gunakanlah mesin pencacah daun yang ada di kebun sekolahmu! - Agar pupuk komposmu bermanfaat bagi orang banyak, kamu dapat menjual pupuk komposmu di sekolah, selain pupuk komposmu bermanfaat bagi orang lain, kamu juga telah mengubah sampah menjadi sesuatu yang produktif dan memiliki nilai ekonomi. Di sisi lain, kamu dapat melatih kewirausahaanmu. - Buatlah laporan yang terdiri atas rumusan masalah, tujuan, prosedur kerja, data dan analisis data serta kesimpulan. Contoh Inspirasi: Sampah daun selain dapat diubah menjadi kompos juga dapat diubah menjadi gantungan kunci yang lucu dan bernilai jual. Sampah daun dapat diambil tulang daunnya melalui proses pembusukan dengan media air selokan. Setelah itu, tulang daun dapat diberi warna dengan pewarna alami, dilaminating diolah menjadi gantungan kunci, bross, dan sebagainya. Green Education SMP Kelas 7 51

Tahukah Kamu? Jenis sampah di bawah ini terurai membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Rokok tanpa filter : 3 bulan Kotak aluminium : 10-100 tahun Kertas tisu : 3 bulan Pemantik plastik : 100 tahun Kulit buah : 3-6 bulan Gelas plastik : 100 tahun Korek api : 6 bulan Kantong plastik : 100-1.000 tahun Koran : 3-12 bulan Polistiren : 1.000 tahun Rokok berfilter : 1-2 tahun Kartu telepon : 1.000 tahun Permen karet : 5 tahun Gelas kaca : 4.000 tahun E. Peran Pembelajaran GE memelihara lingkungan sebagai Kita sudah menyaksikan banyak relasi kehidupan manusia harus terus bencana yang terjadi dalam kehidupan kita. Belajar dari bencana dilakukan. Kata orang bijak, “Setelah yang terjadi, kita tidak perlu mencari kambing hitam siapa yang salah, pohon terakhir tumbang dan air siapa yang maksiat dan siapa yang munkar, tetapi kerjakan yang terbaik sungai telah kering, baru kita sadar, (do the best) untuk kehidupan dan lingkungan hidup disekitar kita. uang tidak dapat dimakan.” Bencana memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kondisi Perhatikan firman Allah SWT dalam lingkungan hidup kita. Untuk itu, pelestarian lingkungan hidup Q.S. Al Qashash: 77. merupakan solusi dalam mendamaikan bumi dan agar tidak Ketika sampah bisa kita kelola terjadi bencana. Artinya, bertasbih kepada-Nya dengan senantiasa menjadi sesuatu yang produktif dan memberikan kemaslahatan bagi makhluk Allah, maka orang yang tidak terlibat dalam pengelolaan sampah dengan baik atas kadar kesanggupannya, menurut terminologi tabdzir dia akan jatuh dalam perilaku ’saudaranya setan’. Apalagi selama ini, secara tidak kita dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Al- lah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Q.S. Al Qashash: 77) 52 Green Education SMP Kelas 7

sadari, setiap harinya setiap orang segala sesuatu tidak ada yang sia- bisa memproduksi sampah hingga 3 sia jika kita berfikir. kilogram. Islam juga mengajarkan kita untuk Terkadang tanpa kita sadari bahu membahu dalam aktivitas sesuatu yang kita benci seperti kebajikan, Allah berfirman, ”dan sampah, dapat menjadi sesuatu tolong menolonglah kalian dalam yang kita senangi jika kita mau kebaikan dan ketaqwaan, dan mengolah sampah tersebut menjadi janganlah kalian bertolong menolong sesuatu yang bernilai jual tinggi serta dalam perbuatan dosa dan ramah terhadap lingkungan. permusuhan…” (QS. Al Maidah 5: 2), karena pengelolaan sampah Tidak selamanya sampah itu memberikan maslahat besar bagi kita menjadi suatu bumerang yang sendiri, anak cucu kita dan alam menakutkan jika kita mampu sekitar kita, tentu ini menjadi aktivitas mengolah sampah itu. Apabila kamu yang bernilai ibadah di sisi Allah, dan setiap hari melaukuan pemilahan karenanya kita diperintahkan Allah sampah, kamu sudah ikut berperan untuk ikut andil dalam segala aktivitas membantu menguraikan sampah yang memberikan kemaslahatan, dengan mudah apalagi jika kamu termasuk pengelolaan sampah. mengolah sampah tersebut dengan Semoga melalui materi ini, kita dapat kreativitasmu maka bukan tidak termotivasi untuk ikut mengurangi mungkin sampah itu akan menjadi jumlah volume sampah dengan cara- ladang penghasilanmu. Subhanallah cara yang kreatif melalui 3R. sebenarnya Allah SWT menciptakan Green Education SMP Kelas 7 53

Catatan Siswa 54 Green Education SMP Kelas 7

Perubahan Iklim dan 5 Penyakit pada Manusia Kompetensi Dasar: Memprediksi akibat dari perubahan iklim terhadap pertanian dan ketersediaan pangan bagi manusia. Indikator: 1. Siswa mampu menjelaskan penyebab dari perubahan iklim baik iklim makro maupun iklim mikro. 2. Siswa mampu menjelaskan dampak dari perubahan iklim terhadap pola tanam petani. 3. Siswa mampu menjelaskan dampak dari perubahan pola tanam petani terhadap ketersediaan bahan pangan. 4. Siswa mampu menganalis dampak dari perubahan iklim terhadap keadaan perekonomian suatu negara. 5. Siswa mampu melakukan tindakan nyata untuk mengurangi proses perubahan iklim (menanam pohon). Mengapa Ini Penting? Frekuensi bencana terkait iklim persen merupakan bencana hidrometeorologi, yaitu bencana dan cuaca di Indonesia terus yang terkait cuaca dan iklim. Bencana ini antara lain banjir, meningkat dalam 10 tahun terakhir. kekeringan, tanah longsor, puting beliung, kebakaran hutan dan lahan, Perubahan iklim kerap menjadi serta gelombang pasang. Baru- baru ini terjadi puting beliung di penyebabnya. Namun, kekeliruan Padang, Sumatera Barat. Hal ini membuat kita semakin resah dan pengelolaan lingkungan sebenarnya bertanya mengapa bencana ini dapat terjadi? berperan besar terhadap Dalam bab ini kamu akan peningkatan frekuensi bencana. mempelajari lebih jauh mengenai perubahan iklim dan dampak dari Kajian Badan Nasional perubahan iklim tersebut terhadap kehidupan manusia. Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2011 menyebutkan, bencana di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Jika tahun 2002 hanya tercatat 190 kejadian bencana, pada 2010 terdapat 930 kejadian. Bahkan, tahun 2009 terjadi 1.954 kejadian. Dari to- tal kejadian bencana itu, hampir 79 Green Education SMP Kelas 7 55

A. Perubahan Iklim dan Sumber: untan.ac.id Penyebabnya Perubahan iklim global Namun, kini kebanyakan negara memproduksi karbondioksida secara disebabkan antara lain oleh jauh lebih cepat ketimbang kecepatan peningkatan emisi Gas Rumah Kaca penyerapannya oleh tanaman atau (GRK) akibat berbagai aktivitas yang pohon, sehingga konsentrasinya di mendorong peningkatan suhu bumi atmosfer meningkat secara bertahap. (Las, 2007). Intergovernmental Ada beberapa gas rumah kaca yang Panel on Climate Change (IPCC) lain. Salah satunya adalah metana (2007) dalam Noordwijk (2008) telah (CH4), yang dapat dihasilkan dari memberikan banyak bukti kuat secara lahan rawa dan sawah serta dari ilmiah bahwa iklim global telah tumpukan sampah dan kotoran berubah pada tingkatan yang cukup ternak. Gas-gas rumah kaca lainnya, besar sepanjang sejarah geologi. meski jumlahnya lebih sedikit, antara Perubahan tersebut terjadi karena lain adalah nitrogen oksida (N2O) dan adanya peningkatan konsentrasi Gas sulfur heksaflorida (SF6) (United Na- Rumah Kaca (GRK) di atmosfer, tions Development Programme In- terutama tersusun dari gas-gas CO , donesia, 2007). 2 Beberapa jenis gas di atmosfer, seperti CO2, CH4, dan N2O CH4 dan N2O. mempengaruhi iklim permukaan bumi Gas rumah kaca utama yang terus karena kemampuanya dalam membantu proses transmisi radiasi meningkat adalah karbon dioksida dari matahari ke permukaan bumi, (CO2). Sebagian dari karbon dioksida dan juga menghambat keluarnya ini dapat diserap kembali, antara lain sebagian radiasi dari permukaan melalui proses fotosintesis yang bumi. Kalau konsentrasi dari gas-gas merupakan bagian dari proses pertumbuhan tanaman atau pohon. 56 Green Education SMP Kelas 7

Tahukah Kamu? Perubahan iklim adalah berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi antara lain bumi dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai sector kehidupan manusia. Perubahan fisik ini tidak terjadi hanya sesaat tetapi dalam kurun waktu yang panjang. Perubahan iklim adalah perubahan rata- rata salah satu atau lebih elemen cuaca pada suatu daerah tertentu. ini di atmosfer meningkat, radiasi peternakan hingga kita bernafaspun yang keluar dari permukaan bumi mengeluarkan GRK. Komposisi dan akan terhambat, sehingga suhu konsentrasi gas rumah kaca yang permukaan bumi bertambah tinggi. berada di lapisan atmosfer akan Prediksi peningkatan suhu bumi sangat bergantung dari gas-gas emisi bukanlah suatu hal yang mudah iklim yang dihasilkan berbagai kegiatan di suatu daerah merupakan hasil manusia dalam merekayasa sistem interaksi dari proses-proses fisika tatanan ekologi di planet ini (Hamid, dan mekanik yang saling 2009). berhubungan. Peningkatan suhu, United Nations Framework Con- akan menyebabkan peningkatan vention on Climate Change evapotranspirasi yang berdampak (UNFCC) mengklasifikasi enam jenis pada meningkatnya konsentrasi. gas yang dapat menyerap radiasi Apabila konsentrasi dari gas-gas ini matahari di lapisan atmosfer yaitu di atmosfir meningkat, radiasi yang karbondioksida (CO2), dinitroksida berupa uap air, H2O (gas). Uap air (NO2), metana (CH4), juga merupakan gas penghambat sulfurheksaflorida (SF6), keluarnya radiasi dari permukaan perfluorokarbon (PFCs) dan bumi, sementara di lain pihak hidrofluorokarbon (HFCs). Gas keberadaan uap air tersebut juga karbondioksida (CO2), dinitrooksida (NO2) dan metana (CH4) terutama menimbulkan umpan balik negatif dihasilkan dari pembakaran bahan karena peningkatan pertumbuhan awan, menyebabkan terhambatnya bakar fosil di sektor energi, transmisi radiasi matahari ke transportasi dan industri. Gas metana permukaan bumi (Syarifuddin, 2011). (CH ) juga dihasilkan dari kegiatan 4 Aktivitas-aktivitas yang pertanian dan peternakan. menghasilkan GRK adalah Sementara untuk gas perindustrian, penyediaan energi sulfurheksaflorida (SF6), listrik, dan transportasi. Sedangkan perflorokarbon (PFCs) dan dari peristiwa secara alam juga hidroflorokarbon (HFCs) dihasilkan menghasilkan/ mengeluarkan GRK dari industri pendingin dan seperti dari letusan gunung berapi, penggunaan aerosol (partikel kecil/ rawa-rawa, kebakaran hutan, debu) (Hamid, 2009). Green Education SMP Kelas 7 57

Sumber: pojokrejo.blogspot.com B. Dampak Perubahan Iklim jelas merugikan petani dan sektor terhadap Sektor Pertanian pertanian karena akan semakin Dampak perubahan iklim menyusutkan dan menurunkan hasil pertanian yang berefek pada mempengaruhi beberapa sektor menurunnya pendapatan petani. ekonomi masyarakat, seperti Sebab perekonomian petani pertanian, peternakan, perikanan, dan bergantung pada keberhasilan kurangnya cadangan air. panen, jika terjadi kegagalan maka Terlambatnya musim hujan dan petani akan rugi. (Festiani, Resti naiknya intensitas hujan, membawa Ariesta. 2011. Skripsi Dampak kerugian cukup besar bagi Perubahan Iklim Terhadap masyarakat. Salah satu sektor yang Pendapatan dan Faktor-faktor paling terpengaruh dengan Penentu Adaptasi Petani terhadap perubahan iklim adalah sektor Perubahan Iklim: Studi Kasus di pertanian. Pertama, perubahan iklim Desa Kemukten, Kecamatan akan berdampak pada pergeseran Kersana, Kabupaten Brebes. musim, yakni semakin singkatnya Bogor: Departemen Ekonomi musim hujan namun dengan curah Sumberdaya dan Anak Lingkungan hujan yang lebih besar. Sehingga, Fakultas Ekonomi dan Manajemen pola tanam juga akan mengalami Institut Pertanian Bogor). pergeseran. Kerusakan pertanaman terjadi karena intensitas curah hujan Dampak Perubahan Iklim yang tinggi yang berdampak pada terhadap Tanaman Pangan banjir dan tanah longsor serta angin. Kedua, fluktuasi suhu dan Festiani, R. A (2011) dalam Peng, kelembaban udara yang semakin dkk (2004) menemukan interaksi antara meningkat mampu menstimulasi variabel iklim seperti peningkatan pertumbuhan dan perkembangan konsentrasi CO2, peningkatan suhu, organisme pengganggu tanaman. peningkatan curah hujan, kondisi cuaca Ketiga, menurunnya kesejahteraan yang ekstrem dengan pertumbuhan ekonomi petani. Dua hal tersebut tanaman, biomasa dan hasil panen 58 Green Education SMP Kelas 7

tanaman pangan. Dampak yang Dampak Perubahan Iklim ditimbulkan perubahan iklim yaitu (i) terhadap Pola Tanam peningkatan CO2 di udara meningkatkan pertumbuhan tanaman Pola tanam adalah suatu usaha dan hasil panen tanaman pangan. penanaman pada suatu bidang lahan Hubungan ini terjadi karena CO2 dan dengan mengatur pola pertanaman. udara diperlukan untuk tumbuhan Pola pertanaman adalah suatu susunan dalam proses fotosintesis untuk tata letak dan dan tata urutan tanaman menghasilkan karbohidrat. Semakin pada sebidang lahan selama periode bertambah CO2 maka semakin banyak tertentu, termasuk di dalamnya masa karbohidrat yang diproduksi; (ii) pengolahan tanah (Setjana, 1983). peningkatan suhu akan menurunkan Selanjutnya Tahir (1974) menyatakan hasil panen tanaman pangan. Hal ini bahwa pola tanam adalah suatu pola terjadi karena proses fotosintesis yang bercocok tanam selama setahun atau berlangsung memiliki batasan lebih dan atau kurang yang terdiri dari temperatur. Jika temperatur berada di beberapa kali bertanam dari satu atau atas batas, maka fotosintesis berhenti; beberapa jenis tanaman secara bergilir, (iii) peningkatan curah hujan akan bersisipan, atau secara tumpangsari meningkatkan hasil panen. Hubungan dengan maksud untuk meningkatkan ini terjadi karena dalam proses produksi usaha tani atau meningkatkan fotosintesis tanaman membutuhkan air, pendapatan petani tiap satuan luas per curah hujan yang tinggi akan satuan waktu. Pada dasarnya yang menambah persediaan air bagi perlu diperhatikan dalam perencanaan tanaman pangan; (iv) peningkatan prediksi atau pengaturan pola tanam variasi cuaca dan kondisi cuaca yang adalah bahwa semua kombinasi ekstrem akan menurunkan hasil panen tanaman harus dapat memenuhi tanaman pangan. Hubungan ini terjadi persyaratan teknis, lingkungan, karena tanaman pangan yang ditanam ekonomi dan sosial seperti pemilihan akan rusak jika terjadi variasi cuaca dan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi cuaca yang ekstrem. sifat-sifat lahan, iklim dan memiliki komoditas yang ekonomis. Sumber: potensidaerah.ugm.ac.id Green Education SMP Kelas 7 59

Penentuan pola tanam merupakan sawah irigasi tidak mendapat salah satu prinsip yang digunakan pasokan air sama sekali. Akibatnya, petani sebagai manager dalam luasan areal yang dapat ditanami ikut mengelola usaha tani mereka menyusut. Di daerah pesisir, seperti (Hernanto, 1989). Perubahan iklim jalur pantai utara pulau Jawa yang yang terjadi telah mengubah pola menjadi sentra produksi beras, pengusahaan tanaman (pola tanam) persawahan dapat diintrusi oleh air yang dilakukan oleh petani. Secara laut yang mengalami kenaikan umum, dua provinsi di Jawa (Jawa permukaan akibat pencairan salju dan Barat dan Jawa Timur) yang pasokan es di kutub ataupun akibat pemuaian airnya lebih tersedia memiliki air laut akibat kenaikan suhu bumi. intensitas tanaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan empat provinsi Hal ini juga selain berpotensi lainnya di luar Jawa. Namun, di Jawa menurunkan produksi sekaligus Barat dan Jawa Timur telah terjadi menurunkan luas areal persawahan perubahan pola tanam, yang yang dapat ditanami. Lebih jauh sebelumnya pola tanam padi perubahan suhu akan mengobah waktu kemudian dipanen dan menanam berpolinasi dan masa pembentukan isi, padi kembali, lalu setelah habis masa yang akan berdampak langsung panen ladang di tanam dengan padi terhadap produksi. Ditengarai, lagi. Saat ini pola tersebut berubah perubahan kelembaban atmosfer menjadi menanam padi setelah bumi juga akan meningkatkan ancaman dipanen mulai menanam padi organisma pengganggu tanaman, kembali, kemudian dipanen dan yakni hama dan penyakit. Perubahan menananm palawija. Hal ini kondisi fisik akibat perubahan cuaca, mengindikasikan bahwa petani sudah suhu, kelembaban, angin dapat responsif terhadap adanya gejala- meningkatkan serangan hama dan gejala perubahan iklim dengan penyakit baik dari segi jumlah populasi, menyesuaikan jenis tanaman yang intensitas maupun frekwensinya. Pola mereka usahakan (Handoko et al, tanam yang diatur untuk mengurangi 2008). laju serangan akan menjadi tidak efektif, akibat pola tanam yang ikut Dampak Perubahan Pola Tanam berubah seiring dengan pola musim yang berubah tanpa mudah diprediksi. terhadap Ketersediaan Bahan Kekeringan, kebanjiran dan serangan hama dan penyakit semuanya Pangan bermuara kepada penurunan produksi pertanian. Jika hal ini kita fokuskan Beras merupakan komoditi kepada produksi pangan, kegagalan akan pencapaian peningkatan produksi pangan utama di Indonesia, padi pangan akibat perubahan iklim akan membuyarkan harapan untuk suatu mayoritas dihasilkan lewat saat mencapai ketahanan pangan. persawahanyang sangat mengandalkan air. Kekeringan menyebabkan air irigasi yang semakin menyusut. Bahkan sebagian 60 Green Education SMP Kelas 7

Aktivitas Siswa Wawancara Program GE sekolah akan membawamu ke suatu desa. Nah, tugas di bawah ini akan menemanimu dalam wawancara dengan Bapak/Ibu tani di desa itu. Masalah: Perubahan pola tanam mempengaruhi ketersediaan bahan pangan. Alat dan Bahan: • Handycam • Alat tulis Cara Kerja: 1. Pergilah ke pasar dan datalah bahan pangan apa saja yang mengalami kelangkaan. 2. Siapkan naskah wawancara yang berhubungan dengan pola tanam petani dan perubahan iklim. 3. Lakukanlah wawancara pada petani terdekat di sekitar tempat tinggalmu. 4. Tulis hasil wawancaramu. 5. Analisislah hasil pengamatanmu dan hasil wawancaramu dalam bentuk laporan yang terdiri atas rumusan masalah, tujuan, prosedur kerja, data dan analisis data serta kesimpulan. Dampak Perubahan Iklim dilakukan UNDP (United Nation De- terhadap Perekonomian Negara velopment Program), perubahan iklim di Indonesia juga memiliki Sebagai negara kepulauan, Indo- dampak besar terhadap rakyat miskin nesia sangat rentan terhadap yang berprofesi sebagai petani dan dampak perubahan iklim. Meskipun nelayan, masyarakat yang tinggal di belum dapat dipastikan seberapa daerah pesisir dan pemukim besar dampak bahayanya yang akan perkotaan. ditimbulkan, beberapa dampak yang diperkirakan akan sangat signifikan Perubahan pola curah hujan, adalah kenaikan suhu udara, kelembaban dan kesuburan tanah perubahan cuaca terutama akibat perubahan iklim menyebabkan peningkatan curah hujan, kenaikan produktivitas menurun, bahkan permukaan laut, krisis pangan dan banyak petani di daerah pesisir pengaruh pada keanekaragaman mengalami kegagalan panen akibat bahari. Berdasarkan kajian yang telah banjir dan kenaikan permukaan air Green Education SMP Kelas 7 61

laut. Perubahan cuaca menyebabkan Sumber: informasi-budidaya.blogspot.com banyak petani kesulitan menentukan waktu yang tepat untuk memulai suhu permukaan laut, sehingga musim tanam, atau sudah produktivitas hasil perikanan selalu mengalamai gagal tanam karena menurun. Kenaikan permukaan air hujan yang tidak menentu atau laut juga dapat menggenangi tambak kemarau panjang. Petani yang paling tambak ikan dan udang di Jawa, Aceh sengsara adalah mereka yang tinggal dan Sulawesi. Perubahan iklim juga di wilayah dataran tinggi yang dapat berpotensi member dampak negatif mengalami kehilangan lapisan tanah bagi mayarakat yang hidup siwilayah akibat erosi. Hasil tanaman pangan opesisir. Kenaikan satu meter saja dataran tinggi seperti kedelai dan dapat menenggelamkan 405.000 jagung bisa menurun 20-40%. hektar wilayah pesisir dan Namun, nyaris seluruh petani akan menenggelamkan 2.000 pulau yang merasakan dampaknya. terletak dekat permukaan laut beserta kawasan terumbu karang. Kenaikan Berdasarkan data laboratorium permukaan air laut antara 8-30 cm Iklim IPB, selama kurun waktu 1981- juga akan berdampak parah pada 1990, setiap kabupaten di Indonesia kota kota pesisir, seperti Jakarta dan seiap tahun rata-rata mengalami Surabaya. Gelombang tinggi, badai penurunan produksi padi 100.000 dan banjir rob laut menjadi ancaman ton; dan pada kurun waktu 1992- bagi kota-kota tersebut. 2000, jumlah penurunan ini meningkat mnenjadi 300.000 ton. Begitupun dengan nelayan. Gelombang tinggi dan badai yang sering terjadi saat ini menyebabkan para nelayan tdak dapat berlayar untuk mencari ikan. Perubahan iklim itu sendiri telah menyebabkan penurunan jumlah populasi ikan di laut, yang disebabkan kerusakan terumbu karang akibat peningkatan Tahukah Kamu? Kelangkaan kedelai saat ini dipicu oleh cuaca yang tidak menentu. Cuaca dewasa ini selalu panas sehingga pengairan tanaman kedelai sangat kurang. Balai Pertanian Malang meneliti kedelai yang tahan terhadap cuaca ekstrim. Kedelai tersebut merupakan hasil persilangan dua varietas kedelai berbeda yang mampu bertahan hidup pada cuaca ekstrim dan tidak membutuhkan banyak air. Penelitian ini diharapkan dapat memenuhi ketersediaan kedelai nasional. 62 Green Education SMP Kelas 7

Tahu dan Tempe Gurihnya tahu dan tempe ternyata tidak berimbas positif kepada nasib perajinnya. Bahkan, pekan depan yang sudah masuk bulan puasa, komoditas tahu dan tempe terancam langka di pasaran. Pemicunya, karena kenaikan harga kedelai hingga 35 persen, membuat perajin tahu dan tempe yang tergabung dalam Koperasi Tahu dan tempe Indonesia (KOPTTI) Jakarta Barat, tidak mampu membeli lagi bahan baku pembuatan tahu dan tempe tersebut. \"Bayangkan saat ini harga kacang kedelai naik sampai 35 persen. Usaha kami boleh dikatakan hidup segan mati tak mau. Untuk itu kami sepakat mulai minggu depan akan menghentikan produksi tahu dan tempe secara total,” ujar Suharto, Ketua KOPTTI Jakarta Barat yang berkantor di Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Selasa (17/7). Menurutnya, keputusan mogok produksi ini karena pemerintah dinilai tidak peduli terhadap penderitaan perajin tahu dan tempe. \"Kami sudah pernah demo ke Istana Negara tapi hasilnya hanya janji-janji. Begitu juga saat kami mengadu ke DPR dan DPRD DKI hasilnya sama saja. Kalau kondisi seperti ini tidak segera ditangani, usaha kami bisa bangkrut dan kami akan jadi pengangguran. Untuk itu sebelum hal itu terjadi, kami memohon kepedulian pemerintah untuk segera menangani terus naiknya harga kacang kedelai tersebut,” pinta Suharto. Ia menyebutkan, sejak Januari 2012 harga kedelai terus melambung. Jika semula masih Rp 5.500 per kilogram, pada bulan Maret sampai Juni harga kedelai naik menjadi Rp 6.700 per kilogram. Kemudian sejak bulan Juli setiap hari naik Rp 100 per kilogram hingga saat ini sudah mencapai Rp 7.900 per kilogram. \"Sebulan lalu meski mengalami kenaikan, masih banyak perajin tahu dan tempe yang memproduksi. Tapi itu pun terpaksa dengan mengurangi ketebalan tempe dari yang biasa tebalnya tiga sentimeter ditipiskan menjadi dua sentimeter,” ungkap Suharto. Suharto menilai akar permasalahan itu, akibat ketidakmampuan pemerintah mengontrol harga kacang kedelai. Sebab, dari 2.200.000 ton kebutuhan kacang kedelai nasional setiap tahunnya, sebanyak 1.600.000 ton merupakan kacang kedelai impor asal Amerika yang dikuasai empat importir besar. Sedangkan kacang kedelai produksi dalam negeri hanya mencapai 600.000 ton setiap tahun. “Artinya dengan kondisi tersebut seluruh perajin tahu dan tempe sangat tergantung pada kacang kedelai impor. Kalau harga kacang kedelai tidak mampu kami jangkau bagaimana kami bisa memproduksi?” keluhnya. Menurutnya untuk anggotanya di Jakarta Barat saja, seperti di Semanan, Tegalalur, Kapuk, Slipi, Rawabuaya, Palmerah, Kembangan, Meruya dan Angke yang mencapai 1.258 perajin setidaknya membutuhkan 384 ton kacang kedelai per bulan. Sedangkan untuk satu tahun membutuhkan 4.608 ton. Sumber: www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=4&nNewsId=50615 Green Education SMP Kelas 7 63

Diskusi 1. Bacalah artikel di atas dengan cermat. 2. Analisislah artikel tersebut dan hubungkan dengan dampak dari perubahan iklim terhadap perubahan pola tanam, ketersediaan bahan pangan dan perekonomian negara. Berdasarkan artikel di atas kamu lainnya bila tidak digunakan dalam dapat menganalisis bahwa saat ini pola waktu 15 menit. Menyapu dan tanam kedelai dapat mempengaruhi mengepel lantai berdebu dengan cara jumlah ketersediaan kedelai di pasar manual (menggunakan tangan) tidak dan ketersediaan kedelai nasional. menggunakan vacum cleaner. Selain itu, dampak yang paling terlihat Memanfaatkan halaman rumah untuk adalah usaha pembuatan tahu dan berkebun, bila lahan terbatas tempe yang mulai bangkrut karena menanam pohon di dalam pot. Liburan kelangkaan dan kenaikan harga diisi dengan membaca buku, membuat kedelai. komik, bersepeda atau berkebun (tidak menggunakan alat elektronik). C. Meredam Perubahan Iklim Membawa sapu tangan saat ke Dimulai dari Diri Sendiri sekolah dan bepergian (tidak Tidak menggunakan lampu pijar, menggunakan tisu). Menggunakan kertas di kedua sisinya. Menggunakan tetapi menggunakan lampu neon yang tangan/manual bila mencuci sedikit lebih hemat energi 8 kali lipat. pakaian. Hanya menggunakan mesin Bersepeda ke sekolah jika jarak rumah cuci hanya jika pakaian berjumlah ke sekolah dekat. Jika jarak dari rumah banyak. ke sekolah jauh menggunakan kendaraan umum ataupun antar Sudahkah kamu melakukan jemput. Mengurangi konsumsi soft pencegahan seperti di atas? Ayo drink (minuman bersoda) yang lakukan mulai sekarang agar bumi ini mengandung CO2 terlarut. Mematikan tetap layak menjadi tempat tinggal computer, TV, dan peralatan elektronik manusia. Sumber: jobrienlandscaping.ie Sumber: c1planetsavecom 64 Green Education SMP Kelas 7

Tugas Siswa Di bawah ini ada sebuah skema, kita dapat mengamati dan membuat suatu cerita berdasarkan gambar tersebut. Seandainya kamu menjadi menteri lingkungan hidup, apa saja yang akan kamu lakukan, sesuai dengan instruksi di bawah ini: 1. Tulislah pendapatmu mengenai upaya penanggulangan perubahan iklim jika kamu menjadi seorang menteri lingkungan hidup! 2. Kumpulkanlah tulisanmu pada gurumu! 3. Gurumu akan memintamu mempresentasikan tulisanmu di kelas. 4. Gurumu akan memajang tulisanmu di mading sekolah. D. Peran Pembelajaran GE perubahan iklim. Islam telah datang Perubahan iklim yang terjadi sebagai agama paripurna dan sempurna. Islam berdedikasi ingin belakangan ini membuat kita harus menjadi rahmat bagi alam semesta berpikir kreatif untuk dapat bertahan (rahmatan lil ‘alamin). Kehadirannya hidup. Perubahan iklim bukan bukan untuk mengancam agama semata karena rotasi dan fenomena lain. Bahkan Islam bertanggung alam semata, akan tetapi karena jawab mensejahterakan semua perbuatan manusia di permukaan manusia di muka bumi, tanpa bumi ini. Banyak hal yang dilakukan kecuali. manusia yang membuat terjadinya Green Education SMP Kelas 7 65

Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. (Q.S. Al A’raaf: 10) Dalam Islam, konskuensi logis aktivitas manusia atau disebut atas wujud penghambaannya Abdillah (2001) sebagai kiamat secara vertikal kepada Allah SWT antropogenik. adalah mewujudkan kaidah keseimbangan secara makro dunia- Islam telah memberitakan akhirat, secara mikro jasad-pikir- prediksi terjadinya perubahan iklim dzikir, dan dalam skala meso sejak 14 abad silam. Setidaknya seimbang kaitannya dengan ada tujuh ayat dalam Al Qur’an (Al interaksi antar sesama manusia dan Qomar: 11, Ar Rahman: 37, Al lingkungan alamnya. Semuanya in- Haqqah: 16, Al Ma’arij: 8, Al tegral tak bisa saling meniadakan. Mursalat: 9, An Naba’: 19, dan At Islam menempatkan sumber daya Takwir: 11) yang menyebutkan kata- alam sebagai aset sumber kata “jika langit terbelah” dan “jika kehidupan makhluk hidup. langit menjadi lemah”. Ayat ini secara substansial telah Makna aset tentunya bukan memperingatkan akan terjadinya semata potensi eksploitasi, namun penipisan lapisan ozon sebagai terbingkai sebagai nikmat. salah satu penyebab pemanasan Konskuensinya, manusia juga dituntut global. Al Qur’an juga telah bersyukur dengan mengusahakan menceritakan salah satu akibat keseimbangan dan kelestarian. Alam pemanasan global, yakni naiknya dan lingkungan merupakan sumber permukaan air laut. Di Surat Al daya yang membutuhkan Infithar: 3, At Takwir: 6, dan Ath Thur: pengelolaan untuk terus mampu 6. Sudah menjadi kewajiban bagi memberikan penghidupan bagi muslim untuk mencegah kerusakan. manusia. Al Qur’an Surat Ar Rum ayat Karenanya, berbagai upaya 41 menegaskan bahwa kerusakan di mengerem perubahan iklim darat dan di laut itu sejatinya merupakan bagian dari kewajiban disebabkan karena perbuatan tangan ajaran Islam. Islam secara tegas manusia sendiri dan Allah melarang segala tindakan yang memberikan bencana agar manusia berlebihan (Q.S. Al-An’am: 141). itu sadar kembali ke jalan yang benar. Perubahan iklim yang terjadi Berdasarkan keterangan di atas, sekarang ini membuktikannya. kita sebagai manusia sudah Memang ada penyebab faktor alami, selayaknya menjaga alam ini karena namun sebagian besar adalah karena amanah dari Allah bahwa kita adalah khalifah di bumi ini. 66 Green Education SMP Kelas 7

6 Memilah Sampah Kompetensi Dasar: Membiasakan diri untuk membuang sampah secara terpilah sebagai upaya nyata untuk mencegah terjadinya proses perubahan iklim. Indikator: 1. Siswa mampu menjelaskan akibat dari proses pembusukan sampah yang tidak terpilah. 2. Siswa dapat mengetahui proses pemilahan sampah yang ada di negara lain. 3. Siswa dapat membiasakan diri memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah. Mengapa Ini Penting? Mengelola sampah perkotaan ini sampah umumnya hanya dengan volume ribuan meter kubik dikumpulkan di tempat penampungan perhari dan karakteristiknya yang sampah sementara, kemudian beragam bukanlah hal yang mudah. diangkut dengan truk, dan dibuang di Terbukti sampai saat ini, berbagai TPAalakadarnya. Pengolahan sampah masalah yang diakibatkan oleh ini hendaknya dimulai dari kesadaran sampah susul-menyusul tiada henti, masyarakat penghasil sampah. Dalam seperti kasus tempat pembuangan bab ini kamu akan mempelajari akhir sampah (TPA) yang terbakar, bagaimana proses pembusukan pencemaran bau dan lindi, kasus TPST sampah yang tidak terpilah. Bojong, dan bencana sampah longsor di TPA Leuwigajah, Sumber: forumm.wgaul.com Bandung. Salah satu dari penyebab munculnya masalah-masalah tersebut di berbagai kota met- ropolitan atau kota-kota besar di Indonesia adalah karena strategi pengolahan dan pembuangan sampah yang aman terhadap lingkungan belum dilaksanakan secara terintegrasi, dimana saat Green Education SMP Kelas 7 67

Sumber: berita8.com sangat tergantung dari jenis material yang kita konsumsi. Oleh karena itu A. Pembusukan Sampah Tanpa pegelolaan sampah tidak bisa lepas Dipilah juga dari ‘pengelolaan’ gaya hidup Sampah adalah sisa-sisa atau masyrakat. buangan dari aktivitas harian kita baik Peningkatan jumlah penduduk dan dirumah, pasar, mall dan lain-lain, dan gaya hidup sangat berpengaruh pada sudah menjadi kewajiban kita setiap volume sampah. Misalnya saja, kota individu bertanggungjawab terhadap Jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah yang dihasilkan setiap hari sampah sejumlah 18.500 m3 per hari tinggal bagaimana kita mengelola dan dan pada tahun 2000 meningkat memanfaatkan sampah, agar dapat menjadi 25.700 m3 per hari. Jika dimanfaatkan kembali untuk aktifitas dihitung dalam setahun, maka volume keseharian kita dan alalm semesta ini. sampah tahun 2000 mencapai 170 kali Akibat penanganan individu yang salah besar Candi Borobudur (volume Candi terhadap sampah mengakibatkan Borobudur = 55.000 m3). [Bapedalda, begitu banyak dampak negatif yang 2000]. Selain Jakarta, jumlah sampah ditimbulkan seperti banjir, penyakit dan yang cukup besar terjadi di Medan dan bencana-bencana lain akibat ledakan Bandung. Kota metropolitan lebih gas methan (CH ) yang dihasilkan oleh banyak menghasilkan sampah dibandingkan dengan kota sedang 4 atau kecil. tumpukan sampah. Sampah Secara umum, jenis sampah dapat merupakan konsekuensi dari adanya dibagi 2 yaitu sampah organik (biasa aktivitas manusia. Setiap aktifitas disebut sebagai sampah basah) dan manusia pasti menghasilkan buangan sampah anorganik (sampah kering). atau sampah. Jumlah atau volume Sapah basah adalah sampah yang sampah sebanding dengan tingkat berasal dari makhluk hidup, seperti konsumsi kita terhadap barang/mate- daun-daunan, sampah dapur, dll. rial yang kita gunakan sehari-hari. Sampah jenis ini dapat terdegradasi Demikian juga dengan jenis sampah, (membusuk/hancur) secara alami. Sebaliknya dengan sampah kering, seperti kertas, plastik, kaleng, dll. Sampah jenis ini tidak dapat terdegradasi secara alami. Pada umumnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan di Indonesia merupakan sampah basah, yaitu mencakup 60-70% dari total volume sampah. Oleh karena itu pengelolaan sampah yang terdesentralisisasi sangat membantu dalam 68 Green Education SMP Kelas 7

meminimalisasi sampah yang harus menghancurkan kegunaan dari dibuang ke tempat pembuangan akhir. keduanya. Sebagai tambahan, suatu Pada prinsipnya pengelolaan sampah porsi peningkatan alur limbah yang haruslah dilakukan sedekat mungkin berasal dari produk-produk sintetis dan dengan sumbernya. Selama ini produk-produk yang tidak dirancang pengleolaan persampahan, terutama untuk mudah didaur-ulang; perlu di perkotaan, tidak berjalan dengan dirancang ulang agar sesuai dengan efisien dan efektif karena pengelolaan sistem daur-ulang atau tahapan sampah bersifat terpusat. Misalnya penghapusan penggunaan sehingga saja, seluruh sampah dari kota Jakarta tiap bagian dapat dikomposkan atau harus dibuang di Tempat Pembuangan didaur-ulang secara optimal, daripada Akhir di daerah Bantar Gebang Bekasi. dibuang ke sistem pembuangan Dapat dibayangkan berapa ongkos limbah yang tercampur seperti yang yang harus dikeluarkan untuk ini. Belum ada saat ini. Sampah tidak akan lagi, sampah yang dibuang masih berguna bahkan menimbulkan banyak tercampur antara sampah basah dan masalah bila bercampur antara yang sampah kering. Padahal, dengan organik dan anorganik, hari ini menjadi mengelola sampah besar di tingkat fakta masih banyak masyarakat kita lingkungan terkecil, seperti RT atau memperlakukan sampah seperti ini, RW, dengan membuatnya menjadi ironis memang padahal memilah kompos maka paling tidak volume sampah dari rumah tidak sampah dapat diturunkan/dikurangi. membutuhkan waktu yang panjang Mengapa sampah yang dibuang harus hanya 5-10 menit jika hal ini dibiasakan, dipilah? Pembuangan sampah yang kita tidak bisa kaerna tidak biasa tercampur merusak dan mengurangi memperlakukan sampah dengan baik nilai dari material yang mungkin masih bahkan menutup sampah yang bisa dimanfaatkan lagi. bercampur tadi kedalam tong sampah hal ini justru menghasilkan bakteri Bahan-bahan organik dapat patogen, gas methan, asam sulfida mengkontaminasi/mencemari bahan- yang membahayakan manusia dan bahan yang mungkin masih bisa di alam semesta. daur-ulang dan racun dapat Tugas Siswa 1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4 orang setiap kelompok. 2. Buatlah jadwal giliran piket keliling sekolah untuk mengecek pemilahan sampah pada setiap tong sampah di sekolahmu setiap hari. 3. Setiap hari setiap kelas mengirim satu kelompok untuk mengumumkan kelas mana atau tempat sampah sebelah mana yang tidak terpilah dengan baik. Green Education SMP Kelas 7 69

Eksperimenku Takakura Sebagai kader lingkungan kamu pasti telah memikirkan akan diolah menjadi apa sampah yang sudah kamu pilah setiap hari, baik di sekolah maupun di rumah. Berikut ini salah satu cara pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan teknik Takakura. Alat dan Bahan: • Keranjang laundry dengan tutupnya 1 buah • Kantung jaring untuk penutup nasi • Sekam 4 kantung • Kardus aqua • Benang dan jarum untuk menjahit bantal sekam • Plester lebar untuk kardus • Tanah pekarangan dua sekop • Kain penutup keranjang Cara Kerja: 1. Plesterlah kardus aqua tegak ke empat sisi bawahnya, sedangkan sisi atasnya dipotong sedikit agar tingginya pas dengan keranjangnya. 2. Isilah kantung jaring dengan sekam lalu dijahit sisi atasnya agar sekama tidak keluar. Jahit dengan gaya bebs semampu kita. 3. Memasukkan kardus aqua ke dalam keranjang. Tekan-tekan supaya masuk dan pas sehingga keranjang bisa ditutup. 4. Masukkan satu buah bantal sekam di dasar keranjang. Hal ini berguna agar cairan sampah dan kompos tidak merembes. 5. Tuangkan 1 kantung sekam ke dalam keranjang. Masukkan satu sekop tanah dari halaman sebagai bio starter. Tutup dengan bantal sekam yang satu lagi. Simpan satu kantung sekam dalam wadah di dekat keranjang ini. Sekam berguna untuk menutup sampah yang baru dimasukkan ke dalam keranjang. Sekam ini juga dapat ditambahkan jika isi keranjang terlalu basah. Akhirnya, keranjang takakura sudah siap untuk menerima sampah organik. Sumber: ypbbblog.blogspot.com 70 Green Education SMP Kelas 7

B. Pemilahan Sampah di Negara Ulang. Gerakan tersebut terus Lain berkembang, didukung oleh berbagai Sekitar 20 tahun lalu, orang Jepang lapisan masyarakat di Jepang. Meski gerakan peduli lingkungan di belum melakukan pemilahan sampah. masyarakat berkembang pesat, Di tahun 1960 dan 1970-an, orang pemerintah Jepang belum memiliki Jepang bahkan masih rendah Undang-undang yang mengatur kepeduliannya pada masalah pengolahan sampah. Bagi pemerintah pembuangan dan pengelolaan saat itu, urusan lingkungan belum sampah. Saat-saat itu, Jepang baru menjadi prioritas. Baru sekitar 20 tahun bangkit menjadi negara industri, kemudian, setelah melihat sehingga masalah lingkungan hidup perkembangan yang positif dan tidak terlalu mereka pedulikan. Contoh dukungan besar dari seluruh terbesar ketidakpedulian itu adalah masyarakat Jepang, Undang-undang terjadinya kasus pencemaran mengenai pengolahan sampah Minamata, saat pabrik Chisso diloloskan Parlemen Jepang. Bulan Minamata membuang limbah merkuri Juni 2000, UU mengenai Masyarakat ke lautan dan mencemari ikan serta Jepang yang berorientasi Daur Ulang hasil laut lainnya. atau Basic Law for Promotion of the Formation of Recycling Oriented So- Para nelayan dan warga yang ciety disetujui oleh parlemen Jepang. makan ikan dari laut sekitar Minamata Sebelumnya, pada tahun 1997, menjadi korban. Di tahun 2001, tercatat Undang-undang Kemasan Daur Ulang lebih dari 1700 korban meninggal atau Containers and Packaging Re- akibat tragedi tersebut. Di tahun 60 dan cycle Law telah terlebih dahulu 70-an, kasus polusi, pencemaran disetujui oleh Parlemen. lingkungan, keracunan, menjadi bagian dari tumbuhnya industry Jepang. Di Sumber: www.jwctd.com kota Tokyo sendiri, limbah dan sampah rumah tangga saat itu menjadi masalah besar bagi lingkungan dan mengganggu kehidupan warga Tokyo. Barulah pada pertengahan 1970-an mulai bangkit gerakan masyarakat peduli lingkungan atau chonaikai di berbagai kota di Jepang. Masyarakat menggalang kesadaran warga tentang cara membuang sampah, dan memilah-milah sampah, sehingga memudahkan dalam pengolahannya. Gerakan mereka menganut tema 3R atau Reduce, Reuse, and Recycle. Mengurangi pembuangan sampah, Menggunakan kembali, dan Daur Green Education SMP Kelas 7 71

Rahasia Sukses Jepang Sumber: rujak.org Dari beberapa hal di atas, setidaknya masih membuang sampah, bukan terdapat tiga rahasia sukses Jepang hanya di tempatnya, namun bisa dalam penanganan sampah rumah memilih tempat sampah daur ulang tangga. Pertama, tingginya prioritas khusus botol dan kaleng. Dari kejadian masyarakat pada program daur ulang. itu kita harus berpikir bahwa kebiasaan Hampir semua orang Jepang paham membuang sampah, selain juga mengenai pentingnya pengelolaan karena dibangun rasa malu, juga telah sampah daur ulang. Untuk membangun masuk ke alam bawah sadar mereka. kesadaran itu, kelompok masyarakat Ketiga, program edukasi yang masif seperti “chonaikai” melakukan aksi-aksi dan agresif dilakukan sejak dini. Anak- kampanye kepedulian lingkungan di anak di Jepang, sejak kelas 3 SD berbagai lapisan masyarakat. Beberapa sudah dilatih cara membuang sampah sukarelawan ada yang secara aktif turun sesuai dengan jenisnya. Hal tersebut ke perumahan untuk memonitor membangun kultur buang sampah pembuangan sampah, dan berdialog yang mampu tertanam di alam bawah dengan warga tentang cara penanganan sadar. Membuang sampah sesuai jenis sampah. Kedua, munculnya tekanan sudah menjadi “habit”. Awalnya dulu, sosial dari masyarakat Jepang apabila kita resistensi sempat muncul dari tidak membuang sampah pada tempat beberapa kalangan mengenai dan jenisnya. perubahan cara membuang sampah ini. Banyak warga, khususnya orang- Rasa malu menjadi kunci efektivitas orang tua, yang memprotes cara baru penanganan sampah di Jepang. Ada penanganan sampah, karena dianggap seorang Jepang yang sedang mabuk merepotkan. Namun dengan di kereta sambil memegang botol bir penjelasan dan informasi yang terus kemudian ia keluar dari kereta. Orang menerus mengenai manfaat dari tersebut mencari tempat sampah. pembuangan sampah, resistensi itu Menariknya, dalam keadaan mabuk, ia berkurang dengan sendirinya. 72 Green Education SMP Kelas 7

Bisakah Kita Meniru Jepang? hingga akhirnya malah dapat memberi Melihat proses pembentukan “habit” tekanan sosial pada pihak pemerintah. Langkah lainnya adalah dengan pengolahan sampah di Jepang tersebut, membuat program edukasi bagi setiap kita di Indonesia bisa meniru Jepang. elemen masyarakat. Berbagai brosur dan Kesadaran pada sampah dan lingkungan informasi dibuat untuk anak-anak sekolah hidup di Jepang baru tumbuh dalam sehingga kebiasaan membuang sampah beberapa puluh tahun terakhir.Artinya hal terbentuk sejak kecil. Di sisi lain para or- tersebut bukan terjadi by default pada diri ang tua juga harus memberi contoh. Hal masyarakat Jepang, namun dilakukan by ini sangat penting, karena anak-anak design dengan membentuk habit atau meniru apa yang dilakukan orang tua. kebiasaan melalu edukasi. Oleh karena Dengan berbagai hal tersebut, pada itu, upaya membangun kesadaran akhirnya nanti pemerintah mau tak mau masyarakat melalui berbagai kampanye akan mendukung gerakan peduli lingkungan hidup oleh komunitas- lingkungan. Dan bila demikian halnya, komunitas peduli lingkungan perlu banyak Undang-undang dibuat bukan untuk dilakukan di setiap tempat. Apa yang mengatur, namun hanya mengamini saja dilakukan komunitas tersebut dengan realita yang sudah terjadi di masyarakat. membentuk berbagai program Tak heran, makin maju suatu negara, kampanye peduli lingkungan persis makin sedikit peraturannya. Di Jepang, seperti yang dilakukan oleh “chonaikai” jarang sekali melihat tulisan “Buanglah di Jepang. Meski saat itu pemerintah Sampah padaTempatnya” atau “Dilarang Jepang belum mendukung dan bergerak, Buang Sampah”. Karena tanpa tulisan mereka tidak putus asa. Selama 20 tahun, itupun, masyarakat sudah membuang komunitas tersebut terus konsisten sampah di tempatnya. meraih simpati dan berkembang pesat Kegiatan Berkreasi Bisakah kamu menjual hasil karyamu dari sampah? Dalam pelajaran Leadership kamu sering diminta untuk menjual barang, maka lakukan hal yang sama untuk hasil karyamu kali ini. Apa yang Harus Dilakukan? 1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4 orang setiap kelompok. 2. Diskusikanlah rencana pengolahan sampah menjadi produk yang bermanfaat. 3. Kamu dapat menjual hasil karyamu tersebut! Green Education SMP Kelas 7 73

27. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. 28. dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, Maka Katakanlah kepada mereka Ucapan yang pantas. (Q.S. Al Israa’: 27-28) C. Peran Pembelajaran GE setan. Jika sudah selesai makan Jika ada yang bertanya, apakah maka hendaknya jari-jemari di jilati karena tidak diketahui di bagian dalil dari Al Qur’an dan Hadits yang manakah makanan tersebut memerintahkan umat islam untuk terdapat berkah” Hadits tersebut mengelola sampah, maka kita menunjukkan kepada kita bahwa memang tidak menemukan ada ayat Rasulullah pun menganjurkan agar atau hadits yang secara jelas dan kita tidak meninggalkan kotoran/ gamblang memerintahkan hal sampah sisa makanan.Rasulullah tersebut. Akan tetapi kalau kita melarang kita berbuat tabdzir. berkaca dari beragam ayat dan Tabdzir adalah menghambur- riwayat, termasuk hadits hamburkan harta atau menyia- sesungguhnya islam mengajarkan nyiakan sesuatu yang bisa pemeluknya agar mengelola dimanfaatkan, dan ini dibenci oleh sampah karena mayoritas sampah Allah, sampai-sampai orang yang bisa dikelola. Dalam sebuah hadits melakukan perbuatan tabdzir shahih yang diriwayatkan dari Jabir disebut sebagai saudaranya setan. bin Abdillah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Jika makanan salah Karena pengelolaan sampah satu kalian jatuh maka hendaklah memberikan maslahat besar bagi diambil dan disingkirkan kotoran kita sendiri, anak cucu kita dan alam yang melekat padanya, kemudian sekitar kita, tentu ini menjadi hendaknya di makan dan jangan di aktivitas yang bernilai ibadah di sisi biarkan untuk setan” Dalam riwayat Allah SWT, dan karenanya kita yang lain dinyatakan, diperintahkan Allah SWT untuk ikut “Sesungguhnya setan bersama andil dalam segala aktifitas yang kalian dalam segala keadaan, memberikan kemaslahatan, sampai-sampai setan bersama termasuk pengelolaan sampah kalian pada saat makan. Oleh Semoga kepedulian ummat Islam karena itu jika makanan kalian jatuh dalam pengelolaan sampah akan ke lantai maka kotorannya memberikan solusi bagi semuanya, hendaklah di bersihkan kemudian di untuk hidup lebih sehat dan bernilai makan dan jangan di biarkan untuk di sisi Allah SWT, Amiin 74 Green Education SMP Kelas 7

Daftar Pustaka Bower, Miranda. 1997. Percobaan dengan Iklim. Jakarta: Quality Press. Comic, Wong. 2011. Aku Ingin Tahu Sains, 8 Pemanasan Global. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Festiani, Resti Ariesta. 2011. Skripsi Dampak Perubahan Iklim Terhadap Pendapatan dan Faktor-faktor Penentu Adaptasi Petani Terhadap Perubahan Iklim: Studi Kasus di Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes. Bogor: Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Anak Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. Francois Noblet, Jean & Leversque Catherine. 2006. Selamatkan Bumi Kita Indonesia. PT Erlangga for Kids. Handoko, Sugiarto Y, Syaukat Y. 2008. Keterkaitan Perubahan Iklim Dan Produksi Pangan Strategis: Telaah Kebijakan Independen dalam Bidang Perdagangan dan Pembangunan. Kemitraan. Bogor. Hernanto, F. 1989. Ilmu Usaha Tani. PT Penebar Swadaya. Jakarta. http://catetankuliah.blogspot.com/2009/07/evapotranspirasi.html diakses tanggal 3 Agustus 2012 http://divateguh.blogdetik.com/ diakses tanggal 3 Agustus 2012 http://doktersehat.com/penyakit-berbahaya-yang-harus-dihindari-saat-musim-hujan/ #ixzz20xHS8a00 diakses pada tanggal 17 Juli 2012 http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/01/10/manajemen-sampah-di- perkotaan-studi-kasus-masalah-sampah-di-surabaya/ diakses pada tanggal 25 Juli 2012 http://gameofroles.files.wordpress.com diakses pada tanggal 11 Juli 2012 http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090730065409AAGSQMo diakses tanggal 3 Agustus 2012 http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2106427-pengertian-sinar-alfa/ diakses tanggal 3 Agustus 2012 http://live-the-solution.com/mindmaps diakses pada tanggal 11 Juli 2012 Green Education SMP Kelas 7

Daftar Pustaka http://syaefusay.wordpress.com diakses tanggal 3 Agustus 2012 http://twyfiles.blogspot.com/2011/07/global-warming-climate-change-dan.html diakses pada tanggal 25 Juli 2012 http://www.scribd.com/doc/44282251/JENIS-SAMPAH diakses pada tanggal 17 Juli 2012 Peng, Shaobing, et al. 2004. Rice Yields Decline with Higher Night Temperature From Global Warming. Proceedings of National Academy Of Science Of The United States Of America. PPLH. 2010. Pemanasan Global & Kesepakatan Internasional mengenai Lingkungan. Jakarta Timur: CV. Citra Unggul Laksana. PPLH Seloliman. 2008. Sayangi Lingkungan Kita. Jakarta: CV. Citraunggul Laksana. Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH). 2010. Bumi Kian Memanas. Jakarta Timur: CV. Citra Unggul Laksana Setjana. 1983. Perkembangan dan Penerapan Pola Tanam dan Pola Usahatani dalam Usaha Intensifikasi (Proyek BIMAS). Risalah Lokakarya Teknologi dan Dampak Pola Tanam Usahatani, Bogor. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor. Simamora, Suhut dan Salundik. 2006. Meningkatkan Kualitas Kompos. Jakarta: PT Agro Media Pustaka. Tahir. 1974. Hubungan Iklim dan Pertanian. Warta Pertanian No. 30. Tartusi, tartila. 2009. Ensiklopedia Anak Muslim: Bumi Amanah Allah. Jakarta: Gema Insani. Green Education SMP Kelas 7

Glosarium A Absorpsi: Penyerapan. B Banjir rob: Banjir yang disebabkan oleh pasangnya air laut. C Cahaya tampak: Gelombang cahaya merah-violet. CFC: Klorofluorokarbon, yaitu senyawa-senyawa yang mengandung atom karbon dengan klorin dan fluorin terikat padanya. CFC digunakan sebagai bahan dorong dalam penyembur (aerosol), diantaranya kaleng semprot pengharum ruangan, penyemprot rambut, minyak wangi (parfum). CH4: Gas Metana. CO2: Karbon dioksida. CTC: Carbon Tetra Chloride untuk bahan pelarut digunakan sebagai bahan untuk membantu membersihkan peralatan. E Evaporasi: Proses dimana air diubah menjadi uap air (vaporasi, vaporization) dan selanjutnya uap air tersebut dipindahkan dari permukaan bidang penguapan ke atmosfer (vapor removal). Evapotranspirasi: Kombinasi proses kehilangan air pada berbagai jenis permukaan seperti danau, sungai lahan pertanian, tanah, maupun dari vegetasi yang basah melalui evaporasi dan transpirasi. G Gelombang elektromagnetik: Suatu bentuk gelombang yang dirambatkan dalam bentuk komponen medan listrik dan medan magnet, sehingga dapat merambat dengan kecepatan yang sangat tinggi tanpa memerlukan medium atau zat perantara. Gelombang panjang: Gelombang hasil radiasi matahari dengan panjang lebih dari 9,66 mikrometer. H H2O: Air. HCFC: Gas yang dipergunakan untuk membuat busa pelapis insulasi panas yang digunakan untuk menahan panas agar tidak masuk ke dalam lemari pendingin dan mencegah dingin tidak keluar dari peralatan pendingin. HFCs: Hidrofluorakarbon. Green Education SMP Kelas 7

Glosarium I Insulator: Material yang berguna untuk mengurangi laju perpindahan panas, atau metode atau proses untuk mengurangi laju perpindahan panas. N N2O: Nitrogen oksida. NO2: Dinitrooksida. P PFCs: Perfluorokarbon. R Radiasi: Proses perambatan energi (panas) dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang tanpa memerlukan zat perantara. Radiasi difus: Radiasi matahari yang mengalami hamburan. S SF6: Sulfur heksaflorida. Sinar Alfa: salah satu sinar radioaktif yang mempunyai massa partikel sekitar empat kali massa partikel hidrogen. Sinar alfa merupakan inti atom helium bermuatan positif yang dipengaruhi medan magnet dengan lambang: a atau 2He4. Sinar Beta: Salah satu sinar radioaktif yang keluar dari inti. Sinar beta bermuatan negatif dan massanya sama dengan massa elektron. Jadi, sinar beta tidak lain merupakan partikel elektron. Sinar inframerah: Sinar gelombang panjang. Sinar tampak: Salah satu spektrum gelombanng elektromagnetik yang membantu penglihatan kita. jangkauan frekuensinya 4,3 x 10^14 hingga 7,5 x 10^14 Hz & panjang gelombangnya 400 nm hingga 800 nm. spektrum cahaya tampak terdiri atas cahaya warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Sinar ultraviolet: Sinar yang termasuk gelombang pendek. T TCA: Methylchloroform, berguna sebagai bahan pelarut untuk membantu membersihkan peralatan. Transpirasi: Vaporisasi di dalam jaringan tanaman dan selanjutnya uap air tersebut dipindahkan dari permukaan tanaman ke atmosfer (vapor removal). Green Education SMP Kelas 7


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook