Untuk mengapresiasi kerja siswa, guru memberikan hadiah kepada kelompok yang telah menyusun paragraf acak menjadi sebuah teks naratif yang benar dan paling cepat menyelesaikan pekerjaannya. Kelompok yang belum menang tetap diberikan apresiasi dan motivasi. Variasi Kegiatan Pemburu Harta Karun adalah permainan yang diadaptasi dari permainan “Pokemon Go” yang menggunakan telepon genggam berkamera, dimana target nya adalah kertas berisi paragraf sebagai pengganti dari pokemon yang merupakan target di permainan Pokemon Go. Pemburu Harta Karun bisa dipakai untuk teks atau materi lain selain teks naratif, bisa untuk pembentukan kosakata, ekspresi, dan lain lain. Daftar Pustaka Agustin Setyo Wardani. (2016). Panduan lengkap cara bermain Pokemon Go. (daring). di http://tekno.liputan6.com/read/2550994/panduan-lengkap- cara-bermain-pokemon-go Anis Apriliawati. (2009). Comprehending text types. Exact Ganeca Depdiknas. (2006). Permendiknas no 22 tentang Standar Isi. Jakarta. Depdiknas. (2006). Permendiknas no 23 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Jakarta. Jacobs, George. Using Games in Language Teaching article from. (daring). di http://www.georgejacobs.net/MIArticles/Games for Language teaching.doc Richards, Jack and Rodgers, Theodore. (1986). Approaches and Methods in Language Teaching.London : Cambridge University Press. Biodata Penulis Winy Mustikasari adalah seorang guru bahasa Inggris di SMAN 1 Parongpong, Kabupaten Bandung Barat dan telah menempuh pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia tahun 2004. Pada tahun 2004 pernah bekerja di beberapa bank asing dan bank nasional sebagai kredit analis dan costumer service sampai akhirnya pada tahun 2009 lulus seleksi menjadi guru di wilayah KBB. Menikah di tahun 2006 dan dikaruniai dua orang anak. Pada tahun 2014 mengikuti West Java Teacher Training-Adelaide Program, dimana program tersebut memberikan banyak ilmu yang bermanfaat dalam melaksanakan profesi sebagai guru. Kegiatan terakhir di tahun 2016 adalah ikut serta dalam pembuatan video pembelajaran bahasa Inggris bersama Direktorat PSMA dan Pustekom. 95
Efektivitas Pembelajaran Bahasa Inggris Melalui Poster Wiwin Winarti SMPN 11 Bandung Pendahuluan Saat ini, proses pembelajaran tidak sekadar transfer of knowledge, dimana seorang guru hanya menyampaikan pengetahuan yang ia miliki kepada peserta didiknya. Proses pembelajaran juga harus menuntut guru untuk transfer of value, yaitu menyampaikan nilai-nilai yang dapat membentuk karakter, tingkah laku, ataupun akhlak peserta didik agar menjadi lebih baik. Dalam pelaksanaan transfer of value, seorang guru tidak hanya mengajar dan mementingkan perkembangan kognitif peserta didik saja. Guru juga perlu memperhatikan perkembangan siswa dari segi afektif dan psikomotorik. Seorang guru harus kreatif dan inovatif, hal tersebut dibutuhkan untuk menjadikan suasana dan kondisi pembelajaran menjadi nyaman dan menarik bagi siswa. Guru harus dapat memilih dan memahami media pembelajaran, sehingga media yang digunakan tepat dan sesuai dengan apa yang siswa butuhkan. Salah satu media pembelajaran yang menarik dan mudah digunakan yaitu poster. Menurut Sabri (dalam Musfiqon, 2012:85) poster merupakan penggambaran yang ditunjukkan sebagai pemberitahuan, peringatan, maupun penggugah selera yang biasanya berisi gambar-gambar. Sedangkan Sri Anitah berpendapat bahwa poster merupakan suatu gambar yang mengombinasikan unsur-unsur visual seperti garis, gambar dan kata-kata yang bermaksud menarik perhatian serta mengkomunikasikan pesan secara singkat (2008:12). Poster adalah sebagai kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan perhatian orang yang lewat , cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya (Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, 2010: 51). Rudi susilana dan Cepi Riana (2009: 14) menjelaskan bahwa poster yaitu sajian kombinasi visual yang jelas, menyolok, dan menarik dengan maksud untuk menarik perhatian orang yang lewat. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, peneliti menyimpulkan bahwa media poster secara umum adalah suatu pesan tertulis. Baik itu berupa gambar maupun tulisan yang ditujukan untuk menarik perhatian banyak orang sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima orang lain dengan mudah. Dengan demikian poster dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Lebih spesifik dalam pembelajaran bahasa Inggris, poster merupakan salah satu functional text yang mudah didapat, dibuat dan disukai siswa. Melalui poster, siswa menggali informasi dengan bahasa gambar yang ditransfer ke dalam bahasa lisan juga bahasa tulisan. Hal ini efektif dalam melatih keterampilan berbahasa Inggris siswa. 96
Efektivitas Poster dalam pembelajaran Bahasa Inggris yaitu: Poster memiliki kekuatan dramatis begitu tinggi yang dapat memukau pengamatnya. Poster dapat menarik perhatian karena uraiannya yang memadai secara kejiwaan dan merangsang untuk dihayati. Dari apa yang diutarakan tentang poster, hendaknya guru menggunakan poster di dalam kelas atas dasar beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1. Untuk memotivasi Penggunaan poster dalam pembelajaran sebagai pendorong atau motivasi kegiatan peserta didik. Diskusi dapat dilakukan setelah diperlihatkan sebuah poster mengenai bahan pembelajaran; Dipihak lain, poster dapat membuat peserta didik lebih tertarik untuk mempelajari lebih jauh mengenai informasi, hakikat, dan pesan yang disampaikan melalui poster tersebut. Peserta didik tampak lebih tertarik menggali keterampilan berbahasa Inggris dalam bentuk memahami bahasa tulisan pada poster. 2. Sebagai Peringatan Poster dapat memengaruhi prilaku siswa. Pesan melalui poster yang tepat, akan membantu menyadarkan siswa, sehingga diharapkan akan mengubah perilaku siswa dalam praktek sehari-hari yang nantinya akan menjadi kebiasaan siswa tersebut. Melaui poster, siswa lebih mudah dalam menerapkan teks “prohibition”, “ warning” atau “functional teks” lainnya. 97
3. Pengalaman yang kreatif Poster memberikan pengalaman baru sehingga menumbuhkan kreatifitas siswa dalam cara belajarnya. Dengan adanya poster siswa dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya, karena siswa diberikan kesempatan untuk melukis tentang apa yang telah mereka pelajari. Pada saat membaca Poster, ketertarikan dari gambar visual biasanya membuat peserta didik menjadi kreatif untuk membuat poster sendiri. Pembuatan Poster yang melibatkan aktivitas otak kanan menjadi pengalaman tersendiri bagi peserta didik. Kemampuan berbahasa lisan tergali pada saat proses pembuatan poster, juga bahasa tulisan yang menjadi pesan inti poster tersebut. Sri Anitah (2008: 13-14) mengatakan manfaat poster adalah sebagai berikut: 1. sebagai penggerak perhatian; 2. sebagai petunjuk; 3. sebagai peringatan, pengalaman kreatif; 4. untuk kampanye. Secara umum poster memiliki kegunaan, yaitu sebagai berikut: 1. memotivasi siswa, poster dalam pembelajaran sebagai pendorong atau memotivasi belajar siswa; 2. peringatan, berisi tentang peringatan-peringatan terhadap suatu pelaksanaan aturan hukum, sekolah, sosial, kesehatan bahkan keagamaan; 3. pengalaman kreatif, melalui poster kegiatan menjadi lebih kreatif untuk membuat ide, cerita, karangan dari sebuah poster yang dipajang (Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, 2010: 56-57). Kelebihan Media Poster adalah sebagai berikut: 1. Dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan. 2. Dapat dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik perhatian siswa. 3. Bentuknya sederhana tanpa memerlukan peralatan khusus dan mudah penempatannya, sedikit memerlukan informasi tambahan. 4. Pembuatannya mudah dan harganya murah. Kelemahan media Poster adalah sebagai berikut: 1. Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya. 2. Penyajian pesan hanya berupa unsur visual. 98
Daftar Pustaka Musfiqon. (2012). Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. Jakarta: PT.Prestasi Pustakarya. Sudjana, N. & Ahmad Rivai. (2010). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Susilana, R. & Cepi Riyana. (2009). Media Pembelajaran Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian. Bandung: CV Wacana Prima. Anitah, S. (2008). Media Pembelajaran. Surakarta: LPP UNS dan UNS Pers. Biodata Penulis Wiwin Winarti adalah seorang guru bahasa Inggris yang pernah mengikuti program Indonesia-Korea teacher exchange pada tahun 2017. Seorang pengajar di SMP Negeri 11 sejak tahun 2007- sekarang. Penulis sebelumnya pernah menjadi Instruktur Lab Bahasa dan TOEFL di SMAT Krida Nusantara pada tahun 2005 – 2006. Penulis juga merupakan Peserta Tunja International Conference United Nation Environment Project 2016. UNESCO dan APCEIU. 99
Search
Read the Text Version
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
- 50
- 51
- 52
- 53
- 54
- 55
- 56
- 57
- 58
- 59
- 60
- 61
- 62
- 63
- 64
- 65
- 66
- 67
- 68
- 69
- 70
- 71
- 72
- 73
- 74
- 75
- 76
- 77
- 78
- 79
- 80
- 81
- 82
- 83
- 84
- 85
- 86
- 87
- 88
- 89
- 90
- 91
- 92
- 93
- 94
- 95
- 96
- 97
- 98
- 99
- 100
- 101
- 102
- 103
- 104
- 105