Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore 1.2.a.8 Koneksi Antar Materi-Modul 1.

1.2.a.8 Koneksi Antar Materi-Modul 1.

Published by ikapuspitasari57, 2023-06-12 06:34:27

Description: 1.2.a.8 Koneksi Antar Materi-Modul 1.

Search

Read the Text Version

1.2.a.8 Koneksi Antar Materi- Modul 1.2 Ika Pusp itasari SMAS Yos Sudarso Metro Calon Guru Penggerak Angkatan 8

Peris tiwaMomen Yang Paling Penting/ Menantang/ Mencerahkan Mengenai koneksi antar materi dari modul 1.1 dan modul 1.2 ini tentu banyak peristiwa yang saya dapati . Beberapa diantaranya misalnya: Pada modul 1.2 saya bersama rekan rekan CGP belajar bersama, berdiskusi dan meluaskan wawasan kami mengenai nilai-nilai dan peran guru penggerak. Pada sesi ini kami mempelajari tentang macam-macam konsep yang akan mendukung pada terealisasinya profil pelajar pancasila melalui peran aktif guru penggerak. Namun demikian, dari peristiwa-peristiwa tersebut maka momen yang paling Reflekmsi omdeenlg4gPu; nakan Peristiwa Perasaan Pembelajaran Penerapan ke depan penting atau menantang atau mencerahkan bagi saya dalam proses pembelajaran Modul 1.1 hingga Modul 1.2 ini adalah bahwa kita (manusia) ternyata juga masih kebagian otak reptil dan otak mamalia, sesuai dengan teori otak triune, maka sehingga jangan sampai kedua otak ini justru lepas dan mengambil alih kontrol atas otak primata/otak luhur manusia, karena jika demikian maka hilanglah nilai-nilai kemanusiaan kita. Pada sisi lain kita adalah guru. Guru adalah manusia yang senantiasa berusaha untuk menggerakkan manusia lainnya. Oleh karena itu, guru harus lebih dulu sadar bagaimana dirinya tergerak, kemudian memilih untuk bergerak dan akhirnya menggerakkan manusia yang lain.

PeristiwaMomen Yang Paling Penting/ Menantang/ Mencerahkan Lalu kaitan antara Modul 1.1 dan 1.2 yang saya fahami adalah bahwa antara modul 1.1 dan modul 1.2 ini memiliki hubungan keterkaitan yang sangat elemental dan sangat prin sipil. Adalah sebuah keterkaitan yang sangat erat dan tak terpisahkan. Kaitan antara Modul 1.1 dan 1.2 yang saya fahami adalah bahwa materi modul 1.1 menjadi landasan filosofis, yang akan mengkristal dan mengendap dalam jiwa sanubari insan-insan pelaku pendidikan, khususnya para guru dalam menjalankan amanahnya untuk memajukan pendidikan demi harkat dan martabat bangsa kita bangsa indonesia. Sehingga selanjutnya, hal ini akan menjadi nilai intrinsik yang akan mampu menjadi ‘bahan bakar’ yang membuat seorang manusia merasa tersadar dan ‘tergerak’. Dengan kata lain, konsep (pada modul 1.1) ini juga sebagai pondasi konsep pemikiran tempat kita berpijak dalam mendirikan kokohnya rumah bangunan sistem pendidikan nasional kita. Sementara itu, peran modul 1.2 adalah sebagai ‘motor penggerak’nya. Sehingga, setelah tersedianya ‘bahan bakar’ maka bagaimana seharusnya seorang guru penggerak mampu bergerak untuk menggerakkan ekosistem pendidikan. Nilai-nilai apa yang harus dipedomani dan diimplementasikan, seperti nilai nilai yang harus dimiliki oleh guru penggerak; berpihak pada murud, mandiri, inovatif, kolaboratif dan reflektif. Dan juga peran seperti apa yang mesti dijalankan sehingga dia memiliki daya ‘bergerak’, dan ‘menggerakkan’ untuk mewujudkan profil pelajar pancasila dan tujuan pendidikan kita.

Perasaan Pada momen saat saya mengetahui tentang teori otak triune ini, bahwa kita juga memiliki otak reptil yang mengelola semua otomatisasi dan reflek di tubuh demi kelangsungan hidup kita, sehingga mampu mengkonservasi energi yang digunakan otak. Bagian otak yang juga berfungsi mengotomatisasi kerja organ dalam tubuh, seperti: jantung, hati, paru-paru, dan lain-lain yang terkait dengan sistem pernapasan, metabolisme, reproduksi, hormon, suhu tubuh, bertahan hidup seperti: refleks untuk fight, flight, freeze (melawan, kabur, diam). Maka pada saat itu saya merasa sedikit ‘weird’, seperti menemukan sebuah fakta atau kenyataan aneh, tapi ya itulah kenyataannya

Pembelajaran Sebelum momen ‘k esadaran’ baru tersebut terjadi, saya berpikir bahwa otak kita adalah otak luhur manusia, dan sekarang saya berpikir dan menyadari bahwa dari bagian-bagian itu benar-benar menunjukkan betapa ‘complicated’ dan canggihnya sistem koordinasi otak kita, dan atas fakta ini menunjukkan betapa kemahakuasaan Sang Pencipta, Allah SWT. Jadi, di sini perlu diingat bahwa secara alamiah kita mempunyai kecenderungan untuk mengkonservasi energi. Insting kita akan lebih cepat bereaksi dan mengklasifikasikan sesuatu sebagai ancaman, ketimbang harus menganalisanya terlebih dahulu apakah benar itu adalah ancaman. Kabar baiknya, otak luhur manusia juga dilengkapi dengan kemampuan untuk belajar. Tidak statis tapi elastis. Dengan demikian, penggunaan sistem berpikir lambat, penggunaan otak luhur (manusia) dapat kita pelajari agar tidak begitu saja memperkenankan sistem berpikir cepat (otak reptil dan mamalia) mengambil alih kendali diri kita.

Penerapan ke Depan Sebagai penerapan ke depan (rencana) saya, saya berusaha menjawab pertanyaan pemantik tentang apa pengembangan diri yang sederhana, konkret dan rutin yang dapat saya lakukan sendiri dari sekarang, untuk membantu menguatkan nilai- nilai dan peran saya sebagai Guru Penggerak. Untuk menjawab pertanyaan ini, hal sederhana, konkret, dan rutin untuk melakukan pengembangan diri antara lain adalah: dengan mengembangkan 5 Nilai yang harus dimiliki oleh guru penggerak, yautu:

MANDIRI Sebagai guru penggerak saya akan: 1. terus belajar, baik secara autodidak maupun pelatihan untuk meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik. 2. membuat alat peraga/media ajar secara mandiri untuk menunjang proses pembelajaran. 3. membuat konten pembelajaran secara digital untuk didokumentasi sendiri sekaligus dibagikan melalui media sosial ( youtube )



Bekerjasama dengan rekan sejawat (guru serumpun,guru guru dalam MGMP) untuk mendesain pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan siswa. 2. Bekerjasama dengan orang tua siswa untuk mendukung proses pembelajaran. 3. Bekerjasama dengan pihak lain dalam proses pembelajaran, misalnya native speaker, narasumber atau role model.




Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook