Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore 2201-JD P-2

2201-JD P-2

Published by dios.sallut, 2023-08-15 01:15:18

Description: Laporan FA 2201JD complete

Search

Read the Text Version

RESUME EVALUASI KEBOCORAN LINE COOLER BEARING 2201-JD UTILITY PABRIK-2 VISUAL DAN PENETRANT TEST Masalah : Temuan crack di beberapa lokasi Hasil penetrant test ditemukan titik bocoran di beberapa lokasi berupa pitting korosi Terdapat banyak akumulasi deposit korosi pada sisi inside tube, hingga ketebalan 4 mm DATA TEKNIS & PMI TEST UJI METALOGRAFI EVALUASI KONDISI AKTUAL ANALISIS 1. Banyak ditemukan crack pada lasan coupling to tube 2. Terdapat korosi di bawah deposit pada material tube 3. Material coupling tidak sesuai drawing (drawing : SS316, aktual : SS304) 4. Hasil hardness rata-rata masih dalam range normal (Standar SS 304 & 316 minimum 120 HV & maximum 200 HV) 5. Dari hasil metalografi ditemukan bahwa korosi dimulai dari sisi Adanya stagnansi aliran menyebabkan terbentuknya endapan deposit pada permukaan tube, sehingga inside tube, dibuktikan adanya korosi pitting pada permukaan meningkatkan laju korosi sisi dalam dan deposit 6. Ditemukan adanya cacat incomplete penetration pada lasan tube to coupling KESIMPULAN 1. Kebocoran diakibatkan karena pitting corrosion yang dimulai dari sisi inside tube 2. Pitting corrosion terjadi dikarenakan tertutup deposit pada permukaan tube sisi dalam. 3. Terdapat cacat incomplete fusion pada lasan coupling to tube yang mengurangi kekuatan material sehingga mengakselerasi kebocoran pada lasan area coupling 4. Material coupling tidak sesuai dengan design original REKOMENDASI 1. Ganti material coupling sesuai dengan datasheet & drawing, yaitu SS 316 2. Lakukan jadwal rutin flushing/cleaning line cooler untuk menghindari adanya deposit pada sisi dalam tube jika line dimatikan dalam waktu lama 3. Jika opsi 1 dan 2 diatas tidak dapat dilakukan, ganti material yang lebih tahan korosi seperti Titanium atau Duplex Stainless Steel

FAILURE ANALYSIS REPORT 1. JUDUL EVALUASI KEBOCORAN LINE COOLER BEARING 2201-JD UTILITY 2. NO. ITEM PABRIK-2 2201-JD 3. DESKRIPSI OL COOLER SEA WATER PUMP 4. AREA UTILITY PABRIK-2 5. TANGGAL 12 NOVEMBER 2022 DIKELUARKAN Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Ridwan Sunarya Kikin Hermanto Yudhistira P. P. Sugeng Subiyantoro Metallurgy Engineer Metallurgy Engineer AVP Inspeksi Metalurgi VP Inspeksi Teknik-2

Kebocoran Cooler 2201-D Utility Pabrik-2 Bag. Metalurgi Dept. Inspeksi Teknik-2 Bontang, Oktober 2022

Data Teknis Fluid Inside tube : Sea Water Outside tube : Oil Material Tube & Flange 2

Visual Inspection Bocoran di lasan coupling to tube Sample-1 Bocoran di lasan Sample-2 coupling to tube Note : Lokasi coupling tidak terdapat pada original design Bocoran di tube Sample-3 3

Visual Inspection dan Penetrant Test Sample-1 Sample-2 Sample-3 Di semua titik bocoran cacat yang terjadi adalah berupa pitting korosi 4

Visual Inspection (Deposit) deposit korosi • Terdapat banyak akumulasi 5 deposit korosi pada sisi inside tube, hingga ketebalan 4 mm • Terdapat korosi di bawah deposit pada material tube

Komposisi Material Weld Metal (SS 309) Matl Coupling (SS 304) Matl Tube Material coupling tidak sesuai dengan drawing (SS 316) 6

Komposisi Deposit • Hasil uji komposisi mayoritas unsur Mg, Al, Si, dan Fe • Namun deposit bukan merupakan produk korosi dari tube, karena Cr dan Ni tidak ada. Kemungkinan berasal dari kotoran air laut. 7

Uji Metalografi (sample-1) OD ID • Struktur mikro masih normal, yang terdiri dari butir austenit • Korosi dimulai dari sisi inside tube, dibuktikan adanya pitting pada permukaan sisi dalam dan deposit korosi • Sisi OD relative masih normal, tidak ditemukan tanda-tanda korosi 8

Uji Metalografi (sample-3 / tube) OD OD ID ID • Korosi dimulai dari sisi inside tube • Terdapat lubang pitting di dalam material tube 9

Uji Metalografi (Lasan Coupling to Tube) Ditemukan adanya cacat incomplete penetration pada lasan tube to coupling 10

Uji Hardness S OD 182,13 TUBE 166,71 Average Min Max • Hasil hardness rata- 209,97 212,55 181,89 143,24 212,55 rata masih dalam A HAZ 159,72 206,73 143,24 range normal (Standar 189,71 189,7 190,66 Average Min Max SS 304 & 316 minimum M WELD 168,79 144,48 184,51 149,0122 156,36 190,66 120 HV & maximum 200,81 200 HV) P MID 178,65 156,36 Max L ID 141,04 196,79 • Tidak menunjukkan E COUPLING 120,91 adanya degradasi material akibat - terpapar temperatur tinggi 1 OD 189,71 190,66 169,05 170,56 MID 129,58 123,24 ID S A TUBE Average Min 180,33 164,41 M 193,52 196,79 196,13 164,41 171,71 180,09 P OD 173,07 174,99 172,25 L MID E - ID 3 11

Analisa Source : Australian Stainless magazine Source : Tokyo Institute of technology • Material Stainless Steel • Namun ketika film layer kekurangan Jika terjadi terus menerus, lebih tahan korosi karena oksigen akibat tertutupi oleh deposit small hole pit dapat mekanisme pembentukan atau terdapat akumulasi Chlorine menyebabkan korosi yang lapisan tipis Chromium (seperti pada air laut), maka lapisan lebih parah di dalam material. Oxide pada permukaan. pasif rusak & tidak dapat terbentuk lagi 12 • Lapisan pasif ini pada • Sehingga menyebabkan korosi pada dasarnya self-repairing permukaan material dibawahnya, dan terbentuk small hole pit korosi (under deposit pitting corrosion)

Analisa (cont’d) - Stainless steel mempunyai degree of pitting corrosion resistance (Critical Pitting Resistance /CPR) yang berbeda tergantung komposisi kimia material dan fluida operasional - Stainless steel 316 umumnya lebih tahan pitting korosi pada servis air laut, jika dibanding stainless steel 304 - Namun adanya stagnansi aliran menyebabkan terbentuknya endapan deposit pada permukaan tube, sehingga meningkatkan laju korosi 13

Kesimpulan & Rekomendasi Kesimpulan 1. Kebocoran diakibatkan karena pitting corrosion yang dimulai dari sisi inside tube 2. Pitting corrosion terjadi dikarenakan tertutup deposit pada permukaan tube sisi dalam. 3. Terdapat cacat incomplete fusion pada lasan coupling to tube yang mengurangi kekuatan material sehingga mengakselerasi kebocoran pada lasan area coupling 4. Material coupling tidak sesuai dengan design original Rekomendasi 1. Ganti material coupling sesuai dengan datasheet & drawing, yaitu SS 316 2. Lakukan jadwal rutin flushing/cleaning line cooler untuk menghindari adanya deposit pada sisi dalam tube jika line dimatikan dalam waktu lama 3. Jika opsi 1 dan 2 diatas tidak dapat dilakukan, ganti material yang lebih tahan korosi seperti Titanium atau Duplex Stainless Steel 14

Terima Kasih Metalurgi Dept. Inspeksi Teknik-2 15


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook