DEMONSTRASI KONTEKTUAL MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN
SUSI TRI ELIYANI, S.Pd SMK Muhammadiyah 2 Boja Kendal CGP ANGKATAN 7 KAB. KENDAL Selalu dibimbing oleh : Fasilitator Bapak Hartanto Pengajar Praktek Bapak Teguh Waluyo
TUJUAN PEMBELAJARAN CGP dapat melakukan suatu analisis atas penerapan proses pengambilan keputusan berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajarinya tentang berbagai paradigma, prinsip, pengambilan dan pengujian keputusan di sekolah asal masing-masing dan di sekolah/lingkungan lain.
Kegiatan wawancara saya yang pertama saya lakukan pada hari Rabu, tanggal 12 April 2023 jam 10.00 WIB dengan nara sumber Bapak Nur Khirin, S.Pd., M.Pd. sekalu Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Boja. Pada kegiatan wawancara tersebut, saya awali dengan membuka dengan salam dan menyampaikan tujuan wawancara kali ini. Kemudian saya mengajukan beberapa pertanyaan yang secara langsung dijawab oleh beliau.
Pertanyaan pertama yakni bagiamana bapak dapat mengidentifikasi kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral. Beliau mengatakan bahwa untuk mengidentifikasi perlu menganalisis kasus secara seksama, mengidentifikasi nilai-nilai yang terlibat, menentukan nilai-nilai yang relevan, mempertimbangkan sudut pandang yang berbeda, menentukan pilihan solusi, dan mengevaluasi keputusan yang telah diputuskan. Beliau juga memberikan catatan penting untuk diingat bahwa penilaian etika dan moral dapat bervariasi dari orang ke orang, dan terkadang tidak ada solusi yang jelas dan tepat untuk kasus-kasus yang kompleks.
Selama ini, bagaimana Bapak menjalankan pengambilan keputusan di sekolah , terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan? Dengan mengumpulkan informasi dan fakta yang relevan, mempertimbangkan dampak yang akan terjadi, mepertimbangkan etis dan moral, menggunakan konsep berfikir kritis, dan yang terakhir berkonsultasi dengan ahli atau orang yang berpengalaman dengan kasus yang terjadi. Jika memungkinkan, Pak Khirin mempertimbangkan opsi untuk mencapai kompromi yang dapat memenuhi kepentingan kedua belah pihak. Menurutt Pak Khirin, setiap kasus memiliki konteks dan kondisi yang unik, sehingga metode dan pendekatan yang tepat dalam mengambil keputusan dapat bervariasi tergantung pada situasi yang dihadapi.
Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa bapak lakukan selama ini? Dengan mengidentifikasi masalah terlebih dahulu. Kemudian mengumpulkan informasi dan fakta yang dilanjutkan dengan membuat daftar opsi penyelesaian beserta dampak positif dan negatif yang akan muncul. Selanjutnya memilih opsi terbaik dan mengimplementasikan keputusannya dengan hatihati. Terakhir melakukan evaluasi terhadap keputusan yang telah diambil.
Hal-hal apa saja yang selama ini bapak anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika? Dengan mengidentifikasi nilai-nilai yang mendasari dilema etika tersebut. Penting untuk mengidentifikasi nilainilai yang mendasari dilema etika, seperti keadilan, kesetaraan, kemanusiaan, kebebasan, atau integritas. Hal ini akan membantu Pak Khirin untuk lebih memahami konflik nilai yang muncul dan mempertimbangkan implikasi jangka panjang dari setiap tindakan yang akan beliau ambil.
Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika? Beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengambilan keputusan kasus dilema etika antara lain adalah dilema etika tersebut merupakan masalah yang komplek yang tidak memiliki jawaban yang mudah dan jelas, seringkali melibatkan konflik antara nilai-nilai yang semuanya benar, tidak ada solusi yang sempurna atau yang memuaskan semua pihak. Kadangkadang keputusan etika harus diambil dalam waktu yang terbatas dan situasi yang sulit sehingga akan menimbulkan potensi kesalahan.
Apakah bapak memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan? Penyelesaian kasus dilema etika bisa menjadi proses yang kompleks, namun ada beberapa langkah dan jadwal tertentu yang biasa dilakukan untuk mengelolanya yakni dengan cara mengidentifikasi nilai dan prinsip etika yang relevan dalam kasus tersebut, mengumpulkan informasi dan fakta dengan sudut pandang yang berbeda, menggunakan kerangka kerja etika yang tepat, mempertimbangkan alternatif solusi yang mungkin.
Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu bapak dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika? memahami pedoman etika, analisis situasi, konsultasi dengan orang yang lebih berpengalaman, mengevaluasi nilai-nilai yang paling penting, dan kesadaran diri tentang nilainilai keyakinan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut akan membantu dalam proses pengambilan keputusan dalam sebuah dilema etika. Namun, terkadang keputusan etika tetap sulit diambil, dan Pak Khirin mungkin perlu mengambil waktu untuk mempertimbangkan semua faktor dan memilih tindakan yang paling tepat.
Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat dipetik dari pengalaman bapak mengambil keputusan dilema etika? Pentingnya memiliki kesadaran akan pentingnya etika dalam kehidupan sehari-hari. Etika membantu untuk mengambil keputusan yang benar dan mempertimbangkan nilai-nilai yang penting dalam situasi yang kompleks.
WAWANCARA 2
Kegiatan wawancara saya yang kedua saya lakukan pada hari Kamis, 13 April 2023 jam 11.00 WIB dengan nara sumber yaitu Ibu Rosalia Aristiati, M.Pd. sekalu Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Boja. Setiap harinya saya selalu memanggil beliau dengan sebutan Bu Rosa. Pada kegiatan wawancara tersebut, saya awali dengan membuka dengan salam dan menyampaikan tujuan wawancara kali ini. Kemudian saya mengajukan beberapa pertanyaan yang secara langsung dijawab oleh beliau.
Pertanyaan yang saya tujukan kepada Ibu Rosa yakni bagaimana dapat mengidentifikasi kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral. Beliau menjawab bahwa dilema etika merupakan situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan di mana kedua pilihan secara moral benar tetapi bertentangan, sedangkan bujukan moral merupakan situasi yang terjadi ketika seseorang harus membuat keputusan antara benar atau salah. Beliau menggunakan 3 prinsip untuk mengidentifikasi kasus, yaitu dengan berpikir berbasis hasil, berpikir berbasis peraturan, berpikir berbasis rasa peduli.
Selama ini, bagaimana ibu menjalankan pengambilan keputusan di sekolah , terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan? ketika mengambil keputusan Ibu Rosa sering menghadapi situasi dilema etika, maka akan ada nilai-nilai kebajikan yang akan saling bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan akan hidup. Untuk menghadapi situasi tersebut beliau akan menggunakan 4 paradigma yang terjadi pada situasi tersebut.
Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa ibu lakukan selama ini? Ada beberapa langkah atau prosedur yang biasa di lakukan selama ini untuk mengambil keputusan antara lain, mengidentifikasi keputusan yang perlu diambil, mengumpulkan informasi relevan, mencari solusi alternatif, mempertimbangkan bukti, memilih dari sejumlah alternatif, mengambil tindakan, dan yang terakhir meninjau kembali keputusan yang telah diambil oleh Bu Rosa sekaligus pengaruhnya (baik dan buruk) bagi orang lain.
Hal-hal apa saja yang selama ini ibu anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika? hal-hal yang selama ini Bu Rosa anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika dengan menggunakan prinsip- prinsip dilema etika. Pertama, dengan melakukan demi kebaikan orang banyak atau yang dikenal dengan Berpikir Berbasis pada Hasil Akhir (Ends Based Thinking). Kedua, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai pada prinsip dalam diri atau yang sering disebut dengan Berpikir Berbasis Peraturan (Rules Based Thinking). Ketiga, dengan melakukan apa yang kita harapkan orang lain lakukan pada diri kita atau kita kenal dengan Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Cares Based Thinking).
Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika? Tantangan yang dihadapi ketika harus mengambil keputusan pada kasus-kasus dilema etika yaitu ketika menghadapi kasus yang saling berbenturan antara kepentingan individu dan masyarakat, rasa keadilan dengan rasa kasihan, kebenaran dengan rasa kesetian, dan yang terakhir berfikir untuk jangka pendek atau jangka panjang. Dari kedua dilema tersebut Bu Rosa harus pandai untuk memilih salah satu dan yang lainnya harus dikorbankan walaupun semuanya dianggap beliau benar semua. Beliau juga harus mempertimbangkan dengan sangat hatihati agar keputusan yang dibuat tidak menimbulkan kegelisahan.
Apakah Ibu memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan? Untuk menyelesaikan masalah dilema etika, biasanya Bu Rosa membuat beberapa langkah-langkah penyelesaian yang diambil meliputi mengidentifikasi nilai-nilai yang saling bertentangan, menentukan siapa yang terlibat, mengumpulkan fakta-fakta, melakukan pengujian Benar/Salah, melakukan pengujian Benar/Benar, menggunakan prinsip resolusi, menginvestigasi opsi trilemma, melakukan pengambilan keputusan, dan merefleksi keputusan yang telah diambil.
Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Ibu dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika? Tentunya Bu Rosa membutuhkan orang lain untuk mempermudah atau membantu dalam mengambil keputusan dalam kasus dilema etika ini. Hal ini dilakukan Bu Rosa untuk mengumpulkan faktafakta yang relevan, mengidentifikasi para pemegang kepentingan sekaligus mempertimbangkan situasi-situasi dari sudut pandang mereka, dan juga memberikan alternatif- alternatif solusi dari kasus dilema etika. Hal ini penting untuk dilakukan agar keputusan yang diambil dapat diterima dengan baik.
Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat dipetik dari pengalaman ibu mengambil keputusan dilema etika? Bu Rosa dapat memetik dari pengalaman dalam mengambil keputusan dilema etika yaitu Bu Rosa harus melakukan telaah tiga prinsip pengambilan keputusan, empat paradigma dalam pengambilan keputusan, dan melakukan sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan agar Bu Rosa tidak salah dalam mengambil keputusan.
REFLEKSI WAWANCARA Yang saya lakukan setelah kegiatan wawancara dengan 2 Kepala Sekolah...
Dari hasil wawancara banyak hal menarik yang muncul dari kegiatan tersebut yaitu ketika melihat cara pengambilan keputusan yang berbasis nilai-nilai kebajikan yang dilakukan kepala sekolah. Wawasan saya bertambah, dan ingin melakukan hal yang sama pada keputusan yang akan saya ambil kelak. Apa yang dilakukan Kepala Sekolah sebetulnya sudah memperhatikan 4 paradigma dilema etika, 3 prinsip, dan 9 langkah pengujian, sebagai dasar pengambilan keputusan. Secara keseluruhan ada sebuah persamaan diantara keduanya. Ketika beliau berdua mengambil keputusan dilema etika, mereka tidak asal untuk mengambil keputusan. Mereka sangat berhati-hati dan memikirkan penyelesaiannya dengan sangat matang.
Dari kedua Kepala Sekolah yang saya wawancarai ada perbedaan cara untuk memimpin. Pak Khirin dengan pengelolaan sekolah yang baik dan mampu memberikan ide-ide baru yang kreatif untuk mengembangkan sekolah. Demikian juga dengan Bu Rosa. Beliau memiliki semangat yang luar biasa dengan segala pengetahuan yang dimiliki untuk mengelola 2 sekolah sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Beliau sangat pandai untuk mengelola waktu. Mereka bisa mengukur efektivitas pengambilan keputusan mereka dengan cara mengidentifikasi nilai-nilai yang mendasari dilema etika tersebut. Penting untuk mengidentifikasi nilai-nilai yang mendasari dilema etika, seperti keadilan, kesetaraan, kemanusiaan, kebebasan, atau integritas. Hal ini akan membantu mereka untuk lebih memahami konflik nilai yang muncul dan mempertimbangkan implikasi jangka panjang dari setiap tindakan yang akan beliau ambil .
Dari apa yang saya lakukan, ada pembelajaran baru yang menarik bagi saya. Ternyata selama ini secara tidak langsung, saya telah mengalami dilema etika ketika berhadapan dengan murid-murid disekolah, rekan guru dan dilingkungan tempat tinggal saya. Harapannya, saya akan menerapkan cara pengambilan keputusan berdasarkan 4 paradigma dilema etika, 3 prinsip, dan 9 langkah pengujian mulai dari sekarang sehingga ketika muncul dilema etika ini saya dapat mudah untuk mengambil keputusan dengan lebih cepat dan tepat sesuai dengan kasus yang dialami.
TERIMA KASIH
Search
Read the Text Version
- 1 - 28
Pages: