JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.3 20-30 Maret 2023 SUSI TRI ELIYANI CGP ANGKATAN 7 KABUPATEN KENDAL
PERISTIWA Pada saat tanggal 20 Maret 2023 sampai tanggal 30 Maret 2023, kami para CGP masih mempelajari modul 2.3 mengenai Coaching untuk Supervisi Akademik. Tanggal 20 Maret 2023 kami memasuki fase Demonstrasi Kontekstual, di mana kami para CGP secara kelompok mempraktikan coaching. Satu kelompok berisikan 3 CGP, kami secara bergantian mempraktikan percakapan coaching dengan alur TIRTA, kami secara bergantian berperan sebagai coach, coachee dan juga pengamat atau observer. Kelompok saya terdiri dari Bu Wahyu Nur Hidayati, Bu Wiji Peni dan saya sendiri Susi Tri Eliyani. Walaupun faktor tempat tinggal yang lokasinya cukup jauh, tidak menghalangi kami untuk berjumpa sekaligus mempererat tali silaturahmi antar CGP. Kami memutuskan untuk melakukan praktik coaching sekolah tempat saya mengajar yaitu di SMK Muhammadiyah 2 Boja. Saat saya praktik menjadi coachee, saya menyampaikan permasalahan yang saya hadapi, yaitu saya merasa prihatin terhadap kondisi murid putri yang berlebihan cara berpenampilan ataupun berdandan di lingkungan sekolah. Sedangkan Bu Wahyu mengutarakan keresahannya terhadap murid-murid kelas 6 yang rata-rata tidak menyukai pelajaran matematika. Lain lagi permasalahan yang dihadapi Bu Wiji yang mengungkapkan ada salah satu muridnya yang selalu mencari perhatian dengan melakukan hal-hal yang merugikan teman-temannya, contohnya dengan menyembunyikan sepatu temannya dan selalu menjadi trauble maker di sekolah. Sebagai coach kami bertiga berusaha menggali pertanyaan menggunakan alur TIRTA dengan mencari kata kunci dan menggali dengan pertanyaan yang berbobot supaya coachee dapat menemukan sendiri solusi dari permasalahannya. Setelah fase Demostrasi kontekstual, kami memasuki fase Elaborasi Pemahaman, bersama Instruktur Nasional Bapak Suhartono. Kemudian memasuki fase Koneksi Antar Materi, dimana kami membuat keterkaitan materi antara modul 2.3 dengan materi sebelumnya yaitu modul 2.1 mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan modul 2.2 mengenai pembelajaran dengan mengintegrasikan kompetensi sosial emosional. Pada tanggal 28 Maret 2023, saya mendapatkan kunjungan oleh pengajar praktik, yaitu pada pendampingan individu 4. Dimana pengajar praktik melakukan supervisi saat saya mengajar.
PERASAAN Perasaan yang saya rasakan saat melakukan praktik coaching dengan rekan sesama CGP sangat senang, terutama saat saya menjadi coachee, karena saya bisa menemukan solusi atas permasalahan yang saya hadapi. Namun saat saya menjadi coach saya merasa agak deg-degan dan khawatir, karena harus bisa menyampaikan pertanyaan berbobot untuk coachee yang bisa menggali potensinya. Perasaan saat mengikuti Elaborasi Pemahaman saya merasa senang, karena mendapatkan ilmu lagi, jadi bisa semakin memahami apa itu coaching, apa bedanya dengan mentoring ataupun dengan konseling. Dan saya merasa tertantang untuk bisa mempraktikan percakapan coaching dengan rekan sejawat ataupun dengan murid-murid saya di sekolah. Perasaan saya saat pendampingan individu 4, saya merasa senang tapi juga deg-degan, terutama saat proses observasi di mana saat saya mengajar ada pengajar praktik yang melakukan pengamatan. PEMBELAJARAN Dari modul 2.3 mengenai coaching untuk supervisi akademik ini, banyak sekali ilmu baru yang saya dapat terutama mengenai coaching dan perbedaan coaching dengan mentoring, dan konseling. Ada juga mengenai percakapan dengan alur TIRTA, yaitu alur percakapan dengan menentukan tujuan terlebih dahulu, kemudian identifikasi, rencana aksi dan tanggung jawab. Dengan menerapkan alur TIRTA saat percakapan coaching maka coach diharapkan mampu menggali coachee untuk bisa mengembangkan potensi dirinya, serta bisa menemukan sendiri solusi atas permasalahannya. Selain itu saya juga menjadi lebih paham mengenai supervisi akademik yang lebih baik. Di mana supervisi akademik harusnya dapat mendorong guru untuk mengembangkan kompetensinya, potensinya serta bisa melakukan pembelajaran yang berpihak pada murid. Dan salah satu strategi yang dapat dilakukan dalam mencapai tujuan tersebut adalah melalui percakapan coaching dalam keseluruhan rangkaian supervisi akademik.
PERENCANAAN KE DEPAN Saya ingin berbagi praktek baik dengan menyampaikan materi ini kepada rekan sejawat saya di sekolah melalui kombel yang telah berjalan, materi berupa paradigma berpikir coaching, kompetensi coaching serta percapakan coaching dengan alur TIRTA. Ilmu ini akan sangat berguna bagi kami pada saat melakukan supervisi yang dilakukan setiap semester di sekolah kami. Saya akan menerapkan proses coaching dengan alur percakapan TIRTA dalam membantu mengembangkan rekan sejawat maupun murid. Sebagai coach saya harus mendampingi murid maupun rekan sejawat dalam mengeksplorasi potensi dirinya dalam menemukan kebutuhan belajar serta strategi dalam memenukan sendiri dan memecahkan masalah yang dihadapi
Search
Read the Text Version
- 1 - 4
Pages: