Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore PR Bab 1 Sel Sebagai Unit TK.pmd

PR Bab 1 Sel Sebagai Unit TK.pmd

Published by basitmustafa, 2019-08-26 22:21:51

Description: PR Bab 1 Sel Sebagai Unit TK.pmd

Search

Read the Text Version

1. Proses fertilisasi 2. Pembelahan zigot 3. Morula 4. Blastula 5. Gastrula Sumber: Dokumen Penerbit Gambar 10.9 Perkembangan sel telur setelah terjadi fertilisasi Sel-sel bagian dalam blastula berkembang menjadi calon embrio/embrioblas. Embrioblas dilindungi oleh dua lapisan, yaitu ektoderm (lapisan luar) dan endoderm (lapisan dalam). Selanjutnya, blastula berkembang menjadi gastrula. Pada fase gas- trula, di antara ektoderm dan endoderm terbentuk lapisan mesoderm. Semua bagian tubuh manusia terbentuk dari ketiga lapisan tersebut. Organogenesis dari ketiga lapisan di atas terjadi pada minggu keempat sampai kedelapan. Pada minggu kesembilan sampai beberapa saat sebelum lahir terjadi penyempurnaan organ dan pertumbuhan tubuh sehingga terbentuklah fetus (janin). Embrio melepaskan hormon human chorionic gonadotropin (HCG). Hormon ini terus meningkat hingga sekitar hari ke-70 dan akan menurun selama sisa kehamilan. HCG kemudian dibawa ke ovarium untuk mempertahankan korpus luteum. Dengan demikian, korpus luteum tetap menghasilkan estrogen dan progesteron yang berfungsi mempertahankan kehamilan. Implantasi embrio Zigot Tuba fallopii Morula Blastosis Fertilisasi 1 2 3 4 Embrio Kantong Dinding embrio Embrio uterus Kantong embrio Vili Uterus 7 hari 10 hari 12 hari 25 hari 4 hari Proses implantasi Hati 5 6 Korion 7 8 9 Amnion Tali pusar Plasenta 29 hari 45 hari 5 minggu panjang 1 cm 7 minggu panjang 2 cm Fetus berusia 11 minggu Sumber: Biology, Solomon Gambar 10.10 Perkembangan embrio Biologi Kelas XI 241

Selama berlangsungnya kehamilan, terbentuk beberapa membran kehamilan, Korion yaitu sakus vitelinus, karion, amnion, dan Amnion alantois. Perhatikan Gambar 10.11. Embrio a. Sakus vitelinus atau kantong telur Alantois merupakan pelebaran endodermis. Tali pusar Sakus vitelinus merupakan tempat Sakus pembentukan sel darah dan vitelinus pembuluh darah embrio. Sakus Plasenta fetus vitelinus dengan trofoblas Plasenta ibu berinteraksi membentuk korion. Sumber: Dokumen Penerbit b. Korion merupakan membran terluar Gambar 10.11 Membran kehamilan pada embrio. Korion membentuk vili korion yang berisi pembuluh darah. Korion dengan jaringan endometrium ibu membentuk plasenta. Plasenta berperan dalam pertukaran gas, makanan, dan zat sisa antara janin dan ibu. Namun, darah ibu tidak pernah berhubungan dengan darah janin karena dibatasi oleh jaringan ikat. Hanya beberapa partikel kecil dalam darah saja yang dapat melewati jaringan ikat tersebut, contoh virus dan bakteri. c. Amnion merupakan kantong berisi cairan tempat embrio berada. Amnion berguna melindungi janin dari tekanan, benturan, atau perubahan suhu yang drastis. d. Alantois merupakan membran pembentukan tali pusar (ari-ari). Tali pusar meng- hubungkan janin dengan plasenta pada endometrium ibu. Tali pusar berguna menyalurkan zat makanan dan oksigen dari ibu serta mengeluarkan zat sisa yang dihasilkan janin untuk dibuang. Pada saat usia kehamilan mencapai 38 minggu, bayi siap dilahirkan. Proses persalinan diawali dengan kontraksi uterus yang dipengaruhi oleh hormon estrogen (dihasilkan oleh plasenta), oksitosin (dihasilkan oleh hipofisis ibu dan janin), dan prostaglandin (dihasilkan oleh membran pada janin). Selain ketiga hormon tersebut, korpus luteum pada ovarium juga menghasilkan hormon relaksin. Hormon itu berfungsi melunakkan serviks dan melonggarkan tulang panggul. Adanya perubahan hormonal dan kontraksi otot mengakibatkan serviks membuka. Setelah selaput amnion pecah dan cairan di dalamnya keluar, tidak lama kemudian bayi segera lahir. 4. Laktasi Setelah bayi terlahir, sepasang kelenjar payudara akan memproduksi susu (laktasi). Pertumbuhan awal kelenjar payudara dipengaruhi oleh hormon mammotropin. Hormon ini dihasilkan oleh hipofisis ibu dan plasenta janin. Plasenta juga menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Hormon estrogen dan progesteron memengaruhi perkembangan fisik kelenjar payudara. Hormon lain yang memengaruhi sekresi ASI yaitu prolaktin. Hormon ini dihasilkan oleh hipofisis. Hormon prolaktin berfungsi meningkatkan sekresi ASI pada minggu kelima kehamilan sampai kelahiran bayi. ASI yang dikeluarkan pertama kali berwarna kekuningan disebut kolostrum. ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI diketahui mengandung zat gizi yang paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, baik kualitas maupun kuantitasnya (Dewi: 2012). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ASI lebih unggul dibandingkan susu formula. Apa keuntungan atau keunggulan pemberian ASI bagi bayi dan ibu? Lakukan kegiatan berikut untuk mengetahui jawabannya. 242 Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Reproduksi

Manfaat Pemberian ASI bagi Bayi dan Ibu serta Peningkatan Kualitas SDM 1. Carilah informasi mengenai keuntungan pemberian ASI bagi bayi dan ibu dari berbagai literatur atau bertanya kepada petugas kesehatan. 2. Catatlah informasi yang Anda peroleh dalam buku tugas Anda. 3. Berdasarkan informasi yang Anda peroleh, diskusikan permasalahan- permasalan berikut dengan menerapkan sikap mau bekerja sama, cinta damai, dan menghargai pendapat orang lain. a. Apa keuntungan pemberian ASI bagi pertumbuhan bayi? b. Apa manfaat pemberian ASI yang pertama kali keluar bagi bayi? c. Apa keuntungan pemberian ASI bagi ibu? d. Apa peranan ASI eksklusif untuk peningkatan kualitas SDM? 4. Buatlah laporan yang berisi judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan. Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas. Setelah mengalami masa puber organ-organ reproduksi dan hormon-hormon yang berperan dalam sistem reproduksi mulai aktif. Seorang laki-laki mulai mengalami mimpi basah dan seorang wanita mulai mengalami menstruasi. Setelah masa puber, pergaulan bebas dapat mengakibatkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti kehamilan di luar pernikahan. Sebagai generasi muda yang berakhlak, apa yang akan Anda lakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan tersebut? 1. Apa yang dimaksud dengan spermatogenesis dan oogenesis? Di organ apa kedua proses tersebut berlangsung? 2. Apa yang akan terjadi jika sel telur yang dilepaskan saat ovulasi tidak dibuahi atau dibuahi oleh sperma? 3. Bagaimana embrio di dalam rahim mendapatkan perlindungan, makanan, dan oksigen? 4. Apa keunggulan ASI dibandingkan dengan susu formula? 5. Apa yang dimaksud dengan fertilisasi dan ovulasi? Biologi Kelas XI 243

C. Keterkaitan Antara Kesehatan Reproduksi dengan Program KB dan Kependudukan Pada zaman modern ini, kesehatan sistem reproduksi mendapat perhatian yang serius. Hal ini terbukti dengan adanya berbagai upaya mencari solusi terhadap masalah atau gangguan pada sistem reproduksi. Kesehatan sistem reproduksi berhubungan erat dengan penyakit atau gangguan pada sistem reproduksi dan cara menjaga atau merawat kesehatan sistem reproduksi. Penyakit apa saja yang dapat menyerang sistem reproduksi? Apa penyebabnya? Untuk mengawali pemahaman Anda, lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut. Menganalisis Penyebab Penyakit yang Terjadi pada Sistem Reproduksi 1. Carilah informasi mengenai jenis-jenis penyakit yang menyerang sistem reproduksi dan penyebabnya melalui berbagai literatur seperti buku-buku referensi, internet, atau bertanya langsung kepada petugas kesehatan. 2. Catatlah informasi yang Anda peroleh dengan cermat dan teliti. 3. Jenis-jenis penyakit apa saja yang dapat menyerang sistem reproduksi? Apa penyebabnya? Bagaimana cara penularannya? 4. Apa yang akan Anda lakukan untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan? 5. Buatlah resume tertulis dari tugas ini dan kumpulkan kepada Bapak atau Ibu Guru. Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah mendata beberapa jenis penyakit yang dapat menyerang sistem reproduksi. Oleh karena itu, kesehatan reproduksi perlu dirawat dan dijaga. Uraian berikut akan menjelaskan jenis-jenis penyakit yang menyerang sistem reproduksi, cara merawat kesehatan reproduksi, program KB, dan masalah kependudukan akibat proses reproduksi. 1. Penyakit dan Gangguan yang Berhubungan dengan Sistem Reproduksi Penyakit pada sistem reproduksi pada umumnya terjadi akibat infeksi mikroorganisme tertentu. Penyakit ini dapat menular melalui hubungan seksual. Oleh karena itu, penyakit Anda telah mengetahui macam- tersebut sering disebut PMS (Penyakit Menular macam penyakit dan gangguan Seksual). Selain melalui hubungan seksual, PMS pada sistem reproduksi. Apakah yang dapat ditularkan oleh cairan darah melalui menyebabkan munculnya penyakit jarum suntik/transfusi. Ibu hamil juga dapat dan gangguan tersebut? Bagaimana cara penanganannya? Bacalah menularkan PMS kepada bayinya. Dalam artikel pada alamat website berikut banyak kasus, PMS kadang tidak menunjukkan untuk mengetahui jawabannya. gejala sama sekali. Meskipun demikian, tetap 1. http://goo.gl/iSG3RA harus digarisbawahi bahwa seseorang yang 2. http://goo.gl/xGi142 3. http://goo.gl/U62Ezv terinfeksi PMS dapat menularkan penyakitnya 4. http://goo.gl/CaOPim kepada orang lain. 5. http://goo.gl/Ok6v3A 244 Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Reproduksi

Beberapa jenis penyakit yang menyerang sistem reproduksi antara lain keputihan, uretritis, prostatitis, epididimitis, gonore, sifilis, herpes genitalis, kutil kelamin, dan trikomoniasis vaginalis. Selain PMS, organ reproduksi dapat mengalami gangguan tertentu sehingga tidak berfungsi dengan baik. Gangguan tersebut dapat terjadi pada organ reproduksi pria maupun wanita. Beberapa gangguan yang sering dijumpai pada sistem reproduksi yaitu endometriosis, kriptorkidisme, hipogonadisme, amenore, mioma, dan penyumbatan saluran reproduksi. 2. Merawat dan Menjaga Kesehatan Sistem Reproduksi Kesehatan sistem reproduksi berhubungan dengan fungsi dan proses yang terjadi dalam sistem reproduksi. Setiap pribadi, baik pria maupun wanita, perlu menjaga kesehatan sistem reproduksinya. Hal ini perlu dilakukan agar kesuburan atau fertilitas tetap terjaga untuk menghasilkan keturunan. Beberapa upaya berikut dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi. a. Membersihkan alat kelamin bagian luar menggunakan air bersih setelah buang air. Saat membersihkan alat kelamin sebaiknya dari arah depan ke belakang. b. Menjaga alat kelamin luar agar selalu kering, misal dilap menggunakan tisu setelah terkena air. Daerah lembap cocok untuk berkembangbiaknya bakteri dan jamur. c. Menggunakan celana dalam dari bahan yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat. d. Menghentikan kebiasaan menahan buang air. Menahan buang air dapat mengakibatkan urine menetes sehingga membasahi celana dalam. e. Mengurangi kebiasaan mandi menggunakan air panas. Suhu panas dapat mengganggu spermatogenesis. Untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi, diperlukan perilaku yang positif dalam pergaulan. Perkembangan zaman yang semakin modern, mengakibatkan semakin merebaknya pergaulan bebas di kalangan remaja. Akibatnya, banyak terjadi pernikahan dini di kalangan remaja. Apa pendapat Anda mengenai pernikahan dini dan perilaku negatif yang berkaitan dengan reproduksi? Kerjakan tugas berikut dan kumpulkan hasilnya kepada Bapak atau Ibu Guru. Menganalisis Hubungan Antara Pergaulan Remaja dengan Sistem Reproduksi 1. Carilah artikel mengenai kasus-kasus pernikahan dini dan perilaku negatif kaum remaja yang akhir-akhir ini sering terjadi. 2. Buatlah artikel mengenai pernikahan dini dan perilaku negatif kaum remaja yang berkaitan dengan reproduksi. 3. Tulislah pendapat Anda mengenai permasalahan tersebut dan akibat-akibat yang ditimbulkannya. 4. Kumpulkan artikel yang Anda buat kepada Bapak atau Ibu Guru. Biologi Kelas XI 245

3. Masalah Kependudukan dan Program KB Proses reproduksi manusia merupakan proses pertambahan individu baru sebagai akibat kelahiran. Semakin tinggi tingkat reproduksi manusia maka permasalahan yang ditimbulkannya juga semakin meningkat. Oleh karena itu, diperlukan usaha-usaha untuk mengatasi permasalahan tersebut salah satunya dengan program KB. Apa hubungan antara kesehatan reproduksi, program KB, dan kependudukan? Untuk mengetahui jawabannya, lakukan kegiatan berikut. Mengidentifikasi Keterkaitan Antara Kesehatan Reproduksi dengan Program KB dan Kependudukan 1. Carilah informasi mengenai dampak peningkatan jumlah penduduk dan usaha pengendaliannya dari berbagai literatur, misalnya buku-buku referensi dan internet. 2. Catatlah informasi yang Anda peroleh secara cermat dan teliti. 3. Lakukan diskusi bersama teman-teman Anda dengan menerapkan sikap mau bekerja sama dan menghormati pendapat orang lain untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan berikut. a. Mengapa laju pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun semakin tinggi? Kaitkan jawaban Anda dengan kesehatan reproduksi! b. Apa saja dampak peningkatan jumlah penduduk? c. Bagaimana cara memecahkan masalah kepadatan penduduk yang berkaitan dengan sistem reproduksi? Apa peranan program KB untuk mengatasi permasalahan ini? d. Apakah program KB perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan kependudukan tersebut? Selain pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda dapat membuat pertanyaan yang lain sebagai bahan tambahan untuk diskusi. 4. Tuliskan hasil kegiatan Anda dalam bentuk laporan yang berisi judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan. 5. Presentasikan laporan yang telah Anda buat di depan kelas. Dari kegiatan di depan, Anda telah mengetahui keterkaitan antara kesehatan reproduksi dengan program KB dan masalah kependudukan. Untuk lebih jelasnya, simaklah uraian berikut. Pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin meningkat terjadi karena waktu reproduksi manusia relatif cepat. Selain itu, perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kesehatan mengakibatkan peningkatan kesehatan reproduksi manusia. Peningkatan jumlah penduduk yang tidak terkendali dapat mengakibatkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan persediaan berbagai faktor kehidupan antara lain papan, sandang, pangan, dan lapangan pekerjaan. Akibatnya, terjadilah kerawanan sosial karena pengangguran, kriminalitas, dan berbagai penyakit sosial lainnya. Akibat lebih lanjut dari masalah sosial ini adalah menurunnya kualitas hidup. Dengan demikian, di satu sisi reproduksi dapat menambah kuantitas manusia tetapi di sisi lainnya dapat menurunkan kualitas manusia. Oleh karena itu, diperlukan usaha-usaha untuk menanggulanginya, salah satunya dengan menerapkan program Keluarga Berencana (KB). 246 Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Reproduksi

Keluarga Berencana merupakan program pemerintah Indonesia untuk mengatasi dan mengantisipasi masalah pertambahan penduduk yang cepat. Keluarga Berencana dalam pengertian umum dapat dijelaskan sebagai usaha yang mengatur banyaknya jumlah kelahiran sehingga ibu, bayi, ayah, dan keluarganya atau masyarakat yang bersangkutan tidak akan mendapatkan kerugian sebagai akibat langsung dari kelahiran tersebut. Dalam pengertian sederhana dan sempit, keluarga berencana dalam kehidupan sehari-hari berkisar pada pencegahan konsepsi (pembuahan) yaitu persatuan sel telur dengan spermatozoa. Jadi, salah satu fungsi program Keluarga Berencana yaitu untuk mencegah kehamilan sehingga jarak kelahiran dapat diatur. Pencegahan kehamilan dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat kontrasepsi. Secara umum berdasarkan sifat kerjanya, kontrasepsi dibedakan menjadi dua macam yaitu kontrasepsi permanen dan kontrasepsi temporer. Kontrasepsi permanen dilakukan dengan cara operasi, baik pada wanita (tubektomi) maupun pria (vasektomi). Kontrasepsi temporer dilakukan dengan alat bantu atau tanpa alat bantu. Kontrasepsi tanpa alat bantu dilakukan dengan menghindari hubungan seksual pada masa subur. Kontrasepsi dengan alat bantu banyak ragamnya yaitu Intra-Uterine Devices (IUD) atau spiral, pil kontrasepsi, obat suntik, kondom, dan diafragma. Beberapa orang beranggapan bahwa banyak anak banyak rezeki. Apa pendapat Anda mengenai anggapan tersebut? Bagaimana sikap dan tindakan Anda jika ada kerabat atau saudara Anda menganut anggapan tersebut? 1. Apa penyebab penyakit inkomoniasis vaginalis? Apa gejala-gejalanya? 2. Berikan tiga contoh jenis penyakit atau gangguan pada wanita dan pria beserta penyebabnya! 3. Apa tujuan diterapkannya program Keluarga Berencana? 4. Jelaskan dampak peningkatan pertumbuhan penduduk bagi kesejahteraan manusia? Biologi Kelas XI 247

Buatlah poster mengenai upaya penanggulangan pertambahan penduduk dan peningkatan kualitas SDM melalui program Keluarga Berencana (KB) serta pemberian ASI eksklusif. Kembangkan daya kreativitas Anda untuk membuat poster yang menarik. Selanjutnya, pasanglah poster yang Anda buat di tempat-tempat strategis. 1. Organ reproduksi pria dibedakan menjadi organ reproduksi luar dan organ reproduksi dalam. Organ reproduksi luar terdiri atas penis dan skrotum. Organ reproduksi dalam terdiri atas testis, epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, uretra, dan kelenjar asesoris. 2. Organ reproduksi wanita dibedakan menjadi organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar. Organ reproduksi dalam terdiri atas ovarium dan saluran reproduksi yang meliputi oviduk, uterus, dan vagina. Organ reproduksi luar terdiri atas vulva dengan bagian labium mayor, labium minor, dan klitoris. 3. Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sperma secara meiosis yang berlangsung di tubulus seminiferus. 4. Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum secara meiosis di ovarium. 5. Siklus menstruasi meliputi fase menstruasi, proliferasi, dan sekresi. 6. Gangguan dan penyakit pada sistem reproduksi wanita antara lain trikomoniasis vaginalis dan endometriosis. Gangguan dan penyakit pada sistem reproduksi pria antara lain prostatitis, uretritis, dan epididimitis. A. Pilihlah jawaban yang tepat! (2) Pada bagian bertanda Y terdapat sel sertoli yang berperan sebagai 1. Perhatikan gam- pemberi nutrisi pada spermatozoa. bar di samping X (3) Bagian bertanda X berfungsi dan pernyataan Y menyimpan sperma sementara. berikut! (4) Pada bagian X berlangsung (1) Pada bagian spermatogenesis. bertanda Y (5) Sel induk spermatozoa terdapat terdapat sel dalam bagian yang bertanda X. Leydig yang berfungsi sebagai Hubungan antara gambar dan pernyata- penghasil hormon testosteron. an yang benar terdapat pada nomor . . . . 248 Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Reproduksi

a. (1), (2), dan (3) 4. Jika pada tanggal 25 November, Lusi b. (1), (3), dan (4) mengalami hari pertama haid, kapan Lusi c. (1), (4), dan (5) akan mengalami ovulasi dan haid lagi? d. (2), (3), dan (4) Ovulasi Menstruasi e. (3), (4), dan (5) a. 23 November 23 Desember 2. Gambar di bawah ini menunjukkan b. 9 Desember 13 Desember mekanisme pembentukan sel kelamin c. 9 Desember 23 Desember pada wanita. d. 9 November 23 November e. 23 November 9 Desember 5. Beberapa keterangan berikut ber- hubungan dengan suatu jenis penyakit X pada sistem reproduksi. (1) Penyakit ini dapat diderita baik oleh pria maupun wanita. Setelah mengalami meiosis, proses yang (2) Gejala pada pria berupa keluarnya berkaitan dengan bagian X adalah . . . . nanah kental berwarna kehijauan a. FSH menurun akibat pembentukan dari ujung penis. oosit sekunder b. LH meningkat, mendorong (3) Penyakit ini dapat mengakibatkan kemandulan. terjadinya ovulasi c. estrogen meningkat, mendorong (4) Penyakit ini diakibatkan oleh Neisseria gonorrhoeae. terjadinya ovulasi d. penurunan estrogen dan LH Jenis penyakit kelamin yang sesuai dengan keterangan di atas adalah . . . . sehingga ovulasi terjadi e. progesteron menurun, terjadi a. sifilis b. gonore pelepasan oosit sekunder c. klamidiasis 3. Perhatikan gambar (1) d. kutil kelamin spermatogenesis di e. herpes genetalis samping! Bagian yang (2) B. Kerjakan soal-soal berikut! ditunjuk nomor (3) dan (4) serta (3) 1. Ibu hamil yang mengidap HIV/AIDS pembelahan (4) dapat menularkan virus HIV kepada janin yang terjadi yang dikandungnya, padahal pembuluh adalah . . . . (5) darah ibu tidak pernah berhubungan a. sel pri- dengan pembuluh darah janin. Bagaimana mordial, penularan ini dapat terjadi? spermatogonium, dan mitosis 2. Seorang pria yang sering mengenakan b. sel primordial, spermatogonium, celana ketat dikhawatirkan akan dan meisosis mengalami gangguan kesuburan. c. spermatosit sekunder, spermatid, Benarkah pendapat itu? Jelaskan alasan dan meiosis II jawaban Anda! d. spermatogonium, spermatosit primer, dan mitosis e. spermatosit primer, spermatosit sekunder, dan meiosis I Biologi Kelas XI 249

3. Gambar berikut menunjukkan 4. Dalam teknologi fertilisasi in vitro perubahan jumlah kadar hormon dalam diterapkan teknik baru yaitu penyortiran darah selama siklus menstruasi. sperma. Dengan demikian, melalui Ovulasi teknik ini memungkinkan bagi satu pasangan untuk memilih jenis kelamin Jumlah hormon dalam darah LH teknik ini jika kelak sudah menikah? bayinya. Apakah Anda akan melakukan Mengapa ya dan mengapa tidak? Apa potensi permasalahan yang mungkin Anda ramalkan jika penggunaan teknik FSH 5. itu menjadi semakin luas? Peningkatan jumlah penduduk yang Hari ke- 1 5 10 15 20 25 28 tidak terkendali sangat berkaitan dengan Kadar FSH dan LH selama siklus menstruasi proses reproduksi pada manusia. Jumlah hormon dalam darah Estrogen kan masalah-masalah kependudukan. Peningkatan jumlah penduduk menimbul- Progesteron Untuk mengantisipasi masalah tersebut, pemerintah menggalakkan program Keluarga Berencana. Apakah program untuk mengendalikan populasi penduduk? 25 28 20 15 5 1 10 Kadar estrogen dan progesteron selama siklus Hari ke- Keluarga Berencana terbukti efektif menstruasi Upaya-upaya apa saja yang perlu dilaku- Bagaimana pengaruh perubahan kadar kan untuk mengendalikan populasi hormon-hormon tersebut menjelang dan penduduk? setelah ovulasi? Anda telah mempelajari sistem reproduksi meliputi organ-organ reproduksi, proses reproduksi, dan kesehatan reproduksi. Selain itu, berdasarkan rubrik tautan Anda mengetahui beberapa teknologi dalam sistem reproduksi. Tanpa disadari bahwa semua yang berkaitan dengan sistem reproduksi tersebut merupakan anugerah yang telah diciptakan Tuhan demi kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, bersyukurlah kepada Tuhan atas karunia tersebut. Selain itu, dengan pola pikir ilmiah yang Anda miliki cobalah temukan suatu teknologi baru mengenai sistem reproduksi. Dengan demikian, Anda dapat menemukan produk-produk inovatif yang bermanfaat bagi manusia. 250 Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Reproduksi

Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh Mempelajari Mekanisme Pertahanan Tubuh Jenis-Jenis Kekebalan dan Gangguan pada Sistem Kekebalan Tubuh Mencakup Meliputi Jenis-Jenis Pertahanan Respons Kekebalan Gangguan pada Tubuh terhadap Antigen Jenis-Jenis Kekebalan Tubuh Sistem Kekebalan Terdiri atas Meliputi Tubuh Terdiri atas Terdiri atas Kekebalan Humoral Alergi Pertahanan Tubuh Pertahanan Tubuh Kekebalan Kekebalan Nonspesifik Spesifik Aktif Pasif Kekebalan Terdiri atas Terdiri atas Seluler Autoimunitas Kulit Limfosit AIDS Inflamasi Antibodi Membran Mukosa Sel-sel Fagosit Rambut Hidung dan Silia pada Trakea Protein Antimikrobia Cairan Sekresi dari Kulit dan Membran Mukosa Biologi Kelas XI 251

Sumber: http://askabiologist.asu.edu/explore/building-blocks-life Pemberian vaksin sangat dianjurkan untuk anak-anak bahkan orang dewasa. Vaksinasi perlu dilakukan untuk menciptakan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu. Sebagai contoh, vaksinasi BCG diberikan untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit TBC. Pada beberapa kasus, anak-anak yang diberi vaksinasi mengalami demam setelah pemberian vaksin. Mengapa hal tersebut terjadi? Mengapa pemberian vaksin umumnya harus dilakukan beberapa kali dalam jangka waktu tertentu? Mengapa tidak bisa satu kali saja? 1. Mekanisme pertahanan tubuh 2. Respons kekebalan terhadap antigen • Antibodi 3. Jenis-jenis kekebalan tubuh • Antigen 4. Gangguan pada sistem kekebalan tubuh • Patogen • Vaksinasi • Inflamasi • Sel limfosit 252 Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

Di sekitar kita terdapat berbagai jenis mikroorganisme patogen yang dapat masuk ke tubuh dan mengakibatkan penyakit. Namun, Tuhan telah menciptakan sistem pertahanan di dalam tubuh manusia sehingga tubuh dapat menolak suatu penyakit masuk ke tubuh. Dengan demikian, meskipun di lingkungan sekitar selalu terdapat virus atau bakteri penyebab penyakit, tubuh kita tidak selalu terkena penyakit. Sistem imun atau sistem pertahanan tubuh tersusun dari sel-sel dan jaringan yang membentuk imunitas tubuh. Dengan demikian, terbentuk kekebalan tubuh terhadap infeksi atau penyakit. Namun pada saat daya tahan tubuh lemah, organisme penyebab penyakit dapat mengalahkan sistem imun dan memasuki sel-sel serta jaringan tubuh. Jika sistem imun kita dapat dikalahkan oleh patogen, tubuh kita akan mengalami suatu penyakit. Selain dapat diperoleh secara alami, kekebalan terhadap suatu jenis penyakit juga dapat diperoleh dengan pemberian vaksin. Di dunia kedokteran, pembuatan vaksin dapat dilakukan setelah mempelajari sistem imun. Nah, dalam bab ini Anda akan mempelajari tentang sistem pertahanan tubuh yang meliputi mekanisme pertahanan tubuh, respons kekebalan, dan jenis-jenis kekebalan. Selain itu, Anda juga akan mempelajari tentang gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui cara mempertahankan imunitas dan mencegah penyakit masuk ke tubuh. A. Mekanisme Pertahanan Tubuh Tuhan menciptakan manusia dengan sempurna. Dalam tubuh manusia telah diciptakan sistem pertahanan tubuh yang dapat memberikan kekebalan terhadap suatu penyakit. Apa yang dimaksud dengan kekebalan tubuh? Bagaimana mekanisme terjadinya kekebalan tubuh? Sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai mekanisme pertahanan tubuh, lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut. Mendeskripsikan Sistem Kekebalan Tubuh 1. Carilah informasi mengenai penyakit AIDS dari berbagai literatur seperti buku-buku referensi dan internet. 2. Bacalah informasi yang Anda peroleh dengan cermat dan teliti. 3. Catatlah informasi-informasi penting yang Anda peroleh meliputi penyebab penyakit AIDS, bagian tubuh yang diserang, dan gejala-gejalanya. 4. Berdasarkan informasi yang Anda peroleh, diskusikan bersama teman- teman Anda mengenai permasalahan-permasalahan berikut. a. Apa penyebab penyakit AIDS dan bagian tubuh apa yang diserang? b. Mengapa seseorang yang mengidap penyakit AIDS mudah terserang penyakit? c. Jika ada penderita AIDS di lingkungan Anda, apakah penderita AIDS itu harus dikucilkan? Ungkapkan alasan Anda! d. Mengapa sistem kekebalan sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh? e. Bagaimana mekanisme terbentuknya kekebalan tubuh? Biologi Kelas XI 253

f. Komponen apa saja dalam tubuh yang memicu terbentuknya kekebalan tubuh? Saat berdiskusi, jangan lupa menerapkan sikap mau bekerja sama, cinta damai, menghargai pendapat orang lain, serta berani berargumentasi dengan sopan dan santun sehingga pemecahan masalah dapat berjalan dengan lancar. 5. Susunlah laporan kegiatan meliputi judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan. 6. Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas. Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah mengetahui peranan sistem kekebalan dalam menjaga kesehatan tubuh. Bagaimana pertahanan tubuh jika ada patogen masuk ke tubuh? Simaklah uraian berikut untuk mengetahui jawabannya. 1. Jenis-Jenis Pertahanan Tubuh Tubuh kita sudah dilengkapi dengan sistem pertahanan yang dapat melindungi tubuh dari patogen sehingga tidak mudah terserang penyakit. Jika bekerja dengan baik, Untuk menambah wawasan Anda sistem pertahanan tubuh akan melindungi mengenai sistem imun dalam tubuh terhadap infeksi, serta menghancurkan tubuh manusia, bukalah video sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh. dalam alamat website http://youtu.be/ Fungsi sistem pertahanan tubuh sebagai nGkjdyUGP5Q. berikut. Amati video tersebut dengan cermat dan teliti. Selanjutnya, tulis- a. Melindungi tubuh dari serangan benda lah informasi-informasi penting asing atau bibit penyakit yang masuk ke dalam buku catatan Anda. tubuh. Benda asing tersebut dapat berupa mikrobia penyebab penyakit (patogen), misal virus, bakteri, Protozoa, dan jamur. b. Menghilangkan jaringan atau sel yang mati atau rusak (debris sel) untuk perbaikan jaringan. c. Mengenali dan menghilangkan sel abnormal. Itulah beberapa fungsi sistem pertahanan tubuh. Pertahanan tubuh terhadap suatu penyakit melibatkan antigen dan peran antibodi. Sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai jenis-jenis pertahanan tubuh, lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut untuk mendefinisikan antigen dan antibodi. 254 Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

Mendefinisikan Antigen dan Antibodi 1. Perhatikan dengan cermat dan Sumsum tulang teliti skema masuknya patogen berupa virus influenza ke tubuh pada gambar di samping. Sel stem 2. Carilah informasi dari ber- bagai literatur mengenai Limfosit Sel B matang di mekanisme penularan virus limfa nodus influenza pada seseorang. Antigen asing memasuki tubuh ketika virus influenza 3. Catatlah informasi-informasi menginfeksi. penting dari literatur yang Sel B Anda baca. Gambar 11.1 Skema masuknya 4. Diskusikan bersama teman- patogen teman Anda tentang per- Sel B merespon terhadap antigen. Sel masalahan-permasalahan B menggandakan diri, membentuk klon-klon sel plasma yang berikut dengan menerapkan menyekresikan antibodi. sikap mau bekerja sama serta berani mengemukakan argumen- tasi secara sopan dan santun. a. Apa yang dimaksud Imunitas humoral dengan antigen dan antibodi? Jelaskan fungsi antibodi bagi tubuh! b. Menurut Anda, apa yang Antibodi berikatan dengan mikroorganisme untuk mem- akan terjadi jika dalam bunuhnya. Sel B tidak terlibat tubuh tidak terdapat secara langsung. antibodi? Sel T dan sel B tetap hdiup sebagai sel memori. Infeksi kedua oleh c. Bagaimana mekanisme antigen yang sama akan meng- hasilkan respons sekunder yang penularan virus influenza lebih cepat. ke tubuh seseorang? Gambar 11.1 Skema masuknya patogen d. Apa yang akan terjadi jika sistem kekebalan tubuh seseorang dapat dikalahkan oleh patogen yang masuk ke tubuh? 5. Tulislah hasil diskusi kelompok Anda dalam format laporan yang berisi judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan. 6. Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas. Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah mengetahui bahwa di dalam tubuh terjadi suatu mekanisme pertahanan ketika terdapat patogen yang masuk. Mekanisme pertahanan tubuh melibatkan antigen dan antibodi. Menurut Campbell, Reece, dan Mitchell (2004), molekul asing yang mendatangkan suatu respons spesifik dari limfosit disebut sebagai antigen. Sementara itu, salah satu cara antigen menimbulkan respons kekebalan adalah dengan mengaktifkan sel B untuk menyekresikan protein yang disebut antibodi. Biologi Kelas XI 255

Berdasarkan cara mempertahankan diri dari penyakit, sistem pertahanan tubuh digolongkan menjadi dua, yaitu sistem pertahanan tubuh nonspesifik dan sistem pertahanan tubuh spesifik. Mikrobia penyebab penyakit dan benda asing saat akan menginfeksi tubuh harus melalui sistem pertahanan tubuh nonspesifik terlebih dahulu. Jika sistem pertahanan tubuh nonspesifik tidak mampu meng- hancurkannya, zat penginfeksi tersebut akan menghadapi sistem pertahanan tubuh spesifik. Beberapa lapis pertahanan yang dilakukan oleh tubuh dapat dilihat dalam tabel berikut. Tabel 11.1 Beberapa Lapis Pertahanan Tubuh terhadap Penyakit Pertahanan Tubuh Nonspesifik Pertahanan Tubuh Spesifik Pertahanan Pertama Pertahanan Kedua Pertahanan Ketiga • Kulit • Inflamasi • Limfosit • Membran mukosa • Sel-sel fagosit • Antibodi • Rambut hidung dan silia pada • Protein anti- trakea mikrobia • Cairan sekresi dari kulit dan membran mukosa a. Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik Sistem pertahanan tubuh nonspesifik merupakan pertahanan tubuh yang tidak membedakan mikrobia patogen satu dengan yang lainnya. Bagian tubuh apa saja yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh nonspesifik? Bagaimana struktur sel atau jaringan yang menyusun bagian tubuh tersebut? Lakukan kegiatan berikut untuk mengetahui jawabannya. Mengidentifikasi Struktur Sel atau Jaringan Tubuh yang Berperan dalam Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik 1. Perhatikan dengan cermat struktur sel-sel yang menyusun membran mukosa trakea berikut ini. Gambar 11.2 Sel penyusun jaringan trakea 2. Carilah informasi dari berbagai literatur mengenai sel-sel penyusun jaringan trakea beserta fungsinya. 3. Catatlah informasi-informasi penting dari literatur yang Anda baca. 256 Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

4. Berdasarkan gambar dan informasi yang Anda peroleh, diskusikan permasalahan-permasalahan berikut bersama teman-teman Anda. a. Bagaimana struktur sel-sel yang menyusun permukaan trakea? b. Apa kaitan struktur trakea tersebut dengan sistem pertahanan tubuh nonspesifik? c. Menurut Anda, selain membran mukosa trakea, bagian tubuh apa saja yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh nonspesifik? Saat berdiskusi, jangan lupa menerapkan sikap mau bekerja sama serta mengemukakan argumentasi secara sopan dan santun. 5. Tulislah hasil kegiatan Anda dalam bentuk laporan yang meliputi judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan. 6. Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas. Dari kegiatan tersebut, Anda telah mengetahui sel-sel penyusun jaringan trakea yang disesuaikan dengan fungsinya sebagai bagian dari sistem pertahanan tubuh nonspesifik. Sistem pertahanan tubuh nonspesifik diperoleh dengan berbagai cara berikut. 1) Pertahanan yang Terdapat di Permukaan Tubuh Pertahanan yang terdapat di permukaan tubuh berupa pertahanan fisik, pertahanan mekanis, pertahanan kimiawi, dan pertahanan biologis. a) Pertahanan Fisik Pertahanan tubuh secara fisik dilakukan oleh lapisan terluar tubuh yang berfungsi menghalangi jalan masuknya patogen ke tubuh. Pertahanan ini dilakukan oleh kulit dan membran mukosa. Lapisan terluar kulit terdiri atas sel-sel epitel yang tersusun rapat sehingga patogen sulit menembusnya. Lapisan terluar kulit mengandung keratin dan sedikit air sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikrobia. Saluran pencernaan, saluran pernapasan, dan saluran kelamin juga dilapisi oleh membran mukosa yang berfungsi menghalangi masuknya patogen. b) Pertahanan Mekanis Pertahanan tubuh secara mekanis dilakukan oleh rambut hidung dan silia pada trakea. Rambut hidung berfungsi menyaring udara yang dihirup dari partikel-partikel berbahaya maupun mikrobia. Adapun silia yang terdapat pada trakea berfungsi menyapu partikel- partikel berbahaya yang terperangkap dalam lendir agar dapat dikeluarkan dari tubuh. Biologi Kelas XI 257

c) Pertahanan Kimiawi Pertahanan tubuh secara kimiawi dilakukan oleh sekret yang dihasilkan oleh kulit dan membran mukosa. Sekret tersebut mengandung zat-zat kimia yang dapat menghambat pertumbuhan mikrobia, contoh minyak dan keringat. Kedua sekret tersebut akan memberikan suasana asam (pH 3–5) sehingga dapat mencegah pertumbuhan mikroorganisme di kulit. Adapun air liur (saliva), air mata, dan sekresi mukosa (mukus) mengandung enzim lisozim yang dapat membunuh bakteri. Enzim tersebut dapat menghidrolisis dinding sel bakteri sehingga pecah dan mati. Berdasarkan uraian tersebut, dapat diketahui bahwa dalam pertahanan kimiawi melibat- kan zat-zat kimia yang berperan dalam menghambat pertumbuhan mikrobia. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ilmu biologi sangat berkaitan atau berhubungan dengan ilmu kimia. d) Pertahanan Biologis Pertahanan tubuh secara biologis dilakukan oleh populasi bakteri tidak berbahaya yang hidup di kulit dan membran mukosa. Bakteri-bakteri tersebut melindungi tubuh dengan cara berkompetisi dengan bakteri patogen dalam memperoleh nutrisi. 2) Respons Peradangan (Inflamasi) Inflamasi merupakan respons tubuh terhadap kerusakan jaringan, misal akibat tergores atau benturan keras. Proses inflamasi merupakan kumpulan dari empat gejala sekaligus yaitu dolor (nyeri), rubor (kemerahan), calor (panas), dan tumor (bengkak). Mekanisme pertahanan tubuh melalui inflamasi dapat dilihat pada Gambar 11.3 berikut. Patogen Sel-sel Senyawa Perpindahan fagosit kimia fagosit Pembuluh darah Pelebaran pembuluh darah a) b) c) Sumber: Biology, Campbell, Reece, dan Mitchell Gambar 11.3 Mekanisme pertahanan tubuh melalui inflamasi Berdasarkan gambar di atas, mekanisme pertahanan tubuh melalui inflamasi dapat dijelaskan sebagai berikut. a) Jaringan mengalami luka. Adanya kerusakan jaringan mengakibat- kan patogen mampu melewati pertahanan tubuh untuk menginfeksi sel-sel tubuh. Jaringan yang terinfeksi akan merangsang mastosit mengeluarkan histamin dan prostaglandin. 258 Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

b) Terjadi pelebaran pembuluh darah yang mengakibatkan peningkatan kecepatan aliran darah sehingga permeabilitas pembuluh darah meningkat. Daerah yang terinfeksi menjadi berwarna kemerahan, panas, bengkak, dan terasa nyeri. Peningkatan kecepatan aliran darah dan permeabilitas pembuluh darah mengakibatkan terjadinya perpindahan sel-sel fagosit (neutrofil dan monosit) menuju jaringan yang terinfeksi. c) Sel-sel fagosit kemudian memakan patogen. Inflamasi berfungsi mencegah infeksi menyebar ke jaringan lain serta mempercepat proses penyembuhan. Reaksi tersebut juga berfungsi sebagai sinyal adanya bahaya dan sebagai perintah agar sel darah putih (neutrofil dan monosit) melakukan fagositosis terhadap mikrobia yang menginfeksi tubuh. 3) Fagositosis Fagositosis adalah suatu meka- a nisme pertahanan yang dilakukan oleh b sel-sel fagosit dengan jalan mencerna mikrobia/partikel asing. Sel fagosit c terdiri atas dua jenis, yaitu fagosit mononuklear dan polimorfonuklear. Contoh fagosit mononuklear adalah d monosit (di dalam darah) dan jika e f bermigrasi ke jaringan akan berperan Sumber: www.sandurezu.wordpress.com sebagai makrofag. Contoh fagosit Gambar 11.4 Proses fagositosis polimorfonuklear adalah granulosit, yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, dan cell mast (mastosit). Sel-sel fagosit ini akan bekerja sama setelah memperoleh sinyal kimiawi dari jaringan yang terinfeksi patogen. Penjelasan mengenai proses fagositosis sebagai berikut. Perhatikan pula Gambar 11.4! a) Pengenalan (recognition), mikrobia atau partikel asing terdeteksi oleh sel-sel fagosit. b) Pergerakan (chemotaxis), setelah suatu partikel mikrobia dikenali, sel fagosit akan bergerak menuju partikel tersebut. Pada proses ini mikrobia atau partikel asing mengeluarkan zat yang dapat memikat sel hidup seperti fagosit untuk menghampirinya. c) Perlekatan (adhesion), setelah sel fagosit bergerak menuju partikel asing, partikel tersebut akan melekat dengan reseptor pada membran sel fagosit. d) Penelanan (ingestion), ketika partikel asing telah berikatan dengan reseptor di membran plasma sel fagosit, membran plasma sel fagosit akan menyelubungi seluruh permukaan partikel asing dan menelan- nya ke sitoplasma dalam sebuah gelembung mirip vakuola yang disebut fagosom. Biologi Kelas XI 259

e) Pencernaan (digestion), lisosom yang berisi enzim-enzim penghancur seperti acid hydrolase dan peroksidase, berfusi dengan fagosom membentuk fagolisosom. Enzim-enzim tersebut mencerna seluruh permukaan partikel asing sampai hancur. Setelah infeksi ter- tanggulangi, beberapa neutrofil dan sel fagosit lain akan mati ber- samaan dengan matinya sel-sel tubuh dan patogen. Sel-sel fagosit yang masih hidup maupun yang sudah mati serta sel-sel tubuh yang rusak selanjutnya akan membentuk nanah. Terbentuknya nanah merupakan indikator bahwa infeksi telah sembuh. f) Pengeluaran (releasing), produk sisa partikel asing yang tidak dicerna akan dikeluarkan oleh sel fagosit. 4) Protein Antimikrobia Salah satu jenis protein yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh nonspesifik yaitu protein komplemen. Protein komplemen membunuh bakteri penginfeksi dengan cara membentuk lubang pada dinding sel dan membran plasma bakteri tersebut. Hal ini mengakibatkan 2+ ion-ion Ca keluar dari sel bakteri. Sementara itu, cairan dan garam- garam dari luar bakteri akan masuk ke sel bakteri. Masuknya cairan dan garam mengakibatkan sel bakteri hancur. Perhatikan Gambar 11.5! Protein komplemen Garam-garam « « Bakteri Cairan Protein komplemen Cairan dan garam- Sel bakteri hancur membentuk lubang di garam masuk ke sel dinding sel dan membran bakteri plasma sel bakteri Sumber: Biology, S.S Mader Gambar 11.5 Mekanisme penghancuran bakteri oleh protein komplemen Jenis protein lain yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh nonspesifik yaitu interferon. Interferon dihasilkan oleh sel-sel yang terinfeksi oleh virus. Senyawa tersebut dihasilkan ketika virus memasuki tubuh tidak melalui pembuluh darah, melainkan melalui kulit dan selaput lendir. Interferon selanjutnya akan berikatan dengan sel-sel yang tidak terinfeksi. Sel-sel yang telah berikatan dengan interferon akan membentuk zat yang mampu mencegah replikasi virus. Dengan demikian, serangan virus dapat dicegah. b. Sistem Pertahanan Tubuh Spesifik Sistem pertahanan tubuh spesifik merupakan pertahanan tubuh terhadap patogen tertentu yang masuk ke tubuh. Sistem ini bekerja apabila patogen telah berhasil melewati sistem pertahanan tubuh nonspesifik. Sistem pertahanan tubuh spesifik disebut juga dengan sistem kekebalan tubuh atau sistem imun. Sistem kekebalan tubuh melibatkan peran limfosit dan antibodi. 260 Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

1) Limfosit Limfosit terdiri atas dua tipe, yaitu limfosit B (sel B) dan limfosit T (sel T). a) Sel B Proses pembentukan dan pematangan sel B terjadi di sumsum tulang. Sel B berperan dalam pembentukan kekebalan humoral dengan membentuk antibodi. Sel B dapat dibedakan menjadi tiga jenis berikut. (1) Sel B plasma, berfungsi membentuk antibodi. (2) Sel B pengingat, berfungsi mengingat antigen yang pernah masuk ke tubuh serta menstimulasi pembentukan sel B plasma jika terjadi infeksi kedua. (3) Sel B pembelah, berfungsi membentuk sel B plasma dan sel B pengingat. b) Sel T Proses pembentukan sel T terjadi di sumsum tulang dan proses pematangannya terjadi di kelenjar timus. Sel T berperan dalam pembentukan kekebalan seluler yaitu dengan cara menyerang sel penghasil antigen secara langsung. Sel T juga ikut membantu produksi antibodi oleh sel B plasma. Sel T dapat dibedakan menjadi tiga jenis berikut. (1) Sel T pembunuh, berfungsi menyerang patogen yang masuk ke tubuh, sel tubuh yang terinfeksi, serta sel kanker secara langsung. (2) Sel T pembantu, berfungsi menstimulasi pembentukan jenis sel T lainnya dan sel B plasma serta mengaktivasi makrofag untuk melakukan fagositosis. (3) Sel T supresor, berfungsi menurunkan dan menghentikan respons imun dengan cara menurunkan produksi antibodi dan mengurangi aktivitas sel T pembunuh. Sel T supresor akan bekerja setelah infeksi berhasil ditangani. 2) Antibodi (Immunoglobulin/Ig) Antibodi akan dibentuk oleh tubuh ketika ada antigen yang masuk ke tubuh. Antigen merupakan senyawa protein yang terdapat pada patogen sel asing atau sel kanker. Antibodi disebut juga immunoglobulin atau serum protein globulin, karena berfungsi untuk melindungi tubuh melalui proses kekebalan (immune). Antibodi merupakan senyawa protein yang berfungsi melawan antigen dengan cara mengikat antigen tersebut. Selanjutnya, sel asing yang antigennya telah diikat oleh antibodi akan ditangkap dan dihancurkan oleh makrofag. Suatu antibodi bekerja secara spesifik untuk antigen tertentu. Contoh antibodi cacar hanya bekerja untuk antigen cacar. Oleh karena jenis antigen pada setiap kuman penyakit bersifat spesifik maka diperlukan antibodi yang berbeda untuk jenis kuman yang berbeda. Dengan demikian, diperlukan berbagai jenis antibodi untuk melindungi tubuh dari berbagai kuman penyakit. Biologi Kelas XI 261

Antibodi tersusun dari dua macam rantai polipeptida yang identik, yaitu dua rantai ringan dan dua rantai berat. Keempat rantai pada molekul antibodi tersebut dihubungkan satu sama lain oleh ikatan disulfida dan bentuk molekulnya seperti huruf Y. Setiap lengan dari molekul tersebut memiliki tempat pengikatan antigen. Perhatikan Gambar 11.6 di bawah ini! Rantai ringan Tempat perlekatan antigen Rantai berat Rantai ringan Sumber: Biology, Raven dan Johnson Gambar 11.6 Struktur antibodi Beberapa cara kerja antibodi dalam menginaktivasi antigen sebagai berikut. a) Netralisasi (menghalangi tempat pengikatan virus, membungkus bakteri dan atau opsonisasi). b) Aglutinasi partikel yang mengandung antigen, seperti mikrobia. c) Presipitasi (pengendapan) antigen yang dapat larut. d) Fiksasi komplemen (aktivasi komplemen). Antibodi dapat dibedakan menjadi lima tipe, yaitu IgM, IgG, IgA, IgD, dan IgE. Karakteristik dari kelima tipe antibodi tersebut dapat dilihat dalam Tabel 11.2. 262 Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

Tabel 11.2 Tipe-Tipe Antibodi Beserta Karakteristiknya No. Tipe Antibodi Karakteristik 1. IgM Antibodi ini dilepaskan ke aliran darah saat terjadi infeksi yang pertama kali (respons kekebalan primer). 2. IgG Antibodi ini paling banyak terdapat di dalam darah dan diproduksi saat terjadi infeksi kedua (respons kekebalan sekunder). IgG juga mengalir melalui plasenta dan memberi kekebalan pasif dari ibu kepada janin. 3. IgA Antibodi ini dapat ditemukan dalam air mata, air ludah, keringat, dan membran mukosa. IgA berfungsi mencegah infeksi pada permukaan epitelium. IgA juga terdapat dalam kolostrum yang berfungsi mencegah kematian bayi akibat infeksi saluran pencernaan. 4. IgD Antibodi ini ditemukan pada permukaan limfosit B sebagai reseptor dan berfungsi merangsang pembentukan antibodi oleh sel B plasma. 5. IgE Antibodi ini ditemukan terikat pada basofil di dalam sirkulasi darah dan cell mast (mastosit) di dalam jaringan yang berfungsi memengaruhi sel untuk melepaskan histamin dan terlibat dalam reaksi alergi. 2. Respons Kekebalan terhadap Antigen Respons kekebalan tubuh terhadap antigen dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu kekebalan humoral (antibody-mediated immunity) dan kekebalan yang diperantai sel (cell-mediated immunity) atau sering juga disebut kekebalan seluler. a. Kekebalan Humoral Kekebalan humoral melibatkan aktivitas sel B dan antibodi yang beredar dalam cairan darah dan limfe. Ketika suatu antigen masuk ke tubuh untuk pertama kalinya, sel B pembelah akan membentuk sel B plasma dan sel B pengingat. Sel B plasma akan menghasilkan antibodi yang berfungsi mengikat antigen. Dengan demikian, makrofag akan lebih mudah menangkap dan menghancurkan patogen. Setelah infeksi berakhir, sel B plasma akan mati, sedangkan sel B pengingat akan tetap hidup dalam waktu lama. Serangkaian respons terhadap patogen ini disebut respons kekebalan primer. Pemberian antigen A yang kedua dan antigen B yang pertama Respons sekunder pada antigen A Konsentrasi Antibodi A yang pertama Respons primer Pemberian antigen Respons primer pada antigen A pada antigen B Waktu (Hari) Sumber: Biology, Campbell, Reece, dan Mitchell Gambar 11.7 Grafik perbedaan antara respons kekebalan primer dengan kekebalan sekunder Biologi Kelas XI 263

Apabila antigen yang sama masuk kembali ke tubuh, sel B pengingat akan mengenalinya dan menstimulasi pembentukan sel B plasma. Sel B plasma berfungsi memproduksi antibodi. Respons tersebut dinamakan respons kekebalan sekunder. Respons kekebalan sekunder terjadi lebih cepat dan konsentrasi antibodi yang dihasilkan lebih besar dibandingkan pada respons kekebalan primer. Hal ini dikarenakan adanya memori imunologi, yaitu kemampuan sistem imun untuk mengenali antigen yang pernah masuk ke tubuh. b. Kekebalan Seluler Kekebalan seluler melibatkan sel T yang bertugas menyerang sel-sel asing atau jaringan tubuh yang terinfeksi secara langsung. Ketika sel T pembunuh kontak dengan antigen pada permukaan sel asing, sel T pembunuh akan menyerang dan menghancurkannya dengan cara merusak membran sel asing. Apabila infeksi telah berhasil ditangani, sel T supresor akan menghentikan respons kekebalan dengan cara menghambat aktivitas sel T pembunuh dan membatasi produksi antibodi. Anda telah mempelajari mengenai mekanisme pertahanan tubuh terhadap suatu jenis penyakit. Sekarang, lakukan kegiatan berikut untuk memeragakan mekanisme pertahanan tubuh. Memeragakan Mekanisme Pertahanan Tubuh 1. Bacalah kembali dengan cermat materi mengenai mekanisme pertahanan tubuh terhadap suatu penyakit. 2. Catatlah komponen-komponen yang terlibat dalam mekanisme pertahanan tubuh. 3. Ajaklah teman-teman dalam kelompok Anda untuk bermain peran sebagai salah satu komponen yang telibat dalam sistem pertahanan tubuh. Sebagai contoh, siswa A berperan sebagai antibodi, siswa B berperan sebagai limfosit B, siswa C berperan sebagai limfosit T, dan seterusnya. Selanjutnya, peragakan mekanisme pertahanan tubuh sesuai dengan perannya masing-masing. Hati-hati saat melakukan kegiatan role play. Jangan sampai bertabrakan dengan teman Anda. 4. Setelah melakukan kegiatan tersebut, diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut. a. Bagaimana mekanisme pertahanan tubuh berdasarkan kegiatan role play yang telah Anda lakukan? b. Komponen-komponen apa saja yang terlibat dalam mekanisme pertahanan tubuh? c. Apa yang akan terjadi jika salah satu komponen yang terlibat dalam mekanisme pertahanan tubuh mengalami kerusakan? Jangan lupa untuk menerapkan sikap saling menghormati dan menghargai pendapat orang lain serta berani mengemukakan argumentasi secara ilmiah dan sopan. 5. Tulislah hasil kegiatan Anda dalam format laporan yang meliputi judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan. 6. Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas. 264 Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

Mikroorganisme patogen banyak terdapat di lingkungan sekitar. Mikro- organisme tersebut jika masuk ke tubuh dapat mengakibatkan penyakit. Namun, jika sistem kekebalan tubuh dalam keadaan baik, mikroorganisme patogen yang masuk ke tubuh tidak akan mengakibatkan penyakit. Berdasarkan materi yang telah Anda baca, bagaimana tindakan Anda untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit? 1. Jelaskan istilah-istilah berikut! a. Interferon b. Antigen c. Antibodi 2. Jelaskan perbedaan antara sistem pertahanan tubuh nonspesifik dan sistem pertahanan tubuh spesifik! 3. Apakah yang dimaksud dengan memori imunologi? 4. Jelaskan perbedaan antara kekebalan humoral dan kekebalan seluler! 5. Tuliskan tiga kegunaan reaksi inflamasi bagi sistem pertahanan tubuh! B. Jenis-Jenis Kekebalan dan Gangguan pada Sistem Pertahanan Tubuh Penyakit yang disebabkan oleh patogen dapat dicegah dengan mekanisme kekebalan tubuh atau pertahanan tubuh yang terdapat dalam sistem imun. Mekanisme pertahanan ini dapat berjalan dengan baik karena kerja sama yang sangat teratur antara komponen-komponen yang terlibat di dalamnya. Namun, jika keseimbangan yang rumit ini terganggu dapat mengakibatkan beberapa kasus seperti alergi dan penyakit autoimunitas. Bagaimana cara tubuh memperoleh kekebalan? Untuk mengetahui jawabannya, lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut. Menganalisis Jenis Kekebalan yang Diperoleh Melalui Imunisasi 1. Carilah informasi mengenai imunisasi dengan berkunjung ke puskesmas atau rumah sakit. 2. Bertanyalah kepada petugas kesehatan mengenai jenis, cara, serta tujuan dilakukannya vaksinasi kepada anak-anak dan orang dewasa. 3. Catatlah informasi yang Anda peroleh dalam buku tugas Anda. Biologi Kelas XI 265

4. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut untuk memperluas wawasan Anda. a. Apa yang dimaksud dengan imunisasi? b. Jenis kekebalan apa yang diperoleh dengan cara vaksinasi? c. Apa saja jenis-jenis vaksinasi berdasarkan data yang Anda peroleh? Jelaskan tujuan dan cara pemberian vaksinasi tersebut! d. Jika seseorang sudah terkena penyakit campak sebelum divaksinasi campak, perlukah orang tersebut divaksinasi campak? Mengapa? e. Jenis kekebalan apa yang diperoleh setelah mengalami sakit akibat infeksi kuman? f. Jenis kekebalan apa yang diperoleh bayi dari ibunya? 5. Kumpulkan hasil tugas Anda kepada Bapak atau Ibu Guru. Berdasarkan tugas di atas, Anda telah mengetahui tentang imunisasi. Menurut Dewi (2012), imunisasi merupakan bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam menurunkan angka kematian bayi dan balita. Dengan imunisasi, berbagai penyakit seperti TBC, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, poliomielitis, dan campak dapat dicegah. Imunisasi merupakan salah satu cara tubuh memperoleh kekebalan. Apa saja jenis-jenis kekebalan tubuh berdasarkan cara memperolehnya? Simaklah uraian berikut untuk mengetahui jawabannya. 1. Jenis-Jenis Kekebalan Tubuh Berdasarkan cara memperolehnya, kekebalan tubuh digolongkan menjadi dua kelompok yaitu kekebalan aktif dan kekebalan pasif. a. Kekebalan Aktif Kekebalan aktif merupakan kekebal- an yang dihasilkan oleh tubuh itu sendiri. Kekebalan ini dapat diperoleh secara alami dan secara buatan. Kekebalan aktif Pengetahuan tentang sistem alami diperoleh setelah seseorang pertahanan tubuh diaplikasikan mengalami sakit akibat infeksi suatu dalam bidang kesehatan yaitu penemuan vaksin dan interferon. kuman penyakit. Setelah sembuh dari Anda telah cukup mengenal sakit, orang tersebut akan menjadi kebal mengenai vaksinasi. Nah, untuk terhadap penyakit tersebut. Sebagai mengetahui tentang interferon contoh, orang yang pernah sakit campak bacalah artikel dalam alamat website http://goo.gl/d3lx7A. tidak akan terkena penyakit tersebut Setelah membaca artikel untuk kedua kalinya. tersebut, kembangkan pola pikir Adapun kekebalan aktif buatan ilmiah Anda untuk menciptakan diperoleh melalui imunisasi misalnya produk-produk inovatif yang berguna bagi kehidupan manusia. dengan pemberian vaksin (vaksinasi). Vaksin merupakan siapan antigen yang diberikan secara oral (melalui mulut) atau melalui suntikan untuk merangsang mekanisme pertahanan tubuh terhadap patogen. Vaksin dapat berupa suspensi mikroorganisme yang telah dilemahkan atau dimatikan. Vaksin juga dapat berupa toksoid atau ekstrak antigen dari suatu patogen yang telah dilemahkan. Vaksin yang dimasukkan ke tubuh akan menstimulasi pembentukan antibodi untuk melawan antigen. Akibatnya, tubuh akan menjadi kebal terhadap penyakit jika suatu saat penyakit tersebut menyerang. 266 Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

Berikut ini beberapa vaksin yang telah ditemukan oleh beberapa ilmuwan. 1) Vaksin cacar air, ditemukan oleh Edward Jenner (1796). 2) Vaksin rabies, ditemukan oleh Louis Pasteur (1885). 3) Vaksin polio, ditemukan oleh Jonas Salk (1954). 4) Vaksin oral, ditemukan oleh Albert Sabin (1992). b. Kekebalan Pasif Kekebalan pasif merupakan kekebalan yang diperoleh setelah menerima antibodi dari luar. Kekebalan ini dapat diperoleh secara alami dan buatan. Kekebalan pasif alami dapat ditemukan pada bayi setelah menerima antibodi dari ibunya melalui plasenta saat masih berada di dalam kandungan. Jenis kekebalan ini juga dapat diperoleh dengan pemberian air susu pertama (kolostrum) yang mengandung banyak antibodi. Sementara itu, kekebalan pasif buatan diperoleh dengan cara menyuntik- kan antibodi yang diekstrak dari satu individu ke tubuh orang lain sebagai serum. Kekebalan pasif ini berlangsung singkat, tetapi berguna untuk penyembuhan secara cepat. Contoh pemberian serum antibisa ular kepada orang yang dipatuk ular berbisa. 2. Gangguan pada Sistem Pertahanan Tubuh Sistem pertahanan tubuh dapat mengalami gangguan mulai dari yang ringan seperti alergi hingga kasus yang serius seperti penyakit autoimunitas dan penyakit defisiensi kekebalan. Sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai gangguan pada sistem pertahanan tubuh, lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut. Mengidentifikasi Gangguan dan Kelainan yang Menyerang Sistem Pertahanan Tubuh 1. Carilah informasi dari berbagai sumber mengenai berbagai jenis gangguan dan kelainan yang menyerang sistem pertahanan tubuh. 2. Catatlah informasi-informasi penting yang Anda peroleh. 3. Ajaklah teman Anda untuk berdiskusi dengan menerapkan sikap mau bekerja sama dan cinta damai untuk menyelesaikan permasalahan- permasalahan berikut. a. Apa yang dimaksud dengan penyakit imunodefisiensi? b. Apa yang dimaksud dengan penyakit autoimunitas? Sebutkan contoh-contoh penyakit autoimunitas! c. Apa yang dimaksud dengan alergi? Bagaimana mekanisme terjadinya alergi? 4. Tuliskan hasil kegiatan kelompok Anda dalam format laporan yang meliputi judul, tujuan, hasil kegiatan dan diskusi, serta kesimpulan. 5. Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas. Biologi Kelas XI 267

Berdasarkan kegiatan tersebut, Anda telah memahami beberapa jenis gangguan pada sistem pertahanan tubuh. Untuk lebih memahaminya, simaklah uraian materi berikut ini. a. Alergi Alergi atau hipersensitivitas adalah suatu respons imun yang berlebihan terhadap suatu senyawa yang masuk ke tubuh. Senyawa yang dapat menimbulkan alergi disebut alergen. Alergen dapat berupa debu, serbuk sari, gigitan serangga, rambut kucing, dan jenis makanan tertentu misal udang. Proses terjadinya alergi diawali dengan masuknya alergen ke tubuh. Alergen tersebut akan merangsang sel-sel B plasma untuk menyekresikan antibodi IgE. Alergen yang masuk ke tubuh pertama kali tidak akan menimbul- kan gejala alergi. Namun, IgE yang terbentuk akan berikatan dengan mastosit. Akibatnya, ketika alergen masuk ke tubuh untuk kedua kalinya, alergen akan terikat pada IgE yang telah berikatan dengan mastosit. Keadaan ini mengakibatkan mastosit melepaskan histamin yang berperan dalam proses pembesaran dan peningkatan permeabilitas pembuluh darah (inflamasi). Respons inflamasi ini mengakibatkan timbulnya gejala alergi, misal bersin, kulit terasa gatal, mata berair, hidung berlendir, dan kesulitan bernapas. Pemberian antihistamin dapat menghentikan gejala alergi. b. Autoimunitas Autoimunitas merupakan gangguan pada sistem pertahanan tubuh saat antibodi yang diproduksi justru menyerang sel-sel tubuh sendiri karena tidak mampu membedakan sel tubuh sendiri dengan sel asing. Autoimunitas dapat disebabkan oleh gagalnya proses pematangan sel T di kelenjar timus. Autoimunitas dapat mengakibatkan beberapa kelainan yaitu diabetes melitus, myasthenia gravis, addison’s disease, lupus, dan radang sendi. c. AIDS AIDS (Acquired Immunodeficiency Syn- drome) merupakan kumpulan berbagai RNA Glikoprotein penyakit yang disebabkan oleh melemah- nya sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini Reverse transcriptase disebabkan oleh infeksi HIV (Human Im- munodeficiency Virus). Struktur HIV dapat dilihat pada Gambar 11.8. Virus tersebut Protein menyerang sel T pembantu yang ber- fungsi menstimulasi pembentukan jenis Membran lemak sel T lainnya dan sel B plasma. Hal ini Sumber: New Understanding Biology, Glenn dan Susan Toole mengakibatkan kemampuan tubuh Gambar 11.8 Struktur HIV melawan kuman penyakit menjadi berkurang. Sel T pembantu menjadi target utama HIV karena pada permukaan selnya terdapat molekul CD4 sebagai reseptor. Infeksi dimulai ketika molekul glikoprotein (gp120) yang terdapat pada permukaan HIV menempel ke reseptor CD4 pada permukaan sel T pembantu. Virus tersebut kemudian masuk ke sel T pembantu secara endositosis dan memulai replikasi (memper- 268 Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

banyak diri). Selanjutnya, virus-virus baru keluar dari sel T yang terinfeksi secara eksositosis atau dengan cara melisiskan sel. Perhatikan proses infeksi HIV pada sel T melalui Gambar 11.9! Sel T Sel T HIV HIV Molekul CD4 Sumber: New Understanding Sumber: Biology, S.S. Mader Biology, Glenn dan Susan Toole Gambar 11.9 Infeksi HIV pada sel T Jumlah sel T pada orang normal 3 sekitar 1.000 sel/mm darah, sedangkan pada penderita AIDS jumlah sel T-nya 3 hanya sekitar 200 sel/mm . Kondisi ini Untuk memperdalam wawas- mengakibatkan penderita AIDS mudah an Anda mengenai gangguan yang menyerang sistem kekebalan terserang berbagai penyakit, misal TBC, tubuh, pelajari materi dari artikel meningitis, kanker darah, dan melemah- dalam alamat website berikut. nya ingatan sehingga dapat mengakibat- 1. http://goo.gl/ZEkDD3 kan kematian. 2. http://goo.gl/fwcn0T Catatlah informasi-informasi penting di dalam buku catatan Anda. 1. Pemberian vaksin masih menjadi pro dan kontra. Sebagian orang beranggapan bahwa pemberian vaksin tidak perlu dilakukan karena di dalam tubuh sudah terdapat sistem pertahanan tubuh. Namun, sebagian orang beranggapan bahwa pemberian vaksin sangat perlu dilakukan untuk menghindari dampak-dampak yang tidak diharapkan. Bagaimana menurut pendapat Anda? Apa yang akan Anda lakukan jika Anda belum pernah divaksinasi? 2. Sistem imun dapat mengalami gangguan salah satunya penyakit imunodefisiensi misalnya AIDS. AIDS dapat menular melalui cairan tubuh seperti darah. Jika di lingkungan sekitar Anda terdapat penderita AIDS, apa yang akan Anda lakukan terhadap penderita AIDS tersebut? Biologi Kelas XI 269

1. Mengapa orang yang mengidap addison’s disease kadar gula dalam darahnya menurun? 2. Jelaskan proses terjadinya alergi pada tubuh! 3. Salah satu cara mendapatkan kekebalan aktif buatan adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi dapat dilakukan secara oral maupun dengan menyuntikkan antigen sehingga dapat merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh. Jelaskan tiga sumber antigen yang dapat dijadikan vaksin! 4. Perhatikan grafik berikut! Pemberian antigen A yang kedua dan antigen B yang pertama Respons sekunder pada antigen A Konsentrasi Antibodi A yang pertama Respons primer Pemberian antigen Respons primer pada antigen A pada antigen B Waktu (Hari) Jelaskan respons kekebalan yang terjadi berdasarkan grafik tersebut! Penyebaran penyakit AIDS semakin merajalela di kalangan masyarakat Indonesia terutama pada remaja. Penularan penyakit AIDS mayoritas diakibatkan oleh pergaulan remaja yang semakin tidak terkendali, misalnya melalui seks bebas ataupun penggunaan jarum suntik obat-obatan psikotropika. Namun, pemahaman masyarakat tentang AIDS dan penyebarannya masih terbatas. Anda telah mempelajari mengenai seluk-beluk penyakit AIDS. Oleh karena itu, tunjukkanlah peran aktif Anda untuk ikut serta dalam memerangi penyebaran AIDS. Salah satu kegiatan yang dapat Anda lakukan adalah dengan membuat video kampanye dengan tema ”Perangi AIDS”. Setelah itu, sosialisasikan karya yang Anda buat di lingkungan sekolah dan masyaralat. Selanjutnya, kumpulkan video Anda dan laporan hasil sosialisasi tersebut kepada Bapak atau Ibu Guru untuk dinilai. 270 Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

1. Sistem pertahanan tubuh diperlukan dalam menjaga tubuh agar tidak terinfeksi oleh kuman penyakit. Sistem pertahanan tubuh pada manusia dibedakan menjadi sistem pertahanan tubuh spesifik dan sistem pertahanan tubuh nonspesifik. 2. Sistem pertahanan tubuh secara spesifik dengan pembentukan antibodi oleh sel B dan sel T yang secara langsung menyerang sel penghasil antigen. 3. Sistem pertahanan tubuh nonspesifik terdiri atas pertahanan di permukaan tubuh atau organ, inflamatori, dan protein komplemen. 4. Kekebalan aktif dapat diperoleh setelah mengalami sakit atau pemberian vaksin. Kekebalan pasif diperoleh sejak dalam kandungan (berasal dari sistem imun ibu) dan dari kolostrum. 5. Mikroorganisme penyebab penyakit dapat dikenali dari antigen yang terdapat pada membran plasmanya dan dapat dimatikan dengan pembentukan antibodi. 6. HIV dapat menyerang sistem imun manusia dan dalam jangka waktu lama akan menimbulkan penyakit AIDS. 2. Perhatikan grafik perubahan konsen- A. Pilihlah jawaban yang tepat! trasi sel T pada penderita AIDS berikut! 1. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut! 1) Respons kekebalan humoral me- libatkan peran sel B pengingat. Konsentrasi sel T dalam darah (sel/mm 3 ) 2) Respons kekebalan humoral me- libatkan makrofag untuk melawan antigen. 3) Respons kekebalan seluler meng- Waktu (tahun) hancurkan antigen dengan melibat- Pernyataan berikut yang sesuai dengan kan makrofag. grafik adalah . . . 4) Respons kekebalan seluler me- a. Jumlah sel T berkurang seiring nyerang antigen dengan mem- bertambahnya waktu infeksi. bentuk antibodi. b. Jumlah sel T bertambah seiring Pernyataan yang tepat mengenai sistem bertambahnya waktu infeksi. kekebalan tubuh ditunjukkan oleh c. Infeksi virus HIV tidak memengaruhi nomor . . . . jumlah sel T dalam darah. a. 1) dan 2) d. 2) dan 4) d. Pada awal infeksi HIV, jumlah sel b. 1) dan 3) e. 3) dan 4) T turun drastis. c. 2) dan 3) e. Seiring bertambahnya waktu infeksi, jumlah sel T semakin normal. Biologi Kelas XI 271

3. Perhatikan tabel berikut! b. merangsang limfosit untuk mem- bentuk antibodi No. Tipe Limfosit Fungsi c. membentuk lubang pada mem- I. Sel B plasma Mengingat anti- bran plasma bakteri gen yang masuk d. menonaktifkan antigen pada per- ke tubuh mukaan sel bakteri II. Sel B pembelah Memproduksi antibodi e. memberikan sinyal pada makrofag III. Sel T pembunuh Menyerang pato- untuk memfagosit bakteri gen secara lang- 6. Ketika ada patogen dari jenis yang sung sama menyerang tubuh, sel B pengingat IV. Sel T supresor Menghentikan respons imun akan menstimulasi sel B pembelah V. Sel T pembantu Membentuk sel B untuk membentuk sel B plasma. pembelah Selanjutnya, sel B plasma akan mem- bentuk antibodi untuk melawan Pasangan yang tepat antara jenis patogen tersebut. Peristiwa tersebut limfosit dengan fungsinya ditunjukkan menunjukkan mekanisme . . . . oleh nomor . . . . a. respons imun primer a. I dan III d. II dan V b. respons imun seluler b. I dan V e. III dan IV c. respons imun sekunder c. II dan IV d. respons pertahanan spesifik 4. Antibodi ini banyak ditemukan dalam e. respons pertahanan nonspesifik keringat dan berfungsi untuk men- 7. Perhatikan pernyataan-pernyataan cegah infeksi pada epitelium. Gambar berikut! yang menunjukkan struktur antibodi 1) Enzim lisozim diproduksi untuk yang dimaksud yaitu . . . . menghidrolisis dinding sel bakteri. a. d. 2) Partikel berbahaya diperangkap dalam lendir. 3) Mastosit mengeluarkan histamin dan prostaglandin. 4) Sel-sel fagosit memakan patogen. 5) Interferon mencegah virus b. e. bereplikasi. Pernyataan yang berhubungan dengan reaksi inflamasi ditunjukkan oleh c. nomor . . . . a. 1) dan 2) d. 3) dan 4) b. 1) dan 3) e. 4) dan 5) c. 2) dan 3) 8. Alergi merupakan respons imun yang berlebihan terhadap senyawa yang 5. Protein komplemen berperan penting masuk ke tubuh. Untuk menghentikan dalam sistem pertahanan tubuh. gejala alergi dapat dilakukan dengan Senyawa ini membunuh bakteri pemberian . . . . penginfeksi dengan cara . . . . a. vitamin d. antihistamin a. menimbulkan respons peradangan b. penisilin e. antiinterferon (inflamasi) c. parasetamol 272 Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

9. Lupus merupakan penyakit autoimu- 6. Saluran pernapasan merupakan nitas yang terjadi akibat . . . . saluran yang berhubungan langsung a. antibodi menyerang otot lurik dengan lingkungan luar. Lingkungan b. serangan virus terhadap sel T luar merupakan tempat bermacam- c. antibodi menyerang kelenjar macam mikrobia yang dapat mem- adrenal bahayakan tubuh. Bagaimana meka- d. antibodi menyerang sel-sel pe- nisme tubuh untuk melindungi organ- nyusun sendi organ pernapasan dari mikrobia? e. peradangan oleh senyawa kimia 7. Jelaskan mekanisme pertahanan yang hasil sekresi sel fagosit terjadi saat ada virus yang masuk ke 10. Tubuh memproduksi berbagai jenis tubuh melalui kulit atau selaput lendir! antibodi karena . . . . 8. Seorang bayi yang memiliki Rh positif a. antibodi tidak dapat bekerja untuk dilahirkan dari seorang ibu yang kedua kalinya b. antigen pada setiap patogen memiliki Rh negatif. Setelah kelahiran anaknya tersebut, ibu tersebut di- bersifat spesifik c. beberapa antibodi ditujukan vaksinasi secara pasif dengan antibodi terhadap faktor Rh tersebut. Dua tahun untuk satu jenis antigen d. satu jenis antigen dapat mengalah- kemudian ibu tersebut melahirkan anak kedua yang sehat dan memiliki Rh kan beberapa antibodi e. setelah melawan antigen, antibodi positif. Menurut Anda, bagaimana antibodi yang diberikan setelah langsung dikeluarkan oleh tubuh kelahiran anak pertama melindungi bayi kedua? Apakah ibunya harus B. Kerjakan soal-soal berikut! diberikan antibodi terhadap faktor Rh sekali lagi? Mengapa perlu dilakukan 1. Mengapa ketika kulit kita digigit serangga dan tidak perlu dilakukan? tidak lama kemudian bekas gigitan tersebut menjadi bengkak dan merah? 9. Laju infeksi HIV semakin meningkat dari waktu kewaktu. Oleh karena itu, 2. Jelaskan mengenai proses imunisasi! diperlukan sikap kepedulian terhadap Bagaimana imunisasi dapat membantu penularan HIV. Bagaimana sikap terbentuknya antibodi? kepedulian Anda terhadap penularan 3. Bagaimana sel T pembunuh bekerja HIV? mengatasi sel patogen pada mekanisme 10. Sebelum ditemukannya vaksin, penyakit cell-mediated immunity? polio merupakan salah satu penyakit 4. Mengapa respons kekebalan sekunder yang sangat ditakuti karena dapat terjadi lebih cepat dan konsentrasi mengakibatkan kerusakan saraf. Saat antibodi yang dihasilkan lebih besar ini, baik vaksin virus polio hidup yang dibandingkan pada respons kekebalan dilemahkan dan diberikan secara oral primer? maupun vaksin virus polio yang diinaktivasi (dimatikan) dan diberikan 5. Mengapa respons imun harus dihenti- melalui suntikan sudah tersedia. kan apabila infeksi telah berhasil ditangani? Biologi Kelas XI 273

Pemberian vaksin oral lebih populer serta orang-orang yang berinteraksi dan terbukti mampu mengendalikan dengan seseorang yang baru diberi penyakit polio di seluruh dunia. vaksin. Namun, secara statistik, Namun, virus hidup dapat bermutasi peluang terserang penyakit polio tetap menjadi bentuk yang lebih virulen. rendah yaitu 1 dalam 12 juta orang. Setiap tahun, kira-kira 10 orang di Bagaimana pendapat Anda? Apakah Amerika Serikat terserang polio Anda beranggapan bahwa risiko paralisis yang terkait dengan vaksin. tersebut dapat diterima apabila Sebagian besar penderita tersebut dibandingkan dengan keuntungan justru sebelumnya adalah orang-orang vaksinasi oral? yang sehat kemudian diberi vaksin Tubuh manusia dapat terserang berbagai penyakit disebabkan oleh mikro- organisme yang terdapat di lingkungan. Oleh karena itu, Tuhan menganugerahi tubuh kita dengan suatu sistem pertahanan tubuh untuk menangkal berbagai jenis penyakit. Meskipun sudah dianugerahi suatu sistem pertahanan, kita tetap harus menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari serangan penyakit. Inilah salah satu wujud rasa syukur kita terhadap anugerah Tuhan yang tidak ternilai harganya. Tidak hanya itu, Tuhan juga telah menganugerahi pola pikir ilmiah sehingga dapat diciptakan produk-produk inovatif. Sebagai contoh dalam bidang kedokteran, telah ditemukan beberapa teknologi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Teknologi tersebut di antaranya vaksinasi dan interferon. Dengan adanya penemuan teknologi tersebut, dapat memicu manusia untuk lebih berkarya menemukan suatu teknologi baru. Oleh karena itu, sudah sepantasnya Anda bersyukur kepada Tuhan karena telah dianugerahi pola pikir ilmiah. Wujudkan rasa syukur Anda dengan cara mau bekerja keras dan berpikir kreatif untuk menciptakan produk-produk yang bermanfaat bagi kehidupan. 274 Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

A. Pilihlah jawaban yang tepat! Gangguan ini merupakan hasil dari ketidakseimbangan hormon. Hormon 1. Mengapa karbon dioksida dalam asap apakah yang terlibat? sisa pembakaran kendaraan berbahaya a. Insulin d. Adrenalin bagi manusia? b. Glukagon e. Somatotropin a. Dapat mengakibatkan kanker c. Tiroksin paru-paru. 4. Bernapas dapat dilakukan melalui b. Mengakibatkan kecanduan. mulut atau hidung. Akan tetapi, c. Mematikan sel-sel yang melapisi sebaiknya kita bernapas melalui hidung trakea. karena . . . . d. Bersaing dengan oksigen untuk a. bernapas selain melalui hidung bergabung dengan hemoglobin. dapat mengakibatkan tersedak e. Dapat mengakibatkan penyempit- b. di dalam hidung udara akan an saluran pernapasan. disaring dari kotoran dan debu 2. Perhatikan jenis-jenis kelainan pada c. dalam hidung terdapat lendir yang mata berikut! mengatur suhu dan kelembapan 1) Lensa mata terlalu cembung. udara 2) Lensa mata terlalu pipih. d. udara yang bercampur dengan 3) Bola mata terlalu pendek. lendir di hidung dapat membersih- 4) Bola mata terlalu panjang. kan tenggorokan 5) Bayangan jatuh di depan retina. e. dalam hidung terdapat saraf pen- Penyebab kelainan miopi ditunjukkan ciuman sehingga dapat mendeteksi adanya bau oleh nomor . . . . a. 1), 2), dan 3) d. 2), 4), dan 5) 5. Cermati pernyataan-pernyataan berikut! b. 1), 4), dan 5) e. 3), 4), dan 5) 1) Volume paru-paru berkurang. c. 2), 3), dan 4) 2) Otot diafragma berkontraksi. 3) Otot interkostal internal berelak- 3. Gambar di bawah menunjukkan sasi. seorang laki-laki yang menderita suatu 4) Tekanan udara di dalam paru-paru gangguan. lebih besar daripada tekanan atmosfer. Pernyataan yang tepat menjelaskan proses inspirasi pada sistem per- napasan ditunjukkan oleh nomor . . . . a. 1) dan 2) b. 1) dan 3) c. 1), 2), dan 3) d. 1), 2), 3), dan 4) e. 2) dan 3) Biologi Kelas XI 275

6. Perhatikan gambar alat peraga sistem a. ginjal pasien tersebut sehat pernapasan berikut! b. pasien tersebut menderita hiper- tensi c. pasien tersebut menderita penyakit Pipa diabetes melitus Botol plastik d. pasien tersebut mengalami dehi- drasi dan banyak mengonsumsi sayuran Balon e. pasien tersebut mengalami dehi- drasi dan banyak mengonsumsi Lembaran karet makanan berpotein tinggi Apabila lembaran karet ditarik ke 9. Medula oblongata merupakan bagian bawah (diafragma kontraksi), volume otak yang berfungsi . . . . botol plastik (rongga dada) membesar a. mengekskresikan hormon sehingga balon (paru-paru) me- b. mengoordinasi gerakan otot ngembang. Peristiwa yang terjadi men- c. mengatasi temperatur tubuh dan deskripsikan proses . . . . homeostasis a. relaksasi d. mengatur pusat pendengaran dan b. kontraksi penciuman c. ekshalasi e. mengatur gerak otot pernapasan d. inhalasi dan denyut jantung e. difusi 10. Pelajari gambar berikut! 7. Seseorang yang rutin berolahraga dan minum air dengan volume yang sama setiap hari, diambil sampel urinenya sebanyak lima kali. Berdasarkan tabel berikut, sampel mana yang dikumpul- kan pada saat suhu udara tinggi? (4) Volume Urine yang Volume Keringat (1) 3 3 Dihasilkan (dm ) yang Dihasilkan (dm ) (3) (2) a. 1,5 0,8 Gangguan atau penyakit yang dapat b. 0,8 0,8 menyerang pada bagian organ yang c. 0,8 1,5 d. 0,4 0,8 ditunjuk nomor (1) dan (3) secara e. 0,4 1,5 berturut-turut adalah . . . . a. orkitis dan uretritis 8. Seorang pasien diambil sampel b. prostatitis dan orkitis urinenya untuk didiagnosis di dalam c. epididimitis dan prostatitis laboratorium. Hasil uji urine tersebut d. klamidiasis dan kandidiasis diketahui bahwa urine berwarna e. kriptokordisme dan hipogonadisme kuning cokelat, pH 4,9, dan berbau menyengat. Interpretasi yang tepat berdasarkan data tersebut adalah . . . . 276 Ujian Akhir Semester 2

11. Grafik berikut menunjukkan hasil d. penyerapan kembali zat-zat yang pemeriksaan konsentrasi sel T dan masih dibutuhkan tubuh konsentrasi HIV dalam darah seorang e. penambahan zat-zat yang sudah pasien. tidak dibutuhkan oleh tubuh I II III IV V 14. Perhatikan bagian-bagian ginjal berikut! 1) Glomerulus Tubulus kontortus distal 2) Konsentrasi (Sel/mm 3 ) 3) Lengkung Henle Konsentrasi Virus HIV Tubulus kontortus proksimal 4) Ureter 5) 6) Vesica urinaria Tubulus kolektivus 7) Konsentrasi Uretra 8) Sel T Urutan tempat pembentukan urine Waktu (Tahun) sampai urine dikeluarkan yaitu . . . . Berdasarkan grafik tersebut, pasien a. 1)–2)–3)–4)–7)–5)–6)–8) tersebut dapat terserang AIDS apabila b. 1)–3)–2)–4)–7)–5)–6)–8) konsentrasi sel T dan konsentrasi HIV c. 1)–4)–3)–2)–7)–5)–6)–8) dalam darahnya ditunjukkan oleh fase d. 1)–4)–3)–2)–7)–8)–6)–5) . . . . e. 1)–4)–3)–2)–7)–8)–5)–6) a. I d. IV b. II e. V 15. Hasil tes urine seorang pasien ternyata c. III mengandung sel darah merah. Pasien tersebut kemungkinan mengalami . . . . 12. Sisa pencernaan dibuang dalam bentuk a. kekurangan hormon insulin feses. Warna cokelat pada feses b. iritasi akibat gesekan batu ginjal disebabkan oleh . . . . c. kerusakan ginjal secara keseluruhan a. urea d. kerusakan pada membran kapsul b. amonia endotelium c. biliverdin e. pengendapan di dalam rongga d. garam empedu ginjal, saluran ginjal, atau kandung e. bakteri Escherichia coli kemih 13. Perhatikan gambar berikut! B. Kerjakan soal-soal berikut! Z 1. Pada masa kehamilan embrio me- ngeluarkan hormon human chorionic gonadotropin (HCG) yang kadarnya terus meningkat hingga sekitar hari ke-70 dan akan menurun selama sisa kehamilan. Pada bagian yang bertanda Z terjadi a. Apa fungsi HCG tersebut? peristiwa . . . . b. Walau dapat digunakan untuk a. pembentukan urine primer mengetahui kehamilan, tetapi b. pembentukan urine sebenarnya hasilnya kurang akurat, terutama c. penyaringan darah dan protein jika dilakukan melalui tes urine. plasma Mengapa demikian? Biologi Kelas XI 277

2. Bagaimana impuls dari suatu neuron 4. Frekuensi pernapasan dan denyut nadi berpindah ke neuron lain? seseorang pada saat berolahraga lebih cepat daripada saat beristirahat. 3. Pengeluaran keringat dan urine ber- banding terbalik pada kondisi suhu tinggi Bagaimana hubungan frekuensi dan suhu rendah. Artinya ketika suhu pernapasan dan denyut nadi manusia? tinggi, jumlah pengeluaran keringat 5. Bagaimana antibodi dapat terbentuk meningkat sementara pengeluaran urine dalam tubuh seseorang? menurun, demikian pula sebaliknya pada suhu rendah. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jelaskan mekanismenya! 278 Ujian Akhir Semester 2

BAB I Sel sebagai Unit Terkecil Kehidupan BAB III Struktur dan Fungsi Sel Penyusun dan Bioproses pada Sel Jaringan Hewan A. Pilihan Ganda A. Pilihan Ganda 1. b 3. c 5. c 7. a 9. b 1. a 3. b 5. d 7. c 9. d 2. e 4. e 6. c 8. b 10. c 2. a 4. e 6. c 8. b 10. b B. Uraian B. Uraian 5. Sintesis protein akan meng- 5. a. X = dendrit; Y = badan sel; hasilkan suatu polipeptida (pro- Z = akson/neurit tein). Berdasarkan fungsinya, pro- b. Dendrit berfungsi membawa tein dibedakan menjadi protein impuls ke badan sel saraf. struktural dan protein fungsional. Badan sel saraf berfungsi Protein fungsional merupakan pro- menerima dan meneruskan tein yang berperan dalam impuls dari dendrit ke neurit. pengaturan sel, misalnya enzim dan Neurit atau akson berfungsi hormon. Sebagai contoh, enzim- membawa impuls meninggal- enzim yang berperan dalam sistem kan badan sel saraf. pencernaan. BAB IV StStruktur dan Fungsi Sel Penyusun BAB II Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Gerak Jaringan pada Tumbuhan A. Pilihan Ganda A. Pilihan Ganda 1. d 3. c 5. c 7. c 9. d 1. c 3. c 5. e 7. c 9. e 2. a 4. b 6. a 8. d 10. a 2. d 4. b 6. c 8. e 10. b B. Uraian B. Uraian 9. Dislokasi merupakan suatu 2. Pada saat mencangkok tanaman, gangguan yang trejadi karena bagian yang harus dihilangkan pergeseran tulang penyusun sendi adalah dari kulit luar hingga lapisan dari posisi awal. Jika terjadi kambium. Jika kambium tidak dislokasi, tulang akan sulit dan dibersihkan dengan benar, terasa sakit saat digerakkan. kambium dapat membentuk floem BAB V Struktur dan Fungsi Sel Penyusun kembali. Floem dihilangkan agar Jaringan pada Sistem Sirkulasi aliran zat-zat makanan dari daun A. Pilihan Ganda tidak dapat dialirkan ke bawah 1. d 3. c 5. b 7. d 9. b sehingga pada sayatan atas akan 2. e 4. a 6. e 8. a 10. b terjadi penumpukan auksin dan B. Uraian karbohidrat. Adanya penumpukan 3. Sistol merupakan periode kontraksi auksin dan karbohidrat tersebut jantung yang terjadi saat ventrikel akan merangsang terbentuknya akar menguncup dan darah terdorong pada batang bagian atas sayatan. keluar jantung. Diastol merupakan periode kontraksi jantung yang terjadi saat ventrikel mengembang sehingga darah mengalir ke dalam jantung. Biologi Kelas XI 279

BAB VI Struktur dan Fungsi Sel Penyusun b. Meskipun alat pernapasan Jaringan pada Sistem Pencernaan yang utama pada burung A. Pilihan Ganda adalah paru-paru, burung tidak 1. d 3. d 5. e 7. e 9. b dapat bernapas tanpa adanya 2. d 4. b 6. c 8. a 10. e pundi-pundi udara. Hal B. Uraian tersebut terjadi karena pundi- pundi udara merupakan 1. Apabila di dalam tubuh terjadi perluasan paru-paru. kelebihan protein, protein tersebut akan dirombak di hati menjadi BAB VIII Sistem Ekskresi pada Manusia senyawa yang mengandung unsur dan Hewan N dan senyawa yang tidak A. Pilihan Ganda mengandung unsur N. 1. d 3. c 5. c 7. e 9. d 5. Apabila tubuh kekurangan asupan 2. e 4. d 6. e 8. d 10. b vitamin A dapat memicu terserang B. Uraian penyakit xeroftalmia, rabun senja, 3. Apabila mengonsumsi banyak air kulit kasar, dan kelelahan. minum, konsentrasi protein dalam BAB VII Struktur dan Fungsi Sel Penyusun darah menurun. Keadaan seperti Jaringan pada Sistem Pernapasan/Respirasi ini dapat mengakibatkan me- A. Pilihan Ganda nurunnya tekanan koloid protein. 1. c 3. c 5. d 7. d 9. b Oleh karena itu, tekanan filtrasi 2. d 4. b 6. c 8. c 10. b dalam pembentukan urine kurang B. Uraian efektif. Akibatnya, volume urine 1. Udara masuk ke dalam paru-paru yang diproduksi akan meningkat. melalui saluran pernapasan. 9. Seseorang dikatakan terkena Dalam paru-paru, oksigen berdifusi penyakit pneumonia jika melalui dinding alveolus menuju mengalami gejala-gejala seperti kapiler darah. Dalam darah, oksigen menggigil, demam, sakit kepala, diikat oleh hemoglobin membentuk batuk dan mengeluarkan keringat, oksihemoglobin. Peristiwa tersebut serta sesak napas. Penyakit ini terjadi melalui pernapasan eksternal. disebabkan oleh Diplococcus Selanjutnya, darah membawa pneumoniae dan menyebabkan oksigen ke seluruh tubuh. Setelah oksigen sulit masuk karena alveo- darah mencapai sel, hemoglobin lus dipenuhi cairan. Pneumonia melepaskan ikatannya dengan dapat dicegah dengan cara oksigen. Oksigen masuk ke dalam sel memelihara kebersihan, menjaga secara difusi. Peristiwa tersebut daya tahan tubuh, dan berolahraga terjadi melalui pernapasan internal. secara teratur. 5. a. Paru-paru burung mengalami BAB IX Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem modifikasi membentuk pundi- Koordinasi Manusia pundi udara. Pundi-pundi A. Pilihan Ganda udara tersebut berfungsi agar 1. e 3. d 5. a 7. c 9. d burung dapat menampung 2. b 4. c 6. c 8. d 10. c udara dalam jumlah yang banyak. 280 Kunci Jawaban Soal Terpilih

B. Uraian 5. Keluarga Berencana terbukti efektif 4. Saat mendengarkan musik meng- mengendalikan jumlah penduduk. gunakan earphone, posisi earphone Usaha-usaha pengendalian jumlah yang diletakkan langsung pada penduduk yaitu merencanakan saluran telinga akan menimbulkan program Keluarga Berencana, efek ledakan pada membran tim- menetapkan undang-undang pani. Ledakan tersebut dapat perkawinan yang menetapkan merobek membran timpani. batas usia perkawinan, dan Padahal membran timpani membatasi pemberian tunjangan merupakan selaput yang berfungsi anak PNS hanya sampai anak menangkap gelombang suara. kedua. Getaran yang dibentuk akan BAB XI Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun diteruskan ke tiga tulang Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh pendengaran dan melalui tahapan A. Pilihan Ganda selanjutnya hingga dapat mendengar. Apabila membran tim- 1. a 6. c pani robek, tidak akan terjadi 2. a 7. d penangkapan gelombang suara 3. e 8. d yang berakibat tidak terjadinya 4. c 9. e mekanisme selanjutnya. Oleh 5. c 10. b karena itu, penggunaan earphone B. Uraian dapat mengakibatkan kerusakan 3. Sel T akan menyerang sel-sel tubuh membran timpani sehingga yang terinfeksi oleh sel-sel patogen sensitivitas telinga akan berkurang secara langsung. Kedua membran bahkan hilang (tuli). sel tersebut akan saling bertemu BAB X Struktur dan Fungsi Sel Penyusun dan sel T pembunuh akan merusak membran sel patogen dengan cara Jaringan pada Sistem Sirkulasi melubanginya. Akibatnya, sel A. Pilihan Ganda patogen akan kehilangan sito- 1. a plasma sehingga sel patogen mati. 2. b 5. Apabila tubuh terus-menerus 3. e memproduksi antibodi dan 4. c menstimulasi sel B dan sel T untuk 5. b terus membelah walaupun tidak B. Uraian dibutuhkan oleh tubuh, komponen 1. Antara pembuluh darah ibu sistem imun tersebut dapat dengan pembuluh darah janin merusak jaringan tubuh sendiri. dipisahkan oleh jaringan ikat. Akan tetapi, jaringan ini dapat dilewati oleh bakteri dan virus. Itulah sebabnya ibu hamil yang mengidap HIV/AIDS dapat menularkan kepada janin yang dikandungnya. Biologi Kelas XI 281

alantois : membran pembentuk tali pusar (ari-ari) anastomosis : cabang-cabang pada otot jantung antibodi : senyawa protein yang terbentuk sebagai respons masuknya antigen ke tubuh dan berfungsi melawan antigen antifertilizin : antigen yang berfungsi melekatkan sperma pada sel telur augmentasi : penambahan zat sisa yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh autoimunitas : gangguan pada sistem pertahanan tubuh saat antibodi yang diproduksi justru menyerang sel-sel tubuh sendiri berkas Hiss : salah satu sistem hantaran listrik pada jantung BMI (Body Mass Index) : perbandingan antara berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi badan (dalam m) BMR (Basal Metabolic Rate) : besar kalori yang diperlukan tubuh ketika istirahat sehingga fungsi organ tetap berjalan dengan baik defekasi : proses pengeluaran zat-zat sisa makanan melalui anus ekskresi : proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang tidak diperlukan tubuh fagositosis : suatu mekanisme pertahanan yang dilakukan oleh sel-sel fagosit dengan jalan mencerna partikel asing fertilisasi : peleburan antara sel telur dengan sel sperma filtrasi : penyaringan zat-zat sisa yang beracun hemoglobin : pigmen berwarna merah pada sel darah yang merupakan gabungan molekul heme dan globin hormon : hasil sekresi kelenjar endokrin yang berfungsi mengatur homeostasis, pertumbuhan, reproduksi, metabolisme, dan tingkah laku iodopsin : pigmen pada sel batang yang mampu menerima rangsang warna dan sinar terang interferon : protein yang dihasilkan oleh sel-sel yang terinfeksi oleh virus dan berperan dalam pertahanan tubuh nonspesifik jaringan embrional : jaringan yang memiliki kemampuan untuk membelah lignin : bahan polimer tidak berbentuk yang bersama-sama dijumpai di antara sel dan dinding sel tumbuhan, berfungsi sebagai pembentuk kayu makanan sehat : makanan yang higienis dan mengandung zat gizi seimbang makrofag : monosit yang bermigrasi dari darah ke jaringan dan berperan sebagai fagosit menu makanan seimbang : menu makanan yang terdiri atas beraneka ragam makanan dalam jumlah dan proporsi yang sesuai mikturasi : proses pengeluaran urine dari dalam tubuh nefron : unit fungsional dan struktural terkecil pada ginjal 282 Glosarium

neurotransmitter : zat yang berfungsi menghantarkan impuls ke ujung dendrit berikutnya noktah : bagian dinding sel tumbuhan yang sangat tipis, terdiri atas dinding primer saja dan berfungsi dalam transpor zat antara sel yang bersebelahan oksihemoglobin : senyawa gabungan antara hemoglobin dengan oksigen osifikasi : proses pembentukan tulang (penulangan) otot antagonis : pasangan otot yang bekerja berlawanan otot diafragma : otot yang membatasi rongga dada dengan rongga perut dan berfungsi dalam mekanisme pernapasan perut otot sinergis : pasangan otot yang bekerja sama dengan tujuan yang sama parabronki : pembuluh udara yang terdapat di dalam paru-paru burung pencernaan kimiawi : pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan dengan mengubah makanan yang bermolekul besar menjadi molekul kecil pencernaan mekanis : pengubahan makanan dari bentuk kasar menjadi halus dengan bantuan gerakan organ-organ pencernaan persendian : bagian sistem rangka yang menghubungkan antartulang reabsorpsi : penyerapan kembali zat-zat yang masih diperlukan tubuh respirometer : alat yang digunakan untuk mengetahui konsumsi oksigen pada serangga sel eukariotik : sel yang sudah memiliki membran inti (nukleus dibungkus membran nukleus) dan sistem endomembran sel prokariotik : sel yang tidak memiliki membran inti sehingga inti sel berbatasan langsung dengan sitoplasma sel punca : sel yang aktif melakukan pembelahan dan dapat berkembang menjadi sel apa saja sintesis protein : proses penerjemahan gen menjadi urutan asam amino yang akan disintesis menjadi polipeptida (protein) sistem Havers : susunan lempeng-lempeng tulang bentuk pipa, yang semakin ke tengah semakin kecil dan di bagian tengah terdapat saluran spermatogenesis : proses pembentukan sel sperma yang berlangsung dalam organ reproduksi pria tensimeter : alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah totipotensi : kemampuan sel untuk dapat membelah sehingga menjadi satu organisme utuh transfusi : mendapatkan darah atau cairan dari orang lain transplantasi : pemindahan jaringan atau organ tubuh manusia atau tanaman ke tempat (orang) lain atau ke tanaman lain transpor aktif : perpindahan molekul yang memerlukan energi untuk melawan gradien konsentrasi transpor pasif : perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan energi sel uterus : rongga pertemuan antara oviduk kanan dan oviduk kiri Biologi Kelas XI 283

Indeks Subjek A H aglutinin, 104, 116, 150 hormon, 185, 198, 200–201, 203, 210–213, aglutinogen, 104, 106, 116, 150 220–221, 224–225, 231, 236, 238–239, antibodi, 67, 101, 126, 189, 251, 252, 254–256, 241–243, 248, 250, 264, 275–277 260–268, 270–273, 278 I antigen, 236, 251–252, 254–255, 261–266, impuls, 63, 71, 128, 201, 204–205, 207–210, 270–273, 278 212 augmentasi, 178, 184–185, 197–198, 278 imunisasi, 265–266, 273 B indra, 201–205, 213, 215–219, 221, 224, 226 bilirubin, 180, 189–190, 199 inflamasi, 251–252, 256, 258–259, 265, 268, biliverdin, 100, 184–185, 197–198, 278 270 inspirasi, 154, 157, 159–163, 165, 168, 172, D 175, 275 darah, 20, 54, 57–59, 61, 64, 67, 71–72, 76, 79, J 90, 92, 97–120, 127–128, 140, 145, 150– jantung 20, 51, 54, 62, 64, 65, 69–70, 81, 85– 151, 159–161, 165, 173–174, 176, 181– 88, 91, 93, 95, 97–99, 107–119, 128, 152, 182, 184–185, 188–191, 195, 198–200, 154, 157, 160, 207–208, 210, 223–224, 207–208, 210, 214, 221, 232, 242, 244, 276 249–250, 258–260, 263, 268–269, 271, jaringan 4, 10–11, 19, 23, 27–38, 40–74, 76, 277 78, 80, 82, 84–86, 97–100, 102, 106, 109, dinding sel, 4, 7, 12, 17, 24–25, 30–36, 32, 41, 121, 124, 127, 130, 135, 141, 145, 149– 258, 160, 272 152, 155–157, 159–162, 165–166, 174, E 177–178, 189–192, 198, 227, 230, 232, efektor, 63, 205, 207, 209, 224 242, 251, 253–254, 256–259, 263, 264 ekspirasi, 154, 157, 159–163, 168, 172, 174– K 175 karbon dioksida 5, 61, 100, 115, 154–157, enzim, 5, 7, 9–10, 18, 20, 19, 122, 128–129, 159–160, 166, 172, 174–175, 191, 197, 275 136–137, 139, 147–148, 236, 258, 260, 272 kelenjar 41, 51, 54–57, 61, 70, 100, 123, 127, epidermis, 32–33, 36, 38–42, 47–48, 50, 51, 129, 135–139, 145–148, 150, 190–192, 151, 190–191, 217 201–202, 205–208, 211–212, 224–227, epitel, 51, 54–57, 63–65, 69–72, 127, 140, 150, 23–232, 234, 239, 242, 248, 261, 268, 273 156, 184, 251 kultur jaringan 27–29, 44–50 eukariotik, 1–2, 7–8, 10, 14, 24 M F meristem 23, 27, 30–31, 37, 39, 46, 48–49 filtrasi, 178, 182, 184, 186, 197–198 monosit 61, 101, 259 284 Indeks

N R nefron 54, 181–183, 186, 192–193, 196–197 rangka 59–60, 62, 71–73, 75–76, 78, 80, 82– neuron 63, 65, 69, 202, 204–205, 207, 209– 83, 86, 91, 93, 96, 206–207 210, 224, 278 rangsang 63, 71, 86–88, 198, 203, 205, 209, nukleus 8–9, 21, 30, 33, 63, 205, 236 213–214, 216–217, 224 O reabsorpsi 178, 184–185, 197–199 oksigen 4–5, 9, 61, 87, 100, 115, 124–125, 130, reseptor 63, 136, 202–203, 205, 207, 209–210, 151, 154–157, 159–160, 165–170, 172– 217–219, 224, 259, 263, 268 176, 198, 242–243, 275 S otak 76, 80, 202–203, 205–207, 209–211, 214– sendi, 59, 73, 75, 82–84, 89, 92, 94–96, 268, 218, 220, 222, 224–226, 276 273 otot 26, 51, 54–55, 62–65, 69–70, 73–76, 85– sistem pertahanan, 251–254, 256–258, 260, 96, 107, 109, 126–129, 138–140, 147, 262, 264–272, 274 150–151, 154, 156, 159–162, 168, 172– sistem trakea, 165–166, 172, 175 173, 175, 182, 191, 203, 205–208, 211– stem cell, 51–52, 65–69, 72, 92 214, 221, 223, 230, 242, 273, 275–276 P T transplantasi, 51–52, 66–69, 72–73, 92, 115– paru-paru 81, 108, 111–112, 116, 118, 150, 116, 119, 193 154, 156–157, 159–164, 167–169, 172– transpor membran, 178, 180, 191–194, 196–198, 275–276 prokariotik 1-2, 7, 14, 24 trombosit, 61, 97–98, 10–102, 106, 116–117, 184 protein 1–2, 4–10, 13, 15, 17–20, 23–26, 58, tulang, 33, 41, 59–61, 64, 67, 70–85, 87, 91– 61, 79, 86, 100, 104–106, 121–122, 124– 95, 100, 127 125, 127–131, 133–134, 139, 145–148, V 151, 160, 184, 186–188, 196, 210–211, vaksin, 252–253, 266–267, 269–271, 273–274 236, 251, 255–256, 260–261, 268, 271– 272, 277 Z pundi-pundi udara 154, 168–169, 172, 175 zigot, 239–241 Indeks Pengarang Campbell, Reece, dan Mitchell: 8, 16, 31, 32, 35, 37, 39, 40, 54, 126, 129, 140, 166, 179, 206, 216, 217, 229, 236, 238, 255, 258, 263 Davis, Dinwiddy, Morgan, Goldstein, Wood, dan Woodford: 99 Davis: 85 Dewi: 242, 266 Duvall: 90 Gan Wan Yeat: 207 Glenn: 100, 189, 214, 230, 231, 268, 269 Isnaeni: 211 Mader: 8, 109, 191, 260, 269 Mike Boyle: 182, 190, 236 Nugroho, Purnomo, dan Sumardi: 29 Pearce: 61 Raven dan Johnson: 60–63, 161, 262 Rutland: 204 Soewolo: 155 Solomon: 55, 138, 241 Biologi Kelas XI 285

Campbell, N.A., Reece, J.B., & Mitchell, L.G. 2012. Biology. 8 Edition. California: The Ben- th jamin/Cummings Publishing Company.Inc. Davis, P., Robert D., Ben M., Natalie G., Ian W., & Chris W. 2010. Materi Biologi! Volume 7 Tubuh Manusia. Alih bahasa: Rizka Yanuarti dan Wulandari. Bandung: Pakar Raya. Departemen Pendidikan Nasional. 2013. Lampiran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dewi, V. N. L. 2012. Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta: Salemba Medika. Duval, Ellen Neall. 1959. Kinesiology: The Anatomy of Motion. New York: Prentice–Hall, Inc. Glenn & Susan T. 1999. New Understanding Biology. London: Stanley Thornes. Hermaya, T. 1996. Tubuh Manusia. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Tira Pustaka. Indrianto, A. 2002. Bahan Ajar: Kultur Jaringan Tumbuhan. Yogyakarta: Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Isnaeni, W. 2006. Fisiologi Hewan. Yogyakarta: Kanisius. Nugroho, L.H., Purnomo, & Sumardi. 2006. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Jakarta Penebar Swadaya. Pierce, E. C. 2006. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: Gramedia. Purnomo. 2003. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Yogyakarta: UGM. Raven, P.H. and Johnson. 1996. Biology. Fourth Edition. New York: WBC/McGraw–Hill Companies, Inc. Rutland, J. 1976. Tubuh Manusia. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Widyadara. Soewolo. 2000. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Solomon, B.M. 2011. Biology. 9 Edition. Canada: Nelson Education. th Syaifuddin. 2011. Fisiologi Tubuh Manusia untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika. 286 Daftar Pustaka


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook