Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore BUKU PANDUAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) JENJANG SMP

BUKU PANDUAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) JENJANG SMP

Published by bayu79927, 2021-11-02 06:26:41

Description: BUKU PANDUAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) JENJANG SMP

Search

Read the Text Version

BAB IV MANAJEMEN UKS/M 27

. Usaha Kesehatan Sekolah/ Madrasah (UKS/M) merupakan upaya satuan pendidikan dalam menanamkan, menumbuhkan, mengembangkan serta meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik melalui kegiatan peningkatan pengetahuan, pembiasaan hidup sehat, pencegahan penyakit dan peningkatan lingkungan sehat secara intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Tujuan umum penerapan UKS/M adalah meningkatkan kesehatan, mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik yang tercermin dalam kehidupan perilaku sehat, lingkungan sekolah yang sehat, sehingga memungkinkan peserta didik mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. UKS/M merupakan wadah dan program untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin, yang dilakukan secara terpadu oleh 4 Kementerian (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementeriaan Dalam Negeri) beserta seluruh jajarannya baik di pusat maupun pada tingkat pemerintahan daerah sampai ke satuan pendidikan. 52 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

Terdapat tugas dan fungsi pembinaan, pengembangan dan pelaksanaan UKS/M pada setiap jenjang tim terpadu UKS/M dari pusat hingga daerah. A. Struktur Tim Pembina dan Pelaksana UKS/M Dalam melaksanakan tugas pembinaan dan pengembangan UKS/M secara terpadu dan terkoordinasi, maka dibentuk Tim Pembina UKS/M pada setiap tingkat Pemerintahan, yaitu: 1. Tim Pembina UKS/M Pusat; terdiri dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerrian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Dalam Negeri 2. Tim Pembina UKS/M Provinsi; terdiri dari Dinas Pendidikan Provinsi, Kanwil Agama Provinsi, Dinas Kesehatan, Biro Kesra atau Kesos Pemerintah Daerah dan unsur pemerintah/swasta lainnya sesuai kebutuhan 3. Tim Pembina UKS/M Kab/Kota; terdiri dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kanwil Agama/Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Biro Kesra atau Kesos Pemerintah Daerah dan unsur pemerintah/ swasta lainnya sesuai kebutuhan 4. Tim Pembina UKS/M Kecamatan; Bagian pendidikan dan bagian kesejahteraan rakyat pada pemerintahan kecamatan, KUA, Puskesmas dan unsur pemerintah/swasta lainnya sesuai kebutuhan 5. Tim Pelaksana di Sekolah Terdiri dari Kepala Sekolah, guru UKS/M, guru kelas, dan unsur lainnya sesuai kebutuhan B. Tim Pembina UKS/M Kabupaten/Kota Dalam mendorong terlaksananya program UKS/M, maka PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 53

Tim Pembina UKS/M Kabupaten Kota yang terdiri dari Dinas Pendidikan Kab/Kota, Dinas Kesehatan Kab/Kota, Kanwil Kemenag Kab/Kota, Setda Kab/Kota harus aktif melakukan pembinaan ke sekolah. Langkah-langkah penyelenggaraan UKS/M pada Tim Pembina UKS/M: 1. Membentuk atau menguatkan Tim Pembina UKS/M beserta uraian tugas 2. Mengidentifikasi masalah pelaksanaan UKS/M di wilayah kerja 3. Berkoordinasi dengan Puskesmas/Dinas Kesehatan setempat untuk mendapatkan data permasalahan kesehatan peserta didik, penilaian sanitasi dan kantin satuan pendidikan dan lain-lain 4. Mengidentifikasi kebutuhan kesiapan pencegahan COVID-19 bagi satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran tatap muka di wilayah kerja 5. Melaksanakan perencanaan kegiatan UKS/M selama satu tahun ajaran berdasarkan hasil identifikasi masalah UKS/M, data kesehatan peserta didik dan kebutuhan kesiapan pencegahan COVID-19 di satuan pendidikan 6. Membuat skala prioritas urutan kegiatan UKS/M yang akan dilaksanakan 7. Membuat daftar kebutuhan sarana dan prasarana untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan UKS/M 8. Mengalokasikan dana untuk pembiayaan sarana prasarana dan kegiatan UKS/M 9. Menentukanpenangungjawabdananggotapelaksana pada masing-masing kegiatan yang direncanakan beserta jadwal pelaksanaan kegiatan-kegiatan pembiasaan perilaku sehat 10. Memetakan lintas program dan sektor yang dapat mendukung kegiatan UKS/M khususnya PHBS dan pencegahan COVID-19 54 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

11. Memberikan sosialisasi bagi tim Pembina UKS/M di bawahnya atau satuan pendidikan mengenai kegiatan UKS/M 12. Mendorong penerapan kegiatan-kegiatan UKS/M di seluruh satuan pendidikan khususnya PHBS dan pencegahan COVID-19 di wilayah kerja 13. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan ke satuan pendidikan meliputi:  Perencanaan UKS/M  Pembiayaan kegiatan UKS/M  Penerapan kegiatan-kegiatan UKS/M  Pengawasan kegiatan UKS/M  Evaluasi kegiatan UKS/M Kegiatan pembinaan berpedoman pada dokumen stratifikasi UKS/M beserta penjelasan kegiatannya 14. Berkonsultasi dengan Tim Pembina UKS/M Kabupaten/ Kota/Provinsi mengenai penerapan kegiatan-kegiatan UKS/M di wilayah kerja dan kendala yang dihadapi 15. Pelaporan kegiatan UKS/M pada Tim Pembina UKS/M Kabupaten/Kota/Provinsi secara berkala 16. Pelaksanaan evaluasi kegiatan UKS/M di wilayah kerja menggunakan stratifikasi UKS/M dan penyusunan rencana tindak lanjut untuk dimasukkan dalam perencanaan UKS/M pada tahun berikutnya C. Tim Pelaksana UKS/M di Sekolah Sekolah memiliki peran sebagai Tim Pelaksana UKS/M. Terutama dalam mempersiapkan pembukaan kembali sekolah, salah satu tugas kepala satuan pendidikan bertanggung jawab adalah membentuk satuan tugas dan dapat melibatkan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar dengan komposisi sebagai berikut tim pembelajaran, psikososial, dan tata ruang; tim kesehatan, kebersihan, dan keamanan; dan tim pelatihan dan humas. PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 55

Tim kesehatan dapat terdiri dari Tim Pelaksana UKS/M yang sudah ada. Adapun sekolah yang belum memiliki UKS/M didorong untuk dapat menyelenggaraan UKS/M dengan langkah-langkah berikut ini: 1. Menbentuk atau menguatkan Tim Pelaksana UKS/M beserta uraian tugas 2. Mengidentifikasi masalah pelaksanaan UKS/M di satuan pendidikan 3. Berkoordinasi dengan Puskesmas untuk mendapatkan data permasalahan kesehatan peserta didik, penilaian sanitasi dan kantin satuan pendidikan dan lain-lain 4. Mengidentifikasi kebutuhan berdasarkan daftar periksa kesiapan pencegahan COVID-19 bagi satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran tatap muka 5. Melaksanakan perencanaan kegiatan UKS/M selama satu tahun ajaran berdasarkan hasil identifikasi masalah, data kesehatan peserta didik, hasil penilaian kondisi lingkungan sekolah dan daftar periksa 6. Membuat skala prioritas urutan kegiatan UKS/M yang akan dilaksanakan 7. Membuat daftar kebutuhan sarana dan prasarana untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan UKS/M 8. Mengalokasikan dana untuk pembiayaan sarana prasarana dan kegiatan UKS/M 9. Menentukanpenangungjawabdananggotapelaksana pada masing-masing kegiatan yang direncanakan beserta jadwal pelaksanaan kegiatan-kegiatan pembiasaan perilaku sehat 10. Memetakan lintas program dan sektor yang dapat mendukung kegiatan UKS/M khususnya PHBS dan pencegahan COVID-19 11. Memberikan sosialisasi bagi guru, tenaga kependidikan dan dan warga satuan pendidikan serta komite sekolah perihal rencana pelaksanaan kegiatan UKS/M 56 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

12. Menerapkan kegiatan-kegiatan UKS/M khususnya PHBS dan pencegahan COVID-19 13. Melaksanakan pengawasan penerapan kegiatan- kegiatan UKS/M secara berkala misal 1 kali/minggu dan rencana tindak lanjut 14. Berkonsultasi dengan Tim Pembina UKS/M Kecamatan dan Kabupaten/Kota mengenai penerapan kegiatan- kegiatan UKS/M dan kendala yang dihadapi 15. Perbaikan pelaksanaan kegiatan-kegiatan UKS/M sesuai rencana tindak lanjut dan terus melaksanakan penerapan kegiatan UKS/M 16. Pelaporan kegiatan UKS/M pada Tim Pembina UKS/M Kecamatan dan Kabupaten/Kota secara berkala 17. Pelaksanaan evaluasi kegiatan UKS/M dan penyusunan rencana tindak lanjut untuk dimasukkan dalam perencanaan UKS/M pada tahun ajaran berikutnya D. Stratifikasi UKS/M Stratifikasi UKS/M digunakan sebagai alat ukur kinerja yang dilakukan oleh sekolah dan Puskesmas (Tim Pelaksana UKS/M Kecamatan) serta Kementerian di pusat atau OPD terkait di Kab/ Kota (Tim Pembina UKS/M Kab/Kota) terkait kegiatan trias UKS/M, yakni Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Lingkungan Sekolah Sehat. Stratifikasi UKS/M juga digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan mutu pembinaan dan pelaksanaan UKS/M. Stratifikasi UKS/M juga menjadi bagian dari sistem monitoring dan evaluasi Tim Pembina UKS/M Pusat dan Kab/Kota serta Tim Pelaksana UKS/M di sekolah. Stratifikasi UKS/M dijadikan alat bantu untuk mengetahui apa yang sudah dicapai dan yang harus dilakukan satuan pendidikan untuk mencapai strata minimal, standar, optimal dan paripurna. Penilaian stratifikasi UKS/M bersifat absolut atau semua kegiatan yang tercantum dalam daftar indikator minimal/ standar/ optimal/ paripurna harus terlaksana/terpenuhi seluruhnya, baru satuan pendidikan dapat menyatakan UKS/M pada satuan PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 57

pendidikan tersebut berada pada tingkat minimal/ standar/ optimal/ paripurna. Pembiasaan PHBS di sekolah dapat meningkatkan pencapaian stratifikasi UKS/M (dicetak tebal). Penjelasan indikator UKS/M dapat dilihat dalam lampiran 4. Berikut adalah penilaian Stratifikasi UKS/M Jenjang SMP: No Indikator Penilaian Standar Minimal Optimal Paripurna A. Pendidikan Kesehatan 1. Pelaksanaan 1 Adanya rencana 1 Dipenuhinya 1. Di penuhinya 1. Dipenuhinya Pendidikan pembelajaran strata minimal strata standar strata optimal Kesehatan tentang Pendidikan 2 Pendidikan 2. Sekolah 2. Penerapan kesehatan jasmani dan melakukan pendidikan 2 Pendidikan kesehatan aktifitas fisik karakter dan kesehatan dilaksanakan di antara jam keterampilan dilaksanakan secara pelajaran hidup sehat secara kurikuler ekstrakulikuler 3. Sekolah 3. Adanya forum 3 Pendidikan 3 Sekolah melakukan tes komunikasi jasmani melaksanakan kebugaran pendidik dilaksanakan literasi dengan 4. Pendidikan dan konselor secara kurikuler materi kesehatan kesehatan sebaya 4 Sekolah (kespro, napza, 4. Melibatkan melaksanakan sanitasi, gizi) orang tua pembinaan kader terintegrasi dalam kesehatan dengan mata pendidikan 5 Sekolah pelajaran lain kesehatan melaksanakan kegiatan CTPS bersama 6 Sekolah melaksanakan sarapan Bersama dengan gizi seimbang 7 Sekolah melaksanakan kegiatan sikat gigi bersama B. Pelayanan Kesehatan 2. Pelaksanaan 1. Sekolah 1. Dipenuhinya 1. Dipenuhinya 1. Dipenuhinya standar minimal strata standar strata optimal Pelayanan memfasilitasi 2. Sekolah 2. Sekolah 2. Sekolah Kesehatan puskesmas melaksanakan melaksanakan menindaklanjuti pelayanan P3K melaksanakan (pertolongan layanan hasil pertama pada penjaringan kecelakaan) dan konseling penjaringan P3P (pertolongan kesehatan dan pertama pada 3. Kader dan penyakit) kesehatan pemeriksaan pemeriksaan 3. Sekolah melakukan berkala melibatkan berkala Puskesmas konseling dalam 3. Menurunnya penanganan sebaya jumlah hari rujukan jika di perlukan tidak masuk 4. Sekolah sekolah karena membantu pemberian sakit tablet tambah darah (TTD) bagi 4. Peserta didik remaja putri memiliki status gizi baik C. Pembinaan Lingkungan Sehat 58 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

No Indikator Penilaian Standar Minimal Optimal Paripurna 1. Sekolah dengan 1 Di penuhinya 1 Di penuhinya 1. Di penuhi nya sumber air strata minimal strata standar strata optimal layak, tersedia 2 Sekolah memiliki 2 Sekolah 2. Air minum dilingkungan rasio toilet sesuai memanfaatkan disediakan oleh sekolah dan cukup dengan standar pekarangan sekolah 2. Sekolah dengan Permendikbud sekolah 3. Sekolah tempat cuci 24/2007 dengan memiliki rasio tangan dengan 3 Sekolah memiliki menanam toilet sesuai sabun dan air tempat sampah tanaman obat dengan standar mengalir yang terpilah dan pangan Kepmenkes 3. Sekolah memiliki 4 Sekolah memiliki 3 Sekolah 1429/2006 toilet dengan kantin sehat melakukan 3R 4. Kantin telah kondisi baik dan 5 Sekolah 4 Tersedia mendapatkan terpisah melaksanakan toilet MKM stiker tanda laik 4. Sekolah memiliki pemberantasan (Manajemen higiene sanitasi saluran drainase sarang nyamuk Kebersihan 5. Tersedia Toilet 5. Sekolah memiliki 6 Sekolah Menstruasi) untuk siswa kantin menerapkan KTR disabilitas 6. Sekolah memiliki 6. Sekolah bekerja lahan/ruang sama dengan terbuka hijau puskesmas 7. Sekolah memiliki melakukan tempat sampah pemeriksaan yang terutup kualitas udara 8. Sekolah dan skrining memiliki tempat siswa perokok pembuangan 7. Sekolah sampah bekerjasama sementara yang dengan pihak tertutup lain untuk 9. Ruang Kelas dalam menyediakan keadaan bersih bank sampah 10. Sekolah memiliki 8. Sekolah aturan KTR, KTN, melakukan KTK, KTP kegiatan pengolahan tanaman obat dan pangan D. Manajemen UKS/M 1 Buku pegangan 1 Di penuhinya 1. Di penuhinya 1 Di penuhinya strata standar strata optimal kesehatan (Buku strata minimal 2. Adanya 2 Sekolah UKS/M, gizi 2 Sekolah kemitraan melakukan seimbang, kespro, menggunakan dengan pembinaan dan sanitasi, Napza dll) buku rapor instansi terkait pengawasan 2 Ada kesehatanku 3. Tersedia 3 Seluruh guru sarana dan terorientasi penanggungjawab 3 Sekolah prasarana UKS/M UKS/M melakukan sekolah aman 4 Sekolah 3 Ada KIE kesehatan konsultasi / menggunakan bencana (alat peraga, koordinasi Rapor poster dll) dengan Tim Kesehatan 4 Ada sarana Pembina UKS/M Lingkungan dan prasarana 4 Sekolah memiliki Kantin olahraga ruang UKS/M 5 Tersedia dana untuk kegiatan UKS/M dan pemeliharaan sanitasi sekolah 6 Terdapat kemitraan dengan Puskesmas 7 Terdapat perencanaan kegiatan UKS/M di Sekolah PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 59

60 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

BBAABBVV WULAN PPEENNUUTTUUPP 27

Kondisi pandemi COVID-19 mengakibatkan dampak yang meluas termasuk pada satuan pendidikan dan peserta didik. Selama masa pandemi COVID-19, proses belajar mengajar dilakukan melalui belajar dari rumah dengan pembelajaran jarak jauh dan tidak melalui tatap muka untuk menghindari penularan pada peserta didik. COVID-19 sangat mudah menular dari penderita ke orang sehat, melalui percikan ludah, baik secara langsung maupun melalui benda-benda yang telah terpapar air ludah penderita. Oleh sebab itu upaya pencegahan lebih baik dari pada upaya pengobatan upaya promotif dan preventif lebih efektif dibanding pengobatan. COVID-19 akan mati bila terkena sabun atau desinfektan. Salah satu upaya pencegahan yang terpenting adalah melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer) menjadi perilaku wajib di seluruh lingkungan satuan pendidikan pada masa transisi dan masa kebiasaan baru. Satuan pendidikan memiliki sarana CTPS dapat menggunakan dana BOS yang berada di zona untuk pemenuhan praktek CTPS seperti sabun serta hijau dan kuning serta menggandeng masyarakat sekolah untuk menambah sudah mendapatkan ijin sarana CTPS. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat pembukaan sekolah dari sekolah sangat penting sehingga dapat melakukan Pemda setempat harus penguatan kegiatan UKS/M untuk mencapai stratifikasi memenuhi semua daftar UKS/M tertinggi dengan melibatkan peran mitra periksa dan merasa siap. potensial. Pemberdayaan masyarakat dalam upaya Salah satu daftar periksa promosi kesehatan di sekolah diarahkan untuk tersebut adalah ketersediaan meningkatkan kemandirian sarana CTPS, karena warga satuan pendidikan wajib melakukan CTPS sebelum memasuki gerbang satuan pendidikan dan ruang kelas dan melakukan CTPS sebelum meninggalkan ruang kelas. Bagi sekolah yang belum 62 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

masyarakat sekolah akhirnya dampak positif dalam memelihara dan terlaksananya UKS/M dapat meningkatkan status tercapai, yakni peserta didik kesehatannya melalui terjamin kesehatannya penyediaan sarana, sehingga tingkat partisipasi prasarana dan penyediaan belajar meningkat serta dana promosi kesehatan menghasilkan prestasi yang memadai. Pada belajar yang gemilang. PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 63

Lampiran 1. Kegiatan PHAST di Sekolah Langkah-langkah yang dilakukan dalam kegiatan PHAST sekolah adalah: No. LANGKAH KEGIATAN HASIL YANG DIHARAPKAN 1. Pemetaan Peserta didik mengidentifikasi membuat lingkungan sekolah pemetaan air bersih dan sanitasi di sekolah dan sekitarnya. 2. Identifikasi Peserta didik dapat mengidentifikasi masalah masalah penyakit yang sering terjadi/dialami oleh kesehatan peserta didik sekolah. 3. Identifikasi Peserta didik yang memilih sarana air bersih kebiasaan yang seharusnya penggunaan air bersih 4. Identifikasi Peserta didik dapat mengidentifkasi perilaku kebiasaan buang dan kebiasaan BAB (Buang Air Besar) di air besar sekolah, rumah dan sekitarnya 5. Perilaku Baik Buruk Peserta didik dapat mengidentifkasi perilaku/ kebiasaan baik buruk dalam kehidupan sehari-hari 6. Cara Peserta didik dapat membuat diagram alur penularan dan penularan penyakit dan menganalisa faktor- penghambatan faktor yang menyebabkan penyakit penyakit Peserta didik dapat mengetahui cara-cara mencegah penularan penyakit Peserta didik dapat memilih cara mencegah penularan penyakit dari beberapa alternatif yang ada 7. Rencana tindak Peserta didik dapat merencanakan untuk lanjut melakukan PHBS yang berhubungan dengan pencegahan diare KEGIATAN 1 PEMETAAN LINGKUNGAN SEKOLAH Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak peserta didik untuk mengenal dan menganalisa status kesehatan sekolah dan lingkungannya, serta untuk melihat akses peserta didik terhadap sarana air bersih dan sanitasi di sekolah dan di rumahnya masing-masing. Alat dan bahan yang dibutuhkan diantaranya beberapa lembar kertas lebar/flipchart, alat tulis dan spidol warna, serta kertas HVS. Proses kegiatan: 64 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

1. Pemetaan a. Guru menjelaskan kepada peserta didik tujuan dari kegiatan ini. b. Guru mengajak perserta didik untuk berdiskusi tentang fasilitas-fasilitas apa saja yang ada di sekolah, contoh: ruang guru, ruang kelas, dan lain-lain. Kemudian guru mengajak peserta didik untuk menyepakati legenda atau symbol dari fasilitas-fasilitas tersebut. c. Bagikan peserta didik ke dalam kelompok-kelompok kecil (± 8 orang). Bagikan tiap kelompok beberapa lembar kertas lebar. Set Gambar Legenda Sekolah Gambar 1.1 Gambar 1.2 Gambar 1.3 Gambar 1.4 Gambar 1.5 Gambar 1.6 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 65

Gambar 1.7 Gambar 1.8 2. Tugaskan kepada tiap kelompok untuk membuat peta sekolah dimulai dari letak ruang kelas, kantor guru, dan dilanjutkan dengan berbagai sarana yang ada, meliputi: a. Sarana air bersih (termasuk keberadaan sumber air). b. Sarana sanitasi (jamban, tempat cuci tangan, tempat sampah, dan lain-lain). c. Lingkungan sekitar sekolah seperti keberadaan warung/tempat jual makanan baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. d. Apabila fasilitas sanitasi dan sarana air bersih tidak dimiliki sekolah, minta kepada tiap kelompok untuk melengkapi petanya dengan tempat dimana para peserta didik jika buang air kecil/besar selama di sekolah. 66 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

Gambar contoh peta sekolah 3. Setelah selesai minta masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya masing- masing sambil mengajak peserta didik untuk mendiskusikan tentang hasil peta yang sudah dibuat sehingga setiap kolompok dapat menjelaskan kondisi kesehatan sekolah dan lingkungannya dengan lengkap (termasuk bila sekolah tidak mempunyai sarana sanitasi kemana peserta didik bila buang air besar/BAB atau buang air kecil, kemana mereka jajan, dan lain-lain. CATATAN 1. Beri waktu yang cukup kepada peserta didik, untuk membuat peta sekolah. Jangan memburu-buru peserta didik untuk segera menyelesaikan tugasnya, sehingga hasil yang didapat tidak optimal. 2. Untuk tugas kelompok, susunan meja kusi di kelas dapat disusun seperti sistem CBSA (Cara Belajar peserta didik Secara Aktif) atau secara berkelompok. Dengan demikian untuk tugas kelompok peserta didik dapat dengan mudah PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 67

dengan teman kolompoknya masing-masing. 3. Kegiatan membuat peta sekolah sebaiknya dilakukan di luar kelas. KEGIATAN 2 IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN PESERTA DIDIK Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak peserta didik untuk dapat mengidentifikasi masalah kesehatan meliputi penyakit apa yang dialami, kemana lokasi/tempat berobat, penyebab penyakit yang sering terjadi dan cara pencegahan penyakit. Alat dan bahan yang dibutuhkan: 1. Set gambar yang menunjukkan anak sedang menderita berbagai penyakit terdiri dari : gambar anak sakit mata, gambar anak sakit kulit, gambar anak sakit diare/mencret, gambar anak sakit demam berdarah, gambar anak sakit batuk/pilek, gambar anak sakit kecacingan dan gambar anak sakit malaria. 2. Set gambar tempat berobat terdiri dari : gambar PUSKESMAS, gambar rumah sakit, gambar dokter, gambar perawat, gambar dukun, gambar tukang pijat dan gambar kyai. 3. Alat tulis Proses kegiatan identifikasi masalah kesehatan peserta didik sebagai berikut: 1. Guru menjelaskan kepada peserta didik tujuan dari kegiatan ini. 2. Guru menanyakan kepada peserta didik penyakit yang sering diderita. 3. Guru mengajak peserta didik untuk mencocokan jawaban pada no. 2 dengan gambar yang tersedia. Apabila tidak ada gambar yang sesuai, peserta didik diminta untuk menuliskan pada kertas. 4. Kemudian gambar/tulisan penyakit tersebut ditetapkan di lantai secara horizontal. 68 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

5. Peserta didik diminta berdiri dan tanyakan: “Penyakit apa yang paling sering diderita oleh anak- anak?” Peserta didik diminta untuk memilih gambar sesuai jawaban masing-masing dan berbaris secara vertical di belakang gambar yang sudah diletakkan di lantai. Kegiatan dapat juga dilakukan dengan cara memanggil peserta didik satu persatu dan meminta mereka untuk menemukan pilihannya dengan cara “melidi/lurus”. Gambar anak sedang menderita berbagai penyakit Gambar 1.1 Gambar 1.2 Gambar 1.3 Gambar 1.4 Gambar 1.5 Gambar 1.6 6. Guru menghitung hasil suara masing-masing penyakit dan menuliskan pada papan tulis. 7. Setelah diketahui jenis penyakit yang sering diderita oleh peserta didik, dilanjutkan dengan diskusi tentang kemana PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 69

tempat berobat, dengan mengajukan pertanyaan: “Bila anak-anak sakit, biasanya dibawa berobat ke mana oleh ibu-bapaknya?”. Tunjukkan gambar berbagai tempat berobat (dokter, bidan, dan lain-lain satu per satu. 8. Guru mengajak peserta didik untuk mencocokkan jawaban dengan gambar yang tersedia. Apabila tidak ada gambar yang sesuai, peserta didik diminta untuk menuliskan pada kertas. 9. Kemudian gambar/tulisan tempat berobat tersebut diletakkan di lantai secara horizontal. 10. Peserta didik diminta untuk memilih gambar sesuai jawaban masing-masing dan berbaris secara vertical di belakang gambar yang sudah diletakkan di lantai. 11. Guru menghitung hasil suara masing-masing tempat berobat dan menuliskannya pada papan tulis. 12. Berdasarkan hasil kegiatan no.6, jenis penyakit yang mendapatkan suara terbanyak misal Diare, tanyakan: “Mengapa anak-anak sampai mengalami diare?” Minta peserta didik untuk menjawab pertanyaan tersebut. Catat jawaban peserta didik di papan tulis atau papan peraga. 13. Lanjutkan diskusi dengan meminta peserta didik untuk 70 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

menyebutkan beberapa perilaku sehat untuk mencegah penyakit, yang paling banyak diderita oleh peserta didik. Ajukan pertanyaan: “Apakah kira-kira yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit Diare?” Set Gambar Tempat Berobat Gambar 2.7 Gambar 2.8 Gambar 2.9 Gambar 2.10 Gambar 2.11 Gambar 2.12 Gambar 2.13 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 71

Set gambar pencegahan penyakit Gambar 1.1 Gambar 1.2 Gambar 1.3 Gambar 1.4 Gambar 1.5 Gambar 1.6 14. Seluruh jawaban peserta didik kembali dicatat di papan tulis atau di papan peraga. PENYAKIT PENYEBAB CARA PENCEGAHAN Diare 15. Sampaikan kepada peserta didik mengenai apa yang baru saja mereka pelajari, apa yang mereka senangi dan apa yang tidak. 72 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

KEGIATAN 3 IDENTIFIKASI KEBIASAAN PENGGUNAAN AIR BERSIH Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak peserta didik untuk dapat mengidentifikasi dan menganalisa pola dan perilaku peserta didik yang berkaitan dengan kebiasaan pemakaian sumber air bersih untuk berbagai kebutuhan. Alat dan bahan yang digunakan: 1. Set gambar sarana air 2. Set gambar kegiatan pemakaian air (untuk masak- PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 73

minum, mandi- cuci, dan kebutuhan lain) 3. Kertas lebar untuk menunjukkan hasil kepada peserta didik 4. Alat tulis Proses kegiatan: 1. Guru menjelaskan kepada peserta didik tujuan dari kegiatan ini. 2. Guru menunjukkan gambar-gambar yang berkaitan dengan kebiasaan penggunaan air bersih (sumber air) kepada peserta didik. Tanyakan apa dan bagaimana keadaan di daerah masing-masing siswa, kemudian pilih yang sesuai dan minta peserta didik untuk menyebutkan namanya sesuai nama sebutan di desa setempat. Set gambar Identifikasi Kebiasaan Penggunaan Air Gambar 3.1 Gambar 3.2 Gambar 3.3 Gambar 3.4 Gambar 3.5 74 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

3. Pilihan peserta didik diletakkan di lantai secara horisontal. 4. Tunjukkan set gambar jenis penggunaan air(untuk masak-minum, mandi- cuci, dan kebutuhan lain) dan jelaskan kepada peserta didik maksud gambar tersebut. 5. Tanyakan kepada peserta didik: “Anak-anak, bila mandi dan cuci biasanya di mana ?” Dan seterusnya dengan pertanyaan yang mana untuk setiap jenis penggunaan air yang lain (minum/masak dan kebutuhan lain). 6. Untuk setiap pertanyaan, minta masing-masing peserta didik untuk menempatkan diri di pilihan sarana air bersih/ sumber air. Bila gambar sarana air bersih/sumber air ditempatkan di lantai secara horisontal/membujur, peserta didik diminta untuk berbaris secara vertikal. 7. Minta peserta didik untuk berhitung dari masing-masing kelompok dan catat hasilnya dalam matrik pencatatan hasil yang sudah disiapkan. SUNGAI SUMUR .......... .......... Mandi/Cuci Masak/Minum Lain-lain PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 75

8. Gali cerita dibalik hasil penghitungan. Misal dengan meminta peserta didik untuk sedikit bercerita tentang pengalamannya masing-masing (bagaimana rasa air yang diminum, bagaimana kejernihan air yang dipakai untuk mandi, dan lain-lain). 9. Guru kemudian mengajak peserta didik untuk melihat pola dan perilaku penggunaan air bersih dengan menunjukkan hasil perhitungan. 10. Sampaikan kepada peserta didik mengenai apa yang baru saja mereka pelajari dan apa yang mereka senangi dan apa yang tidak. 76 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

KEGIATAN 4 IDENTIFIKASI KEBIASAAN BUANG AIR BESAR Bertujuan untuk mengajak peserta didik untuk dapat mengidentifikasi dan menganalisa pola dan perilaku peserta didik yang berkaitan dengan kebiasaan Buang Air Besar (BAB). Alat dan bahan yang digunakan yaitu set gambar sarana sanitasi, flipchart/kertas lebar untuk menunjukkan hasil kepada peserta didik, alat tulis. Proses kegiatan: 1. Guru menjelaskan kepada peserta didik tujuan dari kegiatan ini. 2. Guru menunjukkan gambar yang berkaitan dengan kebiasaan tempat untuk buang air besar kepada peserta didik. Tanyakan apa dan bagaimana keadaan di daerah masing- masing anak peserta didik, kemudian pilih yang sesuai dan minta peserta didik untuk menyebutkan namanya sesuai nama sebutan di desa setempat. 3. Pilihan peserta didik diletakkan di laintai secara horisontal atau ditempelkan di dinding di sudut ruangan kelas. PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 77

Set Identifikasi Kebiasaan Buang Air Besar Gambar 4.1 Gambar 4.2 Gambar 4.3 Gambar 4.4 Gambar 4.5 Gambar 4.6 4. Tanyakan kepada peserta didik: “Anak-anak, bila buang air besar, biasanya kemana?” 5. Untuk menjawab pertanyaan, minta masing•masing peserta didik untuk menempelkan diri di pilihan tempat buang air besar. Bila gambar tempat buang air besar ditempatkan di lantai secara horizontal/membujur, peserta didik diminta untuk berbaris secara vertikal. Dan bila gambar tempat buang air besar ditempel di dinding sudut ruangan kelas, minta peserta didik segera menempatkan diri di sudut ruangan sesuai gambar pilihannya. 78 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

6. Minta peserta didik untuk berhitung dari masing-masing kelompok dan catat hasilnya dalam matrik pencatatan hasil yang sudah disiapkan. 7. Gali cerita dibalik hasil penghitungan. Misal dengan meminta peserta didik untuk sedikit bercerita tentang pengalamannya masing-masing (bagaimana rasa air yang diminum, bagaimana kejernihan air yang dipakai untuk mandi, dan lain-lain). 8. Guru kemudian mengajak peserta didik untuk melihat pola dan perilaku penggunaan air bersih dengan menunjukkan hasil perhitungan. JAMBAN SUNGAI KEBUN Anak-anak PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 79

9. Sampaikan kepada peserta didik mengenai apa yang baru saja mereka pelajari dan apa yang mereka senangi dan apa yang tidak. KEGIATAN 5 PILIHAN PERILAKU BAIK DAN BURUK Bertujuan untuk mengajak peserta didik untuk dapat mengidentifikasi dan menganalisa pola dan perilaku peserta didik yang berkaitan dengan kebiasaan Buang Air Besar (BAB). Alat yang digunakan yaitu set gambar pilihan baik-buruk, 80 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

kartu dengan tulisan “Baik”, “Buruk” dan “Tidak Berpengaruh” atau boleh juga langsung ditulis di papan tulis atau dengan menggunakan simbol sebagai pengganti kata-kata, serta alat tulis. PROSES KEGIATAN : 1. Guru menjelaskan kepada peserta didik tujuan dari kegiatan ini. 2. Mintalah peserta didik untuk membentuk kelompok kecil, 5-8 orang. Dan berikan setiap kelompok satu set gambar perilaku dan satu set tulisan. 3. Mintalah peserta didik untuk mengelompokkan gambar- gambar tersebut menjadi tiga kelompok, yaitu:  “Baik” : gambar yang menunjukkan perilaku baik terhadap kesehatan.  “Buruk” : gambar yang menunjukkan perilaku yang dianggap buruk terhadap kesehatan.  “Tidak Berpengaruh” : gambar yang menunjukkan perilaku yang dianggap tidak berpengaruh terhadap kesehatan. 4. Setelah selesai, mintalah wakil setiap kelompok untuk menjelaskan kepada kelompok lain tentang pilihan mereka dan alasannya. Berikan kesempatan kepada peserta didik untuk saling tanya-jawab. Di sini peserta didik mungkin akan menemukan perbedaan pilihan dan alasan. Diskusi ini akan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berbagi pengetahuan. 5. Setelah semua kelompok selesai menyajikan, g u r u meminta siswa untuk menyepakati perilaku baik dan perilaku buruk dari hasil semua kelompok. 6. Guru meminta kepada peserta didik untuk memilih beberapa gambar perilaku yang buruk yang ingin ditinggalkan/diubah dan beberapa gambar perilaku yang baik yang ingin dikembangkan. 7. Ajak peserta didik untuk mendiskusikan: PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 81

 Kebiasaan-kebiasaan baik apa saja yang akan senantiasa diterapkan dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.  Menerima kebiasaan-kebiasaan baru yang membawa pengaruh baik bagi kesehatan.  Membuang atau meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang membawa pengaruh buruk bagi kesehatan. 8. Sampaikan kepada peserta didik mengenai apa yang baru saja mereka pelajari dan apa yang mereka senangi dan apa yang tidak. “Baik” : Gambar Perilaku Yang Dianggap Baik Terhadap Kesehatan Gambar 5.1 Gambar 5.2 Gambar 5.3 Gambar 5.4 Gambar 5.5 Gambar 5.6 82 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

Gambar 5.7 Gambar 5.8 Gambar 5.9 “Buruk” : Gambar Perilaku Yang Dianggap Buruk Terhadap Kesehatan Gambar 5.10 Gambar 5.11 Gambar 5.12 Gambar 5.13 Gambar 5.14 Gambar 5.15 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 83

Gambar 5.16 Gambar 5.17 Gambar 5.18 “Tidak Pengaruh”: Gambar Perilaku Yang Dianggap Tidak Pengaruh Terhadap Kesehatan Gambar 5.19 Gambar 5.20 Gambar 5.21 Gambar 5.22 Gambar 5.23 Gambar 5.24 84 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

• Nama Sekolah : • Nama Desa : • Kecamatan : • Kabupaten : • Provinsi : • Tanggal : • Fasilitator : • Jumlah Peserta Laki-laki : • Jumlah Peserta Perempuan : • Jumlah Peserta semua : Waktu MulaiW aktu Selesai JENIS PERILAKU YANG DIPILIH OLEH PESERTA DIDIK Perilaku Baik Perilaku yang tidak Perilaku Buruk berpengaruh terhadap Kesehatan 1. 1. 1. 2. 2. 2. 3. 3. 3. 4. 4. 4. 5. 5. 5. 6. 6. 6. 7. 7. 7. 8. 8. 8. ANALISIS TEMUAN DAN HUBUNGANNYA UNTUK RENCANA TINDAK LANJUT TENTANG PERILAKU BAIK No. PERILAKU BAIK Apakah perilaku baik ini sudah dilaksanakan 1. sehari-hari, dan bagaimana cara melaksanakannya 2. PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 85

3. 4. 5. 6. 7. ANALISIS TEMUAN DAN HUBUNGANNYA UNTUK RENCANA TINDAK LANJUT TENTANG PERILAKU BURUK No. PERILAKU BURUK Apakah perilaku ini sudah dilaksanakan sehari- 1. hari, dan bagaimana cara melaksanakannya 2. 3. 4. 5. 6. 7. 86 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

KEGIATAN 6 CARA PENULARAN DAN PENGHAMBATAN PENYAKIT Tujuan kegiatan adalah mengajak peserta didik untuk dapat mengidentifikasi dan menganalisa pola dan perilaku peserta didik yang berkaitan dengan kebiasaan Buang Air Besar (BAB). Alat yang digunakan yaitu set gambar alur penularan penyakit diare beserta penghambatnya, gambar sama dengan pada panduan perencanaan partisipatif di sekolah, tanda panah (bisa dibuat dari kertas atau karton), alat tulis. PROSES KEGIATAN : 1. Guru menjelaskan kepada peserta didik tujuan dari kegiatan ini. 2. Mintalah peserta didik untuk membentuk kelompok kecil, 5-8 orang. 3. Tunjukkan sebuah gambar kotoran/gambar yang memperlihatkan seorang sedang buang air besar di tempat terbuka dan mulut manusia. Gambar 6.1 Gambar 6.2 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 87

4. Bagikan kepada setiap kelompok satu set gambar Alur Penularan Penyakit Gambar 6.1 Gambar 6.2 Gambar 6.3 Gambar 6.4 Gambar 6.5 Gambar 6.6 Gambar 6.7 Gambar 6.8 Gambar 6.9 88 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

Gambar 6.10 Gambar 6.11 Gambar 6.12 Gambar 6.13 Gambar 6.14 Gambar 6.15 Gambar 6.16 Gambar 6.17 Gambar 6.18 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 89

Gambar 6.19 Gambar 6.20 Gambar 6.21 Gambar 6.22 Gambar 6.23 Gambar 6.24 Gambar 6.25 5. Minta tiap kelompok dengan menggunakan gambar -gambar yang ada untuk sebuah alur yang menggambarkan bagaimana caranya kuman yang ada pada kotoran manusia dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui mulut. Gunakan tanda panah diantara gambar untuk memperhatikan alur-alur yang ditempuh. 6. Setelah selesai, minta wakil dari setiap kelompok untuk 90 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

memperlihatkan dan menerangkan alur penularan penyakit kepada seluruh peserta didik. 7. Selanjutnya guru menegaskan seluruh hasil diskusi kelompok, sehingga diketahui bahwa penularan penyakit dapat melalui beberapa cara penularan. 8. Terangkan kepada peserta didik bahwa: “Sekarang anak-anak sudah tahu bagaimana caranya kotoran manusia dapat menularkan penyakit, maka sekarang kita harus memikirkan upaya agar penularan ini jangan sampai berlangsung terus-menerus”. 9. Perlihatkan kepada peserta didik sejumlah gambar penghambat yang menunjukan sejumlah kegiatan yang dapat memutuskan alur penularan penyakit. Gambar 6.26 Gambar 6.27 Gambar 6.28 Gambar 6.29 Gambar 6.30 Gambar 6.31 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 91

10. Minta masing-masing kelompok untuk mendiskusikan bagaimana menghambat/memutuskan alur penularan penyakit (hasil kegiatan no. 5) dengan cara menempatkan gambar penghambat. Setelah semua kelompok selesai, masing-masing wakil kelompok diminta untuk menerangkan hasil yang sudah dibuat. 11. Berdasarkan hasil diskusi masing-masing kelompok mengenal penghambat alur penularan penyakit, guru merangkum dan menggabung semua hasil. 12. Setelah peserta didik mengetahui beberapa cara penghambat penularan penyakit, peserta didik diminta untuk menentukan penghambat mana yang “mudah dilakukan”, “dapat dilakukan” dan “sulit dilakukan” oleh siswa. Lakukan dengan cara mengangkat gambar penghambat satu per satu dan tanyakan kepada peserta didik apakah ini mudah dilakukan? Dapat dilakukan? Sulit dilakukan? 13. Guru meminta kepada peserta didik untuk menjelaskan alasan mengapa penghambat yang satu dikatakan lebih mudah dilakukan dari penghambat lain. 14. Sampaikan kepada peserta didik mengenai apa yang baru saja mereka pelajari, apa yang mereka senangi dan apa yang tidak . Diagram berikut memperhatikan lintasan yang biasa dilalui kuman diare, telur cacing hingga mencapai mulut manusia: lewat jari (fingers), lalat/serangga (flies), ladang/kebun (field), cairan (fluida) dan makananan (food), atau langsung ke mulut. Skema 5F 92 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

CATATAN : 1. Jangan merasa kecewa jika diagram yang dibuat tidak sesuai dengan diagram F5. Cukuplah jika peserta didik sudah dapat memperlihatkan sebagian alur tersebut. Dan jangan memaksa peserta didik untuk segera menyelesaikan tugas atau mengarahkan pada saat peserta didik menyusun alur mereka. 2. Jika peserta didik tidak berhasil menemukan alur penularan tersebut, cobalah cari tahu sebabnya mungkin harus didahului dengan diskusi, barulah dicoba sekali lagi dari awal. 3. Akan berguna sekali bila disediakan kertas kosong dan spidol sehingga bagi peserta didik dapat menciptakan penghambat-penghambat mereka sendiri jika gambar yang ada dirasakan tidak dapat mencakup semua keadaan. PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 93

• Nama Sekolah : • Nama Desa : • Kecamatan : • Kabupaten : • Provinsi : • Tanggal : • Fasilitator : • Jumlah Peserta Laki-laki : • Jumlah Peserta Perempuan : • Jumlah Peserta semua : Waktu MulaiW aktu Selesai PENJELASAN DIAGRAM ALUR PENULARAN PENYAKIT PENJELASAN DIAGRAM ALUR PENULARAN PENYAKIT ALUR PENULARAN PENYAKIT CARA MENGHAMBAT PENULARAN PENYAKIT 1. 1. 2. 2. 3. 3. 4. 4. 5. 5. KEGIATAN 7 RENCANA TINDAK LANJUT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) Tujuan kegiatan ini adalah mengajak peserta didik untuk dapat merencanakan dan melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang dapat ditunjukan di sekolah dan di rumah. Alat yang dibutuhkan adalah daftar pilihan perilaku baik dan penghambat alur penyakit, hasil dari kegiatan 5-6 (misal: mencuci tangan dengan sabun, menutup makanan dengan tudung saji, minum air yang mempengaruhi syarat kesehatan, buang air besar di WC). 94 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

PROSES KEGIATAN : 1. Guru menjelaskan kepada peserta didik tujuan dari kegiatan ini. 2. Guru menunjukan dan menjelaskan tabel perencanaan PHBS bagi peserta didik sebagai alat bantu untuk membuat rencana tindak lanjut. 3. Guru mengajak peserta didik untuk bersama-sama mengisi table perencanaan PHBS. Pada kolom pertama diisi berdasarkan hasil kegiatan 5 dan 6. Contoh table perencanaan PHBS bagi peserta didik: Pilihan Penanggung Waktu Cara Frekuensi Pelaksanaan perilaku Monitoring Monitoring Jawab Kegiatan Monitoring Bentuk baik dan Kegiatan menghambat alur penyakit Cuci tangan Penyediaan Siswa piket Setiap Pengecekan Setiap hari Guru Kelas dengan air air oleh hari dengan bersih dan peserta daftar sabun didik Penyediaan Kepala Sesuai Pengamatan Setiap TKM, Kepsek. sarana cuci Sekolah RKM langsung minggu tangan selama konstrUKS / Mi PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 95

Hasil Diskusi Yang Diharapkan : 1. Semua peserta didik yang ikut seleksi dapat menyumbang pemikiran dalam diskusi. 2. Dapat diketahui keadaan sarana di sekolah yang menunjang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang berhubungan dengan penyakit diare. 96

Lampiran 2. Survey Mawas Diri Kegiatan dalam SMD atau Surveilans Berbasis Masyarakat sebagai berikut :  Melakukan identifikasi masalah kesehatan yang ada di sekolah, baik yang dialami oleh peserta didik, guru atau warga sekolah lainnya. Kegiatan yang dilakukan adalah melihat dan menganalisis trend/perkembangan masalah kesehatan berdasarkan data/cacatan hasil penjaringan yang dilakukan oleh puskesmas serta cacatan dari petugas pelaksana UKS/M atau sumber informasi lainnya yang dapat dipertanggung jawabkan).  Melakukan identifikasi serta menganalisa penyebab masalah kesehatan yang ada di sekolah serta upaya yang telah dilakukan pihak sekolah untuk mengatasi penyebab masalah kesehatan tersebut.  Melakukan analisa tentang peran serta mitra potensial dalam mencegah atau mengatasi masalah kesehatan yang ada di sekolah  Melakukan identifikasi serta pengamatan ada/ tidaknya kebijakan publik berwawasan kesehatan serta penerapannya di sekolah.  Melakukan analisa potensi/sumberdaya sekolah yang mendukung kegiatan promosi kesehatan di sekolah, meliputi: o Pelaksana UKS/M serta Kader Kesehatan Sekolah yang mempunyai kompetensi di bidang promosi kesehatan o Tersedia media dan sarana yang mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat sekolah o Tersedia alokasi dana untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat sekolah o Adanya fasilitas sekolah untuk mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat sekolah o Kegiatan pengorganisasian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan di sekolah/madrasah, PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 97

contoh: ada Kelompok Kerja (Pokja) Lingkungan Sekolah Bebas Jentik, Pokja Pemantauan Kesehatan, Pokja Tanaman Obat, Pokja Pengolah Sampah, dll o Peran Komite Sekolah, Yayasan Sekolah, TP.UKS/M , PGRI, Lintas Sektor, Donatur, Penentu Kebijakan/ Pengambil Keputusan dll yang mempunyai potensi mendukung kegiatan promosi kesehatan di sekolah/madrasah.  Penetapan Priroitas Masalah Kegiatan ini, sebagai tindak lanjut dari analisa situasi yaitu menetapkan prioritas masalah di sekolah didasarkan kepada: 1) Penyakitataugangguankesehatanyangmenyebabkan warga sekolah absen/tidak masuk sekolah. 2) Data hasil penjaringan kesehatan anak sekolah yang dilakukan puskesmas. 3) Hasil pendataan penerapan indikator PHBS oleh warga sekolah.  Identifikasi penyebab terjadinya masalah kesehatan prioritas (perilaku dan non-perilaku) serta potensi yang dimiliki sekolah Kegiatan ini dilakukan oleh Kader UKS/M dipandu oleh Guru UKS/M sekolah, didampingi petugas UKS/M puskesmas. Metode yang digunakan adalah melakukan wawancara dengan menggunakan kuesioner atau mengisi kuesioner secara mandiri, bisa juga dengan diskusi kelompok terarah (DKT) menggunakan panduan diskusi. Akan lebih baik, bila dilakukan kegiatan observasi/ pengamatan kondisi lingkungan responden. 98 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH

Lampiran 3. Data Analisa Situasi Sekolah Data tersebut meliputi: a. Kondisi sekolah  Profil sekolah  Kegiatan UKS/M yang sudah ada b. Surveillance berbasis masyarakat  Melakukan identifikasi masalah kesehatan yang ada di sekolah, baik yang dialami oleh peserta didik, guru atau masyarakat sekolah lainnya. Kegiatan yang dilakukan adalah melihat dan menganalisis trend/ perkembangan masalah kesehatan berdasarkan data/cacatan hasil penjaringan yang dilakukan oleh puskesmas serta cacatan dari petugas pelaksana UKS/M atau sumber informasi lainnya yang dapat dipertanggung jawabkan).  Melakukan identifikasi serta menganalisa penyebab masalah kesehatan yang ada di sekolah serta upaya yang telah dilakukan pihak sekolah untuk mengatasi penyebab masalah kesehatan tersebut.  Melakukan analisa tentang peran serta mitra potensial dalam mencegah atau mengatasi masalah kesehatan yang ada di sekolah.  Melakukan identifikasi serta pengamatan ada/ tidaknya kebijakan publik berwawasan kesehatan serta penerapannya di sekolah.  Melakukan analisa potensi/ sumberdaya sekolah yang mendukung kegiatan promosi kesehatan di sekolah, meliputi : o Pelaksana UKS/M serta Kader Kesehatan Sekolah o Tersedia media dan sarana yang mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat sekolah o Tersedia alokasi dana untuk kegiatan promosi kesehatan PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH 99

o Adanya fasilitas sekolah untuk mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat sekolah o Kegiatan pengorganisasian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan di sekolah, contoh: ada Kelompok Kerja (Pokja) Lingkungan Sekolah Bebas Jentik, Pokja Pemantauan Kesehatan, Pokja Tanaman Obat, Pokja Pengolah Sampah, dll o Peran Komite Sekolah, Yayasan Sekolah, TP.UKS/M , PGRI, Lintas Sektor, Donatur, Penentu Kebijakan/ Pengambil Keputusan dll yang mempunyai potensi mendukung kegiatan promosi kesehatan di sekolah. c. Penetapan prioritas masalah kesehatan Kegiatan ini, sebagai tindak lanjut surveillans berbasis masyarakat, yaitu menetapkan prioritas masalah kesehatan di sekolah didasarkan pada: 4) Penyakitataugangguankesehatanyangmenyebabkan masyarakat sekolah yang absen/ tidak masuk sekolah. 5) Data hasil penjaringan kesehatan anak sekolah yang dilakukan puskesmas. 6) Hasil pendataan/survei penerapan indikator PHBS oleh masyarakat sekolah. Contoh Analisa Situasi di Sekolah A  Identifikasi masalah kesehatan yang utama dari data : 1) Data penyakit atau gangguan kesehatan yang menyebabkan masyarakat sekolah absen/tidak masuk sekolah, ada tiga masalah utama yaitu: a) DBD b) Diare c) Sakit maag/lambung 2) Data hasil penjaringan kesehatan anak sekolah yang dilakukan puskesmas, ada tiga masalah utama yaitu: 100 PEDOMAN PHBS DI SEKOLAH


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook