Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Intisari Oktober 2022

Intisari Oktober 2022

Published by seputarfib, 2022-10-03 22:26:01

Description: Intisari Oktober 2022

Search

Read the Text Version

DALAM SEJARAH Penulis: Tjahjo Widyasmoro 16 Oktober 1964 Tiongkok Meledakkan Bom Atom Pertamanya Tiongkok mengembangkan senjata nuklir setelah mendapat tekanan dari Amerika Serikat dalam Perang Korea. Akhirnya Tiongkok mulai mengembangkan senjata nuklirnya sendiri sejak 1954 dengan bantuan Uni Soviet. Namun pada 1959 kerjasama itu berhenti sehingga Mao Zedong memutuskan untuk meneruskannya sendiri. Proyek yang dinamai 59-6 itu diuji coba di Lop Nur, Gurun Gobi. Bom nuklir 22 kiloton dipasang di atas menara baja dan diledakkan.Tiongkok menjadi negara kelima yang memiliki nuklir setelah AS, Soviet, Inggris, dan Prancis. 19 Oktober 1987 Lop Nur, lokasi uji coba bom atom Tiongkok Tragedi Kecelakaan Kereta Api Bintaro Kecelakaan melibatkan KA 225 Merak dengan KA 220 Rangkas, di daerah Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan. Penyebabnya adalah kelalaian petugas dan kesalahan masinis dalam melihat tanda yang semestinya langsir menjadi berangkat. Akibatnya pada pukul 06.45 keduanya bertabrakan dengan kecepatan 25 km/jam dan 30 km/jam. Korban tewas berjumlah 139 dan 254 luka-luka. Hukuman terberat dijatuhkan kepada Slamet Suradio, masinis KA225 dengan hukuman penjara 5 tahun. 28 Oktober 1886 Patung Liberty yang menjadi tanda persahabatan rakyat Patung Liberty Diresmikan Prancis dan Amerika Serikat Patung Liberty merupakan hadiah persahabatan dari warga Prancis kepada Amerika Serikat. Semula patung ini dijadwalkan akan selesai pada 1876 atau 100 tahun setelah Deklarasi Kemerdekaan AS. Namun karena ternyata penggalangan dananya tersendat, patung baru selesai tahun 1884 dengan dana sekitarAS$ 250 ribu. Patung dibongkar menjadi 350 potongan dalam 200 kotak dan dikapalkan ke Amerika Serikat. Pada 28 Oktober 1886 patung selesai dipasang dan diresmikan oleh Presiden Grover Cleveland.

FOTO: KITLV; PEWARNA: MAHA SULTHAN SOROTAN 4 Sehat 5 Sempurna, Mengoreksi Politik Pangan dari Zaman ke Zaman 102 OKTOBER 2022

Yds Agus Surono Reporter Intisari Program 4 Sehat 5 Sempurna ternyata tak hanya berdimensi gizi. Namun juga berkonsep ketahanan pangan dalam bentuk diversifikasi. Sayangnya, tak sepenuhnya bisa dilakukan karena terbelenggu politik pangan yang cenderung seragam, alih-alih beragam. 103 OKTOBER 2022

SOROTAN FOTO: KOMPAS_JB SURATNO Dalam debat kampanye Sosok di balik program pemilihan Presiden 2019, “4 Sehat 5 Sempurna” pasangan nomor urut (4S5S) adalah Prof. Poorwo 2 Prabowo Subianto Soedarmo, seorang guru dan Sandiaga Uno besar Fakultas Kedokteran melemparkan program Sedekah Universitas Indonesia. Putih untuk mengatasi stunting Namun, tidak seperti yang atau gizi buruk yang masih saja disangka banyak orang, terjadi di masa kini. Lewat program program ini sebenarnya ini, anak-anak PAUD dan SD akan sudah berjalan sejak menerima bubur kacang hijau dan awal-awal kemerdekaan susu di sekolah. Republik Indonesia. Lemparan program Sedekah menancap di benak saya dalam Putih ini kemudian menerima bentuk poster. Sebuah segi empat tanggapan ramai di lini masa yang terbagi dalam empat persegi media sosial saat itu. Salah satunya dan ditengah-tengahnya terdapat mengaitkan dengan program lingkaran. Masing-masing empat serupa yang sudah lama berlalu dan persegi itu berisi gambar-gambar menjadi kenangan dan pengalaman bahan makanan. Pojok kiri tak terlupakan generasi 80-an. atas berisi gambar nasi dalam Yakni “4 Sehat 5 Sempurna”. wadahnya, singkong, ubi, jagung, dan tepung. Pojok kanan atas berisi Propaganda program ini masih gambar sayur-sayuran, labu, tomat, wortel. Pojok kanan bawah buah- Prof. Poorwo Soedarmo buahan seperti manggis, mangga, pepaya, rambutan, pisang. Pojok bawah kiri ada lauk pauk seperti daging ayam, ikan, telur, tahu, dan tempe. Nah, di tengah-tengah, tempat bertemunya empat titik sudut dari empat persegi tadi, sebuah lingkaran menampilkan 104 OKTOBER 2022

4 Sehat 5 Sempurna, Mengkoreksi Politik Pangan dari Zaman ke Zaman Poster 4 Sehat 5 Sempurna. FOTO: BLOGSPOT.COM gambar segelas susu. tidak seperti yang disangka banyak Itulah empat sehat lima orang, program ini sebenarnya sudah berjalan sejak awal-awal sempurna. Jika kita tiap hari kemerdekaan Republik Indonesia. mengonsumsi bahan makanan di keempat kotak tadi, maka sudah “Konsep empat sehat lima bisa dibilang kita mengonsumsi sempurna dirumuskan beliau makanan sehat. Akan lebih di awal-awal kemerdekaan sempurna kalau ditambah segelas Indonesia. Pada saat itu Indonesia susu. dalam kondisi krisis pangan. Ditambah kondisi politik yang Tak sepenuhnya sukses tidak stabil dengan adanya gerakan separatisme di beberapa wilayah. Sosok di balik program “4 Hal itu membuat fokus pemerintah Sehat 5 Sempurna” (4S5S) adalah untuk stabilisasi pangan tidak Prof. Poorwo Soedarmo, seorang berhasil dengan maksimal,” kata guru besar Fakultas Kedokteran Fadly Rahman, sejarawan makanan Universitas Indonesia. Namun, 105 OKTOBER 2022

SOROTAN Membersihkan singkong FOTO: KITLV; PEWARNA: MAHA SULTHAN tahun 1915. dari Universitas Padjadjaran, Jawa Fadly Rahman Barat. Sejarah mencatat, setelah Pemberontakan PKI di Madiun pada 1948, Indonesia dirundung banyak peperangan mempertahankan kedaulatan negara dari rongrongan anak bangsa seperti DI/TII pada 1949, serta PRRI/Permesta pada 1957/1958. Ketidakstabilan politik ini berimbas ke banyaknya gagal panen di mana-mana. Fadly memperoleh informasi itu dari banyak sumber seperti dari Dinas Pertanian serta laporan jurnalis dalam dan luar negeri. 106 OKTOBER 2022

4 Sehat 5 Sempurna, Mengkoreksi Politik Pangan dari Zaman ke Zaman SI SEMPURNA YANG “MENJIJIKKAN” Empat Sehat menjadi Sempurna Pada tahun 1950-an, susu jika ditambahkan Susu, faktor sapi belum banyak di pasaran. kelima. Mengapa dipisahkan? Peternakan sapi perah sulit Karena tak semua orang bisa dan diwujudkan saat itu karena kondisi mampu mengonsumsi susu. Tidak dalam negeri belum stabil. Selain bisa karena alasan belum terbiasa. itu, pada masa itu orientasi ternak “Susu bukan kebutuhan primer belum untuk diambil susunya. bagi masyarakat Indonesia dan Masih dalam tahap sebagai alat Asia Tenggara pada umumnya. kerja untuk membantu membajak Bahkan ada yang menganggap sawah. susu itu sebagai minuman yang menjijikkan,” kata Fadly. Poorwo mengusulkan susu kedelai sebagai pengganti Bahkan Raffles menggambarkan susu sapi. Dengan susu kedelai masyarakat Jawa dan Asia lainnya diharapkan masyarakat bisa menganggap susu itu sebagai menerimanya. Juga tidak lagi darah putih. Membuat mereka menganggap sebagai minuman enggan minum karena bikin eneg. elite. “Di awal-awal tahun 1950-an, Negara Perbaikan Makanan (1952), banyak masyarakat kekurangan sebagai upaya sosialisasi konsep pangan, dan berdampak ke tersebut kepada masyarakat. Selain malnutrisi, gizi buruk angkanya Soedarmo, para ahli kesehatan sangat tinggi. (Hal ini) memang dan pertanian saling bersinergi diakibatkan dari ketidakmampuan memecahkan masalah mulai dari pemerintah untuk menghentikan hulu (pertanian dan pangan) krisis yang terjadi saat itu. hingga hilir (kesehatan dan gizi Konflik-konflik lokal. Separatisme masyarakat). Presiden Sukarno di beberapa wilayah yang pun tak ketinggalan mendukung mengakibatkan gagal panen. program revitalisasi pangan Lahan-lahan tidak terurus sehingga nasional dan gizi rakyat yang ini berdampak pada kualitas hidup digarap para ahli pangan dan gizi. masyarakat yang memunculkan masalah gizi akut,” tambah Fadly. Prinsip Soedarmo bahwa “soal makanan adalah soal nasional” Pemerintah kemudian selaras dengan pemikiran Sukarno mendirikan Lembaga Makanan yang tak bosan melakukan Rakyat (1951), menyusul Panitia propaganda terhadap rakyat 107 OKTOBER 2022

SOROTAN DARI “4 SEHAT 5 SEMPURNA” KE “PEDOMAN GIZI SEIMBANG” Menurut Dr. Elvina 4S5S yang menyamaratakan Karyadi, M.Sc., ketua umum kebutuhan gizi semua orang, Perhimpunan Dokter Gizi Medik PGS berprinsip bahwa tiap Indonesia (PDGMI), konsep 4S5S golongan usia, jenis kelamin, kini dianggap tak sesuai lagi kesehatan, dan aktivitas fisik dengan perkembangan ilmu memerlukan gizi yang berbeda. pengetahuan dan teknologi “Ketika empat sehat lima gizi. Sebagai gantinya, kini sempurna diperkenalkan, di dikenalkan “Pedoman Gizi masa itu orang Indonesia belum Seimbang” (PGS). PGS adalah mengerti pola makan yang susunan makanan sehari-hari benar. Sejak tahun 1990-an, pola yang mengandung zat gizi permasalahan gizi masyarakat dalam jenis dan jumlah yang mulai berubah. Ada masalah sesuai dengan kebutuhan tubuh. kegemukan dan obesitas Gizi seimbang memperhatikan sehingga pedoman tersebut empat prinsip, yakni variasi tidak lagi tepat, sehingga konsep makanan, pentingnya pola 4 sehat 5 sempurna tidak sesuai hidup bersih, pentingnya pola dengan masalah gizi ganda hidup aktif dan olahraga, serta (kelebihan dan kekurangan gizi) pemantauan berat badan ideal. yang ada di Indonesia,” tutur Elvina. Berbeda dengan konsep Indonesia agar membudidayakan Maksud Sukarno itu tak lepas dari kebutuhan ragam pangan secara pemikiran bahwa swasembada swadaya, baik di lahan pertanian, pangan dan berkualitasnya gizi kebun, maupun pekarangan rumah. rakyat merupakan penentu Langkah ini diyakini Sukarno akan kesejahteraan dan kewibawaan membawa Indonesia menggapai sebuah negara. Jika setiap swasembada pangan. Ingat, individu bisa secara mandiri swasembada pangan! membudidayakan dan memanen kebutuhan pangannya sendiri, Sukarno pun tak luput mewanti- maka ketergantungan kepada wanti setiap keluarga Indonesia pedesaan dan impor bisa dikurangi. agar memahami pengetahuan pemenuhan gizi yang ideal dengan Program 4S5S memang tidak meragamkan menu asupan. sepenuhnya berjalan mulus 108 OKTOBER 2022

ladang singkong di jawa barat tahun 1920. FOTO: KITLV; PEWARNA: MAHA SULTHAN di zaman Sukarno. Banyak Orde Baru yang ambigu lahan pangan yang rusak akibat kekeringan atau beralih fungsi Program 4S5S berlanjut ke era menjadi lahan non-pangan. Selain Orde Baru. Namun, seperti yang itu, rendahnya jumlah populasi sudah banyak orang ketahui, ternak sejak masa pascaperang Presiden Suharto seakan ingin tidak serta-merta membaik pada menghapus jejak-jejak Sukarno awal kemerdekaan. Artinya kondisi sehingga konsep 4S5S pun tak itu tidak mencukupi persediaan sepenuhnya dijalankan sesuai kebutuhan pangan yang sedianya konsep awal. Konsep awal yang dikonsumsi oleh rakyat Indonesia. menitikberatkan pada keragaman Tidaklah mengherankan jika makanan berangsur-angsur hilang. penyakit kwashiorkor (busung Swasembada pangan di era Orde lapar) akibat malnutrisi di kalangan Baru dimaknai sebagai swasembada anak-anak menggejala luas di beras. berbagai wilayah di Indonesia. Suharto memang menerima estafet pemerintahan Sukarno 109 OKTOBER 2022

SOROTAN Pembuatan tepung tapioka tahun 1920. dalam kondisi yang mengenaskan. an dibuka kran impor gandum FOTO: KITLV; PEWARNA: MAHA SULTHAN Inflasi melonjak dan krisis pertama di Indonesia. Jadi pangan terjadi dengan langkanya sejak itu dari dekade ke dekade beras. Impor tak bisa memenuhi konsumsi kita mengarah juga ke kebutuhan beras bagi masyarakat tepung. Tepung dari gandum yang Indonesia sehingga akhirnya notabene bukan tanaman pangan masuklah gandum sebagai lokal. “Swasembada pangan ala pengganti beras. Ironi sebab Orba tidak meragamkan pangan Indonesia bukanlah penghasil tapi malah menyeragamkan,” kata gandum sehingga bisa menjadi Fadly. perangkap di kemudian hari. Padahal, Poorwo melalui Fadly menilai bahwa program konsep 4S5S ingin mengoreksi 4S5S di masa Orde Baru agak kebijakan pangan yang terjadi di ambigu. Di satu sisi melanjutkan masa kolonial ketika terjadi juga program 4S5S, di sisi lain program kelangkaan beras. Utamanya pada swasembada pangan Orba 1930-an saat terjadi malaise. Masa- berorientasi ke beras. Malah masa resesi ekonomi. Poorwo lebih solid lagi ketika tahun 1970- banyak mengadopsi dari nutrisionis 110 OKTOBER 2022

4 Sehat 5 Sempurna, Mengkoreksi Politik Pangan dari Zaman ke Zaman Program 4S5S terus nabati. Pada masa-masa krisis mengalami penurunan pamor itu pembudidayaan ternak sulit, sehingga lebih mudah sejak Sukarno lengser. Di mengonsumsi tempe atau tahu bawah rezim Soeharto, sebagai sumber protein. Jadi pada program swasembada saat itu digalakkan olahan makanan pangan masa Sukarno yang yang berbahan dasar kacang menekankan orientasi kedelai, termasuk susu kedelai. pangannya ke diversifikasi lantas bergeser menjadi Program 4S5S terus mengalami swasembada beras. penurunan pamor sejak Program 4S5S di masa Orde Sukarno lengser. Di bawah rezim Baru justru menghasilkan Soeharto, program swasembada ”kelaparan tersembunyi”. pangan masa Sukarno yang menekankan orientasi pangannya kolonial. Sebut saja A.G. van Veen, ke diversifikasi lantas bergeser G. A. Van Mol, dan W. G. Fisher menjadi swasembada beras. van Noordt. Mereka lebih dulu Program 4S5S di masa Orde Baru mengeluarkan konsep yang mirip justru menghasilkan ”kelaparan dengan 4S5S. tersembunyi” (hidden hunger) di berbagai wilayah ketika beras Orientasi Poorwo lebih ke lambat laun meminggirkan sumber- diversifikasi pangan. Dia berharap sumber karbohidrat lainnya. kebutuhan pangan masyarakat tak terkonsentrasi pada beras. Berharap pada Food Estate Mereka bisa mencari pengganti dari bahan lain seperti ubi- Narasi krisis beras menurut ubian yang tidak membutuhkan Fadly tak hanya terjadi di masa penanganan serumit padi. Tidak Orde Baru saja. Sebenarnya ini serepot penanganan lahan padi. Ubi sudah terjadi di masa sebelum singkong lebih resisten terhadap Jepang. Sudah terjadi pada masa iklim dibandingkan beras. kolonial. “Pada abad ke-19 itu pemerintah sudah dibikin bingung Dengan 4S5S juga, Poorwo dengan konsumsi beras masyarakat menawarkan substitusi yang tinggi. Saat itu pemerintah protein hewani ke protein menggalakan penanaman ubi kayu dan juga jenis umbi-umbian. Ini tidak ribet dibandingkan dengan sistem persawahan yang setidaknya harus ada irigasi yang baik,” kata Fadly. 111 OKTOBER 2022

SOROTAN Di masa reformasi Presiden kualitasnya lebih bagus dari beras Joko Widodo meluncurkan jawa. Sukarno memberi perhatian soal ini, memanjakan masyarakat program “Food Estate”. dengan beras bagus. Meski di sisi Menurut Kaprodi S-3 Ilmu lain juga mendorong masyarakat Teknik Pertanian Fakultas untuk membudidayakan pangan Teknologi Pertanian UGM pengganti yaitu singkong dan umbi- Sigit Supadmo Arif, secara umbian,” ujar Fadly. harfiah food estate berarti perusahaan perkebunan/ Program diversifikasi itu yang pertanian pangan, biasanya ditiru Sukarno di awal-awal padi. Melansir indonesia. pemerintahan dalam kaitannya go.id, food estate merupakan dengan politik pangan. “Dan ini konsep pengembangan nyambung dengan program 4S5S. pangan yang dilakukan Jadi kalau 4S5S hanya dipandang secara terintegrasi mencakup sebagai program gizi nasional itu pertanian, perkebunan tidak tepat. Perlu dikritisi lagi bahwa itu proyek politik pangan bahkan peternakan di pemerintah yang berupaya untuk suatu kawasan. menutupi persoalan cengkarut pangan yang terjadi pada masa Singkong pada awalnya itu. 4S5S lantas tak lagi menjadi susah diterima terutama di edukasi gizi tapi juga proyek politik Jawa. Namun dengan sistem pangan.” tumpang sari di sekitar sawah, ketika musim kemarau saat Di masa reformasi Presiden Joko irigasi tak maksimal, ternyata Widodo meluncurkan program singkong menjadi penyelamat “Food Estate”. Menurut Kaprodi ketika terjadi krisis pangan. Cara S-3 Ilmu Teknik Pertanian Fakultas itu berhasil di awal abad ke-19 Teknologi Pertanian UGM Sigit dan ke-20. Saat itu pemerintah Supadmo Arif, secara harfiah kolonial juga harus mengimpor food estate berarti perusahaan beras dari Myanmar. “Ini beras perkebunan/pertanian pangan, biasanya padi. Melansir indonesia. go.id, food estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan bahkan peternakan di suatu kawasan. Berhubung Jawa sudah 112 OKTOBER 2022

4 Sehat 5 Sempurna, Mengkoreksi Politik Pangan dari Zaman ke Zaman FOTO: KITLV Pohon singkong dekat keuskupan agung merauke menanggung beban berlebih, maka food estate ini dibangun di luar antara abad 19 dan 20. Jawa. Masalahnya, Jawa dilimpahi gunung-gunung api vulkanik tidak (lagi) melihat umbi-umbian yang membuat tanahnya subur. sebagai komoditas pangan lokal. Ini Berbeda dengan luar Jawa, apalagi mengkhawatirkan. Politik beras itu Kalimantan yang tidak memiliki sudah mencapai kawasan timur,” gunung aktif seperti di Jawa. tambah Fadly. Kemudian jika masih Food estate yang dibangun berorientasi beras, hal itu akan bukan hanya berkorelasi dengan menyingkirkan sumber pangan ketahanan dan keamanan pangan lokal di luar Jawa. Seperti di tapi juga bicara soal local wisdom. kawasan timur yang orientasinya Terkait dengan pangan sebagai sagu dan umbi-umbian. “Sudah identitas kebudayaan mereka. terjadi di Papua, masyarakat Dalam kondisi seperti ini, masih Mutiara Kata relevan untuk mengingat kembali program “Empat Sehat Lima Sempurna”. “Apa pun yang dapat dipikirkan dan diyakini oleh pikiran manusia, itu dapat dicapai” –Napoleon Hill, penulis dari Amerika Serikat (1883-1970) 113 OKTOBER 2022

LENTERA MARATHON Penulis: Yds Agus Surono Maybank Marathon 2022 candanya. Maksudnya, lebih baik yang diselenggarakan diledek teman karena performa kita di Bali pada Agustus gak oke di sebuah lomba daripada 2022 menjadi ajang ditangisi keluarga karena memaksa silaturahmi para diri menyelesaikan lomba dengan pelari setelah pandemi melandai. catatan waktu bagus. Ya kalau cuma Lomba lari ini menandai 10 tahun cedera, kalau nyawa lewat? Waktu Maybank Marathon, yang banyak itu belum lama tersiar kabar ada dirindukan para pelari seluruh peserta lomba lari di ajang lain Indonesia. Ribuan pelari antusias meninggal setelah menyelsaikan memadati garis start ketika subuh lomba lari. baru saja menjelang. Ya, banyak yang tak menyadari bahwa untuk Di-bully teman itu memang ikut lomba lari, para peserta harus benar adanya. Di sebuah grup bangun setidaknya pukul 03.00 agar percakapan WhatsApp, ada teman tak terlambat di garis start. yang memutuskan DNF dan “dirundung” beramai-ramai. Meski Karena sebelumnya pandemi dalam konteks bercanda, tapi kalau yang membatasi gerak membuat tak kuat mental bisa saja melukai para pelari kurang bisa maksimal hati. mempersiapkan diri mengikuti lomba ini. Seorang teman bercerita Dalam hidup pun kita bisa bagaimana beratnya ikut lomba mengambil kalimat sakti teman kali ini. Akhirnya, meski bisa finish, saya tadi. Ketika target hidup tak namun catatan waktunya jauh dari tergapai, tak ada salahnya untuk catatan waktu terbaiknya untuk melepaskan daripada memaksa kategori maraton penuh atau tapi dengan cara yang tidak benar. 42,195 km. Lewat korupsi atau memanfaatkan wewenang misalnya. Dalam obrolannya seusai menyelesaikan lomba, ia selalu “Tak ada yang salah menjadi mengingatkan para pelari untuk seorang pecundang, itu hanya menjaga diri. “Lebih baik di-bully tergantung bagaimana kita teman daripada ditangisi keluarga,” menyikapinya saja,” kata penyanyi AS, Billy Joe Armstrong. 114 OKTOBER 2022




Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook