JEDA DARI TAHTA UNTUK RAKYAT tadi, rasa berongkos di sini Handayani dikelola oleh ngangeni karena pas dengan keturunan anak-anak Adijo dan lidah saya yang tak menyukai rasa istrinya Saridjem. Tidak ada pedas. Rasa khas sayur berongkos yang berubah dari resepnya. di sini sudah hampir berusia 50 Konon salah satu rahasia yang tahun. Ya, warung ini pertama kali dimiliki berongkos Handayani berjualan sejak 1975. adalah menggunakan 16 macam bumbu. Awalnya sang pemilik warung, Adijo, berjualan es campur Jadi jika ke Yogya, jangan dengan cara berkeliling. Itu lupa mampir ke warung ini dan dilakukannya sekitar tahun 1960- merasakan menu raja yang kini an. Ketika mulai berjualan dengan sudah menjadi menu rakyat membuka warung di selatan Alun- biasa. (Yds) Alun Kidul itu, ia melengkapinya dengan berjualan berongkos. Jadi, jangan pula lupa untuk memesan es campurnya. Saat ini warung 51 OKTOBER 2022
FOTO: UNSPLASH SOROTAN Terlena Gandum, Padahal Punya Sorgum 52 OKTOBER 2022
Yds Agus Surono Reporter Intisari Jauh sebelum “terbelenggu” gandum, Nusantara sudah berkenalan dengan sorgum yang tak jauh berbeda namun lebih ramah tanam di sini. Sayang, politik pangan yang menyeragamkan pada beras membuat sorgum perlahan tersingkirkan. 53 OKTOBER 2022
SOROTAN “Negeri ini penuh Ironi terbaru, menurut data dengan ironi dalam Badan Pusat Statistik (BPS) hal pangan,” begitu tulis Hira Jhamtani, tahun 2019, konsumsi aktivis lingkungan gandum penduduk Indonesia hidup, dalam pengantar buku Susan adalah 30,5 kilogram (kg) per George, Pangan: Dari Penindasan tahun per kapita penduduk. Sampai ke Ketahanan Pangan.” Sedangkan, konsumsi beras Ironi itu dijelaskan Hira sebagai berikut: Tanahnya subur, sumber hanya sebesar 27 kg per daya alam hayati melimpah dan tahun per kapita penduduk. sebagian besar penduduknya hidup Ini bukan berarti makanan dari pertanian, tapi sejak awal 2005 terbetik kabar tentang kelaparan, pokok rakyat Indonesia rawan pangan, serta gizi buruk di sudah bergeser ke gandum beberapa provinsi. Pemerintah lndonesia mendapat penghargaan sebab konsumsi itu tak dari Organisasi Pangan Dunia melulu gandum sebagai (FAO) pada 1980-an karena makanan pengenyang perut, berhasil dalam swasembada beras, tetapi pada 1994 lndonesia kembali tapi olahan berbasis mengimpor beras dan hingga gandum yang biasa jadi kini isu impor beras menghantui pelengkap hidangan. wacana tentang pangan. kekurangan gizi antara Januari Buku ini dicetak pada Agustus hingga Juni 2005. Angka ini tiga 2007, sehingga data yang ada tentu kali lipat dari yang dilaporkan sebelum tahun itu. Seperti berita oleh Dinas Kesehatan setempat. yang diambil dari The Jakarta Post Kekurangan gizi mencakup 26 Mei 2005. Diberitakan, sekitar marasmus (kekurangan 332 orang menderita kekurangan karbohidrat) dan kwasiorkor gizi di Lombok, padahal provinsi (kekurangan protein) atau Nusa Tenggara Barat (NTB), seperti gabungan dari keduanya. Kondisi dikatakan wakil Gubernur Thamrin ini umumnya terjadi di negara- Rayes, mempunyai surplus negara miskin di Afrika. produksi padi dan menjualnya ke provinsi lain. Masih dari sumber yang sama, The Jakarta Post, 20 Juni 2005, 32 anak meninggal di NTT karena 54 OKTOBER 2022
Gandum dalam skala bisnis cocok di negara empat musim. FOTO: UNSPLASH Bergeser ke Jakarta, ibukota kilogram (kg) per tahun per kapita RI, tempat beredarnya 75% penduduk. Sedangkan, konsumsi uang dan menjadi kawasan yang beras hanya sebesar 27 kg per memperoleh porsi pembangunan tahun per kapita penduduk. Ini terbesar, ternyata ada 13 kasus bukan berarti makanan pokok gizi buruk sementara 8.450 anak rakyat Indonesia sudah bergeser lain mengalami rawan gizi buruk. ke gandum sebab konsumsi itu tak lroninya, “Pemerintah DKI Jakarta melulu gandum sebagai makanan mempunyai anggaran daerah pengenyang perut, tapi olahan sebesar Rp14,01 triliun,” tulis Hira berbasis gandum yang biasa jadi yang mengutip sumber The Jakarta pelengkap hidangan. Namun, yang Post, 17 Juni 2005. jelas untuk memenuhi kebutuhan tadi, Indonesia harus mengimpor Ironi terbaru, menurut data gandum sebab kita belum bisa Badan Pusat Statistik (BPS) membudidayakan gandum dalam tahun 2019, konsumsi gandum skala bisnis. penduduk Indonesia adalah 30,5 55 OKTOBER 2022
SOROTAN Pelan tapi pasti gandum FOTO: UNSPLASH menjadi bagian tak terpisahkan dari pangan keseharian kita. Roti turun kasta negara Barat, khususnya AS, membantu pemerintahan Suharto Gandum masuk ke Indonesia yang baru lahir itu, khususnya bisa ditelisik dari kejatuhan dalam hal pangan. Presiden Sukarno. Dalam film The Year of Living Dangerously, Billy Pada September 1966, setelah – salah seorang pemeran utama, bertemu dengan Menteri Luar jatuh meninggal dari ketinggian Negeri Adam Malik, Wakil Presiden setelah membentangkan spanduk AS Hubert Humphrey menulis bertuliskan, “Soekarno, Beri surat ke Presiden Lyndon Johnson. Rakyatmu Makan”. Pesan ini juga Intinya, Indonesia membutuhkan berlaku untuk penerusnya, Suharto. banyak beras, tidak saja dari AS Ia mewarisi kondisi ekonomi yang tapi juga dari Burma, Thailand, hancur, salah satunya inflasi yang dan Taiwan. Namun mereka mencapai 650%. berharap banyak dari AS. Humprey kemudian menyarankan untuk Richard Borsuk danNancy Chng mengirimkan gandum dan bulgur dalam buku Liem Sioe Liong’s (gandum tumbuk). Salim Group, The Business Pillar of Soeharto’s Indonesia, menuliskan Karena tidak ada pilihan lain, bagaimana kemudian negara- saran itu pun diterima Suharto. 56 OKTOBER 2022
Terlena Gandum, Padahal Punya Sorgum DARI RELIEF BOROBUDUR SAMPAI SERAT CENTHINI Tanaman sorgum merupakan berbagai baham makanan yang salah satu ragam tanaman biji- berada di sawah sedang berbuah. bijian yang terpahat dalam relief Berbagai bahan makanan itu Candi Borobudur. Digambarkan antara lain semangka, kerai, timun, tanaman ini tinggi, nyaris setinggi kacang, kara, kecipir, lombok, tanaman pisang, sebagaimana terung, jawawut, jagung ontong, dengan malai menjuntai ke bawah. dan canthel. Jelas bahwa tanaman ini berbeda dengan padi yang juga tertera di Dari narasi itu terlihat area relief candi yang dibangun pada pertanian di Jawa pada awal abad abad ke-8 itu. ke-19 masih ditanami berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran, Jejak sorgum juga bisa dilihat buah-buahan, hingga yang dari Serat Centhini. Dalam salah mengandung karbohidrat. Dari satu naskahnya disebutkan, narasi tadi yang masuk sebagai setelah Amongraga lama di sumber karbohidrat adalah Wanamarta kemudian dia pergi jawawut, jagung ontong (tongkol), meninggalkan istrinya hingga dan canthel (sorgum). Pola seperti sampai di Dusun Cadhuk. Di itu sekarang dikenal sebagai tempat inilah mereka melihat tumpang sari. Ia ingin mengubah pola makan Djuhar Sutanto, Ibrahim Risjad, nasional dengan Jakarta sebagai dan Sudwikatmono (saudara awalnya. “Jadi, roti menjadi sepupu Suharto) mendirikan pabrik pengganti nasi sebagai sarapan,” penggilingan tepung lewat PT. begitu tulis Borsuk dan Chng. Bogasari Flour Mills. Perusahaan yang mulanya didaftarkan sebagai Gandum bantuan AS itu PT Boga Sari ini bermodal awal Rp digiling di Singapura karena 500 juta. Indonesia belum memiliki pabrik penggilingannya. Saat mi instan Ada alasan tersendiri, menurut hadir pertama kali di Indonesia Borsuk dan Chng, bahwa Suharto pada 1968, PT Lima Satu Sankyu, menyetujui pembangunan perusahaan yang memproduksi Bogasari tadi. Dalam Anggaran Supermi, harus mengimpor tepung Dasar perusahaan itu pada 1970 terigu sebagai bahan bakunya. disebutkan bahwa 26 persen Baru pada 1969, The Gang Four, keuntungan diberikan kepada julukan untuk Liem Sioe Liong, Yayasan Harapan Kita yang 57 OKTOBER 2022
SOROTAN diketuai Ibu Tien Suharto dan lokal dapat menyelamatkan Yayasan Dharma Putra milik dari krisis pangan,” kata Kepala Kostrad. Sejarah menulis Suharto Biro Humas dan Informasi adalah Panglima Kostrad pada 1965. Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri. Suharto meresmikan pabrik Bogasari di kawasan Tanjungpriok Banyak nama lokal Jakarta pada 29 November 1971. Dalam sambutannya Suharto Sorgum sejatinya sudah mendorong masyarakat agar dikenal di masyarakat Indonesia terbiasa mengonsumsi makanan sejak lama. Buku Sorgum, Benih berbahan olahan gandum. “Kalau Leluhur untuk Masa Depan sudah dulu roti dan kue-kue dari tepung menggambarkan hal itu. Buku terigu hanya merupakan makanan karangan Ahmad Arif, wartawan golongan yang berpunya saja, Kompas, itu dalam pengantarnya sekarang telah menjadi bahan menjelaskan bahwa Nusantara makanan masyarakat yang lebih sudah mengenal sorgum (Sorgum luas dan tampaknya juga lebih bicolor) sejak lama. Setidak- praktis. Lagi pula bahan makanan tidaknya tanaman seperti sorgum, dari tepung terigu termasuk jawawut, padi, dan sagu terpahat di bernilai gizi yang tinggi,” kata relief Candi Borobudur, Magelang, Suharto dalam Berita Industri Jawa Tengah. tahun 1972 seperti dikutip historia. id. Di Flores Timur malah makan sorgum menjadi ritual sebelum Borsuk dan Chng melanjutkan, bisa makan beras. “Walaupun kita sejak itu Indonesia pun terbiasa sekarang sudah tanam padi, kalau dengan gandum dan konsumsi mi tidak tanam sorgum, tidak bisa instan Indonesia terbesar kedua panen padi,” kata Yohanes Manue di dunia setelah Tiongkok. Kiwari, Hurit, tokoh adat Desa Ile Padung, menyadari ketergantungan pada Kecamatan Lewolema, Flores gandum (dan beras tentunya), Timur dalam buku Ahmad Arif tadi. Kementan menggalakkan penanaman sorgum sebagai bahan Ritual tadi tak lepas dari cerita pokok pengganti dan memperkuat tentang benih pertama di Flores alternatif pangan lokal seperti Timur. Alkisah, musim hujan tiba. singkong dan umbi-umbian. Semak belukar dan rerumputan “Kebutuhan bahan impor seperti telah dibersihkan. Namun tak gandum dapat disubstitusi dengan ada benih yang bisa ditanam. sorgum yang sangat cocok untuk Tujuh bersaudara kebingungan dikembangan di Indonesia. Pangan di tengah-tengah ladang yang kosong. Kebingungan berakhir 58 OKTOBER 2022
Tanamam sorgum di AS. FOTO: UNSPLASH ketika Tonu Wujo, satu-satunya wasiat Tonu Wujo, mereka anak perempuan dalam keluarga itu kemudian pulang dan baru boleh berujar, “Saya ini benih.” kembali ke ladang setelah tujuh hari. Dari keenam saudara tadi, hanya si bungsu yang kuasa menebaskan Pada hari kedelapan, enam parang ke leher saudarinya itu. saudara tadi kembali ke ladang dan Kemudian sesuai pesan, tubuh menemukan aneka jenis tanaman Tonu Wujo dipotong-potong tumbuh subur, mulai padi, jagung, menjadi beberapa bagian dan jawawut, sorgum, mentimun, disebar ke segala penjuru mata labu, dan berbagai umbi-umbian. angin. Kedua tangan dikubur di “Sebelum pengorbanan Tonu arah timur dan barat; kedua kaki Wujo ini, di sini hanya ada umbi- di utara dan selatan; sedangkan umbian. Belum ada biji-bijian,” kata kepala, jantung, dan hatinya Klemens Ama Koten, petani dan ditanam di tengah ladang. Sesuai pendiri Kelompok Toni Sorgum 59 OKTOBER 2022
SOROTAN Sorgum sebagai sumber karbohidrat. Ado Bera, Desa Ratu Lodong, lebih panjang, sepanjang perjalanan FOTO: SORGUM: BENIH LELUHUR UNTUK MASA DEPAN Kecamatan Tanjungbunga, Flores leluhur manusia modern (Homo Timur. sapiens) dari benua tua, Afrika,” tulis Ahmad Arif. Kisah Tonu Wujo tadi menunjukkan bahwa sorgum tak Dari Afrika (Yayasan Kehati hanya sumber pangan, melainkan dalam “Lembar Fakta Sorgum” bagian dari budaya masyarakat menuliskan dari Ethiopia, wilayah Flores, NTT. Meski ada sorgum asli yang dikenal dengan tanduk dari NTT, yakni Sorgum timorense, Afrika), sorgum menyebar ke Afrika namun sorgum budidaya (Sorgum Timur, Afrika Barat, dan Afrika bicolor) bukan tanaman asli Flores, Utara. Lantas melompat ke benua atau bahkan Nusantara. “Tanaman Asia, termasuk Indonesia. Tidak sorgum, seperti yang dikenal saat diketahui pasti kapan sorgum ini, dan dikisahkan dalam narasi masuk ke Indonesia, namun Tonu Wujo di Nusa Tenggara sorgum merupakan salah satu jenis Timur, memiliki riwayat yang jauh makanan yang tertera pada relief 60 OKTOBER 2022
Terlena Gandum, Padahal Punya Sorgum Dengan luasnya penyebaran mtana. Begitu juga di beberapa sorgum, tak heran kalau dia daerah di Indonesia, seperti cantel memiliki banyak nama lokal. di Jawa Tengah dan Yogyakarta, Di Afrika Barat dikenal dengan gandrung di Jawa Barat, dan batari great millet dan guinea, di di kalangan Melayu. Sementara di Afrika Selatan disebut kafir, di Flores, nama lokal untuk sorgum Sudan dikenal dengan durra, antara lain watar belolong ( jagung sedang bagian timur Afrika tinggi) dan watar solor ( jagung mengenalnya sebagai mtana. solor). Begitu juga di beberapa (Jagung di sini bukan mengacu daerah di Indonesia, seperti ke jagung Zea mays yang banyak cantel di Jawa Tengah dan dikenal. Mengacu ke Denys Yogyakarta, gandrung di Jawa Lombard dalam bukunya Nusa Barat, dan batari di kalangan Silang Jawa: Jaringan Asia, jagung Melayu. Sementara di Flores, digunakan untuk menyebut jawa nama lokal untuk sorgum agung, atau jawa yang besar. Jawa antara lain watar belolong sendiri merupakan penjelasan (jagung tinggi) dan watar untuk biji-bijian, salah satunya jawawut. Pada masa lalu jawawut solor (jagung solor). merupakan jenis tanaman biji- bijian yang banyak ditemukan di Candi Borobudur yang dibangun Jawa. Keberadaan jagung sendiri di pada abad ke-8. Indonesia baru pada 1800-an. Tidak jelas siapa yang membawa jagung, Dengan luasnya penyebaran namun jauh sebelum itu Nusantara sorgum, tak heran kalau dia sudah mengenal budi daya sorgum memiliki banyak nama lokal. Di dan jawawut selain padi.) Afrika Barat dikenal dengan great millet dan guinea, di Afrika Selatan Tanaman unta disebut kafir, di Sudan dikenal dengan durra, sedang bagian Sorgum masuk ke Nusantara timur Afrika mengenalnya sebagai secara luas lewat orang India di era perdagangan laut. Dari barat kemudian meluas ke Indonesia timur. Namun, sorgum kerap tertukar dengan jagung (Zea mays). Sorgum memang tak setua jawawut atau padi ladang di Nusantara, tetapi setidak-tidaknya ia telah dibawa di fase awal perdagangan 61 OKTOBER 2022
SOROTAN India bersamaan dengan teknik Ketika Orde Baru padi sawah, sekitar abad ke-4 menempatkan beras atau sekitar 12 abad lebih awal sebagai satu-satunya sebelum kedatangan jagung. Jadi, pangan pokok dan sumber dalam banyak narasi lama Jawa, pangan karbohidrat lainnya penyebutan jagung sering kali sebagai tambahan saja, merujuk ke sorgum, bukan Zea pelan tapi pasti sorgum mays. terpinggirkan. Program swasembada pangan yang Di masa kolonial Belanda, memprioritaskan tanaman sorgum menjadi salah satu jenis padi membuat lahan tanaman penting di Nusantara sorgum beralih fungsi meski tidak dibudidayakan secara untuk menanam padi, besar-besaran. Seperti yang dicatat jagung, dan kedelai. Georg Eberhard Rumphius, sorgum telah tumbuh di mana-mana di bisa dilihat, misalnya, dalam tanah Hindia Belanda, akan tetapi Mustikarasa, buku tentang ragam pada umumnya hanya ditanam di bahan pangan dan resep masakan di pinggir ladang. Pada saat itu sorgum seluruh daerah di Indonesia. Buku tak lagi menjadi sumber pangan itu menyebutkan cantel (sorgum) manusia, tapi untuk “pestisida merupakan salah satu makanan alami” bagi tanaman padi dari utama di daerah Yogyakarta, serangan burung. “Karena alasan terutama di Kulon Progo. itu, mereka menyebutnya sebagai Dibandingkan jagung, cantel lebih ibu padi,” begitu tulis Ahmad Arif. tahan kekeringan. Ia hanya butuh air yang ada di dalam tanah saja. Thomas Stamford Raffles juga Sementara untuk menghasilkan mencatat dalam History of Java buah yang tua, ia butuh waktu tiga tentang cukup populernya sorgum bulan. di tanah Jawa. Tanaman ini banyak ditemui tak jauh dari pusat Di awal berkuasanya Orde kota di daerah-daerah. Sorgum Baru, tahun 1970-an, sorgum dimanfaatkan tak hanya sebagai masih mendapat tempat di lahan pangan, namun juga difermentasi sebagai bahan minuman keras. Sebagai minuman keras, sorgum mengalahkan jawawut dan jali yang telah lama dibudidayakan dan dikonsumsi masyarakat tradisional. Setelah kemerdekaan, tanaman sorgum masih populer. Jejaknya 62 OKTOBER 2022
Terlena Gandum, Padahal Punya Sorgum pertanian di Jawa. Salah satu pusat pemerintah Indonesia pernah budi daya sorgum yang terluas di melirik kembali pangan lokal, Jawa berada di Kabupaten Demak, di antaranya sorgum, sebagai Jawa Tengah. Dikembangkan sejak alternatif bahan makanan 1973, sorgum ditanam di lahan dan energi (penghasil etanol). seluas 896 hektare dengan produksi Sayangnya, upaya yang dilakukan 829 ton. Sampai musim panen itu hanya bersifat sporadis tanpa 1995 Kabupaten Demak masih dukungan kebijakan nasional yang menghasilkan sorgum dari lahan kuat. Sorgum makin dilupakan, seluas 9.597 hektare. Produksi per bahkan tidak diperhitungkan hektare mencapai 34,61 kuintal sebagai sumber pangan di dengan harga sorgum kering saat Indonesia. itu Rp300 per kilogram. Padahal, sebagai sumber pangan, Ketika Orde Baru menempatkan sorgum memiliki kandungan beras sebagai satu-satunya nutrisi yang cukup lengkap, yaitu pangan pokok dan sumber pangan kalori, protein, lemak, karbohidrat, karbohidrat lainnya sebagai kalsium, zat besi, fosfor, dan tambahan saja, pelan tapi pasti vitamin B1. Sorgum dikenal kaya sorgum terpinggirkan. Program serat, antioksidan, gluten free, dan swasembada pangan yang indeks glikemiknya lebih rendah memprioritaskan tanaman padi daripada beras sehingga cocok membuat lahan sorgum beralih dikonsumsi penderita diabetes. fungsi untuk menanam padi, Jadi, ada harapan di sorgum jagung, dan kedelai. Bahkan ketika yang sudah lama dikenal untuk Revolusi Hijau diterapkan secara mewujudkan swasembada pangan. masif di Orde Baru, bibit padi lokal Tak sekadar swasembada beras. pun menghilang satu per satu. Apalagi sorgum tetap bisa tumbuh subur dan panen ketika jagung dan Era Reformasi mencoba padi gagal panen. Tak berlebihan mengoreksi ketergantungan kalau di Afrika sorgum dikenal beras. Terlebih dunia mengalami sebagai “tanaman unta”. krisis energi. Pada 2012 – 2013 Mutiara Kata “Waktu terbaik untuk menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu. Waktu terbaik kedua adalah sekarang” –Peribahasa Cina 63 OKTOBER 2022
SOROTAN Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Agustus 2008. Di Rumah Budaya Tembi yang dirancang dengan konsep nuansa alam desa, para tamu disajikan aneka makanan dan minuman khas Jawa. Sebagian menu sajian diangkat dari khazanah masakan Jawa yang terekam dalam Serat Centhini. Disebut sebagai ensiklopedi budaya Jawa, Serat Centhini merekam sekitar 400 jenis makanan dan minuman. AI. Heru Kustara Penulis 64 OKTOBER 2022
Serat Centhini, Sumber Masakan Jawa 65 OKTOBER 2022
SOROTAN Pantas saja Serat Centhini Sebagian besar menu disebut ensiklopedi budaya sajian Restoran Pulau Jawa. Manuskrip ini berisi Segaran memang diangkat pengetahuan tentang dari khazanah masakan keagamaan, kesenian, Jawa yang terekam dalam ramalan, sulap, bahkan seksualitas Serat Centhini. Boleh jadi, ala Jawa. Tapi bukan cuma itu. pilihan itu supaya in line Pustaka buatan tahun 1814, terdiri dengan nuansa ndeso-nya atas 12 jilid itu ternyata juga penginapan yang terdiri menjadi sumber informasi tentang atas enam buah rumah kuno berbagai jenis makanan dan tradisional Jawa, yang ditata minuman tradisional Jawa, yang begitu harmonis dengan latar sebagian masih kita kenal. belakang persawahan padi organik dan pemandangan “Ini namanya nasi apa, Mas?” “Ini sega wuduk punar,” kata I Gunung Merapi. Made Bawa. “Lo, apa bedanya dengan nasi Rumah Budaya Tembi. Made adalah kuning seperti yang kita kenal hospitality manager Rumah Budaya sekarang?” Tembi, semacam resort sederhana “Enggak ada bedanya karena sega yang dirancang dengan konsep wuduk punar itu tidak lain istilah bernuansa alam desa. Lokasi Jawa untuk menyebut nasi kuning,” penginapan yang mulai dibuka terang Made. Maret 2008 itu terletak di Jln. Dari penampilan dan rasanya, Parangtritis Km 8,4, Desa Tembi, sega wuduk punar memang tidak Timbulharjo, Sewon, Bantul, berbeda dengan nasi kuning Yogyakarta. yang biasa dibuat khusus untuk mereka yang sedang berulang “Tembi House of Culture tahun. Nasinya berwarna kuning didirikan dengan latar belakang dan rasanya gurih. Lauk-pauknya bahwa di Bantul sampai saat ini macam-macam. Ada perkedel belum ada penginapan semacam kentang, sambal kering tempe, resort. Ini proyek pertama, abon sapi, irisan telur dadar, sambal menghadirkan penginapan goreng ati-ampela, kerupuk udang, plus lalapan timun, pete, dan daun kemangi. Sega wuduk punar menjadi salah satu menu yang disajikan oleh Restoran Pulau Segaran di 66 OKTOBER 2022
Restoran Pulau Segaran menyediakan beraneka macam masakan yang didasarkan pada naskah dalam Serat Centhini bersuasana desa atau ndeso khas Jawa, yang ditata begitu harmonis Yogyakarta,” kata Alex Listyadi, dengan latar belakang persawahan general manager Tembi House of padi organik dan pemandangan Culture. “Bukan resort mewah, tapi Gunung Merapi. rumah penginapan yang terletak di desa,” sambung Maudy Richir, Selain sega wuduk punar, public relation manager Rumah disajikan pula secara bergantian Budaya Tembi. paket nasi berupa sega pulen lengkap dengan jangan bening, Sebagian besar menu sajian gudhangan, pitik panggang, dan Restoran Pulau Segaran memang sambel terasi. Juga sega akas diangkat dari khazanah masakan komplet dengan lauk pauk dan Jawa yang terekam dalam Serat sayurnya, begitu pun sega tumpeng Centhini. Boleh jadi, pilihan itu megana. Lalu nasi rames dan sega supaya in line dengan nuansa ndeso- golong dengan sayur dan lauknya nya penginapan yang terdiri atas jangan kluwih, empal sapi, dan enam buah rumah kuno tradisional sambal tomat. 67 OKTOBER 2022
SOROTAN Rumah Budaya Tembi juga menyediakan homestay dengan nuansa pedesaan Di luar itu disediakan makanan Ratusan jumlahnya ala carte dengan berbagai jenis pilihan sayur seperti jangan lodeh, Berbagai jenis makanan dan jangan brongkos, jangan bobor, minuman dalam Serat Centhini jangan turi, dsb. Lauk-pauknya memang hanya disebutkan bisa dipilih empal ragi, ulam bebek namanya, tidak diuraikan bahan (daging bebek), serundeng gundel maupun cara membuatnya. dhili, sate kambing, dan lainnya. Maklum, pustaka itu bukan buku resep masakan, melainkan berisi “Pacitan (penganan) dan berbagai ilmu pengetahuan yang minumannya ada gemblong, lemet, dikemas dalam kisah asmara dan ketan madu ditemani minuman pengembaraan. wedang kahwa (kopi), wedang jahe lalap gendhis kelapa (minuman jahe Cuplikannya, “Tambangraras yang diminum sembari menggigit telah diijabkan dengan Syekh gula merah), atau serbat kopi alias Amongraga oleh penghulu kopi tubruk,” tutur Made. Basarodin. Malam harinya, Amongraga memberi wejangan atau nasihat soal keagamaan, 68 OKTOBER 2022
Serat Centhini, Sumber Masakan Jawa khususnya makna salat, kepada Dhandhanggula bait ke-71 pada Tambangraras. Wejangan itu Serat Centhini jilid 6. juga didengar oleh pelayan Tambangraras, bernama Centhini. Di dalam Serat Centhini terekam Wejangan disampaikan hingga tidak kurang 400 jenis makanan subuh. Setelah melaksanakan salat dan minuman. “Aneka nasi ada 40 subuh berjamaah, mereka kembali jenis, sayur 31 jenis, sayur daging 33 ke pendopo rumah Ki Bayi Panurta jenis, lauk pauk 150 jenis, sambal (orangtua Tambangraras). Pagi 46 jenis, minuman 20 jenis, dan itu mereka menyantap antara lain penganan ada 70-an jenis,” kata nasi tumpeng, sega goreng, dan Suwandi Suryakusuma, sarjana sega rames, beserta lauk-pauk sastra Jawa lulusan Fakultas berupa daging betutu. Setelah itu Sastra, Universitas Gadjah Mada. dihidangkan minuman wedang Contohnya, Suwandi menyebut serbat dan kopi”. Penggalan kisah beberapa jenis sega (nasi), misalnya ini dipetik dan diterjemahkan sega bubur, sega wuduk punar, sega dari Pupuh 360 Tembang pulen, sega akas, sega lemes, sega liwet, sega golong, atau sega lodhoh. 69 OKTOBER 2022
SOROTAN Istilah sega lemes, sega akas, dan Lauk pauk yang disebut- sega liwet sendiri ada dalam Serat sebut dalam Serat Centhini Centhini jilid 1 Pupuh 32 Tembang tak kurang banyak macam Kinanthi bait ke-26: “Sambel goreng ragamnya. Misalnya, abon kring ywa kantun, .... sega lemes remus, antigan pindhang sega akas, liwet pitik jago biri.” (telur pindang), dhendheng Dikisahkan, Raden Jayengresmi ragi, dhendheng balur, atau Amongraga bersama kedua dadar ledre, empal kisi abdinya, Gathak dan Ghatuk, penthul, pepesan ambra meninggalkan daerah Giri yang abrit, bothok semayi, diserang oleh pasukan Surabaya gorengan glathik, lentri (utusan Mataram). Mereka melarikan diri ke daerah Tuban, dan lainnya. singgah ke beberapa desa di wilayah itu. Di Desa Panuata, daging, antara lain besengek wader, Jayengresmi dipersilakan melihat besengek pitik, sesengek tawon, sisa-sisa Istana Parwata. Lalu oleh opor bebek, opor banyak, opor Lurah Desa Parwata, lewat anak landak, opor trenggiling yang dapat perempuannya bernama Rara dijumpai dalam Serat Centhini jilid Surendra, Jayengresmi dijamu 6 Pupuh 357 Tembang Mijil bait hidangan berupa buah-buahan ke-436: “Besengek wader besengek ( jambu dersana, manggis, kepel, tempe pitik, lan besengek tawon, kokosan, rambutan, dll.), makanan trinil turlek ...,” Macam-macam (sega lemes, sega akas, sega liwet), masakan itu muncul dalam upacara lauk pauk, sayuran, dan minuman panggih (bertemunya pengantin (wedang kahwa/kopi gula tebu, pria dan wanita di pelaminan) wedang ran blimbing wuluh). antara Syekh Amongraga dan Ni Tambangraras. Besengek berkuah Tempe dan gelatik goreng santan, tidak pedas. Rasanya gurih. Terekam dalam Serat Centhini, Menyoal tempe, makanan khas aneka sayur atau jangan. Menurut Indonesia itu ternyata sudah catatan Suwandi, jangan menir, dikenal di zaman itu. “Kadhele jangan asem, jangan bobor, jangan tempe srundengan, lombok kenceng loncom, jangan cupang, jangan lawan petis, gadhon rempah yem padhamara, misalnya, disebut dalam Serat Centhini jilid 6 Pupuh 357 Tembang Mijil bait ke-427 - 428. Ada juga aneka sayur berbahan 70 OKTOBER 2022
Suasana yang asri membuat para pengunjung Rumah Budaya Tempi merasakan kedamaian hidup di desa manjangan, gorengan empal Ian (telur pindang), dhendheng ragi, gangsir, barongkos lawan masin, dhendheng balur, dadar ledre, empal krupuk miwah sambel balur” kisi penthul, pepesan ambra abrit, (Tembang Sinom 42, 43). Kutipan bothok semayi, gorengan glathik, itu diambil dari Serat Centhini jilid lentri dan lainnya. 12 yang menggambarkan perjalanan Amongraga alias Jayengresmi Sambel gocek bumbu di Dusun Bustam. Di tempat ini jempol mereka dijamu oleh Ki Arsengbudi dengan berbagai makanan, salah Untuk urusan sambal, tak kurang satunya tempe kedelai. dari 46 jenis disebut Centhini. Ada sambel jagung, sambel jinten, Lauk pauk yang disebut-sebut sambel dhele balur kacang, sambel dalam Serat Centhini tak kurang trancam congor, sambel ulek trasi banyak macam ragamnya. Misalnya, abrit, sambel windu bubuk wijen, abon remus, antigan pindhang sambel lethok, sambel cempaluk, 71 OKTOBER 2022
SOROTAN Sega wuduk punar yang tak lain adalah nasi kuning, menjadi salah satu masakan yang tertulis di Serat Centhini sambel kluwak, atau sambel Gocek artinya pegang. Jadi, sambel gocek. “Tapi kami baru coba bikin gocek ya cabai rawit yang dipegang beberapa, yaitu sambel santen dan diceplus saat makan tempe kacang lan kedhele, sambel ulek mendoan atau tahu isi. trasi abrit (merah - Red.), sambel urang (udang - Red.), sambel kukus, Pustaka kuno itu juga mencatat sambel tomat, sambel kluwak, dan sekitar 70-an macam penganan. sambel gocek,” kata Made. Ada criping kaspa, jenang grendul, ketan madu, lemet, atau ondhe- Semua sambal bikinan Restoran ondhe. Sebagai teman menyantap Pulau Segaran itu mudah penganan, terekam 20-an jenis dibayangkan bahannya. Pasti mak minuman seperti semelak, srebat, nyus pula rasanya, kecuali sambel wedang kahwa, beras kencur, gocek. Ya, sambel gocek memang wedang sridhenta, wedang blimbing bukan sambal. Materinya cabai, wuluh gula aren, wedang teh gula tapi, “Bumbunya jempol,” celetuk batu, wedang ron sruni, dan banyak Mbah Joyo sembari terkekeh. lagi. 72 OKTOBER 2022
Serat Centhini, Sumber Masakan Jawa Biar menarik dan tidak di Serat Centhini ternyata kopi membosankan, Serat tubruk di zaman sekarang,” ungkap Chentini dikemas dalam Suwandi. bentuk cerita asmara dan pengembaraan. Tokoh Khazanah kuliner Jawa utamanya antara lain beruntung memiliki bahan rujukan Syekh Amongraga, putra yang berharga. Meski akan lebih Sunan Giri, dan istrinya, baik lagi jika jenis masakan maupun Ni Tambangraras, putri minuman (yang kini langka) sulung Kepala Perdikan di dalam pustaka kuno itu bisa Wonomarto, Kabupaten “dihidupkan” kembali, sehingga Mojokerto, dan Ni Centhini, makin memperkaya khazanah kuliner Nusantara. pelayan setianya. Kisah asmara dan Berbagai jenis makanan dan pengembaraan minuman itu sampai saat ini masih dikenal dan diolah oleh masyarakat. Serat Centhini atau Suluk “Tapi banyak juga yang sudah tidak Tambangraras-Amongraga dikenali, entah namanya, bahannya, digubah atas kehendak KGPAA atau cara membuatnya. Seperti Amengkunegara, putra mahkota balebed, limpek, rempah grigit, Kanjeng Susuhunan Pakubuwana srundeng mariyos, sambel kunci, IV, yang kemudian bertahta atau jalabiya” kata Suwandi. pada 1820-1823 sebagai Sunan Pakubuwana V di Keraton Pekerjaan yang tersulit tentu Surakarta (Munarsih, Serat melacak kembali nama-nama Centhini Warisan Sastra Dunia, makanan dan minuman tersebut 2005). Pustaka ini dikarang dengan dalam serat itu. Untuk itu Suwandi tujuan untuk menghimpun dan memanfaatkan berbagai sumber melestarikan segala macam ilmu pustaka, salah satunya Bausastra pengetahuan di Pulau Jawa. Tak Jawa alias kamus bahasa Jawa. heran kalau pustaka ini tebal sekali, “Setelah di-cross-check, kadang terdiri atas 12 jilid dengan 4.200 makanan atau minuman itu hanya halaman folio. Tulisannya berupa beda nama. Misalnya, srebat kopi tulisan tangan (manuskrip) dalam huruf Jawa Hanacaraka. Biar menarik dan tidak membosankan, Serat Chentini dikemas dalam bentuk cerita asmara dan pengembaraan. Tokoh utamanya antara lain Syekh 73 OKTOBER 2022
SOROTAN Dalam Centhini ada salah satu FOTO: TANUSHREE_RAO_UNSPLASH sambal bernama sambel gocek alias cabe rawit yang dipegang oleh tangan. Amongraga, putra Sunan Giri, dan tengahan. Disebutkan, ke-12 dan istrinya, Ni Tambangraras, jilid Serat Centhini itu memuat putri sulung Kepala Perdikan 798 pupuh (semacam bab tapi tidak Wonomarto, Kabupaten Mojokerto, persis demikian). “Satu pupuh bisa dan Ni Centhini, pelayan setianya. terdiri atas sekian pada (bait). Ada yang 10, 15, 17, bahkan ada yang Setelah dinikahkan, selama sampai ratusan pada,” kata Mbah 40 hari siang dan malam Syekh Joyo (80), panggilan akrab Joyo Amongraga memberikan wejangan Sumarto, sesepuh Rumah Budaya terus-menerus tentang falsafah Tembi, yang setiap selapanan (35 agama Islam kepada istrinya, hari) tampil memimpin pergelaran Tambangraras. Selama itu pula tembang macapat yang diambil dari Centhini ikut mendengarkan Serat Centhini di rumah budaya itu. dengan penuh perhatian segala wejangan Amongraga. Karena Tim penulis Serat Centhini yang itu pustaka ini lalu dinamai Serat dipimpin sendiri oleh KGPAA Centhini. Nama Centhini lebih Amengkunegara melibatkan tiga mudah diucapkan daripada nama orang punggawa keraton yang Tambangraras (Munarsih, 2005). berurusan dengan tulis-menulis (kepujanggaan), yaitu Kyai Ngabehi Kisahnya dituangkan dalam rupa Rangga Sutrasna, Kyai Ngabehi puisi Jawa, tepatnya dirangkai Yasadipura II, dan Kyai Ngabehi dalam berbagai tembang macapat 74 OKTOBER 2022
Serat Centhini, Sumber Masakan Jawa Tempe yang dibuat pada masa Serat Centhini ditulis diduga adalah tempe yang terbuat dari kedelai hitam, mengingat kedelai kuning belum ada di Pulau Jawa Sastradipura. Rangga Sutrasna kedua penulis yang ditugaskan itu diminta menjelajahi separuh tanah singgah di berbagai tempat dan Jawa sebelah timur (Surakarta bertemu dengan berbagai tokoh - Banyuwangi), sedangkan atau orang. “Setiap kali singgah, Yasadipura II diutus merambah mereka dijamu bermacam jenis separuh tanah Jawa sebelah barat, makanan maupun minuman di mulai Surakarta sampai Anyer. sejumlah tempat,” kata Suwandi. Sedangkan Sastradipura, pencinta Lalu, menurut Suwandi yang juga bahasa Arab dan ilmu keislaman, salah satu punggawa Yayasan ditugaskan naik haji dan tinggal Tembi, data berbagai jenis makanan di Mekah untuk memperdalam dan minuman itu kemudian dipakai pengetahuan tentang Islam. sebagai bahan cerita dalam Serat Centhini. Nah, saat menjelajah tanah Jawa, Mutiara Kata “Bagaimana saya akan hidup hari ini untuk menciptakan hari esok yang menjadi komitmen saya?” -Anthony Robbins, Penulis dari Amerika Serikat 75 OKTOBER 2022
TELUSUR PAMERAN Boga, kata dari khazanah kuno; seperti di dalam Prasasti Jawa kuno, berarti makanan. Panguwulan dan Serat Centhini Tapi, pernahkah Anda -manuskrip Jawa pada awal mendengar upaboga? Bila abad ke-19 yang juga berisi kisah belum, mari menuju kapsul tentang makanan. waktu masa lalu di Yogyakarta, tepatnya November 2021 lalu. Lalu di ruang kedua, narasi Saat itu, saya berkunjung yang dibangun hanya berupa ke pameran di Museum kekayaan Jawa sebagai penghasil Sonobudoyo–bekas bangunan Padi dan digunakan sebagai Java Institute, sebuah makanan pokok. Konsumsi padi bangunan kolonial yang berisi yang tinggi pada masyarakat Jawa benda kebudayaan—bertajuk yang dibabar di ruang sebelumnya “Upaboga: Ketika Makanan mengantarkan kita pada ruang Bercerita”. selanjutnya yang membahas sosok Dewi Sri –Dewi Pertanian bagi Secara keseluruhan, pameran orang Jawa. ditata ke dalam sembilan ruang. Tampak yang menjadi Sonobudoyo, yang menyimpan dasar pembagian saban ruang sebuah patung Dewi Sri, pamer bukanlah lini masa, meletakkan sosok dewi pertanian melainkan cenderung topik. di pinggir ruang. Sedangkan di Konsekuensinya adalah dari sisi ujung ruang, ada figur boneka kronologis pameran terkesan daun yang menjadi dewi pertanian lemah. rakyat Bali. Boleh dibilang, di ruang ketiga ini pameran berupaya Misalnya di ruang pertama, membicarakan tentang pangan kita akan berjumpa –salah dan spiritualitas masyarakat Jawa satunya—dengan perkakas dan Bali. boga prasejarah; batu serpih, batu titikan untuk membuat api, Selanjutnya panel keempat, flakes—batu chalcedon yang ditampilkan Jawa yang agraris, digunakan untuk mengupas dengan budaya pertanian makanan; serta kapak lonjong Padi diutamakan. Barang yang yang berguna sebagai cangkul ditampilkan: miniatur persawahan purba. Di ruang pertama ini di salah satu sudut ruangan serta digelar juga soal peranti- alat-alatnya (ani-ani, lesung, dll.). peranti dan rujukan pangan Setelah disuguhi bagaimana padi ditanam yang kemudian 76 OKTOBER 2022
JEDA UPABOGA DI SONOBUDOYO memengaruhi perilaku orang juga yang Fadly Rahman beber Jawa dan Bali, kita masuk ke panel dalam tulisan ““Ihwal Awal berikutnya tentang pelbagai jenis Gastronomi di Indonesia” di tumpeng. dalam Prisma (2021). Sayang, hingga ruang Bila demikian bisa pamer terakhir makna kata dibilang, Ganie yang telah “upaboga” urung kian terbit. memopulerkan upaboga. Mengapa? Mungkinkah saya telah melewatkan sesuatu yang Sementara itu, apa pula penting? Setelah menelusuri gastronomi? Menurut beberapa media yang Indrakarona Ketaren–presiden memberitakan pembukaan Indonesian Gastronomy pameran itu, ternyata arti kata Association (IGA)—gastronomi upaboga juga tak kunjung adalah pengetahuan para merekah. Bila demikian, mari kita ahli tentang makanan, dan kuliti kata upaboga dari sumber pelakunya disebut gastronom. lain. Gastronomi mula-mula berkembang di Prancis oleh Beruntung, beberapa waktu seorang bernama Jacques sebelum mendatangi pameran , Berchoux, lebih dari 200 tahun saya telah membaca Prisma edisi lalu. “Ragam Makanan Kita: Gastronomi & Kuliner Nusantara”. Melalui Istilah gastronomi yang kita tulisan Fadly Rahman, “Ihwal pakai kiwari adalah bikinan Awal Gastronomi Indonesia” yang semesta pikir Barat yang mengatakan bahwa Suryatinie N. meliputi: kisah makanan untuk Ganie (1930-2011), salah seorang mempelajari kaitan antara penulis boga sohor Indonesia, makanan dan pengetahuan menulis Upaboga di Indonesia: sejarah dan budaya; penilaian Ensiklopedia Pangan dan muti; seni makan yang baik Kumpulan Resep (2003). Di dalam atau tata krama di meja makan buku itu, menurut Ganie upagoga (table manner) (Ketaren, 2021). adalah fenomena yang menarik. Bila boga identik dengan kata makanan, upaboga adalah Upaboga berasal data dari segala pengetahuan tentang khazanah Jawa kuno. Kini, makanan itu sendiri. Mengapa upaboga dianggap sepadan tidak? (Rimbawana) dengan gastronomi. Hal demikian 77 OKTOBER 2022
FOTO: MAHANDIS YOANATA THAMRIN SOROTAN 78 OKTOBER 2022
Leuit dan Mitigasi Pangan Kesepuhan Ciptagelar Ida Fitri Peneliti ICRS Yogyakarta Ibarat pancer, sekali bakul nasi diletakkan, ia pantang dipindahkan. Tak boleh digeser. Orang harus mendekat untuk mengambilnya, bukan sebaliknya. 79 OKTOBER 2022
SOROTAN Demikianlah nasi, dan Kasepuhan Ciptagelar dan juga padi, serta sistem TNGHS merupakan dua pertaniannya menjadi pusat kehidupan warga entitas yang berbeda namun Kasepuhan Ciptagelar, melakukan hal yang sama Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. yaitu menjaga, melestarikan, Segala sesuatu boleh berubah dan dan memanfaatkan hutan diubah, tetapi tidak untuk padi dan di gigir Gunung Halimun. sistem bertanam. Ketika generasi Mereka memiliki hak secara berganti dan habitus bersalin legal untuk mengelola hutan seturut zaman, sistem pertaniannya berdasarkan UU No. 7 Tahun bergeming. 2004 yang mengakui hak ulayat atau kewenangan Kasepuhan Ciptagelar pengelolaan hutan dan merupakan kelompok masyarakat adat dengan tradisi pertaniannya sumber daya alamnya. yang unik dan lestari. Dipimpin oleh kepala adat yang disebut meliputi tiga kabupaten di dua Abah, dan dipilih berdasarkan provinsi, yaitu Sukabumi dan Bogor genealogis atau keturunan dari di Jawa Barat, serta Kabupaten pemimpin sebelumnya. Kepala Lebak di Provinsi Banten. Saat ini adat yang sekarang, yaitu Abah Ugi sebagian besar wilayahnya berada Sugriana Rakasiwi meneruskan di dalam Taman Nasional Gunung kepemimpinan dari ayahnya, Abah Halimun-Salak (TNGHS). Anom, yang meninggal pada 2007. Kasepuhan Ciptagelar dan Sebagai kelompok masyarakat TNGHS merupakan dua entitas adat yang berpindah-pindah, yang berbeda namun melakukan Kasepuhan ini telah berpindah hal yang sama yaitu menjaga, lokasi sebanyak 19 kali yang tercatat melestarikan, dan memanfaatkan sejak permulaan peradabannya hutan di gigir Gunung Halimun. pada 1368. Pada saat artikel ini Mereka memiliki hak secara ditulis, Kasepuhan Ciptagelar legal untuk mengelola hutan sedang dalam proses perpindahan berdasarkan UU No. 7 Tahun 2004 ke kampung baru. Hanya kepala yang mengakui hak ulayat atau adat dan sebagian rorokan atau pejabat Kasepuhan yang telah berpindah. Sebagian lainnya akan berpindah secara bertahap. Secara keseluruhan, Kasepuhan ini mencakup 568 kampung yang 80 OKTOBER 2022
Sebagian dari wilayah pemukiman warga Kasepuhan Ciptagelar FOTO: MAHANDIS YOANATA THAMRIN kewenangan pengelolaan hutan adalah wilayah hutan lindung yang dan sumber daya alamnya. “Secara dapat diakses secara sangat terbatas turun temurun, Kasepuhan ini dan harus seizin kepala adat. Warga telah mengelola hutan dengan cara hanya boleh tinggal, membangun membaginya ke dalam tiga zonasi rumah, bertani dan berladang di yaitu hutan titipan, tutupan, dan hutan garapan. garapan. Jadi kami dan taman nasional itu sama dalam hal Kedaulatan pangan melestarikan hutan,” kata Abah Ugi dalam wawancara dengan Intisari. Suatu masyarakat dikatakan berdaulat pangan jika mencapai Hutan titipan merupakan zona indikasi-indikasi tertentu yang hutan titipan atau amanat dari meliputi tiga aspek yaitu produksi, leluhur, sehingga warga dilarang distribusi, dan konsumsi. Dalam masuk dan mengambil sesuatu dari aspek produksi, warga Ciptagelar sana. Sedangkan hutan tutupan berdaulat menggunakan sistem 81 OKTOBER 2022
SOROTAN Warga hanya boleh tinggal, FOTO: MAHANDIS YOANATA THAMRIN membangun rumah, bertani dan berladang di hutan garapan. pertaniannya sendiri yang atau Orion yang disebut Bentang telah teruji ratusan tahun. Kidang, dan muncul serta surutnya Kedaulatannya juga tercermin rasi bintang Pleiades yang dinamai dari konsistensi mereka dalam Bentang Kerti. menanam varietas padi yang cocok dengan lahan dan kultur mereka. Pengetahuan ini menjadi pranata Sampai saat ini mereka memiliki mangsa ‘tanggal Kerti turun wesi, 160 varietas padi khas Ciptagelar tanggal Kidang turun kujang, surup yang ditanam baik di ladang Kidang turun kungkang’. Kang Yoyo maupun di sawah. Yogasmana, seorang Jambatan atau Juru Bicara Kasepuhan Selain itu, mereka adalah menerangkan maknanya yaitu, pembaca peristiwa alam yang “Muncul bintang Kerti turun besi; cakap dan pengamat perbintangan munculnya bintang Kidang turun yang cermat. Pemahaman mereka kujang; surup atau menghilang tentang astronomi digunakan Kidang turunlah kungkang atau sebagai arahan untuk memulai hama.” dan mengakhiri siklus pertanian. Mereka berpedoman pada Lebih lanjut Kang Yoyo munculnya rasi bintang pemburu mengatakan, “Ketiga pertanda tersebut merupakan petunjuk bagi 82 OKTOBER 2022
Leuit dan Mitigasi Pangan Kesepuhan Ciptagelar Kedaulatan pangan juga waktu kurang lebih tujuh bulan. meliputi kemerdekaan Terdapat jeda lumayan panjang dalam menjalankan proses untuk memulai siklus baru. Pada distribusi atau penyaluran masa antara itulah warga dilarang hasil produksi. Dalam hal memanfaatkan lahan. Sehingga ini, hasil panen berupa padi lahan dibiarkan kosong dan punya atau beras diutamakan kesempatan untuk beristirahat dan untuk memenuhi kebutuhan mengembalikan kesuburannya. warga Ciptagelar sendiri. Hal Di saat itu pula kungkang atau ini ditandai dengan adanya hama dibiarkan berkembang biak larangan memperjualbelikan dan dianggap bukan ancaman padi atau beras ke orang karena semua aktivitas pertanian telah berhenti. Dengan cara ini di luar Kasepuhan. mereka tak memerlukan pestisida pembasmi hama. warga untuk mempersiapkan atau mengasah perkakas besi seperti Kedaulatan pangan juga cangkul dan parang ketika bintang meliputi kemerdekaan dalam Kerti tampak; mulai mengolah menjalankan proses distribusi lahan saat bintang Kidang muncul atau penyaluran hasil produksi. menggunakan perkakas besi yang Dalam hal ini, hasil panen berupa telah dipersiapkan; dan pada waktu padi atau beras diutamakan bintang Kidang tenggelam saat untuk memenuhi kebutuhan itulah warga harus memanen dan warga Ciptagelar sendiri. Hal ini menghentikan aktivitas bertaninya ditandai dengan adanya larangan karena kungkang atau hama akan memperjualbelikan padi atau segera berkembangbiak.” beras ke orang di luar Kasepuhan. Bagi warga Ciptagelar, padi Siklus pertanian ini berlangsung diibaratkan nyawa atau kehidupan satu kali dalam setahun. Laksana itu sendiri, sehingga pamali untuk perempuan yang tak mungkin diperjualbelikan. Pemahaman ini melahirkan dua atau tiga kali merupakan wujud perlindungan dalam setahun, demikian pula pangan bagi warga, di mana hasil lahan pertanian. Masa tanam panen hanya didistribusikan secara hingga panennya membutuhkan internal di dalam Kasepuhan. Leuit dan mitigasi pangan Kedaulatan dalam distribusi pangan juga dapat dilihat dari adanya leuit atau lumbung. Jika 83 OKTOBER 2022
SOROTAN berkunjung ke Ciptagelar, di tambahnya. sana akan menjumpai deretan Terdapat tiga jenis leuit, yaitu leuit yang sangat khas sehingga menjadi ikon Kasepuhan ini. Leuit leuit personal milik warga, merupakan tempat penyimpanan leuit rurukan, dan leuit si jimat. padi yang terbuat dari kayu dan Leuit personal digunakan untuk dinding anyaman bambu dengan menyimpan padi hasil panenan atap rumbia. “Selain sebagai perorangan. Setiap keluarga boleh penyimpanan padi, leuit juga dapat memiliki lebih dari satu leuit berfungsi untuk mitigasi pangan,” tergantung pada jumlah panen kata Mang Asep Salik, peneliti yang harus disimpan. Sedangkan lepas dan alumni CRCS UGM yang leuit rurukan adalah lumbung milik mempelajari sistem pertanian dan kepala adat. Isinya selain padi hasil religi di Kasepuhan Ciptagelar. panennya sendiri, juga merupakan penyimpanan padi persembahan Setelah panen, padi diikat dan warga. Padi dari warga ini diistirahatkan di dalam leuit digunakan untuk menjamu tamu dengan metode khusus. Setiap di acara-acara Kasepuhan, antara kali panen, Pare atau padi indung lain seren taun, gotong royong, dan yang merupakan gabungan dari ritual-ritual yang melibatkan orang si jompong—padi yang dipetik banyak. pertama kali saat panen—dengan pare pangrampasan atau padi Kemudian leuit si jimat atau yang dipetik terakhir kali dari titik disebut leuit induk merupakan pusat tempat ritual dan lokasi padi tempat penyimpanan padi pertama kali ditanam, disatukan. komunal. Setiap warga yang Ikatan padi indung akan diletakkan kekurangan beras dapat mengambil pertama di tengah-tengah lumbung, padi yang tersimpan di dalamnya. menyusul ikatan-ikatan padi biasa Hal tersebut dapat dikatakan mengitarinya. Untuk keperluan meminjam padi. Meskipun tidak sehari-hari, padi yang biasa ini ada ketentuan kapan harus diambil lebih dulu. “Jika sampai dikembalikan, namun suatu saat padi indung terlihat atau terambil, ia harus mengembalikan padi maka hal ini merupakan pertanda dalam jumlah yang sama dengan bahwa hasil panen musim tersebut yang pernah diambilnya. Dengan telah habis”, tutur Mang Asep. sistem tersebut, warga akan selalu “Dengan demikian pemilik leuit terjamin aman dari kekurangan bisa menghitung stok padi yang pangan. masih dimiliki dan sampai berapa lama kebutuhan pangannya aman,” “Dengan lumbung-lumbung ini, sumber pangan untuk seluruh warga Kasepuhan aman sampai 84 OKTOBER 2022
Setiap warga yang kekurangan beras bisa mengambil padi yang tersimpan di leuit induk FOTO: MAHANDIS YOANATA THAMRIN dengan lima tahun ke depan,” berlaku turun temurun, dan ungkap Abah Ugi. Hal tersebut pamali diubah. Meskipun teguh merupakan indikasi kedaulatan menggenggam tradisi pertanian pangan dalam aspek konsumsi. selama 600 tahun, Kasepuhan Ciptagelar dinamis mengikuti Babad dan abad teknologi perubahan zaman untuk segi informasi kehidupan yang lain. “Sebab kudu bisa miindung ka waktu mibapa ka Kedaulatan pangan baik dalam zaman. Artinya kita harus dapat aspek produksi, distribusi maupun menyesuaikan diri pada segala konsumsi, terkait erat dengan kondisi dan zaman,” kata Abah Ugi. pandangan hidup warga Kasepuhan Ciptagelar dalam melihat dunia Dahulu Kasepuhan ini tertutup sekitarnya. Padi dan beras untuk orang luar, dan melarang merupakan sentral kehidupan. hal-hal baru yang berbau modern. Sehingga terdapat aturan ketat Namun semenjak Abah Anom terkait sistem pertaniannya yang memimpin, Kasepuhan mulai 85 OKTOBER 2022
SOROTAN Warga Ciptagelar juga mengikuti FOTO: MAHANDIS YOANATA THAMRIN perkembangan teknologi, tak terkecuali internet terbuka dan bahkan mengadopsi sekarang, yaitu internet. Bukan teknologi maju untuk mendukung kebetulan jika saya tertarik kehidupannya. “Itu memang mengeksplorasi dunia digital, sudah masanya. Tugas Abah Anom karena tugas dari leluhur, sudah adalah membuka diri terhadap sesuai babad dan abadnya yaitu hal-hal baru. Waktu itu listrik teknologi informasi,” tambahnya. sangat dibutuhkan. Maka Abah mengusahakan adanya listrik Bermula dari ketersediaan bekerjasama dengan pihak luar listrik, warga memungkinkan membangun turbin pembangkit untuk memiliki dan menggunakan listrik tenaga air,” kenang Abah Ugi ponsel dan komputer. Saat ini, mengingat masa kepemimpinan aktivitas digital di Kasepuhan ayahnya. “Sekarang tugas saya Ciptagelar sangat canggih. Mereka mengembangkan tinggalan Abah memiliki jaringan internet sendiri, sesuai kebutuhan masyarakat menghidupkan media sosial dan juga mendirikan serta mengelola 86 OKTOBER 2022
Leuit dan Mitigasi Pangan Kesepuhan Ciptagelar radio (Radio Swara Ciptagelar), Sehingga dengan konsep ini serta televisi sendiri (Ciga TV). mereka meyakini bahwa warga Selain digunakan sebagai media Ciptagelar merupakan keturunan edukasi dan komunikasi internal leluhur yang hidup secara warganya, misalnya penyebaran harmonis dengan hal-hal yang informasi terkait pelaksanaan saling bertentangan. Misalnya, ritual-ritual, juga dimanfaatkan bumi-langit, bersih-kotor, mati- untuk ekspos kepada masyarakat hidup, kanan-kiri, atas-bawah, umum di luar Kasepuhan. baik-buruk, lelaki-perempuan, dan lain sebagainya. Sehingga dapat Konten-konten dibuat oleh dipahami bahwa kini mereka warga sendiri yang telah dibekali menjalani hidup secara tradisional pengetahuan dan keterampilan sekaligus modern. Keduanya khusus, antara lain fotografi, merupakan gaya hidup yang videografi, produksi konten, berbeda, namun dapat dijalani dan menyuntingnya agar bersamaan dengan sangat baik layak tampil di semua kanal oleh warga Ciptagelar. komunikasi. Secara bertahap warga mendokumentasikan Tradisi berladang dan bertani ritual-ritual berikut doa, tembang, yang masih lestari hingga kini dan sesajinya. Dokumentasi ini tak lepas dari worldview warga merupakan metode transmisi Ciptagelar. Dalam pandangan pengetahuan akan tradisi dan dunianya, mereka bukan satu- budaya Kasepuhan kepada generasi satunya makhluk yang hidup di selanjutnya. Dengan kata lain, dunia ini. Mereka meyakini bahwa mereka melakukan pelestarian selain manusia terdapat makhluk perihal yang kuno dengan lain dalam aneka wujud. Sehingga perangkat yang modern. binatang, tumbuhan, termasuk padi dan lahan pertanian perlu Hal ini selaras dengan worldview dihormati dan dimuliakan. *) Pancer Pangawinan. Pancer adalah Tulisan ini merupakan bagian dari pusat, dan pangawinan berarti penelitian ICRS Yogyakarta. bersatunya dua hal yang berbeda. Mutiara Kata “Jika Anda bisa memimpikannya, Anda bisa menggapainya” -Zig Ziglar, penulis dari Amerika Serikat (1926-2012) 87 OKTOBER 2022
FOTO: A.S. RIMBAWANA SOROTAN 88 OKTOBER 2022
Sekolah Pagesangan, Pendidikan Berbasis Budaya dan Pangan Lokal A.S. Rimbawana Reporter Intisari Di Gunungkidul, Yogyakarta, berdiri sebuah sekolah berbasis komunitas yang belajar tentang pentingnya pertanian dan pangan lokal. Diinisiasi oleh Diah Widuretno, seorang yang percaya bahwa pendidikan mestinya memberdayakan manusia dan berbasis pengetahuan lokal. 89 OKTOBER 2022
SOROTAN Sinar matahari mulai Bukan hanya Tayuman yang menerobos pepohonan jati bernama latin Bauhinia di perbukitan berbatu itu purpurea itu, melainkan ketika saya tiba di Dusun banyak tanaman yang Wintaos, Desa Girimulyo, Kapanewon Panggang, Kabupaten kemudian bisa teridentifikasi Gunungkidul pada Ahad pagi (4/9) lalu. oleh anak-anak peserta Sobo Saya berkunjung ke Sekolah Tegal itu, lengkap dengan Pagesangan hendak mengikuti salah satu program mingguan kegunaannya pula. mereka, Sobo Tegal, yang dalam bahasa Indonesia berarti Kegiatan ini acap jadi semacam berkunjung ke kebun. Program piknik bagi mereka. yang bertujuan agar anak-anak semakin mengenal lingkungan “Cah, engko lewat endi –anak- sekitar tempat mereka hidup. anak, nanti rutenya lewat mana?” tanya Livia Nuryati, kader lain SP Namun, di depan bangunan yang sekaligus salah satu pemandu anak- sebagian bermateri bambu itu anak melakukan Sobo Tegal hari itu. belum terlihat seorang pun. Selang Antusiasme anak-anak langsung beberapa saat, Murni pun tiba. Ia tampak. Mereka berebut saling adalah salah satu kader, atau orang usul rute. Akhirnya disepakatilah yang diharapkan akan menjadi para rute yang konon berakhir di sebuah pegiat di desa kelak oleh Sekolah lenahan –ladang datar—tak begitu Pagesangan. “Mana ini anak-anak jauh dari permukiman. belum juga datang?” keluh Murni. Sesampai di Sekolah Pagesangan, Di sepanjang jalan, Livia gemar perempuan itu lekas beres-beres, mengajukan pertanyaan kepada menyapu dan menggelar tikar. anak-anak. “Ini daun apa, ada yang tahu?” teriak Livia menanyai Tak begitu lama usai Murni rombongan. “Tayuman,” jawab beres-beres, anak-anak tiba anak-anak, riuh. “Bisa dibuat apa?” bergiliran. Ada sekitar dua puluhan sambung Livia. “Daun mudanya anak. Mereka gaduh bukan main, bisa dimakan, direbus,” sahut berteriak, bercanda, dan saling ejek. seorang bocah lelaki. Ada juga yang saling bertanya bekal apa yang mereka bawa kali itu. Bukan hanya Tayuman yang Maklum, Sobo Tegal memang acap bernama latin Bauhinia purpurea berakhir dengan makan bersama itu, melainkan banyak tanaman di ladang sambil bertukar cerita. yang kemudian bisa teridentifikasi 90 OKTOBER 2022
Demo masak pangan lokal yang dilakukan oleh Sekolah Pagesangan di salah satu kafe di Yogyakarta, Ahad (28/8). FOTO: A.S. RIMBAWANA oleh anak-anak peserta Sobo Tegal pemandu Sobo Tegal, Livia itu, lengkap dengan kegunaannya dan Heni, lantas berkali-kali pula. memancing anak-anak untuk aktif berpendapat soal berbagai jenis “Kalau itu bambu petung, tanaman dan lahan pertanian. Tak rebungnya enak, tidak pahit. Aku ketinggalan, mereka juga menggali paling suka rebungnya dipepes,” sejarah Dusun Wintaos. kata beberapa anak lelaki memandu mata saya pada rumpun bambu. Aktivitas di sekolah ini tampak Sayang, tak ada rebung yang begitu hidup dengan mempelajari tumbuh karena saat ini tengah alam sekitar tempat mereka puncak kemarau. tumbuh, meskipun mereka tak punya seragam, tanpa teknologi Rombongan juga berhenti di canggih, dan nirgedung mewah. beberapa titik. Salah satunya Mereka tampak riang belajar di sebuah menthukan –lahan kepada alam. pertanian berupa dataran tinggi berbatu dan berbedeng. Kedua 91 OKTOBER 2022
SOROTAN Kandang di dekat ladang agar FOTO: A.S. RIMBAWANA kotoran ternak tidak perlu diusung dari jarak yang jauh. Upaya kembali ke akar organisasi non-pemerintah yang fokus pada pelestarian hutan dan Sekolah Pagesangan –yang dalam lingkungan. bahasa Indonesia berarti tempat belajar kehidupan—berawal pada Pengalaman di RMI Diah pikir 2008. Waktu itu, Diah Widuretno, memberi banyak bekal kini. Sebab penggagas SP, mulai bersinggungan di RMI, ia juga menginisiasi dengan warga di Dusun Wintaos. kelompok belajar bagi anak- anak di Kampung Nyungcung, Sejak berkuliah, perempuan di kaki Halimun, Bogor. Namun, alumnus jurusan Biologi sekitar 2007 akhirnya ia pindah Institut Pertanian Bogor (IPB) ke Yogyakarta, dan aktivitasnya di memang telah bergelut di bidang kaki Halimun terpaksa diakhiri. pendidikan. Ia pernah menginisiasi “Ketika perpisahan, anak-anak pun dan mengorganisasi kelompok menangis,” kenang Diah. belajar luar sekolah bagi anak pengojek payung, penjaja gorengan, Setelah pindah ke Yogyakarta, dan berbagai anak marginal lain di impiannya mendirikan sekolah tak Bogor. Pada 2000—2003, ia juga pudar begitu saja. Hingga suatu turut serta menjadi relawan di kali, dari temannya ia memeroleh Rimbawan Muda Indonesia (RMI), informasi bahwa satu daerah di 92 OKTOBER 2022
Sekolah Pagesangan, Pendidikan Berbasis Budaya dan Pangan Lokal FOTO: A.S. RIMBAWANA Anak-anak Sekolah Pagesangan bersiap melakukan gim di ladang (11/9). Gunungkidul memiliki tingkat Madiun ini, sekolah formal putus sekolah tinggi. Itulah momen justru terlibat dalam peluruhan pertama Diah mengenal Wintaos. ikatan siswa dengan lingkungan sekitar. “Sekolah [formal] itu kan “Di sini anak-anak selepas SMP orientasinya keluar desa… jadi mur tak banyak punya pilihan,” kata bautnya industri,” katanya. Diah. Bagi anak lelaki paling banter adalah pergi ke kota untuk jadi Sekolah hanya berguna bila buruh pabrik. Bila perempuan, menghasilkan uang. Bila tidak, kadang lebih mengenaskan, lebih baik merantau menjadi buruh menikah di usia dini. Maka, di kota. Punya penghasilan dan pilihannya ketika itu adalah terus bisa membeli barang-barang yang mendorong agar anak-anak bisa diinginkan. Apa yang menyebabkan terus bersekolah. “Minimal hingga bisa terjadi demikian? Bagi Diah, SMA,” tuturnya. karena sekolah formal mengajarkan hal yang jauh dari keseharian. Namun, ternyata setelah lulus SMP atau SMA para anak-anak ini Maka itu, Sekolah Pagesangan juga segera pergi ke kota. “Untuk meyakini bahwa pendidikan yang jadi buruh pabrik juga,” ujar Diah. sejati mestinya terkait dengan Menurut perempuan kelahiran kehidupan sekitar tempat anak- 93 OKTOBER 2022
SOROTAN anak tumbuh. “Pendidikan Diah heran, mengapa tak mestinya berakar pada budaya sekalipun sang pemilik rumah setempat dan tidak justru membuat memasak gaplek untuknya, individu tercerabut dari akar,” kata dan lebih memilih nasi putih. Diah. “Napa kersa? –Anda mau?,” Berawal dari tiwul kenang Diah. Ternyata, ada pikiran bagi warga Wintaos Semula, SP belum memiliki bangunan sendiri. Maka, aktivitas bila tiwul tidak pantas SP dipusatkan di beberapa rumah disajikan kepada orang dari warga secara bergilir. Dari situlah kota, seperti Diah. “Mereka Diah mempelajari rutinitas sehari- anggap tiwul itu asor, rendah, hari di keluarga para anak-anak. tidak berharga,” katanya. “Saya jadi tahu ritme kegiatan harian keluarga setiap anak. singkong. Ketika masuk puncak Aktivitas di ladang apa, apa saja kemarau singkong siap dipanen. yang di simpan di rumah,” terang Sementara, gaplek adalah hasil Diah. panen singkong yang dijemur hingga kering. Bila telah kering Diah termakan berita di media betul, bisa dijadikan tepung dan bahwa Gunungkidul adalah wilayah diolah menjadi tiwul, nasi singkong. gersang dan tidak tahu bahwa ada pula budaya pertanian di sana. Diah heran, mengapa tak Namun hal itu gugur ketika tengah sekalipun sang pemilik rumah belajar bersama para anak, Diah memasak gaplek untuknya, dan kerap dijamu oleh sang pemilik lebih memilih nasi putih. “Napa rumah dengan nasi putih dan kersa? (Anda mau? - Red.)” kenang memasak ragam sayur. Diah. Ternyata, ada pikiran bagi warga Wintaos bila tiwul tidak Suatu hari, Diah terperangah pantas disajikan kepada orang mengetahui ada gaplek dari kota, seperti Diah. “Mereka menggunung. “Jadi mereka anggap tiwul itu asor, rendah, tidak menyimpan gaplek itu sekamar berharga,” katanya. penuh.” Ia yang tak akrab dengan gaplek lantas bertanya kepada sang Bukan hanya gaplek, ternyata empunya rumah. Buat apa gaplek- gunungan pangan lainnya juga gaplek itu, tanya Diah penasaran. “Ya dimakan,” katanya mengenang. Di Wintaos ketika pengujung musim hujan, lahan-lahan pertanian memang ditanami 94 OKTOBER 2022
Seorang warga Dusun Wintaos, tengah mengupas singkong di menthuk —lahan pertanian di dataran tinggi. FOTO: A.S. RIMBAWANA Diah sering temui seiring musim Sebab pertanian memang terkait panen berganti. Ada jagung, kacang erat dan paling dekat dengan tanah, koro, dan banyak lagi. Meski realitas kehidupan harian. “Kami keseharian mereka dipandang Diah ingin mendekatkan apa yang kami sebagai sesuatu yang menakjubkan, pelajari dengan upaya keberdayaan tetapi warga sendiri tidak bangga yang bisa dilakukan di desa,” dengan kekayaan yang mereka demikian seperti tulis maklumat miliki. yang tertera di dinding Sekolah Pagesangan. Tetanen di Wintaos Diah lantas menerangkan Bersama para anak-anak, kepada saya ihwal budaya akhirnya budaya pertanian pertanian di Wintaos. Sebelum diputuskan sebagai tema utama musim tanam datang, petani bakal belajar di Sekolah Pagesangan. mempersiapkan lahan terlebih 95 OKTOBER 2022
SOROTAN Lenahan, lahan pertanian di dataran rendah, bersanding dengan menthuk-menthuk. dulu. Proses membuat lahan ini hanya bisa dilakukan ketika FOTO: A.S. RIMBAWANA tanam oleh warga Wintaos disebut penghujan. Namun, sistem lalahan. pertanian macam ini panen hanya dimungkinkan sekali dalam Proses tersebut berlangsung di setahun. Ketika limpahan air hujan lahan tani yang berupa lenahan dan tiada, tanah atau sawah dibiarkan menthukan. Lalahan mencakup bera. proses menabur pupuk kandang di lahan dan mencangkul atau ngluku, Padahal, kebutuhan pangan membalik tanah dengan bantuan sepanjang tahun. Maka itu, warga luku. Pupuk pun tinggal mengambil Wintaos mesti menyimpan bahan di kandang yang acap terletak di pangan. sekitar lahan. Lazimnya, di Indonesia musim Sistem pertanian di Wintaos dibagi menjadi dua, kemarau atau adalah tadah hujan yang ketiga dan rendeng atau penghujan. mengandalkan air hujan sebagai Lama masing-masing musim satu-satunya sumber air untuk diasumsikan berjalan selama enam pengairan. Sistem bertani seperti bulan. Jadi, ketika hujan pertama 96 OKTOBER 2022
Sekolah Pagesangan, Pendidikan Berbasis Budaya dan Pangan Lokal Pascapanen, warga lazim diterapkan di lahan kering Wintaos dulu juga memiliki berbatu, yakni menanam beragam sebuah ruangan di saban tanaman pada satu lahan yang sama. rumah mereka untuk menyimpan bahan pangan Proses menanam juga bisa dilakukan dengan beberapa cara, yang beragam. Mereka dan beberapa biji-bijian bisa menyebutnya pesucen— tumbuh hanya dengan disebar tempat yang suci. Hal itu (diwurke) seperti padi dan jagung. dilakukan sebab mereka Sementara, jali ditanam di dekat harus bersiasat makan pematang (galeng). Selanjutnya, di tepian lahan akan ditanam ragam secara beragam. “Agar sayuran. pangan mereka tidak habis,” kata Diah. “Cukup Setelah seluruh proses usai, pangan bagi mereka adalah dilakukan perawatan dengan stok pangan masih sisa membersihkan dan mencabut ketika menyongsong panen rumput liar agar nutrisi tanaman ke depan,” imbuhnya. utama tidak terganggu. Menata pematang dengan batu-batu yang yang berlangsung sekitar Oktober ditata agar tanah tidak longsor menandakan mangsa (musim) dan menyebabkan luruhnya unsur tanam. hara juga merupakan bagian dari perawatan kebun. Di musim itu, petani akan menanam beragam jenis serealia, Pascapanen, warga Wintaos dulu berupa aneka tanaman seperti juga memiliki sebuah ruangan padi, jagung, jawawut, dan sorgum. di saban rumah mereka untuk Setelah itu, di sisa penghujan petani menyimpan bahan pangan yang akan menanam kacang-kacangan. beragam. Mereka menyebutnya Inilah yang disebut metode tanam pesucen—tempat yang suci. Hal tumpangsari. Tumpangsari yang itu dilakukan sebab mereka harus oleh warga Wintaos disebut pula bersiasat makan secara beragam. campursari adalah cara tanam yang “Agar pangan mereka tidak habis,” kata Diah. “Cukup pangan bagi mereka adalah stok pangan masih sisa ketika menyongsong panen ke depan,” imbuhnya. Meski begitu, urbanisasi yang begitu tinggi membuat para pemuda usia produktif 97 OKTOBER 2022
SOROTAN meninggalkan desa dan bekerja Bagi Diah budaya tani di di kota tetap mengancam budaya Dusun Wintaos adalah tani di Wintaos. Hal itu berdampak potensi desa. Sebab, dengan pada terhentinya regenerasi petani. bertani telah terbukti bahwa “Jangankan generasi petani, lahan sistem bertani lokal yang usaha tani saja sudah tidak punya,” diterapkan selama ini kata Diah. menjadi cara beradaptasi ampuh terhadap kondisi Diah sadar, ia berdiri sembari menahan arus global pangan. alam. “Saya belajar Dibentuknya World Trade bagaimana cara tanam, Organization (Organisasi Dagang sistem pangan. Banyak Dunia/WTO) pada 1995 telah kejutan yang menarik buat terbuka keran perdagangan bebas. saya. Saya menemukan Konsekuensinya, negara-negara realisasi pangan lokal ya yang menyetujui WTO juga harus dari situ,” ucap Diah. membeli pangan dari negara lain. Benteng pangan Menurutnya, imbasnya tidak dirasakan di tingkat nasional saja. Sistem pertanian di Wintaos “Wintaos pun terkena dampak. Itu yang berlangsung puluhan, menyebabkan pangan lokal yang bahkan ratusan tahun, ternyata penduduk Wintaos semula mereka telah membentuk budaya bertani simpan di pesucen kelamaan yang khas. “Mereka mampu hilang,” ucapnya. hidup dengan daya dukung yang terbatas, mereka sangat sustainable Beberapa dekade terakhir setelah (berkelanjutan). Mereka biasa WTO dibuka, ada perubahan memproduksi pangan,” ujar Diah. konsumsi. “Sekarang sudah sangat dimanjakan kemudahan mobilitas, Bagi Diah budaya tani di Dusun kita bisa beli. Itu juga berdampak Wintaos adalah potensi desa. pada kenaikan suhu yang Sebab, dengan bertani telah menggerus sistem pangan lokal dan terbukti bahwa sistem bertani itu yang sifatnya global,” kata Diah. lokal yang diterapkan selama ini menjadi cara beradaptasi ampuh Kenaikan suhu menyebabkan musim yang tak menentu. Padahal, petani di Wintaos pun amat bergantung pada musim. Sedikit perubahan saja, maka kebiasaan bertani mereka akan terganggu. 98 OKTOBER 2022
Sekolah Pagesangan, Pendidikan Berbasis Budaya dan Pangan Lokal FOTO: A.S. RIMBAWANA Sekolah Pagesangan melakukan pesta kebun dengan cara memasak bersama di ladang (11/9). terhadap kondisi alam. “Saya Budaya subsisten, sistem belajar bagaimana cara tanam, bertani tadah hujan, budi daya tani sistem pangan. Banyak kejutan tumpangsari, diversifikasi pangan, yang menarik buat saya. Saya pengaturan dan penggiliran pangan menemukan realisasi pangan lokal pokok, adalah cara-cara adaptasi ya dari situ,” ucap Diah, berbinar. yang menjadi sistem yang telah diterapkan dan terbukti mendukung Dari situ Diah mulai kehidupan selama ini. mengendapkan tentang pengetahuan pangan lokal justru “Ketika membuka jendela dan dari warga. Dengan begitu, justru terlihat ada singkong, nangka, padi, Diah yang merasa belajar dari hari ke sayuran, itu membuat mereka hari. “Siapa bilang saya mengajari? tentram. Definisi aman pangan Itu yang membuat saya betah. Saya adalah bila stok pangan mereka terbelalak tiap hari,” katanya. cukup,” ujar Diah. Mutiara Kata “Banggalah dengan yang kita punya, berkreasilah dengan bahan pangan yang ada, karena itu adalah karunia yang diberikan untuk bangsa ini” –Iwan Fals “Tak Kenal Maka Tak Sayang” (Raya, 2013) 99 OKTOBER 2022
E BULAN INI S 3 Oktober 1990 Jerman Barat dan Jerman Timur Bersatu Penyatuan dua negara Jerman yang terpisah selama 45 tahun ini berawal dari melemahnya kekuatan politik dan ekonomi Uni Soviet, pada dekade 1980-an. Hal ini mendorong rakyat Jerman Timur berdemonstrasi besar-besaran untuk mendorong runtuhnya Tembok Berlin. Pemilu bebas pertama digelar pada 18 Maret 1990.Wakil rakyat yang terpilih kemudian diberi mandat untuk berunding dengan Jerman Barat membahas tentang penyatuan kembali. Pada 22-23 Agustus 1990, Parlemen Rakyat (Volkskammer) memutuskan penggabungan yang realisasinya dilakukan pada 3 Oktober 1990, bertempat di Gedung Reichstag. Sebanyak 16 juta warga Jerman Timur bergabung dengan Jerman Barat. Che Guevara 6 Oktober 1981 9 Oktober 1967 Presiden Mesir Anwar Sadat Che Guevara Dieksekusi Terbunuh Che Guevara tokoh revolusioner Kuba Pembunuhan Anwar Sadat terjadi pada dieksekusi oleh tentara Bolivia yang didukung Festival Peringatan Hari Kemenangan pada Amerika Serikat. Eksekusi dilangsungkan di La Perang Yom Kippur antara Mesir melawan Higuera setelah tertangkap sehari sebelumnya. Israel. Sebuah peristiwa yang mengagetkan Di Bolivia, Guevara tengah membantuk pasukan karena pembunuhan terjadi di muka umum. pemberontak untuk melawan pemerintah. Muhammad Anwar el-Sadat merupakan Sebagai bukti kematian, tangannya dipotong. presiden Mesir ketiga. Pada 1977, Sadat ke Makamnya juga tidak diberi tanda. Namun pada Israel dan melakukan perdamaian dengan pihak 1997, jenazah Guevara ditemukan dan dikirim Israel yang ditandatangani pada 1979 oleh Sadat kembali ke Kuba. Ia kemudian dimakamkan dan Perdana Menteri Israel, Menachem Begin. kembali dalam sebuah upacara yang dihadiri Keduanya akhirnya mendapat hadiah Nobel Presiden Fidel Castro dan ribuan warga Kuba. Perdamaian. Sayangnya sekelompok orang tidak menyukainya dan berupaya membunuh Sadat dengan granat dan peluru.
Search
Read the Text Version
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
- 50
- 51
- 52
- 53
- 54
- 55
- 56
- 57
- 58
- 59
- 60
- 61
- 62
- 63
- 64
- 65
- 66
- 67
- 68
- 69
- 70
- 71
- 72
- 73
- 74
- 75
- 76
- 77
- 78
- 79
- 80
- 81
- 82
- 83
- 84
- 85
- 86
- 87
- 88
- 89
- 90
- 91
- 92
- 93
- 94
- 95
- 96
- 97
- 98
- 99
- 100
- 101
- 102
- 103
- 104
- 105
- 106
- 107
- 108
- 109
- 110
- 111
- 112
- 113
- 114
- 115
- 116