Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore QnA Kulwap Eksklusif - Mencegah Luka Pengasuhan Vol 2

QnA Kulwap Eksklusif - Mencegah Luka Pengasuhan Vol 2

Published by Jannah Hunter, 2022-08-31 06:28:12

Description: QnA Kulwap Eksklusif - Mencegah Luka Pengasuhan Vol 2 by Jannah Parenthood

Search

Read the Text Version

100 Proses pengasuhan mungkin begitu menantang. Banyak sekali PR yang perlu kita lakukan. Namun ini adalah salah satu peran yang kita pilih. Dengan memutuskan menikah dan menjadi orang tua, maka kita telah komitmen untuk meraih ladang pahala dalam setiap ujian pengasuhan di dalamnya. Kepayahan yang dirasa sekarang, boleh jadi akan sangat kita syukuri kelak. Boleh jadi kepayahan ini yang insya Allah kelak jadi saksi kebaikan utama, yang menolong kita di akhirat. Bismillah Ayah Bunda. ������ (Pic : Buku Melatih Emosi Anak Balita )

101 31 Q31. Bagaimana mengatasi anak yang overthinking dan kurang percaya diri? Answer by Canun Kamil & Fufu Elmart voice note klik disini Kita tak pernah tahu, ikhtiar mana yang memberikan dampak pada anak. Namun, hal jazaaul ihsan illal ihsan, tidak ada kebaikan kecuali berbalas kebaikan. Ikthiar baik insya Allah akan berbuah baik. Anak-anak adalah titpan Allah, maka cerdas dan baiknya atas izin Allah. Maka yang membuat mereka tumbuh baik dan cerdas bukan tersebab ikhtiar kita, melainkan atas izin Allah yang menjadikan wasilah ikthiar kita jadi perubahan bagi anak-anak kita. Bisakah kelak kita mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah Ta’ala??? Bismillah Ayah Bunda ���������������

102 32 Q32. Bagaimana mengatasi luka pengasuhan dalam diri anak akibat perceraian? Answer by Canun Kamil & Fufu Elmart Yang pertama, cek tabel yang sudah Anda bikin dari QnA sebelumnya. Lihat baik-baik, kira-kira luka itu masuk kategori mana. Jika sudah ada jawabannya, sebelum mengajak anak mengatasi luka pengasuhan akibat perceraian, mohon dipastikan bahwa diri Anda sendiri sudah sembuh dari luka perceraian itu, ya. Karena itu memudahkan proses Anda untuk membantu anak Anda. Untuk proses healing bersama kami, membutuhkan waktu seharian. Sekitar jam 9 pagi sampai Magrib dan perlu tatap muka di workshop Cleansing Emotion (mengobati luka hati perselingkuhan, pernikahan, dan pengasuhan). Mohon doanya, semoga ada waktunya 2 atau 3 bulan ke depan ya. Nah, jika orangtua sudah healed, insya Allah kita bisa membantu anak Anda untuk mendeskripsikan dulu apa yang dia rasakan. Apa pendapatnya tentang perceraian orang tuanya, dan jangan di-judge sama sekali. Cukup menjadi pendengar yang baik dulu. Karena emosi yang sehat itu bagaikan aliran air yang mengalir. Maka kita perlu bantu anak untuk mengalirkan emosinya dahulu.

103 Setelah anak menjelaskan perasaannya dan yang dia tahu tentang perceraian, kita akan membantu sang anak untuk menerima kejadian tersebut. Membantunya untuk mengambil hikmah dan mensyukuri kejadian perceraian tersebut dan membantu anak untuk mengikhlaskan kejadian tersebut. Mengapa hal yang tidak mengenakkan tetap perlu disyukuri? Karena … 1. Allah sebaik-baiknya pembuat skenario, kan? 2. Allah nggak pernah mendzalimi hamba-Nya. 3. Allah itu, sesekali, kadang, atau selalu memberikan yang terbaik untuk semuanya? 4. kenapa kejadian perceraian itu Allah izinkan terjadi dan dialami anak Anda? What for? Apa GEM of LIFE-nya? Silakan bantu anak untuk mencari itu, ya. Wallāhu a’lam biṣ-ṣawāb. voice note klik disini

104 Salah satu kekeliruan kita sebagai orang tua, biasanya fokus kepada tindakan “pengobatan” atau “rehabilitatif” ketika mulai ada tanda2 perilaku yang menyimpang dari anak- anaknya. Terlupa bahwa luput pada tindakan preventif alias pencegahan. Dimana justru jauh lebih berpengaruh dan berdampak buat anak-anak. Sebelum mereka kenal value di luaran sana dari lingkungan dan teman-temannya, mari jadi orang tua yang bisa dipercaya, dihormati dan ditaati anak dengan cara yang ahsan. Insya Allah. ������������

105 33 Q33. Bagaimana agar orang tua bisa bersahabat dengan misstrust abuse atau perasaan curiga terhadap anaknya? Answer by Canun Kamil & Fufu Elmart Berapa usia anak Anda? Kenapa orang tua bisa misstrust sama anaknya? Apakah anaknya pernah melakukan kedzaliman yang sangat parahkah?? Coba cek, kalau anak nggak sesuai harapan Anda sebagai orang tuanya, jangan-jangan ekspektasi Anda yang terlalu berlebihan dan tidak masuk akal. Wallāhu a’lam biṣ-ṣawāb. voice note klik disini

106 34 Q34. Saat ini anak saya usia 4 tahun dan hanya mau bermain sama adiknya. Sudah saya ikutkan kelompok bermain sejak satu tahun lalu, tetapi masih lebih suka menyendiri dibandingkan bermain sama teman. Di lingkungan rumah pun sampai sekarang masih menghindar ketika ada teman yang mendekat. Hal seperti itu masih tergolong normal atau bagaimana, ya? Dan apa yang bisa saya lakukan sekarang untuk membantu anak saya? Answer by Canun Kamil & Fufu Elmart Secara umum itu normal kok, Bun. Karena kebutuhan utama bonding anak itu dengan orang tuanya dan lingkungan terdekatnya. Kalaupun anak menghindar, bisa jadi anak Anda belum merasa aman dan nyaman dengan 'strangers', and it's normal. Anak ketiga saya juga seperti itu. Hanya saja saya sedikit terbantu karena kedua kakaknya sangat seneng sosialisasi. Jadi, mau gak mau pasti terbawa (senang bersosialisasi). Namun, kalau sedang sendirian, ya mirip kayak gitu. Hehehe. So, it's normal. Dan kalau sang anak sudah menemukan orang yang “click”, dia cenderung akan sangat akrab. Wallāhu a’lam biṣ-ṣawāb.

107 Anak usia 5 tahun pertama itu memang masih membutuhkan perkuat bonding dengan orang tua dan lingkungan terdekatnya. Oleh karena itu di buku-buku Sakeena kami pun lebih banyak memberikan visualisasi interkasi bersama Ayah dan Ibu. Kalau misal anak Ayah Bunda belum suka bermain dengan yang lain, tidak apa-apa. Dikenalkan perlahan saja. Cek juga terkait apakah anaknya introvert atau ekstrovert itu bisa berpengaruh. Sama halnya seperti orang dewasa juga yang akan cenderung akrab dan mulai banyak interaksi pada kondisi yang membuat dia nyaman. Kalau tidak nyaman cenderung diam. Jadi kita perlu memaklumi dan memposisikan diri anak-anak kita pun seperti itu. Semoga bermanfaat. ���������������������

108 35 Q35. Apa benar anak yang sering dimarahi akan semakin nakal? Answer by Canun Kamil & Fufu Elmart Definisi nakalnya apa dulu ini, nih? Hehehe. Coba cek dulu video satu ini >> video klik disini Yang pasti, anak yang bermasalah itu biasanya terjadi karena 2 hal, yaitu TERLALU dibebaskan atau TERLALU dikekang. Wallāhu a’lam biṣ-ṣawāb. video klik disini Ayah, Bunda… anak-anak kita terlahir dengan FITRAH BAIK. Seperti firman Allah bahwa yang menjadikan anak-anak menjauh dari fitrahnya adalah karena orang tuanya. Maka tidak ada anak yang berkrakter dasar “nakal”, “pemarah”, “membangkang” dsb. Tidak ada. Setiap dari kita dilahirkan tidak seperti kertas kosong, melainkan Allah berikan bibit fitrah baik yang banyak sekali. Maka dari itu, kita sebagai orang tua yang perlu belajar bagaimana menjaga fitrah baik anak dan mengarahkannya pada hal yang semestinya. Insya Allah. Bismillah. Semangat Ayah Bunda ���������������

109 36 Q36. Apakah masih bisa mengubah karakter anak yang suka marah, karena dulu sebagai ibu suka pembentak anak dan nggak sabaran. Answer by Canun Kamil & Fufu Elmart Bisa dong Bunda. Karena karakter itu bermula dari kebiasaan. Kebiasaan itu dimulai dari kesadaran untuk mau melakukan sesuatu. Dan membangun kebiasaan itu tentu perlu proses. So … nikmatinn aja setiap prosesnya seperti apa yang dibahas di materi pengantar. Wallāhu a’lam biṣ-ṣawāb.

110 Seperti kita bahas dari kemarin ya Ayah Bunda, rumus dari perubahan anak itu kuncinya adalah di PERUBAHAN DIRI SENDIRI. Ketika kita mengubah respon emosi kita, insya Allah anak-anak bisa mengikuti dan mencontohnya. Perbanyak minta maaf dan terima kasih, serta ajak anak belajar bersama. Bismillah… ���������������

111 37 Q37. Apakah penyebab anak tantrum itu karena luka dalam pengasuhan? Atau memang karakter dasar pada anak? Atau bagaimana? Answer by Canun Kamil & Fufu Elmart Tidak. Anak tantrum itu karena 1. ada keterbatasan kemampuan komunikasi (nggak ada anak terlahir sudah lancar komunikasinya, kan?) 2. ada keterbatasan kemampuan mengontrol emosinya (nggak ada anak terlahir sudah lancar me-manaje emosinya, kan?) So, memang Allah sudah setting seperti itu. Karena bisa jadi ini menjadi ladang pahala bagi orang tuanya. Latihlah anak- anak Anda agar berkata dengan baik serta mampu mengendalikan dirinya. Wallāhu a’lam biṣ-ṣawāb.

112 Kita perlu tanamkan dalam diri bahwa, tidak ada satupun anak yang terlahir dengan karakter dasar “BURUK.” Semuanya fitrahnya baik. Penting bagi orang tua untuk melepas label buruk dan negatif itu sebelum membantu anak-anak untuk mengubah perilakunya. Karena labelling itu biasanya menjadi “value” pada diri anak juga orang tua. Yuk mulai untuk perbaiki juga bagaimana pola pikir dan asumsi kita, terhadap anak-anak kita. ���������������

113 38 Q38. Jika bunda berasa di kondisi tertekan karena anak yang senang bermain dengan mainannya, sedangkan ibu mertua yang selalu ingin rapi rumahnya. Apa yang sebaiknya saya lakukan? Answer by Canun Kamil & Fufu Elmart Pertama, bunda perlu tenang dulu. Ingatkan diri tentang rumus, “Sepanas apa pun keadaan di luar, hati dan pikiranku harus tetap adem!” Jadikan problem yang terjadi saat ini sebagai ladang pahala Anda. Dan kenapa Allah memberikan kita masing- masing ladang pahala? Ya tentu saja agar kita “naik kelas”. Itu cara Allah mengundang Anda agar bisa sampai ke Jannah-Nya. So … tetap tenang, ya. Karena kalau nggak tenang, di mata-Nya Anda sudah nggak akan lulus. Kalau nggak lulus, jadinya ngapain? Ya jelas REMEDIAL dong … Diulang lagi ujiannya sampai Anda lulus. Tenang dalam menjawab pertanyaan kehidupan adalah kunci terpenting. Karena kalau nggak tenang, ya risikonya ngulang lagi. Anda mau ngulang ujian yang sama berulang kali?

114 Kedua, Anda bisa mengajak ibu Anda mengobrol santai. Bahagiakan hatinya lalu ajak diskusi pelan-pelan. Membahagiakan hati orang tua itu bisa makan bersama, menemaninya melakukan hobinya, atau mengajaknya berbelanja. Ini hal penting ya. Jangan langsung membahas inti permasalahan. Akan sulit rumah rapi kalau masih ada anak kecil. Coba bantu ibu untuk mendefinisikan “standar rapi” beliau dan membantu turunkan standar tersebut. Anda pun berjanji untuk melatih anak untuk merapikan mainannya. Dan … jangan samakan skill merapikan anak dengan Anda ataupun neneknya ya. Ketiga, berlatihlah untuk mulai membriefing anak. Buatlah anak sadar tentang kerugiannya jika mainannya tidak dirapikan kembali setelah dimainkan. Dan latih sang anak juga (latih secara detail) cara merapikan itu seperti apa dan bagaimana. Jelaskan juga rules-nya. Misalnya, anak hanya boleh memainkan satu atau dua mainan dalam satu ronde. Briefing dengan sejelas-jelasnya. Karena asumsikan anak belum mengerti sama sekali tentang kerapian dan gunakan prinsip melatih seperti yang ada di materi pengantar, ya. Wallāhu a’lam biṣ-ṣawāb. voice note klik disini

115 Kenapa penting banget kita juga sebagai orang tua, dalam menerima setiap keadaan / kondisi kita yang boleh jadi menantang; agar kita bisa menerima dan RIDHA akan segala ketetapan yang telah izinkan. Insya Allah ada hikmahnya dan insya Allah jadi ladang pahala. ���������������

116 39 Q39. Terkadang kita ada pada kondisi sudah menerapkan semua teori parenting, tetapi ternyata tidak berhasil (tidak sesuai teori) sampai kita coba mencari cara lain, tetapi belum berhasil juga. Sudah mencoba bersabar, tetapi akhirnya ada emosi yang terpicu walaupun tetap berusaha ditahan. Apa yang harus dilakukan? Answer by Canun Kamil & Fufu Elmart Bukan teorinya salah sehingga ketika praktik nggak berhasil. Biasanya kita yang suka nggak sabaran, pengennya hasil instan sehingga lupa dan luput melihat bahwa sebetulnya ada progress dalam diri. Meskipun itu hanya 1% itu tetap perlu disyukuri, lho. Sekalipun rasanya sudah menerapkan semua teori parenting, boleh jadi tetap ada yang miss dalam eksekusinya. Mirip seperti latihan berenang. Meski udah bisa meluncur dan gaya bebas, belum tentu kita bisa melakukan secanggih perenang profesional, kan? That's why, sekalipun Anda merasa sudah menerapkan semua teori parenting, janganlah Anda merasa seperti orang yang ahli atau mahir dalam menerapkannya. Pasti ada 1 atau 2 hal yang miss. Namun, jangan juga merasa tidak berefek sama sekali. Lihatlah baik-baik. Mungkin saja sebenarnya ada progres, meski hanya 1% Buang mental instan, ya, Ayah Bunda. Karena mie instan pun perlu proses untuk matang. Wallāhu a’lam biṣ-ṣawāb.

117 Fashbir shabran jamillan, maka bersabarlah dengan kesabaran yang baik. Semangat Ayah Bunda, jadikan setiap ujian dan kepayahan sebagai ladang pahala. Pantang menyerah sampai masuk Jannah.������������������

118 40 Q40. Adakah cara atau trik untuk tetap bisa melarang atau berkata \"tidak\" dengan lemah lembut? Agar tidak sampai membuat luka pada anak. Answer by Canun Kamil & Fufu Elmart voice note klik disini

119

120 ”Gimana caranya dapat GRATIS paket buku SIPETA dan buku Sakeena lainnya???” Bisa gabung menjadi team reseller paket buku Sakeena? Silakan berakad sama yang mengajak gabung ke kulwap ya! Kita gandengan sama-sama di kapal dakwah untuk memberantas buta literasi TAUHID, untuk gemilangnya generasi muslim kedepannya. Insya Allah. ������

121 PENUTUP Alhamdulillahirabbil’alamin. Selesai sudah Kulwapp kita. Maasya Allah tabarakallah atas izin Allah bisa menjawab 40 pertanyaan dari Ayah Bunda semuanya. Semoga barokah manfaat ya semuanya. Kami mohon maaf apabila ada kata yang kurang berkenan. Semoga Ridha ya atas kulwapp kita hari ini. Akhirul Kalam…

122 Beberapa tahun ke belakang, banyak issue tentang mental health mencuat. Juga persoalan tentang innerchild dan luka pengasuhan. Beberapa ahli telah mendedikasikan dirinya dalam ranah ini. Sementara itu, kami (Canun & Fufu) lebih berpikir keras bagaimana tindakan preventif yang bisa dilakukan oleh orang tua, agar bisa memutus rantai luka pengasuhan yang keliru. Selama hampir sepuluh tahun menekuni bidang pernikahan dan keluarga, persoalan emosi menjadi salah satu concern khusus yang sangat berpengaruh pada banyak hal; pada kondisi pernikahan, juga jalannya pengasuhan, bahkan sampai berpengaruh pada bagaimana cara bersikap di masyarakat sekitar. Dari ribuan buku anak yang kami baca, puluhan buku tentang psikologi emosi yang kami pelajari; kami kemudian menyimpulkan bahwa tindakan preventif untuk memutus rantai pengasuhan yang keliru itu, *sangat bisa kita mulai sejak dini*. Mulai dari orang tuanya, serta bagaimana membersamai anak-anak dalam memanage emosinya.

123 Sebelum bisa memanage emosi, anak-anak perlu melewati tahapan : ~Mengenal berbagai jenis perasaan ~Mengidentifikasi jenis perasaan ~Menerima setiap perasaan ~Mensyukuri setiap perasaan ~Menyalurkan setiap perasaan Hingga bisa memahami bagaimana caranya *menikmati, mengelola, serta mengendalikan* setiap perasaan yang ada, hingga bisa mengikhlaskannya. Maka, paket SIPETA: Seri Perasaan Titipan Allah volume 1 dan volume 2 ini kami konsep dan tulis dengan bahasa yang sederhana, yang semoga mudah dipahami oleh anak-anak, agar mereka bisa memanage emosinya dengan baik, mampu merespon emosi dengan baik, sehingga bisa meminimalisir adanya luka pengasuhan kelak saat ia dewasa. Menjadi anak-anak yang paham bahwa setiap perasaan yang ada, merupakan titipan Allah yang perlu direspon sebaik- baiknya. Setiap perasaan merupakan ladang pahala dari Allah agar masuk Jannah-Nya.

124 Hingga kelak Allah panggil dengan sebutan terindah: ”Yaa ayatuhannafsul muthmainnah… wahai jiwa yang tenang…” Semoga Allah izinkan kita semua memahami bahwa setiap emosi yang ada merupakan Perasaan Titipan Allah yang Allah hadirkan agar kita bisa meraih ladang pahala sampai kelak Berkumpul Di Jannah sekeluarga aamin aamin yaa rabbal’alamin. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ��������������������� Jazaakumullah khayran katsiran. Sampai jumpa lagi, See You All, insya Allah ���������������������������


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook