Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Metodologi Penelitian

Metodologi Penelitian

Published by syaifrmdhn, 2020-10-07 00:46:56

Description: Merupakan buku kecil yang membahas tentang metodologi penelitian untuk menghasilkan karya ilmiah.

Keywords: metodologi,penelitian,metode,ilmiah

Search

Read the Text Version

METODOLOGI PENELITIAN Yekti Wirani, Amalia Rahmah, Muh, Syaiful Romadhon

“ \"Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan.\" - Imam Syaifi’i

Daftar Isi 1. Identifikasi Masalah 2. Perumusan masalah 3. Analisis akar masalah 4. Identifikasi solusi SI/TI 5. Konsep penelitian 6. Praktik pembuatan latar belakang dan perumusan masalah 7. Metode dan metodologi penelitian 8. Tujuan, manfaat, dan ruang lingkup penelitian 9. Tinjauan pustaka 10. Pengelolaan referensi untuk mendukung tinjauan pustaka 11. Annotated bibliography 12. Teknik mengkaji dan mengkritik penelitian terkait 13. Metode dan rancangan penelitian

IDENTIFIKASI MASALAH

Masalah pada Penelitian Pengertian identifikasi dan masalah Menurut KBBI Identifikasi memiliki arti: penetapan atau penentu identitas seseorang, benda, dan sebagainya Masalah memiliki arti: sesuatu yang harus diselesaikan atau dipecahkan Masalah adalah kesenjangan (gap) antara harapan dan kenyataan

Pengertian identifikasi dan masalah (lanjutan) Menurut Hasibuan (2007 , identifikasi masalah dilakukan melalui penetapan berbagai aspek masalah yang dihadapi dan menyusun informasi yang akan digunakan untuk menjawab rumusan masalah. Sedangkan menurut Sekaran dan Bougie, identifikasi masalah diartikan sebagai penentuan kondisi yang berbeda antara kondisi yang diharapkan dengan kenyataan yang dialami.. Identifikasi masalah bertujuan untuk mentransformasikan topik ke dalam sesuatu yang bisa dikelola (manageable) dan disesuaikan dengan kemampuan peneliti dan batasan-batasan sumber daya yang ada.

Pemilihan masalah penelitian Masalah yang akan digunakan dalam penelitian harus memiliki karakteristik berikut: Waktu: memiliki rentang waktu yang masih baru Biaya: memiliki nominal yang terjangkau Kemampuan peneliti: dapat diketahui dan diselesaikan oleh peneliti Kontribusi yang diberikan penelitian bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi

3 Ciri Masalah yang Baik Mempunyai nilai penelitian: memiliki nilai asli/original dan dapat diuji kebenarannya Dapat dilaksanakan (feasible): permasalahan dapat dipecahkan, ada data dan metode untuk memecahkan masalah, tersedia biaya, dan dapat diselesaikan dalam waktu yang wajar Sesuai dengan kualifikasi peneliti: menarik minat peneliti dan sesuai dengan bidang penelitian dari peneliti

• Bahan bacaan (artikel lembaga, jurnal, atau skripsi). • Pengamatan terhadap fakta dilapangan (observasi). • Berdasarkan pengalaman pribadi, namun dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. • Hasil pertemuan-pertemuan ilmiah seperti seminar, diskusi, dan lokakarya. • Melalui wawancara (interview) dan penyebaran kuesioner kepada responden

Sumber identifikasi masalah Menurut Ranjit Kumar, setidaknya ada tiga macam sumber, yaitu: People problemMasalah yang dihadapi manusia Masalah pada teknik, cara, dan struktur kerja Fenomena yang terjadi

aitu masalah yang tedapat pada diri manusia itu sendiri. Misalnya tidak punya uang, tidak punya rumah, dan lain-lain. Dari situ dapat diidentifikasi masalahnya menjadi: ❑ Mendeteksi raut wajah mahasiswa yang tidak punya uang dengan face recognition system ❑ Model bisnis di internet yang cocok untuk mahasiswa dengan dana terbatas

eknik dan struktur kerja yang tidak tepat juga dapat dijadikan sumber identifikasi masalah penelitian. Misalkan dalam sebuah toko, cara penghitungan laporan keuangan masih menggunakan cara manual. Dari kasus tersebut, kita bisa membuat identifikasi masalah yang nantinya dapat dibuat sebuah aplikasi atau sistem dengan melibatkan ahli di dalamnya. Aplikasi tersebut berguna sebagai pencatat otomatis uang masuk dan keluar pada toko tersebut. Contoh lain sistem parkir di Mall yang tidak bisa mendeteksi area parkir yang masih kosong bisa juga dijadikan sumber identifikasi masalah dalam penelitian.

ejadian-kejadian yang ada disekeliling kita juga bisa dijadikan identifikasi masalah yang menarik Misalkan kita punya temen yang mempunyai toko online, namun pengunjung pada setiap harinya masih sedikit. Ini merupakan fenomena yang umum terjadi disekeliling kita. Sebagai salah satu solusi, kita dapat meningkatkan traffic melalui penggunaan teknik Search Engine Optimization (SEO). Dari fenomena ini, kita bisa memberi judul ” Tips Meningkatkan Pengunjung toko online dengan Teknik SEO”.

Langkah-langkah untuk identifikasi masalah ★Mulailah dengan menentukan topik yang ingin diteliti, sebagai contoh big data, data mining, jaringan multimedia, perancangan aplikasi. ★Selanjutnya membaca sumber kajian masalah yang berhubungan dengan topik yang akan diteliti. “Cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Cari buku itu. Mari jatuh cinta. - Najwa Shihab -

Langkah untuk identifikasi masalah ❏ Mahasiswa dapat mencari dari artikel di website terpercaya (website kementerian seperti www.kominfo.go.id, website perusahaan, atau website perguruan tinggi) ❏ Mencari dan membaca dari jurnal nasional atau skripsi mahasiwa. ❏ Jika diperlukan lakukan penyebaran kuesioner atau wawancara untuk memastikan masalah tersebut bukan hanya dirasakan oleh mahasiswa yang bersangkutan. ❏ Tuliskan harapan (ekspetasi) dan kenyataan (realita), sehingga masalah menjadi lebih jelas. ❏ Tuliskan secara singkat dan sederhana pengetahuan mahasiswa mengenai masalah tersebut, sebagai contoh penyebab, terjadi dimana, dan lain-lain

Perumusan masalah

Perumusan masalah • Bertujuan untuk mencari sesuatu dalam kerangka pemuasan akademis seseorang untuk mendapatkan hal-hal yang baru • Meletakkan dasar untuk memecahkan beberapa penemuan penelitian sebelumnya ataupun dasar untuk penelitian selanjutnya • Menyediakan sesuatu yang bermanfaat. Perumusan masalah harus memiliki: ❖ Tujuan penelitian yang jelas ❖ Pernyataan mengapa penelitian dilakukan ❖ Sasaran penelitian (objek yang dijadikan bahan penelitian) ❖ Dampak hasil penelitian.

Bentuk rumusan masalah • Tulisan singkat berupa pertanyaan • Digunakan untuk menjelaskan masalah atau isu yang dibahas pada dokumen tersebut kepada para pembaca. Didahului dengan penjelasan yang terletak di awal laporan atau proposal (sub-bab latar belakang), berupa: ❖ Fakta-fakta dasar dari masalahnya ❖ Menjelaskan alasan masalah itu penting ❖ Menentukan solusi secepat dan selangsung mungkin.

Cara untuk Merumuskan Masalah ★ Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan (research question) yang berfokus pada variabel tak bebas (dependent variable) atau pada apa yang akan diteliti. ★ Rumusan hendaknya jelas dan padat. ★ Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah. ★ Rumusan masalah menjadi dasar dalam membuat hipotesis (dugaan sementara).

analisis akar masalah

Pendahuluan ● Dua konsep penting yang saling terkait, yaitu “masalah” dan “akar masalah”. ● Masalah dipersepsikan sebagai yang sesuatu terlihat di permukaan, atau sesuatu yang dilihat secara kasat mata atau dapat dirasakan. ● Hal tersebut dapat dilihat dari peristiwa yang terjadi atau dengan melihat data atau informasi, misalnya dari laporan keuangan. ● Mengapa masalah terjadi, apa yang menjadi pemicunya, atau kegiatan apa yang dilakukan sebelumnya sehingga memunculkan masalah tersebut, masih perlu dianalisis lebih lanjut. ● Upaya mendiagnosa masalah sampai dapat menemukan berbagai faktor pemicu termasuk keterkaitannya merupakan upaya mengidentifikasi akar masalah.

Analisis Akar Masalah ● Analisis akar masalah secara umum merupakan upaya untuk menjawab tiga pertanyaan. ●Alat yang dapat digunakan untuk melakukan analisis akar masalah: problem tree, root-cause diagram, dan mind-map. Mengapa itu Terjadi? Apa yang Bagaimana agar terjadi? kejadian tersebut tidak terulang?

Argumen pemilihan masalah ❏ Penyusunan argumentasi untuk memilih masalah yang lebih khusus dari masalah umum disebut pembatasan masalah. ❏ Untuk membangun argumentasi, diperlukan banyak referensi. ❏ Argumentasi dalam pemilihan masalah dapat diperoleh dari dokumen tertulis (artikel, jurnal, dan skripsi), pakar dalam sebuah seminar, dan wawancara dengan pakar. ❏ Argumentasi dapat dibangun dari opini, teori, dan hipotesis (dugaan).

dalah diagram yang ideal digunakan untuk brainstorming, perencanaan, pengumpulan informasi, penyajian data, dan banyak kegunaan lainnya. Memiliki keunggulan yang mengkombinasikan penggunaan otak kiri (logika) dan otak kanan (seni). Penggunaan mind map dapat mendorong seluruh pikiran yang ada di dalam otak untuk dituliskan

Mengapa mind map efektif? Mind maps sangat efektif untuk: ● Mencatat, merencanakan proyek, melakukan brainstorming ide, menyajikan informasi kepada orang lain, ● Meningkatkan kapasitas untuk melihat gambaran yang lebih besar ● Menghemat waktu melalui fokus pada isu yang ada ● Meningkatkan kemampuan untuk menyimpan dan mengingat informasi melalui pola dan asosiasi ● Membantu memperjelas pikiran ● Menyediakan peta informasi visual yang sesuai untuk presentasi dan pelaporan

Identifikasi solusi SI/TI

Syarat Solusi SI/TI ● Jelaskan dengan lengkap aplikasi berbasis online, web atau mobile, cataloging, register meta data di Google maps atau Waze . ● Solusi ini harus tepat guna bagi bidang keilmuan sistem informasi atau bagi bidang keilmuan teknik informatika menggunakan teknologi terbaru. ● Kelayakan (feasibility) digunakan untuk mengukur kelayakan solusi untuk dikerjakan berdasarkan peneliti, yaitu kemampuan peneliti dalam segi waktu dengan cara membatasi ruang lingkup penelitian.

konsep penelitian

Pengertian Penelitian Penelitian merupakan suatu proses mencari sesuatu secara sistematis dalam waktu yang relatif lama dengan menggunakan metode ilmiah dengan prosedur maupun aturan yang berlaku. Penelitian ilmiah ini dilakukan atas dasar dorongan rasa ingin tahu untuk mencari jawaban atau solusi dari permasalahan yang terjadi pada saat ini. Hasil penelitian berupa karya ilmiah dapat disajikan dalam berbagai bentuk, seperti makalah, laporan penelitian, buku-buku ilmiah, atau karya ilmiah lainnya yang dipublikasikan.

“ \"He who learns but does not think, is lost! He who thinks but does not learn is in great danger. \" - Confucius

Tujuan Penelitian Penelitian itu sendiri bertujuan untuk: ❏ Menciptakan ilmu pengetahuan baru ❏ Menerapkan teknologi untuk memecahkan suatu masalah. ❏ Menguji kebenaran suatu teori Penelitian dengan metode ilmiah bertujuan menerapkan teknologi untuk memecahkan masalah melalui metode ilmiah

“ \"Kamu bisa jadi baik hari ini, tapi kamu lebih memilih esok hari.\" - Marcur Aurelius

Proses Berpikir Logis Dirumuskan dalam Proses berpikir yang terjadi pada saat menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang diketahui benar atau dianggap benar biasanya disebut dengan penalaran. Proses berpikir logis dan sistematis ini berguna untuk membentuk dan mengevaluasi keyakinan kita terhadap suatu pernyataan. Logika merupakan suatu studi tentang metode-metode dan prinsip-prinsip yang digunakan dalam membedakan penalaran yang tepat dari penalaran yang tidak tepat. Penalaran (reasoning) adalah suatu proses berpikir yang berusaha menghubung-hubungkan fakta-fakta atau bukti-bukti yang diketahui menuju kepada suatu kesimpulan.

Tahapan Penelitian Identifikasi Masalah Perumusan Masalah Penelusuran Pustaka Rancangan Penelitian Pengumpulan Data Pengolahan Data Kesimpulan

Praktik pembuatan latar belakang dan perumusan masalah

ab I pada dokumen tugas akhir atau skripsi mahasiswa terdiri dari: ❑ 1.1 Latar belakang ❑ 1.2 Perumusan masalah ❑ 1.3 Tujuan dan manfaat penelitian ❑ 1.4 Batasan masalah ❑ 1.5 Sistematika penulisan

Isi latar belakang Latar belakang berisi beberapa paragraf. Masing-masing paragraf tersebut dapat berisi: 1. Identifikasi masalah yang menyebabkan penelitian harus dilaksanakan 2. Urgensi pemilihan masalah 3. Akar-akar masalah yang menjadi penyebab munculnya masalah 4. Akar masalah yang dipilih 5. Rancangan solusi untuk menyelesaikan akar masalah 6. Dampak positif dari solusi tersebut. 7. Paragraf terakhir merupakan penarikan poin-poin penting dari paragraf – paragraf sebelumnya: masalah (1), akar masalah yang dipilih (3), rancangan solusi (5), dan dampak positif (6)

Komposisi Latar Belakang PARAGRAF 1 PARAGRAF 2 ● Fenomena yang terjadi Penjelasan atas akar-akar sehingga timbul masalah yang diidentifikasi masalah tersebut melalui mind-map ● Harapan PARAGRAF 5 ● Kenyataan ● Masalah ● Masalah ● Urgensi (alasan kuat) ● Akar masalah yang pemilihan masalah, dipilih dikaitkan dengan ● Solusi yang akan dibuat dampak negatif masalah ● Dampak positif solusi PARAGRAF 3 tersebut ● Akar masalah yang dipilih ● Rancangan solusi SI/TI yang akan digunakan untuk menyelesaikan akar masalah ● Penjelasan fitur atau spesifikasi aplikasi/software yang akan dibuat Petunjuk: ● 1 paragraf minimal terdiri dari 3 kalimat ● Paragraf yang dibuat minimal 4, diperbolehkan lebih dari 4 ● Sertakan sumber dari website terpercaya, jurnal, atau skripsi

Isi perumusan masalah • Disampaikan dalam bentuk pertanyaan • Tidak ada pembatasan jumlah minimal atau maksimal pertanyaan. • Dapat dimulai dengan kalimat sebagai berikut: “Berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan sebelumnya, maka dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut: ...“ • Bertujuan menjawab akar masalah yang telah dipilih. Sebagai contoh masalah yang diangkat adalah program tahsin yang tidak berjalan dengan lancar pada STT-NF dikarenakan kesibukan para anggota (mahasiswa). Kalimat rumusan masalah yang akan dibuat adalah sebagai berikut: “Bagaimana pembelajaran tahsin dapat diterapkan dengan menggunakan media sosial?” • Media sosial dipilih karena memberikan peluang bagi para anggota untuk saling berbagi melalui jaringan sosial.

Contoh perumusan masalah Bagaimanakah merancang perangkat yang dapat digunakan untuk menyilangkan bibit unggul wortel? Untuk menjawab rumusan masalah, maka akan dikaji hal sebagai berikut: ● Kondisi bibit unggul wortel yang diharapkan ● Kondisi bibit wortel yang beredar ● Teknik penyilangan bibit wortel unggul ● Pengembangan perangkat lunak dengan menggunakan artificial intelligence, machine learning, dan deep learning ● Perancangan perangkat keras berbasiskan Internet of Things (IoT)

Metode dan metodologi penelitian

Pengertian Metodologi penelitian merupakan suatu kerangka dan asumsi yang ada dalam melakukan elaborasi penelitian sedangkan metode penelitian memerlukan teknik atau prosedur untuk menganalisa data yang ada. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa metodologi penelitian merupakan langkah-langkah yang ada dalam penelitian sedangkan metode penelitian adalah cara dari setiap langkah yang ada. Sedangkan metodologi penelitian dalam ilmu komputer atau sistem informasi (teknologi informasi) merupakan “langkah-langkah/tahapan perencanaan dengan bantuan beberapa metode, teknik, alat (tools) dan dokumentasi dengan tujuan untuk membantu peneliti dalam meminimalkan resiko kegagalan dan menekankan pada proses/sasaran penelitian di bidang computer science/information system/information technology (CS/IS/IT).

Metodologi Penelitian Ada sekitar 1000 metodologi pengembangan SI. Metodologi tersebut ada yang mirip satu sama lain, dan ada yang sangat spesifik terhadap suatu organisasi. Berikut adalah beberapa komponen dari metodologi: 1. Bagaimana suatu proyek dipecah ke dalam beberapa tahapan? 2. Apa yang dikerjakan pada setiap tahapan? 3. Apa keluaran yang dihasilkan? 4. Kapan setiap tahapan tersebut dikerjakan? 5. Apa batasan yang diterapkan? 6. Siapa yang terlibat? 7. Bagaimana proyek tersebut dikelola dan dikendalikanl? 8. Alat pendukung apa yang digunakan?

Proses Penelitian

Tujuan, manfaat, dan ruang lingkup penelitian

Tujuan Penelitian ❏ Kegiatan yang akan dilakukan selama penelitian untuk menjawab rumusan masalah ❏ Menghasilkan keluaran penelitian yang diharapkan ❏ Berupa kata kerja

Manfaat Penelitian ❏ Manfaat bagi keilmuan (akademisi), institusi/perusahaan/organisasi, masyarakat, dan pihak terkait lainnya ❏ Berupa kata benda: tersedianya, peningkatan, pemerataan, kemudahan, dan lain-lain ❏ Bagi akademisi: Terciptanya sumber penelitian baru yang dapat digunakan untuk rujukan dalam bidang tertentu dan disesuaikan dengan bidang penelitian.

Ruang Lingkup Penelitian Batasan penelitian dilakukan, dapat berupa: ❏ Cakupan organisasi yang menjadi studi kasus. ❏ Fitur-fitur yang akan diterapkan ❏ Cakupan proses bisnis yang hendak dikaji. ❏ Batas tahapan pendekatan penelitian/metodologi yang akan dilewati.

“ ”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. - (HR. Ibnu Abdil Barr)

Tinjauan Pustaka


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook