Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore 1 PROGRAM BIMLAT 2023

1 PROGRAM BIMLAT 2023

Published by Muhitul Himam, 2023-05-23 14:35:35

Description: 1 PROGRAM BIMLAT 2023

Search

Read the Text Version

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen mengamanatkan Guru untuk memiliki : (i) Kualifikasi akademik minimum S1/D-IV; (ii) Kompetensi sebagai agen pembelajaran yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional; (iii) Sertifikat pendidik. Agar Guru dapat memiliki kompetensi sebagai agen pembelajaran sebagaimana yang diamanatkan pada Undang-undang tersebut di atas, maka Guru harus senantiasa meningkatkan kompetensinya secara terus menerus melalui berbagai upaya antara lain melalui pelatihan, kegiatan karya tulis ilmiah, pertemuan dikelompok kerja dari musyawarah kerja yang terdiri dari MGMP, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS). MGMP dan MKKS merupakan wadah formal bagi guru-guru dan kepala sekolah untuk melakukan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Di wadah inilah guru-guru dan kepala sekolah dapat saling curah pendapat dalam rangka mcngatasi berbagai kendala dan kesulitan yang dialami guru-guru selama berada di kelas melaksanakan pembelajaran dan manajemen persekolahan. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pengawas, bahwa pengawas sekolah bertugas melaksanakan pembimbingan dan pelatihan guru dan kepala sekolah dalam upaya meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam pelaksanaan tugas pokok sebagai guru dan kepala sekolah pada sekolah binaannya. Berkenaan dengan itu, bahwa pengawas saat melakukan supervisi baik akademik maupun manajerial sudah barang tentu terdapat hal-hal yang masih belum sesuai dengan harapan. disebabkan guru dan kepala sekolah yang harus di supervisi jumlahnya cukup banyak. Maka dalam upaya efisien dan efektifitas maka sangatlah tepat menggunakan media MGMP dan MKKS sebagai tempat pembimbingan dan pelatihannya. Dengan demikian akan 1

terjadi interaksi yang yang efektif diantara peserta sehingga dimungkinkan saling mengisi satu sama lainya. Sesuai dengan pembagian sekolah binaan maka kelompok kerja yang menjadi sasaran pembimbingan dan pelatihan professional guru dan kepala sekolah adalah MGMP dan MKKS Kabupaten Kendal. Salah satu upaya merevitalisasi MGMP adalah dengan membentuk MGMP lintas mata pelajaran, agar dapat saling tukar menukar pengalaman dalam melaksanakan kegiatan yang dilakukan di setiap MGMP serta dapat memberikan kontribusi dalam menumbuh kembangkan budaya pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan siswa dan kelas, sehingga berdampak sugnifikan pada peningkatan kualitas pembelajaran yang berujung pada peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Berdasarkan hasil kajian dan analisis MGMP di Kabupaten Kendal, kebutuhan diklat yang relevan bagi guru mata pelajaran di Kabupaten Kendal adalah tentang Pendalaman materi-materi pedagogik, Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penerapan berbagai metode mengajar dan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pembelajaran. Fakta di sekolah binaan menunjukkan bahwa sebagian besar guru di sekolah binaan belum memiliki kompetensi yang dipersyaratkan. Hal tersebut didasarkan pada fakta bahwa masih terdapat banyak guru yang masih kesulitan melakukan penelitian tindakan kelas (PTK), publikasi ilmiah seperti penulisan, presentasi pada forum ilmiah, penulisan hasil penelitian, penulisan tinjauan ilmiah, penulisan tulisan ilmiah populer, artikel ilmiah, penulisan diklat, penulisan buku pelajaran, serta menyusun laporannya. Walaupun Karya Tulis Ilmiah merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru sebagaimana tertuang dalam Lampiran Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tanggal 4 Mei 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Untuk merealisasikan kegiatan di atas, perlu berbagai strategi dan pembiayaan agar kegiatan dapat terlaksana dan tujuan yang diharapkan dapat 2

tercapai. Kegiatan peningkatan kompetensi guru melalui MGMP yang selama ini dilakukan dengan menggunakan dana mandiri. B. Landasan Hukum Dasar hukum yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Program Pembimbingan dan pelatihan professional Guru dan/atau Kepala sekolah, ini antara lain: 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan dosen, 3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 tentang Guru 5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Guru 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi guru 7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan 8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Tenaga Administrasi Pendidikan 9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 30 Tahun 2011 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan 3

10. Peraturan Menteri Pemberdayaan aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan fungsional Pengawas dan angka kreditnya; 11. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 01/III/PB/2011 dan Nomor 6 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya 12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 143 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya. 13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah 15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah 16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah 17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah 18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah C. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai dengan penggunaan dana tersebut meliputi tujuan umum dan tujuan khusus sebagai berikut. 1. Tujuan Umum 4

Meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi dan kinerja guru/Kepala sekolah anggota MGMP dan MKKS Kabupaten Kendal. 2. Tujuan Khusus Tujuan khusus dalam program Bimlat professional guru dan kepala sekolah adalah meningkatkan kompetensi guru dan kepala sekolah dalam hal: a. Meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran aktif b. Meningkatkan kompetensi guru dalam pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan c. Meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan penilaian pembelajaran yang mencakup 3 ranah hasil pembelajaran d. Meningkatkan kompetensi guru dalam melakukan penelitian tindakan kelas dan penyusunan laporan penelitian. e. Meningkatkan Kompetensi Manajerial kepala sekolah f. Meningkatkan kompetensi Kepala Sekolah dalam melaksanakan Supervise akademik g. Meningkatkan kompetensi Kepala Sekolah dalam melakukan penelitian tindakan kelas/Sekolah dan penyusunan laporan hasil penelitian. h. Meningkatkan kompetensi Kepala Sekolah dalam menyusun RKS dan RKAS i. Meningkatkan kompetensi Kepala Sekolah merencanakan, melaksanakan dan menindak lanjuti hasilmonitonng dan evaluasi Persekolahan D. Sasaran dan Target Pengawasan Sasaran kegiatan ini adalah kepala sekolah binaan (MKKS) dan guru binaan (MGMP) di Kabupaten Kendal secara rinci sasaran dapat dilihat pada data berikut ini : 5

1. Peserta Kepala Sekolah dalam MKKS Wilayah Binaan : NO NAMA SEKOLAH KEPALA SEKOLAH 1 SMP Negeri 1 Cepiring Zubaidi, S.Pd., M.Pd. 2 SMP Negeri 2 Weleri Kuncoro Pujiwarto, S.Pd. 3 SMP Negeri 3 Weleri Hadi Pranoto, S.Pd., M.Pd. 4 SMP Negeri 1 Gemuh Nunuk Sri Harjanti, S.Pd., M.Pd. (Plt) 5 SMP Muh 7 Pegandon Sofiana, S.Pd.,Mat. 6 SMP NU 03 Islam Kaliwungu M. Sobirin, S. Pd.I. 7 SMP NU 06 Kedungsuren Sulkan, S.Pd.I. 8 SMP Sabilurrasyad Adi Ismanto, S. Ag 9 SMP PGRI 16 Brangsong Arianto, S.S. 10 SMP NU 05 Awwalul Hidayah Drs. Mundhofir 11 SMP NU 10 Ringinarum Dra. Kasiyem 12 SMP Muh 11 Rowosari Yunita Tri Setyowati, S.Pd. 13 SMP Sirajut Tholibin Khoirul Azis, S.Pd. 2. Peserta MGMP di Wilayah Binaan Jumlah Guru Ket No Nama Seolah Sasaran 1 SMP Negeri 1 Cepiring 41 orang 2 SMP Negeri 2 Weleri 40 orang 3 SMP Negeri 3 Weleri 30 orang 4 SMP Negeri 1 Gemuh 40 orang 5 SMP Muh 7 Pegandon 12 orang 6

6 SMP NU 03 Islam 16 orang Kaliwungu 14 orang 7 SMP NU 06 Kedungsuren 34 orang 8 SMP Sabilurrasyad 14 orang 9 SMP PGRI 16 Brangsong 16 orang 10 SMP NU 05 Awwalul 14 orang Hidayah 12 orang 11 SMP NU 10 Ringinarum 12 orang 12 SMP Muh 11 Rowosari 295 orang 13 SMP Sirajut Tholibin Jumlah E. Hasil yang diharapkan Hasil yang diharapkan dari program ini adalah agar guru-guru anggota MGMP dan Kepala sekolah di wilayah binaan di Kabupaten Kendal dapat meningkatkan kompetensinya dalam hal: a. Meningkatnya kompetensi guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran aktif b. Meningkatnya kompetensi guru dalam pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran aktif c. Meningkatnya kompetensi guru dalam melaksanakan penilaian pembelajaran yang mencakup 3 ranah hasil pembelajaran d. Meningkatnya kompetensi guru dalam melakukan penelitian tindakan kelas dan penyusunan laporan penelitian. e. Meningkatnya Kompetensi Manajerial kepala sekolah f. Meningkatnya kompetensi Kepala Sekolah dalam melaksanakan Supervise akademik 7

g. Meningkatnya kompetensi Kepala Sekolah dalam melakukan penelitian tindakan kelas/Sekolah dan penyusunan laporan hasil penelitian. h. Meningkatnya kompetensi Kepala Sekolah dalam menyusun RKS dan RKAS i. Meningkatnya kompetensi Kepala Sekolah merencanakan, melaksanakan dan menindak lanjuti hasilmonitonng dan evaluasi Persekolahan F. Manfaat Manfaat pembcrian pendidikan dan pelatihan professional bagi guru mata pelajaran yang terwadahi dalam MGMP dan Kepala sekolah melalui MKKS Kabupaten Kendal adalah sebagai berikut: a. Bagi Siswa 1. Adanya peningkatan kualitas pembelajaran 2. Adanya peningkatan manajemen atnu pengelolaan kelas 3. Adanya peningkatan prestasi belajar siswa (hasil belajar siswa) 4. Terhuka peluang mengikuti pembelajaran yang menyenangkan. bermakna, dan bermutu b. Bagi Guru dan Kepala Sekolah 1. Meningkatnya kompetensi dan kinerja guru / Kepala Sekolah 2. Meningkatnya kualifikasi peserta 3. Terjalinnya silaturahim dan tukar pengalaman antar guru dan atau kepala sekolah c. Bagi Sekolah 1. Termotivasinya sekolah untuk membangun komunitas pembelajaran profesional dan mengembangkan budaya belajar yang keberlanjutan serta berdampak positif terhadap peningkatan kinerja sekolah. 2. Meningkatnya dukungan masyarakat terhadap sekolah. 3. Meningkatnya manajemen berbasis sekolah 8

4. Terbuka kesempatan untuk memiliki guru-guru yang kompeten, profesional dan mampu meningkatnya mutu pembelajaran di sekolah sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan d. Bagi MGMP 1. Terbentuknya pola kerja organisasi MGMP yang profesional 2. Terfasilitasinya kegiatan ratin MGMP 3. Meningkatkan efektifitas pertemuan MGMP e. Bagi Pemerintah dan Dinas Dan Kebudayaan Kabupaten Kendal 1. Terwujudnya kerjasama antar sekolah dalam pengembangan kreativitas dan inovasi layanan pendidikan serta meningkatnya kesadaran untuk saling bertukar informasi pengetahuan, keterampilan dan budaya kerja yang berkualitas dalam kerangka peningkatan mutu pendidikan. 2. Peningkatan kinerja guru, kepala sekolah, dan sekolah. 3. Terbuka kesempatan untuk memiliki guru-guru yang lebih profesional sehingga mutu dan relevansi pendidikan akan meningkat. G. Dampak Dampak yang ingin dipetik melaui pelaksanaan kegiatan pemberian bantuan dana karir ini antara lain bagi MGMP di wilayah sekolah binaan Kabupaten Kendal: a. Meningkatnya frekuensi, intensitas, dan kebermaknaan, saling tukar pikiran dan pengalaman antara anggota MGMP sekolah binaan Kabupaten Kendal; b. meningkatnya profesionalisme guru anggota MGMP di wilayah sekolah binaan Kabupaten Kendal yang dibuktikan melalui perubahan prilaku, kreatifitas, dan inovasi dalam pengembangan karir; c. meningkatnya perolehan angka kredit, golongan, ruang, dan jabatan fungsional guru anggota MGMP di wilayah sekolah binaan Kabupaten Kendal d. Meningkatnya kenaikan pangkat, golengan, ruang, dan jabatan fungsional guru MGMP di wilayah sekolah binaan Kabupaten Kendal; 9

e. Meningkatnya Karir Guru MGMP di wilayah sekolah binaan Kabupaten Kendal f. Meningkatnya kegiatan MGMP di wilayah sekolah binaan Kabupaten Kendal g. Meningkatnya Kinerja MGMP di wilayah sekolah binaan Kabupaten Kendal h. Meningkatnya mutu dan kebermaknaan pembelajaran; 10

BAB II IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HASIL PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN GURU DAN KEPALA SEKOLAH TAHUN SEBELUMNYA Proses pembimbingan dan pelatihan professional guru dan kepala sekolah yang dilakukan untuk periode satu tahun pembelajaran. Banyak hal yang dapat diidentifikasi baik kelemahan dan kekuatan yang dimiliki pada masing-masing kelompok kerja. Secara garis besar hasil pembimbingan dan pelatihan professional guru dan kepala sekolah pada tahun sebelumnya sebagaimana diuraikan di bawah ini. A. Identifikasi Hasil pembimbingan dan pelatihan professional guru tahun Sebelumnya Berdasarkan data melalui monitoring dan evaluasi terhadap terselenggaranya pembimbingan dan pelatihan profesionalisme guru serta curah pendapat dengan peserta MGMP maka dapat teridentifikasi hasilnya sebagai berikut: 1. Tingkat kehadiran guru peserta MGMP di sekolah binaan masih belum optimal sehubungan dengan pendanaan dari pihak sekolah tempat bertugas kurang responsive 2. Nara sumber dalam kegiatan MGMP di wilayah sekolah binaan Kabupaten Kendal masih ada belum sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. 3. Kedisiplinan dalam penyelesaian tugas-tugas mandiri para peserta MGMP di wilayah sekolah binaan Kabupaten Kendal masih belum memenuhi target 4. Implementasi hasil pembimbingan dan pelatihan di MGMP di wilayah sekolah binaan Kabupaten Kendal belum banyak digunakan didalam kelas pada saat pembelajaran. 5. Sarana dan prasarana penunjang kegiatan pembimbingan dan pelatihan masih belum memadai sehingga berdampak pada efektifitas dan efisiensi kegiatan. 11

6. Pelaksanaan kegiatan pembimbingan dan pelatihan professional guru belum sesuai dengan penilaian kebutuhan pelatihan ( needs training assesment) B. Identifikasi Hasil pembimbingan dan pelatihan profesional Kepala Sekolah tahun Sebelumnya. Menurut hasil pemantauan terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh MGMP dan MKKS sekolah binaan, maka teridentifikasi sebagai berikut: 1. Penyelenggaraan kegiatan MGMP dan MKKS di sekolah wilayah Binaan kabupaten Kendal belum adanya koordinasi yang baik dengan pengawas Pembina 2. Kegiatan MGMP dan MKKS di sekolah wilayah Binaan kabupaten Kendal belum dilaksanakan secara rutin tetapi hanya dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan dan issue yang perlu dibahas. 3. Pada umumnya materi pembahasan pada kegiatan MGMP dan MKKS di sekolah wilayah Binaan Kabupaten Kendal belum mengarah pada kompetensi tetapi kebanyanyakan bersifat proyek pengembangan sekolah. 4. Kehadiran peserta kegiatan MKKS di sekolah wilayah Binaan Kabupaten Kendal masih sangat kurang karena berbagai alasan kepentingan. 5. Jarang sekali melibatkan pengawas sebagai pemateri dalam kegiatan MKKS di sekolah wilayah Binaan kabupaten Kendal C. Analisis hasil pembimbingan dan pelatihan professional guru tahun Sebelumnya Bahwa kegiatan MGMP di wilayah Sekolah binaan yang diselenggarakan dibawah koordinasi Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kendal untuk semua mata pelajaran bagi sekolah jenjang SMP masih bersifat temporer dan instruktif. Temporer artinya hanya diselenggarakan pada waktu-waktu tertentu, ketika ada momen — momen penting seperti adanya kebijakan pusat maupun daerah, sedangkan instruktif 12

berarti penyelenggaraan MGMP terlaksana jika mendapat instruksi dari pihak- pihak yang berwenang. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan MGMP belum merupakan kebutuhan bagi guru-guru dalam upaya pengembangan keprofesian berkelanjutan. Dengan demikian perlu gerakan penyadaran bersama antara tripartite, yaitu pengawas, kepala sekolah dan guru mata pelajaran. Disamping itu, rendahnya dukungan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal. Selanjutnya terhadap hasil pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan professional guru di MGMP di wilayah sekolah binaan dapat dianalisis sebagai berikut: 1. Tingkat kehadiran peserta MGMP masih kurang. Selama ini guru-guru masih beranggapan bahwa kegiatan MGMP kurang bermanfaat, karena sebagian besar agenda kegiatan MGMP hanya membahas masalah yang sifatnya administrative, bahasan yang bersifat pendalaman metodologi pembelajaran kurang mendapat perhatian. Disamping itu, ada sebagian kepala sekolah yang tidak mengijinkan gurunya untuk aktif di kegiatan MGMP serta alasan lain yang menjadikan tingkat partisipasi menjadi tidak maksimal. 2. Pemateri dalam kegiatan MGMP ada yang kurang kompeten. Benar adanya bahwa salah satu motivator kegiatan MGMP dapat menarik peserta apabila pemateri pada kegiatan tersebut sangat kompeten, sehingga menimbulkan daya pikat untuk mengikuti kegiatan secara serius. Hal ini menjadi tantangan bagi para pengawas selaku Pembina MGMP untuk meningkatkan kompetensinya. 3. Penyelesaian tugas mandiri peserta MGMP kurang efektif Banyak sekali alasan-alasan yang dikemukakan oleh peserta MGMP ketika mendapat tugas dalam kegiatan. Antara lain kesibukan di sekolah yang padat dan minimnya literature yang dimiliki. Namun pada hakekatnya penyebab utama dari persoalan ini karena guru-guru tidak terbiasa bekerja dengan hasil pemikiran sendiri disebabkan terlalu dimanjakan dengan teknologi yang selesai cukup dengan copy paste. 13

4. Implementasi dalam pembelajaran masih kurang. Sebagian besar guru beranggapan bahwa mengikuti kegiatan MGMP hanya sekedar melaksanakan tugas yang diberikan oleh atasanya yaitu kepala sekolah. Sehingga saat kegiatan itu sudah dilaksanakan maka dianggap kewajiban itu telah tertunaikan. Adapun ketika melaksanakan pembelajaran didalam kelas guru-guru tidak banyak menggunakan inovasi yang didapat dari kegiatan MGMP dengan berbagai alasan. Antara lain sarana prasarana pembelajaran yang kurang memadai, kemampuan siswa yang tidak memadai dan waktu yang tersedia tidak cukup. Tetapi tidak pernah guru-guru introspeksi diri terhadap kemampuan yang dimiliki dalam dirinya sendiri selalu pihak lain yang menjadi kambing hitam. 5. Sarana prasarana penunjang kegiatan belum memadai Guru-guru masih menganggap bahwa sarana prasarana pada kegiatan harus berasal dari pabrikan yang serba mahal. Padahal semua yang ada di sekitar kita merupakan sumber belajar yang kontekslual. Oleh karena itu perlu ditumbuhkan inovator-inovator handal dalam memodifikasi sarana prasarana yang secara esensi keilmuan dapat mengena. Artinya dibudayakan jangan bergantung pada sarana prasarana yang bersifat instan. 6. Agenda kegiatan yang tidak sesuai dengan kebutuhan Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa gebyarnya kegiatan MGMP biasanya karena ada sponsor pihak tertentu, sehingga kegiatan yang dilakukan harus sesuai dengan pesananya. Sehingga kegiatan yang dilakukan berbasis proyek yang harus diselesaikan terhadap materi dan agenda tertentu. Padahal bagi guru- guru yang diharapkan adalah solusi penyelesaian masalah yang dihadapi saat yang bersangkutan melaksanakan pembelajaran di kelas agar efektif. 14

D. Analisis Hasil pembimbingan dan pelatihan professional Kepala Sekolah Tahun Sebelumnya. Analisis hasil pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan professional Kepala Sekolah di MKKS Kabupaten Kendal sebagai berikut: 1. Kurang koordinasi dengan pengawas Pembina Bahwa kegiatan sebesar MKKS tentu berhubungan dengan anggaran dan mereka yang memiliki dana dari anggaran sehingga kekuatan mereka menganggap mampu secara mandiri. Oleh karena itu peran pengawas tidak dibutuhkan karena pada ujungnya akan memebebani anggaran. Dengan demikian dengan kepercayaan diri MKKS berjalan tanpa melibatkan pengawas di dalamnya. 2. Kegiatan tidak bersifat rutin Dengan berbagai kendala dan alasan kegiatan MKKS tidak sesuai dengan jadwal yang telah disusun. Tetapi kegiatan baru dilaksanakan apabila ada isu-isu penting yang perlu dibahas. 3. Materi kegiatan tidak fokus pada kompetensi Hampir semua kepala sekolah menganggap bahwa pelaksanaan tugas di sekolah yang menyangkut kegiatan administratif, didaktik dan edukatif sudah terbagi habis kepada para wakilnya. Oleh karena itu tidaklah terlalu penting apabila pada kegiatan MKKS membahas tentang tupoksi dan kompetensi kepala sekolah. Sehingga kebanyakan hal-hal yang dibahas yang berkaitan dengan finansial dan pengembangan fisik sekolah melalui berbagai sumber. 4. Kehadiran peserta sangat kurang Kepala sekolah merupakan figur sentral di sekolah sehingga aktivitas manajemen cukup padat. Sehingga relatif kesulitan dalam membagi waktu dan dan berakibat pada kehadiran di MKKS relatif jarang. 5. Belum melibatkan pengawas sebagai nara sumber dalam semua kegiatan. Mengingat pembahasan pada kegiatan MKKS jarang yang berhubungan dengan tupoksi dan kompetensi kepala sekolah, maka dipandang kehadiran pengawas sekolah dianggap tidak perlu. 15

E. Rencana Tindak Lanjut. Berdasarkan identifikasi hasil dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan pembimbingan dan pelatihan professional guru dan kepala sekolah sebagaimana diuraikan di atas maka sudah cukup memiliki bahan untuk merancang tindak lanjut berikutnya. Namun dalam penyusunan rencana tindak lanjut perlu mempertimbangkan kemampuan internal maupun eksternal agar dapat dilaksanakan untuk kegiatan tahun berikutnya. Sehubungan dengan itu maka rencana tindak lanjut yang ditawarkan berifat alternative. Pada prinsipnya semua pihak sudah paham dan mengerti persoalan-persoalan yang selama ini dihadapi di dunia pendidikan. Jadi yang terpenting saat ini adalah apakah ada kemauan untuk berubah dalam mengatasi berbagai persoalan yang selama ini selalu menjadi masalah. Selanjutnya dibawah ini disajikan uraian rencana tindak lanjut terhadap dentifikasi dan evaluasi kegiatan pembimbingan dan pelatihan professional guru dan Kepala Sekolah yang dituangkan dalam uraian berikut: 1. Rencana tindak lanjut terhadap pembimbingan dan pelatihan professional guru No Hasil Hasil evaluasi Rencana Tindak Lanjut Identifikasi 1 Tingkat 1. Disebabkan oleh 1. MGMP di supervise kehadiran materi kegiatan agar merancang peserta yang kurang kegiatan yang lebih MGMP masih kreatif upto date dan kurang 2. Pendanaan pihak menantang para sekolah yang peserta belum sepenuhnya 2. Menghimbau pihak mendukung sekolah agar menganggarkan dalam RKAS dan merealisasikanya. 2 Pemateri 1. Disebabkan oleh 1. Mencari sumber dalam keterbatasan anggaran lain untuk kegiatan anggaran untuk memenuhi harapan. MGMP mengundang 2. Memilih dan kurang pemateri dari luar mengagendakan kompeten. 2. Kesiapan pemateri yang permateri dari segi kompeten 16

isi dan teknologi dibidangnya. belum sesuai yang diinginkan peserta 3 Penyelesaian 1. Disebabkan oleh 1. Memotivasi peserta tugas mandiri kreativitas dan dan peserta motivasi peserta mengkoordinasikanya MGMP yang masih dengan pihak sekolah kurang efektif kurang tinggi. asal. 2. Tidak terbiasa 2. Diajak untuk terbiasa berfikir secara mengerjakanya mandiri akibat sendiri karena akan dimanjakan oleh meningkatkan leknologi yang kemampuan. serba instan. 4 Implementasi 1. Disebabkan oleh 1. Dilakukan supervise dalam motivasi kerja secara rutin dan pembelajaran yang masih berkesinambungan masih rendah. untuk meningkatkan kurang. 2. Tidak mau motivasi kerja. mencoba 2. Pemberian contoh terobosan baru lama contoh yang karena lebih kongkrit sebagai menganggap cara bentuk pemberian yang lebih motivasi. meringankan pekerjaan 5 Sarana 1. Disebabkan oleh 1. Perlu dilombakan prasarana kurang perawatan pembuatan sarana dan penunjang dan pemeliharaan prasaran kegiatan sarana prasarana pembelajaran yang memadai yang telah ada. inovatif yang sesuai belum 2. Kurang dengan kemajuan mengembangkan ilmu pengetahuan dan inovasi mencipta- teknologi kan sarana 2. Pemberian prasarana yang penghargaan yang lebih tepat guna memadai dan berhasil guna. 6 Agenda 1. Disebabkan tidak 1. Sebelum menyusun kegiatan yang melakukan rencana kegiatan tidak sesuai observasi melalui berikutnya dilakukan dengan instrument kajian yang akurat. kebutuhan 2. Sudah dibakukan 2. Berkoordinasi dengan agendanya sesuai lembaga pendanaan dengan pesanan supaya ada pemberi anggaran. sinkronisasi. 17

2. Rencana tindak lanjut terhadap pembimbingan dan pelatihan professional Kepala Sekolah No Hasil Identifikasi Hasil evaluasi Rencana Tindak Lanjut 1 Kurang koordinasi 1. Disebabkan terjadi mis 1. Membangun sistim dengan pengawas komunikasi yang koordinasi yang Pembina menganggap satu sama efektif antara lain berdiri sendiri Kepala sekolah dan 2. Kemampuan pengawas pengawas sekolah yang berkaiatan bila perlu dimediasi dengan manajemen oleh pihak Dinas. persekolahan belum 2. Peningkatan dianggap mumpuni. kompetensi 3. Terlalu riskan karena pengawas sekolah menyangkut tentang melalui diskusi dan sumber dan work shop untuk penggunaan anggaran mengupgrade performance pengawas. 2 Kegiatan tidak 1. Disebabkan alasan 1. Memberi bersifat rutin kesibukan dan kegiatan pemahaman tentang diluar agenda MKKS pentingnya yang sifatnya lebih melakukan PKB penting. melalui MKKS 2. Kegiatan dianggap 2. Meminta bantuan kurang penting, Dinas untuk secara rutin melaksanakan MKKS melalui money yang berkesinambungan. 3 Materi kegiatan 1. Disebabkan kepala 1. Memberi tidak fokus pada sekolah banyak penyadaran bahwa kompetensi menyerahkan kemajuan IPTEK tupoksinya kepada dalam pengelolaan para wakilnya. penyelenggaraan 2. Lebih berorientasi persekolahan kepada pembanunan semakin fisik sekolah. berkembang sehingga perlu menambah ilmu agar dapat mengikuti jaman. 2. Dihimbau fisik 18

penting tetapi urusan mutu pendidikan justru lebih penting. 4 Kehadiran peserta 1. Disebabkan kurang 1. Memberi motivasi sangat kurang motivasi kerja dan penyadaran 5 Tidak melibatkan pengawas sebagai 2. Alasan kepentingan pentingnya nara sumber kedinasan yanglainya. melaksanakan kegiatan di K3S 1. Disebabkan belum 1. Membangun rasa memberikan saling percaya kepercayaan terhadap (trust) antara kepala kemampuan pengawas sekolah dan untuk materi yang pengawas sekolah diinginkan. dan menciptakan 2. Karena alasan - alasan kerja sama yang non teknis yang masih produktif. menjadi ganjalan. 2. Membudayakan transparansi dalam berbagai hal. 19

B MATRIK PROGRAM PEMBIMBINGAN DAN PELAT A. Matrik Program Pembimbingan Dan Pelatihan Profesion Materi Tujuan dan Indikator No pembimbingan Sasaran Target Keberhasil dan Pelatihan an 12 3 45 1 Pelatihan Meningkatka 1 kali Semua penyusunan n kompetensi bimlat guru perencanaan guru dalam /tahun memiliki pembelajaran menyusun 41 perencana dengan perencanaan guru an pendekatan pembelajaran pembelaja pembelajaran dengan ran aktif pendekatan dengan (penerapan pembelajaran pendekata model aktif. n pembelajaran) 40 Guru Pembelaja Mapel Binaan ran aktif 2 Pelatihan Meningkatka 1 kali Semua pelaksanaan n kompetensi bimlat guru pembelajaran guru dalam / tahun mampu

BAB III TIHAN PROFRSIONAL GURU DAN KEPALA SEKOLAH nal Guru Di MGMP Sekolah Binaan Strategi/ Skenario Sumber Penilaian RTL Metode/T Pembimbingan Daya dan eknik Instrumen 6 7 89 10 FGD Kegiatan awal 1. LCD Instrumen Melakukan Metode 2. Laptop RPP pendampingan Delphi - Pembukaan 3. Hand dan supervisi Pembimb out penyusunan ingan pelatihan dan rencana berkelana pembelajaran jutan penyampaian Pendamp ingan tujuan pelatihan. berkelanj utan Kegiatan Inti - Paparan materi - Diskusi dan Tanya jawab Kegiatan akhir - Tugas proyek FGD Kegiatan awal : 1. LCD Instrumen Melakukan Metode Delphi - Pembukaan 2. Laptop Kunjungan pendampingan 20 pelatihan dan 3. Hand kelas dan supervisi

dengan pelaksanaan 41 melaksana pendekatan pembelajaran guru kan pembelajaran dengan pembelaja aktif pendekatan ran pembelajaran dengan aktif. pendekata 40 Guru n Mapel Binaan pembelaja ran aktif 3 Pelatihan Meningkatka 2 kali Semua penilaian n kompetensi bimlat/ Guru pembelajaran guru dalam tahun memiliki melaksanakan 41 hasil 4 Pelatihan penilaian guru penilaian penyusunan pembelajaran yang publikasi yang 2 kali mencakup ilmiah mencakup 3 bimlat/ 3 ranah ranah hasil tahun hasil pembelajaran. 41 pembelaja 40 Guru guru ran Mapel Binaan Meningkatka Semua n kompetensi guru guru memiliki dalam satu buah melakukan laporan penelitian penelitian tindakan setiap

Pembimb penyampaian out pelaksanaan ingan pembelajaran berkelana tujuan pelatihan. 1. LCD jutan 2. Lapto Melakukan Pendamp Kegiatan Inti pendampingan ingan p dan supervisi berkelanj - Paparan materi 3. Hand penilaian utan pembelajaran - Diskusi dan Tanya out FGD Metode jawab Delphi Pembimb - Simulasi ingan berkelana pembelajaran jutan Pendamp - Refleksi ingan berkelanj Kegiatan akhir utan - Tugas proyek Kegiatan awal : Instrumen penilaian - Pembukaan pelatihan dan penyampaian tujuan pelatihan. Kegiatan Inti - Paparan materi - Diskusi dan Tanya jawab Kegiatan akhir - Tugas proyek FGD Kegiatan awal - LCD Laaporan Melakukan Metode - Laptop hasil pendampingan Delphi - Pembukaan - Hand penelitian dan supervise Pembimb penyusunan ingan pelatihan dan out laporan berkelana penelitian jutan penyampaian tujuan pelatihan. Kegiatan Inti - Paparan materi 21

kelas dan tahunnya penyusunan laporan penelitian. 40 Guru Mapel Binaan B. Matrik Program Pembimbingan Dan Pelatihan Profesion Materi Tujuan dan Indikator No pembimbingan Sasaran Target Keberhasil dan Pelatihan an 12 3 45 1 Pelatihan Meningkatka 2 kali Semua Manajerial n Kompetensi bimlat/ Kepala Kepala Manajerial tahun Sekolah sekolah kepala 12 memiliki sekolah kepaka kemampu Semua sekola an Kepsek h dalam Binaan memajeria l sekolah 2 Pelatihan Meningktkan 2 kali Semua

Pendamp - Diskusi dan Tanya ingan jawab berkelanj utan - Penyusunan proposal - Melaksanakan penelitian Kegiatan akhir - Tugas proyek nal Kepala Sekolah Di MKKS Sekolah Binaan Strategi/ Skenario Sumber Penilaian RTL Metode/T Pembimbingan Daya dan eknik Instrumen 6 7 89 10 FGD Kegiatan awal : 1. LCD Instrumen Melakukan Metode - Pembukaan 2. Laptop supervise pendampingan Delphi 3. Hand manajerial dan supervise Pembimb pelatihan dan out manajemen ingan penyampaian Instrumen sekolah berkelana tujuan pelatihan. 1. LCD jutan Kegiatan Inti Melakukan Pendamp - Paparan materi ingan - Diskusi dan Tanya berkelanj jawab utan Kegiatan akhir FGD - Tugas proyek Kegiatan awal 22

Supervisi kompetensi bimlat/ kepala Akademik Kepala tahun sekolah bagi Sekolah 12 memiliki Kepala dalam kepala kemampu Sekolah memalksanak sekola an an h dalam 3 Pelatihan supervise melakuka penyusunan akademik. 2 kali n publikasi Semua bimlat/ supervisi ilmiah Kepsek tahun akademik Binaan 12 Meningkatka kepala Semua n kompetensi sekola Kepala Kepala h Sekolah Sekolah memiliki dalam satu melakukan buah penelitian laporan tindakan penelitian kelas/ tindakan Sekolah dan kelas/seko penyusunan lah setiap laporan hasil tahunnya penelitian. Semua Kepsek Binaan

Metode - Pembukaan 2. Laptop supervise pendampingan Delphi pelatihan dan 3. Hand akademik dan bantuan Pembimb penyampaian out pelaksanaan ingan tujuan pelatihan. supervisi berkelana akademik jutan Kegiatan Inti : Pendamp - Paparan materi ingan - Diskusi dan Tanya berkelanj utan jawab Kegiatan akhir - Tugas proyek FGD Kegiatan awal 1. LCD Instrumen Melakukan Metode - Pembukaan 2. Laptop pelaksanaa pendampingan Delphi 3. Hand n bimlat dan supervisi Pembimb pelatihan dan out Laporan penyusunan ingan penyampaian hasil laporan berkelana tujuan pelatihan. penelitian penelitian jutan Kegiatan Inti Pendamp - Paparan materi ingan - Diskusi dan Tanya berkelanj jawab utan - Penyusunan proposal - Melaksanakan penelitian Kegiatan akhir - Tugas proyek 23

C. MATRIK PROGRAM PEMBIMBINGAN DAN PELAT SEKOLAH RENCANA KERJA PENGAWASAN D SEKOLAH Materi Tujuan dan Indikator No pembimbingan Sasaran Target Keberhasil dan Pelatihan an 12 3 45 1 Pelatihan Meningkatka 1 kali Semua penyusunan n kompetensi bimlat/ Kepala RKS dan Kepala tahun Sekolah RKAS Sekolah 12 memiliki dalam kepala dokumen menyusun sekola RKS dan RKS dan h RKAS RKAS. Semua Kepsek binaan 2 Pelatihan Meningkatka 1 kali Semua pelaksanaan n kompetensi bimlat Kepala monitoring Kepala /tahun Sekolah dan evaluasi Sekolah 12 dokumen persekolahan merencanaka kepala perencana

TIHAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENYUSUN PROGRAM DAN EVALUASI, KEPEMIMPINAN SEKOLAH, DAN SIM Strategi/ Skenario Sumber Penilaian RTL Metode/T Pembimbingan Daya dan 10 eknik Instrumen Dilakukan 6 7 89 mediasi dan koordinasi FGD Kegiatan awal: - LCD Dokumen kepada pihak Metode - Pembukaan - Laptop RKS/RKA Dinas dan Fo Delphi - Hand S rum MKKS Pembimb pelatihan dan out Instrumen ingan penyampaian validasi berkelana tujuan pelatihan. RKS/RKA jutan Kegiatan Inti : S Pendamp - Paparan materi - Diskusi ingan Kegiatan akhir: - Tugas proyek berkelanj utan FGD Kegiatan awal: - LCD Program Dilakukan Metode - Pembukaan - Laptop Monev mediasi dan Delphi - Hand Instrumen koordinasi Pembimb pelatihan dan out pelaksanaa kepada pihak ingan penyampaian n Bimlat Dinas dan Fo tujuan pelatihan. 24

n, sekola an. melaksanakan h pelaksana dan menindak an dan lanjuti tindaklanj hasilmoniton ut hasil ng monev dan evaluasi Persekolahan. Semua kepsek binaan 3 Pelatihan Meningkatka 1 kali Semua Kepemimpina n kompetensi bimlat Kepala n Kepala /tahun Sekolah Kepala Sekolah 12 mampu Sekolah dalam kepala menerapk dan menerapkan sekola an Implementasi kepemimpina h kepemimp Sistem n kepala inan yang Informasi sekolah dan efektif manajemen implementasi dengan sistim penggunaa informasi n sistim manajemen. informasi Semua manajeme kepsek binaan n

berkelana Kegiatan Inti : rum MKKS jutan - Paparan materi Pendamp - Diskusi dan Tanya ingan berkelanj jawab Kegiatan akhir: utan - Tugas proyek FGD Kegiatan awal: - LCD Instrumen Dilakukan Metode - Pembukaan - Laptop pelaksanaa mediasi dan Delphi - Hand n bimlat koordinasi Pembimb pelatihan dan out kepada pihak ingan penyampaian Dinas dan Fo berkelana tujuan pelatihan. rum MKKS jutan Kegiatan Inti : Pendamp - paparan materi - Diskusi dan Tanya ingan jawab Kegiatan akhir : berkelanj - tugas proyek utan 25

BAB IV PENUTUP Pada hakekatnya keberadaan MGMP dan MKKS di wilayah sekolah binaan sangatlah strategis dalam upaya pembinaan terhadap tenaga pendidik baik guru maupun kepala sekolah. Namun sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Pengawas dalam hal ini sangat berkepentingan terhadap keberadaan kelompok kerja ini karena merupakan wadah yang representative dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai pengawas. Dalam implementasinya ternyata banyak kendala, hal ini disebabkan berbagai kepentingan baik internal maupun eksternal. Untuk itu perlu adanya political will dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kendal supaya mengambil kebijakan yang serius untuk mengoptimalkan MGMP dan MKKS. Disamping ini proses pengawasan harus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan sehingga kekurangan dan kelemahanya dapat segera terdeteksi yang selanjutnya diambil langkah langkah solusi. Program kerja dalam pembimbingan dan pelatihan professional guru dan kepala sekolah, mengingat belum adanya sincroningitas antara kepentingan pembinaan yang dilakukan oleh pengawas dengan apa yang dikehendaki oleh pemberi dana maka kadang-kadang esensi dan kegiatan tersebut tidak ada sinkronitas. Dilain pihak seharusnya yang berperan penting dalam pengelolaan MGMP maupun MKKS adalah pengawas karena wadah ini merupakan kelanjutan dan program pengentasan masalah ketika supervise di sekolah. Namun menjadi terbalik ketika dalam kegiatan tersebut berhubungan dengan sumber dana dan anggaranya yang pada akhirnya pengawas hanya sebagai pihak pelengkap yang diundang. Untuk itu sepatutnya menjadi bahan pemikiran kedepan agar semuanya berjalan pada jalurnya yang benar. Untuk itu perlu koordinasi dan kesamaan konsep dalam mengelola kelompok kerja di semua jenjang dan tingkatan. Semoga saja kedepan dapat ada solusi yang terbaik yang mengakomodir semua kepentingan sehingga cita-cita peningkatan mutu pendidikan segera tercapai. 26

RENCANA PENGAWASAN AKADEMIK (RPA) (1) A. Aspek : Pelatihan Profesional B. Komponen : Pelatihan Profesional Guru di MGMP C. Masalah : Pelatihan penyusunan Rencana Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran aktif ( penerapan model pembelajaran) D. Tujuan : Meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran aktif E. Indikator : Semua guru memiliki perencanaan pembelajaran dengan pendekatan Pembelajaran aktif F. Materi Pelatihan : Pelatihan penyusunan perencanaan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran aktif G. Waktu : Februari 2023 (150 menit) H. Tempat : Di Sekolah Binaan I. Pendekatan dan Metoda : 1. Pendekatan : Partnershif Colaboratif Aproach (PCA) 2. Metode : FGD 3. Strategi : Discution and Practice J. Kegiatan Pelatihan Skenario Kegiatan Kegiatan Deskripsi Alokasi Pendahuluan - Waktu Memberi salam 20 menit - Pengawas membuka Tanya jawab dengan peserta pelatihan seputar Penilaian K - 2013. Pengawas menyampaikan topik dan tujuan pelatihan. 27

- Pengawas memberi motivasi. Inti - Pengawas membagi peserta pelatihan 120 menit Penutup dalam beberapa kelompok. - Pengawas menginstruksikan masing- masing kelompok untuk menginventarisir dan mengidentifikasi masalah terkait dokumen RPP yang dihadapi guru dalam implementasi KurikuIun 2013 - Pengawas beserta peserta merangkum masalah-masalah yang essensial. - Pengawas mendiskusikan solusi pemecahan masalah yang muncul. - Pengawas menyampaikan paparan sebagai rujukan untuk pemecahan masalah. - Pengawas membuka diskusi untuk menyamakan pemahaman dalam suatu masalah. - Pengawas memerintahkan kepada peserta pelatihan untuk mengerjakan penyusunan RPP sesuai format. - Peserta pelatihan mempresentasikan hasil pekerjaanya. - Pengawas memandu untuk menarik kesimpulan - Refleksi kegiatan. 10 Menit - Menyepakati agenda kegiatan berikutnya - Tugas penyusunan RPP - Menutup kegiatan dan memberi salam. K. Sumber daya yang diperlukan: - Laporan Hasil Belajar (LHB) - Media Pembelajaran - LCD - Laptop. L. Penilaian dan Instrumen 1. Bentuk Penilaian : Tes Tulis 2. Jenis Penilaian : Uraian dan PG 3. Instrumen Penilaian : Terlampir 4. Rubrik Penilaian : Terlampir 28

M. Rencana Tindak Lanjut 1. Monev penyusunan RPP. 2. Melakukan review terhadap hasil penyusunan RPP. Mengetahui: Kendal, 2 Januari 2023 Koordinator Pengawas, Penyusun, Supardi, S.Pd., M.Pd. Muhitul Himam, S.Pd., M.Si., M.Pd. NIP 197109211999031009 NIP 196402221985031006 29

RENCANA PENGAWASAN AKADEMIK (RPA) (2) A. Aspek : Pelatihan Profesional B. Komponen : Pelatihan professional Guru di MGMP C. Masalah : Pelatihan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran aktif (penerapan model pembelajaran) D. Tujuan : Meningkatkan kompetensi guru dalampelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran aktif (penerapan model pembelajaran) E. Indikator : 90% guru mampu menggunakan model-model pembelajaran F. Materi Pelatihan : Model-model pembelajaran pada Kurikulum 2013 G. Waktu : Maret 2023 (150 menit) H. Tempat : Di salah satu Sekolah Binaan I. Pendekatan dan Metoda 1. Pendekatan : Partnershif Colaboratif Aproach (PCA) 2. Metode : FGD 3. Strategi : Discution and Practice J. Kegiatan Pelatihan Skenario Kegiatan Pelatihan Kegiatan Deskripsi Alokasi Waktu Pendahuluan - Memberi salam 20 menit Pengawas membuka Tanya jawab - dengan peserta pelatihan seputar 120 menit Penilaian K 2013. - Pengawas menyampaikan topik dan tujuan pelatihan. - Pengawas memberi motivasi. Inti - Pengawas membagi peserta pelatihan dalam beberapa kelompok. 30

- Pengawas menginstruksikan masing-masing kelompok untuk menginventarisir dan mengidentifikasi masalah- masalah yang dihadapi guru dalam menggunakan model- model pembelajaran dalam Kurikulum 2013 - Pengawas beserta peserta merangkum masalah-masalah yang essensial. - Pengawas mendiskusikan solusi pemecahan masalah yang muncul. - Pengawas menyampaikan paparan sebagai rujukan dalam menggunakan model-model pembelajaran di kelas - Pengawas membuka diskusi untuk menyamakan pemahaman dalam suatu masalah. - Pengawas meminta salah satu peserta pelatihan untuk memperagakan penggunaan salah satu model pembelajaran - Peserta pelatihan mengaplikasikan model pembelajaran ke dalam RPP masing-masing - Pengawas memandu untuk menarik kesimpulan Penutup - Refleksi kegiatan. 10 Menit - Menyepakati agenda kegiatan berikutnya - Tugas penyusunan RPP dengan menggunaakan model pembelajaran yang direkomendasikan oleh kurikulum 2013 - Menutup kegiatan dan memberi salam. K. Sumber daya yang diperlukan - Laporan Hasil Belajar (LHB) 31

- Media Pembelajaran - LCD - Laptop. L. Penilaian dan Instrumen 1. Bentuk Penilaian Tes Tulis 2. Jenis Penilaian Uraian dan PG 3. Instrumen Penilaian Terlampir 4. Rubrik Penilaian : Terlampir M. Rencana Tindak Lanut 1. Monev pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan model-model pembelajaran dalam RPP 2. Melakukan review terhadap RPP yang telah disusun Mengetahui: Kendal, 2 Januari 2023 Koordinator Pengawas, Penyusun, Supardi, S.Pd., M.Pd. Muhitul Himam, S.Pd., M.Si., M.Pd. NIP 197109211999031009 NIP 196402221985031006 32

RENCANA PENGAWASAN AKADEMIK (RPA) (3) A. Aspek : Pelatihan Profesional B. Komponen : Pelatihan professional Guru di MGMP C. Masalah : Pelatihan Penyusunan Instrumen penilaian K13 D. Tujuan : Meningkatkan kompetnsi guru dalam menyusun instrument penilaian K13 E. Indikator : 90% guru terampil dalam menyusun instrument penilaian K13 F. Materi Pelatihan : 1. Penilaian Kurikulum 2013 2. Penyusunan PHB G. Waktu : April 2023 (150 Menit) H. Tempat : Di salah satu Sekolah Binaan I. Pendekatan dan Metoda 1. Pendekatan : Partnershif Colaboratif Aproach (PCA) 2. Metode : FGD 3. Strategi : Discution and Practice J. Kegiatan Pelatihan Skenario Kegiatan Pelatihan Kegiatan Deskripsi Alokasi Waktu Pendahuluan - 20 menit Memberi salam - 120 menit Pengawas membuka Tanya jawab - - dengan peserta pelatihan seputar Inti - Penilaian K 2013. - Pengawas menyampaikan topik dan tujuan pelatihan. Pengawas memberi motivasi. Pengawas membagi peserta pelatihan dalarn beberapa kelompok. Pengawas menginstruksikan masing-masing kelompok untuk menginventarisir dan 33

mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi guru dalam penilaian K 2013 - Pengawas beserta peserta merangkum masalah-masalah yang essensial. - Pengawas mendiskusikan solusi pemecahan masalah yang muncul. - Pengawas menyampaikan paparan sebagai rujukan untuk pemecahan masalah. - Pengawas membuka diskusi untuk menyamakan pemahaman dalam suatu masalah. - Pengawas memerintahkan kepada peserta pelatihan untuk mengerjakan penyusunan PHB sesuai format. - Peserta pelatihan mempresentasikan hasil pekerjaanya. - Pengawas memandu untuk menarik kesimpulan Penutup - Refleksi kegiatan. 10 Menit - Menyepakati agenda kegiatan berikutnya - Tugas penyusunan PHB - Menutup kegiatan dan memberi salam. K. Sumber daya yang diperlukan: - Laporan Hasil Belajar (LHB) - Media Pembelajaran - LCD - Laptop. L. Penilaian dan Instrumen 1. Bentuk Penilaian : Tes Tulis 2. Jenis Penilaian : Uraian dan PG 3. Instrumen Penilaian : Terlampir 4. Rubrik Penilaian : Terlampir 34

M. Rencana Tindak Lanjut : 1. Monev penyusunan PHB 2. Mereeview dan merekomendasikan sistem penilaian pembelajaran yang efektif. Mengetahui: Kendal, 2 Januari 2023 Koordinator Pengawas, Penyusun, Supardi, S.Pd., M.Pd. Muhitul Himam, S.Pd., M.Si., M.Pd. NIP 197109211999031009 NIP 196402221985031006 35

RENCANA PENGAWASAN AKADEMIK (RPA) (4) A. Aspek : Pelatihan Profesional B. Komponen : Pelatihan professional Guru di MGMP C. Masalah : Pelatihan Penyusunan Proposal PTK D. Tujuan : Melatih guru dalam menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) E. Indikator : 75% guru mampu menyusun PTK F. Materi Pelatihan : 1. Pengantar penelitian tindakan 2. Teknik menyusun proposal G. Waktu : Mei 2023 (150 menit) H. Tempat : Di salah satu sekolah Binaan I. Pendekatan dan Metoda 1. Pendekatan : Partnershif Colaboratif Aproach (PCA) 2. Metode : IHT 3. Strategi : Discution and Praktik J. Kegiatan Pelatihan Skenario kegiatan Pelatihan Kegiatan Deskripsi Alokasi Pendahuluan - Waktu Memberi salam 20 menit - Pengawas membuka Tanya jawab dengan peserta pelatihan seputar Penelitian Tindakan. - Pengawas menyampaikan topik dan tujuan pelatihan. - Pengawas memberi motivasi Inti - Pengawas membagi peserta pelatihan dalam 120 menit beberapa kelompok. - Pengawas menginstruksikan masing-masing kelompok untuk menginventarisir dan mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi guru dalam Penelitian Tindakan Kelas 36

- Pengawas beserta peserta merangkum masalah-masalah yang essensial. - Pengawas mendiskusikan solusi pemecahan masalah yang muncul. - Pengawas menyampaikan paparan sebagai rujukan untuk pemecahan masalah. - Pengawas membuka diskusi untuk menyamakan pemahaman dalam suatu masalah. - Pengawas memerintahkan kepada peserta pelatihan untuk mengerakan penyusunan Proposal PTK - Peserta pelatian mempresentasikan hasil pekerjaanya. - Pengawas memandu untuk menarik kesimpulan Penutup - Refleksi kegiatan. 10 Menit - Menyepakati agenda kegiatan - berikutnya - Tugas penyusunan PTK - Menutup kegiatan dan memberi salam K. Sumber daya yang diperlukan: - Panduan Penyusuna proposal PTK - Media Pembelajaran - LCD - Laptop L. Penilaian dan Instrumen 1. Bentuk Penilaian : produk 2. Jenis Penilaian : portofolio 3. Instrumen Penilaian : Terlampir 4. Rubrik Penilaian : Terlampir 37

M. Rencana Tindak Lanjut 1. Monev penyusunan proposal PTK 2. Melakukan review terhadap hasil penyusunan proposal PTK Mengetahui: Kendal, 2 Januari 2023 Koordinator Pengawas, Penyusun, Supardi, S.Pd., M.Pd. Muhitul Himam, S.Pd., M.Si., M.Pd. NIP 197109211999031009 NIP 196402221985031006 38

RENCANA PENGAWASAN MANAJERIAL (RPM) (5) A. Aspek : Pelatihan Profesional B. Komponen : Pelatihan Profesional Kepala Sekolah di MKKS C. Masalah : Pelatihan Penyusunan rencana Kerja Sekolah (RKS) D. Tujuan : Melatih Kepala Sekolah tentang Menyusun RKS E. Indikator : Kepala Sekolah terampil dalam Menyusun RKS F. Materi Pembinaan : Rencana Kerja Sekolah G. Waktu : September 2023 (3 x 45 menit) H. Tempat : Di salah satu Sekolah Binaan I. Pendekatan dan Metoda 1. Pendekatan : Partnershf Colaboratf Aproach (PCA). 2. Metode : Workshop 3. Strategi : Discution and Practice J. Skenario Kegiatan Kegiatan Deskripsi Alokasi Waktu Pendahuluan - Memberi salam 20 menit - Pengawas membuka tanya jawab dengan peserta pelatihan seputar rencana Kerja Sekolah (RKS) - Pengawas menyampaikan topik dan tujuan pelatihan. - Pengawas memberi motivasi. Inti - Pengawas membagi peserta 120 menit pelatihan dalam beberapa kelompok. - Pengawas menginstruksikan masing-masing kelompok untuk menginventarisir dan mengidentifikasi masalah- masalah yang dihadapi Kepala Sekolah tentang RKS. - Pengawas besrta pesera 39

merangkum masalah-masalah yang essensial. - Pengawas mendiskusikan solusi pemecahan masalah yang muncul. - Pengawas menyampaikan paparan sebagai rujukan untuk pemecahan masalah. Pengawas membuka diskusi untuk menyamakan pemahaman dalam suatu masalah. Pengawas memandu untuk menarik kesimpulan Penutup - Kesimpulan dan refleksi. 10 enit - Menyusun langkah-langkah strategis untuk rencana tindak lanjut. - Kata-kata penutupan dan memberi salam. K. Sumber daya yang diperlukan: - Handout materi pelatihan - Lembar Kerja - LCD - Laptop L. Penilaian dan Instrumen 1. Bentuk Penilaian : Project assesment 2. Jenis Penilaian : penilaian produk 3. Instrumen Penilaian : Terlampir 4. Rubrik Penilaian : Terlampir M. Rencana Tindak Lanjut 1. Melakukan pendampingan dalam implementasi hasil - hasil pelatihan tentang rencana kerja Sekolah 40

2. Merekomendasikan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan dalam rangka peningkatan kompetensi Kepala Sekolah. Mengetahui: Kendal, 2 Januari 2023 Koordinator Pengawas, Penyusun, Supardi, S.Pd., M.Pd. Muhitul Himam, S.Pd., M.Si., M.Pd. NIP 197109211999031009 NIP 196402221985031006 41

RENCANA PENGAWASAN MANAJERIAL (RPM) (6) A. Aspek : Pelatihan Profesional B. Komponen : Pelatihan Profesional Kepala Sekolah di C. Masalah MKKS D. Tujuan : Pelatihan Supervisi Akademik : Melatih Kepala Sekolah tentang kegiatan E. Indikator supervisi akademik F. Materi Pembinaan : Kepala Sekolah terampil dalam melakukan G. Waktu H. Tempat supervisi akademik I. Pendekatan dan Metoda : Supervisi Akademik : November 2023 (3 x 45 menit) 1. Pendekatan : Di salah satu Sekolah Binaan 2. Metode 3. Strategi : Partnershif Colaboratif Aproach (PCA). : IHT : Discution and Pratice J. Skenario Kegiatan Kegiatan Deskripsi Alokasi Pendahuluan - Waktu - Memberi salam 20 menit - - Pengawas membuka tanya awab dengan Inti - - peserta pelatihan seputar supervisi akademik. - Pengawas menyampaikan topik dan tuuan pelatihan. Pengawas memberi motivasi. Pengawas membagi peserta pelatihan dalam 120 beberapa kelompok. menit Pengawas menginstruksikan masing-masing kelompok untuk menginventarisir dan mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi Kepala Sekolah tentang supervisi akademik. Pengawas besrta peserta merangkum masalah- 42

masalah yang essensial. - Pengawas mendiskusikan solusi pemecahan masalah yang muncul - Pengawas menyampaikan paparan sebagai rujukan untuk pemecahan masalah. - Pengawas membuka diskusi untuk menyamakan pemahaman dalam suatu masalah. - Pengawas memandu untuk menarik kesimpulan Penutup - Kesimpulan dan refleksi. 10 menit - Menyusun langkah - langkah strategis untuk rencana tindak lanjut. - Kata-kata penutupan dan memberi salam. - Memberikan tugas terstruktur menyusun - Rencana Supervisi dan praklik Supervisi akademik K. Sumber daya yang diperlukan - Handout materi pelatihan - Lembar Kerja - LCD - Laptop. K. Penilaian dan Instrumen 1. Bentuk Penilaian : Project assesment 2. Jenis Penilaian : penilaian produk 3. instrurnen Penilaian : Terlampir 4. Rubrik Penilaian : Terlampir L. Rencana Tindak Lanjut 1. Melakukan pendampingan dalam implementasi hasil - hasil pelatihan tentang Supervisi Akademik 43

2. Merekomendasikan kegiatan pengernbangan keprofesian berkelanjutan dalam rangka peningkatan kompetensi Kepala Sekolah. Mengetahui: Kendal, 2 Januari 2023 Koordinator Pengawas, Penyusun, Supardi, S.Pd., M.Pd. Muhitul Himam, S.Pd., M.Si., M.Pd. NIP 197109211999031009 NIP 196402221985031006 44


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook