Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore BUKU SPO TINDAKAN KEPERAWATAN SERI 4

BUKU SPO TINDAKAN KEPERAWATAN SERI 4

Published by unitmutursgs, 2022-11-17 11:21:22

Description: BUKU SPO TINDAKAN KEPERAWATAN SERI 4

Search

Read the Text Version

EDUKASI KETERAMPILAN PENCEGAHAN KEKAMBUHAN No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 223/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 17 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Memberikan informasi cara mengubah dan membuat kondisi kembali TUJUAN semula secara bertahap 1. Manajemen Kesehatan Meningkat 2. Tingkat Pengetahuan Meningkat KEBIJAKAN Edukasi keterampilan pencegahan kekambuhan dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien PROSEDUR 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir dan nomor rekam medic). 2. Jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Identifikasi kondisi yang meningkatkan kekambuhan 5. Identifikasi factor pemicu kekambuhan 6. Fasilitasi menyadari dan mengetahui proses kekambuhan 7. Identifikasi pemahaman proses kekambuhan 8. Fasilitasi menyadari dan mengetahui proses kekambuhan 9. Hindari situasi yang sering menimbulkan stres 10. Latih kegiatan yang menyenangkan 11. Latih kemampuan untuk meningkatkan relaksasi 12. Anjurkan melakukan kegiatan rutin dirumah 13. Anjurkan terlibat aktif dalam kegiatan grup sesame pasien

EDUKASI KETERAMPILAN PENCEGAHAN KEKAMBUHAN No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 223/III/2022 PROSEDUR 14. Libatakan caregiver dan keluarga dalam kegiatan pencegahan 15. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 16. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

EDUKASI METODE MODULASI PENGALAMAN EMOSI No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 224/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 17 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Memberikan informasi cara menulis untuk merefleksikan dan menganalisa TUJUAN peristiwa,pengalaman,pikiran dan perasaan 1. Persepsi Sensori Membaik 2. Tingkat Pengetahuan Meningkat KEBIJAKAN Edukasi metode modulasi pengalaman emosi dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien PROSEDUR 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir dan nomor rekam medic). 2. Jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Diskusikan pengalaman dan penerimaan intervensi yang sama 5. Diskusikan alas an dan tujuan kegiatan 6. Jelaskan berbagai pendekatan penulisan jurnal dan putuskan Teknik penulisan jurnal(yaitu alur bebas,topik atau menuliskan jurnal secara intensif) 7. Diskusikan jangka waktu penyelesaian tugas 8. Anjurkan menulis secara rutin selama 20 menit sedikitnya 3(tiga)kali seminggu 9. Diskusikan pemilihan media dan metode 10. Fasilitasi lingkungan yang mendukung 11. Minimalkan stimulus dan distraksi pada proses kegiatan. 12. Ajarkan menuliskan tanggal entri jurnal untuk referensi dan refleksi 13. Anjurkan menulis sesuai urutan waktu kejadian tanpa membatasi topik

EDUKASI METODE MODULASI PENGALAMAN EMOSI No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 224/III/2022 PROSEDUR 14. Anjurkan mengungkapkan pikiran dan perasaan terhadap peristiwa dalam bentuk cerita atau gambar 15. Anjurkan melibatkan lima sensori dalam mengungkapkan pikiran dan perasaan 16. Anjurkan mengekpresikan pikiran dan perasaan yang paling dalam 17. Ajarkan tidak berfokus pada Teknik penulisan(seperti titik koma,ejaan,struktur kalimat) 18. Anjurkan melatih kemampuan secara mandiri 19. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 20. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien. UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

EDUKASI PEMANTAUAN MOOD SECARA MANDIRI No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 225/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 17 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Memberikan informasi mengenai pemantauan mood secara mandiri. TUJUAN 1. Tingkat Pengetahuan Meningkat. 2. Pola Tidur Membaik. 3. Control Diri Meningkat KEBIJAKAN Pemantauan mood secara mandiri dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien PROSEDUR 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir dan nomor rekam medic). 2. Jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur. 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah. 4. Identifikasi kesiapan menerima informasi. 5. Sediakan materi dan media pengaturan aktivitas. 6. Jadwalkan pemberian pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan. 7. Jelaskan bahwa dengan memahami mood-nya pasien dapat menangani diri sendiri. 8. Minta pasien mencatat mood-nya perhari dalam grafik yang terdiri dari mood, motivasi, kecepatan berfikir, dan impulsitivitas. 9. Ajarkan pasien mencatat kondisi mood setiap bangun tidur dan sebelum tidur. 10. Berikan kesempatan kepada pasien dan keluarga untuk bertanya.

EDUKASI PEMANTAUAN MOOD SECARA MANDIRI No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 225/III/2022 PROSEDUR 11. Laporkan grafik mood yang dimonitor setiap 2 minggu, jika ada kelainan langsung dilaporkan ke dokter. 12. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 13. Dokumentasikanprosedur yang telah dilakukan dan respon pasien UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

EDUKASI PENANGANAN GANGGUAN MOOD No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 226/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 18 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Memberikan informasi mengenai penanganan gangguan suasana hati. TUJUAN 1. Tingkat Pengetahuan Meningkat. 2. Pola Tidur Membaik. 3. Kontrol Diri Meningkat KEBIJAKAN Edukasi penanganan gangguan mood dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien PROSEDUR 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir dan nomor rekam medic). 2. Jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur. 3. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan a. Materi. b. Media pengaturan aktivitas. 4. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah. 5. Identifikasi kesiapan menerima informasi. 6. Jadwalkan pemberian pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan. 7. Jelaskan tentang gangguan mood dan penanganannya. 8. Anjurkan berperan aktif dalam pengobatan dan rehabilitasi. 9. Anjurkan rawat sesuai indikasi. 10. Ajarkan mengenali pemicu gangguan mood.

EDUKASI PENANGANAN GANGGUAN MOOD No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 226/III/2022 PROSEDUR 11. Ajarkan keterampilan koping dan penyelesaian masalah baru. 12. Berikan kesempatan kepada pasien dan keluarga untuk bertanya. 13. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah. 14. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respon pasien. UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

EDUKASI PENANGANAN MARAH No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 227/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 18 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Memberikan informasi tentang penanganan emosi tidak nyaman dan tidak TUJUAN menyenangkan. 1. Tingkat Pengetahuan Meningkat. 2. Status Koping Membaik. 3. Tingkat Ansietas Menurun. 4. Kontrol Diri Meningkat. 5. Ketehanan Personal Meningkat. 6. Status Orientasi Membaik. 7. Status Koping Keluarga Membaik. KEBIJAKAN Edukasi penanganan marah dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien PROSEDUR 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir dan nomor rekam medic). 2. Jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur. 3. Sediakan alat dan bahan : a. Materi. b. Media oengaturan aktivitas. 4. Identifikasi kesiapan menerima informasi. 5. Jadwalkan pemberian pendidikan kesehatan sesuai kesepakatam. 6. Jelaskan makna, fungsi marah, frustasi, dan respon marah. 7. Ajarkan strategi untuk mencegah ekspresi marah maladaptive. 8. Ajarkan metode untuk memodulasi pengalaman emosi yang kuat (seperti latihan asertif, tehnik relaksasi, jurnal, aktivitas penyaluran energy). 9. Berikan kesempatan kepada pasien dan keluarga untuk bertanya. 10. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respon pasien

EDUKASI PENANGANAN MARAH No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 227/III/2022 UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

EDUKASI TEKNIK PENGONTROLAN HALUSINASI No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 228/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 18 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Memberikan informasi teknik mengontrol halusinasi TUJUAN 1. Tingkat Pengetahuan Meningkat 2. Persepsi Sensorik Membaik 3. Tingkat Konfusi Menurun 4. Kontrol Diri Meningkat 5. Status Orientasi Membaik KEBIJAKAN Edukasi Teknik Pengontrolan Halusinasi dilakukan oleh perawat yang PROSEDUR kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah langkah prosedur 3. Sediakan alat dan bahan a. Materi b. Media pengaturan aktifitas 4. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 5. Identifikasi kesiapan menerima informasi 6. Jadwalkan pemberian pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan 7. Anjurkan memonitor sendiri situasi terjadinya halusinasi 8. Anjurkan pada seseorang yang dipercaya untuk memberikan dukungan dan umpan korektif terhadap halusinasi 9. Anjurkan melakukan distraksi (seperti mendengarkan musik, melkaukan aktifitas dan teknik relaksasi) 10. Ajarkan pasien dan keluarga cara mengontrol halusinasi

EDUKASI TEKNIK PENGONTROLAN HALUSINASI No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 228/III/2022 PROSEDUR 11. Berikan kesempatan kepada pasien dan keluarga untuk bertanya 12. Kolaborasi pemberian obat antipsikotik dan antiansietas, jika perlu 13. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 14. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respon pasien UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

IDENTIFIKASI PENYEBAB / PEMICU KEMARAHAN No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 229/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 18 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Menentukan dan menganalisis penyebab yang dapat memicu kemarahan TUJUAN 1. Status Koping Membaik 2. Tingkat Ansietas Menurun 3. Kontrol Diri Meningkat 4. Ketahanan Personal Meningkat 5. Status Orientasi Membaik 6. Status Koping Keluarga Membaik KEBIJAKAN Identifikasi Penyebab / Pemicu kemarahan dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien PROSEDUR 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas ( nama lengkap, tanggal lahir, dan / atau nomor rekam medic) 2. Jelaskan tujuan dan langkah langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Fasilitasi pasien mengidentifikasi pemicu marah ( seperti disfungsi mood, membedakan apa yang dapat dan apa yang tidak dapat dilakukan ) 5. Bantu klien membuat catatan perasaan marahnya dan respon yang dimunculkan 6. Identifikasi stimulus yang menyebabkan perilaku kekerasan dan cara mengatasi stimulusnya 7. Tekankan bahwa pasien bertanggung jawab terhadap pilihan dan perilakunya

IDENTIFIKASI PENYEBAB / PEMICU KEMARAHAN No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 229/III/2022 PROSEDUR 8. Jelaskan kemungkinan akibat perilaku agresif atau perilaku kekerasan pada orang lain 9. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 10. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respon pasien UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

MEDIASI KONFLIK No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 230/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 18 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Memfasilitasi komunikasi kontrukstif dalam penyelesaian masalah dengan TUJUAN cara dapat diterima bersama 1. Kontrol diri meningkat 2. Status spiritual membaik 3. Penampilan peran membai KEBIJAKAN Mediasi konflik dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien PROSEDUR 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Ciptakan suasana yang netral dalam proses komunikasi 5. Anjurkan mengungkap masalah yang dialami 6. Gunakan berbagai teknik komunikasi ( seperti mendengar aktif, paraphrase, refleksi) 7. Anjurkan menggunakan panduan dalam proses komunikasi 8. Diskusikan masalah 9. Fasilitasi mengidentifikasi alternative pemecahan masalah 10. Fasilitasi kedua belah pihak dalam menerima penyelesaian yang disepakati

MEDIASI KONFLIK No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 230/III/2022 PROSEDUR 11. Berikan penguatan positif terhadap upaya penyelesaian masalah 12. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 13. Dokumnetasikan prosedur yang telah dilakukan dan respon pasien UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PELIBATAN KELUARGA DALAM PROGRAM PERAWATAN No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 231/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 19 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Memfasilitasi partisipasi anggota keluarga dalam perawatan emosional TUJUAN dan fisik 1. Manajemen Kesehatan Keluarga Meningkat 2. Proses Keluarga Membaik 3. Manajemen Kesehatan Meningkat 4. Peran Pemberi Asuhan Membaik 5. Status Koping Keluarga Membaik KEBIJAKAN Pelibatan keluarga dalam program perawatan dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien PROSEDUR 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Identifikasi kesiapan keluarga untuk terlibat dalam perawatan 5. Ciptakan hubungan terapeutik pasien dengan keluarga dalam perawatan 6. Diskusikan cara perawatan dirumah ( seperti perawatan dirumah atau rumah singgah) 7. Motivasi keluarga mengembangkan aspek positif rencana perawatan 8. Fasilitasi keluarga membuat keputusan perawatan 9. Jelaskan kondisi pasien pada keluarga

PELIBATAN KELUARGA DALAM PROGRAM PERAWATAN No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 231/III/2022 PROSEDUR 10. Informasikan tingkat ketergantungan pasien kepada keluarga 11. Informasikan harapan pasien kepada keluarga 12. Anjurkan keluarga bersikap asertif dalam perawatan 13. Anjurkan keluarga terlibat dalam perawatan 14. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 15. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respon pasien. UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PEMANTAUAN HALUSINASI No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 232/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 19 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Mengumpulkan dan menganalisis data isi halusinasi yang dialami oleh TUJUAN pasien 1. Persepsi sensori membaik 2. Tingkat konfusi menurun 3. Kontrol diri meningkat 4. Status orientasi membaik KEBIJAKAN Pemantauan Halusinasi dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien PROSEDUR 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Monitor perilaku yang mengindikasi halusinasi 5. Monitor halusinasi ( seperti kekerasan atau membahayakan diri) 6. Diskusikan perasaan dan respon pasien terhadap halusinasi 7. Anjurkan memonitor sendiri situasi terjadinya halusinasi 8. Atur interval pemantauan sesuai kondisi pasien 9. Informasikan hasil pemantauan, jika perlu 10. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 11. Dokumentasikan hasil pemantauan

PEMANTAUAN HALUSINASI No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 232/III/2022 UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PEMBERIAN REDUKSI ANSIETAS No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 233/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 19 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Meminimalkan kondisi dan pengalaman subjektif terhadap objek yang TUJUAN tidak jelas dan spesifik akibat antisipasi bahaya yang memungkinkan individu melakukan tindakan untuk menghadapi ancaman 1. Tingkat ansietas menurun 2. Status spiritual membaik 3. Status koping membaik 4. Tingkat konfursi menurun 5. Pola tidur membaik 6. Memori meningkat 7. Control diri meningkat 8. Keberdayaan meningkat 9. Perilaku kesehatan membaik 10. Pola nafas membaik 11. Interaksi social meningkat 12. Penyapihan ventilator meningkat KEBIJAKAN Pemberian Reduksi Ansietas dilakukan oleh perawat yang kompeten PROSEDUR sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Bina hubungan saling percaya 5. Ciptakan suasana terapeutik untuk menumbuhkan kepercayaan 6. Identifikasi penyebab ansietas 7. Monitor tanda tanda ansietas 8. Jelaskan secara factual mengenai diagnosis, perawatan/pengobatan, dan prognosis 9. Anjurkan keluarga untuk tetap bersama, jika perlu

PEMBERIAN REDUKSI ANSIETAS No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 233/III/2022 PROSEDUR 10. Temani pasien untuk mengurangi kecemasan, jika memungkinkan 11. Latih teknik mengurangi ansietas 12. Anjurkan mengungkapkan perasaan dan persepsi 13. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 14. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respon pasien. UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PEMBERIAN SEKLUSI No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 234/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 19 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Memisahkan pasien dalam ruangan khusus dengan pengawasan ketat TUJUAN 1. Tingkat Agitasi menurun 2. Status Koping membaik KEBIJAKAN Pemberian Seklusi dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien PROSEDUR 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Identifikasi riwayat perilaku membahayakan diri sendiri dan orang lain 5. Monitor keselamatan selama diruang seklusi 6. Ciptakan suasana lingkungan yang nyaman 7. Tentukan satu anggota staf keperawatan untuk berkomunikasi dan mengarahkan staf lain untuk mengendalikan perilaku 8. Monitor kesadaran, tanda tanda vital sesuai kondisi secara berkala 9. Dukung pemenuhan kebutuhan dasar ( seperti nutrisi, eliminasi, hidrasi, dan kebersihan diri) 10. Hindari menggunakan benda yang dapat menyakiti diri sendiri dan orang lain

PEMBERIAN SEKLUSI No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 234/III/2022 PROSEDUR 11. Latih mengendalikan perilaku, jika perlu 12. Kolaborasi pemberian obat untuk kegelisahan atau agitasi, jika perlu 13. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 14. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respon pasien UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PEMBERIAN TERAPI ASERTIF 1 No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 235/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 19 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Memberikan latihan untuk mengkomunikasikan hal hal yang membuat marah dan sikap yang muncul ketika ada kejadian yang membuat marah TUJUAN Kontrol Diri Meningkat KEBIJAKAN Pemberian Terapi Asertif 1 dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien PROSEDUR 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Identifikasi kejadian yang membuat marah 5. Identifikasi sikap yang dilakukan saat ada kejadian yang membuat marah 6. Identifikasi sikap yang dilakukan termasuk agresif, pasif, atau asertif 7. Jelaskan tentang perilaku agresif, pasif dan asertif 8. Latih pasien untuk mengkomunikasikan kepada perawat penyebab marah dan sikap yang dilakukan 9. Latih pasien untuk bersikap asertif terhadap penyebab kemarahan

PEMBERIAN TERAPI ASERTIF 1 No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 235/III/2022 PROSEDUR 10. Berikan kesimpulan hasil terapi 11. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 12. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respon pasien UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PEMBERIAN TERAPI ASERTIF 2 No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 236/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 20 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Memberikan latihan untuk mengungkapkan cara memenuhi kebutuhan yang tidak terpenuhi yang membuat marah TUJUAN Kontrol Diri Meningkat KEBIJAKAN Pemberian Terapi Asertif 2 dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien PROSEDUR 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Identifikasi kebutuhan dan keinginan yang belum terpenuhi 5. Identifikasi cara memenuhi kebutuhan dan keinginan yang belum terpenuhi 6. Berikan kesimpulan hasil terapi 7. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 8. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respon pasien

PEMBERIAN TERAPI ASERTIF 2 No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 236/III/2022 UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PEMBERIAN TERAPI ASERTIF 3 No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 237/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 20 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Mengajarkan bersikap asertif dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan yang belum terpenuhi dan membuat pasien marah TUJUAN Kontrol Diri Meningkat KEBIJAKAN Pemberian Terapi Asertif 3 dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien PROSEDUR 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Latih bersikap asertif dalam memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi dan membuat marah 5. Latih bersikap asertif dalam memenuhi keinginan yang belum terpenuhi dan membuat marah 6. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 7. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien

PEMBERIAN TERAPI ASERTIF 3 No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 237/III/2022 UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PEMBERIAN TERAPI ASERTIF 4 No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 238/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 20 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Mengajarkan Mengatakan tidak untuk permintaan orang lain yang tidak rasional dan alasan menolak permintaan orang lain TUJUAN Kontrol Diri Meningkat KEBIJAKAN Pemberian Terapi Asertif 4 dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien PROSEDUR 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Identifikasi permintaan orang lain yang tidak rasional 5. Identifikasi dampak dari cara menolak yang biasa dilakukan 6. Latih cara mengatakan tidak untuk permintaan yang tidak rasional 7. Latih mengungkapkan alasan menolak permintaan yang tidak rasional 8. Berikan kesimpulan hasil terapi 9. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 10. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien

PEMBERIAN TERAPI ASERTIF 4 No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 238/III/2022 UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PEMBERIAN TERAPI EDUKASI KELUARGA 1 No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 239/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 20 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Memberikan edukasi keluarga menggunakan komunikasi terapeutik dengan mengidentifikasi masalah keluarga TUJUAN 1. Status Koping Keluarga Meningkat 2. Tingkat Pengetahuan Meningkat KEBIJAKAN Pemberian Terapi Edukasi Keluarga 1 dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien PROSEDUR 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Identifikasi masalah yang muncul karena anggota keluarga sakit 5. Identifikasi masalah yang muncul karena anggota keluarga sakit 6. Identifikasi keinginan dan harapan anggota keluarga selama mengikuti psikoedukasi keluarga 7. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 8. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respon pasien

PEMBERIAN TERAPI EDUKASI KELUARGA 1 No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 239/III/2022 UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PEMBERIAN TERAPI EDUKASI KELUARGA 2 No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 240/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 20 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Memberikan edukasi keluarga cara merawat anggota keluarga yang sakit menggunakan komunikasi terapeutik TUJUAN 1. Status Koping Keluarga Meningkat 2. Tingkat Pengetahuan Meningkat KEBIJAKAN Pemberian terapi Edukasi Keluarga 2 dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien PROSEDUR 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Diskusikan tentang gangguan jiwa yang dialami oleh salah satu anggota keluarga 5. Jelaskan tentang masalah yang dialami 6. Diskusikan cara merawat anggota keluarga yang sakit yang selama ini dilakukan keluarga 7. Demontrasikan cara merawat anggota keluarga yang sakit 8. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 9. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien

PEMBERIAN TERAPI EDUKASI KELUARGA 2 No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 240/III/2022 UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PEMBERIAN TERAPI EDUKASI KELUARGA 3 No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 241/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 21 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Memberikan edukasi keluarga cara mengatasi Strees TUJUAN 1. Status Koping Keluarga Meningkat 2. Tingkat Pengetahuan Meningkat KEBIJAKAN Pemberian terapi Edukasi Keluarga 3 dilakukan oleh perawat yang PROSEDUR kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Jelaskan tentang stress yang dialami keluarga 5. Latih cara mengurangi stress yang dialami keluarga 6. Evaluasi pemahaman keluarga terkait edukasi yang diberikan 7. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 8. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PEMBERIAN TERAPI EDUKASI KELUARGA 4 No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 242/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 21 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Memberikan edukasi keluarga cara mengatasi beban TUJUAN 1. Status Koping Keluarga Meningkat 2. Tingkat Pengetahuan Meningkat KEBIJAKAN Pemberian terapi Edukasi Keluarga 4 dilakukan oleh perawat yang PROSEDUR kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Anjurkan keluarga menyampaikan beban yang dialami akibat anggota keluarga sakit 5. Anjurkan keluarga menyampaikan tindakan yang sudah dilakukan untuk mengurangi beban yang dirasakan 6. Jelaskan macam macam beban keluarga 7. Jelaskan cara mengatasi beban yang dialami keluarga 8. Latih cara mengatasi beban yang dialami 9. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 10. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respon pasien UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PEMBERIAN TERAPI EDUKASI KELUARGA 5 No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 243/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 21 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Memberikan edukasi keluarga Pemberdayaan sumber sumber daya diluar keluarga TUJUAN 1. Status Koping Keluarga Meningkat 2. Tingkat Pengetahuan Meningkat KEBIJAKAN Pemberian terapi Edukasi Keluarga 5 dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien PROSEDUR 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Anjurkan keluarga menyampaikan hambatan yang dirasakan selama merawat 5. Anjurkan keluarga menyampaikan hambatan yang dialami dalam berhubungan dengan tenaga kesehatan 6. Jelaskan keluarga bagaimana seharusnya hubungan keluarga dengan tenaga kesehatan 7. Jelaskan keluarga bagaimana cara mengatasi hambatan dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan 8. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 9. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respon pasien UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PEMBERIAN TERAPI KELOMPOK No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 244/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 19 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Menggunakan kelompok dengan masalah yang sama untuk memberikan TUJUAN dukungan emosional dan perilaku, melatih perilaku baru, dan berbagai informasi kesehatan 1. Interaksi social meningkat 2. Keterlibatan social meningkat 3. Persepsi sensori membai 4. Status orientasi membaik 5. Status koping membaik 6. Kontrol diri meningkat 7. Perilaku kesehatan membaik 8. Harga diri meningkat 9. Ketahanan personal meningkat 10. Status koping keluarga membaik 11. Penerimaan meningkat 12. Perawatan diri meningkat KEBIJAKAN Pemberian Terapi Kelompok dilakukan oleh perawat yang kompeten PROSEDUR sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Berikan arahan dan informasi yang sesuai 5. Tentukan waktu dan tempat yang sesuai untuk pertemuan kelompok 6. Ciptakan suasana nyaman 7. Sepakati norma kelompok 8. Ciptakan iklim motivasi untuk proses kelompok

PEMBERIAN TERAPI KELOMPOK No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 244/III/2022 PROSEDUR 9. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 10. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 11. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 12. Berikan arahan dan informasi yang sesuai 13. Tentukan waktu dan tempat yang sesuai untuk pertemuan kelompok 14. Ciptakan suasana nyaman 15. Sepakati norma kelompok 16. Ciptakan iklim motivasi untuk proses kelompok UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PEMBERIAN TERAPI KELUARGA No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 245/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 19 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Menggunakan anggota keluarga untuk menggerakkan keluarga melakukan cara hidup yang lebih produktif TUJUAN 1. Tingkat berduka menurun 2. Status koping membaik 3. Kontrol diri meningkat 4. Penampilan peran membaik 5. Status koping keluarga meningkat 6. Penerimaan menigkat 7. Peran menjadi orang tua membaik KEBIJAKAN Pemberian Terapi Keluarga dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai PROSEDUR kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Identifikasi riwayat kesehatan keluarga 5. Identifikasi pola komunikasi keluarga 6. Identifikasi cara keluarga memmecahkan masalah 7. Identifikasi pembuatan keputusan dalam keluarga 8. Identifikasi terjadinya pelecehan dalam keluarga 9. Identifikasi kekuatan/sumber daya keluarga 10. Identifikasi peran setiap anggota keluarga dalam system pendukung 11. Identifikasi gangguan spesifik terkait harapan peran

PEMBERIAN TERAPI KELUARGA No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 245/III/2022 PROSEDUR 12. Identifikasi penyalahgunaan zat pada anggota keluarga 13. Identifikasi ketidakpuasan /konflik yang terjadi 14. Identifikasi kejadian saat ini atau akan terjadi yang mengancam keluarga 15. Identifikasi kebutuhan dan harapan dalam keluarga 16. Identifikasi hubungan hirarkis anggota keluarga 17. Monitor respon merugikan terhadap terapi 18. Fasilitasi diskusi keluarga 19. Fasilitasi strategi menurunkan stress 20. Fasilitasi restrukturisasi system keluarga 21. Diskusikan cara terbaik dalam menangani disfungsi perilaku dalam keluarga 22. Diskusikan batasan keluarga 23. Diskusikan rencana terapi dengan keluarga 24. Diskusikan strategi penyelesaian masalah yang konstruktif 25. Anjurkan memperoritaskan dan memilih masalah keluarga 26. Anjurkan semua anggota untuk berpartisipasi dalam pekerjaan rumah 27. Anjurkan komunikasi lebih efektif 28. Diskusikan cara membudayakan perilaku baru 29. Rencanakan strategi menghentikan terapi 30. Motivasi keluarga untuk komunikasi lebih efektif 31. Anjurkan anggota keluarga berpartisipasi dalam pekerjaan rumah tangga bersama sama ( seperti makan bersama ) 32. Berikan reinforcement positif 33. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 34. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respon pasien UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PEMBERIAN TERAPI KOGNITIF 1 No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 246/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 20 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Modifikasi distorsi kognitif dan perilaku maladaptive dengan mengidentifikasi kejadian/peristiwa negative dalam kehidupan dan pikiran otomatis yang muncul TUJUAN 1. Status Koping Membaik 2. Perilaku Kesehatan Membaik 3. Ketahanan Personal Meningkat 4. Kontrol Diri Meningkat KEBIJAKAN Pemberian terapi kognitif 1 dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien PROSEDUR 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Ciptakan hubungan terapeutik 5. Identifikasi riwayat gangguan kognitif yang menyeluruh 6. Identifikasi factor gejala, factor lingkungan budaya, biologis yang mempengaruhi kognitif 7. Identifikasi peristiwa yang tidak menyenangkan 8. Identifikasi kejadian/peristiwa negative dalam kehidupan dan pikiran yang otomatis muncul 9. Identifikasi cara melawan atau merasionalisasi pikiran negative

PEMBERIAN TERAPI KOGNITIF 1 No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 246/III/2022 PROSEDUR 10. Latih pasien melawan / merasionalisasi pikiran negative menjadi pikiran positif 11. Berikan reinforcement positif 12. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 13. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respon pasien. UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PEMBERIAN TERAPI KOGNITIF 2 No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 247/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 20 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Modifikasi distorsi kognitif dan perilaku maladaptive dengan melawan pikiran negative yang muncul otomatis yang kedua TUJUAN 1. Status Koping Membaik 2. Perilaku kesehatan membaik 3. Ketahanan personal meningkat 4. Kontrol diri meningkat KEBIJAKAN Pemberian terapi kognitif 2 dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai PROSEDUR kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Ciptakan hubungan terapeutik 5. Identifikasi peristiwa dan pikiran negative yang kedua menjadi pikiran positif dan memasukkan kedalam jadwal kegiatan harian 6. Latihan melawan pikiran negative yang kedua menjadi pikiran positif dan memasukkan kedalm jadwal kegiatan harian 7. Berikan reinforcement positif 8. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 9. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respon pasien

PEMBERIAN TERAPI KOGNITIF 2 No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 247/III/2022 UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PEMBERIAN TERAPI KOGNITIF 3 No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 248/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 20 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Modifikasi distorsi kognitif dan perilaku maladaptive dengan melawan pikiran negative yang muncul otomatis yang ketiga dengan memanfaatkan system pendukung TUJUAN 1. Status Koping Membaik 2. Perilaku kesehatan membaik 3. Ketahanan personal meningkat 4. Kontrol diri meningkat KEBIJAKAN Pemberian terapi kognitif 3 dilakukan oleh perawat yang kompeten sesuai PROSEDUR kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien 1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/ atau nomor rekam medis) 2. Jelaskan tujuan dan langkah – langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Ciptakan hubungan terapeutik 5. Identifikasi peristiwa dan pikiran negative yang bertambah 6. Latihan melawan pikiran yang ketiga menjadi pikiran positif dan memasukkan kedalam jadwal kegiatan harian 7. Identifikasi system social yang ada dan system pendukung yang digunakan 8. Berikan reinforcement positif 9. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 10. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien

PEMBERIAN TERAPI KOGNITIF 3 No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 248/III/2022 UNIT TERKAIT 1. Instalasi Watlan, Watlan, Paviliun RSPAD Gatot Soebroto 2. Instalasi Watsif, Gadar dan IKO RSPAD Gatot Soebroto

PEMBERIAN TERAPI KOGNITIF PERILAKU 1 No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2 RSPAD GATOT SOEBROTO IRNA-36 249/III/2022 Ditetapkan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, SPO Tanggal Terbit (STANDAR 20 Maret 2022 PROSEDUR OPERASIONAL) dr. A. Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K)., M.A.R.S. Letnan Jenderal TNI PENGERTIAN Memberikan tindakan untuk memodifikasi perilaku melalui melalui pendekatan restrukturisasi kognitif TUJUAN 1. Status Koping Membaik 2. Perilaku kesehatan membaik 3. Ketahanan personal meningkat 4. Kontrol diri meningkat KEBIJAKAN Pemberian terapi kognitif perilaku 1 dilakukan oleh perawat yang PROSEDUR kompeten sesuai kewenangan klinis di RSPAD Gatot Soebroto di laksanankan sesuai dengan kebijakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Nomor Kep/132/XII/2021 tanggal 21 Desember 2021 tentang Pelayanan Asuhan Pasien 1. Identfikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahr, dan / nomor rekam medic 2. Jelaskan tujuan dan langkah langkah prosedur 3. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah 4. Ciptakan hubungan terapeutik 5. Identifikasi riwayat penyakit yag menyeluruh 6. Identifikasi faktor gejala, faktor lingkungan budaya, biologis yang mempengaruhi kognitif dan perilaku 7. Identifikasi masalah yang menimbulkan distorsi pikiran persepsi negative 8. Identifikasi asumsi, keyakinan yang mendasari pola pikiran dan distorsi pikiran 9. Identifikasi peristiwa yang tidak menyenangkan 10. Identifikasi pikiran negative yang muncul otomatis terhadap peristiwa yang tidak mmenyenangkan


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook