Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore BUKU 2 UNTARI (2)

BUKU 2 UNTARI (2)

Published by Untari untari, 2023-07-07 04:19:37

Description: BUKU 2 UNTARI (2)

Search

Read the Text Version

Berkreasi Ragam Hias di Media Plat Untari,S.Pd

Berkreasi Ragam Hias di Media Plat @Hak cipta dilindungi undang-undang Penulis : Untari,S.Pd Editor : Slamet Hardjono Layout : Tim Layout Mutiara Aksara Desain Sampul : Tim Desain Mutiara Aksara Versi Elektronik, 2022 E-ISBN: Penerbit Mutiara Aksara Perum Sembungharjo Permai Blok B No. 5 Sembungharjo, Genuk, Semarang 50116 Telp. (024) 76587188

KATA PENGANTAR Alhamdulillah,segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena buku ini telah selesai disusun. Buku ini disusun agar dapat membantu pendidik dalam menerapkan motif ragam hias di media plat aluminium. Memberikan wawasan cara mudah menghasilkan karya yang inovatif dalam menerapkan motif ragam hias. Kami menyadari jika dalam penyusunan buku ini mempuyai kekurangan, namun kami meyakini sepenuhnya bahwa sekecil apapun buku ini tetap memberikan sebuah manfaat bagi pembaca. Akhir kata untuk penyempurnaan buku ini, maka kritik dan saran pembaca sangatlah berguna untuk penulis kedepannya. Penulis

Daftar Isi Kata Pengantar Daftar Isi Bab 1 Pendahuluan Bab 2 Pengertian Ragam Hias Bab 3 Konsep dan Prosedur Menggambar Bab 4 Prinsip – Prinsip Menggambar Bab 5 Unsur – Unsur dalam Menggambar Bab 6 Alat dan Bahan Menggambar Bab 7 Teknik Menggambar Ragam Hias Bab 8 Praktik Berkreasi Ragam Hias di Media Plat Daftar Pustaka

Bab 1 Pendahuluan Ragam hias di Indonesia merupakan kesatuan dari pola-pola ragam hias daerah atau suku-suku yang telah membudaya berabad- abad. Ragam hias adalah elemen-elemen dekorasi yang diperoleh dengan meniru atau mengembangkan bentuk-bentuk yang ada di alam yang divisualisasikan pada permukaan suatu benda. Ditinjau dari pengertian etimologinya, ornamen berasal dari bahasa Latin ornare yang berarti menghiasi, sesuatu yang mulanya kosong menjadi terisi hiasan sehingga tidak kosong. ornamen dalam arti terbatas mengandung unsur-unsur dari hiasan yang digubah atau dikembangkan dari motif daun- daun alam, bentuk gemetris dan bentuk-bentuk

binatang. Pendidikan seni budaya akan mengasah potensi peserta didik dalam mengolah kreatif dengan mengerjakan sesuatu yang menyenangkan. Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multi kecerdasan yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal, interpersonal, visual spasial, musikal, linguistik, logik matematik, naturalis serta kecerdasan adversitas, kecerdasan kreativitas, kecerdasan spiritual dan moral, dan kecerdasan emosional. Berkreasi ragam hias dapat berupa motif flora, fauna, figuratif atau geometris yang memiliki sifat multidimensional, disini bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi

konsepsi (pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi), apresiasi, dan kreasi dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika, dan etika. Buku yang berjudul “Berkreasi Ragam Hias Pada Media Plat” kami susun untuk memberikan wawasan kepada pendidik melalui media plat aluminium memberikan stimulus yang menyenangkan sehingga terjadi perubahan pengalaman belajar dalam membuat inovasi penerapan ragam hias yang tidak terpaku sama media kertas gambar ataupun media lainnya.

Bab 2 Pengertian Ragam Hias Ragam hias disebut juga ornamen. Ragam hias merupakan salah satu bentuk karya seni rupa yang sudah berkembang sejak zaman prasejarah. ragam hias adalah visualisasi dalam suatu karya kerajinan atau seni bertujuan untuk menghias. Karya ragam hias dapat berupa motif tenunan, gambar pada kain (batik), songket, ukiran, atau pahatan pada kayu atau batu. Ragam hias juga biasa disebut ornamen yang berasal dari bahasa Yunani \"ornare\" yang artinya hiasan atau menghias. Menghias berati mengisi kekosongan suatu permukaan bahan dengan hiasan. Ragam hias merupakan karya seni rupa dari penggambaran bentuk imajinasi, pikiran, dan kreativitas seniman. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), motif adalah pola atau corak.

Berdasarkan motif dasarnya, ragam hias dibedakan menjadi: Ragam hias flora Ragam hias flora merupakan ragam hias yang memakai bentuk flora atau tumbuhan sebagai obyek motif. Ragam hias fauna Ragam hias fauna merupakan ragam hias menggunakan fauna atau hewan sebagai obyek motif. Pada penggambaran fauna tersebut sebagian besar hasil gubahan atau stilisasi, jarang berupa binatang secara natural. Ragam hias geometris Ragam hias geometris merupakan motif hias pengembangan bentuk geometris. Selanjutnya digayakan sesuai selera dan imajinasi. Motif tersebut pola bentuk yang terukur dan bisa disesuaikan dengan karakteristik teknik dan bahan. Pola ragam hias ada sejumlah pola dalam ragam hias, yakni: Pola simetris Pola simetris adalah pola penggambaran dua bagian yang sama dalam penyusunan. Pola tersebut meletakan fokusnya ditengah, dan meletakkan

unsurnya dibagian kiri dan kanan. Pola simetris memberikan kesan formal, beraturan dan statis. Pola ragam hias asimetris, pola asimetris adalah komposisi benda atau obyek yang fokusnya tidak ditengah. Paduan unsur di bagian kiri dan kanan tidak. Namun tetap memancar keseimbangan. Pola asimetris memberikan kesan keteraturan yang bervariasi. Tidak formal dan lebih dinamis. Teknik menggambar ragam hias teknik stilasi teknik menggambar gubahan flora dapat dilakukan dengan merubah bentuk menjadi bentuk baru atau menyederhanakan bentuk yang ada tanpa meninggalkan objek aslinya disebut stilasi. Teknik stilasi merupakan teknik mengubah bentuk asli dari sumber dengan melihat obyek dari berbagai arah. Biasanya dilakukan dengan penggayaan dan dapat dibuat menjadi bermacam-macam bentuk baru. Tapi ciri khas bentuk aslinya masih terlihat. Teknik deformasi

merupakan cara menggambar dengan mengubah bentuk asli dari sumber dan melihat dari berbagai arah. Menyederhanakan struktur atau proporsi bentuk aslinya menjadi sesuatu yang baru. Teknik distorsi Distorsi merupakan cara menggambar dengan mengubah bentuk asli dari sumber dan melihat obyek dari berbagai arah. Di mana dengan melebih-lebihkan struktur dan perubahan bentuk yang digambar. Kemudian mengubah proporsi sehingga terjadi perubahan yang signifikan antara bentuk yang digambar dengan aslinya. Menurut Gustami (dalam Sunaryo,2009:3) ornamen adalah komponen produk seni yang ditambahkan atau sengaja dibuat untuk tujuan sebagai hiasan. Sunaryo (2009:3) mengatakan, bentuk-bentuk hiasan yang menjadi ornamen tersebut fungsi utamanya adalah untuk

memperindah benda produk atau barang yang dihias.  Jenis Ragam Hias Jenis Ragam Hias setiap daerah berbeda- beda dan memiliki ciri khas dalam pembuatannya. Menurut muksin,dkk (2014:5) Ragam hias ini muncul dalam bentuk dasar yang sama seperti bentuk flora, fauna, figuratif, dangeometris.  Ragam Hias Flora Ragam hias flora bentuk ragam hias flora dapat dijumpai di sebagian besar daerah di nusantara. Jenis motif ragam hias flora merupakan pengembangan dari bentukasli tumbuhan yang diwujudkan dalam bentuk sulur-suluran.

 Ragam Hias Fauna Bentuk ragam hias fauna pada umumnya mengalami perubahan bentuk atau gaya. Beberapa jenis fauna tersebut antara lain kupu-kupu, burung, gajah, kadal, dan ikan.

 Ragam Hias Figuratif Bentuk ragam hias figuratif umumnya sudah mengalami perubahan bentuk yang digayakan. Karakter dari bentuknya disesuaikan dengan tema dan tujuan tertentu untuk mendapatkan keselamatan, kekuatan, dan keberkahan.

 Ragam hias geometris Bentuk ragam hias geometris merupakan pengembangann bentuk dasar- dasar geometris seperti lingkaran, segitiga, segiempat, segilima, belah ketupat, dan bentuk bebas. Motif bentuk geometris dapat dibuat dengan cara menggabungkan bentuk-bentuk geometris ke dalam satu motif ragam hias. Bab 3 Konsep dan Prosedur Menggambar

Menggambar merupakan kegiatan yang diawali dengan menentukan objek gambar. Objek gambar dapat berupa hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, dan kumpulan benda-benda yang disusun sesuai dengan komposisi, proporsi, keseimbangan, dan irama yang baik sehingga gambar memiliki satu kesatuan yang utuh. Objek gambar bisa dilakukan dengan cara mengamati langsung objek gambar sehingga dapat diketahui struktur bentuk dan bidang gambarnya. Objek gambar alam benda memiliki struktur bentuk dan bidang dasar yang berbeda – beda. Bentuk – bentuk objek gambar alam benda antara lain seperti bola, kubus, bujur sangkar, kerucut, dan tabung. Struktur bidang gambar alam benda dapat berupa bidang datar, melingkar, maupun mengerucut. Struktur bentuk dan bidang memiliki kesan yang tidak sama. Menggambar menuntut

ketepatan bentuk dan karakter objek yang akan digambar. Bab 4 Prinsip – Prinsip Menggambar Proses menggambar objek memerlukan objek yang digambar secara baik. Pengamatanini sangat penting supaya gambar dapat terlihat baik, menarik, dan memiliki keindahan. Berapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam menggambar adalah komposisi, proporsi, keseimbangan dan kesatuan.  Komposisi Komposisi merupakan obyek utama menggambar. Komposisi adalah tata susunan yang menyangkut keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni

rupa. Gambar atau obyek yang baik harus memperhatikan komposisi, sehingga gambar yang dibuat dapat menghasilkan kesan yang seimbang, menyatu, berirama dan selaras. Komposisi dapat dibuat melalui bentuk objek gambar, warna objek gambar, jenis objek gambar, latar belakang gambar. Beberapa bentuk komposisi dapat dilihat pola yang disusun berikut ini. Komposisi Simetris Benda yang menjadi objek gambar diletakkan pada posisi seimbang antara sebelah kiri dan sebelah kanan. Komposisi simetris memiliki keseimbangan benda yang sama dalam bentuk dan ukurannya. Komposisi asimetris

Komposisi asimetris adalah komposisi yang menunjukan jika objek di kanan, tidak sama dengan objek di sebelah kiri dalam bidang gambar, tetapi akan terlihat seimbang. Komposisi sentral Komposisi sentral adalah komposisi yang pusat perhatian benda atau objek model gambar terletak di tengah-tengah bidang gambar. Penempatan model diatur sesuai dengan proporsi bentuk contoh serta diatur seimbang serta memiliki kesatuan antar benda.

Proporsi Pada proporsi, bagian-bagian benda memiliki perbandingan yang ideal dan harmonis. Proporsi akan menghasilkan gambar yang nyaman dipandang mata.

Keseimbangan Keseimbangan adalah keselarasan antara bidang gambar, objek gambar, dan gambar yang dihasilkan. Untuk menyeimbangkan hasil gambar model, buat skala yang memberikan efek perspektif pada objek gambar dan sudut pandang penggambar. Kesatuan Kesatuan adalah keserasian penempatan objek gambar dan objek-objek lain yang ditempatkan secara bersama memberikan kesan ruang dan kedalaman agar saling mendukung dan menghasilkan gambar yang baik. Bab 5 Unsur – Unsur dalam Menggambar Dilihat dari wujudnya, seni rupa bisa dibilang bergantung pada unsur yang tampak atau terlihat

pada karyanya. Unsur yang ada dalam seni rupa terlihat jelas pada contoh karya seni rupa itu sendiri seperti gambar, lukisan dan juga patung. Dalam seni rupa sendiri tak hanya ada unsur warna dan garis saja. Namun ada beberapa unsur pendukung lain agar tercipta suatu karya seni rupa. Seni menjadi salah satu bentuk media yang bisa digunakan untuk mengekspresikan apa yang dirasakan atau menyampaikan suatu pesan oleh para seniman. Menariknya di dunia ini ada beberapa jenis seni lho yang masih terus berkembang hingga sekarang. Misalnya adalah bagaimana unsur garis melingkar bisa membentuk suatu objek matahari pada lukisan. Lalu unsur warna bisa mengisi garis melingkar atau objek matahari tersebut dengan warna orange. Unsur seperti garis dan warna merupakan unsur terkecil yang bisa membentuk seni rupa dan juga disebut sebagai unsur-unsur

seni rupa. Salah satunya adalah seni rupa yang sampai saat ini hasil karyanya masih terus bisa dinikmati secara visual dan juga bisa diraba bentuk fisiknya. Dalam seni rupa terdapat beberapa unsur yang bisa mendukung terbentuknya suatu karya. Setiap unsur yang ada di dalam seni rupa memang terbilang sangat penting dan selalu memiliki kegunaanya masing- masing. Seni rupa merupakan salah satu cabang seni yang diungkapkan atau diciptakan menggunakan media rupa visual yang bisa dilihat mata dan dirasakan ketika diraba. Secara mudahnya wujud dari seni rupa adalah sebagai pengantar cabang seni rupa itu sendiri, tidak seperti seni musik atau gerakan tubuh pada seni tari. Contoh dari seni rupa yang bisa mudah Anda temukan adalah seperti desain pakaian, patung, lukisan, kerajinan tangan dan lain sebagainya. Akan tetapi dalam perkembangannya, seni rupa

bukan hanya berhenti pada produk visual saja. Pengertian unsur seni rupa adalah semua bagian yang mendukung terwujudnya suatu karya seni rupa, yang terdiri atas unsur fisik dan nonfisik. 1. Unsur Fisik Unsur fisik terdiri atas titik, garis, bidang dan bentuk, ruang, tekstur, warna, dan gelap terang. 2. Unsur Nonfisik Unsur nonfisik terdiri atas perasaan, pandangan, pemikiran, dan gagasan atau karakter yang terungkap dalam karya seni rupa tersebut. Unsur ini biasanya tidak dipahami secara visual, namun dapat dirasakan.

1. Unsur Seni Rupa Titik Kompas.com Titik merupakan unsur paling kecil dalam suatu karya seni rupa. Titik bisa digunakan untuk menciptakan unsur-unsur lain dengan cara menyusun atau menderet hingga menjadi suatu garis. Akan tetapi titik juga bisa digunakan apa adanya tanpa suatu garis. Contohnya adalah penggunaan unsur titik tanpa adanya unsur garis

pada karya seni rupa pointilis. Dimana pada karya tersebut titik diatur kerapatannya untuk bisa membentuk suatu objek gambar. 2. Unsur Seni Rupa Garis Garis merupakan hubungan antar titik yang bisa menghasilkan suatu guratan serba guna. Guratan dari titik tersebut akan bisa membentuk unsur lain seperti bidang maupun bentuk. Seperti hanya dengan titik, garis juga bisa digunakan apa adanya tanpa menjadi suatu bidang ataupun bentuk. Sebagai contohnya adalah sketsa yang hanya memerlukan unsur garis agar bisa membentuk suatu karya. Garis juga bisa digunakan sebagai pengisi gelap terang dengan menggunakan metode arsiran. 3. Unsur Seni Rupa Bentuk Atau Volume

Bentuk merupakan unsur yang selanjutnya. Bisa dibilang jika bentuk adalah salah satu unsur yang bisa dilihat pada karya seni rupa dua dimensi. Contohnya adalah pada gambar, lukisan, desain grafis dan sebagainya. 4. Unsur Seni Rupa Bidang Bidang adalah unsur yang ketiga. Bidang juga merupakan perkembangan dari bentuk. Secara mudahnya bidang merupakan suatu garis yang ujungnya akan saling bertemu hingga membentuk suatu area tertutup. 5. Unsur Seni Rupa Ruang Ruang merupakan suatu karya karya dua dimensi yang memiliki sifat semu. Ruang juga masih dibagi menjadi dua yaitu ruang positif dan ruang negatif. Ruang negatif adalah suatu ruang yang berada di luar berbagai bidang atau volume.

Sedangkan untuk ruang positif adalah kebalikannya atau suatu ruang yang berada di dalam bidang ata volume. Ruang bisa dimanfaatkan agar memberikan kesan-kesan tertentu pada suatu karya yang dibuat. Contohnya adalah penggunaan ruang yang lebih besar di atas suatu karya pemandangan bisa memberikan kesan ketenangan dan juga kemegahan pada langit. 6. Unsur Seni Rupa Gelap Terang Untuk bisa membuat suatu gambar potret yang tampak begitu realistis, bukanlah warna yang akan dibuat benar-benar akurat. Akan tetapi adalah pada bagian gelap dan terang yang akan dibuat akurat pada gambar potret tersebut.

7. Unsur Seni Rupa Warna Warna juga merupakan unsur yang paling mencolok pada suatu karya seni rupa. Dalam seni rupa, warna secara estetika terbilang cukup subjektif tergantung dari daya cipta pembuat karya seni. Akan tetapi dalam konteks teknikal, unsur warna dibagi menjadi beberapa bagian. Bagian pertama adalah warna, artinya adalah warna apa yang akan dihasilkan pada karya seni rupa tersebut. Lalu ada juga unsur warna yang memiliki value. Dimana value disini berhubungan dengan gelap atau terangnya suatu warna yang digunakan. Lalu ada juga warna yang memiliki intensitas. 8. Unsur Seni Rupa Tekstur

Unsplash.com Tekstur adalah salah satu unsur yang berhubungan dengan interaksi manusia. Karya seni rupa tak hanya bisa dirasakan secara visual. Namun suatu karya seni rupa juga bisa dirasakan melalui bentuknya. Artinya tekstur juga merupakan suatu permukaan yang bisa terasa ketika diraba. Akan tetapi pada karya 2D, tentukan merupakan suatu hal semu. Tekstur dalam karya 2D juga harus tetap bisa memberikan getaran persepsi raba kepada yang melihatnya, sehingga mereka bisa benar-benar

mengerti jika tekstur memang ada dalam karya 2D. Contoh unsur tekstur dalam seni rupa yang bisa dirasakan adalah patung. 9. Unsur Seni Rupa Nilai Unsur yang terakhir adalah nilai. Unsur nilai berkaitan dengan warna. Maksud dari nilai adalah seberapa besar kekuatan warna pada karya seni rupa, dan seberapa berpengaruhnya nilai warna tersebut. Nilai menjadi unsur yang terakhir dalam seni rupa. Unsur nilai dalam seni rupa juga berkaitan dengan warna. Arti nilai di sini adalah seberapa besar kekuatan warna dan seberapa berpengaruh nilai warna tersebut dalam suatu karya seni rupa. Itulah beberapa unsur penting yang ada di dalam seni rupa. Dengan memahami setiap unsur yang ada. Maka Anda bisa menciptakan suatu karya seni rupa yang begitu estetika.

Bab 6 Alat dan Bahan Menggambar Beberapa bahan yang digunakan dalam penerapan ragam hias dimedia plat antara lain:  Kertas gambar ukuran 20cm x20cm  Pensil 2b  Papan kayu  Karet penghapus  Spidol permanen  Plat aluminium ukuran 20cm x 20 cm  Bolpoin  Penggaris panjang 30cm  Kertas Gambar

Kertas digunakan sebagai media untuk membuat sketsa atau desain. Selain untuk membuat sketsa atau desain, kertas terkadang juga dijadikan sebagai media.  Pensil 2b Pensil adalah alat utama yang digunakan dalam menggambar. Pensil digunakan untuk membuat sketsa atau desain. Pensil ada dua jenis yaitu pensil bertanda H dan B.  Papan Kayu Papan kayu digunakan sebagai media yang memudahkan dalam proses menjiplak dari kertas gambar ke plat aluminium.  Karet Penghapus

Karet penghapus merupakan salah satu perlengkapan alat tulis yang merupakan karet lembut yang mampu menghilangkan tanda yang dihasilkan dengan pensil.  Spidol Permanen Spidol permanen memiliki banyak sekali kegunaan. Salah satunya untuk menandai kepemilikan, untuk menggambar, menulis, sebagai pewarna dengan teknik kering.  Plat Aluminium Salah satu material logam ringan dan kuat berbentuk lembaran yang mudah dalam pengerjaan dan perawatannya. Plat aluminium merupakan media yang digunakan untuk menerapkan ragam hias.

 Pulpen Kegunaan pulpen pada pembuatan penerapan ragam hias pada media plat aluminium untuk membuat gambar dengan karakter tegas pada garis-garis gambarnya.  Penggaris Panjang Biasanya untuk mengukur dengan dimensi yang standar atau kecil. Satu dari macam – macam alat ukur panjang biasanya dipakai untuk menggambar garis atau bidang lurus. Bab 7 Teknik Menggambar Ragam Hias

Gambar ragam hias sangat bervariasi. Ragam hias bisa diambil dari flora, fauna, bentuk manusia, bentuk geometris dan masih banyak lagi. Ada beberapa aturan khusus yang harus diperhatikan agar bisa menggambar ragam hias dengan baik, seperti: 1. Perhatikan pola bentuk ragam hias yang akan digambar 2. Persiapkan alat dan media gambar 3. Tentukan ukuran pola gambar yang akan dibuat 4. Buat sketsa di salah satu kotak atau bidang yang telah dibuat sebelumnya. 5. Buat dan bentuk yang sama pada bidang yang lain 6. Warnai gambar

Teknik menggambar ragam hias yang bisa digunakan untuk penerapan ragam hias pada media plat aluminium adalah:  Teknik Mistar adalah teknik menggambar ragam hias dengan bentuk dasar geometri membutuhkan ketepatan ukuran seperti sudut, lengkungan, garis lurus, serta beraturan. Untuk mendapatkan ukuran yang tepat dibutuhkan alat berupa penggaris atau mistar dan jangka.  Teknik Manual adalah teknik yang dilakukan dengan beberapa teknik seperti  Teknik Linier merupakan teknik menggambar dengan menggunakan pensil atau pena sehingga garis sejajar, menyilang, atau pertemuan dari beberapa garis.

 Teknik Arsir yang digunakan untuk menghasilkan garis sejajar, menyilang atau pertemuan dari beberapa garis yang kemudian diarsir. Teknik arsir dengan menggunakan pensil atau pena untuk menggambarnya.  Teknik Dusel merupakan teknik menggambar menggunakan pensil dalam posisi rebah atau miring. Sehingga menghasilkan garis yang tebal.  Teknik plakat merupakan teknik menggambar yang dilakukan dengan menyapukan pewarna yang menghasilkan sapuan warna yang menutup atau tebal.  Teknik Aquarel merupakan cara untuk menggambar dengan menyapukan pewarna yang menghasilkan sapuan warna yang transparan.

 Teknik pointilis merupakan teknik menggambar ragam hias dengan membuat titik – titik pena atau pensil sehingga menghasilkan kumpulan titik.  Teknik Stilasi Stilasi adalah teknik mengubah bentuk asli dari sumber atau dengan melihat objek dari berbagai arah dengan penggayaan dan dapat dibuat menjadi bermacam-macam bentuk baru yang bersifat dekoratif, namun ciri khas bentuk aslinya masih terlihat. Stilasi ini dapat dilakukan untuk bentuk- bentuk geometris dan bentuk-bentuk naturalis seperti stilasi bentuk segitiga, bentuk segi empat, bentuk lingkaran dan sebagainya. Stilasi bentuk-bentuk alam seperti stilasi buah-buahan, stilasi daun, stilasi bunga, stilasi manusia, stilasi binatang, dan stilasi bentuk-bentuk alam

lainnya. Selain itu, stilasi juga dapat dilakukan pada berbagai ragam hias yang sudah ada baik ragam hias naturalis, geometris maupun ragam hias dekoratif. Contoh stilasi gambar kelinci menjadi sebuah motif ragam hias fauna Sumber: http://artikelkelinci.blogspot.co.id/ (kiri)  Teknik Deformasi Deformasi adalah cara dalam menggambar yang mengubah bentuk asli dari sumber atau dengan melihat objek dari berbagai arah dengan

menyederhanakan struktur maupun proporsi bentuk aslinya menjadi sesuatu yang baru, dan kesan karyanya lebih terlihat sederhana, dengan proporsi yang berbeda dari objek aslinya. Contoh deformasi gambar kupu-kupu menjadi sebuah motif agam hias fauna Sumber: https://belajardkvnisaa.wordpress.com

 Teknik Distorsi Distorsi adalah cara dalam menggambar dengan mengubah bentuk asli dari sumber atau dengan melihat objek dari berbagai arah dengan melebih- lebihkan struktur dan perubahan bentuk yang digambar. dan mengubah proporsi sehingga terjadi perubahan yang sangat signifikan antara bentuk yang digambar dengan objek aslinya. Contoh distorsi gambar rusa menjadi sebuah motif ragam hias fauna

Bab 8 Praktik Berkreasi Ragam Hias Di Media Plat Pembelajaran menurut (Syafi’i, 2006: 13) mengatakan pembelajaran seni rupa adalah upaya untuk mengembangkan kepribadian seseorang dalam rangka mempersiapkan menjadi warga masyarakat yang mandiri dan bertanggung jawab melalui kegiatan yang bersangkutan paut dengan pernyataan perasaan keindahan lewat media garis, warna, tekstur, bidang, volume dan ruang atau dengan perkataan lain melalui kegiatan pembelajaran dalam bidang lukis/gambar, seni cetak, seni patung, seni kerajianan, desain dan seni bangunan/ desain lingkungan. Menurut Ismiyanto (2009:8) Pembelajaran seni rupa adalah upaya dan kegiatan guru untuk membelajarkan peserta didik dengan menggunakan pendekatan baru,

sehingga terjadi proses belajar (kegiatan kreasi dan apresiasi). Pengertian pembelajaran seni rupa dapat dikatakan sebagai kegiatan kreasi dan apresiasi dengan melibatkan unsur-unsur seni. Pengertian tersebut membawa pembelajaran seni rupa memiliki fungsi dan tujuan. Berdasarkan Ismiyanto (2009:22) fungsi dan tujuan pembelajaran seni rupa pada hakikatnya terkait erat dengan konsep pembelajaran seni rupa. Fungsi pembelajaran seni rupa ditinjau dari aspek anak adalah (1) sebagai media ekspresi,(2) sebagai media komunikasi, (3) sebagai media pengembang kreativitas, (4) sebagai pengembang sensitivitas, (5) sebagai pengembang hobi dan bakat, dan (6) sebagai media rekreasi. Berdasarkan fungsi-fungsi tersebut dapat dirumuskan tujuan-tujuan pembelajaran seni rupa sebagai berikut; (1) mengembangkan kreativitas dan sensitivitas

peserta didik, (2) meningkatkan kapasitas dan kualitas pengetahuan seni rupa peserta didik, dan (3) meningkatkan keterampilan peserta didik.Beberapa pendapat telah membahas mengenai pembelajaran seni rupa, dengan demikian pembelajaran seni rupa merupakan suatu proses kegiatan belajar mengajar, peserta didik diberikan sebuah pengalaman untuk mengembangkan diri dalam berkreasi yang nantinya mampu berapresiasi dari pembelajaran seni lukis, seni grafis, seni kriya dan sebagainya. Pembelajaran seni rupa memiliki beberapa fungsi yang akan menjadi tujuan dari pembelajaran seni rupa itu sendiri. Menurut Khanifatul (2014:15) strategi pembelajaran merupakan suatu rencana, cara pandang, dan pola pikir guru dalam mengorganisasikan isi pelajaran, penyampaian pelajaran, dan pengelolaan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Dalam strategi pembelajaran, terkandung makna perencanaan. Artinya, strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan- keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Menurut Hamzah B. Uno dan Nurdin Muhamad (2013:5-6) strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran, sehingga akan memudahkan peserta didik mencapai tujuan yang dikuasai diakhir kegiatan belajar. Menurut Ngalimun (2014:6) ada dua hal yang patut dicermati dari pengertian-pengertian yang diungkapkan oleh para ahli. Pertama, Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Penyusunan suatu strategi baru sampai pada

proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan. Penyusunan langkah- langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Menentukan strategi perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya, sebab tujuan adalah rohnya dalam implentasi suatu strategi. Strategi pembelajaran merupakan perencanaan atau cara pandang untuk mengelola suatu isi dalam proses kegiatan belajar mengajar agar pembalajaran tersebut mampu mencapai tujuan pembelajaran. Strategi pembelajaran ditentukan melalui tujuan yang jelas agar memperoleh keberhasilan dalam pembelajaran, sehingga tujuan merupakan hal yang penting dalam

penerapan suatu strategi pembelajaran. Menurut Gagne (dalam Khanifatul, 2014:18), tujuan strategi pembelajaran dapat dijabarkan sebagai berikut: Mengoptimalkan pembelajaran pada aspek afektif dan mengaktifkan siswa proses pembelajaran. Mengoptimalkan pembelajaran pada aspek afektif, afektif berhubungan dengan nilai (value) yang dalam konteks ini adalah suatu konsep yang berada dalam pikiran manusia yang sifatnya tersembunyi, tidak dalam dunia empiris. Pengoptimalan aspek afektif akan membantu membentuk siswa yang cerdas sekaligus memiliki sikap positif dan secara motorik terampil. Ini yang diharapkan dapat dihasilkan dari penggunaan strategi pembelajaran secara efektif.Mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran, dalam proses pembelajaran terkadang siswa bersifat pasih sehingga hanya memperoleh kemampuan intelektual (kognitif)

saja. Idealnya, sebuah proses pembelajaran mengkehendaki hasil beelajar yang seimbang antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Ketika berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, siswa akan mencari sendiri pengertian dan membentuk pemahamannya sendiri dalam pikiran mereka. Dengan demikian, pengetahuan baru yang disampaikan oleh guru dapat diinterpretasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Ismiyanto (2009:34) Strategi pembelajaran dibedakan menjadi tiga yang dilihat dari pendekatannya yaitu : (a) Strategi pembelajaran yang berorientasi pada dominasi guru dalam kegiatan pembelajaran (Teacher Centered Strategies), (b) Strategi pembelajaran yang berorientasipada ketuntasan material dalam pembelajaran (Material Centered Strategies), dan (c) strategi pembelajaran yang berorientasi

pada aktivitas anak (Student Centered Strategies).


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook