Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Majalah Literasi Edisi I - Maret 2019

Majalah Literasi Edisi I - Maret 2019

Published by Abdur Rohman, 2021-06-16 14:56:49

Description: Majalah Literasi Edisi I - Maret 2019

Search

Read the Text Version

CERITA 101 PENDEK MG MARET 2019 kamar, meninggalkan ayah yang sini, memandangi gundukan masih berbicara. tanah yang dipenuhi bunga- bunga yang masih wangi. “Nadia! Ayah belum selesai Di ujung kanannya, berdiri bicara!” terdengar suara ayah tegak sebuah papan bertulis memanggilku. Dari nada nama ayah, lengkap beserta suaranya aku tahu ayah sedang tanggal lahir dan juga tanggal marah, tapi aku tetap berlalu tak wafatnya. Aroma harum bunga peduli. Aku sudah terlalu lelah menyeruak hidungku, tapi tak hari ini. bisa menyembuhkan duka dan juga lukaku. Ya, ayahku memang seperti itu. Selalu khawatir berlebihan Ayah kini telah terbaring di terhadap putrinya yang sekarang sana untuk selamanya. Ayah pergi sudah mulai beranjak dewasa. begitu cepat tanpa ada salam atau Di usiaku yang sudah 17 tahun, kata perpisahan. Parahnya, malam ayah belum juga memberikanku sebelum ayah pergi, aku justru lampu hijau untuk bisa pulang bertengkar hebat dan melukai malam atau sekadar nongkrong hatinya. Aku membentak dan bersama teman-teman. Aku tahu mengecewakannya. Aku belum semua itu tidaklah salah. Aku mengucapkan maaf, belum pula juga paham, itu semua adalah mengakui kesalahan. Bukan, wujud kasih sayang yang dimiliki bukan hanya itu. Aku semakin seorang ayah untuk putrinya. sedih ketika menyadari, aku belum Tapi, aku tetap saja merasa sempat mengucapkan betapa aku tidak nyaman. Aku merasa sangat mencintai ayah. seperti berada dalam sebuah sangkar. Aku hanya bisa melihat Selama ini, aku terlalu naïf. dunia luar, tanpa bisa menyentuh Aku bertindak bodoh dengan atau menikmatinya. Aku sangat tidak begitu memedulikan kasih jengkel dengan sifat ayah yang sayang yang ayah berikan. seperti ini. Aku menganggap apa yang dia lakukan adalah bentuk ?? pengekangan. Aku terlalu menuruti ego yang akhirnya “Nad, kita pulang yuk!” membawaku dalam penyesalan. suara bude menyadarkanku dari Andai saja aku lebih peka dan lamunan pilu ini. peduli, aku tentu tak akan sesakit ini. “Sebentar Bude, lima menit lagi,” jawabku lemah. Aku masih ingin tinggal di Majalah Literasi Indonesia| MG

102 CERITA PENDEK MG MARET 2019 Aku tahu, kini sesalku tak ada arti. Lukaku mungkin tak pelita hatiku, dan juga sumber seberapa, tapi luka ayah? doaku. Tak ada lagi yang Siapa yang mengetahuinya? membangunkanku di pagi hari. Aku selalu marah ketika Tak ada lagi yang mengantarku kebaikanku diabaikan oleh ke mana pun aku ingin pergi. Tak orang lain. Lalu, bagaimana ada lagi sosok yang menemaniku dengan ayah? Aku telah benar- menyelesaikan tugas sampai benar mengecewakannya larut malam. Tak ada lagi yang dengan tidak menghargai kasih begitu peduli menanyakan sayang dan perhatiannya. Dia apakah aku sudah makan jelas mengharapkan hal yang atau belum. Tak ada lagi yang baik untukku, tapi aku justru membuat teleponku berbunyi menyakitinya dengan kata-kata berkali-kali saat aku terlambat yang tak seharusnya. Lukanya pulang atau lupa berkirim kabar. mungkin lebih dalam, tapi kasih dan sayangnya padaku tidaklah Kalau ayah pergi, siapa yang punya batas. akan menemaniku berolahraga? Siapa yang akan memarahi Kini, aku benar-benar anak-anak laki-laki yang kehilangan sosok ayah. Aku menggodaku di depan gang? kehilangan pahlawanku, Siapa yang akan menungguku MG | Majalah Literasi Indonesia

CERITA 103 PENDEK MG MARET 2019 suara tegasnya, serta merasakan hangat peluknya. Aku hanya bisa mendoakan dan berharap sesuatu yang baik selalu mengiringi jalannya di sana. Ayah, jika ayah membaca ini di surga, ketahuilah bahwa anakmu begitu rindu dan ingin bertemu denganmu. n di depan gang sambil membawa CERPENIS remaja kelahiran Batu, 12 payung saat hujan? Ah ayah, Februari 1996 dari pasangan Bapak terlalu banyak hal yang kita Aman dan Ibu Karminah ini baru saja lakukan bersama hingga aku tak menyelesaikan studi S-1 di Universitas bisa menyebutkannya. Brawijaya program studi bahasa dan sastra Prancis. Saat ini, ia dipercaya Terima kasih ayah, menjadi editor di tim MediaGuru berkatmu aku bisa ada di sekaligus menjadi entrepreneur di dunia ini. Berkatmu pula aku bidang kuliner. Untuk berkomunikasi, ia bisa merasakan kasih sayang bisa dihubungi melalui 082132166238 manusia yang begitu dalam. (WA), elatull (IG), atau di alamat surel Kumohon maafkan anakmu [email protected]. yang begitu sering menyakitimu. Maafkan segala kesombongan Majalah Literasi Indonesia| MG dan keburukan yang telah anakmu lakukan padamu. Maafkan anakmu yang sering mengabaikanmu, serta ampuni anakmu yang belum bisa membahagiakanmu, ayah. Aku tahu, kini sesalku tak ada arti. Sedihku pun tak akan mengembalikan semuanya. Satu hal yang pasti terjadi adalah aku tak akan lagi bisa melihat wajah ayah di sisa umurku. Aku juga tak bisa lagi mendengar

104 KARYA PUISI MG MARET 2019 Kala Senja Karya Diah Ayu Anggraini Dari balkon tempatku berdiri Aku memandang senja yang masih sama Ia tak pernah berubah, masih tetap indah Di langit kuningnya, aku melihat masa kanak-kanak Senja selalu membuatku bahagia, Bersamanya aku duduk berdua menikmati senja Kami bercengkerama menuliskan masa depan Engkau selalu menggenggam hangat tanganku kala aku menangis karena tak punya teman Senja kini masih sama Ia tetap indah dan kekuningan Aku masih tetap bahagia bersama senja Setiap kupandang senja, kutitipkan doa dan rindu kepada ayah di surga MG | Majalah Literasi Indonesia

KARYA 105 PUISI MG MARET 2019 Hitungan Rindu Karya Diah Ayu Anggraini Kupandang kalender berulang-ulang Kuhitung lagi angka-angkanya Masih tetap sama Aku tak sabar menanti tanggal kedatanganmu Ingin kuceritakan tentang bunga mawar yang kita tanam bersama kini telah mekar Tentang pohon mangga yang buahnya selalu dilempari batu oleh anak tetangga Hingga tentang burung gereja yang sarangnya jatuh di depan rumah kita Setiap senja datang, kutitipkan salamku untukmu Setiap gerimis menyelimuti tempatmu, dia turun bersama jutaan rinduku Cepatlah pulang, Sayang, Apakah kau tak rindu padaku? Majalah Literasi Indonesia| MG

106 KARYA PUISI MG MARET 2019 Kamu Karya Diah Ayu Anggraini Ini bukan soal cokelat bukan juga soal bunga mawar merah dalam buket indah apalagi soal kata-kata indah yang mencumbu dan berbalut romantisme Ini hanyalah soal hatiku Biarkanlah aku sejenak memandangmu Menggenggam erat tanganmu Lalu memelukmu erat dalam malam yang syahdu Apakah kamu juga merindukanku? MG | Majalah Literasi Indonesia

KARYA 107 PUISI MG MARET 2019 Gadis Kecil di Depan Jendela Karya Diah Ayu Anggraini Kala senja berteman rintik hujan Seorang gadis kecil termenung di depan jendela Berbalut baju lusuh berwarna merah jambu Gadis kecil yang duduk di depan jendela Menerawang keluar jendela Menantikan datangnya pelangi di balik awan abu-abu Gadis kecil yang duduk di depan jendela Mengenggam sebuah rindu yang amat dalam Kepada malaikat hidupnya Oh, gadis kecil di depan jendela Semoga berjumpa bunda di surga DIAH AYU ANGGRAINI lahir pada 1996. Kini usianya hampir menginjak 23 tahun. Ia sarjana pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Kesenangan dan kecintaannya pada bahasa Indonesia mengantarkannya pada profesi yang kini ia geluti, yakni sebagai editor Media Guru Indonesia. Majalah Literasi Indonesia| MG

108 CERITA PENDEK MG FEMBARRUEATRI 2019 Aku Masih Rindu Papua OLEH Nurna Eka Senja MG | Majalah Literasi Indonesia

CERITA 109 PENDEK MG MARET 2019 Hari sibuk. Semua pulanglah pada ibu. Kupejamkan orang bergegas mataku sambil mengingat menuju pintu kejadian yang menguras masing-masing. emosiku kemarin lusa. Suara panggilan penerbangan ke luar negeri Hari itu bunda menerima menggema bersahutan dengan telepon dari rekanku di Jayapura, teriakan orang-orang dan Rita. Dia sudah sangat akrab dering telepon. Sungguh, tak dengan bunda karena dia ada sedikit pun orang yang juga berjuang bersamaku sejenak menyapa atau sekadar untuk meraih gelar sarjana. tersenyum pada sesama. Awalnya, mereka bercerita Semboyan ramah sudah dengan hebohnya. Beberapa sepantasnya tak disandang lagi saat kemudian, wajah bunda oleh Indonesia. Semua sibuk menegang. Aku tak begitu dengan apa yang ada dikejauhan, menghiraukan. Aku memilih acuh dengan yang berdekatan. dan memilah barang yang Semakin lama aku semakin akan kubawa ke Australia lusa. merasa berada di negeri asing. Bunda menutup telepon dan Bukan lagi Indonesia yang menghampiriku. Kupusatkan gemah ripah loh jinawi. perhatianku pada bunda. Kutarik koperku menuju tempat duduk terdekat. Beberapa “Rita bilang, Mario dan anak- jam lagi sebelum keberangkatan. anak merindukanmu. Kepala Namun, aku masih enggan check dinas memintamu kembali,” ujar in. Masih ada keraguan. bunda datar. Kuambil ponselku, kucari foto ayah dan bunda. Ya Tuhan, Bunda beranjak menuju dapur. kuatkan aku demi mereka. Yakin, Aku termangu. Sebagian otakku yakin, yakin. Terus kulafalkan belum bekerja sepenuhnya. kata magis itu di antara deru Terlalu kaget dan bingung. napasku. Benar-benar ingin Ah! Anak-anakku, anak-anak meledak hati dan kepalaku. pedalaman Papua. Sudah lama, Terus kudikte otakku untuk tiga bulan lebih aku tak berjumpa rasional dan berteriak yakin, tapi dengan mereka. Kurindukan sungguh, hati ini terasa berteriak tawa riang dan tangis nakal lebih kencang mengatakan, mereka. Murid tersayangku, Mario, apakah dia sudah mahir bermain aljabar? Ya Tuhan, di situlah masalahnya, aku masih Majalah Literasi Indonesia| MG

110 CERITA PENDEK MG MARET 2019 merindukan mereka tapi lusa “Bunda, kita butuh bicara. aku harus terbang ke Australia. Aku tahu Bunda lebih suka aku Panggilan mengajar ke Australia bekerja di Australia. Gaji yang kudapat dengan susah payah. kudapat akan jauh lebih baik Dengan rangkaian tes yang ketimbang berkelana di pelosok panjang dan rumit. Awalnya, Papua. Aku tahu ini untuk masa Australia memang meneguhkan depan kita,” keluhku dalam hati. hatiku untuk meninggalkan tanah Papua. Kala aku masih menempuh pendidikan di universitas, Aku tak bisa berpikir saat keuangan kami berada pada ini, aku diam. Aku tahu bunda titik terendah. Bunda harus pasti sedih. Bunda tak mau menjual semua perhiasannya aku kembali ke Papua. Kembali untuk membayar biaya kuliahku. masuk membelah hutan Itulah mengapa bunda begitu belantara. Dua pilihan yang berat bersemangat ketika aku diterima antara hati dan rasionalitas. mengajar bahasa Indonesia di Antara bunda dan Papua. Australia. Namun, setahun di Papua seperti tumbuh akar kuat Ketelepon ayah. Kugigit yang menjalari hatiku untuk tetap bibirku karena ragu akan menapak di sana. Kutemukan dukungan ayah. Memang ayah pijakan kuat untuk menyalurkan yang paling tahu aku. Namun, cintaku pada Indonesia. Sungguh, kali ini aku ragu beliau akan di Papualah aku merasakan mendukungku. Nada sambung indahnya menjadi guru. Kuingat berbunyi berkali-kali. Tak juga betapa riangnya mereka ketika dijawab. Kucoba sekali lagi. kuceritakan bagian lain Indonesia, Layanan kotak suara. Ini lebih betapa malasnya mereka ketika baik. Setidaknya, aku tak harus kuajari membaca dan menulis berbicara secara langsung abjad, atau pertengkaran kecil dengan ayah. mereka ketika berebut sesuatu yang kuhadiahkan. Bayangan “Yah, Mario ingin aku mereka berlarian, aku tertawa kembali,” kataku. ringan. Sepanjang hari itu kutunggu “Anita,” panggilan bunda balasan dari ayah. Bunda mengejutkanku. memilih lari. Beliau ikut acara demo masak ibu-ibu PKK yang “Iya, Bunda,” jawabku ragu. kutahu itu bukan hal yang “Bunda harap kamu bisa disukai bunda. MG | Majalah Literasi Indonesia

CERITA 111 PENDEK MG MARET 2019 memilih yang terbaik. Ingat masa temannya. Aku ingin melihat lalu kita,” ujar bunda tenang, mereka berdiri tegak membela kemudian beranjak pergi. Indonesia dengan ilmu yang mereka punya. Bunda, aku juga Aku ingin berteriak, “Aku ingin ingin terbang ke negeri Kanguru, kembali ke Papua, Bunda!” mendapat hidup yang lebih layak, tapi Papua juga menghipnotisku. Sungguh, ketemukan Indonesia di sana. Ayah, mana yang harus Kulirik ponselku. Belum ada kupilih? Tuhan, aku masih ingin jawaban dari Ayah. Ayah adalah mendidik Mario dan teman- Majalah Literasi Indonesia| MG

112 CERITA PENDEK MG MARET 2019 jawaban terakhir. Keputusan ayah Cukup, aku harus memilih dulu. akan jadi keputusanku jua. Aku Aku tidak tahu kapan hidupku lelah, hari sudah terlampau larut akan berakhir. Ini harusnya untuk kupaksa bepikir. menjadi pilihan penting yang harus kuputuskan sendiri. Paginya, kudapat pesan Aku tidak tahu kapan aku bisa singkat dari ayah. Aku begitu mengutarakan cintaku pada bersemangat. Indonesia lagi. Kesempatan ini tak akan datang dua kali. Bunda, “Maaf, kemarin Ayah ada aku cinta bunda, yakinkan aku. urusan ke tempat proyek, Kupejamkan mataku. Kuhirup tak sempat menelponmu. kuat-kuat oksigen untuk Bahagiakanlah Bundamu! Dia memenuhi paruku. Tenang, berharap banyak padamu. yakin. Berangkatlah ke Australia, kau bisa berkunjung ke Papua setelah “Bunda, maaf, aku masih rindu sukses di sana.” Papua.”n Baik. Inilah keputusannya. NURNA EKA SENJA adalah penulis Maafkan aku Mario, kita pasti kelahiran Batu, 30 Agustus 1996. Saat akan berjumpa lagi. ini dia sedang menempuh pendidikan di S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Lamunanku terhenti. Ah, Indonesia Universitas Muhammadiyah panggilan penerbangan ke Malang. Dia juga bergabung dalam tim Australia sudah menggema. editor MediaGuru. Aku berdiri, mencoba kuat dan yakin. Kulangkahkan kakiku perlahan menuju gerbang keberangkatan. Jangan tanya di mana bunda. Tidak, aku tidak mau bunda ikut megantar dan melihat keraguanku. Aku sudah berusaha meyakinkan bunda akan keputusanku pagi tadi. Tidak, Tuhan, aku tidak bisa. Langkahku mendekati gerbang, tapi hatiku menjauh. Seperti ada tarikan dahsyat agar aku kesulitan mencapai ujung. Sudah kubulatkan keputusanku, tapi mengapa masih meragu? MG | Majalah Literasi Indonesia

REPORTASE 113 LITERASI MG DARI WJLRC HINGGA LASKAR MARET 2019 PUSTAKA MEDALI: Sejumlah medali bagi siswa SMKN 1 Tasikmalaya yang berhasil memenuhi tantangan program WJLRC Dispusipda Jawa Barat. FOTO: dok Kegiatan literasi di baca para siswa di wilayah SMKN 1 Tasikmalaya provinsi Jawa Barat. SMKN 1 sudah berjalan Tasikmalaya mengikutsertakan sejak lama. Tapi, sembilan siswanya. mulai booming pada 2015. Yakni, saat digulirkan Selama 10 bulan, mulai program West Java Leader’s Juni 2015 sampai Maret 2016 Reading Challenge (WJLRC) oleh sembilan siswa tersebut berhasil Dispusipda Jawa Barat. melewati tantangan membaca Program WJLRC ini diadakan minimal 20 judul buku disertai untuk meningkatkan minat review buku yang dibaca. Hasil kerja keras itu berbuah manis Majalah Literasi Indonesia| MG

114 BRERPIOTRATASE KLIETGEIRAATASIN MG FEMBARRUEATRI 2019 DISKUSI: Siswa SMKN 1 Tasikmalaya berdiskusi sebelum menerbitkan buku antologi karya mereka. FOTO: dok dengan mengantongi medali mengikuti program membaca. sebagai penghargaan WJLRC Melihat itu, perpustakaan dari Dispusipda Jawa Barat. sekolah mendapatkan perhatian dari manajemen sekolah dengan Kegiatan literasi terus menambah jumlah koleksi buku. merambah kepada sebagian besar siswa yang mengikuti “Saya persilakan kepada program membaca. Di antara perpustakaan untuk menambah mereka ada yang tergabung koleksi baru,” kata Yusnawan, bersama Laskar Pustaka, Waka Manajemen Mutu SMKN 1 komunitas literasi yang Tasikmalaya. bertujuan memotivasi teman- temannya dalam meningkatkan Program membaca Laskar minat baca. Pustaka mirip dengan WJLRC. Siswa diharuskan membaca Program Laskar Pustaka minimal satu buku setiap bulan. dapat meningkatkan Kemudian mereka me-review jumlah kunjungan siswa hasil bacaannya. Meskipun ke perpustakaan sekolah belum seluruh siswa bergabung, dan menambah siswa yang tetapi kegiatan ini masih terus MG | Majalah Literasi Indonesia

REPORTASE 115 LITERASI MG MARET 2019 tumbuh dengan baik. bisa melahirkan antologi, Dengan program ini, SMKN 1 tapi akhirnya jadi juga, alhamdulillah,” kata Rosleli, guru Tasikmalaya berhasil melahirkan Kewirausahaan. siswa penulis pada 2018. Meskipun belum banyak yang Karya buku guru dan siswa menulis buku, tapi 6 dari 15 tersebut dipajang dan dapat siswa telah melahirkan novelet dinikmati warga sekolah dan kumpulan cerpen. dan pemustaka lainnya di perpustakaan sekolah. Bahkan, semangat menulis juga merambah para guru. “Kami membeli karya Sebanyak tujuh guru dari mereka dan dipajang di rak berbagai mata pelajaran dan perpustakaan, sehingga semua seorang pustakawan berhasil orang dapat membacanya,” membuat delapan buku mandiri ungkap Kepala Perpustakaan dan satu antologi. SMKN 1 Tasikmalaya.n “Kami sangat senang bisa REPORTASE: Osep Muhammad Yanto, S.Pd., M.B.A. melahirkan antologi,” ungkap Teti (Guru Bahasa Inggris dan Kepala Perpustakaan SMKN 1 Taryani, guru Bahasa Indonesia. Tasikmalaya) “Saya enggak percaya REPORTER: Osep Muhammad Yanto, S.Pd., M.B.A. (Guru Bahasa Inggris dan Kepala Perpustakaan SMKN 1 Tasik- malaya). FOTO: dok Majalah Literasi Indonesia| MG

116 REPORTASE LITERASI MG MARET 2019 KELAS EDITOR MEDIAGURU DIIKUTI PENULIS KAWAKAN EDITOR: Editor kawakan MediaGuru, Eko Prasetyo memberikan materi menyunting tu- lisan yang baik dan layak diterbitkan. FOTO: dok MediaGuru kembali Kelas ini bertujuan untuk melatih menghelat penulis agar mampu menyunting kegiatan Kelas naskah, paling tidak naskah Editor Buku penulis sendiri. MediaGuru. Kegiatan ini sudah kali keenam Narasumber, Eko Prasetyo, diadakan setelah di Kota menegaskan, banyak syarat Semarang. Kali ini dipusatkan di yang perlu dipenuhi untuk Kota Batu, 13—14 Oktober 2018. menjadi editor. Di antaranya harus sabar, teliti, dan punya MG | Majalah Literasi Indonesia

REPORTASE 117 LITERASI MG MARET 2019 PELATIHAN YANG BERLANGSUNG di Rumah Makan Sukaku Alami DI RUMAH MAKAN SUKAKU Jalan Raya Beji Kota Batu ini ALAMI JALAN RAYA BEJI KOTA diikuti 86 peserta dari berbagai BATU INI DIIKUTI 86 PESERTA daerah di Jawa Timur. Tidak DARI BERBAGAI DAERAH DI JAWA hanya penulis yang sudah TIMUR. menerbitkan buku di MediaGuru, banyak penulis kawakan yang kemampuan menulis. Syarat bukunya malang melintang di lainnya, menguasai ejaan dan penerbit ternama yang juga turut tata bahasa, bersahabat dengan memeriahkan kelas editor ini. kamus. Tak kalah penting juga memiliki kepekaan bahasa dan Priyandono, penulis asal berpengetahuan luas. Kota Gresik, mengatakan, “Menyunting naskah itu tidak “Pada pelatihan editing mudah. Selama ini saya hanya naskah kali ini, tidak hanya teori, menulis dan menulis. Karena namun peserta akan saya ajak itu, begitu ada kelas ini, saya berlatih menyunting naskah dari langsung mendaftar kepada naskah ringan, sedang, hingga panitia.” berat,” tutur pemred MediaGuru tersebut. Menurut Eko Prasetyo, ada sejumlah kode etik yang Saat praktik menyunting harus dimiliki oleh seorang naskah, untuk naskah dengan editor. Di antaranya, wajib kategori ringan, Eko tidak menghormati gaya penulis, menekankan logika bahasa. wajib merahasiakan informasi Hanya kesalahan ketik dan yang terdapat di dalam naskah ejaan tidak baku menjadi fokus yang disuntingnya, dan wajib latihan pada tahap awal. Selain mengonsultasikan hal-hal yang itu, kalimat yang terlalu panjang mungkin diubah dalam naskah. dalam satu paragraf harus diperpendek. Hal ini bertujuan “Melihat antusiasme peserta agar pembaca tidak tersiksa dan pada kelas editor ini, tidak ngos-ngosan saat membaca. menutup kemungkinan akan Sebagai tugas terakhir, peserta kami gelar kembali kegiatan diminta membuat tulisan sekitar yang sama pada kesempatan 250 kata yang wajib disunting berikutnya,” pungkas Sri Subekti, oleh peserta sendiri. ketua panitia. n Pelatihan yang berlangsung Reportase: Uzlifatul Rusydiana, S.Pd. (Guru SDN Magersari 2 Kota Mojokerto) Majalah Literasi Indonesia| MG

118 REPORTASE LITERASI MG MARET 2019 Nobar, Alternatif Kegiatan Literasi bagi Siswa Penayangan video bisa dijadikan alternatif kegiatan literasi di pagi hari selain membaca yang sudah biasa dilakukan oleh siswa. Melalui kegiatan ini, siswa akan semakin mengenali dongeng nusantara sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia. Kegiatan literasi diminta menuliskan pesan moral tidak sekadar yang tersirat di dalamnya. membaca. Menulis dan menonton juga “Kami senantiasa berinovasi termasuk kegiatan untuk menumbuhkan budaya literasi. Oleh karena itu, pada literasi pada siswa, di antaranya Selasa, 23 Januari 2018, di dengan menayangkan video ruang kelas 3 SDN Magersari singkat yang berisi cerita fiksi 2 Kota Mojokerto, 34 siswa dan sarat muatan karakter. menyaksikan video yang Selain itu, kegiatan ini juga untuk diputarkan oleh guru kelas. membuang kejenuhan siswa Diannita memutarkan terhadap kegiatan membaca 15 video berjudul Timun Emas. menit sebelum pembelajaran Video berdurasi 13 menit ini dimulai,” tutur guru kelas 3 SDN menjadikan suasana kelas Magersari 2 Kota Mojokerto itu. hening. Semua siswa antusias menyaksikan video tersebut. Penayangan video bisa Usai penayangan video, siswa dijadikan alternatif kegiatan literasi di pagi hari selain MG | Majalah Literasi Indonesia membaca yang sudah biasa

REPORTASE 119 LITERASI MG MARET 2019 NONTON: Suasana siswa menonton video Dongeng Timun Emas untuk menanamkan supaya siswa semakin mengenal budaya daerah dan berjiwa nasionalis. FOTO: dok dilakukan oleh siswa. Melalui Siswa semakin mengenal budaya kegiatan ini, siswa akan semakin Indonesia melalui dongeng- mengenali dongeng nusantara dongeng yang ada di setiap sebagai kekayaan budaya daerah. Siswa juga dilatih untuk bangsa Indonesia. berani mengemukakan pendapat terkait pesan yang terkandung “Banyak pesan dan pelajaran dalam video tersebut. Sikap berharga saat nonton video yang keberanian ini merupakan cermin diputarkan Bu Guru. Dongeng nilai karakter mandiri. Timun Emas mengajarkan bahwa setiap masalah pasti ada jalan “Saya senang sekali dengan keluarnya jika kita mau berusaha kegiatan nonton bareng ini. dan berdoa. Saat menghadapi Ceritanya sangat menarik,” tantangan atau rintangan, kita pungkas Ara di akhir kegiatan. n harus terus berusaha dengan seluruh kemampuan untuk bisa Reportase: Uzlifatul Rusydiana mengatasinya. Selalu ingat untuk (Guru SDN Magersari 2 Kota Mojokerto) berdoa kepada Tuhan juga,” cerita Yefta, siswa kelas 3. Selain itu, jiwa nasionalisme juga terbangun dari kegiatan ini. Majalah Literasi Indonesia| MG

120 REPORTASE LITERASI MG MARET 2019 KPPL LAUNCHING 100 BUKU PADA HAB KE-73 KEMENAG RI KPPL: Kemeriahan suasana launching Komunitas Penulis Penggiat Literasi (KPPL) saat launch- ing 100 buku pada Hari Amal Bhakti ke-73 di lapangan hijau Imam Bonjol Padang.FOTO: dok K omunitas Penulis Irwan Prayitno dan Kakanwil Penggiat Literasi Kemenag Sumbar Hendri. (KPPL) launching Kedua pejabat itu memberikan 100 buku pada Hari ucapan selamat dan salut Amal Bhakti ke-73 kepada peserta launching buku Kemenag RI di lapangan hijau karena telah menghasilkan Imam Bonjol Padang, Kamis, buku dalam kurun waktu kurang 3 Januari 2019. Kegiatan satu bulan. Kakanwil Kemenag tersebut mendapat apresiasi Sumbar memberikan Piagam dari Gubernur Sumatera Barat Penghargaan Penggiat Literasi MG | Majalah Literasi Indonesia

REPORTASE 121 LITERASI MG MARET 2019 kepada pengurus KPPL sebagai KARYA: Para guru anggota KPPL mema- bentuk apresiasi. jang cover buku karya mereka saat lauch- ing.FOTO: dok Kegiatan ini berawal dari semangat alumni pelatihan kegiatan perdana sebagai wujud menulis, MediaGuru Writing dalam menyukseskan program Camp (MWC), yang dilaksanakan pemerintah untuk menggalakkan KPPL Kemenag Sumbar bekerja Gerakan Literasi Sekolah/ sama dengan MediaGuru. Dua Madrasah. narasumber andal yang hadir saat itu adalah CEO MediaGuru “Ke depan harus terus lebih Mohammad Ihsan dan Instruktur baik. Kegiatan perdana ini Nasional Sagusabu Febry harus terus ditingkatkan agar Suprapto. Sebanyak 150 peserta virus semangat literasi terus dilatih menulis selama tiga hari, menggema di bumi Sumbar,” 7—9 Desember 2018, di Asrama tegas CEO MediaGuru. n Haji Embarkasi Padang. “Menulis bukan bakat, tetapi sebuah Reportase: Agusrida, M.Pd. keterampilan yang harus dilatih (Ketua KPPL Kemenag Sumbar) dan dibiasakan,” tandas Febry. Untuk memotivasi para peserta, Ketua KPPL Kemenag Sumbar Agusrida memberikan tantangan kepada peserta untuk dapat menyelesaikan buku selama 20 hari dan mengirimkannya ke tim editor MediaGuru. Tantangan ini dibuktikan dengan 100 cover yang siap di-launcing pada HAB ke-73 Kemenag RI. Namun, KPPL diharapkan tidak terlena dan puas dengan pemberitaan media dan apresiasi dari pejabat dan teman sejawat. Ini adalah tantangan. Apalagi kegiatan launching buku guru penulis ini Majalah Literasi Indonesia| MG

122 REPORTASE LITERASI MG MARET 2019 GELIRA PERKAYA REFERENSI BACA Salah satu kendala Bahkan di antara mereka ada program literasi yang menyumbang lebih dari yang sudah berjalan lima ratus rupiah. di berbagai sekolah adalah keterbatasan “Enggak usah kembalian, Bu. koleksi buku yang bisa dibaca Biar uangnya segera terkumpul oleh siswa. Buku yang tersedia banyak,” tutur Azka, siswa kelas di perpustakaan umumnya full 4 yang menyodorkan selembar text yang kerap membuat siswa dua ribuan. Uang yang terkumpul jenuh. Oleh karena itu, sekolah hari itu sejumlah Rp25.000,00. bisa mengalokasikan 5% dari dana BOS untuk menambah Untuk sementara, uang yang koleksi bahan baca untuk siswa. terkumpul dibawa bendahara kelas. Di sini siswa dilatih untuk Selain itu, sekolah juga bersikap jujur dan bertanggung bisa mengajak siswa untuk jawab. Pekan berikutnya, mereka berpartisipasi menyisihkan kembali mengumpulkan uang sedikit uang sakunya dalam lima ratus rupiah. Kegiatan ini program Gerakan Lima Ratus dilakukan secara rutin setiap Rupiah (Gelira) seperti yang Selasa. dilakukan oleh SDN Magersari 2 Kota Mojokerto pada Selasa, 8 Setelah uang terkumpul Januari 2019. Setiap siswa dari sekitar Rp100.000,00 siswa 37 siswa kelas 4 mengumpulkan memercayakan guru kelas uang lima ratus rupiah. untuk membelikan buku sebagai tambahan referensi bacaan Setelah mendapatkan di kelas. Guru menunjukkan pengarahan dari guru, ketua beberapa contoh buku melalui kelas menghimpun uang yang LCD proyektor untuk dipilih terkumpul dan selanjutnya siswa. Buku yang sudah dibeli disimpan oleh bendahara kelas. menjadi inventaris kelas, Para siswa sangat antusias diletakkan di pojok baca, dan melaksanakan program ini. bisa dibaca siswa secara bergantian. MG | Majalah Literasi Indonesia

REPORTASE 123 LITERASI MG MARET 2019 GERAKAN: Sejumlah siswa berpartisipasi menyisihkan uang sakunya dalam program Gerakan Lima Ratus Rupiah (Gelira) di SDN Magersari 2 Kota Mojokerto.FOTO: dok “Dengan Gelira ini, selain bisa penguatan pendidikan karakter menambah referensi bacaan (PPK), yaitu pelibatan orang tua anak, juga bisa melatih siswa dalam menyukseskan setiap jujur dan bertanggung jawab,” kegiatan yang berorientasi pada terang Ifa, guru kelas 4 SDN penumbuhan karakter siswa. n Magersari 2 Kota Mojokerto. Reportase: Uzlifatul Rusydiana, S.Pd. Gelira merupakan program (Guru SDN Magersari 2 Kota Mojokerto) yang selaras dengan konsep Majalah Literasi Indonesia| MG

124 REPORTASE LITERASI MG MARET 2019 GEMAR MEMBACA DENGAN LITERASI GAMBAR T ak mengherankan Pemerintah mengeluarkan jika mayoritas warga peraturan yang mewajibkan Jepang sangat seluruh siswa membaca 15 gemar membaca. menit setiap hari. Hal ini karena sudah ada komitmen bersama antara Gerakan membaca 15 menit keluarga, sekolah, masyarakat, ini biasa disebut gerakan literasi. dan pemerintah dalam Belakangan gerakan literasi membangun budaya membaca. tidak sekadar membaca, tapi Kewajiban membaca yang juga sudah mulai merambah ke diberikan sekolah kepada siswa bidang-bidang lain. Salah satunya mendapat dukungan penuh dari literasi gambar, seperti yang keluarga. dilakukan oleh 40 siswa kelas 3 SDN Magersari 2 Kota Mojokerto Sebagai negara yang minat pada Kamis, 10 Januari 2019. baca warganya masih rendah, Indonesia mulai berbenah. “Sebelum pembelajaran dimulai, saya memberikan buku MG | Majalah Literasi Indonesia

REPORTASE 125 LITERASI MG MARET 2019 cerita kepada siswa. Satu siswa sudah sesuai dengan cerita, mendapatkan satu buku cerita. guru memberikan apresiasi dan Sengaja saya memilihkan buku memintanya untuk melanjutkan. cerita yang tidak bergambar, Bagi siswa yang gambarnya full text. Ada beberapa subjudul masih kurang sesuai, guru dalam buku tersebut. Saya memberikan bimbingan dan meminta mereka memilih salah penguatan terhadap pendapat satu subjudul untuk dibaca. siswa tersebut. Setelah membaca, mereka menuangkan isi cerita tersebut Manfaat lain adalah melatih dalam sebuah gambar. Saya siswa untuk lebih fokus terhadap memberikan kebebasan kepada pekerjaannya. Dalam kegiatan siswa untuk menggambar ini, secara tidak langsung, siswa sesuai imajinasi mereka,” terang akan belajar berkonsentrasi Diannita, guru kelas 3. terhadap tugas yang diberikan guru. Ada banyak manfaat dari kegiatan literasi gambar ini. “Setelah menggambar, saya Di antaranya, melatih anak memberikan kesempatan kepada merekam dan mengingat beberapa siswa untuk maju ke cerita yang telah dibaca serta depan kelas. Siswa menceritakan melatih kemampuan anak untuk kembali cerita yang telah berimajinasi. dibacanya hanya dengan selembar kertas bergambar,” “Hari ini saya membaca lanjut Diannita. dongeng berjudul Timun Emas. Saya menggambar sebuah timun Selain manfaat, penanaman yang di dalamnya ada seorang pendidikan karakter juga bayi,” tutur Hazel menunjukkan tampak pada kegiatan ini. Siswa gambarnya. melakukan kegiatan tersebut dengan batas waktu tertentu Untuk menghindari siswa sehingga menuntut siswa dapat yang asal menggambar, guru mengelola waktu dengan baik melakukan pendampingan dan membangun sikap mandiri. selama siswa menggambar. Siswa juga dituntut dapat Guru berkeliling dari satu bangku mengerjakan dengan penuh ke bangku lain, menanyakan tanggung jawab. n cerita apa yang telah dibaca, dan melihat gambar siswa. Reportase: Uzlifatul Rusydiana, S.Pd. Bagi siswa yang gambarnya (Guru SDN Magersari 2 Kota Mojokerto) Majalah Literasi Indonesia| MG

126 REPORTASE LITERASI MG MARET 2019 INILAH SOSOK KARTINI JANTI! D alam rangka launching buku yang terdiri memperingati atas guru, siswa, dan peserta Hari Kartini tahun workshop memadati castle area 2018, SMA Negeri SMAN 1 Puri yang berada di 1 Puri Mojokerto Jalan Jayanegara Nomor 2 Puri mengadakan serangkaian Mojokerto. Ada tiga buku yang kegiatan. Di antaranya workshop di-launching pada kesempatan literasi penulisan cerpen, lomba istimewa tersebut. Yaitu, antologi mading, dan peluncuran buku 26 siswa berjudul Mimpi, karya siswa dan guru SMAN 1 antologi 28 guru berjudul Kartini Puri, 26 April 2018. Beberapa Teladan Abadi, dan karya tunggal kegiatan dimaksudkan untuk Agus Budiarini berjudul Kartini menularkan virus menulis Janti. bagi para guru dan siswa di Mojokerto. Dalam bukunya, Budiarini Delapan ratus peserta menceritakan perjuangan neneknya untuk membesarkan MG | Majalah Literasi Indonesia

REPORTASE 127 LITERASI MG MARET 2019 dan menyekolahkan empat orang pengetahuan baru bagi generasi putrinya seorang diri. Sementara saat ini yang tak akan pernah itu, suaminya seorang penjudi. menemui tradisi tersebut. Di Hal yang sangat luar biasa antaranya kebiasaan Mbah Yah pada masanya, lantaran saat itu makan sirih (daun sirih dengan jarang ditemui anak perempuan campurannya, seperti kapur sirih, berangkat sekolah pagi-pagi. buah jambe, biji gambir) yang dikunyah sampai halus. Kalau Judul buku yang apik ini sudah halus diludahkan dan muncul sebagai bentuk rasa ludah menjadi berwarna merah. bangga dan haru Budiarini Kebiasaan lain masyarakat kala kepada neneknya yang sangat itu adalah menggunakan gigi pantas disebut sebagai sosok warak (babi hutan) saat makan Kartini. Sementara Janti ikan dan durinya nyangkut di merupakan sebuah nama desa tenggorokan. Bila gigi warak yang ada di Kecamatan Bangsal itu digosokkan di leher orang Kabupaten Mojokerto Jawa yang tertelan duri ikan atau Timur. tulang kecil, rasa mengganjal itu seketika hilang. Masih banyak Sebuah tekad kuat kebiasaan-kebiasaan masa itu dari seorang Kartini Janti yang sudah jarang ditemui saat digambarkan jelas dalam buku ini. ini. Obsesi ini muncul akibat perbuatan semena-mena dua Di akhir penjelasannya, orang laki-laki yang sangat Budiarini memberikan semangat dekat dengannya, suami dan kepada peserta untuk menulis. bapak kandungnya. Mereka Di usia yang sudah tidak muda semena-mena memperlakukan lagi, karena dua tahun lagi istri dan anaknya. Mbah Yah, akan pensiun, Budiarini tetap begitu nenek ini biasa dipanggil, semangat menulis. Bahkan, berusaha keras agar empat resolusinya pada 2018 ini adalah putrinya kelak menjadi pegawai sabusaku, satu bulan satu buku. negeri. Dengan demikian, mampu “Ini bukuku, mana buku kalian?” memperoleh penghasilan pungkas Budiarini menunjukkan sendiri tanpa tergantung pada buku terbarunya, Kartini Janti. n suaminya. Reportase: Uzlifatul Rusydiana, S.Pd. Berbagai adat kental pada (Guru SDN Magersari 2 Kota Mojokerto) masa itu turut mewarnai buku ini. Tentu akan menjadi Majalah Literasi Indonesia| MG

128 REPORTASE LITERASI MG MARET 2019 CIKGU NAK PUSING-PUSING DI MALAYSIA G eliat literasi terus dalam bentuk tulisan bermuatan dikibarkan oleh penguatan pendidikan karakter MediaGuru. Media (PPK). Tulisan peserta tersebut para penggiat akan diterbitkan MediaGuru literasi khususnya dalam bentuk buku antologi. kalangan guru ini mengajak 80 penulis kebanggaannya untuk Jelajah Literasi Malaysia melancong ke negeri jiran ini dikomando langsung oleh Malaysia. Trip ini bertujuan CEO MediaGuru Mohammad mengeksplorasi budaya Ihsan pada Sabtu—Minggu, Malaysia dan menuangkannya 28—30 September 2018. Peserta berasal dari berbagai daerah, MG | Majalah Literasi Indonesia

REPORTASE 129 LITERASI MG MARET 2019 di antaranya Jawa Timur, “Namanya jelajah literasi, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI targetnya, peserta mendapatkan Jakarta, Aceh, Medan, Riau, banyak informasi tentang Sulteng, Sumbar, Kaltim, dan destinasi yang dikunjungi. Itu Bangka Belitung. Tidak hanya akan menjadi bahan berharga dari kalangan guru, kepala dan inspirasi bagi para penulis sekolah, pengawas, dosen, dan untuk terus berkarya,” terang widyaiswara juga turut serta Mohammad Ihsan di sela-sela dalam lawatan ini. kegiatan. “Bagi pelancong yang sedang Banyak persamaan yang berkunjung ke Kuala Lumpur, dimiliki antara Indonesia dan belum sah rasanya apabila Malaysia, termasuk bahasa dan belum berswafoto dengan makanan. Oleh karena itu, tidak Menara Petronas di Kuala banyak kendala yang ditemui Lumpur City Center (KLCC),” peserta selama berkunjung tutur Ari Pudjiastuti, salah di negeri Upin Ipin tersebut. satu peserta dari widyaiswara Ditambah lagi, keberadaan Mr. PPPPTK PKn—IPS. Azely sebagai tour guide sangat membantu bagi peserta. Banyak destinasi yang menjadi tujuan perjalanan “Sebagai kegiatan perdana ini. Di antaranya Petronas di MediaGuru, saya menilai Tower, Batu Cave, Chocolate teman-teman sangat antusias, Factory, Masjid Jamek, Dataran banyak kesan mendalam, dan Merdeka KL City Galery, Studio pengalaman mengesankan. Upin Ipin, dan Putrajaya. Tidak Berbagai cerita seru kami tulis hanya berwisata, peserta juga bersama dalam buku apik dipuaskan dengan kuliner berjudul Cikgu Nak Pusing- khas Melayu dan berbelanja Pusing yang akan dirilis sepuasnya di Central Market secara resmi oleh MediaGuru,” (Pasar Seni). pungkas Eko Prasetyo, Pemred MediaGuru.n Reportase: Uzlifatul Rusydiana, S.Pd. (Guru SDN Magersari 2 Kota Mojokerto) Majalah Literasi Indonesia| MG

130 REPORTASE LITERASI MG MARET 2019 Peserta Semarak Hardiknas Sesaki Aula PPPTK D alam rangka dan Pemberdayaan Pendidik memperingati Hari dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Nasional (PPPPTK) PKn dan IPS bekerja tahun 2018, Pusat sama dengan UPT Kemdikbud Pengembangan se-Jawa Timur mengadakan MG | Majalah Literasi Indonesia

REPORTASE 131 LITERASI MG MARET 2019 kegiatan Semarak Hardiknas pula beberapa siswa dan guru 2018, 22 April 2018. Salah satu yang telah menghasilkan buku. rangkaian kegiatannya adalah Mereka berbagi pengalaman seminar nasional dengan tema dalam menulis. Di antaranya Membumikan Literasi yang Khoirun Nisak, S.Pd., guru ditempatkan di aula PPPPTK SD TPI Gedangan Sidoarjo Bidang Otomatif dan Elektronik yang telah menghasilkan Jalan Teluk Mandar Arjosari beberapa karya. “Sesungguhnya Tromol Pos 5 Kota Malang. menulis harus dimulai dengan kegemaran. Dengan menggemari Di hadapan 300 peserta sesuatu, tidak akan berat untuk seminar, Muhadjir Effendy selaku dilakukan,” terang Nisak. keynote speaker menuturkan, ada tiga domain yang harus diisi Untuk bisa produktif dalam dalam pendidikan, yaitu karakter, menulis, Nisak melanjutkan, literasi, dan kompetensi. seseorang harus bergabung Literasi merupakan kemampuan dalam sebuah komunitas. Di membaca. Ketika membaca, situlah motivasi akan terbentuk, pada dasarnya orang sedang keinginan menulis terjaga dan berpikir secara kritis, tidak membesar laksana virus. sekadar membaca. Oleh karena itu, dalam kegiatan membaca Menariknya, dihadirkan pula 15 menit sebelum pembelajaran penulis cilik bernama Afnan harus disertai refleksi. Siswa Nasywa, siswa kelas 2 SD ditanya apa yang telah dibaca. Muhammadiyah 9 Malang yang Di situlah ada proses critical menulis buku berjudul Liburan thinking. yang Menyenangkan. Afnan berbagi proses kreatif dalam “Critical thinking ini penyusunan bukunya. “Secara merupakan salah satu dari rutin saya mengumpulkan lima kompetensi yang harus tulisan-tulisan berdasarkan dibudayakan pada siswa, pengalaman. Setelah terkumpul, selain creatif, communication, baru disusun menjadi sebuah colaboration, dan confidence,” buku,” tutur Afnan penuh lanjut Menteri Pendidikan dan semangat. n Kebudayaan itu. Reportase: Uzlifatul Rusydiana, S.Pd. Sebagai bagian dari partisipasi Gerakan (Guru SDN Magersari 2 Kota Mojokerto) Membumikan Literasi, hadir Majalah Literasi Indonesia| MG

132 REPORTASE LITERASI MG MARET 2019 Tiga Strategi Mudah Menulis Cerpen M enulis cerpen Kesenian Kabupaten Mojekerto. sejatinya bukan Kegiatan yang dikemas dalam hal sulit. Dari Workshop Menulis Cerpen bangun tidur Mojokerto 2018 itu dilaksanakan hingga tidur lagi, pada Sabtu dan Minggu, banyak cerita yang bisa dijadikan 10—11 Maret 2018 di Aula SDN cerpen. Namun, bagaimana Kranggan 1 Mojokerto. mengemas cerita-cerita tersebut agar menjadi sebuah cerpen Hari pertama, peserta sangat terkait dengan gaya disuguhi berbagai materi penulisan. tentang cerpen. Mulai dari Sebanyak 29 orang yang membangun ide, tokoh, berasal dari siswa, mahasiswa, perwatakan, latar, alur, konflik, dan guru mengikuti pelatihan hingga tip menembus media membuat cerpen yang massa. Dadang Ari Murtono, diselenggarakan oleh Dewan cerpenis dan penyair asal Mojokerto menyampaikan, “Kita MG | Majalah Literasi Indonesia

REPORTASE 133 LITERASI MG MARET 2019 harus tetap menulis sekalipun kemungkinan-kemungkinan kita merasa tidak punya ide. yang bisa dikembangkan. Ketidakpunyaan ide adalah ide itu sendiri. Ide sesungguhnya Sementara itu, pemateri tidak pernah datang sendiri. kedua, Anjrah Lelono Broto Setiap penulis, sehebat apa pun, menjelaskan, dalam menulis tak pernah ongkang-ongkang cerpen, paragraf awal dan kaki menunggu ide datang. Ia penutup adalah dua hal yang harus memancing datangnya sangat menentukan dan gagasan itu, menangkap, dan memberikan kesan tersendiri. mengembangkannya.” “Menulis paragraf pertama dan terakhir bagi yang tertantang Dadang memberikan tiga menjadi penulis cerpen strategi untuk mengatasi merupakan aktivitas vital yang kesulitan dalam menulis cerpen. akan mendorong pembaca Pertama, strategi tiga kata. cerpen untuk meneruskan Yang perlu kita lakukan adalah membaca,” terang penulis dan mengambil tiga kata secara acak penyair asal Kota Jombang itu. dan menggunakannya dalam sebuah pargaraf. Salah satu dari Hari kedua, peserta diajak tiga kata itu digunakan sebagai praktik menulis cerpen dengan kata pertama untuk mengawali tema pendidikan. Peserta diberi tulisan dan dua sisanya bisa waktu hingga 14 Maret 2018 ditempatkan di mana saja. untuk menyelesaikan cerpennya. Selanjutnya, cerpen-cerpen Kedua, meminjam kalimat tersebut akan dibukukan menjadi dari pengarang lain. Ambil buku antologi. satu kalimat yang kita anggap menarik dari novel atau cerpen. “Kegiatan ini merupakan hal Lalu kembangkan kalimat itu baru yang menarik bagi saya. dengan kalimat sendiri. Terus Saya sudah sering menulis. kembangkan hinggamemiliki Namun, dengan mengikuti sebuah cerita sendiri. Setelah itu, kegiatan ini, proses menulis hapus kalimat yang dipinjam tadi saya menjadi lebih terarah,” tutur dan ganti dengan kalimat sendiri. Riwayat Harjono, salah satu peserta workshop cerpen.n Ketiga, dengan teknik brainstorming. Dalam teknik ini, Reportase: Uzlifatul Rusydiana, S.Pd. ambil satu hal yang ingin digarap lalu buat diagram yang berisi (Guru SDN Magersari 2 Kota Mojokerto) Majalah Literasi Indonesia| MG

134 BERITA KEGIATAN MG FEMBARRUEATRI 2019 MOTIVASI: CEO MediaGuru, Mohammad Ihsan memberikan motivasi menulis kepada peserta MediaGuru Writing Camp Sumatera Utara. FOTO: dok KEMAH MENULIS MEDIAGURU Ini Medan, Bung! Tak seperti biasa, lagi,” tutur guru SD asal Medan wajah Masniar Sinaga tersebut. berbinar meski hendak mengikuti Ia menambahkan, atmosfer pelatihan. Perempuan menulis yang menyenangkan berusia 35 tahun itu mengaku yang dibangun MediaGuru sudah lama menanti-nanti di setiap pelatihan menulis pelatihan tersebut. Apa itu? membuat dirinya tak ragu untuk datang. “Ikatan kekeluargaan “Biasanya, pelatihan guru itu yang kental di MediaGuru itulah identik dengan ngantuk. Beda yang ngangeni. Apalagi motivasi dengan ini. Saya sengaja ikut berapi-api dari Pak Ihsan (CEO kemah menulis MediaGuru ini MediaGuru, Red), duh bikin untuk bisa menerbitkan buku semangat menulis membara MG | Majalah Literasi Indonesia

BERITA 135 KEGIATAN MG MARET 2019 lagi,” lanjut ibu dua anak Deli Serdang. Hal itu ditambah tersebut. penyemangat dari Kepala Balai Bahasa Sumut Fairul Zabadi Dalam pelatihan yang yang mendorong para peserta dilaksanakan selama dua hari, bangga berbahasa Indonesia. Sabtu dan Minggu, 26—27 Januari 2019 di Hotel Madina Sementara itu, Mohammad Al Munawaroh Asrama Haji Ihsan menegaskan bahwa Medan itu, Filia Dina Anggaraeni, kemah menulis ini berbeda panitia Kemah Menulis Medan, dengan pelatihan satu guru juga menjelaskan bahwa satu buku (sagusabu) yang acara ini memang dikemas menjadi ikon MediaGuru. “Di berbeda. Tempat pelatihannya kemah menulis ini, peserta diberi sangat nyaman dan eksklusif waktu yang lebih banyak untuk sehingga membuat suasana menyusun buku. Istilahnya, menulis begitu teduh dan program seharian menulis atau membahagiakan. “Untuk menulis full day writing,” jelas pendiri kan perasaan harus nyaman biar Gurusiana, blog guru terbesar di karya yang dihasilkan berkesan,” Indonesia, itu. tutur dosen psikologi Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut. ”Gile bener, acara ini melelahkan karena sampai Kehadiran keluarga penulis malam kan yah, tapi bahagia turut menjadi magnet tersendiri banget. Keren. Benar-benar ini dalam kemah menulis ini. Medan, Bung!” ucap Yohanes, Pendongeng nasional Wiwik salah seorang peserta. nEKO Puspitasari, kepala RA Jasmine Islamic School Medan, menjadi ANTUSIAS: Peserta MWC Sumut antusias salah satu inspirator yang menulis bahan buku. FOTO: dok hadir. Ia tak sendiri, melainkan ditemani Lintang, putri sulungnya yang juga penulis muda Medan. Kebanggaan terhadap bahasa Indonesia begitu terlihat dalam kemah menulis ini. “Biasanya kan writing camp. Tapi, kali ini yang dipakai kemah menulis,” terang Moel Harahap, anggota panitia asal Majalah Literasi Indonesia| MG

136 BERITA KEGIATAN MG MARET 2019 DIMINATI: Kepala Kemenag Tanjungpinang Erman Zaruddin ikut memberikan spirit kepada para Sagusabu Tanjungpinang. FOTO: dok SAGUSABU TANJUNGPINANG, Kapolres pun Kirim Delegasi Ratusan guru se- dihelat MediaGuru bersama Kepulauan Riau Kemenag Tanjungpinang dan berkumpul di Disdikbud Tanjungpinang. aula Hotel Plaza Tanjungpinang Sabtu Suasana berubah menjadi pagi, 12 Januari 2019. Wajah riuh setelah pemred MediaGuru mereka tampak resah. Bingung turut menyapa para peserta. karena tidak tahu ingin menulis “Orangnya lucu dan ngangeni,” apa. Pasalnya, mereka sedang tutur Tengku Aspalinda, panitia mengikuti pelatihan satu guru kegiatan. satu buku (sagusabu) yang Atmosfer menjadi MG | Majalah Literasi Indonesia semakin panas tatkala Wali

BERITA 137 KEGIATAN MG MARET 2019 Kota Tanjungpinang Syahrul BIMBINGAN: Pemred MediaGuru langsung memberikan dukungan kepada memberi bimbingan langsung kepada para para guru. “Kepulauan Riau peserta Sagusabu Pangkalpinang. FOTO: dok memiliki penulis-penulis hebat di masa lalu. Karya-karya mereka, diajak praktik, praktik, dan termasuk gurindam, menjadi praktik. Jadi, nggak ngantuk,” warisan budaya Melayu yang ungkap perempuan berkacamata masih lestari hingga sekarang,” tersebut. tuturnya. Magnet sagusabu ini ternyata Syahrul menegaskan, sampai ke telinga Kapolres pihaknya tidak main-main dalam Tanjungpinang AKBP Ucok memberikan dukungan terhadap Lasdin Silalahi. Orang nomor sagusabu. “Saya siapkan Rp10 satu di Tanjungpinang itu ingin juta untuk membantu percetakan menggelorakan budaya literasi buku karya para guru yang menulis di jajarannya. Ia pun dianggap terbaik,” ujarnya yang mengirimkan tiga anggotanya disambut tepuk meriah dari para untuk mengikuti sagusabu di peserta. Hotel Plaza tersebut. “Ini akan menjadi sejarah buat kami,” kata Kepala Kemenag Kapolres. nEKO Tanjungpinang Erman Zaruddin ikut memberikan spirit. Pihaknya Majalah Literasi Indonesia| MG menjelaskan bahwa sagusabu di Tanjungpinang ini merupakan yang kedua. ”Sebelumnya, Sagusabu Tanjungpinang I berhasil menghasilkan 80 buku karya guru,” tutur penulis buku Makku Melayu yang Penyabar dan Tegar itu. Ia ikut memberikan buku karya guru-guru alumni Sagusabu Tanjungpinang I kepada wali kota Tanjungpinang. ”Mengharukan, jadi tambah semangat,” ujar Siti Salamah, guru SMAN 3 Tanjungpinang. Ternyata, lanjut dia, menulis buku itu tak sesulit yang dibayangkan sebelumnya. “Kami lebih banyak

138 BERITA KEGIATAN MG MARET 2019 BERKARYA: Peserta menyimak presentasi dalam pelatihan menulis buku “Aku Bisa Menu- lis Cerita” yang diikuti siswa kelas 5 SD Islam Sinar Cendekia Tangerang Selatan. FOTO: dok SDI SINAR CENDEKIA Tanamkan Sadar Literasi Sejak Dini Pagi itu, Selasa, 29 berbeda. Yakni pelatihan menulis Januari 2019, semua buku yang diberi tajuk “Aku Bisa siswa kelas 5 SD Menulis Cerita.” Islam Sinar Cendekia Tangerang Selatan “Kelas 5 ini terdiri atas tiga diperintahkan masuk ke ruang kelas. Harapannya, melalui kelas 1. Mereka tampak antusias pelatihan ini, siswa akan bisa dan semangat karena selama menulis buku,” tutur Kepala dua hari ke depan, 66 siswa itu Sekolah SDI Sinar Cendekia akan mendapatkan pelajaran Cahyani. “Sebelumnya sudah ada pernah ikut program MG | Majalah Literasi Indonesia

BERITA 139 KEGIATAN MG MARET 2019 pelatihan penulis buku dan “Saya ingin membuat komik juga sudah menerbitkan buku,” yang bercerita tentang anak imbuhnya. Siswa yang dimaksud kelas 5 SD yang hobi main game adalah Adzka Hanin Sayaka, putri arcade balapan. Karena dia Direktur SDI Sinar Cendekia, yang tinggal di indekos, dia semakin kini duduk di bangku kelas 5A. dekat dengan dunia game itu. Tapi, dia tetap bisa menjaga Cahyani menambahkan, dengan shalat tepat waktu,” ujar Bilal bekerja sama dengan MediaGuru, penuh percaya diri. diharapkan tidak hanya satu siswa yang dapat menerbitkan buku, Siswa lain, Anindya Vidia melainkan lebih banyak lagi. Di Putri, mengaku ingin menulis samping itu, buku yang diterbitkan novel horor. “Nanti ada anak pun dapat bervariasi sesuai dengan bernama Verlyna. Dia suka minat dan bakat siswa. membunuh karena sebenarnya dia sudah dirasuki tiga makhluk “Di antara siswa tidak astral yang jahat,” jelas siswa semuanya punya minat untuk kelas 5B itu. menulis. Ada yang lebih minat menggambar,” tegasnya. Minat Sementara itu, Sabiq menggambar memang tampak di Muhammad Azfa At-Thoriq, beberapa siswa. Salah satunya, siswa kelas 5C ingin menulis Muhammad Bilal Zhafif Izdihar, pengalamannya selama umrah. siswa kelas 5A. “Saya sempat tertidur saat di pesawat dan menangis saat SERIUS: Kak Syaiful Rahman membimbing menyaksikan keindahan Masjid langsung cara menulis yang baik kepada Nabawi. Saya mau menulis siswa SDI Sinar Cendekia. FOTO: dok tentang itu,” kata penulis buku Indahnya Kota Makkah dan Kota Madinah itu. “Selain satu siswa satu buku, kami juga akan menerbitkan antologi. Semua peserta pelatihan diminta menulis tentang tema yang telah ditentukan, lalu akan kami kumpulkan dan kami terbitkan menjadi sebuah buku,” pungkas Cahyani.nSYAIFUL R Majalah Literasi Indonesia| MG

140 BERITA KEGIATAN MG MARET 2019 APRESIASI: Penyerahan hadiah oleh panitia. FOTO: dok SSAC MAN KOTA BATU, Ajang Kompetensi Siswa SMP A da pemandangan (SSAC) MAN Kota Batu. Even yang berbeda di ini diselenggarakan dalam MAN Kota Batu rangka hari amal bakti (HAT) ke- pada Sabtu, 26 73Kemenag. Januari 2019. Sejak sebelum pukul 7.30 WIB, Ada tiga cabang yang halaman sekolah telah dipenuhi diperlombakan. Untuk kompetisi siswa SMP berbusana muslim. sains (science), ada tiga mapel Mereka peserta even science, yang diujikan, yaitu IPA, IPS, sport, and art competition dan Matematika. Pada cabang seni (art), digelar lomba pidato MG | Majalah Literasi Indonesia

BERITA 141 KEGIATAN MG MARET 2019 berbahasa Inggris, MTQ, desain 7 Malang menyatakan bahwa grafis, kaligrafi, cipta dan baca sekolahnya mengirimkan 15 puisi, dan menyanyikan lagu- siswa. “Kami membawa 15 lagu bernuansa islami. Lomba siswa untuk berkompetisi di tenis meja dan catur dimasukkan sini. Motivasi utamanya untuk ke dalam cabang olahraga mengasah kemampuan dan (sport). keberanian siswa. Harapannya semoga membuahkan hasil yang Kepala Kemenang Kota maksimal,” ujar guru bahasa Batu Nawawi membuka acara Inggris itu. pada pukul 7.30 WIB. “Ini ajang yang bagus untuk menyiapkan Slamet Arinta, guru Kesenian generasi yang kompetitif. dari SMP Muhammadiyah 2 Untuk para juri, diharap adil Batu membawa 12 siswa. “Kami dan objektif dalam memberikan mengikutkan dua peserta untuk penilaian, supaya tahu betul setiap lomba yang kami ikuti. kemampuan peserta. Peserta Yaitu, lomba MTQ, baca dan yang layak menang, patut meraih cipta puisi, kaligrafi, pidato, catur, kemenangan,” ungkapnya. dan science. Harapannya sih semoga bisa menang. Kalau bisa Alfiah Nurul Aini, ketua menjadi juara umum,” ujarnya pelaksana menegaskan, kegiatan sambil tersenyum lebar. ini dilakukan untuk memberi kesempatan kepada siswa-siswa Antusiasme untuk meraih SMP agar bisa mengembangkan kemenangan juga datang dari bakat dan minat sesuai peserta. Salah satu peserta kemampuannya. Peserta berasal lomba cipta dan baca puisi dari SMP/MTs se-Jatim. kandungan Alquran dari MTs 1 Muhammadiyah Malang, Cantika “Semua SMP di Kota Batu Nuke Martcelinda, mengaku kami undang, hanya karena ingin memenangi lomba yang waktunya mepet atau karena diikutinya. padatnya kegiatan di sekolah masing-masing, sehingga tidak Hal yang sama juga semua mengirimkan siswanya,” diungkapkan oleh Shanaz, siswa imbuh pengampu bidang studi kelas 8 dari MTs Negeri Batu. bahasa Indonesia di MAN Kota “Saya sudah beberapa kali ikut Batu itu. lomba baca puisi. Insyaallah kali ini saya akan menang lagi,” Sementara itu, Sulistini, katanya optimis. guru pendamping dari MTsN Majalah Literasi Indonesia| MG

142 BERITA KEGIATAN MG MARET 2019 LOMBA: Suasana serius para peserta mengikuti lomba catur dan aktivitas lomba kaligrafi di MAN 2 Kota Batu. FOTO: dok Secara serentak, pada pukul 8.00 kompetisi SSAC dimulai. Dalam satu ruang lomba, rata- rata terdapat 13 peserta yang sedang unjuk kemampuan. Mereka didampingi oleh tiga juri dan dua koordinator lomba. Para pemenang lomba diumumkanlah seusai shalat Duhur. Pengumuman dan penyerahan sertifikat, trofi, serta piala bergilir, dilaksanakan di halaman tempat berlangsungnya acara pembukaan pada pagi harinya. Juara umum untuk ajang SSAC di MAN Kota Batu kali ini diraih oleh MTsN Batu. PUISI: Salah satu peserta kompetisi cipta dan baca puisi sedang beraksi di MAN 2 Kota Batu. FOTO: dok MG | Majalah Literasi Indonesia

BERITA 143 KEGIATAN MG MARET 2019 PELUNCURAN: Lima guru SMA Negeri 15 Surabaya meluncurkan buku karya mereka. FOTO: dok LIMA GURU SMA NEGERI 15 SURABAYA LUNCURKAN BUKU G uru di zaman menyita waktu, tenaga, dan sekarang pikiran. Belum lagi tuntutan menghadapi pengembangan diri agar berbagai tantangan. menjadi guru yang berkualitas Selain mengajar dan dan mengikuti zaman. Namun, mendidik, guru juga memiliki berbagai kesibukan yang tugas administratif yang cukup memadati guru itu tidak Majalah Literasi Indonesia| MG

144 BERITA KEGIATAN MG MARET 2019 menyurutkan lima guru SMA BAHAGIA: Para siswa dan guru SMA Negeri Negeri 15 Surabaya untuk tetap 15 Surabaya saat peluncurkan lima buku berkarya. baru karya guru mereka. FOTO: dok Pada 8 Oktober 2018 di Indonesia dan Matematika MEA, lapangan basket sekolah, lima dan Dewi Nurmalasari dengan guru itu meluncurkan buku buku berjudul Cara Mudah karya mereka sendiri. Usaha Membuat Siswa Move On Belajar mereka untuk menghasilkan Kimia dan Mencari Ide Baru karya dan menyukseskan Melalui Proyek Kimia. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) mendapat sambutan baik dari Sebelum apel berakhir, salah pihak sekolah. Kepala Sekolah, satu guru penulis memberikan Johanes Mardijono menyatakan, buku kepada pihak perpustakaan “Saya sangat mendukung usaha sekolah dan lima muridnya, yaitu guru-guru untuk berkarya dan bisa Marshanda (XI MIA-1), Dewi menjadi contoh yang baik untuk Muthi’ah (XI MIA-5), Nadya murid-murid. Dengan contoh yang (XII IIS-2), Hardito (XII IIS-1), nyata dari guru, murid akan mudah dan Arina Haqqi (XII MIA-6). terinspirasi dan bersemangat Harapannya, pemberian buku untuk berkarya.” ini dapat membangkitkan minat baca murid dan menginspirasi Sebagai bentuk apresiasi, mereka untuk berkarya. n sekolah menyelenggarakan apel pagi khusus para guru Reportase Dwi Arianti, M.Pd. yang menghasilkan karya dan (Guru Bahasa Inggris SMAN 15 Surabaya) beberapa murid yang berprestasi. Lima guru yang mendapatkan apresiasi tersebut adalah Dwi Arianti dengan buku berjudul Karena Jaran Goyang dan 3 Alinea Cinta: Kisah Pengalaman, Yuniati Lusasi dengan buku berjudul Kimia, Siapa Takut?, Nurmalahayati dengan buku berjudul Guru (Harus) ke Luar Negeri!, Ulin Yudhawati dengan buku berjudul Membumikan Ruh Batik Wujud Cinta Tanah Air MG | Majalah Literasi Indonesia

BERITA 145 KEGIATAN MG MARET 2019 FARIH SABET DUA JUARA SEKALIGUS Senyum bahagia ilmiah sekolah dasar 2017. Dua terpancar dari wajah lomba tersebut berskala tingkat Ahmad Farih Akiela nasional. Arifa. Siswa kelas 5G Madrasah Ibtidaiyah Pada kategori lomba menulis Pembangunan UIN Jakarta itu cerita, Farih berhasil dengan berhasil menyabet dua juara nilai tertinggi, mengungguli sekaligus dalam ajang lomba Naila Rasendriya dari SD Al- menulis yang diselenggarakan Azhar Syifa Budi Surakarta dan oleh Sekretariat Nasional Satuan Revaluna Haifa Qonita dari SDI Pendidikan Aman Bencana Cikal Harapan. Masing-masing (SPAB) dan Direktorat Jenderal menjadi juara 2 dan juara 3. Dikdasmen Kemendikbud RI. Penyerahan penghargaan Sementara itu, pada diselenggarakan di The Rich lomba menulis artikel ilmiah, Jogja Hotel, Jogjakarta, pada Farih menulis artikel berjudul 7—10 September 2017. Membaca itu Asyik dan Penting. Artikel tersebut lolos Farih menjadi juara 1 pada sebagai Kelompok Terbaik II, lomba menulis cerita bertema berada di bawah artikel karya Cerita Sekolahku/Madrasahku Nadya Nurfadhilah dari SDIT Aman dari Bencana dan juara Ar-Rahmah Makasar sebagai 2 pada lomba penulisan artikel Kelompok Terbaik I. Farih mengaku sangat Majalah Literasi Indonesia| MG

146 BERITA KEGIATAN MG MARET 2019 PENGHARGAAN: Farih dan Kepala Sekolah saat menerima penghargaan. FOTO: dok MG | Majalah Literasi Indonesia

BERITA 147 KEGIATAN MG MARET 2019 senang dapat meraih juara dalam lomba menulis tingkat nasional tersebut. “Pokoknya harus banyak baca agar bisa menulis,” ungkap Farih saat ditanya triknya menulis. Dukungan Keluarga langganannya adalah Periplus, Keberhasilan Farih dalam Gramedia, dan Kinokuniya. lomba menulis bukan datang Ketika tinggal di Jepang tiba-tiba. Farih mendapat bersama orang tuanya, Farih dukungan penuh orang tuanya. sering jalan-jalan ke toko Apalagi, ibu Farih, Farah Hidayati barang bekas atau book off seorang penulis dan ayahnya, untuk membeli buku-buku Ahmad Arif, seorang jurnalis. bekas. Setelah kembali ke Indonesia, selain membeli buku Sejak kecil, Farih sudah di toko buku, Farih juga biasa gemar membaca. Dalam pergi ke perpustakaan umum Membaca itu Asyik dan Penting, Kementerian Pendidikan dan Farih bercerita, buku bacaan Kebudayaan RI di Senayan dan pertama dikenalkan ibunya Perspustakaan Nasional di Jalan berjudul Victor Gets Dressed. Merdeka, Jakarta.n Buku itu hadiah dari ayahnya sebagai oleh-oleh dari Hong Reportase: Upit Sarimanah, Kong. Saat itu Farih masih M.Pd. (Guru Madrasah berusia 1,5 tahun. Ibtidaiyah Pembangunan UIN Jakarta) “Hingga saat ini, buku itu disimpan di rumah dan masih dalam kondisi baik. Nanti buku itu akan saya hadiahkan untuk adik,” kenangnya penuh semangat. Farih juga bercerita bahwa di rumahnya ia memiliki banyak buku. Kalau mau beli buku, orang tua Farih pasti membelikan. Tapi, kalau mau beli mainan, pasti dibatasi. Toko buku Majalah Literasi Indonesia| MG

148 BERITA KEGIATAN MG MARET 2019 1.000 SISWA SMPN1 TEMBILAHAN IKUTI TRAINING TRAINING: Seribu siswa SMPN 1 Tembilahan mengikuti training motivasi membentuk karakter dan semihypnoterapi (kiri). Para guru dan trainer foto bersama usai kegiatan training motivasi. FOTO: dok Di tengah maraknya Winner Institute Purwokerto, dampak negatif Jawa Tengah untuk menggelar perkembangan training motivasi membentuk teknologi informasi karakter dan semihypnoterapi. dan degradasi Kegiatan yang dilaksanakan moral, SMPN 1 Tembilahan pada Senin, 22 Januari 2018, terus berupaya membentengi di Gedung Tasik Gemilang ini siswa-siswinya. Salah satu dihadiri oleh seribu siswa-siswi langkah yang ditempuh adalah SMPN 1 Tembilahan. kerja sama antara SMPN 1 Tembilahan dengan The Kepala SMPN 1 Tembilahan, Haryati, menyatakan bahwa MG | Majalah Literasi Indonesia

BERITA 149 KEGIATAN MG MARET 2019 pelatihan ini penting bagi seluruh setelah pelatihan, siswa bisa siswa. “Maraknya pengaruh lebih terbuka sehingga para negatif teknologi, kenakalan guru mengetahui kondisi yang remaja, mulai menipisya etika, dihadapi siswa. dan tergerusnya nilai-nilai moral dan spiritual adalah alasan Kegiatan ini dihadiri oleh utama kegiatan ini diadakan,” dua orang narasumber dan tegasnya. mentor. Mereka adalah Subur Putra, pimpinan The Winner Kegiatan ini bukan sekadar Institute, dan Muhammad Ali, pelatihan motivasi, namun guru termuda yang kehadirannya ada terapi fisik dan otak yang menambah antusias siswa. bermanfaat untuk melatih Selain itu, hadir pula perwakilan pemusatan perhatian siswa, orang tua siswa dan para guru. n fokus dalam belajar, serta melatih kejujuran dan keberanian Reportase: Devi Kurnia Fitra, S.Pd. siswa untuk mengakui (Guru SMP Negeri 1 Tembilahan) kesalahan. Harapannya, BERSAMA: Para guru dan trainer foto bersama usai kegiatan training motivasi. FOTO: dok Majalah Literasi Indonesia| MG

150 BERITA KEGIATAN MG MARET 2019 Februari 2019, Kota Bukittinggi Resmi Punya Forum Penulis Gerakan literasi di Kota mengunggah foto-foto para guru Bukittinggi terus penulis di media sosial, Kepala bergeliat. Hal itu Dinas Pendidikan Bukittinggi dibuktikan dengan Melfi, juga melaporkan aktivitas lahirnya Forum Penulis guru penulis itu kepada Wali Kota Hebat Kota Bukittinggi. Bukittinggi Ramlan Nurmatias. “Sebagai wujud nyata Alhasil, pada Desember 2017, kinerja Forum Penulis Hebat diselenggarakanlah pertemuan Kota Bukittinggi, setiap anggota antara guru-guru penulis dengan membuat cerita bertema Wakil Wali Kota Bukittinggi. pendidikan. Cerita yang akan diterbitkan dalam bentuk antologi Dari hasil pertemuan itu itu akan diluncurkan pada Februari tercatat, di Bukittinggi telah 2019,” jelas Sofia Marhenis, ketua terdapat 80 guru penulis. Mereka 2 Forum Penulis Hebat Kota telah menerbitkan buku di Bukittinggi. berbagai penerbit. Salah satunya Sofia menceritakan, di Pustaka MediaGuru. lahirnya forum ini dimulai dari keikutsertaan guru-guru dari “Setelah pertemuan itu, kami Kota Bukittinggi ke Hari Guru membentuk Forum Penulis Hebat Nasional (HGN) 2017 di Jakarta Kota Bukittinggi. Gantino Habibi yang diselenggarakan bersama terpilih sebagai ketua umum, MediaGuru. “Setelah kami laporan Sofia Marni sebagai ketua 1, dan ke kepala dinas pendidikan, Sofia Marhenis sebagai ketua 2,” ternyata kami mendapat apresiasi pungkasnya. yang luar biasa,” tandas penulis yang telah menerbitkan beberapa Selain itu, Kepala Dinas buku di MediaGuru tersebut. Pendidikan Kota Bukittinggi juga Bahkan, tambah Sofia, selain berencana akan menyediakan ruang sekretariat Forum Penulis MG | Majalah Literasi Indonesia Hebat Kota Bukittinggi di Kantor Dinas Pendidikan. nSOFIA MARHENIS


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook