Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore 195040008_R. Rini_SKRIPSI

195040008_R. Rini_SKRIPSI

Published by rdnrinii12, 2023-08-12 07:21:38

Description: 195040008_R. Rini_SKRIPSI

Search

Read the Text Version

["36 T3R3 T1R4 T4R4 T5R4 Keterangan : KRn : Kontrol, Pengulangan ke-n TnRn : Perlakuan ke-n, Pengulangan ke-n C. Subjek dan Objek Penelitian Subjek penelitian merupakan sesuatu yang akan diteliti oleh peneliti serta dapat disimpulkan hasil penelitiannya. Sedangkan objek penelitian merupakan sesuatu yang dijadikan sebagai kefokusan dalam sebuah penelitian. 1. Subjek Penelitian Terdapat bebrapa batasan penelitian dimana peneliti dapat menentukan dengan sesuatu untuk menyatakan variabel penelitian (Suharsimi Arikunto, 2010). Subjek dari penelitian kali ini yaitu eco enzyme yang digunakan berguna dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L). 2. Objek Penelitian Objek dari penelitian kali ini yaitu laju pertumbuhan tanaman selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) yang diberikan nutrisi eco enzyme 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan nutrisi AB Mix. Dengan parameter yang di ukur yaitu tinggi tanaman (cm), berat tanaman (gr) dan jumlah daun dari tanaman. 3. Lokasi Penelitian Lokasi peneIitian dilakukan di Kp. Ciharashas RT\/RW. 001\/004 Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat, Jawa Barat. Gambar 3. 1 Lokasi Penelitian Sumber : Google Maps","37 4. Penetapan Populasi Objek dan subjek yang memiliki karakteristik dan kualitas tertentu sudah ditetapkan peneliti sebagai wilayah dari suati kelompok yang akan dipahami yang kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi pada penelitian ini yaitu tanaman selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) yang diberi eco enzyme dan ditanam dengan teknik hidroponik. 5. Penetapan Sampel Sampel dari penelitian adalah bagian dari sejumlah populasi yang digunakan dalam penelitian. Populasi yang mewakili dan validlah yang dapat dijadikan sampel, agara peneliti dapat mengukur sesuatu yang seharusnya diukur. Sampel yang digunakan pada penelitian ini di sesuaikan dengan perhitungan S = T x R. S=TxR S=6x4 S = 24 sampel tanaman selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L). Keterangan : S = Sampel T = Perlakuan R = Pengulangan 6. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 6 bulan. Dengan kegiatan awal yang dilakukan yaitu pembuatan eco-enzyme, mulai dari pengumpulan alat dan bahan hingga melakukan proses fermentasi selama 3 bulan dari bulan November 2022 -Januari 2023. Dilanjutkan dengan uji coba, pemberian nutrisi eco-enzyme pada tanaman selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) yang akan di lakukan selama satu bulan dengan mengamati beberapa parameter yang akan di ukur, hingga kegiatan terakhir yaitu tahapan pelaporan penelitian. D. Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian 1. Teknik Pengumpulan Data","38 Teknik pengumpulan data merupakan teknik yang dilakukan untuk pengumpulan data dengan cara mengamati atau mengukur subjek yang akan diteliti. Data yang akan diamati dan diukur yaitu data utama dan data penunjang penelitian. Teknik pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan beberapa teknik seperti : a. Data Utama Data utama merupakan data yang diperoleh dari kegiatan penelitian. Teknik yang digunakan pada pengukuran pertumbuhan tanaman selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) yaitu teknik observasi. Teknik ini dilakukan dengan cara mengamati secara langung objek penelitian dengan manual. Teknik pengukuran data yang akan diukur pada penelitian kali ini yaitu : Pertumbuhan Selada Merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) yang diberi eco enzyme dan yang tidak diberi eco enzyme. Dalam menentukan pertumbuhan selada merah dapat diukur dengan manual yaitu dengan menggunakan alat ukur berupa penggaris. Untuk menentukan berat dari tanaman selada merah ini dapat ditimbang dengan menggunakan timbangan dengan satuan berat gram, dan jumlah daun yang dapat dihitung. b. Data Penunjang Data penunjang merupakan pengukuran faktor klimatik yang didapatkan dilokasi penelitian. Pengukuran data penunjang ini dilakukan pada saat proses penelitian berlangsung. Parameter yang diukur pada unsur yaitu : 1) Pengukuran pH Air Pengukuran pH air merupakan cara untuk mengetahui tingkat keasaman atau basa dalam suatu cairan. Keadaan pH pada air nutrisi harus selalu dipantau secara berkala, pH untuk selada berada pada kisaran 5,5 sampai dengan 6,5 (Simanjuntak et al., 2020). 2) Intensitas Cahaya","39 Pengukuran intensitas cahaya merupakan indikator yang menunjukkan intensitas cahaya pada lingkungan penelitian. Alat yang digunakan dalam pengukuran intensitas cahaya dapat menggunakan lux meter. 3) Kelembapan Udara Pengukuran kelembaban udara merupakan indikator yang digunakan dalam mengukur kelembaban basah pada lingkungan penelitian. Alat yang digukan dalam pengukuran kelembaban yaitu dengan menggunakan hygrometer. 4) Pengukuran suhu air Pengukuran suhu air dilakukan setiap hari dengan menggunakan thermometer yang dimasukkan dalam air. 5) Pengukuran ppm air Pengukuran ppm ini dilakukan setiap hari menggunakan alat TDS meter. Nutrisi yang optimal pada tanaman selada adalah 560-840 PPM (Wati & Sholihah, 2021). 2. Instrumen Penelitian a. Jadwal Pengumpulan Data Jadwal pengumpulan data yang pada penelitian kali ini yaitu 7 hari sekali setelah semai dengan jangka waktu selama 35 hari. Dalam menentukan waktu pengamatan selama 7 hari sekali diharapkan telah terdapat perubahan yang signifikan pada pertumbuhan tanaman selada merah. b. Rancangan Tabel Pengumpulan Data Rancangan tabel pengumpulan data ini yaitu dengan melakukan pencatatan pertumbuhan tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa var. Crispa L), hal ini dilakukan untuk mengetahui parameter utama dan parameter penunjang pada pertumbuhan tanaman selada merah yang dilakukan dengan 6x perlakuan dan 4x pengulangan. Data hasil yang dilampirkan di bawah ini","Tabel 3. 2 Pengam No Percobaan Hari\/ Foto 5% \/1 liter air 10% \/1 ke- Tanggal TBJ TB 11 22 33 44 Total Rata-rata Keterangan: T = tinggi tanaman B = berat tanaman J = jumlah helai daun","40 matan Data Utama 20% \/1 liter air 25% \/1 liter air AB Mix TB J TBJ K Eco enzyme 1 liter air 15% \/1 liter air T BJ B J TB J","41 Tabel 3. 3 Pengamatan Data Penunjang Hari\/ Tanggal No Perlakuan Data Minggu Minggu Minggu Minggu Rata-Rata ke-1 ke-2 ke-3 ke-4 pH air 1 T1 (5%) PPM air Suhu udara Kelembapan udara pH air 2 T2 (10%) PPM air Suhu udara Kelembapan udara pH air 3 T3 (15%) PPM air Suhu udara Kelembapan udara pH air 4 T4 (20%) PPM air Suhu udara Kelembapan udara pH air 5 T5 (25%) PPM air Suhu udara Kelembapan udara pH air 6 K (AB Mix) PPM air Suhu udara Kelembapan udara E. Teknik Analisis Data Teknik analisis data merupakan teknik analisis pengumpulan data dengan melakukan uji normalitas dan uji homogenitas, selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA lalu diolah dengan uji rata-rata menggunakan aplikasi SPSS. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah adanya perbandingan dari hasil tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) yang diberikan nutrisi eco-enzym limbah kulit buah-buahan dan yang tidak diberi nutrisi eco- enzyme. a. Uji Normalitas Uji normalitas merupakan uji yang paling sederhana yaitu dengan membuat grafik distribusi frekuensi terhadap hasil analisis data yang didapat. Uji normalitas ini dapat menggunakan aplikasi IBM SPSS statistic. Uji normalitas dapat melihat tabel Kolmogorov-Smirnov ataupun Saphiro Wilk dengan ketentuan jika nilai signifikasi lebih dari 0,05 maka data berdistribusi","42 normal. Penelitian ini lebih akurat dengan menggunakan tabel Shapiro Wilk karena sampel data yang digunakan kurang dari 50. b. Uji Homogenitas Uji homogenitas berfungsi untuk mengetahui sama atau tidaknya varian dari populasi yang ada dilokasi penelitian. Uji tersebut dilakukan untuk menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang terjadi pada uji statistik parametrik seperti uji T dan Uji Anova (Usmadi. 2020, Hlm 51). c. Uji ANOVA (Analysis of variance) Uji ANOVA merupakan uji hipotesis statistik yang dimana dapat menghasilkan data yang didapatkan dari penelitian. Jika hasil dari uji Anova menunjukkan hipotesis nol memiliki arti bahwa data berasal dari simple random dari populasi yang sama sehingga memiliki ekspektasi mean dan varians yang sama. (Rahmawati et al., n.d.). d. Uji Duncan Uji duncan merupakan uji lanjutan bertujuan untuk mengetahui nilai tengah yang memiliki nilai sama, nilai tengah yang tidak bernilai sama ketika dilakukan uji homogenitas. Uji ini dapat menentukan perlakuan mana saja yang berbeda signifikan melalui nilai tengah dengan uji Duncan taraf 0,05. F. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian menjelaskan prosedur aktivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pencatatan laporan hasil penelitian. Terdapat beberapa tahapan yang akan dilakukan yaitu : 1. Tahap Perencanaan Kegiatan berisikan tahapan awal kegiatan penelitian. Tahapan yang akan dilakukan yaitu : a. Tahap Perencanaan Penelitian a) Menentukan lokasi penelitian sebagai tempat untuk melakukan eksperimen pada tanaman selada merah. b) Menyiapkan alat dan bahan untuk membuat eco-enzyme. c) Melakukan pembuatan eco-enzyme sebagai nutrisi tambahan bagi tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa var. Crispa L).","43 d) Penyusunan Proposal Penelitian e) Mengikuti kegiatan seminar proposal f) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam penelitian. b. Alat dan Bahan Pembuatan eco enzyme Alat dan bahan merupakan perlengapan yang akan digunakan dalam pembuatan eco-enzyme yang disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut : Tabel 3. 4 Alat dan Bahan Pembuatan Eco Enzyme No Alat dan Bahan Spesifikasi Jumlah Kegunaan 1 Limbah kulit buah- Kulit buah naga, kulit 3 kg Sebagai bahan dalam pembuatan buahan pisang, kulit mangga, eco enzyme dan kulit jeruk 2 Gula merah Gula 1 kg Sebagai sumber makanan mikroba 3 Air Cair 10 liter Sebagai pelarut gula 4 Pisau Stainless 1 buah Pemotong limbah buah 5 Talenan Kayu 1 buah Alas memotong limbah buah 6 Ember bekas Plastic 1 buah Tempat fermentasi eco enzyme b. Prosedur Pembuatan eco enzyme Proses produksi eco enzyme sangat sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan yang sederhana dan ada di sekitar kita sehingga setiap orang dapat membuatnya dengan perbandingan 1:3:10 (Tioner Purba, 2022). Dengan prosedur seperti : a) Menyiapkan alat dan bahan yang di butuhkan b) Memasukkan 3kg limbah kulit buah-buahan , 1 kg gula merah dan 10 liter air mineral ke dalam galon bekas yang sudah di siapkan; c) Mengaduk semua larutan hingga tercampur merata; d) Lalu tutup rapat hingga tidak ada lubang udara yang tersisa; e) Melakukan fermentasi dalam kurun waktu 3 bulan;","44 f) Pada fermentasi hari pertama s\/d hari ketujuh gas yang ada di dalam galon tersebut harus dibuang supaya tidak menyebabkan adanya ledakan. g) Fermentasi eco enzyme harus disimpan pada tempat yang tidak terpapar sinar matahari. h) Hasil akhir dari eco enzyme dapat dijadikan sebagai nutrisi tambahan bagi tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa var. Crispa L). 2. Tahap Pelaksanaan Kegiatan inti merupakan tahapan utama yang akan dilakukan pada penelitian dalam menguji efekivitas eco-enzyme limbah kulit buah-buahan terhadap pertumbuhan tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) dengan menggunakan teknik hidroponik. a. Alat dan Bahan Penelitian Tabel 3. 5 Alat Penelitian No Nama Alat Spesifikasi Jumlah Kegunaan 1 Baki atau nampan Plastik 2 Tempat atau wadah penelitian hidroponik 2 Botol plastik ukuran Plastic 24 buah Tempat pot tanaman 1,5 liter 3 Kain flannel Kain 24 helai Sebagai penyerap\/ penghubung nutrisi ke tanaman 4 Hygrometer Alumunium 1 buah Untuk mengukur kelembapan 5 TDS meter Stainless steel 1 buah Untuk mengukur PPM AB mix dan suhu air 6 Rockwool Serat 24 potong Media tanam 7 Gelas ukur 100 ml Plastik 1 buah Untuk mengukur air eco enzyme 8 Kertas label Kertas 1 lembar Untuk memberi tanda pada sampel 9 Tray penyemaian Plastik 1 buah Tempat penyemaian bibit bibit 10 Timbangan Stainless steel 1 buah Untuk menimbang berat (g) tanaman selada merah","45 No Nama Alat Spesifikasi Jumlah Kegunaan 11 Pipet tetes Plastik 12 Meteran\/ penggaris Plastik 1 buah Untuk memindahkan bahan 13 Suntikan Plastic 1 buah Untuk mengukur tinggi tanaman 14 Plastik UV Plastik 2 buah Untuk memindahkan bahan 15 Paranet \/ shading net Nylon\/plastik 16 Paku Besi 2 x 2 meter Sebagai greenhouse untuk 17 Kayu Kayu melindungi tanaman selada merah dari paparan sinar matahari 18 pH meter Plastik 4 x 2 meter Melindungi tanaman binatang 50 buah Merekatkan kerangka kayu 25 meter Sebagai kerangka greenhouse tempat penelitian. 1 buah Untuk mengukur asam-basa suatu larutan Tabel 3. 6 Bahan Penelitian No Nama Bahan Jumlah Spesifikasi 1 Bibit Selada Merah 50 bibit Sebagai subyek penelitian 2 Eco enzyme buah-buahan 15 liter Sebagai pupuk organic cair yang sudah di fermentasi selama 3 bulan untuk selada merah 3 Pupuk AB mix 500 ml Sebagai pupuk cair untuk selada merah b. Prosedur persiapan penelitian Penelitiaan bertempat di luar rumah dengan menggunakan kayu sebagai kerangka, plastik UV 2 x 2 meter, paranet 4 x 2 meter, dan paku. Tempat penelitian memiliki panjang 1 m, lebar 1 m dan tinggi 2 m. Di dalamnya, terdapat meja dengan tinggi 1 meter. Meja tersebut digunakan sebagai tempat untuk untuk melaksanakan penelitian. Langkah-langkah penelitian, sebagai berikut : a) Menyiapkan botol aqua bekas sebanyak yang diperlukan pada penelitian, lalu potong pada bagian atasnya;","46 b) Melakukan pengenceran cairan nutrisi eco enzyme sesuai dengan persentase yang akan di uji coba; c) Merendam benih tanaman selada merah dengan menggunakan air hangat sehingga dapat mempercepat proses perkecambahan; d) Melakukan penyemaian tanaman selada merah dengan menggunakan media tanam rockwool. e) Setelah usia tanaman selada merah 3-7 hari setelah semai (HSS), tanaman benih tanaman selada merah sudah siap untuk dipindah tanam. c. Uji laboratorium eco enzyme Uji laboratorium eco enzyme ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dalam nutrisi eco enzyme seperti kandungan Nitrogen (N), Phosfor (P), dan Kalium (K). NPK sangat bermanfaat bagi pertumbuhan selada merah, sehingga dilakukan uji laboratorium eco enzyme dari kulit buah-buahan. d. Penyemaian bibit selada merah a) Menyiapkan alat dan bahan yaitu rockwool, tray penyemaian bibit, biji selada merah, dan air b) Melubangi rockwool dan simpan di wadah tray c) Masukkan biji selada merah ke dalam rockwool yang sudah dilubangi d) Basahi rockwool secukupnya (tidak terlalu basah atau kering) e) Tunggu 3 hari untuk perkecambahan selada f) Cek secara berkala agar rockwool tetap lembap g) Pemindahan bibit dilakukan ketika bibit sudah berjumlah 3 daun e. Prosedur Uji Efektivitas eco-enzyme pada tanaman selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) a) Melakukan uji laboratorium terhadap cairan nutrisi eco enzyme b) Melakukan pengenceran nutrisi eco-enzyme dengan menggunakan air","47 c) Mengukur ppm terlarut dengan menggunakan TDS meter terhadap nutrisi AB-Mix yang di tambah eco enzyme dengan nutris yang hanaya menggunakan nutrisi AB-Mix saja. d) Lalu nutrisi tersebut dimasukkan kedalam botol yang sudah menggunakan label. e) Memindahkan bibit tanaman selada merah kedalam netpot dengan usia 5 hari setelah semai (HSS), lalu disimpan pada botol yang berisi nutrisi. f) Melakukan observasi dan pencatatan selama 7 hari sekali. g) Mengumpulkan data yang diperoleh. f. Pemanenan selada merah Selada merah dipanen ketika sudah berumur 30-35 hari, panen baiknya dilakukan saat sore hari agar selada merah tidak cepat layu atau rusak. Pemanenan dilakukan dengan cara mengangkat selada merah dari sistem hidroponik, lalu bersihkan dari kotoran, selanjutnya buang rockwool yang menempel pada selada. Setelah panen, selada merah diukur tinggi (cm) dengan menggunakan penggaris\/meteran, menimbang berat (gr) menggunakan timbangan, dan menghitung jumlah daun yang dihasilkan. Catat hasil pada table instrument data utama. 3. Tahap Pelaporan Penelitian Tahap ini merupakan tahap akhir dari kegiatan penelitian yaitu dengan cara mengolah hasil data yang didapatkan selama penelitian, kemudian dianalisis untuk mengetahui hipotesis dari efektivitas eco enzyme limbah kulit buah-buahan pada pertumbuhan tanaman selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) dengan teknik hidroponik. Serta menyusun laporan penelitian skripsi dari hasil observasi yang telah dilaksanakan.","48 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan batasan masalah pada bab sebelumnya penelitian ini menggunakan parameter yang dilihat dari jumlah daun, tinggi daun, dan berat tanaman selada merah (Lactuca sativa var. Crispa L) dengan pertumbuhan selama 30 hari hingga panen, dilakukan dalam 4 kali pengulangan. Parameter tersebut bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pada pertumbuhan tanaman selada merah yang diberi perlakuan eco enzyme dengan konsentrasi yang berbeda. Data dari parameter tersebut diolah menggunakan analisis data statistic Uji Normalitas, Uji Homogenitas, dan Uji ANOVA (Analysis of Variance). Penelitian ini dilakukan di Greenhouse berlokasi di Kp. Ciharashas RT 01 RW 04 Desa Margajaya Kec. Ngamprah Kab. Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan 24 bibit selada merah yang disemai selama 14 hari. Selada merah dapat dipindah tanam ketika sudah terdapat 2-3 lembar helai daun. Lama tidaknya waktu penyemaian bibit ini ditentukan oleh pengaruh nutrisi yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman selada merah (Lactuca sativa var. Crispa L) yang menggunakan beberapa konsentrasi eco-enzyme mengalami perbedaan yang signifikan terhadap parameter yang telah ditentukan yaitu tinggi daun, berat daun, dan jumlah daun. Hasil pengamatan dari penelitian dapat dilihat pada gambar di bawah ini :","49 Gambar 4. 1 Hasil Perlakuan 1 Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2023 Gambar 4. 2 Hasil Penelitian 2 Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2023 Gambar 4. 3 Hasil Penelitian 3 Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2023 Gambar 4. 4 Hasil Penelitian 4 Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2023 Perbedaan pertumbuhan tersebut ditunjukkan pada penjelasan dibawah ini: 1. Data Utama","50 Data utama merupakan data yang diperoleh dari penelitian yang dilaksanakan selama 30 hari dengan parameter yang diukur seperti tinggi, berat, dan jumlah daun pada tanaman selada merah (Lactuca Sativa Var. Crispa L) a. Tinggi Tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa Var. Crispa L) Data yang digunakan dalam parameter tinggi ini yaitu perbedaan tinggi tanaman selada merah (Lactuca sativa var. Crispa L) yang dihasilkan dari berbagai macam penggunaan konsentrasi eco enzyme. Parameter ini diukur dengan menggunakan penggaris. Didapatkan hasil sebagai berikut : 1) Tabel Tinggi Tanaman Selada Merah Dilihat pada Tabel 4.1. dapat diketahui bahwa pertumbuhan tinggi tanaman selada merah menunjukkan adanya perbedaan dari masing- masing konsentrasi. Perbedaan pertumbuhan terhadap tinggi tanaman selada merah ini dikarenakan oleh pemberian konsentrasi yang cukup sesuai kebutuhan tanaman selada merah. Adanya perbedaan pertumbuhan terhadap tinggi tanaman selaada merah ini dikarenakan oleh tercukupinya faktor unsur hara P dalam nutrisi untuk membantu tanaman dalam membentuk sel baru pada jaringan yang sedang tumbuh serta memperkuat batang. Tabel 4. 1 Hasil Tinggi Tanaman Perlakuan Hasil Rata- Rata T1 (5%) R1 20 T2 (10%) R2 21 20 T3 (15%) R3 19 T4 (20%) R4 20 18 R1 17 R2 18 17,75 R3 20 R4 17 17,25 R1 19 R2 19 R3 16 R4 17 R1 16 R2 18 R3 17","51 Perlakuan Hasil Rata- Rata T5 (25%) R4 18 R1 17 17 R2 15 R3 20 19,75 R4 16 R1 19 20 K (AB Mix) R2 19 R3 21 R4 Keterangan : T = Treatment (perlakuan eksperimen) eco enzyme dari berbagai konsetrasi K = Kontrol (perlakuan kontrol) dengan AB Mix R = Pengulangan 2) Grafik Tinggi Tanaman Selada Merah Pertambahan tinggi tanaman merupakan proses fisiologi dimana sel melakukan pembelahan, pada proses pembelahan inilah tanaman memerlukan unsur hara esensial dalam jumlah yang cukup untuk diserap tanaman melalui akar. Berdasarkan pada gambar grafik tinggi batang dapat diketahui rata-rata tinggi selada merah pada setiap perlakuannya. Hasil pertumbuhan tinggi selada merah terbaik berdasarkan hasil dari pengamatan akhir terdapat pada T1 yaitu eco enzyme konsentrasi 5% dengan rata-rata tinggi selada merah 20 cm, sedangkan tinggi pertumbuhan paling rendah terdapat pada T5 yaitu eco enzyme konsentrasi 25% dengan rata-rata tinggi 17 cm.","52 Rata-Rata Tinggi Selada Merah Tinggi Selada Merah 21 19.75 20 20 19 18 17.75 18 17.25 17 17 16 15 T1 (5%) T2 (10%) T3 (15%) T4 (20%) T5 (25%) K (ab mix) Konsentrasi eco-enzyme Rata-Rata Grafik 4. 1 Hasil Tinggi Selada Merah Keterangan : T = Treatment (perlakuan eksperimen) eco enzyme dari berbagai konsetrasi K = Kontrol (perlakuan kontrol) dengan AB Mix R = Pengulangan 3) Uji Normalitas Tanaman Selada Merah Uji Nornalitas adalah sebuah uji yang bertujuan untuk menentukan sebaran data pada sebuah kelompok data, dan melihat sebaran data tersebut telah terdistribusi normal atau terdistribusi tidak normal (Siregar, 2015:49). a) Jika nilai sig > 0.05, data dinyatakan berdistribusi normal. b) Jika nilai sig < 0.05, data dinyatakan berdistribusi tidak normal. Tabel 4. 2 Uji Normalitas Tinggi Selada Merah Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Perlakuan Statistic df Sig. Statistic Df Sig. T1 .683 Tinggi T2 .250 4 . .945 4 .161 .260 4 . .827 4","T3 .298 4 . .849 53 T4 .283 4 . .863 T5 .250 4 . .927 4 .224 K1 .283 4 . .863 4 .272 a. Lilliefors Significance Correction 4 .577 4 .272 Pada hasil data uji normalitas untuk parameter tinggi selada merah yang telah dilakukan menunjukkan hasil data dengan nilai sig T1 (5%) 0.683 > 0.05, T2 (10%) 0.161 > 0.05, T3 (15%) 0.224 > 0.05, T4 (20%) 0.272 > 0.05, T5 (25%) 0.577 > 0.05, dan K dengan nilai sig 0.272 > 0.05. Dari hasil data tersebut menyatakan bahwa semua data pada masing- masing konsentrasi telah berdistribusi dengan normal. 4) Uji Homogenitas Tinggi Tanaman Selada Merah Uji homogenitas merupakan sebuah uji statistic yang dibutuhkan dalam uji parametrik untuk menilai adanya perbedaan dua atau lebih kelompok dan sampel yang diambil dari variansi-variansi sama (Widiyanto, 210:51). Berikut pedoman pengambilan keputusan uji homogenitas : a) Jika nilai signifikansi < 0.05, maka dapat dinyatakan bahwa vaians dari dua atau lebih kelompok populasi data adalah tidak sama (tidak homogen). b) Jika nilai signifikansi > 0.05. maka dapat dinyatakan bahwa varians dari dua atau lebih kelompok populasi data adalah sama (homogen). Tabel 4. 3 Uji Homogenitas Tinggi Selada Merah Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic df1 df2 Sig. 18 .432 Tinggi Based on Mean 1.026 5 18 .567 .578 Based on Median .796 5 9.440 .434 Based on Median and with .796 5 18 adjusted df Based on trimmed mean 1.023 5","54 Dilihat dari hasil data homogenitas pada Tabel 4.3 diatas menyatakan bahwa pada parameter tinggi tanaman selada merah menunjukkan nilai sig 0.432 > 0.05 yang berarti varians dari kelompok data tersebut sama atau dapat dikatakan homogen. 5) Uji ANOVA Tinggi Tanaman Selada Merah Uji Anova merupakan metode uji hipotesis statistic untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata antara lebih dari dua kelompok sampel (Ilhamzen, 2013). Berikut pedoman dalam pengambilan keputusan : a) Jika nilai sig > 0.05, maka H0 diterima, H1 ditolak. b) Jika nilai sig < 0.05, maka H0 ditolak, H1 diterima. Tabel 4. 4 Uji ANOVA Tinggi Selada Merah ANOVA Tinggi Sum of Squares df Mean Square F Sig. 32.708 5 6.542 3.438 .024 Between Groups 34.250 Within Groups 66.958 18 1.903 Total 23 Berdasarkan hasil uji anova pada Tabel 4.4 diatas menyatakan bahwa dalam parameter tinggi tanaman selada merah menunjukkan nilai sig 0.024 < 0.05 yang memiliki arti dalam hasil tersebut adalah H0 ditolak dan H1 diterima. Terdapatnya efektifitas dan perbedaan laju pertumbuhan pada tanaman selada merah dari tinggi tanaman antara berbagai macam konsentrasi yang diberikan. 6) Uji Duncan Tinggi Tanaman Selada Merah Uji Duncan adalah uji yang digunakan untuk menentukan nilai tengah dari suatu penelitian. Uji ini dilakukan ketika suatu hasil menolak hipotesis nol. Dengan menggunakan uji Duncan bertaraf 0.05, peneliti dapat menemukan perlakuan mana saja yang tidak signifikan. Tabel 4. 5 Uji Duncan Tinggi Selada Merah","55 Tinggi Waller-Duncana,b Subset for alpha = 0.05 Perlakuan N 1 2 T5 4 17.00 T4 4 17.25 T3 4 17.75 17.75 T2 4 18.00 18.00 K 4 19.75 T1 4 20.00 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 4,000. b. Type 1\/Type 2 Error Seriousness Ratio = 100. Berdasarkan pada Tabel 4.5 menyatakan bahwa pada parameter tinggi selada merah terbentuk 2 subset. Subset 1 terdiri dari perlakuan T5 (25% eco-enzyme) dengan hasil 17.00, perlakuan T4 (20% eco-enzyme) dengan hasil 17.25, T3 (15% eco-enzyme) dengan hasil 17.75, dan T2 (10% eco- enzyme) dengan hasil 18.00. Adapun pada subset 2 terdiri dari perlakuan T2 (10% eco-enzyme), perlakuan K (AB Mix), dan perlakuan T1 (5% eco- enzyme). Dari hasil nilai yang sudah diketahui sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang efektif untuk tinggi selada merah terdapat pada perlakuan dengan konsentrasi sebesar 5% dengan hasil 20.00. b. Berat Tanaman Selada Merah (Lactuca sativa var. Crispa L) 1) Tabel Berat Tanaman Selada Merah Dilihat pada Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa pertumbuhan berat tanaman selada merah menunjukkan adanya perbedaan dari masing-masing konsentrasi. Perbedaan pertumbuhan terhadap berat dikarenakan oleh pemberian konsentrasi cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman selada merah. Penyerapan sinar matahari akan lebih efektif jika tanaman memiliki daun luas dengan menghasilkan banyak fotosintat yang membuat tanaman berfotosintesis lebih baik.","56 Tabel 4. 6 Hasil Berat Selada Merah Perlakuan Hasil Rata- Rata T1 (5%) R1 35,1 34,45 R2 36,3 T2 (10%) R3 25,7 27,2 T3 (15%) R4 40,7 R1 25,9 22,1 T4 (20%) R2 24,3 T5 (25%) R3 27,8 21,7 K (AB Mix) R4 30,8 R1 24,7 20,675 R2 19,9 R3 22,3 30,075 R4 21,5 R1 21,4 R2 19,1 R3 24,3 R4 22 R1 22,5 R2 21,1 R3 18,5 R4 20,6 R1 26,7 R2 24,1 R3 33,1 R4 36,4 Keterangan : T = Treatment (perlakuan eksperimen) eco enzyme dari berbagai konsetrasi K = Kontrol (perlakuan kontrol) dengan AB Mix R = Pengulangan 2) Grafik Berat Tanaman Selada Merah","57 Rata-Rata Berat Selada Merah Berat Selada Merah 40 34.45 27.2 35 30 25 22.1 21.7 20.657 30,075 20 15 10 5 0 T1 (5%) T2 (10%) T3 (15%) T4 (20%) T5 (25%) K (ab mix) Konsentrasi eco-enzyme Rata-Rata Grafik 4. 2 Hasil Berat Selada Merah Keterangan : T = Treatment (perlakuan eksperimen) eco enzyme dari berbagai konsetrasi K = Kontrol (perlakuan kontrol) dengan AB Mix R = Pengulangan Berdasarkan pengamatan penelitian dari efektivitas pemberian eco enzyme dari kulit buah-buahan untuk tanaman selada merah menggunakan teknik hidroponik menunjukkan perbedaan hasil dalam berat daun pada berbagai konsentrasi. Dalam hasil pengamatan berat daun selada merah yang diberi berbagai konsentrasi pada Gambar 4.2 diatas pertumbuhan berat tanaman selada merah terbaik ada pada konsentrasi T1 (5%) dengan rata-rata 34,45 gram, dan berat tanaman yang terendah ada pada kosentrasi T5 (25%) dengan rata-rata berat 20,675 gram. Sedangkan AB Mix sebagai kontrol mendapat rata-rata 30,075 gram. 3) Uji Normalitas Berat Tanaman Selada Merah Uji Nornalitas adalah sebuah uji yang bertujuan untuk menentukan sebaran data pada sebuah kelompok data, dan melihat sebaran data tersebut telah terdistribusi normal atau terdistribusi tidak normal (Siregar, 2015:49). a) Jika nilai sig > 0.05, data dinyatakan berdistribusi normal.","58 b) Jika nilai sig < 0.05, data dinyatakan berdistribusi tidak normal. Tabel 4. 7 Uji Normalitas Berat Selada Merah Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Perlakuan Statistic df Sig. Statistic df Sig. .562 Berat T1 .291 4 . .924 4 .884 .911 T2 .179 4 . .977 4 .142 .857 T3 .210 4 . .982 4 .662 T4 .344 4 . .820 4 T5 .232 4 . .973 4 K1 .224 4 . .941 4 a. Lilliefors Significance Correction Pada hasil data uji normalitas yang telah dilakukan dalam berat daun selada merah menunjukkan hasil data nilai sig pada selada merah dengan konsentrasi 5% 0.562 > 0.05 yang menyatakan bahwa data tersebut sudah berdistribusi normal. 4) Uji Homogenitas Berat Tanaman Selada Merah Uji homogenitas merupakan sebuah uji statistic yang dibutuhkan dalam uji parametrik untuk menilai adanya perbedaan dua atau lebih kelompok dan sampel yang diambil dari variansi-variansi sama (Widiyanto, 210:51). Berikut pedoman pengambilan keputusan uji homogenitas : a) Jika nilai signifikansi < 0.05, maka dapat dinyatakan bahwa vaians dari dua atau lebih kelompok populasi data adalah tidak sama (tidak homogen). b) Jika nilai signifikansi > 0.05. maka dapat dinyatakan bahwa varians dari dua atau lebih kelompok populasi data adalah sama (homogen). Tabel 4. 8 Uji Homogenitas Berat Selada Merah Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic df1 df2 Sig. 18 .052 Berat Based on Mean 2.745 5 18 .427 Based on Median 1.035 5","59 Based on Median and with 1.035 5 5.535 .479 adjusted df 2.368 5 18 .081 Based on trimmed mean Data hasil uji homogenitas yang telah dilakukan menyatakan bahwa pada parameter berat daun selada merah mendapatkan nilai sig 0.052 > 0.05 yang artinya variasi dari kelompok data tersebut sama atau dapat dikatakan homogen. 5) Uji ANOVA Berat Tanaman Selada Merah Uji Anova merupakan metode uji hipotesis statistic untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata antara lebih dari dua kelompok sampel (Ilhamzen, 2013). Berikut pedoman dalam pengambilan keputusan : a) Jika nilai sig > 0.05, maka H0 diterima, H1 ditolak. b) Jika nilai sig < 0.05, maka H0 ditolak, H1 diterima. Tabel 4. 9 Uji ANOVA Berat Selada Merah ANOVA Berat Sum of Squares df Mean Square F Sig. 85926.333 5 17185.267 5.571 .003 Between Groups 55523.500 Within Groups 18 3084.639 Total 141449.833 23 Berdasarkan hasil dari perhitungan dengan menggunakan uji Anova untuk mengukur parameter berat tanaman menunjukkan hasil nilai sig 0.003 < 0.05 yang artinya bahwa adanya efektifitas dan perbedaan laju pertumbuhan berat tanaman selada merah dari pemberian konsentrasi eco enzyme yang berbeda. 6) Uji Duncan Berat Tanaman Selada Merah Uji Duncan adalah uji yang digunakan untuk menentukan nilai tengah dari suatu penelitian. Uji ini dilakukan Ketika suatu hasil menolak hipotesis nol. Dengan menggunakan uji Duncan bertaraf 0.05, peneliti dapat menemukan perlakuan mana saja yang tidak signifikan.","60 Tabel 4. 10 Uji Duncan Berat Selada Merah Berat Waller-Duncana,b Subset for alpha = 0.05 Perlakuan N 1 2 3 T4 4 167.5000 T5 4 206.7500 206.7500 T3 4 221.0000 221.0000 T2 4 272.0000 272.0000 K 4 300.7500 300.7500 T1 4 344.5000 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 4,000. b. Type 1\/Type 2 Error Seriousness Ratio = 100. Berdasarkan pada hasil uji Duncan yang dapat dilihat pada Tabel 4.10 menyatakan bahwa pada parameter berat selada merah terbentuk dalam 3 subset. Subset 1 terdiri dari perlakuan T4 (20% eco-enzyme) dengan hasil 167.5000, perlakuan T5 (25% eco-enzyme) dengan hasil 206.7500, T3 (15% eco-enzyme) dengan hasil 221.0000. Pada subset 2 terdiri dari perlakuan T5 (25% eco-enzyme), T3 (15% eco-enzyme), T2 (10% eco-enzyme), dan K (AB Mix). Subset 3 terdiri dari perlakuan T2 (10% eco-enzyme) dengan hasil 272.0000, perlakuan K (AB Mix) dengan hasil 344.5000. Dari hasil nilai yang sudah diketahui sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang efektif untuk berat selada merah terdapat pada perlakuan dengan konsentrasi sebesar T1 (5% eco-enzyme) dengan hasil 344.5000. c. Jumlah Daun Selada Merah (Lactuca sativa var. Crispa L) 1) Tabel Jumlah Daun Selada Merah Dilihat pada Tabel 4.9 dibawah ini dapat diketahui bahwa pertumbuhan jumlah daun pada tanaman selada merah menunjukkan adanya perbedaan dari masing-masing konsentrasi. Perbedaan pertumbuhan terhadap jumlah daun tanaman selada merah ini dikarenakan oleh pemberian konsentrasi yang cukup sesuai kebutuhan tanaman selada merah. Adanya perbedaan pertumbuhan terhadap jumlah daun selada","61 merah ini dikarenakan unsur nitrogen yang berperan sebagai pembentukan sel jaringan dan organ tanaman memiliki jumlah yang cukup untuk mempercepat pertumbuhan tanaman secara keseluruhan. Tabel 4. 11 Hasil Jumlah Daun Selada Merah Perlakuan Hasil Rata- rata T1 (5%)) R1 13 12,5 R2 12 T2 (10%) R3 11 10,5 T3 (15%) R4 14 T4 (20%) R1 10 9,75 T5 (25%) R2 9 K (AB Mix) R3 12 9,5 R4 11 Keterangan : R1 11 9,25 R2 9 R3 8 12 R4 11 R1 11 R2 9 R3 10 R4 8 R1 9 R2 10 R3 8 R4 10 R1 11 R2 11 R3 12 R4 14 T = Treatment (perlakuan eksperimen) eco enzyme dari berbagai konsetrasi K = Kontrol (perlakuan kontrol) dengan AB Mix R = Pengulangan 2) Grafik Jumlah Daun Selada Merah","62 Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan dalam penelitian ini diketahui bahwa efektifitas pemberian eco enzyme dari kulit buah-buahan untuk tanaman selada merah menggunakan teknik hidroponik menunjukkan perbedaan hasil dalam berat daun pada berbagai konsentrasi. Dalam hasil pengamatan jumlah daun selada merah yang diberi berbagai konsentrasi pada Gambar 4.3 dibawah ini menyatakan bahwa pertumbuhan rata-rata jumlah daun selada merah terbaik ada pada konsentrasi T1 (5%) dengan rata-rata 12,5 helai daun, dan rata-rata jumlah daun yang terendah ada pada kosentrasi T5 (25%) dengan rata-rata 9,25 helai daun selada merah. Sedangkan AB Mix sebagai kontrol mendapat rata-rata 12 helai daun selada merah. Rata-Rata Jumlah Daun 14 12.5 12 Jumlah Daun 12 10.5 9.75 9.5 9.25 10 8 6 4 2 0 T1 (5%) T2 (10%) T3 (15%) T4 (20%) T5 (25%) K (ab mix) Konsentrasi eco-enzyme Rata-Rata Grafik 4. 3 Hasil Jumlah Daun Selada Merah Keterangan : T = Treatment (perlakuan eksperimen) eco enzyme dari berbagai konsetrasi K = Kontrol (perlakuan kontrol) dengan AB Mix R = Pengulangan 3) Uji Normalitas Jumlah Daun Selada Merah Uji Nornalitas adalah sebuah uji yang bertujuan untuk menentukan sebaran data pada sebuah kelompok data, dan melihat sebaran data tersebut telah terdistribusi normal atau terdistribusi tidak normal (Siregar, 2015:49). a) Jika nilai sig > 0.05, data dinyatakan berdistribusi normal.","63 b) Jika nilai sig < 0.05, data dinyatakan berdistribusi tidak normal. Tabel 4. 12 Uji Normalitas Jumlah Daun Selada Merah Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Perlakuan Statistic df Sig. Statistic Df Sig. JumlahDaun T1 .151 4 . .993 4 .972 T2 .151 4 . .993 4 .972 T3 .298 4 . .849 4 .224 T4 .151 4 . .993 4 .972 T5 .283 4 . .863 4 .272 K1 .260 4 . .827 4 .161 a. Lilliefors Significance Correction Pada hasil data uji normalitas untuk parameter jumlah daun selada merah yang telah dilakukan menunjukkan hasil data dengan nilai sig T1 (5%) 0.972 > 0.05, T2 (10%) 0.972 > 0.05, T3 (15%) 0.224 > 0.05, T4 (20%) 0.972 > 0.05, T5 (25%) 0.272 > 0.05, dan K dengan nilai sig 0.161 > 0.05. Dari hasil data tersebut menyatakan bahwa semua data pada masing-masing konsentrasi telah berdistribusi dengan normal. 4) Uji Homogenitas Jumlah Daun Selada Merah Uji homogenitas merupakan sebuah uji statistic yang dibutuhkan dalam uji parametrik untuk menilai adanya perbedaan dua atau lebih kelompok dan sampel yang diambil dari variansi-variansi sama (Widiyanto, 210:51). Berikut pedoman pengambilan keputusan uji homogenitas : a) Jika nilai signifikansi < 0.05, maka dapat dinyatakan bahwa vaians dari dua atau lebih kelompok populasi data adalah tidak sama (tidak homogen). b) Jika nilai signifikansi > 0.05. maka dapat dinyatakan bahwa varians dari dua atau lebih kelompok populasi data adalah sama (homogen). Tabel 4. 13 Uji Homogenitas Jumlah Daun Selada Merah Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic df1 df2 Sig. 18 .906 JumlahDaun Based on Mean .300 5","64 Based on Median .240 5 18 .939 Based on Median and with adjusted df .240 5 12.857 .938 Based on trimmed mean .299 5 18 .907 Berdasarkan dari hasil data homogenitas pada Tabel 4.11 diatas menyatakan bahwa pada parameter jumlah daun selada merah menunjukkan nilai sig 0.906 > 0.05 yang berarti varians dari kelompok data tersebut sama atau dapat dikatakan homogen. 5) Uji ANOVA Jumlah Daun Selada Merah Uji Anova merupakan metode uji hipotesis statistic untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata antara lebih dari dua kelompok sampel (Ilhamzen, 2013). Berikut pedoman dalam pengambilan keputusan : a) Jika nilai sig > 0.05, maka H0 diterima, H1 ditolak. b) Jika nilai sig < 0.05, maka H0 ditolak, H1 diterima. Tabel 4. 14 Uji Anova Jumlah Daun Selada Merah ANOVA JumlahDaun Sum of Squares df Mean Square F Sig. 37.333 5 7.467 4.407 .009 Between Groups 30.500 Within Groups 67.833 18 1.694 Total 23 Berdasarkan Tabel 4.12 diatas hasil uji anova menyatakan pada parameter jumlah daun selada merah menunjukkan nilai sig 0.009 < 0.05 yang memiliki arti dalam hasil tersebut adalah H0 ditolak dan H1 diterima. Terdapatnya efektifitas dan perbedaan laju pertumbuhan pada tanaman selada merah dari jumlah daun tanaman dengan berbagai macam konsentrasi yang diberikan. 6) Uji Duncan Jumlah Daun Selada Merah Uji Duncan adalah uji yang digunakan untuk menentukan nilai tengah dari suatu penelitian. Uji ini dilakukan Ketika suatu hasil menolak hipotesis nol.","65 Dengan menggunakan uji Duncan bertaraf 0.05, peneliti dapat menemukan perlakuan mana saja yang tidak signifikan. Tabel 4. 15 Uji Duncan Jumlah Daun Selada Merah JumlahDaun Waller-Duncana,b Subset for alpha = 0.05 Perlakuan N 1 2 3 T5 4 9.250 T4 4 9.500 T3 4 9.750 9.750 T2 4 10.500 10.500 10.500 K1 4 12.000 12.000 T1 4 12.500 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 4,000. b. Type 1\/Type 2 Error Seriousness Ratio = 100. Berdasarkan pada hasil uji Duncan seperti pada Tabel 4.15 menghasilkan parameter jumlah daun selada merah yang terbentuk dalam 3 subset. Subset 1 terdiri dari perlakuan T5 (25% eco-enzyme) dengan hasil 9.250, perlakuan T4 (20% eco-enzyme) dengan hasil 9.500, T3 (15% eco-enzyme) dengan hasil 9.750, dan T2 (10% eco-enzyme) dengan hasil 10.500. Pada subset 2 terdiri dari perlakuan T3 (15% eco-enzyme), T2 (10% eco-enzyme), dan K (AB Mix). Subset 3 terdiri dari perlakuan T2 (10% eco-enzyme) dengan hasil 10.500, perlakuan K (AB Mix) dengan hasil 12.000, dan T1 (5% eco-enzyme) dengan hasil 12.500. Dari hasil nilai yang sudah diketahui sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang efektif untuk berat selada merah terdapat pada perlakuan dengan konsentrasi sebesar T1 (5% eco-enzyme) dengan hasil 12.500. 2. Data Penunjang Data penunjang merupakan data pendukung yang meliputi pH air, PPM air, suhu udara, dan juga kelembapan udara. Tabel 4. 16 Data Penunjang No Perlakuan Data Hari\/ Tanggal","66 pH air Minggu Minggu Minggu Minggu PPM air ke-1 ke-2 ke-3 ke-4 6,4 6,4 6,3 6,4 512 510 520 482 1 5% Suhu udara 29,9 \u00b0C 27,6 \u00b0C 30,7 \u00b0C 28,2 \u00b0C 2 10% 3 15% Kelembapan 60% 43% 53% 58% 4 20% udara 5 25% 6K pH air 6,4 6,1 6,4 6,3 Rata-Rata PPM air 560 512 605 515 Suhu udara 29,9 \u00b0C 27,6 \u00b0C 30,7 \u00b0C 28,2 \u00b0C Kelembapan 60% 43% 53% 58% udara pH air 6,4 6,6 6,5 6,4 PPM air 573 550 540 541 Suhu udara 29,9 \u00b0C 27,6 \u00b0C 30,7 \u00b0C 28,2 \u00b0C Kelembapan 60% 43% 53% 58% udara pH air 6,4 6,4 6,4 6,3 PPM air 600 582 540 540 Suhu udara 29,9 \u00b0C 27,6 \u00b0C 30,7 \u00b0C 28,2 \u00b0C Kelembapan 60% 43% 53% 58% udara pH air 6,4 6,4 6,4 6,3 PPM air 621 585 560 615 Suhu udara 29,9 \u00b0C 27,6 \u00b0C 30,7 \u00b0C 28,2 \u00b0C Kelembapan 60% 43% 53% 58% udara pH air 6,3 6,4 6,3 6,4 PPM air 590 512 510 515 Suhu udara 29,9 \u00b0C 27,6 \u00b0C 30,7 \u00b0C 28,2 \u00b0C Kelembapan 60% 43% 53% 58% udara pH air 6,375 PPM air 551,0417 Suhu udara 29,1 \u00b0C 54% Kelembapan udara","67 3. Uji Korelasi Agar diketahui ada atau tidaknya hubungan antara hasil data utama dan hasil data penunjang harus dilakukan uji korelasi. Analisis korelasi memiliki tujuan dalam mengukur seberapa kuat kedekatan suatu relasi yang terjadi antar variable. Menurut Sugiyono (2007), menyatakan bahwa terdapat pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien pada uji korelasi adalah rentang nilai 0,00-0,199 yang berarti sangat rendah, rentang nilai 0,20-0,399 yang berarti rendah, rentang nilai 0,40-0,599 yang berarti sedang, rentang nilai 0,60-0,799 yang berarti kuat dan rentang nilai 0,80 -1,000 yang berarti sangat kuat. Tabel 4. 17 Uji Korelasi Correlations Ting Bera JumlahDau pp SuhuUdar KelembapanUda gi t n pH m a ra Tinggi Pearson 1 .478 .518** .05 .10 .005 .035 Berat JumlahDaun Correlatio * 06 pH n Sig. (2- .018 .010 .81 .62 .982 .873 tailed) 84 N 24 24 24 24 24 24 24 Pearson .478* 1 .834** .00 .14 .048 .020 Correlatio 82 n Sig. (2- .018 .000 .96 .50 .824 .924 tailed) 97 N 24 24 24 24 24 24 24 Pearson .518* .834 1 .01 .00 .086 .110 Correlatio * ** 49 n Sig. (2- .010 .000 .94 .96 .690 .609 tailed) 86 N 24 24 24 24 24 24 24 Pearson .050 .008 .014 1 .36 .091 .132 Correlatio 3 n Sig. (2- .818 .969 .948 .08 .671 .540 tailed) 1 N 24 24 24 24 24 24 24","68 ppm Pearson .106 .142 .009 .36 1 .049 .325 Correlatio 3 .820 .121 24 24 n 1 .374 Sig. (2- .624 .507 .966 .08 24 .374 .072 tailed) 1 24 .072 1 N 24 24 24 24 24 24 24 SuhuUdara Pearson .005 .048 .086 .09 .04 Correlatio 19 n Sig. (2- .982 .824 .690 .67 .82 tailed) 10 N 24 24 24 24 24 KelembapanUda Pearson .035 .020 .110 - - ra Correlatio .13 .32 n 25 Sig. (2- .873 .924 .609 .54 .12 tailed) 01 N 24 24 24 24 24 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Tinggi batang pada tanaman selada merah terdapat hubungan yang sangat rendah dengan pH.dikarenakan nilai korelasi yang dihasilkan antara tinggi batang tanaman selada merah dengan ph yaitu sebesar 0.050. Pada parameter berat tanaman selada merah menghasilkan nilai korelasi sebasar 0.008 sehingga dapat artikan bahwa hubungan antara berat tanaman dengan pH hubungan korelasi yang sangat rendah. Sedangkan pada parameter jumlah daun dengan pH dapat dikatakan tidak memiliki hubungan korelasi di karenakan nilai yang dihasilkan sebesar 0.014. Tinggi batang pada tanaman selada merah terdapat hubungan yang sangat rendah dengan ppm dikarenakan nilai korelasi yang dihasilkan antara tinggi batang tanaman selada merah dengan ppm yaitu sebesar 0.106. Pada parameter berat tanaman selada merah menghasilkan 0.142 sehingga dapat diartikan bahwa berat tanaman dengan ppm memiliki hubungan korelasi yang sangat rendah. Sedangkan pada parameter jumlah daun dengan ppm terdapat hubungan korelasi","69 di karenakan nilai yang dihasilkan sebesar 0.009 sehingga dapat diartikan korelasi sangat rendah. Tinggi batang pada tanaman selada merah terdapat hubungan yang sangat rendah dengan suhu udara, dikarenakan nilai korelasi yang dihasilkan antara tinggi batang tanaman selada merah dengan suhu udara yaitu sebesar 0.005. Pada parameter berat tanaman selada merah menghasilkan nilai 0.048 diartikan antara berat tanaman dengan udara memiliki hubungan korelasi yang sangat rendah. Sedangkan pada parameter jumlah daun dengan suhu udara terdapat hubungan korelasi dikarenakan nilai korelasi yang dihasilkan 0.086 sehingga dapat diartikan korelasi sangat rendah. Tinggi batang pada tanaman selada merah terdapat hubungan yang sangat rendah dengan kelembapan dikarenakan nilai korelasi yang dihasilkan antara tinggi batang tanaman selada merah dengan kelembapan udara yaitu sebesar 0.035. Pada parameter berat tanaman selada merah menghasilkan nilai sebesar 0.020 sehingga diartikan berat tanaman dengan kelembapan udara memiliki hubungan korelasi yang sangat rendah. Sedangkan pada parameter jumlah daun dengan kelembapan udara terdapat hubungan korelasi di karenakan nilai yang dihasilkan sebesar 0.110 sehingga dapat diartikan korelasi sangat rendah. B. Pembahasan 1. Efektivitas Konsentrasi Nutrisi Eco-enzyme Terhadap Pertumbuhan Tinggi Berdasarkan dari hasil data parameter tinggi pada tanaman selada merah (Lactuca sativa var. Crispa L) menunjukkan bahwa eksperimen T1 dengan penambahan konsentrasi eco-enzyme 5% memperoleh nilai rata-rata tinggi sebesar 20 cm, perlakuan eksperimen T2 dengan penambahan konsentrasi eco- enzyme 10% memperoleh nilai rata-rata tinggi sebesar 18 cm, perlakuan eksperimen T3 dengan penambahan konsentrasi eco-enzyme 15% memperoleh nilai rata-rata tinggi sebesar 17,75 cm, perlakuan eksperimen T4 dengan penambahan konsentrasi eco-enzyme 20% memperoleh nilai tinggi 17.25 cm, pada eksperimen T5 penambahan konsentrasi eco-enzyme 25% mendapatkan hasil tinggi sebesar 17 cm. Konsentrasi K (AB Mix) yang tidak ditambahkan","70 nutrisi eco-enzyme menghasilkan nilai rata-rata tinggi sebesar 19,75 cm. Data tersebut menyatakan bahwa tanaman selada merah dengan diberi konsentrasi T1 (5% eco-enzyme) terbukti efektif dalam pertumbuhan tinggi, karena eco- enzyme dari kulit buah-buahan ini mengandung unsur hara NPK dimana kandungan tersebut telah mencukupi kebutuhan dan memberikan pengaruh yang optimal bagi tanaman sehingga dapat memicu pertumbuhan menjadi lebih baik. Menurut Agussimar (2019), menyatakan bahwa untuk menunjang pertumbuhan tanaman agar mendapat hasil yang baik adalah dengan pemberian unsur hara sesuai dengan kebutuhaan dalam prosesnya seimbang, berada pada kondisi yang optimum dan didukung dengan factor lingkungan. Hal ini selaras dengan Sutiyoso (2018), pemberian nutrisi yang mengandung unsur nitrogen dan fosfat mampu mempengaruhi pertumbuhan tinggi. Menurut Rahman (2020), Komponen Nitrogen yang terkandung dalam protin mampu memberikan pengaruh untuk pertumbuhan, terutama pada fase vegetative. Unsur Fosfor (P) memiliki manfaat sebagai pengedar energi pada seluruh bagian tanaman, guna memacu pertumbuhan dan perkembangan dari akar. Sedangkan pada unsur Kalium (K) yang memiliki peran dalam proses fotosintesis, fiksasi nitrogen, respirasi dan reaksi-reaksi biokimia dalam tanaman. Keberagaman hasil dari data tinggi tanaman selada merah menurut Lawalata dalam Lilik Hidayanti menyatakan bahwa pemberian nutrisi harus sesuai dengan tanaman untuk meningkatkan pertumbuhan sehingga hasil dari pertumbuahn tanaman pun baik, sedangkan jika kurang atau berlebihan akan menghambat pertumbuhan tanaman. 2. Efektivitas Konsentrasi Nutrisi Eco-enzyme Terhadap Pertumbuhan Berat Hasil data yang didapatkan pada saat penelitian, budidaya tanaman selada merah dengan menggunakan teknik tanam hidroponik sistem wick (sumbu) selaras dengan (Hidayati, Rosawanti and Yusuf, 2017 Hlm 76). Selain itu dalam budidaya hidroponik harus memperhatikan kadar nutrisi yang terkandung dalam air dengan tepat, sehingga dapat menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik.","71 Dari 6 perlakuan eksperimen dengan 4 kali pengulangan pada setiap konsentrasinya menghasilkan data berat paling tinggi terjadi pada perlakuan T1 (5% eco-enzyme) dengan rata-rata berat 34,45 gram. Sementara yang terendah T5 (25% eco-enzyme) dengan rata-rata berat 20,675 gram. Menurut hasil uji pada aplikasi IBM SPSS Statistic 26, bahwa mendapatkan hasil pada perlakuan eksperimen T1 dengan penambahan nutrisi eco-enzyme dengan konsentrasi 5% dapat menghasilkan nilai dengan rata-rata berat tanaman sebesar 34,45 gram, perlakuan eksperimen T2 (10%) menghasilkan nilai berat sebesar 27,2 gram, pada perlakuan T3 dengan penambahan nutrisi eco-enzyme dengan konsentrasi 15% dapat menghasilkan nilai dengan rata-rata berat tanaman sebesar 22,1 gram, perlakuan eksperimen T4 (20%) dapat menghasilkan nilai sebesar 21,7 gram, dan pada perlakuan eksperimen T5 dengan penambahan nutrisi eco-enzyme dengan konsentrasi 25% dapat menghasilkan nilai sebesar 20,675 gr. Sedangkan K (AB Mix), tanpa tambahan nutrisi eco-enzyme menghasilkan rata-rata berat sebesar 30,075 gram. Menurut (Nurifah et al., 2020 Hlm 289) menyatakan bahwa pengaruh utama penambahan berat pada tanaman dikarenakan bertambahnya protoplasma yang disebabkan oleh pertambahan jumlah dan ukuran sel, serta dari kandungan unsur hara yang terserap dan pemanfaatan sinar matahari sepanjang masa pertumbuhan. Pertumbuhan tanaman yang optimal harus mendapatkan nutrisi yang tepat, tidak kekurangan dan tidak kelebihan juga dikarenakan hal tersebut akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman dan hasil produksi yang kurang maksimal selaras dengan (Bunga, 2020). 4. Efektivitas Konsentrasi Nutrisi Eco-enzyme Terhadap Pertumbuhan Jumlah Daun Dari 6 perlakuan eksperimen dengan 4 kali pengulangan pada setiap konsentrasinya menghasilkan data jumlah daun terbaik diperoleh dari perlakuan T1 (5% eco-enzyme) dengan rata-rata jumlah daun sebanyak 12,5. Sedangkan berat yang terendah terjadi pada perlakuan T5 (25% eco-enzyme) dengan rata-rata jumlah daun sebesar 9,25. Menurut hasil uji pada aplikasi IBM SPSS Statistic 26, bahwa mendapatkan hasil pada perlakuan eksperimen T1 dengan penambahan nutrisi","72 eco-enzyme dengan konsentrasi 5% dapat menghasilkan nilai dengan rata-rata jumlah daun tanaman sebesar 12,5, perlakuan eksperimen T2 dengan penambahan nutrisi eco-enzyme dengan konsentrasi 10% dapat menghasilkan nilai sebesar 10,5, penambahan nutrisi eco-enzyme dengan konsentrasi T3 (15%) dapat menghasilkan nilai dengan rata-rata jumlah daun tanaman sebesar 9,75, perlakuan eksperimen T4 dengan penambahan nutrisi eco-enzyme dengan nutrisi 10% dapat menghasilkan nilai dengan rata-rata jumlah daun tanaman sebesar 9,5, dan pada perlakuan eksperimen T5 dengan penambahan nutrisi eco-enzyme dengan konsentrasi 25% dapat menghasilkan niali dengan jumlah helai daun tanaman rata-rata sebanyak 9 helai. Sedangkan kontrol atau tanaman yang tidak ditambahkan dengan nutrisi eco-enzyme menghasilkan rata-rata jumlah daun sebesar 12. Menurut Wiryono, 2020, dalam penelitiannya menyatakan bahwa hasil yang didapatkan karena terkandungnya nitrogen dalam nutrisi berupa nutrient, yaitu eco enzyme (Romalasari & Sobari, 2019). Menurut Lakitan (2022), nitrogen sendiri memiliki kegunaan untuk memacu laju pertumbuhan daun dan batang pada fase vegetative. 5. Pengaruh Pemberian Konsentrasi Eco-enzyme Terhadap Kadar pH pH merupakan alat ukur asam atau basa pada suatu larutan. Indikator bagi pertumbuhan dan perkembangan dalam menggunakan teknik hidroponik adalah pH meter. Kadar pH yang ideal bagi tanaman selada merah hidroponik yaitu pada kisaran 5,5 \u2013 7,5. Kadar pH pada suatu tanaman jika terlalu asam atau terlalu basa dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman kerdil, diakrenakan dapat mendefisiensi unsur hara sehungga tanaman tersebut tidak dapat bereproduksi dengan maksimal. Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa kadar pH pada tanaman selada merah hidroponik mengalami kenaikan dan penurunan. Pada perlakuan kontrol kadar pH air mencapai 6,4, pada perlakuan eksperimen T1 (5% eco- enzyme) dengan hasil sekitar 6,3-6,4, T2 (10% eco-enzyme) dengan hasil sekitar 6,1-6,4, perlakuan T3 (15% eco-enzyme) dengan hasil sekitar 6,4-6,6, pada perlakuan, T4 (20% eco-enzyme) dengan hasil sekitar 6,3-6,4, T5 (25% eco-enzyme) dengan hasil sekitar 6,3-6,4, dan perlakuan K (AB Mix) sekitar 6,3-6,4, rata-rata dari semua perlakuan kadar pH berada pada nilai 6,375.","73 Kandungan unsur hara menentukan kadar pH dalam air, agar hasil panen yang dihasilkan berkualitas ketersediaan air dengan unsur hara yang cukup harus diperhatikan. Kadar pH yang yang terlalu masam (kurang dari 5,5) akan mengakibatkan daun menjadi kekuningan, maka diusahakan untuk menanam selada pada pH agak masam hingga netral karena jika pH terlalu masam, kadar nitrogen sudah tidak akan tersedia lagi bagi tanaman. Meskipun kadar pH pada larutan mengalami kenaikan dan penurunan, namun kadar pH pada semua perlakuan tidak melebihi atau kurang dari kisaran kadar pH normal. Menurut Yamaguchi (2018), selada termasuk tanaman yang cukup toleran terhadap kadar garam tinggi. pH yang berfluktuasi di luar batas optimal membuat akar rentan terserang penyakit (John White, 2019). 6. Pengaruh Pemberian Konsentrasi Eco-enzyme Terhadap Kadar Ppm Ppm (Part Per Million) merupakan suatu alat ukur satuan konsentrasi atau suatu takaran nutrisi yang terdapat dalam air. Tanaman ini membutuhkan kadar ppm sekitar 560-840 (Marisa, Carudin and Ramdani, 2021 Hlm 128). Alat yang digunakan untuk mengukur ppm tanaman yaitu TDS meter. Berdasarkan hasil pengamatan kadar ppm pada tanaman hidroponik mengalami kenaikan pada setiap perlakuannya. Pada perlakuan kontrol kadar ppm air memperoleh nilai rata-rata sebesar 506, perlakuan T1 (5% eco- enzyme) dengan hasil rata-rata sekitar 548, perlakuan T2 (10% eco-enzyme) dengan hasil rata-rata sekitar 551, perlakuan T3 (15% eco-enzyme) dengan hasil rata-rata sekitar 551, pada perlakuan T4 (20% eco-enzyme) dengan hasil rata-rata sekitar 565,5, dan perlakuan T5 (25% eco-enzyme) dengan hasil rata- rata sekitar 595,25, dan perlakuan K sebagai Kontrol (AB Mix) memperoleh hasil dengan rata-rata ppm 531,75. Untuk hasil dengan kadar PPM paling tinggi terjadi pada perlakuan T5 (25% eco-enzyme) dengan rata-rata 595,25. Memberikan nutrisi dengan kadar tinggi akan mempengaruhi pada tingginya nilai ppm. Kadar ppm dengan perlakuan eksperimen yang terbilang rendah terjadi pada perlakuan T1 (5% eco-enzyme) dengan rata-rata 506. Meskipun kadar PPM menurun, namun hal tersebut masih berada pada kisaran ketentuan PPM yang dianjurkan untuk tanaman hidroponik.","74 7. Pengaruh Suhu Udara Terhadap Pemberian Konsentrasi Nutrisi Eco- Enzyme yang Berbeda Pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Factor seperti suhu udara, berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil pengamatan pada suhu udara pada tanaman selada merah. Pada suhu udara memperoleh nilai rata-rata pada setiap perlakuan sebesar 29,1\u00b0C. Suhu udara yang optimal adalah sekitar 25\u00b0C-35\u00b0C (Nur Hidayat et al., 2022). Maka dapat dikatakan bahwa suhu udara yang dihasilkan sudah optimal. 8. Pengaruh Kelembapan Udara Terhadap Pemberian Konsentrasi Nutrisi Eco-Enzyme yang Berbeda Berdasarkan hasil pengamatan pada kelembapan udara pada tanaman selada merah. Pada kelembapan udara memperoleh nilai rata-rata pada setiap perlakuan sebesar 54%. Menurut Rahman & Santika (2022) menyatakan bahwa kelembapan udara yang optimal untuk pertumbuhan tanaman selada merah sekitar 40,9%-61,4%. Hasil tersebut sudah sesuai karena memengaruhi pertumbuhan tanaman selada merah dengan baik.","75 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan dari tujuan penelitian yang sudah dipaparkan sebelumnya, dan hasil dari penelitian yang sudah dilakukan mengenai efektivitas eco-enzyme kulit buah-buahan untuk pertumbuhan tanaman sayur selada merah (Lactuca sativa var. Crispa L) menggunakan teknik hidroponik. Maka peneliti akan mengemukakan beberapa hal yang dapat disimpulkan, diantaranya : 1. Pada parameter tinggi tanaman yang telah dilakukan, dinilai efektif terdapat perlakuan T1 dengan konsentrasi 5% eco-enzyme, menghasilkan rata-rata tinggi sebesar 20 cm. 2. Pada parameter berat tanaman yang telah dilakukan, hasil yang dinilai efektif terdapat dalam perlakuan T1 dengan konsentrasi 5% eco-enzyme, menghasilkan rata-rata berat sebesar 34.45 gram. 3. Pada parameter jumlah daun yang telah dilakukan, hasil yang dinilai efektif terdapat dalam perlakuan T1 dengan konsentrasi 5% eco-enzyme, menghasilkan rata-rata jumlah daun sebanyak 12 helai. 4. Terdapat efektivitas dari pemberian konsentrasi nutrisi eco-enzyme yang berbeda. Perbedaan tersebut terlihat dari hasil pertumbuhan berdasarkan parameter berat, tinggi, dan jumlah helai daun. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa ketersediaan unsur hara dalam kandungan eco-enzyme berperan dalam pertumbuhan selada merah sehingga menghasilkan nilai yang signifikan dari pertumbuhan selada merah () pada konsentrasi 5% tersebut. B. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran yang dikemukakan oleh peneliti, diantaranya : 1. Melakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas eco-enzyme dengan menggunakan konsentrasi dan bahan eco-enzyme yang berbeda. 2. Untuk penelitian selanjutnya disarankan selalu memperhatikan kesediaan air yang terdapat di botol dan cek ppm secara rutin.","76 3. Memperhatikan keadaan suhu dan kelembapan udara tempat penelitian yang akan dilakukan.","77 DAFTAR PUSTAKA Utomo, Supriyadi (2017) Pengaruh Naungan Terhadap Pertumbuhan Selada Merah (Lactuca sativa L. Var Red rapids ) Secara Hidroponik Sistem Wick. Jurnal Pertanian, 1 (1). pp. 1-8. Yanti, G. F., & Ngadiani, N. (2018). Uji Banding Berbagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Selada Merah (Lactuca Sativa Var. Crispa L) Dengan Media Tanam Hidroponik Sistem Nft (Nutrient Film Technique). Stigma: Jurnal Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa, 11(01), 23\u201332. Https:\/\/Doi.Org\/10.36456\/Stigma.Vol11.No01.A1505 Ali, M., Nurlina, & Ika Pratiwi, Y. (2021). Pengaruh NPK Terhadap Pertumbuhan Bayam Hijau (Amaranthus tricolor). Jurnal Ilmiah Agrineca, 21(2), 119\u2013 124. Andre, S. (2019). Buku Pintar Hidroponik (F. Edo (ed.)). Laksana. https:\/\/books.google.co.id\/books?id=gH7EDwAAQBAJ&lpg=PA3&ots=Jn0 MzJ9B7c&dq=hidroponik &lr&hl=id&pg=PA2#v=onepage&q=hidroponik&f=false Ari, I., Bahaduri, I. A., & Wiji, U. S. (2023). Karakteristik Pupuk Cair Eco- Enzyme Berbahan Dasar Limbah Sayur Dan Karakteristik Pupuk Cair Eco- Enzyme Berbahan Dasar Limbah Sayur dan Buah terhadap Kandungan Nutrisi dan Bahan Organik Characteristics of Eco-Enzyme Liquid Fertilizer Made from Vegetable a. April. https:\/\/doi.org\/10.25047\/agriprima.v7i1.503 Asmaniyah, M., & Bakir. (202 C.E.). Respon Pertumbuhan, Hasil dan Mutu Bawang Merah (Allium Acalanicum L) Varietas Tajuk Akibat Perlakuan Konsentrasi Eco Enzym Pisang danPupuk Organik Massa Daun. Bawang Merah Adalah Tanaman Umbi Yang Memiliki Komoditas Paling Unggul Diberbagai Daerah Di Indonesia. Hal Ini Disebabkan Karena Bawang Merah Digunakan Sebagai Bumbu Masakan Yang Memiliki Kandungan Zat Yang Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh. Selain Itu Khas, 1(1), 46\u201358. Asngad, A., Khofiyanti, N., & Jumihartiningsih, E. (2022). Efektifitas Pemberian Pupuk Organik Cair dengan Bahan Baku Berbeda terhadap Pertumbuhan Bayam Hijau pada Media Hidroponik dengan Interval Waktu Berbeda. Artikel Pemakalah Paralel, 183\u2013192. Asrafia, P. S., & Oktoyournal. (2019). PENGARUH KONSENTRASI NUTRISI A-B MIX TERHADAP PERTUMBUHAN CAISIM SECARA HIDROPONIK (DRIP SYSTEM). Jurnal Penelitian Pertanian, Vol. 18, N, 20\u201332. Asroh, Intansari, K., Patimah, T., Meisani, N. D., Irawan, R., & Atabany, A. (2020). Penambahan Arang Sekam, Kotoran Domba dan Cocopeat untuk Media Tanam. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, 2(1), 75\u201379. Astuti, Y., Umrah, & Thaha, A. R. (2020). PENGAMATAN PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM (Amaranthus tricolor L.) PASCA APLIKASI","78 BIOFERTILIZER (BAHAN AKTIF Aspergillus sp.) SEDIAAN CAIR. Biocelebes, 14(2), 199\u2013209. https:\/\/doi.org\/10.22487\/bioceb.v14i2.15272 Asaduzzaman, Hossain, M. F., Kamruzzaman, M., MIAH, M. R., & Sultana, M. (2016). Effects of Binder and Thickeners of Pigment Printing Paste on Fastness Properties of Printed Fabric. International Journal of Scientific & Engineering Research Volume 7 Isu 9, 710-716. Beben, A., Tri, N., & Mashadi. (2020). PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASILARUTAN NUTRISI AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SELADA(Lactuca sativa L.) HIDROPONIK SISTEM FLOATING. Jurnal Green Swarnadwipa, Vol. 9 No., 185\u2013195. Campbell, N.A., J.B. Reece & L.G. Mitchell. 1502. Biologi Jilid 1. Edisi Kelima. Istamar Syamsuri. 1507. Biologi Untuk SMA\/MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga Irnaningtyas. 1515. Biologi Untuk SMA\/MA Kelas XII Kelompok Peminatan MIPA. Jakarta: Erlangga Cahyono, B. 2014. Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani Selada. CV. Aneka Ilmu. Semarang. Dari, A. W., Narsa, A. C., & Zamruddin, N. M. (2020). Aktivitas Kulit Jeruk Dalam Bidang Farmasi. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 125\u2013151. Efianda, A. (2021). Pemanfaatan Botol Plastik Bekas Untuk Budi Daya Tanaman Dengan Teknik Hidroponik Pada Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Depok. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 63\u201369. http:\/\/ejournal.pskp.or.id\/index.php\/jpm\/article\/view\/15%0Ahttp:\/\/ejournal.p skp.or.id\/index.php\/jpm\/article\/download\/15\/16 Fahruddin, F., Hartati, H., Azmin, N., Baktiar, B., Nasir, M., & Andang, A. (2021). Pengaruh Penambahan Arang Sekam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans). Oryza ( Jurnal Pendidikan Biologi ), 10(1), 1\u20137. https:\/\/doi.org\/10.33627\/oz.v10i1.530 Fransisca D, Kahanjak DN, Frethernety A. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli dengan Metode Difusi Cakram Kirby-Bauer. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management). 2020;4(1):460\u201370. Hamdi, A.S & Bahruddin, E. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi dalam Pendidikan. Yogyakarta : Deepublish. ISBN : 978-602-280-812-1. Hanafiah, K. (2010). Rancangan percobaan Teori dan Aplikasi. Journal of Nutrition College, 1, 6\u201320. Hidayanti, L., & Kartika, T. (2019). Pengaruh Nutrisi AB Mix Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) secara Hidroponik. Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika Dan Ilmu Pengetahuan","79 Alam, 16(2), 166. https:\/\/doi.org\/10.31851\/sainmatika.v16i2.3214 I made Suarjana. (2020). JURNAL BETA (BIOSISTEM DAN TEKNIK PERTANIAN) Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana https:\/\/ojs.unud.ac.id\/index.php\/bet. Jurnal Beta (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(April), 62\u201370. Ibrahim, I., Rubiah, R., Akmal, N., & Izzatun, N. (2021). PENGARUH PENGGUNAAN EM4 DAN SAYUR SEGAR SEBAGAI BAHAN KOMPOS CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN BAYAM (Amaranthus sp). Jurnal Biology Education, 9(2), 149\u2013165. https:\/\/doi.org\/10.32672\/jbe.v9i2.3638 Ibrahim A, Kuncoro H. Identifikasi Metabolit Sekunder dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack.) Terhadap Beberapa Bakteri Patogen. Journal Of Tropical Pharmacy And Chemistry. 2012;2(1):8\u201318. Indah Sari, V., Susi, N., & Rizal, M. (2021). Pelatihan Pemanfaatan Sampah Organik Sebagai Bahan Eco-Enzym Untuk Pembuatan Pupuk Cair, Desinfektan Dan Hand Sanitizer. COMSEP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(3), 323\u2013330. https:\/\/doi.org\/10.54951\/comsep.v2i3.164 Indrastuti, N., & Aminah, S. (2020). Potensi Limbah Kulit Jeruk Lokal sebagai Pangan Fungsional. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pangan, 13(2), 122\u2013129. Irma, W., & Susanti, N. (2014). PENGARUH PEMBERIAN TIMBAL (Pb) TERHADAP MORFOLOGI DAN KADAR TERSERAPNYA TIMBAL (Pb) PADA DAUN BAYAM (Amaranthus tricolor L.) DALAM SKALA LABORATORIUM. Photon: Jurnal Sain Dan Kesehatan, 5(1), 7\u201312. https:\/\/doi.org\/10.37859\/jp.v5i1.188 Istiqomah, S. 2006. Menanam Hidroponik. Jakarta: Azka Juhaeti, T. dkk. (2014). Prospek dan Teknologi Budidaya Beberapa Jenis Sayuran Lokal (H. Nurul (ed.); Titi Juhae). LIPI Press. Karmila, R., & Andriani, V. (2019). Pengaruh Temperatur Terhadap Kecepatan Pertumbuhan Kacang Tolo (Vigna sp.). STIGMA: Jurnal Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa, 12(01), 49\u201353. https:\/\/doi.org\/10.36456\/stigma.vol12.no01.a1861 Kitukale M, Chandewar A. Kitukale, MD., Chandewar, A.V., 2014. An Overview on Some Recent Herbs Having Antidiabetic Potential. India. Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Sciences. 2014;5(6):190\u20136. Lapsia, V., & Makarand, N. C. (2020). Production, Extraciton and Uses of Eco Enzyme Using Citrus Fruit Waste: Wealth from Waste. Asian Jr. of Microbiol. Biotech. Env. Sc, 22(2), 346\u2013351. Lenaini, I. (2021). Teknik Pengambilan Sampel Purposive Dan Snowball Sampling. Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah,","80 6(1), 33\u201339. p-ISSN 2549-7332 %7C e-ISSN 2614-1167%0D Lessy, N. S., & Pratiwi, A. (2020). PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH BAKPIA DAN TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN BAYAM HIJAU (Amaranthus viridis L.). Bioma\u202f: Jurnal Ilmiah Biologi, 9(1), 117\u2013 128. https:\/\/doi.org\/10.26877\/bioma.v9i1.6038 Maharani, D. M., Sutan, S. M., & Arimurti, P. (2018). Pengontrolan Suhu Dan Kelembaban ( Rh ) Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Cabai Merah ( Capsicum Annuum L . ) Pada Plant factory Controlling Temperature and Moisture ( RH ) against Vegetative Growth of Red Chili ( Capsicum Annuum L .) at Plant factory . Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis Dan Biosistem, 6(2), 120\u2013134. https:\/\/jkptb.ub.ac.id\/index.php\/jkptb\/article\/view\/464\/399%0Ahttps:\/\/jkptb.u b.ac.id\/index.php\/jkptb\/article\/view\/464\/400%0Ahttps:\/\/jkptb.ub.ac.id\/index. php\/jkptb\/article\/view\/464 Mardhatilla, F., Hartono, E., & Hidayat, F. (2021). Pemanfaatan Limbah Kulit Mangga di Kota Cirebon. ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 446\u2013450. https:\/\/doi.org\/10.35568\/abdimas.v4i1.1056 Margono, S. (2000). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta Mutiara, D., & Masitoh, C. (2019). Pengenalan Teknologi Hidroponik dengan System Wick ( Sumbu ) bagi Siswa SMA Negeri 2 Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu Introduction of Hydroponic Technology with Wick System for Students of State High School. 4(2), 74\u201379. Naga, B., & Nizori, A. (2020). Karakteristik Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Dengan Penambahan Berbagai Kosentrasi Asam Sitrat Sebagai Pewarna Alami Makanan. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 30(2), 228\u2013233. https:\/\/doi.org\/10.24961\/j.tek.ind.pert.2020.30.2.228 Nasihin, I., Kosasih, D., Mulyanto, A., & Maryam, S. (2022). Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pembuatan Eco-Enzym Sebagai Alternatif Pemutus Rantai Sampah Organik Rumah Tangga. Empowerment\u202f: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Vol. 05 No, 1\u20134. Nazaruddin. 2003. Budidaya dan Pengaturan Panen Sayuran Dataran Rendah. Penebar Swadaya. Jakarta. Diakses dari http:\/\/repository.usu.ac.id\/bitstrea m\/123456789\/32461\/2\/Reference.pdf. Nora, S., Yahya, M., Mariana, M., Herawaty, H., & Ramadhani, E. (2020). Teknik Budidaya Melon Hidroponik dengan Sistem Irigasi Tetes (Drip Irrigation). Agrium, 23(1), 21\u201326. http:\/\/jurnal.umsu.ac.id\/index.php\/agrium\/article\/view\/5654 Noor, M. I., Yufita, E., Fisika, J., & Matematika, F. (2016). Identification Content of the Red Dragon Fruit Extract Skin Using Fourier Transform Infrared ( FTIR ) and Phytochemistry. Journal of Aceh Physics Society (JAcPS), 5(1), 14\u201316.","81 Nur Hidayat, Maria, E., Rusmini, La, M., & Widayasari, D. (2022). PENGARUH PENGATURAN SUHU AIR NUTRISI HIDROPONIK PADA BUDIDAYA CABAI HABANERO (Capsicum Chinense Jacq.). Jurnal Agrotech, 12(1), 33\u201337. https:\/\/doi.org\/10.31970\/agrotech.v12i1.86 Nurrahmah, Arfatin. Dkk. (2021). Pengantar Statistika I. Bandung: Media Sains Indonesia. ISBN: 978-623-362-255-4. Oktavia, S. A., Pertanian, F., Jambi, U., & Tanam, J. (2022). ( Growth and Results of Red and Green Spinach With Three Types of Planting. Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bayam Merah Dan Bayam Hijau Dengan Tiga Macam Jarak Tanam Pada Hidroponik DFT. Patil SS, Bonde CG. Development and Validation of Analytical Method for Simultaneous Estimation of Glibenclamide and Metformin HCl in Bulk and Tablets Using UV - Visible Spectroscopy. International Journal of ChemTech Research. 2009;1(4):905\u20139. Purba, Tioner., Dkk. (2022). Pengolahan dan Pemanfaatan Sampah Berbasis Masyarakat. Medan : Yayasan Kita Penulis. ISBN : 978-623-342-660-2. Purwanza dkk., S. W. (2022). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi. In News.Ge (Issue March). Pebrianti, C., Ainurrasyid, R. B., & Purnamaningsih, L. (2015). Uji Kadar Antosianin dan Hasil Enam Varietas Tanaman Bayam Merah (Alternanthera amoena Voss) pada Musim Hujan Test Anthocyanin Content and Yield of Six Varieties Red Spinach (Alternanthera amoena Voss) In The Rainy Season. Jurnal Produksi Tanaman, 3(1), 27\u201333. Pranata, L., Kurniawan, I., Indaryati, S., Rini, M. T., Suryani, K., & Yuniarti, E. (2021). Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Dengan Metode Eco Enzym. Indonesian Journal Of Community Service, 1(1), 171\u2013179. http:\/\/ijocs.rcipublisher.org\/index.php\/ijocs\/article\/view\/23 Prasetio, V. M., Ristiawati, T., & Philiyanti, F. (2021). Manfaat Eco-Enzyme pada Lingkungan Hidup serta Workshop Pembuatan Eco-Enzyme. Darmacitya\u202f: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 21\u201329. http:\/\/journal.unj.ac.id\/unj\/index.php\/darmacitya\/article\/view\/24071 Prasetyo, A. (2021). Perancangan Sistem Monitoring Pada Hidroponik Selada (Lactuca Sativa L.) Dengan Metode NFT Berbasis Internet of Things (IoT). Technology Dan Sistem Komputer, 5(Juli), 15\u201325. http:\/\/repository.unmuhjember.ac.id\/12346\/%0Ahttp:\/\/repository.unmuhjemb er.ac.id\/12346\/1\/j. Jurnal.pdf Priambodo, S. R., Susila, K. D., & Soniari, N. N. (2019). Pengaruh Pupuk Hayati dan Pupuk Anorganik Terhadap Beberapa Sifat Kimia Tanah Serta Hasil Tanaman Bayam Cabut (Amaranthus tricolor) di Tanah Inceptisol Desa Pedungan. Jurnal Agroeteknologi Tropika, 8(1), 149\u2013160. https:\/\/ojs.unud.ac.id\/index.php\/JAT Purwanza dkk., S. W. (2022). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan","82 Kombinasi. In News.Ge (Issue March). Putra, Y. A., Siregar, G., & Utami\\\\, S. (2019). Peningkatan pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan dengan tekhnik budidaya hidroponik. Proseding Seminar Nasional Kewirausahaan, 1(1), 122\u2013127. http:\/\/jurnal.umsu.ac.id\/index.php\/snk\/article\/view\/3589 Putra, S., & Samah, E. (2019). Respon Pertumbuhan Tanaman Bayam Hijau (Amaranthus SP.) Dengan Pemberian Pupuk Kandang Sapi Dan Pemberian Urine Sapi. Regional Development Industry & Health Science, Technology and Art of Life, 2, 375\u2013388 Putranto AMH. Examination of The Sungkai\u2019s Young Leaf Extract (Peronema canescens) As An Antipiretic, Immunity, Antiplasmodium And Teratogenity In Mice (Mus.muculus). International Journal of Science and Engineering. 2014;7(1):30\u20134. Putri, F. S., Fevria, R., M, D., & Leilani, I. (2023). Pengaruh Pupuk Organik Cair Teknologi Nano Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah ( Amaranthus. 19(1). Quraisy, A. (2020). Data Normality Using Kolmogorov-Smirnov and Shapiro- Wilk Tests. J-HEST Journal of Health Education Economics Science and Technology, 3(1), 7\u201311. Rahman, S., & Santika, R. R. (2022). Prototype Penyiram Tanaman Bayam Otomatis untuk Menjaga Kelembaban Tanah Berbasis NodeMCU ESP8266. Jurnal TICOM: Technology of Information and Communication, 11(1), 26\u2013 32. Rahmawati, A. S., & Erina, R. (2020). Rancangan Acak Lengkap (Ral) Dengan Uji Anova Dua Jalur. OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika, 4(1), 54\u201362. https:\/\/doi.org\/10.37478\/optika.v4i1.333 Ramaidani, R., Mardina, V., & Al Faraby, M. (2021). Pengaruh Nutrisi Ab Mix Terhadap Pertumbuhan Sawi Pakcoy Dan Selada Hijau Dengan Sistem Hidroponik. BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi, 6(3), 300\u2013310. https:\/\/doi.org\/10.32938\/jbe.v6i3.1223 Rasmikayati, E., Hapsari, H., & Saefuddin, B. R. (2019). Peningkatan Pengetauan dan Ketertarikan Remaja Pada Hidroponik Berbasis Organik. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(6), 147\u2013151. Rasmito, A., Hutomo, A., & Hartono, A. P. (2019). Pembuatan Pupuk Organik Cair dengan Cara Fermentasi Limbah Cair Tahu, Starter Filtrat Kulit Pisang Dan Kubis, dan Bioaktivator EM4. Jurnal IPTEK, 23(1), 55\u201362. https:\/\/doi.org\/10.31284\/j.iptek.2019.v23i1.496 Ratnasari, I., Studi, P., Hasil, T., Pertanian, F., & Raya, U. P. (2023). PENGARUH PENAMBAHAN BAYAM HIJAU ( Amaranthus tricolor L .) TERHADAP KUALITAS GIZI DIMSUM IKAN PATIN ( Pangasius sp .). 4(1), 51\u201356.","83 Rasit, N., Hwe Fern, L., & Azlina Wan Ab Karim Ghani, W. (2019). Production And Characterization Of Eco Enzyme Produced From Tomato And Orange Wastes 56 And Its Influence. International Journal of Civil Engineering and Technology, 10(3), 967\u2013980 Restu Handayani, T., & Susmita, S. (2022). Pemanfaatan Bayam Hijau Sebagai Upaya Mencegah Anemia Pada Ibu Hamil. JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 18\u201323. https:\/\/doi.org\/10.51771\/jukeshum.v2i1.177 Roberto, K. (2003). HOW TO HYDROPONICS (4th ed.). New York: The Futuregarden Press Roidah, I.S. 2014. Pemanfaatan Lahan Dengan Menggunakan Sistem Hidroponik. Jurnal Universitas Tulungagung Bonorowo. Vol. 1. No. 2. Hal (43-49). Universitas Tulungagung Bonorowo. Kediri. Rochyani, N., Utpalasari, R. L., & Dahliana, I. (2016). Julii-Desember2020 Neny Rohyani, Rih Laksmi Utpalasari. Jurnal Redoks, 5(2), 135\u2013140. Rumimper, E. A., Posangi, J., & Wuisan, J. (2014). UJI EFEK PERASAN DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus). Jurnal E- Biomedik, 2(2), 2\u20134. https:\/\/doi.org\/10.35790\/ebm.2.2.2014.5519 Safiroh W.P, P. N., Nama, G. F., & Komarudin, M. (2022). Sistem Pengendalian Kadar PH dan Penyiraman Tanaman Hidroponik Model Wick System. Jurnal Informatika Dan Teknik Elektro Terapan, 10(1). https:\/\/doi.org\/10.23960\/jitet.v10i1.2260 Salamah, U. (2021). Kontribusi Generasi Muda Dalam Pertanian Indonesia. Journal Science Innovation and Technology (SINTECH), 1(2), 23\u201331. https:\/\/doi.org\/10.47701\/sintech.v1i2.1064 Saparinto, C. 2013. Grow Your Own Vegetables \u2013 Panduan Praktis Menanam 14 Sayuran Konsumsi Populer di Pekarangan. Penebar Swadaya. Yogyakarta. Sastypratiwi, H., & Nyoto, R. D. (2020). Analisis Data Artikel Sistem Pakar Menggunakan Metode Systematic Review. Jurnal Edukasi Dan Penelitian Informatika (JEPIN), 6(2), 250. https:\/\/doi.org\/10.26418\/jp.v6i2.40914 Satriawan, D., & Aprillia, D. R. (2019). Respon Tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa L.) Terhadap Larutan Hara (AB Mix ) Pada Instalasi Horizontal Sistem Hidroponik. Konservasi Hayati, 15(2), 1\u20136. https:\/\/doi.org\/10.33369\/hayati.v1i2.10946 Siswadi, dan Sarwono. 2013. Uji Sistem Pemberian Nutrisi dan Macam Media Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Daun (Lactuca sativa L.). Jurnal Agronomika 8 (1). 27-36. Sunarjono, H. 2014. Bertanam 36 Jenis Sayuran. Penebar Swadaya. Jakarta. Septiadi, A., & Ramadhani, W. K. (2020). Penerapan metode anova untuk analisis rata-rata produksi donat, burger, dan croissant pada toko roti Animo Bakery. Bulletin of Applied Industrial Engineering Theory, 1(2), 60\u201364.","84 Septiani, U., Oktavia, R., Dahlan, A., Tim, K. C., & Selatan, K. T. (2021). Eco Enzyme\u202f: Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Produk Serbaguna di Yayasan Khazanah Kebajikan. Jurnal Universitas Muhamadiyah Jakarta, 02(1), 1\u20137. Setyaputri, E. N. A. (2021). Pengaruh Penggunaan Berbagai Nutrisi pada Pertumbuhan Selada Keriting (Lactuca sativa L.) Hidroponik Sistem Wick. Jurnal Agroekoteknologi Dan Agribisnis, 4(2), 20\u201328. https:\/\/doi.org\/10.51852\/jaa.v4i2.407 Sianturi, R. (2022). Uji homogenitas sebagai syarat pengujian analisis. Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, Dan Agama, 8(1), 386\u2013397. https:\/\/doi.org\/10.53565\/pssa.v8i1.507 Sidik, P., & Denok, S. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif. In Google Books. Pascal Books. Siregar, D. H., Zulia, C., & Fazri, S. (2020). Tanggap Pertumbuhan serta Produksi Bayam Hijau (Amaranthus hybridus L.) terhadap Perlakuan Bokashi Batang Pisang dan Pupuk Organik Cair G2. Bernas Agricultural Research Journal, 16(1), 16\u201327. http:\/\/jurnal.una.ac.id\/index.php\/jb\/article\/view\/1223\/1039 Siregar, M. H. F. F. (2021). Sosialisasi Budidaya Sistem Tanam Hidroponik Dan Veltikultur. Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1). https:\/\/doi.org\/10.30596\/ihsan.v3i1.6826 Siregar, M. (2017). Respon pemberian nutrisi AB mix pada sistem tanam hidroponik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi ( Brassica juncea ). Journal of Animal Science and Agronomy Panca Budi, 2(2), h. 18- 24. Sopiah, S., Macklin Pareira, B., Dwiratna Nur Perwitasari, S., & Amaru, K. (2022). Pengaruh Media Tanam Peatmoss dengan Rockwool terhadap Pertumbuhan Stroberi (Fragaria sp.) menggunakan Sistem Hidroponik DFT (Deep Flow Tecjnique). Seminar Nasional LPPM UMMAT, 1(1), 452\u2013456. Soverda, N., & Indra, E. (2023). Jagro. 8(April), 86\u201391. https:\/\/doi.org\/10.33087\/jagro.v8i1.189 Sri Ayu Imaningtyas.1510. Mandiri Biologi Untuk SMA dan MA Kelas XII. Erlangga ________ Kumpulan Soal-soal Ujian Nasional dan Soal-soal SPMB\/SNMPTN. Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional Subandi, M., Birnadi, S., Ginandjar, S., & Frasetya, B. (2020). Identifikasi Arah Pengembangan Riset dan Tinjauan Sistem Teknik Budidaya Hidroponik di Indonesia. Jurnal Agroteknologi UIN, 3(1), 1\u201314. Supriyanto, T. (2021). SISTEM PEMBERIAN NUTRISI BAYAM HIDROPONIK BERBASIS IoT TERINTEGRASI TELEGRAM. Spektral, 2(2), 64\u201369. https:\/\/doi.org\/10.32722\/spektral.v2i2.4172 SURYATINI, F., PANCONO, S., BHASKORO, S. B., & MULJONO, P. M. S. (2021). Sistem Kendali Nutrisi Hidroponik berbasis Fuzzy Logic"]


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook