EFEKTIVITAS ECO ENZYM KULIT BUAH-BUAHAN UNTUK PERTUMBUHAN SAYUR SELADA MERAH (Lactuca Sativa var. Crispa L) MENGGUNAKAN TEKNIK HIDROPONIK SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penulisan Skripsi Program Studi Pendidikan Biologi Oleh : R. Rini Siti Salma Wulandari 195040008 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PASUNDAN 2023
MOTTO DAN PERSEMBAHAN “LIVE AS IF YOU WERE TO DIE TOMORROW. LEARN AS IF YOU WERE TOLIVE FOREVER” MAHATMA GANDHI “Man Jadda Wajada artinya Barang siapa yang bersungguh-sungguh, ia akan berhasil” Alhamdulillahirabbil’alamin, perjalanan yang sangatlah panjang dengan menguras jiwa dan raga. Perasaan yang campur aduk bahagia, sedih, kecewa, emosi, telah dilalui dengan penuh tekad dan motivasi. Ya Allah, saya berterimakasih kepada Engkau atas segala pencapaian ini, mempertemukan saya dengan orang-orang hebat, orang-orang yang memberikan saya banyak pengalaman serta banyak pembelajaran, memberikan warna dalam kehidupan dan melengkapi dalam cerita panjang kehidupan saya ini. Ya Allah, sujud syukur kepada-Mu atas segala izin-Mu untuk saya bisa bertahan dan berjuang dari berbagai halangan, rintangan, dan tantangan dari awal perjuanganku sampai dengan menyelesaikan studi ini. Serta saya sangat berterimakasih kepada orang-orang yang telah mendoakan saya, semoga doa baik yang selalu dicurahkan berbalik kepada kalian semua, Aamiin.
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama : R. Rini Siti Salma Wulandari NIM : 195040031 Judul Skripsi : Efektivitas Eco Enzym Kulit Buah-Buahan Untuk Pertumbuhan Sayur Selada Merah (Lactuca Sativa Var. Crispa L) Menggunakan Teknik Hidroponik Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul diatas beserta seluruh isi adalah benar- benar karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara yang tidak sesuai dengan etika ilmu dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini saya siap menanggung resiko atau sanksi apabila tenyata kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan atau klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini. Bandung, Juni 2023. Yang Membuat Pernyataan R. Rini Siti Salma Wulandari NPM. 195040008
KATA PENGANTAR Bismillahirrahmarahim.Assalamualaikum Wr. Wb Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allat SWT karena berkat rahmat- Nya saya dapat menyelasaikan skripsi yang berjudul “EFEKTIVITAS ECO ENZYM KULIT BUAH-BUAHAN UNTUK PERTUMBUHAN SAYUR SELADA MERAH (Lactuca Sativa var. Crispa L) MENGGUNAKAN TEKNIK HIDROPONIK. Shalawat serta salam kita panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, sampai kepada umatnya. Aamiin Ya Rabbal’Alamin. Penulis menyadari bahwa masih banyak kurangnya dalam penulisan skripsi ini, dan masih jauh dari kata sempurna, serta tidak akan terwujud skripsi ini tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dorongan. Dan penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun gunamemperbaiki dan mengingatkan akan kesalahan. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi banyak orang, khususnya untuk penulis. Wassalamualaikum Wr. Wb Bandung, Juni 2023 R. Rini Siti Salma Wulandari i
UCAPAN TERIMA KASIH Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, karena selama penyusunan skripsi ini, penulis, menyadari dengan segala ketebatasan dan kemampuan yang dimiliki tanpa limpahan rahmat-Nya serta dorongan dan dukungan dari berbagai pihak sehingga pada akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Maka dari itu, penulis ingin mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya secara khusus kepada semua pihak yang telah ikut serta memberikan peran dan dorongan yang luar biasa selama proses penyusunan skripsi ini. Ucapan terimakasih ini sangat ingin saya sampaikan kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusup Sp., M.Si., M.Kom selaku rektor Universitas Pasundan. 2. Bapak Dr. H. Uus Toharudin, M.Pd. selaku dekan FKIP Universitas Pasundan Bandung serta telah memfasilitasi dalam bentuk sarana dan prasarana selama perkuliahan. 3. Ibu Ida Yayu Nurul Hizqiyah, M.Si, selaku ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Pasundan. 4. Ibu Dr. Hj. Mia Nurkanti, M.Kes., selaku Dosen Pembimbing I dan Dosen Payung yang telah banyak memberikan dukungan, saran serta masukan yang membangun kepada saya selama penulisan skripsi ini. 5. Ibu Mimi Halimah, S.Pd., M.Si., selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan dukungan, motivasi, saran, dan masukan kepada saya selama penulisan skripsi ini. 6. Jajaran dosen dan staff FKIP Universitas Pasundan yang selalu membantu saya dalam hal apapun selama perkuliahan hingga sampai saat ini. 7. Kedua orang tua tercinta, Bapak Pupun Syaripudin, S.E dan Ibu Immas Agustinawati, S.E. yang senantiasa mendoakan, memotivasi, memberi dukungan berupa materi dan juga moril kepada saya, sehingga saya tidak pernah menyerah dalam penulisan skripsi ini. 8. Keluarga besar saya tercinta, yang selalu mendampingi perjalanan 1
hidup saya, memberi dukungan serta semangat kepada saya dalam penulisan skripsi ini. 9. Sahabat saya sejak SMP dan SMK, Methania Zahra, Syifa Nabillah, dan Hasna Nurul, yang selalu membantu saya dalam penulisan skripsi ini, selalu memberikan dukungan, motivasi, dan ceritanya. 10. Sahabat seperjuangan saya, Aliya Suci Ramadhini, Miena Zazkiana dan Alfitri Septiani Eka Putri yang selalu memberikan banyak dukungan, motivasi, dan cerita selama 4 tahun perkuliahan. 11. Teman-teman kelompok satu bimbingan, teman satu penelitian payung, yang telah sama-sama berjuang bersama penulis dalam menyelesaikan skripsi penelitian ini. 12. Teruntuk Astri Lestari, yang menjadi sahabat saya sejak SMK, selalu membantu saya, sekaligus teman seperjuangan saya dalam melewati perkuliahan dan perskripsian ini. 13. Seluruh teman-teman yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang selalu ada untuk saya dari lama sampai saat ini, terimakasih telah banyak memberikan motivasi. 14. Teruntuk calon imam saya yang masih Allah SWT simpan, terimakasih telah memberikan doa dari jauh, karena saya akan terus memperbaiki diri, semoga secepatnya kita dipertemukan diwaktu yang paling tepat, Aamiin. 15. Terakhir, teruntuk diri saya sendiri selaku penulis yang telah berjuang tiada henti, tidak pernah menyerah sehingga dapat melewati masa sulit dalam penulisan skripsi ini. Dan semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang selalu membantu, mendoakan, mendukung saya dalam segala hal mulai dari awal perkuliahan sampai akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas akhir ini, semoga AllahSWT senantiasa menjaga, melindungi, dan membalas kebaikan kalian semua.
ABSTRAK R. Rini Siti Salma Wulandari. 2023. Efektivitas Eco Enzym Kulit Buah- Buahan Untuk Pertumbuhan Selada Merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) Menggunakan Teknik Hidroponik. Pembimbing I : Dr. Hj. Mia Nurkanti, M.Kes. Pembimbing II : Mimi Halimah, S.Pd., M.Si. Eco enzyme merupakan larutan hasil fermentasi limbah dapur organik seperti kulit buah dan sayuran yang ditambahkan gula (molase), dan air dengan perbandingan 1 : 3 : 10. Larutan eco enzyme mengubah ammonia menjadi nitrat (������03), dan nutrisi tanaman hasil fermentasi eco enzyme dapat dijadikan sebagai pupuk organik cair (POC) dikarenakan eco enzyme memiliki kandungan nutrisi yang menunjang pertumbuhan. Tanaman sayur selada merah merupakan komoditas hortikultura yang memiliki prospek dan nilai komersial yang cukup baik. Selada merah mengandung banyak vitamin dan mineral yang dapat memenuhi kebutuhan gizi, salah satu manfaatnya adalah menjaga kesehatan jantung. Bercocok tanam dengan teknik hidroponik saat ini telah banyak digunakan, dikarenakan penggunaannya yang lebih menghemat tempat. Hidroponik merupakan teknik tanam dengan menggunakan air. Penggunaan air dalam sistem hidroponik ini berguna sebagai perantara antara tanaman dan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari eco enzyme kulit buah- buahan dengan berbeda konsentrasi pada tanaman selada merah (Lactuca sativa var. Crispa L) menggunakan teknik hidroponik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, terdiri dari 6 perlakuan dan 4 kali pengulangan. Kelompok T1 (5%), T2 (10%), T3 (15%), T4 (20%), T5 (25%), dan kelompok kontrol K (AB Mix) tanpa diberi nutrisi eco enzyme. Parameter yang diukur pada penelitian ini meliputi tinggi, berat, dan jumlah helai daun. Hasil data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, anova, dan Duncan. Uji korelasi dilakuakan untuk melihat keterkaitan antara data utama dan data penunjang. Dari penelitian yang sudah dilakukan, menunjukkan bahwa pemberian nutrisi eco enzyme kulit buah-buahan konsentrasi 5% efektif diberikan untuk tanaman selada merah yang ditanam secara hidroponik dengan sistem wick. Kata Kunci : Eco Enzyme; Selada Merah; Hidroponik.
ABSTRACT R. Rini Siti Salma Wulandari. 2023. Effectiveness of Fruit Peel Eco Enzymes for the Growth of Red Lettuce (Lactuca Sativa var. Crispa L) Using Hydroponic Techniques. Advisor I : Dr. Hj. Mia Nurkanti, M. Kes. Advisor II : Mimi Halimah, S.Pd., M.Si. Eco enzyme is a fermented solution of organic kitchen waste such as fruit and vegetable peels added with sugar (molasses) and water in a ratio of 1 : 3 : 10. The eco enzyme solution converts ammonia into nitrate (������03),and fermented plant nutrients eco enzyme can be used as liquid organic fertilizer (POC) because eco enzyme contains nutrients that support growth. Red lettuce is a horticultural commodity that has good prospects and commercial value. Red lettuce contains many vitamins and minerals that can meet nutritional needs, one of the benefits of which is maintaining heart health. Farming with hydroponic techniques is now widely used, because its use saves more space. Hydroponics is a planting technique using water. The use of water in this hydroponic system is useful as an intermediary between plants and nutrients. This study aims to determine the effectiveness of fruit skin eco enzyme with different concentrations on red lettuce (Lactuca sativa var. Crispa L) using hydroponic techniques. The method used in this study is the experimental method, consisting of 6 treatments and 4 repetitions. Group T1 (5%), T2 (10%), T3 (15%), T4 (20%), T5 (25%), and control group K (AB Mix) without eco enzyme nutrition. Parameters measured in this study included height, weight, and number of leaves. The results of the data obtained were then analyzed using normality, homogeneity, ANOVA, and Duncan tests. Correlation test was carried out to see the relationship between the main data and supporting data. From the research that has been done, it shows that the provision of eco enzyme nutrition from fruit skins with a concentration of 5% is effective for red lettuce plants grown hydroponically with a wick system. Keywords : Eco Enzyme; Red Lettuce; Hydroponics
RINGKESAN R. Rini Siti Salma Wulandari. 2023. Éféktivitas Eko Énzim Kulit Buah pikeun Tumuwuhna Salada Beureum (Lactuca Sativa var. Crispa L) Ngagunakeun Téhnik Hidroponik. Pembimbing I : Drs. Hj. Mia Nurkanti, M. Kes. Pembimbing II : Mimi Halimah, S.Pd., M.Si. Énzim Eco nyaéta leyuran ferméntasi tina runtah dapur organik sapertos kulit buah sareng sayuran ditambah gula (molase) sareng cai dina nisbah 1: 3: 10. Solusi énzim éko ngarobih amonia janten nitrat (������03), sareng ferméntasi tutuwuhan gizi eco enzyme bisa dipaké salaku pupuk organik cair (POC) sabab eco énzim ngandung gizi nu ngarojong tumuwuhna. Apu beureum mangrupa komoditi hortikultura anu ngabogaan prospek alus sarta nilai komérsial. Apu beureum ngandung seueur vitamin sareng mineral anu tiasa nyumponan kabutuhan gizi, salah sahiji mangpaatna nyaéta ngajaga kaséhatan jantung. Tani nganggo téknik hidroponik ayeuna seueur dianggo, sabab panggunaanana langkung ngahémat rohangan. Hidroponik nyaéta téhnik penanaman ngagunakeun cai. Pamakéan cai dina sistem hidroponik ieu mangpaat salaku perantara antara tutuwuhan jeung zat gizi. Ulikan ieu miboga tujuan pikeun mikanyaho éféktivitas ekoénzim kulit buah kalayan konsentrasi anu béda dina salada beureum (Lactuca sativa var. Crispa L) ngagunakeun téhnik hidroponik. Métode anu digunakeun dina ieu panalungtikan nya éta métode ékspérimén, diwangun ku 6 perlakuan jeung 4 pengulangan. Kelompok T1 (5%), T2 (10%), T3 (15%), T4 (20%), T5 (25%), jeung kelompok kontrol K (AB Campur) tanpa gizi ekoénzim. Parameter anu diukur dina ieu panalungtikan ngawengku jangkungna, beurat, jeung jumlah daun. Hasil tina data anu diperoleh tuluy dianalisis ngagunakeun uji normalitas, homogénitas, ANOVA, jeung uji Duncan. Uji korélasi dilaksanakeun pikeun ningali hubungan antara data utama jeung data pendukung. Tina panalungtikan anu geus dilakukeun, nuduhkeun yén panyadiaan nutrisi ekoénzim tina kulit buah kalawan konsentrasi 5% éféktif pikeun pepelakan salada beureum anu dipelak sacara hidroponik kalawan sistem sumbu. Konci : Eko-énzim; Salada Beureum ; Hidroponik
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR........................................................................................................ i UCAPAN TERIMA KASIH ............................................................................................ 1 ABSTRAK ......................................................................................................................... 3 ABSTRACT....................................................................................................................... 4 RINGKESAN .................................................................................................................... 5 DAFTAR ISI...................................................................................................................... 6 DAFTAR TABEL ............................................................................................................. 8 DAFTAR GAMBAR......................................................................................................... 9 DAFTAR GRAFIK......................................................................................................... 10 BAB I................................................................................................................................ 11 PENDAHULUAN ........................................................................................................... 11 A. Latar Belakang Masalah ........................................................................................ 11 B. Identifikasi Masalah ................................................................................................ 5 C. Rumusan Masalah................................................................................................... 5 D. Batasan Masalah ..................................................................................................... 5 E. Tujuan Penelitian .................................................................................................... 6 F. Manfaat Penelitian.................................................................................................. 6 G. Definisi Operasional ................................................................................................ 6 H. Sistematika Skripsi .................................................................................................. 7 BAB II ................................................................................................................................ 9 KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN..................................................... 9 A. Kajian Teori ............................................................................................................. 9 1. Eco-Enzyme ....................................................................................................... 9 2. Selada Merah (Lactuca Sativa var. Crispa L).............................................. 13 3. Hidroponik....................................................................................................... 19 4. Hasil Penelitian Terdahulu ............................................................................ 25 5. Kerangka Pemikiran ...................................................................................... 30 6. Asumsi.............................................................................................................. 31 7. Hipotesis........................................................................................................... 31 8. Keterkaitan dengan Mata Pelajaran Biologi................................................ 32 BAB III............................................................................................................................. 33
METODE PENELITIAN............................................................................................... 33 A. Pendekatan Penelitian .......................................................................................... 33 B. Desain Penelitian .................................................................................................. 33 C. Subjek dan Objek Penelitian ................................................................................. 36 D. Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian...................................................... 37 E. Teknik Analisis Data .............................................................................................. 41 F. Prosedur Penelitian............................................................................................... 42 BAB IV............................................................................................................................. 48 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................................................. 48 A. Hasil Penelitian...................................................................................................... 48 B. Pembahasan.......................................................................................................... 69 BAB V .............................................................................................................................. 75 SIMPULAN DAN SARAN............................................................................................. 75 A. Simpulan ............................................................................................................... 75 B. Saran ..................................................................................................................... 75 DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 77 Lampiran ......................................................................................................................... 86
DAFTAR TABEL Tabel 2. 1 Standar Mutu Eco Enzyme .................................................................. 12 Tabel 2. 2 Kandungan Gizi Selada Merah ............................................................ 17 Tabel 2. 3 Penelitian Terdahulu ............................................................................ 25 Tabel 3. 1 Desain Penelitian 35 Tabel 3. 2 Pengamatan Data Utama...................................................................... 40 Tabel 3. 3 Pengamatan Data Penunjang................................................................ 41 Tabel 3. 4 Alat dan Bahan Pembuatan Eco Enzyme............................................. 43 Tabel 3. 5 Alat Penelitian...................................................................................... 44 Tabel 3. 6 Bahan Penelitian .................................................................................. 45 Tabel 4. 1 Hasil Tinggi Tanaman 50 Tabel 4. 2 Uji Normalitas Tinggi Selada Merah ................................................... 52 Tabel 4. 3 Uji Homogenitas Tinggi Selada Merah ............................................... 53 Tabel 4. 4 Uji ANOVA Tinggi Selada Merah ...................................................... 54 Tabel 4. 5 Uji Duncan Tinggi Selada Merah ........................................................ 54 Tabel 4. 6 Hasil Berat Selada Merah .................................................................... 56 Tabel 4. 7 Uji Normalitas Berat Selada Merah ..................................................... 58 Tabel 4. 8 Uji Homogenitas Berat Selada Merah ................................................. 58 Tabel 4. 9 Uji ANOVA Berat Selada Merah ........................................................ 59 Tabel 4. 10 Uji Duncan Berat Selada Merah ........................................................ 60 Tabel 4. 11 Hasil Jumlah Daun Selada Merah...................................................... 61 Tabel 4. 12 Uji Normalitas Jumlah Daun Selada Merah ...................................... 63 Tabel 4. 13 Uji Homogenitas Jumlah Daun Selada Merah ................................... 63 Tabel 4. 14 Uji Anova Jumlah Daun Selada Merah.............................................. 64 Tabel 4. 15 Uji Duncan Jumlah Daun Selada Merah............................................ 65 Tabel 4. 16 Data Penunjang .................................................................................. 65 Tabel 4. 17 Uji Korelasi ........................................................................................ 67
DAFTAR GAMBAR Gambar 2. 1 Eco-Enzyme ....................................................................................... 9 Gambar 2. 2 Tanaman Selada Merah.................................................................... 14 Gambar 2. 3 Hidroponik ....................................................................................... 19 Gambar 2. 4 Sistem Nutrient Film Technique(NFT) ............................................ 21 Gambar 2. 5 Sistem Deep Float Technique (DFT) ............................................... 22 Gambar 2. 6 Sistem Rakit Apung ......................................................................... 22 Gambar 2. 7 Sistem Aeroponik............................................................................. 23 Gambar 2. 8 Sistem Wick ..................................................................................... 23 Gambar 2. 9 Sistem ebb and flow ......................................................................... 24 Gambar 2. 10 Nutrisi untuk Tanaman Hidroponik ............................................... 25 Gambar 2. 11 Kerangka Pemikiran....................................................................... 31 Gambar 3. 1 Lokasi Penelitian 36 Gambar 4. 1 Hasil Perlakuan 1 49 Gambar 4. 2 Hasil Penelitian 2 ............................................................................. 49 Gambar 4. 3 Hasil Penelitian 3 ............................................................................. 49 Gambar 4. 4 Hasil Penelitian 4 ............................................................................. 49
DAFTAR GRAFIK Grafik 4. 1 Hasil Tinggi Selada Merah ................................................................. 52 Grafik 4. 2 Hasil Berat Selada Merah ................................................................... 57 Grafik 4. 3 Hasil Jumlah Daun Selada Merah....................................................... 62
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dengan mayoritas masyarakat Indonesia dalam bidang pertanian. Semakin berkembangnya penduduk, tentunya kebutuhan pangan seperti sayur dan buah pun semakin meningkat. Menurut Satriawan & Aprillia (2019) Selada Merah merupakan sayur dengan kandungan mineral, vitamin C dan E, antioksidan, potassium, zat besi, asam folat, dan karoten. Tanaman selada merah juga termasuk dalam kelompok pangan, memiliki nilai dan harga yang ekonomis, memiliki potensi untuk dikembangkan karena permintaan pasar yang tinggi serta banyak diminati. Kandungan mineral dan vitamin yang terdapat pada selada bermanfaat untuk memenuhi asupan tubuh. Selain untuk menjaga kesehatan pada jantung, selada merah juga memiliki manfaat untuk kulit, meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesahatan mata, dapat mengontrol tekanan darahm dan mencegah penyakit kanker. Penampilan selada merah yang semakin menarik, tentunya akan menambah minat masyarakat untuk mengkonsumsinya. Harga selada merah yang murah dan mudah didapatkan, serta cocok dijadikan lalapan inilah yang menarik konsumen untuk membeli atau bahkan menanamnya (Sastradihardja, 2021). Berkurangnya lahan dalam sektor pertanian dikarenakan terjadi peralihan menjadi pemukiman dan industri menjadi salah satu alasan petani mencari cara untuk bercocok tanam. Penanaman secara hidroponik menjadi pilihan petani agar dapat terus membudidayakan tanaman. Hidroponik ini merupakan Teknik budidaya dengan menggunakan media air, media tersebut tentunya sudah mengandung nutrisi untuk tanaman. Kandungan unsur hara yang terdapat dalam air inilah yang berfungsi untuk menunjang pertumbuhan bagi tanaman, karena untuk mencapai pertumbuhan yang optimal perlu memperhatikan keseimbangan nutrisi yang diberikan (Roidah, 2014).
2 Meningkatnya aktivitas masyarakat berpotensi menyebabkan semakin tinggi volume sampah/ limbah yang dihasilkan. Faktanya, dari hasil sampah yang dihasilkan dengan jumlah total sekitar 80% didominasi oleh sampah organik yang hanya dipandang sebagai limbah sisa yang tidak bernilai ekonomi (Hariani et al.). Terdapat beberapa cara untuk meminimalisir limbah tersebut seperti dengan mengolah limbah menjadi suatu yang bermanfaat, baik untuk manusia maupun lingkungannya. Pembuatan eco-enzyme adalah salah satu cara untuk memanfaatkan limbah. Eco enzyme merupakan suatu nutrisi cair dengan menggunakan sampah organik yang difermentasi seperti kulit buah-buahan dan sayur. Cairan eco enzyme yang dihasilkan dari fermentasi antara kulit buah, gula merah dan air bersih tersebut dapat bermanfaat sebagai pupuk, cairan pembersih rumah, pestisida alami, juga untuk kulit (Hariani et al., 2022). Terdapat beberapa unsur hara berbentuk garam mineral yang terkandung pada nutrisi untuk hidroponik. Dalam menunjang pertumbuhannya, tanaman memerlukan beberapa unsur hara, diantaranya Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Sulfur (S), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Besi (Fe), Seng (Zn), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), Molibdenum (Mo), dan Boron (B). 12 unsur hara tersebut memiliki komposisi yang berbeda, dan setiap pertumbuhan bergantung dengan tanaman yang digunakan. Pupuk yang digunakan harus terbuat dari bahan yang praktis dan terlarut dalam air. Menurut Ronny et al., (2021) dengan judul “Pemanfaatan Sampah Organik Rumah Tangga sebagai Eco Enzyme untuk Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.)”. Pemberian konsentrasi nutrisi yang tinggi terhadap tanaman selada merah akan memengaruhi parameter yang diukur. Semakin tingginya kadar glukosa yang terkandung dalam eco enzyme tersebut mampu memberikan pengaruh baik dalam parameter tinggi, jumlah maupun bobot tanaman. Di samping itu, glukosa cukup berpengaruh dalam pertumbuhan tanaman seperti membuat tanaman menjadi lebih besar, lebat, dan kuat. Glukosa sendiri merupakan sumber energi untuk pertumbuhan tanaman (Journal et al., 2021).
3 Penelitian selanjutnya, menurut (Elinda et al., 2021) dengan judul penelitian “Pengaruh Penggunaan Berbagai Nutrisi pada Pertumbuhan Tanaman Selada Keriting (Lactuca Sativa L.) Hidroponik Sistem Wick”. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemberian biourin tanpa pupuk mampu memberikan hasil yang sama optimalnya dari pemberian nutrisi dengan nutrisi AB Mix. Dapat dikatakan optimal karena dalam penelitian ini semua variabel pengamatan sesuai dengan parameter yang diukur. Dalam penelitian oleh Meriyanto et al., 2017 dengan judul “Pengaruh Pemberian Berbagai Konsentrasi Larutan Nutrisi Hidroponik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa L.) dengan Sistem Deep Flow Technique (DFT)”. Pemberian nutrisi 900 ppm terhadap tanaman selada merah mampu membuat tanaman tersebut mencapau hasil yang optimal dalam penilaian parameter berat bengkasan kering, jumlah helai daun, tinggi, dan berat bengkasan kering basah tanaman yang lebih baik. Ketersediaan unsur hara yang tepat dan cukup sesuai kebutuhan tanaman mengakibatkan proses pertumbuhan berjalan dengan baik dan tanaman pun tumbuh subur. Penelitian terdahulu yang keempat dilakukan oleh Yanti G F, dan Ngadiani (2018) dengan judul penelitian “Uji Banding Berbagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Selada Merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) Dengan Media Tanam Hidroponik Sistem NFT (Nutrient Film Technique)”. Penggunaan media tanam rockwool dinilai sangat berpengaruh untuk pertumbuhan tanaman selada merah dibandingkan memakai sekam bakar, kapas, spons, ataupun cocopeat. Media rockwool merupakan media tanam yang ideal untuk sistem hidroponik sehingga menghasilkan bobot tanaman yang baik, bersifat inert. Selanjutnya terdapat penelitian yang dilakukan oleh Dedi Satriawan, dan Dwi Resti Aprilia (2019) dengan judul penelitian “Respon Tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa var. Crispa L.) terhadap Larutan Hara (AB mix) pada Instalasi Horizontal Sistem Hidroponik”. Penelitian ini menggunakan larutan nutrisi AB Mix, dengan penggunaan nutrisi ini menghasilkan tanaman selada merah yang sedikit berwarna merah dan tanaman cenderung layu.
4 Ketidaksesuaian nutrisi yang didapatkan oleh tanaman membuat pertumbuhan selada merah menjadi kurang optimal. Dalam upaya mengoptimalkan hasil dari pertumbuhan selada merah maka dibuatlah eco enzyme dengan bahan kulit buah-buahan yang memiliki kandungan seperti: Kulit buah naga yang mengandung antioksidan seperti vitamin C, flavonoid, tannon, alkaloid, steroid, maupun saponin (Noor et al., 2016). Selain menggunakan buah naga, eco enzyme yang digunakan juga terbuat dari kulit pisang dan kulit buah mangga, serta kulit jeruk. Kandungan nutrisi berupa fosfor (P), kalium (K), zat besi (Fe) terkandung dalam kulit pisang dan kulit mangga. Kulit buah mangga juga memiliki kandungan seperti mangiferin, flavonoid, asam phenol, karatenoid dietary fiber, dan terkandung beberapa enzim aktif lain juga memiliki total polifenol (Tambunan et al., 2022). Kulit buah mangga juga memiliki kandungan karbohidrat dan gula yang cukup tinggi, dimanfaatkan pada proses fermentasi dalam pembuatan eco-enzyme yang berperan sebagai bahan kimia. Sementara (phenolic acids, flavonones, dan polymethoxylated flavones), karotenoid, dan asam askorbat terkandung dalam kulit jeruk (Indrastuti & Aminah, 2020). Beberapa jenis kulit buah yang digunakan dalam eco enzyme ini mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Penggunaan limbah kulit buah naga, kulit pisang, kulit mangga, dan kulit jeruk yang banyak tersebar di pedesaan maupun perkotaan menjadikannya sebagai bahan alternatif yang mudah dicari. Namun, sejauh mana eco enzyme dari kulit buah-buahan (kulit mangga, kulit jeruk, kulit buah naga, dan kulit pisang) ini dapat efektif terhadap pertumbuhan sayuran selada merah tersebut belum diketahui oleh karena itu perlu adanya penelitian. Berdasarkan pada uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : “Efektivitas Eco Enzym Kulit Buah-Buahan untuk Pertumbuhan Sayur Selada Merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) menggunakan Teknik Hidroponik”. Dengan judul tersebut peneliti dapat memberikan solusi dalam pengelolaan limbah dengan mengolah limbah tersebut menjadi eco enzyme yang dapat berguna bagi masyarakat. Hasil akhir yang diharapkan ialah
5 peningkatan kesadaran masyarakat khusunya untuk peneliti sendiri dalam meminimalisir jumlah limbah dengan memanfaatkannya kembali yang diiringi dengan peningkatan hasil sayur yang lebih segar. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan masalah yang teridentifikasi dalam penelitian ini, yaitu : 1. Kurang maksimal pertumbuhan tanaman sayur selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) sehingga kualitas tanaman rendah. 2. Menumpuknya limbah kulit buah-buahan yang kurang dimanfaatkan. 3. Belum adanya eco enzyme dari kulit buah naga, pisang, mangga, dan jeruk. C. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah yang sudah dikemukakan diatas, dibuatlah perumusan seperti “Bagaimana efektifitas eco enzyme kulit buah- buahan terhadap pertumbuhan sayur selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) menggunakan Teknik Hidroponik ”. Terdapat pertanyaan penelitian seperti: 1. Apakah pemberian nutrisi eco-enzyme kulit buah-buahan efektif untuk pertumbuhan tinggi tanaman selada merah ? 2. Apakah pemberian nutrisi eco-enzyme kulit buah-buahan efektif untuk pertumbuhan berat tanaman selada merah ? 3. Apakah pemberian eco-enzyme kulit buah-buahan efektif untuk pertumbuhan jumlah helai daun tanaman selada merah ? D. Batasan Masalah Agar penelitian yang lebih terarah dan tidak melebar, untuk memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian, maka perlu dibatasinya penelitian ini. Batasan masalahnya seperti : 1. Penelitian ini berlokasi di Kp. Ciharashas RT 01 RW 04 Desa Margajaya Kec. Ngamprah Kab. Bandung Barat.
6 2. Subjek penelitian ini adalah eco enzyme. 3. Eco enzyme yang dipakai untuk penelitian ini terdiri dari kulit pisang, kulit jeruk, kulit buah naga dan kulit mangga sebagai bahan bakunya. 4. Tanaman yang digunakan yaitu tanaman sayur selada merah 5. Media yang digunakan adalah penanaman dengan teknik hidroponik. 6. Objek penelitian ini ialah pertumbuhan tanaman sayur selada merah dengan diberi eco enzyme. 7. Parameter yang diukur meliputi tinggi, jumlah daun, dan berat daun. 8. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan dengan 4 kali pengulangan. E. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas eco enzyme kulit buah-buahan terhadap pertumbuhan tanaman sayur selada merah. F. Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian yang dijabarkan sebagai berikut : 1. Manfaat bagi Peneliti ialah dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan dan dipelajari selama menempuh Pendidikan di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Pasundan Bandung, menambah pengetahuan peneliti terhadap penerapan Ilmu Biologi. 2. Manfaat bagi Pendidikan yaitu, dapat menambah informasi dan menjadi sumber literatur mengenai keilmuan khusunya pada materi Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup kelas 12 Semester 2 dalam KD 3.1 dan pastinya untuk memajukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan. G. Definisi Operasional Definisi operasional pada penelitian ditujukan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Berikut adalah variabel yang digunakan :
7 1. Efektivitas adalah ukuran keberhasilan dalam mencapai tujuan dari yang sudah diharapkan. 2. Eco enzyme dibuat dengan bahan menggunakan kulit buah naga, kulit pisang, kulit mangga, dan kulit jeruk. Dengan komposisi kulit buah- buahan sebanyak 3 kg tersebut ditambahkan dengan gula merah 1 kg dan air 10 liter kemudian di fermentasi selama 3 bulan. 3. Kulit buah naga, pisang, mangga, dan jeruk dijadikan bahan utama dalam proses pembuatan nutrisi eco-enzym. 4. Tanaman sayur selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) termasuk tanaman semusim dan berbentuk perdu. Selada merah yang digunakan hasil semai selama kurang lebih 7 hari, lalu dipindah tanam dan panen dalam kurun waktu 30-35 hari. Tanaman ini memiliki batang sejati, berakar tunggang dan berakar serabut. 5. Teknik hidroponik merupakan sistem bercocok tanam dengan menggunakan media air. Media pada penelitian ini adalah rockwoll, dengan bahan lainnya seperti baki, net pot, dan kain flanell serta sitem hidroponik yang digunakan adalah sistem wick. H. Sistematika Skripsi Sistematika penulisan memiliki tujuan untuk memberi kemudahan pada peneliti, memberi pemahaman dan penelaahan untuk penelitian yang dilakukan. Sesuai pada sistematika penelitian yang sudah tercantum pada buku Panduan Karya Tulis Ilmiah FKIP UNPAS adalah sebagai berikut : Pada bab 1 ini memaparkan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta sistematika dalam pembuatannya, dimana sebagian besar bertujuan untuk menyempurnakan usulan dari penelitian. Bab 2 merupakan Kajian Teori dan Kerangka Pemikiran, bab ini menguraikan teori-teori yang mendasari pembahasan secara terperinci yang memuat tentang pengertian penelitian, tujuan dilakukannya pengujian efektivitas eco enzyme, manfaat eco enzyme, pengaruh pemberian eco enzyme pada tanaman selada merah dengan teknik hidroponik.
8 Dalam Bab 3 Metodologi Penelitian merupakan pengembangan dari metodologi penelitian yang memuat kerangka pemikiran, sumber dan jenis data, serta metode untuk analisis data. Dengan memaparkan pendekatan penelitian, desain penelitian, subjek dan objek dari penelitian, teknik pengumpulan data dan juga instrument penelitian, teknik analisis data serta prosedur dalam penelitian. Bab 4 memuat 2 poin utama, diantaranya hasil penelitian dan pembahasan. Pada bab ini peneliti menjabarkan hasil pengolahan data yang ditemukan selama penelitian. Tentunya, bab ini pula yang menjadi jawaban dari pertanyaan dari penelitian yang telah dirumuskan yang akan dipaparkan pada pembahasan. Terakhir, pada bab 5 terdapat simpulan dan saran yang menjelaskan serangkaian dari skripsi berdasarkan pada analisis yang telah dilakukan serta saran-saran untuk disampaikan kepada peneliti selanjutnya.
9 BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN A. Kajian Teori 1. Eco-Enzyme a. Pengertian Eco-Enzyme Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, menyatakan bahwa sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah terbagi menjadi dua, yaitu sampah organik dan anorganik. Kini sampah dapat bernilai ekonomis juga dapat digunakan sebagai pupuk kompos, bahan baku industri, sebagai sumber energi dan lainnya. Pengelolaan sampah dapat diproduksi menjadi produk yang bisa menjadi sampah sebelumnya dan dikembalikan dengan aman ke media lingkungan. Gambar 2. 1 Eco-Enzyme Sumber : Dokumentasi Pribadi Dalam pengelolaannya seperti eco enzym, seperti dalam Gambar 2.1. Eco enzym merupakan hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti
10 kulit buah, gula dan air. Produk eco enzym mudah digunakan, mudah dibuat, dan ramah lingkungan. Pembuatan eco enzym menjadi suatu upaya yang dapat dilakukan masyarakat dalam mengurangi komposisi sampah organik yang tinggi. Pada proses fermentasinya, eco enzym tidak membutuhkan tempat luas, tidak memerlukan wadah kompos spesifikasi tertentu. Konsep penggunaan kembali (Reuse) menggunakan barang bekas seperti botol galon mineral sebagai wadah fermentasi. Pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand, Dr. Rosukon Poompanvong merupakan orang pertama yang memperkenalkan eco enzym. Eco enzym ini pada dasarnya mempercepat reaksi bio-kimia yang menghasilkan enzim, enzim tersebut mengubah amonia menjadi nitrat (NO3), menghasilkan hormon alami dan nutrisi untuk tanaman. Penelitian yang dilaksanakan selama 30 tahun ini merupakan upaya dari Dr. Rasukon Poompanvong petani terbantu untuk menghasilkan panen yang lebih baik dan tidak merusak lingkungan (Hidayat et al., 2023). Eco-enzyme merupakan larutan hasil fermentasi limbah dapur segar seperti limbah kulit buah-buahan atau sayuran yang ditambahkan gula (molase), dan air bersih dengan perbandingan 1:3:10 (Benny et al., 2023 Hlm 1). Banyak sekali manfaat yang dihasilkan dari fermentasi ini seperti berguna sebagai nutrisi tanaman, pestisida alami, dan juga dapat meneralisir polutan yang mencemari lingkungan (Rochyani, Utpalasari and Dahliana, 2016 Hlm 136). Menurut (Indrajaya,2018 dalam Pakki et al., 2021 Hlm 127) larutan eco- enzyme dapat mengubah ammonia menjadi nitrat (������03), dan nutrisi tanaman hasil fermentasi eco-enzyme tersebut dapat dijadikan sebagai pupuk organic cair (POC) dikarenakan eco-enzyme mengandung nutrisi yang menunjang pertumbuha. Tanaman akan tumbuh dengan baik karena didukung dengan kondisi lingkungan yang baik. b. Manfaat Eco-Enzyme Eco enzyme memiliki manfaat seperti : sebagai pupuk organik ramah lingkungan. Menurut Larasati Destyana (2020), menyatakan bahwa garbage enzyme atau biasa disebut eco-enzyme merupakan cairan nutrisi yang terbuat
11 dari fermentasi sampah organik. Eco-enzyme juga memiliki fungsi sebagai pembersih lantai, pembersih sayur dan buah, penangkal serangga serta penyubur tanaman. Nutrisi alami dan bersifat menyuburkan tanaman, sehingga Sebagian besar petani yang sekarang menggunakan pupuk cair yang terbuat dari limbah organic buah dan sayuran mengalami penyuburan pada tanaman. Selain itu, melalui fermentasi, eco-enzyme menghasilkan Nitrat (NO3) dan Karbon Trioksida (CO3) yang dibutuhkan sebagai unsur hara (Siska, 2021). c. Eco-Enzyme limbah kulit buah-buahan Dalam upaya mengoptimalkan hasil dari pertumbuhan maka dibuatlah nutrisi dengan bahan baku kulit buah-buahan, memiliki kandungan seperti: kandungan antioksidan berupa vitamin C, flavonoid, tannin, alkaloid, steroid, dan saponin yang terdapat dalam kulit buah naga (Noor et al., 2016). Selain menggunakan buah naga, eco enzyme ini juga terbuat dari kulit pisang, mangga, dan jeruk. Kulit pisang dan kulit buah mangga memiliki kandungan nutrisi berupa fosfor (P), kalium (K), zat besi (Fe). Kulit buah mangga juga memiliki senyawa aktif seperti mangiferin, flavonoid, asam phenol, karatenoid dietary fiber, dan total enzyme aktif (Tambunan et al., 2022). Karbohidrat dan gula yang terkandung dalam kulit buah mangga cukup tinggi sehingga seringkali dibuat untuk bahan baku kimia, salah satunya pembuatan eco enzyme melalui proses fermentasi. Sementara kulit jeruk mengandung senyawa fenolik (phenolic acids, flavonones, dan polymethoxylated flavones), karotenoid, dan asam askorbat (Indrastuti & Aminah, 2020). Beberapa jenis kulit buah yang digunakan dalam eco enzyme ini mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Penggunaan limbah kulit buah naga, kulit pisang, kulit mangga, dan kulit jeruk yang banyak tersebar di pedesaan maupun perkotaan menjadikannya sebagai bahan alternatif yang mudah dicari. d. Proses Pembuatan Fermentasi Eco-Enzyme
12 Dalam proses fermentasi yang dilaksanakan selama 3 bulan, berikut merupakan proses yang terjadi setiap bulannya, menurut Ristiawati et al., 2021, proses tersebut diantaranya : 1) Bulan pertama yang terdiri dari air, potongan gula, dan buah yang direndam akan menghasilkan alkohol yang disimpan dalam wadah kedap udara. 2) Fermentasi akan menghasilkan cuka pada bulan kedua. 3) Pada bulan ketiga inilah penentuan berhasil atau tidaknya proses fermentasi. Tanda eco-enzyme siap untuk digunakan ialah yang berwarna coklat pekat dan beraroma asam. Semua kulit buah yang mudah membusuk dan tidak keras dan mengandung lemak dapat digunakan sebagai bahan organiknya, terkecuali pada kulit buah durian, jengkol dan alpukat serta semua kulit buah yang keras tidak disarankan. Kulit nanas dan daun cabe pun sangat tidak disarankan jika nantinya eco enzym tersebut digunakan pada manusia, karena akan menimbulkan rasa panas bahkan iritasi (Darmayanti, 2022; Rochyani et al., 2020). Proses fermentasi tersebut memiliki peran penting karena merupakan sumber karbohidrat bagi mikroba, dengan ditambahkannya gula. Mikroba dapat membantu semua proses perombakan bahan organik menjadi enzim yang bermanfaat dalam suasana anaerob dengan gula/karbohidrat sebagai makanan utama mikroba. Semua jenis gula bisa digunakan kecuali gula pasir sintetis. Gula organik padat atau cair seperti gula aren, gula tebu, gula kelapa, molasse dapat digunakan, yang paling disarankan adalah gula tebu yang akan menghasilkan eco enzym dengan kualitas bagus (Septiani et al., 2021; Mavani et al., 2020). e. Standar Mutu Eco-Enzyme yang baik Tabel 2. 1 Standar Mutu Eco Enzyme
13 2. Selada Merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) Selada merah (Lactuca sativa L. Var Crispa) seperti pada Gambar 3.2 berasal dari Turki dan Yunani (Kristkova, 2008). Terkenal di Yunani dan Roma, tanaman selada merah ini dikenal sebagai tanaman daun dan bahan baku obat-obatan Pada abad ke 4500 sebelum masehi Grubben dan Sukprakarn (1994), menyatakan bahwa tanaman selada ini dikenal sebagai tanaman sayur daun dan merupakan bahan baku dari pembuatan obat-obatan yang terkenal di Yunani dan Roma. Selanjutnya, tanaman ini menambah luas hingga dapat ditemui di berbagai negara. Daerah pada penyebaran tanaman selada diantaranya Karibia, Malaysia, Afrika Timur, Afrika Tengah, Afrika Barat, dan Filipina (Rukmana, 1994).
14 Gambar 2. 2 Tanaman Selada Merah Sumber genetik dari tanaman selada merah ini diduga berasal dari Asia Barat dan Amerika, seiring dengan meluasnya budidaya ke wilayah mediteran. Di Indonesia, pembudidayaan selada merah ini berada di daerah Cipanas (Cianjur) dan Lembang (Bandung). Tanaman selada merah termasuk jenis sayuran daun yang tergolong tanaman semusim (berumur pendek) dan berbentuk perdu atau semak (Sumayono, 2000). Menurut Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), selada merah merupakan jenis yang biasa dikonsumsi masyarakat sebagai lalapan baik mentah ataupun segar. Selain sebagai lalapan, selada merah tak jarang ditambahkan dalam salad atau sandwich. Selada (Lactuca sativa L.) merupakan tanaman komoditas hortikultura yang memiliki prospek dan nilai komersial yang cukup baik. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk maka meningkatnya pula kesadaran akan kebutuhan gizi. Sayuran yang mengandung vitamin dan mineral seperi vitamin A, B, dan C yang tidak tersubstitusi pada makanan pokok membuat permintaan akan sayur pun meningkat (Nazaruddin, 2003). Selada merah mengandung banyak vitamin dan mineral yang dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Salah satu manfaat dari selada merah adalah untuk menjaga kesehatan jantung. (Sujatmiko, Tomi 2022). a. Klasifikasi Tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa var. Crispa L)
15 Menurut Flann (2015) dalam ilmu taksonomi selada merah dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dikotyledone Ordo : Asterales Famili : Asteraceae Genus : Lactuca Species : Lactuca sativa L. Varietas : Crispa b. Morfologi Tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) Tanaman selada merah memiliki perakaran tunggang dan serabut. Sesuai dengan varietasnya, tanaman selada memiliki warna, ukuran dan bentuk daun yang berbeda. Pada tanaman selada jenis daun memiliki tinggi sekitar 30-40 cm, sedangkan pada selada jenis kepala tinggi daun hanya sekitar 20- 30 cm (Saparinto, 2013). Waktu panen pada tanaman selada merah berbeda sesuai dengan varietas dan musim. Dengan tampilan fisik yang menarik, kualitas yang bagus, rasa yang tidak pahit, renyah, dan segar serta memiliki kandungan serat yang rendah membuat selada banyak digemari. Memiliki berat sekitar 100-400 gr dengan penanaman 30-85 hari setelah pindah tanam (Cahyono, 2014). Umumnya tanaman selada merah memiliki daun yang rimbun dan berselang pada batang. Memiliki beraneka ragam bentuk, ada yang seperti bulan dan lebar, lonjong dan lebar, bulat panjang dan lebar. Berukuran panjang sekitar 20-25 cm dan lebar 15 cm. Berdaun tunggal, helai daun tidak terlalu tebal, lunak, halus dan licin serta tepi yang bergerigi. Menurut Sumarni (2001), tanaman selada merah memiliki tulang daun yang menyirip, dan tangkau daunnya yang lebar. Daun dewasa memiliki tepi yang berwarna lebih merah daripada pada bagian dalamnya.
16 Warna batang selada merah berwarna hijau muda, dengan bentuk yang bulat, kokoh, berbuku-buku, kuat dan memiliki ukuran yang beragam. Memiliki batang dengan diameter 3 cm, batang tersebut adalah tempat tangkai daun tumbuh dengan rimbun hingga menutupi batang (Sumarni, 2001). Bunga dari tanaman selada merah berwarna kuning serta tersusun dalam suati rangkaian bunga yang bercabang. Bunga dari selada merah yang mengalami penyerbukan akan menghasilkan buah biji, tanaman ini sendiri berjenis hemaprodit. Untuk buah dari tanaman selada merah memiliki bentuk polong yang dimana memiliki biji sangat kecil. Berbentuk lonjong dan pipih juga memiliki ukuran sekitar panjang 4 cm dan lebar 22 mm. Coklat tua merupakan warna dari biji selada merah c. Syarat Tumbuh Tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) Untuk mendapatkan hasil panen yang berkualitas baik, maka perlu memperhatikan faktor iklim dan nutrisi. Selada merah dapat tumbuh dengan baik pada dataran tinggi maupun rendah. Meskipun begitu, tempat dataran rendah harus memiliki suhu lebih tinggi. Suhu rata-rata untuk selada 10-20 ºC, jika suhu berada di atas 30ºC akan membuat pertumbuhan menjadi terhambat. Diperlukan suhu dingin pada malam hari agar menghasilkan selada yang bermutu baik, sedangkan suhu malam yang tinggi cenderung akan menghasilkan rasa yang pahit dan aroma yang keras. Suhu dan kelembapan udara yang sesuai dibutuhkan saat selada merah membentuk krop. Kelembapan yang rendah tetapi suhu tinggi akan menyebabkan terjadinya abnormalitas, dan jika disertai intensitas cahaya matahari tinggi dapat menyebabkan tanaman memiliki rasa yang pahit, terjadi bolting dan akan tumbuh tunas bunga. Tanaman selada merah juga memerlukan pH yang asam, pH yang baik untuk selada merah berada di sekitar 5,5-7,5. Apabila tanaman ini ditanam dengan pH kurang dari 5,5 (terlalu asam) akan mengakibatkan daunnya menjadi kekuningan karena kehilangan sejumlah unsur hara.
17 d. Kandungan Gizi Tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) Selada merupakan tanaman sayuran rendah kalori dan sumber antioksidan, serta vitamin A, vitamin C, dan vitamin K Berikut adalah perkiraan kandungan gizi selada merah per 100 gram: Tabel 2. 2 Kandungan Gizi Selada Merah Senyawa Kadar Nutrisi Persen dari Kebutuhan Harian Serat (g) 1.30 2.00 Folat (g) 38.00 2.50 Niasin (mg) 0.375 7.00 Asam Pantotenat (mg) 0134 6.00 Piridoksin (mg) 0.090 6.00 Riboflavin (mg) 0.080 247.00 Tiamin (mg) 0.070 15.00 Vitamin A (IU) 7.405.00 247.00 Vitamin C (mg) 9.20 15.00 Vitamin E (mg) 0.29 2.00 Vitamin K (µg) 126.30 105.00 Natrium (mg) 28.00 2.00 Kalium (mg) 194.00 4.00 Kalsium (mg) 36.00 3.50 Tembaga (mg) 0.029 3.00 Besi (mg) 0.86 10.00 Magnesium (mg) 13.00 3.00 Mangan (mg) 0.250 11.00 Fosfor (mg) 29.00 4.00 Seng (mg) 0.18 1.50 β -karoten (µg) 4.443.00 - Lutein-zeasarantin (µg) 1.730.00 - Sumber: USDA National Nutrient Data Base Perlu dicatat bahwa kandungan gizi selada merah dapat sedikit bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti varietas, kondisi pertumbuhan, dan metode budidaya. Selain itu, nilai gizi tersebut juga dapat berubah saat selada merah dimasak atau diproses. e. Manfaat Tanaman Selada Merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) Selada merah memiliki sejumlah manfaat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Berikut ini adalah beberapa manfaat selada merah: 1) Kandungan Nutrisi
18 Selada merah mengandung berbagai nutrisi penting, termasuk vitamin A, vitamin C, vitamin K, folat, zat besi, dan serat. Nutrisi-nutrisi ini penting untuk menjaga kesehatan agar tubuh dapat berfungsi secara optimal. 2) Antioksidan Pada selada merah terkandung senyawa antioksidan, yang berfungsi untuk melindungi sel-sel dari kerusakan oksidatif, melawan radikal bebas yang ada dalam tubuh, dan mengurangi risiko penyakit kronik seperti : penyakit jantung, kanker, dan penyakit degenerative. 3) Menyehatkan Jantung Serat dan antioksidan yang terkandung pada selada merah dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Serat membantu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah dan mencegah penyumbatan arteri, sedangkan antioksidan membantu melindungi pembuluh darah dari kerusakan oksidatif. 4) Pencernaan yang Sehat Serat dalam selada merah membantu meningkatkan fungsi pencernaan dengan meningkatkan gerakan usus dan mencegah sembelit. Konsumsi serat juga dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus. 5) Menyediakan Hidrasi Selada merah memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga dapat membantu menjaga hidrasi tubuh. Ini penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan fungsi tubuh yang optimal. 6) Menyehatkan Kulit Kandungan vitamin A dan vitamin C dalam selada merah penting untuk kesehatan kulit. Vitamin A membantu menjaga kelembapan dan elastisitas kulit, sedangkan vitamin C membantu produksi kolagen yang mendukung kesehatan kulit. 7) Menurunkan Berat Badan Selada merah rendah kalori dan mengandung serat yang tinggi, membuatnya menjadi pilihan yang baik dalam program penurunan berat
19 badan. Serat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sementara kalori yang rendah membantu mengontrol asupan energi. 8) Mendukung Kesehatan Mata Kandungan vitamin A dan lutein dalam selada merah baik untuk kesehatan mata. Vitamin A penting untuk penglihatan yang baik, sedangkan lutein membantu melindungi mata dari kerusakan sinar matahari dan degenerasi macula. Penting untuk mencatat bahwa manfaat selada merah dapat diperoleh dengan mengonsumsinya sebagai bagian untuk hidup yang lebih sehat dan mengatur pola makan seimbang secara keseluruhan. 3. Hidroponik a. Pengertian Hidroponik Hidroponik merupakan teknik untuk bercocok tanam dengan menggunakan air. Semulanya menggunakan tanah sebagai media kini dialihkan pada media seperti rockwool, arang sekam, dan berbagai media tanam lainnya. Penggunaan air dalam teknik hidroponik inilah yang menjadi perantara antara tanaman dan nutrisi (Phrimantoro, 2003). Hidroponik lebih baik menggunakan air yang murni maupun kurang murni dibandingkan dengan menggunakan air sulingan. Gambar 2. 3 Hidroponik Sumber : Dokumentasi Pribadi Seperti pada Gambar 3.2. Bercocok tanam dengan menggunakan teknik penanaman hidroponik yang ramah lingkungan karena nutrisi yang terkandung
20 tanaman tidak terbuang ke lingkungan. Zat yang terkandung difokuskan untuk pertumbuhan tanaman hingga kebutuhannya terpenuhi. Sistem bertanam secara hidroponik ini bisa dibilang tidak mengenal musim. Pada musim kemarau panjang pun tetap bisa menanam sayur dan buah hidroponik. Panen pun bisa dilakukan sepanjang tahun. Dengan membuat sebuah sistem pertanian secara hidroponik, selain hemat tempat juga dapat dilakukan kapanpun dan dimana pun selama tersedia lahan dan air. b. Manfaat Hidroponik Dari budidaya tanaman dengan system hidroponik memberi manfaat diantaranya terjaminnya pertumbuhan karena pemakaian pupuk menjadi lebih hemat, terhindar dari gangguan hama, tidak membutuhkan energi yang terlalu besar dalam menanamannya, terhindar dari tanaman yang kotor dan rusak serta tumbuhnya lebih pesat. Hasil produksi panen yang lebih memiliki daya tarik, harga jualnya pun lebih tinggi. Teknik hidroponik ini juga dapat dilakukan pada lahan dan ruang terbatas, tidak akan mengalami risiko erosi maupun kebanjiran. c. Macam-macam Hidroponik Dalam sistem hidroponik, media tanam digunakan sebagai penyangga akar tanaman dan memberikan stabilitas bagi tanaman. Terdapat beberapa jenis media tanam yang umum digunakan untuk teknik ini adalah sebagai berikut: 1) Arang sekam padi Arang sekam adalah media tanam, seringkali digunakan untuk bercocok tanam secara hidroponik ini. Dikarenakan arang sekam yang sudah mengandung berbagai macam kandungan yang dibutuhkan tanaman seperti hydrogen, O2, dan protein, selain daripada itu arang sekam juga mudah didapatkan (Singgih et al., 2019). 2) Rockwool Rockwool seringkali digunakan karena rockwool terdiri dari media anorganik yang didalamnya mengandung butiran dengan fungsi untuk menyerap dan menyebarkan air dan juga rockwool ini berdaya ikat air yang tinggi sehingga cocok digunakan untuk teknik hidroponik ini (Prameswari, 2017).
21 3) Sabut Kelapa Selain arang sekam dan rockwool, media tanam hidroponik terdapat juga dari sabut kelapa. Sabut kelapa ini mampu menampung cadangan air pada proses hidroponik, dengan menggunakan sabut kelapa proses penanaman lebih nyaman dan terhindar dari hama. Media tanam ini juga tidak terlalu menggunakan banyak air dalam prosenya. d. Sistem Hidroponik Pada dasarnya, teknik hidroponik yang menggunakan rumah kaca. Bercocok tanam dengan menggunakan sistem ini mampu menggunakan air dan nutrisi lebih efisien dan pertumbuhan tanaman yang lebih terorganisir. Karya Qurrohman (2019), dalam bukunya yang berjudul “Menanam Selada Hidroponik” mengemukakan mengenai sistem dalam teknik hidroponik yang berbeda, seperti : 1) Sistem Nutrient Film Technique (NFT) Gambar 2. 4 Sistem Nutrient Film Technique(NFT) Sistem Nutrient Film Technique (NFT) merupakan sitem tanam hidroponik dengan menggunakan air dimana akar terendam dalam air yang sudah terkandung nutrisi. Sistem ini membutuhkan air yang terus dialirkan agar nutrisi yang dangkal dapat memenuhi kebutuhan tanaman. (Devani, 2017). 2) Sistem Deep Flow Technique (DFT)
22 Gambar 2. 5 Sistem Deep Float Technique (DFT) Sistem Deep Float Technique (DFT) merupakan sistem hidroponik demgan memasangkan senar rdengan rata, dan akar terendam kurang lebih 3-6 cm saja. Sistem hidroponik inni seringkali diterapkan secara fungsional. Sistem pada teknik hidroponik jenis ini juga hampir sama dengan sistem NFT (Budi, 2019). 3) Sistem Rakit Apung atau FRS (Floating Raft System) Gambar 2. 6 Sistem Rakit Apung Untuk menanam selada menggunakan teknik hidroponik rakit apung, dimana larutan nutrisi merendam akar dan tanaman pun mengapung pada air yang terkandung nutrisi dari unsur hara yang sudah disediakan. 4) Sistem Aeroponik
23 Gambar 2. 7 Sistem Aeroponik Sistem aeroponic dikembangkan oleh Dr. Franco Massantini di University of Pia, Italia. Hampir sama dengan NFT. Akar-akar menggantung dan nutrisi hanya didapat dengan cara pengabutan. Nozzle bekerja setiap beberapa menit dan memberi fungsi untuk menjalankan pengabutan. Sistem hidroponik ini terbilang cukup mahal dan rawan, karena akar yang menggelantung di udara membuatnya akan lebih mudah kering dan sistem ini pun sangat bergantung pada aliran listrik. 5) Sistem Sumbu (Wick System) Gambar 2. 8 Sistem Wick Berbeda dengan lainnya, pada teknik hidroponik sebelumnya. Teknik ini bisa menggunakan barang-barang bekas seperti botol untuk tempat penanamannya. Terbilang cukup sederhana, teknik
24 ini mengalirkan nutrisi pada akar dengan hanya dibantu oleh gaya kapiler dan bantuan dari poros (Qurrohman, 2019). 6) Sistem Pasang Surut (ebb and flow) Gambar 2. 9 Sistem ebb and flow Lain halnya dengan ebb and flow ini, teknik pada sistem hidroponik ini menggunakan teknik pasang surut. Dimana sistem bekerja 2 fase, stagnasi (surut) dan fase mundur. Sekam padi menjadi pilihan media tanam yang digunakan (Taufik, 2019). a. Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik Terdapat kelebihan bercocok tanam dengan teknik hidroponik, seperti : tanaman berproduksi tanpa menggunaakan tanah, lebih praktis dan efisien biaya dan juga tempat, dan lebih terkontrol sehingga terhindar dari hama, keberhasilan tanaman untuk tumbuh, tanaman dapat tumbuh lebih cepat dengan keadaan yang tidak koto dan rusak, hasil bih tinggi dan menguntungkan dibanding dengan penanaman ditanah, tidak aka nada risiko gagal panen yang disebabkan oleh factor klimatik seperti kebanjiran, erosi, kekeringan, atau ketergantungan dengan kondisi alam, penggunaan lahan lebih efisien, tanaman hidroponik dapat dilakukan pada lahan atau ruang yang terbatas, misalnya atap, dapur atau garasi. Disamping dari banyaknya kelebihan dari menanam dengan teknik hidroponik, terdapat juga kekurangan seperti : (modal) yang mahal, memiliki keterampilan dalam bercocok tanam, dan mencampur pupuk untuk digunakan dalam sistem hidroponik.
25 Sesuai yang telah dijelaaskan diatas, terdapat kebutuhan nutrisi hidroponik yang harus dipenuhi untuk menunjang pertumbuhan Selada Merah yang baik. Untuk pemberiaan nutrisi yang sesuai dan optimal adalah dengan cara mengukur ppm (parts per molecule) dan pH (tingkat keasaman) dari air nutrisi yang mengalir di sekitar akar selada (Roberto, 2003). Berikut ini merupakan tabel kebutuhan nutrisi untuk beberapa tanaman yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik : Gambar 2. 10 Nutrisi untuk Tanaman Hidroponik Sumber : Buku How to Hidroponiik (Roberto, 2003) Dari Gambar 2.10 dapat diketahui bahwa selada memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dari kebutuhan nutrisi tanaman lainnya. Selada membutuhkan nutrisi dengan PPM 560-840 sedangkan pH yang dihutuhkan selada adalah dengan kondisi tingkat keasaman yang netral yakni di sekitar pH 6.0-7.0. 4. Hasil Penelitian Terdahulu Tabel 2. 3 Penelitian Terdahulu
26 No. Peneliti Judul Hasil 1 (Maulana et Efektivitas Hasil dari penelitian penggunaan menyatakan penggunaan al., 2020) ekoenzim berbagai ekoenzim seperti berbahan dasar ekoenzim dari kulit nanas, beberapa macam pepaya, sirsak, pisang. 4 buah terhadap macam limbah kulit tersebut pertumbuhan sebagai kontrol, tanaman selada menunjukkan hasil bahwa (Lactuca Sativa pemberian konsentrasi yang L). Penelitian sama yaitu sebesar 3% setara dilaksanakan di dengan 30 ml/L pada hasil rumah kaca jumlah daun memberi efek Fakultas nyata. Tetapi tidak ada Pertanian perbedaan bobot segar juga Universitas Sam berat akar. Memiliki Ratulangi kandungan unsur hara yang Manado selama 3 tinggi karena terbuat dari (tiga) bulan di campuran 4 macam eko mulai dari bulan enzim membuat tanaman September – yang dihasilkan memiliki November 2022. nilai terbaik. Pengaruh dari tercukupinya unsur hara nitrogen (N) membuat helaian daun lebih lebar serta mengandung klorofil yang tinggi. Ketersediaan unsur hara pada media tumbuh sebagai cadangan makanan bagi tumbuhan mendorong proses fotosintesis yang cepat dan sempurna juga
No. Peneliti Judul 27 Hasil meningkatnya pertumbuhan akar dan berat akar. (Universitas & Ratulangi, 2023) 2 (Sari et al., Respon Beberapa Dalam penelitian ini, hasil 2020) Varietas Tanaman dari beberapa varietas selada 3 Nia et al., 2022 Selada Terhadap yang diuji menunjukkan tidak Konsentrasi POC adanya perbedaan antara Nasa pada Sistem semua variabel terhadap Budidaya interaksi kosentrasi dan Hidroponik NFT. varietas. Perbedaan tersebut Penelitian terjadi dikarenakan dilakukan di Desa konsentrasi tidak berpengaruh Sumber Kalong pada beberapa varietas selada Kecamatan yang digunakan maupun Wonosari sebaliknya. Kabupaten Bondowoso. The Effect of Penelitian ini menggunakan Nano Technology RAL dengan 5 perlakuan dan Liquid Organic 4 pengulangan. nutrisi yang Fertilizer on digunakan yaitu campuran Growth of Red dari pupuk organic cair Lactus (Lactuca teknologi nano dan ABMix. sativa l. var. Parameter yang diukur adalah Crispa) cultivated tinggi tanaman (cm), jumlah hydroponically. daun (helai), luas daun (cm2), Penelitian ini berat basah (gr), dan berat dilaksanakan pada kering (gr). Penelitian ini bulan Juli 2022 menyatakan adanya
28 No. Peneliti Judul Hasil sampai Desember perbedaan hasil dari berbagai 2022 di nutrisi, tinggi tanaman serta Laboratorium jumlah daun. Nutrisi yang Penelitian dan tepat untuk digunakan adalah rumah kawat komposisi 100% (50% AB Jurusan Biologi Mix + 50% POC Nano). Fakultas Sedangkan untuk Matematika dan mendapatkan luas daun dan Ilmu Pengetahuan berat basah tertinggi Alam Universitas didapatkan dari AB Mix 25% Negeri Padang + POC Nano 75%. Pada berat kering nilai tertinggi didapatkan oleh komposisi AB Mix 75% + POC Nano 25%. Dari komposisi tersebut dapat dinyatakan bahwa pemberian pupuk organic cair Nano memberikan pengaruh pada pertumbuhan selada merah secara hidroponik. (Setyaputri, 2021) 4 Elinda et al., Pengaruh Penelitian ini menggunakan 2020) penggunaan RAL dengan 10 perlakuan berbagai nutrisi nutrisi. Pada pengamatan pada tinggi daun, penggunaan pertumbuhan nutrisi pupuk 100% AB Mix tanaman selada dengan pupuk daun mampu keriting (Lactuca menghasilkan hasil terbaik, sativa. L) dikarenakan memiliki hidroponik sistem kandungan unsur hara yang
29 No. Peneliti Judul Hasil 5 (Romalasari wick. Penelitian lengkap mampu & Sobari, 2019) ini dilaksanakan memaksimalkan tinggi di kebun IFS tanaman pada proses (Integrated pertumbuhan tanaman. Selain Farming System) berpengaruh pada tinggi milik Politeknik tanaman, penggunaan nutrisi Pembangunan tersebut juga menghasilkan Pertanian Malang jumlah daun dan berat basah pada bulan Maret- tertinggi. Penelitian ini Juli 2020. mengungkapkan bahwa penggunaan berbagai nutrisi dari 100% AB Mix dengan pupuk daun didapatkan bahwa pemberian nutrisi AB mix mampu menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot basah tanaman yang optimal. Nutrisi biourin tanpa pupuk daun mampu menghasilkan tanaman yang dapat menyeimbangi hasil dari penggunaan nutrisi AB Mix. (Setyaputri, 2021). Produksi Selada Penelitian membandingkan (Lactuca sativa L) unsur hara AB Mix 1, AB menggunakan Mix 2, dan silica. Dalam sistem penelitian ini menujukkan Hidroponik bahwa perbedaan larutan dengan Perbedaan nurisi memberi pengaruh Sumber Nutrisi. terhadap pertumbuhan Penelitian tanaman. Dari seluruh
30 No. Peneliti Judul Hasil bertempat di area perlakuan yang diberikan, Politeknik Negeri pada AB Mix menghasilkan Subang. nilai tertinggi sebesar 5-20 HST. Hasil akhir dari penelitian menyatakan bahwa larutan nutrisi AB Mix lebih unggul dibandingkan dengan larutan nutrisi silika. 5. Kerangka Pemikiran Tanaman selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) merupakan salah satu tanaman sayur yang memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh seperti vitamin maupun mineral. Selada merah juga bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung. Tanaman dengan jenis selada dapat tumbuh pada berbagai media tanam, seperti media air. Media air yang sedang marak digunakan ialah hidroponik. Hidroponik menjadi solusi yang efektif para petani untuk bercocok tanam. Selain dari lahan pertanian yang semakin menyempit, Teknik hidroponik juga merupakan cara bercocok tanam yang mudah dan praktis. Kulit buah-buahan menjadi bahan utama dalam pembuatan eco enzyme. Oleh karena itu, untuk melihat efektivitas eco enzyme kulit buah- buahan terhadap laju pertumbuhan tanaman sayur selada merah didapatkan kerangka pemikiran sebagai berikut :
31 Gambar 2. 11 Kerangka Pemikiran 6. Asumsi Berdasarkan studi literatur dari beberapa sumber yang menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) dapat tumbuh dengan baik dengan diberikan nutrisi Eco enzyme. 7. Hipotesis Berdasarkan pada rumusan masalah, asumsi, serta kerangka pemikiran maka hipotesis dari penelitian ini adalah : H1 : terdapat perbedaan laju pertumbuhan tanaman selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) yang diberi nutrisi eco enzyme kulit buah dengan tanaman selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) tanpa diberi nutrisi eco enzyme kulit buah.
32 H0 : tidak terdapat perbedaan laju pertumbuhan tanaman selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) yang diberi nutrisi eco enzyme kulit buah dengan tanaman selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) tanpa diberi nutrisi eco enzyme kulit buah. 8. Keterkaitan dengan Mata Pelajaran Biologi Penelitian ini mendukung dalam pembelajaran Biologi kelas XII KD 3.1 tentang Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup. Adapun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Silabus dan Bahan Ajar akan dilampirkan.
33 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian dengan metode penelitian kuantitatif yaitu suatu jenis penelitian yang berspesifikasi secara sistematis, terencanam dan terstruktur. Penelitian kuantitatif juga menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran data, dan penampilan hasil. Metode ini sering digunakan karena menggunakan metode yang berlandaskan pada filsafat positivism, dimana dalam pembuatannya menggunakan kaidah-kaidah yang terbukti secara nyata. Menurut Hadjar (2002), ia mengemukakan bahwa penelitian kuantitatif melihat dari prinsip objektivitas. Dimana dengan melalui instrument yang telah diuji validitas dan realibilitasnya itulah objektivitas diperoleh. Penelitian dengan menggunakan metode eksperimen. Penelitian yang mengacu pada semua prinsip dan kaidah dari penelitian kuantitatif ini dapat disebut murni kuantitatif ketika semua variabel yang diukur telah diuji dengan instrument yang sudah distandardisasikan. Variabel yang diuji dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat, dimana hasil penelitian diolah menggunakan analisis statistic. Untuk melihat ada atau tidaknya perubahan dalam variabel yang diuji, maka hal-hal di luar variabel bebas harus diperhatikan. Variabel tersebut dilakukan untuk menyamakan hasil dari sampel dengan variabel. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas yang terdiri dari eco enzyme kulit buah-buahan dan pertumbuhan selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat tanaman. Adapun variabel terikatnya yaitu tanaman selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) dan nutrisi AB mix sebagai variabel kontrolnya. Alasan peneliti menggunakan metode eksperimen yaitu untuk mengamati pertumbuhan tanaman selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) yang ditambahkan nutrisi eco enzyme dengan berbagai nutrisi yang berbeda. B. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan pada penelitian kali ini berupa RAL (Rancangan Acak Lengkap) yaitu untuk merancang sebuah penelitian terhadap
34 pengaruh nutrisi eco-enzyme limbah buah-buahan pada tanaman selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) dengan teknik penanaman hidroponik. Perlakuan dalam penelitian ini sebagaimana tertulis di bawah ini: 1. Jumlah Perlakuan (T) K = selada merah + AB Mix + 0 % eco-enzyme T1 = selada merah + AB Mix + 5 % eco-enzyme T2 = selada merah + AB Mix + 10 % eco-enzyme T3 = selada merah + AB Mix + 15 % eco-enzyme T4 = selada merah + AB Mix + 20 % eco-enzyme T5 = selada merah + AB Mix + 25 % eco-enzyme Jadi perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu sebanyak 6 perlakuan. Keterangan : K = Kontrol T = Perlakuan 2. Perhitungan Jumlah Pengulangan (R) Cara untuk menentukan Jumlah pengulangan setiap perlakuan dihitung dengan menggunakan rumus Federer (T-1)(R-1)≥15, dengan t = perlakuan dan R = pengulangan maka perhitungannya sebagai berikut. (t-1) (R-1) ≥ 15 (6-1) (R-1) ≥ 15 5 (R-1) ≥ 15 5R - 5 ≥ 15 5R ≥ 15 + 5 5R ≥ 20 R ≥ 20/5
35 R ≥ 4. Pengulangan yang akan dilakukan pada penelitian ini sebanyak 4 kali. Keterangan : t = Jumlah Perlakuan R = Jumlah Pengulangan 3. Perhitungan Jumlah Sampel (S) Perhitungan jumlah sampel pada penelitian kali ini menggunakan rumus S= t x R. S =txR S =6x4 S = 24 sampel tanaman selada merah (Lactuca Sativa var. Crispa L) Berdasarkan perhitungan di atas maka untuk jumlah sampel yang akan di teliti yaitu sebanyak 24 tanaman kangkung. Keterangan : S = Sampel t = Perlakuan R = Replikasi (Pengulangan) 4. Tabel Desain Penelitian Desain penelitian dapat digambarkan sebagai berikut : Tabel 3. 1 Desain Penelitian KR2 T5R2 T3R2 KR4 T5R1 T4R1 T2R4 T5R3 T4R2 T2R1 T1R2 T4R3 KR3 T2R3 KR1 T1R3 T2R2 T3R1 T1R1 T3R4
Search
Read the Text Version
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
- 50
- 51
- 52
- 53
- 54
- 55
- 56
- 57
- 58
- 59
- 60
- 61
- 62
- 63
- 64
- 65
- 66
- 67
- 68
- 69
- 70
- 71
- 72
- 73
- 74
- 75
- 76
- 77
- 78
- 79
- 80
- 81
- 82
- 83
- 84
- 85
- 86
- 87
- 88
- 89
- 90
- 91
- 92
- 93
- 94
- 95
- 96
- 97
- 98
- 99
- 100
- 101
- 102
- 103
- 104
- 105
- 106
- 107
- 108
- 109
- 110
- 111
- 112
- 113
- 114
- 115
- 116
- 117
- 118
- 119
- 120
- 121
- 122
- 123
- 124
- 125
- 126
- 127
- 128
- 129
- 130
- 131
- 132
- 133
- 134
- 135
- 136
- 137
- 138
- 139
- 140
- 141
- 142
- 143
- 144
- 145
- 146
- 147
- 148
- 149
- 150
- 151
- 152
- 153
- 154
- 155
- 156
- 157
- 158
- 159
- 160
- 161
- 162
- 163
- 164
- 165
- 166
- 167
- 168
- 169
- 170
- 171
- 172
- 173
- 174
- 175
- 176
- 177
- 178
- 179
- 180
- 181
- 182
- 183
- 184
- 185
- 186
- 187
- 188
- 189
- 190
- 191
- 192
- 193
- 194
- 195
- 196
- 197
- 198
- 199
- 200
- 201
- 202
- 203
- 204