Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore 13. modul ely fix 12 juli 2018

13. modul ely fix 12 juli 2018

Published by elylusia, 2021-02-15 02:07:47

Description: 13. modul ely fix 12 juli 2018

Search

Read the Text Version

PARA MAHASISWA PROF.KARA AKAN MENJELASKAN FOMAT ESAI YANG BENAR. SILAKAN DIPAHAMI. FFOORRMMAATT EESSAAII ESAI MEMILIKI TIGA BAGIAN YANG SALING BERHUBUNGAN, YAITU PARAGRAF PENGANTAR, PARAGRAF ISI DAN PARAGRAF PENUTUP, SEPERTI DIPERLIHATKAN DALAM BAGAN BERIKUT. Pernyataan-pernyataan umum Paragraf ............................…………………………………………………..……… pengantar …………………………………………………………………………………… …..................………………......................… Pernyataan tesis Kalimat topik (butir pertama dari kalimat tesis) Paragraf isi ............................………………………………………………………… ……………............................................................................... Kalimat-kalimat pendukung Kalimat topik (butir kedua dari kalimat tesis) Paragraf isi ............................………………………………………………………… ……………............................................................................... Kalimat-kalimat pendukung Kalimat topik (butir ketiga dari kalimat tesis) Paragraf isi ............................………………………………………………………… ……………............................................................................... Kalimat-kalimat pendukung Pernyataan ulang dari kalimat tesis Paragraf ............................………………………………………………………… penuup …………….......................................................Kalimat-kalimat simpulan ………………………………………………… Kalimat final. 44

PARA MAHASISWA PROF.KARA AKAN MEMBERIKAN CONTOH ESAI. SILAKAN DICERMATI. CONTOH ESAI Menulis esai, sementara mudah bagi sejumlah orang, namun dapat menjadi siksaan bagi kebanyakan orang. Akan tetapi, siapa pun dapat menulis esai secara baik. (kalimat umum) Guna mencapai hasil yang mengesankan, hal yang perlu Anda lakukan adalah mengikuti beberapa aturan sederhana. (kalimat tesis) Langkah pertama dalam menulis esai adalah menyeleksi sebuah gagasan dan menulis sebuah pengantar. (kalimat topik) Setelah mengumpulkan semua gagasan atau fakta, Anda dapat memikirkan bagaimana semua gagasan atau fakta itu membentuk sebuah pola yang mengacu pada sebuah gagasan pengontrol. Jika Anda telah memutuskan sebuah gagasan pengontrol, tulislah sebuah paragraf pengantar yang mempresentasikan secara jelas dan menarik. Paragraf itu harus memuat dua bagian yaitu pernyataan umum dan pernyataan tesis. Paragraf tubuh juga sangat penting. (kalimat topik) Tiap-tiap paragraf ini harus utuh, serasi, dan lengkap. Tiap-tiap paragraf harus fokus pada kalimat topik dan harus memiliki transisi logis yang memnungkinkan pembaca memahami hubungan antarkalimat. Akhirnya, diuraikan alasan-alasan dan contoh-contoh yang spesifik dan konkret agar dapat meyakinkan. Jika paragraf-paragraf pendukung sudah dilengkapi, Anda harus memutuskan bagaimana Anda hendak menyimpulkannya. (kalimat topik) Dalam simpulan, Anda harus menyebut ulang gagasan pengontrol esai sebagai sebuah sinyal bagi pembaca bahwa Anda akan segera mengakhiri esai Anda. Setelah melakukannya, buatlah beberapa pernyataan penutup umum serta akhirilah simpulan Anda dengan pernyataan final yang kuat. Apabila Anda mengikuti saran-saran ini, Anda dapat menyusun sebuah simpulan yang solid dan efektif. Dengan mengulang proses selangkah-demi selangkah yang sederhana ini, Anda dapat menyisihkan ketakutan Anda dalam menulis sebuah esai yang jelas, serasi, dan menyakinkan. (pernyataan ulang) Semua yang Anda perlukan adalah ketegaran, keteguhan, keberanian, secarik kertas dan pena. (komentar akhir) (Kalijernih dalam W4ij5ayanti, dkk, 2011)

SEKARANG PROF KARA AKAN MENYAJIKAN MATERI TENTANG KAIDAH MENULIS JUDUL ESAI YANG BAIK PARA MAHASISWA BISA MEMPERHATIKAN DAN MENALAR ISI MATERI INI KAIDAH JUDUL ESAI 46

(Wijayanti, dkk. 2011: 189 – 191) Judul merupakan daya tarik esai. Judul menjadi penting karena melalui judul pembaca akan memutuskan atau tidak memutuskan untuk membaca seluruh esai. Kadang kala judul baru dapat terinspirasi setelah membaca seluruh tulisan selesai. Karena itu, jangan memaksakan judul ketika akan memulai menulis. Judul yang baik harus memenuhi syarat-sayarat berikut. 1 Berbentuk Frasa Judul dapat ditulis dalam huruf kapital seluruhnya atau hanya awal kata (kecuali kata penghubung atau kata depan) yang ditulis dalam huruf kapital. Karena bukan kalimat, judul tidak perlu diakhiri dengan tanda titik, kecuali judul yang menggunakan kata tanya. Jika judul terlalu panjang, dapat digunakan subjudul yang dinyatakan di dalam tanda kurung. Selain tanda kurung, tanda baca titik dua dapat dicantumkan antara judul dan subjudul. Selain itu, jangan memenggal imbuhan atau menyingkat kata (seperti banyak ditemukan dalam judul berita di surat kabar), kecuali singkatan itu sudah dikenal pembaca. 47

Contoh judul yang menarik: Ÿ PT Mustika Ratu Melebarkan Sayapnya (singkatan PT dapat digunakan karena sudah umum dipakai) Ÿ Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Tujuan Akademis Ÿ Berwirausaha Itu Mudah (Petunjuk Bagi Pemula) Ÿ Masalah-Masalah Tenaga Kerja Wanita Indonesia di Luar Negeri Ÿ Bagaimana Menghindari Putus Kuliah? 2 Jangan Terlalu Panjang Judul dinyatakan tidak dalam bentuk kalimat sehingga tidak perlu ditulis panjang-panjang, maksimal 15 kata sudah memadai. Judul harus mencerminkan topik yang akan dibicarakan di dalam esai. Contoh: Ÿ Perpustakaan Kami (umum) Ÿ Taman Bacaan Rakyat, Perlukah? (khusus) Ÿ Stres (umum) Ÿ Kiat-Kiat Menangkal Stres Menjelang Ujian (khusus) 48

3 Singkat, Padat, dan Menarik Judul yang singkat dan padat lebih mudah diingat. Sebaliknya, judul yang panjang membuat pembaca lelah sebelum membaca keseluruhan esai. Agar menarik, batasi dan padatkan penggunaan kata, tidak ada salahnya untuk menggunakan metafora, perbadingan, kata-kata spesik, atau permainan kata. Contoh: Ÿ Melirik Batik Keris Ÿ Potret Infrastruktur Indonesia Ÿ Strategi Memikat Hati Pelanggan Ÿ Carut-Marut Persepakbolaan Indonesia Ÿ Pekerjaan Rumah Komisi Pemberantasan Korupsi 49

NAH, APAKAH PARA SEKARANG PROF. KARA MAHASISWA SUDAH AKAN MASUK MATERI BISA MENULIS JUDUL SELANJUTNYA YAITU YANG BAIK? PASTINYA LANGKAH MENULIS ESAI SUDAH DONG. PROF. KARA SUDAH MEMBUAT CATATAN TENTANG LANGKAH MENULIS ESAI. PARA MAHASISWA BISA MELIHAT TERLEBIH DAHULU. LAGKAH -LANGKAH MEMBUAT ESAI sumber: urltarget.com 50

(Nurhadi, 2017: 329 – 337) Secara umum, langkah-langkah menulis esai adalah (1) penemuan masalah dan pokok-pokok solusi, (2) perencanaan naskah, (3) menulis paragraf-paragraf pembuka, (4) pengembangan isi esai, (5) menulis paragraf penutup, dan (6) memperbaiki tulisan (menyunting). 1.Langkah 1 (Persiapan) : Penemuan Masalah danTawaran Solusi Esai berangkat dari sebuah masalah. Seorang penulis esai harus peka terhadap masalah yang muncul di masyarakat atau dalam lingkup kajian tertentu. Sebagai langkah persiapan, angkatlah sebuah masalah dari kehidupan sehari-hari. Berikut ini contoh-contoh sumbermasalah. 1) Transportasi kota 2) Kesehatan ibu anak 3) Perikanan kelautan 51

Dari contoh-contoh tersebut dapat diangkat beragaram masalah. Masalah harus menyangkut hajat hidup orang banyak, bermanfaat, tidak basi, dan menarik perhatian pembaca. Berikut ini sebuah contoh masalah yang diangkat dari sumberdi atas. Ÿ Apakah Trans Jakarta menjadi pilihan terbaik transportasi massal di Jakarta? Ÿ Bagaimana pengaruh televisi terhadap kesehatan mata anak? Ÿ Bagaimana cara kita agar mampu menjadi pengguna media sosial yang bijak? Setelah masalah diangkat, pikirkan solusinya. Inti dari sebuah esai adalah opini berupa solusi atau tawaran solusi, analisis sebuah masalah, atau penjelasan menurut sudut pandang tertentu. Apakah solusi atau penjelasan yang ditawarkan dari masalahyang terangkat itu? 2. Langkah 2 (Persiapan) : Perencanaan Naskah Setelah masalah dan solusi yang akan ditawarkan ditemukan, langkah selanjutnya adalah merencanakan naskah. Perencanaan naskah meliputi pembatasan topik dan penyiapan kerangka karangan. Pertama, penulis harus membatasi topiknya. Sebuah tulisan yang baik, termasuk esai, ditandai dengan pembahasan yang terfokus pada sebuah topik secara mendalam, bukan pembahasan yang luas dan dangkal. Kedua, pengembangan topik menjadi kerangka karangan. Kerangka karangan esai mencakup tiga bagian utama,yaitu konteks masalah, masalah, dan solusi. Contoh cara mempersempit topik. 1) Pengamanan lalu-lintas (mungkin terlalu luas) 2) Pengamanan lalu-lintas air 3) Pengamanan lalu-lintas udara 4) Pengamanan lalu-lintas darat 52

Berikut contoh kerangka esai Topik: Mencegah Kecelakaan Lalu-Lintas Konteks masalah: Penyebab kecelakaan lalu lintas: 1. Kecerobohan pengemudi 2. Kesalahan teknis kendaraan 3. Kurangnya rambu-rambu jalan Akibat kecelakaan lalu lintas 1. Kerugian harta benda 2. Hilangnya nyawa 3. Cacat seumur hidup 4. Luka-luka Masalah: Bagaimana cara mencegah peningkatan korban lalu lintas? Solusi yang ditawarkan: Menc12e..gahMPpeeelennbienarragapknaktajaannlauknnoddrbaaannngp-keuenncaedmlaankbaagahsnaen:carraamkbetua-trambu 3. Izin pegemudi yang selektif 4. Tes psikologis 5. Tes fisik bagi pegemudi kendaraan umum 53

3. Langkah 3 (Menulis) : Menulis Paragraf-Paragraf Pembuka Paragraf pembuka berisi pengantaryang dapat digunakan untuk mengantarkan isi esai. Paragraf pembuka dalam esai berisi penjelasan tentang konteks masalah yang akan dingkapkan. Pengantar ini bisa berupa kasus, data, atau alasan tentang isi (pokok masalah). Oleh karena itu, paragraf pembuka hendaknya disusun secara menarik dan isinya sudah memberi gambaran umum tentang apa yang akan dibahas penulis. Berikut contoh paragraf pengantar. Masih segar di ingatan kita tentang kecelakaan yang menimpa pelajar SMK dari Yogyakarta di darah Paiton beberapa waktu yang lalu. Puluhan pelajar dan berapa guru tewas terpanggang api di dalam bus. Sungguh mengerikan kejadian seperti itu. Peristiwa demikian seharusnya tidak terjadi manakala semua pihak berh-ahtai ti di jalan. Keselamatan hendaknya lebih diutamakan. Untuk menghindakroi rban kecelakaan lebih lanjut, kecelakaan lalu lintas perlu dicegah. (sumber: Nurhadi, Handbook of Writing, 2017: 334) Berikut tiga cara yang dapat dilakukan untuk menyusun paragraf pembukayang menarik. 1. Dengan menyebut nama orang Penyebutan nama tokoh mengantarkan pembaca terhadap hal yang terkait dengan masalah. Contoh: GuberburDKI Jakarta, beberapa hariyang lalu menyatakan .... 2. Dengan membuat pertanyaan Pertanyaan dapat digunakan untuk memancing perhatian pembaca. Oleh karena itu, ketika menyusun esai, Anda dapat memulai paragraf dengan mengajukan pertanyaan. Contoh: Apa yang dapat kita harapkan dari generasi muda yang tidak peduli lagi dengan ajaran agama yang dianutnya? Bahkan mereka tak mengenal lagi siapa Penciptanya. 54

. Dengan masuk ke persoalan Cara yang satu ini banyak digunakan oleh penulis esai. Dengan cara ini, penulis dapat langsung masuk ke persoalan yang menjadi pokok pembicaraan dalam sebuah esai. Contoh: Dari sekian banyak masalah dalam dunia sastra, pembelajaran sastra merupakan masalah pelik karena impilkasinya yang luas terhadap masalah-masalah lainnya. Keterpencilan sastra, kurang lakunya buku sastra, rendahnya minat baca siswa terhadap sastra, kurangnya (kuantitas dan kualitas) kritik sastra, sedikitnya jumlah majalah sastra, misalnya bisa mengerucut pada persoalan kurang berhasilnya pembelajaran sastra, entah di sekolah (SMP/SMA) maupun jurusan pendidikan sastra di perguruan tinggi. 4. Langkah 4 (Menulis) : Mengembangkan Isi Esai Isi esai, secara garis besarterdiri atas pengajuan masalah dan solusi. Untuk itu, lakukanlah hal-hal berikut! 1. Cobalah secara individual kembangkan esai Anda ke dalam beberapa paragraf! 2. Untuk membangun keterkaitan antarparagraf yang Anda susun, gunakanlah penanda-penanda kohesi antara antarkalimat atau antarparagraf, misalnya oleh karena itu, dengan demikian, hal itu, untuk itu, jadi, karena, di samping itu, atau penanda kohesiyang lainnya! 3. Jangan lupa, untuk mendapatkan masukan, mintalah komentarteman Anda! 55

5. Langkah 5 (Menulis) : Menyusun Paragraf Penutup Setelah penulis mengembangkan bagian isi esai, sekarang esai itu perlu diakhiri. Untuk melakukan itu, penulis harus menyusun paragraf penutup. Lakukanlah hal-hal berikut! a. Buatlah paragraf penutup untuk mengakhiri esai yang penulis buat! Jika solusi menjadi pengakhir tulisan, maka pernyataan solusi itu dinyatakan dalam paragraf terakhir. b. Gunakanlah cara-cara membuat paragraf penutup yang umum. Jika ada cara lain yang lebih menarik dan penulis kuasai, tidak ada salahnya jika penulis menggunakannya untuk menyusun paragraf penutup! c. Tetaplah untuk meminta saran atau kritik kepada teman penulis terhadap paragraf penutupyang telah penulis buat! . Langkah 6 (Pasca-Menulis) : Memperbaiki/MenyuntingTulisan Sebelum proses penulisan esai diakhiri, Anda perlu melakukan kegiatan menyunting. Setelah draf esai selesai ditulis, kegiatan yang dilakukan adalah merevisi draf esai tersebut. Draf esai yang masih kasar (baik aspek isi maupun bahasa) perlu diperhalus oleh penulis. Ada lima aspek yang diperbaiki, yaitu aspek isi, organisasi, kosakata, bahasa, dan penulisan. 56

SETELAH MAHASISWA MELIHAT LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT ESAI ARGUMENTATIF, PROF AKAN TUNJUKKAN CONTOH ESAI SILAKAN MAHASISWA MEMBACA DAN MENGAMATI BENTUK TULISAN ESAI INI. CONTOH ESAI 57

KETIKA ANNINDA MENYAPA SISWA Siska Yuniati MTs Negeri Giriloyo Ada yang mengatakan bahwa jika anak memiliki sensitivitas lebih maka nilai kesusastraannya pun akan tinggi. Mungkin itu terdengar aneh, tetapi ternyata itu benar. Kesusastraan adalah membaca suasana dalam bacaan dan merasakan apa yang terjadi di dalamnya. Dengan kata lain, membaca sastra merupakan kegiatan mendengar seruan si penulis dan memahami perasaan si penulis. Otomatis kita juga harus dapat memahami tokohnya (Hee Seok, 2013). /1/ Paragraf tersebut ada di halaman 116 tulisan Han Hee Seok yang berjudul Parent With No Property. Han Hee Soek, seorang ayah miskin di Korea Selatan, menginginkan anak-anaknya mempunyai sayap untuk terbang guna menggapai impiannya. Banyak hal yang ia lakukan untuk kemajuan belajar anak-anaknya di tengah himpitan ekonomi. Ia memperhatikan, menganalisis, serta membuat simpulan bagaimana belajar Bahasa Inggris, matematika, serta mata pelajaran lainnya. Satu hal yang tidak ia tinggalkan adalah meminta anak-anaknya untuk membaca karya sastra. Hal itu dilakukan dengan berbagai alasan, di antaranya agar anak- anaknya dapat memetic pengetahuan dari karya sastra yang dibaca serta dapat meningkatkan pengalaman membaca. Di samping itu, ia berharap anak-anaknya akan mempunyai sensitivitas untuk merasakan perasaan orang lain sehingga dapat menjalin hubungan dengan baik. 58

Tentu saja Geoul, putri sulungnya tidak serta merta tertarik ketika Han Hee Seok menyodorkan 20 novel kepadanya menjelang masuk SMA. Han Hee Seok tidak kehabisan akal, dia membacakan beberapa paragraph sebuah novel untuk putrinya. Dengan cara itu, lama-lama Geoul pun tertarik untuk membacanya. Kisah demikian tentu saja jarang kita jumpai. Tidak semua orang tua begitu peduli akan perkembangan karakter anaknya dengan mencarikan referensi karya sastra untuk dibaca. Tidak banyak pula anak yang mau membaca puluhan novel ketika liburan sekolah tiba. Lantas bacaan seperti apa yang bisa diberikan kepada anak agar mereka terbiasa menyantap karya sastra dalam kehidupan sehari-hari? Jika novel dianggap “berat” sebagai tahap awal perkenalan anak dengan karya sastra, cerpen dapat dijadikan alternatif. Alasannya, karena cerpen lebih pendek dibandingkan novel dan permasalahan yang disajikan tunggal sehingga lebih mudah dipahami. /2/ Majalah Anninda adalah majalah dwimingguan untuk remaja yang sebagian besar rubriknya berupa cerpen. Majalah ini merupakan majalah keluarga Islam, kemudian berganti format menjadi majalah remaja muslim. Baru pada akhirnya fokus pada majalah “literasi” untuk remaja. Di antara majalah Gadis, Anita, dan Aneka Yess!, majalah Anninda tampak lebih luwes menyapa siswa. Bagaimana Anninda menyapa siswa? 59

Pertama, Anninda mempunyai tampilan yang lebih kecil daripada majalah remaja pada umumnya. Anninda berukuran 15,5 cm x 24 cm dan lebih tipis sehingga lebih mudah untuk dimasukkan ke dalam tas sekolah. Kedua, penampilan Anninda yang ala kadarnya (tidak menggunakan kertas tebal dan berwarna) membuat Anninda lebih murah dibandingkan majalah remaja yang lain. Ketiga, rubrikasi Anninda beragam. Dengan tebal 64 halaman, Anninda mempunyai 24 rubrik. Dari sekian banyak rubrik di Anninda, rubrik cerpen mencapai 8 rubrik. Rubrik-rubrik cerpen tersebut menghadirkan cerpen dengan karakteristik masing-masing. Keempat, Bahasa yang digunakan mudah diterima remaja. Majalah Anninda dengan motonya “Sahabat Remaja Berbagi Cerita” berusaha menyajikan cerita dengan Bahasa yang renyah. Cerita yang diangkat juga seputar kehidupan remaja sehingga terasa ringan dan dapat diterima dengan baik. Kelima, majalah Anninda mendekatkan pembacanya dengan sastra. Keenam, Anninda dapat dijadikan sumber belajar sastra. Membaca karya sastra bukanlah hal yang penting. Akan tetapi, banyak hal penting dapat diperoleh dari membaca karya sastra. Oleh karena itu, menjadi orang tua seperti Han Hee Seok sepatutnya diikuti. Orang tua yang meminta anak-anaknya membaca karya sastra di sela- sela kesibukan mereka mengasah kemampuan akademik untuk masa depan. 60

Daftar Pustaka Hee-Seok, Han. 2013. Parent With No Property. Yogyakarta: B-First. (Sumber: Setiyanto, Edi. Ed. 2016. Literasi, Pendidikan, dan Karakter: Cecang Putus, Tiang Tembuk (Antologi Esai Pemenang dan Delapan Karya Pilihan Lomba Menulis Kebahasaan dan Kesastraan bagi Guru Bahasa Indonesia SLTP/SLTA DIY. Yogyakarta:Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan pengubahan sesuai kebutuhan) 61

Kenduri sebagai Budaya Bukan sebagai Ritual Agama F.X. Suryanto SMP Negeri 2 Tanjungsari, Gunungkidul Sewaktu penulis masih anak-anak, tahun 70-an, penulis merasa gembira saat bapak pulang dari kenduri (di tempat penulis disebut kenduren). Biasanya bapak membawa sarang (wadah terbuat dari daun kelapa yang dianyam) berisi nasi berserta kelengkapannya. Ada empat macam nasi, yaitu nasi putih biasa, sega gurih, (nasi uduk), sega golong (nasi yang dibuat bulatan dan dibungkus daun pisang), dan nasi ketan yaitu nasi dari beras ketan. Nasi uduk ditempatkan di daun pisang yang terpisah dengan nasi yang lain. Nasi ketan ditempatkan di daun pisang yang dibuat seperti mangkuk kecil. Banyaknya nasi uduk dan nasi ketan relative tidak seberapa. Banyak nasi golong sepadan dengan takaran orang dewasa makan. Nasi putih biasa jumlahnya bisa untuk dimakan kami sekeluarga dalam sekali atau dua kali makan. Selain nasi ada berbagai macam sayuran: sayur keluwih, sayur kentang dan tempe, dan sayur buah pepaya. Semua sayur ini juga serba sedikit. Apabila dimakan orang dewasa, habis untuk sekali makan. Selain nasi dan sayuran, ada beberapa gorengan, kerupuk, rempeyek, pethek (rempeyek ikan asin), tempe yang diiris-iris kemudian digoreng, serundeng, dan kelapa yang dicincang kemudian digoreng. Ada sambel gempleng (di tempat lain penulis tidak tidak tahu namanya). Makanan ini terbuat dari kedelai yang digoreng dengan cabai. Juga ada kolak dan apem. Tidak ketinggalan ada jajanan pasar. 62

Bentuk makanan sebelum dibawa pulang oleh peserta kenduri sedikit berbeda. Nasi putih sebenarnya berasal dari dua bentuk makanan, yaitu tumpeng dan beberapa ambeng. Tumpeng merupakan nasi putih yang dibenuk kerucut. Dalam tradisi kenduri di tempat penulis, tumpeng melambangkan Gunung Mahameru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, melambangkan tempat umat manusia menyembah Sag Khalik. Ada berbagai macam tumpeng yang biasa dibuat, bergantung pada jenis selamatan. Ada tumpeng robyong, tumpeng pungkur, dan tumpeng punar. Ada berbagai tujuan orang mengadakan kenduri. Orang Jawa mengatakan sebagai acara slametan (selamatan).Ada yang mengadakan kenduri sebagai peringatan orang meniggal. Ada yang mengadakan kenduri untuk acara pernikahan, upacara syukur, kelahiran anak, dan sebagainya. Selain itu, ada kenduri yang berhubungan dengan hari atau bulan Jawa. Misalnya, kenduri yang diadakan pada bulan Sura disebut “kenduri suran”, kenduri pada bulan Sapar disebut “saparan”, kenduri pada bulan Ruwah disebut “ruwahan”. Di beberapa tempat, masyarakat sudah mengubah bentuk kenduri. Ada yang mengubah kenduri dengan mengganti makanan menjadi buah-buahan, dengan daging ayam matang utuh satu ekor, atau bentuk- bentuk makanan lain yang siap disantap. Ada pula yang mengganti dengan bahan mentah: beras setengah kilogram, telur dua sampai lima butir, mi instan dua sampai lima bungkus, minyak goreng seperempat liter, dan sebagainya. 63

Namun, ada juga masyarakat yang benar-benar meninggalkan kenduri. Masyarakat yang meninggalkan kenduri ini tidak pernah mengadakan kenduri dan bila mendapatkan undangan kenduri juga tidak menghadirinya. Kenduri yang digantikan dengan makanan lain, misalnya buah, bahan mentah, roti, dan sebagainya merupakan bentuk kepraktisan. Orang tidak mau repot dengan berbagai aturan yang berlaku dalam tradisi kenduri. Kenduri dengan bentuk makanan atau bahan mentah seperti telah disebutkan dirasa bermanfaat dibandingkan dengan bentuk yang konvensional. (Sumber: Setiyanto, Edi. Ed. 2016. Literasi, Pendidikan, dan Karakter: Cecang Putus, Tiang Tembuk (Antologi Esai Pemenang dan Delapan Karya Pilihan Lomba Menulis Kebahasaan dan Kesastraan bagi Guru Bahasa Indonesia SLTP/SLTA DIY. Yogyakarta:Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan pengubahan sesuai kebutuhan) 64

Memberdayakan Resensi, Menumbuhkan Minat Baca Nelly Saraswati MTs Negeri Babadan Baru Firman Allah swt. yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad saw adalah Iqra (bacalah). Penafsiran tentang kata membaca sangat luas: membaca fenomena alam, sosial, politik, dan sebagainya. Terlepas dari luasmya makna membaca, makna membaca dalam arti mengeja tulisan, tetaplah penting. Membaca berarti melihat tulisan dan mengerti atau dapat melisankan apa yang tertulis (Purwadarminto 2007:75). Allahlah yang langsung memerintahkan umat manusia untuk membaca. Itu berarti, perintah membaca memang diperuntukkan bagi kemaslahatan hidup manusia itu sendiri. Tak ada perintahAllah sia-sia untuk hamba-Nya. Secara umum, minat baca masyarakat Indonesia masih rendah. Data statistik UNESCO yang dilansir tahun 2012 menunjukkan bahwa indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Itu berarti, dari tiap 1000 penduduk Indonesia, rata-rata hanya satu orang yang memiliki minat baca. Data tentang minat membaca buku tak kalah memprihatinkan. Taufik Ismail pernah membandingkan budaya baca di kalangan pelajar saat ini. 65

Dari survey yang dilakukan di beberapa negara sedunia, Taufik menyebutkan bahwa rata-rata lulusan SMA per tahun di Jerman membaca 32 judul buku, di Belanda 30 buku, Rusia 12 buku, Jepang 15 buku, Singapura 6 buku, Brunai 7 buku, sedangkan Indonesia 0 buku. Sungguh miris, dalam satu tahun, rata-rata pelajar belum tentu menamatkan bacaan satu buku. Dalam kondisi demikian, wajarlah jika Taufik Ismail menyebut anak kita mengalami “rabun membaca dan lumpuh menulis”. Alih-alih buku (sastra) yang dipegangnya, justru mereka lebih bangga menentang handphone, gadget, i-pad, serta mengakses Facebook, Tweeter, dan Skype (Sudaryanto, 2015:3) Dari budaya lisan, masyarakat mengalami loncatan budaya menjadi budaya menonton. Hal itu semakin didukung masifnya konsumsi perangkat elektronik. Data statistik BPS tahun 2012 menunjukkan fakta yang tak kalah mencengangkan. Sebanyak 91,68% penduduk di atas 10 tahun menyukain menonton televisi, 17,66% menyukai membaca surat kabar, buku, atau majalah. Kekurangminatan membaca di sekolah hingga kini masih berlangsung. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkannya. Program wajib kunjungnan perpustakaan misalnya. Tanggal 14 September telah ditetapkan sebagai Hari Kunjungan Perpustakaan dan bulan September dicanangkan sebagai Bulan Gemar Membaca sejak tahun 1995 oleh Presiden Soekarno. 66

Selaras dengan itu, berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 21 tahun 2015, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mewajibkan setiap anak didik untuk membaca buku sebelum memulai jam pelajaran. Jenis buku yang dibaca bebas, asalkan mengandung muatan budi pekerti. Jenis bacaan yang paling diutamakan ialah buku dongeng. Buku dongeng bersifat menghibur dan mendidik sehingga bisa dibaca oleh semua kalangan usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Buku dan hasil resensi disepakati untuk dijadikan koleksi perpustakaan sekolahan. Buku dan resensi tersebut sangat bermanfaat dan perlu dikembangkan pada pembaca. Manfaat yang dapat dipetik di antaranya memotivasi anak untuk beramal, membuat karya, dan memilih buku terbaik. Menurut pengamatan penulis, penambahan koleksi buku melalui kegiatan resensi menjadi salah satu solusi kurangnya buku di perpustakaan. Jika hibah buku resensi sudah membudaya, sekolah dapat memprogramkan penulisan resensi setiap tahun dengan tema yang divariasikan. Misalnya, tahun ini tema agama, tahun berikutnya tema sosial, tahun berikutnya tema yang lain. Dengan demikian, penumpukan buku yang sama dapat terhindarkan. Dapat disimulasikan bahwa jika setiap tahun koleksi perpustakaan bertambah puluhan atau ratusan eksemplar buku dari anak didik, dalam kurun waktu beberapa tahun saja. 67

Pembelajaran resensi di sekolah secara kreatif, dapat untuk solusi mengubah budaya lisan dan tontonan menjadi budaya baca dan tulis anak didik. Selain itu, pengibahan buku resensi ke perpustakaan menjadi alternatif penambahan koleksi perpustakaan yang berimbas pada peningkatan jumlah pembaca. Oleh karena itu, penulisan resensi di media massa maupun sekolah perlu dikembangkan karena dapat menyuburkan aktivitas baca dan tulis masyarakat secara umum, dan pelajar secara khusus. (Sumber: Setiyanto, Edi. Ed. 2016. Literasi, Pendidikan, dan Karakter: Cecang Putus, Tiang Tembuk (Antologi Esai Pemenang dan Delapan Karya Pilihan Lomba Menulis Kebahasaan dan Kesastraan bagi Guru Bahasa Indonesia SLTP/SLTA DIY. Yogyakarta:Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan pengubahan sesuai kebutuhan) 68

MASA DEPAN YANG KITA INGINKAN UNTUK INDONESIA: NAWA CITA DIMULAI DARI ANAK-ANAK Oleh : UNICEF INDONESIA \"Saat ini kita harus bergerak […] dari konsumsi ke investasi: Investasi pada infrastruktur, investasi pada industri, namun yang lebih penting lagi investasi pada sumber daya manusia, sumber daya paling berharga di abad ke-21” President Joko Widodo Jika terlahir hari ini di pemukiman kumuh Bantar Gebang, Jakarta, Budi dapat mencapai usia 5 tahun dengan sehat pada tahun 2020 dan menjadi murid sekolah menengah atas yang berhasil pada tahun 2030. Grace, seorang anak perempuan di pedalaman Papua yang berusia 13 tahun hari ini dan lulus sekolah menengah atas pada tahun 2020, bisa memimpin sebuah perusahaan teknologi ramah lingkungan pada tahun 2030, dan suatu saat akan menjadi pemimpin negara. Ini bisa menjadi masa depan banyak anak-anak di Indonesia sebegai negara yang sejahtera dan berpenghasilan negara berpenghasilan tinggi di tahun 2030. Realita seperti ini akan melahirkan wiraswastawan, dokter, insinyur, guru, CEO, pemimpin agama dan pekerja sosial di Indonesia. 69

Namun berdasarkan realita yang ada, kemungkinan hal itu terwujud pada Budi dan Grace bisa sangat jauh berbeda dari gambaran di atas. Keduanya terlahir dari orangtua yang miskin dengan peluang yang rendah untuk keluar dari kemiskinan. Kemungkinan Budi meninggal sebelum berusia 5 tahun adalah satu dibanding dua puluh lima. Ia memiliki risiko satu berbanding tiga untuk mengalami hambatan pertumbuhan (pendek atau stunting), kondisi yang suatu saat akan mempengaruhi kapasitas otak, keahlian dan prospek penghasilannya di masa depan. Kemungkinan Grace menikah sebelum usia 18 tahun adalah satu dibanding enam, yang kemudian akan menyebabkan ia berhenti sekolah dan menjadi seorang ibu di masa remajanya. Terpaparnya kedua anak tersebut dengan kemiskinan, malnutrisi, kesehatan yang buruk, kualitas pendidikan yang rendah dan kekerasan akan berakibat pada buruknya pertumbuhan tubuh dan otak mereka yang kemudian berdampak pula pada ekonomi Indonesia sekarang dan di masa depan. Dalam konteks peningkatan ketidaksetaraan, semua faktor-faktor ini meningkatkan risiko keterpinggiran mereka secara sosial dan bisa mengancam stabilitas masyarakat Indonesia. (Sumber:http://indonesiaunicef.blogspot.co.id/2016/05/masa- depan-yang-kita-inginkan-untuk.html) 70

PROF, KAMI SUDAH BAIK, PROF. KARA AKAN BELAJAR TENTANG MEMBERIKAN PENEGASAN DENGAN ESAI.. KAMI INGIN MEMPERDALAM MATERI RANGKUMAN. NAH, SEKARANG LAGI PROF, AGAR KAMI JAWABLAH SOAL LATIHAN YANG SUDAH PROF SIAPKAN KEMUDIAN LEBIH PAHAM. TULISLAH REFLEKSI ATAS PEMBELAJARAN BAB 2 INI!!! 71

rraannggkkuummaann 22 BBAABB 22 EESSAAII 1. Esai merupakan suatu karya tulis yang terdiri dari beberapa paragraf serta berisi argumen yang mengangkat suatu topik. 2. Esai dapat berupa kritik yang lebih bersifat subjektif. Maksudnya, hal yang dikemukakan dalam esai merupakan pendapat pribadi penulisnya. Namun, dalam penulisan esai untuk karya ilmiah murni, penulis sedapat mungkin harus bersifat objektif. Jadi hal yang ditulis benar-benar masuk akal dan ditulis sesuai dengan fakta serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 3. Isi sebuah esai dapat berupa analisis, penafsiran, dan uraian, sedangkan mengenai gaya dan metode esai ada penalaran yang menyatakan bebas dan ada pula yang menyatakan teratur. 4. Penalaran esai dapat dibagi menjadi dua model, (1) model penalaran vertikal, yaitu memusatkan perhatian dan mengesampingkan sesuatu yang tidak relevan, dan (2) penalaran lateral, yaitu membukakan perhatian dan menerima semua kemungkinan dan pengaruh terhadap topik .yang diangkat. 5. Esai dapat dibedakan menjadi lima jenis, yaitu (1) esai deskriptif, (2) esai naratif, (3) esai ekspositori, (4) esai persuasif, dan (5) esai dokumentatif. 6. Struktur esai yang baik terdiri dari tiga bagian, yaitu (1) satu paragraf pendahuluan, (2) beberapa paragraf pengembang, dan (3) satu paragraf penyimpul. 7. Langkah-langkah membuat esai adalah sebagai berikut, (1) menentukan tema atau topik, (2) membuat garis besar tulisan, (3) menuliskan pendapat dengan kalimat yang singkat dan jelas, (4) memulai untuk menulis tubuh esai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, (5) membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan, (6) membuat kesimpulan, dan (7) merevisi esai dalam hal isi, struktur, dan kaidah kebahasaan. 72

UUJJII FFOORRMMAATTIIFF 22 BBAABB 22 EESSAAII NAMA : PRODI : NIM : FAKULTAS : KELAS : NILAI : Pilihlah jawaban yang benar berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 1. Esai merupakan suatu tulisan seperti dikutip di bawah ini, kecuali.... a. Tulisan pendek yang biasanya berisi penilaian atau opini penulis tentang subjek tetentu. b. Salah satu bentuk karya tulis yang mendeskripsikan pendapat penulis tentang topik (subjek) tertentu. c. Komposisi prosa singkat yang mengekspresikan opini penulis tentang subjek tertentu. d. Tulisan yang terdiri atas sebuah paragaraf yang membicarakan suatu topik dari sudut pandang penulis. 2. Isi sebuah esai dapat berupa... c. Penafsiran, asumsi, fiktif a. Kritik, cacian, uarian d. Uraian, observasi, imajinasi b. Analisis, penafsiran, dan uraian 3. Esai dapat dikategorikan menjadi dua jenis esai yaitu... a. Esai sekunder dan esai primer c. Esai lateral dan esai horisontal b. Esai ilmiah dan esai sastra d. Esai logika dan esai lateral 4. Bagian struktur esai yang memuat tesis adalah bagian paragraf... a. Konklusi c. Pengembang b. Pengdahuluan atau pengantar d. Penyimpul 5. Berikut bagian dari struktur esai antara lain, kecuali... a. Paragraf pengembang c. Paragraf sanggahan b. Paragraf penyimpul d. Paragraf pengantar 73

UUJJII FFOORRMMAATTIIFF 22 BBAABB 22 EESSAAII NAMA : PRODI NIM : FAKULTAS : KELAS : NILAI : : 6. Bacalah cuplikan esai di bawah ini kemudian jawablah soal nomor 6-7! Berbicara dengan Lancar dan Meyakinkan (1)Berbicara di depan banyak orang memang bukan hal yang mudah. (2) Apalagi bagi Anda yang baru pertama kali tampil di hadapan banyak orang. (3) Ada banyak faktor yang membuat Anda grogi ketika melakukan hal ini, tetapi hal itu dapat disiasati dengan langkah-langkah berikut. (4) Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah lawan rasa malu Anda. (5) Rasa malu dapat bersumber dari apa saja, dari faktor dalam diri (sifat) ataupun faktor luar (penampilan). (6) Jika rasa malu bersumber dari penampilan, misalnya pakaian atau rambut, segeralah perbaiki, lalu mulailah maju ke depan. (7)......................................................................................................................... . (Kompas, 28 Oktober 2008 dengan pengurangan) Tunjukkan secara berurutan kalimat/pernyataan umum, sebuah kalimat tesis, dan kalimat topik penjabaran tesis esai berada pada nomor... a. 4, 5 dan 6 c. 2 , 3 dan 4 b. 5,6, dan 7 d. 1, 3 dan 4 7. Kalimat yang sesuai untuk melengkapi kalimat yang rumpang adalah... a. Sembilan puluh sembilan persen kesuksesan berbicara di depan banyak orang adalah dengan melawan rasa malu. b. Tak ada salahnya membuat catatan kecil sebagai panduan pembicaraan. c. Dengan demikian, suasana tegang dapat mencair dan mempermudah Anda. d. Jangan lupa berdoa agar Anda dapat berbicara di depan banyak orang dengan lancar. 74

UUJJII FFOORRMMAATTIIFF 22 BBAABB 22 EESSAAII NAMA : PRODI NIM : FAKULTAS : KELAS : NILAI : : 8. Langkah-langkah membuat esai antara lain, kecuali... a. Penulis memulai untuk menulis tubuh esai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas b. Penulis membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan dibahas. c. Penulis menuliskan inti pendapatnya dengan kalimat yang panjang lebar serta langsung menyimpulkannya. d. Penulis menentukan tema atau topik. 9. Isi paragraf penyimpul adalah, kecuali... a. Ringkasan masalah utama b. Pendapat para pakar c. Pernyataan kembali kalimat tesis dengan menggunakan kata-kata lain d. Komentar akhir tentang pokok bahasan. 10. Pengembangan paragraf dalam batang tubuh suatu esai bisa dilakukan melalui beberapa teknik, yaitu... a. Kronologis, uraian berdasarkan derajat kepentingan, perbadingan, dan contoh b. Kesetaraan, berpikir kritis, objektif penulis. c. Kombinasi uraian derajat opini dengan berpikir kritis d. Contoh, kesetaraan, dan opini publik. 75

RREEFFLLEEKKSSII 22 BBAABB 22 EESSAAII NAMA : PRODI : NIM : FAKULTAS : KELAS : NILAI : Ambillah sikap hening, kemudian refleksikanlah materi yang telah Anda dapatkan! Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan pemahaman Anda! 1. Apakah Anda sudah menguasai materi tentang menulis esai dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis esai? Tuliskan pemahaman yang Anda dapatkan dalam kolom di bawah ini! 2. Apa manfaat dari pembelajaran yang telah Anda dapatkan? 76

RREEFFLLEEKKSSII 22 BBAABB 22 EESSAAII NAMA : PRODI NIM : FAKULTAS : KELAS : NILAI : : 3. Apa saja nilai-nilai kehidupan yang Anda dapatkan setelah mempelajari materi ini? 4. Bagaimana peran Anda terhadap orang yang belum dapat menuliskan esai dengan baik? 77

AAKKSSII 22 BBAABB 22 EESSAAII NAMA : PRODI : NIM : FAKULTAS : KELAS : NILAI : Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan kemampuan Anda! 1. Buatlah esai yang berkaitan dengan bidang ilmu Anda kemudian identifikasilah tulisan Anda berdasarkan jenis dan struktur tulisan! 78

AKSI 2 BBAABB 22 EESSAAII NAMA : PRODI NIM : FAKULTAS : KELAS : NILAI : : 2. Tukarkanlah hasil tulisan esai Anda kepada seorang teman kemudian bacalah esai yang telah dibuat oleh temanmu! Berilah masukan yang membangun dan tulislah perbandingan kelebihan serta kekurangan dengan esai yang telah Anda buat! 79

EVALUASI 2 BBAABB 22 EESSAAII NAMA : PRODI NIM : FAKULTAS : KELAS : NILAI : : Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan kemampuan Anda! 1. Identifikasilah esai berikut berdasarkan jenis dan strukturnya! Mewaspadai Kista Ovarium Kista merupakan benjolan menyerupai kantung berisi cairan uda atau nanah yang ada di indung telur. Kista ovarium terdiri atas kista fungsional, kista dermoid, kista cokelat, dan kista denoma. Keempatnya memiliki perbedaan dalam hal kemunculannya. Kista yang sering mengecil sendiri seiring dengan membaiknya keimbangan hormonal adalah kista fungsional. Kista jenis ini timbul tanpa gejala. Lain halnya dengan kista dermoid yang dapat terjadi pada kedua indung telur. Kista ini muncul karena jaringan dalam telur yang tidak dibuahi berubah wujud, seperti rambut, tulang, atau lemak. Jenis kista dermoid ini dapat menimbulkan rasa sakit bila terpuntir atau pecah. Lain lagi dengan kista cokelat (endometriosis). Kista ini terjadi karena lapisan dalam Rahim yang biasanya terlepas sewaktu haid melekat pada dinding luar indung telur. Akibatnya, terjadi penumpukan darah haid secara terus menerus. Adapun kista denoma berasal dari pembungkus indung telur yang tumbuh menjadi kista. Kista ini dapat menyerang indung telur kanan dan kiri serta menyebabkan inkontinensia. Kista ini mudah menjadi ganas pada usia di atas 45 tahun atau kurang dari 20 tahun. Gejala penyakit kista dapat menyerang tua dan muda. Karena itu, jika ada gejala yang lain dari biasanya, jangan menunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter sebelum menimbulkan masalah serius. (Kontan 21 Desember 2010, dengan pengubahan dan penambahan) 80

EVALUASI 2 BBAABB 22 EESSAAII NAMA : PRODI : NIM : FAKULTAS : KELAS : NILAI : 2. Buatlah tiga kerangka esai dengan topik sesuai dengan bidang kajian Anda! 3. Kembangkan kerangka esai di bawah ini menjadi sebuah esai yang utuh! Berikan pula judul yang menarik! Topik : Pendidikan masyarakat marginal Gagasan pokok : Tingkat kecerdasan masyarakat marginal Gagasan pendukung : a. Ketertarikan anak daerah marginal terhadap pendidikan b. Ketertarikan guru untuk mengajar di daerah marginal c. Dukungan orang tua terhadap pendidikan anak 81

EEBSSAAAIIBaarrg3guummeennttaattiiff SETELAH MEMPELAJARI MATERI PADA BAB 3 INI, sumber: clker.com MAHASISWA DIHARAPKAN MAMPU MENJELASKAN HAKIKAT ESAI ARGUMENTATIF MENURUT TOULMIN, MENGANALISIS ELEMEN ESAI ARGUMENTATIF MENURUT TOULMIN, DAN MAMPU MENERAPKAN STRUKTUR ESAI ARGUMENTATIF MENURUT TOULMIN MAHASISWA JUGA DIHARAPKAN MAMPU MENGUKUR KADAR KETAJAMAN ESAI ARGUMENTATIF MENURUT TOULMIN DAN MAMPU MENULIS ESAI MENGGUNAKAN POLA PENGEMBANGAN ESAI ARGUMENTATIF MENURUT LOGIKA TOULMIN 82

TIK, AKU SUDAH TAU EMMMM.. MUNGKIN ARGUMENTASI DAN ESAI. GABUNGAN ???? TAPI AKU BINGUNG KALAU KEDUANYA??? ???? ESAI ARGUMENTATIF ITU APAAAA?? EESSAAII aarrgguummeennttaattiiff TIK AKU KOK MULAI JANGAN BEGITU RISS. KAMU MALAS BELAJAR YAA.. HARUS TETAP SEMANGAT!! AKU MENGUTIP KATA MUTIARA DARI ANDY IWANISWANTO YANG BERBUNYI ORANG TUA BAHAGIA BUKAN KARENA KAMU BERI JANJI, TETAPI KARENA KAMU BERANI TUNJUKAN PRESTASI. 83

YUKK KITA LIHAT PETA KONSEP BAB INI AYOKKK!!!! ESAI HAKIKAT KLAIM ARGUMENTATIF ELEMEN MENURUT LOGIKA DATA STRUKTUR POLA JAMINAN DUKUNGAN JAMINAN MODALITAS SANGGAHAN PENGANTAR TESIS TUBUH KESIMPULAN C-G C-G-W C-G-W-B C-G-W-B-M C-G-W-B-M-R KKAADDAARR KKEETTAAJJAAMMAANN AARRGGUUMMEENN 84

KITA AKAN BELAJAR ESAI ARGUMENTATIF MENURUT TOULMIN NIHH TEMAN-TEMAN.. IYAA, KITA TUNGGU PROF. KARA DATANG DAHULU. SELAMAT PAGI PARA MAHASISWA, HARI INI KITA AKAN BELAJAR BERSAMA TENTANG ESAI ARGUMENTATIF MENURUT TOULMIN. SILAKAN PARA MAHASISWA MEMBENTUK KELOMPOK KEMUDIAN MENCARI MATERI TENTANG ESAI MENURUT TOUMIN, ELEMEN DAN STRUKTUR ESAI ARGUMENTATIF. SILAKAN DIBUAT DALAM BENTUK POWER POINT SEHINGGA NANTI BISA DIPRESENTASIKAN. AYOK TEMAN-TEMAN KITA KERJAKAN BERSAMA!! 85

ESAI ARGUMENTATIF MENURUT TOULMIN OLEH : HARIS TIKA DONA 86

SIAPAKAH TOULMIN ?????? sumber: kikinoffitri.co.id Stephen Toulmin, seorang filsuf Inggris yang mengembangkan pendekatan praktis untuk menganalisis logika argumen sehari-hari. Beliau adalah seorang filsuf dan pendidik yang mengabdikan karirnya untuk mengembangkan analisis penalaran moral. Pendekatannya melibatkan identifikasi dan pemisahan berbagai komponen argumen ke dalam urutan tertentu sehingga dapat dinilai. Model dan kosakata spesifik yang dilakukan Toulmin akan sumber: wikipedia.org diuraikan sesuai kebutuhan. Salah satu cara untuk memastikan keabsahan argumen adalah dengan mengujinya menggunakan metode yang diciptakan oleh Stephen Toulmin ini. Metode ini didesain supaya dapat menilai keabsahan argumen dimanapun dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, metode ini juga dapat dipakai untuk menentukan sejauh mana keabsahan argumen yang dibuat oleh diri sendiri. 87

Toulmin mengklasifikasikan enam elemen penting dalam sebuah argumen. Tiga elemen yang terpenting adalah klaim (claim), dasar argumen (grounds), dan pendukung (warrants). Klaim adalah argumen yang akan ditegaskan atau ajukan; yang termasuk dasar argumen adalah bukti-bukti yang mendukung klaim. Sedangkan pendukung adalah serangkaian alasan yang menjamin sebuah bukti dapat mendukung klaim yang diajukan. Dari ketiganya, pendukung adalah aspek argumen yang paling \"genting\" karena di dalamnya terkandung banyak keyakinan dan asumsi yang dapat atau tidak dapat dinyatakan secara eksplisit. CLAIM KLAIM GROUNDS DATA WARRANTS JAMINAN Ketiga elemen Toulmin selanjutnya adalah dukungan penjamin (backing), modalitas (modals qualifier), dan sanggahan (rebuttals) Dukungan penjamin berisi kalimat yang mendukung jaminan. Modalitas berisi kalimat yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kekuatan klaim. Sanggahan berisi kalimat yang mengandung klaim-klaim lain atau dapat sebagai bahan yang memancing perdebatan sehingga penulis dapat mengantisipasi terlebih dahulu (Institute for Writing and Rhetoric, 2014). Oleh karena itu setiap tubuh paragraf harus dimulai dengan sebuah alasan kemudian penulis dapat mendukungnya dengan bukti, surat perintah, serta dukungan yang menghubungkan alasan kembali ke klaim dan mengembangkannya. BACKING DUKUNGAN MODALS QUALIFIER MODALITAS SANGGAHAN REBUTTALS 88

EELLEEMMEENN DDAALLAAMM LLOOGGIIKKAA TTOOUULLMMIINN KLAIM DATA JAMINAN DUKUNGAN MODALITAS SANGGAHAN KLAIM Klaim merupakan pendapat atau pandangan tentang suatu hal yang ingin disampaikan penulis. Klaim dapat juga berisi pokok permasalahan, tesis, dan ide pengontrolan. Klaim dapat langsung dituliskan (biasanya pada bagian pertama dari teks, tapi kadang-kadang pada akhirnya, terutama untuk efek) atau klaim tersebut mungkin tersirat. Klaim dapat ditemukan dengan mengajukan pertanyaan, \"Apa yang ingin dibuktikan oleh penulis?\" (Intel Corporation, 2006). Selain itu, untuk membantu mencari atau menganalisis sebuah klaim, Toulmin, et al (1979) menjelaskan bahwa penulis dapat mengajukan pertanyaan, “Apa yang menjadi pernyataan posisi Anda? Di mana tepatnya Anda berdiri dari masalah ini?”. Pertanyaan tersebut dapat membantu pembaca mengetahui keberadaan kalimat yang menjadi pokok pendapat penulis. 89

KLAIM Klaim dapat diartikan sebagai pernyataan tegas yang diletakkan di awal dan dapat diterima secara umum dengan maksud mendasari sebuah pemikiran yang dapat ditunjukkan dengan baik, sehingga sesuatu yang belum diketahui menjadi sesuatu yang data diterima (Toulmin, et al, 1979:29). Berdasarkan hal tersebut keberadaan klaim sangat penting untuk memperlihatkan posisi diri penulis dan kebenaran suatu pendapat tersebut. Hal ini didukung dengan pendapat Rani, dkk. (2006: 41) Klaim dapat disebut sebagai elemen pertama yang dapat diidentifikasikan di setiap argumen. Klaim merupakan sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh penulis dan dikemukakan kepada pembaca agar dapat diterima dengan alasan-alasan mendasar yang dapat ditunjukkan penulis. Pernyataan tersebut merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh penulis. Istilah klaim memiliki banyak arti, tetapi dalam hal ini hanya difokuskan pada klaim dalam berargumen. Istilah klaim memiliki banyak arti, tetapi dalam hal ini hanya difokuskan pada klaim dalam berargumen. Maka ada tiga hal yang terkait dengan istilah klaim, yaitu: a. Klaim sebagai dasar untuk menarik perhatian khalayak umum agar dapat menerima argumen dan klaim tersebut relevan dengan fakta (data/ground). b. Aturan umum, hukum atau prinsip-prinsip (jaminan/warrant) digunakan untuk menunjukkan bahwa fakta-fakta yang relevan dengan klaim. c. Bagaimana mencari data yang mendukung klaim baru lebih baik daripada mencari klaim alternatif atau klaim saingan. Dalam bentuknya yang paling sederhana, sebuah argumen terdiri dari sebuah klaim (C), yang merupakan kesimpulan yang harus ditetapkan oleh argumen tersebut. Klaim-klaim ini, dengan sendirinya, tidak memiliki dukungan beralasan untuk menentukan apakah mereka benar atau salah meskipun fakta bahwa itu benar atau salah. 90

KLAIM Ada beberapa jenis klaim. Jenis klaim ini dibedakan menjadi beberapa macan karena untuk mempermudah dalam mengelompokkan posisi klaim agar pembaca mudah mengetahui pernyataan posisi penulis. Ada bermacam-macam klaim, Rottenberg (1988 : 24) membedakan 3 macam klaim yaitu: (1) klaim tentang fakta (claims of fact) ; (2) klaim tentang nilai (claims of value) ; dan (3) klaim tentang kebijakan (claims of policy). Berikut ini dijelaskan ketiga macam pernyataan posisi tersebut. a. Klaim tentang Fakta (Claims of Fact) Klaim tentang fakta menegaskan bahwa suatu kondisi telah ada, memang ada, dan akan ada, serta hal-hal yang mendukungnya berisi informasi faktual. Informasi faktual yang dimaksud dapat berupa data statistik, contoh-contoh, dan kesaksian sumber-sumber yang dapat dipercaya. Untuk mendukung suatu klaim tentang fakta, penulis memerlukan data yang cukup dan tepat. Penulis harus mempertimbangkan hal-hal yang dapat melemahkan suatu klaim dengan informasi-informasi faktual yang dikemukakan. Selain itu, penulis perlu mempertimbangkan pemarkah-pemarkah yang menunjukkan makna generalisasi hendaknya dipertimbangkan benar-benar dengan tersedianya fakta. Klaim yang dinyatakan secara jelas dan spesifik akan membantu penulis untuk menemukan fakta yang cukup, tepat dan terpercaya. Demikian juga, pemakaian kata-kata yang ambigu dalam merumuskan sebuah claim harus dihindari. Contoh klaim tentang fakta: a 1. Gudang ilmu adalah buku, semua informasi terdapat di sana. Buku adalah tempatnya ilmu dan buku adalah makanan orang yang berilmu. (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta, 2016:69) b 1. AIDS merupakan salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh virus. (http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/lingua/article/view/868) Contoh tersebut menujukkan fakta karena sesuai dengan kenyataannya bahwa buku merupakan salah satu sumber informasi dan penyakit AIDS disebabkan karena virus. Jadi keduanya dapat menjadi klaim fakta. 91

KLAIM b. Klaim tentang Nilai (Claims of Value) Klaim tentang nilai menegaskan bahwa argumentator berusaha membuktikan apakah suatu tindakan itu benar atau salah, baik atau buruk, apakah suatu keyakinan atau suatu kondisi itu adalah benar atau salah, baik atau buruk, berguna atau tidak berguna, dan sebagainya. Jadi dalam hal ini, argumentator membuar suatu keputusan yang menyangkut masalah- masalah nilai. Dalam bentuk yang sederhana klaim tentang nilai cenderung menyatakan suatu perasaan atau praduga terhadap sesuatu hal, misalnya perasaan suka atau tidak suka, atau praanggapan. Pada umumnya bidang-bidang yang dapat dijangkau oleh argumentator yang menyatakan klaim penilaian adalah bidang moral dan kesenian. Contoh klaim tentang nilai: a 2. Di Indonesia, kemerosotan moral diawali dengan lunturnya budi pekerti dan nilai-nilai karakter seperti ditunjukkan oleh berbagai fakta. (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta, 2016:21) b 2 Korupsi memang sudah mendarah daging di negara ini. (http://sastra.um.ac.id/wp-content/upload/2009/10/penalaran-dalam- Karya-Tulis-Populer-Argumentatif-Dawud.pdf) Contoh di atas termasuk klaim tentag nilai-nilai karena menunjukkan perasaan atau praduga terhadap sesuatu misalnya budi 92

KLAIM c. Klaim tentang Kebijakan (Claims of Policy) Klaim tentang kebijakan menegaskan bahwa suatu kondisi tertentu harus ada. Argumentator menekankan atau menganjurkan agar segera dilakukan pengambilan kebijakan (keputusan) sebagai langkah pemecahan terhadap permasalahan-permasalahan yang ada. Pada umumnya, klaim tentang kebijakan ini menggunakan pemarkah \"harus\". Contoh klaim tentang kebijakan: a 3. Pada pasal 37 dinyatakan bahwa bahasa Indonesia wajib digunakan dalam menginformasikan produk barang atau jasa dari dalam maupun luar negeri yang beredar di Indonesia. (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta, 2016:93) b 3. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) oleh Puskesmas sangat efektif untuk mengurangi kasus gizi buruk pada balita. (http://respository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/18869/ik m-okt2005-9%20%287%29.pdf?sequence=1isAllowed=y) Contoh tersebut termasuk dalam klaim kebijakan hal tersebut dikarenakan berisi kondisi contoh harus ada dalam suatu keadaan yang bersumber pada kebijakan. 93


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook