Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyaT SAYEMBARA KONSEP PERANCANGAN KAWASAN DAN BANGUNAN GEDUNG KOMPLEKS ISTANA WAKIL PRESIDEN DI IBU KOTA NUSANTARA
sambutan sambutan 2 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
SAYEMBARA KONSEP PERANCANGAN KAWASAN DAN BANGUNAN GEDUNG KOMPLEKS ISTANA WAKIL PRESIDEN DI IBU KOTA NUSANTARA Direktorat Jendral Cipta Karya 3 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
PANITIA PELAKSANA SAYEMBARA TIM TEKNIS SAYEMBARA Ir. Diana Kusumastuti, M.T. Putri Intan Suri., ST., MT Ir. Imam S. Ernawi, MCM, M.Sc Luciana Angelin Narua, S.T., M.P Kusrianti., ST., MBA Boby Ali Azhari, S.T., M.Sc. Ary Prasetyo, S.H., M.Hum Ir. Pantja Dharma Oetojo, M.Eng.Sc. Maretha Ayu Kusumawati, S.T., M.T., M.Sc. Yohanes Richwanto, S.T. Nazib Faizal, S.T., M.Sc. Rozali Indra Saputra, S.T., M.Sc. Pandu Gunadi Atmosukarto, S.T., MUM Wahyu Imam Santoso, S.T., M.T. Latifah Sumandari, S.T., M.T. Ir. Sumirat, MM Bhima Dhananjaya, S.T., M.Eng. Ir. Joessair Lubis, CES Mia Amalia, S.T. Ir. Antonius Budiono, MCM Cahyani Kusrianingsih, S.H., M.Hum. Indri Damayanti, B.Sc, MAB Rio Supriyanto, S.T., M.Kom. Ir. Manaek Sihombing, MSi Seprian Fajri, ST Ashri Amalia Hadi, ST., MT Pierre Natigor Pohan, ST Anisa Budi Kurniasari, ST M. Ikhsan Maulana , S.T. Muchammad Dicky Adviyandi, S.Ars. Christopher Salangka, S.T., M.Eng. Ida Bagus Putere Gunada, S.T. Arni Wahyuningtyas, ST Friscarona Hariyanto, S.T., M.Eng. Muhamad Iqbal Tawakal, S.T. Galih Fauzi Hikmatulloh, S.Kom Sam Sihadiputranto, S.T.
TIM PENYUSUN BUKU Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung PENGARAH Kompleks Istana Wakil Presiden Ir. Diana Kusumastuti, MT di Ibu Kota Nusantara PENANGGUNG JAWAB Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Boby Ali Azhari, ST, MSc Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis PELAKSANA Cetakan Pertama, Agustus 2022 Putri Intan Suri, ST, MT 156hlm.; 22 cm x 27,5 cm Friscarona Hariyanto, S.T., M.Eng. ISBN: 00000-0000 Diterbitkan oleh: Seprian Fajri, ST Arni Wahyuningtyas, ST Kementerian Pekerjaan Umum dan Ashri Amalia Hadi, ST., MT Perumahan Rakyat Pierre Natigor Pohan, ST Jl. Pattimura No. 20, Kebayoran Baru, Anisa Budi Kurniasari, ST Jakarta Selatan 12110 M. Ikhsan Maulana , S.T. Muchammad Dicky Adviyandi, S.Ars. Christopher Salangka, S.T., M.Eng. Ida Bagus Putere Gunada, S.T. Dyah Ratna Tiaralaksmi, S.T., MaHS Aysha Saffana Mazaya Reza, S.Ars. TIM KREATIF Dian Rosalia Dyota Tennereza Muchamad Nugie Edi NEL M. Gofar Erwin NEL
Daftar isi 8 15 23 • Sambutan Menteri PUPR Pendahuluan Karya Pemenang • Kata Pengantar Direktur Istana Wakil Presiden Pemenang Kedua Jendral Cipta Karya merupakan salah satu bagian Kementerian PUPR utama dari Kawasan Inti Pusat • Judul Karya : Huma Betang Umai Pemerintahan (KIPP) di Ibu Kota Negara (IKN). Tim : W-010 • Judul Karya : Istana Kerakyatan Tim : W-012 Pemenang Ketiga • Judul Karya : Dwiarya Wibawa Tim : W-013 6 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
65 127 135 Tujuh Karya Terbaik Profil Dewan Juri Perjalanan Sayembara • W001- 001 • Prof. Ar. Gunawan Tjahjono, Pembangunan Istana Wakil • W003- 002 M.Arch., Ph.D. IAI (Ketua) Presiden di Ibu Kota Nusantara • W004- 003 • Ir. Adjar Prayudi, MCM, MCE dilaksanakan di atas lahan • W014- 004 • Ar. Karnaya, MAUD, IAI, AA seluas 14,8 Ha. Nantinya, Istana • W016- 005 • Ar. Georgius Budi Wakil Presiden tak hanya • W017- 006 Yulianto, M.T., IAI, AA sebagai tempat Wakil Presiden • W022- 007 • Prof. Dr. Ir. Wiendu berkantor. Nuryanti, M.Arch., Ph.D • Ar. Jatmika Adi Suryabrata, M.Sc, Ph.D, IAI • Sibarani Sofian, S.T., MUDD, LEED AP • Guntur Iman Nefianto, SE., S.H., M.H • Dr. Ir. Wicaksono Sarosa Direktorat Jendral Cipta Karya 7 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
sambutan M. Basuki Hadimuljono Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) telah menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan salah satu agenda prioritas Pemerintah. Selain telah disampaikan untuk pertama kalinya oleh Perumahan Rakyat Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan pada 16 Agustus 2019, DPR RI pun telah mengesahkan Undang- Undang IKN pada 15 Februari 2022. Dengan demikian, UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara telah sah menjadi aturan dan dasar pelaksanaan pemindahan Ibu Kota Negara. Sebagai lembaga pemerintahan sekaligus penyelenggara sektor konstruksi nasional, Kementerian PUPR mendukung agenda pemerintah tersebut dari aspek fisik—dalam hal ini aspek infrastruktur. Sesuai amanat yang tertuang pada Bab VII UU IKN tentang Partisipasi Rakyat, Kementerian PUPR turut melibatkan masyarakat dalam proses persiapan, pembangunan, pemindahan, hingga pengelolaan Ibu Kota Negara. Untuk itu, kami memberikan wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, serta inovasinya. Melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, kami menyelenggarakan Sayembara Konsep Perancangan 8 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
Sesuai amanat yang tertuang pada Bab VII UU IKN tentang Partisipasi Rakyat, Kementerian PUPR turut melibatkan masyarakat dalam proses persiapan, pembangunan, pemindahan, hingga pengelolaan Ibu Kota Negara. Kawasan dan Bangunan di Ibu Kota Nusantara. Sayembara melingkupi empat kawasan dan bangunan, yaitu Istana Wakil Presiden, Kompleks Legislatif, Kompleks Yudikatif, dan Kompleks Peribadatan. Dengan mengundang keterlibatan masyarakat, diharapkan dapat memunculkan karya-karya terbaik dari anak bangsa sehingga akan menumbuhkan kebanggaan bangsa terhadap negerinya. Sebagai bentuk apresiasi, kami pun merangkum karya desain Istana Wakil Presiden terbaik dalam buku ini. Dengan harapan, dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi pembacanya. Pada kesempatan ini pula, saya haturkan terima kasih kepada seluruh peserta dan selamat kepada para pemenang yang telah mempersembahkan karya terbaiknya sebagai wujud bakti kepada bangsa dan Tanah Air. Jakarta, Juni 2022 M. Basuki Hadimuljono Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Cipta Karya 9 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
kata pengantar Diana Kusumastuti Perencanaan dan perancangan Ibu Kota Negara Direktur Jenderal Cipta Karya telah kami mulai di tahun 2019. Ketika itu, kami— Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian PUPR sebagai penyelenggara sekaligus regulator sektor konstruksi Nasional menggelar dan Perumahan Rakyat Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara. Sayembara menjadi strategi kami untuk mengajak masyarakat terlibat dalam mewujudkan IKN baru. Kini, berselang 3 tahun sejak sayembara pertama diselenggarakan, kami kembali ingin menggandeng masyarakat untuk terlibat lebih jauh dalam proses perancangan IKN. Melalui Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara, masyarakat diajak untuk berkontribusi dalam penyusunan perencanaan konstruksi Istana Wakil Presiden sehingga kami berharap dapat memperoleh desain Istana Wakil Presiden terbaik dari karya anak bangsa. 10 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
Atas pertimbangan keamanan dan pertahanan negara, Istana Wakil Presiden akan dibangun di lokasi terpisah dari Kompleks Istana Kepresidenan. Berdasarkan dokumen Urban Design Development Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Istana Wakil Presiden merupakan salah satu bangunan yang akan menjadi prioritas pembangunan di IKN. Atas pertimbangan keamanan dan pertahanan negara, Istana Wakil Presiden akan dibangun di lokasi terpisah dari Kompleks Istana Kepresidenan. Berjarak 1,7 km dari Kompleks Istana Kepresidenan, Istana Wakil Presiden akan mengedepankan konsep smart, green, beautiful, dan sustainable dengan desain yang mencerminkan identitas bangsa. Kami mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah memberikan karya terbaiknya bagi negeri ini. Sebagai apresiasi atas setiap karya yang masuk, kami hadirkan buku ini untuk dapat diketahui masyarakat luas. Jakarta, Juni 2022 Diana Kusumastuti Direktur Jenderal Cipta Karya Direktorat Jendral Cipta Karya 11 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
Rencana Penataan Kawasan Ibu Kota Nusantara
PENDAHULUAN
pendahuluan Istana Wakil Presiden merupakan salah satu bagian utama dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di Ibu Kota Negara (IKN). Oleh karena itu, dalam Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan di KIPP IKN, Istana Wakil Presiden menjadi salah satu materi yang disayembarakan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan karya desain terbaik. Istana Wakil Presiden merupakan tempat wakil Sementara, Gedung Utama II di sebelah baratnya presiden berkantor. Saat ini, Istana Wakil adalah replika Gedung Utama I. Gedung II dibangun Presiden RI terletak di Jalan Merdeka Selatan, pada periode Wakil Presiden Soedharmono pada Jakarta. Lokasinya tepat bersebelahan dengan 1988—1993. Pada 1993, Departemen Pendidikan dan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat. Kebudayaan menetapkan Istana Wakil Presiden sebagai Cagar Budaya Bangunan. Bangunan istana memiliki bentuk persegi panjang, yang memanjang dari utara ke selatan dengan Kompleks Istana Wakil Presiden dalam Sayembara muka menghadap utara. Terdapat dua bangunan utama identik di kompleks istana, yaitu Gedung Dalam rencana pengembangan IKN, Istana Wakil Utama I yang terletak di Jalan Merdeka Selatan No. 6 Presiden akan berada di dalam Kawasan Inti Pusat (sebelah timur) dan Gedung Utama II yang terletak di Pemerintahan (KIPP). KIPP merupakan kawasan inti Jalan Merdeka Selatan No. 7 (sebelah barat). yang berfungsi khusus dalam menjalankan kegiatan penyelenggaraan negara. Gedung Utama I merupakan bangunan peninggalan zaman Belanda. Dulunya, bangunan yang didirikan Berdasarkan dokumen Urban Design KIPP-IKN, sekitar tahun 1920 ini adalah sebuah rumah tinggal Kompleks Istana Wakil Presiden akan berada atau disebut Indisch Woonhuis. Bangunannya berdampingan dengan Kompleks Yudikatif dan bergaya arsitektur khas Eropa. Kompleks Peribadatan. Istana Wakil Presiden akan memiliki akses utama dari arah Sumbu Kebangsaan. Bagian teras depan memiliki kolom-kolom Doria penopang pediment di atasnya dan atap berbentuk Sebagai tempat Wakil Presiden berkantor, Istana perisai. Elemen tersebut merupakan ciri khas Wakil Presiden harus memperhatikan aspek Indisch Woonhuis. Gedung ini pernah dipugar oleh keamanan yang bersifat luar biasa dan istimewa. Biro Arsitektur Ed Cuypers & Hulswit pada 1921. Lantaran, Wakil Presiden merupakan simbol resmi negara yang kualitas tindakannya sama dengan Presiden. 16 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
pendahuluan Dirjen Cipta Karya Diana Kusumastuti memimpin seremoni Pengambilan Sumpah Dewan Juri Sayembara Istana Wakil Presiden Untuk itu, Istana Wakil Presiden di IKN akan dibangun Sedangkan, pembangunannya akan mengusung terpisah dengan Istana Kepresidenan. Lokasi Istana konsep “Kantor Tumbuh” (Growing Building). Dalam Wakil Presiden akan berjarak 1,7 km dari Istana hal ini, pembangunan dilaksanakan secara bertahap, Kepresidenan. Pemisahan Istana Presiden dan Wakil baik pembangunan horizontal maupun vertikal, Presiden didasarkan pada pertimbangan aspek untuk mengakomodasi kebutuhan organisasi di keamanan. Direktur Jenderal Cipta Karya Diana masa mendatang sebagai Kantor Sekretariat Wakil Kusumastuti mengungkapkan bahwa jika berada di Presiden. satu lokasi, saat terjadi bahaya, kedua istana dapat terancam. Rencana pemisahan Istana pun telah Sesuai dengan kriteria bangunan di IKN yang harus dikoordinasikan dengan Kementerian Pertahanan. mencerminkan identitas bangsa, setiap bangunan di Kompleks Istana Wakil Presiden akan mencerminkan Keberadaan Istana Wakil Presiden akan nilai-nilai Pancasila sekaligus merepresentasikan merepresentasikan kehadiran Wakil Presiden Wakil Presiden sebagai Negarawan yang Profesional. di Nusantara dan memiliki konsep yang selaras Kriteria tersebut akan diaplikasikan, mulai dari dengan Istana Kepresidenan. Bangunannya akan desain fasad, bentuk massa, layout bangunan, mengusung filosofi 5P, yaitu Perekat, Penghubung, hingga area istana secara keseluruhan. Pelengkap, Pendukung, dan Penyempurna. Direktorat Jendral Cipta Karya 17 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
Dewan Juri Sayembara IKN untuk Kategori Istana Wakil Presiden saat diambil sumpah Sementara itu, ditinjau dari fungsinya, Istana Wakil amanat yang tertuang dalam UU Nomor 3 Tahun Presiden nantinya bukan hanya sebagai Kantor 2022 tentang Ibu Kota Negara Bab VIII Partisipasi Sekretariat Wakil Presiden dan tempat Wakil Presiden Masyarakat. berkantor. Melainkan, juga berfungsi sebagai saksi sejarah Wakil Presiden dari masa ke masa. Untuk itu, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya memberikan wadah bagi Untuk itu, diharapkan dapat disediakan ruang/area aspirasi, gagasan, dan inovasi masyarakat. Wadah yang menampilkan linimasa kinerja Wakil Presiden tersebut dijelmakan melalui penyelenggaraan dari setiap periode. Hal ini juga sebagai bentuk “Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan penghargaan atas jasa para Wakil Presiden sekaligus Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden” bukti bahwa bangsa Indonesia tidak melupakan jasa para pahlawan. Sejak sayembara dibuka pada 28 Maret 2022, tercatat sebanyak 34 peserta mengikuti Sayembara Kemudian, sejalan dengan peran Wakil Presiden Istana Wakil Presiden. Namun, dari jumlah peserta sebagai perekat dan penghubung, Istana Wakil yang mendaftar hanya terkumpul 21 karya dan 18 Presiden hendaknya juga mengakomodasi ruang karya di antaranya telah dinyatakan lolos evaluasi aspirasi atau demokrasi. Dengan demikian, dokumen. konstitusi dan rakyat dapat selalu tersambung. Proses penjurian akan dilakukan sebanyak dua Guna menuangkan konsep-konsep tersebut, tahap. Penjurian Tahap I dilakukan oleh Dewan Juri Pemerintah mengundang masyarakat untuk untuk menetapkan tiga karya terbaik, sedangkan berperan aktif mulai dari persiapan, pembangunan, Tahap II untuk pemeringkatan Karya yang ditetapkan pemindahan, hingga pengelolaan IKN. Hal ini sesuai langsung oleh Menteri PUPR. 18 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
pendahuluan Kompleks Istana Wakil Presiden Direktorat Jendral Cipta Karya 19 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
Peserta sayembara berfoto bersama di Titik Nol saat kunjungan ke lokasi IKN 20 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
pendahuluan Direktorat Jendral Cipta Karya 21 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
karya pemenang
Gedung Istana Wakil Presiden pemenang kedua
HUMA BETANG UMAI Tipologi Baru Persembahan Nusantara bagi Dunia Tim Studio Cilaki menghadirkan sebuah tipologi baru dari nusantara bagi dunia: “Huma Betang Umai”. Terinspirasi dari salah satu tipologi rumah tradisional Indonesia yang terbaik, yaitu Huma Betang atau Rumah Panjang, Huma Betang Umai akan menjadi Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara. Yaitu, sebuah istana di tengah kota rimba yang merentangkan atapnya untuk meneduhi, mengayomi, dan menyemangati. Huma Betang Umai adalah istana rumah 1. Memaksimalkan kondisi eksisting topografi panjang yang, kelak akan berdiri kokoh di atas 2. Menghindari zona merah bukit, di antara rimba, dan menjadi ikon Ibu 3. Optimalisasi pemandangan terbaik Kota Nusantara. Istana ini akan merepresentasikan 4. Konsep desain pasif kearifan lokal serta keramahan sebagai kepribadian 5. Konsep selasar lingkar (Circular Elevated khas bangsa Indonesia. Walkway) Sebagai kearifan lokal masyarakat Dayak di 6. Konsep ekologi sirkular Kalimantan, Huma Betang mencerminkan kerukunan 7. Konservasi hutan asli dan reforestasi ke arah yang mencakup tiga hal, yaitu (1) kejujuran dan moralitas yang tinggi, (2) kesetaraan, damai dengan hutan heterogen sesama, (3) hormat kepada alam. Kata Umai dalam 8. Fleksibilitas repartisi ruang bahasa Dayak berarti “Ibu”, yang lekat dengan sikap mengayomi, melindungi, serta menyemangati anak- “Dari beberapa referensi, antara lain Oscar de anaknya. Hingga, Huma Betang Umai mengusung Meyer dan Le Corbusier, kami mempelajari apa filosofi sebuah istana yang dapat memberikan yang membuat istana itu menjadi ‘istana’? Istana keteduhan, pengayoman, serta semangat bagi demokratis kerakyatan seperti apa yang perlu rakyatnya. dihadirkan di Nusantara ini? Jadi, kami bukan menerapkan satu banding satu dari formulasi Desain kompleks Istana Wakil Presiden karya Studio arsitek-arsitek dunia itu, tapi kami mempelajarinya, Cilaki ini mengedepankan konsep-konsep desain lalu kami melakukan riset juga, termasuk tentang performatif, baik secara ekologis maupun sosial. Rumah Panjang ini,” papar Daliana Suryawinata, Dalam hal ini, desain memperhatikan beberapa Ketua Tim. unsur berikut. 26 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
Karya Pemenang Tim Studio Cilaki yang menampilkan desain rancang “Huma Betang Umai” - Pemenang (WO37- 010) Ketua : Daliana Suryawinata Anggota : Damar Pandu Dwi Cahyo; Asep Suharta; Muhammad Aminudin; Andre Kusprianto; Penny Ariesanty S; Ignatius Aditya Kusuma; Florian Heinzelmann; Aprilea Sofiastuti Ariadi; Priyanto Direktorat Jendral Cipta Karya 27 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
Desain Rancang Sementara, akses masuk sekretariat dan staf berada di sisi Barat. Lalu, tangga monumental Dalam desain yang dirancang hanya dalam waktu dengan taman dan galeri out door rekam jejak wakil sekitar satu bulan tersebut, Tim Studi Cilaki presiden, dengan funicular untuk akses VIP dan menerapkan pengelompokan dan distribusi program difabel dimaksudkan sebagai penghormatan bagi ruang yang diatur seoptimal mungkin. Bangunan pejalan kaki. Kemegahan yang tetap bersahabat utama mencakup istana, kantor, dan rumah wakil adalah pesan yang ingin disampaikan. presiden dan keluarga berada di satu lokasi sehingga menjadi massa yang representatif di puncak bukit. Konsep kesetaraan rumah panjang diaplikasikan pada seluruh kamar, baik kamar wapres dan keluarga, Sedangkan bangunan masjid, sekretariat tamu, maupun staf, seluruhnya menghadap ke paspampres, kantor-kantor, dan pendukung pemandangan kebun raya (selatan). Sedangkan didistribusikan menurut kontur dan zona aman konsep reformasi birokrasi dituangkan pada sesuai kondisi lereng dan tanah. Desain elevasi bangunan kesekretariatan yang didesain sebagai istana mengadopsi rasio emas 1:1.1618 (golden open office dengan tribun di area lobi untuk berbagai section). kegiatan. Seluruh bangunan di area ini dihubungkan oleh Dalam perkembangannya, ketika ada kebutuhan selasar lingkar luar. Selasa ini seolah yang yang perubahan layout, seluruh bangunan telah didesain menjaga hubungan dalam antarruang istana. agar dapat direpartisi ulang sehingga tidak perlu ekspansi ke luar. Inilah konsep kantor tumbuh ke Rancangan desain juga memperhatikan akses dalam. kendaraan dan pedestrian untuk VIP, privat, dan publik yang diatur agar tidak bercampur. Pintu masuk Pada konsep ekologi sirkular, aspek keberlanjutan utama istana dan drop-off untuk wakil presiden dan dan sirkuler harus menjadi norma baru di IKN yang tamu undangan berada di sisi Timur. akan mengarah pada karbon negatif dan regeneratif. Kawasan Istana akan memanen energi surya dari atapnya, menampung air hujan untuk flushing dan irigasi, pemilahan sampah 3R dan organik untuk disalurkan ke biodigester, serta fasad yang didesain untuk memaksimalkan pencahayaan alami. “Melalui sayembara ini, kami ingin menghadirkan sebuah ikon arsitektur nusantara yang representatif dan bertaraf internasional,” tutup Daliana. 28 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
Karya Pemenang komentar Juri Huma Betang Umai kompak, cerdas, dan out of the box dalam kondisi. Hal ini memberi peluang untuk perbaikan menerjemahkan istana, kantor, rumah ke depannya. Wapres ke dalam satu massa bangunan. Konsepnya berakar pada arsitektur lokal, yaitu Misalnya saja, perbaikan berdasarkan beberapa konsep rumah panggung yang diinterpretasikan catatan kami—selaku dewan juri. Di antaranya, dalam arsitektur Rumah Panjang dengan main building dan kolam yang cukup besar di sentuhan modern dan tingkat kematangan desain puncak tertinggi perlu dikaji agar memenuhi yang tinggi. Selain khas bangunan Indonesia, standar keselamatan dan kekuatan. konsep rumah panggung juga memungkinkan bangunan yang mengikuti kontur lahan. Lalu, atap datar yang besar/raksasa, terkesan kaku dan mendominasi alam juga perlu dikaji Terlepas dari konsep desainnya, tim ini terdiri secara sistem struktur. Namun, secara dari para desainer yang humble dan kooperatif. menyeluruh, konsep desainnya sudah menjawab Mereka bersedia untuk menyesuaikan semua permasalahan yang ada dengan pascasayembara jika terdapat perubahan pencapaian kinerja terukur. Direktorat Jendral Cipta Karya 29 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
Huma Betang Umai wo37- 010 Tim Studio Cilaki menghadirkan sebuah tipologi baru dari nusantara bagi dunia: “Huma Betang Umai”. Terinspirasi dari salah satu tipologi rumah tradisional Indonesia yang terbaik, yaitu Huma Betang atau Rumah Panjang, Huma Betang Umai akan menjadi Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara. Yaitu, sebuah istana di tengah kota rimba yang merentangkan atapnya untuk meneduhi, mengayomi, dan menyemangati. 30 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
Karya Pemenang Direktorat Jendral Cipta Karya 31 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
32 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
Karya Pemenang Direktorat Jendral Cipta Karya 33 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
34 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
Karya Pemenang Direktorat Jendral Cipta Karya 35 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
36 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
Karya Pemenang Direktorat Jendral Cipta Karya 37 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
Istana Kerakyatan Transformasi dan Modernisasi Arsitektur Dayak Inilah desain terpilih untuk Istana Wakil Presiden. Karya rancang bangun Tim Wiswakharman yang dimotori Ar. Andy Siswanto, M. Arch., M.Sc., Ph.D., IAI. Dengan mengusung nama “Istana Kerakyatan”, keberadaan Istana Wakil Presiden diharapkan dapat menjadi simbol kedaulatan rakyat dari sebuah negara demokrasi, Republik Indonesia. Istana Wakil Presiden berada dalam sebuah Istana Wakil Presiden akan berada di kontur kawasan yang didesain dengan memperhatikan tertinggi, bersama dengan Kantor dan Kediaman berbagai aspek yang mencerminkan identitas Resmi Wakil Presiden. Ketiga massa bangunan bangsa serta menjamin keberlanjutan sosial, ini akan menciptakan ruang simbolik. Sementara, ekonomi, dan lingkungan. Dalam hal ini, Istana Wakil kantor Sekretariat dan bangunan pendukung lainnya Presiden sebagai bangunan utama dalam kawasan akan berada di kontur bawah (+20-30) agar tidak Kompleks Istana Wakil Presiden memiliki desain menghalangi view dari dan ke bangunan utama. yang mentransformasikan arsitektur tradisional menjadi lebih modern dan bertaraf internasional. Dalam rangka mewujudkan kota cerdas, modern berstandar internasional (smart metropolis), setiap Desain Istana mengadopsi filosofi rumah adat bangunan dan area di Kompleks Istana Wakil Presiden Suku Dayak, yaitu Rumah Lamin/Betang. Adapun dikelola dengan berpedoman pada konsep green filosofi Rumah Lamin adalah toleransi, gotong building dan green site. Di antaranya, menggunakan royong, kebersamaan, musyawarah mufakat, serta material lokal ramah lingkungan; efisiensi energi kesetaraan, kejujuran, dan kesetiaan. dengan penerapan solar cell, pencahayaan dan penghawaan alami; serta pengelolaan sampah Transformasi arsitektur pada Istana berupa konsep dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). bangunan hijau dengan struktur gedung bertingkat modern. Jika Rumah Lamin menggunakan struktur Untuk pengelolaan tapak, berorientasi pada kayu, istana menggunakan struktur beton bertulang bangunan gedung tanggap terhadap rencana kota dan baja. Untuk menjamin keandalan bangunan, dan arah sinar matahari serta menghargai kontur perancangannya memperhatikan Standar Nasional lahan dengan meminimalisasi cut & fill. Adapun Indonesia (SNI) yang mengatur tentang pembebanan strategi desain bangunan pada topografi miring yang sesuai fungsinya, sesuai kekuatan hasart—seperti diterapkan adalah pemanfaatan lower ground floor gempa dan angin, serta kekuatan material yang untuk memperpendek tinggi kolom, mengurangi cut diperhitungkan—seperti kayu, beton bertulang, baja, & fill, dan pemberdayaan natural slope yang tidak dan pasangan. tinggi. 40 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
Karya Pemenang Tim Wiswakharman menyajikan karya desain rancang berjudul “Istana Kerakyatan”. - Pemenang (WO41- 012) Ketua : Ar. Andy Siswanto, M. Arch., M.Sc., Ph.D., IAI Anggota : Endah Meigawati, S.T, M.T; Toto Suharsono, S.T; Abdul Malik, S.T; Khairul, S.P; Ir. Adji Dwiyanto; Prof. Dr. Ir. Sri Tudjono, M.Sc Direktorat Jendral Cipta Karya 41 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
Gagasan smart metropolis juga memperhatikan Smart Building mengolaborasikan Building kualitas udara dalam ruangan, pengelolaan air Automation System, Office Automation (OA), dan limbah, serta efisiensi penggunaan air. Untuk Information and Communication Technologies guna efisiensi air, diterapkan konsep water conservation, mengoptimalkan ekonomi, efisiensi, kenyamanan, penggunaan saniter yang hemat air, serta fungsional, dan stabilitas dari Intelligent Building. pemanfaatan non-potable water dari WTP untuk Smart building juga merupakan upaya efisiensi flushing, cooling, tower, dan siram tanaman. energi dan Green Building agar ramah lingkungan, seperti: Desain juga merancang sistem transportasi • Menggunakan Network berbasis IP dalam gedung, sistem proteksi kebakaran, sistem • Sistem kontrol dan monitoring terpusat elektrikal, sistem air hujan, jaringan gas, jaringan • Mudah pengoperasian dan perawatan sanitasi, dan jaringan telekomunikasi. Sedangkan, • Mudah untuk menambahkan aplikasi IP Service untuk menopang smart city, dirancang pula • Keandalan dan stabilitas lebih aman smart building yang dilengkapi sistem ICT dengan infrastruktur fiber optic sebagai backbone dan menggunakan infrastruktur kabel FO sistem active switch. • Efisiensi biaya. Dengan desain yang telah dirancang sedemikian rupa, keberadaan Istana Wakil Presiden diharapkan dapat menjadi Istana Kerakyatan, yaitu istana yang berdaulat dan berdemokrasi. 42 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
Karya Pemenang komentar Juri Istana Kerakyatan konsep tropis tampak—salah satunya dari Kalimantan terasa liberal, kurang elaborasi skala bentuk atap yang miring. Bentuk atap dan bangunan. arsitektur bangunan secara keseluruhan juga mengusung nilai kelokalan yang diberi Aspek keterbangunannya masih rendah dan sentuhan modern. Dalam hal ini, desain istana karakter bangunannya pun belum sesuai dengan mengadopsi bangunan khas Kalimantan. site/landscape. Dalam hal ini, massa yang terpisah-pisah/terpencar tidak mudah dijangkau Gubahan massa kompak yang diletakkan sesuai dan tidak praktis untuk berinteraksi. kontur untuk mengurangi cut & fill. Kelebihan berikutnya adalah desain ini merespon sumbu Terlebih lagi, massa tersebut tidak terhubung serta menerjemahkan arcade dengan baik. dengan selasar sehingga, ketika hujan turun, akan sulit untuk berpindah dari satu gedung Dari hasil penilaian, kami sampaikan beberapa ke gedung lain. Sebagai catatan lainnya adalah catatan, antara lain arsitektur bangunan pemilihan material yang kurang cocok serta utamanya sangat “Kalimantan” sehingga green building requirements yang belum direspon belum mewakili Indonesia. Konsep arsitektur dengan baik. Direktorat Jendral Cipta Karya 43 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
istana kerakyatan wo41- 012 Inilah desain terpilih untuk Istana Wakil Presiden. Karya rancang bangun Tim Wiswakharman yang dimotori Ar. Andy Siswanto, M. Arch., M.Sc., Ph.D., IAI. Dengan mengusung nama “Istana Kerakyatan”, keberadaan Istana Wakil Presiden diharapkan dapat menjadi simbol kedaulatan rakyat dari sebuah negara demokrasi, Republik Indonesia. 44 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
Karya Pemenang Direktorat Jendral Cipta Karya 45 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
46 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
Karya Pemenang Direktorat Jendral Cipta Karya 47 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
48 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
Karya Pemenang Direktorat Jendral Cipta Karya 49 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
50 Sayembara Konsep Perancangan Kawasan dan Bangunan Gedung Kompleks Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara
Search
Read the Text Version
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
- 50
- 51
- 52
- 53
- 54
- 55
- 56
- 57
- 58
- 59
- 60
- 61
- 62
- 63
- 64
- 65
- 66
- 67
- 68
- 69
- 70
- 71
- 72
- 73
- 74
- 75
- 76
- 77
- 78
- 79
- 80
- 81
- 82
- 83
- 84
- 85
- 86
- 87
- 88
- 89
- 90
- 91
- 92
- 93
- 94
- 95
- 96
- 97
- 98
- 99
- 100
- 101
- 102
- 103
- 104
- 105
- 106
- 107
- 108
- 109
- 110
- 111
- 112
- 113
- 114
- 115
- 116
- 117
- 118
- 119
- 120
- 121
- 122
- 123
- 124
- 125
- 126
- 127
- 128
- 129
- 130
- 131
- 132
- 133
- 134
- 135
- 136
- 137
- 138
- 139
- 140
- 141
- 142
- 143
- 144