Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Big Font - SOLA GRATIA (2021)

Big Font - SOLA GRATIA (2021)

Published by yukuwi72, 2021-09-16 23:41:01

Description: Big Font - SOLA GRATIA (2021)

Search

Read the Text Version

Betania Fresh Anointing SOLA GRATIA 1

Betania Fresh Anointing SOLA GRATIA Kumpulan Khotbah PS. AGUNG TAKARIANA Betania Fresh Anointing 2 2021 SOLA GRATIA

Betania Fresh Anointing Persembahan Persepuluhan BCA 514-100-1010 a.n. Gereja Betania Urapan Baru Persembahan Pembangunan BFA Center Bandung BCA 514-080-9090 a.n. Gereja Betania Urapan Baru Call Center BFA: 3 0812-9396-9399 SOLA GRATIA

Betania Fresh Anointing DAFTAR ISI 1. Sola Gratia .......... [5] 2. Berdiri di Ararat .......... [16] 3. 10 Dusta Agamawi .......... [25] 4. Apa yang Anda Pikir & Katakan .......... [47] 5. Yesus Kekuatanku & Hikmatku .......... [60] 6. Hari Perhentian .......... [71] 7. Rest, God Already Do The Best (1) .......... [81] 8. Rest, God Already Do The Best (2) .......... [95] 9. Rest, God Already Do The Best (3) .......... [112] 10. Rest, God Already Do The Best (4) .......... [118] SOLA GRATIA 4

Betania Fresh Anointing 1 Sola Gratia Tuhan sudah menebus kita dari cara hidup yang lama, yaitu cara hidup menurut perjanjian perbuatan (Hukum Taurat). Itu adalah cara hidup yang mengandalkan perbuatan. Sekarang kita hidup di dalam kasih karunia. ‘Sola Gratia’ (only by grace), semua karena kasih karunia, merupakan motto yang dikumandangkan oleh Para Bapak Gereja yang dimulai dari Martin Luther. Keselamatan adalah kasih karunia. Bukan apa yang saya perbuat, tapi apa SOLA GRATIA 5

Betania Fresh Anointing yang Yesus perbuat. Kasih karunia bukan hanya untuk keselamatan saja namun untuk seluruh aspek kehidupan kita. Kita telah ditebus dari cara hidup lama yang sia-sia, cara hidup yang mengandalkan perbuatan kita. Yesus telah menyelamatkan kita dan tidak membiarkan kita ‘berjuang’ sendiri. Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia (Yohanes 1:16, TB). Penjahat yang disalibkan di sebelah Yesus, ia hanya menerima kasih karunia keselamatan, setelah ia percaya pada Yesus maka hari itu juga ia berada di SOLA GRATIA 6

Betania Fresh Anointing Firdaus (Lukas 23:42-43). Tapi bagi kita yang masih diberi kesempatan hidup di dunia, kita tidak hanya membutuhkan kasih karunia keselamatan saja tapi kita membutuhkan kasih karunia untuk hidup, bekerja, berkeluarga, berbisnis sampai Tuhan Yesus datang kembali. Bila memahami hal ini, hidup kita tidak akan stres. Banyak orang Kristen percaya bahwa keselamatan adalah kasih karunia, namun kehidupan seterusnya adalah usaha atau perjuangan diri. Ini konsep yang salah, yang diajarkan kebanyakan gereja. Disiplin rohani (berdoa, saat SOLA GRATIA 7

Betania Fresh Anointing teduh, ibadah, mengembalikan persepuluhan) bukanlah syarat atau harga yang harus dibayar untuk berkenan kepada Tuhan, dan bukan syarat atau harga untuk keberhasilan hidup. Disiplin rohani adalah akibat dari hidup penuh kasih karunia. Pemahaman yang keliru tentang disiplin rohani membuat banyak orang menjadi capek karena merasa tidak pernah layak. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai SOLA GRATIA 8

Betania Fresh Anointing kebajikan (2 Korintus 9:8, TB). Ketika kita kelimpahan kasih karunia, kita bukan sekedar hidup, tapi hidup dan berkuasa. Berkelimpahan dalam segala sesuatu, bahkan berkelebihan. Kita membutuhkan kelimpahan kasih karunia dalam seluruh aspek kehidupan. Ingat pada peristiwa nyata di gereja Makedonia yang tercatat dalam 2 Korintus 8:1-5. Jemaat Makedonia selagi dalam penderitaan yang berat, sukacita mereka meluap. Meskipun mereka dalam keadaan miskin, tapi mereka murah hati! Ketika kita kelimpahan kasih SOLA GRATIA 9

Betania Fresh Anointing karunia maka kita kaya dengan kemurahan. Kamu lepas dari Kristus jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh Hukum Taurat: kamu hidup di luar kasih karunia (Galatia 5:4, TB). Arti ‘hidup di luar kasih karunia’ adalah kembali lagi pada Hukum Taurat. Yang membuat kita lepas dari Kristus, bukan dosa, tapi kalau kita kembali lagi ke Hukum Taurat. Kita sudah dipimpin ‘Sang Kasih Karunia’, yaitu Yesus Kristus, maka jangan lagi berbalik pada Hukum Taurat (upaya diri sendiri). Milikilah cara hidup Sola Gratia (only by grace). SOLA GRATIA 10

Betania Fresh Anointing Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah (Roma 7:4, TB). Hukum Taurat itu kudus, mulia, sempurna, tapi tidak bisa mengubah kita menjadi kudus, mulia, dan sempurna. Hukum Taurat hanya menjadi cermin yang hanya bisa menunjukkan siapa kita. Tapi kasih karunia mengubah kita menjadi kudus, mulia, dan sempurna. Yesus Kristus tidak ‘menuntut’ tapi ‘menuntun’ hidup kita. SOLA GRATIA 11

Betania Fresh Anointing Ingat kembali ilustrasi tentang Mr.Law (Tuan Taurat) dan Mr.Grace (Tuan Kasih Karunia). Kita tidak bisa dalam waktu yang sama menjadi istri dari Mr.Law dan Mr.Grace, kita harus memilih salah satunya. Karena Mr.Law tidak mungkin mati, maka kita dan Mr.Grace yang harus mati di kayu salib dan kemudian bangkit kembali. Manusia lama kita sudah mati (bercerai dari Mr.Law), sekarang kita menjadi manusia baru (menikah dengan Mr.Grace). Jadi jangan lagi hidup dalam dua perjanjian yang berbeda, hiduplah dalam perjanjian kasih karunia dan jangan kembali lagi SOLA GRATIA 12

Betania Fresh Anointing pada perjanjian perbuatan (Hukum Taurat). Mayoritas orang Kristen hidup mengandalkan kasih karunia hanya pada awal perjalanan, yaitu setelah lahir baru. Setelah itu, tanpa disadari, kembali ke cara hidup yang sia-sia atau cara hidup yang lama, yaitu cara hidup Hukum Taurat. Maka kita sering mendengar istilah: “Kami sedang mengalami kasih yang mula-mula. Setelah masa kasih mula-mula, kami masuk masa ‘bayar harga’”. Ini salah! Yang benar adalah: “Yesus sudah bayar harganya. Kita terus ada dalam masa kasih mula-mula karena SOLA GRATIA 13

Betania Fresh Anointing kasih karunia”. Kita yang dilimpahi kasih karunia pasti hidup dan berkuasa! Kesimpulannya:  Kita telah mati terhadap Hukum Taurat (perjanjian perbuatan).  Jika kita masih mengandalkan Hukum Taurat, maka kita ‘lepas dari Kristus’. Ini yang disebut ‘perzinahan rohani’, yaitu mengandalkan upaya, usaha, perjuangan diri sendiri supaya berkenan, layak, sehat, diberkati, sukses. Ini merupakan cara hidup yang sia-sia.  Dalam Hukum Taurat, Tuhan menuntut kebenaran dari perbuatan SOLA GRATIA 14

Betania Fresh Anointing kita. Namun dalam Kasih Karunia, Tuhan menyediakan kebenaran sebagai anugerah pemberian. Amin. SOLA GRATIA 15

Betania Fresh Anointing 2 Berdiri di Ararat Dan makin surutlah air itu dari muka bumi. Demikianlah berkurang air itu sesudah seratus lima puluh hari. Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat (Kejadian 8:3-4, TB). Selama seratus lima puluh hari tanpa henti air tercurah dari langit sehingga bahtera Nuh terombang- ambing di permukaan air. Bahtera Nuh mendarat di Ararat pada hari ke-17 bulan ke-7 (pada tanggal yang sama SOLA GRATIA 16

Betania Fresh Anointing empat ribu tahun kemudian, Yesus bangkit dari kematian). Nuh dan keluarganya diluputkan dari air bah yang menghancurkan dunia. Arti kata ‘Ararat’ adalah: kutuk yang dijungkirbalikan. Berarti ‘Ararat’ adalah zona di mana kutuk, penyakit, kemiskinan, kegagalan, dan kematian tidak punya hak untuk bekerja. Peristiwa itu merupakan bayang- bayang dari kebangkitan Yesus. ‘Ararat’ juga berbicara tentang Kebangkitan Yesus yang menjungkirbalikan setiap kutuk yang seharusnya terjadi pada kita. Injil Kasih Karunia yaitu memberitakan SOLA GRATIA 17

Betania Fresh Anointing kematian dan kebangkitan Yesus. Semua harga sudah dibayar. Bila semua sudah dibayar Yesus Kristus, harga apalagi yang harus Anda bayar? Tidak ada. Mari kita ingat kembali: berita apa yang dikhotbahkan Gereja Mula-mula? Setelah dipenuhi Roh Kudus di loteng Yerusalem, para murid memberitakan Injil Kasih Karunia ke Yudea, Samaria, sampai ke ujung bumi. Berita Kasih Karunia yaitu kabar tentang Yesus mati, Yesus bangkit dan hidup menjungkirbalikan kutuk (Galatia 3:13- 14). SOLA GRATIA 18

Betania Fresh Anointing Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib! Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bngsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu” (Galatia 3:13-14, TB). Dalam Alkitab FAYH dikatakan: Kristus telah menebus kita dari kebinasaan yang disebabkan oleh peraturan yang mustahil dilaksanakan. ‘Sola Gratia’ artinya semua, semua, semua adalah kasih karunia! Kita SOLA GRATIA 19

Betania Fresh Anointing diselamatkan karena kasih karunia, sekarang kita hidup di dalam kasih karunia. Inilah berita yang terus dikumandangkan gereja mula-mula, yang seharusnya juga dikumandangkan gereja hari ini, yaitu Injil kasih Karunia. Orang yang berusaha membayar harga yang sudah dibayar Yesus Kristus, berarti menganggap murah harga pengorbanan Yesus Kristus. Kematian Yesus di kayu salib mengalahkan ‘musuh-musuh’: dosa dan segala akibatnya, penghukuman, sakit penyakit, kemiskinan, kegagalan, dsb. Namun ada musuh terakhir yang belum SOLA GRATIA 20

Betania Fresh Anointing dikalahkan yaitu: kematian itu sendiri. Kebangkitan Yesus-lah yang mengalahkan musuh terakhir yaitu kematian. Karena itu, Yesus Kristus harus bangkit dari kematian untuk mengalahkan maut. Karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati (Kolose 2:12, TB). Jika Yesus Kristus tidak bangkit dari kematian dan mengalahkan maut, sia- sialah kepercayaan kita, sebab yang menyelamatkan kita adalah kebangkitan-Nya. Saudara membunuh SOLA GRATIA 21

Betania Fresh Anointing Pemberi Hidup itu, tetapi Allah telah menghidupkan Dia kembali. Yohanes dan saya adalah saksi-saksi dalam hal ini, sebab setelah Saudara membunuh- Nya, kami melihat Dia hidup! (Kisah Para Rasul 3:15, FAYH). Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu (Kisah Para Rasul 2:24, TB). Sadarilah bahwa sekarang kita sudah berdiri di ‘Ararat’, tempat di mana kutuk sudah dijungkirbalikan, sekarang kita hidup dalam kebangkitan Yesus Kristus yang SOLA GRATIA 22

Betania Fresh Anointing memberikan kemenangan pada kita. Kemudian Allah melepaskan Dia dari sengsara maut dan membangkitkan- Nya, sebab maut tidak dapat menguasai-Nya (Kisah Para Rasul 2:24, FAYH). Sengat maut adalah dosa. Kasih karunia adalah kuasa supaya kita menang atas dosa. Inilah berita yang seharusnya terus dikumandangkan oleh gereja Tuhan, dan inilah identitas yang seharusnya kita sadari: kita sekarang berada di tanah ‘Ararat’. Kutuk dalam hidup kita sudah diubah menjadi berkat. Penyakit, kemiskinan, kegagalan, kematian tidak boleh lagi beroperasi di daerah kita. SOLA GRATIA 23

Betania Fresh Anointing Air bah penghakiman sudah surut. Kematian Yesus di kayu salib telah menyurutkan penghakiman dan murka Allah. Zona di mana kita tinggal sekarang adalah zona bernama ‘Ararat’. ‘Bahtera’ sejati kita adalah Yesus Kristus, Ia tinggal di dalam kita, dan kita tinggal di dalam- Nya. Yesus adalah kebangkitan dan hidup. Haleluyah! SOLA GRATIA 24

Betania Fresh Anointing 3 10 Dusta Agamawi Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu (Hosea 4:6, TB). Umat Tuhan binasa karena tidak mengenal Tuhan, dan hal itu terjadi karena kesalahan para imam. Para imam punya andil membuat umat tidak mengenal Tuhan, yaitu jika memberikan SOLA GRATIA 25

Betania Fresh Anointing ajaran yang salah. Krisis akibat pandemi tidak akan menghancurkan kita, tapi kita bisa hancur bila tidak mengenal Tuhan dengan benar. Ingat bahwa spirit of heaviness yang menyerang jemaat, bukan hanya datang dari Izebel atau Goliat, tapi juga bisa datang dari para pemimpin jemaat (misal: berita negatif yang dibawa 10 pengintai Yerikho). “Tuliskan sepucuk surat kepada pemimpin jemaat di Efesus sebagai berikut: “Dengan surat ini saya sampaikan pesan dari Dia yang berjalan di antara jemaat-jemaat dan yang memegang pemimpin-pemimpin SOLA GRATIA 26

Betania Fresh Anointing mereka dalam tangan kanan-Nya. “Ia berfirman kepada Saudara: Aku tahu betapa banyak kebajikan yang kalian lakukan. Aku sudah menilik jerih payah serta ketekunan kalian. Aku tahu kalian tidak membiarkan adanya dosa di antara anggota-anggota kalian dan kalian sudah meneliti dengan cermat orang-orang yang mengaku dirinya rasul padahal bukan. Kalian telah mendapati bagaimana mereka berdusta. Kalian tetap bersabar menderita demi Aku. “Tetapi ada satu hal yang salah: kalian tidak mengasihi Aku seperti semula! Cobalah kenangkan kasih kalian yang mula-mula itu SOLA GRATIA 27

Betania Fresh Anointing (alangkah berbedanya dengan sekarang!). Kembalilah kepada-Ku dan bekerjalah seperti dahulu. Kalau tidak, Aku akan datang dan menyingkirkan kaki dian kalian dari tempatnya di antara jemaat-jemaat (Wahyu 2:1-5, FAYH). Dalam beberapa versi terjemahan Alkitab dikatakan bahwa pesan ini ditujukan kepada para malaikat jemaat (angels) di Efesus. Namun dalam Alkitab FAYH lebih jelas disebutkan: kepada pemimpin jemaat di Efesus. Jadi pemimpin jemaat digambarkan berfungsi sebagai ‘malaikat penjaga jemaat’. Dengan demikian, jika SOLA GRATIA 28

Betania Fresh Anointing pemimpinnya salah maka jemaatnya bisa ikut tersesat. Para pemimpin jemaat di Efesus itu sangat tekun dalam pelayanan, mereka punya integritas, tapi kesalahan mereka yaitu: tidak mengasihi Tuhan seperti semula. Mereka kehilangan kasih yang mula-mula kepada Tuhan. Namun, harus diingat bahwa kehilangan kasih mula-mula itu tidak sama dengan kehilangan keselamatan. Sebab keselamatan itu adalah anugerah dari Tuhan, bahkan iman untuk percaya kepada-Nya juga merupakan pemberian dari Tuhan (Efesus 2:8). Kembali kepada SOLA GRATIA 29

Betania Fresh Anointing kasih mula-mula artinya kembali pada ajaran Sola Gratia, yaitu semua adalah karena kasih karunia. Sebab seiring perjalanan waktu, gereja selalu tergoda untuk bergeser dari ajaran semula. Sebagai akibat dari kecenderungan daging manusia, maka manusia cenderung untuk kembali pada ‘Injil Perbuatan’ (kembali pada Hukum Taurat atau ajaran agamawi). Ketika manusia lepas dari Kristus, maka manusia akan mengharapkan kebenaran oleh karena melakukan Hukum Taurat (Galatia 5:4). Motivasi para pemimpin jemaat di Efesus itulah yang salah, yaitu mereka SOLA GRATIA 30

Betania Fresh Anointing berusaha ‘membeli keselamatan’ dengan ketekunan mereka. Padahal, tidak ada manusia yang kasihnya kepada Tuhan selalu konstan (selalu keep on fire). Jadi keselamatan tidak tergantung pada kasih kita kepada Tuhan, melainkan tergantung pada kasih Tuhan kepada kita. Keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita adalah kekal, kecuali bila kita menjadi murtad (Yohanes 10:29). Berikut ini ada 10 dusta paling jahat yang pernah disampaikan oleh kaum agamawi: 1. Tuhan mencatat semuanya. SOLA GRATIA 31

Betania Fresh Anointing  Dusta agamawi: Tuhan mencatat semua kebaikan dan keburukan kita.  Kebenarannya: Tuhan tidak mencatat kesalahan-kesalahan kita. Tuhan tidak memperhitungkan dosa-dosa kita, sebab kasih tidak menyimpan kesalahan (1 Korintus 13:5; 2 Korintus 5:19; Mazmur 103:10). 2. Tuhan murka kepada kita.  Dusta agamawi: Wabah yang sedang terjadi merupakan bentuk murka Tuhan kepada kita. SOLA GRATIA 32

Betania Fresh Anointing  Kebenarannya: Tuhan adalah kasih (1 Yohanes 4:16). Di dalam kasih, tidak ada lagi penghukuman. Tuhan murka pada dosa, bukan pada kita. Murka Tuhan pada dosa sudah dipuaskan di kayu salib (Yesaya 54:9; Roma 8:1-4). 3. Tuhan menghajar kita.  Dusta agamawi: Tuhan menghajar kita dengan penyakit dan hal-hal yang buruk.  Kebenarannya: Pernyataan itu didasarkan pada Ibrani 12:6 (TB) SOLA GRATIA 33

Betania Fresh Anointing bahwa Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya dan menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. Namun terjemahan itu tidak tepat, sebab kata ‘menghajar’ di situ dalam bahasa Yunani berarti: mendisiplinkan, mendidik. Berarti Tuhan seperti seorang bapak yang mendisiplinkan dan mendidik anak-anaknya. Tuhan tidak mungkin menghukum kita, sebab kesalahan kita sudah ditimpakan pada Yesus di kayu salib, dan Tuhan tidak akan dua kali menghukum kita (Ingat kembali pada prinsip Hukum Jeopardy di SOLA GRATIA 34

Betania Fresh Anointing Amerika, yaitu bahwa kesalahan yang sama tidak akan dihukum dua kali). 4. Tuhan membuat kita sakit untuk mengajar kita.  Dusta agamawi: Jika kita mengalami sakit, hal itu karena Tuhan sedang mengajar kita.  Kebenarannya: Tuhan mengajar kita melalui Roh Kudus yang ditaruh di dalam hati kita. Yesus Kristus sudah mengambil semua sakit penyakit kita. Dalam zaman Hukum Taurat, wabah dan penyakit merupakan kutuk dari SOLA GRATIA 35

Betania Fresh Anointing Tuhan. Tapi dalam zaman anugerah, Yesus Kristus telah menyembuhkan semua sakit penyakit akibat pelanggaran Hukum Taurat. 5. Tuhan memberi dan mengambil.  Dusta agamawi: Tuhan memberikan sesuatu kepada kita dan kemudian diambil kembali.  Kebenarannya: Itu bukan perkataan Tuhan, tapi perkataan Ayub yang dikatakan dalam kebodohannya karena tidak mengenal Tuhan dengan benar (Ayub 1:21). Perkataan itu SOLA GRATIA 36

Betania Fresh Anointing kemudian dicabut kembali oleh Ayub (Ayub 42:6). 6. Tuhan akan membuang kita.  Dusta agamawi: Kita akan dipotong dan dibuang bila tidak berbuah.  Kebenarannya: Pernyataan itu berdasarkan Yohanes 15:2a (TB) bahwa setiap ranting pada-Nya yang tidak berbuah akan dipotong-Nya. Namun itu adalah terjemahan yang salah. Dalam Alkitab IMB, terjemahannya bukan ‘dipotong-Nya’ melainkan ‘diangkat-Nya’. Jadi Tuhan SOLA GRATIA 37

Betania Fresh Anointing mengangkat kita supaya hidup kita berbuah. 7. Tuhan bisa ‘dibeli’ atau ‘dibayar’.  Dusta agamawi: Kita harus ‘bayar harga’, kita harus membalas apa yang Tuhan sudah lakukan bagi kita.  Kebenarannya: Kita tidak perlu lagi membayar harga yang sudah dibayar lunas oleh Yesus di kayu salib. Kasih karunia itu cuma- cuma, tidak bisa dibayar dengan perbuatan baik kita setelah menerima keselamatan. Tugas kita adalah percaya kepada Yesus dan SOLA GRATIA 38

Betania Fresh Anointing menerima kasih karunia itu, maka setiap berkat yang baik dari Tuhan sudah menjadi milik kita yang telah diselamatkan di dalam Kristus. 8. Tuhan tidak bisa dipercaya.  Dusta agamawi: Kita harus mempertahankan posisi di Kerajaan Allah dengan berusaha bertumbuh dan berbuah supaya tidak kehilangan keselamatan. Ini adalah ‘Teologi Ular’, yaitu semakin kita sungguh-sungguh berbuat baik maka kita akan semakin serupa dengan Allah. SOLA GRATIA 39

Betania Fresh Anointing Teologi ini muncul sebagai akibat manusia makan ‘buah dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat’ sehingga ingin menjadi seperti Allah. Ajaran seperti ini membuat banyak orang berpikir bahwa Tuhan tidak dapat dipercaya.  Kebenarannya: Setiap pekerjaan baik yang telah dikerjakan Yesus dalam hidup kita akan diselesaikannya dengan sempurna sebab Yesus hidup di dalam kita (Christ in me). Kita tidak berdiri di atas janji kita kepada Tuhan, tapi berdiri di atas janji Tuhan kepada kita. Sekalipun kita tidak setia, SOLA GRATIA 40

Betania Fresh Anointing Tuhan tetap setia. Kita dikasihi dan dibenarkan karena Yesus. Kita telah dilahirkan kembali dari benih yang tidak fana, yaitu Firman Tuhan. 9. Tuhan tidak sungguh-sungguh mencintai kita.  Dusta agamawi: Tuhan itu pemarah, suka menghukum, bukan Tuhan yang penuh kasih. Hal itu adalah gambaran- gambaran palsu yang memutarbalikkan kebenaran yang sesungguhnya. SOLA GRATIA 41

Betania Fresh Anointing  Kebenarannya: Tuhan adalah Bapa yang penuh kasih dan tidak menghukum. Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan dan musibah dalam hidup kita (Yeremia 29:11). Ia membimbing, menuntun, dan mengasihi kita tanpa syarat sebab Dia adalah Bapa kita. 10. Kita akan dimuntahkan jika roh kita suam-suam.  Dusta agamawi: Jika roh kita menjadi suam-suam, maka kita akan dimuntahkan Tuhan. SOLA GRATIA 42

Betania Fresh Anointing  Kebenarannya: Pernyataan ini didasarkan pada pemahaman yang keliru atas Wahyu 3:15-16. Kita adalah anggota Tubuh Kristus, jadi tidak mungkin Tuhan memuntahkan kita. Tuhan sebagai kepala tidak mungkin memuntahkan anggota tubuhnya sendiri. ‘Suam-suam’ adalah seperti kondisi bila air panas dicampur dengan air dingin. Kasih Tuhan kepada kita selalu ‘panas’ dan menyala-nyala (tidak pernah suam) dan tidak lekang oleh waktu. ‘Perjanjian yang baru’ (new covenant) ditulis dengan darah SOLA GRATIA 43

Betania Fresh Anointing Yesus di loh hati kita (panas); sedangkan ‘perjanjian yang lama’ (old covenant) ditulis dengan jari Tuhan di atas loh batu (dingin). Dua perjanjian ini bila dicampurkan akan menjadi suam- suam. Demikian pula keadaan orang yang hidupnya masih ‘zig- zag’ (campur aduk) antara old covenant dan new covenant akan menjadi suam-suam. Orang seperti itulah yang akan dimuntahkan Tuhan. SOLA GRATIA 44

Betania Fresh Anointing Inilah 10 dusta agamawi yang sering membodohi banyak orang Kristen, sehingga mereka mempunyai kepercayaan, pikiran, dan perkataan yang salah. Pertanyaannya: “Bagaimana bila kita sudah terlanjur percaya pada dusta-dusta ini?” Mendengar dusta- dusta ini akan mengakibatkan buah- buah yang tidak baik, yaitu ketakutan dan keragu-raguan. Kehilangan damai sejahtera, sukacita, dan kemerdekaan. Hidup yang lepas dari Kristus. Solusinya, mari fokuskan perhatian kita pada Yesus Kristus. Mantapkan hati kita pada kasih-Nya, maka hidup kita SOLA GRATIA 45

Betania Fresh Anointing tidak akan bisa digoncang atau digeser dari kebenaran. Tetaplah hidup di dalam kasih Bapa, maka kita tidak akan pernah tertipu dengan kebohongan agamawi yang disebabkan oleh ‘Teologi Ular’ dari Si Iblis. Orang yang berasal dari kebenaran pasti akan mendengarkan Sang Kebenaran (Yesus Kristus). Amin. SOLA GRATIA 46

Betania Fresh Anointing 4 Apa yang Anda Pikir & Katakan Apa yang engkau pikirkan dalam hati itulah yang akan terjadi. Apa yang ada dalam pikiranmu itulah yang akan muncul dalam perkataanmu. Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya (Amsal 18:21, TB). Dalam versi FAYH dikatakan: orang yang banyak bicara harus menanggung akibatnya, ada orang yang mati karena salah bicara. Orang salah bicara karena salah berpikir. SOLA GRATIA 47

Betania Fresh Anointing Kepercayaan yang benar menghasilkan perkataan dan perbuatan yang benar. Dalam Alkitab, kita mengenal seorang yang sangat saleh bernama Ayub. Banyak orang mengatakan, “Jika Ayub yang sangat saleh saja mengalami penderitaan, apalagi kita.” Namun sebenarnya, di balik kesalehannya, Ayub memiliki kesalahan yaitu: ia sering merasa takut bahwa Tuhan akan menghukum anak-anaknya. Itulah yang ada dalam pikirannya, Ayub merasa bahwa anak-anaknya akan berbuat dosa dan menerima hukuman dari Tuhan (pikiran negatif). SOLA GRATIA 48

Betania Fresh Anointing Demikian pula hari-hari ini, dalam situasi yang mencekam karena pandemi, banyak orang yang punya pikiran-pikiran negatif bahwa mereka akan terkena penyakit, kehilangan nyawa, kehilangan pekerjaan, dsb. Karena itu, lawanlah Iblis dengan iman yang teguh! Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah SOLA GRATIA 49

Betania Fresh Anointing mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa (Ayub 1:5, TB). Secara tidak sadar, Ayub terus mengakui dosa anak-anaknya. Kesadaran akan dosa tersebut membuatnya terus merasa takut. Ayub senantiasa dipenuhi rasa takut dan cemas. Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku (Ayub 3:25, TB). Apa yang ditakutkan dan dicemaskan itulah yang akan terjadi. Ayub hidup dalam kesadaran, ketakutan dan kecemasan akan penghukuman dosa. Sikap itulah yang membuka pintu bagi Iblis untuk SOLA GRATIA 50


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook