Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore 3 Draf tesis BAB 1, 2, 3. 2022-01-24

3 Draf tesis BAB 1, 2, 3. 2022-01-24

Published by Perpustakaan SD Santo Yusup Jalan Jawa, 2022-02-02 00:13:11

Description: 3 Draf tesis BAB 1, 2, 3. 2022-01-24

Search

Read the Text Version

37 2.1.8.2. Dimensi dan Indikator Kinerja Guru Dari beberapa pengertian kinerja yang telah disebutkan di atas, dapat diukur kinerja guru sesuai dimensi dan indikator kinerja. Menurut Hamzah (2016 : 93), ada beberapa dimensi yang berkaitan dengan variabel kinerja guru meliputi: (a) kualitas kerja, (b) kecepatan/ketepatan, (c) inisiatif, (d) kemampuan, dan (e) komunikasi. Selanjunya Hamzah mengungkapkan bahwa, “Dimensi kerja guru tersebut melahirkan indikator antara lain: (1) menguasai bahan, (2) mengelola proses belajar mengajar, (3) mengelola kelas, (4) menggunakan media atau sumber belajar, (5) menguasai landasan pendidikan, (6) merencanakan program pengajaran, (7) memimpin kelas, (8) mengelola interaksi belajar mengajar, (9) melakukan penilaian hasil belajar siswa, (10) menggunakan berbagai metode dalam pembelajaran, (11) memahami dan melaksanakan fungsi dan layanan bimbingan penyuluhan, (12) memahami dan menyelenggarakan administrasi sekolah, dan (13) memahami dan dapat menafisirkan hasil - hasil penelitian untuk peningkatan kualitas pembelajaran.” 2.1.9. Penelitian Terdahulu Terdapat penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pengaruh motivasi dan disiplin terhadap komitmen serta implikasinya pada kinerja guru yang berhasil ditemukan. Antara lain penelitian sebagai berikut:

38 Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu No Peneliti dan Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan Mengukur Penelitian pengaruh motivasi guru 1. Pramukti, Andika. Motivasi Mengukur terhadap Komitmen 2019, Pengaruh berpengaruh pengaruh guru Motivasi, Kompetensi, positif dan motivasi Mengukur pengaruh Dan Pengembangan signifikan (pegawai motivasi guru terhadap Karir Terhadap terhadap karyawan) Komitmen guru Komitmen Organisasi Komitmen terhadap Mengukur Dan Kinerja Pegawai, Organisasi dan Komitmen pengaruh motivasi guru Kinerja (pegawai terhadap Komitmen Karyawan. karyawan) guru. Sumber : Mengukur pengaruh Celebes Equilibrum disiplin guru terhadap Jurnal: Vol 1, No, 1, Juli 2019. 2. Qëndrim. 2020, The Motivasi Mengukur Impact Of Motivation memiliki pengaruh On Organizational pengaruh yang motivasi Commitment: An signifikan terhadap Empirical Study With berpengaruh komitmen Kosovar Employees, dalam komitmen organisasi organisasi. Sumber : Prizren Social Science Journal : Volume 4 Issue: 3, September- December. 2020, ISSN: 2616-387X, DOI: 10.32936/PSSJ, Licensed Under: CC- BY-NC-ND. 3. Zulkifli, dan Italina, Motivasi Mengukur Cut. 2020, The berpengaruh pengaruh Influence of positif motivasi Leadership, signifikan komitmen Motivation and terhadap organisasio Discipline on komitmen nal Organizational organisasional karyawan. Commitment and Its karyawan. Impact on Employee Performance at the Agriculture Office in Disiplin Mengukur Pidie Regency, mempengaruhi pengaruh komitmen disiplin

39 No Peneliti dan Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan Penelitian organisasi dapat terhadap Komitmen Sumber : guru Journal of diterima atau H3 komitmen Management Science (JMAS) : Volume 3 diterima. organisasi No 3. July 2020 4. Sari, Pipi Ida, Variabel Mengukur Mengukur variabel pengaruh Marbawi, dan motivasi kerja motivasi motivasi guru kerja terhadap Murhaban. 2019, berpengaruh berpengaruh Komitmen terhadap guru. Pengaruh Kompetensi positif dan komitmen organisasi Dan Motivasi Kerja signifikan Terhadap Kinerja terhadap Guru Dengan komitmen Omitmen Organisasi organisasi Sebagai Variabel Intervening Pada SMK 1 Lhoksukon, Sumber : Jurnal Manajemen Indonesia (J-MIND) : Vol.4 No.2 Juli– Desember 2019, (ISSN.2503.4367). 5. Motivasi Kerja Mengukur Mengukur (X1) pengaruh pengaruh berpengaruh Motivasi motivasi guru signifikan Kerja terhadap terhadap berpengaruh Komitmen Komitmen terhadap guru. Organisasi (Y1). Komitmen Organisasi. 6. Yanreta, Tri Sofia., Motivasi kerja Mengukur Mengukur Saam, Zulfan., dan berpengaruh pengaruh pengaruh Makhdalena. 2019, positif terhadap motivasi motivasi guru Pengaruh Budaya komitmen guru kerja terhadap Sekolah Dan Motivasi terhadap Komitmen Kerja Terhadap komitmen guru. Komitmen Guru SMK guru Di Kabupaten Kepulauan Meranti, Sumber :

40 No Peneliti dan Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan Penelitian Mengukur Mengukur pengaruh pengaruh Jurnal JUMPED motivasi motivasi guru terhadap terhadap (Jurnal Manajemen komitmen Komitmen organisasi guru. Pendidikan): Volume Mengukur Mengukur 7, No 1. Juni 2019 Pengaruh Pengaruh Komitmen Komitmen 7. Anwar, Khoirul dan Motivasi organisasi guru terhadap terhadap kinerja guru Aima, Muhammad berpengaruh kinerja pegawai Mengukur Havidz. 2019, The positif pengaruh Mengukur motivasi guru Effect Of Competence signifikan pengaruh terhadap motivasi Komitmen And Motivation On terhadap kerja guru. terhadap Organizational komitmen komitmen. Mengukur pengaruh Commitments And Its organisasi Mengukur motivasi guru pengaruh Implications On motivasi Employee Komitmen Performance, organisasi sebagai Sumber : mediator dalam DIJEMSS: Volume 1, penelitian ini Issue 2, December berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai 8. Ariska, Emalia., Motivasi kerja Ratna, dan Yanita. berpengaruh 2021, Pengaruh positif dan Sertifikasi Dan signifikan Motivasi Kerja terhadap Terhadap Kinerja komitmen. Guru Dengan Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening (Studi pada SMA/se-derajat di Kecamatan Kota Juang Bireuen), Sumber : Jurnal Kebangsaan: Vol.10 No.19 · Januari 2021, ISSN: 2089-5917 e-ISSN: 2722-3191 9. Pitel, Yusri., Misi, dan Motivasi kerja Gimin. 2018, mempunyai Influence Of School pengaruh positif

41 No Peneliti dan Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan Penelitian terhadap kerja terhadap Culture And Working komitmen guru. terhadap Komitmen Motivation On komitmen guru. Commitment Of guru. Lementary Teacher In Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sumber : Jurnal JUMPED (Jurnal Manajemen Pendidikan) : Volume 6, No 2Mei 2018 10. Nurlaely M. dan Asri Disiplin kerja Mengukur Mengukur pengaruh pengaruh Laksmi Riani. 2016, berpengaruh disiplin disiplin guru (pegawai terhadap Pengaruh Disiplin positif dan karyawan) Komitmen terhadap guru Kerja, Motivasi Kerja, signifikan Komitmen (pegawai Kepuasan Kerja Dan terhadap karyawan). Kompetensi Terhadap komitmen Komitmen Organisasi. organisasi.” Daya Saing, Sumber : Jurnal Ekonomi Manajemen Sumber Daya : Vol. 18, No. 1, Juni 2016. 11. Surito, Arifin, A. Variabel disiplin Mengukur Mengukur pengaruh Hadi, dan Aiyub. kerja pengaruh disiplin guru terhadap 2019, Pengaruh berpengaruh disiplin komitmen guru. Disiplin Kerja, Dan positif dan kerja Lingkungan Kerja signifikan terhadap Terhadap Komitmen terhadap komitmen Organisasi Pegawai komitmen organisasi Universitas organisasi pegawai. Malikussaleh Dengan pegawai. Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening, Sumber : Jurnal Manajemen Indonesia (J-MIND):

42 No Peneliti dan Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan Penelitian Disiplin kerja Mengukur Mengukur Vol.4 No.1 Januari– berpengaruh pengaruh pengaruh Juni 2019. positif dan Disiplin disiplin guru 12. Iskandar, Matriadi signifikan kerja terhadap Faisal., dan Aiyub. terhadap terhadap komitmen 2019, The Effect Of komitmen komitmen guru. Ransformational organisasi organisasi Leadership And Word Dicipline On Police Performance With Organizational Commitment As Intervening Variable In Lhokseumawe Police Resorts : Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Personil Polri Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening Pada Polres Kota Lhokseumawe, Sumber : Jurnal Manajemen Indonesia (J-MIND): Vol.4 No.2 Juli– Desember 2019 13. Aprianty, Lenny dan Disiplin kerja Mengukur Mengukur pengaruh Khurosani, Aan. 2018, berpengaruh pengaruh disiplin guru terhadap Analisis Disiplin positif terhadap Disiplin komitmen guru. Kerja Dan Budaya komitmen kerja Organisasi Terhadap organisasi terhadap Kinerja Karyawan, komitmen Serta Komitmen organisasi Organisasi Sebagai Variabel Intervening (Studi Empirik Karyawan Bank BTN Cabang Cilegon, Banten).

43 No Peneliti dan Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan Penelitian Sumber : Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Tirtayasa (JRBMT) : Vol. 2 (2) : hh.204- 221 (November 2018) 14. Usman, Zainuddin dan Terdapat Mengukur Mengukur pengaruh Sari, Rita. 2021, The pengaruh yang pengaruh disiplin guru terhadap Influence of Discipline signifikan antara Disiplin komitmen guru. and Achievement on disiplin kerja kerja guru the Work Commitment guru (X1) terhadap of Teachers of terhadap komitmen Ibtidaiyah Madrasah komitmen kerja kerja guru State 4 East Aceh, guru (Y) Fitrah Sumber : Jurnal Kajian Ilmu- ilmu Keislaman : Vol. 7 No. 2 December 2021 15. Hartati, Sri Lia, Disiplin Kerja Mengukur Mengukur Irwandy dan berpengaruh pengaruh pengaruh Simaremare, Aman. langsung positif Disiplin disiplin guru 2020, The Influence of terhadap kerja terhadap Situational Komitmen terhadap komitmen Leadership, Work Afektif Guru komitmen guru. Discipline, and Afektif guru Achievement Motivation on Teachers' Affective Commitment in Junior High Schools, Advances in Social Science. Sumber : Mengukur Mengukur Education and pengaruh pengaruh Humanities Research : Disiplin disiplin guru volume 488 16. Sari, Rahmi Fentina., Terdapat Siburian, Tiur Asi., pengaruh dan Wau, Yasaratodo. langsung yang

44 No Peneliti dan Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan Penelitian terhadap komitmen 2017, The Effect Of signifikan antara kerja guru. Work Discipline, Job Disiplin Kerja terhadap Satisfaction And Work terhadap komitmen Motivation Towards Komitmen organisasi Teacher Organisasi Organizational Commitment In Smp Negeri Of Medan Kota Distric, Sumber : IOSR Journal of Research & Method in Education (IOSR- JRME): Volume 7, Issue 5 Ver. I (Sep. – Oct. 2017 17. Maryani, Yani., Ada hubungan Mengukur Mengukur Entang, Mohammad., yang positif dan hubungan hubungan dan Tukiran, signifikan antara motivasi motivasi guru Martinus. The motivasi kerja kerja dan dan disiplin Relationship between dan disiplin disiplin guru Work Motivation, kerja secara kerja secara Work Discipline and bersama-sama bersama- Employee dengan kinerja sama Performance at the pegawai dengan Regional Secretariat kinerja of Bogor City. pegawai Sumber : International Journal Of Social And Management Studies (IJOSMAS) : Volume : 02 No. 02 18. Magani, Yosephin Secara simultan, Mengukur Mengukur Intan., dan Tobing, terdapat hubungan hubungan Suzanna Josephine L. hubungan disiplin dan motivasi guru motivasi dan disiplin 2018, “Hubungan signifikan Disiplin Dan Motivasi disiplin dan terhadap guru Terhadap Kinerja motivasi kinerja Karyawan : The terhadap kinerja karyawan Relationship of The karyawan Discipline And

45 No Peneliti dan Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan Penelitian Motivation On Performance Employees”, Sumber : Fundamental Management Journal : Volume : 3 No.1 19. Ibrahim, Fitria, Hubungan yang Mengukur Mengukur hubungan Selamat., dan Puspita, signifikan antara hubungan motivasi guru dan disiplin Yenny. 2020, The variabel disiplin disiplin guru Effect of Work kerja (X1) kerja dan Discipline and dengan motivasi motivasi Teacher’s Motivation guru (X2) guru on Teacher’s Performance. Sumber : Journal of Social Work and Science Education Volume 1 (2) 20. Shaleh, Anshari., Terdapat Mengukur Mengukur Suhaimi, dan hubungan yang hubungan hubungan Ngadimun. 2019, The kuat antara motivasi motivasi guru Relation of Work motivasi kerja kerja dan disiplin Motivation, Work dengan sikap dengan guru Discipline on Teacher profesional sikap Performance Through guru, kinerja, profesional Teacher Professional dan disiplin guru, Attitute, kinerja, dan disiplin Sumber : Journal Of K6, Education, And Management : Vol. 2, Mengukur Mengukur No. 4, 323 – 330 21. Syafe’i, Putra, Alhadi Terdapat Yan, dan Ahyani, Nur. hubungan positif hubungan hubungan 2021, The Correlation antara motivasi motivasi motivasi guru Between Work kerja dan kerja dan dan disiplin Motivation and Work disiplin kerja disiplin guru Discipline on Teacher dengan kinerja kerja Performance. guru dengan

46 No Peneliti dan Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan Penelitian kinerja guru Sumber : Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Vol 2 No 2 June 2021 22. Kusuma, Ananda Gde Terdapat Mengukur Mengukur dan Negara, I Gusti hubungan yang hubungan hubungan Agung Oka. 2021, signifikan antara motivasi motivasi guru Korelasi Disiplin motivasi kerja kerja dan dan disiplin Kerja dan Motivasi dan disiplin disiplin guru Kerja dengan Kinerja kerja dengan kerja Guru di Sekolah kinerja guru. dengan Dasar. kinerja guru Sumber : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan: Vol 5, No 3 (2021) 23. Wahyudin, Terdapat Mengukur Mengukur hubungan Irmansyah., Dahlan, hubungan hubungan motivasi guru dan disiplin Jarnawi Afgani., dan signifikan secara motivasi guru Mulyadi, Edi. 2020, statistik antara kerja Hubungan Antara motivasi kerja dengan Kepemimpinan, dengan disiplin disiplin Motivasi Kerja Dan kerja kerja Komitmen Organisasi Dengan Disiplin Kerja Aparatur Sipil Negara, Sumber : PERSPEKTI, Jurnal Ilmu Administrasi : Vol 2, No 1 24. Wagito, Agus. 2016, Terdapat Mengukur Mengukur Hubungan Antara hubungan positif hubungan hubungan Motivasi Kerja Guru dan signifikan motivasi motivasi guru Dan Kepemimpinan antara motivasi kerja guru dan disiplin Kepala Sekolah kerja guru dan dan disiplin guru Dengan Disiplin Kerja disiplin kerja kerja guru Guru. guru Sumber : Manajer Pendidikan :

47 No Peneliti dan Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan Penelitian Volume 10, Nomor 6, November 2016, hlm. 548-553 25. Despari, Reni., Isjoni, Terdapat Mengukur Mengukur dan Azhar. 2021, hubungan positif hubungan hubungan Hubungan Antara secara bersama- secara motivasi guru Disiplin Kerja Dan sama antara bersama- dan disiplin Motivasi Berprestasi disiplin kerja sama antara guru Dengan Kinerja Guru dan motivasi disiplin Sekolah Menengah berprestasi kerja dan Pertama (Smp) Negeri dengan Kinerja motivasi Di Kecamatan Bukit Guru berprestasi Raya Kota Pekanbaru, dengan Kinerja Sumber : Guru Jurnal JUMPED (Jurnal Manajemen Pendidikan): Volume 9, No 1, Juni 2021 26. Irwansyah, Murniati Terdapat Mengukur Mengukur AR, dan Yusrizal. hubungan positif hubungan hubungan 2019, Hubungan yang signifikan motivasi motivasi guru Motivasi Dan Disiplin antara motivasi dan disiplin dan disiplin Guru Sertifikasi dan disiplin guru guru guru Terhadap Proses sertifikasi sertifikasi Belajar Mengajar Pada SMA Negeri 1 Aceh Barat Daya, Sumber : Jurnal Magister Administrasi Pendidikan Pascasarjana Universitas Syiah Kuala : Volume 7, No. 1, Februari 2019 27. Hadi, Luqman. 2018, Motivasi, Mengukur Mengukur pengaruh pengaruh Peningkatan Kinerja disiplin dan motivasi, motivasi disiplin dan guru, disiplin Sumber Daya komitmen komitmen guru terhadap pada kinerja komitmen Manusia Melalui menunjukkan sumber Motivasi, Disiplin signifikan hasil Dan Komitmen, positif pada kinerja sumber

48 No Peneliti dan Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan Penelitian Sumber : daya manusia. daya guru. Transformasi : Jurnal manusia. Studi Agama Islam, Vol 11, No 2 .Tesis 28. Siregar, Yani Lapian. Secara bersama- Mengukur Mengukur 2020, Pengaruh sama (multiple) pengaruh pengaruh Kompetensi, Motivasi, terdapat kompetensi, motivasi Disiplin Kerja Dan pengaruh positif motivasi, guru, disiplin Komitmen Organisasi dan signifikan disiplin, dan guru terhadap Terhadap Kinerja kompetensi, komitmen komitmen Pegawai Pada Kantor motivasi, organisasi guru. Pelayanan Pajak disiplin, dan terhadap Pratama Tapak Tuan, komitmen kinerja organisasi pegawai Sumber : terhadap kinerja Jurnal Manajemen pegawai Bisnis Jurnal Magister Manajemen: Vol.2 No.1 Febuari 2020. 29. Erawati, Ayu, dan Terdapat Mengukur Mengukur Wahyono. 2019, pengaruh positif pengaruh pengaruh Peran Komitmen dan signifikan antara motivasi Organisasi Dalam antara disiplin disiplin guru, disiplin Memediasi Pengaruh kerja, motivasi kerja, guru terhadap Disiplin Kerja, kerja, dan self motivasi komitmen Motivasi Kerja, Dan efficacy kerja, dan guru. Self Efficacy terhadap self efficacy Terhadap Kinerja komitmen terhadap Pegawai. organisasi komitmen organisasi Sumber : Economic Education Analysis Journal : p- ISSN 2252-6544, e- ISSN 2502-356X 30. Utami, Neneng Nita Terdapat Mengukur Mengukur Granita., Entang, hubungan positif hubungan pengaruh Mohammad., yang signifikan antara motivasi danTampubolon, antara disiplin disiplin guru, disiplin Radjab. 2019, kerja dan kerja dan guru terhadap Hubungan Disiplin motivasi kerja motivasi komitmen Kerja Dan Motivasi secara bersama- kerja secara guru. Kerja Dengan sama dengan bersama- Komitmen komitmen sama

49 No Peneliti dan Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan Penelitian organisasi dengan Organisasional Di komitmen Lingkungan Dinas organisasi Pendidikan Kota Bogor Sumber : Magma Jurnal Ilmiah Magister Manajemen : Vol 4, No 1 (2019) 31. Efendi, Khairil. 2020, Komitmen Mengukur Mengukur Pengaruh Kecerdasan berpengaruh berpengaruh berpengaruh Emosional, Motivasi positif dan komitmen komitmen Dan Komitmen signifikan terhadap guru terhadap Terhadap Kinerja terhadap Kinerja kinerja kinerja Guru. Guru Di Sma Guru. Guru. Persiapan Stabat Kabupaten Langkat, Sumber : Jurnal Manajemen Bisnis Jurnal Magister Manajemen: Vol.2 No.2 Agustus 2020. 32. Susanto, Yohanes, Komitmen Mengukur Mengukur 2019, Pengaruh berpengaruh berpengaruh berpengaruh Kompetensi, terhadap Kinerja komitmen komitmen Komitmen Kerja Dan pegawai. terhadap guru terhadap Motivasi Kerja kinerja kinerja Guru. Terhadap Kinerja pegawai. Pegawai Di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Lubuklinggau. Sumber : Komitmen Mengukur Mengukur Jurnal Media Organisasi berpengaruh berpengaruh Ekonomi : Vol. 24, berpengaruh komitmen komitmen No. 2 Agustus 2019 signifikan Organisasi guru terhadap 33. Saluy, Ahmad terhadap kinerja terhadap Badawi., Winowod ,Zarah Contessa., dan Kemalasari ,

50 No Peneliti dan Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan Penelitian kinerja Guru. kinerja Novawiguna. 2019, karyawan karyawan. The Influence of Motivation, Discipline and Commitment to Performance of Petra Christian School Employee, Sumber : Scholars Bulletin : Aug 2019; 5(8): 435- 438 34. Amri, Andi., Komitmen Mengukur Mengukur pengaruh pengaruh Ramadhi, dan Organisasi Komitmen Komitmen Ramdani, Zulmi. berpengaruh Organisasi guru terhadap 2021, Effect Of positif terhadap terhadap kinerja guru. Organization kinerja kinerja Commitment, Work karyawan. karyawan. Motivation, And Work Discipline On Employee Performance (Case Study: PT. PLN (Persero) P3b Sumatera UPT padang), Sumber : International Journal of Educational Management and Innovation : Vol.2, No.1, January 2021. 35. Simatupang, Aprilynn Komitmen Mengukur Mengukur pengaruh Clarissa., dan organisasi pengaruh Komitmen terhadap Saroyeni, Putu P. berpengaruh Komitmen kinerja guru. 2018, The Effect of positif dan Organisasi Discipline, Motivation signifikan terhadap and Commitment to terhadap kinerja kinerja Employee pegawai. karyawan. Performance, Sumber : IOSR Journal of

51 No Peneliti dan Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan Penelitian Mengukur Business and Pengaruh Management : komitmen Volume 20, Issue 6. guru terhadap Ver. I. (June. 2018), kinerja Guru. 36. Susanto, Akhmad Komitmen Mengukur Edi., Wahyuningrat, berpengaruh Pengaruh dan Kurniasih, Denok. terhadap Kinerja komitmen 2017, Kinerja pegawai. terhadap Pelayanan Publik Di kinerja Kabupaten Cilacap pegawai. (Pengaruh Motivasi Kerja, Komitmen Pegawai Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil Di Kabupaten Cilacap), Sumber : Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies (JIPAGS) : Volume 01 Nomor 02 Juli Tahun 2017. 37. Amirudin. 2019, Terdapat Mengukur Mengukur Pengaruh Motivasi, pengaruh yang Pengaruh Pengaruh Disiplin, Dan sangat kuat komitmen komitmen Komitmen Terhadap antara komitmen terhadap guru terhadap Peningkatan Kinerja terhadap kinerja kinerja kinerja Guru. Sumber Daya sumberdaya sumberdaya Manusia Di Sekolah manusia manusia. Al-Azhar Syifa Budi Cibubur, Sumber : JIMF (Jurnal Ilmiah Manajemen Forkamma) : Vol.2, No.2, Maret 2019. 38. Nurrahmi, Aulia., Motivasi Kerja Mengukur Mengukur Pengaruh Pengaruh Hairudinor, dan Utomo, (X1) Motivasi Motivasi Setio. 2020, Pengaruh berpengaruh Motivasi Kerja, Budaya

52 No Peneliti dan Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan Penelitian guru terhadap Komitmen Organisasi, Dan Gaya signifikan Kerja guru Kepemimpinan terhadap terhadap Mengukur pengaruh Transformasional Komitmen Komitmen Komitmen guru terhadap Terhadap Komitmen Organisasi (Y1). Organisasi Kinerja guru Organisasi Dan Kinerja Mengukur pengaruh Karyawan (Studi Pada Komitmen Mengukur Komitmen PT.Bank Pembangunan Organisasi (Y1) pengaruh guru terhadap Daerah Kalsel Cabang berpengaruh Komitmen Kinerja guru Rantau), signifikan Organisasi Sumber : terhadap Kinerja terhadap Jurnal Bisnis dan Karyawan (Y2) Kinerja Pembangunan: Vol 9, Karyawan No. 1, ISSN 2541-1403, E-ISSN 2541-187X. Edisi Januari- Juni 2020. 39. Santoso, Gilang Tri., Terdapat Mengukur dan Kambara, Roni. pengaruh pengaruh 2020, Pengaruh langsung dari komitmen Komitmen Organisasi komitmen organisasi Dan Tingkat organisasi terhadap Kedisiplinan Terhadap terhadap kinerja kinerja Kinerja Pegawai pegawai. pegawai Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Pada Dinas Perdagangan Industri Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kota Serang). Sumber : Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen Tirtayasa (JRBMT): Vol. 4 No. 2, 2020 hal. 151-161. 40. Salihin, Hermanto, Terdapat Mengukur Mengukur pengaruh dan Furkan, Lalu M. pengaruh pengaruh Komitmen guru terhadap 2020, Pengaruh Gaya Komitmen komitmen Kinerja guru Kepemimpinan Organisasi organisasi Transformasional Dan terhadap Kinerja terhadap

53 No Peneliti dan Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan Penelitian Guru kinerja guru Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Guru Pada Sman Model Lombok Timur, Sumber : Jurnal Distribusi: Vol. 8, No. 1 – Maret 2020, Halaman 39 s.d 52. 41. Pranita, Ferum Terdapat Mengukur Mengukur Mahendra. 2017, pengaruh positif pengaruh pengaruh Influence of dan signifikan komitmen Komitmen Motivation and antara organisasi guru terhadap Organizational Komitmen (X2) Kinerja guru Commitment on Work Organisasi (X2) terhadap Satisfaction and terhadap Kinerja kinerja (Y2) Employee (Y2) Performance. Sumber : ICIGR : 2017, 24-25 November 2017, Prosiding ICECRS, 1 (2017) 24-31 42. Chrisnanto, Cendi., Terdapat Mengukur Mengukur pengaruh dan Riyanto, Setyo. pengaruh yang pengaruh Komitmen guru terhadap 2020, The Effect of signifikan dan komitmen Kinerja guru Work Discipline, positif antara organisasi Organizational komitmen terhadap Commitment and organisasi kinerja Work Motivation on terhadap kinerja karyawan Employee karyawan. Performance of the Directorate General of Construction Development Minister For Public Works and Housing Republic of Indonesia. Sumber : International Review

54 No Peneliti dan Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan Penelitian Komitmen Mengukur Mengukur of Management and organisasional pengaruh pengaruh Marketing : Vol 10 berpengaruh komitmen Komitmen Issue 5 2020, positif dan organisasio guru terhadap 43. Antimah, Siti dan signifikan nal Kinerja guru Santosa, Agus terhadap kinerja berpengaruh Budi.2017, Peran guru positif Gaya Kepemimpinan terhadap Transformasional kinerja. Dalam Memoderasi Motivasi Kerja Dan Komitmen Organisasional terhadap Kinerja Guru. Sumber : Telaah Manajemen : Vol. 14 Edisi 2, Oktober 2017, hal 50 –6 44. Juremi dan Mindarti, Komitmen Megukur Mengukur C. Sri. 2016, Pengaruh organisasional pengaruh pengaruh Disiplin Dan berpengaruh komitmen Komitmen Komitmen positif terhadap organisasio guru terhadap Organisasional kinerja nal Kinerja guru Terhadap Kinerja berpengaruh Guru Yang positif Dimoderasi Oleh terhadap Budaya kinerja. Organisasional Sekolah Dasar Negeri Upt Disdikpora Kecamatan Tulis Kabupaten Batang, Sumber : Telaah Manajemen : Vol. 13 Edisi 2, Oktober 2016, hal 95 – 105

55 Di lihat dari tabel 2.2. Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh motivasi dan disiplin terhadap komitmen serta kinerja guru. Hal inilah yang dijadikan pedoman penulis untuk meneliti pengaruh motivasi dan disiplin terhadap komitmen serta implikasinya pada kinerja guru di sekolah KB/TK, SD, SMP Santo Yusup 2 Bandung. 2.2. Kerangka Pemikiran Pengaruh motivasi terhadap disiplin sangat berkaitan satu dengan lainnya. Motivasi seseorang akan mendorong dirinya untuk disiplin terhadap peraturan yang berlaku pada perusahaan/organisasi. Sedangkan disiplin sebagian besar dipengaruhi oleh motivasi, dapat berupa motivasi intrinsik yang berasal dari diri pribadi guru atau juga dapat dilihat dari motivasi ekstrinsik yang berasal dari luar seperti gaji dan promosi. 2.2.1. Pengaruh Motivasi Guru Terhadap Komitmen Guru. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Andika Pramukti (Jurnal, 2019) menyebutkan bahwa, ”Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Komitmen Organisasi dan Kinerja Karyawan. motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi dan kinerja pegawai.” Adapun penelitian yang dilakukan oleh Qëndrim (Jurnal, 2020), menunjukkan bahwa “Motivasi memiliki pengaruh yang signifikan berpengaruh dalam komitmen organisasi.” Melalui penelitian yang dilakukan oleh Zulkifli, Cut Italina (Junal, 2020), mengungkapkan bahwa “Motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap

56 komitmen organisasional karyawan.” Dalam penelitian yang dilakukan oleh Pipi Ida Sari, Marbawi, dan Murhaban (Jurnal, 2019) dengan hasil penelitian bahwa “Variabel motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi.” Selain itu terdapat penelitian yang dilakukan oleh Aulia Nurrahmi, Hairudinor, dan Setio Utomo (Jurnal, 2020), yang menyatakan bahwa “Motivasi Kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap Komitmen Organisasi (Y1).” Adapun penelitian yang dilakukan oleh Tri Sofia Yanreta, Zulfan Saam, dan Makhdalena (Jurnal, 2019) yang menghasilkan penelitian yang menyatakan bahwa “Motivasi kerja berpengaruh positif terhadap komitmen guru.” Penelitian yang dilakukan oleh Khoirul Anwar dan Muhammad Havidz Aima (Jurnal, 2019), menyatakan bahwa “Motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap komitmen organisasi.” Terdapat penelitian yang dilakukan oleh Emalia Ariska, Ratna, dan Yanita (Jurnal, 2021), menghasilkan penelitian yang menyatakan bahwa “Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen.” Dari penelitian yang dilakukan oleh Yusri Pitel, Misi, dan Gimin (Jurnal, 2018), Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Motivasi kerja mempunyai pengaruh positif terhadap komitmen guru.” Jika penelitian dilakukan di lembaga pendidikan, dalam hal ini sekolah maka motivasi yang berlakukan adalah motivasi guru, sedangkan komiten organisasi yang dimaksud adalah komitmen guru. Dilihat dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi guru perpengaruh positif signifikan terhadap komitmen guru.

57 2.2.2. Pengaruh Disiplin Guru Terhadap Komitmen Guru. Dalam penelitian Nurlaely M. dan Asri Laksmi Riani (Jurnal, 2016), menyebutkan bahwa, “Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi.” Melalui penelitian yang dilakukan oleh Zulkifli, Cut Italina (Junal, 2020), mengungkapkan bahwa “Disiplin mempengaruhi komitmen organisasi dapat diterima atau H3 diterima.” Penelitian yang dilakukan oleh Surito, A. Hadi Arifin, dan Aiyub (Jurnal, 2019), Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa “Variabel disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi pegawai.“ Dari penelitian yang dilakukan oleh Iskandar, Faisal Matriadi, dan Aiyub (Jurnal, 2019), menyatakan bahwa “Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi.” Penelitian yang dilakukan oleh Lenny Aprianty dan Aan Khurosani (Jurnal, 2018), menunjukan bahwa “Disiplin kerja berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi.” Dari penelitian yang dilakukan oleh Usman, Zainuddin dan Rita Sari (Jurnal, 2021), menunjukan hasil penelitiannya bahwa “Terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin kerja guru (X1) terhadap komitmen kerja guru (Y).” Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sri Lia Hartati, Irwandy dan Aman Simaremare (Jurnal, 2020), menyatakan bahwa “Disiplin Kerja berpengaruh langsung positif terhadap Komitmen Afektif Guru.” Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Rahmi Fentina Sari, Tiur Asi Siburian, dan Yasaratodo Wau (Jurnal, 2017), menunjukan bahwa “Terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara Disiplin Kerja terhadap Komitmen Organisasi.” Dengan disiplin kerja maka akan memiliki komitmen yang tinggi di dalam suatu organiasai.

58 2.2.3. Hubungan Motivasi Guru Dengan Disiplin Guru. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Yani Maryani, Mohammad Entang, Martinus Tukiran dalam jurnalnya, mengemukakan bahwa “Ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersama-sama dengan kinerja pegawai.\" Ada pun hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Yosephin Intan Magani, dan Suzanna Josephine L.Tobing (Jurnal, 2018), yang menyatakan bahwa “Secara simultan, terdapat hubungan signifikan disiplin dan motivasi terhadap kinerja karyawan.” Selain itu berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ibrahim, Selamat Fitria, dan Yenny Puspita (Jurnal, 2020), menyatakan bahwa “Hubungan yang signifikan antara variabel disiplin kerja (X1) dengan motivasi guru (X2).” Penelitian yang dilakukan oleh Anshari Shaleh, Suhaimi, dan Ngadimun (Jurnal, 2019), yang menyatakan bahwa “Terdapat hubungan yang kuat antara motivasi kerja dengan sikap profesional guru, kinerja, dan disiplin.” Selain penelitian di atas ada juga penelitian yang dilakukan oleh Syafe’i, Alhadi Yan Putra, dan Nur Ahyani (Jurnal, 2021), yang menyatakan bahwa “Terdapat hubungan positif antara motivasi kerja dan disiplin kerja dengan kinerja guru.” Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Ananda Gde Kusuma dan I Gusti Agung Oka Negara (Jurnal, 2021), menyatakan bahwa “Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dan disiplin kerja dengan kinerja guru.” Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Irmansyah Wahyudin, Jarnawi Afgani Dahlan, dan Edi Mulyadi (Jurnal, 2020), yang menyatakan bahwa “Terdapat hubungan signifikan secara statistik antara motivasi kerja dengan

59 disiplin kerja.” Menurut penelitian yang dilakukan oleh Agus Wagito (Jurnal, 2016), dengan hasil penelitiannya menyatakan bahwa “Terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi kerja guru dan disiplin kerja guru.” Penelitian yang dilakukan oleh Reni Despari, Isjoni, dan Azhar (Jurnal, 2021), menunjukan hasil penelitian bahwa “Terdapat hubungan positif secara bersama-sama antara disiplin kerja dan motivasi berprestasi dengan Kinerja Guru.” Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Irwansyah, Murniati AR, dan Yusrizal (Jurnal, 2019), menunjukan bahwa “Terdapat hubungan positif yang signifikan antara motivasi dan disiplin guru sertifikasi.” Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel motivasi dan disiplin. Dalam penelitian ini motivasi yang dimaksud adalah motivasi guru sedangan disiplin yang maksud adalah disiplin kerja guru. Hal tersebut berhubungan dengan responden yang dijadikan populasi adalah guru. Semakin baik motivasi guru maka semakin tinggi tingkat disiplin guru demikian juga sebaliknya. 2.2.4. Pengaruh Motivasi Guru Dan Disiplin Guru Terhadap Komitmen Guru Secara Simultan. Motivasi dan disiplin kerja merupakan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan kinerja guru dalam suatu perusahaan/organisasi. Penelitian yang dilakukan Luqman Hadi (Jurnal, 2018), bahwa “Motivasi, disiplin dan komitmen menunjukkan signifikan hasil positif pada kinerja sumber daya manusia.” Selain itu terdapat penelitian dari Yani Lapian Siregar (Jurnal, 2020), “Secara bersama-

60 sama (multiple) terdapat pengaruh positif dan signifikan kompetensi, motivasi, disiplin, dan komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai”. Dari Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ayu Erawati dan Wahyono (Jurnal, 2019), menunjukkan bahwa “Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara disiplin kerja, motivasi kerja, dan self efficacy terhadap komitmen organisasi.” Lain halnya hasil penelitian yang dilakukan oleh Neneng Nita Granita Utami, Mohammad Entang, Radjab Tampubolon (Jurnal, 2019), yang menyatakan bahwa “Terdapat hubungan positif yang signifikan antara disiplin kerja dan motivasi kerja secara bersama-sama dengan komitmen organisasi.” Dari penelitian yang telah dilakukan bahwa terdapat pengaruh dan hubungan motivasi dan disiplin terhadap komitmen secara parsial maupun simultan dengan hasil positif dan signifikan. 2.2.5. Pengaruh Komitmen Guru Terhadap Kinerja Guru Dalam penelitian yang dilakukan oleh Khairil Efendi (Jurnal, 2020) menyebutkan bahwa, “Komitmen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Guru.” Semakin tinggi komitmen maka semakin tinggi kinerja guru tersebut. Penelitian lain yang mendukung hubungan antara komitmen terhadap kinerja adalah penelitian dari Yohanes Susanto (Jurnal, 2019) yang menyatakan bahwa, “Komitmen berpengaruh terhadap Kinerja pegawai.” Selain dari pada itu hasil penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Badawi Saluy, Zarah Contessa Winowod, dan Novawiguna Kemalasari (Jurnal, 2019), menunjukan bahwa “Komitmen Organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.”

61 Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Andi Amri, Ramadhi, Zulmi Ramdani (Jurnal, 2021), menunjukan bahwa “Komitmen Organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.” Selain penelitian di atas ada juga penelitian yang dilakukan oleh Aprilynn Clarissa Simatupang, dan Putu Saroyeni P. (Jurnal, 2018), yang menujukkan bahwa ”Komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.” Dalam penelitian yang dilakukan oleh Akhmad Edi Susanto, Wahyuningrat, Denok Kurniasih (Jurnal, 2017), yang menujukkan bahwa “Ada pengaruh yang signifikan antar komitemen pegawai dengan kinerja pegawai.” Penilitian yang dilakukan oleh Amirudin (Jurnal, 2017), menghasilkan penelitian berupa “Terdapat pengaruh yang sangat kuat antara komitmen terhadap kinerja sumberdaya manusia.” Selain itu terdapat penelitian yang dilakukan oleh Aulia Nurrahmi, Hairudinor, dan Setio Utomo (Jurnal, 2020), yang menyatakan bahwa “Komitmen Organisasi (Y1) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y2).” Melalui penelitian yang dilakukan oleh Gilang Tri Santoso, dan Roni Kambara (Jurnal, 2020), hasil penelitiannya menunjukkan bahwa “Terdapat pengaruh langsung dari komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai.” Menurut penelitian yang dilakukan oleh Salihin, Hermanto, dan Lalu M. Furkan (Jurnal, 2020) yang menyatakan bahwa “Terdapat pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Guru.” Penelitian yang dilakukan oleh Ferum Mahendra Pranita (Jurnal, 2017), yang menyatakan bahwa “Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Komitmen Organisasi (X2) terhadap Kinerja (Y2).” Penelitian yang dilakukan oleh Cendi Chrisnanto, dan Setyo Riyanto (Jurnal, 2020), menghasilkan penelitian bahwa “Terdapat pengaruh yang signifikan dan

62 positif antara komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan.” Dalam penelitian yang dilakukan oleh Siti Antimah, dan Agus Budi Santosa (Jurnal, 2017) dengan hasil penelitian bahwa “Komitmen organisasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru.” Penelitian yang dilakukan oleh Juremi dan C. Sri Mindarti (Jurnal, 2016), menjukan hasil penerlitianya bahwa “Komitmen organisasional berpengaruh positif terhadap kinerja.” Penelitian yang dilakukan oleh Khoirul Anwar dan Muhammad Havidz Aima (Jurnal, 2019), menyatakan bahwa “Komitmen organisasi sebagai mediator dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.” Hal ini menyebabkan semakin tingginya kinerja dipengaruhi oleh komitmen kerja. Hal ini sesuai dengan pendapat Khan (dalam Busro, 2020 : 75) menyatakan bahwa, “Komitmen organisasi berhubungan sangat erat dengan kinerja karyawan. Artinya, semakin tinggi komitmen organisasi seseorang, akan mampu meningkatkan kinerja karyawan, dan sebaliknya, semakin rendah komitmen organisasi, semakin rendah pula kinerja karyawan tersebut”. Dengan melakukan kajian empiris dan teoritis, maka diperoleh suatu gambaran model kerangka teoritis dalam penelitian ini terdiri atas motivasi, disiplin, komitmen, dan kinerja guru dapat dilihat pada bagan berikut ini:

Motivasi Guru 1. Andika Pramukti (20 1. Motivasi Internal 2. Qëndrim (2020) 2. Motivasi Eksternal 3. Zulkifli, dkk (2020) Hamzah (2016 : 73) 4. Pipi Ida Sari, dkk (20 5. Aulia Nurrahmi, dkk 1. Luqman Hadi (2018) 6. Tri Sofia Yanreta, dk 2. Yani Lapian Siregar (2020) 7. Khoirul Anwar, dkk 3. Ayu Erawati, dkk (2019) 8. Emalia Ariska, dkk ( 4. Neneng Nita Granita Utami, dkk (2019) 9. Yusri Pitel, dkk (201 Disiplin Guru Komitm 1. Tujuan dan Kemampuan 1. Ident 2. Teladan Kepemimpinan 2. Keter 3. Balas Jasa 3. Loya 4. Keadilan Busro (20 5. Waskat 6. Sanksi Hukuman 1. Nurlaely M. dan 7. Ketegasan 2. Zulkifli, Cut Ital 8. Hubungan Kemanusiaan 3. Surito, dkk (201 Hasibuan (2019 : 194) 4. Iskandar, dkk (2 5. Lenny Aprianty, 1. Yani Maryani, dkk 6. Usman, dkk(202 2. Yosephin Intan Magani, dkk ( 2018) 7. Sri Lia Hartati, ( 3. Ibrahim, dkk (2020) 8. Rahmi Fentina S 4. Anshari Shaleh, dkk(2019) 5. Syafe’i, dkk (2021) Gambar 2.1 Model 6. Ananda Gde Kusuma, dkk (2021) 7. Irmansyah Wahyudin, dkk (2020) 8. Agus Wagito (Jurnal, 2016) 9. Reni Despari, dkk (2021) 10. Irwansyah, dkk (2019)

63 019) 1. Khairil Efendi (2020) 2. Yohanes Susanto (2019) 019) 3. Ahmad Badawi Saluy, dkk (2019) k (2020) 4. Andi Amri, dkk (2021) kk (2019) 5. Aprilynn Clarissa Simatupang, dkk (2018) (2019) 6. Akhmad Edi Susanto, dkk (Jurnal, 2017) (2021) 7. Amirudin (Jurnal, 2017) 18) 8. Aulia Nurrahmi, dkk (2020) 9. Gilang Tri Santoso, (2020) 10. Salihin, dkk,(2020) 11. Ferum Mahendra Pranita (Jurnal, 2017) 12. Cendi Chrisnanto, dkk (2020) 13. Siti Antimah, dkk (2017) 14. Juremi, dkk(2016) men Guru Kinerja Guru tifikasi 1. Kualitas Kerja rlibatan 2. Kecepatan/ Ketepatan Kerja alita 3. Inisiatif dalam Kerja 020 : 84) 4. Kemampuan Kerja 5. Komunikasi Hamzah (2016 : 93) n Asri Laksmi Riani (2016) lina (2020) 19) 2019) , dkk (2018) 21) (2020) Sari, dkk (2017) l 1 kerangka pemikiran

64 2.3. Hipotesis Penelitian Berdasarkan kerangka teoritis penelitian tersebut maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut : H1 : Terdapat pengaruh motivasi guru terhadap komitmen guru di sekolah KB/TK, SD, SMP Santo Yusup 2 Bandung. H2 : Terdapat pengaruh disiplin guru terhadap komitmen guru di sekolah KB/TK, SD, SMP Santo Yusup 2 Bandung. H3 : Terdapat hubungan motivasi guru dengan disiplin guru di sekolah KB/TK, SD, SMP Santo Yusup 2 Bandung. H4 : Terdapat pengaruh motivasi guru dan disiplin guru terhadap komitmen guru secara simultan di sekolah KB/TK, SD, SMP Santo Yusup 2 Bandung. H5 : Terdapat Pengaruh Komitmen Guru Terhadap Kinerja Guru di sekolah KB/TK, SD, SMP Santo Yusup 2 Bandung

65 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Tipe Penelitian Penelitian ini menggunakan metode dan pendekatan kuantitatif. Antar variabel pada penelitian ini menggunakan hubungan kausalitas. Hubungan kausalitas adalah hubungan antarvariabel di mana perubahan satu variabel menyebabkan perubahan variabel lainnya tanpa adanya kemungkinan akibat kebalikannya (Rully dan Poppy, 2017 : 51). Metode penelitian kuantitatif ini menggunakan metode survei. Metode ini bertujuan untuk melihat keadaan yang menjadi objek penelitian apa adanya, dengan melihat data dan informasi yang ada dari sampel, tanpa memberikan perlakuan (treatment) khusus (Rully dan Poppy, 2017 : 53). Metode survei yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan data dalam bentuk angket/kuesioner. Angket/kuesioner digunakan untuk melihat kejadian pada saat pengamatan berlangsung dan menghimpun data guna melihat pengaruh yang terjadi. Skala yang digunakan untuk instrumen dalam penelitian ini adalah skala Likert. Menurut Rully dan Poppy (2017 : 117) skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseoang atau sekolompok orang terhadap suatu objek sikap atau perilaku. Dengan menggunakan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator - indikator yang

66 dapat diukur, yang kemudian dijadikan titik tolak untuk membuat item instrumen yang berupa pernyataan yang perlu dijawab oleh responden. 3.2. Unit Observasi dan Lokasi Penelitian Unit observasi dan lokasi atau tempat yang sesuai dengan sasaran merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam penelitian. Dalam penelitian ini, Unit observasi lokasi adalah KB/TK, SD, SMP Santo Yusup 2 Bandung yang beralamatkan Jalan Jawa Nomor 2-4 Kota Bandung dan sasaran penelitian adalah guru - guru KB/TK, SD, SMP Santo Yusup 2 Bandung. 3.3. Variabel Penelitian 3.3.1. Definisi Variabel dan Pengukurannya Menurut Sugiyono (2019 : 68), mengukapkan bahwa “Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.” Sugiyono juga menjelaskan tentang macam- macam variabel dalam penelitian yang dapat dibedakan menjadi : a. Variabel inedpenden: variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai varibel bebas. Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). b. Variabel dependen: sering disebut variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia serimg disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. c. Variabel moderator adalah variabel yang mempengaruhi (mempekuat dan memperlemah) hubungan antar variabel independent dan dependen. Variabel disebut juga sebagai variabel independent ke dua.

67 d. Variabel interverning: dalam hal ini Tuckman (Sugiyono, 2019 : 70) menyatakan “An intervening variabel is that factor that theoretically affect the observed phenomenon but cannot be seen, measure, or manipulate”. Variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur. Variabel ini merupakan variabel penyela/antara yang terletak di antara variabel independen dan dependen, sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen. e. Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variabel Independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Variabel kontrol sering digunakan oleh peneliti, bila akan melakukan penelitian yang bersifat membandingkan. Variabel – variabel dalam penelitian ini dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu, variabel independen (bebas), Variabel intervening (perantara) dan variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini variabel bebas adalah motivasi, dan disiplin. Sedangkan untuk variabel intervening adalah komitmen. Variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas adalah Kinerja Guru. Instrumen pengukuran motivasi, disiplin, komitmen, dan kinerja guru menggunakan skala Likert 5 (lima) skala. Untuk setiap item pernyataan akan diberi bobot sebagai berikut : Tabel 3.3. Skala Pengukuran Variabel Penelitian Pilihan Jawaban Skor Sangat Tidak Setuju (STS) 1 2 Tidak Setuju (TS) 3 Netral (N) 4 Setuju (S) 5 Sangat Setuju (SS) Sumber : Sugiyono (2019 : 147)

68 Instrumen pengukuran yang dilakukan dalam penelitian ini telah diadaptasi sebelumnya dari Hamzah (2016 : 73) yang berkaitan dengan motivasi guru, terdapat 16 pernyataan. Instrumen yang berkaitan dengan disiplin guru diadaptasi dari Hasibuan (2019 : 194), terdapat 16 pernyataan. Instrumen yang berkaitan dengan komitmen guru diadaptasi dari Busro (2020 : 84), terdapat 21 pernyataan. Instrumen kinerja guru yang diadaptasi dari Hamzah (2016 : 94), terdapat 32 pernyataan. 3.3.2. Operasionalisasi Variabel Menurut Rully dan Poppy (2017 : 44) menjelaskan bahwa “Operasional vairabel harus mampu menghasilkan informasi, tentang (a) jenis data yang digunakan, (b) bagaimana data diperoleh, (c) siapa sumber informasi atau responden penelitian, dan (d) dari mana data diperoleh. Data harus pula mengidentifikasi skala ukur untuk membantu dalam melakukan teknis analisis yang akan digunakan dalam pengolahan.” Rully dan Poppy melanjutkan pembahasannya bahwa “Penayajian operasionalisasi variabel bisa dibantu dengan cara membuat matrik. Variabel yang akan dioperasionalkan diurut secara vertikal, sementara komponen operasional dibuat secara horizontal. Variabel yang dioperasionalkan, adalah seluruh variabel yang ada dalam model penelitian yang dibangun saat menyusun kerangka pemikiran sebagai paradigma penelitian; baik Variabel dependen, independen, moderating, intervening, maupun kontrol.”

69 Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel Motivasi Guru Variabel Dimensi Indikator Skala Item Motivasi 1, 2 (Hamzah, 2016 : Tanggungjawab guru ordinal 3, 4 73) 5, 6 Motivasi guru dalam melaksanakan tugas. 7 adalah dorongan 8, 9 dari dalam diri Melaksanakan tugas ordinal 10,11, dan luar diri 12 seseorang, untuk dengan target yang jelas. melakukan 13, 14 sesuatu yang Memiliki tujuan yang jelas ordinal terlihat dari 15, 16 dimensi internal dan menantang. dan dimensi eksternal. Motivasi Ada umpan balik atas hasil ordinal Internal pekerjaannya. Memiliki perasaan senang ordinal dalam bekerja. Selalu berusaha untuk ordinal menggungguli orang lain. Diutamakan prestasi dari apa yang dikerjakannya. Selalu berusaha untuk ordinal memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan Motivasi kerjanya. Eksternal Bekerja dengan harapan ordinal ingin memperoleh perhatian dari teman dan atasan. Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Disiplin Guru Variabel dan Dimensi Indikator Skala Item Konsep Variabel 17 Disiplin Tujuan dan Tujuan organisasi ordinal 18 (Hasibuan, 2019 : Kemampuan sekolah yang jelas. ordinal 194) Teladan Keteladanan ordinal 19, 20 Pada dasarnya Kepemimpinan pimpinan dalam banyak indikator kedisiplinan. ordinal 21, yang Balas Jasa Balas jasa (timbal 22, 23 mempengaruhi balik) yang tingkat Keadilan diperoleh guru atas kedisiplinan tugas-tugasnya. antara lain tujuan Keadilan dalam dan kemampuan, pengakuan dan teladan pembagian kerja pimpinan, balas yang telah disepakati jasa, keadilan, bersama.

70 Variabel dan Dimensi Indikator Skala Item Konsep Variabel Waskat waskat, sanksi Waskat (pengawasan ordinal 24 hukuman, Sanksi melekat) yang ordinal ketegasan, dan Hukuman dilakukan pimpinan 25, 26 hubungan terhadap guru. ordinal kemanusiaan. Sanksi hukuman ordinal 27, yang jelas dan 28, 29 Ketegasan tersosialisasi dengan 30 baik. 31, 32 Hubungan Kemampuan guru Kemanusiaan dalam melaksanakan kerja. Ketegasan pimpinan dalam menegakkan peraturan. Hubungan kemanusiaan dalam suasana yang harmonis dalam lingkungan kerja. Tabel 3.3 Operasionalisasi Variabel Komitmen Guru Variabel dan Dimensi Indikator Skala Item Konsep Variabel 33 Komitmen Identifikasi Kesamaan nilai dan ordinal (Busro, 2020 : 84) tujuan pribadi dengan 34 Indikator nilai dan tujuan ordinal 35 komitmen organisasi ordinal 36 organisasi dengan Penerimaan terhadap ordinal mendasarkan kebijakan organisasi 37 pada teori Steers Kebanggaan menjadi ordinal 38 (dalam Busro, bagian dari organisasi ordinal 2020 : 84) Proporsi perusahaan meliputi tiga memasukkan dimensi utama : kebutuhan dan (a) identifikasi, keinginan (b) keterlibatan, Karyawan dalam tujuan (c) loyalitas. organisasinya Suasana saling mendukung di antara para karyawan dengan organisasi

71 Variabel dan Dimensi Indikator Skala Item Konsep Variabel 39 Keterlibatan Kerelaan karyawan ordinal 40 menyumbangkan ordinal 41 sesuatu bagi ordinal tercapainya tujuan 42 organisasi ordinal 43 Penerimaan karyawan ordinal terhadap tujuan 44 organisasi ordinal 45 Usaha karyawan untuk ordinal 46 menerima dan ordinal 47 melaksanakan setiap ordinal 48 tugas dan kewajiban ordinal yang dibebankan kepadanya Usaha karyawan untuk melaksanakan tugas- tugasnya Dorongan karyawan untuk melakukan pekerjaan di luar tugas dan peran yang dimilikinya apabila bantuannya dibutuhkan oleh organisasi Bekerjasama baik dengan pimpinan maupun dengan sesama teman kerja Partisipasi karyawan dalam berbagai kesempatan pembuatan keputusan Keyakinan karyawan bahwa apa yang telah diputuskan adalah keputusan bersama Tingkat keterlibatan karyawan dalam merumuskan tujuan organisasi Keengganan absen meskipun mereka sakit hingga benar-benar tidak dapat masuk kerja

72 Variabel dan Dimensi Indikator Skala Item Konsep Variabel Loyalitas Kesediaan seseorang ordinal 49 untuk melanggengkan ordinal 50 hubungannya dengan organisasi ordinal 51 Kesediaan seseorang ordinal 52 untuk mengorbankan ordinal 53 kepentingan pribadinya demi mencapai kesuksesan dan keberhasilan organisasi tersebut Kesediaan karyawan untuk mempertahankan diri bekerja dalam perusahan Perasaan karyawan akan adanya keamanan Kepuasan karyawan di dalam organisasi tempat ia bergabung untuk bekerja Tabel 3.4 Operasionalisasi Variabel Kinerja Guru Variabel dan Dimensi Indikator Skala Item Konsep Variabel 54, 55 Kinerja Kualitas Kerja Merencanakan ordinal 56, 57 (Hamzah, program pengajaran ordinal 58, 59 2016 : 93) Kecepatan/ dengan tepat. ordinal 60 Kinerja guru Ketepatan Melakukan penilaian ordinal 61, 62 sekolah dasar hasil belajar. ordinal 63 merupakan Kerja Berhati-hati dalam ordinal gambaran hasil menjelaskan materi kerja yang ajaran. dilakukan guru Menerapkan hasil sekolah dasar penelitian dalam terkait dengan pembelajaran. tugas apa yang Menerapkan hal-hal diembannya dan yang baru dalam merupakan pembelajaran. tanggungjawabn Memberikan materi ya. ajar sesuai dengan

73 Variabel dan Dimensi Indikator Skala Item Konsep Variabel Inisiatif dalam 64, 65 Kerja karakteristik yang ordinal dimiliki siswa. 66, 67 Kemampuan Menyelesaikan ordinal 68, 69 Kerja program pengajaran ordinal 70 sesuai kalender ordinal 71 Komunikasi akademik. ordinal Menggunakan media 72, 73 dalam pembelajaran. ordinal 74 Menggunakan ordinal 75, 76 berbagai metode ordinal 77 dalam pembelajaran. ordinal 78, 79 Menyelenggarakan ordinal 80, 81 administrasi sekolah ordinal 82, 83 dengan baik. ordinal Menciptakan hal-hal 84, 85 baru yang lebih efektif ordinal dalam menata administrasi sekolah. Mampu dalam memimpin kelas. Mampu mengelola interaksi belajar mengajar. Mampu melakukan penilaian hasil belajar siswa. Menguasai landasan pendidikan. Melaksanakan layanan bimbingan belajar. Mengkomunikasikan hal-hal baru dalam pembelajaran. Menggunakan berbagai teknik dalam mengelola proses belajar mengajar. Terbuka dalam menerima masukan untuk perbaikan pembelajaran.

74 3.4. Populasi dan Penentuan Sampel Populasi adalah kumpulan dari keseluruhan elemen yang akan ditarik kesimpulannya (Rully dan Poppy, 2017 : 93). Menurut Sugiyono (2019 : 127), mendefinisikan bahwa “Sempel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.” Sampel total adalah tenik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relative kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain sampel total adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel (Sugiyono, 2019 : 133). Berdasarkan pengertian tersebut, maka penulis akan menentukan populasi dan sempel sasaran sesuai dengan data yang diperlukan. Dalam penelitian ini, penulis hendak meneliti pengaruh motivasi guru dan disiplin guru terhadap komitmen guru serta implikasinya pada kinerja guru di sekolah KB/TK, SD, SMP Santo Yusup 2 Bandung, maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru di sekolah KB/TK, SD, SMP Santo Yusup 2 Bandung yang berjumlah 41 orang. Untuk mempermudah penelitian, peneliti memerlukan sampel yang merupakan bagian dari populasi. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil berdasarkan data yang dapat mewakili populasi secara keseluruhan (representatif). Teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah sampel total dengan istilah lain adalah sensus, artinya seluruh populasi yang terdapat di lapangan akan diambil sebagai sampel. Dalam hal ini sempel yang diambil adalah seluruh populasi yang terdapat di lapangan sebanyak 41 guru yang berada di sekolah KB/TK, SD, SMP Santo Yusup 2 Bandung.

75 3.5. Teknik Pengumpulan Data 3.5.1. Prosedur Pengumpulan Data Menurut Rully dan Poppy (2017 : 133), teknik pengumpulan data dan informasi yang lazim digunakan adalah sebagai berikut: 1. Observasi difokuskan sebagai upaya penelitian mengumpulkan data dan informasi dari sumber data primer dengan mengoptimalkan pengamatan penelitian. Teknik pengamatan ini juga melibatkan aktivitas mendengar, membaca, mencium, dan menyentuh (Rully dan Poppy, 2017:134). 2. Wawancara dapat digunakan untuk menggali lebih dalam dari data yang diperoleh dari observasi. Wawancara mendalam, suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan mengajukan pertanyaan kepada narasumber untuk mendapat informasi yang mendalam. Komunikasi antara pewawancara dengan yang diwawancarai bersifat intensif dan masuk kepada hal-hal yang bersifat detail (Rully dan Poppy, 2017:136). 3. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2019 : 199). Jenis data yang diambil dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer mengacu pada data yang langsung diperoleh dari responden. Sedangkan data sekunder mengacu pada data yang diperoleh secara tidak langsung yang berasal dari studi pustaka, penggalian sejarah sekolah, arsip sekolah, serta buku peraturan sekolah dan yayasan. Sumber data primer adalah

76 responden dalam hal ini adalah guru di sekolah KB/TK, SD, SMP Santo Yusup 2 Bandung. Sumber data sekunder adalah arsip sekolah, studi pustaka, penggalian sejarah sekolah, arsip sekolah serta buku peraturan karyawan dan guru sekolah KB/TK, SD, SMP Santo Yusup 2 Bandung dan Yayasan Salib Suci Bandung yang mendukung data mengenai motivasi guru, disiplin kerja guru, komitmen guru, serta kinerja guru. 3.5.2. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Kuesioner sebagai instrumen untuk mengumpulkan data di lapangan terlebih dahulu perlu di uji validasi dan reliabilitasnya. Dari hasil uji tersebut, maka dapat diketahui instrumen tersebut layak atau tidak layak untuk digunakan dan data tersebut layak untuk diuji. Adapun penjabaran masing - masing pengujian tersebut sebagai berikut: 3.5.2.1. Uji Validitas Untuk melihat layak tidaknya suatu instrumen, perlu adanya uji instrumen. Validitas menguji instrumen apakah memiliki tingkat ketepatan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Rully dan Poppy, 2017 : 123). Instrumen dalam penelitian ini akan diuji validitasnya dengan cara menyebarkan intrumen kepada narasumber lainnya yang bukan narasumber penelitian. Rumus yang digunakan untuk uji validasi yaitu dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment sebagai berikut:

77 N XY   X Y N  X 2   X 2 N Y 2  Y 2   rxy  Sumber : Rully dan Poppy (2017 : 123) Dimana: rxy = rhitung X = Skor-skor pada item ke -1 Y = Jumlah skor yang diperoleh tiap responden N = Banyak responden Selanjutnya apakah setiap butir dalam instrumen itu valid atau tidak, dapat diketahui dengan cara mengkorelasikan antar skor butir dengan skor total. Menurut Sugiyono (2019 : 255) mengungkapkan bahwa “Ketentuan bila rhitung lebih kecil dari rtabel (rhitung < rtabel), maka Ho diterima, dan Ha ditolak. Tetapi sebaliknya bila rhitung lebih besar dari rtabel (rhitung > rtabel) maka Ho ditolak dan Ha diterima.” Maka dapat disimpulkan bahwa jika nilai korelasi lebih besar 0,3 maka item - item tersebut valid, sebaliknya jika nilai korelasi lebih kecil 0,3 maka item - item tersebut tidak valid. 3.5.2.2. Uji Reliabilitas Pengujian validitas juga dilakukan pengujian reliabilitas. Uji reliabilitas digunakan untuk membuktikan akurasi, konsistensi, dan ketepatan instrumen dalam mengukur konstruk Ghozali & Latan (dalam Rahmad dan Suhardi, 2019 : 42). Mengukur reliabilitas suatu konstruk dengan indikator reflektif dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability. Rule of Thumb untuk menilai reliabilitas konstruk adalah nilai

78 Composite Reliability harus lebih besar dari 0.70. Namun demikian, penggunaan Cronbach’s Alpha untuk menguji reliabilitas konstruk akan memberi nilai yang lebih rendah (under estimate) sehingga lebih disarankan untuk menggunakan Composite Reliability Ghozali & Latan (dalam Rahmad dan Suhardi, 2019 : 42).. Menurut Rully dan Poppy (2017:125) reliabilitas pada dasarnya mengukur kehandalan instrumen. Sebuah pengukuran dikatakan handal jika pengukuran tersebut memberikan hasil yang konsisten. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keandalan sesuatu jadi instrumen yang digunakan dapat diandalkan. Rully dan Poppy (2017:126), rumus yang digunakan untuk uji reliabilitas yaitu menggunakan perhitungan Cronbach Alpha sebagai berikut:     s2  k 1  i  k 1   : st2 Dimana: α = Reliabilitas (koefisien alfa) k = Banyaknya butir item/soal  si2 = Jumlah varians buti soal st2 = varians total  x2   x2 s2  n n 1 n = Jumlah responden Menurut Siswoyo Haryono (2016 : 382), menjelaskan bahwa “Interpretasi Composite Reliability (CR) sama dengan Cronbach’s Alpha. Nilai batas ≥ 0.7 dapat diterima, dan nilai ≥ 0.8 sangat memuaskan.”

79 3.6. Rancangan Analisis Data dan Uji Hipotesis Dalam proses penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan mengikuti tahap-tahap metode ilmiah. Secara umum proses atau tahapan penelitian dapat dilihat pada gambar berikut ini: Identifikasi Pra Tujuan masalah survei penelitian Manfaat Rumusan Pengujian penelitian masalah data Penulisan latar belakang penelitian Kajian pustaka Identifikasi teori-teori terkait judul penelitian Kerangka pemikiran dan hipotesis Tipe Penelitian Populasi dan Sampel Unit Observasi Metodologi Teknik Pengumpulan dan Lokasi penelitian Data Variabel Rancangan Analisis Data dan Uji Hipotesis Hasil Analisis Deskriptif Gambaran Umum Hasil Hasil Analisis Verifikatif Karakteristik Responden Kesimpulan dan Hasil Analisis saran Korelasi antar Variabel Pembahasan Gambar 3.1 Tahapan Penelitian

80 Pada gambar 3.1. tahapan penelitian yang dilakuan pertama kali adalah dimulai dengan mengumpulkan data – data di lapangan yang berkaitan dengan permasalahan yang mungkin terjadi. Dari asumsi permasalahan yang mungkin terjadi akan dikaji lebih lanjut dalam penelitian pra survei. Penelitian pra survei didukung dengan data – data yang ada di lapangan. Kemudian dilaksanakan uji data. Jika terdapat permasalahan maka layak untuk dilanjutkan dalam penelitian. Hal ini akan menjadi latar belakang penelitian. Tahap berikutnya adalah mengidentifikasi masalah, menentukan rumusan permasalahan, menetapkan tujuan penelitian dan manfaat dari penelitian. Proses langkah selanjutnya membuat kajian pustaka dengan terori - teori pendukung. Selanjutnya perlu melakukan identifikasi teori – teori yang terkait dengan judul yang di teliti dan berhubungan dengan permasalahan yang diteliti sehingga dapat mendukung dalam proses penelitian. Langkah berikutnya adalah menyusun kerangka pemikiran dan hipotesis penelitian. Dalam Langkah selanjutnya melakukan metodologi penelitian dengan dengan menentukan: (a) tipe penelitian, (b) unit observasi dan lokasi, (c) variabel penelitian, (d) populasi dan sempel, (e) teknik pengumpulan data, dan (f) rancangan analisis data dan uji hipotesis. Dalam rencana analisis data dan uji hipoptisis akan membahas tentang hasil analisis deskriptif, hasil analisis verifikatif, hasil analisis korelasi antar variabel, dan pembahasan. Dilanjutkan dengan hasil penelitian dengan hasil yang akan di bahas sebagai berikut: (a) gambaran umum karakteristik responden, (b) hasil analisis deskriptif, (c) hasil analisis verifikatif, (d) hasil analisis korelasi antar variabel,dan (e) pembahasan.

81 Hasil penelitian perlu dilihat kembali dalam kajian teori apakah sesuai dengan teori yang mendukung ataukah tidak. Langkah terakhir dari metode ilmiah ini adalah penarikan sempulan dan saran. Langkah – langkah metode ilmiah ini merupakan prosedur dalam melaksanakan penelitian. Yang perlu diperhatiakan dalam langkah - langkah metode ilmiah ini adalah memastikan apakah setiap langkah telah dan dapat terlaksana dengan benar sehingga memenuhi kaidah – kaidah ilmiah yang diperlukan dalam sebuah penelitian. 3.6.1. Rancangan Analisis Data Rancangan analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, korelasi antar variabel, dan verifikasif. 3.6.1.1. Analisis Deskripsi Analisis deskripsi dilakukan dengan menyusun tabel frekuensi distribusi untuk mengetahui apakah tingkat perolehan nilai atau skor variabel penelitian masuk dalam 5 katagori yaitu (Sugiyono, 2019 : 147): 1. Sangat tidak setuju (STS) 2. Tidak setuju (TS) 3. Netral (N) 4. Setuju (S) 5. Sangat Setuju (SS)

82 Analisis deskripsi didasarkan pada skala penilaian yang dicapai dengan cara menentukan rentang skala dengan menggunakan rumus rentang skala (Umar, 2020 : 164), yaitu sebagai berikut : Rs  n(m 1) m Dimana: Rs = Rentang skala, n = Jumlah sempel m = Jumlah alternatif jawaban tiap item, Instrumen untuk mengukur variabel motivasi, disiplin, komitmen, dan kinerja guru karena jumlah alternatif jawaban setiap itemnya sama, maka perhitungannya pun sama pula, perhitungan rentang skala variabel motivasi, disiplin, komitmen dan kinerja guru yaitu : Rs = 41(5-1) = 32,8 5 Skor yang Sangat Rendah yaitu: 41 x 1 = 41 Skor yang Sangat Tinggi yaitu: 41 x 5 = 205 Dari perhitungan di atas, rentang skala untuk variabel motivasi, disiplin, komitmen dan kinerja guru adalah 32,8 dengan skor yang sangat rendah adalah 41 dan skor yang sangat tinggi adalah 205.

83 Tabel 3.5. di bawah menjelaskan kriteria yang digunakan untuk mengukur variabel motivasi, disiplin, Komitmen, dan kinerja guru yaitu sebagai berikut : Tabel 3.5. Kriteria Pengukuran Variabel Penelitian Skor Kriteria 41 – 73 Sangat Rendah 74 – 106 Rendah 107 – 139 Sedang 140 – 172 Tinggi 173 - 205 Sangat Tinggi Dalam menentukan nilai kriteria pengukuran variabel penelitian menggunakan software IBM SPSS Statistics 25 for windows dalam menyusun tabel frekuensi distribusi. Tabel frekuensi distribusi tersebut dapat digunakan untuk mengetahui apakah tingkat perolehan nilai atau skor variabel penelitian pada setiap indikator pertanyaan sesuai dengen kriteria yang ada. 3.6.1.2. Analisis Verifikatif Analisis verifikatif dilakukan dengan menggunakan hasil pembahasan analisis penelitian dan untuk melakukan pengolahan data secara keseluruhan, peneliti menggunakan software IBM SPSS Statistics 25 for windows untuk dianalisa secara detail dan sistematis berkaitan dengan pengaruh antara variabel, dimensi, dan indikator pada motivasi dan disiplin terhadap komitmen serta

84 implikasinya pada kinerja guru di sekolah KB/TK, SD, SMP Santo Yusup 2 Bandung. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian mengenai pengaruh motivasi dan disiplin terhadap komitmen serta implikasinya pada kinerja guru di sekolah KB/TK, SD, SMP Santo Yusup 2 Bandung. Model ini terdiri dari 4 variabel yaitu motivasi, disiplin, komitmen, dan kinerja guru. Model kerangka teoritis pada gambar 2.1 yang telah dibuat selanjutnya akan digambarkan dalam sebuah analisis jalur (path analysis) untuk menunjukkan pengaruh kausalitas yang akan diuji dalam penelitian ini. Path analysis yang akan digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar 3.2. Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa variabel motivasi dan disiplin merupakan variabel independen (variabel bebas) antara variabel motivasi guru dan disiplin yang berpengaruh pada komitmen guru. Variabel motivasi guru dan disiplin guru juga berperan sebagai variabel independen (variabel bebas) berpengaruh terhadap komintem sebagai variabel intervening secara simultan. Selain itu juga dijelaskan bahwa, variabel komintem merupakan sebagai variabel independen (variabel bebas) yang berpengaruh pada kinerja guru, yang ditunjukkan dengan adanya anak panah dari variabel independen (variabel bebas) yang menuju ke arah variabel dependen (variabel terikat) yaitu kinerja guru. Masing – masing variabel tersebut memiliki dimensi, indikator – indikator tertentu, skala, dan item yang dapat dilihat pada tabel di bawah berikut ini.

85 Tabel 3.6 Variabel Motivasi Guru, Dimensi, Indikator, Skala, dan Item Variabel Dimensi Indikator Skala Item Motivasi Tanggungjawab guru ordinal 1, 2 (Hamzah, 2016 : dalam melaksanakan tugas. 73) Melaksanakan tugas ordinal 3, 4 Motivasi guru dengan target yang jelas. adalah dorongan Memiliki tujuan yang jelas ordinal 5, 6 dari dalam diri dan menantang. dan luar diri Motivasi Ada umpan balik atas hasil ordinal 7 seseorang, untuk Internal pekerjaannya. melakukan Memiliki perasaan senang ordinal 8, 9 sesuatu yang dalam bekerja. terlihat dari Selalu berusaha untuk ordinal 10,11, dimensi internal menggungguli orang lain. 12 dan dimensi Diutamakan prestasi dari eksternal. apa yang dikerjakannya. Selalu berusaha untuk ordinal 13, 14 memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan Motivasi kerjanya. Eksternal Bekerja dengan harapan ordinal 15, 16 ingin memperoleh perhatian dari teman dan atasan. Tabel 3.7 Variabel Disiplin Guru, Dimensi, Indikator, Skala, dan Item Variabel dan Dimensi Indikator Skala Item Konsep Variabel Disiplin Tujuan dan Tujuan organisasi ordinal 17 (Hasibuan, 2019 : Kemampuan sekolah yang jelas. 194) Teladan Keteladanan ordinal 18 Pada dasarnya Kepemimpinan pimpinan dalam banyak indikator kedisiplinan. yang Balas Jasa Balas jasa (timbal ordinal 19, 20 mempengaruhi balik) yang tingkat diperoleh guru atas kedisiplinan tugas-tugasnya. antara lain tujuan Keadilan Keadilan dalam ordinal 21, 22, dan kemampuan, pengakuan dan 23 teladan pembagian kerja pimpinan, balas yang telah disepakati jasa, keadilan, bersama.


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook