Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore BUKU the POWER of BEYOND kWh__INDONESIA POWER

BUKU the POWER of BEYOND kWh__INDONESIA POWER

Published by fesbuk.email, 2020-10-02 22:00:19

Description: BUKU the POWER of BEYOND kWh__INDONESIA POWER

Search

Read the Text Version

Layanan Solusi Energi the Power of Beyond kwh

Layanan Solusi Energi the Power of Beyond kwh





Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh kata Pengantar Seperempat abad sudah perjalanan PT Indonesia Power (PT IP) di industri pembangkitan Tanah Air. Selama kurun waktu tersebut, PT IP telah menorehkan begitu banyak tinta emas dalam buku perjalanannya sebagai perusahaan pembangkitan dan jasa pembangkitan. Kini, tepat pada 3 Oktober 2019, PT IP bersiap untuk membuka sebuah buku perjalanan baru sebagai perusahaan bisnis solusi energi. PT IP pun mengembangkan sayap bisnisnya dengan meramu produk-produk Beyond kWh. Produk di luar jasa operasi dan pemeliharaan pembangkit ini diyakini mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan berupa revenue stream non-kWh. Inilah sebuah kabar baik yang ingin kami sebarkan sebagai sebuah energi positif bagi negeri ini. Maka, kabar ini pun kami rangkum dalam buku ini, The Power of Beyond kWh. Dengan harapan, bisnis solusi energi yang PT IP jalankan dapat menjadi solusi utama bagi sektor ketenagalistrikan yang mampu melampaui batas negara. Tak lupa, apresiasi dan terima kasih kami kepada seluruh penulis— yang tak lain rekan-rekan di lingkungan IP Group, yang telah berkontribusi dalam terciptanya buku ini. Semoga buku ini tak hanya menjadi sumber informasi bagi pembacanya, melainkan juga dapat menjadi panduan, best practices, sekaligus inspirasi bagi setiap pembacanya. Dengan semangat #PowerBeyondBoundaries, mari lampaui batas maksimal kita agar sayap bisnis PT IP dapat terkembang hingga melintasi batas negara. Jakarta, 3 Oktober 2020 M. Ahsin sidqi Direktur Utama PT Indonesia Power 5

Layanan SoLuSi EnErgi 5 the Power of Beyond kwh 7 10 daftar isi 32 38 Kata Pengantar (KBIDKOM) 54 Definisi Beyond kWh 66 Bisnis Jasa O&M 100 Operational Development Program 104 EBT (Hydro, Solar PV dll) 105 Asset Management Setup 108 Digitalization & Smart System 112 Premium services 114 EPC Services 118 Gas Diesel Engine Services 122 Coal Trading Port management Dredging MRO Services Engineering Services 6

BEYOND kWh Bisnis “Beyond kWh” adalah kegiatan bisnis selain penjualan atau penyediaan tenaga listrik (kWh) yang dilakukan oleh insan PT Indonesia Power. Bisnis ini merupakan pengembangan atau turunan dari kompetensi inti perusahaan. Bisnis “Beyond kWh” juga merupakan salah satu amanat pemegang saham, yakni PT PLN (Persero), kepada PT Indonesia Power untuk meningkatkan pendapatan usaha di luar tenaga listrik. Pendapatan di sektor ini harus terus ditingkatkan guna memaksimalkan Second Curve Opportunity, sebagai strategi dalam menjawab tantangan keberlanjutan (sustainability) Perusahaan, sekaligus sebagai respon atas disrupsi yang terjadi di industri ketenagalistrikan. 7



BISNIS JASA O&M KAMOJANG POMU

BISNIS JASA O&M Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh Bisnis Jasa o&M I. SELAYANg PANDANg PT Indonesia Power (PT IP) merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang Pembangkit Listrik dan Jasa O&M (Operation & Maintenance), yang sekarang lebih dikenal dengan istilah “Solusi Energi”. Bisnis Jasa O&M PT IP merupakan second curve dari Bisnis Pembangkit Listrik, yang dimulai PT IP di tahun 2010 ketika terdapat program PT. PLN (Persero) tentang proyek percepatan diversifikasi energi, yaitu Fast Track Program Tahap 1 (FTP-1) 10.000 MW. Dalam hal ini, PT IP melaksanakan pengelolaan dan pemeliharaan pembangkit-pembangkit FTP-1 milik PT PLN (Persero). Untuk mengoptimalkan kinerja pembangkit FTP-1, pengelolaan pembangkit FTP-1 pada struktur organisasi PT IP sudah mengalami 4 kali perubahan. Pertama, pengelolaan berada pada Divisi JAP (Jasa Pembangkitan). Kemudian, berubah menjadi Divisi PNK 2 (Pembangkitan & K3L), di mana pada divisi ini masih mendapatkan amanah untuk mengelola pembangkit FTP-1 Jawa. Seiring penambahan unit pembangkit FTP-1 di luar Jawa guna memeratakan pelayanan listrik di wilayah Republik indonesia, PT IP diminta untuk mengelola pembangkit FTP-1 di area Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, NTB, dan Papua. Oleh karena itu, PTIP membagi pengelolaannya menjadi dua divisi, yaitu Divisi Pembangkitan 1 dan 10

Layanan SoLuSi EnErgi BISNIS JASA O&M the Power of Beyond kwh Divisi Pembangkitan II.1 untuk area pembangkit FTP Jawa serta Divisi Pembangkitan II.2 untuk area pembangkit FTP Luar Jawa. Saat ini, untuk mengikuti standar internasional serta mendukung program Go-International, dilakukan perubahan nama divisi menjadi Power Generation 1 dan Power Generation II.1 untuk area pembangkit FTP Jawa serta Power Generation II.2 untuk area pembangkit FTP Luar Jawa. Gambar.1. Peta Pembangkit Jasa O&M FTP-1 Jawa Tahap 1 Kepercayaan yang diberikan PT PLN (Persero) kepada PT IP untuk mengelola O&M pada 5 Pembangkit FTP-1 Tahap 1 di Pulau Jawa didasari pada kemampuan PT IP dalam mengoperasikan pembangkit selama puluhan tahun. Adapun ke-5 pembangkit yang dipercayakan pengelolaannya kepada PT IP terdiri dari: 1. PLTU Banten 1 Suralaya 8 (1x625 MW), Banten 2. PLTU Banten 2 Labuan (2x300 MW), Banten 3. PLTU Banten 3 Lontar (3x315 MW), Banten 4. PLTU Jawa Barat 2 Palabuhan Ratu (3x350 MW), Jawa Barat 5. PLTU Adipala (1 x 660 MW), Jawa Tengah 11

BISNIS JASA O&M Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh Keberhasilan PT IP dalam pelaksanaan O&M pada 5 Pembangkit FTP-1 berdampak pada meningkatnya kepercayaan PT PLN (Persero) kepada PT IP. Hal ini tecermin dalam penugasan kembali PT IP untuk mengelola O&M pembangkit milik PLN Tahap 2 di Pulau Jawa dan beberapa pembangkit luar Pulau Jawa. Beberapa pembangkit tambahan di Pulau Jawa adalah sebagai berikut. 1. PLTGU Grati Blok 3 (450 MW) 2. PLTGU Cilegon (740 MW) 3. PLTGU Priok Blok 3&4 (1520MW) 4. PLTA Jati Gede (2x55 MW) 5. PLTU Lontar Unit 4 (315 MW) Pengelolaan pembangkit diluar jawa bukan merupakan hal baru untuk PT. IP. Sebelumnya, PT IP mengelola pembangkit listrik di wilayah sumatera selatan yaitu PLTG Indralaya sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2017 yang menyuplai listrik bagi wilayah sumatera bagian selatan yang kini terkoneksi dengan jaringan di pulau sumatera. Berikut pengelolaan O&M PT. IP di luar pulau jawa antara lain: 1. PLTU Pangkalan Susu 1&2 (2x220 MW), Sumatera Utara 2. PLTU Barru 1 (2x50 MW), Sulawesi Selatan 3. PLTU Jeranjang (3x30 MW), Lombok 4. PLTU Sanggau (2x8.5 MW), Kalimantan Barat 5. PLTU Sintang (3x9 MW), Kalimantan Barat 6. PLTU Berau (2x7 MW), Kalimantan Timur 7. PLTP Ulumbu (4x10 MW), Nusa Tenggara Timur 8. PLTU Holtekamp (2x12 MW), Jayapura 12

Layanan SoLuSi EnErgi BISNIS JASA O&M the Power of Beyond kwh Gambar 2. Peta Pembangkit Jasa O&M Luar Jawa Total keseluruhan pengelolaan Jasa O&M oleh PT IP sebanyak 16 unit dengan kapasitas terpasang 7.478 MW. Ini membuktikan bahwa PT IP merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero) yang tepercaya dalam mengelola dan melaksanakan Jasa O&M pembangkit. Jumlah pembangkit yang dikelola PT IP akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya kepercayaan terhadap PT IP karena, sesuai mottonya, PT IP akan selalu memberikan “Pelayanan Prima”. Dengan pelayanan prima, tak hanya meningkatkan trust, tetapi juga satisfaction pemegang saham. 13

BISNIS JASA O&M Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh Di sisi lain, pengelolaan pembangkit luar Jawa pun turut menyukseskan program Pemerintah Republik Indonesia untuk menerangi seluruh negeri, terutama daerah di luar Pulau Jawa. Program Pemerintah tersebut, antara lain: a. Listrik Masuk Desa b. Papua Terang c. Tol Listrik Indonesia II. StrAtEgI EkSEkuSI BISNIS JASA O&M Keberhasilan bisnis Jasa O&M didukung dengan tata kelola dan program strategis yang secara terus menerus dikembangkan oleh Direktorat Operasi I dan Direktorat Operasi II PT IP. Tata kelola yang diterapkan serupa dengan tata kelola di unit pembangkit existing. Tentunya, ada beberapa penyesuaian dengan kondisi unit dan juga stakeholder terkait. Sebagai upaya peningkatan availability dan reliability pembangkit Jasa O&M, diperlukan terobosan-terobosan. Untuk mengatasi kendala-kendala yang ada di pembangkit Jasa O&M, diperlukan penguatan pilar-pilar Asset Management Contract agar dapat meningkatkan ketersediaan (availability), keandalan (reliability), kualitas (quality), keamanan (safety), dan kinerja (per formance). Adapun tujuan Asset Management Contract adalah untuk mencapai kinerja ekselen yang menuju ke arah zero defect, zero breakdown, dan zero accident. Hasil strategis dari implementasi ini adalah terjadinya penurunan gangguan/kegagalan peralatan yang menyebabkan trip ataupun derating sehingga pencapaian Overall Equipment Effectiveness (OEE) menjadi tinggi. Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan upaya Strategi Eksekusi Bisnis. Di tahun 2020, Direktorat Operasi I menetapkan 9 strategi utama dalam pengelolaan pembangkit existing maupun pembangkit jasa O&M. Kesembilan strategi dijelaskan pada gambar di bawah ini. 14

Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh Gambar 3. Strategi Pengelolaan Pembangkit Direktorat Operasi I BISNIS JASA O&M Sedangkan, Direktorat Operasi II mengembangkan strategi 3P (People System, Process System, dan Performance System). Penerapan strategi 3P menyentuh aspek manusia (Human Capital), memperbaiki tata kelola, dan memastikan pencapaian kinerja. Berikut adalah strategi 3P yang dijalankan Direktorat Operasi II: Gambar 4. Strategi Pengelolaan Pembangkit Direktorat Operasi II 15

BISNIS JASA O&M Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh II.1. Enterprise Asset Management (EAM) Saat ini, PT IP telah menjalankan proses bisnisnya dengan Enterprise Asset Management (EAM). EAM juga merupakan elemen penting dalam pelaksanaan program strategis setiap Direktorat Operasi. Pelaksanaan program berbasis EAM didukung dengan berbagai aplikasi dan program yang dikembangkan PT IP, antara lain CMMS Maximo Excellent, Digimon-X, IP Pro-Inventory, PRONIA, PROEIS, ERP, dan REOC. a) Computerized Maintenance Management System (CMMS) Maximo Excellent PT IP telah berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam menerapkan CMMS dengan menggunakan Maximo. Tepatnya, dimulai sejak tahun 1999. Dengan demikian, implementasinya sudah sangat mature. CMMS juga dikembangkan untuk mengelola Jasa O&M. Penguatan digitalisasi manajemen aset melalui implementasi Maximo Excellent terbukti mampu meningkatkan kinerja pembangkit Jasa O&M. CMMS digunakan sebagai tools dalam implementasi manajemen aset. Dengan proses bisnis yang disusun secara terstruktur, akan memberikan dampak pada peningkatan kapabiltas personel dalam pengelolaan pembangkit. Gambar 5. Kriteria CMMS Excellent 16

Layanan SoLuSi EnErgi BISNIS JASA O&M the Power of Beyond kwh Peningkatan utilisasi Maximo yang Excellent dengan integritas data yang baik, tentu akan berdampak pula pada penurunan Gangguan Top 30% Asset Criticality Ranking (ACR), yaitu aset-aset yang berperan sangat penting dalam menunjang keandalan dan efisiensi pembangkit. Gambar 6. Module Manajemen Aset yang dikembangkan PT IP di Maximo Semua elemen pada 7 (tujuh) pilar manajemen aset telah dikembangkan modulnya secara swakelola oleh PT IP. Bahkan, telah siap untuk di-roll out dan digunakan sebagai tools dalam pengelolaan Jasa O&M. b) Digimon-X Sistem manajemen eksekusi pekerjaan ini sesuai dengan prinsip Work Planning and Control (WPC) dalam Manajemen Aset. Sistem ini mengoptimalkan pemanfaatan CMMS/MAXIMO/ProHAR melalui integrasi teknologi digital dengan tata kelola WPC yang memenuhi aspek real time, mobile, efisien, andal, leading, dan sequential sehingga lebih akuntabel (accountable) dan mampu telusur (traceable). Digimon-X (Digitalized Mobile On Work Execution) merupakan add-on pada CMMS Maximo (ProHAR) dalam bentuk mobile application. Aplikasi ini dikembangkan secara mandiri oleh PT IP untuk mendukung pilar WPC pada Manajemen Aset. Khususnya, saat Work Order Execution, dimulai dari penunjukan lead, teknisi, 17

BISNIS JASA O&M Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh permintaan work & safety permit, pengisian actual WO, hingga perubahan status WO menjadi WDONE. Gambar 7. Digimon-X Aplikasi ini sangat membantu mempercepat distribusi Work Order dengan prinsip anywhere, anytime, realtime monitoring, dan awareness responsibility sehingga memudahkan para supervisor pemeliharaan untuk mengelola pekerjaan di lapangan dengan baik dan cepat. Bagi teknisi, aplikasi ini juga mempunyai manfaat yang besar karena mereka dapat melaporkan pekerjaan yang sudah dilakukan pada Work Order secara langsung dari site, tanpa harus kembali dulu ke Workshop Pemeliharaan. Aplikasi Digimon-X sangat siap untuk diterapkan pada semua jenis pembangkit dan akan menunjang proses bisnis Jasa O&M. c) IP Pro-Inventory Aplikasi IP Pro-Inventory merupakan perangkat lunak berbasis Android dan iOS yang memanfaatkan fitur QR Code sebagai identifier. Aplikasi ini terintegrasi dengan ERP dan Maximo untuk mempercepat dan mempermudah kegiatan inventori oleh bidang terkait di mana pun dan kapan pun. Aplikasi ini juga sangat siap untuk diterapkan pada semua jenis bisnis pembangkitan dan non-pembangkitan yang akan menunjang proses bisnis Jasa O&M. 18

Layanan SoLuSi EnErgi BISNIS JASA O&M the Power of Beyond kwh Gambar 8. Aplikasi IP Pro-Inventory d) PrONIA PRONIA adalah aplikasi pengusahaan pembangkitan yang secara real time dapat memantau rencana produksi, penjualan, pembebanan, kinerja operasi, energi primer, gangguan pembangkit, derating, start- stop, biaya pokok produksi, dan status kondisi unit real time lainnya. Gambar 9. Aplikasi PRONIA Aplikasi ini sangat menunjang pengelolaan manajemen operasi dan niaga pembangkitan, termasuk dalam bisnis jasa O&M. 19

BISNIS JASA O&M Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh e) PrOEIS Aplikasi dashboard manajemen ini bertujuan untuk memonitor kondisi pengelolaan pembangkitan, termasuk kondisi asset wellness peralatan/equipment pembangkit. Aplikasi yang dikembangkan secara swakelola oleh PT IP ini dapat menunjang keberhasilan pengelolaan Operation & Maintenance pembangkitan. Gambar 10. Aplikasi PROEIS f) rEOC (Reliability and Efficiency Optimization Centre) REOC merupakan pusat pengendalian dan optimasi efisiensi pembangkit yang dapat memantau dan mengendalikan pembangkit secara real time. Dari REOC yang berada di Kantor Pusat PT IP, dapat dilakukan 4 level pemantauan, yaitu Level 1: Plant Real Time Monitoring, Level 2: Realtime/Periodic Performance, Level 3: Machine Learning for Prognostic & Diagnostic, dan Level 4: Support Executive Decision. 20

Layanan SoLuSi EnErgi BISNIS JASA O&M the Power of Beyond kwh Gambar 11. Aplikasi REOC Aplikasi yang dikembangkan sendiri secara swakelola oleh PT IP ini merupakan bagian dari program digitalisasi powerplant yang menjadi bagian rencana strategis PTIP di era industri 4.0. Melalui aplikasi optimasi dispatch, pengelola jasa O&M dapat membantu unit pembangkit untuk mengawal start-stop unit pembangkit, mengoptimalkan pengoperasian unit, serta meningkatkan keandalan unit. Gambar 12. REOC PT IP 21

BISNIS JASA O&M Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh II.2. Integrated Management System (IMS) Dalam pengelolaan Jasa O&M, PT IP menerapkan standarisasi yang tinggi. Secara korporasi, PT IP telah memiliki 12 sertifikasi yang diimplementasikan dalam penyelenggaraan Jasa O&M. Adapun keseluruhan sertifikasi dikelola melalui satu program, yaitu Integrated Management System (IMS). Gambar.13 Integrated Management System PT IP II.3. Strategi People System Dalam penyiapan sumber daya manusia pengelolaan Jasa O&M, PT IP mengembangkan program percepatan kompetensi. Program percepatan kompetensi dilaksanakan melalui Training Refreshment Simulator untuk operator, Training Refreshment Overhaul untuk teknisi pemeliharaan, serta sharing O&M collaboration dengan pabrikan untuk kaderisasi expertise. Gambar 14. Simulator PLTU Boiler Supercritical 22

Layanan SoLuSi EnErgi BISNIS JASA O&M the Power of Beyond kwh Saat ini, PT IP mempunyai tenaga pengajar simulator yang berpengalaman dan fasilitas Simulator untuk pelatihan operator, antara lain: 1. Simulator PLTU Supercritical 600 MW di Adipala 2. Simulator PLTU Subcritical kelas 400 MW di Pandean Lamper 3. Simulator PLTU Subcritical kelas 300 MW di Lontar 4. Simulator PLTU Subcritical 200 MW di Pangkalan Susu 5. Simulator PLTU CFB dan Stocker di Cogindo, Jakarta Fasilitas ini digunakan untuk melatih knowledge dan skill operator dengan berbagai variasi gangguan sehingga operator terlatih untuk menghadapi berbagai macam situasi. Lalu, untuk mempersiapkan teknisi, dilaksanakan Refreshment Training Overhaul pada saat seminggu sebelum overhaul. Pelatihan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kapabilitas teknisi sekaligus persiapan pembagian pekerjaan di site. II.4. Maintenance 5 ON Maintenance 5 ON merupakan program peningkatan kualitas overhaul yang telah diimplementasikan di PT IP. Maintenance 5 ON terdiri dari On Safety, On Scope, On Time, On Quality, dan On Cost. Gambar 15. Maintenance 5 ON 23

BISNIS JASA O&M Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh Kapabilitas insan PT IP telah terbukti mampu melaksanakan overhaul berbagai jenis pembangkit Jasa O&M. Di antaranya, semua jenis PLTU (Pulverized Coal, CFB, Stocker), semua jenis PLTG/PLTGU, serta semua jenis PLTP dan PLTA. Khusus untuk perbaikan rotor generator, PT IP telah memiliki pengalaman dalam menangani lebih dari 35 generator pembangkit listrik dari berbagai pabrikan. Gambar 16. Repair dan Pengujian Generator II.5. Assesment Pembangkit Asesmen pembangkit sangat perlu dilakukan sebelum melaksanakan Asset Management Contract. Asesmen meliputi: 1. Identifikasi kebutuhan Struktur Organisasi (STO), kebutuhan kompetensi dan jumlah SDM, serta proses bisnis yang akan dijalankan. 2. Evaluasi kondisi peralatan terkini dan potensi terjadinya hidden failure di setiap bidang, yaitu mekanik, elektrik, control instrument, dan kimia. 3. Mendata dan mengevaluasi kesiapan Tools dan Special Tools. 4. Mendata dan mengevaluasi kondisi Mandatory Parts dan Critical Parts. 5. Mendata potensi masalah (TOP 10) yang ada saat ini untuk setiap bidang (mekanik, listrik, C&I) Untuk melaksanakan asesmen peralatan pembangkit utama, PT IP telah mempunyai tenaga-tenaga ahli (experts) yang berpengalaman serta tools yang lengkap. Asesmen peralatan utama mencakup: 1. Asesmen Boiler dan Boiler HRSG Management 2. Asesmen Turbin 3. Asesmen Generator 24

Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh 4. Asesmen Trafo 5. Asesmen Field Instrument, PLC, dan DCS Gambar 17. Report Assesment Boiler dan Assesment Kesiapan AMC BISNIS JASA O&M II.6. Improvement, Upgrade, dan Roll in-Roll out Pemetaan yang dilakukan selama asesmen menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk dilakukan improvement yang meliputi upgrade peralatan. Kemudian, peralatan yang telah di-upgrade secara bertahap disiapkan untuk roll in-roll out secara konsisten sehingga seluruh peralatan dapat beroperasi aman, andal, dan efisien. Gambar 18. Upgrade dan RIRO Peralatan Pembangkit 25

BISNIS JASA O&M Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh II.7. Pembudayaan dan Peningkatan Manajemen Efisiensi (PPME) Sebagai upaya peningkatan efisiensi pembangkit, PT IP telah mempunyai Program Pembudayaan dan Peningkatan Manajemen Efisiensi (PPME). Implementasi PPME memerlukan kolaborasi dari unsur operasi, pemeliharaan, engineering, dan energi primer. Gambar 19. Siklus PPME II.8. Manajemen Energi Primer yang Ekselen Pengelolaan energi primer yang ekselen merupakan salah satu program unggulan dalam Jasa O&M, terutama di PLTU Batubara. Gambar 20. Penataan Stok Batubara sebagai salah satu Pengelolaan EP Ekselen 26

Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh II.9. Safety, Clean, & Green Sebagai salah satu improvement dalam implementasi TOMC, khususnya pada program K3L di PLTU Lontar, adalah improvement sarana infrastruktur pembangkit, seperti coating lantai di area bunker, coal feeder, dan ground floor; pendirian safety center; perbaikan pedestrian; serta perbaikan control room. BISNIS JASA O&M Gambar 21. Program Clean and Green Pembangkit Jasa O&M 27

BISNIS JASA O&M Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh III. PENgEMBANgAN BISNIS JASA O&M Dalam waktu mendatang, terdapat beberapa pembangkit yang berpotensi untuk dikelola O&M-nya oleh PT IP. Pembangkit-pembangkit tersebut tersebar di beberapa pulau di Indonesia, antara lain: 1. PLTU Pangkalan Susu Unit 3 & 4 (2x200 MW), Sumatra Utara 2. PLTU Jungkat (2x50 MW), Kalimantan Barat 3. PLTU Tanjung Kura-Kura (2x27,5 MW), Kalimantan Barat 4. PLTU Kalbar-1 (2x100 MW), Kalimantan Barat 5. PLTU Barru 2 (1x100 MW), Sulawesi Selatan Gambar 22. Perkembangan Bisnis Jasa O&M Untuk mendukung Program Beyond kWh, PT IP khususnya di bidang pengelolaan Jasa O&M, tidak hanya berfokus pada aset-aset pembangkit milik PT PLN (Persero). Akan tetapi, mulai melebarkan sayap bisnisnya melalui kerja sama dengan pembangkit-pembangkit di luar PLN Group. Kerja sama mencakup berbagai bidang, baik dari segi pengelolaan Jasa O&M, asesmen pembangkit, penyediaan tenaga expertise, pengembangan personel, serta program sertifikasi kompetensi pengoperasian pembangkit. Inilah yang akan menjadi potensi bisnis baru bagi PT IP ke depannya, seperti dijelaskan gambar berikut: 28

Layanan SoLuSi EnErgi BISNIS JASA O&M the Power of Beyond kwh Gambar 23. Potensi Pengembangan Bisnis Jasa O&M 29

OPERATIONAL DEVELOPMENT PROGRAM

SURALAYA PGU

OPERATIONAL DEVELOPMENT PROGRAM Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh OPERATIONAL DEVELOPMENT PROGRAM Operational Development Program (ODP) adalah program yang dapat disediakan oleh PT Indonesia Power (PT IP) untuk menyiapkan SDM yang andal dan kompeten serta siap mengoperasikan dan memelihara pembangkit di lokasi kerjanya. Program ini dapat meliputi proses yang terintegrasi, mulai dari proses rekrutmen hingga proses sertifikasi kompetensi sesuai ketentuan perundang- undangan. Program penyiapan SDM yang ditawarkan oleh PT IP ini memiliki keunggulan sebagai berikut. 1. Pelaksanaan program dikelola oleh SDM berkompeten dan berpengalaman dalam pengelolaan pendidikan dan pelatihan SDM pembangkit. 2. Instruktur dan Mentor yang berpengalaman dalam Operation & Maintenance (O&M) pembangkit. 3. Simulator pembangkit sebagai salah satu sarana pembelajaran operator pembangkit. 4. On The Job Training (OJT) di pembangkit-pembangkit PT IP sehingga para peserta dapat terlibat secara langsung dalam kegiatan operasi dan pemeliharaan harian. 5. Kesempatan untuk mendapatkan Sertifikasi Kompetensi sesuai ketentuan dalam UU No. 30 Tahun 2009. 32

Layanan SoLuSi EnErgi OPERATIONAL DEVELOPMENT PROGRAM the Power of Beyond kwh Adapun paket programnya dapat terdiri atas. 1. Rekrutmen, yaitu program yang bertujuan mendapatkan calon karyawan sesuai klasifikasi yang ditentukan, baik untuk kategori Fresh Graduate maupun Profesional. 2. In Class Training (ICT), yaitu program untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dasar Pengoperasian dan Pemeliharaan Pembangkit, dengan modul materi terintegrasi dan best practice dilaksanakan di PT IP. a. K3 dalam O&M Pembangkit. b. Teori Dasar Pembangkit, antara lain Termodinamika, Siklus Termodinamika dalam Mesin Pembangkit, danTeknologi Pembangkit. c. Kimia Terapan pada Proses Pembangkitan. d. Pengoperasian Pembangkit (PLTU/PLTG/PLTGU/PLTA/PLTMG). e. Teori Dasar Kelistrikan. f. Teori Dasar Instrumen & Kontrol. g. Teori Pemeliharaan Pembangkit. h. Teori Pengelolaan Pembangkit Best Practice (Manajemen Aset), termasuk Pengenalan Maximo. i. Pembelajaran menggunakan Simulator Pembangkit Metode pembelajaran yang diterapkan pada program ini digambarkan sebagai berikut: Gambar 1. Metode Pembelajaran ICT 33

OPERATIONAL DEVELOPMENT PROGRAM Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh Program ini menggunakan LMS IP Academy sebagai sarana pembelajaran. Dengan LMS, peserta dapat mengakses materi, melaksanakan pengerjaan pre & post-test, mengunggah pre-work, diskusi kolaboratif, belajar mandiri, dan absensi kehadiran setiap harinya. LMS sudah terintegrasi dengan sistem informasi di PT IP sehingga membantu kemudahan pelayanan dan optimalisasi proses pembelajaran. Program ICT melibatkan instruktur dan mentor yang berasal dari pegawai PT IP, yang ahli dan berpengalaman dalam pengelolaan pembangkit, baik di bidang operasi, pemeliharaan, maupun enjiniring. 3. On the Job Training (OJT), yaitu program magang atau kerja praktik di pembangkit-pembangkit yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IP. Melalui program kerja praktik ini, peserta dapat secara langsung mempraktikkan teori yang diperolehnya dalam kelas. Pada program ini, peserta dipandu oleh mentor-mentor yang berpengalaman sehingga aspek knowledge dan skill peserta dapat terbangun dan terasah. Salah satu tujuan dari OJTadalah peserta dapat memperoleh kesempatan untuk mengikuti Uji Sertifikasi Kompetensi sesuai ketentuan dalam UU No.30 Tahun 2009, yaitu dengan tingkat keberhasilan yang baik sesuai proyeksi penempatannya. 4. Sertifikasi, yaitu program lanjutan dari On the Job Training. Setelah mengikuti OJT, peserta dapat mengikuti Uji Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Pembangkitan (SKKTK). Dengan mengantongi sertifikat kompetensi, peserta dinilai kompeten dan dalam kondisi siap bekerja di pembangkit. Operator Development Program bersama PT IP dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan kuantitas dan kualitas SDM O&M di pembangkit listrik. 34



KEMBANGKAN DAN KELOLA PEMBANGKIT EBT

SEMARANG PGU

OPERATIONAL DEVELOPMENT PROGRAM Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh keMBangkan dan keLoLa PeMBangkit eBt I. tArgEt BAurAN ENErgI NASIONAL Dalam Protokol Paris 2015, dunia internasional sepakat untuk menurunkan tingkat emisi karbon sebagai upaya menurunkan suhu global. Kesepakatan ini diejawantahkan oleh setiap negara, tak terkecuali Indonesia, melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), peningkatan efisiensi energi, deforestisasi, serta elektrifikasi yang bersumber pada energi nonfosil. Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Indonesia pun mengatur pengelolaan EBT dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Pemerintah menargetkan porsi EBT sebesar 23% dalam bauran energi primer nasional pada 2025 mendatang. Guna menjawab tantangan tersebut, PLN Group menjadikan EBT sebagai salah satu prioritas dalam penyediaan energi listrik nasional. Sebagai entitas kelistrikan nasional yang menjadi bagian dari PLN Group, PT Indonesia Power (PT IP) pun kian giat mengembangkan pembangkit listrik EBT. Bukan hanya mengembangkan, PT IP bahkan telah menetapkan pengelolaan EBT sebagai second curve of bussiness-nya. Selain keunggulan EBT sebagai energi alami yang tidak akan pernah habis, penetapan tersebut juga dilatarbelakangi keberpihakan dunia internasional pada renewable energy sehingga mendorong para investor asing untuk lebih berpihak pada pengembangan energi bersih ini. 38

Layanan SoLuSi EnErgi OPERATIONAL DEVELOPMENT PROGRAM the Power of Beyond kwh Sejak 2017, langkah menuju second curve of bussiness pun telah dimulai PT IP. Salah satunya dengan menata ulang atas bisnis dan peran anak perusahaan (alignment & parenting strategy) serta keselarasan dengan PLN Group. Hal tersebut ditandai dengan mendirikan anak perusahaan yang bergerak di bidang EBT, yaitu PT Indo Tenaga Hijau (ITH). Kehadiran ITH diharapkan dapat menjadi ujung tombak sekaligus kian mengukuhkan langkah PT IP dalam pengembangan dan pengelolaan EBT. Gambar 1. Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) II. PrOfIL ItH Kehadiran ITH tak terlepas dari keberadaan PT Tangkuban Parahu Geothermal Power (TPGP), anak usaha PT IP yang didirikan pada 1 Oktober 2009. TPGP didirikan untuk melaksanakan pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Tangkuban Parahu, Jawa Barat. TPGP memiliki Izin Panas Bumi (IPB) di Wilayah Kerja Panas Bumi Gunung Tangkuban Parahu, di mana akan dibangun PLTP. TPGP berganti nama menjadi PT Indo Tenaga Hijau (ITH) pada 2017. Pada 2018, dilakukan penunjukkan langsung kepada ITH sebagai counterpart konsultan untuk prastudi kelayakan WKP Tangkuban Parahu. 39

OPERATIONAL DEVELOPMENT PROGRAM Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh Peralihan nama TPGP menjadi ITH diiringi dengan penambahan dan pengembangan bidang usaha yang akan dilaksanakan ITH. Adapun cakupan bidang usaha ITH adalah sebagai berikut: 1. Pengusahaan Energi Baru dan/atau Terbarukan termasuk dan tidak terbatas pada bidang: • Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), • Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), • Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro/Mikrohidro (PLTM/PLTMH), • Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), • Pembangkit Listrik Tenaga Gasifikasi Batubara (PLTGB), • Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm), • Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg), • Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Kota (PLTSa), • Pembangkit Listrik Tenaga Bahan Bakar Nabati, • Pembangkit Listrik Tenaga Gerakan dan Perbedaan Suhu Lapisan Laut (PLTA Laut), dan atau • Pembangkit Listrik Energi Baru dan/atau Energi Terbarukan lainnya. 2. Jasa Penunjang Ketenagalistrikan lainnya. 3. Perdagangan barang dan jasa yang berhubungan dengan ketenagalistrikan berbasis energi baru dan/atau terbarukan. Dalam hal ini, penugasan ITH untuk mengembangkan EBT, dimulai dengan: 1. Penugasan investasi PLTB Sidrap I & II. 2. Pengembangan PLTB, PLTS, dan BESS di 5 lokasi, yakni Banyuwangi, Nusa Penida, Sumba, Sukabumi, dan Lombok/Sumbawa. 3. Studi potensi dan kelayakan pengembangan EBT di wilayah kerja PTPN IX. III. WkP tANgkuBAN PArAHu Selama kurun 2009—2016, ITH yang awalnya bernama TPGP telah melaksanakan pengembangan WKP Tangkuban Parahu. Mulai dari studi- studi geosains, UKL-UPL, studi Jaringan Transmisi 150 kV, sampai dengan pengeboran 1 (satu) sumur eksplorasi/penelitan panas bumi. 40

Layanan SoLuSi EnErgi OPERATIONAL DEVELOPMENT PROGRAM the Power of Beyond kwh Pada 201, Izin Panas Bumi (IPB) WKP Tangkuban Parahu dikembalikan kepada Pemerintah karena masa eksplorasi telah berakhir. Kemudian, IPB tersebut diberikan penugasan kepada PT PLN (Persero) pada 2017, di mana ITH mendapat penugasan untuk tetap melakukan pengembangan WKP Tangkuban Parahu tersebut, mendampingi PT PLN (Persero). Pada 2018, ITH juga diminta untuk melakukan instalasi peralatan perekaman kegempaan di WKP-WKP milik PT PLN (Persero), seperti WKP Tangkuban Parahu, Jawa Barat; WKP Songa-Wayaua, Maluku; dan WKP Atadei, NTT. Penugasan tersebut dikarenakan ITH memiliki peralatan perekaman kegempaan mikro (Micro Earthquake/MEQ) sebanyak 14 (empat belas) buah. Kemudian, ITH ditugaskan pula untuk melakukan pendampingan teknis kegiatan Pre-FS WKP Tangkuban Parahu. Gambar 2. Potensi panas bumi di Tangkuban Parahu 41

Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh OPERATIONAL DEVELOPMENT PROGRAM Gambar 3. Gambar 4. Gambar 5. Instalasi peralatan perekaman kegempaan 42

Layanan SoLuSi EnErgi OPERATIONAL DEVELOPMENT PROGRAM the Power of Beyond kwh IV. PLtS SEBAgAI SuBStItuSI PS uNIt PEMBANgkIt Pt IP Tujuan pengembangan PLTS Atap di unit existing PT IP adalah: • Perkuatan portofolio perusahaan di bidang EBT. • Peningkatan SDM di lingkungan PT IP. • Penguasaan teknologi pembangkitan dan pola operasionalnya. • Penguasaan proses pengembangan pembangkitan dan penguasaan market EBT di Indonesia. Mengapa ItH? • ITH adalah sebagai bentuk fokus PT IP terhadap pengembangan renewable energy, seperti yang tertuang dalam AD/ART PT ITH. • Di era sekarang, penguasaan perusahaan atas bidang EBT adalah sebuah keharusan demi menghadapi perubahan yang besar terhadap bisnis pembangkitan dan kelistrikan. • Dalam rangka peningkatan portofolio perusahaan (ITH)—yang notabene adalah perusahaan yang baru terbentuk, bisnis rooftop di lingkungan PT IP menjadi langkah cepat dan relatif mudah guna mengejar ketertinggalan terhadap bisnis renewable energy yang telah berkembang saat ini. V. PLtS AtAP BALI Pgu 226 kWP Untuk merealisasikan tujuan perusahaan di bidang EBT, ITH menandatangani kontrak dengan PT IP untuk pekerjaan sewa beli PLTS Rooftop di Unit Pembangkitan (UP) Bali atau yang sekarang disebut Bali PGU (Power Generation Unit). Perusahaan memulai pekerjaan EPC PLTS Rooftop 226 kWp di area Pemaron dan Pesanggaran dengan tahap dan urutan sebagai berikut. 1. Asesmen Potensi, terdiri dari tiga kriteria, yaitu potensi radiasi GPS setempat, ketersediaan dan kelayakan atap, dan ketersediaan demand beban di PLTD setempat. 2. Perencanaan (Engineering): standard IEC, TUV, Tier 1 Bloomberg, untuk panel PV dan IEC & IEEE untuk inverter dan BOP. 43

OPERATIONAL DEVELOPMENT PROGRAM Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh 3. Pelaksanaan dan Pengawasan Konstruksi sampai dengan COD (Commercial Operation Date). 4. Operasi dan Pemeliharaan (O&M): untuk kegiatan O&M, ITH sudah menyusun Asset Management yang meliputi: Aset Register, FMEA, Job Plant dan Maintenance Strategy 52 week. Keseluruhan tahap pekerjaan diselesaikan dengan energize pada akhir 2019 dan resmi COD pada 10 Januari 2020 Gambar 6. PLTS Atap PLTG Pesanggaran dan PLTG Pemaron di Bali PGU 44

Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh Langsir PV Modul Instal inverter OPERATIONAL DEVELOPMENT PROGRAM Pengukuran temperatur modul di siang hari Langsir PV Modul Marking dan pemasangan bracket serta rail Pemasangan PV Modul di Atap PLTG Pemaron dan Gedung Admin di Pesanggaran Gambar 7. Proses Konstruksi 45

OPERATIONAL DEVELOPMENT PROGRAM Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh VI. PLtS BALI EXt, grAtI, SEMArANg Dasar Penugasan PLTS Atap & land-based Tahap-II merupakan kelanjutan dari PLTS tahap pertama di PT IP Bali PGU. kajian dan Evaluasi Potensi Awal ITH melakukan kajian awal terhadap potensi-potensi pengembangan PLTS Atap dan land-based di lingkungan unit pembangkit PT IP. Kemudian, ditentukan unit yang feasible untuk dipasang PLTS Atap. Adapun ketiga unit yang memiliki potensi pembangkitan PLTS Atap adalah sebagai berikut. 1. Bali Pgu Potensi pembangkitan PTLS Atap Bali PGU berada di atap gedung-gedung PLTDG Pesanggaran dengan total kapasitas sekitar 426.96 kWp. Gambar 8. Lokasi PLTDG Pesanggaran dengan PLTS Atap 46

Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh Gambar 9. PLTS berada di atas gedung-gedung PLTDG Pesanggaran OPERATIONAL DEVELOPMENT PROGRAM 2. Semarang Pgu Kajian potensi pembangkitan di Semarang PGU dibagi menjadi dua, yaitu Roof-based dan Land-based. Dari kajian terhadap PLTS Roof-based, didapatkan potensi sebesar 728.90 kWp. Sedangkan, untuk Land-based (floating), potensinya sebesar 330 kWp. Gambar 10. Lokasi Semarang PGU 47

Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh OPERATIONAL DEVELOPMENT PROGRAM Gambar 11. Kajian Potensi PLTS Roof-based dan Land-based 3. grati POMu Potensi pembangkitan di Grati POMU (Power Generation and O&M Services Unit) terbagi menjadi dua, yaitu Roof-based dan Land-Based. Gambar 12. Potensi PLTS roof-based dan land-based di Grati POMU 48

Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh Dari ketiga lokasi unit pembangkit, perkiraan kapasitas awal sebesar 6700 kWp. Namun, setelah dilakukan kajian dan evaluasi secara detail, diperoleh total kapasitas pembangkit sebesar 4377.46 kWp, seperti yang tercatat pada tabel di bawah ini. No unit PLtS kapasitas (kWp) 1 Bali 426.96 2 Semarang_Roof Based 728.9 OPERATIONAL DEVELOPMENT PROGRAM 3 Semarang_Floating 330 4 Grati_Roof Based 227.6 5 Grati_Landed Based 2664 total kapasitas 4377.46 49

OPERATIONAL DEVELOPMENT PROGRAM Layanan SoLuSi EnErgi the Power of Beyond kwh VII. rENCANA PENgEMBANgAN PLtB BANYuWANgI, JAWA tIMur Potensi angin di Jawa Timur terdapat di Pantai Utara Probolinggo dengan kecepatan angin rata-rata 6,25—6,75 m/s. Sedangkan di Banyuwangi, terdapat potensi angin yang besar dengan kecepatan angin rata-rata 6,25—8,5 m/s. Gambar 13. Potensi angin di Banyuwangi Gambar 14. Rencana penempatan Met Mast Tower di Banyuwangi 50


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook