Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore PENTIGRAF KELAS XII TEDUHAN TAK KASAT MATA

PENTIGRAF KELAS XII TEDUHAN TAK KASAT MATA

Published by Fani Yohan, 2023-08-04 02:26:20

Description: PENTIGRAF KELAS XII TEDUHAN TAK KASAT MATA

Search

Read the Text Version

["AKHIR KISAH Marble Ganriella Malam yang indah penuh dengan lampu malam yang berkilau. Suasana ini terasa menyenangkan dan aku tersenyum lagi untuk sekian kalinya. Aroma ini, aroma yang sangat kurindukan tiap malamnya. Dia mengajakku jalan untuk menikmati angin malam. Tiba-tiba ia menghadap kepadaku dan menggenggam kedua tanganku, \\\"Apakah kau mencintaiku?\\\" tanyanya dengan tatapan serius. \\\"Tentu saja\\\", jawabku tanpa basa basi. Sontak ia memelukku. Pelukannya sangat tulus dan hangat. Aku tidak akan pernah melepaskan pelukan ini. Dan sekali lagi aku tersenyum bahagia.\\\"Maafkan aku\\\" bisiknya. Ia memegang wajahku dan menatapku dengan tatapan yang hangat. Aku membuka mataku perlahan dan kutatap langit-langit ruangan yang terasa sedikit asing itu. Aku tidak bisa menggerakkan tubuhku, tubuhku terasa sakit dan sangat lemah. Tittttttt.......... Aku melihat banyak orang menggunakan baju putih lalu lalang dan terdengar banyak tangisan dan teriakan di sekitarku. Aku mencoba meraba apa yang sedang terjadi, dan kudapati seorang lelaki berlumuran darah di ranjang putih itu. Tanpa kusadari air mataku sudah berlinang begitu hebatnya.","HARI TERAKHIR Mely Angellina W Kutatap dari kejauhan, ketika kain putih menutupi dirinya. Hatiku sangat hancur seperti tersambar petir. Seperti ini rasanya hatiku saat ini, seperti mimpi yang tidak pernah sedikit pun terbayangkan olehku. Mulut tidak bisa berkata apa pun, hanya terdiam dan tidak tahu apa yang harus kulakukan. Tidak lama kemudian, diriku seperti halnya awan yang tertiup angin, mengikuti apapun yang diperintahkan oleh orang berbaju putih berhati mulia yang telah memberkati akhir hidup sahabatku ini. Baru kemarin aku bahagia bersamanya. Pertama kali ia mengajakku pergi ke tempat wisata permainan seru yang menegangkan, meminta ijin membawaku kesana di hadapan orang tuaku, Ia sangat pemberani, memaksakan mendapat izin di hari terakhirnya itu. Ia sangat pemberani seperti tokoh R.A Kartini. Fika adalah sahabat baikku dari aku masih memasuki awal masa remaja. Aku pulang kembali ke rumah diliputi rasa hancur. Banyak tatapan mata yang berkaca-kaca dan marah pada saat mereka melihatku. Aku memaksakan Fika untuk menaiki roller coaster yang menegangkan. Ya, pada saat menaiki wahana itu, jantungnya berdebar begitu keras, hingga aku lupa bahwa ia menderita penyakit jantung turunan dari ia masih SMP. Akulah pembawa sial bagi dirinya, sama halnya seperti roh pencabut nyawa Fika, perempuan yang sangat baik dan berhati lembut.","PERPISAHAN TAK TERDUGA Michelle Patricia T. Musim semi telah tiba, aku berjalan selangkah demi selangkah sambil menikmati pemandangan yang sangat indah sambil menunggu seseorang. Tiba-tiba terdengar suara laki-laki dengan langkah kaki dari belakangku. Aku segera berbalik dan pria itu pun langsung memelukku dengan erat lalu berbisik di telingaku \u201cAku sangat merindukanmu\u201d. Jujur saja sekarang aku begitu senang karena bertemu dengannya setelah hampir 2 minggu berpisah \u201cAku juga merindukanmu\u201d jawab ku sambil mengelus kepalanya. Orang-orang melihat kearah kami dengan tatapan yang aneh, mungkin karena kegembiraan kami karena bertemu. Tiba-tiba dia berkata dia ingin pergi \u201cAku mau pergi, kamu jangan sedih ya.\u201d Ku pikir dia pergi membeli cemilan jadi kubiarkan dia pergi, namun aku masih bingung dengan maksud perkataannya \u201cJangan sedih.\u201d Tiba-tiba saja perasaanku menjadi tidak enak, namun aku berusaha untuk berpikir positif. Setelah menunggu sekitar setengah jam, dia belum kembali. Aku pun menjadi agak panik dan menelponnya namun nomornya tidak aktif. Aku mendapat telepon dari keluargaku, sekitar setengah jam setelah kejadian ini. Kata ibuku bahwa Adit, calon suamiku, telah ditemukan meninggal dunia di apartemennya. Dalam kebingunganku, aku hanya bisa berkata, \u201cLantas\u2026.?\u201d","PERBUATAN TAK TERDUGA Nathania Jayanti Saputra Deny merupakan orang yang sangat ceria dan selalu bersemangat bahkan sangatlah jarang membuat masalah di sekolah. Di sekolah ia selalu riang gembira dan mengikuti pelajaran dengan rasa senang. Suatu hari di sekolah ia menghampiri teman-temannya dan berkata kepada mereka untuk meminjamkan dirinya sejumlah uang karena ia membutuhkannya untuk dirinya dan sang kekasih. Teman- temanya tidak memiliki uang sebanyak yang Deny minta. Setelah waktu pulang tiba, Deny langsung bergegas untuk pulang ke rumah. Sampainya di rumah ia berusaha meminta uang kepada ibunya. Bukannya ibunya memberikan uang, malah terjadi perdebatan terjadi di antara mereka berdua. Keesokan paginya Deny bergegas ke sekolah tetapi dengan muka yang murung dan seperti ketakutan. Semua anak penasaran apa yang terjadi padanya, tetapi semua masih tidak mengerti apa masalahnya. Pukul 10.00 tiba- tiba terdapat petugas polisi yang datang ke sekolah Deny. Deny pun ditangkap oleh polisi dengan tuduhan pembunuhan kepada ibunya dengan dua belas luka tusuk di perut. Tidak hanya guru, tetapi semua murid di kelas terkejut. Lalu Deni ditarik serta kedua tangannya diborgol dan dibawa masuk ke dalam mobil polisi.","KEBAHAGIAAN SESAAT Nathania Jayanti Saputra Di sore hari, di depan teras rumah duduk sendirian dan termenung menunggu kedatangan kedua orang tuaku untuk pulang kerja. Orang tuaku merupakan seorang pegawai perusahaan ternama. Mereka lebih mementingkan uang untuk mencukupi kehidupan, daripada berusaha menjalin keluarga dengan penuh cinta. Bahkan di sekolah akupun tidak memiliki teman dekat dan selalu melakukan semuanya sendiri. Hingga suatu hari, saat pulang dari sekolah, aku berhenti sejenak di sebuah rumah kosong. Tak ku sangka ternyata juga ada orang yang duduk di sebelah kananku. Kami pun berbicara seperti teman dekat yang sudah lama kenal. Akhirnya hari demi hari aku selalu menghabiskan waktuku bersamanya. Hatiku merasa lega dan bahagia, walaupun orang yang sering melewati rumah kosong ini merasa aneh seakan-akan aku hanya berbicara sendiri, tetapi aku tidak memperdulikan itu. Suatu hari satu hari sebelum ulang tahunku, aku mengetahui bahwa teman baruku bukanlah seorang manusia melainkan seorang makhluk halus penghuni rumah kosong itu. Diriku seakan terkejut mendengar pernyataan itu. Langkah demi langkah dia mendekatiku dan melakukan sesuatu kepadaku. Aku tak sadarkan diri dan begitu sadar aku seperti sudah di alam lain dengan orang tuaku yang menangis di hadapanku dengan meminta maaf telah membuatku menjadi seperti itu.","PAYUNG YANG TERLALU RENDAH Olivia Simonsam Saat itu sedang hujan. Suasana cukup menakutkan karena hujan yang turun dengan deras diserta langit yang sangat gelap dan kondisi jalan yang sepi. Aku sedang berada di sisi jalan saat ingin menyeberang. Saat itu aku sedang bersama temanku. Kami menunggu lampu lalu lintas untuk pejalan kaki berubah menjadi bewarna hijau sehingga kami bisa menyeberang dan melanjutkan perjananan kami. Selain kami ada seseorang di sebelahku yang juga sedang menunggu untuk menyeberang. Saat ku amati ada yang aneh yaitu ia menggunakan payung terlalu dekat dengan kepalanya. Ternyata ia tidak memiliki kepala. Aku menoleh ke temanku dan menyampaikan apa yang baru saja aku lihat. Saat itu juga lampu merah telah berubah menjadi hijau dan orang yang tidak seperti orang itu sudah menyeberang meninggalkan diriku yang masih bergidik ketakutan saat bercerita dengan temanku sambil mengingat yang baru saja aku lihat.","PAMAN DEPAN RUMAH Pricillia Yohana D. Akhir-akhir ini aku kerap terbangun tengah malam karena suara sirine mobil polisi di rumah depan yang sedang menginvestigasi hilangnya paman depan rumah. Lebih tepatnya pada hari Senin dua minggu yang lalu paman depan rumah dinyatakan positif menghilang tanpa jejak, hingga seminggu kemudian ditemukan potongan jari manusia di pekarangan rumahnya. Polisi pun langsung menindaklanjuti dengan memperketat investigasi karena bisa saja ini kasus pembunuhan. Tak jarang warga mengeluh karena polisi terus-menerus menginterogasi warga sekitar mengenai keberadaan paman depan rumah. Sesungguhnya, beliau adalah pria paruh baya berumur kurang lebih 48 tahun yang hidup sendiri, ditinggalkan oleh istri beserta putranya. Tetapi aku sendiri tidak menyalahkan istrinya yang meninggalkan paman depan rumah. Orang itu pengangguran, pecandu alkohol dan suka memaki warga sekitar. Tidak hanya itu, ia juga sangat angkuh dan suka memukuli istri dan putranya ketika sedang mabuk ataupun merasa kesal. Aku menyesap tehku perlahan sembari menatap ke jendela luar. Rumah paman yang gelap dan dipenuhi oleh garis kuning serta beberapa polisi yang berjaga di sekitar itu. Terkadang aku berpikir untuk apa mereka bersusah payah memecahkan kasus seorang sampah masyarakat, lagipula mereka tidak akan menemukan buktinya. Aku tersenyum memandang kebodohan petugas dan detektif yang rela berjaga tengah malam tanpa istirahat itu. \u201cKurasa tidak ada hal positif yang bisa didapat dari paman depan rumah bahkan sampai mati pun tetap merepotkan orang lain, tetapi setidaknya dia memiliki daging yang lezat dan banyak untuk kumasak hihi\u2026.\u201d, gumamku.","BOKAP NYOKAP Raphael Airlangga A.D.P. Aku terlahir saat matahari sudah terbenam. Seorang adik yang memiliki kakak luar biasa semasa hidup. Sebuah beban bagi keluarga. Murah senyum, pendiam, suka menyendiri dan pecandu game. Aku tetap senang meskipun menjadi diriku yang seperti ini, karena keluargaku yang bagaikan Troposfer, Statosfer, Mesosfer, Termosfer, Lonosfer, dan Eksosfer \u201cberharga tapi tak ternilai\u201d. Setiap sore menjelang malam, aku selalu bermain bersama Ayah dan Ibuku. Merekalah yang dapat menemaniku di kala kesepian. Hingga tiba di ujung malam, kakakku yang pulang selepas bekerja mencari uang di tengah kota. Seketika marah melihatku bermain dengan kedua Ayah dan Ibu. Aku langsung disuruhnya tidur karena waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Keesokan harinya, aku diajak keluar untuk menuju ke suatu tempat. Sampailah kami di tempat yang cukup sepi, dan banyak sekali gundukkan tanah berbentuk persegi panjang yang dilapisi dengan keramik. Kakakku meneteskan air mata dengan mengatakan \u201cAyah dan Ibumu sudah tenang di alam sana Dik.\u201d Ternyata kakak melihatku bermain dan berbicara sendiri saat itu.","BERTEMU SEORANG DEWI Sebastianus Dimas Anjangasmara Hari itu begitu cerah. Aku bertemu dengan seseorang yang sangat menawan dan sungguh sangat memikat. Aku begitu terkejut hingga tak sepatah katapun keluar dari mulutku. Aku sangat senang tidak menyangka bisa bertemu dengan seseorang yang memesona seperti dirinya. Aku merasa bertemu seorang Dewi. Dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga aku mulai memberanikan diri untuk menyapanya dan mengajaknya bercengkrama bersama. Ku mulai sebuah percakapan dengan memperkenalkan diri. Semakin lama perbincangan kami semakin asyik. Kami saling mengungkapkan pengalaman hidup kami masing-masing. Sungguh, sebuah pengalaman yang sangat berharga dalam hidupku. Saat kami sedang asyik berbincang, tiba-tiba terdengar suara sangat keras \u201cTrang trang\u201d. Serontak aku pun terkejut dan melompat. Ketika ku buka mataku, ternyata aku berada di atas kasur di dalam kamarku. Dan suara yang mengagetkanku tersebut ternyata suara gitarku yang terjatuh.","KOSTUM Steven Hariyadi Suatu maghrib, aku dan teman-teman sedang mengopi bersama di halaman rumah. Tiba-tiba timbul suara-suara aneh dari dalam rumah. Aku memeriksanya dan tidak ada apa-apa di dalam rumah. Kemudian aku dan teman-teman mengobrolkan tentang hantu Di sini teman ku menjelaskan bahwa hantu itu tidak ada dan perwujudannya hanya berasal dari cerminan rasa takut masyarakat dengan budaya tertentu. Dan setelah ia mengatakan hal tersebut ada sosok kuntilanak yang muncul di depan pintu sambil mengintip. Kami pun sontak terkejut dan panik. Hantu itu tersebut berkata sambil membuka topengnya \u201cBagaimana cosplay ku, oke nggak?\u201d, Aku dan teman-temanku langsung lemas tapi lega.","TAK PERNAH TAHU Vanessa Audrey S. Sekali lagi aku terbangun, di tempat yang sama, suasana yang sama, bahkan harum yang sama. Aku melihat kesebelas teman yang sudah kuanggap saudara sendiri berada satu atap denganku. Kami selalu melakukan hal-hal yang menyenangkan serta berlatih bersama dalam suatu ruangan yang luas, berlantai kayu yang terukir halus. Kerja keras selalu mengiringi setiap langkah latihan kami di ruangan itu. Keringat bercucuran dan suhu badanku mulai meningkat, rasa puas dan bangga kurasakan, bahkan terlihat pula di raut wajah kesebelas temanku lainnya. Waktu menunjukkan pukul 13.25. Siang ini merupakan saat terpenting bagiku dan yang lainnya. Kami semua bergegas segera setelah bersiap-siap. \u201cCiiiiiittttt\u2026!\u201d bunyi roda kendaraan yang menjemput kami sudah tiba. Aku dan kesebelas temanku menaiki kendaraan tersebut. Akhirnya sampailah aku dan yang lainnya di tempat gedung yang mencakar langit dan bagaikan fantasi dalam mimpiku. Gedung impian yang selama ini aku impikan bahkan untuk memasukinya rasanya mustahil. Akulah yang pertama menginjakkan kaki saat pintu kaca gedung itu terbuka sendirinya. Seketika pandanganku tak berhenti memandang sekeliling dan luapan perasaan kagum tertegun di wajahku. Seketika semua itu hilang saat seseorang bertopi hitam memanggil \u201cHeyy... Kaliann!!!\u201d dengan cepat pandanganku teralihkan dan mulai berjalan mengikuti orang yang bertopi hitam itu.Setelah berjalan melewati pintu-pintu, sampailah kami semua di sebuah ruangan yang memiliki banyak lampu yang menyoroti ruangan itu dari berbagai sudut. Aku hanya bisa memandangnya dari belakang ruangan itu, karena bukan saatnya aku melangkah kesana. Sorepun tiba tak terasa waktu berjalan sangat cepat sekali. \u201cDug...dugg...dugg\u201d bunyi jantungku berdebar dengan kencang. Sekujur tubuh dingin seketika. Seseorang yang tampan, berambut biru dan lebih tua satu tahun dariku datang menghampiriku, menepuk pundakku dan mengatakan bahwa","semua akan berjalan baik-baik saja. Seketika perasaan gugupku berkurang dengan cepatnya. Dia orang yang berpengaruh bagiku. Dia orang yang selalu membimbing dan memberi contoh pada kami semua. Dia yang tertua dan menurutku paling dewasa dari kami semua. Saatnya sudah tiba, \u201cSemua bersiap!!!\u201d ucap seseorang prempuan mengodeku untuk tampil ke ruangan yang berlampu itu. Bergegas aku dan kesebelas temanku masuk kesana dan menampilkan semua yang telah kami latih selama ini. Udara semakin panas, napas tersenggal-senggal, dan keseimbanganku mulai berkurang itu yang kurasakan sekarang. \u201cAku harus menampilkan yang terbaik untuk mereka, aku tidak ingin mengecewakannya.\u201d kataku keras dalam hati. Kuhiraukan semua hal dan kuberikan semua yang ada dari diriku ini. Rasa puas, bangga bercampur jadi satu. Kami semua telah berhasil menyelesaikannya. Mata berbinar dan senyuman di wajah mereka sontak membuatku sangat girang. Tak lama kudengar suara seseorang setelah itu, aku pun terbangun lagi dan melihat kesebelas temanku mengelilingi dan menunjukkan tatapan khawatir. \u201cApa ini mimpi?\u201d gerutuku dalam hati."]


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook