["teman-teman lamanya. Sari pun terkejut, termenung dan bingung melihat situasi di sana. Di situ juga muncul banyak polisi yang sedang melakukan interogasi dan menjelaskan kronologi kejadiaan kepada keluarga Nina. Sari juga melihat banyak orang berkunjung dan berdatangan dengan berpakaian gelap sambil muka murung dan menangis. Dari situlah dia baru menyadari bahwa sahabatnya yang selama ini ditunggu-tunggu untuk bertemu sudah tidak ada lagi di dunia. Sari pun merasa bersalah dan diam seketika di sana sambil menangis tanpa henti.","KEMAH TERAKHIR Audrey Jane Caroline Sebut saja namaku Dina. Aku dan teman-temanku sudah lama ingin melakukan kemah bersama dan akhirnya kami bisa mewujudkan itu. Kami melakukan kemah di sebuah hutan yang sangat asri. Tak lupa kami membangun tenda untuk tempat beristirahat. Setelah tenda jadi, kami memasak untuk makan siang. Perut kami sudah kenyang dan kami pun jalan-jalan menyusuri hutan karena kami bosan bila hanya ditenda. Tentu di hutan tak ada sinyal, jadi kami harus terus bersama, sebab kami tak dapat melakukan panggilan lewat telepon. Malamnya kami menyanyi bersama dan menyalakan api unggun. Kami sangat menikmati malam itu dibarengi angin malam di hutan yang dingin membuat kami semakin merasakan keseruan kemah ini. Setelah capek bernyanyi, kami pun tidur dan tak lupa sebelum tidur, kami memastikan bahwa tak ada hewan buas yang mendekat ke kami. Esoknya saat aku bangun, aku bingung mengapa temanku menangis dan mereka cepat-cepat meninggalkan tempat kemah. Bahkan mereka tak menghiraukan aku sama sekali dan meninggalkan aku disana. Tak lama mereka kembali lagi, namun bersama tim SAR. Setelah itu aku melihat mereka menangisi seorang yang dibawa oleh tim sar. Aku melihat orang itu dan aku baru sadar bahwa ternyata itu aku yang semalam tergelincir ke jurang sangat dalam saat aku hendak buang air kecil.","TULUS Bill Agustinus R.T. Aku masih termenung sendiri di pinggir sungai dan meratapi nasibku. Suasananya begitu sunyi dan tenang. Memikirkan beban pikiran yang tak kunjung hilang di kepalaku. Aliran sungai yang merdu membuat seakan masih berada di sisimu. \u201cMaafkan aku. Orang tuaku telah menjodohkanku dengan anak sahabatnya. Aku terpaksa mengikuti keinginan kedua orangtuaku,\u201d katamu ini selalu terpikirkan oleh ku dan tak bisa melupakannya. Kurelakan dirimu tanpa ada rasa sedih dan kecewa. Walaupun pada saat ini kaulah satu-satunya di hatiku tapi aku ikhlas. Karena aku tahu bahwa ini rencana Tuhan dan aku relakan dirimu, karna cintaku tulus padamu.","STASIUN Charles Daniel Isnan Suatu hari saya ingin pergi ke suatu tempat yang saya inginkan. Tempat ini sangat menarik bagiku dan juga tempat yang sangat kunantikan di suatu hari nanti. Pada suatu hari telah tiba saya sangat senang karena saya bisa pergi ke tempat yang saya inginkan. Tempat ini merupakan tempat yang sangat keren karena merupakan tempat pemberentian transportasi darat. Saya terlihat sangat senang di luar sana yang membuat orang orang melihatku semua. Tanpa kusadari, Hari yang saya tunggu tunggu telah tiba saatnya. Saya sangat senang bisa pergi ke tempat ini. Banyak orang yang menunggu di tempat ini untuk berpergian. Banyak informasi informasi tujuan yang terletak di berbagai tempat. Tempat ini adalah stasiun","TAK BERGUNA Cristiyanto \u201cKemarilah, jangan takut. Selama tidak jauh-jauh kamu aman\u201d. Ucapan tak meyakinkan tersebut membuatku ragu ikut ucapannya. Suara jangkrik yang biasanya kudengar setelah sang fajar telah hilang pun ikut lenyap ditelan kegelapan. Lampu-lampu jalan yang ada di sekitar tak membuatku aman sama sekali. Meski pakaiannya aneh dan tak meyakinkan, kuputuskan untuk mengikuti arahannya. Kulirik ke arah kegelapan, nampak mencurigakan. Baik pria maupun wanita yang ada disana sangat membuatku was-was. \u201cJangan ke kegelapan sendirian\u201d, pesan terakhirnya di kepalaku. Ada apa sebenarnya? Mereka yang kulihat mulai membuatku takut sekalipun berteduh pada cahaya lampu. Gerakan-gerakan mencurigakan dibalik gelap malam mereka bak kawanan kucing melihat tikus. Lentera hijau yang kubawa terlalu kecil apinya untuk kupakai. Kegundahan dan kepanikan tersebut membuatku bangun di pagi hari yang cerah dengan keringat dingin. Tidur 8 jam serasa dipakai untuk berlari kesana kemari, sama sekali tak berguna.","DAFTAR KEMATIAN Elkana Dave Kejadian rangkaian pembunuhan sedang menimpa teman sekolahku secara bergantian, berurutan dari rumah John di blok A, rumah Stevi di blok B, dan rumah Jasmine di blok C. Karena aku takut akan menjadi korban selanjutnya aku pergi dari rumah dan memutuskan untuk tinggal di rumah Heri di Blok E. Sesampainya disana, Heri tampak ceria sekali, sepertinya dia senang karena hari ini dia tidak lagi sendirian setelah kematian teman-teman kami. \\\"Kejadian ini sangat aneh Her, banyak yang bilang perumahan ini terkutuk!\\\" Kataku saat makan malam berdua dirumahnya.Sambil mengaduk segelas susu. Heri menjawab \\\"Jangan kuatir, pembunuh itu akan berhenti setelah ini\\\". Aku pun tak yakin dengan jawabannya. Namun aku memang jadi mengantuk setelah meminum susu yang dibuatkan Heri tadi. Dengan mata tajam dan senyum tipis, Heri menjawab, \\\"Karena kamu tinggal di blok D di dalam daftarku\\\".","BAHAGIA Ferdian Adriano Ananta Hari menjelang malam, matahari pun telah tenggalam dan sinarnya pun telah redup untuk kesekian kalinya. Aku terlalu asyik dengan keindahan dunia hingga aku lupa untuk kembali ke tempat yang aku tempati. Payungku selalu datang ketika aku telah hanyut dengan keindahan dunia ini. Ia selalu tepat berada di sisiku saat aku membutuhkannya. Aku sering memalingkan diri demi sebuah kenyamanan diri sendiri. Payung ku merupakan hal yang paling aku cintai, karena keluargaku merupakan harta satu satunya yang tidak bisa dibeli atau diberi secara cuma-cuma karena kebahagianku terletak pada mereka.","AKU MENYESAL Geby Hava C. Matahari pagi menyinari kamarku. Seperti biasa Aku melakukan rutinitasku di pagi hari dengan berolahraga di rumah. Karena hari ini libur, aku menambah waktu olahragaku. \u201cOh iya, hari ini kan episode baru akan tayang\u201d kataku. Pada saat itu aku teringat bahwa episode baru dari film artis yang aku idolakan akan tayang. Aku cepat-cepat menyelesaikan olahragaku dan mandi. \u201cAlya, nanti temenin mama ke nikahan temen mama, ya\u201d Teriak mama kepadaku. Setelah mendengar ucapan Mama aku pun menghampiri Mama dan berkata \u201c Ma Alya minta maaf, hari ini Alya gak bisa nemenin mama ke acara itu. Hari ini episode baru idolaku akan tayang M\u2026 Jadi boleh ya Ma, Alya gak nemenin Mama sekali aja\u2026?\u201d rayuku dengan raut wajah meyakinkan. \u201cHmm, kamu ini bisa aja. Yaudah \u2026, kamu di rumah aja. Tapi inget kamu gaboleh ke mana-mana. Ya\u2026\u201d kata mamaku. Akhirnya aku menyetujui perkataan mama dan tetap berada di rumah. Saat mama pergi ke acara tersebut, aku melihat foto yang dikirimkan mama kepadaku. Dan saat aku membuka foto itu, aku sangat kaget dan terjatuh lemas di lantai. Aku tidak bisa berkata-kata dan airmata mulai menetes deras membasahi pipiku. Ternyata foto yang dikirimkan Mama kepadaku adalah foto idolaku yang mendatangi acara pernikahan itu. Aku menangis dan hanya bisa menyesal karena tidak ikut ke acara itu dengan Mama.","BEKAL Ivana Angie E. Bel berdering dua kali, aku dan Elsa kegirangan dan bergegas berjalan menuju kantin dengan membawa kotak bekal yang biasa kami bawa. Setelah kami duduk di salah satu meja yang biasa ditempati, ada sesuatu yang berbeda. Tidak biasanya seperti ini, wajah Elsa yang melihat isi bekalnya dengan tatapan kosong membuatku terheran. Nasi, tempe dan sebungkus sop, aku tahu ini adalah menu yang sederhana dibanding nasi rendang daging yang kubawa. Kupikir dia bersedih karena iri melihat isi bekalku adalah makanan favoritnya. Sudah beberapa kali aku bertanya kepadanya, namun selalu menjawab tidak apa-apa. Lalu, rasa iba mendorongku untuk memberikan sepotong daging ke kotak bekalnya. Wajahnya yang seketika tersenyum perlahan memudar dan tergantikan dengan muka murungnya semakin membuatku kesal. Namun, kekesalanku seketika mereda melihat mata Elza yang tak kuasa menahan air mata. Sontak aku memeluknya dan dia mengatakan sesuatu dengan tersedu-sedu. Pernyataannya membuatku tersadar bahwa menu bekal yang dibawanya hari ini adalah masakan terakhir yang ibunya siapkan untuk Elza. Kemudian, aku langsung mengajak dia ke kelas untuk menenangkannya.","HANNAH Jessica Hartono Namaku Hannah. Aku bukanlah anak yang pintar, cantik, maupun terkenal. Namun, aku juga bukanlah anak pendiam yang tidak dikenal. Bisa dibilang aku hanyalah anak biasa-biasa saja yang sedang berjuang untuk menyelesaikan bangku SMA. Hannah hanyalah seorang yang takut untuk jatuh cinta. Mengapa Hannah takut untuk jatuh cinta? Karena semua orang yang Hannah suka tidak berakhir dengan bahagia. Melainkan semuanya berakhir di dalam tanah. Hannah selalu berpikir itu adalah kutukannya, untuk tidak pernah bisa merasakan indahnya cinta Seperti biasa aku duduk di samping jendela. Lagi-lagi hari ini hujan mengguyur kota dan seperti biasa aku hanya termenung memandang setiap butir air yang jatuh. Semua orang bertanya kepadaku, mengapa aku sungguh begitu menyukai hujan. Aku hanya terpejam saat suara hujan menghantam tanah. Suaranya yang kadang diiringi guruh itu terasa seperti alunan yang menenangkan. Hannah juga tidak tahu pasti jawaban dari pertanyaan itu. Namun aku tahu satu hal yang pasti. Karena hujan selalu mengingatkanku pada sore itu. Dimana badannya terpental tertabrak truk dan darahnya menodai tanah. Aku hanya menatapnya yang merintih kesakitan dan tahu bahwa hal ini pasti akan terjadi. Semua itu terjadi hanya karena aku terlalu mencintainya. Namaku Hannah, akulah kutukannya. Namaku juga Hannah, dan aku memiliki 2 kepribadian.","HANYA SEPERTI HALTE Joas Nathanael Suatu saat, di hari Minggu pagi yang cerah, seorang lelaki yang mengenakan jaket hitam, sedang duduk menunggu bis yang datang di halte. Lalu pada saat itu muncul beberapa orang yang juga ikut menunggu di sana. Sesaat kemudian datanglah seorang perempuan dengan membawa payung di tangan kirinya, lalu ikut menunggu di halte tersebut. Tak lama perempuan itu tiba, bis pun tiba lalu semua orang yang ada di halte naik ke dalamnya. Kemudian, dengan cepat kah sang lelaki langsung duduk di kursi bis, dan dalam sekejap kursi pun penuh dengan orang-orang. Banyak dari mereka yang tidak kebagian kursi hingga akhirnya mereka pun berdiri, dan entah kenapa sang perempuan tidak mendapat tempat duduk, lalu lebih mengejutkan lagi ia berdiri tepat di samping kursi dari lelaki tersebut. Entah mengapa lelaki itu melirik sejenak kearah perempuan itu lalu memberinya kursi yang telah ia duduki kepada perempuan itu. Lalu perempuan itu pun duduk dan bertanya padanya. \u201cMengapa kau memberikanku kursimu?\u201d Tanya si perempuan. Lalu sang lelaki pun menjawab \u201cKarena kau lemah\u201d singkat sang lelaki. Setelah mendengar jawabannya, perempuan itu diam namun masih bertanya-tanya di dalam pikirannya, apa maksudnya menyebut aku lemah. Perjalanan pun berlanjut hingga ke tempat tujuan mereka. Namun Di tengah perjalanan sang perempuan tersebut menendang kaki si lelaki, dan bertanya padanya \u201cSiapa namamu\u201d, \u201cTak perlu kau tahu\u201d jawab singkat sang lelaki. Namun sang perempuan masih saja penasaran hingga pada akhirnya mereka bertukar media sosial. Lalu, sang lelaki lebih dulu turun kemudian perempuan tersebut melanjutkan perjalanan hingga sampai ke tempat tujuannya. Dan dari sanalah mereka mulai bertukar cerita enggak akhirnya menjadi akrab. Kemudian, mereka juga sering bertemu, jalan, makan dan melakukan hal yang mereka sukai, hingga pada akhirnya sang lelaki pun memiliki rasa yang lebih terhadap sang perempuan.","Lalu, suatu saat kalau mereka sedang bercerita lewat sosial media, mereka membuat janji untuk bertemu di hari Valentine karena mereka tak memiliki pasangan masing-masing. Lalu tibalah hari dimana mereka akan. Sang lelaki tersebut dengan percaya diri menyiapkan berbagai macam pemberian untuk diberikan kepada sang perempuan mulai dari coklat, bunga, hingga paket Valentine lainnya. Lalu sang lelaki pun berangkat menuju ke tempat sang perempuan. Namun Di tengah perjalanan sang perempuan membatalkan untuk bertemu dengannya dengan alasan ia diajak kakaknya untuk pergi ke tempat makan. Tapi dengan semua keberanian yang telah dikumpulkan sang lelaki, ia tetap pergi ke tempat sang perempuan untuk dapat memberi semua bingkisan itu dan hendak menyatakan perasaannya. Meskipun seperti ada yang mengganjal, dan seperti perempuan itu telah mengetahui niat sebenarnya dari sang lelaki ia berusaha menjauh dari rencana itu. Dan benar apa yang terjadi? Ketika sang lelaki tiba ia langsung turun dari kendaraan nya dan membawa semua bingkisan itu menuju ke lobby apartemen sang perempuan. Namun apa yang dilihatnya? Kurang beberapa langkah lagi ia sampai ke pintu lobby, iya melihat sang perempuan sedang duduk bersama seorang lelaki lainnya yang membawakan bunga dan sepaket kotak valentine untuk diberikan kepada sang perempuan, dan mereka nampaknya sedang berbicara dengan asyik. Sontak, sang lelaki kaget dan bertanya-tanya apakah ini cuman sekedar mimpi atau benar terjadi. Lalu tanpa berlama-lama ia langsung kembali ke kendaraannya, mencoba menghubungi sang perempuan, namun pesannya sama sekali tidak dibaca, teleponnya ditolak, sang pria pun bertanya kepada teman sang perempuan, apakah dugaan dia terkait lelaki lain itu benar. Teman sang perempuan pun tidak bisa menjawabnya. Dan semuanya berakhir begitu saja. Hingga pada akhirnya semua cerita itu hilang dan pergi dengan waktu yang cepat, seperti halnya halte, yang hanya disinggahi lalu ditinggalkan tanpa mengucapkan sepata kata pun.","MAFIA Jocelyn Thalia Hendrijanto Gadis pendiam berkacamata itu sedang duduk sendirian di pojok kursi belakang kelas. Suasana di kelas yang kala itu diguyur oleh hujan, semakin dingin karena keberadaan gadis itu. Sudah sedari dulu aku mencium gelagat aneh dari gadis pendiam berkacamata yang bernama Jihan itu. Setiap pulang dari sekolah, ia selalu bergegas lari untuk keluar dari gerbang sekolah. Mungkin, yang dirasakan gadis itu adalah sangat bebas bila ia keluar dari sekolah. Ia memang tidak memiliki teman, ia juga selalu duduk di kursi belakang kelas. Aku sangat ingin mencari tahu tentang gadis itu, akhirnya aku memberanikan diri untuk bercerita. Aku menceritakan Jihan kepada ibuku. Ibuku menjawab \u201cAnak yang kamu ceritakan itu merupakan anak dari seorang mafia yang sangat terkenal kejam\u201d. Aku hanya diam, dan terpaku dengan jawaban ibuku. Pikiranku terhanyut, entah apa yang membuat gadis itu pendiam.","KEJUTAN UNTUK RARA Kezia Tabitha H.S. Siang ini di tengah terik matahari, aku pergi membeli sebuket bunga untuk diberikan kepada nenekku yang masih dalam masa pemulihan di rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, dalam perjalanan menuju kamar nenekku, tak sengaja seorang gadis menabrakku dan bunga yang kupegang jatuh. Gadis itu meminta maaf kepadaku. Aku pun tidak masalah dengan hal itu. Gadis itu terlihat lembut dan juga ceria, lalu aku tertarik mengajaknya berkenalan. Ternyata nama gadis itu adalah Rara. Kami berbincang-bincang mengenai banyak hal. Selama nenek menjalankan masa pemulihan, aku dan keluargaku pun menjadi dekat dengannya, begitu pun sebaliknya. Rara juga sering mengunjungi rumah sakit ini. Dia pun suka ikut bersamaku untuk melihat kondisi nenek. Tak lupa juga Rara membawakan bingkisan buah-buahan untuk nenek. Saat nenekku sudah kembali pulang dari rumah sakit, aku tak pernah bertemu langsung dengan Rara lagi, karena jika ingin ke rumahnya, jaraknya sangat jauh. Meskipun begitu, kami tetap melakukan komunikasi melalui media sosial yang kami punya. Tak jarang pula kami menelpon untuk melepas rasa rindu. Saat melakukan telepon dengan Rara, dia memberitahuku jika dirinya akan pergi keluar kota. Aku terkejut dan bertanya mengapa dia pindah keluar kota. Rara hanya berkata bahwa orang tuanya bertugas untuk melakukan pekerjaan di kota tersebut. Aku sangat sedih, tapi apa boleh buat. Rara juga berharap padaku agar bisa mengunjunginya saat liburan sekolah. Saat masa liburan sekolah tiba, aku mengunjungi Rara. Tak lupa aku membawakannya hadiah karena Rara berulang tahun. Aku tidak memberitahu dia sebelumnya jika aku akan mengunjunginya. Aku ingin memberinya kejutan. Setelah sampai melalui perjalanan panjang, aku pun tak sabar memasuki rumahnya. Namun aku heran, mengapa banyak orang di sini? Apa Rara sedang merayakan hari ulang tahunnya? Ibunya Rara melihatku dengan terkejut karena kedatanganku yang sangat","mendadak ini. Ibunya menyuruhku masuk dan saat berbicara padaku matanya merah sembab dan suaranya bergetar. Saat memasuki rumahnya, aku pun tak menyangka bahwa Rara sudah terbaring di peti mati dengan mengenakan gaun putihnya. Ibu Rara bercerita padaku bahwa dia sebenarnya sudah memiliki penyakit kanker hati sejak lama. Rara berpindah keluar kota untuk berobat. Aku pun merintikkan air mata. Apa yang dia katakan padaku ternyata tak sesuai fakta. Mungkin Rara tak ingin membuatku khawatir. Aku tak percaya Rara telah meninggalkanku untuk selamanya.","DOKTER MISTERIUS Kezia Tabitha Hari ini hari libur. Aku dan Rina memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama dengan pergi ke tempat wisata yang kami ingin kunjungi sejak dahulu. Setelah mandi dan bersiap-siap, aku segera pergi ke rumah Rina. Dia memintaku untuk menjemputnya. Aku pun segera menyuruh Rina untuk menaiki sepeda motokrku lalu kami melakukan perjalanan ke tempat wisata yang kami tuju. Saat dalam perjalanan, terdapat pengendara motor yang berkendara dengan ceroboh dan seenaknya sendiri hingga membuat kami kecelakaan. Aku pun hanya terdapat luka kecil saja. Sebaliknya, Rina terpental dan terdapat luka serius di kepalanya. Lalu kami pun dibantu oleh orang-orang di sekitar tempat kejadian tersebut dan diantar ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Rumah sakit itu di dalamnya terlihat memiliki dinding layaknya bangunan tua seperti pada zaman penjajahan dahulu. Setelah aku ditangani oleh tim medis, aku boleh langsung pulang meninggalkan rumah sakit. Namun tidak dengan Rina, dia harus menjalankan rawat inap karena mendapatkan luka serius. Aku cukup sedih akan hal itu dan juga agak merasa bersalah karena aku yang mengantarkannya. Kami pun tidak jadi untuk menghabiskan waktu bersama di hari libur ini. Keesokan harinya, aku pun berencana untuk mengunjungi Rina. Sesampainya di rumah sakit, aku pun berencana untuk menjaga Rina sampai malam karena kasihan kepada orang tuanya. Saat aku menjaga Rina, aku iba melihatnya. Kondisi Rina seperti kian memburuk. Dia tertidur dengan lemah dan wajahnya sedikit pucat pasi. Aku pun juga berdoa untuknya agar dia lekas pulih dan bisa menjalankan hari kami bersama. Sekitar jam 11 malam, aku melihat ada seorang dokter perempuan, ia tinggi dan memiliki wajah layaknya orang Eropa, memakai seragam putih agak usang. Dokter itu pun segera memberikan semacam obat untuk luka di tubuhnya dan di kepalanya. Aku pun tidak menghiraukan dokter itu karena aku sudah mengantuk. Esok","paginya, perawat disana pun mengecek kondisi Rina. \u201cWah, saudari Rina cepat sekali pulihnya. Biasanya untuk luka seberat ini belum ada 1 kasus pun pasien yang dapat pulih secepat ini.\u201d Mendengar itu, aku juga memberitahu si perawat bahwa ada dokter yang memberi perawatan kepada Rina tadi malam. Aku tak lupa untuk memberitahu bahwa dokter tersebut memiliki ciri-ciri fisik dengan tubuh tinggi dan wajahnya seperti ras-ras orang Eropa. Perawat itu pun mengrenyitkan dahinya dan menjawab, \u201cMaaf, tapi di rumah sakit ini tidak ada dokter yang memiliki ras seperti orang Eropa, juga di rumah sakit ini juga tidak sedang bekerjasama dengan dokter dari luar negeri saat ini.\u201d Aku terkejut. Lantas siapakah dokter yang menangani Rina tadi malam?","LOTENG TENGAH MALAM Marcellenus Bisma Y.P.W. Jam bandul berdentang 12 kali. Pun diikuti derik jangkrik yang makin ramai. Terlihat seseorang membanting sepuluh hati sambil berteriak mengumandangkan kemenangan. Kawan-kawannya hanya bisa heran, Aldo biasanya tak cukup beruntung bermain cangkulan. Aneh sekaligus ajaib, tetapi begitulah dunia kartu: penuh misteri dan tak terduga. Duduk mengamati banting-membanting kartu, Aldo menguap karena permainan mulai membosankan. Ia menyandarkan punggung lalu lekas-lekas menoleh. \u201cKalian dengar sesuatu?\u201d tanyanya. Yang ditanya malah sibuk bermain kartu dengan hening. Entah kenapa mendadak diam, padahal sebelumnya berteriak-teriak seperti orang gila. Posisi duduk dibetulkan, dada tiba-tiba memburu dan pelipis dibanjiri keringat. Ia menengok ke belakang lalu menelan ludah.\u201dApa kalian yakin tidak mendengar sesuatu?\u201d tanyanya sekali lagi dan untuk kedua kali ia tak dihiraukan. Nada bicaranya mulai tinggi, bertanya hal yang sama berulang kali. Namun ia tidak tahu, kawan-kawannya sudah tenggelam oleh keringat sendiri. Makin jengkel, Aldo membuka rak lemari dengan paksa dan mengeluarkan senter. Ditariknyalah pula seorang kawan, kawan itu menarik kawan yang lain, hingga semua terseret ke loteng. Berjalan dengan kaki gemetaran, fokus cahaya senter pun kacau. Mata mengorbit seluruh sudut ruangan. Seseorang menunjuk tumpukan kardus, ada sesuatu yang samar. Cengkeraman tangan Aldo menguat, berusaha memberanikan diri meski bau pesing melayang. Ketika sinar kuning senter berhasil meraih pojok, mereka berasa sesak napas dan berujung pingsan. Sosok itu kembali menangis, teramat sedih karena tidak satu pun yang menyenangi wajahnya. Wajah yang rusak, hitam, dan berlumuran darah.","KAMERA PENGAWAS Melyana Handoko Di masa pandemi COVID-19 seperti ini, mencari pekerjaan merupakan hal yang cukup sulit. Aku yang baru saja di-PHK ini sudah berminggu-minggu melamar pekerjaan namun semuanya ditolak. Hingga suatu hari aku bertemu dengan seorang bapak tua yang memberiku tawaran pekerjaan. Aku menerima pekerjaan yang diberikan dengan senang hati\u2014lebih baik daripada terus menganggur pikirku. Tiba akhirnya di hari aku mulai menjalankan pekerjaanku sebagai seorang petugas keamanan di sebuah rumah sakit tua di salah satu sudut kota tempatku tinggal. Meskipun bukan pekerjaan dengan jabatan tinggi tetapi aku cukup bersyukur bayaran yang ditawarkan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupku sehari-harinya. Tugasku di shift malam ini juga terbilang mudah, hanya memantau rumah sakit dari kamera pengawas sambil sesekali berkeliling. Aku duduk di depan monitor, memandangi beberapa orang berjalan lalu-lalang di lorong rumah sakit. Ini sederhana namun sedikit membosankan. Aku sedikit memalingkan pandanganku dari monitor ketika seseorang mengetuk pintu ruanganku untuk menawarkan beberapa makanan ringan dan kopi yang pada akhirnya kutolak dengan halus. Pekerjaanku berakhir ketika waktu menunjukkan pukul enam pagi. Bapak tua yang memberiku pekerjaan itu menemuiku yang hendak pulang itu dengan maksud menanyakan bagaimana pekerjaanku. Aku menceritakan semua hal yang terjadi malam itu. Setelah membisu beberapa saat, bapak itu berkata, \u201cRumah sakit itu sudah kosong, kami akan mulai merekonstruksinya menjadi bangunan baru dan kami membutuhkan petugas keamanan untuk memastikan bahwa tidak ada orang lain yang memasuki area ini. Jadi kau paham betul apa yang kumaksud kan?\u201d","PERKENALANKU Nesyer Hifli Awal ku mengenal dia terasa seperti mengenal orang baru yang harus lagi beradaptasi. Pertemanan kami terjadi justru setelah aku mengundurkan diri. Saat tak lagi sebagai atasan dan bawahan, segala bahan pembicaraan justru mengalir dengan lebih lancar. Meski masih kuingat, pengunduran diriku membuatnya tercekat. Tanpa banyak cakap, keputusan telah kubuat. Tentu, dia tak serta merta melepasku. Hasil tawar menawar membuatku mengulur waktu. Sebulan sebelum pesan BBM yang membuat lemas lututku itu, kami bertemu. Sambil makan, kami bertukar cerita tentang hidup dan pekerjaan. Di tengah obrolan itu, terceletuk keinginannya untuk suatu saat bertemu suamiku, orang yang memantabkan niatku untuk mengundurkan diri. Dua minggu kemudian, dengan campur tangan Tuhan, kami pun bertemu. Dari sebuah kenyamanan itu, membawa rasa penasaran kita semakin mendalam dan tak terbayangkan, hingga ahirnya kita pun sepakat untuk bertemu di rumah mu. Aku ingat saat itu, merupakan waktu dimana matahari sudah terbenam. Awalnya aku agak malu-malu, karena belum pernah beretemu dengan mu. Pembahasan kita berawal seputar perbedaan antara sekolah kita yang berbeda. Diaat itulah aku mengetahui bahwa ternyata kamu orangya asik untuk di ajak ngobrol dalam semua hal, persis seperti asyiknya pembicaraan kita lewat Whatssap.","BUKU TERAKHIR Ronaldinho Herry M. Aku terbangun jam 12 malam walau waktu tidurku terhitung cepat. Kucoba segala cara agar dapat tidur. Salah satunya dengan membaca novel. Kuambil salah satu seri novelku. Buku terakhir dari seri itu berwarna sakura tua dan cover yang gambarnya samar samar. Aku menikmati isi yang ada di novel tersebut hingga aku terbawa suasana dan membayangkan segala isi cerita di ruangan kamarku. Setelah selesai membaca dan menutup buku, aku terbangun lagi dari tidurku. Segera mencari buku yang aku baca tadi pagi hingga sadar. Pengarang dari novel yang aku baca belum membuat buku terakhirnya.","ERI MERAIH KESUKSESAN The Wechen Abraham Di suatu desa, terdapat anak yang bernama Eri. Dia adalah anak tunggal yang malas dan suka mengeluh kepada orang tuanya karena kondisi keluarganya yang miskin. Dia suka menuntut kepada orangtuanya untuk membeli barang-barang yang mahal. Pada suatu malam, Eri meminta uang kepada orang tuanya untuk membeli handphone. Eri mengatakan bahwa Handphone tersebut akan digunakan untuk bekerja. Tetapi orang tuanya menolak karena handphone yang ingin dibeli cukup mahal. Ia pun memaksa, sehingga orang tua Eri pun membelikannya dan keesokan harinya Eri diam-diam pergi ke luar kota tanpa memberi tahu orang tuanya dengan membawa sisa uang miliknya dan sebuah handphone. Setelah beberapa tahun pergi, Eri pulang ke desa. Orang tuanya pun terkejut dan menangis karena anaknya yang beberapa tahun pergi sudah kembali dan dia membawa mobil saat datang ke desa. Ternyata itu adalah mobil milik Eri dan dia ingin membawa orangtuanya untuk pindah ke kota. Tak disangka, Eri yang dikenal malas dan suka mengeluh sekarang sudah berubah dan menjadi orang sukses dengan menjadi pemain e-sport serta bisa membahagiakan orangtuanya.","KASIH SAYANG Yohanes Sindu Ada sebuah kisah tentang seorang ibu yang hidup bersama tiga orang anaknya. Selama ini mereka hidup sederhana karena pekerjaan suaminya adalah buruh pabrik. Meski begitu, ibu, suami serta 3 anaknya tetap bersikap rendah hati. Walaupun perjuangan ibu dalam menyekolahkan ke-3 anaknya sangat berat. Namun ibu tetap sabar. Semua cobaan dilaluinya dengan sabar. Ibu selalu mendidik ke-3 anaknya dengan penuh kasih sayang. Bertahun tahun mereka hidup bahagia dengan kesederhanaan. Ibu selalu menutupi kegelisahan di depan anak-anaknya. Terkadang ibu harus berpuasa karena makanan hanya cukup untuk anak-anaknya saja. Namun ibu Solehah menjalaninya dengan sabar dan ikhlas. Doa selalu dipanjatkan untuk keberhasilan dan kebahagiaan anak-anak dan suaminya. Setelah perjuangan Ibu itu, ketiga anaknya telah berhasil menjadi pengusaha sukses. Ibu begitu bahagia ditambah lagi ketiga anaknya sudah menikah dan memiliki anak yang imut dan lucu. Ibu begitu bahagia dengan sepuluh orang cucu yang cantik dan ganteng. Ibu Solehah menghabiskan sisa umurnya dengan membimbing mereka semua dengan kasih sayang. Dan tak salah kita diingatkan bahwa kita harus berbakti pada orang tua.","PENGAGUM RAHASIA Yulianti Alicia Suatu sore yang indah, aku ditugaskan untuk membersihkan halaman rumahku. Aku bergegas untuk membersihkannya karena berhubung aku banyak tugas akhirnya hari itu aku memutuskan untuk membersihkannya lebih cepat. Aku sangat lelah karena seharian aku mengerjakan tugas dan juga membantu mama membersihkan dalam rumah. Saat aku menyiram tanaman mataku tertuju pada satu sosok cowok yang ramah dengan semua orang, entah kenapa aku langsung jatuh hati padanya. Saat selesai membersihkan halaman rumah, aku langsung bergegas untuk masuk ke dalam rumah untuk membersihkan badan dan mengerjakan tugas. Setelah aku mengerjakan tugas itu aku langsung bergegas membuka ponselku dan mencari akun sosial media cowok tersebut. Dengan bantuan teman satu sekolahku yang kebetulan tetangga sebelahnya, aku langsung menemukan akun sosial medianya. Aku sangat senang saat tau namanya dan mulai dari hari itu, aku selalu melihat fotonya di akun sosial medianya tersebut. Pada suatu hari ada acara di rumah temanku, kebetulan bertepatan di sebelah rumahnya dia aku sangat senang saat ingin mendatangi rumah temanku karena aku tahu pasti ada dia. Saat sampai di tempat acara tersebut aku datangnya bersamaan dengan dia dan akhirnya kami duduk bersebelahan. Rasanya aku sangat senang pada malam itu dan aku memutuskan untuk foto bareng dengan dirinya. Setelah kami foto bersama aku memutuskan untuk pergi ke tempat duduk temanku dan menceritakan semuanya dan aku kaget karena dia begitu akrab dengan semua orang yang ia jumpai sehingga aku tambah mengaguminya. Hingga pada akhirnya dia berbicara di depan umum untuk menyatakan cinta pada sahabatku. Hatiku pun menjadi hancur melihat itu semua.","GADIS FATAMORGANA Zheren Lourencia Aku adalah seorang anak SMP biasa yang tidak memiliki teman dan selalu menyendiri, karena karakter dan pemikiranku yang sering bertolak belakang dengan anak-anak lain. Terkadang aku sangat iri melihat anak-anak lain yang memiliki teman dan terlihat sangat dekat, namun di sisi lain aku merasa jika memiliki teman akan sangat merepotkan dan menyusahkan. Suatu ketika ada seorang siswi dari kelas lain menghampiriku selepas aku mengikuti ekstrakurikuler gamelan atau karawitan. Aku sangat terkejut dengan kehadirannya, karena ia merupakan salah satu anak terkenal dan kaya di sekolah ini. Kemudian ia menyapaku sambil menyebut namaku. Lalu aku terdiam dan terbengong sebentar karena heran, dan beberapa saat kemudian aku membalas sapaan nya dengan sedikit dingin. Namun semenjak hari itu, kami menjadi teman dekat dan sangat sering pergi berdua. Namun anak-anak lain malah memandangku dengan tatapan yang aneh, tetapi aku tidak peduli karena aku sudah memiliki teman yang sangat cocok denganku. Lalu suatu hari temanku mengajakku untuk main ke rumahnya, aku sangat senang karena ini adalah pertama kalinya aku memiliki teman seperti dia dan lagi ia memiliki rumah yang sangat megah dan mewah. Hingga saat aku keluar dari gerbang rumahnya ada seorang warga yang bertanya, \\\"Kamu ngapain di rumah kosong?\\\"","Kelas MIPA 1","JUMAT YANG AAARRRGGGHHHH Aloysius Krisnata Wardono Hari ini lumayan capek dan juga buat kesal. Pulang pulang dari les aku udah mau siap siap buat kirim kuis yang udah aku kerjain dengan mandiri (biasanya sih nyontek). Bayangkan, setelah beberapa kuis matematika peminatan nyontek, tiba-tiba kerjain mandiri itu kayak bagai mukjizat Tuhan. Eh, waktu mau kumpulin perasaan jadi enggak enak. Jalanlah aku ke meja komputer mau ambil kertas yang tadi buat kuis. Waktu dicek dalem hatiku \u201cKok hilang?\u201d dari situ perasaan udah gak enak. Habis itu aku ke meja belajar buat ngecek ternyata enggak ada juga, dari kamar aku teriak ke ibuku \u201cBu, lihat kertas yang ada tulisan matematika di komputer ?\u201d Dijawab lah sama ibuk dari ruang tv \u201cEnggak, dik.\u201d Waktu udah panik tiba-tiba muncul suara bagaikan terompet sangkakala dari ruang tengah \u201cOhh kertas itu tadi, bapak pakek buat alas ngupas telor. Sorry, Nak\u201d Seketika aku lemes, rasa kecewanya udah kayak mau buang air besar, terus udah lepas celana terus udah jongkok ternyata yang keluar cuma kentut, kan kampret. Namun, ya udah lah ikhlas deh percuma juga aku marah ke bapak, toh yo enggak bakal seketika di meja komputer muncul kertas yang tadi udah kebuang. Mau enggak mau ya kembali kebiasaan lama yaitu nyontek. Entah kenapa karena kejadian tadi aku jadi kayak melankolia (sok-sokan pakai istilah melakolia biar keliatan keren), mungkin efek udah lama di rumah terus kesepian juga, enggak punya temen chat (kasian jomblo), belum lagi udah mau mendekati SBMPTN, dan banyak tugas sekolah yang numpuk. Oleh sebab itu, aku butuh obat penenang. Obatnya dengan lihat cewek-cewek cantik di Instagram. Bukan karena nafsu, cuma buat khayalan seandainya mereka jadi pacarku. Maklum namanya juga jomblo, tapi enggak tahu kenapa waktu liat yang biasanya seneng jadi rasanya bitter kayak gak ada rasa apa\u2013apa alias hampa. Mungkin rasa kesepianku sudah cukup parah jadi butuh temen curhat. Sebenarnya ada sih temen curhat, tapi males aja gitu nge-chat mereka kayak bingung mau cerita apa. Di satu sisi","pengen cerita, tapi di satu sisi bingung mau cerita apa. Aaaaahhhh serba repot. Harap dimaklumi masa remaja pikiran udah kayak nilai tukar rupiah aja, kadang naik kadang turun. Segitu aja deh hari ini, sudah saatnya mulai kerjain contekanku. Semangat buat aku (maklum jomblo enggak ada yang semangatin).","TERLALU CEPAT Angela Dewi A. Sore itu hujan turun deras sekali. Payung yang biasanya selalu kubawa, entah kenapa tidak ada di dalam tasku. Terpaksa aku harus menunggu sampai hujan reda di sekolah yang hampir kosong ini. Namun bukannya berhenti, hujan malah turun semakin deras, sedangkan aku harus mengejar bisku. Aku pun nekat untuk berlari kehujanan ke halte bis, namun seorang lelaki menahanku. Ia menawarkanku untuk berbagi payung dengannya. Karena aku tidak ingin kehujanan dan ketinggalan bis, tanpa berpikir lama aku menerima tawarannya. Ternyata rumah kami juga searah. Setelah kejadian itu kami sering berpapasan. Ian, nama lelaki itu. Ia baru pindah ke sekolahku sekitar dua minggu lalu. Karena dia belum punya banyak teman, akupun berteman dengannya. Kami sering menghabiskan waktu bersama, entah untuk mengerjakan tugas atau sekedar makan bersama. Dalam waktu kurang dari satu bulan aku merasa menjadi lebih dekat dengannya, walaupun aku sendiri tidak terlalu mengenalnya. Dan, akhirnya kami berpacaran. Cepat sekali kan. Belum sampai dua minggu kami berpacaran, aku sudah melihatnya bergandengan tangan dengan perempuan lain. Mereka terlihat sangat dekat. Aku sempat merasa tidak yakin kalau itu adalah Ian, karena gaya berpakaiannya berbeda sekali dengan Ian yang aku kenal. Namun wajahnya sangat mirip dengannya. Saat itu, aku merasa telah dibodohi. Aku marah dengan diriku, bisa-bisanya aku berpacaran dengan orang yang baru saja aku kenal. Aku mengabaikan Ian selama satu minggu lebih. Namun aku tidak tahan jika hubungan kami menjadi seperti ini terus. Aku memutuskan untuk bertemu dengannya dan menceritakan semuanya dengan emosi. Bukannya minta maaf, dia malah menertawaiku. Dia berkata \u201cMungkin yang kamu lihat bukan aku, tapi Vian, kembaranku,\u201d sambil menunjukkan fotonya dengan Vian kepadaku. Aku merasa bodoh karena sudah marah","pada Ian tanpa mengetahui kebenarannya. Akhirnya aku pun meminta maaf dan menjalani hubungan kami seperti biasa.","MALAIKAT KECILKU Angelica Gloria Tunarsono Langit mulai berwarna oranye. Matahari mulai membenamkan dirinya, menunjukkan hari sudah sore. Seperti biasa, aku berada di depan rumah untuk menyirami tanamanku. Aku ditemani seorang gadis kecil yang sedang asyik dengan dunianya sendiri. Sesekali aku menoleh kepadanya, memastikan dia masih duduk manis di kursi kecilnya itu. Rambutnya berwarna kecokelatan sama seperti milikku, dihiasi dengan dua jepitan kecil kesayangannya. Pipinya yang tembam kemerah-merahan membuatnya terlihat semakin manis. Ia menatapku, berlari kecil menghampiriku. Aku berjongkok untuk menyamai tinggi badannya, memandangnya dengan senyum. Tangan kecilnya memelukku erat, sembari berbisik kecil di telingaku, \u201cIkhlas ya, Ma\u201d. Ia pun perlahan menghilang, bersamaan dengan tenggelamnya matahari. Pandanganku menjadi gelap. Aku terbangun di atas kasur kamarku. Menyadari diriku hanya bermimpi. Terasa air mata yang sudah mengering ada di pipiku. Tanganku memeluk sebuah bingkai berwarna emas. Perlahan-lahan aku membalik bingkai itu, memandangi foto yang ada di dalamnya. Foto gadis kecil yang sedang tersenyum, ialah malaikat kecilku.","KERINDUAN IBU Aracely Evina Perempuan itu berteriak histeris di atas gedung lantai 50 dan mengancam akan melompat. Wajah-wajah panik dan ngeri terlihat di sekitar gedung tersebut karena melihat ada orang akan melompat. Terlihat dua orang datang menaiki gedung untuk membujuk perempuan supaya tidak melompat. Kepanikan semakin menjadi ketika ia semakin naik. Wanita itu tidak lagi menangis, tetapi tertawa-tawa keras, dan mulutnya mengecap seperti bergumam menyanyikan lagu yang tidak jelas. \u201cTurun nak, ingat anakmu\u201d, teriakan seorang perempuan tua yang baru datang. Ia datang tergopoh-gopoh ditemani dua orang pria. \u201cTurun nak, kasihan anakmu masih kecil.\u201d Kembali perempuan itu merajuk. Tiba-tiba perempuan itu menghentikan tawa dan nyanyiannya, memandang ke bawah ke arah perempuan tua. \u201cAnakku sudah mati, aku juga mau mati,\u201d jeritnya. Kemudian terdengar tangisnya yang menyayat hati. \u201cIni anakmu, Nak. Cepat turunlah,\u201d kembali wanita tua memohon sambil mengunjukkan boneka yang terbungkus kain yang memunculkan keheranan orang-orang di sana. Tiba-tiba angin berembus kencang, membuatnya kehilangan keseimbangan. Kini tubuhnya bergelantungan dengan satu tangan, satu tangannya lagi menggapai-gapai berusaha meraih pegangan. \u201cRaih tangan saya,\u201d teriak petugas PMK yang didatangkan untuk menolongnya. Sedikit ragu \u2013 ragu perempuan itu memandang petugas, perlahan tangannya terulur, jarinya sudah menyentuh ujung jari petugas. Tiba-tiba seekor burung gagak melintas di antara keduanya. \u201cOh, Tuhan !\u201d Teriak petugas. Wajahnya dipalingkan, tidak kuasa menyaksikan tubuh perempuan itu melayang meluncur kencang ke bawah. Hingga didengarnya helaan nafas orang-orang di bawah. Perempuan itu selamat. Tubuhnya jatuh tepat di atas jaring yang telah dibentangkan dengan enam orang memegangnya. Dari ketinggian dilihatnya perempuan itu kini dengan boneka dalam gendongannya. Secepatnya dua orang yang datang bersama","perempuan tua itu menggiringnya menuju mobil putih yang akan membawanya kembali ke rumah sakit jiwa.","SAHABATKUN YANG PERGI Chrisantus Herunda Lagur Ia bernama Dino, sahabatku dari kecil. Kami selalu bertukar cerita dan pengalaman setiap hari. Dia selalu memberikan nasihat kepadaku dan juga selalu memberikan semangat kepadaku. Dino adalah tipe orang yang ceria dan selalu senyum, walaupun ada beberapa teman yang selalu jahil kepadanya. Tidak seperti aku, jika diejek aku pasti marah. Dia satu-satunya orang yang selalu memberiku semangat ketika aku diejek oleh teman kelasku. Tapi, pada suatu hari ia tak hadir ke sekolah. Sehabis pulang sekolah aku ke rumahnya. Saat sampai rumahnya ternyata di rumahnya pun kosong. Aku sangat bingung, kenapa hari ini Dino tak ada. Biasanya kalau ia mau pergi ia selalu memberi tahuku, tapi kali ini tidak. Aku bingung sekali. Besok harinya, Dino tetap tidak masuk sekolah, pada saat pulang sekolah, aku mencarinya lagi di rumahnya, tetapi Dino tetap tidak ada. Akupun semakin bingung dan bertanya pada diriku sendiri, kemana dino pergi?. Esok harinya lagi di sekolah ia tetap tidak hadir. Kembali lagi aku kerumah-nya dan masih tidak ada. Setiap hari aku menunggunya di sekolah, tapi ia tak kunjung hadir. Setiap hari pun aku kerumahnya dan dirumahnya masih tak ada orang. Akhirnya, hari-hariku ku lewati sendirian, tidak lagi ada yang menyemangatiku disaat aku diejek-ejek oleh teman kelasku. Hari-hari pun berjalan dengan buruk. Teman-temanku tak ada yang mau menjadi temanku, mungkin\u2026itu karna hidupku yang miskin.","MALAM YANG TAK KUNJUNG USAI Farel Aprilio Tenggelamnya sang surya menjadi saksi kenangan indahku bersama ayah. Ini kali pertama aku merasakan dibonceng beliau. Aku jarang sekali bertemu ayah ketika aku masih kecil. Geberan motor 250cc ikut menghiasi teriakan dan tawaku bersama ayah. Tak terasa kebahagiaan ini ikut melupakan sang waktu. Aku merasa terbaring di kasur yang empuk seperti kasur semasa aku masih balita. Kenangan ini menyelimuti tubuhku. Aku berpikir untuk kembali tidur, karena gelap sudah mengitariku. Senyum pada bibir ini menghiasi wajahku ketika tidur. Hingga tubuh ini kembali terbangun untuk yang kedua kalinya. Gelap masih mewarnai pandanganku. Otak dan hati mulai tak sinkron. \u201cApakah malam sepanjang ini, atau aku terlelap hanya sebentar saja?\u201d Pertanyaan ini terngiang dalam pikiranku. Hingga aku mendengar teriakan dan pelukan sesosok wanita. Dia menangis tepat di sampingku. Tapi ku tak melihat siapa pun di sebelahku. Bulu kuduk mulai merinding dan aku bergegas untuk tidur dan melupakan halusinasi ini. Tetapi sosok wanita ini masih memelukku dan berkata \u201cSabarlah, Nak\u201d Aku ingat ini suara ibuku. \u201cSabar dan berharaplah sesosok pendonor mata yang akan mengembalikan pandanganmu\u201d Aku terkejut menerima kabar bahwa aku buta. Ditambah ayahku meninggal ketika memboncengku dengan motormya. Rupanya itu adalah kenangan pertama dan terakhir aku bersenang-senang dengan ayah.","TERIMALAH KENYATAAN Farel Aprilio Aku adalah si anak sulung yang sangat menyayangi adikku. Meskipun adikku lebih menyayangi anjingnya, tapi aku sangat bahagia melihat senyum pada bibirnya terpancar. Teduh dan damai melihat adikku tersenyum bahagia. Pada suatu hari, aku mengajak adik dan anjingnya untuk berjalan mengitari kota. Hingga di suatu perempatan, anjing yang dipegang adikku terlepas dan menabrak truk yang sedang melintas dengan cepat. Cairan merah mengalir hingga memenuhi telapak kakiku. Sesampainya di rumah, aku melihat adikku berlagak sedang mengelus anjing. Aku merasa kasihan kepadanya. Aku memenangkan dirinya, tetapi ia tak pernah mendengarkanku. Kesal atas perilaku adikku, aku membentaknya. \u201cTenanglah, anjingmu telah mati. Terimalah kenyataan yang menimpamu.\u201d Tetapi, ayah dan ibu menamparku dengan keras dan memeluk tubuhku. \u201cTenanglah Nak, bersabarlah dan terima kenyataan yang menimpamu. Adikmu pasti tenang di sana.\u201d Aku tersadar bahwa keberadaan adikku setelah peristiwa itu, hanyalah ilusi atas kenyataan yang tidak kuterima selama ini.","MENGGAPAI MIMPI Gil Mone Ketika kubuka mataku, hari sudah mulai terang. Aku mendengar suara langkah kaki seseorang dan tiba tiba terdengar bunyi ketukan di pintu. \u201cDani\u2026, ayo bangun!\u201d. Aku bangun dan melihat ke arah kalender. Hari ini adalah hari dimana aku akan menggapai mimpiku. Aku menuruni tangga rumah dan kulihat senyuman di wajah keluarga ku seolah-olah melihat seorang artis. Setelah selesai sarapan aku langsung bersiap. Sebuah mobil telah menunggu. Di dalamnya sudah ada empat orang temanku. Setelah sampai di sebuah gedung besar, aku bersama keempat temanku yang telah menggunakan seragam dengan sebuah nama ACH yang artinya saudara langsung menuju ke ruangan yang telah disiapkan bagi kami. Kami mulai menyusun strategi. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya nama kami dipanggil. Kami bersiap untuk maju ke dalam pertempuran. Semua mata tertuju padaku. Semua lampu menyorotku. Aku mulai mengingat kembali di saat aku melihat sang juara dulu. \u201cApakah ini perasaan yang dialami dia?\u201d tanya ku dalam hati. Ketika pertandingan dimulai aku merasa gugup tapi dengan cepat aku mengendalikan pikiranku. Setelah melewati beberapa pertandingan, timku menjadi juara. Kudengar teriakan sorak banyak orang. Aku menjadi sangat senang dan kupeluk teman-temanku dengan rasa bangga.","MATI RASA Ida Pratista Sudah tengah malam, tepat pukul satu dini hari, sayup-sayup kudengar suara kedua insan saling berdebat argumentasi. Aku terbangun dari tidur lelapku, berjalan menuju suara isak tangis adikku yang memelas di depan kamar kedua orangtuaku. Air mata membekas di kedua pipinya, \u201cAku takut,\u201d bisiknya. Kuangkat adikku yang masih kecil itu kubawa dia pergi ke kamarku kuputarkan sebuah lagu. Hari telah berganti, kupikir semua akan berubah namun dugaanku salah. Debat argumentasi masih saja terjadi. Meja makan yang seharusnya menjadi tempat untuk makan telah menjadi arena medan perang. Sungguh keji bertingkah seperti ini di depan buah hati yang dipaksa untuk mengerti masalah hati. Ego dalam diri dan masalah tentang hati seringkali membutakan mata untuk berbuat keji. Tatapan adikku kosong terperangah mendengar dan menelan semua kata-kata dan perbuatan keji kedua insan yang sedang dikuasi ego dalam diri. Masih saja belum mengerti, debat argumentasi tetap saja terjadi. Mungkin sudah tak peduli dengan sang buah hati. Kini sang buah hati sudah tak lagi merasa tersakiti akibat trauma dalam diri. Berakhir sudah penderitaannya, adikku telah bahagia dalam dunianya sendiri, merenungkan segala masa depan dalam angan pribadi, dan tersenyum sangat lepas bersama kawan dalam dunia fantasi. Entah aku harus sedih atau bahagia karena adikku sudah tak lagi merasa terbebani dalam keluarga kecil ini. Kadang aku iri, karena aku juga ingin dibawa bersama angan dan pergi dari sini.","SI CANTIK OLIVIA Jocelyn Song Hari ini aku di titipkan oleh orang tuaku ke rumah nenek. Biasanya ketika aku nakal aku akan dititipkan pada nenek. Tapi aku tidak tahu apa kesalahanku kali ini. Sesampainya di rumah nenek aku menceritakan kejadian kemarin. Pada sore hari kemarin seperti biasa mama mengajakku ke taman bermain di sekitar apartemen. Ketika aku bermain mama mengangkat telefon, mungkin dari pekerjaannya lalu tak lama setelah itu aku melihat ada anak perempuan cantik sepertinya dia seumuran denganku dia bersama dengan suster penjaganya. Karena bermain sendirian akan sangat membosankan pikirku jadi aku mengajaknya main. Olivia Zelie namanya, nama yang cantik bukan? Kami bermain ayunan dan prosotan bersama sangat menyenangkan. Tepat setelah mama menutup telepon, aku mengenalkan Olivia ke mama seketika itu juga mama marah dan membawaku pulang. Katanya ia tidak melihat siapa pun di sana selain aku dan dua ayunan yang bergoyang.","KOTA YANG ANEH Josephine Valentina H. Aku memiliki teman yang mempunyai hobi yang tak biasa untuk anak seusianya. Meskipun kami masih berusia 10 tahun, namun temanku yang satu ini memiliki hobi reporter. Dia selalu membawa buku sebagai jurnalnya kemanapun ia pergi. Pada suatu hari ia harus kembali ke kota dimana masa kecilnya berada dikarenakan ayahnya kehilangan pekerjaan dan harus mencari pekerjaan baru di kota tersebut. Namun, begitu sesampainya dia di kota itu, ia merasakan ada yang janggal dan aneh pada kota tersebut. Dia merupakan anak yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Waktu ia sudah tiba di rumahnya yang baru, ia langsung mengambil sepedanya dan berkelilig di kota tersebut untuk memastikan apa sih yang janggal dari kota itu. Ia menemukan rumah seorang ibu, yang ternyata dulunya seorang ibu ini adalah teman ayahnya. Rumah itu sedang melakukan garage sale dengan menjual barang unik. Ketika temanku sampai rumah, ia melihat ada mobil polisi melaju di depan rumahnya. Dan ternyata malam harinya ibu itu meninggal dengan aneh yaitu ia ditemukan meninggal saat sedang mengganti lampu kamar mandi di rumahnya.","ASAP Mariella Salvalent Sebagian kaum Adam tidak asing dengan benda berbentuk tabung yang memiliki ukuran diameter kecil dan memiliki banyak macam sebutan. Benda itu sangat di puja-puja. Tak jarang juga benda tabung berdiameter itu juga menjadi tolak ukur kejantanan kaum Adam. Memang benda itu sangat aneh. Untuk sebagian kaum Hawa, benda berbentuk tabung dan memiliki diameter ini selalu menjadi bahan perdebatan, karena menurut kaum Hawa benda terkutuk ini merupakan iblis di dunia nyata yang menjadi pemikat kaum Hawa. Lalu sebenarnya apa fungsi dari benda berbentuk tabung , memiliki diamaeter kecil yang bernama rokok itu? Apakah rokok memiliki fungsi yang baik? Atau rokok hanya bisa menghancurkan paru-paru dengan kandungan berbahaya di dalamnya? Lalu kenapa masih banyak peminatnya?","SAHABAT SELAMANYA Mikhael Rendy Pagi itu, langit sangat cerah diringi suara burung yang bernyanyi. Mataku terbuka mendengar nyanyian burung yang indah. Akhirnya, setelah sekian lama aku pun bangun dari siumanku. Ayah dan Ibu yang berada di sampingku mengeluarkan air tangis bahagia. Mereka pun segera memanggil dokter untuk memeriksaku. Setelah mengalami pemeriksaan aku diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Canda tawa Ibu dan Ayah begitu senang melihatku bisa menjalani hidupku lagi tanpa ada siksaan. Aku pun bersyukur karena Tuhan masih memberikanku kesempatan untuk dapat menikmati hidup yang Ia berikan padaku. Haripun berlalu, hari dimana aku mulai bersekolah lagi. Di depan rumah seperti biasa ada sahabatku yang selalu berangkat kesekolah bersama-sama denganku yaitu Dani. Ia adalah sahabat kecilku yang selalu senantiasa bersamaku. Dimanapun aku dan bagaimana keadaanku ia selalu berada di sisiku. Akhirnya, aku tiba di sekolah. Banyak teman-temanku yang menanyakan bagaimana kabarku. Aku merasa cukup senang karena mereka tidak melupakan aku. Jam istirahat tiba aku bergegas mengajak Dani untuk makan siang di suatu taman. Aku berbincang-bincang dengan Dani dengan menanyakan kabar dia dan keluarganya. Sekali-kali siswa yang lewat melihatku dengan tatapan keheranan. Aku tak menghiraukan mereka. Jam istirahat pun selesai. Aku dan Dani bergegas menuju kelas dimana tempat dudukku dikelas bersebelahan dengan tempat duduk Dani. Bel sekolah berdering. Waktu yang dinantikan siswa-siswa. Aku dan Dani bergegas pulang agar dapat menikmati suasana sore hari ini. Kami menikmati sore hari ini dengan bermain, memakan es krim dan melihat matahari terbenam. Menurutku hari ini merupakan hari yang sangat menyenangkan sekali. Sehabis itu, Aku dan Dani pulang bersama karena rumah kami bersebelahan. Aku melambaikan tangan pada saat aku sampai di depan rumahku. Setelah itu aku berbegas masuk kerumah. Orang tuaku keheranan karena di saat itu tidak ada siapa siapa. Hari-hari yang kujalani itu","selalu menyenangkan karena ada sahabat di masa kecilku yang senantiasa bersamaku.","MIMPI YANG INDAH Mosses Ferro Putra Aku tinggal dekat perkotaan, lebih tepatnya di apartemen bertingkat. Sudah menjadi kebiasaanku untuk meminum obat setiap hari sebelum bekerja. Dokter pernah berkata bahwa aku memiliki penyakit yang tidak biasa dan menganjurkanku untuk meminum obat yang diberikannya secara teratur. Aku tidak begitu mengerti akan apa yang dikatakan oleh dokter, namun obat tersebut tetap kuminum secara teratur. Beberapa kali aku lupa untuk minum obat, namun tidak ada efek samping yang terjadi. Di sinilah aku mulai berpikir bahwa aku sudah sembuh dan tidak perlu meminum obat tersebut lagi. Dua tahun pun telah berlalu. Aku mulai melihat dunia yang terlihat sangat berbeda dengan duniaku saat aku memejamkan mataku. Di dunia itu penuh dengan makanan, namun makanan itu bisa berbicara dan bertindak seperti layaknya manusia. Saat melihatku, mereka seperti mengajakku bermain tetapi entah kenapa selalu aku yang mengejar mereka, aku juga tidak terlalu peduli karena aku menganggap bahwa ini adalah salah satu saat dimana aku bisa bersantai dari banyaknya pekerjaan. Saat mereka tertangkap mereka seperti mempersilahkanku untuk memakan mereka, namun mereka akan muncul kembali pada keesokan harinya, Aku pun merasa lega dan hari-hari seperti ini pun terus berlanjut dalam kehidupanku. Sampai pada suatu saat aku dikepung oleh anggota kepolisian. Aku bingung dan takut karena aku berpikir bahwa aku tidak pernah melakukan kesalahan, akhirnya aku sadar dan menyesali tindakanku yang tidak mendengarkan nasihat baik orang lain.","BAJU HITAM Puspita Maharani Wongso Jam 8 lewat tiga puluh menit , aku duduk di depan teras rumahku memandang sepinya jalan di depan rumahku. Tiba-tiba terdengar suara wanita dari sebelah rumahku berteriak, \u201cWoi.., maling pakai baju hitam jangan kabur.\u201d Sontak warga dan diriku keluar dari rumah dan mengejar pencuri itu. Tak butuh waktu lama, kami pun dapat menghentikan pria berbaju hitam yang sedang berlari itu. Setelah tertangkap mereka langsung memukul orang tersebut hingga babak belur tanpa bertanya atau pun berbicara secara baik-baik. Kemudian wanita yang berteriak tadi datang dan langsung berkata, \u201cBukan dia malingnya, malingnya berbaju hitam dan berkepala botak..\u201d Sontak wargapun bertanya kepada pria tersebut mengapa ia berlari. Pria itu pun dengan luka-luka dan berkata, \u201cSaya berlari karena ingin membeli pulsa listrik di warung karena pulsa di rumah saya sudah menipis, makanya saya berlari.\u201d","SINGGAH UNTUK SEMENTARA Rachel Sandra Maria Senja mengakhiri perjumpaan terganti eloknya bulan. Gemerlap bintang berduet dengan purnama menyinari wajah gadis yang sarat akan kesedihan yang duduk di tepi jembatan. Seorang lelaki datang dan memilih duduk di sebelahnya. Gadis itu mengangkat wajah, menoleh, menemukan lelaki itu duduk di sebelahnya. Tangan lelaki itu bergegas mengusap air mata yang menghiasi pipinya. Lelaki itu memandang wajah sang gadis. Seolah ada makna lain dalam batinnya yang ingin diungkapkan. \u201cHai\u2026!\u201d kata yang terucap dari lelaki itu. Sontak seketika wajah sedih itu mulai memudar tergantikan oleh senyum yang merekah. Mekar di kedua sudut bibirnya dengan di sorot lampu jalan yang menerangi pembicaraan mereka. Tak selang berapa lama, terdengar ponsel berdering. Jemari lelaki itu lantas mengambilnya. Dia meletakkan benda itu ditelinga mendengar informasi yang akan diterima. Mendengar informasi itu, kontan dia berdiri tegak dan menjelaskan apa yang terjadi pada gadis itu. Tanpa mengulur banyak waktu yang terbuang, lelaki itu bergegas pergi meninggalkan gadis itu. Gadis itu merenung kembali dan berbicara dalam batinnya yang penuh dengan lara. Berpikir ada seseorang yang akan menemaninya dalam waktu lama. Namun kenyataannya dia hanya singgah untuk sementara.","KERAMAT Rachel Sandra Maria Bendera putih mewarnai kediaman Nara seorang gadis yang baru saja kehilangan ibunya yang begitu dia sayangi. Kesedihan yang tak tertahan membuat Nara semakin frustasi, ditambah dengan mereka harus pindah ke sebuah desa terpencil di tengah hutan. Namun, Nara merasa janggal akan desa ini. Karena setiap matahari tenggelam semua penduduk ke luar rumah membawa sajen ke arah hutan. Nara mencari tahu apa yang dilakukan para warga ke hutan itu. Ternyata dia menemukan sebuah sumur tua keramat yang konon katanya bisa mengabulkan permintaan. Sekilas terlintas di pikirannya, Nara berkeinginan menghidupkan kembali ibunya yang telah meninggal itu. Sampai akhirnya dia melakukan berbagai ritual. Nara meminta penunggu yang ada di sumur keramat itu untuk menghidupkan kembali ibunya. Namun kenyataannya berkaya lain, penunggu yang ada di sumur itu justru mengambil dan mencelakai orang-orang yang Nara sayangi termasuk dia sendiri. Nara berusaha untuk membatalkan ritual itu. Namun semuanya terlambat. Nara telah hilang dan menjadi tumbal dari sumur itu.","MENUJU SENJA Stacia Agatha Pada suatu senja yang menawan, aku menantikan kehadiran seseorang yang penting dalam hidupku. Seorang yang telah membuat hari-hariku berubah menjadi senyuman. Seorang yang selama ini selalu menemaniku dalam kesedihan. Ia adalah sahabatku Clara. Aku menunggunya datang ke rumahku sembari menikmati senja bersama secangkir kopi panas. Sekian lama aku menunggunya datang, namun ia tidak datang hingga hari semakin larut. Yang aku tahu seharusnya Clara datang sekian jam yang lalu di saat senja tersebut masih ada. Aku memutuskan untuk segera menelponnya. Namun telpon ku tak kunjung diangkat olehnya. Pada akhirnya hingga malam tiba, Clara tak kunjung datang ke rumahku. Sampai saat itu, pukul delapan malam, aku mendapatkan telepon mengenai Clara. Hatiku tak karuan saat aku mendengar tangisan di seberang sana. Ketika aku mendengar apa yang terjadi, kakiku menjadi lemas dan aku tak dapat membendung tangisku yang mengalir deras. Aku bergegas menuju ke rumah sakit tempat dimana sahabatku Clara berbaring di atas kasur tak berdaya. Aku terus menjaganya di sampingnya hingga pagi menjelang namun tak menunjukkan tanda-tanda sahabatku akan bangun dari tidurnya. Hingga pada saat itu pukul 3 dini hari, hal yang selama ini tidak aku inginkan pun terjadi. Sahabatku Clara meninggalkan ku selama-lamanya tanpa sepatah kata perpisahan darinya. Aku terus menerus menangis, menjerit namun rasa sakit yang kurasakan tak kunjung hilang dari hatiku. Sampai aku tersadar bahwa semua hal itu hanyalah mimpi dalam tidurku.","HABIS MANIS SEPAH DIBUANG Stefanus Christian Pada hari Sabtu bertepatan dengan akhir bulan Agustus, ayah mendapatkan voucher pembelian mobil baru. Mobil ini cukup terkenal dan bagus pada masanya. Harga jual pun terbilang cukup tinggi. Setelah dipertimbangkan lagi, ayah memutuskan untuk pergi ke dealer resmi penjualan mobil tersebut. Mobil yang dibeli oleh ayah ialah mobil sedan dua pintu dengan harga di atas delapan ratus juta rupiah. Alasan ayah membeli mobil itu sebagai koleksi dan supaya terlihat keren di mata orang lain. Tentunya, ia juga tidak lupa dengan membayar voucher itu. Setelah itu, ia pergi ke mana pun dengan menggunakan sedan itu. Mobil tersebut memiliki bentuk yang cukup unik, atap bisa dibuka tutup, ukuran dan model ban yang modern, serta warna yang mengkilap. Kecepatan mobil ini sangat kencang dan bertenaga. Mobil yang dibeli ayah sangat cepat, hebat, dan tangguh. Suatu ketika ayah membawa mobil itu untuk perjalanan jauh dengan kecepatan normal. Mobil itu dikendarainya dengan sangat mulus. Perjalanan jauh itu memakan waktu sekitar enam jam lamanya. Lama-kelamaan, ia mengemudikan mobil tersebut dengan kecepatan tinggi agar lebih cepat sampai tujuan. Tak lama kemudian, ia menemukan jalan berkelok-kelok. Ayah mencoba mengontrol kecepatan mobil, namun tidak bisa. Rem yang diinjak tidak berfungsi disebabkan ada masalah dengan kampas rem serta mobil ini tidak pernah diservis saat digunakan. Ia hanya menggunakannya terus tanpa mengecek kondisi tersebut. Karena rem tersebut bermasalah, ia kehilangan kendali saat menyetir. Setelah itu, ia menabrak pembatas jalan dengan kondisi tubuhnya yang cukup parah serta mobil rusak berat dan tak bisa digunakan lagi. Dalam kejadian itu, ia dibawa langsung ke IGD. Ia melakukan operasi dan beruntung kondisi Ayah masih bisa diselamatkan. Walaupun ada luka atau sakit pada tubuhnya, tapi ia masih sehat dan bisa bergerak perlahan-lahan. Ayah juga mengalami cedera dan masih dapat disembuhkan. Namun","sayangnya, ia mendapatkan informasi bahwa mobil tersebut akan dihancurkan sebab kondisi mobil yang rusak parah dari kondisi mesin serta ada beberapa komponen lain yang tidak bisa diperbaiki lagi. Ia sedih karena mobil tersebut dibelinya dengan hasil jerih payahnya sendiri. Namun, ayah masih mendapatkan asuransi dari kejadian itu. Ayah merasa kecewa sebab mobil tersebut juga merupakan idamannya sejak lama. Mobil dua pintu itu dihancurkan dan dijadikan produk lain. Walaupun ayah kecewa dengan perjuangan untuk membeli sedan itu, namun ia masih bersyukur karena kondisi tubuhnya masih selamat. Ia juga tidak lupa untuk melakukan kebaikan tidak hanya untuk dirinya, namun juga untuk orang lain di mana pun itu."]
Search
Read the Text Version
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
- 50
- 51
- 52
- 53
- 54
- 55
- 56
- 57
- 58
- 59
- 60
- 61
- 62
- 63
- 64
- 65
- 66
- 67
- 68
- 69
- 70
- 71
- 72
- 73
- 74
- 75
- 76
- 77
- 78
- 79
- 80
- 81
- 82
- 83
- 84
- 85
- 86
- 87
- 88
- 89
- 90
- 91
- 92
- 93
- 94
- 95
- 96
- 97
- 98
- 99
- 100
- 101
- 102
- 103
- 104
- 105
- 106
- 107
- 108
- 109
- 110
- 111
- 112
- 113
- 114
- 115
- 116
- 117
- 118
- 119
- 120
- 121
- 122
- 123
- 124
- 125
- 126
- 127
- 128
- 129
- 130
- 131
- 132
- 133
- 134
- 135
- 136
- 137
- 138
- 139
- 140
- 141
- 142
- 143
- 144
- 145
- 146
- 147
- 148
- 149
- 150
- 151
- 152
- 153
- 154
- 155
- 156
- 157
- 158
- 159
- 160
- 161
- 162