Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Kurikulum KKNI Jurusan IAT IAIN Pekalongan

Kurikulum KKNI Jurusan IAT IAIN Pekalongan

Published by nuraitushinta, 2019-12-03 06:15:55

Description: Kurikulum KKNI Jurusan IAT IAIN Pekalongan

Keywords: Kurikulum Ilmu Al-Quran dan Tafsir,Kurikulum IAT,Kurikulum KKNI IAT,Kurikulum IAIN Pekalongan

Search

Read the Text Version

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IN104 Ilmu Tasawuf Mata kuliah ini mempelajari dan mengkaji tentang teori-teori yang berkaitan tentang ilmu tasawuf dari berbagai aspeknya yang menjadi salah satu hal penting dalam kehidupan kaum muslimin. Tujuan: Mahasiswa dapat memahami dan menganalisa bentuk- bentuk moralitas (akhlak) dan tasawuf dari sudut pandang teoritis dan sedapat mungkin dapat memilih yang terbaik bagi kehidupan mereka. Topik: Sejarah dan Perkembangan Akhlak, Hubungan ilmu Akhlak dengan Ilmu lainnya, Induk Akhlak Islami, Akhlak Terpuji dan Akhlak Tercela, Pembentukan Akhlak, Pengertian Tasawuf dan dasar-dasarnya, Sejarah tasawuf dan manfaatnya, Hubungan Tasawuf dengan Ilmu Kalam, Filsafat, Fiqih, dan Ilmu Jiwa, Tasawuf Akhlaki, Tasawuf Irfani, dan Tasawuf Falsafi, Maqâmât dan hâl, Tarekat: Sejarah dan Perkembangannya, Studi Kritis terhadap Aliran- aliran Tasawuf, Tasawuf di Indonesia. Rujukan Dasar 1. Abuddin Nata, Akhlak Tasawuf, Jakarta: Rajawali Pers, 2011 2. Rosihon Anwar, Akhlak Tasawuf, Bandung: Pustaka Setia, 2010 IN105 Filsafat Umum Mata Kuliah ini didesain untuk memahami seluk beluk filsafat, dimulai dari pengertian secara etimologis dan terminologis, ciri- cirinya, perbedaan serta keterkaitannya dengan ilmu lain, pertumbuhannya mulai zaman kuno sampai modern, perkembangannya, serta cabang-cabangnya, meliputi metafisika, epistemologi dan estetika, sehingga diharapkan mahasiswa dapat memahami, menjelaskan, menguraikan sekaligus menganalisis setiap pemikiran yang berkembang dengan menggunakan kaca mata filsafat secara ilmiah. Disamping itu juga membahas ciri-ciri berfikir filosofis, persoalan-persoalan falsafati dan metode- 66

Buku Kurikulum KKNI metode memecahkan persoalannya serta mengetahui tokoh-tokoh filsafat beserta pemikirannya. Tujuan mata kuliah ini adalah mahasiswa mampu berpikir filosofis, memahami persoalan-persoalan kefilsafatan, cabang- cabang dan metode filsafat, mampu menjelaskan hubungan filsafat dengan disiplin ilmu lainnya khususnya dengan ilmu al-Qur’an dan tafsir. Topik: Pengertian Filsafat dan Berpikir Filosofis, Sejarah Pertumbuhan Filsafat dan Persoalan-persoalan Kefilsafatan, Cabang-cabang dan Metode Filsafat, Hubungan Filsafat dengan Disiplin Ilmu Lainnya khususnya dengan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Tokoh Filosof dan Pemikiran Filsafatnya. Rujukan Dasar: 1. A.C Ewing, Persoalan-Persoalan Mendasar Filsafat, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008 2. Zaprulkan, Filsafat Ilmu: Sebuah Analisis Kontemporer, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2015 3. Ahmad Tafsir, Filsafat Umum, Bandung: Rosda, 2000 4. Franz Magnis Suseno, Pijar-Pijar Filsafat, Yogyakarta: Kanisius, 2005. 5. Frederick Meyer, A History of Ancient and Medieval Philosophy, New York: American Book Company, 1950 6. Jhon R. Burr and Milton Goldinger (ed), Philosophy and Contemporer Issues, New York: Prentice Hall, 2003. 7. Harry Hamersma, Pintu Masuk ke Dunia Filsafat, Yogyakarta: Kanisius, 2018. 67

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 8. Louis kattsoff, Pengantar Filsafat, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2004. 9. Achmadi Asmoro, Pengantar Filsafat Umum, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005. IN106 Ilmu Kalam Mata kuliah ilmu kalam mempelajari perkembangan aliran-aliran dalam teologi Islam dan ajaran-ajaran dari masing-masing aliran tersebut. Mata kuliah ini membicarakan tentang konsep ilmu kalam dalam classical period, medieval periode, modern period, dan postmodern period. Pemahaman atas dinamika periodisasi pemikiran kalam menjadi sangat penting, karena pemikiran kalam sejatinya sangat dinamis. Kuliah ini menekankan perubahan mendasar dari pola konstruksi kalam klasik yang teosentris menuju kalam modern yang lebih antroposentris. Topik: pengertian ilmu kalam, sejarah perkembangan ilmu kalam, aliran-aliran dalam ilmu kalam, ajaran-ajaran dari aliran ilmu kalam. Rujukan Dasar 1. Hasan Hanafi, Dari Akidah ke Revolusi: Sikap Kita terhadap Tradisi Lama, terj. Asep Usman Ismail, Jakarta: Paramadina. 2003. 2. Abdul Rozak, Ilmu Kalam, Bandung: Pustaka Setia, 2003. 3. A. Hanafi, Pengantar Teologi Islam, Jakarta: Pustaka al- Husna, 2003. 4. Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, Jakarta: UI Press, 1979. 5. M. Abduh, Risalah Tauhid, Jakarta: Bulan Bintang, 1975. 6. Wardani, Epistemologi Kalam, Yogyakarta: LKIS, 2003. 68

Buku Kurikulum KKNI 7. Amin Abdullah, Falsafah Kalam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995. IN107 Fikih Ibadah Mata kuliah ini menyajikan beberapa pengetahuan penting tentang dasar-dasar fiqh ibadah. Dalam mata kuliah ini akan dibahas secara argumentatif beberapa topik meliputi konsep fiqih dan fiqih ibadah, thaharoh, sholat, puasa, perawatan jenazah, zakat, dan pernikahan dalam Islam sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Mata kuliah ini juga melatih mahasiswa agar memiliki keterampilan dalam mempraktekkan topik-topik tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan: Mahasiswa mampu mamahami dan merefleksikan pengertian ibadah, hakikat, tujuan dan hikmahnya serta sanggup mengimplemetasikan fiqih ibadah baik ibadah mahdlah maupun ghairu maghdlah sesuai dengan syari’at Islam. Rujukan Dasar: 1. Alwi Abbas al-Maliki et. al, Ibanat al-ahkam,Juz I, (Surabaya: al- Hidayah,tt) 2. Zakaria al-Anshari, al-Sharqawi ala al- Tahrir,Juz`I, (Surabaya: Bungkul Indah,tt). 3. Abi suja', Al-Tadhib fi adillat matn al-ghayat wa al- taqrib,(Jeddah: al-Haromain,tt). 4. Masykur A.B. et. al., Fiqih Lima Mazhab, (Jakarta: Lentera, 1996). 5. Muhammad Amin Al-Kurdi, Tanwiru al-Qulub,(Indonesia: Makatabah Dar Ihya' al-Kutub al- Arabiyah, tt.). 69

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 6. Ibn Qosim al-Ghaz, Hasyiyahal-Bajuri ala Ibn Qosim al- Ghaz,Juz I, (Surabaya: Karya Indonesia, tt.) 7. Al-Ghazali, Ihya' Ulum al-Din, Juz I, (Surabaya: Al-Hidayah, tt). IN108 Sejarah Peradaban Islam Mata kuliah Sejarah Peradaban Islam merupakan salah satu disiplin keilmuan yang telah tumbuh dan berkembang di antara tradisi kajian keislaman yang lain seperti Tafsir, Hadits, Fiqh, Tasawuf, dan Filsafat. Secara sederhana Sejarah Peradaban Islam bisa disebut sebagai ilmu yang berbicara mengenai ruang lingkup Sejarah Peradaban Islam secara komprehensif, dan menganalisis ruang lingkup tersebut dengan masa kini. Oleh karena itu, Sejarah Peradaban Islam menempati posisi paling pokok dalam pemahaman ajaran Islam. Karena pentingnya, seringkali penyampaiannya dilakukan melalui pendekatan historis, sosiologis, dan antropologis. Tujuan: Mahasiswa mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam mempelajari urgensitas Sejarah Peradaban Islam; dan mampu mengimplementasikan pemahaman terkait urgensitas Sejarah Peradaban Islam untuk memfilterisasi dan mengklasifikasikan pemahamanpemahaman yang ada di masyarakat. Rujukan Dasar 1. Ahmad Nasution, Faruq. Islam dan Peradaban. Jakarta: Suri Agung Perkasa – Alhikmah Islamic Library, 2007. 2. Al-Hajj, Abdurrahman Ali. Al-Hadaratul Islamiyah fi Andalus. Beirut: Darul Irsyad, 1970. 70

Buku Kurikulum KKNI 3. Al-Kadahwali, Muhammmad yusuf. Hayat al-Shahabah. Mekkah: Musthafa Ahmad al-Baz, 1992. 4. Al-Quraibi, Ibrahim. Tarikh al-Khulafa’. terj. Faris Khairul Anam, Jakarta: Qisthi Press, 2009. 5. Ambary, Hasan Muarif. Menemukan Peradaban Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia. Jakarta: Logos, 1998. 6. Amin, Samsul Munir. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Amzah, 2015. 7. Lane, George. Genghis Khan and Mongol Rule. Indianapolis: Hackett Publishing Company Inc, 1952. 8. Mubarok, Jaih. Sejarah Peradaban Islam. Bandung Pustaka Bani Quraisy, 2004. 9. Yatim, Badri. Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Islamiyah II. Jakarta: Rajawali Press, 1993. IN109 Bahasa Arab Mata kuliah ini membahas tentang percakapan dalam bahasa arab. Tujuan mata kuliah ini adalah mahasiswa mampu melakukan percakapan dalam bahasa arab, dengan lingkungan terdekat, lingkungan sekitar, dan kehidupan sehari-hari. Topik: percakapan dengan lingkungan terdekat, mengucapkan terima kasih, memperkenalkan diri, meminta dan memberi informasi, melakukan percakapan dengan lingkungan sekitar, percakapan dengan interaksi dalam konteks kehidupan sehari-hari. Rujukan Dasar: 1. Aminah Shawi, Nazhriyah Al-Ilam fi Al-Dakwwah Al- Islamiyah, Kairo: Maktabah Mesir, Tanpa Tahun. 2. Chotibul Umam dkk, Pelajaran Bahasa Arab, Jakarta: Depag R.I, 1976. 3. Muhammad ‘Imarah. Mu’alim Al-Manhaj Al-Islami, Kairo: Dar Al-Syuruq, 1991. 71

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 4. Muhammad Abdul Al-Aziz, Al-adab Al-Nabawi, Surabaya: Syarikah Bangkol Indah, Tanpa Tahun. IN110 Ulumul Qur’an Matakuliah ini membicarakan tentang dasar-dasar pengetahuan tentang Ilmu-ilmu Alqur’an baik dari aspek sejarah teks Alquran, konten/isi dan konsep-konsep di dalamnya, serta prinsip-prinsip dasar terjemah dan tafsir Alquran. Pembahasan meliputi: Kodifikasi Alquran, ilmu nuzulul Qur’an, ilmu Asbabun nuzul, makkiyah-madaniyah, fawatih suwar, muhkam-mutasyabih, dan materi lain yang berhubungan dengan konsep-konsep dasar al- Qur’an. Tujuan: Setelah menempuh matakuliah ini mahasiswa mampu memahami dan memiliki wawasan tentang prinsip-prinsip dasar ilmu-ilmu Alquran baik berhubungan dengan sejarah teks Alquran dan konsep-konsep di dalamnya. Dari wawasan tersebut mhsw diharapkan mampu mengembangkan kajian kebahasaan Alquran sebagai teks primer keagamaan. Rujukan Dasar 1. Muhammad Chirzin, Al-Qur’an dan Ulumul Qur’an, 1998 2. Ramli Abd. Wahid, Ulumul Qur’an, 1994 3. M. Hasbi Ash-Shiddieqy, Ilmu-Ilmu Al-Qur’an: Media-Media Pokok Dalam Menafsirkan Al-Qur’an, 1993 4. Subhi as-Shalih, Membahas Ilmu-Ilmu al-Qur’an, 1999 5. Manna Khalil al-Qattan, Studi Ilmu-Ilmu al-Qur’an, 2001 6. As-Suyuti, al-Itqan fi Ulumil Qur’an I, 1988 7. Badruddin Muhammad bin Abdullah az-Zarkasyi, al-Burhan fi Ulumil Qur’an I, 1988 8. M. Quraish Shihab, Mukjizat al-Qur’an, 1997. 9. Ibrahim Eldeeb, be a Living Qur’an, terj. Faruq Zaini, Ciputat: Lentera Hati, 2007. 10. Abdussabur Syahin, Sejarah Alquran, terj. Ahmad Bachmid, Jakarta: PT. Rehal Publika, 2008. 72

Buku Kurikulum KKNI 11. Hisham Thalbah, Ensiklopedi Mukjizat Alquran dan Hadis, Jakarta: Sapta Sntosa, 2008. IN111 Ulumul Hadis Mata kuliah ini secara umum membahas tentang metode dalam memahami Hadis Nabi Saw. Materinya meliputi; Definisi Ilmu syarh al-Hadis, sejarah perkembangannya, macam-macam Syarh al-Hadis, serta metode dan aplikasinya terhadap hadis. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami metode pemahaman terhadap hadis dan mampu mengaplikasikannya dengan benar. Rujukan Dasar 1. Yusuf Qardlawi, Kaifa Nata’amal ma’a al-Sunnah al-Nabawiyyah Ma’alim wa Dlawabith, al-Mansurah: Dar al-Wafa, 1993. 2. M. Alfatih Suryadilaga, Metodologi Syarah Hadis Era Klasik Hingga Kontemporer,Yogyakarta: SUKA-Press UIN Sunan Kalijaga, 2012. 3. Muhammad bin Umar bin Salim Bazamul, Ilm Syarh al-Hadis wa Rawafid al-Bahs fih, Tanpa Tahun. 4. Kumpulan Makalah Mu’tamar ‘Alami ‘an Manahij Tasir al- Qur’an wa Syarh al-Hadis, Kuala Lumpur: Dar al-Tajdid. Diselenggarakan di Kuala Lumpur 17-18 Juli 2006. 5. Yusuf Qardlawi, Al-Sunnah sebagai Sumber IPTEK, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 1998. 6. Al-Suyuti, Tadrib al-Rawi,Kairo: Maktabah Dar al-Turas, 1972. IN112 Metodologi Studi Islam Islam lahir tidak dalam ruang dan waktu yang kosong, tetapi lahir dalam ruang dan waktu yang sudah dihiasi dengan kehidupan manusia. Tentunya, kehidupan bertautan kepada persoalan bahasa, budaya, sosial, ekonomi, politik dan sebagainnya. Oleh karena itu, mengkaji Islam tidak dapat dipisahkan dengan disiplin ilmu-ilmu yang berhubungan langsung dengan persoalan tersebut, seperti sosiologi, antropologi, ekonomi, politik, linguistik dan sebagainya. Berangkat dari realita diatas, mata kuliah ini 73

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir disetting sedemikian rupa supaya mahasiswa dapat memahami Islam dan memiliki sarana pengetahuan ilmiah secara komprehensif, holistik dan universal. Topik: Definisi metode, metodologi, paradigma dan pendekatan, ruang lingkup studi islam, perkembangan studi islam, berbagai macam varian metodologi studi Islam, berbagai macam varian pendekatan studi Islam, mengaplikasikan apa yang dipelajari dalam isu-isu actual dan kontempore. Rujukan Dasar 1. Abdullah. M. Amin, Islamic Studies di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif- Interkonektif, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006. 2. ______________, Studi Agama:Normativitas atau Historisitas? Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002 3. Connoly, Peter (ed.).Aneka Pendekatan Studi Agama, Yogyakarta: LkiS, 2011 4. Nata. Abuddin, Metodologi Studi Islam, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2004 5. Nata, Abudin, Studi Islam Komprehensif, Kencana, 2011 6. Mudzhar. Atho’, Pendekatan Studi Islam:Teori dan Praktek, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998 7. Rahman. Fazlur, Islamic Methodology in History, Pakistan: Islamic Research Institute Press, 1965. 8. Baidhawy, Zakiyuddin, Islamic Studies: Pendekatan dan Metode, Yogyakarta: Insan Madani, 2011 9. Atang Abd Hakim dan Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, Remaja Rosdakarya, 1999 10. Fanani, Muhyar, Metode Studi Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008 11. Syukur, Suparman, Studi Islam Transformatif, Yogyakarta: Pustaka Pelajar 12. Munawar, Arfan, Studi Islam Prespektif Insider/Outsider, Yogyakarta: IRCISOD, 2012 13. Thahir, Lukman S, Studi Islam Interdisipliner, Yogyakarta: Qirtas 74

Buku Kurikulum KKNI IN117 Kewirausahaan Pada hakikatnya, entrepreneurship bukan hanya bakat yang dibawa sejak lahir dan dapat dipraktikkan begitu saja di lapangan usaha. Entrepreneurship selain dapat dipelajari, juga harus dapat diinternalisasi secara luas melalui proses pendidikan. Individu yang memiliki jiwa entrepreneur adalah individu yang mengenal potensi dirinya dengan baik, belajar mengembangkan potensi untuk melihat dan mengkreasikan peluang dalam mewujudkan cita-citanya. Ruang lingkup konsep entrepreneurship yang akan dibahas dan didiskusikan dalam mata kuliah ini berorientasi pada dua aspek utama, yaitu orientasi nilai (value-oriented) dan orientasi tujuan (goal-oriented). Salah satu muatan penting yang perlu diintroduksi kepada mahasiswa yaitu internalisasi sistem nilai yang terkandung dalam entreprneurship, yakni kemandirian, berpikir kreatif, soft-skill, keterampilan interpersonal, komunikasi persuasif, kerja keras, persistensi, dan lainnya. Pada akhirnya, dampak jangka panjang yang diharapkan dari pembentukan nilai- nilai tersebut adalah kemampuan menangkap dan mengkreasikan peluang menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual dan nilai tambah; “merubah kotoran dan rongsokan menjadi emas”. Tujuan: Mahasiswa mampu mengembangkan pemahaman dan kesadaran tentang hakikat entrepreneurship yang mencakup konsep dasar, karakteristik, serta tujuan pembelajaran entrepreneurship; Mahasiswa mampu menginternalisasi nilai dan sikap yang terkandung dalam entrepreneurship, seperti etos bekerja, motif berprestasi, kemandirian, kreativitas, keterampilan pengambilan keputusan, dan sebagainya; mahasiswa sanggup 75

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir mengembangkan employability skills dalam diri mahasiswa sebagai prasyarat dasar terbentuknya jiwa dan etos entrepreneurship (project learning); Mahasiswa dapat mendiseminasikan karakteristik dan etos entrepreneurship secara meluas melalui jalur pendidikan formal, informal, maupun nonformal. Rujukan Dasar 1. Buchari Alma. Kewirausahaan. Edisi kesepuluh. Bandung: Alfabeta. 2006 2. Geoffrey G. Meredith dkk. Kewirausahaan, Teori dan Praktek. Edisi kelima. Jakarta: PT Pustaka Binaman Pressindo, 1996. 3. Justin G. Longenecker dkk. Kewirausahaan Manajemen Usaha Kecil. Jakarta: PT. Salemba Emban Patria, 2001. 4. Rusman Hakim. Kiat Sukses Berwiraswasta. Edisi Kedua. Jakarta: PT Elex Media Media Komputindo, 1998. 5. David C. McClelland. The Achieving Society. New York: D. Van Nostrand Company, Inc, 1961. 6. Abdullah Gymnastiar. Melipatgandakan Kekayaan dengan Kecerdasan Spiritual. Bandung: Solusi Qalbu, 2006. 7. Covey, S. The 8th Habit; Menggapai Keagungan, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka, 2008. 8. Hisrich, R. D., Peters, M. P., & Shepherd, D. A., Entrepreneurship, Singapore: McGraw-Hill International, 2008. 9. Hall, D. Metode Canggih Melejitkan Kreativitas Bisnis, Bandung: Kaifa-Mizan, 2004. 76

Buku Kurikulum KKNI FU101 Sosiologi Mata kuliah sosiologi mempelajari tentang masyarakat, fenomena, dan realitasnya. Mata kuliah ini juga menjelaskan mengenai konsep dasar sosiologi, teori‐teori sosiologi, metodologi, dan paradigma ilmu sosiologi. Mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa bisa memahami dan menganalisis realitas sosial agama, pendidikan , ekonomi, politik, budaya yang terjadi di era industri 4.0 menggunakan ilmu sosiologi. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami sosiologi dalam memahami fenomena sosial di era industri 4.0, mahasiswa menguasai teknik analisis sosiologis dalam masalah sosial dan konflik keagamaan, mahasiswa mampu membuat rancangan penelitian fenomena sosial-keagamaan, sosial-pendidikan, sosial- ekonomi, sosial-lingkungan, sosial-politik dan sosial-kebudayaan serta mahasiswa mampu menjelaskan pendekatan dan metodologi sosiologi dalam kajian living Qur’an. Rujukan Dasar: 1. Ritzer, G. 2012. Teori Sosiologi. Pustaka Pelajar: Yogyakarta. 2. Soekanto, S. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Raja Walipress: Depok 3. Skinner, B.F. 2013. Ilmu Pengetahuan dan Perilaku Manusia. Pustaka Pelajar: Yogyakarta. 4. Samuel, H. 2012. Peter Berger Sebuah Pengantar Ringkas. Kepik: Depok. 5. Mutahir, A. 2011. Intelektual Kolektif Pierre Bourdieu. Kreaksi Wacana: Bantul. 77

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 6. Baudrillard, J. 2015. Masyarakat Konsumsi. Kreasi Wacana: Bantul. 7. Alatas, S.F. 2017. “Ibnu Khaldun Biografi Intelektual dan Pemikiran Sang Pelopor Sosiologi”. Mizan: Bandung. 8. Enan, M.A. 2013. “Biografi Ibnu Khaldun Kehidupan dan Karya Bapak Sosiologi Dunia” Zaman : Jakarta. 9. Pribadi, M. 2014 “Pemikiran Sosiologi Islam Ibn Khaldun”. SUKA Press: Yogyakarta. FU102 Antropologi Mata kuliah ini dirancang untuk memberi bekal kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik kepada mahasiswa terkait Antropologi dalam perspektif teoritis maupun praktis sehingga mereka diharapkan mampu memahami tema-tema Antropologi secara ilmiah, komprehensif, dan proporsional sebagai pengantar untuk memperkaya pengetahuan teknis, maupun untuk menambah pengertian tentang diri sendiri yang pada gilirannya akan meluaskan pemahaman tentang manusia lain. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami teori-teori Antropologi, menjelaskan pendekatan antropologi agama dalam kajian Islam, memahami unsur-unsur kebudayaan sebagai pembentuk peradaban masyarakat, dan mahasiswa mampu membuat rancangan penelitian dan menuliskan hasil penelitian dengan pendekatan antropologi. Rujukan Dasar: 1. Koentjaraningrat. 1990. Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta: Rineka Cipta 78

Buku Kurikulum KKNI 2. Koentjaraningrat, 2007, Sejarah Teori Antropologi, Jakarta: UI-Press. 3. Geertz, Clifford. 1992. Kebudayaan dan Agama, Yogyakarta: Kanisius 4. Geertz, Clifford. 1985 Agama Jawa: Abangan, Santri, Priyayi dalam Kebudayaan Jawa, 1985 5. Ahimsa-Putra, H. S. (2012). The Living Al-Qur’an: Beberapa Perspektif Antropologi. Walisongo, 20(1), 235-260. DOI: http://dx.doi.org/10.21580/ws.20.1.198 6. Ahimsa-Putra, H.S. 2011. Paradigma, Epistemologi dan Etnografi dalam Antropologi. Makalah disampaikan dalam ceramah “Perkembangan Teori dan Metode Antropologi”, diselenggarakan oleh Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, di Surabaya, 6- 7 Mei 2011 7. Ahimsa-Putra, H.S. 2016. Paradigma Profetik Islam: Epistimologi, Etos dan Model. Yogyakarta: UGM Press 8. Ahimsa-Putra, H.S., 2012. FENOMENOLOGI AGAMA: Pendekatan Fenomenologi untuk Memahami Agama, Walisongo, Vol 20, No 2, , h. 271-304 9. Turner, V. 1969. Liminality and Communitas. The Ritual Process: Structure and Anti-Structure, 94(113), 125-30. 10. Jacobson, David. 1991. Reading Ethnography. New York: State University of New York Press 11. Spradley, J. P. 2016. The Ethnographic Interview. Waveland Press. 79

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 12. Burke, Peter. 2015. Sejarah dan Teori Sosial Edisi Kedua. Yogyakarta: Yayasan Obor Indonesia 13. Baal, J Van. 1970. Sejarah dan Pertumbuhan Teori Antropologi Budaya (hingga Dekade 1970) Jilid I. Jakarta: Gramedia 14. Baal, J Van. 1970. Sejarah dan Pertumbuhan Teori Antropologi Budaya (hingga Dekade 1970) Jilid II. Jakarta: Gramedia 15. Alimi, Yasir M. 2018. Mediatisasi Agama, Post Truth dan Ketahanan Nasional. Yogyakarta: LkiS FU103 Ushul Fiqh Mata kuliah Ushul Fikih sebagai bagian dari kajian epistemologi hukum Islam, eksistensi mata kuliah ushul fikih memiliki orientasi untuk memberikan pemahaman kepada para mahasiswa tentang tinjauan umum terkait ushul fikih dan kaidah-kaidah ushuliyyah. Yang mana dengan mengkaji mata kuliah ushul fikih tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memahami dan mengaplikasikan berbagai macam permasalahan dan mampu menjawab dalam berbagai kasus fikih yang ada. Adapun berbagai materi kajian dalam mata kuliah ini, antara lain sebagai berikut: pengantar ushul fikih, sejarah perkembangan ushul fikih, hukum syara’,hukum taklifi, hukum wadh’i, sumber hukum Islam, kaidah ushûliyyah, Ta’árudl al-Adillah, Nasakh dan Tarjȋh, maqáshid al- syarȋah, penggalian dan penemuan hukum. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami konsep ushul fikih dalam Islam, sanggup melakukan kajian ushul fikih dan permasalahannya dengan baik dan benar, mahasiswa mampu menyikapi pemahaman tentang ushul fikih dengan penuh 80

Buku Kurikulum KKNI toleransi dan lapang dada dengan tetap mampu melakukan kajian kritis untuk menentukan pendapat terkuat dan termaslahat. Rujukan Dasar: 1. Amir Syarifuddin, Ushul Fiqh 1, Depok: Kencana, 2008. 2. Amir Syarifuddin, Ushul Fiqh 2, Depok: Kencana, 2011. 3. Alaidin Koto, Ilmu Fikih dan Ushul Fikih (Suatu Pengantar), Jakarta, Rajawali Press 2010. 4. Abuddin Nata (ed.), Masail al-Fiqhiyah, Depok: Kencana, 2003. 5. Abdul Wahab Khalaf, Ilmu Ushul Fiqh, Bandung: Rineka Cipta, 2003. 6. Satria Effendi, Ushul Fiqh, Depok: Kencana, 2005. 7. Wahbah Zuhaili, Ushul al-Fiqh al-Islami, Damaskus: Dar al-Fikr, 1986. FU104 Filsafat Islam Islam sebagai sumber peradaban, dipandang ikut meletakkan \"prosesi batu pertama\" bangunan budaya dan peradaban modern yang saat ini berkembang pesat di Barat. Di abad pertengahan itulah Islam merupakan juru 'penyelamat' bagi peradaban Yunani, Persia dan Romawi dengan cara menerjemahkannya ke dalam bahasa dan tradisi Islam. Kemajuan Islam era pertengahan tidak saja mewarisi pengetahuan Yunani-Romawi, akan tetapi telah memodifikasi dan menyempurnakan pengetahuan sebelumnya. Hal ini dibuktikan dengan hasil usaha kreatif cendikiawan muslim seperti al-Kindi, Ibn Sina, al-Farabi, al-Razi dan setelahnya, selain mengadopsi kekayaan pengetahuan mereka, juga melahirkan 81

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir teori dan pengetahuan orisinil yang sarna sekaIi baru. Sebagai sebuah pengetahuan, Filsafat sesungguhnya adalah induknya segala ilmu. Sebagai induk segala ilmu, maka filsafat mempengaruhi ilmu-ilmu lainnya, seperti ilmu fiqih, ilmu kalam, tafsir dan sebagainya. Berkenaan dengan itu, orientasi pembelajaran Filsafat Islam memberikan fostulat fundamental yang sangat mendasar kepada mahasiswa terutama dalam hal pentingnya berfikir secara logis, sistematis, radikal dan universal tentang hekekat segala sesuatu berdasarkan ajaran Islam. Di samping itu, pembelajaran Filsafat Islam juga berguna dalam memahami rangka bangun struktur ilmu yang ada. Tujuan: Mahasiswa memiliki kemampuan dalam memahami dan menjelaskan filsafat sebagai ilmu dasar dalam memahami ajaran- ajaran Islam dan ilmu pengetahuan lainnya secara komprehensif; Mahasiswa mempunyai kemampuan menerapkan kaidah dan metodologi berfikir filsafat sistematis, radikal dan universal dalam memecahkan persoalan-persoalan keagamaan dan ilmu pengetahuan secara shahih dan benar; Mahasiswa mengetahui hakikat dasar tentang filsafat Islam dengan sebenarnya, baik artikulasi, objektifitas, metode, kegunaan maupun hubungannya dengan filsafat Yunani; Mahasiswa mampu mengetahui beragam pemikiran dan corak filsafat para filosof Muslim; dan Mahasiswa memiliki sikap kritis serta daya analitis yang benar terhadap pemikiran kefilsafatan dalam Islam secara proporsional berdasarkan aspek ontologis, epitemologis maupun aksiologisnya. 82

Buku Kurikulum KKNI Rujukan Dasar 1. Dedi Supriyadi, Pengantar Filsafat Islam: Konsep, Filsuf dan Ajarannya, Bandung: Pustaka Setia, 2009. 2. Hasyimsyah Nasution, Filsafat Islam, Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999. 3. Seyyed Hossein Nasr dan Oliver Leaman (ed.), Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam (Buku Pertama), Bandung: Mizan, 2003. 4. Muhammad Maghfur W., Koreksi atas Kesalahan Pemikiran Kalam dan Filsafat Islam, Bangil: al-Izzah, 2002. 5. Mulyadi Kartanegara, Gerbang Kearifan: Sebuah Pengantar Filsafat Islam, Jakarta: Lentera Hati, 2006. 6. Mulyadi Kartanegara, Menembus Batas Waktu: Panorama Filsafat Islam, Bandung: Mizan, 2002. 7. Ahmad Fuad al-Ahwani, Filsafat Islam, Jakarta: Pustaka Firdaus, 1997. 8. Abdul Maqsud Abdul Ghani Abdul Maqsud, Agama dan Filsafat, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000. FU105 Filsafat Ilmu Filsafat Ilmu merupakan bagian dari filsafat khusus yang mengkaji mengenai satu dari bidang kehidupan manusia, yaitu ilmu. Ilmu yang dimaksud adalah pengetahuan ilmiah, bukan saja ilmu pengetahuan alam, tetapi juga ilmu pengetahuan sosial. Filsafat ilmu mempertanyakan mengenai hakikat ilmu. Filsafat ilmu diharapkan membantu mahasiswa mengetahui posisi keilmuannya, kemudian mengkonstruk keilmuannya berdasarkan cabang ontologi, epistemologi, dan aksiologi. 83

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Tujuan: Menjelaskan konsep filsafat ilmu yang mengkaji masalah hakikat ilmu dalam dimensi ontologis, epistomologis, dan aksiologis. Memahami dan menghargai filasfat ilmu dalam memperluas wawasan tentang berbagai teori, aliran, pendekatan dan paradigma serta alternatif penggunaan metode penelitian ilmiah. Mengidentifikasi dan menjelaskan landasan, pokok-pokok permasalahan, metode, kriteria kebenaran ilmu serta validitasnya. Menerapkan filsafat ilmu sebagai landasan pengembangan keilmuan sesuai dengan kaidah, moral dan etika ilmu pengetahuan serta nilai-nilai luhur budaya dan kepribadian bangsa dan dasar negara Pancasila-UUD 1945 maupun ajaran agama untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam rangka kesejahteraan masyarakat dan peradaban serta martabat umat manusia. Rujukan Dasar 1. Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. 2. Rizal Muntasir, Filsafat Ilmu. R. Van Peursen, Susunan Ilmu Pengetahuan. 3. C. Verhaak dan R. Haryono Imam, Filsafat Ilmu Pengetahuan Telaah atas Cara Kerja Ilmu. 4. Soerjono Soemargono (terj.), Cara Berpikir Kefilsafatan. 5. A.G.M. van Mesen, Ilmu Pengetahuan dan Tanggung Jawab Kita. 6. Miska Muhammad Amin, Epistemologi Islam Pengantar Pengetahuan Islam 84

Buku Kurikulum KKNI FU106 Ilmu Mantiq Mata Kuliah ini merupakan mata kuliah dasar keahlian program studi. Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan ilmu mantiq dan kegunaannya, serta berpikir logis sehingga dapat mengaplikasikannya dalam merumuskan buah pikir yang menunjang terhadap penyusunan konsep-konsep dalam rangka pengembangan profesionalitas mahasiswa. Dalam perkuliahan ini dibahas : Pengertian, sejarah, kebutuhan dan manfaat ilmu mantiq, al-Ilmu, Tashawwur, tashdiq, Dilalah, Mabahits ilmi mantiq, Mafhum mashadaq, Taqabul al-fadh, Aqsam Kully, Ta'rif, Mabhats qadhaya, Tanaqudh, al-Aksu al- Mustawi, Istidlal, Istidlal Qiyasi, Anwa al-Qiyas, Asykal Qiyas, Dhurub al-Qiyas. Pelaksanaan kuliah menggunakan pendekatan ekspositori dalam bentuk ceramah dan tanya-jawab dan pendekatan inkuiri yaitu penyelesaian tugas dan penyajian makalah, diskusi dan pemecahan masalah. Tahap penguasaan mahasiswa selain evaluasi melalui UTS dan UAS juga evaluasi terhadap tugas, penyajian dan diskusi. Tujuan: Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan ilmu mantiq dan kegunaannya, serta berpikir logis sehingga dapat mengaplikasikannya dalam merumuskan buah pikir yang menunjang terhadap penyusunan konsep-konsep dalam rangka pengembangan profesionalitas mahasiswa. Topik: Pengertian, sejarah, kebutuhan dan manfaat ilmu mantiq, al-Ilmu, Tashawwur, tashdiq, Dilalah, Mabahits ilmi mantiq, Mafhum mashadaq, Taqabul al-fadh, Aqsam Kully, Ta'rif, Mabhats 85

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir qadhaya, Tanaqudh, al-Aksu al-Mustawi, Istidlal, Istidlal Qiyasi, Anwa al-Qiyas, Asykal Qiyas, Dhurub al-Qiyas Rujukan Dasar 1. Ibrahiemi, Muhamad Nur, Ilmu Mantiq, Surabaya: Maktabah Sa'ad ibn Nashir Nabhan, tanpa tahun. 2. Baihaqi A.K, Ilmu Mantiq, Teknik Dasar Berpikir Logik, Dar Ulum Press, Al-Muzhaffar, 1998. 3. Muhamad Ridha, Al-Mantiq, Beirut: 2004. 4. Al-Maidani, Abdurahman Hasan, Dhawabith al-Ma'rifah, Beirut: Dar al-Qalam, 1988. 5. Zakaria, A. Ilmu Mantiq, Garut: Ibnu Zaki, 1999. FU107 Fikih Muamalat Mata kuliah Fiqh Mu’amalah adalah suatu mata kuliah tentang hukum Islam yang mengatur hubungan antara manusia dengan manusia dalam hal perekonomian. Materi mata kuliah ini membahas konsep hak, harta, dan berbagai macam akad, seperti akad jual beli, pinjam meminjam, sewa menyewa, upah atas jasa, permodalan dalam usaha dan bagi hasilnya, serta berbagai akad keuangan dan harta lainnya. Konsep materi dalam mata kuliah ini juga diperlukan sebagai bekal dasar untuk mempelajari cara mengelola harta benda tingkat lanjutan, sekaligus dapat menjawab permasalahan-permasalahan ekonomi dan bisnis berdasarkan al-Qur’an, al-Hadits serta pemikiran-pemikiran ulama’ lintas madzhab dan kontemporer melalui karya-karya mereka yang sudah terkodifikasi. Tujuan: Mahasiswa diharapkan mengetahui bagaimana cara mengembangkan atau mengelola harta benda (tasharruf fi al- 86

Buku Kurikulum KKNI maal) sesuai syariat Islam melalui pemahaman tentang teori dan konsep harta, hak dan akad secara umum serta mengaplikasikanya dalam bermuamalah, pengembangan ilmu dan pemecahan masalah aktual. Topik: Teori dan konsep fiqh muamalah serta cakupannya; Teori, konsep dan hukum hak, harta serta cakupannya; Teori, konsep dan hukum akad serta cakupannya; Teori, konsep dan hukum akad jual beli; Jual beli salam, Istishna, Sharf dan konsep khiyar; Teori, konsep dan hukum riba; Teori, konsep dan hukum ijaroh; Teori, konsep dan hukum syirkah; Teori, konsep dan hukum rahn; Teori, konsep dan hukum kafalah dan dhoman; Teori, konsep dan hukum hawalah; Teori, konsep dan hukum wakalah; Teori, konsep dan hukum wadi’ah; Hukum e-commerce dalam perspektif syariah. Rujukan Dasar 1. Janwari, Yadi. Fikih Lembaga Keuangan Syariah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2015. 2. Juhaya, S. Pradja. Ekonomi Syariah. Bandung: Pustaka Setia, 2012. 3. Mardani. Hukum Ekonomi Syari’ah Di Indonesia. Bandung: Reflika Aditama, 2011. 4. Mas’adi, Ghufron A. Fiqih Muamalah Kontekstual. Jakarta: PT Raja Grafindo, 2002. 5. Shidiq, Sapiudin. Fiqh Muamalat. Jakarta: Kencana Prenada Media, 2010. 6. Suhendi, Hendi. Fiqih Muamalah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007. 87

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 7. Syafe’i, Rahmat. Fiqih Muamalah. Bandung: Pustaka Setia, 2001. 8. Mahmud, Abdullah. Al-Ikhtiyar Li Ta’lil Al-Mukhtar. Vol. 4. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1998. 9. Syabir, Muhammad Utsman. Al-Muamalat Al-Maliyah Al- Mu’ashirah. VI. Amman: Dar An-Nafa’is, 2007. 10. Zuhaili, Wahbah. Al-Mu’amalah Al-Maliah Al-Mu’asirah. Beirut: Dar al-fikr, 2002. FU108 Ilmu Budaya dan Sosial Dasar Mata Kuliah ini didesain untuk memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesederajatan dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumberdaya dan lingkungannya. Tujuan mata kuliah ini adalah mahasiswa mampu bersikap bijaksana dalam memahami keragaman, kesederajatan dan kemartabatan manusia dalam posisinya sebagai individu maupun makhluk sosial. Topik: latar belakang dan tujuan IBD; pengertian dan kedudukan IBD serta memahami ilmu humaniora yang meliputi fungsi akal dan budi manusia, pengertian manusia sebagai makhluk individu dan sosial; faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan individu; serta sebab-sebab lahirnya paham individualisme dan sosialisme, peradaban bagi kehidupan manusia, hakikat keragaman dan kesetaraan, keragaman melahirkan dinamika 88

Buku Kurikulum KKNI sosial, konsep dasar makna nilai, (norma) hukum dan moral, hubungan antara nilai, (norma) hukum dan moral, macam- macam norma/kaidah sosial yang lahir ditengah masyarakat sebagai akibat adanya interaksi sosial, sains dan teknologi bagi manusia, hubungan antara sains dan teknologi terhadap kehidupan manusia serta kedudukan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Rujukan Dasar: 1. Sujarwa, 2010, Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar: Manusia dan Fenomena Sosial Budaya, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2. Winarno, 2010, Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar, Jakarta: Bumi Aksara. 3. Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 4. Widagdo, Joko, 2008, Ilmu Budaya Dasar, Jakarta: Bumi Aksara. 5. Setiadi, M., Elli, 2008, Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar, Jakarta: Prenada Media 6. Maran, Rafael Raga, 2007, Manusia Dan Kebudayaan Dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar, Jakarta: Rineka Cipta. FU109 Pemikiran Modern dalam Islam (PMDI) Mata kuliah ini mengkaji tentang dinamika pemikiran di dunia Islam khususnya pada periode modern (1800 M dan seterusnya). Pembahasan ini dimulai dari pembaharuan pemikiran Islam yang meliputi arti pembaharuan, tajdid, modernisasi, dan westernisasi; latar belakang dan tujuan munculnya pembaharuan dalam Islam secara historis, politis, sosiologis maupun filosofis; serta gerakan 89

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir pembaharuan pemikiran Islam di berbagai kawasan Islam sekaligus pemikiran tokoh-tokohnya. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami dan mengidentifikasi arti pembaharuan, tajdid, modernisasi, dan westernisasi, Mahasiswa dapat menjelaskan latar belakang munculnya gerakan pembaharuan pemikiran Islam, Mahasiswa memahami tujuan pembaharuan pemikiran Islam, dan mampu memahami pemikiran tokoh-tokoh pembaharuan pemikiran Islam. Topik: Pembaharuan, Tajdid, Modernisasi, dan Westernisasi; Islam dan Modernisme VS Modernisasi dalam Islam; Ekspedisi Napoleon dan Ide Baru yang Dibawanya; Jamaluddin al-Afghani: Pan-Islamisme; Muhammad Abduh: Mu’tazilahisme; M. Rasyid Ridla: Tradisionalisme; Ikhwan al-Muslimin: Gerakan Sebelum dan Sesudah Revolusi; Qasim Amin: Emansipasi Wanita; Ali Abdul Raziq: Islam dan Negara; Musthafa Kemal at-Taturk: Pembentukan Republik Turki; M. Iqbal: Asrari Khudi; M. Ali Jinnah: Pembentukan Republik Pakistan dan Corak Keislamannya; Nurcholish Madjid: Sekularisasi; Abdurrahman Wahid: Islam Kosmopolitan. Rujukan Dasar: 1. Ris’an Rusli, Pembaharuan Pemikiran Modern dalam Islam, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2014. 2. Abdul Hamid dan Yaya, Pemikiran Modern dalam Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2010. 3. Azyumardi Azra dan Harun Nasution, Perkembangan Modern dalam Islam, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1985. 90

Buku Kurikulum KKNI 4. Harun Nasution, Pembaharuan dalam Islam: Sejarah Pemikiran dan Gerakan, Jakarta: Bulan Bintang, 2014. 5. Ahmad Syaukani, Perkembangan Pemikiran Modern di Dunia Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2001. 6. Taufiq Adnan Amal, Islam dan Tantangan Modernitas, Bandung: Mizan, 1994. 7. Nurcholish Madjid, Islam Doktrin dan Peradaban, Jakarta: Paramadina, 1992. 8. Fazlur Rahman, Islam and Modernity Transformation of an Intellectual Tradition, Chicago: University of Chicago, 1982. 9. Edward Montimer, Faith and Power: The Politics of Islam, London: Faber and Faber, 1982. IAT101 Tafsir Akidah-Akhlak Matakuliah ini akan mengkaji tentang tafsir tematis yang berkaitan dengan tema-tema besar akidah dan akhlak. Dari tema akidah terdiri dari tafsir ayat Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat, Iman kepada Rasul Allah, Iman kepada Kitab Allah, Iman kepada Hari Akhir, dan tafsir ayat Iman kepada Qadla dan Qadar Allah. Sedangkan tema akhlak terdiri dari tafsir ayat Akhlak pribadi, Akhlak dalam Keluarga, Akhlak terhadap Sesama Manusia, Akhlak terhadap Sesama Makhluk, Akhlak Bermasyarakat, dan tafsir ayat Akhlak terhadap Lingkungan. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami serta memetakan ayat- ayat yang berhubungan dengan akidah dan akhlak; Mahasiswa mampu menjelaskan penafsiran tentang ayat-ayat akidah dan akhlak; Mahasiswa dapat memahami pokok kandungan dari tafsir 91

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir akidah dan akhlak serta mengamalkan kandungan ayat akidah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari Rujukan Dasar: 1. Muhammad Fu’ad Abd al-Baqi, al-Mu’jam Mufahras li alfadz al- Qur’an al-Karim, Beirut: Dar al-Fikr, 1987. 2. Muhammad ibn Jarir al-Thabari, Jami’ul Bayan fi Tafsir al- Qur’an, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2006. 3. Abu Fida’ Ismail bin Umar bin Katsir, Tafsir al-Qur’an al-Adzim, Jakarta: Gema Insani Pres, 1996. 4. Hamka, Tafsir al-Azhar, Jakarta: Pustaka Panji Mas, 1982. 5. M. Quraish Shihab; Tafsir al-Misbah, Jakarta: Lentera Hati, 2002. 6. Ahmad Mustafa al-Maraghi, Tafsir al-Maraghi, Beirut: Dar al- Kutub al-Ilmiyah, 2006. IAT102 Tafsir Ayat Ibadah Matakuliah ini menyajikan informasi-keterampilan tentang tafsir ayat-ayat ibadah, dimana diharapkan nantinya mahasiswa dapat membaca dan menganalisa sebuah teks ayat ibadah dan tafsirnya. Tujuan: Mahasiswa mampu menghafal ayat-ayat tentang ibadah; Mahasiswa mampu memahami makna tekstual dan kontekstual ayat-ayat tentang ibadah; Mahasiswa mampu menguasai konsep dan aturan tafsir ayat ibadah; Mahasiswa mampu memahami keragaman tafsir ulama’ klasik dan modern tentang ayat-ayat ibadah; Mahasiswa mampu mempraktikkan tafsir ayat ibdah dalam kehidupan sehari-hari. 92

Buku Kurikulum KKNI Rujukan Dasar 1. Departemen Agama, Al-Qur’an dan Terjemahnya Al-Jumânatul `Alî Seuntai Mutiara Yang Maha Luhur”, Bandung: CV Penerbit J-ART, 2004. 2. M. Quraish Shihab, Tafsîr Al-Qur’ân Al-Karîm Tafsir atas Surat- surat Pendek Berdasarkan Urutan Turunnya Wahy, Bandung: Pustaka Hidayah, 1997. 3. M. Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an, vol. 1, Jakarta: Lentera Hati, 2000 M/1421 H. 4. Wahbah al-Zuhayliy, al-Tafsîr al-Munîr fî al-Aqîdah wa al- Syarî`ah wa al-Manhaj, vol. 1, Beirut: Dâr al-Fikr al-Mu`âshir dan Damaskus: Dâr al-Fikr, 1998. 5. M. Ali Al-Shabûniy, Tafsîr Ayât al-Ahkâm min al-Qur’ân, vol. 1, Beirut: Dar al-Kutub al-`ilmiyyah, 2004. 6. Muhammad `Ali al-Sayis, Tafsîr Ayât al-Ahkâm, vol. 1. 7. Ash-Shabuni, Muhammad Ali (t.th.) Rawa'iu Al-Bayan Tafsiru Ayati Al-Ahkam min Al-Qur'an, Kulliyatu Asy-Syari'ah wa Ad- Dirasat Al-Islamiyah, Makkah Al-Mukarramah. 8. Al-Qurthubi, Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Anshari, Al-Jami' Li Ahkami Al-Qur'an, Darul Kutub, Libanon, 1967. 9. Katsir, Ibnu, Al-Hafidz Imaduddin Abu Al-Fida' Ismail Al- Qursyi Ad-Dimasqi, Tafsir Al-Qur'an Al-Adzim, Damaskus, 1994. 10. Sayyid Quthub, Tafsir Fi Dzilal al-Qur’an, Dar al-Suruq, Beirut, 1985. 93

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAT103 Tafsir Ayat Ekonomi Mata kuliah ini secara umum Memberikan pemahaman dasar mengenai prinsip-prinsip dasar ekonomi dalam al-Qur’an. Pemahaman tersebut meliputi redaksi dan arti ayat- ayat al- Qur’an, kata kunci, tafsir yang berkaitan dengan ekonomi, beserta kandungan masing-masing dalam kaitanya dengan fenomena yang terjadi padaaktivitas ekonomi masa kini. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan metodologis, normatif dan sosiologis. Dalam pendekatan metodologis, akan ditekankan pada metode studi kritis terhadap penafsiran yang sudah ada. Pendekatan normatif akan ditekankan pada pemahaman terhadap norma yang termuat dalam ayat. Sedangkan pendekatan sosiologis lebih menekankan pada analisis sosilogis terhadap konteks ayat. Tujuan: Mahasiswa diharapkan mengetahui konsep Ekonomi Islam tentang nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi Islam yang sejalan dengan spirit ayat- ayat al-Qur’an serta berperan sebagai sumber utama Ekonomi Islam. Dengan demikian, secara tersirat diketahui pula ciri khas ekonomi Islam dalam perbandingannya dengan ekonomi konvensional yang tidak berdasar pada nilai tersebut. Rujukan Dasar 1. Azhari Akmal Tarigan, Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi. Bandung: Citapustaka Media Perintis, 2012. 2. Abdul Wahid Al-Faizin dan Nashr Akbar, Tafsir Ekonomi Kontemporer. Jakarta: Gema Insani, 2018. 3. Mardani, Ayat-Ayat dan Hadis Ekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011. 4. M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah. Jakarta: Lentera Hati, 2002. 94

Buku Kurikulum KKNI 5. Dwi Suwiknyo, Kompilasi Tafsir Ayat-ayat Ekonomi Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010. 6. ’Aidh al-Qarni, Tafsir Muyassar. (terj) Jakarta: Qisthi Press, 2007. 7. Ibn Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Adzim. Riyadh: Dar al-Thaybah li al-tauzi’, 1999. 8. Al-Qurtubi, al-Jami’ al-ahkam min al-Qur’an. Beirut: Mu’assasah al-Risalah, 2006. IAT104 Tafsir Tematis Ahwal Syakhsiyyah Mata kuliah ini adalah pada tafsir terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan hukum keluarga Islam (munakahat), mulai dari ayat hukum tentang prinsip pernikahan, tujuan pernikahan, khitbah, mahar, al-muharramat min an-nisa’, hak dan kewajiban suami isteri, nusyuz, syiqaq, li’an, zhihar, sumpah ila’, sampai kepada ayat hukum tentang thalaq, ‘iddah, dan nikah campuran. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu mengetahui tafsir dari ayatayat hukum keluarga dan mengetahui petunjuk hukum dan kehujjahannya. Tujuan: Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang tafsir ayat-ayat hukum keluarga Islam; Mahasiswa mampu menghafal ayat-ayat hukum keluarga Islam; Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang petunjuk hukum dari ayat-ayat hukum keluarga Islam; Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang kehujjahan ayat-ayat hukum keluarga Islam. 95

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Rujukan Dasar 1. Muhammad Sayyid Thanthawi, Tafsir al-Wasith 2. Ahmad Musthofa al-Maraghi, Tafsir al-Maraghi 3. Muhammad Ali as-Sayis, Tafsir Ayat Ahkam 4. Al-Qaththan, Tafsir al-Qaththan 5. Wahbah az-Zuhaili, Tafsir al-Munir 6. Muhammad Ali ash-Shabuni, Tafsir Ayat al-Ahkam min al- Qur’an 7. Al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an 8. Sayyid Quthub, Fi Zhilal al-Qur’an 9. Quraisy Syihab, Tafsir al-Misbah IAT105 Tafsir Tematik Siyasah-Imarah Mata Kuliah ini berisi tentang tema-tema politik dan kepemimpinan yang dikorelasikan dengan ayat-ayat al-Qur’an, pendapat-pendapat beberapa mufassir, dan kontekstualisasi ayat di masa sekarang. Tujuan: Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang kepemimpinan dan politik dan kemampuan mengkontekstualisasikan teks terhadap konteks. Topik: Konsep Kepemimpinan dalam al-Qur’an; Larangan berambisi untuk menjadi pemimpin; Kriteria pemimpin yang adil; Kepemimpinan wanita dalam al-Qur’an; Mengangkat pemimpin non-muslim dalam al-Qur’an; Kewajiban mentaati pemimpin dan konsep umat ideal dalam al-Qur’an; Etika berpolitik dalam al- Qur’an; Larangan menyebarkan berita hoax dalam al-Qur’an; Larangan menggunakan issu agama dalam berpolitik; Konsep 96

Buku Kurikulum KKNI kebangsaan dalam al-Qur’an; Konsep Jihad dalam al-Qur’an; Konsep musyawarah dalam al-Qur’an; Konsep ukhuwah dalam al- Qur’an. Rujukan Dasar: 1. Muhammad Fu’ad Abd al-Baqi, al-Mu’jam Mufahras li alfadz al- Qur’an al-Karim, Beirut: Dar al-Fikr, 1987. 2. Muhammad ibn Jarir al-Thabari, Jami’ul Bayan fi Tafsir al- Qur’an, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2006. 3. Hamka, Tafsir al-Azhar, Jakarta: Pustaka Panji Mas, 1982. 4. M. Quraish Shihab; Tafsir al-Misbah, Jakarta: Lentera Hati, 2002. 5. Ahmad Mustafa al-Maraghi, Tafsir al-Maraghi, Beirut: Dar al- Kutub al-Ilmiyah, 2006. 6. Inu Kencana Syafi’ie, Ilmu Pemerintahan dan AlQur’an, Jakarta: Bumi Aksara, 2004. 7. Saifuddin Herlambang, Pemimpin dan Kepemimpinan dalam al- Qur’an, Pontianak: Ayunindia Mitra Penulisan dan Penerbitan, 2018 8. Musdah Mulia, Menuju Kemandirian Politik Perempuan (Upaya Mengakhiri Depolitisasi Perempuan di Indonesia). Yogyakarta: Kibar Press, 2009. IAT106 Ilmu Qira’at Mata kuliah Ilmu Qira’at ini adalah matakuliah wajib tingkat jurusan yang memberikan bekal kepada mahsiswa pengetahuan ragam Qiraat dan sejarahnya, keterampilan membaca dengan keragaman Qira’at serta nilai tentang nilai tentang pengharagaan terhadap keragaman Qira’at Al-Qur’an. Pada level jurusan IAT, 97

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir matakuliah ini disajikan untuk memberikan kontribusi pada pengembangan pemahaman di bidang ilmu Qira’at al-Quran. Tujuan: Mahasiswa mampu menguasai konsep teoritis tentang Ilmu Qira’at dasar secara mendalam (dimensi pengetahuan); menerapkan konsep teoretis tentang Ilmu Qira’n secara teliti dan mandiri pada bacaan ayat-ayat Alquran. (dimensi ketrampilan); mahasiswa mampu menginternalisasi, dan mengimplementasikan nilai-nilai yang bersumber dari konsep-konsep teoretis Ilmu Qira’at dalam perbedaan ragam bacaan ditengah masyarakat. Topik: Pengantar Ilmu Qira’at; Imam-Imam Qira’at; Isti’azdah dan basmalah; Mad dan Qashr; Ha’ Kinayah; Mimul Jam’; Hamzah dalam satu kalimat; Hamzah dalam dua kalimat dan cara membacanya; Naqel liwarsy; Imalah Rujukan Dasar 1. Gus Arifin, Al-Qur’an Sang Mahkota Cahaya, Jakarta: Gramedia, 2010. 2. Muh. Ali Mustafa Kamal, Epistemologi Qira’at al-Qur’an, Yogyakarta: Deeppublish, 2014. IAT107 Ilmu Tajwid Mata kuliah ini membahas tentang kaidah-kaidah ilmu tajwid, kemampuan baca tulis al-Qur’an dan penerapannya dalam membaca al-Qur’an. 98

Buku Kurikulum KKNI Tujuan: Mahasiswa mampu memahami kaidah-kaidah ilmu tajwid, kemampuan baca tulis al-Qur’an sehingga dapat diimplementasikan dalam membaca al-Qur’an. Daftar Rujukan 1. Nawawi Ali, Pedoman Membaca al-Qur’an, Jakarta: Mutiara Sumber Qidya, 2012. 2. Chabib Toha dkk, Metodologi Pengajaran Agama, Semarang: Pustaka Pelajar, 1999. 3. DP. Tampubolon, Kemampuan Membaca, Bandung: Angkasa, 1980. 4. Yayasan Arwaniyyah, Al-Qur’an dan Terjemahannya, Kudus: Percetakan Buya Offset, 2010. IAT108 Ushul al-Tafsir wa Qawa’idih Mata kuliah ini membahas tentang kaidah dasar dalam melakukan tafsir al-Qur’an. Kaidah-kaidah tafsir adalah patokan umum bagi para pengkaji al-Qur’an untuk memahami pesan-pesan kitab suci al-Quran dan dapat membantunya memahami al-Qur’an lebih cepat dan tepat dari pada orang yang tidak memahami Qawaid al- Tafsir. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami al-Qur’an secara komprehensif dan sesuai degan kebutuhan zaman karena memahami kaidah dalam melakukan penafsiran. Rujukan Dasar 1. Khalid Abd. Rahman al-Ak, Ushul al-Tafsir wa Qawa’iduh. 99

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 2. Muhammad ibn Shalih al-Utsaimin, Dasar -dasar penafsiran al– Qur’an, alih bahasa oleh Sayid Aqil H. Al-Munawwar 3. Shafwan Adnan Daudi, Al - Madkhal li Ilm Tafsir Kitabillah. 4. Khalid bin Usman Al-Sabt. Qawaid al-Tafsir: Jam’an wa Dirasatan, (t.t. Dar Ibnu Affan. 1421 H), 5. Jalaluddin al-Sayuthi, Al-Itqan fi Ulum al-Qur’an, (Beirut: Dar al-Fikr, t.th) IAT109 Studi Kitab Tafsir Mata kuliah ini dimaksudkan untuk mengkaji sejarah dan manhaj mufasirin era klasik. Ruang lingkup mata kuliah ini meliputi manhaj mufasir klasik seperti al-Thabari, al-Zamakhsyari, Ibn Katsir dan lainnya. Tujuan dari mata kuliah ini adalah mahasiswa memahami dasar- dasar tafsir dan penafsiran al-Quran, sanggup menjelaskan perkembangan Tafsir dan penafsiran al-Quran, mahasiswa memahami berbagai sistematika penulisan, metode dan pendekatan dalam kitab tafsir. Rujukan Dasar: 1. Muhammad ibn Jarir al-Thabari, Jami’ul Bayan fi Tafsir al- Qur’an, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2006. 2. Hamka, Tafsir al-Azhar, Jakarta: Pustaka Panji Mas, 1982. 3. M. Quraish Shihab; Tafsir al-Misbah, Jakarta: Lentera Hati, 2002. 4. Ahmad Mustafa al-Maraghi, Tafsir al-Maraghi, Beirut: Dar al- Kutub al-Ilmiyah, 2006. 100

Buku Kurikulum KKNI 5. Manna’ al-Qattan, Mabahits Fi ‘Ulum al-Qur’an, Riyadh: Muassasah al-Risalah, 1976. 6. Abdul Mustaqim, Dinamika Sejarah tafsir al-Quran “Studi Aliran- Aliran Tafsir dari Periode Klasik, Pertengahan hingga Modern Kontemporer, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008. 7. T.M. Hasbi Ash Shiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsi, Semarang: PT Pustaka Rizki Putra, 2009. IAT110 Peradaban Mekah dan Madinah Klasik Mata kuliah ini merupakan Mata Kuliah yang diberikan kepada mahasiswa Program Studi ilmu alquran dan tafsir di Institut Agama Islam Negeri Pekalongan. Dalam perkuliahan ini dibahas materi-materi mengenai Pengertian dan Metode Peradaban Mekah & Madinah Klasik, Peradaban Islam masa Rasululllah, al- Khulafa al-Râsyidīn, Dinasti Umayah, Dinasti Abbasiyah, Dinasti Umayah di Andalusia Spanyol, Dinasti Fathimiyyah Mesir, Dinasti Utsmani-Turki, dan Peradaban Islam di Indonesia. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami peradaban Mekah dan Madinah klasik serta berbagai hal yang melingkupi agar dijadikan ibrah bagi peradaban kontemporer saat sekarang ini. Rujukan Dasar 1. Jaih Mubarah, Peradaban Mekah & Madinah Klasik; 2. Philip K. Hitti, History of The Arabs; 3. Ajid Thohir, Perkembangan Peradaban Di Kawasan Dunia Islam 101

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 4. Marshall G.S. Hodgson, The Venture of Islam—Iman dan Sejarah dalam Peradaban Islam Masa Klasik; 5. Azyumardi Azra, Pergolakan Politik Islam dari Fundamentalisme, Modernisme Hingga Post-Modernisme; 6. Badri Yatim, Peradaban Mekah & Madinah Klasik; 7. Musyrifah Sunanto, Sejarah Islam Klasik; 8. A. Hasjmy, Sejarah Kebudayaan Islam di Indonesia; 9. M. Abdul Karim, Sejarah Pemikiran Dan Peradaban Islam; 10. Siti Maryam dkk, Peradaban Mekah & Madinah Klasik; IAT111 Madzahib Tafsir Mata kuliah ini merupakan kelanjutan dari mata kuliah Pengantar Studi Al-Quran. Munculnya berbagai aliran dalam penafsiran al- Qur’an yang dikenal dengan istilah Madzahibut Tafsir adalah dilatar belakangi oleh aneka ragam keahlian yang dimiliki para mufassir disamping setting sosial yang mmpengaruhinya, sehingga dapat menimbulkan pula berbagai macam corak tafsir yang berkembang dalam beberapa referensi kitab tafsir, baik tafsir klasik, maupun tafsir kontemporer. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami perkembangan mazhab tafsir dari masa klasik, pertengahan hingga tafsir modern dan kontemporer beserta contoh dan perbandingannya. Topik: Makna Madzahibat-Tafsir atau Corak Tafsir; signifikansi mengkajinya; faktor-faktor yang dapat menimbulkan aliran dan corak tafsir; Katagori Pengkelompokan aliran dan corak tafsir, serta pengembangannya. Rujukan Dasar 1. Abdul Djalal H.A. Urgensi Tafsir Maudhu’i Pada Masa Kini,Jakarta: Kalam Mulia,1990 102

Buku Kurikulum KKNI 2. Badri Khaaeruman, Sejarah Perkembangan Tafsir Al-Qur’an, Bandung: CV.Pustaka Setia, 2004 3. Ahmad Izzan, Metologi Ilmu Tafsir, Bandung: Tafakur, 2007 4. Muhammad Husain al-Dzahabi, al-Tafsir wa al-Mufassirun, vol.3 Kairo: al-Kutub Haditsah, 1962 5. M.Quraish Shihab, Membumikan al-Qur’an, Bandung: Mizan, 1995 M.Asywadie Syukur, Perbandingan Madzhab, Surabaya: Pt. Bina Ilmu, 1982 T.M.Hasbi Ash-Shiddiqi, Ilmu Perbandingan Madzhab, Jakarta: Bulan Bintang, 1975 IAT112 Bahasa Arab dalam Studi Tafsir Bahasa Arab adalah rumpun bahasa Semit, mereka bertempat tinggal di Semenanjung jazirah Arabiyah. Bahasa Arab memiliki kaidah-kaidah tertentu yang berlaku bagi bahasa tersebut. Dalam hal ini, Al-Qur'an diturunkan dalam Bahasa Arab, maka untuk memahami arti dan kandungannya dengan baik maka kita dituntut untuk memahami kaidah-kaidah bahasa Arab dalam Studi Tafsir. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami al-Quran dan tafsir dengan baik sesuai dengan struktur kebahasaan (Bahasa Arab). Rujukan Dasar 1. Tim Penyusun Buku Pedoman Bahasa Arab, Pedoman Pengajaran Bahasa Arab pada Perguruan Tinggi Agama/IAIN, Jakarta: Proyek Pengembangan sistem Pendidikan Agama Departemen Agama RI, 1975. 2. Abd. Kadir Ahmad Muhammad, Turuq al-Ta’lim al-Lughah al- Arabiyah, Kairo: Maktabah al- Nahdhah al- Mishriyyah, 1979. 103

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 3. Abd. Wahid Wafi, Ali., Fiqh al-Lughah, Kairo: Lajnah al- Bayani al-Arabi, 1962. 4. Dhaif, Syauki., al-Mada’ris al-Nahwiyah, Kairo: Dar al Ma’rif, 1976. 5. Al-Hasyim, al-Qawaid al-Asasiyah, Beirut: Dar al- Kutub al- Amaliyah, 1304 H. IAT113 Bahasa Inggris dalam Studi Tafsir Mata kuliah Bahasa Inggris tidak lagi hanya merupakan bahasa negara-negara di mana bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa pertama (English as First Language) seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan sebagian wilayah Kanada, tetapi juga merupakan bahasa seluruh negara di dunia dalam posisinya sebagai lingua franca global. Apalagi dalam studi tafsir, bahasa Inggris menjadi bahasa yang dibutuhkan dalam rangka kajian al- Qur’an dan tafsir tetap sesuai dengan kebutuhan serta tantangan modernitas. Tujuan: Mahasiswa memahami dan memiliki kecakapan berbahasa Inggris dalam relevansinya dengan kajian al-Quran dan tafsir sehingga mahasiswa bisa menjawab kebutuhan modernitas sesuai dengan prinsip-prinsip ideal moral ayat al-Quran. Rujukan Dasar 1. Saeed, Abdullah. Interpreting the Qur’an: Towards a Contemporary Approach. Oxon: Routledge, 2006. 104

Buku Kurikulum KKNI 2. Sahiron. Agama dan Filsafat Bahasa (Lemlit UIN Sunan Kalijaga: Yogyakarta, 2008). 3. Synan, Erdward. “The Four ‘Senses’ and Four Exegetes”, dalam J. D. McAuliffe, B. D. Walfish, dan J. W. Goering. With Reverence for the Word: Medieval Scriptural Exegesis in Judaism, Christianity, and Islam. Oxford: Oxford University Press, 2003 4. Esposito, John L. (ed.). The Oxford Encyclopedia of The Modern Islamic World. Vol. 3. New York: Oxford University Press, 1955. IAT114 Hermeneutika/Falsafah al-Ta'wil Matakuliah ini mengkaji tentang ilmu hermeneutika atau falsafah al-Ta’wil. Pembahasannya mencakup posisi hermeneutika atau falsafah al-ta’wil dalam penafsiran al-Quran, berbagai aliran dan prinsip dalam hermeneutika,tokoh-tokoh hermeneutika klasik, tengah, kontemporer di Barat dan Islam, cara kerja dan contoh penafsiran hermeneutis secara tematis dalam al-Quran. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami visibilitas hermeneutika dengan tafsir, menjelaskan berbagai aliran dan prinsip dalam hermeneutika, sanggup memahami dan menjelaskan tokoh-tokoh serta pemikiran hermeneutika klasik, tengah, dan kontemporer dari perspektif kajian Barat maupun Islam, hingga mengaplikasikan cara kerja dan menginterpretasikan contoh penafsiran hermeneutis secara tematik dalam al-Quran. Topik: Pengertian dan Sejarah Hermeneutika atau Falsafah Ta’wil; Visibilitas Hermeneutika dengan Tafsir; Teori-teori Hermeneutika atau falsafah Ta’wil; Aliran dan Prinsip Dasar Hermeneutika; 105

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Tokoh-tokoh dan PemikiranHermeneutika Barat; Hermeneutika Klasik dalam Islam; Hermeneutika Pertengahan dalam Islam; Hermeneutika Kontemporer dalam Islam; Tokoh-tokoh dan Pemikiran Hermeneutika Islam; Konsep Cara Kerja dan Contoh Penafsiran Hermeneutika al-Qur’an; Model Penafsiran Hermeneutika Sosial dalam al-Qur’an; Model Penafsiran Hermeneutika Hukum Islamdalam al-Qur’an; Model Penafsiran Hermeneutika Feminis dalam Islam; Model Penafsiran Hermeneutika al-Qur’an di Pesantren Rujukan Dasar 1. Sahiron Syamsuddin, Hermeneutika dan Pengembangan Ulumul Qur’an 2. Al-Syatibi, al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari’ah 3. Al-Ghazali, Qanun al-Ta’wil 4. Anthony C. Thiselton, New Horizons in Hermeneutic 5. Abdullah Saeed, Interpreting the Qur’an 6. Kurdi dkk, Hermeneutika al-Qur’an dan Hadis 7. Fahruddin Faiz, Hermeneutika al-Qur’an: Tema-tema Kontrovesial 8. M. Quraish Shihab, Kaidah Tafsir 9. Irsyadunnas, Hermeneutika Feminisme dalam Pemikiran Tokoh Islam Kontemporer 10. Jorge J.E. Gracia, A Theory of Textuality IAT115 Studi Living Qur’an dan Tafsir Mata Kuliah ini mengkaji tentang Studi Living Al-Quran. Al-Quran merupakan sumber utama ajaran Islam. Ia memiliki posisi penting 106

Buku Kurikulum KKNI dalam sejarah kebangunan Islam dan sumber ajaran yang otoritatif. Ia merupakan sistem norma yang berisi tentang keagamaan dan kehidupan yang diperuntukkan umat Islam sejak zaman Rasulullah hingga umat Islam kini,baik itu yang mengatur kehidupan secara individual, sosial-kemasyarakatan maupun dengan interaksi dengan alam sekitar. Nilai-nilai kandungan Al- Quran yang dipahami dan diterima oleh masyarakat muslim, bisa jadi berbeda karena adanya faktort-faktor sosial-budaya yang melingkupi turut berperan dan mempengaruhi. Sehingga aktualisasinya juga bervariatif dan fenomena yang muncul di masyarakat pun berbeda-beda, karena keragaman sosial-budaya telah membaur berinteraksi dengan sistem sosial-budaya yangmembentuk sistem perilaku dan simbol-simbol keagamaan. Maka, studi Living Al-Quran dipandang sangat urgen untuk melihat secara lebih dekat dan jeli dalam menyikapi perubahan dan dinamika masyarakat,. Studi ini terfokus pada fakta-fakta dan realitas sosial sebagai wujud aktulisasi kandungan Al-Quran yang mereka pahami dan terima sebagai norma kenabian (sosial profetik), yang bercorak sosial-keagamaan dengan pendekatan dan perspektif sosial-keagamaan secara komprehensif dan multidisipliner dengan paradigma keilmuan integratif- interkonektif, dengan harapan mata kuliah ini memiliki karakter dan jatidiri. Misalnya, terkait dengan bidangg-bidang keilmuan yang relevan dansifatnya memperkokoh bangunan keilmuannya, antara lain: seperti Ilmu Fiqh/Ushul Fiqh, Sosial-Budaya, Antropologi, Sosiologi, Etika, Hukum, Tafsir, dsb. 107

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Tujuan: Mahasiswa mampu memahami visibilitas studi living Al- Quran, menjelaskan bagaimana al-Quran hidup di tengah-tengah masyarakat, dan bagaimana masyarakat memahami isi kandungan al-Quran sesuai dengan sosial budaya di masing- masing tempat. Rujukan Dasar 1. Kitab-kitab Tafsir. 2. Khalid, M. Khalid, Filsafat Hukum Islam 3. Maktabah Syamilah 4. Clifford Geertz, Tafsir Kebudayaan 5. Lemlit, Keilmuan Integrasi dan Interkoneksi Bidang Agama dan Sosial 6. Imam Suprayogo, Metodologi Penelitian Sosial-Agama 7. TH Press, Metodologi Penelitian Living Qur’an dan Hadis 8. Wael B. Hallaq, Teori Hukum Islam. 9. Musa Asy’arie, dkk. Agama, Kebudayaan dan Pembangunan. 10. Musa Asy’arie, Al-Qur’an pembentuk Kebudayaan. 11. Kuntowijoyo, Islam sebagai Ilmu IAT116 Studi Tafsir Nusantara Mata Kuliah ini mengkaji tentang sejarah dan karya-karya tafsir yang ada di Nusantara. Karena terdapat banyak temuan karya tafsir Nusantara yang lahir dari era abad 19 Abdur Rauf Singkil hingga sekarang. Sehingga diharapkan mahasiswa mampu memahami kekayaan khazanah Tafsir Nusantara dan dapat mempelajarinya. 108

Buku Kurikulum KKNI Tujuan mata kuliah ini adalah mahasiswa mampu memahami pengetahuan tentang tafsir Indonesia serta tokoh-tokoh tafsir Indonesia sebagai wawasan Ke-Islaman dan ke-Ilmuan di Bidang Tafsir sebagai alat bantu memahami tafsir Al-Qur’an. Topik inti Memahami Tafsir dan Ta’wil dan Perbedaannya, Sejarah Tafsir Di Indonesia, Karakteristik Tafsir dan Corak, Karya Tafsir dan Ulama Tafsir , Tafsir Klasik, dan Modern-Kontemporer, Metodologi, Corak serta Karakteristik Tafsir Indonesia, Ulama Tafsir Indonesia dan Karya Tafsirnya, Muhammad Yunus (w.1399 H/ 1982 M), Tafsir Departemen Agama ( 1975 ), Hamka, Tafsir Al- Azhar, 1973, Daud Ismail, Tafsir Al-Munir, 1980, Muhammad Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, 1990 M, Kemenag, Al-Qur’an dan Tafsirnya, 2000, Tafsir Tematik, Kemenag, 2000, Tafsir Ilmi, Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an, DEPAG, 2012 . Rujukan Dasar 1. Subhiy al-Shalih, Mabahits fi ulum al-Qur’an, Dar al-Ilmi al- Malayin, Beirut: 1977 2. Manna Khalil Ghathan, Mabahits Fi Ulum al-Qur’an Mansyur at al’Asral-Hadits, Riyadh : 1973 3. al-Suyuti, al-Itqan Fi ulum al-Qur’an, Isa al-babi al-Halabi, Mesir 4. Al-Zahabi, al-Tafsir wa al-Mufassiruun, Mat ba’at al sa’adah Mesir 5. T.M. Hasbi ash-Shiddieqy, Ilmu-ilmu al-Qur’an, Jakarta : Bulan Bintang, 1970 109

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 6. T.M. Hasbi ash-Shiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu Al- Qur’an dan Tafsir, Semarang : PT. Pustaka Rizki Putra, 2002 7. Al-Zarkasyi, al Burhan Fi Ulum al-Qur’an, Isa al-Babi al- Halabi, 1972 8. Muhammad Salim Muhaisin, Tarikh al-Qur’an, Saudi Arabiyah, 1401H. 9. Manna Khalil al-Qattan, Nuzul al-Qur’an Ala Sab’ati Ahrufin, Kairo: Maktabah Wahbah, 1991. IAT117 Tahsin dan Tahfiz al-Quran Mata kuliah tahsin dan tahfidz al-Qura merupakan mata kuliah lebih menitikberatkan dalam proses pembelajarannya melalui praktek dalam membaca dan menghafalkan al-Quran. Mata kuliah ini dimulai dengan pembahasan tentang Pengucapan huruf-hururf hijaiyah dengan fashih, kelancaran membaca dan menulis al- Quran, penerapan ilmu tajwid dalam membaca al-Quran, tahfidz surat-surat pendek (juz ‘amma) dan Surat-surat pilihan (Yasin, Al- Waqiah, Al-Mulk, Ar-Rahman). Tujuan: Mahasiswa mampu mengimplementasikan tahsin dan tahfidz dalam kehidupan sehari-hari agar al-Quran senantiasa menjadi pedoman hidup dunia akhirat. Rujukan Dasar 1. Ahmad Annuri, Panduan Tahsin Tilawah Al-Qur’an dan Ilmu Tajwid, Jakarta: Pustaka Kautsar, 2013 2. Ahmad Muzammil, Panduan Tahsin Tilawah, Tangerang:Ma’had al-Qur’an Nurul Hikmah, 2015 110

Buku Kurikulum KKNI 3. Sa’dulloh, 9 Cara Menghafal Al-Qur’an, Jakarta: Gema Insani, 2008 4. Zaki Zamani dan Muhammad Syukron Maksum, Menghafal al- Qur’an itu Gampang, Yogyakarta: Mutiara Media, 2009 5. Irfan Supandi, Agar Bacaan Al-Qur’an tak Sia-Sia, Solo: Tinta Media, 2013 6. Subhan Nur, Energi Ilahi Tilawah, Jakarta: Republika Penerbit, 2012 IAT118 Pemikiran Tafsir Modern-Kontemporer Mata Kuliah ini mengkaji tentang pengetahuan, pemahaman dan penerapan metode dan perkembangan Tafsir Modern dan Kontemporer. Berbagai perihal yang berkaitan dengan peran dan kontribusi al-Quran dalam menanggapi berbagai masalah modern dan kontemporer disampaikan dalam rangka menegaskan bahwa al-quran Shahih Li Kulli Zaman Wal Makan. Selain itu, mata kuliah ini juga membahas tokoh-tokoh mufasir yang telah berupaya melahirkan beragai karya tentang bagaimana al-Quran menanggapi isu-isu permasalahan modern dan kontemporer. Tujuan Mata kuliah ini adalah agar mahasiswa mampu mengetahui dan memahami beberapa konsep al-Qur’an tentang berbagai masalah yang berkembang di masyarakat. Topik Inti Mata Kuliah ini Wawasan al-Qur’an Tentang Tuhan, Wawasan al-Qur’an Tentang Nabi Muhammad SAW, Wawasan al- Qur’an Tentang Taqdir, Wawasan al-Qur’an Tentang Keadilan, 111

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Wawasan al-Qur’an Tentang Manusia, Ungkapan al-Qur’an yang menunjuk Manusia, Sifat-sifat manusia, Unsur yang terdapat dalam diri manusia, Kedudukan manusia menurut al-Qur’an, Wawasan al-Qur’an Tentang Gender, Identitas Gender dalam al- Qur’an, Konsep Gender dalam al-Qur’an, Wawasan al-Qur’an Tentang Kepemimpinan Wanita, Wawasan al-Qur’an Tentang Masyarakat, Term yang dipakai al-Qur’an menunjuk masyarakat, Hukum-hukum kemasyarakatan dalam al-Qur’an. Wawasan al- Qur’an Tentang Ahl al-Kitab, Wawasan al-Qur’an Tentang Jihad, Wawasan al-Qur’an Tentang Demokrasi, Wawasan al-Qur’an Tentang Hak Asasi Manusia (HAM), Wawasan al-Qur’an Tentang Politik, Wawasan al-Qur’an Tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Rujukan Dasar 1. Kitab-kitab tafsir, baik yang klasik maupun kontemporer. 2. Mu’jam Mufahras li Alfazh al-Qur’an. (Muhammad Fu’ad Abd. Al-Baqi). 3. Al-Mufradat fi Gharib al-Qur’an (Raghib al-Ashfahani) 4. Wawasan Al-Qur’an (Muh. Quraish Shihab). 5. Membumikan al-Qur’an (Muh. Quraish Shihab). IAT119 Sirah Nabawiyah Sejarah kehidupan Rasulullah SAW di Makkah banyak sekali dipenuhi oleh riwayat-riwayat yang spekulatif dan tidak pasti, khususnya sebelum masa kerasulan, karena konsenterasi tidak 112

Buku Kurikulum KKNI terfokus kepada pribadi Beliau secara khusus kecuali setelah kerasulannya. Kehidupan Muhammad sebelum menjadi Rasul tidak terlepas dari sejarah bangsa jahiliyah. Beliau pada saat itu tidaklah terlalu menonjol, disamping dia masih tergolong sangat belia sekali juga orang-orang lebih terfokus kepada tokoh-tokoh besar yang ada pada saat itu, seperti Abdul Mutthalib, Abu Sufyan, dan Al-Walid bin al-Mughirah. Mereka yang disebut terakhir merupakan tokoh-tokoh central bangsa Quraisy yang berpengaruh di Jazirah Arab kala itu. Berbeda dengan riwayat- riwayat pakar sejarah tentang rasulullah SAW pasca hijrah, maka dipastikan ke autentikannya dan dapat dipertanggung jawabkan sumbernya, penyajiannya juga tuntas dan detail baik dari segi pribadi rasulullah, periode waktu, maupun tempat yang dikisahkannya. Hal itu disebabkan karena pada periode pasca hijrah di Madinah itu Rasulullah SAW sudah menjadi publik pigure nomor wahid di tengah-tengahm asyarakat Islam, berkat kepemimpinannya membawa Risalah Islam yang mampu merubah masyarakat jahiliyah dari kegelapan menuju purnama yang terang benderang, oleh sebab itu sejarah kenabian perlu dipelajari dan dipahami agar menjadi sebuah pelajaran. Tujuan Mata Kulian ini adalah Mahasiswa memahami sejarah kehidupan Muhammad, mampu mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya dan meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari. Topik Inti Matakuliah ini: Bangsa Arab Pra Islam, Makkah, Ka’bah dan Kaum Quraisy, Geneologi Rasulullah, Kelahiran Rasulullah, 113

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Masa kecil Rasulullah hingga remaja, Pernikahan Rasul hingga sejarah kerasulan, Wahyu pertama dan orang-orang pertama yang memeluk Islam, Tahapan dakwah dan tantangan dakwah Rasul, Dlipomasi Quraisy dan Pencarian Suaka Politik Ke Habsyi, Ke Thaif dan peristiwa Isra Mi’raj, Hijrah Ke Yastrib, Pasca Hijrah dan Pembentukan masyarakat Islam, Peperangan penting semasa Rasulullah, Fathul Makkah, Haji Wada dan Wafatnya Rasulullah. Rujukan Dasar 1. Al Hamid Husaini, 1992, Riwayat Kehidupan Nabi Besar Muhammad SAW, Jakarta: Pustaka Hidayah. 2. M. Husen Haekal, 1990, Sejarah Hidup Muhammad, Jakarta: Tintamas Indonesia. 3. Ja’far Subhani, 2002, Ar-Risalah; Sejarah Kehidupan Rasulullah, Jakarta: Penerbit Penerbit Lenera. 4. Philip K Hitti, 2008, History of the Arabs, terj. R. Cecep LY dan Dedi Selamet R, Jakarta: Serambi. IAT120 Sejarah Al-Quran Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia dalam mengarahkan kehidupannya. Secara garis besar al-Qur’an mengandung ajaran tentang aqidah, syariah, dan akhlak. Untuk dapat mengenal, memahami, dan menafsirkan al-Qur’an tidak hanya berbekal pengetahuan bahasa Arab, melainkan dibutuhkan berbagai macam ilmu guna untuk mengungkap makna yang terkandung dalam al-Qur’an. Maka disinilah setudi sejarah Al-Quran perlu 114

Buku Kurikulum KKNI dikaji untuk agar dapat diketahui baik dari status linguistik, histories, antropologis, teologis, filosofis dan sebagainya. Tujuan Mata Kuliah ini adahal Mahasiswa mampu memahamai wawasan tentang teori, konsep, dan prinsip-prinsip dalam sejarah al-Quran guna memahami dan mendalami kandungan al-Qur’an sehingga mereka dapat menalar suatu renaisans intelektual dari kandungan al-Qur’an. Topik Inti Matakuliah ini Studi Qur’an sejarah dan perkembanganya, Sejarah Turun dan Penulisan Al-qur’an, Asbab An-Nuzul, Nuzulul Qur’an, Makkiyah dan Madaniyah, Muhkam Dan Mutasyabihat, Nasikh Wal Mansukh, Munasabah al Quran, Qira’ah, Fawatih al Suwari, I’jazil Qur’an, Qashshashil Qur’an, Israiliyat, Aqsamil Qur’an. Rujukan Dasar 1. Abdul Djalal, Ulumul Qur’an, Surabaya: Dunia Ilmu, 1998. 2. Ramli Abd. Wahid, Ulumul Qur’an, 1994. 3. M. Hasbi Ash-Shiddieqy, Ilmu-Ilmu Al-Qur’an: Media-Media Pokok Dalam Menafsirkan Al-Qur’an, 1993. 4. Manna Khalil al-Qattan, Studi Ilmu-Ilmu al-Qur’an, Bogor: Pustaka Litera Antar Nusa, 2006. 5. Subsi al Shalih, Mabahis Fi Ulum al Qur’an, Beirut: Dar al Ilm al Mlayin Beirut, 1997. 6. Muhammad Chirzin, Al-Qur’an dan Ulumul Qur’an, 1998. 7. Subhi as-Shalih, Membahas Ilmu-Ilmu al-Qur’an, 1999. 8. Jamaluddin as-Syuyuti, al-Itqan fi Ulumil Qur’an I, 1988. 115


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook