Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Kurikulum KKNI Jurusan IAT IAIN Pekalongan

Kurikulum KKNI Jurusan IAT IAIN Pekalongan

Published by nuraitushinta, 2019-12-03 06:15:55

Description: Kurikulum KKNI Jurusan IAT IAIN Pekalongan

Keywords: Kurikulum Ilmu Al-Quran dan Tafsir,Kurikulum IAT,Kurikulum KKNI IAT,Kurikulum IAIN Pekalongan

Search

Read the Text Version

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 9. Badruddin Muhammad bin Abdullah az-Zarkasyi, al-Burhan fi Ulumil Qur’an I, 1988. 10. Muhammad Abu Zahra, al-Mu’jizatul Qubra al-Qur’an, Darul Fikri, Araby, Cairo. 11. Abd Qodir Al-Jurjany, Dalaailul I’jaz, Cairo: Muktabatul Qahirah, 1980. 12. Al-Wahidy, Asbabun Nuzul, Cairo: Babil Halabi, 1968. 13. Fathi Ahmad, Wujuhul I’jaz fil Qur’an, Cairo: Jumhuriyyah, 1975. IAT121 Studi Al-Qur'an dan Lingkungan Mata kuliah ini membahas tentang kajian al-Quran yang berkaitan dengan lingkungan. Dalam hal ini, al-Quran memerintahkan manusia untuk imârat al-ard, yaitu menjadikan bumi atau lingkungan sebagai media mewujudkan kemaslahatan hidup makhluk secara keseluruhan. Sementara prinsip pemeliharaannya, al-Quran menekankan pentingnya memperlakukan lingkungan dengan baik. Salah satu prinsip yang mendasari hubungan antara manusia dengan alam adalah semua makhluk mempunyai status hukum muhtaram. Tujuan: Mahasiswa memahami relasinya dengan lingkungan dan etika atau langkah-langkah memperlakukan lingkungan dengan baik. Rujukan Dasar 1. Mujiyono Abdillah, Agama Ramah Lingkungan: Perspektif Al- Qur’an, Jakarta: Paramadina, 2001. 116

Buku Kurikulum KKNI 2. Munajat Danusaputro, Hukum Lingkungan, jilid I, Jakarta; BanaCipta, 1985. 3. Mulyadhi Kartanegara, Nalar Religius Memahami Hakikat Tuhan, Alam Dan Manusia, Jakarta: Erlangga, 2007. 4. Ahmad Imam Mawardi, Fiqh Minoritas: Fiqh Al-Aqalliyat Dan Evolusi Maqashid Al-Syari‘ah Dari Konsep Ke Pendekatan. Yogyakarta: LKIS, 2010. 5. Emil Salim, Pembangunan Berwawasan Lingkungan. Jakarta: LP3ES, 1986. 6. Ali Yafie, Menggagas Fiqih Sosial, Bandung: Mizan, 1994. 7. Wahbah Zuhaili, Al-Wasith Fi Ushul Al-Fiqh Al-Islami, Al- Maktabah alIslamiyyah, 1965. 8. Ahmad Baiquni, Al-Quran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf, 1994. IAT122 Al-Quran dan Keadilan Gender Mata kuliah ini akan mengkaji tentang pengetahuan, pemahaman dan penerapan berbagai prinsip keadilan gender yang disampaikan dalam al-Qur’an dalam rangka menegaskan bahwa Alquran sebagai kitab suci berkeadilan gender. Hal ini tercermin dalam banyak ayat al-Qur’an yang mengungkapkan terkait penciptaan perempuan dan laki-laki, perjanjian primordial yang sama antara laki-laki dan perempuan, hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan dalam berbagai sektor baik domestik maupun publik. Selain itu, mata kuliah ini juga membahas tokoh-tokoh mufasir yang berkeadilan gender dan terhindar dari bias patriarki 117

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sehingga al-Qur’an dapat dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-sehari sesuai dengan prinisp keadilannya. Tujuan mata kuliah ini adalah mahasiswa mampu memahami prinsip ideal moral atas al-Qur’an yang adil gender sehingga dapat mengimplementasikan prinsip keadilan gender dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan atas al-Quran. Rujukan Dasar 1. Nasaruddin Umar, Argumen Kesetaraan Jemder Perspektif al- Qur’an 2. Hamka Hasan, Tafsir Jender 3. Badriyah Fayumi dkk, Keadilan dan Kesetaraan Gender (Perspektif Islam) 4. Amin Abdullah dkk, Islam dan Problem Gender 5. Mansour Fakih dkk, Membincang Feminisme Diskursus Gneder Perspektif Islam 6. Luthfi Maulana, Menimbang Kembali Teologi Perempuan dalam Islam 7. Shadaab Rahemtulla, Qur’an of the Opressed: Liberation Theology and Gender Justice in Islam 8. Asghar Ali Engineer, Islam, Women and Gender Justice IAT123 Ushul Fiqh (Qawaid Lughawiyyah) Mata kuliah Qawaid Lughawiyah dalam konteks ranah ilmu keislaman termasuk ilmu dasar yang diposisikan sebagai ilmu alat yaitu kerangka metodologis untuk merumuskan dan menemukan hukum Islam (Fiqh). Problematika hukum Islam yang 118

Buku Kurikulum KKNI berkembang di tengah-tengah masyarakat semakin hari semakin kompleks seiring dengan majunya peradaban manusia. Problematika hukum yang hadir di tengah masyarakat dalam kenyataanya membutuhkan jawaban hukum, khususnya masalah- masalah hukum kontemporer yang secara normatif-tekstual tidak dijelaskan status hukumnya. Posisi penting mata kuliah ini kelanjutan dari Ushul Fiqh untuk membekali mahasiswa dalam menjawab masalah hukum dengan mendasarkan pada basis argumentasi rasional, metodologis dan sesuai dengan landasan syari'at dengan pendekatan kebahasaan. Tujuan: Mahasiswa mampu menguasai dasar pengembangan pemikiran hukum Islam khususnya bagi pengembangan problematika hukum Islam yang senantiasa berkembang di tengah-tengah masyarakat. Rujukan Dasar 1. Amir Syarifudin, Ushul Fiqh I 2. Mukhtar Yahya dan Fatchurrahman, Dasar-dasar Pembinaan Hukum Islam 3. A. Djazuli, Kaidah-kaidah Fikih 4. Ainurrofiq (ed), Menggagas Paradigma Ushul Fiqh Kontemporer 5. Al-Zuhaily, Ushul al-Fiqh al-Islami 6. Abdul Wahhab Khallaf, Ilmu Ushul Fiqh 7. Ali Hasaballah, Al-Tasyri' al-Islamy 8. Asafri Jaya Bakri, Konsep Maqashid Syariah menurut al-Syatibi 9. M. Hasby ash-Shiddiqy, Falsafah Hukum Islam 119

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAT124 Metodologi Penelitian Al-Quran dan Tafsir Matakuliah Metodologi Penelitian Al-Quran dan Tafsir mengkaji pengembangan kemampuan mahasiswa dalam memahami kerangka metodologi penelitian dan mempraktekkannya dalam sebuah proyek penelitian di bidang Ilmu al-Qur’an dan Tafsir. Untuk itu, fokus kajian mata kuliah ini dimulai dengan pemahaman tentang ruang lingkup bidang kajian Al-Quran dan Tafsir, penguasaan ragam metode pendekatan dalam penelitian Ilmu al-Qur’an dan Tafsir, termasuk ragam pendekatan interdisipliner terkait kajian kritik sastra, analisis kontekstual melalui ilmu-ilmu sosial dan humaniora, kajian filsafat hermeneutika, Perspektif kesetaraan jender dan HAM. Selain itu, mahasiswa juga diarahkan untuk mampu membuat sebuah desain penelitian dan mempraktekkan desain yang sudah dibuat dalam sebuah kegiatan penelitian mini sekaligus proposal skripsi. Tujuan: Mahasiswa memiliki kecakapan dan kemampuan menjelaskan definisi metodologi serta menentukan ruang lingkup batasannya penelitian Al-Quran dan Tafsir dan Hadits; mampu menyebutkan dan menguraikan ragam pendekatan yang bisa dilakukan dalam penelitian bidang kajian Ilmu al-Qur’an dan Tafsir melalui skema penelitian interdisipliner, baik itu melalui kajian naskah secara tekstual melalui pendekatan kritik sastra, kajian kritik kontekstual, hermeneutika, dan kajian gender; mahasiswa membuat sebuah rancangan/desain penelitian dengan merumuskan tema penelitian, latar belakang pentingnya penelitian tersebut, pertanyaan penelitian, metodologi, serta 120

Buku Kurikulum KKNI bahan bacaan yang diperlukan; mahasiswa juga memiliki kecakapan melakukan praktek penelitian sesuai dengan judul yang akan ditelitinya, dan menuliskan hasil penelitiannya dalam sebuah tulisan ilmiah atau menyusun proposal skripsi. Rujukan Dasar 1. Bleicher, J. Contemporary Hermeneutics: Hermeneutics as Method, Philosophy and Critique. London: Routledge & Kegan Paul. 2. Dzahabî, M.H. Al-Tafsir wa al-Mufassirun, Kairo: Mustafâ al-Bâb al-Halabî, nd, 2 vols 3. Gadamer, Hans Georg. Philosophical Hermenutics. (terj. David E. Linge). Berkeley: University of California Press, 1977. 4. Goldziher, I. Madzâhib al-Tafsîr al-Islâmî. Kairo: Maktabah al- Khanji, 1975. 5. Rippin, Andrew (ed). Approaches to the History of the Interpretation of the Qur’an. Oxford: Clarendon Press 6. Salih, Subhi. Mabahits fi ulum al-Qur’ân. Beirut: Dar al-Ilm li al- Malayin, 1988. 7. Syarifuddin, M. Anwar. Metodologi Penelitian Ilmu al-Qur’an dan Tafsir, hasil penelitian buku ajar, 2006. 8. Watt, W. Montgomery. Bell’s Introduction to the Qur’an. Edinburg: Edinburg Univ. Press, 1970. 9. Zarkashi, Badruddin. Al-Burhan fi ‘ulum al-Quran, Kairo: 1959, 4 vols. 121

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAT125 Sosiologi dan Antropologi Tafsir Mata kuliah ini mengkaji secara mendasar mengenai fenomena kebudayaan sebagai suatu sistem dan kecenderunganya untuk senantiasa berubah sesuai dengan akumulasi kebutuhan manusia. Kebudayaan sebagai bentuk komprehensif yang melibatkan hubungan dari berbagai wujud nilai, aktivitas, dan material dengan unsur kebudayaan universal, dimana Hampir dari seluruh aktivitas dan produktivitas manusia tersebut berorientasi pada suatu sistem nilai budaya yang bersumber dari nilai-nilai keagamaan, filsafat, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan seni. Ilmu sosiologi dan antropologi dalam kehidupan umat Islam sangat dekat dengan ilmu tafsir. Hal ini karena dalam mengkaji tafsir juga memerlukan kajian sosiologi dan antropologi untuk lebih memahami fenomena kebudayaan dan manusia yang akan senantiasi berubah mengikuti dinamisasi kehidupan manusia. Tujuan: Mahasiswa memahami aspek sosiologi dan antropologi tafsir serta mengimplementasikan kehidupan yang berorientasi pada sistem nilai budaya dengan tetap bersumber dari nilai-nilai keagamaan, filsafat, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan seni. Rujukan Dasar 1. Zulfi Mubarak. 2006. Sosiologi Agama : Tafsir Sosial Fenomena Multi-Religius Kontemporer. Malang: UIN Malang Press. 2. Bustanuddin Agus. 2006. Agama dalam Kehidupan Manusia; Pengantar Antropologi Agama. Jakarta: Raja Grapindo Persada. 3. Carl Olson. 2003. Theory and Method in the Study of Religion; a Selection of Critical Readings. Canada: Thomson Wadsworth. 122

Buku Kurikulum KKNI 4. Daniel L. Pals (ed). 1996. Seven Theories of Religion. New York: Oxford University Press. 5. Adimihardja, Kusnaka. (1983). Kerangka Studi Antropologi Sosial, Bandung: Penerbit Trsito. 6. Haviland, William A (1988). Antropologi, Jilid 1 & jilid 2. Jakarta : Penerbit Erlangga. 7. Ihromi, T.O. ed. (1980). Pokok-Pokok Antropologi Budaya; Jakarta: PT Gramedia. 8. Keesing, Roger M. (1992). Antropologi Budaya,Suatu Perspektif Kontemporer (terj.); Jakarta: Penerbit Erlangga. 9. Koentjaraningrat (1990). Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: PT. Dian Rakyat IAT126 Maqashid Al-Quran Mata kuliah Maqashid al-Quran merupakan mata kuliah untuk memahami al-Qur’an sebagai sumber hukum Islam, melalui upaya pemahaman dan penguasaan terhadap konsep dasar al-Qur’an, penyebaran dan kodifikasi al-Qur’an, serta memahami nilai-nilai kepribadian dan kemanusiaan universal yang terkandung di dalam al-Qur’an. Tujuan: Mahasiswa memahami nilai-nilai kepribadian dan kemanusiaan universal yang terkandung dalam al-Quran untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. 123

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Rujukan Dasar 1. Muhammad at-Tahir ibn Asyur, Maqashid al-Syari’ah al- Islamiyyah, Qatar: Wizarah al-Auqaf wa asy-Syu’un al- Islamiyyah, 2004. 2. Jasir Audah, Maqasid al-Syari’ah: Dalil li al-Mubtadi’in, London: IIIT, 2010. 3. Abdul Mustaqim, Epistemologi Tafsir Kontemporer, Yogyakarta, LkiS, 2012. 4. M. Quraish Shihab, Kaidah Tafsir: Syarat, Ketentuan, dan Aturan yang Patut Anda Ketahui dalam Memahami Ayat-ayat Al-Qur’an, Cet. ke-2. Tangerang: Lentera Hati, 2013. 5. Abdullah Saeed, Al-Qur’an Abad 21: Tafsir Kontekstual. Alih Bahasa Ervan Nurtawab, Bandung: Mizan Pustaka, 2016. IAT127 Kajian Barat Atas Al-Quran Matakuliah ini membicarakan tentang pandangan dunia Barat (sarjana orientalis) terhadap Timur (Islam dan kaum Muslimin). Pandangan mereka terhadap Al-Qur’an menjadi fokus utama dalam perkuliahan ini. Mengenai al-Qur’an yang dikaji adalah pemikiran mereka tentang Sejarah Teks al- Qur’an, konsep-konsep di dalamnya, dan pemahaman kaum Muslimin terhadapnya. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami seputar perkembangan kajian Barat terhadap al-Qur’an yang dilakukan oleh para cendekiawan Barat agar dapat dijadikan sebagai dasar pijakan bahwa kajian al-Qur’an adalah kajian yang pasti akan dapat 124

Buku Kurikulum KKNI khazanah wawasan dan keilmuan yang shalih li kulli zaman wa makan dan akan dinamis mengikuti peradaban manusia. Rujukan Dasar 1. Faruq Umar Fauzi, al-Istisyraq wa al-Tarikh al-Islami, Oman, al-Ahliyyah. 2. Nur Kholish Setiawan, Orientalisme Al-Qur’an dan Hadis, Yogyakarta: Nawesia Press, 2007. 3. Edward Said, Orientalism, New York: Vantage Book,1997 4. Maryam Jamilah, Islam dan Orientalisme: Sebuah Kajian Analitik, Jakarta: PT. Raja Grafindo, 1997 5. ‘Abd al-Muta’āl, Al-Sīrah al-Nabawiyyah wa Awhām al- Mustasyriqīn, Kairo: Maktabah Wahbah, t.t.; 6. Abdullah Muhammad al-Amin, al-Istisyraq fi al-Sirah al- Nabawiyyah, al- Ma'had al-'Alami li al-Fikr al-Islami, 1997; 7. Arthur Jeffery, “Material for the History of the Text of the Koran” dalam The Origins of the Koran, Prometheus Book, t.t. 8. Abd al-Rahman Badawi, Mawsu’ah al-Mustasyriqin, Beirut: Dar al-‘Ilm li al-Malayin, 1993 9. Badawi, Ensiklopedi Tokoh Orientalisme, Yogyakarta: LKIS, 2003 10. William Montgomery Watt, Bell’s Introduction to the Qur’an, Edinburgh University Press, 1970 11. John Wasbrough, Qur’anic Studies: Sources and Methods of Scriptual Interpretation, Oxford 1978 125

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAT128 Metodologi Penelitian Matakuliah ini akan mengkaji tentang pengetahuan, pemahaman dan penerapan berbagai metode penelitian dalam rangka penyusunan proposal tugas akhir (skripsi). Dalam perkuliahan dibahas, langkah-langkah penelitian ilmiah mulai dari penentuan topik, identifikasi permasalahan, tinjauan pustaka, dan pelbagai metode serta teori penelitian, baik dalam lingkup library research (penelitian kepustakaan) maupun field research (penelitian lapangan). Selain itu juga membahas pendekatan dalam penelitian, teknik pengumpulan data, analisis dan bagaimana teknis penulisan kutipan serta daftar pustaka. Kegiatan pembelajaran meliputi perkuliahan dengan berbagai pendekatan dan metode yang banyak melibatkan mahasiswa, seperti diskusi, kegiatan observasi di lapangan untuk belajar mengidentifikasi masalah dan praktik pembuatan proposal penelitian. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami berbagai jenis penelitian, langkah-langkah penelitian ilmiah, metode serta teori penelitian, teknis penulisan dan kutipan, pendekatan dalam penelitian, teknik pengumpulan dan analisis data dalam penelitian, penulisan daftar pustaka, proposal penelitian untuk tugas akhir. Rujukan Dasar 1. Sugiono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan RnD 2. Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian 3. Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif 4. Abdul Mustaqim, Metode Penelitian al-Qur’an dan Tafsir 5. Abd. Muin Salim, Metodologi Ilmu Tafsir 126

Buku Kurikulum KKNI 6. Suprayogo, Imam, dan Tobroni, Metodologi Penelitian Sosial- Agama 7. Mohammad Muqim, Research Methodology In Islamic Perspective IAT129 Sejarah Islam di Indonesia Sejarah Islam di Indonesia, yang mengambil periode waktu yaitu sejak datang, muncul dan berkembangnya agama Islam di bumi Nusantara kala itu kurun waktunya yaitu diperkirakan abad ke-11 sampai dengan datangnya bangsa-bangsa Barat ke Nusantara pada abad ke-16 M. Mata kuliah ini memfokuskan dirinya pada perkembangan Islam di Indonesia sejak kemunculannya yang dibawa oleh para podagang Islam baik dari Gujarat India, Hadramaut, Persia, Mekkah dan Mesir dan bahkan China. Tujuan mata kuliah : Mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa mendapatkan pemahaman yang objektif dan benar dalam memaknai dan menganalisa berbagai pengetahuan yang berkenaan dengan perkembangan Islam, teori-teori masuknya agama Islam di Indonesia para penemunya, waktu dan bukti- buktinya, mahasiswa memiliki pengetahuan tentang Islam di Indonesia di Zaman Modern dan Kontemporer. Rujukan Dasar 1. Azumardi Azra (1996). Jaringan Ulama Timur Tengah pada abad ke XII, Bandung: Mizan. 2. Yatim, Badri (2004). Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT. Rajawali Pers. 127

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 3. Nasution, Harun (1982). Sejarah Ringkas Islam. Jakarta : Penerbit Djambatan 4. Nasution, Harun (1975).Pembaharuan dalam Islam (Sejarah Pemikiran dan Gerakan). Jakarta: CV. Bulan Bintang 5. Prof.K, Ali (1991).Sejarah Islam (Tarikh Pramodern). Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada. 6. Haekal, Muh. Husain (1990). Sejarah Hidup Muhammad. Jakarta: P.T. Intermasa. 7. Noer, Deliar (1983). Gerakan Modern Islam di Indonesia. Jakrta: LP3S 8. Ricklefs, M.C. (1998). Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta. Gajahmada University Press IAT130 Al-Qur’an dan Teknologi Informatika Mata kuliah al-Qur’an dan teknologi informatika mempelajari tentang gambaran umum teknologi informasi, sistem operasi, alqoritma pemrograman seperti runtunan, kondisi, looping, array dan fungsi, rancangan aplikasi seperti diagram konteks dan dfd dan pengenalan aplikasi aplikasi kajian alquran berbasis teknologi informasi yang bisa digunakan oleh mahasiswa. Tujuan: Output yang diharapkan dari matakuliah ini adalah mahasiswa mangenal aplikasi kajian alquran berbasis teknologi informasi dan mampu merancang secara mandiri dan team works untuk pengembangan kajian alquran digital. Rujukan Dasar 1. Saluky, Pengembangan Aplikasi Kajian Alquran dan Hadis 128

Buku Kurikulum KKNI berbasis Online, Terbitan Mandiri, 2017 2. Rinaldi Munir, Algoritma dan Pemrograman, Informatika 3. Hias Felken, dkk, How to Design Program : An Introduction to Programming and Computing, Cambridge Massachusetts London: The MIT Press, 2001 IAT131 Studi Terjemah Al-Quran Mata Kuliah ini membekali mahasiswa dengan kemampuan dan keterampilan menerjemahkan Al-Qur’an dan membahas berbagai kajian seputar terjemah al-Qur’an dari masa klasik hingga masa modern kontemporer ini. Tujuan: Mahasiswa dapat mengalihkan pola kalimat bahasa yang disampaikan oleh al-Qur’an baik yang tekstual maupun kontekstual serta memahami berbagai kajian terjemah al-Qur’an yang muncul sejak masa klasik, pertengahan dan kontemporer ini. Rujukan Dasar 1. Catford, J.C. 1978. A Linguistic Theory of Translation. London: Oxford University Press. 2. 'Abdul 'Azhim, al-Zarqani. Tanpa tahun. Manahil al-'Irfan fi 'Ulum al-Qur`an. Mesir: Maktabah 'Isa al-Baby al-Halaby. 3. Ahmed Mouakket. 1988. Linguistics and Translation. Faculty of Art – University of Aleppo. 4. Kamal Ibrahim Badri. 1984. al-Zaman fi al-Nahw al-'Araby. Kairo: Mathba'ah alTaqaddum. 129

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 5. Manna' Khalil al-Qaththan. 1992. Studi Ilmu-Ilmu al-Qur`an. Terjemahan Mudzakir AS. Jakarta: Litera AntarNusa. 6. Newmark, Peter. 1988. A Textbook of Translation. Prentice Hall International (UK) Ltd. 7. Tamman Hassan. 1979. al-Lughah al-'Arabiyah, Ma'naha wa Mabnaha. Mesir: al-Haiah al-Mishriyah al-'Ammah li al-Kuttab. IAT132 Metode Pembelajaran al-Qur’an dan Tafsir Mata kuliah ini membahas tentang metode pembelajaran al-Quran dan Tafsir materi pokok-pokok ajaran Islam, yakni akidah, ibadah, mu’amalah dan akhlak secara tematik serta tema-tema pokok Al- Quran secara tematik, yakni tentang pendidikan, kebajikan, keadilan, persaudaraan, tolong-menolong, kerjasama, kejujuran, ketakwaan, kepemimpinan, toleransi, patriotism dan lain-lain. Bahan ajar tersebut mengacu pada kitab-kitab tafsir secara bertahap, yakni satu kitab tafsir untuk setiap tema, kemudian mengacu pada dua atau tiga kitab tafsir secara perbandingan. Pembelajaran dilakukan dengan metode diskusi kelas per kelompok. Pembelajaran Tafsir Al-Quran disertai dengan pengenalan metode-metode penafsiran, pendekatan penafsiran, corak tafsir, dan kaidah-kaidah penafsiran Al-Quran. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami berbagai metode pembelajaran al-Quran dan tafsir serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. 130

Buku Kurikulum KKNI Rujukan Dasar 1. Al-‘Aridi, Ali Hasan, Sejarah dan Metodologi Tafsir, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1994, 2. Howard M. Federspiel, Kajian Al-Qur’an di Indonesia, Mizan, Bandung, 1996. 3. Al-Nahlawi, Metode Pembelajaran Al-Qur’an, (Jakarta: Pustaka Jaya, 2000. 4. Saiful Djamarah Dkk, Strategi Pembelajaran Al-Qur’an, (Jakarta: Aksara, 2000. IAT201 Hadis Tematik Mata kuliah ini mempelajari dan mengkaji beberapa pengetahuan tema-tema penting terkait hadis Nabi yang berkaitan dengan siyasah, muamalah atau hubungan sosial manusia baik muamalah terhadap manusia maupun alam dan lingkungan. Mata kuliah ini dirancang sedemikian rupa berdasarkan paradigm kompetensi sehingga mahasiswa tidak saja mempunyai pengetahuan tentang Asbab al-wurud, tetapi mahasiswa dapat memahami, memaknai dan mengembangkan keilmuan Asbab al-wurud secara menyeluruh sehingga mahasiswa mampu menjawab berbagai persoalan-persoalan yang ada secara komprehensif. Agar target perkuliahan ini dapat tercapai, mahasiswa tidak saja harus memiliki dan membaca buku bacaan yang direkomendasikan, tetapi juga harus melakukan kajian kritis terhadap Asbab al-wurud yang tertuang dalam masing-masing 131

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir pemikiran dan tugas individu mahasiswa serta mempertanggungjawabkannya dalam forum diskusi. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami dengan baik tentang hadis-hadis Nabi sesuai dengan tema secara holistik dan mampu mengkontekstualisasikan dengan kondisi kekinian sehingga bisa menjadi bekal hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Rujukan Dasar 1. IbnuHajar, Fathu al-Bary, Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1379. 2. Ibnu Hamzah Al-Husaini al-Hanafi Ad-Damsyiqi, AsbabulWurud (Latar Belakang Historis Timbulnya Hadits-Hadits Rasul) jilid I) Terjemahan HM. Suwarta Wijaya & Zafrullah Salim, Jakarta: Kalammulia, 1997. 3. Fazlur Rahman dkk, Wacana Studi Hadis Kontemporer, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2002. 4. Fazlur Rahman, Islamic Methodology in History, Pakistan: Islamic Research Institute Press, 1965. 5. Suryadi, Metode Kontemporer Memahami Hadis Nabi: Prespektif Muhammad al-Ghazali dan Yusuf al-Qardhawi, Yogyakarta: Teras, 2008. IAT202 Takhrij Hadis Mata kuliah ini membahas tata cara penelusuran hadis pada sumber asli, melakukan penelitian sanad dan matan hadis serta mampu melakukan penilaian kualitas kesahahihan hadis. 132

Buku Kurikulum KKNI Tujuan dan Topik: Mahasiswa mampu menjelaskan ilmu takhrij al Hadis secara baik dan mampu mempraktikkannya. Selain itu mahasiswa mampu menjelaskan takhrij hadis dan tujuannnya; Sejarah Perkembangan Takhrij Hadis; Pengenalan kamus-kamus hadis dan cara menggunakannya; Takhrij Hadis melalui nama sahabat yang meriwayatkan (teori dan praktik); Takhrij Hadis melalui awal kalimat (matan) hadits (teori dan praktik); Takhrij Hadis melalui kata yang terampil dari fi’il yang terdapat dalam matan hadis (teori dan praktik); Takhrij Hadis melalui topic Hadis atau tematik (teori dan praktik); Takhrij hadis melalui sifat tertentu dari matan dan sanad hadis. (teori dan praktik); Penelusuran hadis melalui media elektronik (teori dan praktik); I’tibar al Sanad dan pembuaan skema sanad dan penentuan Musyahid dan Mutabi’ sanad (teori dan praktik); Penentuan kualitas sanad melalui Ittisal sanad hadis; Penentuan kualitas hadis melalui penelitian kualitas periwayat hadis. Rujukan Dasar 1. Abd al-Mahdi ibn Abd al-Qadir ibn Abd al-Hadi, Abu Muhammad, Thurûq Takhrij al-Hadîts Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, Dar al-I’tisham, t.t. 2. Mahmud Thahan, Ushûl al-Takhrîj wa Dirasat al-Asanid, Mathba’ah al- ‘Arabiyyah, t.tp., t.th. 3. Sa’d ibn ‘Abdillah Ali Humaid, Thuruqu Takhrij al-Hadits, Dar ‘Ulum al-Sunnah li al-Nasyr, 2000. 4. M. Syuhudi Ismail, Cara Praktis Mencari Hadis, Bulan Bintang, Jakarta, 1991. 133

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 5. M. Syuhudi Ismail, Metodologi Penelitian Hadis, Bulan Bintang, Jakarta, 1994 IAT203 Ilmu Syarah Hadis Mata kuliah Ilmu Syarah Hadis adalah ilmu yang di dalamnya membahas tentang p e m a h a ma n y a ng d i p e ro l e h d a ri t e k s - teks hadis, baik yang berhubungan dengan kehidupan agama ataupun yang berkaitan dengan aspek- aspek lainnyanya. Dalam perkembangannya, aktivitas p e n sy a ra h a n telah melahirkan berbagai cabang ilmu hadis seperti ilmu syarah hadits atau ilmu ma’ani al-hadits. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami syarah dari hadits yang dilakukan dengan mengkaji kitab-kitab syarah hadits. Mahasiswa memahami maksud dari kontekstualisasi haditsnya. Rujukan Dasar 1. al-Khâtib, Muhammad ‘Ajaj. Ushûl al-Hadîts ‘Ulûmuhu wa Mushthalahuhu. Beirut: Dar al-Fikr, 1989. 2. Ash-Shiddieqy, M. Hasbi. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis. Jakarta: Bulan Bintang, 1980. 3. al-Syanawi, Dzafar Ahmad al-‘Utsmân. Qawâid fî ‘Ulûm al- Hadîts. Riyadh: tp, 1984. 4. Ismail, M. Syuhudi. Pengantar Ilmu Hadis. Bandung: Angkasa, 1994. 134

Buku Kurikulum KKNI IAT205 Analisis Sanad Hadis Mata kuliah ini melakukan kajian analisa terhadap jalur periwayatan sanad hadis dengan tujuan untuk mengetahui apakah hadis-hadis yang telah ditakhrij berkualtas shahih atau dla’if dari segi sanadnya. Langkah-langkah yang dilakukan dengan meneliti i’tibar skema sanad, meneliti keadaan perawi dalam sanad-sanad hadis dan mempelajari lambang-lambang metode periwayatan, meneliti sifat-sifat ‘adil, dhabit serta kecacatannya melalui al-jarh wa al-ta’dil. Tujuan: Mahasiswa mampu mengetahui hadis-hadis berkualitas shahih atau dla’if dari segi sanadnya sehingga dapat memilih hadis yang lebih tinggi derajatnya untuk dijadikan sebagai hujjah dalam kehidupan sehari-hari. Rujukan Dasar 1. Suryadi, Metode Kontemporer Memahami Hadits Nabi, Yogyakarta: Teras, 2008 2. Alfatih Suryadilaga, Metodologi Penelitian Hadis, Yogyakarta: Teras, 2009 3. Syuhudi Ismail, Metodologi Penelitian Hadis Nabi, Jakarta: Bulan Bintang, 1992. 4. Ibnu Qutaibah ad-Dainuri, Ta’wil Mukhtalif al-Hadis, Beirut: Dar al-Fikr, 1995. 135

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAT206 Analisis Matan Hadis Mata kuliah ini merupakan mata kuliah kelanjutan dari mata kuliah sebelumnya (analisis sanad hadits) yang telah membahas mengenai metode, kaidah, maupun praktik penelitian sanad sebagai kaidah mayor dalam melakukan uji validitas hadits. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami secara komprehensif mengenai pengertian analisis matan (naqd mutun as-sunnah), sejarah perkembangannya dari masa Nabi SAW, sahabat, tabi’in dan muhadditsin, memahami metode (manhaj) dan kaidah analisis matan baik menurut muhadditsin maupun fuqaha’, membandingkannya serta dapat mengaplikasikannya melalui praktik analisis matan. Rujukan Dasar 1. Musfir Azmullah Ad-Damini, Maqayis Naqd Mutun as-Sunnah, Madinah: Maktabah al-Ulum wa al-Hikam, 1992. 2. Hasjim Abbas, Kritik Matan Hadits Versi Muhaddisin dan Fuqaha’, Yogyakarta: Teras, 2004. 3. Ali Mustafa Ya’qub, Kritik Hadis, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2012. 4. Syuhudi Ismail, Metodologi Penelitian Hadis Nabi, Jakarta: Bulan Bintang, 1992. IAT301 Teori Komunikasi Setelah lulus mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu mengerti dan memahami konsep keilmuan komunikasi dan dapat menerapkannya dalam kesehariannya terkait dengan 136

Buku Kurikulum KKNI pelaksanakan tanggungjawabnya dalam bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Topik: Mahasiswa mengetahui dasar-dasar komunikasi, memahami definisi, prinsip-prinsip dan konsepsi komunikasi, memahami Konteks dalam komunikasi, mengetahui Bahasa verbal dalam komunikasi, Bahasa nonverbal dalam komunikasi, komunikasi intra/interpersona dan antar budaya, Urgensi dan efektifitas komunikasi, Hambatan dalam komunikasi, Komunikasi dan dakwah. Rujukan Dasar 1. Dedy Mulyana (2001), Ilmu komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung, Rosda Karya. 2. Ibrahim M Shaleh (2005), Problematika Komunikasi Antarbudaya, Pontianak, STAIN Pontianak Press. 3. Joseph A. Devito (1997), Komunikasi Antarmanusia (edisi terjemahan), Jakarta, Professional Books. 4. Thayer, Lee (1968), Communication and Communication Systems, Amerika Serikat, Richard D. Irwin Homewood, Illinois IAT302 Bimbingan Konseling Mata kuliah ini menjelaskan tentang konsep bimbingan dan konseling mencakup pengertian, prinsip, azas, dan fungsi bimbingan dan konseling; pendekatan bimbingan dan konseling mencakup kuratif, preventif, dan developmental; landasan bimbingan dan konseling mencakup landasan psikologis, filosofis, 137

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir agama, sosial budaya, dan landasan Ilmu dan teknologi; strategi dan teknik bimbingan dan konseling; jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling; dasar-dasar pemahaman peserta didik; pembelajaran berbasis bimbingan dan konseling; diagnostik dan remedial teaching; serta bimbingan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Tujuan: Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan konsep, pendekatan, landasan, strategi, teknik, jenis, dan pembelajaran berbasis bimbingan dan konseling, diagnostik dan remedial teaching, dasardasar pemahaman peserta didik, dan bimbingan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Rujukan Dasar 1. Ahmad Juntika Nurihsan. 2005. Pengantar Bimbingan dan Konseling. Bandung: Rosda 2. Ahmad Juntika Nurihsan. 2005. Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Rosda Abin 3. Syamsuddin Makmun. 2000. Psikologi Kependidikan. Bandung: Rosdakarya. ABKIN.2005. Standar Kompetensi Konselor Indonesia 4. Dinkmayer, Don, and Caldwell Edison. 1970. Developmental Counseling and Guidance ; A Comprehensive School Approach. USA: McGraw-hill. 5. Muro, J James and Kotman, Ferry. 1995. Guidance and Counseling in Elementary School and Middle School. USA: McGraw-hill. 138

Buku Kurikulum KKNI IAT303 Tafsir Dakwah Mata kuliah ini berbicara konsep dakwah dalam perspektif tafsir al-Qur'an. Beberapa tema dakwah yang dibahas dalam perkuliahan ini meliputi: hakikat manusia, hakikat dakwah, tujuan dan metode dakwah, subyek dakwah, komitmen dalam berdakwah, etika berdakwah. Beberapa tema tersebut dibahas berdasarkan ayat-ayat al-Qur'an beserta penafsiran para ulama, kemudian dihubungkan dengan konteks ilmu dakwah. Topik: Hakikat manusia (sebagai penyeru dan sasaran dakwah) dalam al-Qur'an , Kewajiban Berdakwah dalam Perspektif Al-Quran , Tujuan dakwah dalam al-Qur’an (Tinjauan Surat Ali Imran (3): 138-139), Sasaran Dakwah Islam menurut al- Qur'an, Etika dan Strategi Berdakwah menurut al-Quran , Tantangan Dalam Melaksanakan Tugas Dakwah menurut Alqur’an, Dakwah dan Menjaga Persatuan Umat (Dalam Tinjauan al-Qur’an), Tanggung jawab Ilmuan dalam berdakwah (dalam surat al-Taubah ayat 122), Peran Kesetaraan Gender dalam Menjalankan Tugas Dakwah (Surat al-Taubah: 71), Dakwah dan Lingkungan (Memelihara Kelestarian Alam melalui dakwah Perspektif Alquran), Keihklasan dan Profesionalisme dalam Menjalankan Dakwah (Tafsir surat al-An'am: 90), Dakwah di Era Kontemporer: Dakwah Melawan Hoax dan etika bermedia sosial (Dalam Tinjauan Alquran), Dakwah dan Kebhinnekaan (Perspektif Al-Quran). 139

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Rujukan Dasar 1. Asep Muhiddin, Dakwah dalam Perspektif al-Qur'an, Bandung: Pustaka Setia. 2. Choiran Marzuki, Ayat-ayat Pegangan Da'wah, Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2010. 3. Al-Qur'an dan Terjemahannya. 4. Bisri Musthafa, Tafsir al-Ibriz. 5. Hamka, Haji Abdul Malik Karim Amrullah, Tafsir al-Azhar, Surabaya: Yayasan Latimojong, 1984. 6. Syekh Nawawi Banten, Marah Labid, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1417 H. IAT304 Semantik dan Semiotika Al-Quran Mata kuliah ini membahas tentang sejarah pertumbuhan ilmu tentang makna atau Ilmu al-Dalalah (Semantik) dan obyeknya, teori yang biasa dipakai dalam kajian Ilmu al-Dalalah dan aplikasinya dalam al-Quran sehingga kelak dapat dipraktikkkan dalam penelitian tafsir al-Quran. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami makna al-Qur’an dengan mempelajari kajian tentang makna, bunyi dan makna, jenis-jenis makna dan perubahan makna al-Qur’an. Rujukan Dasar 1. Aminuddin, Semantik: Pengantar Studi tentang Makna, Bandung: Sinar Baru, 1988. 2. Abu Mansur al-Azhari, Tahzib al-Lughah, Kairo: Al-Dar al- Mishriyyah li al-Ta’lif wa al-Tarjamah, Tanpa Tahun. 140

Buku Kurikulum KKNI 3. Al-Qadli Abu Bakar al-Baqillani, I’jazul Qur’an, Kairo: Matba’ah Musthafa al-Babi al-Khalabi, 1952. 4. Abdul Chaer, Linguistik Umum, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1994. 5. Jos Daniel Parera, Teori Semantik, Jakarta: Erlangga, 2004. IAT305 Balaghah dan Stilistika Al-Quran Mata kuliah Balaghah dan stilistika al-Qur’an dimaksudkan untuk memberi bekal kepada mahasiswa dalam memahami kandungan- kandungan balaghah dalam al-Qur’an. Tujuan: Mahasiswa memiliki wawasan dan pemahaman tentang kandungan-kandungan balaghah dan stilistika dalam al-Quran. Rujukan Dasar 1. Syaukany Dhief (1985) Al Balaghah Tathowwurun wa tashowwurun, Darul Ma'arif : Makkah. 2. Jurjany, Abdul Qodir (t.t) Asrorul Balaghah, Darul Fikri : Beirut. 3. Hasyimy, Ahmad (1978), Jawahirul Balaghah , Maktabah Daru Ihyail Kutubil 'Arabiyyah 4. Jarimy, Ali dan Musthofa (t.t) Al Balaghatul Wadhihah, Mesir: Darul Ma'arif. 5. Syihabuddin Qalyubi (t.t) Stilistika Al-Qur’an, Yogyakarta. IAT306 Public Speaking (dalam Tafsir Alquran) Mata kuliah ini memberikan pemahaman tentang teori dan praktik berkomunikasi lisan yang dilakukan di depan publik 141

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir seperti presentasi ilmiah, pidato formal maupun informal. Materi perkuliahan meliputi identifikasi audiens, merencanakan pesan untuk publik, memahami respon audiens, serta bagaimana melakukan evaluasi hasil. Selain itu perkuliahan juga bertujuan untuk melatih keberanian dan kreativitas berbicara, metode ice breaking, perangkat visual yang dibutuhkan dalam komunikasi publik, bahasa tubuh, serta penggunaan alat bantu sebagai upaya untuk mencapai efektivitas dalam komunikasi publik. Tujuan: Mahasiswa mampu memahami konsep komunikasi lisan di hadapan public baik secar formal maupun non formal, Mahasiswa mampu membuat perencanaan naskah (tertulis dan visual) yang disesuaikan dengan audiens; mahasiswa mampu mempraktikan berbicara di hadapan public dengan pemahaman teknik yang tepat Rujukan Dasar Lucas, Stephen (2008), The Art of Public Speaking Charles Bonar Sirait. The Power of Public Speaking Charles Bonar Sirait. Public Speaking and Business IAT307 Isu-isu Kontemporer bidang al-Quran dan Tafsir Mata kuliah merupakan kajian yang membahas tentang berbagai isu-isu kontemporer dalam al-Quran. Isu-isu terkait dengan hakikat Al-Qur’an, baik ditinjau dari sisi internal Al-Qur’an (mā fī al-Qur’ān) maupun dari sisi eksternal Al-Quran (mā ḥaul al- Qur’ān); baik dengan bahan kajian yang bersifat riwāyah, yang bersumber dari fakta Al-Qur’an sendiri dan fakta sosio-kultural 142

Buku Kurikulum KKNI masyarakat Arab saat Al-Qur’an diturunkan, maupun bahan kajian yang bersifat dirāyah, yang bersumber dari hasil pemikiran (ijtihād) para ulama dan sarjana. Tujuan: Mahasiswa mengetahui dan memahami beberapa konsep al-Qur’an tentang berbagai isu kontemporer yang berkembang di masyarakat. Rujukan Dasar 1. Muhammad Fu’ad Abd. Al-Baqi, Mu’jam Mufahras li Alfazh al- Qur’an. 2. Raghib al-Ashfahani, Al-Mufradat fi Gharib al-Qur’an. 3. Muh. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an. 4. Muh. Quraish Shihab, Membumikan al-Qur’an. IAT308 Metodologi PAR (Participatory Action Research) Mata kuliah PAR ini salah satu mata kulah kompetensi lainnya dalam pengembangan skill penelitian sosial yang berupaya untuk memeberikan peluang kepada mahasiswa untuk berlatih dalam pemberdayaan dan penyadaran masyarakat dalam memahami dan meneliti potensi yang pada pada mereka, sehingga penelitian yang betul-betul melibatkan mahasiswa dan masyarakat. Tujuan: Dengan mengikuti mata kuliah PAR mahasiswa mempunyai pendekatan baru dalam penelitian masyarakat yang pelaksanaannya melibatkan masyarakat sehingga mampu bersinergi dengan masyarakat dan diharapkan mahasiswa bisa mengkaji secara mendalam masalah-masalah kemasyarakatan 143

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dan menempatkan masyarakat sebagai mitra bukan menjadi objek. Rujukan Dasar 1. Arikunto Suharsimi, Penelitian Tindakan, Yogyakarta: Aditya Media, 2010. 2. McIntyre Alice, Participatory Action Research, Los Angeles: A Sage University, 2008. 3. Prastowo Andi, Memahami Metode-Metode Penelitian (Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis), Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011. 144

Buku Kurikulum KKNI H. Sarana Dan Prasarana Adapun data sarana dan prasarana yang biasa digunakan, diantaranya; ruang kerja dosen berikut tabelnya: Ruang Kerja Dosen Jumlah Jumlah Luas (1) Ruang (m2) (2) (3) Satu ruang untuk lebih dari 2 (a) @ 84 m = 168 4 dosen m Satu ruang untuk 3 - 4 dosen 2 (b) @ 24 m = 48 m Satu ruang untuk 2 dosen 1 (c) 42 m Satu ruang untuk 1 dosen 0 (d) (bukan pejabat struktural) TOTAL (t) 258 m Data prasarana yang lainnya, diantaranya; kantor, ruang kelas, ruang laboratorium, studio, ruang perpustakaan, kebun percobaan, dan lainnya,. kecuali ruang dosen yang dipergunakan PS dalam proses belajar mengajar dengan tabel sebagai berikut: 145

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Tot Kepem Kondisi al ilikan Utilisasi (Jam/m No Jenis Jumlah Lua Tidak inggu) Prasarana Teraw Unit s SD S Tera (m2 W wat at ) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1 Kantor 3 √√ @ 45 jam 2 Ruang kelas 12 √√ @ 55 jam 3 Ruang Lab 2 √√ @ 40 jam 4 Studio 1 √√ @ 40 jam 5 Perpustaka 2 √√ @ 40 an jam Ruang 1 √√ @ 28 6 jam Pementasan Ruang 1 √√ @ 40 7 Audio- jam visual 8 Ruang 1 √√ @ 25 serbaguna jam 146

Buku Kurikulum KKNI 9 Masjid 1 √√ @ 168 jam 10 Aula 1 √√ @ 40 jam Keterangan: SD = Milik PT/fakultas/jurusan sendiri; SW = Sewa/Kontrak/Kerjasama. Data prasarana lain yang menunjang (misalnya tempat olah raga, ruang bersama, ruang himpunan mahasiswa, poliklinik) dengan mengikuti format tabel berikut: Jenis Jum Tot Pemili Kondisi No Prasarana lah al kan Unit Lua Ter Tidak Penunjang s SD S aw Tera Unit (m2 W at wat Pengelola ) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1 Lapang Tenis 1 √√ Univeritas 2 Lapang 1 √√ Univeritas Badminton 3 Lapang Voli 1 √√ Univeritas 4 Lapang 1 √√ Univeritas Basket 5 Lapang Tenis 1 √√ Univeritas 147

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Meja 6 Lapang 2 √ Univeritas Futsal 1 √√ 1 √√ Univeritas 7 Parkir 1 √√ Fakultas 8 WC 1 √√ Fakultas 9 Ruang 1 √√ Univeritas Bersama 1 √√ Univeritas Ruang Fakultas 10 himpunan dan UKM Universita mahasiswa s 11 Poliklinik Fakultas 12 Ruang Pementasan 13 Aula Utama 1 √√ 14 Aula Fakultas 1 √√ Keterangan: SD = Milik PT/fakultas/jurusan sendiri; SW = Sewa/Kontrak/Kerjasama. I. Sistem Penjaminan Mutu Akademik 1. Standar Mutu Implementasi Kurikulum Sistem penjaminan mutu meliputi kebijakan mutu, perangkat penjaminan mutu (organisasi, pernyataan mutu, kerangka mutu, standar mutu), pelaksanaan penjaminan mutu, serta monitoring dan evaluasi. 148

Buku Kurikulum KKNI a. Kebijakan Mutu Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Pekalongan berkomitmen memberikan pelayanan yang berfokus pada stakeholders melalui peningkatan mutu penyelenggaraan layanan (akademik dan kemahasiswaan) dengan mengacu pada tri dharma perguruan tinggi secara berkelanjutan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi dan berahlakul karimah. b. Lembaga Penjaminan Mutu Struktur Organisasi Penjaminan Mutu pada tingkat institusi pada jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Pekalongan di bawah Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) yang bertanggungjawab langsung kepada Rektor, sedangkan pada tingkat Fakultas terdapat komite penjaminan mutu dan Jurusan/Jurusan terdapat Gugus Kendali Mutu (GKM) yang bertanggungjawab langsung kepada Dekan/Direktur Pascasarjana/Ketua Lembaga dan pada tingkat Jurusan/Jurusan terdapat Unit Penjamin Mutu Jurusan/Jurusan di bawah koordinasi Ketua Jurusan. Hirarki hubungan LPM, GKM dan UJM secara organisasi bersifat koordinatif dengan instruksional di bawah naungan LPM. c. Dokumen Mutu Dokumen mutu disusun dan dikendalikan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), sehingga semua unit dari mulai tingkat institusi hingga ke tingkat yang paling bawah yaitu Jurusan dalam melaksanakan kegiatan akademik 149

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir mengunakan standar dokumen yang sama. Semua dokumen disusun secara demokratis dan terukur, karena dalam perumusannya melibatkan semua perwakilan institusi hingga ke Jurusan, sehingga dokumen sudah mengakomodir seluruh kebutuhan masing-masing unit sivitas akademik. Dokumen mutu disusun mengacu kepada visi dan misi Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pekalongan serta kebutuhan stakeholders (BAN-PT, Standar ISO), mulai dokumen kebijakan mutu, sasaran dan rencana mutu, standar mutu, kerangka mutu, prosedur mutu, formulir mutu dan instruksi kerja. d. Implementasi Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Pelaksanaaan penjaminan mutu di Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam kerangka sistem penjaminan mutu perguruan tinggi yang berbasis pada sistem manajemen mutu internal dan kebijakan mutu Kementerian Agama RI (Diktis) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Dikti). Mekanisme kerja penjaminan mutu diatur dalam proses yang terintegrasi mulai dari bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat serta kemahasiswaan. Secara internal mekanisme kerja penjaminan mutu mulai dari institusi sampai dengan jurusan dalam kerangka sistem penjaminan mutu internal, dimana dalam pelaksanaannya semua unit harus memenuhi persyaratan sistem manajemen mutu yang ditandai dengan keberadaan dokumen kebijakan mutu, standar 150

Buku Kurikulum KKNI mutu, sasaran dan rencana mutu, manual mutu, prosedur mutu, formulir mutu dan instruksi kerja. Adapun untuk kerangka sistem penjaminan mutu eksternal, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pekalongan melaksanakan penjaminan mutu berdasarkan standar akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) baik pada tingkat Institusi maupun Fakultas/Jurusan. Disamping itu dalam rangka memastikan penjaminan mutu berjalan sesuai dengan visi dan misi IAIN Pekalongan, maka dalam siklus penjaminan mutu menggunakan acuan Plan DO Check Action (PDCA), siklus ini menjamin bahwa target kinerja mutu yang telah ditetapkan secara benar dan konsisten dilaksanakan oleh semua unit, dan dalam rangka semangat perbaikan berkelanjutan, maka dilaksanakan monitoring dan Audit Mutu Internal (AMI). Monitoring dilaksanakan secara berkelanjutan pada awal, pertengahan semester, dan akhir semester, sedangkan AMI bidang akademik dilaksanakan satu kali di pertengahan tahun akademik. Adapun langkah terakhir dalam rangka perbaikan hasil AMI, maka secara rutin Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir akan melaksanakan rapat evaluasi manajemen untuk mengoptimalkan hasil AMI dan merencanakan perbaikan berkelanjutan untuk tahun akademik selanjutnya mulai dari pimpinan tingkat Institusi sampai dengan pimpinan Fakultas/Jurusan. Pada saat awal implementasi penjaminan mutu terdapat banyak kendala yang dihadapi, antara lain: (a) komitmen pimpinan pada mutu yang masih rendah khususnya pimpinan ditingkat Unit, (b) kesadaran akan mutu yang belum ada, (c) 151

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sistem akademik yang antar unit (Fakultas/Jurusan/Prodi) mempunyai standar dan mekanisme kerja yang berbeda, (d) belum mempunyai dokumen mutu yang lengkap. Cara yang dilakukan oleh IAIN Pekalongan yaitu pada akhir tahun 2015 dibentuk Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) sebagai penguatan proses penjaminan mutu internal yang sebelumnya bernama Pusat Penjaminan Mutu (PPM), dengan kelembagaan yang lebih baik diharapkan mampu mengawal pelaksanaan penjaminan mutu di IAIN Pekalongan, Kemudian pada aspek komitmen perlu dikuatkan dengan deklarasi bersama semua pimpinan mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Lembaga, Ketua Bidang, Kepala Pusat, Kepala Biro, sampai dengan Ketua Jurusan/Prodi sebagai bentuk komitmen bersama dalam penjaminan mutu. Pada aspek dokumen mutu, semua dokumen dibuat dan dikendalikan oleh LPM jadi semua unit menerapkan dokumen mutu dengan standar yang sama mulai dari proses penerimaan mahasiswa baru sampai dengan wisuda (alumni) yang pada akhirnya sejak implementasi Sistem Manajemen Mutu, SPMI dilaksanakan melalui siklus penjaminan mutu yang berkelanjutan dengan pola Plan (Penetapan Standar Mutu), Do (Pelaksanaan Standar Mutu), Check (Pengendalian Standar Mutu), dan Action (Perbaikan Berkelanjutan). 1) Penetapan Standar Mutu a) Penetapan Kebijakan Akademik Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai akademik yang diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari, Jurusan Ilmu Al- 152

Buku Kurikulum KKNI Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pekalongan memiliki kebijakan akademik yang memuat bidang pendidikan, bidang penelitian dan bidang pengabdian masyarakat. Setiap bidang tersebut mengkaji tentang arah kebijakan, program, sumber daya, evaluasi program, dan kelembagaan terkait. b) Penetapan Kebijakan Mutu Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Pekalongan memiliki komitmen dalam memberikan pelayanan yang berfokus pada pelanggan melalui peningkatan mutu penyelenggaraan Tri dharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan untuk menghasilkan lulusan yang Unggul dan Kompetitif. c) Penetapan Kerangka Mutu Penetapan mutu merupakan bagian dari Sistem Manajemen Mutu yang berfungsi sebagai kerangka dasar dan acuan dalam penyusunan dan penerapan Sistem Pengendalian Mutu. Selain itu, penetapan kerangka mutu juga berfungsi sebagai pedoman bagi Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pekalongan dalam menerapkan Sistem Manajemen Mutu. Terkait dengan pihak-pihak luar dari IAIN Pekalongan, kerangka mutu akan memberikan acuan dalam berinteraksi dengan stakeholders dalam melihat dan menilai kebijakan, komitmen serta sistem pengelolaan universitas yang diterapkan oleh IAIN Pekalongan 153

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir d) Penetapan Prosedur Mutu Prosedur Mutu (PM) atau Standard Operating Procedures disusun sebagai panduan dalam melaksanakan standar dan sasaran mutu. Beberapa Prosedur Mutu telah disusun Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) yang telah disusun sebagai berikut: a) Prosedur Mutu LPM b) Prosedur Mutu Akademik c) Prosedur Mutu Sarana Prasarana d) Prosedur Mutu Kepegawaian e) Prosedur Mutu Penelitian f) Prosedur Mutu Pengabdian pada Masyarakat g) Prosedur Mutu Perpustakaan h) Prosedur Mutu Laboratorium i) Prosedur Mutu Perencanaan 2) Pelaksanaan Standar Mutu Pelaksanaan Penjaminan mutu internal di tingkat universitas, fakultas, jurusan/program studi dan unit-unit pelaksana lainnya dilakukan untuk menjamin: (a) Kepatuhan terhadap kebijakan mutu akademik, standar, dan sasaran mutu; (b) Kepastian bahwa lulusan memiliki kompetensi sesuai dengan yang ditetapkan di setiap jurusan/progam studi; (c) Kepastian bahwa setiap mahasiswa memiliki pengalaman belajar sesuai dengan spesifikasi jurusan/program studi; (d) Relevansi progam pendidikan dan penelitian dengan tuntutan masyarakat dan stakeholders lainnya. 154

Buku Kurikulum KKNI 3) Penjaminan Mutu Internal merupakan bagian dari tanggung jawab pimpinan universitas, pimpinan fakultas, pimpinan jurusan/bagian, pengelola jurusan/program studi serta dosen. Sistem penjaminan mutu Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Pekalongan dirancang dan dilaksanakan untuk dapat menjamin mutu gelar akademik yang diberikan. Hal ini berarti bahwa sistem penjaminan mutu harus dapat menjamin bahwa lulusan akan memiliki kompetensi yang ditetapkan dalam spesifikasi jurusan/Jurusan. 2. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum a. Monitoring dan Evaluasi Internal (Monevin) 1) Monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara kontinyu oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) tingkat universitas, komite penjaminan mutu pada tingkat fakultas dan gugus penjaminan mutu Jurusan/program studi. 2) Ruang lingkup monitoring dan evaluasi terdiri monitoring dan evaluasi pelaksanaan prosedur mutu, pelaksanaan perkuliahan, pelaksanaan UTS/UAS, bimbingan Akademik, bimbingan skripsi, seminar, ujian komprehensif, sidang munaqosah (akhir), dan pelaksanaan wisuda. b. Audit Mutu Akademik Internal 1) AMI dilaksanakan secara berkala meliputi : Audit Kinerja Akademik dan Audit Kinerja Unit. 155

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 2) Audit Kinerja Akademik meliputi Audit jati diri visi misi Dosen dalam Pembelajaran, kurikulum, mahasiswa, penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. 3) Audit Kinerja Unit meliputi Audit kinerja sasaran mutu layanan unit pelaksana akademik unit pendukung. c. Audit Kinerja Akademik 1)Audit Kinerja dosen dalam pembelajaran: audit ini dilaksanakan setiap semester berdasar penilaian persepsional mahasiswa terhadap kinerja dosen melalui kuesioner yang dibagikan (sifat wajib). 2)Audit Kinerja sasaran mutu akademik dan pengukuran kepuasan mahasiswa dilaksanakan setahun sekali pada akhir semester genap. Audit Kinerja Unit dilaksanakan dalam rangka mengukur dan mengaudit ketercapaian sasaran mutu layanan masing-masing unit pelaksana akademik (Bagian akademik Fakultas dan Jurusan/Program Studi) dan sasaran mutu layanan unit pendukung (bagian perlengkapan, bagian kepegawaian). J. Penutup Demikian Buku Kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pekalongan ini telah disusun dengan sebaik-baiknya. Berbagai hal yang belum tertulis dan diatur dalam buku pedoman ini akan menjadi bahan perbaikan untuk menyusunan buku pedoman kurikulum berikutnya. Segala 156

Buku Kurikulum KKNI saran dan masukan sangat diharapkan demi kesempurnaan penyusunan buku di kemudian hari. Pekalongan, 17 November 2019 a.n Dekan Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Kurdi Fadal, M.S.I NIP. 198002142011011003 157

Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir K. Surat Keterangan Dekan 158

Buku Kurikulum KKNI 159


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook