Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore 13. modul ely fix 12 juli 2018

13. modul ely fix 12 juli 2018

Published by elylusia, 2021-02-15 02:07:47

Description: 13. modul ely fix 12 juli 2018

Search

Read the Text Version

LUSIA ELY RAHMAWATI JITU MENULIS ESAI ARGUMENTAtTiIfF LOGIKA TOULMIN MMOODDUULLPPEEMMBBEELLAAJJAARRAANN BBAAHHAASSAAIINNDDOONNEESSIIAA

KATA PENGANTAR Seluruh puji dan syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan Modul Pembelajaran Menulis Esai Argumentatif. Kemampuan mahasiswa dalam bidang menulis sangat diperhatikan saat memasuki dunia kerja maupun lingkungan akademik. Keterampilan menulis tersebut juga sangat dibutuhkan ketika seorang mahasiswa ingin mengungkapkan pendapat yang berupa argumen. Berawal dari argumen pribadi yang dituliskan sesuai dengan kaidah yang benar, kemudian tulisan tersebut dapat bermanfaat bagi berkembannya ilmu pengetahuan. Modul ini disusun untuk mempermudah mahasiswa dan dosen dalam proses belajar dan mengajar penulisan esai argumentatif berperspektif logika Toulmin. Modul ini juga berisi materi-materi yang dibutuhkan mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan menulis khususnya menulis esai argumentatif. Materi pembelajaran ini difokuskan pada penulisan esai argumentatif berperspektif Logika Toulmin dan pola pembelajaran paradigma Pedagogi Reflektif. Di dalam modul ini, mahasiswa juga dapat melatih kemampuan menulis dengan mengerjakan latihan yang diberikan setiap bab. Penyusun berharap modul ini bermanfaat bagi mahasiswa dan dosen di perguruan tinggi serta pembaca secara umum yang ingin meningkatkan keterampilan menulis esai argumentatif. Penyusun juga senantiasa menyambut dengan hangat dan tangan terbuka semua saran dari pembaca. Selamat belajar dan semoga sukses. Yogyakarta, Mei 2018 Lusia Ely Rahmawati

HALO MAHASISWA HALO TEMAN-TEMAN CERDAS!!!! MAHASISWA!!!!! PERKENALKAN NAMA PERKENALKAN NAMA SAYA PROF. KARA. SAYA HARIS. SELAMAT BELAJAR DI YUK KITA BELAJAR PERKULIAHAN BAHASA BAHASA INDONESIA. INDONESIA. sumber: criteriaforsuccess.com sumber: florafara.com PERKENALAN TOKOH HAII TEMAN-TEMAN HAII TEMAN-TEMAN!!!! MAHASISWA! PERKENALKAN NAMA PERKENALKAN NAMA SAYA DONA. SAYA TIKA. BELAJAR BAHASA AYOK KITA BELAJAR INDONESIA BAHASA INDONESIA! MENYENANGKAN LOHH! sumber: sweetduke.com sumber: yuzik.com

APAKAH PARA MAHASISWA SUDAH MENGETAHUI ISI MODUL INI?? JIKA BELUM SIMAK DESKRIPSI MODUL DI BAWAH INI. DDEESSKKRRIIPPSSII MMOODDUULL Modul ini berisi materi tentang menulis esai argumentasi. Pada kegiatan belajar pertama materi yang diajarkan adalah menulis argumentasi. Pada kegiatan kedua pembaca akan diajak untuk belajar esai dan seluk beluknya. Pada kegiatan ketiga pembaca akan diajak untuk mendalami menulis esai argumentatif berperspektif logika Toulmin. Setelah mempelajari materi pada tiap bab, pembaca akan diajak untuk memperdalam materi dengan mengerjakan uji formatif, refleksi, aksi kemudian dilanjutkan dengan soal evaluasi.

PROF. KARA SUDAH MENYIAPKAN PEDOMAN MODUL UNTUK MAHASISWA SEMUA. PPEEDDOOMMAANN 1 22PPEENNGGGGUUNNAAAANNMMOODDUULL Modul ini digunakan untuk Agar mahasiswa mendapatkan melatih keterampilan hasil belajar yang maksimal, mahasiswa dalam menulis esai mahasiswa disarankan untuk argumentatif dengan logika memahami terlebih dahulu 3 Toulmin. materi yang sudah disajikan berserta contoh dan Jika mahasiswa sudah rangkuman. memahami isi materi yang 4 Setelah mahasiswa selesai disajikan, mahasiswa mengerjakan soal uji formatif mahasiswa diharapkan mengerjakan soal uji formatif untuk mengetahui tingkat pemahaman awal. 5 Setelah merefleksikan materi, merefleksikan materi yang telah mahasiswa dapat mengerjakan didapatkan. soal aksi untuk mengasah materi yang didapat sesuai dengan hasil 6 Setelah mahasiswa selesai refleksinya. mengerjakan soal aksi mahasiswa kemudian diajak untuk mengerjakan soal evaluasi untuk mengetahui kemampuan akhir.

UNTUK MEMPERMUDAH PARA MAHASISWA DALAM MENCARI MATERI, LIHATLAH DAFTAR ISI DI BAWAH INI. DDAAFFTTAARR IISSII BBAABB 11 AARRGGUUMMEENNTTAASSII 11 4 Ÿ Hakikat menulis argumentasi 8 Ÿ Unsur penulisan argumentasi 14 Ÿ Kesalahan dalam penulisan argumentasi 17 Ÿ Pedoman kerja penulisan argumentasi 22 Ÿ Rangkuman 1 23 Ÿ Uji Formatif 1 26 Ÿ Refleksi 1 28 Ÿ Aksi 1 29 Ÿ Evaluasi 1 BBAABB 22 EESSAAII 3300 33 Ÿ Hakikat esai 36 Ÿ Karakteristik esai 38 Ÿ Struktur esai 44 Ÿ Format esai 45 Ÿ Contoh esai 46 Ÿ Kaidah judul esai 50 Ÿ Langkah menulis esai 57 Ÿ Contoh esai

LANJUTAN DAFTAR ISI.. SILAKAN BISA DICERMATI!! DDAAFFTTAARR IISSII Ÿ Rangkuman 2 72 Ÿ Uji Formatif 2 73 Ÿ Refleksi 2 76 Ÿ Aksi 2 78 Ÿ Evaluasi 2 80 BBAABB 33 8822 EESSAAII AARRGGUUMMEENNTTAATTIIFF MMEENNUURRUUTT TTOOUULLMMIINN Ÿ Hakikat esai argumentatif menurut logika Toulmin 86 Ÿ Elemen-elemen argumen menurut logika Toulmin 89 Ÿ Struktur esai menurut logika Toulmin 106 Ÿ Pola argumen menurut logika Toulmin 110 Ÿ Kadar ketajaman argumen menurut logika Toulmin 124 Ÿ Contoh esai argumentatif berspektif logika Toulmin 128 Ÿ Rangkuman 3 135 Ÿ Uji Formatif 3 136 Ÿ Refleksi 3 139 Ÿ Aksi 3 141 Ÿ Evaluasi 3 142 Kunci jawaban 147 Glosarium 148

BBAABB 11 AARRGGUUMMEENNTTAASSII SETELAH MEMPELAJARI MATERI PADA BAB 1 MAHASISWA DIHARAPKAN MAMPU MENJELASKAN HAKIKAT, UNSUR PENULISAN, KESALAHAN DALAM PENULISAN DAN PEDOMAN KERJA PENULISAN ARGUMENTASI. PROF MENGUTIP KATA-KATA ANDY IWANISWANTO YANG BERBUNYI, MARILAH BELAJAR DENGAN SUNGGUH, BERDOA DENGAN SUNGGUH, DAN SELEBIHNYA BIARKAN TUHAN YANG BEKERJA. MARI KITA BELAJAR sumber: scott-sons.co.uk BERSAMAAA!!!! 1

???? TIKA, APAKAH KAMU TAU SEKARANG KITA AKAN BELAJAR APA?? KITA AKAN BELAJAR ARGUMENTASI DON.. AARRGGUUMMEENNTTAASSII AKHIRNYAAA KITA AKAN BELAJAR ARGUMENTASI TIK.. AKU INGIN BISA MENULIS ARGUMEN LOHH. JADI TAMBAH SEMANGAT BELAJRR DEHHHH.. AKU JUGA PENASARAN DAN INGIN BELAJAR BANYAK TENTANG MATERI INI DONN. 2

YUKK KITA LIHAT PETA KONSEP BAB INI AYOKKK!!!! HHAAKKIIKKAATT MMEENNUULLIISS AARRGGUUMMEENNTTAASSII AARRGGUUMMEENNTTAASSII UUNNSSUURR PPEENNUULLIISSAANN AARRGGUUMMEENNTTAASSII KKEESSAALLAAHHAANN DDAALLAAMM PPEENNUULLIISSAANN AARRGGUUMMEENNTTAASSII PPEEDDOOMMAANN KKEERRJJAA PPEENNUULLIISSAANN AARRGGUUMMEENNTTAASSII 3

HARIS, HAKIKAT YUK KITA MENULIS MENDENGARKAN PENJELASAN PROF. ARGUMENTASI APA YAA?? KARA Menulis termasuk wujud pengekspresian gagasan melalui media tulisan. Hal tersebut selaras dengan pandangan Lado dalam Tarigan (1994: 21), menulis merupakan suatu representasi bagian dari kesatuan-kesatuan ekspresi bahasa. Representasi tersebut berarti mewakili wujud dari bahasa yang diekspresikan dalam tulisan menjadi satu kesatuan yang utuh. Menulis juga dapat artikan sebagai suatu keterampilan mengungkapkan gagasan secara teratur sesuai dengan kaidah penulisan. Hal tersebut diperkuat oleh pandangan Rofi'uddin, dkk. (2002: 159), keterampilan menulis merupakan suatu keterampilan menuangkan pikiran, gagasan, pendapat tentang sesuatu, tanggapan terhadap suatu pernyataan keinginan, atau pengungkapan perasaan dengan menggunakan bahasa tulis. Berdasarkan pandangan Lado dan Rofi'uddin dkk. dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis merupakan suatu wujud pengekspresian gagasan melalui media tulis yang dituliskan sesuai dengan kaidah penulisan. sumber: pinimg.com NAH, PROF SUDAH MEMBERI DUA CONTOH PENGERTIAN MENULIS. SILAKAN MAHASISWA MENCARI PENGERTIAN MENULIS, ARGUMENTASI DAN MENULIS ARGUMENTASI !! 4

PROF, SAYA INGIN BAGUS.. SILAKAN MENCOBA TULIS DI PAPAN MENJAWAB. TULIS!! SAYA JUGA INGIN MENJAWAB. . . Keterampilan menulis dapat disimpulkan sebagai suatu keterampilan dasar dalam mengemukakan pendapat melalui media tulisan. Keterampilan ini juga harus dikuasai pelajar untuk menunjang kemampuan mengemukakan pendapat kepada kalayak umum. Manfaat lain dari keterampilan menulis yaitu penulis mampu mengajak pembaca mengikuti alur berpikir penulis bahkan mampu mengajak pembaca merasakan suatu kejadian sesuai dengan keadaan sebenarnya. Hal ini selaras dengan pandangan Sujanto (1988: 57), keterampilan menulis termasuk syarat mutlak untuk mencapai keberhasilan perkuliahan. Keterampilan menulis juga termasuk kebutuhan praktis setelah masuk ke dalam masyarakat kerja. Keterampilan menulis secara langsung memberikan sarana dan membuka jalan bagi para mahasiswa agar mampu melaksanakan kegiatan akademik. Argumentasi merupakan suatu ungkapan yang berisi pendapat dan isi ungkapan tersebut memiliki landasan berpikir yang konkret serta dapat dipertanggungjawabkan. Pendapat tersebut didukung oleh pendapat Choesin dalam Winarto, dkk. (2004: 49), argumentasi termasuk inti dari bagian terbanyak penulisan ilmiah. Pada sebuah tulisan ilmiah, penulis dapat menyampaikan pendapatnya mengenai suatu gejala, konsep atau teori. Penyampaian tersebut diharapkan penulis dapat menyakinkan pembacanya akan kebenaran pendapatnya. Seorang penulis juga harus memahami hal yang dimaksud sebelum mengungkapkan dalam suatu argumen. Penulis juga perlu tahu jenis-jenis pernyataan yang diajukan dan cara merangkai kata dengan benar. Argumentasi juga dapat diartikan sebagai rangkaian pendapat untuk mendukung pokok pikiran. Pokok pikiran tersebut dapat diungkapkan secara tertulis. 5

Argumentasi merupakan suatu ungkapan yang dapat memberikan pandangan baru kepada pembaca sehingga pembaca mengikuti alur berpikir penulis. Pendapat tersebut didukung oleng Keraf (2007: 3), argumentatif adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk meyakinkan dan mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembaca. Hal tersebut didukung oleh pandangan Achmadi (1998: 91), biasanya pada karangan argumentatif ditemukan beberapa ciri yang mudah dikenali. Ciri-ciri tersebut, yaitu (1) ada pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan penulis; (2) alasan, data, atau fakta yang mendukung; (3) mengusahakan pemecahan masalah dan pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan. Berdasarkan pandangan Keraf dan Achmadi dapat disimpulkan bahwa argumentasi adalah sebuah ungkapan yang dapat memberikan pandangan baru kepada pembaca serta berlandaskan data dan fakta yang relevan dengan kondisi sebenarnya sehingga dapat menghasilkan pemecahan masalah. Menulis argumentasi merupakan suatu kegiatan mengungkapkan pendapat dengan cara ditulis berdasarkan kaidah penulisan. Pendapat tersebut berdasarkan kenyataan dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hal tersebut didukung oleh pernyataan Rahayu (2007:168), menulis argumentasi berarti mengemukakan masalah dengan mengambil sikap pasti untuk mengungkapkan segala persoalan dengan segala kesungguhan intelektualnya, bukan sekadar mana suka atau pendekatan emosional. Penulis juga harus berusaha menyelidiki; (1) apa persoalan itu, (2) apa ada tujuan yang tersembunyi, (3) apa ada keuntungan atau kerugian untuk mencapai tujuan tersebut, (4) tujuan mana yang kiranya bermanfaat, dan (5) bagaimana cara mengatasinya. Berdasakan beberapa landasan penulisan tersebut penulis harus berusaha menyampaikan pendapatnya secara teratur dan kritis, serta dapat membuat karangan argumentasi sesuai dengan beberapa ciri yang mudah dikenali. 6

Menulis argumentasi haruslah memuat data dan fakta yang dituliskan secara rinci. Kehadiran data dan fakta dapat menguatkan pendapat yang dituliskan oleh penulis. Hal tersebut didukung oleh pendapat Suladi (2014: 74), dasar tulisan argumentasi adalah berpikir kritis dan logis berdasarkan fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Fakta-fakta tersebut dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain, bahan bacaan (buku, majalah, surat kabar, atau internet), wawancara atau angket, penelitian atau pengamatan langsung. Penulisn argumentasi dapat dituliskan dalam bentuk paragraf-paragraf. Paragraf argumentasi dapat dikembangkan dengan pola sebab-akibat. Penulisan paragraf argumentasi dapat terlebih dahulu dituliskan sebab-sebabnya dan diakhiri dengan pernyataan akibat dari sebab tersebut. Penyajian pola sebab-akibat dapat ditulis menjadi akibat-sebab, yaitu menyampaikan terlebih dahulu akibatnya kemudian dicari sebab-sebabnya. NAH BAGUS, ANDA SUDAH BISA MENCARI MATERI MENULIS ARGUMENTASI DENGAN LENGKAP. TETAPI MASIH ADA YANG PERLU DIPELAJARI, SEKARANG CARILAH UNSUR PENULISAN ARGUMENTASI DAN KESALAHAN DALAM PENULISAN ARGUMENTASI!! YUK TEMAN-TEMAN AYOK KITA CARI MATERI DI PERPUSTAKAN. . 7

TEMAN-TEMAN AKU SUDAH YEAYY. . DAPAT BUKU NIH.. SINI BIAR KAMI RINGKAS HAL-HAL YANG PENTING!! UNSUR PENULISAN ARGUMENTASI ebtshedeprobasieyseknuna,luaapn(yht3laagu)tmsu(haieCannrpogdhgsgsaiautou,iiindaergmtsnaiadyigennsyaainesa,ln.obapngK2gmuig0oheaa0pdtsahdi.4aigksaa:iaekrab5usagt4eunanuc-tusma5psu7reueera)gnnniinubsStyiuieleagibtrrisaitteauyukrrpaehre(tnu1puo)agtabrpr-ditgudekuaunnairpmug.pueDaleterinmsahnd,lma(bai2antmaie)dakcmpamaaseel.bnamagAehkidntbraiattapgnuilcnaaekasym,aan, 8 sumber: free-icons.com

(PesanL/oAgrogsumen) (PeEtnhuoliss) psmeapmrmsuealaauredrlnreungaadantmualnaiaintmdrlsmepSyaaaumeeaeirpkngpmkpiaeieaautnbninnsitrhgauuyegscaalagseiuamsgsibianeimadunppnypraaiaaaedtenhiunuinmarylpnaniuiae.syertnlansumgaSignesgukenbb.niomnmmguayrScgaaeaeeeananhdnndotgyiiggakyrtaaeaaraeanpjtgjrnnnuuageiugmhmgkkmtkuaaababenpeikanappncneilc,ekaa,enyamrdpaatuhadaa.ebtalias(taaidDrPapskdcueahePapiaamsktumas.ariyebttbiaihahlaukjpnbahoaucineagisanuagsnghnya)aawanna Berikut uraian tentang tiga hal ini: 1. Logos thaiaddukrdrdiaigbyglnapiakuauusnteianmmmenmrLmrmghgoeeenaapnngneaymntonagalisiygcykeknsaaadammaaegrinmanntbiebgurarbbaiapupbaukiheepnaer-knanaaknargtntuksgakiiuin-ilnumabbiltdsinmehuase.dintumkuPaei,bstbtnnjeauiudeunsynsryauknuaauakgnratglnnneiaanspgngnmunne.mayonpmasaaHpneeuas.nbeneeallaiAinsnaylnsladaubgdatgnhiegyns-amaunataeakynkemngdpraimoabuggabnannaautragtshgymru.ijjaukaseeinennmtnarnntegunguiitnessiasknnssii 9

dmeaidd.hmdec.mjemiysba.emAnenMAaeanle.medacAgk.rrneimeahsgaaingAprgnnrAnruap(uguaaeurikarmr)erkYnugmrgat.lkr.giuajimeunubluhhiueuntmahmkauepnbtmRatknseekekuetuaavnmakeapnkamnsnkabnnblarbun)epaenaokYabrasgec)dpbia.hesaneakpiaroeuhwu,uedbhufiwssalrytaawipa:waanasXnhalnaluiwd,XaiagsBjXtaduaniyaespmad,amaX,esalanrai,eytyenuhtmhanaudympab(igpiaaraaatteaueliatuiumakr(tkasramluiuibdbdgtahaaubaaiura(rlaurtuagaCtmgkirtkkkuhYtaguaauise.mondunnamknealm)ea(sakbaeiYnnhnuate.nsa,h(nnesuuaw2ratutn0utaautyun0itpuadkuX4atnad:k)u5kag5kr)i, 2. Ethos ttiteddumsrmaasleskeihnukdemsehnabbaandbuuerujnnaagenusnEtnhkpguugsjtwytuastaihtainmmtkdacupomyukaileesasaiakmmtseuknutamdekmebpbnlpblriaebuaasneaaerhaanhndyhdarnnaygiruwdapbga.tuipaiieiukyanSlraiasbkrnektnieknaaubrekpdahseageitrehidhnswnbendeiopadaibubdlasreiiuialltnbissrliapagineseniytmsloaunaaasiaritsb,ddpuhaaslbeaisrensdirnelkio.digadio.uraaihKraabmslprainnouiusgen.argg.tnaugatiNSta“upnmyaeaplaagoshipmensenerlyennaibgapum”nutetnekneallgbmmguria,ssasrpmteiuceheayneablnnhaanyajnuaalynuauytdagnlaii,sg 10

Beberapa hal yang dapat dilakukan penulis pemula antara lain : a. Berargumen tentang dipahami penulis. masalah yang benar-benar b. Berargumen dengan msuedmubt-esruidkuant ppanemdabnaghyaasnang yang berimbang berbeda. antara c. paMsemuenmbgasaci-jaua.skuamn sai rygaunmgendimyailnikgi didasarkan pada bersama dengan 3. Pathos Pathos merupakan unsur argumentasi yang mengacu pada dampak tulisan yang direspon oleh pembaca dan aspek emosional dari sebuah argumen. Dalam hal ini penulis memikirkan cara terbaik untuk menarik perhatian dan simpati pembaca terhadap argumennya. Dengan kata lain, pathos dibentuk untuk menggugah hati pembaca. 11

TIK, BIAR AKU BAIKLAH DON, LANJUTKAN TERIMA KASIH MENULIS TUGAS INI YAA. . Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membentuk pathos : a. Menggunakan bahasa yang konkret. Bahasa yang konkret akan meningkatkan pathos sebuah tulisan. Dari pada menulis “Anak itu miskin”, misalkan, seorang penulis dapat menggambarkan secara konkret keadaan anak itu seperti dalam kalimat “Anak itu berjalan tanpa alas kaki, mengenakan bajuyang compang-camping”. b. Menggunakan metafora-metafora dan pilihan kata yang tepat. Metafora adalah alat penting dalam memahami dan menjelaskan suatu masalah. Akan tetapi, seorang penulis harus memilih metafora yang tepat dan yang masih hidup dalam masyarakat. Namun, penulis harus berhati-hati dalam memilih metafora. Jika salah, malah akan ditinggalkan pembaca yang tidak mengerti metafora-metaforayang digunakan penulis. 12

c. Menggunakan contoh-contoh. Pathos juga akan lebih baik bila penulis memberikan contoh-contoh dari apa yang akan ia bahas. Kalimat “Kenaikan harga BBM langsung diikuti oleh kenaikan harga beberapa bahan sembako.” sebenarnya sudah cukup untuk menyampaikan pesan penulis. Akan tetapi, untuk menarik perhatian pembaca, penulis dapat melanjutkan kalimat tersebut dengan beberapa contoh. Misalnya kalimat “Kenaian harga BBM langsung diikuti oleh kenaikan harga beberapa bahan sembako. Harga beras, misalnya naik lima persen. Di Jakarta, harga tepung terigu melonjak sebesar15 persen”. d. Menghargai nilai-nilai atau asumsi-asumsi pembaca. Langkah ini lebih tepat digunakan dalam sebuah argumen proposal. Sebagai contoh, seseorang menulis sebuah argumen yang mendukung kebijakan kota Jakarta sebagai kota tertutup. Apabila pembaca tulisannya akan terbatas pada sesama ilmuan, maka seharusnya para pembaca tersebut menilai tulisannya berdasarkan patokan- patokan ilmiah. Akan tetapi, apabila argumen itu juga akan menjadi bahan bacaan pihak penentu kebijakan dan masyarakat umum, penulis dapat menekankan pada manfaat-manfaat yang dapat diperoleh oleh berbagai pihak, termasuk–khususnya–pihak- pihakyang menentang kebijakan tersebut. 13

KESALAHAN DALAM PENULISAN ARGUMENTASI dkkBaeeaspsnaaalyltaaahhjkeaalannas-rykgateeunrsmglailhteaiadnhtaaksynaatlneayrgahknaamgittaepbumaedrbilsaeiiknfsaitatrrku–iekntlteefuotmarrmpalohiagapli.nsasdIenkabiauhraaaedhnl-aahalaargmhl uyemaknnegesgnaan–lhadayhanuanynnagg- dapat dikira-kira. Kesalahan-kesalahan informal dapat dibagi-bagi menjadi kesalahan pada logos, ethos, dan pathos. Beberapa kesalahan pada logosyang sering terjadi adalah: a. Gagasan pendukung berupa pengulangan dari gagasan pengontrol dengan pilihan kata yang berbeda. Poin ini termasuk suatu tautologi. Kesalahan seperti ini dapat dilihat pada kalimat: Kehidupan masyarakat Jakarta sudah sangat kompleks karena tingginya diversifikasi kerja dan kepentingan. Kesalahan terjadi karena tingginya diversifikasi kerja dan kepentingan adalah ciri dari suatu masyarakat kompleks dan bukan penyebabnya. Kesalahan seperti ini telah dicontohkan sebelumnya dan dapat dihindari apabila penulis lebih berhati-hati dalam menggunakan kata karena atau kata penghubungan lainnya. TUGAS KITA SUDAH KITA AKAN MASUK SAMPAI MANA NIH MENGERJAKAN KESALAHAN PENULISAN ARGUMEN RIS YUK KITA LANJUT KERJAKAN 14

b. Kesalahan penafsiran. Kesalahan ini terjadi apabila penulis menyederhanakan sebuah argumen sehingga seolah-olah hanya ada dua kemungkinan dalam masalahyang dibahasnya, misalnya dengan mengatakan bahwa harus mengikuti program bantuan IMF sebagai satu-satunya jalan menghindari kehancuran ekonomi. Dalam ilmu-ilmu sosial, keadaan seperti ini tentunya perlu diragukan, mengingat rumitnya gejala-gejala sosial. c. Post hoc, ergo propter hoc. Ungkapan ini dapat diterjemahkan menjadi “sesudahnya”, “oleh sebab itu”, “karenanya”. Ini adalah kesalahan yang terjadi ketika seseorang mengganggap urutan kejadian sebagai hubungan sebab-akibat. d.ldbyiKnaiaaengrjsukugimukyspaapennpdungeilkaynmanietle.miyntPaieuaenmnnngjuaauntltkieagsrkulasahdunlauadrbtaualauhshdacwamsulaakbembmueurpbtdkuudatliasia-satblaarunakmkrnagtnyriuauymd.aaannetgnga e. acokmisidrluKramgaeitmeanyupsuangpaanculudtoasgumlanhoabhgtanspuaoeniauhnhajamny.ldlaaKasaanaupeklsaadsroaalmasaydonlialgaaaanmihlmo.hgayreaagnsnsanaagaylnngiagknabruapgalinnaooktlalegtaiokenrtigrkagijanasostieddrtebagiriinaabkaagnaapenalrngaoiaigabkgtalisi,ol.pedarbySgjacuauaaliagrlnanaimah-g-h 15

Kesalahan yang biasa muncul pada ethos, antara lain: a. Mengacu pada otoritas yang salah. b. Mengacu pada pribadi lawan, bukan pada argumennya. c. Terlalu menyederhanakan pendapat-pendapat yang berlawanan dengan pendapat sendiri. Kesalahan pada pathos yang sering dilakukan penulis adalah: a. Menyajikan bukti yang tidak dapat dikaji langsung oleh pembaca. b. Mengacu pada premis-premis irasional. c. Mengangap hal-hal yang sudah dikenal sebagai hal yang lebih menarik daripada yang belum dikenal. PROF, KAMI BAIK SILAKAN TARUH DI SUDAH MEJA PROF. MEYELESAIKAN SEKARANG PROF AKAN TUGAS MENJELASKAN PEDOMAN PENULISAN ARGUMENTASI 16

Pedoman Kerja Penulisan Argumentasi (Lanur, 2004:34-35) Hasil yang diharapkan dari logika yaitu agar kita cakap berpikir sendiri dan bersikap logis dan kritis. Sikap kritis tidaklah berarti suka membantah dan mengeritik, serta suka menentang dan menantang, melainkan berpikir dahulu, menyelidiki, dan tidak begitu saja menerima suatu pendapat atau penjelasan yang seakan-akan sudah pasti benar, atau tergesa-gesa menarik kesimpulan yang berlaku umum. Berikut sepuluh tipe pertanyaan yang menunjukkan sikap kritis menurut Lanur. ADAKAH YANG SUDAH TAU BAGAIMANA PEDOMANNYA?? 17

10 TIPE PERTANYAAN YANG MENUNJUKKAN SIKAP KRITIS 1. Apa inti yang dikemukakan: apa 'pernyataan' atau pokok masalah yang hendak dikemukakan? 2. Apa dasar atau alasan-alasannya? Apakah sudah cukup beralasan? 3. Bagaimana alur pikirannya? Bagaimana langkah-langkah serta kaitan antara langkah yang satu dengan yang berikutnya? 4. Apakah pernyataan itu benar? Apakah tepat? Pasti? Hampir pasti? Sangat mungkin? Sangat mungkin tidak benar? 5. Apa arti istilah-istilah yang digunakan, apa maksud di balik kata- kata yang dipakai itu? 18

6. Tentang berapa subjek pernyataan itu dikatakan? Apakah tidak meloncat dari satu- dua atau beberapa ke suatu kesimpulan umum? 7. Prinsip mana yang terkandung di dalamnya, tetapi tidak dengan jelas dan terang- terangan dirumuskan? 8. Atas dasar informasi manakah pernyataan itu dikemukakan? Apakah informasi itu cukup, benar, dan tepat? 9. Apa konsekuensi-konsekuensinya? Jika pernyataan yang bersangkutan dipikirkan lebih lanjut, apa akibat-akibatnya dan hal apa lagi yang dapat disimpulkan darinya? 10. Jika tidak setuju dengan hal yang dikemukakan itu, apa alasan-alasan atau pertimbangan-pertimbangan untuk melawannya? 10 PEDOMAN PENALARAN 19

1. Pikirkan “sendiri”, jangan membeo, dan jangan begitu saja menerima apa yang dikatakan (khususnya dalam surat kabar); 2. Pikirkan dulu sebelum bertindak, sekurang-kurangnya untuk beberapa saat; 3. Pikirkan sesuatu secara objektif, karena pandangan kita hendaknya lebih luas daripada hanya kepentingan atau perasaan kita sendiri saja sehingga waspadalah terhadap prasangka-prasangka sendiri, serta janganlah menganggap benar apa yang disukai, diinginkan, atau diharapkan, dan menolak apa yang disukai atau tak enak didengar; 4. Pikirkan dua kali, serta jangan tergesa-gesa menarik kesimpulan atau mengemukakan pendapat seakan-akan hal itu udah merupakan kebenaran mutlak; 5. Pikirkanlah untuk jangka panjang dan lihatlah jauh ke depan; WAHH.. SANGAT TIDAK HANYA INI, MEMBANTUKU MASIH ADA 5 LAGI DALAM MENALAR SESUATU PROF DON. . 20

6. Bersikap terbuka karena mungkin pendapat kita perlu direvisi atau ditinggalkan sama sekali atas dasar informasi baru; 7. Bersikap kritis dan selidiki dahulu apa yang dikemukakan oleh orang lain, serta adakan pengecekan juga terhadap pendapat sendiri; 8. Bersikap optimis dengan mencari segi-segi yang positif dalam segala hal. Selain itu, dalam berpikir dan berdiskusi hendaklah bersikap simpatik terhadap orang lain; 9. Bersikap jujur karena kita dapat belajar banyak sekali dari kesalahan kita sendiri, asalkan kita menyadari dan megakuinya; 10. Bekerja dan berpikirlah secara teratur dan terencana. TERIMA KASIH PROF, KAMI BAIK, UNTUK MEMPERKUAT JADI PAHAM PEDOMAN PEMAHAMAN MAHASISWA SEMUA KERJA PENULISAN SEKARANG JAWABLAH SOAL ARGUMENTASI LATIHAN YANG SUDAH PROF SIAPKAN KEMUDIAN TULISLAH REFLEKSI ATAS PEMBELAJARAN BAB 1 INI!!! 21

rraannggkkuummaann 11 BAB 1 ARGUMENTASI 1. Karangan argumentatif merupakan karangan yang berisi gagasan atau pendapat penulis akan suatu kejadian yang ingin diangkat serta memiliki data dan berdasarkan fakta yang mendukung. Karangan argumentatif juga berusaha meyakinkan dan mempengaruhi sikap pembaca sehingga mendukung pernyataan penulis. 2. Menurut Achmadi, ciri-ciri wacana argumentatif yaitu (1) ada pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan penulis; (2) alasan, data, atau fakta yang mendukung; dan (3) mengusahakan pemecahan masalah dan pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan. 3. Dasar tulisan argumentasi adalah berpikir kritis dan logis berdasarkan fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Fakta-fakta tersebut dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain, bahan bacaan (buku, majalah, surat kabar, atau internet), wawancara atau angket, penelitian atau pengamatan langsung melalui observasi. Selain itu, paragraf ini harus dijauhkan dari emosi dan unsur subjektif. 4. Menurut Rahayu, penulis harus berusaha menyelidiki; (1) apa persoalan itu, (2) apa ada tujuan yang tersembunyi, (3) apa ada keuntungan atau kerugian untuk mencapai tujuan tersebut, (4) tujuan mana yang kiranya mendapat manfaat dan (5) bagaimana cara mengatasinya. Pendeknya, penulis harus berusaha menyampaikan pendapatnya secara teratur dan kritis. 5. Setiap argumen adalah pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Artinya, selalu ada tiga pihak atau unsur yang diperhatikan dalam penyampaian sebuah argumen yaitu (1) penulis, (2) pembaca, dan (3) argumen. 22

UUJJII FFOORRMMAATTIIFF 11 BAB 1 ARGUMENTASI NAMA : PRODI : NIM : FAKULTAS : KELAS : NILAI : Pilihlah jawaban yang benar berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 1. Karangan argumentasi merupakan karangan yang ... a. Mendeskripsikan masalah kepada pembaca. b.Berupa informasi untuk mempengaruhi pembaca dan bersifat subjektif penulis. c. Berisi gagasan atau pendapat penulis akan suatu kejadian yang ingin diangkat serta memiliki data dan berdasarkan fakta yang mendukung. d. Berisi informasi untuk memberikan petunjuk kepada pembaca mengenai langkah-langkah membuat sesuatu. 2. Berikut ciri-ciri wacana argumentatif ... a. Ada pernyataan, ide, alasan, data dan mengusahakan pemecahan masalah b. Ada asumsi, gagasan, pokok permasalahan, diakhiri opini yang terbuka c. Ada opini yang menjadi segala landasan pemikiran d. Ada penguatan pernyataan yang bersifat subjektif 3. Dasar tulisan argumentasi adalah .... serta berdasarkan fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. a. Imajinatif dan fiktif c. Sedikit logis namun mengangkat isu b. Berpikir kritis dan logis d. Kritis dan subjektif penulis 4. Fakta-fakta yang terdapat dalam tulisan argumentatif dapat berasal dari, kecuali ... a. Surat kabar, buku, internet c. Televisi, observasi, penelitian b. Wawancara, majalah, angket d. Majalah, asumsi, internet 5. Hal-hal yang harus diselidiki penulis sebelum menuliskan argumen adalah, kecuali... a. Apa persoalan yang ingin diangkat b. Apakah terdapat manfaat dalam penulisan c. Bagaimana cara memutar opini pembaca d. Bagaimana mengakumulasi kerugian dan keuntungan dalam penulisan 23

UUJJII FFOORRMMAATTIIFF 11 BAB 1 ARGUMENTASI NAMA : PRODI : NIM : FAKULTAS : KELAS : NILAI : 6. Bacalah cuplikan tulisan esai di bawah ini, kemudian jawablah pertanyaan 6-7! (1) Ternyata tidak hanya dalam dunia manusia saja yang mengenal penggolongan jahat dan baik. (2) Dunia kolesterol yang kerap menjadi momok kesehatan kita pun memiliki penggolongan sejenis. (3) Untuk itu, pengenalan pada zat yang berfungsi membantu mencernakan lemak, memperkuat membran sel, dan sebagai bahan pembentuk hormon ini dirasa perlu. (4) Kolesterol adalah suatu jenis lemak yang diproduksi secara alamiah di dalam tubuh manusia, yaitu di hati dan dapat ditemukan di setiap sel tubuh. (5) Meskipun kolesterol memiliki fungsi yang berguna bagi tubuh, jangan sampai kadarnya dalam darah meningkat. (6) Kalau sampai hal ini terjadi, kolesterol cenderung akan menumpuk pada dinding pembuluh darah yang akhirnya dapat menyumbat dinding pembuluh darah tersebut. (Kompas 2006, dengan pengubahan) Pendapat penulis terdapat dalam kalimat nomor... a. 1 c. 5 b. 4 d. 6 7. Fakta yang dibangun penulis terdapat dalam kalimat nomor... a. 1,4,6 c. 4,5,6 b. 1,2,3 d. 3,4,5 8. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis argumentasi adalah berusaha menurunkan kesimpulan-kesimpulan melalui kaidah-kaidah formal yang absah kemudian dihubungkan dengan kemampuan memberikan pendapat, keduanya disebut dengan hubungan... a. Sasaran dan argumentasi c. Dasar argumentasi b. Logika dan Argumentasi d. Asumsi argumentasi 24

UUJJII FFOORRMMAATTIIFF 11 BAB 1 ARGUMENTASI NAMA : PRODI : NIM : FAKULTAS : KELAS : NILAI : 9. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis argumentasi salah satunya adalah sasaran argumentatif. Berikut ini yang mendukung pernyataan tersebut, kecuali... a. Argumentasi harus mengandung kebenaran untuk mengubah sikap dan keyakinan orang mengenai topik yang akan diargumentasikan. b. Penulis tidak perlu membatasi pengertian istilah yang dipergunakan. c. Penulis harus menetapkan secara tepat, titik ketidaksepakatan yang akan diargumentasikan. d. Penulis harus berusaha untuk menghindari setiap istilah yang dapat menimbulkan prasangka tertentu. 10. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis argumentasi salah satunya adalah dasar argumentasi. Berikut ini yang mendukung pernyataan tersebut, kecuali... a. Penulis harus mengetahui serba sedikit tentang objek yang dikemukakan, sekurang-kurangnya mengenal prinsip ilmiah. b. Penulis harus bersedia mempertimbangkan pandangan pakar lain, namun selalu memprioritaskan pendapat sendiri. c. Penulis harus meneliti persyaratan yang masih diperlukan bagi tujuan-tujuan lain yang mencakup dan kebenaran pernyataan yang dirumuskan. d. Penulis harus mengemukakan pokok bahasan yang jelas. 25

refleksi 1 BAB 1 ARGUMENTASI NAMA : PRODI : NIM : FAKULTAS : KELAS : NILAI : Ambillah sikap hening, kemudian refleksikanlah materi yang telah Anda dapatkan! Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan pemahaman Anda! 1. Apakah Anda sudah menguasai materi tentang menulis argumentasi dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis argumentasi? Tuliskan pemahaman yang Anda dapatkan dalam kolom di bawah ini! 2. Apa manfaat dari pembelajaran yang telah Anda dapatkan? 26

refleksi 1 BAB 1 ARGUMENTASI NAMA : PRODI : NIM : FAKULTAS : KELAS : NILAI : 3. Apa saja nilai-nilai kehidupan yang Anda dapatkan setelah mempelajari materi ini? 4. Bagaimana peran Anda terhadap orang yang belum dapat mengungkapkan argumentasi dengan baik? 27

aakkssii 11 BAB 1 ARGUMENTASI NAMA : PRODI : NIM : FAKULTAS : KELAS : NILAI : Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan kemampuan Anda! 1. Buatlah peta pikiran yang berisi materi menulis argumentatif secara lengkap, menarik, dan kreatif! 2. Buatlah 3 topik argumentasi sesuai dengan latar belakang studi Anda, kemudian kembangkanlah topik- topik tersebut menjadi paragraf argumentasi! (setiap topik dijabarkan menjadi tiga paragraf) 28

EVALUASI 1 BAB 1 ARGUMENTASI NAMA : PRODI : NIM : FAKULTAS : KELAS : NILAI : Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai kemampuan Anda! 1. Buatlah 10 contoh topik bahasan yang dapat diangkat menjadi sebuah tulisan argumentatif! (berkaitan dengan bidang jurusan Anda) 2. Buatlah minimal 5 kalimat argumen setiap pokok bahasan berikut: a. Setiap musim hujan tiba sebagian besar wilayah DKI Jakarta mengalami banjir. b. Mahasiswa masih kurang memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat belajar. c. Masyarakat berpenghasilan rendah rentan terkena penyakit. d. Keluarga adalah pendidik utama karakter anak. e. Keprofesionalitasan dosen menunjang intelektual mahasaiswa. 3. Tanggapilah argumen berikut dengan menggunakan pemikiran kritis! Mencontek merupakan hal yang biasa dilakukan oleh mahasiswa. Mahasiswa berpikir akan mendapatkan nilai yang baik dari hasil mencontek. Hal tersebut akan membuat mahasiswa memiliki rasa percaya diri yang lebih ketika membawa contekan saat ujian dilaksanakan. Ketika pengawas memberikan peringatan kepada mahasiswa yang mencontek, mereka kemudian merasa kurang menerima teguran tersebut. Pengurangan nilai maupun teguran sudah dilakukan pihak universitas dalam menanggulangi terkikisnya karakter percaya diri mahasiswa. Namun, penanggulangan tersebut masih kurang efektif mengurangi tindak mencontek. 4. Tanggapilah pernyataan berikut ini menggunakan alur penalaran yang tepat dan berdasarkan ketentuan menulis argumentatif! (minimal 3 paragraf) Stadion Gelora Bung Karno dirusak oknum suporter yang tidak bertanggung jawab. 29

BBAABB 2E2ESSAAII SETELAH MEMPELAJARI MATERI PADA BAB 2 INI, sumber: cliparting.com MAHASISWA DIHARAPKAN MAMPU MENJELASKAN HAKIKAT, DAN LANGKAH MENULIS ESAI; MENGANALISIS KARAKTERISTIK, STRUKTUR, FORMAT, DAN CONTOH ESAI; MEMBUAT JUDUL YANG MENARIK; SERTA MAMPU MEMILIH JENIS ESAI YANG AKAN DIKEMBANGKAN PROF MENGUTIP KATA MUTIARA DARI ANDY IWANISWANTO YANG BERBUNYI KESUKSESAN HANYALAH SOAL WAKTU, DAN WAKTU ITU DIMULAI SAAT INI JUGA MARI KITA BELAJAR DENGAN GIAT, AGAR SUKSES DI MASA DEPAN!!!! 30

TIKA, APAKAH KAMU TAU ESAI I ?????? ESAI ITU APA?? TULISAN SEPERTI APA ???? YA ITU??? EESSAAII AKU PERNAH MENDENGAR KATA ESAI.. EMMMMM.. TAPI AKU LUPA ITU TULISAN YANG SEPERTI APAA. DUHH JADI PENASARAN DEHHH.... AKU JUGA PENASARAN DAN INGIN BELAJAR BANYAK TENTANG MATERI INI RISSS. 31

YUKK KITA LIHAT PETA KONSEP BAB INI AYOKKK!!!! ESAI HAKIKAT ESAI karakteristik esai STRUKTUR ESAI FORMAT ESAI CONTOH ESAI KAIDAH JUDUL ESAI JENIS ESAI LANGKAH MENULIS ESAI 32

PROF. KARA, KAMI INGIN YA BAGUS, RASA INGIN BELAJAR DAN TAHU INILAH YANG SAYA HARAPKAN. MARI KITA LIHAT MENGETAHUI LEBIH HAKIKAT ESAI TERLEBIH DALAM TENTANG ESAI DAHULU. Esai merupakan bentuk tulisan yang memuat beberapa paragraf dan terbagi menjadi 3 kelompok paragraf utama yaitu paragraf pembuka, isi, dan penutup. Esai ini dapat digunakan untuk mengomunikasikan informasi atau perasaan dan dapat mempengaruhi pikiran pembaca. Esai ini dikaji berdasarkan data dan fakta sehingga dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal tersebut didukung oleh pendapat Wijayanti, dkk. (2011: 161), esai dapat diartikan sebagai tulisan yang terdiri atas beberapa paragaraf. Tulisan tersebut membicarakan suatu topik dari sudut pandang penulis. Bedanya dengan paragraf, esai membahas topik yang lebih dalam sehingga memerlukan beberapa paragraf untuk mengupas topik yang diangkat. Esai juga dapat diartikan sebagai tulisan yang menonjolkan suatu topik untuk diangkat serta dikaji berdasarkan data dan fakta. Hal tersebut didukung oleh pernyataan The Columbia Electronic Encyclopedia (2012), kata essay berasal dari bahasa Perancis, yang artinya mencoba atau berusaha. Esai adalah tulisan yang terdiri dari beberapa paragraf yang membahas tentang suatu topik. Esai dapat digunakan untuk mengomunikasikan informasi, opini atau perasaan dan biasanya menyajikan argumen tentang sebuah topik. Berdasarkan pendapat dari Wijayanti dan The Columbia Electronic Encyclopedia dapat disimpulkan bahwa esai merupakan tulisan pendek yang biasanya berisi penilaian atau opini penulis tentang subjek tetentu serta dituliskan di dalam paragraf pembuka, isi, dan penutup. NAH, PROF SUDAH MEMBERI DUA CONTOH PENGERTIAN.. COBA PARA MAHASISWA MENCARI PENGERTIAN ESAI!! 33

AYOK TEMAN-TEMAN BAGUS.. SILAKAN KITA MENJAWAB TULIS DI PAPAN PERTANYAAN PROF. KARA TULIS!! AKU JUGA INGIN MENJAWAB. . . Menurut Nurhadi (2017: 329), esai adalah jenis tulisan berbentuk prosa yang menyajikan pandangan penulis pribadi terhadap suatu masalah. Suatu masalah ditangkap penulis dan diungkapkan berdasarkan kesan dan pandangan yang ada dalam dirinya. Kemudian penulis mengajukan solusi atau penjelasannya. Jika dalam tulisan ilmiah mengesankan objektivitas, esai cenderung bersifat subjektif. Secara umum, isinya berupa opini penulis. Hal yang dibahas dalam tulisan esai meliputi banyak hal, misalnya masalah-masalah yang terkait dengan pembangunan, seni budaya, politik, ekonomi, atau yang lainnya. Esai adalah sebuah komposisi prosa singkat yang mengekspresikan opini penulis tentang subjek tertentu. Patokan singkat dalam esai juga ada beberapa macam. Ada yang berpendapatan bahwa ukuran esai bisa saja bebas, sedang, atau yang dapat dibaca sekali duduk. Isi sebuah esai juga dapat berupa analisis, penafsiran, dan uraian, sedangkan mengenai gaya dan metode esai ada penalaran yang menyatakan bebas dan ada pula yang menyatakan teratur. Mengenai penalaran, penalaran esai dapat dibagi menjadi dua model, (1) model penalaran vertikal, yaitu memusatkan perhatian dan mengesampingkan sesuatu yang tidak relevan, dan (2) penalaran lateral, yaitu membukakan perhatian dan menerima semua kemungkinan dan pengaruh terhadap topik yang diangkat (Kuncoro, 2009: 29). 34

Esai dapat dikategorikan menjadi dua jenis. Pembagian esai menjadi dua jenis tersebut dimaksudkan untuk mempermudah menganalisis tulisan esai sehingga pembaca memahami posisi penulis. Hal tersebut dipaparkan oleh Dalman (2015: 118), jenis esai dapat berupa esai ilmiah dan esai sastra. Esai ilmiah lebih bersifat objektif, sedangkan esai sastra lebih bersifat subjektif. Esai ilmiah dibagi menjadi esai semi ilmiah dan esai murni. Esai semi ilmiah adalah esai yang ditulis berdasarkan opini penulisnya terhadap suatu subjek atau topik yang dinilainya. Hal ini berarti bahwa opini penulis esai tersebut tergantung dari sikap dan kesan penulis terhadap suatu subjek atau topik yang dibahas atau dinilainya. Bersadasarkan hal tersebut, esai ini lebih bersifat subjektif, salah satu contohnya adalah esai sastra. Esai sastra lebih menekankan pada bentuk apresiasi penulis terhadap subjek yang akan dibahasnya. Hal inilah yang memungkinkan setiap orang memiliki kesan yang berbeda-beda. Esai ilmiah murni merupakan esai yang ditulis secara objektif berdasarkan hasil pemikiran atau penelitian. Esai ilmiah dapat berupa artikel ilmiah, makalah singkat, atau komposisi singkat. Bentuk-bentuk esai tersebut tergolong esai pendek, sedangkan esai panjang dapat berbentuk skripsi, tesis, disertasi, dan lain-lain. Penulis sedapat mungkin harus bersifat objektif dalam menulis esai untuk karya ilmiah murni. Penulis juga harus menuliskan pernyataan sesuai dengan fakta serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. JADI, BERDASARKAN TULISAN TEMAN-TEMAN DI PAPAN TULIS, DAPAT DIKATAKAN BAHWA ESAI ADALAH SALAH SATU BENTUK KARYA TULIS YANG MENDESKRIPSIKAN PENDAPAT PENULIS TENTANG TOPIK (SUBJEK) 35

PROF, SAYA MEMILIKI BAGUS, COBA SAYA DATA TENTANG LIHAT KARAKTERISTIK ESAI KARAKTERISTIK ESAI Sebagai tulisan yang cenderung bersifat pribadi, esai lebih banyak disajikan dengan gaya yang tidak terlalu formal, tidak terikat pada struktur tulisan secara ketat dan disajikan dengan bahasa yang segar. Esai banyak kita jumpai dalam berbagai media massa, misalnya koran, majalah, dan buletin (Nurhadi, 2017;329). 36

Tabel berikut menandai secara ringkas karakteristik atikel ilmiah populer: NO ASPEK KETERANGAN 1 Tujuan penulis a. Mempengaruhi pembaca 2 Media terbit b. Menyampaikan sebuah permasalahan c. Menyampaikan opini 3 Pembacanya 4 Sifat isinya a. Surat kabar 5 Bahasanya b. Majalah berita (mingguan) c. Buletin 6 Kaidah penulisannya Pembaca awam (pembaca surat kabar) a. Mempengaruhi pembaca b. Mengajak pembaca berpikir a. Ilmiah, semi ilmiah, ilmiah populer b. Umumnya cenderung serius dalam penyampaiannya a. Tidak ada kaidah khusus dalam cara penulisannya b. Bagian-bagian tulisan tidak disekat-sekat dengan pembeda yang jelas 7 Isinya Secara umum berisi opini, dengan pola dasar a. Konteks b. Masalah c Solusi/penjelasan/analisis 37

AKU SUDAH MENUNJUKKAN OKKE RIS.. COBA KARAKTERISTIK ESAI KE PROF. AKU CARI DULU YA KARA LOH. NAH SEKARANG AKU DIMINTA MENYAMPAIKAN KE TEMAN-TEMAN UNTUK MENCARI STRUKTUR ESAI sumber: urltarget.com BAGUS SEKALI TIK, COBA AKU HARIS, AKU SUDAH MULAI MENULIS STRUKTUR ESAI. LIHAT YAA.. COBA LIHATLAH!! STRUKTUR ESAI sumber: clker.com 38

Sp(aTa3.R)rSUPastKiatdpgratBeTdeeruruuptmumrUabnaeanpulkkimdpsesmRpeteanguefmeto(eiaaruphr4sruekdldmEekiabbsentraaapankSonu)amueremirfikkAdy,yhPtnmapndapsseIeaauubeapmPutgiodteaesemekrlsteur(drunaraearm2raraanakaiapdmythtn)iinngaikigdbpfaatanisukargyaeranayiaeltlaaatapnuarkanh-epjgmneoeiwmfstahpnfuanugripntmapueaengtdkaisligekugiyadsrpniimtape,at,lDtaiiaeeiknnmakaib(uakbmbambn2ammtuynetnepalstapnm)n/aetaumboreujeeigtPk.urtluspaibnua.nmakemubaikauepkkBanHjutnijdaateeaiblneuuaannalegirlimeaprsiranytkld(haraealmr2naui.unkibdstnnraeP0ikunkane,dilearacatysppa1stgc5riaarayiaaeagartenm:autapyta1rrmannic2d.aaepaaa.ipaertgkga1aiabnt-dakuuanfr1lPraaak2atujrPataegaaaecsa3tankaa(befpsra1nlu)ark)agree-dtaa,pairnk.rpktalsaredaiigamespinapggatghbrirskapbtaknaafrneuealeaeaiuarcrgamldinrdncafashapaalfyeetbiagaegkigsagprnaaabnaerrnaanraitpnmghngnaamangyeak-iuingaaulafaegaafandrrmpkinmnmlnnimahkagnempdb:auyaga.nuisbcekeaidaabnmnpaenmaginPn(ngiuensgd1lanntau)idakaynatigamnggrraaparolmyrua,aeustehitp.dakbndhdmeahgiobumkaaet.eaaruaapntlaawrbluHifaanunnrkdkntaiataaso,aamkfgaata,cniknlalanuldunaaunk(niansgm3n,)i 39

dbdape(ibep2ntrPpeenae0afkesbrssnau1urrp1eid:kiebelalsan1niir6asmeeb,ngkgya2pabbraslga,-paeagda1ioattk6rigtananfaus4kaai.tknenaat)pgoaHrpb,nnac“apealaosipimiskmleleagaopsaatbkmarbeldneeaeuitaturpimrhaalpgikatmaspaeuharauteetnpwaamaanbeaftbppauumuaiegaendltlparmiybedpspepidugadeseaaamainicarndtrnpsneabgliukdnaaocaun”aykumgtkinkau,nltaiokrimaantugktapkdana.engapaftiaangutg.eldKioenmr.drKaalseasydadaalaluaauKhigmaiprtlimiaranmampipaaltagtieumatabutfetnmeetptmassaderttadptiaanstesodeeiiekdpnpausmaedisatakilgnbsimgiuse.btsa.ea.usaJbsrnWriHikbdaseKfikdaaebienbuaatjuarluaenslgntiigmmistayntknedigaiaaiahkgriaieapnnnpsstdrtnkei,etbdeuaaanieby,oespplsilaurdadamolianseeattakigkttghbaakaidpukaa.tuaaangntna,dii jalur pembicaraan. bp.idna(Pjm2adiaurP0itmagsera1aaa5angre:rmgj1am2deargp1a-alfpaaar1a2nfpasik3yrakfaPa)aarfe,nngknanaprgppkaganeaterbfanddmead.agargebeHnirsapnbmaaaianglfbrptagaemaai/nnnnpngTeierjggudnnaadbeggbfuidtuaeahtauprmrut/ieklaaaIbsubnidunukiandaahnganr.dghipaduaprPdeolraupiaknaearkolgrgaaankarnmlg.imanyprifakaaeitrfptsaeaaiatsnnieindbsdabaiasemtp.arpateaPedntratsaguirsDspdaaaaigsrtlkmreukyaaaabbanuufnnnthg 40

Ppbaaaedatkkrkrtaegetaeaamtkmalep(anaepugn2besiedmemmenrda0ionikrdsminsnauriybts1as,putip1akijak:rfadjanaeimienb1npnbaea6rePdaaenyytajagnaag3lagajkelaaniiaatnikkkgtmkihkgt)a.b,rrnanaaasaikya-a,itgaadfanupiaiaasnnPunnlnat..satemtgps,aatn.Hkgakbauarrte-rnaSaeuak(janbtakddt(l3aeaaupnn,tlnpau1lai,ig)faaam)eugelglni,hgiangnsinnmlnpnrnabaeagaiiiynisntaudpukmjtsnaanthedietrphahafuluhtiaaajeraisrmoadnbbnaieptsiusnbrnauurssbpberlurgiapittaals:uouhkreeeeeemou,asd,suglmmaasnsnnboptnspmi.rnuniedkitnagteagkdeueaduuargauiagesssipSmtdnlrfayitaatkisanim,efiiidiagnd.ppetbpnl,riseeeaakkbeunaatsd(fa,kksea.bann2etnnkacgauroeiphlhu)nsga(itaiKilmaktnt4iadfinnaagsiuiuip,djbsdm)aiatnggnbkasuutik.isilgekrargtaiagnbgpramutRsaaciihadnte.aapabiydintnoidsaaerasnjiaaoaKadn.asaguisnnkistpsnPrhinnekylkt.sntyaiiag,iekiaabgaoactPuayankdniihresstannsyddaunnistgbe,ujmandarnagkegeaensmpaangamlyaarrlaledtaiudtenanngdpadtnumnaaaisnmdartaigaksrabdndatkuietdsusmauibsas,nikaunglbltpuuaiaeahkjsuumaeegkepd.iajvnkrdtkadkrnahlihnaeakuliokaagnpihaftamtIjaananllmynamanuasaoaaylsanWlanfgan-n,akinrub,behmoautauiisdgnjbnadrlkppseiasreammfkeduajlamaypntmaybuaalaanetsd,arepeeaagyntmiwkireprnuaegdmrnkiarnstpaaaanlnagsgaaeaaaagdintnjagengngmbpgnpianlga,ae,gbbafauyd,rbyuteuubrhanneaitkdiantanahhnokranataftra.pugkgnuuirkkapkuas,ansn 41

Setiap paragraf isi hanya membahas satu pokok pembicaraan maka kalimat topik sangat tepat diletakkan menonjol di awal paragraf (deduktif). Peletakkan kalimat topik di awal paragraf akan lebih mudahkan pembaca untuk memahami isi setiap paragraf dan hubungan antarparagraf. Masing-masing paragraf isi terdiri atas kalimat topik, kalimat pendukung, kalimat peralihan (transisi) untuk menuju paragraf berikutnya, dan kalimat simpulan (jika perlu). Transisi dapat berbentuk paragraf pendek, kalimat, frasa, atau kata yang menyatakan kesinambungan gagasan. Transisi menciptakan gagasan yang mengalir dengan lancar sehingga mudah diikuti dan mudah dipahami. Penulis perlu menekankan bahwa jangan sampai ada gagasan yang “keluar dari payung” gagasan pokok esai pembicaraan. 42

c.pKPPeppeasaednemtherPrnkhreekabatakeadaemapgleep.adrmnggiadgalctesnlmaiahrururuaanimiisnPep(pmytaasgmat2lsaaaedtliaausiareaffyhn0aadprknrannlnanaliumaa1isankalrbn1Pyugg:fnlgapt.a1ahigeaan6gkagidngnrahnn6a,.aiJksgurnaaanie)ppnybunkHantaniap,aofaismaimdayddgaasjktnagsayablriauboate,kppiadaptead,ahaaagkkut“dueaapnrnanpemaflrnlseinausfenglrdaiamnerayum(pmnsdgikgkn2miaengmndmeipaaatgekre)ayknegaaebigansaptaanapasrnuulsanarauaifnp,atttgpatituit-adnlnhaedelukfatarrpkaanyddpumphteaasitnadrntiaieepdpteneignaauei,ynt.eunuirusbruaurptdnisrlyhaykiaiaaslauslltBipaeaimuaiiatysskmgafapueaniinhnialnmakda--eadrpmihpdaggnr,ieskndudnapaainndaurndbualjakrolaiaypnuaalgnabskaldatyakenhnapdnaadategieabykah,inataglrprenmeiadnmdug(aiokpaaprmtp3egakeaabpselraieafne)sneareuntartrthnsipmgnblbpnkrkgienagbaaaaao(erateymnyad1kpnnmk)rgkhegaatnmaaeitgaapabaaoagsftaestrnaeaklunpriigaslisaminenorpigtscidrka.naayenmoutig.aaaantdnapgpannPlaaeefhteeePkeanruth-ratkannskmndpgWtuamseiersttttaaguapeebnmeuaiaapineaejrkpducdbbes,agrnhanamnbgeeuhaairrepisyakrgjunrthleptpashaayarlimlekiegisamiaeaifsntmadrdanairhnes.ianmi.tfbet,onaueankisaga,nlallseiadiain-t.cs-gakhaatliaaaaiannhng pokok bahasan. 43


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook