Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Rupa Karya Infrastruktur Permukiman

Rupa Karya Infrastruktur Permukiman

Published by Dagu Komunika Bookcases, 2023-04-13 09:18:07

Description: Berbagai capaian kinerja tahun 2021 ini merupakan komitmen seluruh jajaran di Ditjen Cipta Karya yang dikemas dalam sinergi harmonis, baik antar unit kerja maupun dengan stakeholder. Semangat “Sigap
Membangun Negeri” inilah yang senantiasa kami internalisasikan kepada setiap entitas Ditjen Cipta Karya. Semangat untuk menciptakan kebersamaan agar lebih mudah mewujudkan keterpaduan infrastruktur permukiman demi penyediaan kawasan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan.

Search

Read the Text Version

1

2 Sigap Berkarya Membangun Negeri

3

Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat-Nya, kami dapat menuntaskan tugas penyelenggaraan infrastruktur permukiman periode tahun anggaran 2021 dengan baik. Sejumlah capaian berhasil kami dokumentasikan sebagai wujud pertanggungjawaban pencapaian sasaran program Ditjen Cipta Karya, yaitu Meningkatnya Pelayanan Infrastruktur Perumahandan Permukiman yang Layak dan Aman. Di balik pencapaian tersebut terdapat kendala dan permasalahan yang sudah kami lalui dengan semangat “Sigap Membangun Negeri”. Sebagian kegiatan tahun anggaran 2021 dilanjutkan pada tahun 2022 karena refocussing anggaran akibat dampak dari kebijakan di sektor lain. Kendati demikian, program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Ditjen Cipta Karya harus dipastikan dapat mendukung prioritas nasional, seperti pemulihan ekonomi, pengembangan ekonomi melalui sektor pariwisata, penanganan kemiskinan ekstrim, penguatan sumber daya manusia, peningkatan prestasi olahraga nasional, dan pemenuhan 4 Sigap Berkarya Membangun Negeri

standar pelayanan minimum di bidang air minum Membangun Negeri” inilah yang senantiasa kami dan sanitasi. Selain itu Ditjen Cipta Karya juga internalisasikan kepada setiap entitas Ditjen Cipta berkontribusi pada komitmen tujuan global Karya. Semangat untuk menciptakan kebersamaan melalui Sustainable Development Goals (SDGs) dan agar lebih mudah mewujudkan keterpaduan New Urban Agenda (NUA) untuk pengurangan infrastruktur permukiman demi penyediaan kawasan emisi karbon, pembangunan yang berketahanan, permukiman yang layak huni dan berkelanjutan. pengarusutamaan gender, mitigasi bencana, dan lainnya. Akhir kata, ucapan terima kasih kami haturkan kepada seluruh unsur di lingkungan Ditjen Cipta Upaya yang sudah dilakukan menunjukkan capaian karya atas kerja cerdas dan kerja kerasnya demi kinerja yang baik, yaitu berhasil memberikan mencapai target yang telah ditetapkan Pemerintah, kontribusi peningkatan akses air minum kepada untuk kemajuan infrastruktur bagi terwujudnya 2,06 juta jiwa atau 0,75% dari total jumlah kesejahteraan masyarakat Indonesia. penduduk Indonesia (proyeksi tahun 2021). Kita juga berhasil mendongkrak kenaikan akses sanitasi Jakarta, Desember 2022 layak menjadi 78,58% untuk air limbah dan 58,52% untuk persampahan, dan meningkatkan kualitas Ir. Diana Kusumastuti, M.T. penanganan permukiman kumuh sebesar 41,15%. Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Berbagai capaian kinerja tahun 2021 ini merupakan komitmen seluruh jajaran di Ditjen Cipta Karya yang Perumahan Rakyat dikemas dalam sinergi harmonis, baik antar unit kerja maupun dengan stakeholder. Semangat “Sigap 5

Daftar Isi 6 Daftar Isi 8 01 Sigap Berkarya Membangun Negeri 14 02 Mengejar Standar Minimum Penyediaan Air Minum 36 03 Sanitasi untuk Desa, Kota, hingga Pariwisata 70 04 Kawasan Apik, Ekonomi Membaik 130 05 Keandalan Bangunan di Tengah Kerawanan 156 06 Membuka Ruang Ilmu, Membangun Karakter Bangsa 6 Sigap Berkarya Membangun Negeri

Eco Tourism Bunaken Village 7

01 Sigap Berkarya Membangun Negeri Presiden Joko Widodo meresmikan SPAM Regional Durolis Tahap I (Dumai, Rokan Hilir, Bengkalis) Provinsi Riau 8 Sigap Berkarya Membangun Negeri

Sigap Berkarya Membangun Negeri Direktorat Jenderal Cipta Karya mengusung tujuan kinerjanya oleh masyarakat untuk urusan menata “Terselenggaranya pemenuhan infrastruktur kawasan permukiman, penataan bangunan dan permukiman yang layak dan aman menuju lingkungan, penyediaan air minum dan akses terwujudnya smart living, dengan pemanfaatan dan sanitasi, dan prasarana strategis lain sesuai perintah pengelolaan yang partisipatif dan berkelanjutan Presiden dan Menteri PUPR. untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat”. Upaya mewujudkan infrastruktur permukiman Rumusan tersebut tercantum dalam Rencana yang layak dan aman harus disokong oleh seluruh Strategis 2020-2024. Artinya, selama lima tahun sumber daya. Apalagi di tahun 2021 negara masih tersebut, Ditjen Cipta Karya dinantikan hasil Pembangunan Infrastruktur Dasar Permukiman di relokasi pascabencana banjir Kabupaten Bima, NTB 9

Operasional pengangkutan sampah terpilah di TPA ERiC Kabupaten Sidoarjo dilanda pandemi Covid 19 yang berdampak pada Masyarakat Indonesia masih mengharapkan akses pemotongan (baca: pengalihan anggaran) dan air minum yang aman dan sanitasi yang layak. keterlambatan pelaksanaan pembangunan. Kebutuhan dasar tersebut sangat menunjang kehidupan yang berkualitas di dalam rumah Kendala umum lainnya adalah keterbatasan mereka. Rumah, sebagai pusat peradaban pertama kemampuan pendanaan APBN sehingga sangat mengawali kehidupan, sangat bergantung pada diperlukan investasi dari sumber pendanaan tersedianya dua unsur tersebut, air minum dan lainnya guna mencapai target capaian per tahun. sanitasi, untuk menjamin kesehatan lingkungan Pada tahun 2021, Ditjen Cipta Karya melaksanakan rumah dan permukiman. kegiatan yang dibiayai oleh APBN sebanyak Rp 26,3 triliun. Sebagian besar dibelanjakan untuk Direktorat Jenderal Cipta Karya masih harus penyediaan air minum dan sanitasi, permukiman memeras keringat untuk memenuhi Standar kumuh, pembangunan Kawasan Strategis Pelayanan Minimal untuk dua kebutuhan tersebut. Pariwisata Nasional, dan pembangunan sarana dan Strategi membangun sudah menjadi fondasi, yaitu prasarana strategis seperti pendidikan, pasar, dan membangun sistem dan memfasilitasi pemerintah olahraga. daerah dalam menyediakan akses air dan sanitasi. Pemerintah menerapkan Standar Pelayanan 10 SigapBerkaryaMembangun Negeri

Minimal (SPM) untuk penanganan air limbah dan Jajaran PDAM Kabupaten Kowaringin Barat siap penyediaan akses air minum. mengoptimalkan SPAM Kumai Rencana jangka pendek dan menengah sudah Sementara untuk tiga indikator lainnya sudah ditetapkan dan sebagian sudah diprogramkan. mencapai target yang ditetapkan atau dengan Namun tujuan universal akses untuk air minum, kata lain kinerja realisasi telah 100%. Namun, sanitasi, dan nol kumuh tidak akan tercapai sampai pada dua indikator secara realisasi melebihi 100% 2024. Kementerian PUPR sudah mematok target yaitu indikator sasaran program: (i) “Persentase tersebut harus tercapai pada tahun 2030. luasan kawasan permukiman yang ditingkatkan kualitasnya” dan (ii) “Persentase inisiasi penerapan Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum bangunan gedung hijau”. Hal ini karena terdapat dan Perumahan Rakyat Nomor 26/PRT/M/2017 penambahan realisasi outcome akibat dari adanya tentang Panduan Pembangunan Budaya Integritas pekerjaan-pekerjaan direktif yang didapatkan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan pada Tahun Anggaran 2021, sehingga untuk Rakyat telah ditetapkan Visium Kementerian PUPR realisasi indikator sasaran program “Persentase 2030 yang salah satunya adalah 100% smart living luasan kawasan permukiman yang ditingkatkan (hunian cerdas). kualitasnya” mencapai 303,27% dan “Persentase inisiasi penerapan bangunan gedung hijau” Untuk itu secara bertahap, Ditjen Cipta Karya sudah mencapai 897,61%. Secara prinsip kedua indikator menetapkan Sasaran Strategis sampai tahun 2024. sasaran program tersebut telah mencapai target Sasaran strategis merupakan outcome pada level yang ditetapkan pada tahun 2021. stakeholders yang ingin dicapai di akhir tahun 2024. Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian PUPR Tahun 2020- 2024, Direktorat Jenderal Cipta Karya mendukung pencapaian Sasaran Strategis 3 (SS-3) yaitu “Meningkatnya Penyediaan Akses Perumahan dan Infrastruktur Permukiman Yang Layak, Aman, dan Terjangkau”. Dalam rangka menjawab sasaran strategis tersebut, maka sasaran program (outcome pada level customers) Direktorat Jenderal Cipta Karya yaitu Meningkatnya Pelayanan Infrastruktur Perumahan dan Permukiman Yang Layak dan Aman. Capaian Kegiatan Dari tujuh Sasaran Kegiatan Direktorat Jenderal Cipta Karya, tiga diantaranya telah mencapai target yang ditetapkan atau dengan kata lain kinerja realisasi telah 100%. Sementara, sisanya belum memenuhi target dikarenakan refocusing anggaran, penyesuaian kegiatan dalam rangka penanganan COVID-19 pada tahun 2021, serta terdapat kegiatan-kegiatan yang merupakan pekerjaan lintas tahun (MYC Baru) yang mana output dari pekerjaan tersebut akan dihitung pada tahun terakhir pekerjaan selesai. 11

Selain kendala dari situasi dunia (faktor eksternal), 1. Diperlukan penguatan koordinasi baik ada juga yang berasal dari proses bisnis internal Direktorat Jenderal Cipta Karya penyelenggaraan infrastruktur yang hampir setiap maupun dengan pihak eksternal dalam rangka tahun ditemui. Diantaranya, belum sinkronnya menterpadukan program prioritas nasional rencana pembangunan nasional dan kebijakan serta mendukung pengembangan kawasan pemrograman prioritas tahunan bidang Cipta Karya prioritas dan program tematik; karena dinamika program dan anggaran yang tidak dapat diantisipasi. 2. Diperlukan penguatan kapasitas perencanaan di tingkat balai melalui pembinaan teknis Kendala dan Solusi berkala dalam rangka mendorong perbaikan Lima tahun terakhir, kegiatan Ditjen Cipta Karya kualitas perencanaan di lingkungan Direktorat banyak diwarnai program direktif presiden. Namun Jenderal Cipta Karya; penanganan infrastruktur yang bersifat Direktif tersebut tidak memiliki masterplan penanganan 3. Perlu mengefektifkan penggunaan anggaran jangka panjang sehingga menyulitkan penyusunan dan menjaring skema pendanaan non rencana strategis. APBN. Hal ini dilakukan karena potensi pembiayaan non-APBN diperkirakan akan Untuk perbaikan pelaksanaan kegiatan pada memiliki kontribusi yang cukup besar pada periode selanjutnya, beberapa hal yang perlu pembangunan infrastruktur bidang cipta karya. dilakukan adalah sebagai berikut: Selain itu perlu mendorong diterbitkannya kebijakan dalam mengakomodir keterbatasan pemenuhan kriteria pendanaan non-APBN untuk program bidang cipta karya; Infrastruktur dasar permukiman di kawasan relokasi pascabencana Semeru 12 SigapBerkaryaMembangun Negeri

Pembangunan Asrama Mahasiswa Nusantara di Kota Surabaya untuk mempersatukan mahasiswa 4. Meningkatkan peranan pimpinan secara 6. Melakukan Reviu Desain sesuai kebutuhan langsung pada saat penyusunan Renstra, dan berkolaborasi dengan multi stakeholder/ Perjanjian Kinerja dan dokumen-dokumen BUMN untuk meringankan beban Pemerintah perencanaan lainnya, serta peranan pimpinan Daerah dalam menganggarkan dan dalam memantau pencapaian kinerja secara melaksanakan kegiatan pengelolaan dan berkala; pemeliharaan pasca konstruksi; dan 5. Menjaga kinerja penyedia jasa pada 7. Memperkuat dukungan dari Kementerian/ pelaksanaan di lapangan agar menerapkan Lembaga, Pemda, Swasta, dan Masyarakat 6T, yaitu tepat waktu, tepat mutu, tepat biaya, dalam proses penyusunan dokumen tepat kuantitas, tepat administrasi, dan tepat Perencanaan Pembangunan Infrastruktur sasaran dengan melakukan pendampingan/ Kawasan Permukiman sehingga hasil dari pembinaan dan pelibatan masyarakat proses tersebut dapat menjadi acuan bagi terhadap pengendalian mutu secara semua pihak. berkelanjutan. Selain itu perlu membentuk Tim Monitoring (tingkat pusat) yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas untuk melakukan pengendalian secara intensif terhadap pelaksanaan pekerjaan khususnya pekerjaan yang kritis; 13

02 Mengejar Standar Minimum Penyediaan Air Minum 14 SigapBerkaryaMembangun Negeri

Mengejar Standar Minimum Penyediaan Air Minum Sarana dan prasarana dasar permukiman seperti Tantangannya seputar laju penduduk, pendapatan, air minum dan sanitasi berperan penting dalam kepedulian pemerintah daerah sebagai pemegang meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas urusan wajib di dua sektor ini, kelembagaan, penduduk. Pemerintah Daerah harus dapat ancaman kualitas air baku akibat perubahan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk iklim, keterpaduan pembangunan berbasis ruang, keduanya. partisipasi badan usaha dalam pendanaan, hingga masalah teknis operasional, yaitu masih besarnya Pembangunan di sektor air minum masih idle capacity dan kehilangan air yang sudah menyisakan pekerjaan rumah sebagai isu yang diproduksi (non reveniew water). strategis untuk dijawab di tahun-tahun mendatang. Air minum sebagai sumber kehidupan manusia (pemanfaatan SPAM Kabupaten Mamuju) 15

SPAM Banjarbakula Provinsi Kalimantan Selatan Pada tahun 2021, jumlah penduduk Indonesia miskin masih belum memadai, akses yang sulit dan diproyeksikan mencapai lebih dari 272 juta jiwa lebih mahal. Imbasnya, masyarakat berpenghasilan (Ditjen Dukcapil, 2021). Jumlah tersebut juga rendah yang tinggal di kawasan permukiman diproyeksikan akan terus bertambah sekitar kumuh memiliki tingkat kerentanan yang tinggi 2-3 juta jiwa per tahun. Peningkatan tersebut dan aksesibilitas infrastruktur permukiman yang meningkatkan kebutuhan air minum untuk tidak memadai. kegiatan domestik maupun non-domestik. Namun laju pengembangan infrastruktur SPAM belum Di tengah harapan pembiayaan yang besar dapat mengimbangi laju peningkatan kebutuhan tersebut terselip optimisme mengembangkan air minum, terutama untuk SPAM Jaringan SPAM berbasis masyarakat. Masyarakat sebagai Perpipaan. pelaksana, pengoperasi, dan pemelihara infrastruktur terbangun. Sumber daya yang bersifat Pelayanan air minum melalui SPAM dengan kearifan lokal pun dapat dimobilisasi dalam jaringan perpipaan masih terbatas untuk pembangunan infrastruktur air minum, sehingga masyarakat menengah ke atas di perkotaan. mengurangi beban pendanaan Pemerintah. Sedangkan pelayanan air minum untuk masyarakat 16 SigapBerkaryaMembangun Negeri

Perhatian untuk urusan dasar ini juga masih belum PAMSIMAS di Kabupaten Kendal mendapatkan perhatian penuh dari Pemda. Sejak diberlakukannya otonomi daerah, hampir semua Minum, Ditjen Cipta Karya, juga diamanatkan lingkup tugas pelaksanaan pembangunan bidang major project berupa “Pengembangan 10 Juta air minum merupakan tanggung jawab pemerintah Sambungan Rumah”. kabupaten/kota. Pencapaian sasaran tersebut terjabarkan ke Belanja daerah sudah seharusnya diprioritaskan dalam kegiatan pembangunan SPAM baru, secara minimum termasuk untuk sektor air minum. peningkatan kapasitas SPAM, perluasan SPAM, Namun, keterbatasan kapasitas yang dimiliki dan pembangunan SPAM berbasis masyarakat Pemda mengakibatkan ketergantungan daerah sebagai penunjang kegiatan produksi dalam upaya terhadap pusat. Hal ini tercermin dari rendahnya menciptakan keterkaitan pembangunan fisik kontribusi Pemda dalam penyediaan Dana Daerah berupa sambungan rumah yang berimplikasi pada Untuk Urusan Bersama (DDUB). peningkatan ekonomi yang saling komplementer dan saling menguntungkan. Keterbatasan pendanaan untuk mengejar target minimum penyediaan akses air minum juga perlu Anggaran total untuk sektor air minum pada Tahun melibatkan sumber pendanaan lainnya, termasuk Anggaran 2021 sebesar Rp 6,99 triliun. Alokasi badan usaha melalui skema pembiayaan. Untuk tersebut ditetapkan dalam upaya pencapaian program yang bersifat cost- recovery, sektor swasta dapat dilibatkan dalam skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) maupun skema business to business dengan PDAM. Selain itu, untuk program non-cost-recovery, badan usaha/ swasta dapat mengembangkan infrastruktur air minum bagi masyarakat di wilayah tertentu sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR). Desentralisasi juga berpengaruh terhadap konflik pemakaian air baku antar wilayah dimana pemanfaatan air dari daerah lain tidak dapat dilakukan, meskipun sumber air baku setiap wilayah tidak merata jumlahnya. Di sisi lain ada potensi mengentaskan masalah di level masyarakat dengan menerapkan kesadaran akan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta mengupayakan perlindungan dan pelestarian sumber air baku. Penerapan teknologi yang tepat dalam pembangunan fisik infrastruktur juga dapat menjadi solusi jangka pendek dalam mengatasi kualitas air baku yang menurun. Upaya Cipta Karya Sesuai arahan RPJMN 2020-2024 dan Renstra Kementerian PUPR 2020-2024, Direktorat Air 17

target output yang tercantum dalam lampiran meningkatkan kinerja SPAM sebesar 375 liter/detik, Renstra Ditjen Cipta Karya 2020-2024 dan Rentsra pelayanan SPAM sebanyak 192 ribu sambungan Direktorat Air Minum adalah pembinaan dan rumah (SR), dan 400 ribu SR dari SPAM berbasis pengawasan SPAM pada 509 kabupaten/kota, masyarakat (PAMSIMAS). Capaian kinerja Direktorat membangun SPAM dengan total 4.600 liter/detik, Air Minum dapat dilihat dalam tabel berikut: Capaian Output Kegiatan Air Minum TA 2021 Sumber: Laporan Kinerja Direktorat Air Minum TA 2021 SPAM Kota Lama Banten 18 SigapBerkaryaMembangun Negeri

SPAM Banjarbakula 19

SPAM Regional Solusi Air Curah LintasWilayah Tuhan menganugerahkan sumber air yang berlimpah di suatu wilayah, dan kekurangan pada sebagian wilayah lain. Hal itu menyiratkan kewajiban manusia untuk saling bekerjasama. Gerry Fernanda Direktorat Air Minum SPAM Regional dibangun untuk mendukung Air Minum telah membangun sebanyak 13 Unit penyediaan air minum bagi kabupaten/ kota yang SPAM Regional yang tersebar di 13 kabuapten/ masih memiliki gap untuk pemenuhan kebutuhan kota di delapan Provinsi. Pembangunan 13 SPAM air minum. Regional ini telah menghabiskan biaya sebesar Rp8.4 Triliun dan memiliki target Sambungan Sampai dengan Tahun 2021 Kementerian Pekerjaan Rumah (SR) sebanyak 764.670 SR yang akan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat melayani sebanyak 3.823.350 jiwa. SPAM Regional Banjarbakula 20 SigapBerkaryaMembangun Negeri

SPAM Regional Banjarbakula SPAM Regional tersebut dioperasikan melalui melayani Kota Banjarmasin dan Banjarbaru serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Perumda Kabupaten Banjar, Barito Kuala dan Tanah Laut. Provinsi tempat SPAM Regional ini dibangun. Pada tahun 2014-2015 telah dibangun SPAM SPAM Regional Banjarbakula tahap II Regional Banjarbakula Tahap I dengan Kapasitas “Selama puluhan tahun, sebelum adanya pelayanan 250 liter/detik untuk memenuhi kebutuhan air air minum PDAM (dari pelayanan SPAM Regional minum di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Banjarbakula), warga disini harus membeli air yang Kabupaten Tanah Laut. layak untuk dikonsumsi menggunakan jerigen ukuran 25 liter seharga 50 ribu”, ujar Ibu Rahmi, Akan tetapi keberadaan SPAM Regional salah satu warga di Kecamatan Kurau yang terletak Banjarbakula Tahap I masih belum mampu di pesisir Kabupaten Tanah Laut. memenuhi kebutuhan air minum di 3 kabupaten/ kota tersebut serta dua wilayah pelayanan lainnya. SPAM Regional Banjarbakula merupakan sistem Sehingga dibutuhkan Pembangunan SPAM pelayanan air minum lintas kabupaten/kota di Regional Banjarbakula Tahap II untuk memenuhi Kalimantan Selatan yang direncanakan akan kebutuhan air minum di 5 kabupaten/kota wilayah pelayanan. 21

SPAM Regional Banjarbakula Pembangunan SPAM Regional Banjarbakula Pemanfaatan air curah dari SPAM Regional Tahap II dilaksanakan pada TA 2020-2021 yang Banjarbakula Tahap II dimanfaatkan sebesar 250 menghabiskan APBN sekitar Rp86,17 miliar dan liter/detik ke Reservoir Pinus II dan 250 liter/detik ke dilaksanakan oleh Balai PPW Kalimantan Selatan. Reservoir Muslimin untuk pemenuhan kebutuhan Lingkup pekerjaannya meliputi: air minum di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. 1. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dampak Pembangunan SPAM Regional Beton Kap. 500 liter/detik; Banjarbakula Tahap II diantaranya adanya potensi 2. Rumah Instalasi Pengolahan Air (IPA), penambahan jumlah SR sebanyak 30.800 unit 3. Sludge Drying Bed (SDB), SR atau setara dengan 154.000 jiwa terlayani. 4. Rumah Pompa, Selain itu, dari sisi kesehatan, selama ini air yang 5. Reservoir Kapasitas 1.000 m3, dikonsumsi masyarakat merupakan air tanah yang 6. Reservoir Kapasitas 2.000 m3, mengandung zat besi tinggi juga lemak yang 7. Komponen Mechanical Enginering (ME), membuat air berwarna kuning serta berbau. Hal Elektroklorinasi, dan SCADA 22 SigapBerkaryaMembangun Negeri

SPAM Regional Banjarbakula tersebut dapat membuat masyarakat mengalami Dengan adanya pelayanan air minum dari SPAM diare dan juga terkena penyakit kulit. Regional Banjarbakula saat ini masyarakat hanya perlu membayar dengan rata rata pengeluaran Rp. Dengan terbangunnya SPAM Regional Banjarbakula 60.000 – 80.000 per bulannya. masyarakat sudah bisa mendapatkan akses air minum yang berkualitas sangat baik dan tidak Hingga saat ini, kolaborasi dukungan pembiayaan perlu lagi menggunakan air tanah yg tercemar. untuk Pembangunan SPAM Regional Banjarbakula Provinsi Kalimantan Selatan meliputi dukungan “Selama puluhan tahun sebelum adanya pelayanan APBN sekitar Rp537,79 Miliar (unit air baku dan unit air minum PDAM (dari pelayanan SPAM Regional produksi), APBN Provinsi sekitar Rp128,29 Miliar, Banjarbakula), warga disini harus membeli air yang serta dukungan APBD kabupaten/kota dan PDAM layak untuk dikonsumsi menggunakan jerigen sekitar Rp70 Miliar. ukuran 25 liter seharga Rp50 ribu”, ujar Ibu Rahmi, salah satu warga di Kecamatan Kurau yang terletak di pesisir Kabupaten Tanah Laut. 23

SPAM Khusus KSPN Salurkan Dahaga Berwisata Semakin banyak jumlah pengunjung di lokasi wisata, maka siap-siaplah sediakan jaringan air minum untuk kebutuhan dasar mereka. Gerry Fernanda Direktorat Air Minum Sesuai dengan agenda NAWACITA yang pembangunan Infrastruktur Sistem Penyediaan berupaya meningkatkan daya saing wilayah Air Minum (SPAM) disekitar lokasi tujuan wisata Nasional dalam kancah Internasional, Presiden yang akan mendukung keberadaan Kawasan RI Joko Widodo telah mengamanatkan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). untuk mengembangkan 10 destinasi wilayah nasional. Berdasarkan UU No 1 Tahun 2011, 10 Lokasi KSPN yang telah ditetapkan oleh Presiden wujud pengembangan pariwisata yang dapat RI Joko Widodo yaitu: dilakukan oleh Direktorat Air Minum melalui IPA SPAM Wae Mese II 24 SigapBerkaryaMembangun Negeri

SPAM Wae Mese II 1. Danau Toba, Sumatera Utara SPAM Wae Mese II 2. Tanjung Kelayang, Bangka Belitung Labuan Bajo merupakan Ibukota Kabupaten 3. Tanjung Lesung, Banten Manggarai Barat yang dikelilingi oleh banyak pulau 4. Kepulauan Seribu, DKI Jakarta dan pantai indah. Sejak pemekaran dari Kabupaten 5. Borobudur, DI Yogyakarta Manggarai pada tahun 2003, kemajuan Kabupaten 6. Bromo, Tengger, Semeru, Jawa Timur Manggarai Barat meningkat secara signifikan 7. Mandalika, Nusa Tenggara Barat dengan berkembangnya kegiatan pariwisata 8. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur yang beriringan dengan peningkatan jumlah 9. Wakatobi, Sulawesi Tenggara wisatawan. Sebagai destinasi wisata premium pasti 10. Morotai, Maluku Utara membuat kebutuhan air minum meningkat bukan hanya untuk kegiatan pariwisata, tetapi juga bagi Dari 10 lokasi destinasi KSPN, Kementerian PUPR masyarakat Labuan Bajo. melalui Direktorat Air Minum telah membangun SPAM di lima lokasi destinasi KSPN, salah satunya Kabupaten Manggarai Barat telah memiliki SPAM di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur Wae Mese I dengan Kapasitas 40 liter/detik. Namun 25

Bangunan prasedimentasi SPAM Wae Mese II seiring meningkatnya jumlah penduduk dan SPAM dirancang untuk memenuhi kebutuhan air kegiatan parawisata di Labuan Bajo mengakibatkan minum hingga 2040. kebutuhan air minum menjadi sangat tinggi dan sistem yang tersedia tidak mampu memenuhi Pembangunan SPAM Wae Mese II dilaksanakan kebutuhan air minum di Labuan Bajo. dengan pembiayaan melalui APBN sebesar Rp158 miliar pada tahun 2021. SPAM Wae Mese II memiliki Untuk meningkatkan pelayanan air minum di target penambahan Sambungan Rumah (SR) baru Labuan Bajo, Pemerintah membangun SPAM Wae sebanyak 2.500 unit yang akan melayani 12.500 Mese II dengan Kapasitas 50x2 liter/detik yang Jiwa. melayani kebutuhan air minum di tujuh Desa di Kecamatan Komodo meliputi Kelurahan Macan Lingkup pekerjaan kegiatan pembagunan SPAM Tanggar, Kelurahan Gorontalo, Kelurahan Golobilas, Wae Mese II, sebagai berikut: Kelurahan Nggorang, Kelurahan Wae Kelambu, SPAM Wae Mese II: Kelurahan Batu Cermin dan Kelurahan Labuan Bajo. 1. Intake Air baku 26 SigapBerkaryaMembangun Negeri

2. Jaringan Perpipaan Trasmisi Air baku Reservoir SPAM Wae Mese II 3. Sistem Pengolahan Air Minum 4. Jaringan Distribusi Utama Rp80 ribu – Rp150 ribu per bulannya. 5. Reservoir Distribusi Hal yang sama juga dirasakan oleh para pelaku Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat usaha di Labuan Bajo, salah satunya yang merasakan berkomitmen memberikan dukungan dalam dampaknya adalah Hotel Sudamala Resort. Menurut pengembangan SPAM Wae Mese II dengan Mayo Eam, selaku Assistant General Manager, menambahkan jaringan pelayanan yang nantinya sebelum adanya SPAM Wae Mese II untuk kebutuhan akan berjumlah sebanyak 2.500 unit Sambungan air setiap hari di hotel tersebut ialah 2.500 m3 dan Rumah (SR) yang akan terpasang bertahap selama harus membeli air sebesar Rp110 ribu per mobil lima tahun. tanki air atau 8 m3 dengan rata rata pengeluaran biaya Rp34 juta dalam satu bulan. Tetapi dengan Direktur PDAM Wae Mbeliling, Aurelius Endo, adanya SPAM Wae Mese II ini, pengeluaran biaya menjelaskan pembangunan SPAM Wae Mese II ini untuk pemenuhan kebutuhan air minum di hotel ini memiliki dampak sangat baik yang dirasakan oleh sangat berkurang drastis yaitu rata rata Rp20 juta per masyarakat. Sebelum adanya SPAM Wae Mese II ini PDAM Wae Mbeliling selaku instansi yang bertanggung jawab untuk pendistribusian air minum ke masyarakat hanya mampu memberikan pelayanan selama 2 jam saja per 3 hari, hal ini menyebabkan kurangnya pasokan air minum untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat. Setelah dibangunnya SPAM Wae Mese II ini, PDAM Wae Mbeliling telah mampu memberikan pelayanan selama 5 jam dalam sehari dan telah mencukupi kebutuhan air minum bagi masyarakat. Secara ekonomi pembangunan SPAM Wae Mese II ini juga sangat berdampak besar dengan mengurangi biaya untuk keperluan air minum bagi masyarakat dan pelaku usaha. Menurut Vera P., salah satu masyarakat yang merasakan dampak positif pembangunan SPAM Wae Mese II, mengatakan sebelum adanya SPAM Wae Mese II untuk memenuhi kebutuhan air harus membeli air dengan harga yang sangat mahal yaitu Rp150 ribu per mobil tanki air atau 8 m3 dengan rata rata pengeluaran untuk membeli air sebesar Rp800 ribu – Rp1 juta per bulannya. Tetapi setelah adanya SPAM Wae Mese II ini Vera P. hanya perlu mengerluarkan uang untuk kebutuhan air rata rata 27

bulannya. tidak perlu melakukan penampungan air pada jam- jam tertentu. PDAM Wae Mbeliling juga diharapkan Masyarakat berharap banyak kepada PDAM Wae untuk selalu siap mendukung kegiatan pariwisata Mbeliling untuk selalu memberikan pelayanan yang yang sudah mulai pulih kembali selepas Covid-19. optimal, salah satunya yaitu dengan memberikan pelayanan 24 jam dalam sehari sehingga masyarakat Intake air baku SPAM Wae Mese II 28 SigapBerkaryaMembangun Negeri

Gerbang kantor SPAM Wae Mese II 29

PAMSIMAS Alirkan Kebaikan ke Pelosok Negeri Selama kurun 14 tahun, PAMSIMAS telah ada di hati rakyat Indonesia. Sukses mengalirkan kebaikan berupa akses air minum kepada 23,57 juta jiwa dan akses sanitasi yang lebih baik kepada 16,44 juta jiwa yang tersebar di 33 provinsi, 408 kabupaten dan kota, serta lebih dari 36.000 desa. Novi Rindani Direktorat Air Minum Program PAMSIMAS merupakan platform besar. Selama hampir 14 tahun, telah memberikan pembangunan air minum dan sanitasi yang akses air minum dan sanitasi yang berkelanjutan berkelanjutan dengan pendekatan berbasis bagi masyarakat perdesaan dan pinggiran kota. masyarakat. Tujuan dari Program PAMSIMAS adalah Berlangsung di seluruh wilayah Indonesia, program meningkatkan akses air minum dan sanitasi bagi ini melibatkan pendanaan dan pengerahan sumber masyarakat perdesaan dan pinggiran kota. Nilai daya manusia serta partisipasi masyarakat yang lebih dari Program PAMSIMAS adalah adanya PAMSIMAS Desa Pagar Gunung, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong 30 SigapBerkaryaMembangun Negeri

PAMSIMAS Desa Pagar Gunung, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong pelibatan masyarakat dalam setiap tahapan Selama 14 tahun berjalannya program PAMSIMAS program secara inklusif, sehingga muncul rasa telah lebih dari 1 Juta masyarakat desa aktif memiliki. Dengan rasa memiliki yang tinggi, berpartisipasi aktif, dan melibatkan 6.470 fasilitator masyarakat pun akan merawat sarana air minum dan konsultan. dan sanitasi tersebut dengan baik. Selain berbasis masyarakat, Program PAMSIMAS PAMSIMAS telah dilaksanakan secara bertahap sejak awal juga didesain untuk melibatkan kaum yaitu Tahap I tahun 2008-2013, Tahap II 2013- perempuan. Keterlibatan perempuan itu harus 2015, dan Tahap III tahun 2016-2021. Pelaksanaan tercermin dalam rapat pengambil keputusan sejak program ada di 33 Provinsi, 408 Kabupaten/Kota, perencanaan, pengerjaan, hingga pemeliharaan di sekitar 36.054 Desa yang tersebar di seluruh sarana air minum Program PAMSIMAS juga pelosok Indonesia. mengharuskan sedikitnya 40 persen anggota kepengurusan. 31

PAMSIMAS Desa Sidomulyo, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Pada pelaksanaan Program PAMSIMAS TA 2021 ini Pengelola Sarana Prasarana Air Minum dan Sanitasi tersebar di 33 Provinsi, 397 Kabupaten/Kota dan (KPSPAM) sebagai pengelola infrastruktur Program 7.544 Desa dengan alokasi anggaran untuk seluruh PAMSIMAS dapat mengoperasikan, merawat, dan kegiatan di TA 2021 ini sebesar Rp. 1,86 Triliun. mengembangkan sistem yang ada dengan sangat baik. PAMSIMAS Desa Sidomulyo Desa Sidomulyo Distrik Semangga Kabupaten Lingkup pekerjaan kegiatan pembangunan Merauke Provinsi Papua mendapatkan program PAMSIMAS HID MAMA, sebagai berikut: awal PAMSIMAS pada tahun 2017, dan program 1. Bangunan SAM (Bangunan Pengolahan Air) lanjutan di tahun 2020 melalui Hibah Insentif Desa 2. SR ( Sambunan Rumah ) : 30 Unit (HID), serta di tahun 2021 mendapatkan program 3. Pelatihan Tingkat Masyarkat Hibah Insentif Desa Menuju Air Minum Aman (HID MAMA). Sampai tahun 2021 dari total penduduk sebanyak 268 KK (935 jiwa) program PAMSIMAS di Desa Sidomulyo Terpilihnya Desa Sidomulyo untuk mendapatkan telah mampu membangun 106 SR dari semula di Program HID MAMA dikarenakan Kelompok tahun 2017 dimana pelayanan hanya berupa Hidran 32 SigapBerkaryaMembangun Negeri

Umum dan Kran Umum dan di Tahun 2020 berupa Menara air PAMSIMAS Desa Sidomulyo Sambungan Rumah sebanyak 14 Unit dan tambahan 30 Unit SR melalui program HID MAMA. berjalannya program ini dengan baik masyarakat tidak perlu lagi untuk berkerumun di sumur untuk Senen Adiwiyani selaku Ketua KPSPAM Desa melakukan mandi dan BAB, karena masyarakat telah Sidomulyo menggatakan bahwa mereka selalu mendapatkan akses air minum yang layak untuk berupaya untuk dapat memaksimalkan Program keperluan sehari hari mereka seperti memasak, PAMSIMAS ini untuk memenuhi kebutuhan air di mandi, mencuci dan sebagainya. Desa Sidomulyo dan juga dia mengatakan peran aktif desa dalam pengembangan sistem ini dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke, Ruslam cara menyediakan perpipaan untuk dapat melayani Ramli mengatakan sarana dan prasaran Program Air masyarakat yang belum mendapatkan akses air Minum yang dibangun melalui Program PAMSIMAS minum. di Kabuapten Merauke sudah berjalan dari tahun 2014 – 2021. Program PAMSIMAS ini sangat Dengan adanya Program PAMSIMAS HID MAMA membantu dalam pemenuhan kebutuhan Air ini, air yang telah diolah mereka dapat jual untuk Minum terutama bagi masyarakat berpenghasilan kebutuhan air minum mayarakat. KPSPAM menjual rendah (MBR). air galon dari pengolahan ini dengan harga Rp6.000 per galonnya. Dengan adanya sistem pengolahan untuk air minum bisa sangat membantu untuk mendapatkan pemasukan bagi pengembangan sistem kedepannya. Kondisi sebelum adanya Program PAMSIMAS untuk kebutuhan air sehari-hari masyarakat harus membeli air dengan harga yang sangat mahal. Menurut Suriani untuk memenuhi kebutuhan air keluarganya dia harus membeli air dengan harga Rp200 ribu per tangki dan bahkan di saat kemarau harga air bisa menjadi Rp400 ribu per tangki. Setelah adanya PAMSIMAS di Desa mereka pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan air menjadi sangat berkurang, yang awalnya rata-rata masyarakat harus mengeluarkan Rp1 juta – Rp1,5 juta per bulan sekarang hanya Rp80 ribu – Rp150 ribu per bulannya dengan tarif iuran penggunaan air untuk 0-5 m3 Rp50 ribu dan untuk per meter kubik berikutnya Rp10ribu. Senen Adiwiyani mengatakan dari sisi kesehatan juga sangat berdampak baik, awalnya masyarakat untuk melakukan kegiatan seperti mandi dan BAB harus dilakukan di satu sumur dan secara berkelompok. Ini sangat buruk untuk kesehatan masyarakat di desa tersebut. Tetapi dengan adanya PAMSIMAS dan telah 33

Ruslam Ramli juga mengatakan dukungan KPSPAM dengan tujuan setiap KPSPAM dapat Pemerintah Kabupaten Merauke untuk melakukan tata kelola yang baik dan benar demi keberlanjutan Program PAMSIMAS dengan memenuhi akses Air Minum 100% di Desa yang memberikan pembinaan dan pendampingan telah terbangun PAMSIMAS. Tempat air siap minum PAMSIMAS Desa Sidomulyo 34 SigapBerkaryaMembangun Negeri

Para fasilitator tangguh, PAMSIMAS Desa Sidomulyo 35

03 Sanitasi Layak untuk Desa, Kota, hingga PusatWisata SPALD-T Bambanglipuro Tahap 1 Kab Bantul DI Yogyakarta 36 SigapBerkaryaMembangun Negeri

Sanitasi Layak untuk Desa, Kota, hingga PusatWisata Jangan “baper” jika suatu ketika ada orang di pasar minim dibandingkan dengan jumlah yang harus berceloteh begini: “Sejak Indonesia merdeka, dan disediakan. banyak mencetak insinyur lingkungan, rasanya sampai sekarang belum ada yang bisa ngurusin Namun pada kenyataannya, permasalahan dalam sampah”. sektor sanitasi juga meliputi aspek non teknis, yaitu meliputi aspek regulasi, kelembagaan, pendanaan, Permasalahan di sektor sanitasi, yang mencakup dan peran serta masyarakat. Keseluruhan aspek persampahan dan air limbah, memang teknis dan non teknis merupakan bagian yang tidak seringnya hanya dikaitkan pada aspek teknis. terpisahkan dalam menciptakan layanan sanitasi Penyediaan infrastruktur sanitasi yang masih yang berkelanjutan. IPLT Payakumbuh mengolah air limbah sebelum diterima ramah oleh lingkungannya 37

Sanitasi layak di Lembaga Pendidikan Keagamaan Darul Hikmah, NTB Rata-rata peningkatan yang terjadi sejak tahun yang dibangun pun terkadang sulit memenuhi 2020 masih memperlihatkan gap yang cukup lebar baku mutu effluen air limbah yang dipersyaratkan dengan target 2024, baik akses air limbah layak karena kondisi lokal, dan masih terbatasnya (rata-rata kenaikan 2,22% per tahun) maupun penerapan inovasi teknologi sehingga belum akses sanitasi aman (rata-rata 0,08% per tahun). Hal dapat memecahkan permasalahan dan kendala di tersebut menuntut skema pendanaan yang tidak lapangan. business as usual. Dari aspek kelembagaan, masih banyak Pemerintah Permasalahan teknis lainnya terkait belum adanya Daerah yang masih memisahkan operator dan database sektor air limbah yang terintegrasi. Data regulator, SDM yang ada masih lemah karena terintegrasi sangat penting untuk perencanaan dan kurangnya pembinaan operasional sarana dan pemrograman, karena selama ini kualitas dokumen prasarana, khususnya pada infrastruktur yang perencanaan belum memadai. dibangun berbasis masyarakat. Setali tiga uang, banyak Pemda belum mempunyai Peraturan Daerah Di sisi lain, pada tahap pascakonstruksi kerap terkait Sanitasi sehingga praktik di lapangan masih terjadi permasalahan operasionalisasi sarana lemah untuk menegakkan hukum. Hal tersebut terbangun yang tidak memenuhi SOP. Infrastruktur juga ada kontribusi belum adanya payung hukum nasional yang mengatur tentang air limbah. 38 SigapBerkaryaMembangun Negeri

Tidak hanya tentang regulasi dan kelembagaan, Sanitasi perdesaan di Desa Darmasari Kabupaten Lombok Pemda juga masih terbelit masalah pendanaan Timur yang terlihat dari masih banyaknya skema tarif layanan sanitasi yang tidak full cost recovery. Hal Membangun sarana fisik tidak cukup mendongkrak tersebut menuntut skema kerjasama pendanaan capaian akses jika tidak ada gayung bersambut dengan swasta jika tidak dapat dikelola oleh BUMD dari Pemda untuk pengelolaan jaringan dan setempat. pemanfaatan yang berkelanjutan. Capaian Kendatipun cukup merayap dalam mencapai RPJMN 2020-2024 melalui Peraturan Presiden No. target, namun apa yang sudah diupayakan Ditjen 18 Tahun 2020, menargetkan capaian sanitasi di Cipta Karya sudah memberikan pelayanan sanitasi tahun 2024 sebagai berikut: layak adan aman di sektor-sektor penting seperti 1. Meningkatnya rumah tangga yang memiliki pariwisata, kawasan strategis kota, masyarakat metropolitan, hingga plosok perdesaan. akses sanitasi layak menjadi 90% (termasuk di dalamnya 15% rumah tangga memiliki akses Kegiatan 2021 sanitasi aman); dan Kegiatan prioritas Direktorat Sanitasi Tahun 2. Meningkatnya rumah tangga dengan akses Anggaran 2021 terbagi atas beberapa kelompok sampah terkelola di perkotaan menjadi 100%. kegiatan sebagai berikut: Capaian akses layak air limbah domestik nasional di akhir tahun 2020 diketahui sebesar 79,53% (Susenas KOR 2020, diolah Bappenas). Angka capaian ini telah meningkat 13,3% dibandingkan pada akhir tahun 2014, dengan peningkatan rata- rata setiap tahunnya sebesar 2,22%. Capaian akses aman air limbah domestik di akhir tahun 2020 sebesar 7,64% (Susenas KOR 2020, diolah Bappenas). Angka capaian ini meningkat 0,25% dibandingkan pada akhir tahun 2017, dengan peningkatan rata-rata setiap tahunnya sebesar 0,08%. Adapun pada sektor persampahan, pengukuran capaian oleh Susenas BPS dilakukan setiap tiga tahun sekali sehingga tidak memberikan cukup informasi terhadap peningkatan rata-rata capaian eksisting untuk setiap tahunnya. Diketahui, persentase rumah tangga perkotaan yang telah terlayani pengelolaan sampah di akhir tahun 2019 adalah sebesar 56,73% (Susenas 2019, diolah Bappenas). Terjadi penurunan angka capaian dari tahun 2016 yang sebelumnya memiliki angka capaian sebesar 60,64%. 39

IPAL Parapat KSPN Danau Toba i. Emission Reduction in Cities Program (ERIC) 1 Kota Jombang 1. Committed (MYC Lanjutan dan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri) j. Improvement Solid Waste Management for a. Pembangunan IPAL Parapat KSPN Danau Metropolitan and Regional Cities Project Toba (ISWMP) Kota Bandung, Kabupaten b. Pembangunan IPAL Jaringan Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat. Palembang B2 c. Pembangunan TPA Mammitarang k. Engineering Services Project d. Pembangunan TPA Piyungan DI. Yogyakarta 2. Dukungan sanitasi pada Kawasan Strategis e. Engineering Services for Sewerage Pariwisata Nasional System Development a. Pembangunan IPAL Labuan Bajo f. Jakarta Sewerage Development Project b. Pembangunan Pengolahan Sampah (JSDP) Zona 1 Thermal g. Jakarta Sewerage Development Project c. Pembangunan IPAL Parapat (JSDP) Zona 6 d. Pembangunan TPA Samosir h. Metropolitan Sanitation Management e. Pembangunan IPLT Samosir Investment Program (MSMIP) Kota f. Pembangunan TPA Dairi Pekanbaru, Makassar dan Jambi g. Peningkatan TPA Pengengat h. Pembangunan IPLT Wakatobi i. Pembangunan IPLT Pasuruan j. Pembangunan TPA Mammitarang k. Pembangunan TPA Piyungan l. Optimalisasi IPAL Sewon m. FS & DED TPA Morotai Utara n. Pembangunan Toilet Wisatadi 5 KSPN 3. Dukungan sanitasi di Kawasan Industri Terpadu a. Dukungan Sistem Pengolahan Air Limbah Kws. Industri Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah b. Dukungan Sistem Penanganan Persampahan Kawasan Industri Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah 4. Komitmen Kementerian PUPR a. Pembangunan TPA Regional Mammitarang di Provinsi Sulawesi Utara b. Pembangunan TPA Regional Piyungan di Provinsi DI. Yogyakarta. 5. Infrastruktur Berbasis Masyarakat a. Pembangunan Sanimas b. Pembangunan Sanitasi Perdesaan Padat Karya (Stunting) c. Pembangunan Sanimas mendukung DAS 40 SigapBerkaryaMembangun Negeri

IPAL Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat Citarum b. Pembangunan Sanimas dan Sanitasi d. Pembangunan TPS 3R Perdesaan Padat Karya e. Pembangunan TPS 3R mendukung DAS c. Pembangunan TPS 3R Citarum f. Penyediaan Sarana dan Prasarana Sanitasi 8. Kegiatan Balai Teknologi Sanitasi a. Pembinaan Teknis Bidang Sanitasi di Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK) b. Fasilitasi Pengembangan Teknologi dan Peralatan Bidang Sanitasi 6. Kegiatan Pembinaan Teknis • Teknologi terapan a. Pendampingan Implementasi Dokumen SSK • Penyusunan naskah kebijakan b. Pendampingan Layanan Lumpur Tinja • Implementasi penerapan teknologi c. Pendampingan Rancangan Peraturan skala terbatas Daerah • Diseminasi, publikasi dan pameran d. Pendampingan Penguatan Kelembagaan • Layanan advis teknis dan e. Pendampingan Perencanaan dan pendampingan teknis Operasional • Layanan uji laboratorium 7. Aspirasi DPR RI a. Penyediaan Sarana dan Prasarana Sanitasi di Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK) 41

Capaian Output Kegiatan Sanitasi TA 2021 Sumber: Laporan Kinerja Direktorat Sanitasi TA 2021 TPA Sampah Jatibarang Kota Semarang, Jawa Tengah 42 SigapBerkaryaMembangun Negeri

Revitalisasi IPAL Sewon Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta 43

IPAL PARAPAT Selamatkan DanauToba dari Pencemaran Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Parapat di KSPN Danau Toba bertujuan untuk mencegah pencemaran perairan Danau Toba, sekaligus untuk mendukung pengembangan pariwisata Danau Toba. Erly Nurmeida Silalahi Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Utara Danau Toba merupakan salah satu ikon Dari sisi sejarah, disebutkan bahwa Danau Toba wisata Indonesia yang sangat memukau dan merupakan danau terdalam kesembilan di dunia. keindahannya mampu menarik wisatawan lokal Memiliki kedalaman maksimum hingga 529 m. maupun mancanegara untuk berkunjung. Oleh Tipe danau vulkanik kaldera terbesar di dunia, yang sebab itu, pemerintah memasukkan Danau Toba terbentuk karena erupsi besar gunung berapi, yang sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata dikenal dengan nama Gunung Toba. Nasional (KSPN). IPAL Bebas Pantai 44 SigapBerkaryaMembangun Negeri

IPAL Bebas Pantai Masa Konstruksi Danau ini berada di Provinsi Sumatera Utara dan pencemarannya berada di kategori cemar sedang dikelilingi oleh tujuh kabupaten, yaitu; Simalungun, hingga tinggi. Toba, Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, dan Karo. Sumber pencemaran berasal dari sampah, sisa pakan ternak dari Keramba Jaring Apung (KJA), Secara ekonomis, Danau Toba memiliki peranan pencemaran oleh perusahaan budi daya perikanan yang sangat vital bagi masyarakat di sekitarnya. di sekitar danau dan pembuangan air limbah Aktivitas ekonomi seperti wisata, perkerambahan domestik (black water dan grey water) dari rumah- dan pertanian, serta aktivitas domestik masyarakat rumah masyarakat. seperti minum, masak, dan MCK sangat didukung oleh Danau Toba. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa ada aksi pengendalian yang dilakukan, maka kondisi Namun disayangkan, pemanfaatan kawasan Danau lingkungan Danau Toba akan semakin Toba ini tidak dibarengi dengan pengendalian lingkungan yang serius. Akibatnya, tingkat 45

IPAL Parapat memprihatinkan dan ke depannya akan membuat Toba sekaligus untuk mendukung pengembangan wisatawan tidak tertarik untuk berkunjung. pariwisata Danau Toba. Danau Toba, Destinasi Pariwisata Super Prioritas IPAL Parapat terdiri dari IPAL Pantai Bebas Sangat beruntung pemerintah bisa membaca (Pembangunan Baru) yang terletak di Parapat kondisi ini. Presiden Joko Widodo menetapkan Kabupaten Simalungun dan IPAL Ajibata (sudah Danau Toba sebagai salah satu dari lima kawasan terbangun dan membutuhkan optimalisasi untuk Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). peningkatan kinerja) yang terletak di Ajibata Kabupaten Toba. Penetapan ini berimplikasi pada pembangunan infrastruktur secara terpadu, baik penataan Jaringan IPAL Parapat dibangun mulai dari Jalan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, Sisingamangaraja, Terminal Sosorsaba dan Jalan pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan Anggarajim kemudian masuk ke IPAL Pantai Bebas. hunian penduduk di kawasan Danau Toba. Kolaborasi yang Memampukan Salah satunya adalah Pembangunan IPAL Parapat Pembangunan IPAL Parapat KSPN Danau Toba KSPN Danau Toba yang secara spesifik bertujuan memiliki lingkup kegiatan meliputi: untuk mencegah pencemaran perairan Danau 46 SigapBerkaryaMembangun Negeri

1. Pekerjaan Pendahuluan Jaringan IPAL Parapat 2. Pembangunan IPAL Pantai Bebas (kapasitas butuh waktu. Hal ini yang mengakibatkan target SR pengolahan 518 m3/hari atau setara dengan pada IPAL Pantai Bebas belum bisa tercapai, dimana 300 KK) dan Optimalisasi Jaringan ditargetkan terpasang 300 SR, namun yang baru 3. Optimalisasi IPAL Ajibata (kapasitas terpasang sebanyak 170 SR. pengolahan 2010 m3/hari atau setara dengan 1380 KK) dan Jaringan Perumda Tirtanadi selaku pengelola IPAL 4. Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal Parapat sangat optimis bahwa jumlah SR ini 5. Pengadaan Peralatan Operasional dan akan meningkat seiring dengan meningkatnya Pemeliharaan IPAL dan Jaringan kesadaran masyarakat akan pentingnya akses 6. Pekerjaan Rehabilitasi Jalan Masuk IPAL Ajibata sanitasi yang aman. Apalagi jika masyarakat yang belum menyambung SR mendengarkan kesan atau Besarnya ruang lingkup pekerjaan membuat testimoni positif dari tetangga atau masyarakat kegiatan ini dilakukan selama dua tahun anggaran yang sudah menyambung SR terlebih dahulu. (tahun jamak) yaitu sejak 2 September 2020 – Dimana lingkungan sekitar rumahnya menjadi 23 Desember 2021. Total investasi (bersumber lebih bersih, bebas genangan, bebas bau dan paling dari APBN TA 2020 dan 2021) yang dikeluarkan pemerintah sebesar Rp. 45.623.125.000,- Kegiatan IPAL Parapat melibatkan banyak pihak sejak persiapan, perencanaan, pelaksanaan hingga operasional dan pemeliharaan. Pihak yang dimaksud diantaranya Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Simalungun, Pemerintah Kabupaten Toba, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Utara, Perumda Tirtanadi, konsultan perencana, penyedia jasa, konsultan supervisi, pemerintah desa/kelurahan, masyarakat dan pihak- pihak lainnya. Koordinasi dan komunikasi intensif terus dilakukan agar seluruh pihak turut memantau dan mengevaluasi kegiatan sekaligus memperkecil adanya kesalahpahaman dan konflik. Tidak bisa dipungkiri, tugas terberat dari kegiatan ini adalah menjaring minat masyarakat agar bersedia menjadi penerima manfaat dan disambungkan ke Sambungan Rumah (SR). Sosialisasi terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terus dilakukan namun masyarakat tidak serta-merta paham dan sadar untuk mau berubah, 47

penting turut berkontribusi menjaga kebersihan Hal yang tidak kalah pentingnya adalah agar semua dan kelestarian Danau Toba. pihak bersama-sama menjaga dan memelihara apa yang sudah dibangun agar manfaatnya bisa Perumda Tirtanadi selaku pengelola juga secara dirasakan hingga jangka panjang. proaktif mengalokasikan anggaran untuk pemasangan SR baru dan melanjutkan sosialisasi Pembangunan IPAL Parapat ini harapannya bisa dari rumah ke rumah, ke hotel, restoran, pertokoan menjadi motor penggerak bagi kabupaten lain di dan sebagainya sehingga kapasitas optimal di IPAL sekitar kawasan Danau Toba untuk melaksanakan dapat terpenuhi. program sejenis untuk menjamin masyarakat memiliki akses sanitasi aman sehingga tidak ada lagi air limbah Pelihara dan Jaga Supaya Dampak terus Terasa domestik yang langsung dibuang ke Danau Toba. Tepat pada 2 Februari 2022, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Bisa diawali dengan melakukan sosialisasi secara Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono intensif kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk meresmikan Penataan Kawasan Pantai Bebas bersama-sama peduli menjaga kebersihan Danau Parapat termasuk didalamnya IPAL Parapat. Toba, dan juga menyiapkan regulasi yang berisi sanksi bagi yang siapa saja yang masih melanggar. Pada kesempatan tersebut, Bapak Basuki Karena lingkungan bersih dan sehat adalah menyampaikan testimoni bahwa“Penataan Kawasan tanggung jawab kita bersama, tanpa terkecuali. Pantai Bebas Parapat dan IPAL Parapat akan menjadi ikon baru dan merubah wajah Kawasan Parapat, terutama untuk mencegah pencemaran perairan Danau Toba dari limbah domestik “. Manhole 48 SigapBerkaryaMembangun Negeri

IPAL Ajibata 49

SPALDT Bambanglipuro Kelola Air Limbah Domestik agar a Lingkungan takTerusik Membangun Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT) menjadi jawaban tepat di tengah isu pencemaran lingkungan di tengah padatnya penduduk. Subandiyah, Agung Triyono Balai Prasarana Permukiman Wilayah D.I. Yogyakarta Semakin meningkatnya jumlah penduduk dan erat dengan kebutuhan dasar hidup masyarakat meningkatnya laju perkembangan pembangunan yang tinggal dalam suatu wilayah/kawasan serta adanya tuntutan lingkungan hidup yang perkotaan, maka diperlukan adanya pengelolaan semakin meningkat, maka permasalahan air limbah yang memadai untuk meminimalisir penanganan Air Limbah menjadi semakin gangguan lingkungan, stabilitas kehidupan sosial kompleks. Sebagai suatu prasarana yang berkaitan dan ekonomi. SPALDT Bambanglipuro 50 SigapBerkaryaMembangun Negeri


Rupa Karya Infrastruktur Permukiman

The book owner has disabled this books.

Explore Others

Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook